Alkitab, yaitu Firman Allah, mengungkapkan rencana
Allah bagi setiap orang, Rencana itu mencakup penebusan
atau keselamatan kita dengan jalan menerima Yesus Kristus
sebagai Juruselamat pribadi kita, Selekasnya kita melaku-
kan hal ini kita diselamatkan ,
Setelah kita memutuskan untuk mengikuti rencana Allah
bagi hidup kita, maka kita bertanggung jawab untuk menye-
suaikan kehidupan dan perangai kita dengan citra Kristus
dan juga membagikan kasih Kristus dengan orang lain, agar
kehidupan mereka dapat berubah, Kita dapat memenuhi
tanggung jawab kita, jika kita menanggapi Roh Kudus yang
menyatakan Allah kepada kita sementara kita mempelajari
Alkitab.
Mempelajari Firman Allah meminta perhatian kita sepe-
nuhnya. Roh Kudus mengajar kita, tetapi kita juga harus
berusaha dengan sungguh -sungguh , Untuk mengerti kebe-
naran-kebenaran Alkitab yang dalam kita harus menelitinya
dengan saksama,
Buku ini mengemukakan fakta-fakta dasar tentang Alki-
tab dan memberi beberapa metode agar saudara dapat mem-
pelajari Alkitab dengan sistematis. Tanpa rencana pelak-
sanaan maka sukar sekali untuk membangun sebuah rumah,
menjahit pakaian, atau lulus dari sekolah. Tetapi dengan
sebuah rencana pelaksanaan setiap tugas akan menjadi lebih
menyenangkan dan menguntungkan, Suatu metode modem
untuk belajar sendiri akan menolong saudara sehingga lebih
6 CaraMempelajari Alkitab
mudah bagi saudara mempelajari prinsip-prinsip Alkitab ini
dan mempraktekkannya dengan segera.
Buku Pembimbing Saudara
CaraMempelajari Alkitab adalah buku pelajaran berukur-
an saku yang dapat saudara bawa dan pelajari bilamana sau-
dara mempunyai waktu luang. Berusahalah meluangkan
waktu setiap hari untuk mempelajarinya.
Jangan lupa untuk mempelajari dengan saksama dua
halaman pertama dari setiap pelajaran. Ini akan mempersi-
apkan pikiran saudara untuk pelajaran yang selanjutnya
Kemudian, pelajarilah tiap-tiap bagian pelajaran itu, satu
per satu, dan turutilah petunjuk-petunjuk yang diberikan
pada bagian Yang Harus Saudara Kerjakan. Seandainya
tidak ada cukup tempat untuk menuliskan jawaban saudara
dalam buku ini, saudara bisa menuliskannya dalam sebuah
buku tulis supaya saudara dapat memeriksanya kembali
ketika saudara mengulangi pelajaran tersebut. Jika saudara
belajar secara berkelompok, ikutilah petunjuk-petunjuk
pemimpin kelompok saudara.
Saudara akan melihat bahwa tujuan-tujuan pelajaran dibe-
rikan pada permulaan setiap pelajaran. Kata tujuan dalam
buku ini digunakan untuk menolong saudara mengetahui
apa yang dapat saudara harapkan dari pelajaran saudara.
Tujuan itu seperti suatu sasaran atau maksud. Saudara akan
dapat belajar dengan lebih baik, jika saudara selalu mengi-
ngat tujuan-tujuan itu.
BagaimanaMenjawabPertanyaan Pelajaran
Ada berbagai macam pertanyaan pelajaran dalam buku
pembimbing ini kami berikan contoh beberapa macam per-
tanyaan dan bagaimana cara menjawabnya.
Marilah Kita Bercakap-cakap 7
Pertanyaan PILIHAN GANDA meminta saudara memilih
salah satu dari jawaban-jawaban yang sudah diberikan.
Contoh Pertanyaan Pilihan Ganda
1 Alkitab mempunyai sejumlah
a) 100 buku.
b)66 buku.
c) 27 buku.
Jawaban yang benar ialah b) 66 buku. Lingkarilah jawab-
an b) dalam buku pembimbing, seperti berikut ini:
1Alkitab mempunyai sejumlah
3v 100 buku.
Q!.) 66 buku.
c) 27 buku.
(Kadang-kadang bagi pertanyaan pilihan ganda ini ada le-
bih dari satu jawaban yang benar. Dalam hal seperti itu, sau-
dara harus melingkari huruf di depan tiap-tiap jawaban yang
benar.)
Pertanyaan BENAR -SALAH meminta saudara memilih
jawaban yang BENAR dari antara beberapa jawaban.
Contoh Pertanyaan Benar-Salah
2 Jawaban yang manakah yang benar dari jawaban-
jawaban di bawah ini?
a Alkitab mempunyai sejumlah 120 buku.
(§)Alkitab adalah berita bagi orang-orang percaya seka-
rang ini.
c Semua penulis Alkitab menulis dalam bahasa Ibrani.
@ Roh Kudus mengilhami penulis-penulis Alkitab.
Jawaban b dan d benar. Saudara harus melingkari kedua
huruf itu untuk menunjukkan pilihan saudara, seperti yang
terlihat di atas.
Pertanyaan MENCOCOKKAN meminta saudara menco-
cokkan hal-hal yang sesuai, misalnya nama dicocokkan
dengan uraiannya, atau kitab dengan penulisnya.
Contoh Pertanyaan Mencocokkan
3 Tuliskan nomor nama pemimpin di depan tiap kalimat
yang menguraikan apa yang dilakukan oleh pemimpin
itu.
· .J. . a Menerima Hukum Taurat di Gunung Sinai 1) Musa
· ..+. b Memimpin umat Israel menyeberangi Su- 2) Yosua
ngai Yordan
· .l:. . c Berbaris mengelilingi Yerikho
· .'. . d Diam di istana Firaun
Anak kalimat a dan d berhubungan dengan Musa, sedang-
kan anak kalimat b dan c berhubungan dengan Yosua. Sau-
dara harus menuliskan 1 di depan a dan d, dan 2 di depan b
dan c, seperti yang terlihat di atas .
Catatan Siswa Saudara
Jika saudara belajar dengan tujuan memperoleh surat tan-
da tamat, saudara akan menerima satu lembaran yang dise-
but Catatan Siswa: Cara Mempelajari Alkitab. Ada dua ba-
gian dalam buku kecil tersebut. Buku pembimbing ini akan
memberitahukan kapan saudara harus mengisi tiap bagian
itu.
Ikutilah petunjuk yang diberikan dalam Catatan Siswa
untuk mengirimkannya ke kantor Pusat LKTI. Setelah se-
mua jawaban saudara diperiksa, saudara akan mendapat
Marilah Kita Bercakap-cakap 9
surat tanda tamat yang menarik. Alamat kantor LKTI ter-
dapat pada halaman terakhir Catatan Siswa.
Perihal Pengarang
Thomas Maphori adalah seorang pendeta Afrika yang
telah memilih untuk belajar dan bekerja di daerahnya sen-
diri. Dia mengikuti Sekolah Teologi Afrika di Rustenburg,
Republik Afrika Selatan, selama tiga tahun dan sedang
melanjutkan pelajarannya di bawah program LKTI.
Di samping mengajar dan menggembalakan jemaat, Pdt.
Maphori juga aktif dalam masyarakat, dan menjadi sekerta-
ris dewan sekolah untuk dua tahun. Ia dan isterinya,
Matshediso, mempunyai dua orang anak.
Sekarang saudara siap untuk memulai Pelajaran 1. Tuhan
memberkati saudara sementara saudara belajar!
Alasan untuk
Mempelajari
Alkitab
Alkitab mengatakan:
Jikalau . . . telingamu memperhatikan hikmat, dan eng-
kau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian, ya,
jikalau engkau berseru kepada pengertian, dan menujukan
suaramu kepada kepandaian, jikalau engkau mencarinya
seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar
harta terpendam, maka engkau akan memperoleh penger-
tian tentang takut akan Tuhan dan mendapat pengenalan
akan Allah (Amsal 2:2-5).
Mungkin saudara pernah mengalami musim kemarau ke-
tika tidak ada hujan untuk mengairi hasil ladang atau air
untuk temak saudara dan diri saudara sendiri. Barangkali
pada waktu itu saudara menggali sumur untuk mencari mata
air yang terpendam. Bila kita akan berusaha sekuat tenaga
untuk memperolehnya.
Jika saudara mempelajari Firman Allah untuk mempero-
leh hikmat dan pengetahuan akan Allah, saudara harus be-
kerja keras, menggali Firman Allah sampai dalam, sama
seperti kalau saudara mencari air. Bila saudara sungguh-
sungguh mempelajari Alkitab, saudara akan menemukan air
pemberi kehidupan.
Yesus memakai air, yang kita perlukan untuk kehidupan
jasmani ini, untuk melukiskan keperluan kita akan Kristus
dalam hidup kita. Ia berkata:
"Barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya,
ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air
yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air
di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar kepada
hidup yang kekal" (Yohanes 4:14).
Agar dapat minum air hidup ini, kita harus tetap mempela-
jari Alkitab setiap hari. Pelajaran ini menerangkan mengapa
kita mempelajari Alkitab.
Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari ...
Kehendak Allah
Keperluan Kita
Sikap Kita
Pelajaran ini akan menolong saudara ...
• Menerangkan mengapa penelaahan Alkitab sangat perlu.
• Menguraikan bagaimana penelaahan Alkitab dapat meme-
nuhi keperluan kita.
• Mendekati penelaahan Alkitab dengan sikap yang layak.
KEHENDAK ALLAH
Tujuan 1. Mengetahui mengapa penelaahan Alkitab sangat
perlu bagi orang Kristen.
Jika saudara mengasihi seseorang, tentunya saudara ingin
bersamanya. Saudara ingin mengetahui semua hal mengenai
dirinya. Saudara ingin mengerti pikirannya dan ikut merasa-
kan perasaannya. Saudara ingin menyenangkan dia. Semen-
tara kasih saudara padanya bertambah besar melalui hubung-
an yang akrab, hidup saudara menjadi lebih lengkap dan
produktif, dan hati saudara merasa lebih puas.
Allah menghendaki agar kita mengasihi-Nya lebih dari se-
muanya yang lain. Jika kita benar-benar mengasihi Allah, kita
ingin meluangkan waktu untuk mengenal-Nya. Kita dapat
melakukan hal ini dengan membaca dan mempelajari Firman-
Nya. Maka kasih kita kepada-Nya akan bertambah besar.
Hubungan kita dengan Allah bergantung pada ketaatan kita
akan perintah-Nya. Kita hanya dapat menaati-Nya, apabila ki-
ta mengetahui perintah-Nya itu. Alkitab menasihatkan agar
bersungguh-sungguh dalam penelaahan kita supaya kita dapat
mengerti Firman Allah dan sanggup mengajar orang lain (II Ti-
motius 2 :15). Yesus menyatakan pentingnya mengetahui Fir-
man Allah. Ia berkata, "Manusia hidup bukan dari roti saja, te-
tapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah" (Matius
4:4). Ketika kita mempergunakan akal kita untuk meneliti
Firman Allah, kita memenuhi sebagian perintah Allah yang
agung, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu
dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu"
(Mat. 22:37). Jadi, agar dapat melaksanakan kehendak Allah
kita harus mempelajari Firman-Nya. Dengan cara ini kita akan
mengetahui perintah-Nya dan akan lebih mengasihi Dia.
Dalam Mazmur 119 Raja Daud menulis tentang mempela-
Jari Taurat Allah. Kata taurat di Mazmur ini berarti nasihat
Alasan untuk Mempelajari Alkitab 13
KASIH KETAATAN MENERIMA
HUBUNGAN KITA DENGAN ALLAH
dan perintah yang diberikan dalam Kitab Suci. Berulang-ulang
Daud mengatakan, belajar dan menaati tak dapat dipisahkan.
Ia berkata, "Maka aku tidak akan mendapat malu, apabila
aku mengamat-amati segala perintah-Mu" (ayat 6). Ketaatan
menghasilkan pengertian dan hikmat untuk mengetahui
makna Firman Allah. Maka kita dapat menerapkannya dalam
hidup kita dan mengajarkannya kepada orang lain.
Dalam I Petrus 2:2 dikatakan, "Jadilah sama seperti bayi
yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni
dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan ber-
oleh keselamatan." Sementara kita mempelajari Alkitab,
Firman Tuhan meresap ke dalam diri kita, seperti yang diu-
raikan dalam Kolose 3:16, "Hendaklah perkataan Kristus
diam dengan segala kekayaannya di antara kamu." Sama
seperti makanan harus masuk ke dalam tubuh kita untuk
menguatkan kita, demikianlah Firman Allah harus meresap
ke dalam roh kita supaya kita bertumbuh secara rohani.
Hanya bila kita memberi jiwa kita makanan rohani yang ber-
gizi dari Firman Allah, kita dapat bertumbuh secara rohani.
Mempelajari Firman Allah akan menjadi lebih mudah,
bila kita minta bantuan Roh Kudus. Allah mengharapkan
agar kita mempelajari Firman-Nya. Karenanya Ia memberi
Roh Kudus untuk mengajar kita. Yesus berkata kepada
murid-murid-Nya,
14 CaraMempelajari Alkitab
"Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan
memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia
tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala
sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-
Nya dan ia akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang
akan datang" (Yohanes 16:13).
~ ~ Yang Harus Saudara Kerjakan
Soal-soal atau latihan yang diberikan dalam setiap bagian
Yang Harus Saudara Kerjakan, akan menolong saudara
mengulang atau mempraktekkan apa yang baru saja saudara
pelajari. Jangan melihat jawabannya sebelum saudara
mengerjakan setiap soal.
Lingkarilah huruf di depan jawaban yang dengan tepat
menyelesaikan kalimat di bawah ini.
1Allah menghendaki agar saudara
a) mempunyai hubungan dengan Dia yang berdasarkan
kasih.
b) selalu hidup saleh.
e) mengetahui tentang susunan Alkitab.
2 Mempelajari Alkitab sangat penting bila saudara hendak
a) menjadi seorang Kristen.
b) mengetahui kehendak Allah.
e) membuktikan kebaikan saudara.
3 Ketaatan kepada kehendak Allah bergantung pada
a) tanggapan yang saudara berikan ketika saudara dise-
lamatkan.
b) pengetahuan tentang perintah Allah bagi saudara.
e) pengetahuan bahwa Allah akan menghukum bila kita
tidak menaati-Nya.
Alasan untuk Mempelajari Alkitab 15
4 Saudara dapat menyelesaikan tugas mempelajari Alki-
tab dengan lebih baik apabila saudara
a) minta bantuan teman-teman.
b) meluangkan banyak waktu untuk mempelajarinya.
c) membiarkan Roh Kudus mengajar saudara.
Saudara akan menemukan jawaban pertanyaan ini pada
halaman akhir pelajaran ini. Cocokkanlah jawaban saudara
sekarang.
KEPERLUAN KITA
Tujuan 2. Mengetahui bagaimana keperluan kita dipenuhi
melalui penelaahan Firman Allah.
Allah menciptakan kita. Ia menaruh perhatian kepada
diri kita. Ia lebih mengetahui keperluan kita daripada kita
sendiri.
Seorang tukang lebih mengetahui hasil karyanya daripada
orang lain. Jika barang buatannya tidak berjalan betul, kita
mengembalikannya kepada tukang itu untuk diperbaiki,
supaya dapat berjalan lagi.
Hidup kita sudah berantakan. Kita merasa susah atau
menaruh dengki. Kita mempunyai kebiasaan buruk. Kita
tidak mengikuti Allah sebagaimana mestinya. Hidup kita
perlu dibetulkan - diajar, diperbaiki dan dibentuk kembali.
Firman Allah adalah satu-satunya alat yang memenuhi sya-
rat untuk mengadakan perbaikan. Kita membaca di II Ti-
motius 3:16,17.
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat
untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk
memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam
kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunya-
an Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.
16 Cara Mempelajari Alkitab
Allah mulai memperbaiki hidup kita, ketika kita mene-
rima Kristus sebagai Juruselamat kita. Ia menyucikan kita
dari dosa dan memberi kesempatan untuk memulai hidup
baru. Dia mengajar kita bagaimana menjadi seperti Yesus
AjaranAlkitab membimbing kita sementara kita bertumbuh
Ajaran-ajaran itu menerangkan apa yang dikehendaki Allah
bagi kita dalam kehidupan kita sehari-hari.
Sementara Firman Allah mengadakan perbaikan, ia meme-
nuhi banyak keperluan dalam hidup kita. Ia menolong kita
mengetahui kebenaran tentang keselamatan kita. Ia mengajar
kita mengenai warisan kita dalam Kristus. Juga memberikan
kita kekuatan dan kuasa melalui Kristus. Ia menerangkan
bagaimana kita dapat dipenuhi dengan Roh Kudus dan mem-
beri kesenangan dan kedamaian yang berasal dari Allah. Ia
mengarahkan kita untuk hidup suci. Ibrani 4:12 berbunyi,
Sebab Firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari-
pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat
dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan
sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan
pikiran hati kita.
Firman Allah menunjukkan kepada kita bila kehendak
kita bertentangan dengan kehendak Allah. Ia menolong kita
membentuk pikiran kita hingga menyerupai pikiran-Nya.
Keinginan dan pikiran kita merupakan pusat kehidupan
rohani kita sama seperti sendi-sendi dan sumsum adalah
pusat kehidupan jasmani.
Makin banyak kita membaca dan mempelajari Alkitab
serta mendengarkan Roh Kudus yang mengajar kita, makin
banyak kita mengetahui dan melakukan kehendak Allah.
Kita mempunyai tujuan dalam hidup ini dan hikmat untuk
membuat pilihan yang tepat. Alkitab mengatakan tentang
Firman Allah, "Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi
terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh"
Alasan untuk Mempelajari Alkitab 17
(Mazmur 119:130). Terang ini memimpin kita dalam kehi-
dupan sehari-hari. Ia memberi kita pengertian tentang keda-
tangan Kristus kembali dan kehidupan kekal kita di surga.
Terang Firman Allah mengubah kita menjadi serupa de-
ngan Kristus. Sementara kita mempelajarinya, kita "me-
nanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah me-
ngenakan manusia baru" (Kolose 3:9,10). Maka citra Kris-
tus dapat bersinar melalui kita ke dalam dunia terhilang
yang memerlukan Dia.
Jika kita benar-benar sudah mengenal Allah, roh kita ber-
satu dengan roh-Nya yang merupakan sumber kehidupan.
Dengan demikian keperluan kita yang terbesar telah dipe-
nuhi, yaitu keperluan hidup itu sendiri.
~ ~ Yang Harus Saudara Kerjakan
5 Lingkarilah huruf di depan jawaban yang benar untuk
pertanyaan berikut: Siapa yang paling tepat untuk
memenuhi keperluan kita?
a) Kita sendiri.
b) Orang tua kita.
c) Allah.
6 Isilah kata yang tepat:
Firman Allah sarna seperti .. karena ia
memimpin jalan kita dan memberi hidup kepada kita.
7 Lingkarilah huruf di depan kata-kata yang menyelesai-
kan kalimat berikut ini dengan tepat: Alkitab menga-
jarkan
a) bagaimana kita mendapatkan perlakuan istimewa.
b) Kehendak Allah bagi diri kita pribadi.
c) tentang agama-agama terbesar di dunia.
18 CaraMempelajari Alkitab
8 Lingkarilah huruf di depan kata-kata yang menyelesai-
kan kalimat berikut ini dengan tepat. Finnan Allah
memenuhi segala keperluan kita dengan
a) mengajarkan kebenaran.
b) menghukum kita.
c) memperbaiki kesalahan kita.
d) memberi petunjuk untuk hidup benar.
SIKAP KITA
Tujuan 3. Memilih pemyataan-pemyataan yang mengurai-
kan sikap-sikap yang mempengaruhi hasil-hasil
penelaahan Alkitab.
Alkitab sangat berbeda dengan semua buku lainnya. Sa-
ma seperti saudara dapat mengerti sepucuk surat dari seo-
rang keluarga saudara dengan lebih baik daripada seseorang
bukan keluarga, demikian juga orang Kristen yang sejatilah
yang paling memahami Finnan Allah. Hal ini mungkin
karena kita menjadi anak-anak Allah ketika kita dilahirkan
kembali melalui keselamatan. Kita mempunyai Roh-Nya
seperti yang dikatakah oleh I Korintus 2:6-16.
Alkitab laksana sepucuk surat dari Allah
Alasan untuk Mempelajari Alkitab 19
Dilahirkan dalam keluarga Allah hanyalah permulaan saja.
Ketika kita mengambil Firman Allah, kita lapar untuk men-
dapatkan lebih banyak lagi kebenaranNya. Seperti anak-
anak kecil yang setiap hari datang kepada orang tuanya
untuk diberi makan, demikian kita harus datang kepada
Allah agar kelaparan rohani kita terpenuhi. (Lihatlah I Pe-
trus 2:2).
Kita juga harus mendekati Firman Allah dalam sikap ke-
taatan. Anak yang amat dikasihi orang tuanya dan mene-
rima warisan adalah anak yang taat. Ia mematuhi perintah-
perintah orang tuanya. Rasul Paulus prihatin tentang keti-
daktaatan jemaat di Korintus dan menulis sepucuk surat
(I Korintus) untuk menasihati mereka. Ia menerangkan
bahwa mereka tidak bertumbuh secara rohani, sebab mereka
bertengkar dan mempunyai kelakuan buruk lainnya. Ia
mengatakan :
Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat ber-
bicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi
hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa da-
lam Kristus. Susulah yang kuberikan kepadamu, bukan-
lah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerima-
nya. Dan sekarang pun kamu belum dapat menerimanya.
Karena kamu masih manusia duniawi (I Korintus 3:1-3).
Sikap kita harus berdisiplin. Kita tidak dapat mengharap-
kan Allah mengungkapkan hal-hal rohani kepada kita, ke-
cuali kita berusaha sungguh-sungguh untuk belajar. Firman
Allah mengatakan, "Mintalah, maka akan diberikan kepada-
mu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka
pintu akan dibukakan bagimu" (Matius 7:7). Ini berarti
bahwa kita perlu meluangkan waktu untuk mempelajari
Alkitab dengan saksama.
Agar pelajaran kita itu dapat mengubah hidup kita, maka
kita harus dapat diajari. Kita harus bersedia menerima pe-
20 Cara Mempelajari Alkitab
tunjuk-petunjuk dari Bapa di surga. Terlampau sering kita
mencoba untuk hidup menurut kemauan kita sendiri. Raja
Daud dan nabi Yesaya mengakui kepada Tuhan bahwa me-
reka perlu dan ingin diajari oleh Tuhan.
Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab
Engkaulah yang mengajar aku. Betapa manisnya janji-Mu
itu bagi langit-langitku, lebih daripada madu bagi mulut-
ku (Mazmur 119:102,103).
Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang
murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi
semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi
Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti
seorang murid" (Yesaya 50:4).
Apabila kita dapat diajari, kita mendekati Firman Allah
dengan rendah hati. Mungkin kelak akan datang saatnya,
ketika kita merasa bahwa kita sangat bijak secara rohani
atau bahwa diri kita sudah benar. Namun demikian, jangan-
lah kita menyombongkan diri. Allah telah menjadikan kita
sebagaimana adanya, seperti yang dikatakan dalam I Korin-
tus 1 :30,31,
Tetapi oleh Dia kamu berada di dalam Kristus, yang oleh
Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan
dan menguduskan dan menebus kita. Karena itu seperti
ada tertulis: "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia
bermegah di dalam Tuhan" .
Kita tidak pemah dapat mempelajari segala sesuatu yang
ada dalam Firman Allah. Tetapi kita masih terus belajar
pada waktu Roh Kudus mengungkapkan kebenaran Allah
kepada kita.
• ••
Alasan untuk Mempelajari Alkitab 21
~
Yang Harus Saudara Kerjakan
Bacalah I Korintus 2:10-12. Lingkarilah huruf di de-
pan jawaban yang benar untuk pertanyaan ini: Orang
bukan Kristen tidak dapat mengerti Alkitab dengan
baik, karena mereka
a) tidak dapat diajari.
b) tidak mempunyai Roh Allah.
c) tidak lapar akan kebenaran.
10Lingkarilah huruf di depan jawaban yang SALAH: Si-
kap kita terhadap penelaahan Firman Allah harus meli-
puti semua yang tercantum berikut ini, kecuali
a) lapar.
b) ketaatan.
c) membenarkan diri sendiri.
d) disiplin.
e) dapat diajari.
f) kerendahan hati.
11 Sikap yang selayaknya terhadap Firman Allah berkem-
bang bila kita
a) merasa diri kita bijaksana.
b) membuka hati kita untuk menerima Firman-Nya.
c) telah mempelajari segala sesuatu.
Sekarang, setelah saudara lebih banyak mengetahui meng-
apa saudara perlu mempelajari Alkitab dan bagaimana sau-
dara harus mendekati Firman Allah, saudara dapat menanti-
nantikan penelaahan Alkitab dengan senang hati .
Cocokkan Jawaban Saudara
Jawaban-jawaban ini tidak diberikan dalam urutan yang
betul, sehingga saudara tidak akan dapat melihat lebih dahu-
lu jawaban untuk pertanyaan berikutnya. Carilah nomor
yang saudara perlukan saja dan berusahalah untuk tidak
melihat lebih dulu.
1 a) mempunyai hubungan dengan Dia yang berdasarkan
kasih.
7 b) kehendak Allah bagi diri kita pribadi.
2 b) mengetahui kehendak Allah.
8 a) mengajarkan kebenaran.
c) memperbaiki kesalahan kita.
d) memberi petunjuk untuk hidup benar.
ab) pengetahuan tentang perintah Allah bagi saudara.
9 b)tidak mempunyai Roh Allah.
4 c) membiarkan Roh Kudus mengajar saudara.
10 c) membenarkan diri sendiri.
5 c) Allah.
11 b) membuka hati saudara untuk menerima Firman-Nya.
6 terang
Alasan untuk Mempelajari Alkitab
CATATAN
23
Keterangan
Dasar Tentang
Alkitab
Alkitab ditulis untuk segala macam manusia - muda dan
tua, tidak terpelajar dan terpelajar, kaya dan miskin. Alki-
tab adalah pedoman rohani untuk mengajar orang bagai-
mana mereka dapat diselamatkan dan mengetahui rencana
Allah bagi mereka. Alkitab mengatakan:
Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu (di dalam Alki-
tab) telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supa-
ya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekun-
an dan penghiburan dari Kitab Suci (Roma 15:4).
Dengan demikian, masing-masing orang dapat berhubungan
sendiri dengan Alkitab.
Kita dapat menerima berkat dan petunjuk ketika memba-
ca Alkitab, meskipun kita tidak mengerti segala sesuatu.
Akan tetapi sukacita penuh yang datang dari pengetahuan
Alkitab hanya dapat dialami bila kita mempelajarinya de-
ngan tekun. Karenanya, kita memerlukan beberapa kete-
rangan dasar. Dalam pelajaran ini kita akan belajar tentang
penulisan Alkitab, ide-ide yang pokok, kesatuan, dan pem-
bagiannya.
Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari ...
Para Penulis Alkitab
Pengilhaman
Kekuasaan
Penyampaian Berita Alkitab
Kesatuan Alkitab
Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru
Wahyu Allah Diberikan Secara Bertahap
Pelajaran ini akan menolong saudara ...
• Menguraikan bagaimana Alkitab dituliskan dan diteruskan
kepada kita .
• Menguraikan tema pokok dan susunan Alkitab.
PARA PENULIS ALKITAB
Tujuan 1. Meneguhkan kebenaran Firman Allah dengan me-
nyebut dua ciri khas Alkitab.
Pengilhaman
Kira-kira 40 orang menuliskan Alkitab selama jangka
waktu kurang lebih 1600 tahun. Karena begitu banyak pe-
nulis dan keadaan yang berbeda-beda terlibat dalam penulis-
annya, seharusnya Alkitab sama sekali tidak mempunyai
kesatuan. Akan tetapi suatu kekuatan ilahi telah memimpin
seluruh penulisan itu. Dengan jelas Alkitab mengatakan
kepada kita bahwa kekuatan itulah Allah. Allah mengilhami
para penulis untuk menulis tentang hubungan-Nya dengan
manusia.
Pengilhaman, berhubungan dengan penulisan Alkitab,
sesungguhnya adalah tindakan "menghirup" Roh Allah
untuk memimpin pikiran para penulis. Hal ini mudah di-
mengerti kalau kita mengingat bahwa Allah menciptakan
manusia dari debu dan memberinya hidup dengan meng-
hembuskan nafas hidup ke dalam lubang hidungnya.
Ada beberapa sarjana yang berusaha meyakinkan kita,
bahwa meskipun Alkitab berisi kebenaran Allah, ia juga
berisi kesalahan-kesalahan. Yang lain menerangkan bahwa
bagian-bagian Alkitab itu menjadi Firman Allah yang diil-
hamkan kepada setiap orang ketika Allah berbicara kepada-
nya melalui kata-kata bagian Alkitab yang khusus itu. Ada
lain lagi yang menerangkan bahwa Allah mendiktekan Alki-
tab itu, kata demi kata, kepada orang-orang yang menulis-
nya tanpa memikirkan kata-katanya. Semuanya itu adalah
pikiran yang salah mengenai pengilhaman.
Alkitab mengatakan, "Segala tulisan yang diilhamkan
Allah ... " (II Timotius 3:16). Dan dalam II Petrus 1:21
kita membaca,
Keterangan Dasar Tentang Alkitab 27
Sebab tidak pemah nubuat dihasilkan oleh kehendak
manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang
berbicara atas nama Allah.
Jika kita menerima sebagian Firman sebagai kebenaran, maka
kita harus menerima seluruh Firman itu sebagai kebenaran.
Kita juga tidak dapat mengatakan bahwa para penulis itu
seperti mesin saja yang tidak mempunyai kebebasan untuk
memilih. Meskipun ada beberapa yang tidak mengerti sepe-
nuhnya apa yang mereka tuliskan, terutama mengenai nubuat-
nubuat yang belum digenapi, ada yang lain yang mempelajari
pokok beritanya. Bahkan mereka menulis tentang pengalam-
an pribadi mereka. Mereka semuanya mendapatkan wahyu
khusus dari Allah. Paulus menyebut hal ini:
Bagaimana rahasia-Nya dinyatakan kepadaku dengan wah-
yu, ... pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak dibe-
ritakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang
dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-
nabi-Nya yang kudus (Efesus 3:3-5).
Roh Kudus-Nya tetap meneguhkan Firman Allah sebagai
kebenaran.
Kekuasaan
Kata-kata dalam Alkitab, seperti yang dituliskan pertama
kalinya oleh para penulisnya, adalah kata-kata yang paling
tepat bagi tujuan Allah. Karena kata-kata itu diilhamkan
oleh Allah, maka kita dapat mempercayainya. Perkataan
itu selamanya benar. Firman Allah tidak pemah gagal.
Alkitab sudah lengkap. Sebagai Firman Allah, Alkitab
tidak memerlukan apa-apa lagi. Tak ada suatupun yang
dapat perlu ditambahkan kepada kata-kata Alkitab, dan
tidak ada sesuatu pun yang perlu dihilangkan.
Karena Alkitab adalah benar, lengkap dan diilhamkan
oleh Allah, ahli-ahli Alkitab mengatakan bahwa Alkitab
mempunyai "kekuasaan". Bahkan orang banyak yang men-
dengarkan pengajaran Yesus mengakui adanya urapan ilahi.
Mereka mengatakan bahwa Yesus tidak sama seperti guru-
guru lain, karena Dia mengajar dengan penuh kuasa (Matius
7:29). Tiga arti utama dari kata kekuasaan adalah: kebenar-
an yang mutlak, pemyataan atau undang-undang resmi, dan
kuasa untuk memberi perintah. Firman Allah mempunyai
kekuasaan atau kewibawaan diketiga bidang ini. Alkitab
menyatakan kebenaran tentang Allah. Itulah rencana pene-
busan yang resmi bagi sekalian manusia. Juga Alkitab mem-
punyai kekuasaan untuk mengubah kehidupan orang-orang
yang menaati perintah-perintahnya.
Jika kita menerima kekuasaan Firman Allah, kita dapat
mempelajarinya dengan pengertian yang lebih dalam. Kita
tidak lagi sekedar mengatakan bahwa Allah adalah Firman
Allah, lalu melupakannya; tetapi kita akan menanggapinya
sebagai Firman Allah yang sungguh dan hidup, yang mengu-
bahkan kehidupan kita. Ketika kita mengerti ajarannya,
kita akan menerimanya tanpa ragu-ragu. Paulus sangat ber-
syukur jemaat Tesalonika menerima berita Allah "bukan
sebagai perkataan manusia, tetapi ... sebagai Firman Allah"
(I Tesalonika 2:13).
Kita dapat mengandalkan kekuasaan Alkitab. Kita dapat
percaya bahwa janji-janji Allah itu sungguh adanya dan me-
nuntutnya bagi hidup kita. Sukacita dan kedamaian-Nya
akan menyusul. Lalu kita dapat menaati Firman itu sepe-
nuhnya. Ketika kita mempelajari Firman itu, kita berada di
hadirat Allah. Kita seolah-olah mendengarkan Dia berbicara
langsung kepada kita melalui kata-kata Alkitab .
•• •
Keterangan Dasar Tentang Alkitab 29
Yang Harus Saudara Kerjakan
Sempurnakan kalimat berikut dengan kata atau kata-kata
yang tepat.
1Supaya kita dapat mengerti Alkitab, kita harus menya-
dari bahwa Alkitab ditulis dengan ilahi.
2 Karena Alkitab itu benar, maka perkataannya penuh
dengan .
Lingkari setiap huruf di depan kata-kata yang menyempur-
nakan kalimat berikut dengan tepat. Setiap kalimat mung-
kin mempunyai lebih dari satu jawaban yang benar.
3 Kita mengenali pengilhaman Alkitab melalui
a) kata-katanya sendiri.
b) sifat-sifat sasteranya.
c) pekerjaan Roh Kudus.
4 Kekuasaan Alkitab terlihat dari
a) kebenarannya yang mutlak.
b) kuasanya untuk mengubahkan kehidupan.
c) beratus-ratus buku tafsiran.
Cocokkan jawaban yang tercantum pada bagian akhir
pelajaran ini.
PENYAMPAIAN BERITA ALKITAB
Tujuan 2. Menceritakan bagaimana Alkitab dituliskan dan
diberi nama.
Untuk waktu yang lama tidak ada wahyu tertulis dari
Allah kepada manusia. Namun demikian Allah berfirman
kepada manusia dan memimpin mereka dalam banyak tin-
dakan mereka. Firman Allah datang secara langsung kepada
setiap orang itu. Misalnya, Allah memanggil Abraham dan
mengatakan kepadanya, bahwa melalui dia dan keturunan-
nya (bangsa Ibrani), seluruh dunia akan diberkati. Dari
bangsa itu Allah memilih orang-orang tertentu untuk menu-
liskanwahyu-Nya. Kami akan menerangkan bagaimana Alki-
tab dituliskan dan diteruskan atau diberikan kepada kita.
Allah memberi ilham kepada Musa untuk menuliskan
wahyu yang akan menerangkan ciptaan dunia ini dan mem-
berikan hukum, janji serta nubuat Allah. Maka Musa menu-
liskan seperangkat buku yang ditambah lagi dengan tulisan-
tulisan lain hamba-hamba Allah yang kudus.
Penulis-penulis ini menuliskan kitab-kitab Alkitab di atas
batu, loh tanah liat, kulit dan gulungan perkamen. Sekarang
tulisan-tulisan pertama ini sudah tidak ada. Allah bisa saja
mengawetkan tulisan-tulisan itu. Tetapi seandainya Dia
melakukan hal itu, kemungkinan besar manusia akan me-
nyembah gulungan perkamen atau loh batu tersebut. Kita
harus menyembah Allah saja, bukan tempat atau benda
yang mengingatkan kita akan Allah.
Karenanya, Allah menuntun orang-orang yang bijaksana
dan setia untuk menjalin semua buku Alkitab. Banyak juga
salinan yang sesuai dengan naskah aslinya yang masih ada
sekarang ini. Salinan-salinan itu tersebar di banyak museum
dan perpustakaan di seluruh dunia.
Selama bertahun-tahun buku-buku dalam Alkitab disebut
"Kitab-kitab". Kata "Alkitab" berasal dari kata Yunani
Keterangan Dasar Tentang Alkitab 31
biblia yang berarti "kitab". Kemudian Alkitab terkenal
sebagai "Kitab" itu, berkaitan dengan bahasa Yunani. De-
ngan demikian, arti nama "Alkitab" adalah baik sekali
karena ke-GGbuah buku yang membentuk Kitab Suci.
Ahli-ahli Alkitab telah memeriksa dan menerima Alkitab
sebagai Firman Allah yang diilhami. Sebenarnya, mereka
menyebut kitab-kitab Alkitab sebagai "kanon". Kata kanon
dahulu berarti suatu alat yang dipakai untuk membuat garis
lurus atau ukuran yang tepat. Kanon itu sudah lengkap.
Ada tulisan-tulisan kuno lainnya tentang Allah, tetapi tulis-
an itu tidak diilhami. Itu tidak termasuk wahyu Allah ke-
pada kita.
Allah ingin agar kita mengerti berita-Nya. Dia menyuruh
penulis Perjanjian Lama memakai bahasa Ibrani supaya
bangsa Ibrani dapat mengertinya. Para penulis Perjanjian
Baru memakai bahasa Yunani yang merupakan bahasa yang
lazim pada zaman Yesus.
Firman Allah ditulis dalam berbagai cara.
Sekarang, hanya beberapa orang yang mengerti bahasa
Yunani dan bahasa Ibrani. Tetapi orang-orang yang percaya
Allah telah menterjemahkan Alkitab ke dalam lebih dari
1300 bahasa. Ada beberapa bahasa yang mempunyai bebe-
rapa macam terjemahan sehingga setiap orang dapat menger-
ti berita Alkitab. Biasanya kita menemukan susunan kata
yang berlainan dalam berbagai terjemahan, tetapi beritanya
tetap sama. ',,'
Yang Harus Saudara Kerjakan
Lingkarilah huruf di depan kata-kata yang menyempurnakan
kalimat berikut dengan tepat.
5 Dalam bahasa modem kata "Alkitab" berarti
a) Kitab itu.
b) kitab-kitab Yunani.
6 Alkitab diterjemahkan ke dalam lebih dari 1300
a) buku.
b)bahasa.
7 Kitab-kitab Alkitab disebut kanon, karena
a) diterima sebagai Firman Allah yang diilhamkan.
b) dituliskan oleh 66 orang.
8 Sekarang ini kita memiliki Alkitab, karena
a) dituliskan pada batu padat.
b) Allah memimpin orang-orang bijaksana untuk me-
nyalin tulisan-tulisan itu.
c) Allah mengawetkan loh tanah liat dan gulungan per-
kamen.
• ••
Keterangan Dasar Tentang Alkitab 33
KESATUAN ALKITAB
Tujuan 3. Mengenali faktor-faktor utama yang menciptakan
kesatuan dalam Alkitab.
Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru
Ke-66 kitab Alkitab dibagi dalam Perjanjian Lama dengan
39 buku dan Perjanjian Baru dengan 27 buku. Namun se-
muanya merupakan satu kitab, satu sejarah, satu cerita. Ide
pokok dari setiap buku adalah rencana Allah bagi penebusan
manusia. Perjanjian Lama menubuatkan apa yang akan ter-
jadi dalam Perjanjian Baru. Perjanjian Baru menerangkan
dan menggenapi Perjanjian Lama. Demikianlah keduanya
bekerja sama dalam kesatuan, karena keduanya dituliskan
dengan ilham Roh Kudus.
Tokoh inti dalam kedua Perjanjian itu adalah Kristus.
Setiap kitab menunjukkan Dia dalam cara yang khusus.
Misalnya, Kejadian menunjukkan Kristus sebagai Pencipta;
Keluaran menunjukkan Dia sebagai Penebus. Kitab Samuel,
Raja-raja dan Tawarikh menunjukkan Dia sebagai raja dan
Yesaya menunjukkan Dia sebagai Mesias. Matius, Markus,
Lukas dan Yohanes menunjukkan Kristus sebagai Mesias
yang dijanjikan, Hamba Allah, Anak Manusia, dan Anak
Allah. Sementara saudara mempelajari setiap kitab itu, ber-
usahalah untuk melihat bagaimana Kristus ditunjukkan.
Kata perjanjian berarti "persetujuan". Perjanjian Lama
menyatakan persetujuan Allah dengan manusia tentang ke-
selamatannya sebelum kedatangan Kristus. Persetujuan itu
didasarkan atas hukum Taurat yang diberikan oleh Allah
kepada Musa untuk dituliskan. Perjanjian Baru adalah per-
setujuan Allah dengan manusia setelah Kristus datang. Ini
didasarkan atas kasih karunia Allah, yaitu kasih-Nya yang
menyeluruh dan sempurna kepada manusia. Allah mengu-
tus Putra-Nya untuk mati dan bangkit kembali, sehingga
kita dapat memperoleh karunia keselamatan.
Perjanjian Lama menubuatkan kedatangan Kristus. Juga
menunjukkan kelemahan persetujuan yang lama. Persatu-
Juan itu hanya berlaku untuk waktu terbatas dan untuk satu
bangsa saja, yaitu bangsa Yahudi. Ia juga terbatas dalam
hal-hal lain. Satu hal ialah bahwa bangsa itu harus mengor-
bankan binatang setiap tahun untuk membayar bagi dosa
mereka. (Lihatlah Ibrani 10:4-7, 10, 14.)
Perjanjian Baru menceritakan tentang kedatangan Kristus.
Yaitu memenuhi nubuat yang terdapat dalam Perjanjian
Lama, "Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengu-
tus Anak-Nya" (Galatia 4:4). Persetujuan yang baru berla-
ku untuk selamanya (Ibrani 7:24, 28), juga untuk semua
bangsa (Kisah Para Rasul 10:34, 35). Persetujuan itu mem-
bayar hukuman semua dosa manusia. Kita hanya harus me-
nerima karunia Allah yaitu Putra-Nya.
Bagan berikut ini menunjukkan bagaimana mengelom-
pokkan kitab-kitab dalam Alkitab.
KRISTUS DALAM ALKITAB
PERJANJIAN LAMA PERJANJIAN BARU
Kejadian Matius
PENCIPTA MESIAS
Keluaran Markus
PENEBUS HAMBA ALLAH
Samuel, Raja-raja Lukas
dan Tawarikh ANAK MANUSIA
RAJA
Yesaya Yohanes
MESIAS ANAK ALLAH
Keterangan Dasar Tentang Alkitab
Perjanjian Lama
Taurat Kejadian-Ulangan (5)
Sejarah Yosua-Ester (12)
Puisi Ayub-Kidung Agung (5)
Nubuat
Nabi-nabi besar Yesaya-Daniel (5)
Nabi-nabi kecil Hosea-Maleakhi (12)
Perjanjian Baru
Kitab Injil Matius- Yohanes (4)
Sejarah Kisah Para Rasul (1)
Surat-surat Kiriman
Paulus Roma-Filemon (13)
Umum Ibrani-Yudas (8)
Nubuat Wahyu (1 )
Wahyu Allah Diberikan Secara Bertahap
Kisah Alkitab dimulai dalam kitab Kejadian dengan pen-
ciptaan dunia dan manusia. Kisah itu berakhir dalam kitab
Wahyu dengan berakhirnya kehidupan yang kita ketahui di
dunia ini. Antara kedua kitab ini terdapat kisah tentang
bagaimana Allah mengerjakan keselamatan manusia sehingga
ia dapat menikmati kehidupan kekal di surga.
Ketika Adam dan Hawa tidak menaati Allah, mereka ber-
buat dosa. Pada waktu itu secara rohani mereka dipisahkan
dari Allah. Tetapi Allah masih mengasihi mereka. Ia mulai
menyiapkan jalan untuk memulihkan roh mereka. Memakan
waktu yang sangat lama bagi manusia untuk menerima wah-
yu sepenuhnya dari Allah mengenai kesembuhan rohaniah .
Ibrani 1:1, 2 berbunyi,
Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam
pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan
perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah
berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang
telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala
yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.
Sekarang ini kita mempunyai wahyu yang lengkap melalui
Kristus, yaitu Firman yang hidup. Orang-orang yang hidup
dalam zaman Perjanjian Lama tidak mempunyai ini. Mereka
hanya mempunyai sebagian dari wahyu itu.
Sementara waktu berlalu, Allah mengungkapkan lebih ba-
nyak lagi dari kebenaran-Nya. Allah mengajar sedikit demi
sedikit (Yesaya 28:10). Kita menyebut ini wahyu yang ber-
tahap.
Tindakan dan perlakuan Allah terhadap orang-orang pada
zaman Perjanjian Lama itu berbeda dengan perlakuan-Nya
terhadap kita sekarang ini. Misalnya, ajaran Perjanjian Baru
yang menentang poligami dan perceraian agaknya berten-
tangan dengan cerita-cerita Perjanjian Lama mengenai per-
buatan-perbuatan itu. Tetapi Yesus menerangkan bahwa
pada masa silam tindakan Allah lain, karena orang pada
zaman itu lamban untuk mengerti. Wahyu yang dinyatakan
kepada mereka tidak selengkap wahyu yang kita miliki seka-
rang ini (Matius 19:3-9). Kita memiliki lebih banyak kebe-
naran, karena Yesus datang untuk menunjukkan jalannya
kepada kita.
Keterangan Dasar Tentang Alkitab 37
Sementara saudara membaca dan mempelajari Alkitab,
saudara akan makin mengerti kesatuan rencana Allah bagi
kehidupan saudara .
•••
Yang Harus Saudara Kerjakan
9 Lingkarilah huruf di depan tiap jawaban yang BENAR.
a Tema pokok Alkitab adalah penciptaan dunia.
b Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah persetu -
juan Allah yang lama dan baru dengan manusia.
c Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru bekerja sama
untuk menerangkan rencana Allah bagi manusia.
d Berita setiap buku dalam Alkitab berkisar sekitar
tokoh yang berlainan.
38 CaraMempelajari Alkitab
10Dari semua keterangan di bawah ini pilihlah yang pa-
ling cocok untuk wahyu yang bertahap.
a) Wahyu Allah diperuntukkan bagi beberapa orang.
b) Orang menceritakan kepada orang lain mengenai
wahyu Allah dari permulaan sampai akhimya.
c) Allah menyatakan kebenaran-Nya sedikit demi sedi-
kit.
11Dari semua keterangan berikut ini, pilihlah yang meng-
gambarkan kesatuan Perjanjian Lama dengan Perjanjian
Baru.
a) Keduanya dituliskan pada gulungan-gulungan purba-
kala.
b) Perjanjian Lama menubuatkan apa yang akan terjadi
dalam Perjanjian Baru.
c) Tokoh inti kedua Perjanjian itu adalah Kristus.
d) Tindakan Allah terhadap manusia pada zaman Per-
janjian Lama sama saja dengan tindakan-Nya pada
zaman Perjanjian Baru.
e) Perjanjian Baru menyatakan kebenaran-kebenaran
dari Perjanjian Lama.
Membaca seluruh Alkitab akan menolong saudara menge-
tahui bahwa apa yang disebutkan pertentangan oleh orang-
orang yang tidak percaya, sebenarnya bukanlah pertentang-
an. Sebaliknya, hal-hal itu meneguhkan kelengkapan Fir-
man Allah.
Keterangan Dasar Tentang Alkitab 39
Cocokkan Jawaban Saudara
1 ilham.
7 a) diterima sebagai Firman Allah yang diilhamkan.
2 kekuasaan.
8 b) Allah memimpin orang-orang bijaksana untuk menya-
lin tulisan-tulisan itu.
3 a) kata-katanya sendiri.
e) pekerjaan Roh Kudus.
9 a Salah.
b Benar.
e Benar.
d Salah.
4 a) kebenarannya yang mutlak.
b) kuasanya untuk mengubahkan kehidupan.
10 e) Allah menyatakan kebenaran-Nya sedikit demi sedi-
kit.
5 a) Kitab itu.
11 b) Perjanjian Lama menubuatkan apa yang akan terjadi
dalam Perjanjian Baru.
e) Tokoh inti kedua Perjanjian itu adalah Kristus.
e) Perjanjian Baru menyatakan kebenaran-kebenaran
dari Perjanjian Lama.
6 b) bahasa.
Alkitab Sebagai
Karya Sastra
Ketika saudara berbicara dengan seseorang, saudara ingin
orang itu mengerti maksud saudara. Jadi saudara memilih
cara pengungkapan yang akan memperjelas gagasan itu.
Dengan kata lain, saudara tahu bahwa apa yang saudara
katakan dan cara saudara mengatakannya bekerja bersama-
sama. Seperti halnya percakapan, sastra atau tulisan akan
berhasil bila penulis menyatakan pikirannya dengan jelas.
Para penulis Alkitab memilih kata-kata mereka dan me-
nyusunnya sehingga cocok dengan tujuan mereka. Mempe-
lajari bagaimana para penulis mengungkapkan pikiran me-
reka akan menolong saudara dalam penelaahan Alkitab.
Saudara akan lebih mengerti kalimat-kalimat seperti, "Aku-
lah pokok Anggur dan kamulah ranting-rantingnya." Sau-
dara akan lebih mampu melihat ide pokok dalam suatu
bagian Kitab Suci. Saudara akan dapat mengerti lebih dalam
tujuan penulis itu, bila saudara dapat mengenali gaya atau
cara pengungkapannya.
Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari ...
Bahasa Harfiah dan Bahasa Kiasan
Penyusunan Ide-ide
Gaya Penulisan
Pelajaran ini akan menolong saudara ...
• Menerangkan arti beberapa bentuk bahasa yang dipergu-
nakan dalam Alkitab.
• Menentukan pokok atau ide utama dalam suatu bagian
Kitab Suci.
• Mengerti tujuan penulis dengan jalan mengenali gaya pe-
nulisannya.
BAHASA HARFIAH DAN BAHASA KIASAN
Cara Mempelajari Alkitab
BAHASA
HARFIAH
Tujuan 1. Membedakan antara pemakaian bahasa harfiah
dan bahasa kiasan dalam Alkitab.
Allah ingin agar kita mengerti kebenaran yang telah di-
nyatakan kepada kita lewat Firman-Nya. Ia tidak menyuruh
para penulis menulis tentang hal-hal khayal. Mereka semua
menulis tentang hal-hal yang nyata. Mereka paling sering
memakai bahasa yang harfiah atau berdasarkan fakta-fakta.
Karenanya, kita dapat mengetahui apa yang dimaksudkan
Alkitab dengan menerima arti yang biasa dari kata-kata itu.
Ketika kita membaca "Pergilah Yesus ke bukit untuk ber-
doa" (Lukas 6:12), kita mengetahui bahwa itu hal yang
harfiah atau yang benar-benar dilakukan oleh-Nya. Ketika
kita membaca bahwa Ia "menghardik demam itu dan penya-
kit itu meninggalkan dia" (Lukas 4:38), kita mengetahui
bahwa inilah kebenaran yang harfiah.
Alkitab Sebagai Karya Sastera 43
Akan tetapi, ketika kita membaca kalimat seperti, "Yo-
hanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata, 'Li-
hatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia"
(Yohanes 1:29), kita tidak dapat menafsirkan semua perka-
taan itu secara harfiah. Yesus bukan seekor anak domba
atau binatang. Dia sama seperti seekor anak domba yang
dalam Perjanjian Lama dikorbankan karena dosa-dosa bang-
sa Israel. Jadi, sebagian bahasa Alkitab adalah bahasa kiasan
atau mempunyai arti simbolis. Bahasa kiasan itu menolong
menerangkan suatu kebenaran yang nyata.
BAHASA KIASAN
Bahasa kiasan terdiri dari kata-kata kiasan. Yaitu kata-
kata atau ungkapan-ungkapan yang menolong kita mengerti
sesuatu yang sukar diterangkan dengan menghubungkannya
dengan sesuatu yang telah kita ketahui. Yohanes memberi
kita gambaran mental tentang Kristus sebagai seekor anak
domba yang dipersembahkan di atas mezbah karena dosa-
dosa kita. Ini menolong kita mengerti tujuan kedatangan
Kristus ke dalam dunia ini.
BAHASA KIASAN
Yesus adalah Roti Hidup Yesus adalah Pintu
BAHASA HARFIAH
Yesus memerintahkan demam itu pergi.
Alkitab Sebagai Karya Sastera 45
Kata-kata kiasan menolong kita mengerti hal-hal rohaniah
yang tak dapat kita lihat dengan mata jasmani ini. Ingatlah,
dalam pelajaran 1 kami mengatakan bahwa Yesus menyama-
kan diri-Nya dengan air yang memberi hidup. Ia juga me-
nyamakan diri-Nya dengan roti, terang, dan seorang gem-
bala. Pada suatu ketika Ia berkata, "Lihatlah, Aku datang
seperti pencuri!" (Wahyu 16:15). Contoh-contoh ini me-
nunjukkan bahwa kita tidak bisa terlampau jauh menyama-
kan Yesus dengan salah satu hal ini. Secara terbatas Ia
seperti setiap benda itu. Tetapi, kata-kata kiasan menolong
kita mengingat kebenaran-kebenaran tertentu.
Kristus sering kali memakai bahasa kiasan, ketika Ia ber-
bicara dengan para pengikut-Nya. Ia menceritakan cerita-
cerita sederhana untuk menolong mereka mengerti kebenar-
an-kebenaran rohani yang penting. Dalam Matius 18:10-14
Kristus menceritakan kisah domba yang hilang. Ia menya-
makan orang Kristen dengan domba. Ia hendak mengajar
kita bahwa Ia prihatin mengenai masing-masing,sama seperti
seorang gembala menguatirkan dombanya yang hilang.
Beberapa kata-kata kiasan dinamakan lambang. Lambang
adalah kata-kata yang menyatakan kebenaran tentang sesua-
tu. Kata-kata seperti terang, garam, dan domba adalah lam-
bang orang Kristen. Kita mirip dengan tiap-tiap hal itu.
Bahkan benda dapat dijadikan lambang. Dalam Perjamuan
Tuhan, roti dan cawan melambangkan tubuh dan darah
Kristus. Hal-hal itu mengingatkan kita akan kematian dan
penderitaan Kristus bagi keselamatan kita.
YangHarus Saudara Kerjakan
1 Tandailah apakah kalimat-kalimat di bawah ini terma-
suk bahasa harfiah atau bahasa kiasan. Tuliskan di
depan setiap kalimat nomor jenis bahasa yang sesuai.
Ingatlah, jangan melihat jawabannya lebih dahulu
sebelum saudara menuliskan jawaban saudara.
· ... a Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang
Domba ada sebuah kolam (Yohanes
5:2).
· ... b Lihatlah Anak Domba Allah (Yohanes
1:29).
1) Harfiah
2) Kiasan
· ... c Akulah pintu ke domba-domba itu
(Yohanes 10:7).
· ... d Ada lagi pada-Ku domba-domba lain
(Yohanes 10:16).
2 Bacalah perumpamaan tentang lalang dalam Matius
13:24-30 dan keterangannya yang terdapat dalam ayat-
ayat 36-43. Bacalah keterangannya di kolom kanan
dan tuliskan di depan setiap lambang di kolom kiri
nomor keterangan yang cocok. Perhatikan bahwa ada
dua kelompok yang harus dicocokkan .
.... a Penabur
.... b Musuh
1) Orang-orang yang termasuk
dalam Kerajaan Allah
2) Anak Manusia
Alkitab Sebagai Karya Sastera
· ... c Benih yang baik
.... d Lalang
· ... e Gandum dan lalang
bersama-sama
· ... f Lalang dikumpul-
kan
· ... g Gandum itu sendiri
47
3) Iblis
4) Anak-anak si jahat
5) Akhir zaman
6) Kerajaan Surga
7) Dunia ini sebagaimana ada-
nya
PENYUSUNAN IDE-IDE
Tujuan 2. Mencatat enam cara yang dipakai para penulis
untuk menyusun pikiran mereka.
Ketika kita menulis, kita menyusun ide-ide kita dengan
saksama. Kita berusaha mengumpulkan pikiran-pikiran yang
berhubungan untuk menyokong suatu pikiran pokok. Di
bagian ini kami akan menguraikan beberapa cara yang dipa-
kai para penulis untuk menyusun ide-ide mereka.
1.Pengulangan. Penulis memakai istilah yang sama atau
serupa berulang-ulang. Dalam II Korintus 8:1-15, gagasan
pemberian Kristen diperkembangkan melalui pengulangan:
"memberikan, mengambil bagian dalam pelayanan kepada
orang-orang kudus, memberikan diri mereka, pelayanan ka-
sih, usaha untuk membantu, Ia yang oleh karena kamu men-
jadi miskin, menyelesaikannya, rela untuk memberi, pembe-
rianmu."
2. Pengembangan. Penulis menciptakan suatu gerak maju
dengan menambahkan seluk-beluknya satu persatu, seperti
yang kita lakukan pada waktu bercerita. Kisah mengenai
Filipus dalam Kisah Para Rasul 8:26-40 menunjukkan per-
kembangan. Roh Kudus berbicara kepada Filipus untuk
pergi ke suatu jalan tertentu. Kemudian Ia membawa Filipus
kepada seorang pria untuk menyampaikan Kabar Baik me-
ngenai Yesus. Setelah orang itu menerima Kristus dan di-
baptis oleh Filipus, Roh Kudus membawa Filipus pergi.
3. Klimaks. Penulis menuju ke titik klimaks dalam sede-
retan seluk beluk. Dalam Filipi 3:10 Paulus memberitahu-
kan apa kebenaran yang sejati itu, yaitu "mengenal Dia
(Kristus) dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan da-
lam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan
Dia dalam kematian-Nya." Ayat 1-9 menuju ke klimaks ini.
4. Pembedaan dan Pembandingan. Untuk menunjukkan
perbedaan, penulis mengetengahkan dua hal yang berlawan-
an untuk menekankan kebaikan dan kejahatan atau terang
dengan kegelapan. Mazmur 1 menunjukkan perbedaan an-
tara orang kudus, yang ditanam seperti pohon serta mengha-
silkan buah, dengan orang fasik yang seperti sekam angin.
Saudara akan melihat bahwa untuk menunjukkan perbedaan
ini digunakan perbandingan, "orang fasik ... seperti sekam."
Untuk pembandingan, penulis mengetengahkan dua hal,
lalu menekankan persamaannya.
5. Pikiran Pokok. Penulis menggunakan peristiwa-peristi-
wa krisis untuk mengembangkan pikirannya. Peristiwa-
peristiwa tersebut perlu untuk menunjukkan hasil kisah itu
atau arti suatu bagian. Dalam Kitab Ester, salah satu pikiran
pokok ialah bahwa Ratu Ester disenangi oleh Raja ketika ia
menghadap raja tanpa dipanggil. Apabila Raja tidak berke-
nan padanya, tidak mungkin Ester dapat menyelesaikan
rencananya untuk menolong melindungi nyawa bangsanya.
6. Alasan dan Akibat. Penulis menyusun pikiran-pikiran-
nya untuk menunjukkan hubungan antara akibat tertentu
dan alasannya. Dia dapat memulai dengan akibatnya atau
alasannya. Dalam Kolese 1:3, Paulus memberitahukan ke-
pada jemaat bahwa dia mengucap syukur kepada Allah bagi
mereka. Inilah suatu akibat. Dalam ayat 4 dia memberikan
alasannya, "Karena kami telah mendengar tentang imanmu
dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua
Alkitab Sebagai Karya Sastera 49
orang kudus." Kemudian ia mengulang pikiran ini dalam
ayat 8 dan 9, tetapi kali ini ia mulai dengan alasannya dan
berakhir dengan akibatnya.
Kadang-kadang kita memadukan dua