Bidah syiah

 



N   a   m   a   : H. Abdul Somad, Lc., MA.

Pendidikan : S1 Al-Azhar, Mesir.

S2 Dar Al-Hadith, Maroko.

Pengabdian : Komisi Riset MUI Prov.Riau.

Komisi Fatwa MUI Pekanbaru.

Badan Amil Zakat Prov. Riau.

Dosen Uin Suska

Web               : www.tafaqquhstreaming.com 

Mahasiswa : “Pak, apa pendapat Bapak

tentang Syi’ah?”.

Dosen : “Perbedaan kita dengan Syi’ah

bukanlah perbedaan yang 

mendasar, hanya pada masalah-

masalah furu’ saja”.

االختالف:

و الفروعاالصول 

الفروعاألصول

Perbedaan Furu’ atau Ushul?

RUKUN IMAN AHLUSSUNNAH

1. Beriman kepada Allah

2. Beriman kepada para malaikat

3. Beriman kepada kitab-kitab

4. Beriman kepada para rasul

5. Beriman kepada hari akhirat

6. Beriman kepada takdir

RUKUN IMAN SYI’AH:

1. Tauhid.

2. Kenabian.

3. Al-Imaman (Beriman kepada Imam 12).

4. Keadilan.

5. Hari kiamat

RUKUN ISLAM AHLUSSUNNAH

1. Syahadat

2. Shalat.

3. Zakat

4. Puasa

5. Haji 

RUKUN ISLAM SYI’AH

1. shalat.

2. Puasa.

3. Zakat

4. Khusus (fee 5 % )

5. Haji ke kuburan Husain di Karbala’

6. Amar Ma’ruf Nahi Munkar

7. Jihad fi Sabilillah

TAQIYYAH تقية :

Makna Taqiyyah:

الناساحلق أو ترك الالزم أو إرتكاب املنهي خوفاً منكتمان :معىن التقية

Menyembunyikan kebenaran.

Meninggalkan kewajiban.

Melakukan perbuatan terlarang.

Karena khawatir terhadap orang lain

Tidak mau Taqiyyah = Tidak beragama

دين ملن ال ، والالتقيةتسعة أعشار الدين يف »عن جعفر الصادق أنه قال 

(.2/172الكايف )« تقية له

Dari Imam Ja’far as-Shadiq, ia berkata:

“9/10 agama yaitu  dalam Taqiyyah. 

Tidak ada agama bagi yang tidak mau ber-

taqiyyah”.

(Sumber: al-Kafi, juz.II, hal.172).

Hukum Taqiyyah = WAJIB

[ اإلمام الغائب]والتقية واجبة ال جيوز رفعها إىل أن خيرج القائم »قال الُقّمي 

مية، وخالف فمن تركها قبل خروجه فقد خرج من دين هللا تعاىل ومن دين اإلما

(115-114االعتقادات )« هللا ورسوله واألئمة

Imam al-Qummi berkata:

“Taqiyyah itu wajib. Tidak boleh meninggalkan

Taqiyyah hingga Imam al-Qa’im datang. Siapa yang 

meninggalkan Taqiyyah sebelum Imam al-Qa’im

keluar, maka ia telah keluar dari agama Allah dan

dari agama para Imam (12) dan telah menentang

Allah, Rasul dan para imam”.

(Sumber: al-I’tiqadat, hal.114-115).

Masalah Ushul (Dasar/Prinsip).

Robb: tidak ada yang setara dengan-Nya

Nabi: ma’shum,

Al-Qur’an: terpelihara dari perubahan

Shahabat: diridhai Allah Swt

Kesimpulannya bahwa kami (Syi’ah) tidak mungkin bersama

dengan mereka (Sunni) dalam satu tuhan, satu nabi dan satu

imam. Karena mereka (Sunni) mengatakan bahwa tuhan

mereka yaitu  Muhammad nabinya dan Abu Bakar khalifah

setelahnya. Sedangkan kami tidak mengakui tuhan itu dan nabi

itu. Bahkan kami katakan bahwa tuhan yang khalifah nabinya

yaitu  Abu Bakar bukanlah tuhan kami dan nabi itu juga bukan

nabi kami.

(al-Anwar an-Nu’maniyyah, as-Sayyid Ni’matullah al-Jaza’iri,

juz.II, hal.378).

ALLAH SYI’AH >< ALLAH SUNNI

PELECEHAN NABI

هللاُ َعليِه َو إنِّ النَِّبُّ َصلَّى: "احلَوزَةِ َأَحُد َأكََبِ الُعَلَماِء يف, "َعِليٍّّ الُغَرِويّ "َعن •

َذِلَك يُرِيُد بِ " ! َئ بَعَض املُشرَِكاتِ  ألَنَُّه َوطِ َفرُجُه النَّارَ آِله، البُدَّ َأن َيدُخَل 

.َزَواَجُه ِمن َعاِئَشَة َوَحفَصةَ 

Dari Ali al-Ghurawi, salah seorang ulama Hauzah:

“Sesungguhnya Nabi Muhammad Saw mesti masuk

neraka, meskipun hanya zakarnya, karena ia

berhubungan intim dengan wanita  musyrik”.

Maksud wanita  musyrik: Aisyah dan Hafshah

(Sumber: Kasyf al-Asrar wa Tabri’at al-A’immah al-

Ath-har: hal.24-25).

Imam 12 lebih mulia daripada Nabi

م على مجيع اعلم أّن ما ذكره رمحه هللا من فضل نبّينا وأئّمتنا صلوات هللا عليه"

من تتّبع أخبارهم األنبياء هو الذي ال يرتاب فيهسائر من وكون أئّمتنا أفضلاملخلوقات 

وعليه .. صىعليهم الّسالم على وجه اإلذعان واليقني، واألخبار يف ذلك أكثر من أن تُ 

" عمدة اإلمامّية وال يأىب ذلك إال جاهل باألخبار

“Ketahuilah sesungguhnya apa yang telah disebutkan

tentang keutaman nabi kita dan para imam kita terhadap

semua makhluk, dan para imam kita lebih utama

daripada semua nabi-nabi, itu tidak diragukan lagi bahwa

orang yang mengikuti riwayat pada imam dengan yakin. 

Riwayat-riwayat tentang itu sangat banyak, tidak

terhitung.

Demikianlah dasar mazhab Imamiyah. Tidak ada yang 

menolak itu kecuali orang jahi”.

(Sumber: Bihar al-Anwar, al-Majlisi: juz.26, hal.297-298)

Imam 12 lebih tinggi daripada malaikat, nabi dan rasul

..  مرسلوال نِبمقاماً ال يبلغه ملك مقربإن من ضرورات مذهبنا أن ألئمتنا "

" مرسلأن لنا مع هللا حاالت ال يسعها ملك مقرب وال نِب( ع)وقد ورد عنهم 

.[.52ص: احلكومة اإلسالمية]

Diantara prinsip utama mazhab kami, sesungguhnya

para imam kami memiliki kedudukan, tidak dapat

dicapai malaikat, nabi dan rasul.

Kami juga memiliki suatu kondisi yang tidak dapat

dicapai malaikat, nabi dan rasul”.

(Sumber: al-Hukumah al-Islamiyyah, al-Khumaini: 

hal.52).

Al-Furu’ min Al-Kafi,

Imam al-Kulaini,

Dari Abu Ja’far, ia berkata: “Rasulullah

Saw keluar pada hari nahar ke tengah kota

Madinah di atas unta bertelanjang tubuh, 

ia melewati para wanita 


Mashabih Al-Anwar, As-Sayyid Abdullah 

Syibr, hal.295

Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi

Muhammad Saw lebih banyak daripada

al-Qur’an yang ada di tangan kita hari

ini. Banyak yang dibuang daripadanya, 

sebagaimana yang ditunjukkan oleh

khabar-khabar yang saling menguatkan

yang hampir sampai mencapai

mutawatir. Sebagaimana yang telah

kami jelaskan dalam kitab kami Mun-yat

al-Muhashshilin fi Haqqiyyat Thariqat al-

Mujtahidin.

Imam Al-Majlisi, Mir’at Al-‘Uqul, juz.12, 

hal.525.

Hadits ke-28.

Khabar tersebut shahih. Tidak diragukan lagi

bahwa khabar ini dan khabar-khabar lain yang 

shahih menyatakan dengan jelas tentang

kekurangan dan perubahan al-Qur’an. 

Menurut saya bahwa khabar-khabar tentang

masalah ini mutawatir secara makna.

Nur Al-Anwar, Ni’matullah al-Jaza’iri, 

ُأمًَّة َوَسطًاوََكَذِلَك َجَعْلَناُكمْ 

Tidak turun seperti ini, akan tetapi:

أئمة َوَسطًاوََكَذِلَك َجَعْلَناُكمْ 

Ayat ini telah diselewengkan.

Ash-Shadiq ‘Alaihissalam sangat mengingkari qira’at

ini,  ia berkata, “Bagaimana mungkin ummat ini

washata, adil dan sebaik-baik ummat, padahal

mereka telah membunuh anak Rasulullah Saw”.

Telah hilang diantara keduanya lebih dari sepertiga

al-Qur’an. Riwayat-riwayat kami mutawatir

menyebutkan telah terjadi penyelewengan dan

hilang sehingga kita tidak dapat

mengingkarinya.

Masyariq asy-Syumus ad-Durriyyah fi 

Ahaqqiyyati Madzahib al-Akhbariyyah,

Al-‘Allamah al-Hujjah as-Sayyid Adnan bin as-

Sayyid ‘Alawi Al Abdul-Jabbar al-Musawi al-

Bahrani,

Kesimpulannya, khabar-khabar dari jalur

Ahlibait banyak, meskipun tidak sampai

mutawatir, bahwa al-Qur’an yang ada di tangan

kita sekarang ini bukanlah al-Qur’an yang 

sempurna sebagaimana yang diturunkan

kepada Muhammad Saw, akan tetapi berbeda

dari apa yang telah diturunkan Allah, ada yang 

diselewengkan, dirubah, sesungguhnya telah

dibuang darinya banyak perkara, diantaranya

yaitu  nama Ali di banyak tempat, diantaranya

lafaz Al Muhammad (keluarga Muhammad), 

diantaranya nama-nama orang munafiq, dan

lain-lain. Tidak berdasarkan susunan yang 

diridhai Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana

disebutkan dalam Tafsir Ali bin Ibrahim.

TAFSIR AL-QUR’AN,

Al-Fidh al-Kasani

Saya katakan dari semua khabar-khabar ini dan

khabar lainnya dari beberapa riwayat dari jalur

Ahlibait ‘Alaihimussalam bahwa al-Qur’an yang 

ada di tengah-tengah kita sekarang bukanlah al-

Qur’an yang sempurna seperti yang telah

diturunkan kepada Muhammad Saw, akan tetapi

berbeda dari apa yang telah diturunkan Allah 

Swt, ada yang dirubah, diselewengkan dan telah

dibuang banyak perkara

al-Ushul min al-Kafi,

al-Kulaini,

al-Husein berkata: sesungguhnya

kami memiliki mushaf Fatimah.

Saya katakana: Apakah mushaf

Fatimah itu?

Ia menjawab: satu mushaf, di 

dalamnya seperti Qur’an kamu ini

tiga kali lipat,

Demi Allah satu huruf pun tidak

ada dalam Qur’an kamu

Ayat Kursi Versi Syi’ah

Kitab: Mafatih al-Jinan.

, itu kan dulu …

Ayatullah Ali Sistani (Irak)

Abu al-Qasim al-Khu’i

البيان في تفسير القران

ابو القاسم الخوئي

, Itu kan Syi’ah yang di sana …

“al-Qur’an yang ada saat ini sudah tidak orisinil

karena sudah dirubah-rubah oleh sahabat nabi

utamanya Utsman bin Affan. Al-Qur’an yang 

diyakini Kyai Tajul Muluk dan pengikutnya juznya

sebanyak tiga kali lipat dari yang dipakai ummat

Islam pada umumnya yang sekarang dipegang

oleh Imam Mahdi yang sedang ghaib”.

Wawancara, Sabtu 30 Desember 2011.

Kantor Kejaksaan Negeri Sampang, Jl.Jaksa

Agung Suprapto No.84 Sampang.

Mir’at al-‘Uqul, 3/331

Khabar-khabar dari jalur khusus dan umum

tentang kekurangan dan perubahan al-Qur’an 

itu mutawatir. Akal juga menyatakan bahwa

jika al-Qur’an itu berserakan diantara

manusia, yang mengumpulkannya pula bukan

orang yang ma’shum, menurut adat kebiasaan

tidak mungkin pengumpulannya sempurna

dan sesuai dengan yang sebenarnya. Akan 

tetapi tidak diragukan bahwa manusia itu

dibebani agar mengamalkan apa yang ada

dalam al-Qur’an dan membacanya hingga al-

Qa’im muncul. Ini diketahui secara mutawatir

dari jalur Ahlibait dan kebanyakan riwayat-

riwayat, dan bab ini menunjukkan adanya

kekurangan dan perubahan.


Ar-Raudhah min Al-Kafi,

Al-Kulaini,

Abu Ja’far ‘Alaihissalam berkata:

Manusia murtad setelah kematian nabi

Muhammad Saw, kecuali tiga.

Saya katakana: “Siapakah yang tiga orang 

itu?”.

Ia menjawab: “Al-Miqdad bin Al-Aswad, 

Abu Dzarr dan Salman al-Farisi

Al-Ushul min al-Kafi,

Imam al-Kulaini,

Sesungguhnya penduduk Mekah kafir

kepada Allah Swt secara nyata,

Sesungguhnya penduduk Madinah

lebih kotor daripada penduduk Mekah,

Lebih kotor 70 kali lipat

Al-Ushul min al-Kafi,

Imam al-Kulaini,

Tiga orang yang tidak akan diajak bicara

oleh Allah para hari kiamat,

Tdak akan disucikan, dan bagi mereka

azab yang menyakitkan:

Orang yang menyatakan keimanan dari

Allah, padahal bukan miliknya,

Orang yang mengingkari keimaman dari

Allah,

Orang yang menyatakan bahwa Abu Bakar

dan Umar memiliki bagian dari Islam.


Syi’ah memuliakan makam Abu Lu’lu’ah pembunuh Umar bin Khaththab

Al-Istighatsah, Ali al-Kufi, hal.108

Sesungguhnya Ruqayyah dan Zainab

istri Utsman bukanlah putri Rasulullah

Saw dan tidak pula anak Khadijah istri

Rasulullah Saw.

Al-Kulaini, Kitab: ath-Thalaq, juz.VI, hal.115.

BAB: wanita  yang suaminya meninggal dunia,

wanita  itu telah dukhul, dimana ia menjalani

‘iddah?

Apa yang wajib baginya?

1.Humaid bin Ziyad, dari Ibnu Sima’ah, dari

Muhammad bin Ziyad, dari Abdulllah bin Sinan

dan Mu’awiyah bin ‘Amar, dari Abu Abdillah

‘Alaihissalam, ia berkata, “Aku bertanya kepadanya

tentang wanita  yang suaminya meninggal

dunia, apakah ia menjalani ‘iddah di rumahnya? 

Atau kemana saja ia mau? Ia menjawab: “Kemana

saja ia pergi”.

Sesungguhnya Ali ‘Alaihissalam, ketika Umar 

meninggal, Ali datang kepada Ummu Kultsum, 

Ali membawa Ummu Kultsum ke rumah Ali.

791/152 - dari Abdushshamad bin Basyir, dari

Abu Abdillah ‘alaihissalam, ia berkata, 

“Tahukah kalian apakah Rasulullah Saw itu

mati atau dibunuh?”. Sesungguhnya Allah Swt

berfirman: “Apakah jika ia mati atau terbunuh, 

kamu berbalik ke belakang”. Ia diracun

sebelum mati. Kedua wanita  itu telah

meracunnya (Aisyah dan Hafshah). Kami 

katakan: sesungguhnya mereka berdua dan

bapak mereka berdua (Abu Bakar dan Umar) 

yaitu  seburuk-buruk makhluk yang 

diciptakan Allah Swt”.

(Tafsir al-’Ayyasyi, juz.1, hal.342).

Dikutip dari al-Kafi dan Bihar al-Anwar).

Bihar al-Anwar,

Al-Majlisi

Abu Ja’far ‘Alaihissalam berkata, 

Jika al-Qa’im telah datang, maka Aisyah akan

dikembalikan kepadanya hingga ia

menjatuhkan hukuman hudud kepada

Aisyah, hingga ia menuntut balas untuk

Fatimah terhadap Aisyah

Tafsir Al-’Ayyasyi:

ةٍّ أَْنكَ َواَل َتُكونُوا َكالَِِّت نَ َقَضْت َغْزلََ  اًًاا ِمْن بَ ْعِد قُ وَّ

Aisyah yang telah melepas

imannya

Rijal al-Kissyi,

Amirul-Mukminin Ali ‘Alaihissalam

berkata:

Ya Allah, laknatlah dua anak fulan dan

butakanlah mata mereka sebagaimana

engkau telah membutakan hati mereka, 

jadikan butanya mata mereka sebagai

bukti bahwa hati mereka telah buta.

Footnote: 

yang dimaksud dengan dua anak fulan

yaitu  Abdullah bin Abbas dan

Ubaidillah bin Abbas

Apakah Syi’ah Indonesia mencaci maki

shahabat nabi?

• Abu Bakar Munafiq

• Umar arogan.

• Utsman hedonis.

• Abu Bakar dan Umar yaitu  Iblis.

Dalam buku “KECUALI ALI”.

Penerbit al-Huda, Jakarta.

Cetakan Pertama: Juli 2009.

• Aisyah biang fitnah.

• Aisyah licik dan pembohong.

• Abu Hurairah pemalsu hadits.

• Abu Hurairah Yahudi pura-pura masuk Islam.

Buku “ANTOLOGI ISLAM”.

Penerbit al-Huda Jakarta.

Cetakan pertama Januari 2005.

• Laknat Syi’ah terhadap Abu Bakar

• Abu Bakar dan Umar pelaku bid’ah.

Buku “THE SHI’A”.

Penerbit Lentera Jakarta.

Cetakan pertama Maret 2008

• Laknat Syi’ah terhadap Abu Bakar

• Abu Bakar dan Umar pelaku bid’ah.

Buku “40 MASALAH SYI’AH”.

Penulis :Emilia Renita.

Editor: Jalaluddin Rakhmat

Penerbit IJABI (Ikatan Jamaah Ahli Bait Indonesia)

Hal.194: Abu Bakr la

(laknatullah ‘alaihi: Allah melaknatnya).

• Aisyah berdusta

• Manipulasi nama tempat dalam hadits.

Buku

Al-Mustafa Pengantar Studi Kritis Tarikh Nabi

Saw.

Penulis: Jalaluddin Rakhmat.

Penerbit: Muthahhari Press

Cetakan Pertama Juni 2002

Mengapa mesti sujud ke

turbah Karbala’?

Nur fi Kaifiyyati Raj’atihi,

Wahai Mufadhdhal, sesungguhnya bagian

permukaan bumi saling membanggakan

diri, maka Ka’bah membanggakan diri

kepada Karbala. Maka Allah mewahyukan

kepadanya, “Diamlah wahai Ka’bah, 

janganlah engkau menyombongkan diri

terhadap Karbala’, karena sesungguhnya

Karbala itu permukaan bumi yang 

diagungkan. Di sanalah Allah berfirman

kepada Musa, “Aku lah Allah”. 

Di Karbala tempat lahirnya al-Masih dan

ibunya saat melahirkannya.

Karbala’ tempat membasuh kepala Al-

Husein,

Karbala’ tempat mi’raj Muhammad Saw.

Tanah Makam Husain = Obat

وهو , داء يف طني قَب احلسني الشفاء من كل‹ : قال ? عن أيب عبدهللا 

الدواء األكَب

“Tanah makam Husain yaitu  penyembuh

terhadap semua penyakit. Itulah penyembuh

yang maha besar”.

(Sumber:

, 6/74وتهذيب األحكام ج, 2/599ومن ال يحضره الفقيه ج, 143و125كتاب المزار للمفيد ص 

, 275وكامل الزيارات ص, 2/411وروضة الواعظين للنيشابوري ج, 14/524ووسائل الشيعة ج

.167ومكارم األخالق للطبرسي ص

Sujud ke Tanah Makam Husain

: قال الصادق ع 

يُنور إىل األرض السابعة, قَب احلسني ع السجود على طني

“Sujud ke tanah makan Husain menerangi

hingga bumi lapisan ke tujuh”.

Sumber: [ .1/268ومن ال يحضره الفقيه البن بابويه القمي ج, 5/365وسائل الشيعة للحر العاملي ج ]

Buka Puasa Dengan Tanah Makam Husain

طني قَب احلسني ع, أفضل ما يفطر عليه الصائم وغريه 

“Yang paling afdhal untuk buka puasa yaitu 

tanah makam Husain”.

• Sumber: [ .88/132بحار األنوار ج ]

Tanah makam Husain Untuk Anak Yang Baru Lahir

فإهنا أمان, حنكوا أوالدكم برتبة احلسني ع 

“Berikanlah makanan pertama pada anak-anak

kamu yang baru lahir itu tanah makam Husain. 

Karena sesungguhnya ia aman”.

• Sumber: 144كتاب المزار للمفيد ص.

Menyiksa Diri Demi Husain

Perhatikan gamba Kiri dan Kanan !

FANATISME BUTA

Terhadap ALI

‘Ilal asy-Syara’I’,

Imam ash-Shaduq,

Ali memiliki kuasa memasukkan orang  ke

surga dan ke neraka

Al-Ikhtishah,

Syekh Al-Mufid,

Abdullah bin Mas’ud berkata, “Saya

datang kepada Fatimah, saya

katakana kepadanya, “Mana

suamimu?”. 

Fatimah menjawab, “Jibril

membawanya ke langit”.

Abdullah bin Mas’ud: “Untuk apa?”.

Fatimah: “Ada beberapa malaikat

bertengkar tentang sesuatu. Mereka

bertanya hukumnya kepada

manusia. Allah mewahyukan kepada

mereka agar memilih. Mereka

memilih Ali bin Abi Thalib”.

‘Ilal asy-Syara’I’,

Imam ash-Shaduq,

Nabi Muhammad Saw bersabda: 

Wahai Ali, sesungguhnya Allah 

membebankan kepadaku dosa-dosa

syi’ahmu, kemudian Ia mengampuninya

untukku itulah makna firman Allah Swt: 

surat al-Fath ayat 2

“Tolonglah kami wahai Ali”.

Nyamuk = Ali.

Di atasnya = Rasulullah Saw.

Madinat al-Ma’ajiz,

Jabir bin Yazid al-Ju’fi berkata: “Aku

melihat tuanku al-Baqir ‘alaihissalam

membuat gajah dari tanah, lalu ia

menunggangnya, ia terbang di angin

hingga pergi ke Mekah dan kembali

lagi. Aku tidak percaya, hingga aku

berjumpa dengan al-Baqir, aku

katakana kepadanya, “Jabir berkata

kepadaku tentang engkau anu dan

anu”. Lalu al-Baqir membuat seperti

itu, ia menunggangnya dan

membawaku bersamanya ke Mekah, 

lalu mengembalikanku”.

IMAN KEPADA IMAM yaitu  RUKUN IMAN

1. Imam Ali bin Abi Thalib (w.41H/661M). 

2. Imam al-Hasan bin Ali (w.49H/669M). 

3. Imam al-Husain (61H/680M). 

4. Imam Ali bin al-Husain Zainal Abidin (w.94H/712M). 

5. Imam Muhammad bin Ali al-Baqir (w.113H/731M). 

6. Imam Ja’far bin Muhammad ash-Shadiq

(w.146H/765M).

7. Imam Musa bin Ja’far al-Kazhim (128-203H).

8. Imam Ali bin Musa ar-Ridha (w.203H/818M).

9. Imam Muhammad bin Ali al-Jawwad

(w.221H/835M). 

10. Imam Ali bin Muhammad al-Hadi (w.254H/868M). 

11. Imam al-Hasan bin Ali al-‘Askari (w.261H/874M). 

12. Imam Muhammad bin al-Hasan al-Mahdi al-

Munthazhar (w.265H/878M)

Imam Lebih daripada Malaikat, Nabi dan Rasul

إن من ضرورات مذهبنا أن "•

لك ممقامًا ال يبلغهألئمتنا 

وقد.. مقرب وال نِب مرسل

أن لنا مع هللا( ع)ورد عنهم 

حاالت ال يسعها ملك مقرب

احلكومة " ]وال نِب مرسل

.[.52ص: اإلسالمية

“Diantara prinsip utama mazhab kami,

Sesungguhnya para imam kami itu

memiliki kedudukan yang tidak dapat

dicapai oleh malaikat, nabi dan rasul”.

“Sesungguhnya kami (ulama Syi’ah) 

memiliki kondisi bersama Allah yang tidak

dicapai malaikat, nabi dan rasul”.

(Sumber: al-Hukumah al-Islamiyyah, Imam 

al-Khumaini: hal.52).

Tidak percaya Imam =  KAFIR

ا حىت يعلم ال يكون العبد مؤمنً : " قال أنه روى الكليين عن جعفر الصادق 

(1/108)أصول الكايف " . هللا ورسوله واألئمة كلهم وإمام زمانه 

Imam al-Kulaini meriwayatkan dari Imam Ja’far

as-Shadiq, ia berkata:

“Seorang hamba tidak dianggap beriman hingga

ia mengetahui Allah, Rasul-Nya, semua imam 

dan imam pada zamannya”.

(Sumber: Ushul al-Kafi: juz.I, hal.108).

Menanamkan:

RASISME

RADIKALISME

Syi’ah = Tidak diganggu setan.

Non-Syi’ah = diganggu setan.

Ar-Raudhah min Al-Kafi,

Al-Kulaini,

Semua manusia yaitu  anak-

anak wanita tuna susila, 

kecuali Syi’ah kita

Bihar al-Anwar,

Al-Majlisi,

Sesungguhnya Allah Swt memulai

pandangan kepada para peziarah makam

Husein bin Ali pada petang hari Arafah.

Ali bin Asbath berkata: “Sebelum Allah 

memandang kepada orang yang wukuf di 

Arafah?”.

Ia menjawab: Ya.

Saya katakan: Mengapa bisa begitu?

Imam Al-Husein berkata: “Karena pada

mereka di Arafah ada anak-anak zina

(kaum Sunni), 

sedangkan pada para peziarah makam

Husein tidak ada anak-anak zina

Zhulmah fi Ahwal ash-Shufiyyah wa an-

Nawashib: juz.II, hal.307.

para imam (syi’ah) dan para ulama khusus

diantara mereka menggunakan kata an-Nashibi

(musuh Syi’ah) terhadap imam Abu Hanifah dan

yang seperti dia.

Kedua, mereka (nashibi) boleh dibunuh dan harta

mereka halal. Saya telah mengetahui bahwa

mayoritas ulama sy’iah menyebut demikian

terhadap nashibi. Itulah makna khusus dalam bab

thaharah dan najasah (najis), hukumnya menurut

mereka sama seperti orang kafir harbi (boleh

diperangi) dalam semua hukum.

Saya katakan kepada Abu Abdillah ‘alaihissalam, 

“Apa pendapatmu tentang nashibi”. Ia menjawab: 

“Darahnya halal, tapi saya sarankan kepadamu, 

jika engkau mampu membuatkan tembok atau

engkau masukkan ke dalam air agar engkau tidak

melihatnya (mati), maka lakukanlah”.

FATWA TIDAK LAYAK

Karena Referensi Tidak Layak

FATWA IMAM KHUMAINI

Dalam Kitab Tahrir Al-Wasilah:

Masalah 12 – tidak boleh

berhubungan kelamin dengan istri

sebelum sempurna 9 tahun, apakah

pernikahan kekal atau nikah mut’ah. 

Adapun semua bentuk kenikmatan

seperti sentuhan dengan syahwat, 

pelukan, meletakkan kemaluan di 

celah paha, maka boleh, bahkan pada

bayi yang masih menyusui.

(Tahrir al-Wasilah, juz.2, hal.216).

NIKAH MUT’AH

(Nikah Kontrak)

-وروى الصدوق عن الصادق 

:قال-عليه السالم 

من إن املتعة ديين ودين آبائي ف)

رها عمل هبا عمل بديننا، ومن أنك

( نناأنكر ديننا، واعتقد بغري دي

(3/366من ال حيضره الفقيه )

Imam as-Shaduq meriwayatkan dari

Imam Ja’far as-Shadiq, ia berkata:

“Sesungguhnya nikah Mut’ah yaitu 

agamaku dan agama nenek moyangku. 

Siapa yang mengamalkannya, maka ia

telah mengamalkan agama kami. Siapa

yang mengingkarinya maka ia telah

mengingkari agama kami dan beraqidah

dengan selain agama kami”.

(Sumber: Man La Yahdhuruhu al-Faqih, 

juz.III, hal.366).

Keutamaan Nikah Mut’ah

: ه وآلهوقال النِب صلى هللا علي

ار، مرة أمن سخط اجلبمن متتع)

برار، ومن متتع مرتني حشر مع األ

يف ومن متتع ًالث مرات زامحين

( اجلنان

، (3/366من ال حيضره الفقيه )

Rasulullah Saw bersabda:

“Siapa yang nikah Mut’ah satu kali, 

maka aman dari murka Allah.

Siapa yang nikah Mut’ah dua kali, 

dibangkitkan pada hari kiamat bersama

para orang-orang sholeh.

Siapa yang nikah Mut’ah tiga kami, ia

akan berdesak-desakan denganku di 

dalam surga”.

(Sumber: Man La Yahdhuruhu al-Faqih: 

juz.III, hal.366).

Nikah Mut’ah 4 Kali = Nabi

اين يف وروى السيد فتح هللا الكاش•

النِب تفسري منهج الصادقني عن

من : الصلى هللا عليه وآله أنه ق

ة مرة كانت درجته كدرجمتتع

من ، و -عليه السالم -احلسني 

ة احلسن متتع مرتني فدرجته كدرج

، ومن متتع-عليه السالم -

جة ًالث مرات كانت درجته كدر 

عليه -علي بن أيب طالب 

رجته فدأربعومن متتع -السالم 

(.كدرجِت

As-Sayyid Fathullah al-Kasyani

meriwayatkan dalam Tafsir Manhaj as-

Shadiqin, dari Rasulullah Saw:

“Siapa yang nikah Mut’ah satu kali, 

derajatnya sama seperti al-Husain.

Siapa yang nikah Mut’ah dua kali, 

derajatnya sama seperti al-Hasan.

Siapa yang nikah Mut’ah tiga kali, 

derajatnya sama seperti Ali.

Siapa yang nikah Mut’ah empat kali,

Derajatnya sama sepertiku”.

(Sumber: Tafsir Manhaj as-Shadiqin: 

Juz.II, hal.493).

Masalah ke-18:

Boleh nikah mut’ah dengan wanita

pelaku zina, 

meskipun makruh, 

khususunya jika ia PSK/WTS,

Dan terkenal berzina,

Jika ia melakukannya, 

Hendaklah ia melarang wanita itu

berbuat kejahatan

Peringatan:

Merokok dapat menyebabkan

impotensi dan gangguan kehamilan

Mustadrak al-Wasa’il,

Ath-Thabrusi,

BAB: TIDAK HARAM NIKAH MUT’AH 

DENGAN PEZINA, MESKIPUN IA TERUS 

BERZINA.

Dari Abi Abdillah (Al-Husein) 

‘Alaihissalam,

Tentang wanita  cantik yang engkau

lihat di jalan, tidak diketahui apakah ia

mempunyai suami atau ia seorang WTS.

Al-Husein berkata: “Itu tidak penting

bagimu, 

yang penting engkau beri ia mahar

(mut’ah)”.

Jika seseorang nikah mut’ah, ia tidak

berbicara dengan wanita itu, maka

dituliskan untuknya satu kebaikan.

Jika ia tidak mengulurkan tangannya, maka

dituliskan untuknya satu kebaikan.

Jika ia mendekatinya, maka Allah 

mengampuni dosanya.

Jika ia mandi (junub), maka Allah 

mengampuninya sebanyak aliran air yang 

mengalir di rambutnya dan sejumlah

rambutnya.

Rasulullah Saw bersabda, “Jibril telah

menemuiku dan berkata: “Wahai

Muhammad, sesungguhnya Allah telah

berfirman: “Sesungguhnya Aku telah

mengampuni orang-orang yang nikah

mut’ah dari ummatmu”.

1843 – 51

Dari Abu Abdillah Al-Husein

‘Alaihissalam, ia berkata: 

Apabila seorang laki-laki menyetubuhi

istrinya di dubur, 

ketika itu istrinya sedang puasa, 

maka puasanya tidak batal

dan suaminya tidak perlu mandi wajib

Mustadrak al-Wasa’il,

Imam ath-Thusi,

‘Uqbah : apakah orang yang nikah mut’ah dapat

pahala?

Imam Al-Baqir ‘Alaihissalam: jika ia melakukan itu

karena Allah, berbeda dengan si fulan,

Jika ia berbicara satu kata, maka Allah menuliskan

satu kebaikan untuknya,

Jika ia mendekati wanita itu, maka Allah 

mengampuni dosanya.

Jika ia mandi, maka Allah mengampuni dosanya

sebanyak air yang melewati rambutnya.

‘Uqbah: sebanyak jumlah rambut?

Imam Al-Baqir ‘Alaihissalam: ya, sebanyak

jumlah rambutnya

SYI’AH DISINI TIDAK MUT’AH ?!

“Saudara Alimullah guru ngaji kawin dengan

Umul Quro santri dari Alimullah”.

Wawancara, Sabtu 30 Desember 2011.

Kantor Kejaksaan Negeri Sampang, Jl.Jaksa

Agung Suprapto No.84 Sampang.

INFO MUT’AH TERKINI

Demi menciptakan iklim spiritual yang nyaman …

Mut’ah 5 jam : 50.000 Tuman (50 Dollar).

Mut’ah 1 hari : 75.000 Tuman (75 Dollar).

Mut’ah 2 hari : 100.000 Tuman (100 Dollar).

Mut’ah 3 hari : 150.000 Tuman (150 Dollar).

Mut’ah 4 s/d 10 hari 300.000 Tuman (300 Dollar).

Lokasi: Astan Quds Ridhawi (Mashad, Iran).

(Catatan: bagi akhawat yang pertama kali melakukan mut’ah

dibayar 150.000 Tuman sebagai ganti keperawanan).

Diterjemahkan oleh: Muhammad Ihsan Zainuddin

http://www.aansar.com/news.php?action=show&id=1775

eramuslim>dunia

Tidak Ada Permusuhan

Antara Ahlulbait

Dengan para khalifah

Adakah Permusuhan

Antara Khalifah


Dari Mana Syi’ah Datang?

Firaq asy-Syi’ah,

Al-Hasan bin Musa an-Naubakhti

Sa’ad bin Abdillah al-Qummi

(Ulama Syi’ah Abad ke-3 Hijrah).

Disebutkan oleh jamaah dari para

ulama dari para shahabat ali

(bergaris bawah dibuang dalam

terbitan syi’ah) bahwa Abdullah bin 

Saba’ yaitu  seorang Yahudi, 

kemudian masuk Islam, ia

berkomitmen menjadi pengikut Ali,

Abdullah bin Saba’

Bukan Mitos

Bukan buatan Ahlussunnah

Ikhtiyar Ma’rifat ar-Rijal,

Imam ath-Thusi,

Dari Abu Ja’far Alaihissalam:

Ali bin Abi Thalib membakar Abdullah bin Saba’

Status Referensi

AHLUSSUNNAH

Shahih Al-Bukhari

Muhammad bin Isma’il

Al-Bukhari (w.256H).

SYI’AH

Al-Kafi

Muhammad bin Ya’qub al-

Kulaini (w.329H).

ستة عشر ألفا (16199)يزعمون وجود الشيعةأن

.في الكافيوتسعون روايةومائة وتسع

Syi’ah menyatakan ada

16199 hadits dalam Al-Kafi

Shahih al-Bukhari hanya

berisi 7275 hadits,

4000 hadits tanpa

pengulangan

:يقول المصطفوي ( شرح حال الكليني ) تحت عنوان 

تاريخ ميالد الكليني غير معروف اال أن تاريخ وفاته 

-( ع)هجرية و قد التقى بسفراء المهدي 319أو 328

و أخذوا منه األحاديث و األخبار -أي النواب الخاص 

مباشرة 

Imam al-Kulaini telah bertemu

dengan para utusan Imam 

Mahdi, ia meriwayatkan

langsung dari mereka

Imam al-Bukhari hanya

meriwayatkan hadits dari

manusia biasa.

Biografi Al-Kulaini

Nama : Abu Ja’far Muhammad bin Ya’qub

bin Ishaq al-Kulaini.

Tempat Lahir: 

Desa Kulain, 38KM dari kota Ray, selatan

Teheran.

Wafat: 

sya’ban 329H, dimakamkan di Baghdad.

(Sumber: A’yan asy-Syi’ah: juz.10, hal.99).

Pujian Ulama Syi’ah Terhadap kitab

Al-Kafi:

) لفق وقال عبد الحسين شرف الدين صاحب الكتاب الم

: ه وهو يتكلم عن مراجع الرافضة ما نص( المراجعات 

ع وأحسن ما جمع منها الكتب األربعة ، التي هي مرج) 

اإلمامية في أصولهم وفروعهم من الصدر األول إلى 

الكافي ، والتهذيب ،  :هذا الزمان وهي

هي واإلستبصار ، ومن ال يحضره الفقيه ، و

متواترة ومضامينها مقطوع بصحتها 

والكافي أقدمها وأعظمها وأحسنها 

، مراجعة 370المراجعات ص  . (وأتقنها

 .(110) رقم 

Abdul Husein Syarafuddin:

Kitab terbaik yang pernah

dikumpulkan diantara empat kitab

yang merupakan referensi utama

Syi’ah dalam hal Ushul dan Furu’, 

dari sejak generasi awal hingga

zaman ini, yaitu: 

• Kitab Al-Kafi,

• Kitab at-Tahdzib.

• Kitab al-Istibshar.

• Kitab Man La Yahdhuruhu al-

Faqih.

Mutawatir dan isi kandungannya

dijamin keshahihannya. Kitab al-Kafi

terdepan, terbesar, terbaik dan

terbagus.

(Sumber: al-Muraja’at, hal.370, 

no.110).

الكافي بين الكتب األربعة: ) وقال الطبرسي 

ى كالشمس بين النجوم وإذا تأمل المنصف استغن

عن مالحظة حال آحاد رجال السند المودعة فيه 

وتورثه الوثوق ويحصل له االطمئنان 

مستدرك ( . بصدورها وثبوتها وصحتها 

532/ 3) الوسائل  ) . 

Ath-Thabrusi:

Kitab al-Kafi diantara empat kitab induk

seperti matahari diantara bintang-

bintang. Jika orang yang netral mau

merenung memperhatikan kondisi para

perawinya pastilah akan merasa yakin, 

tenang dan mengetahui keshahihannya.

(Sumber: Mustadrak al-Wasa’il: 3/532).

هو أجل الكتب األربعة : ) آغا بزرك الطهراني 

األصول المعتمدة عليها ، لم يكتب مثله في 

المنقول من آل الرسول ، لثقة اإلسالم محمد بن 

نة يعقوب بن إسحاق الكليني الرازي المتوفى س

الذريعة إلى تصانيف الشيعة( . هـ 328 ( 17 

/ 245 ) . 

Agha Bazrak ath-Thahrani:

Kitab al-Kafi yaitu  kitab termulia

diantara empat kitab induk pedoman

Syi’ah. Tidak pernah ada kitab yang 

ditulis seperti itu yang diriwayatkan dari

keluarga Rasulullah Saw, karya Tsiqat

(terpercaya) Islam, al-Kulaini w.328H.

(sumber: adz-Dzari’ah ila Tashanif asy-

Syi’ah: 17/245).

Kedudukan Al-Kulaini

Isi Kitab Al-Kafi

ب في  باب أن األئمة: " باباً بعنوان ( 260/ 1) وبوَّ

عليهم السالم يعلمون علم ما كان ، وما يكون ، وأنه ال

" .يخفى عليهم شيء 

إني أعلم ما في : وروى فيه عن أبي عبد هللا قال 

السموات ، وما في األرض ، وأعلم ما في الجنة والنار

" .، وأعلم ما كان ، وما يكون 

Bab: Para Imam ‘Alaihissalam

mengetahui apa yang telah terjadi, apa

yang akan terjadi, tidak ada yang 

tersembunyi bagi imam.

Diriwayatkan ari Abu Abdillah (Al-

Husein), ia berkata: 

“Sesungguhnya aku mengetahui apa

yang ada di langit, di dalam bumi, aku

mengetahui apa yang ada di dalam

surga dan neraka, aku mengetahui apa

yang telah terjadi dan apa yang akan

terjadi”.

(Al-Kafi: 1/260).

باب أن : " باباً بعنوان ( 410–407/ 1)

" .األرض كلها لإلمام 

وروى فيه عن أبي بصير عن أبي عبد هللا عليه 

أما علمَت : " قال -جعفر الصادق : أي –السالم 

! يضعها حيث يشاء ! أن الدنيا واآلخرة لإلمام 

! " .ويدفعها إلى من يشاء ؟

Bab: Seluruh bumi milik imam.

Diriwayatkan dari Abu Bashir dari Abu 

Abdillah (Al-Husein), Imam Ja’far ash-

Shadiq berkata: “Apakah engkau tidak

mengetahui bahwa dunia dan akhirat milik

imam, ia meletakkannya sesuai

kehendaknya dan memberikan kepada

siapa yang ia kehendaki.

(al-Kafi: 1/407).

Sesungguhnya ziarah ke makam Husein

sama dengan 20 kali haji. Lebih afdhal

daripada 20 kali haji dan umrah.

(Furu’ Al-Kafi, hal.59).

إن زيارة ( : " 59ص " ) فروع الكافي " وفي 

قبر الحسين تعدل عشرين حجة ، وأفضل من 

" .عشرين عمرة وحجة 

Ibu susu pertama nabi

لما : الق-عليه السالم -عن أبي بصير عن أبي عبد هللا 

لبن، ولد النبي صلى هللا عليه وسلم مكث أياما ليس له

ا فرضع منه فألقاه أبو طالب على ثدي نفسه، فأنزل هللا لبن

عه إليهاأياما حتى وقع أبو طالب على حليمة السعدية فدف

.[1/448الكافي ج]

Dari Abu Bashir, dari Abu Abdillah (Al-

Husein) ‘Alaihissalam, ia berkata:

Ketika Rasulullah Saw lahir, beberapa

hari tidak ada air susu, maka Abu Thalib

memberikan susunya, maka Allah 

menurunkan susu, lalu Rasulullah Saw 

menyusu dari susu Abu Thalib beberapa

hari Abu Thalib menyerahkannya kepada

Halima’ as-Sa’diyah.

(Al-Kafi: 1/448).

Iblis membai’at Abu Bakar

سلم بعد وفاة رسول هللا صلى هللا عليه و

سقيفة وحين تقررت البيعة ألبي بكر في

بني ساعدة وبعد وصول أبي بكر إلى

المسجد النبوي واعتلى منبر رسول هللا

ايعونه، صلى هللا عليه وسلم وبدأ الناس يب

ورأى سلمان الفارسي هذا المنظر ذهب 

إلى علي رضي هللا عنه وأبلغه باألمر

أتعرف من  :فسأل علي سلمان الفارسي

ده؟ أول من بايع أبا بكر ووضع يده في ي

ال، ال أعرف ذلك الرجل : فقال سلمان

لكني رأيت شيخا عجوزا يتوكأ على 

ن عصاه، وعلى جبينه عالمة السجود، كا

ذلك هو الشيخ الذي تقدم أوال إلى أبي

ذي لم الحمد هلل ال:بكر، وأخذ يبكي ويقول

سط يمتني حتى رأيتك في هذا المكان، اب

كالم يدك فبسط يده فبايعه، فسمع علي

هل تدري من هذا ؟ فقال : سلمان وقال

ذاك إبليس  :ال أدري، فقال علي: سلمان

.[159/الروضة ] لعنه هللا 

Setelah Rasulullah Saw wafat, ketika terjadi bai’at

terhadap Abu Bakar di Saqifah Bani Sa’idah, setelah

Abu Bakar sampai ke Masjid Nabawi, ia naik ke mimbar

Rasulullah Saw, orang banyak mulai membai’atnya, 

Salman al-Farisi melihat pemandangan itu, lalu ia pergi

kepada Ali, ia menyampaikan berita itu, ali bertanya

kepada Salman, “Tahukah engkau siapa yang pertama

kali membai’at Abu Bakar dan meletakkan tangannya

ke tangan Abu Bakar?”. Salman menjawab: “Tidak, saya

tidak kenal laki-laki itu. Akan tetapi saya melihat ada

lelaki tua bertongkat, di keningnya ada bekas sujud, 

dialah orang tua yang pertama kali maju kepada Abu 

Bakar, ia menangis dan berkata: “Alhamdulillah yang 

tidak mematikan aku hingga aku bisa melihatmu di 

tempat ini. Ulurkanlah tanganmu”. Lalu Abu Bakar

mengulurkan tangannya. Lalu orang tua itu

membai’atnya. Ali bertanya: “Apakah engkau tau siapa

orang itu?”. Salman menjawab: “Saya tidak tau”.

Ali berkata: “Itu Iblis la’natullah”. (ar-Raudhah/al-Kafi: 

159)

SYI’AH: KAFIR ATAU SESAT?

PENDAPAT IMAM MALIK:

قال اإلمام : مسعت أبا عبد هللا يقول: روى اخلالل عن أيب بكر املروذي قال•

أو -م اسم النِب صلى هللا عليه وسلم ليس لالذي يشتم أصحاب: مالك

: ، قال حمقق الرسالة2/557: السنة/ اخلالل]يف اإلسالم نصيب: -قال 

.[.إسناده صحيح

Al-Khallal meriwayatkan dari Abu Bakr al-Marwazi, 

ia berkata, “Saya mendengar Abu Abdillah berkata, 

ia berkata, Imam Malik berkata:

“Orang yang mencaci maki shahabat nabi, mereka

tidak punya bagian dalam Islam/KAFIR”.

PENDAPAT IMAM HANBALI:

يسبوهنم، هم الذين يتَبؤون من أصحاب حممد صلى هللا عليه وسلم و "•

وسلمان، علي، وعمار، واملقداد،: ويتنقصون ويكفرون األئمة إال أربعة

، 82ص: السنة لإلمام أمحد" ]وليست الرافضة من اإلسالم يف شيء

.[.تصحيح الشيخ إمساعيل األنصاري

Mereka yang mengkafirkan dan mencaci maki

shahabat nabi, mencela dan mengkafirkan para

imam, kecuali empat: Ali, Ammar, al-Miqdad dan

Salman. Syi’ah Rafhidhah bukan Islam”.

(sumber: as-Sunnah, hal.82).

PENDAPAT IMAM ABDURRAHMAN IBNU MAHDI:

أفعال خلق]اجلهمية والرافضية : مها ملتان: قال عبد الرمحن بن مهدي

125ص: العباد للبخاري

Al-Jahamiyyah dan Syi’ah Rafidhah yaitu 

dua agama (Bukan Islam).

(Sumber: Khalq Af’al al-’Ibad: hal.125).

PENDAPAT IMAM AL-BUKHARI:

ت خلف ما أبايل صليت خلف اجلهمي والرافض، أم صلي: -رمحه هللا -قال 

هدون وال اليهود والنصارى، وال يسلم عليهم وال يعادون وال يناكحون وال يش

.[.125ص: خلق أفعال العباد/ اإلمام البخاري]تؤكل ذبائحهم 

Imam al-Bukhari berkata:

“Saya tidak peduli apakah saya shalat di belakang

penganut mazhab Jahamiyah atau Syi’ah Rafidhah, 

di belakang Yahudi dan Nasrani (Mereka KAFIR). 

Tidak boleh mengucapkan salam kepada mereka, 

tidak boleh dijenguk, tidak boleh dinikahi, tidak

boleh bersaksi, tidak dimakan sembelihan mereka”.

(Sumber: Khalq Af’al al-’Ibad, hal.125).

IMAM AL-GHAZALI:

مجاع وخرقه، فقد خالف اإل-رضي هللا عنهما -فلو صرح مصرح بكفر أيب بكر وعمر 

ًبات يقينهم و بصحة دينهم ورد ما جاء يف حقهم من الوعد باجلنة والثناء عليهم واحلكم 

ته األخبار واعتقد فقائل ذلك إن بلغ: "مث قال.. وتقدمهم على سائر اخللق يف أخبار كثرية

فمن كذبه بكلمة بتكذيبه رسول هللا صلى هللا عليه وسلم،.. مع ذلك كفرهم فهو كافر

من أقاويله فهو كافر باإلمجاع

“Jika seseorang secara jelas mengkafirkan Abu Bakar dan

Umar, maka ia telah bertentangan dengan Ijma’ dan

merusaknya. Menolak hak shahabat yaitu janji mendapat

surga, pujian, kebenaran agama, kokoh keyakinan, 

didahulukan dari selua makhluk. Orang yang mengingkari

semua itu, jika hadits telah sampai kepadanya, namun ia

tetap kafir, MAKA IA KAFIR, karena ia telah mendustakan

Rasulullah Saw. Siapa yang mendustakan Rasulullah Saw 

dengan satu kalimat, maka ia KAFIR menurut Ijma’”

(Sumber: Fadha’ih al-Bathiniyyah, 149).

PENDAPAT IMAM ABDUL QAHIR AL-BAGHDADI:

فروا خيار وأما أهل األهواء اجلارودية الامشية واجلهمية، واإلمامية الذين أك"

" الة خلفهمفإنا نكفرهم، وال جتوز الصالة عليهم عندنا وال الص.. الصحابة

.[.357ص: الفرق بني الفرق]

“Adapun ahli hawa seperti kelompok al-

Jarudiyah, al-Hasyimiyah, al-Jahamiyah dan

Syi’ah Imamiyah yang telah mengkafirkan para

shahabat, maka kami MENGKAFIRKAN mereka. 

Mereka tidak boleh dishalatkan dan tidak boleh

shalat di belakang mereka”.

(Sumber: al-Farq Bain al-Firaq: hal.357).

PENDAPAT IMAM IBNU HAZM:

الروافض ليسوا يف دعوى الروافض تبديل القرآن فإن( يعين النصارى)وأما قولم 

، إمنا .[تاهبميعين فال حاجة يف كالمهم على املسلمني، وال على ك]من املسلمني 

مس وعشرين هي فرقة حدث أولا بعد موت رسول هللا صلى هللا عليه وسلم خب

: الفصل]وهي طائفة جتري جمرى اليهود والنصارى يف الكذب والكفر . سنة

2/213.].

“adapun pendapat mereka (Nasrani) sama seperti

pendapat Syi’ah Rafidhah tentang pertukaran al-

Qur’an. Sesungguhnya Syi’ah Rafidhah itu bukan

kaum muslimin. Mereka yaitu  kelompok yang 

muncul setelah 25 tahun kematian Rasulullah Saw. 

Kelompok ini sama seperti Yahudi dan Nasrani

dalam hal dusta dan KEKAFIRAN”.

(Sumber: al-Fishal, juz.II, hal.213).

PENDAPAT IMAM FAKHRUDIN AR-RAZI:

:األشاعرة يكفرون الروافض من ًالًة وجوه•

يا : من قال ألخيه":أهنم كفروا سادات املسلمني، وكل من كفر مسلمًا فهو كافر لقوله عليه السالم: أولا•

.فإذن جيب تكفريهم.[ سيأيت خترجيه" ]كافر فقد باء هبا أحدمها

انيها• يكون تكفريهم تكذيبًا أهنم كفروا قومًا نص الرسول عليه السالم بالثناء عليهم وتعظيم شأهنم، ف: ًو

.للرسول عليه السالم

الثها• 212ة هناية العقول، الورق/ الرازي]إمجاع األمة على تكفري من كفر سادات الصحابة : ًو

(.[.خمطوط)

Ulama mazhab Asy’ari mengkafirkan Syi’ah Rafidhah

Dari tiga aspek:

Pertama, mereka mengkafirkan kaum muslimin. Siapa yang 

mengkafirkan kaum muslimin, maka ia kafir. Berdasarkan hadits. Maka

mereka WAJIB DIKAFIRKAN.

Kedua, mereka mengkafirkan orang-orang yang dipuji nabi, berarti

mereka mendustakan nabi.

Ketiga, Ijma’ untuk MENGKAFIRKAN orang yang telah mengkafirkan

para shahabat nabi”.

(Sumber: Nihayat al-’Uqul: kertas: 212).






  Hadits merupakan sumber ajaran Islam yang kedua telah dibukukan pada masa 

pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, khilafah kelima Bani Umayyah. Sedangkan 

sebelumnya hadits–hadits Nabi SAW masih terdengar dalam ingatan para sahabat 

untuk kepentingan dan pegangan mereka sendiri. 

  Umat Islam di dunia harus menyadari bahwa hadits Rasulullah SAW sebagai 

pedoman hidup yang kedua setelah Al-Qur‟an. Tingkah laku manusia yaang tidak 

ditegaskan ketentuan hukumnya, cara mengamalkannya, tidak dirinci dengan ayat Al-

Qur‟an secara mutlak dan secara jelas, hal ini membuat para muhaditsin sadar akan 

perlunya mencari penyelesaian dalam hal tersebut dengan al-hadits.   

  Pada zaman sekarang ini banyak sekali bertebaran hadist-hadist yang tidak 

jelas sanad dan perowinya, yang adanya hadist tersebut hanya untuk melemahkan islam 

semata, hadist yang seperti itu disebut dengan hadist dhoif, untuk mengetahui apa itu 

hadist dhoif, akan kita bahas pada makalah kita kali ini, pengertian dan macam-macam 

hadist dhoif. 

 

 Kata Dhaif menurut bahasa yang berarti lemah, sebagai lawan dari Qawiy yang kuat. 

Sebagai lawan dari kata shahih, kata Dhaif secara bahasa berarti Hadist yang lemah, yang 

sakit atau yang tidak kuat.1 

 Secara Terminilogis, para ulama mendefinisikan secara berbeda-beda. Akan tetapi 

pada dasarnya mengandung maksud yang sama, Pendapat An-Nawawi : “Hadist yang 

didalamnya tidak ada  syarat-syarat Hadist Shahih dan syarat-syarat Hadist Hasan.”2 

  

A. Dhaif dari sudut sandaran matannya. 

 Dhaif dari sudut sandaran matannya, maka hal ini terbagi dua macam, yaitu: 

1) Hadits Mauquf, ialah Hadits yang diriwayatkan dari para sahabat, berupa 

perkataan, perbuatan dan taqrirnya3. 

Sebagai contoh Ibnu Umar berkata: Bila kau berada diwaktu sore, jangan 

menunggu datangnya diwaktu pagi hari, dan bila kau berada diwaktu pagi jangan 

menunggu datangnya waktu sore hari, Ambillah dari waktu sehatmu persediaan 

untuk waktu sakitmu dan dari waktu hidupmu untuk persediaan matimu.” 

(Riwayat Bukhari) 

2) Hadits Maqhtu, ialah Hadits yang diriwayatkan dari Tabi‟in, berupa perkataan, 

perbuatan atau taqrirnya. Contoh : seperti perkataan Sufyan Ats-Tsaury, seorang 

Tabi‟in: 

“Termasuk Sunnah, ialah mengerjakan sembahyang 12 rakaat setelah 

sembahyang idul fitri , dan 6 rakaat sembahyang idul Adha. 

B. Dhaif dari sudut matannya. 

  Hadits Syadz, ialah Hadits yang diriwayatkan oleh para perawi yang tsiqah 

atau terpercaya, akan tetapi kandungan haditsnya bertentangan dengan (kandungan 

Hadits) yang diriwayatkan oleh para perawi yang lebih kuat ke-tsiqahannya.


Contohnya, “Rasulullah SAW, bila telah selesai sembahyang sunnat dua rakaat fajar, 

beliau berbaring miring diatas pinggang kanannya.” Hadits Bukhari diatas yang 

bersanad Abdullah bin Yazid, Said bin Abi Ayyub, Abul Aswad, Urwah bin Zubair dan 

Aisyah r.a dan riwayat dari rawi-rawi yang lain yang lebih tsiqah yang meriwayatkan 

atas dasar fiil (perbuatan Nabi). 

C. Dhaif dari salah satu sudutnya, baik sanad ataupun matan secara bergantian. 

  Yang dimaksud bergantian disini adalah ke-Dhaifan tersebut kadang-kadang 

terjadi pada sanad dan kadang-kadang pada matan, yang termasuk hadits yaitu: 

1. Hadits Maqlub,  

 ialah Hadits yang terjadi mukhalafah (menyalahkan hadits lain), 

disebabkan mendahulukan dan mengakhirkan. 

Tukar menukar yang dikarenakan mendahulukan sesuatu pada satu dan 

mengakhirkan pada tempat lain, adakalanya terjadi pada matan hadits dan 

adakalanya terjadi pada sanad hadits. Contoh: Tukar menukar yang terjadi 

pada matan , Hadits Muslim dari Abu Hurairah r.a Artinya: “... dan 

seseorang yang bersedekah dengan sesuatu yang sedekah yang 

disembunyikan, hingga tangan kanannya tak mengetahui apa-apa yang 

telah dibelanjakan oleh tangan kirinya”. Hadits ini terjadi pemutarbalikan 

dengan Hadits riwayat Bukhari atau riwayat Muslim Sendiri, pada tempat 

lain, yang berbunyi. 

“(hingga tangan, kirinya tak mengetahui apa-apa yang dibelanjakan tangan 

kanannya.)”. Tukar menukar pada sanad dapat terjadi, misalnya rawi 

Ka‟ab bin Murrah bertukar dengan Murrah bin Ka‟ab dan Muslim bin 

Wahid, bertukar dengan Wahid dan Muslim. 

2. Hadits Mudraf 

 Kata Mudraf menurut bahasa artinya yang disisipkan.Secara 

terminologi hadits mudraf ialah hadits yang didalamnya ada  sisipan 

atau tambahan. 

3. Hadits Mushahhaf 

 Hadits Muhahhaf ialah Hadits yang ada  perbedaan dengan hadits 

yang diriwayatkan oleh tsiqah, karena didalamnya ada  beberapa huruf 

yang diubah. Pengubahan ini juga bias terjadi pada lafadz atau pada 

makna, sehingga maksud hadits menjadi jauh berbeda dari makna, dan 

maksud semula. 

 

D. Dhaif dari sudut matan dan sanadnya secara bersama-sama 

 Yang termasuk hadits dhaif dari sudut matan dan sanadnya secara bersama-sama 

yaitu: 

1) Hadits Maudhu 

 Hadits yang disanadkan dari Rasululah SAW secara dibuat-buat dan dusta, 

padahal beliau tidak mengatakan, melakukan dan menetapkan.5 

2) Hadits Munkar 

 Ialah hadits yang hanya diriwayatkan oleh seorang perawi yang lemah yang 

bertentangan dengan hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang 

terpercaya/jujur”.6 

E. Dhaif dari segi persambungan sanadnya 

  Hadits-hadits yang termasuk dalam kategori Dhaif atau lemah dari sudut 

persambungan sanadnya ialah: Hadits Mursal, Hadits Mungqathi‟, hadits Mu‟dhal, dan 

Hadits Mudallas. 

1) Hadits Mursal 

 Hadits Mursal ialah hadits yang gugur sanadnya setelah tabi‟in. Yang 

dimaksud gugur disini ialah nama sanad terakhir, yakni nama sahabat tang tidak 

disebutkan, padahal sahabat adalah oang pertama menerima Hadits dari 

Rasulullah SAW. 

2) Hadits Mungqathi‟ 

 Ialah Hadits yang gugur pada sanadnya. Seorang perawi atau pada sanad 

tersebut disebutkan seorang yang tidak dikenal namanya.7 

3) Hadits Mu‟dha 

 Hadits yang gugur dua sanadnya atau lebih, secara berturut-turut, baik 

(gugurnya itu) antara sahabat dengan tabi‟in, atau antara tabi‟in dengan tabi‟in.8 

  

 Para ulama sepakat melarang meriwayatkan hadits dhaif bukan maudhu. Adapun 

hadits dhaif bukan hadits maudhu‟ maka diperselisihkan tentang boleh atau tidaknya 

diriwayatkan untuk berhujjah. Dalam hal ini ada beberapa pendapat: 

 

1. Melarang secara mutlak 

2. Membolehkan 

 Ibnu Hajar Al-Asqalani, ulama hadits yang memeperbolehkan berhujjah 

dengan hadits dhaif untuk keutamaan amal, memberikan 3 syarat: 

a. Hadits Dhaif itu tidak keterlaluan. 

b. Dasar Amal yang ditunjukan oleh hadits Dhaif tersebut, masih dibawah 

suatu dasar yang dibenarkan oleh hadits yang dapat diamalkan (Shahih 

atau Hasan) 

c. Dalam mengamalkannya tidak mengitikadkan bahwa hadits tersebut 

benar-benar bersumber dari Nabi. Tetapi tujuan ikhtiyath (hati-hati) 

belaka 

 Dari beberapa uraian diatas maka dapatlah disimpulkan bahwa apabila menggunakan 

hadits Dhaif untuk dijadikan suatu sugesti amalan maka dapatlah kita pergunakan hal ini 

memotifasi bagi masyarakat.Untuk memperbanyak amalan-amalannya, hadits yang 

diterangkan harus selektif mungkin juga sampai tidak masuk akal atau rasional. 

  

  

 Hadits Dhaif adlah, Hadits yang didalamnya tidak ada  syarat-syarat hadits 

shahih dan hadits hasan. Atau dapat juga diartikan hadits yang kehilangan, satu syarat 

atau lebih dari syarat-syarat hadits shahih atau hadits hasan.  

A. Pembagian Hadist Dhaif dari sudut sandaran matannya. 

1. Hadits Mauquf 

2. Hadist Maqtu’ 

B. Dhaif dari sudut matannya. 

1. Hadist Syadz 

C. Dhaif dari salah satu sudutnya, baik sanad ataupun matan secara bergantian. 

1. Hadits Maqlub 

2. Hadits Mudraf 

3. Hadits Mushahhaf 

D. Dhaif dari sudut matan dan sanadnya secara bersama-sama 

1. Hadits Maudhu 

2. Hadits Munkar 

E. Dhaif dari segi persambungan sanadnya 

1. Hadits Mursal 

2. Hadits Mungqathi 

3. Hadits Mu’dha 

Dam Para ulama sepakat melarang meriwayatkan hadits dhaif bukan maudhu 

  

 


 

a) Muallaq 

Contoh Hadits  

 

 هللاُ اََحقُّ اَْن يُْستَْحٰيى ِمْنهُ ِمَن النَّاِس 

"Allah lebih berhak dijadikan tempat merasa malu ddaripada manusia". (HR. Abu 

Dawud No. 3501, Tirmidzi No. 2718) 

1. Sanad dalam riwayat dari Imam Abu Dawud, dari Abdullah bin Maslamah, dari 

ayahnya (Maslamah), dari Bahz bin Hakim, dari ayahnya (Hakim), dari kakeknya, 

dari Nabi SAW. 

2. Sanad dalam riwayat dari Imam Tirmidzi, dari Ahmad bin Mani', dari Muadz bin 

Muadz dan Yazid bin Harun, dari Bahz bin Hakim, dari ayahnya (Hakim), dari 

kakeknya, dari Nabi SAW. 

3. Namun, Imam Bukhari dalam riwayatnya menggugurkan beberapa rawi dan langsung 

tersambung dari Bahz bin Hakim, dari ayahnya (Hakim), dari kakeknya, dari Nabi 

SAW. 

b) Mursal 

Hadits tentang doa berbuka puasa: Allaahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthortu. 

Hadits itu diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud. 

 

ii 

 

 ُ  َعلَْيِه َوَسلََّم َكاَن إِذَا أَْفَطَر قَاَل اللَُّهمَّ َحدَّثَنَا ُمَسدَّدٌ َحدَّثَنَا هَُشْيٌم َعْن ُحَصْيٍن َعْن ُمعَاِذ ْبِن ُزْهَرةَ أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ النَّبِيَّ َصلَّى ّللاَّ

ْفَطْرتُ لََك ُصْمُت َوَعلَى ِرْزقَِك أَ   

 

(Abu Dawud menyatakan) Telah menceritakan kepada kami Musaddad (ia berkata) telah 

menceritakan kepada kami Husyaim dari Hushain dari Muadz bin Zuhroh bahwasanya 

telah sampai berita kepadanya bahwasanya Nabi shollallahu alaihi wasallam jika 

berbuka mengucapkan: Allaahumma Laka Shumtu wa ‘alaa rizqika afthortu (H.R Abu 

Dawud) 

 

Syaikh al-Albaniy melemahkan hadits itu dengan menyatakan: 

 

 إِْسنَادُهُ َضِعْيٌف ُمْرَسٌل؛ ُمعَاذ َهذَا تَابِِعيٌّ َمْجُهْوٌل، َوبِااِْلْرَساِل أََعلَّهُ اْلَحافُِظ اْلُمْنِذِري

 

Sanadnya lemah lagi mursal. Muadz ini (Muadz bin Zuhroh adalah seorang Tabi’i yang 

majhul (tidak dikenal). Al-Hafidz al-Mundziri menganggap riwayat ini memiliki illat 

karena mursal (Dhaif Abi Dawud (2/264)) 

 

Jadi, hadits itu lemah setidaknya karena 2 hal, yaitu: 

1. Di dalam sanadnya ada  perawi yang majhul, yaitu Muadz bin Zuhroh. 

2. Tidak ada Sahabat Nabi dalam mata rantai perawi pada hadits tersebut. 

c) Munqathi' 

Contoh hadis munqathi’ adalah hadis yang diriwayatkan oleh Abdul Razzāq dari al-

Tsauri dari Abu Ishāq dari Zaid bin Yutsay’ dari Huzaifah secara marfū’: 

 

ن وليتموها أبا بكر فقوي أمين إ  

 

Hadis di atas telah mengalami keterputusan sanad, yaitu seorang perawi yang bernama 

Syarīk, ia mestinya berada di antara al-Tsauri dan Abu Ishāq, karena al-Tsauri nyatanya 

belum pernah mendengar sama sekali hadis dari Abu Ishāq secara langsung, ia 

mendengarnya dari Syarīk, Syarīk dari Abu Ishāq. 

d) Mu'dhal 

Contoh hadits mu’dhal adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Malik dalam kitab 

al-Muwaṭṭa’. 

 

 

iii 

بلغني عن أبي هريرة أن رسول هللا صلى هللا عليه و سلم قال للملوك  

  طعامه وكسوته بالمعروف وال يكلف من العمل إال ما يطيق

 

Artinya, “Telah menyampaikan kepada kami dari Abu Hurairah RA sungguh Rasul 

SAW bersabda, ‘Berikan makanan dan pakaian yang layak kepada para budak. Jangan 

bebani mereka dengan pekerjaan yang tidak mereka sanggupi.’” Menurut Imam Al-

Hakim, hadits tersebut adalah hadits muʽdhal karena Imam Malik membuang dua 

perawi, yakni Muhammad bin ʽAjlan dan ‘Ajlan. Seharusnya dua nama itu disebutkan 

sebelum Abu Hurairah RA, (Lihat Mahmūd At-Thaḥḥān, Taysīru Muṣṭalahil Ḥadīts, 

[Riyadh, Maktabah Maʽārif: 2004 M] halaman 92). 

e) Mudallas 

Pembagian dan Contoh Hadits Mudallas (Hadits Tadlis) 

Seperti halnya pembagian hadits mursal yang berbeda pembagian, hadits mudallas atau 

hadits tadlis juga memiliki perbedaan pembagian dari beberapa referensi. Namun, 3 

pembagian di bawah ini sekiranya lebih mudah dipahami : 

 

1. Mudallas Isnad ( ُْسنَاد  (اْلُمدَلَُّس ااْلِ

Mudallas Isnad adalah rawi yang meriwayatkan hadits dari rawi lain yang pernah ia 

temui, tetapi rawi itu tidak pernah mendengar dari rawi lain tersebut dan merekayasa 

seolah dia pernah mendengarnya. 

 

Ada pula yang berpendapat, Mudallas Isnad adalah rawi yang meriwayatkan hadits dari 

rawi lain yang semasa, tetapi rawi itu tidak pernah bertemu dengannya, dan merekayasa 

seolah dia pernah bertemu dan mendengarnya. 

 

Contoh Mudallas Isnad : 

ُ َعلَْيِه َوَسلََّم أَْولََم َعلَى َعْن ُسْفيَاِن بْ  ِ َعْن أَنَِس ْبِن َماِلٍك أَنَّ النَّبِيَّ َصلَّى ّللاه ْهِري  ُن ُعيَْينَةَ َعِن الزُّ

ٍ بَِسِوْيٍق َوتَْمرٍ   َصِفيَّةَ بِْنِت ُحيَي 

"Dari Sufyan bin Uyainah, dari Az-Zuhri, dari Sahabat Anas bin Malik, sesungguhnya 

Nabi SAW membuat walimah atas pernikahan (Beliau dan) Shafiyah dengan memasak 

gandum dan kurma". (sanad lengkap bisa dilihat pada HR. Tirmidzi No. 1015). 

 

 

 

iv 

  

Abu Isa mengatakan bahwa Sufyan bin Uyainah melakukan tadlis pada hadits tersebut, 

di mana dia terkadang tidak menyebutkan dari Wa'il bin Dawud dari anaknya (Dawud) 

dan dia terkadang menyebutkannya. 

 

Artinya, Sufyan bin Uyainan terkadang menyembunyikan 2 rawi sebelum sambung pada 

Az-Zuhri, yaitu Wa'il bin Dawud dari anaknya (Dawud). Hadits tersebut diriwayatkan 

dari banyak jalur sanad, salah satu jalur sanadnya adalah Sufyan bin Uyainah dari Az-

Zuhri (lihat sanad lengkapnya pada HR. Tirmidzi No. 1015). 

 

2. Mudallas Syuyukh ( ُاْلُمدَلَُّس الشُّيُْوخ) 

Mudallas Syuyukh adalah rawi yang meriwayatkan hadits dari gurunya (rawi lain), 

tetapi dia menyebut gurunya dengan sebutan yang tidak dikenal, baik berupa nama, 

kunyah (nama panggilan), laqab (julukan), qabilah (suku), negara, atau bahkan 

pekerjaan, dengan tujuan agar tidak dikenali. 

 

Contoh Mudallas Syuyukh : 

ٍ اْلَحافُِظ، َحدَّثَنَا أَْحَمدُ ْبُن اْلَحَسنِ أَخْ  ، أَْخبََرنَا أَبُْو أَْحَمدَ ْبُن َعِدي   ْبِن َعْبِد بََرنَا أَبُْو َسْعٍد اْلَماِلينِيُّ

، َحدَّثَنَا َعِليُّ ْبُن اْلَجْعِد، أَْخبََرنَا أَبُو إِْسَحاَق، أَُظنُّهُ قَاَل: الشَّْيبَا ْوفِيُّ ، َعْن يَْعقُوَب ْبِن اْلَجبَّاِر الصُّ نِيُّ

ُ َعلَْيِه  َجاِل، َعْن َعْمَرةَ، َعْن َعائَِشةَ : أَنَّ َرُسوَل هللاِ َصلَّى ّللاه ِد ْبِن َطْحََلَء، َعْن أَبِي الر ِ َوَسلََّم، ُمَحمَّ

 َ ُ َعلَْيِه أََرادَ أَْن يَْشتَِرَي ُغََلًما، فَأَْلقَى بَْيَن يَدَْيِه تَْمًرا، فَأََكَل اْلغََُلُم فَأ ْكثََر، فَقَاَل َرُسوُل هللاِ َصلَّى ّللاه

 َوَسلََّم : إِنَّ َكثَْرةَ اْْلَْكِل ُشْؤمٌ 

"Abu Sa'd Al-Malini menceritakan kepada kami, Abu Ahmad bin 'Adi Al-Hafidz 

menceritakan kepada kami, Ahmad bin Hasan bin Abdul Jabbar As-Shufi menceritakan 

kepada kami, Ali bin Ja'd menceritakan kepada kami, Abu Ishaq menceritakan kepada 

kami, aku mengira dia berkata : As-Sya'bani, dari Ya'qub bin Muhammad bin Thalkha', 

dari Abu Rijal, dari 'Amrah, dari Siti Aisyah, sesungguhnya Rosulullah SAW ingin 

membeli ghulam (pelayan yang masih anak-anak), Beliau memberikan kurma di 

hadapannya, ia pun memakan banyak, lalu Rosulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya 

banyak makan adalah (tanda) kesialan"". 

 

Hadits tersebut merupakan Mudallas Syuyukh, karena Ali bin Ja'd merekayasa nama 

rawi sesudahnya, yaitu Abu Ishaq yang memiliki nama asli Ibrahim bin Harasah. Hal itu 

dilakukan karena Ibrahim bin Harasah dianggap berbohong sebagai seorang rawi. 

 

 

3. Mudallas Taswiyyah ( ُاْلُمدَلَُّس التَّْسِويَّة) 

Mudallas Taswiyyah adalah apabila ada rawi yang menggugurkan seorang rawi yang 

dhaif di antara dua rawi yang terpercaya dan kuat. 

 

Contoh Mudallas Taswiyyah : 

ِد ْبِن َوْهٍب ْبِن َعِطيَّةَ، َحدَّثَنَا اْلَوِلْيدُ  ِ، َعْن ُمَحمَّ ِ َعْن أَبِْي أَُميَّةَ الطَّْرُسْوِسي  ُمْسِلٍم،  ْبنُ َعْن الطََّحاِوي 

ِ، َعِن اْبِن ُعَمَر قَاَل، قَاَل رَ  ، َعْن َحسَّاٍن ْبِن َعِطيَّةَ َعْن أَبِْي ُمنِْيٍب اْلُجَرِشي  ُسْوُل َحدَّثَنَا اْْلَْوَزاِعيُّ

ْزقِْي تَْحَت ِظل ِ هللاِ َصلَّى هللاُ َعلَْيِه َوَسلََّم : بُِعثُْت بِالسَّْيِف َحتَّى يُْعبَدَ هللاُ اَل َشِرْيَك لَهُ، َوُجِعَل رِ 

غَاُر َعلَى َمْن َخالََف أَْمِرْي، َوَمْن تََشبَّهَ بِقَْوٍم فَُهَو ِمْنُهمْ  لَّةُ َوالصَّ  ُرْمِحْي، َوُجِعَل الذ ِ

"Dari At-Thajawi, dari Abu Umayyah At-Tharsusi, dari Muhammad bin Wahab bin 

Athiyah, Walid bin Muslim menceritakan kepada kami, Al-Auza'i menceritakan kepada 

kami, dari Hassan bin Athiyah, dari Abu Munib Al-Jurasyi, dari Ibnu Umar berkata, 

Rosulullah SAW bersabda, ""Aku diutus (menjelang hari kiamat) dengan pedang 

sehingga Allah disembah tanpa ada sekutu bagi-Nya, rizkiku ditempatkan di bawah 

bayang-bayang tombakku. Kehinaan dan kerendahan dijadikan bagi orang yang 

menyelisihi perintahku. Barangsiapa menyerupai suatu kaum berarti ia termasuk 

golongan mereka"". 

 

Dalam hadits tersebut, Walid bin Muslim sengaja menggugurkan seorang rawi yang 

dhaif di antara Al-Auza'i dan Hassan bin Athiyah, rawi dhaif tersebut bernama Abdur 

Rahman bin Tsabit. Hal itu dilakukan agar hadits tersebut terbebas dari sanad yang 

dhaif, sebagaimana pengakuan Walid bin Muslim sendiri ketika Hutsaim bin Kharijah 

menanyakan kepadanya. 

 

 


TIDAK 'ADIL 

 

 

 

a. Maudu’ 

ُ َعلَْيِه َوَسلََّم : اْطلُبُوا   َعْن أَنٍَس ْبِن َماِلٍك َرِضَي هللاُ َعْنهُ ، قَاَل : قَاَل َرُسْوُل هللا َصلَّى ّللاَّ

ينِ   اْلِعْلَم َولَْو بِالِص 

 

Artinya : Dari Anas bin Malik r.a bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam 

bersabda, “Tuntutlah ilmu walaupun ke negeri China!” 

{Hadist ini dianggap maudhu' sebab perawinya yang bernama Abu 'Atikah Tharif 

bin Sulaiman dikenal sebagai pemalsu hadist.} 

 

b. Munkar 

Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Nasa’i: 

 

بن عمر بن علي بن عطاء بن مقدم قال: حدثني يحيى بن محمد بن قيس قال: سمعت هشام بن أخبرنا محمد 

عروة يذكر عن أبيه عن عائشة قالت: قال رسول هللا صلى هللا عليه و سلم: كلوا البلح بالتمر فإن بن آدم إذا 

 أكله غضب الشيطان 

 

Dari Muhammad bin Umar bin Ali bin ‘Atha’ bin Muqaddam, dari Yahya bin 

Muhammad bin Qais, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah bahwa 

Rasulullah Saw. bersabda: 

 

vii 

 

“Makanlah balah (kurma yang masih muda) bersama tamar (kurma yang sudah 

matang). Bila anak Adam (manusia) memakannya, maka setan akan marah.” 

 Imam Nasa’i memberikan keterangan, bahwa Yahya bin Muhammad bin 

Qais merupakan seorang perawi hadits yang saleh. Namun bila sebuah hadits 

diriwayatkan dari jalurnya saja, maka hadits itu sangat diragukan. 

 

c. Matruk 

Contoh Hadits Matruk 

دٌ اْبُن ِعْمَراَن، َحدَّثَنَا ِعْيَسى اْبُن ِزيَاٍد، ح دَّثَنَا يَْعقُْوٌب اْبُن ُسْفيَاَن اْبُن َعاِصٍم، َحدَّثَنَا ُمَحمَّ َ

ِحْيِم اْبُن َزْيٍد َعْن اَبِْيِه َعْن َسْعِد اْبِن اْلُمَسيَِّب َعْن ُعَمَر اْبِن اْلَخطَّاِب قَاَل : قَاَل  َحدَّثَنَا َعْبدُ  الرَّ

ُ َحقًّا  ُ َعلَْيِه َوَسلََّم : لَْواَل الن َِساُء لَعُبِدَ ّللاه ِ َصلَّى ّللاه  َرُسْوُل ّللاه

"Ya'qub bin Sufyan bin 'Ashim telah menceritakan kepada kami, Muhammad bin 

Imran telah menceritakan kepada kami, Isa bin Ziyad telah menceritakan kepada 

kami, Abdur Rochim bin Zaid telah menceritakan kepada kami, dari ayahnya 

(Zaid), dari Sa'd bin Musayyab, dari Umar bin Khattab berkata, Rasulullah SAW 

bersabda, "Jika saja tidak ada wanita, maka Allah akan disembah dengan hak 

(hakekat ibadah)". 

 Mengenai hadits tersebut, Ibnu Ady menjelaskan bahwa ada 2 orang rawi 

di dalam sanadnya yang tergolong rawi yang matruk, yaitu Abdur Rochim dan 

ayahnya (Zaid). 

 

TIDAK DHABIT 

 

 


a. Mushohhaf 

 

Contoh Hadits Mushahhaf di Dalam Matan 

اٍل فََكاَنَّهُ َصاَم الدَّْهَر ُكلَّهُ   َمْن َصاَم َرَمَضاَن َواَتْبَعَهُ ِستًّا ِمْن َشوَّ

"Barang siapa yang berpuasa di Bulan Ramadhan dan dia mengikuti puasa 6 hari di Bulan 

Syawal, maka dia seperti telah berpuasa setahun penuh". 

 Abu Bakar As-Shuli pernah meriwayatkan hadits tersebut, namun kekeliruannya adalah 

pada lafadz "ِستًّا" (enam hari) yang diriwayatkan dengan lafadz "َشْيئًا" (sesuatu). Tentu saja 

hadits di atas adalah hadits yang kuat dan dinilai diterima untuk diamalkan, namun jika 

periwayatannya menggunakan lafadz "َشْيئًا", maka menjadi sebuah kedhaifan yang parah, 

dikhawatirkan orang awam menerimanya akan gagal faham. 

 

Contoh Hadits Mushahhaf di Dalam Sanad 

ُ َعْنهُ قَاَل، قَاَل َرُسْولُ َعِن اْلعَوَّ  ُ َعلَْيِه  اِم اْبِن َمَراِجم َعْن اَبِْي ُعثَْماَن النَّْهِدى َعْن َعثَْماَن اْبِن َعفَّان َرِضَي ّللاه ِ َصلَّى ّللاه ّللاه

 َوَسلََّم : لَتَُؤدُّْوَن اْلُحقُْوَق اِلَى اَْهِلَها

"Dari Awam bin Marajim, dari Abu Utsman An-Nahdi, dari Sahabat Utsman bin Affan ra 

berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh penuhilah hak-hak pada orang yang berhak 

menerimanya". 

Yahya bin Ma'in pernah mentashrif sanad pada hadits di atas, yaitu "َمَراِجم" menjadi 

 ."َمَزاِحم"

 

b. Mudraj 

Contohnya adalah : 

ُ َعلَْيِه َوَسلََّم يَتََحنَُّث فِْي َغاٍر ِحَراٍء َوهُ  ُ َعْنَها : َكاَن النَّبِيُّ َصلَّى ّللاه َو التَّعَبُدُ اللَّيَاِلَي ذََواِت اْلعَدَدِ َعْن َعائَِشةَ َرِضَي ّللاه  

"Dari Siti Aisyah ra, Nabi SAW menyepi di dalam Gua Hira', Beliau beribadah selama 

beberapa malam" 

  Kalimat " َُوهَُو التَّعَبُد" (Beliau beribadah) merupakan perkataan rawi, lihat perbedaan 

Hadits Muslim No. 231 dan Hadits Bukhari No. 4572 pada kalimat di atas. 

 

c. Muharraf  

contoh adalah hadits yang diriwayatkan dari Sahabat Jabir ra : 

ُ َعلَْيِه َوَسلَّمَ  ِ َصلَّى ّللاه  ُرِمَي اُبَيُّ يَْوَم ااْلَْحَزاِب َعلَى اَْكَحِلِه فََكَواهُ َرُسْوُل ّللاه

"Ubay bin Ka'ab terkena panah pada hari Perang Ahzab (Perang Khandaq) pada urat 

nadinya, lalu Rasulullah SAW menyudut lukanya dengan besi panas" (HR. Muslim No. 

4089). 

 

ix 

 

Ghandar pernah meriwayatkan hadits tersebut dan mengubah lafadz " ُّاُبَي" (Ubay bin Ka'ab) 

menjadi " ْاَبِي" (ayahku). Jadi, di sini seolah yang terkena panah bukanlah Sahabat Ubay bin 

Ka'ab ra, tetapi ayah Sahabat Jabir ra, padahal ayah Sahabat Jabir ra sudah meninggal 

dunia sebelum Perang Ahzab (Perang Khandaq). 

 

KEJANGGALAN 

 

 

Contoh 

  Contoh Syadz pada Teks Hadits: Masalah Memisah Antara Kepala dan Telinga 

Saat Wudhu 

  Dalam Bulughul Maram pada hadits no. 42 tentang tata cara wudhu disebutkan 

hadits berikut, 

 ُ ِ ْبِن َزْيٍد } َرأَى النَّبِيَّ َصلَّى ّللاَّ ِسِه { .أَْخَرَجهُ اْلبَْيَهِقيُّ ، َوَعْن َعْبِد ّللاَّ

 َعلَْيِه َوَسلََّم يَأُْخذُ ِْلُذُنَْيِه َماًء َغْيَر اْلَماِء الَِّذي أََخذَهُ ِلَرأْ

فُوظُ َوهَُو ِعْندَ ُمْسِلٍم ِمْن َهذَا اْلَوْجِه بِلَْفِظ : } َوَمَسَح بَِرأِْسِه بَِماٍء َغْيِر فَْضِل يَدَْيِه { ، َوهَُو اْلَمحْ   

 

  Dari ‘Abdullah bin Zaid, ia melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil 

air untuk kedua telinganya dengan air yang berbeda dengan yang diusap pada kepalanya. 

Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi. 

  Dalam riwayat Muslim disebutkan dengan lafazh, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa 

sallam mengusap kepalanya dengan air yang bukan sisa dari kedua tangannya.” Inilah 

hadits yang mahfuzh. 

  Hadits yang pertama diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam kitab sunannya (1: 65), 

dari riwayat Al-Haitsam bin Kharijah, dari ‘Abdullah bin Wahb. Ia berkata: Telah 

menceritakan padaku ‘Amr bin Al-Harits, dari Hibban bin Wasi’ Al-Anshari, bahwa 

bapaknya telah menceritakan padanya, ia mendengar ‘Abdullah bin Zaid menceritakan 

 

bahwa ‘Abdullah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil air untuk 

kedua telinganya bukan dengan air yang digunakan untuk kepala. Artinya, saat wudhu 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memisah antara kepala dan telinga, tidak bersambung. 

 

KECACATAN 

 

Contoh: 

 

ا أفطر عند أهل البيت قال:… أفطر عندكم الصائمونعن يحيى بن أبي كثير عن أنس رضي هللا عنه أن النبي كان إذ  

 

 Dari Yahya bin Abi Katsir dari Anas r.a Rasulullah saw. bersabda, “……orang-orang 

berpuasa telah berbuka di dekatmu” 

 

Hadis di atas ada  pada riwayat Imam Ahmad dan ad-Darimi. Sayyid Alawi al-Maliki 

dalam kitab yang sama mengutip pendapat Imam Hakim, menambahkan keterangan 

bahwa secara dzahir hadis tersebut shahih, karena Yahya bin Abi Katsir dan Anas bin 

Malik sezaman dan keduanya pernah bertemu. Namun jika diteliti lebih lanjut walaupun 

mereka pernah bertemu ternyata Yahya Ibn Katsir tidak pernah mendengar hadis ini secara 

langsung dari Anas bin malik, maka hadisnya terputus. Wallahu a’lam