keluaran imamat 5


 gerikan dan juga lebih menghancurkan (ay. 

23-24). Perhatikanlah, Tuhan menjadikan awan-awan, bukan ha-

nya sebagai tempat persediaan-Nya yang darinya Ia meneteskan 

kemakmuran ke atas umat-Nya, melainkan juga gudang senjata-

Nya yang darinya, jika Ia berkehendak, Ia bisa mengeluarkan 

serentetan senjata yang paling mengerikan, untuk membinasakan 

musuh-musuh-Nya. Ia sendiri berbicara tentang perbendaharaan 

hujan batu, yang Dia simpan untuk waktu pertempuran dan pepe-

rangan (Ayb. 38:22-23). Kehancuran yang penuh celaka ditimbul-

kan oleh hujan es ini di tanah Mesir. Hujan es itu membunuh 

manusia maupun ternak, dan menumbangkan, bukan hanya 

tumbuh-tumbuhan, melainkan juga pepohonan (ay. 25). Gandum 

yang ada di atas tanah hancur, dan yang terlindung hanyalah apa 

yang belum tumbuh (ay. 31-32). Perhatikanlah, Tuhan memiliki  

banyak cara untuk mengambil kembali gandum pada masanya 

(Hos. 2:8), entah melalui embusan angin secara diam-diam, atau 

melalui hujan es yang bising. Dalam tulah ini halilintar, dan juga 

hujan es, dikatakan menyambar ternak mereka (Mzm. 78:47-48), 

dan lihat Mazmur 105:32-33. Mungkin Daud merujuk pada cerita 

ini saat , dalam menggambarkan penampakan-penampakan 

Tuhan yang mulia untuk mengalahkan musuh-musuh-Nya, ia ber-


 134

bicara tentang hujan es dan bara api yang dilemparkan-Nya ke 

tengah-tengah mereka (Mzm. 18:13-14). Dan ada rujukan yang 

jelas pada cerita itu dalam penumpahan cawan yang ketujuh 

(Why. 16:21). Diberikan perhatian di sini (ay. 26) kepada tanah 

Gosyen yang terlindungi dan tidak mengalami kerusakan apa pun 

oleh tulah ini. Allahlah yang memerintah awan-awan yang tebal, 

dan membuatnya menurunkan hujan air atau hujan es di satu 

kota,namun  tidak di kota lain, dalam belas kasihan ataupun dalam 

penghakiman. 

II. Kecemasan apa yang ditimbulkan tulah itu pada Firaun. Lihatlah 

apa dampaknya terhadap Firaun,  

1. Ia merendahkan dirinya kepada Musa dalam ungkapan se-

orang petobat (ay. 27-28). Tak ada orang yang bisa mengata-

kannya dengan lebih baik. Ia mengakui dirinya berada di 

pihak yang salah dalam perseteruannya dengan Tuhan orang 

Ibrani: “Aku telah berdosa dengan bersikap keras kepala begitu 

lama.” Ia mengakui keadilan dari tindakan-tindakan Tuhan 

melawan dirinya: TUHAN itu yang benar, dan harus diakui 

benar saat  Ia berbicara, meskipun Ia berbicara dalam guruh 

dan kilat. Firaun menyalahkan dirinya sendiri dan tanahnya: 

“Aku dan rakyatkulah yang bersalah, dan pantas menerima 

apa yang didatangkan ke atas kami.” Ia memohonkan doa-doa 

Musa: “Berdoalah kepada TUHAN untukku, supaya tulah yang 

mengerikan ini dijauhkan.” Dan, yang terakhir, ia berjanji 

untuk menyerahkan para tahanannya: Aku akan membiarkan 

kamu pergi. Begitulah, dalam keadaan seperti itu, apa pula 

yang dapat diperbuat orang? Akannamun , sekalipun begitu 

hatinya mengeras terus selama ini. Perhatikanlah, kengerian 

tongkat penghajar sering kali memaksa pengakuan-pengakuan 

yang penuh pertobatan dari orang-orang yang tidak mempu-

nyai keinginan untuk bertobat. Dalam keterkejutan dan sakit-

nya penderitaan, mereka mulai bangkit, dan mengatakan apa 

yang menyentuh hati,namun  bukan begitulah yang ada dalam 

lubuk hati mereka yang terdalam, melainkan sebab  mereka 

tahu bahwa mereka harus tergerak, dan bahwa apa yang 

mereka rasakan itu pantas untuk dikatakan.  

2. Musa, dalam hal ini, menjadi perantara bagi Firaun kepada 

Allah. Meskipun ia memiliki  seribu satu alasan untuk ber-

Kitab Keluaran 9:22-35 

 135 

pikir bahwa Firaun akan segera menyesali pertobatannya dan 

menarik diri kembali, dan memang mengatakan demikian ke-

pada Firaun (ay. 30), namun ia tetap berjanji untuk menjadi 

temannya di hadapan pengadilan sorga. Perhatikanlah, bahkan 

orang-orang yang sedikit saja bisa kita harapkan, harus terus 

kita doakan, dan kita peringatkan (1Sam. 12:23). Amatilah,  

(1) Tempat yang dipilih Musa untuk menjadi pengantara. Ia 

pergi keluar dari kota itu (ay. 33), bukan hanya untuk 

menyendiri dalam bersekutu dengan Allah, melainkan juga 

untuk menunjukkan bahwa ia berani pergi keluar ke 

padang terbuka, kendati dengan hujan es dan petir yang 

membuat Firaun dan pegawai-pegawainya tetap berada di 

dalam rumah. Sebab Musa tahu bahwa setiap hujan es di-

perintah oleh Allahnya, yang tidak ingin mencelakakannya. 

Perhatikanlah, damai dengan Tuhan membuat orang kebal 

guruh, sebab guruh yaitu  suara Bapa mereka.  

(2) Gerakan tangannya: Dikembangkannyalah tangannya ke-

pada TUHAN. Ini merupakan ungkapan lahiriah yang me-

nandakan keinginan yang sungguh-sungguh dan pengha-

rapan yang penuh kerendahan hati. Barang siapa yang 

datang kepada Tuhan untuk meminta rahmat harus berdiri 

dengan siap untuk menerimanya.  

(3) Tujuan yang ingin dicapai Musa dalam menjadi perantara 

bagi Firaun: Supaya engkau mengetahui, dan diyakinkan, 

bahwa bumi yaitu  milik TUHAN (ay. 29), yaitu, bahwa 

Tuhan memiliki  kekuasaan yang berdaulat atas semua 

makhluk, bahwa mereka semua diperintah oleh-Nya, dan 

bahwa sebab  itu engkau juga harus diperintah oleh-Nya. 

Lihatlah betapa beragamnya cara-cara yang dipakai Tuhan 

untuk menyadarkan kembali manusia. Penghakiman-peng-

hakiman dikirimkan, penghakiman-penghakiman dijauh-

kan, dan semuanya untuk tujuan yang sama, yaitu untuk 

membuat manusia tahu bahwa Tuhan memerintah.  

(4) Keberhasilannya.  

[1] Ia berhasil dengan Tuhan (ay. 33).namun ,  

[2] Ia tidak bisa berhasil dengan Firaun: Teruslah ia ber-

buat dosa dan tetap berkeras hati (ay. 34-35). Doa Musa 

membuka dan menutup langit, seperti doa Elia (Yak. 


 136

5:17-18), dan seperti itu jugalah kuasa dari dua saksi 

Tuhan (Why. 11:6). Namun, baik Musa maupun Elia, atau 

kedua saksi itu, tidak dapat menaklukkan hati manusia 

yang keras. Firaun menjadi ketakutan oleh penghakim-

an itu hingga ia mau patuh,namun , sesudah  penghakiman 

itu berakhir, keinsafan-keinsafannya hilang, dan janji-

janjinya yang manis terlupakan. Perhatikanlah, jangan 

terlalu percaya dengan pengakuan-pengakuan yang di-

buat saat  orang sedang menderita. Perhatikan juga, 

orang-orang yang tidak dibuat menjadi lebih baik oleh 

berbagai penghakiman dan belas kasihan, biasanya jus-

tru menjadi lebih buruk. 

 

 

 

 

 

PASAL 10  

ulah kedelapan dan kesembilan di Mesir, yakni tulah belalang 

dan kegelapan, tercatat di dalam pasal ini. 

I.   Perihal tulah belalang, 

1. Tuhan menjelaskan makna penyelenggaraan campur ta-

ngan-Nya yang mengagumkan ini kepada Musa (ay. 1-2). 

2. Ia mengancam akan mendatangkan belalang (ay. 3-6). 

3. Atas desakan para pegawainya, Firaun bersedia berbicara 

lagi dengan Musa (ay. 7-9), namun keduanya tidak bisa 

sependapat (ay. 10-11). 

4. Belalang-belalang itu pun datang (ay. 12-15). 

5. Firaun berseru, Peccavi, Aku telah berbuat dosa (ay. 16-

17). Oleh sebab  itu Musa berdoa supaya tulah itu diang-

kat, dan hal itu pun terlaksana. Namun, hati Firaun 

masih mengeras juga (ay. 18-20). 

II. Perihal tulah kegelapan, 

1. Kegelapan melanda (ay. 21-23). 

2. Firaun kembali berunding dengan Musa untuk menyerah, 

namun perbincangan itu berakhir dengan amarah (ay. 26, 

dst.) 

Tulah-tulah Mesir 

(10:1-11) 

1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Pergilah menghadap Firaun, sebab 

Aku telah membuat hatinya dan hati para pegawainya berkeras, supaya Aku 

mengadakan tanda-tanda mujizat yang Kubuat ini di antara mereka, 2 dan 

supaya engkau dapat menceriterakan kepada anak cucumu, bagaimana Aku 

mempermain-mainkan orang Mesir dan tanda-tanda mujizat mana yang telah 

Kulakukan di antara mereka, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah 


 138

TUHAN.“ 3 Lalu Musa dan Harun pergi menghadap Firaun dan berkata 

kepadanya: “Beginilah firman TUHAN, Tuhan orang Ibrani: Berapa lama lagi 

engkau menolak untuk merendahkan dirimu di hadapan-Ku? Biarkanlah 

umat-Ku pergi supaya mereka beribadah kepada-Ku. 4 Sebab jika engkau 

menolak membiarkan umat-Ku pergi, maka besok Aku akan mendatangkan 

belalang-belalang ke dalam daerahmu; 5 belalang itu akan menutupi per-

mukaan bumi, sehingga orang tidak dapat melihat tanah; belalang itu akan 

memakan habis sisa yang terluput, yang masih tinggal bagimu dari hujan es 

itu, bahkan akan memakan habis segala pohonmu yang tumbuh di padang.  

6 Belalang itu akan memenuhi rumahmu, rumah semua pegawaimu, rumah 

semua orang Mesir seperti yang belum pernah dilihat oleh bapamu dan 

nenek moyangmu, sejak mereka lahir ke bumi sampai hari ini.“ Lalu ber-

palinglah ia dan keluar meninggalkan Firaun. 7 Sesudah itu berkatalah para 

pegawai Firaun kepadanya: “Berapa lama lagi orang ini akan menjadi jerat 

kepada kita? Biarkanlah orang-orang itu pergi supaya mereka beribadah 

kepada TUHAN, Tuhan mereka. Belumkah tuanku insaf, bahwa Mesir pasti 

akan binasa?” 8 Lalu Musa dan Harun dibawalah kembali kepada Firaun dan 

berkatalah Firaun kepada mereka: “Pergilah, beribadahlah kepada TUHAN, 

Allahmu. Siapa-siapa sebenarnya yang akan pergi itu?” 9 Jawab Musa: “Kami 

hendak pergi dengan orang-orang yang muda dan yang tua; dengan anak-

anak lelaki kami dan perempuan, dengan kambing domba kami dan lembu 

sapi kami, sebab kami harus mengadakan perayaan untuk TUHAN.” 10namun  

Firaun berkata kepada mereka: “TUHAN boleh menyertai kamu, jika aku 

membiarkan kamu pergi dengan anak-anakmu! Lihat, jahatlah maksudmu!  

11 Bukan demikian, kamu boleh pergi,namun  hanya laki-laki, dan beribadah-

lah kepada TUHAN, sebab itulah yang kamu kehendaki.“ Lalu mereka diusir 

dari depan Firaun. 

Di sini,  

I. Musa diberi pengarahan. Kita bisa menduga betapa Musa bisa jadi 

sangat heran melihat kedegilan hati Firaun dan kerasnya sikap 

Allah. Keadaan ini pastilah membuat ia kasihan akan kehancuran 

Mesir. Ia tidak tahu bagaimana akhir perseteruan ini nantinya. 

Nah, di sini Tuhan memberitahukan dia apa yang dirangcang-Nya, 

yaitu tidak saja untuk membebaskan orang Israel,namun  juga 

untuk membesarkan nama-Nya: supaya engkau dapat menceri-

terakan dalam tulisan-tulisanmu, yang akan tetap ada sampai 

dunia berakhir, bagaimana Aku mempermain-mainkan orang Mesir 

(ay. 1-2). Kesepuluh tulah di Mesir itu harus melanda Mesir, su-

paya dapat dicatat sebagai bukti tidak terbantahkan bagi ang-

katan-angkatan yang akan datang, 

1. Perihal kuasa mutlak Tuhan di dalam kerajaan alam semesta, 

kekuasaan-Nya atas semua ciptaan, dan wewenang-Nya untuk 

memakai  semua ciptaan-Nya itu, baik untuk menjalan-

kan keadilan-Nya atau untuk mengalami penderitaan akibat 

ciptaan-Nya itu, sesuai rancangan kehendak-Nya. 

Kitab Keluaran 10:1-11 

 139 

2. Perihal kuasa Tuhan yang menang atas kerajaan Iblis, untuk 

mengendalikan kejahatan dan menghukum kekurangajaran 

mereka yang memusuhi Dia dan jemaat-Nya. Tulah-tulah ini 

merupakan bukti nyata kebesaran Allah, kebahagiaan jemaat, 

dan dahsyatnya dosa. Selain itu, tulah-tulah ini juga menjadi 

pemantau abadi bagi anak-anak manusia di segala zaman agar 

tidak membangkitkan cemburu Tuhan atau berbantah dengan 

Pembentuknya. Manfaat perintah-perintah ini bagi dunia sung-

guh sepadan dengan perhatian yang kita berikan kepadanya. 

II.  Firaun ditegur (ay. 3): Beginilah firman TUHAN, Tuhan orang Ibrani, 

orang-orang yang miskin, dihina, dan dianiaya: Berapa lama lagi 

engkau menolak untuk merendahkan dirimu di hadapan-Ku? Per-

hatikanlah, sudah selayaknya orang-orang besar merendahkan 

diri di hadapan Tuhan yang agung, atau mereka akang menang-

gung akibatnya bila menolak. Sudah lebih dari satu kali Tuhan 

berselisih dengan para raja. Belsyazar tidak mau merendahkan 

hati (Dan. 5:22). Zedekia tidak merendahkan diri di hadapan nabi 

Yeremia (2Taw. 36:12). Orang-orang yang tidak bersedia meren-

dahkan diri akan direndahkan oleh Tuhan sendiri. Adakalanya 

Firaun berpura-pura merendahkan diri, namun hal ini tidak ada 

apa-apanya, sebab ia tidak bersungguh-sungguh ataupun setia 

melakukannya.  

III. Ancaman perihal tulah belalang disampaikan (ay. 4-6). Hujan es 

telah memusnahkan hasil-hasil bumi, namun belalang akan da-

tang dan melahap yang tersisa. Tidak saja demikian,namun  juga 

mereka akan memenuhi rumah-rumah orang Mesir, padahal 

selama ini serangga ini hanya ada di ladang-ladang mereka saja. 

Tulah ini pasti lebih buruk dibandingkan  semua bencana yang pernah 

dilihat raja. sesudah  menyampaikan pesannya, Musa yang tidak 

mengharapkan tanggapan lebih baik dibandingkan  sebelumnya, ber-

paling dan keluar meninggalkan Firaun (ay. 6). Demikian jugalah 

Kristus menetapkan agar murid-murid-Nya meninggalkan orang–

orang yang tidak mau menerima mereka, dan mengebaskan debu 

di kaki sebagai peringatan bagi mereka. Dan kebinasaan sudah 

dekat dengan orang-orang yang ditinggalkan sedemikian rupa oleh 

para utusan Tuhan (1Sam. 15:27, dst.) 


 140

IV. Para pegawai dan duta atau penasihat pribadi Firaun, menengahi 

untuk membujuk dia agar bersepakat dengan Musa (ay. 7). 

sebab  terikat kewajiban, mereka ini menjelaskan tentang keada-

an menyedihkan kerajaan Mesir yang pasti akan binasa, kepada-

nya dan menasihati dia untuk membebaskan saja para tahanan-

nya. Biarkanlah orang-orang itu pergi. Sebab, mereka mendapati 

bahwa Musa akan menjadi jerat bagi mereka selama para tahanan 

itu tidak dibebaskan. Jadi, lebih baik mengabulkan permintaan 

lebih dahulu dibandingkan  dipaksa pada akhirnya. Orang Israel telah 

menjadi batu yang membebani bangsa Mesir, dan akhirnya, seka-

rang para penguasa Mesir bersedia melepaskan mereka (Za. 12:3). 

Perhatikanlah, sungguh merupakan hal yang patut disesali dan 

dicegah jika mungkin, saat  seluruh bangsa harus dihancurkan 

demi kecongkakan dan kedegilan para penguasanya. Salus populi 

suprema lex – memikirkan kesejahteraan rakyat yaitu  hukum 

yang utama. 

V. Oleh sebab itu dibuatlah kesepakatan baru di antara Firaun dan 

Musa yang menyebutkan bahwa Firaun setuju orang Israel pergi 

ke padang gurun untuk memberi  korban persembahan. Na-

mun, yang menjadi masalah sekarang yaitu , siapa saja yang 

boleh pergi (ay. 8). 

1. Musa berkeras agar orang Israel membawa serta seluruh 

anggota keluarga dan harta benda mereka (ay. 9). Perhatikan-

lah, orang-orang yang melayani Tuhan haruslah melayani Dia 

dengan segala sesuatu yang mereka miliki. Musa mengajukan 

alasan, “Kami harus mengadakan perayaan. Oleh sebab itu 

anggota keluarga kami harus ikut merayakannya, sedang  

ternak kami akan dijadikan korban persembahan dalam 

perayaan itu guna menghormati Allah.“ 

2. Firaun sama sekali tidak mau mengabulkan hal ini. Ia meng-

izinkan kaum laki-laki pergi, dengan pura-pura menyangka 

bahwa hanya hal inilah yang mereka inginkan. Padahal, masa-

lah ini tidak pernah disebut-sebut dalam kesepakatan sebelum-

nya. Namun, tentang anak-anak, ia bersikukuh untuk menahan 

mereka sebagai sandera, supaya para laki-laki itu terpaksa 

kembali (ay. 10-11). Dengan amarah menyala-nyala, ia mengu-

tuki mereka. Ia mengancam bahwa jika  orang Israel tetap 

membawa serta anak-anak mereka, maka mereka akan mene-

Kitab Keluaran 10:12-20 

 141 

mui bahaya. Perhatikanlah, Iblis akan berbuat apa saja demi 

mencegah orang-orang yang melayani Tuhan membawa serta 

anak-anak mereka untuk melayani Dia. Iblis sangat memusuhi 

sifat saleh sejak usia dini, sebab  tahu betapa hal ini mampu 

merusak kepentingan kerajaannya. Apa pun yang dapat 

menghalangi kita untuk sepenuhnya mengikutsertakan anak-

anak kita dalam pelayanan Allah, bisa kita curigai sebagai 

campur tangan Iblis di dalamnya. 

3. Akibatnya, kesepakatan itu pun langsung dibatalkan. Orang-

orang yang sebelum itu keluar meninggalkan Firaun (ay. 6), 

sekarang malahan diusir keluar. Orang-orang yang tidak ta-

han mendengar tentang kewajiban mereka akan segera mende-

ngar tentang hukuman yang akan mereka terima (2Taw. 

25:16). Quos Deus destruet eos dementat – Orang-orang yang 

hendak dibinasakan Tuhan akan diserahkan-Nya kepada ke-

inginan bodoh. Belum pernah ada orang yang begitu bodoh se-

hingga menemui kebinasaannya sendiri seperti halnya Firaun. 

Tulah-tulah Mesir  

(10:12-20) 

12 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Ulurkanlah tanganmu ke atas tanah 

Mesir mendatangkan belalang dan belalang akan datang meliputi tanah Mesir 

dan memakan habis segala tumbuh-tumbuhan di tanah, semuanya yang 

ditinggalkan oleh hujan es itu.“ 13 Lalu Musa mengulurkan tongkatnya ke 

atas tanah Mesir, dan TUHAN mendatangkan angin timur melintasi negeri 

itu, sehari-harian dan semalam-malaman, dan sesudah  hari pagi, angin timur 

membawa belalang. 14 Datanglah belalang meliputi seluruh tanah Mesir dan 

hinggap di seluruh daerah Mesir, sangat banyak; sebelum itu tidak pernah 

ada belalang yang demikian banyaknya dan sesudah itupun tidak akan 

terjadi lagi yang demikian. 15 Belalang menutupi seluruh permukaan bumi, 

sehingga negeri itu menjadi gelap olehnya; belalang memakan habis segala 

tumbuh-tumbuhan di tanah dan segala buah-buahan pada pohon-pohon 

yang ditinggalkan oleh hujan es itu, sehingga tidak ada tinggal lagi yang hijau 

pada pohon atau tumbuh-tumbuhan di padang di seluruh tanah Mesir.  

16 Maka segeralah Firaun memanggil Musa dan Harun serta berkata: “Aku 

telah berbuat dosa terhadap TUHAN, Allahmu, dan terhadap kamu. 17 Oleh 

sebab itu, ampunilah kiranya dosaku untuk sekali ini saja dan berdoalah 

kepada TUHAN, Allahmu itu, supaya bahaya maut ini dijauhkan-Nya dari 

padaku.“ 18 Lalu keluarlah Musa meninggalkan Firaun dan berdoa kepada 

TUHAN. 19 Maka TUHAN membuat angin bertiup dari jurusan sebaliknya, 

yakni angin barat yang sangat kencang, yang membawa belalang itu dan 

melemparkannya ke dalam Laut Teberau: tidak ada satu belalangpun yang 

tinggal di seluruh daerah Mesir. 20namun  TUHAN mengeraskan hati Firaun, 

sehingga tidak mau membiarkan orang Israel pergi. 


 142

Di sini ada ,  

I. Serbuan belalang terhadap tanah Mesir. Ini yaitu  pasukan 

TUHAN yang sangat banyak (Yl. 2:11). Tuhan menyuruh Musa 

mengulurkan tangannya (ay. 12), seakan memanggil serangga-

serangga itu (sebab mereka datang memenuhi panggilan), dan ia 

pun mengulurkan tongkatnya (ay. 13). Bandingkan dengan pasal 

9:22-23. Musa menganggap gerakan ini tidak berarti mengulur-

kan tangannya sendiri,namun  mengulurkan tongkat Allah, yang 

sudah menjadi isyarat yang ditetapkan Tuhan yang menunjukkan 

kehadiran-Nya bersamanya. Belalang-belalang itu menaati pang-

gilan ini , dan terbang bersama embusan angin, yaitu angin 

timur, beserta belalang pelompat tidak terbilang banyaknya (Mzm. 

105:34-35). Pasukan besar yang mengendarai kuda dan berjalan 

kaki mungkin lebih mudah dilawan dibandingkan  serangga yang tak 

terhitung banyaknya ini. Siapa gerangan sanggup berdiri di ha-

dapan Tuhan yang perkasa? 

II. Kehancuran yang diakibatkan belalang itu (ay. 15): Belalang 

menutupi seluruh permukaan bumi, dan memakan habis segala 

tumbuh-tumbuhan di tanah dan segala buah-buahan. Bumi telah 

diberikan Tuhan kepada anak-anak manusia. Namun demikian, 

bila Tuhan berkehendak, Dia dapat mengganggu tanah milik mere-

ka itu dan mengirimkan belalang serta belalang pelompat untuk 

memaksa mereka pergi dari situ. Tanaman bertumbuh untuk di-

usahakan manusia. Namun, jika  Tuhan mau, serangga-serang-

ga yang menjijikkan itu tidak saja akan hidup di tengah manusia, 

tetapi juga menjarah miliknya, dan memakan roti dari mulutnya. 

Hendaklah kita bekerja keras bukan demi memperoleh tempat 

tinggal dan makanan yang mudah terpapar bahaya seperti ini, 

melainkan demi hal-hal yang tetap ada untuk selamanya, yang 

tidak dapat diserbu ataupun dimusnahkan seperti itu. 

III. Pengakuan Firaun sesudah  kejadian itu (ay. 16-17). Ia telah meng-

usir Musa dan Harun dari hadapannya (ay. 11), dan (mungkin) 

berkata kepada mereka bahwa ia tidak mau berurusan lagi 

dengan keduanya. Namun, sekarang ia tergesa-gesa memanggil 

mereka lagi, dan mengambil hati mereka dengan sehormat-hor-

matnya mengingat bahwa sebelum itu ia telah mengusir mereka 

Kitab Keluaran 10:12-20 

 143 

dengan menghina. Perhatikanlah, akan tiba saatnya saat  orang-

orang yang meremehkan para penasihat mereka, dan memandang 

rendah semua teguran mereka, akan dengan senang hati mema-

kai mereka dan melibatkan mereka supaya menjadi pengantara 

demi kepentingan mereka. Gadis-gadis yang bodoh itu membujuk 

gadis-gadis yang bijaksana untuk memberi  sedikit dari minyak 

mereka (lihat Mzm. 141:6).  

1. Firaun mengakui kesalahannya: Aku telah berbuat dosa 

terhadap TUHAN, Allahmu, dan terhadap kamu. Sekarang ia 

melihat kebodohannya sendiri sebab  telah mengabaikan dan 

menghina Tuhan serta para utusannya. Setidaknya, akhirnya ia 

seperti menyesali perbuatannya itu. saat  Tuhan menyadarkan 

manusia akan dosa mereka dan merendahkan mereka untuk 

itu, maka sikap menghina mereka terhadap pelayan-pelayan 

Tuhan dan firman Tuhan, pasti akan diperhitungkan dan mem-

bebani hati nurani mereka. Ada yang berpendapat bahwa keti-

ka Firaun berkata, “TUHAN, Allah-mu,” sebenarnya ia sedang 

berkata, “TUHAN tidak akan menjadi Allah-ku.” Banyak orang 

memperlakukan Tuhan sebagai seorang musuh perkasa, yang 

enggan mereka lawan. Namun, mereka juga tidak bersedia 

memperlakukan-Nya sebagai raja mereka yang sah, yang seha-

rusnya mereka akui dan taati dengan penuh kasih setia. 

Orang yang benar-benar menyesal akan meratapi dosa yang 

diperbuatnya terhadap Allah, yaitu terhadap Tuhan mereka 

sendiri, yang kepada-Nya mereka bertanggung jawab. 

2. Firaun meminta ampun, bukan dari Tuhan seperti yang seha-

rusnya dilakukan orang yang bertobat, melainkan dari Musa, 

yang lebih mudah memaafkannya. sebab  melalui penugasan 

khusus, Musa telah diangkat sebagai Tuhan bagi Firaun, dan 

jikalau ia mengampuni dosa orang, dosanya diampuni. saat  

Firaun memohon, ampunilah kiranya dosaku untuk sekali ini 

saja, ia sebenarnya berjanji untuk tidak melakukan kesalahan 

yang sama lagi. Namun, sepertinya ia enggan mengucapkan 

janji itu. Ia juga tidak berkata apa pun tentang membiarkan 

umat Israel pergi. Perhatikanlah, pertobatan palsu biasanya 

menipu orang dengan berbagai janji, namun enggan meng-

ucapkan janji perihal dosa-dosa tertentu. 

3. Firaun memohon dengan sangat agar Musa dan Harun berdoa 

baginya. Ada orang-orang yang di tengah kesukaran akan 


 144

memohon bantuan doa orang lain. Namun, mereka tidak mau 

berdoa sendiri. Dengan demikian mereka menunjukkan bahwa 

mereka tidak mengasihi Tuhan dengan sungguh atau senang 

bersekutu dengan-Nya. Firaun menginginkan doa mereka, 

hanya supaya bahaya maut ini dijauhkan-Nya dari padanya, 

bukan dosa ini: ia mengutuki tulah belalang dan bukannya 

tulah hati keras yang sebenarnya lebih berbahaya. 

IV. Disingkirkannya hukuman itu berkat doa Musa (ay. 18-19). Hal 

ini merupakan, 

1. Contoh perihal kuasa Tuhan yang sama dahsyatnya dengan 

hukuman itu sendiri. Angin timur telah mendatangkan bela-

lang-belalang itu, dan sekarang angin barat membawa mereka 

pergi. Perhatikanlah, ke mana pun angin mengarah, embusan-

nya itu menggenapi firman Tuhan dan berubah arah sesuai ren-

cana-Nya. Angin bertiup ke mana ia mau, tanpa bisa dipenga-

ruhi oleh kita,namun  ia tunduk pada kendali Allah: Ia melepas-

kannya ke seluruh kolong langit. 

2. Ini merupakan bukti nyata perihal wewenang Musa, dan me-

negaskan pengutusannya dan kepentingannya di dalam Tuhan 

yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang 

(Yes. 45:7). Bahkan lebih dari itu, dengan demikian Musa tidak 

saja menuntut penghormatan,namun  juga menyediakan diri 

bagi kebaikan orang Mesir. sebab  seperti halnya hukuman 

itu terjadi atas perintahnya, penghapusannya juga terjadi se-

bagai jawaban atas doa-doanya. Musa tidak pernah meng-

inginkan hari yang menyengsarakan itu, meskipun ia meng-

ancamkannya. Tugas yang diembannya memang melawan 

Mesir,namun  pengantaraannya yaitu  untuk kebaikan mereka. 

Ini alasan yang tepat mengapa mereka seharusnya mengasihi 

dia, meskipun mereka juga takut kepadanya. 

3. Ini juga merupakan alasan kuat bagi pertobatan mereka, sama 

seperti bagi hukuman itu sendiri. Melalui hal ini, Tuhan tam-

paknya siap mengampuni, dan siap menyatakan belas kasih-

an-Nya. jika  Ia menghapus hukuman tertentu, seperti yang 

sering dilakukan-Nya terhadap Firaun, atau menangguhkan-

nya seperti pada perkara Ahab yang mengakui penyesalannya 

dan membuktikan kerendahan hatinya, maka apa saja akan 

dilakukan-Nya jika kita bersungguh-sungguh dalam pertobat-

Kitab Keluaran 10:21-29 

 145 

an kita. Betapa Ia akan menyambut orang yang menyatakan 

pertobatan mereka! Kiranya kebaikan Tuhan ini menuntun kita 

menuju pertobatan! 

V. Firaun kembali kepada ketetapan hatinya yang degil itu, untuk 

tidak membiarkan orang Israel pergi (ay. 20). Campur tangan Tuhan 

mengeraskan hatinya, dan meneguhkan sikap degilnya itu. Per-

hatikanlah, orang-orang yang acap kali mengalahkan suara hati 

mereka dan melawan serta mengorbankan manfaatnya, memang 

pantas diserahkan kepada hawa nafsu mereka sendiri, yang tidak 

peduli sekuat apa pun kata hati mereka, terbukti terlampau kuat 

bagi mereka. 

Tulah-tulah Mesir  

(10:21-29) 

21 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Ulurkanlah tanganmu ke langit, 

supaya datang gelap meliputi tanah Mesir, sehingga orang dapat meraba 

gelap itu.” 22 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke langit dan datanglah 

gelap gulita di seluruh tanah Mesir selama tiga hari. 23 Tidak ada orang yang 

dapat melihat temannya, juga tidak ada orang yang dapat bangun dari 

tempatnya selama tiga hari;namun  pada semua orang Israel ada terang di 

tempat kediamannya. 24 Lalu Firaun memanggil Musa serta berkata: 

“Pergilah, beribadahlah kepada TUHAN, hanya kambing dombamu dan lembu 

sapimu harus ditinggalkan, juga anak-anakmu boleh turut beserta kamu.”  

25namun  Musa berkata: “Bahkan korban sembelihan dan korban bakaran 

harus engkau berikan kepada kami, supaya kami menyediakannya untuk 

TUHAN, Tuhan kami. 26 Dan juga ternak kami harus turut beserta kami dan 

satu kakipun tidak akan tinggal, sebab dari ternak itulah kami harus ambil 

untuk beribadah kepada TUHAN, Tuhan kami; dan kami tidak tahu, dengan 

apa kami harus beribadah kepada TUHAN, sebelum kami sampai di sana.”  

27namun  TUHAN mengeraskan hati Firaun, sehingga dia tidak mau membiar-

kan mereka pergi. 28 Lalu Firaun berkata kepadanya: “Pergilah dari padaku; 

awaslah engkau, jangan lihat mukaku lagi, sebab pada waktu engkau meli-

hat mukaku, engkau akan mati.” 29 lalu  Musa berkata: “Tepat seperti 

ucapanmu itu! Aku takkan melihat mukamu lagi!“ 

Dalam perikop di atas ada , 

I. Tulah kegelapan ditimpakan ke atas Mesir. Ini merupakan tulah 

yang sangat mengerikan, dan oleh sebab itu, di dalam Mazmur 

105:28 tulah ini disebutkan pertama dari kesepuluh tulah, meski-

pun merupakan salah satu tulah terakhir. Dalam penghancuran 

Mesir rohani, tulah ini dihasilkan dari cawan kelima, yang di-


 146

tuangkan ke atas takhta binatang itu (Why. 16:10). Kerajaannya 

menjadi gelap. Amatilah dengan cermat perihal tulah ini, 

1. Tulah ini berupa kegelapan pekat. Kita memiliki  alasan 

untuk berpikir bahwa bukan saja benda-benda terang di langit 

tertutup awan,namun  bahwa semua perapian dan pelita mere-

ka juga ikut padam sebab  uap lembap atau basah yang men-

jadi penyebab kegelapan ini. Sebab, dikatakan (ay. 23) bahwa 

tidak ada orang yang dapat melihat temannya. Diancamkan 

kepada orang fasik (Ayb. 18:5-6), bahwa nyala apinya tidak 

tetap bersinar, bahkan api yang dinyalakannya sendiri, (Yes. 

50:11), dan bahwa  terang di dalam kemahnya menjadi gelap. 

Neraka benar-benar gelap gulita. Cahaya lampu tidak akan 

bersinar lagi di dalammu (Why. 18:23). 

2. Kegelapan itu begitu pekat sehingga orang dapat meraba gelap 

itu (ay. 21), terasa dalam penyebabnya di ujung jari (sedemi-

kian pekatnya kabut itu), terasa dalam pengaruhnya di mata 

menurut pendapat beberapa orang, yang terasa pedih dan 

semakin sakit sebab  digosok-gosok. Kesakitan luar biasa di-

katakan terjadi akibat kegelapan itu (Why. 16:10), yang merujuk 

kepada peristiwa ini. 

3. Maka tidak diragukan lagi bahwa peristiwa ini membuat 

mereka tercengang dan sangat ketakutan. Awan belalang yang 

sebelumnya menutupi seluruh permukaan bumi (ay. 15), tidak 

ada apa-apanya dibanding tulah ini. Menurut cerita orang Ya-

hudi turun-temurun, di dalam kegelapan ini ada penam-

pakan roh-roh jahat yang sangat membuat orang Mesir keta-

kutan, atau lebih tepatnya oleh bunyi-bunyi dan suara-suara 

menggumam menakutkan yang mereka keluarkan sendiri, 

atau (yang tidak kalah menakutkannya) oleh kengerian yang 

diakibatkan hati nurani mereka sendiri. Menurut pendapat 

beberapa orang, untuk tujuan inilah tulah itu diadakan sebab 

bila tidak, hal ini tidak akan disebutkan: Ia melepaskan kepa-

da mereka murka-Nya yang menyala-nyala, kegemasan, kege-

raman dan kesesakan, suatu pasukan malaikat yang mem-

bawa malapetaka (Mzm. 78:49). Bagi mereka yang telah ter-

tipu oleh Iblis, ia akhirnya akan menjadi kengerian. 

4. Kegelapan itu berlangsung tiga hari. Menurut Uskup Hall, 

enam malam dijadikan satu. Begitu lama mereka dikurung di 

dalam belenggu kegelapan itu, sedang  segala istana yang 

Kitab Keluaran 10:21-29 

 147 

tadinya terang benderang berubah seperti penjara di bawah 

tanah. Tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya (ay. 

23). Mereka semua terkurung di rumah masing-masing, dan 

mereka begitu ketakutan hingga hanya sedikit yang mem-

beranikan diri melangkah dari kursi ke tempat tidur, atau dari 

tempat tidur ke kursi. Demikianlah mereka akan mati binasa 

dalam kegelapan (1Sam. 2:9). Nah, Firaun masih memiliki  

waktu untuk mengambil keputusan, kalau ia mau manfaatkan 

kesempatan sekarang. Kegelapan rohani merupakan perbu-

dakan rohani. Sementara Iblis membutakan mata manusia 

agar mereka tidak melihat, ia juga membelenggu tangan dan 

kaki mereka sehingga mereka tidak bekerja bagi Tuhan atau 

bergerak menuju sorga. Mereka duduk di dalam gelap. 

5. Tuhan sungguh adil dalam menghukum mereka seperti ini. 

Firaun dan rakyatnya telah memberontak terhadap terang fir-

man Tuhan yang disampaikan Musa kepada mereka. Oleh sebab 

itu sungguh adil jika  mereka dihukum dengan kegelapan, 

sebab mereka memang menyukai dan lebih suka memilihnya. 

Kebutaan pikiran mereka membawa kegelapan udara ini. 

Belum pernah ada pikiran orang begitu dibutakan seperti 

Firaun ini. Belum pernah udara begitu gelap seperti di Mesir. 

Dengan kebengisan mereka, orang Mesir hampir saja mema-

damkan habis pelita orang Israel, dan mematikan bara api 

mereka. Oleh sebab itu, dengan adil Tuhan memadamkan se-

mua cahaya terang mereka. Bandingkanlah hal ini dengan 

hukuman yang dijatuhkan ke atas orang Sodom (Kej. 19:11). 

sebab  itu, kiranya kita takut akan akibat dosa. Jika kegelap-

an selama tiga hari saja sudah begitu menakutkan, seperti apa 

gerangan kegelapan selamanya? 

6. Pada saat yang sama, di tempat orang Israel ada terang di tem-

pat kediamannya (ay. 23). Tidak saja di tanah Gosyen, tempat 

sebagian besar dari mereka tinggal,namun  juga di tempat ke-

diaman orang-orang Israel yang tersebar di antara orang Mesir. 

Bahwa ada sebagian di antara mereka yang tersebar seperti 

itu, terlihat dari adanya pembedaan yang lalu  dibuat 

pada ambang-ambang pintu mereka (12:7). Ini merupakan 

contoh, 

(1) Akan kuasa Tuhan yang melebihi kekuatan alam yang biasa. 

Janganlah kita berpikir bahwa semua orang sama-sama 


 148

menerima rahmat sebagai mana alam bekerja, sehingga 

kita tidak perlu bersyukur kepada Tuhan untuk itu. Sebalik-

nya, Ia bisa memilih kepada siapa rahmat-Nya diberikan 

atau menahan rahmat-Nya jatuh kepada kita dan memberi-

kannya kepada orang lain. Tuhan memang membuat mata-

hari bersinar ke atas orang benar maupun orang fasik. 

Namun, Ia bisa saja membuat pembedaan, dan kita harus 

mengakui bahwa kita berutang budi kepada-Nya jika ia 

tidak menahan kebaikan-Nya. 

(2) Tentang perkenan khusus Tuhan terhadap umat-Nya: mere-

ka berjalan di dalam terang sementara yang lain mengem-

bara tanpa henti dalam gelap gulita. Di mana ada seorang 

Israel sejati, sekalipun di dunia yang gelap ini, di situ ada 

terang. Di situ ada anak-anak terang, yang kepadanya 

terang sudah terbit, dan yang baginya Surya pagi dari tem-

pat yang tinggi akan melawat. saat  Tuhan membuat pem-

bedaan ini di antara orang Israel dan orang Mesir, maka 

siapa pula yang tidak akan lebih memilih gubuk terburuk 

orang Israel dibanding istana termegah orang Mesir? Sung-

guh ada perbedaan nyata, meskipun tidak terlihat jelas, di 

antara kediaman orang fasik yang berada di bawah kutuk, 

dengan tempat kediaman orang benar yang diberkati (Ams. 

3:33). Kita harus percaya bahwa perbedaan itu sungguh 

ada, dan sebab  itu baiklah kita menguasai diri. Dikirim-

Nya kegelapan, maka hari menjadi gelap,namun  mereka 

memberontak terhadap firman-Nya (Mzm. 105:28). Ada yang 

memperkirakan bahwa di tengah kegelapan selama tiga 

hari ini, orang-orang Israel disunat untuk menyambut 

perayaan Paskah yang sudah dekat, dan bahwa perintah 

yang mengesahkan hal ini merupakan firman yang tidak 

mereka langgar. Sebab, sunat yang mereka jalankan saat  

memasuki Kanaan disebutkan sebagai sunat umum kedua 

(Yos. 5:2). Di tengah kegelapan tiga hari atas orang Mesir 

ini, dengan perkenan Allah, orang Israel bisa saja melari-

kan diri tanpa seizin Firaun dengan bantuan terang yang 

menyertai mereka. Namun, Tuhan hendak membawa mereka 

keluar dengan dipimpin oleh tangan yang dinaikkan, dan 

bukan dengan diam-diam atau terburu-buru (Yes. 52:12). 

Kitab Keluaran 10:21-29 

 149 

II.  Beginilah kesan yang tertanam dalam diri Firaun akibat tulah ini, 

yang sangat mirip dengan tulah-tulah sebelumnya. 

1. Ia disadarkan begitu rupa hingga ia memperbarui kesepakatan 

dengan Musa dan Harun. Sekarang ia akhirnya mengizinkan 

mereka membawa serta anak-anak,namun  ternak mereka ha-

rus ditinggalkan sebagai jaminan (ay. 24). Sudah menjadi 

kebiasaan orang berdosa untuk melakukan tawar-menawar 

dengan Tuhan yang Mahakuasa. Ada beberapa dosa yang rela 

mereka tinggalkan, namun tidak semuanya. Mereka bersedia 

meninggalkan dosa-dosa mereka selama beberapa waktu, 

tetapi tidak mau berpisah selamanya. Mereka bersedia mem-

beri tempat kepada-Nya di dalam hati mereka,namun  dunia 

dan daging harus berbagi tempat dengan-Nya juga. Demikian-

lah mereka mempermainkan Allah, padahal mereka justru 

menipu diri. Musa berketetapan untuk tidak mengurangi per-

syaratannya: ternak kami harus turut beserta kami (ay. 26). 

Perhatikanlah, persyaratan bagi pendamaian sudah begitu 

pasti dan tidak dapat ditawar lagi, hingga kalaupun manusia 

memperdebatkannya begitu lama, mereka tidak akan bisa 

mengubah atau menguranginya. Kita harus memenuhi semua 

tuntutan kehendak Allah, sebab kita tidak bisa mengharapkan 

Dia merendahkan diri demi memenuhi syarat hawa nafsu kita. 

Para utusan Tuhan harus senantiasa terikat pada peraturan ini, 

bahwa biarpun mereka akan kembali kepadamu, namun eng-

kau tidak perlu kembali kepada mereka (Yer. 15:19). Musa mem-

beri alasan sangat tepat mengapa mereka harus membawa serta 

ternak mereka. Mereka harus pergi untuk memberi  korban 

persembahan, dan oleh sebab itu mereka harus membawa 

persediaan yang diperlukan. Berapa banyak jumlah dan jenis 

persembahan korban yang diperlukan, belumlah mereka tahu, 

dan oleh sebab  itu mereka harus membawa semua yang me-

reka miliki. Perhatikanlah, kita sendiri dan anak-anak kita 

harus mengabdikan seluruh harta duniawi kita demi pelayanan 

Allah, sebab kita tidak tahu untuk tujuan apa Tuhan akan 

memakai  apa yang kita miliki, atau dengan cara apa kita 

akan diminta untuk menghormati Tuhan dengannya. 

2. Dan, penjelasan itu membuat Firaun begitu gusar hingga saat 

ia merasa tidak bisa mengajukan persyaratannya sendiri, ia 

langsung menghentikan pertemuan itu dan memutuskan 


 150

untuk tidak membicarakan hal itu lagi. Sekarang murka 

sangat meliputi hatinya, dan ia menjadi beringas tidak terkata-

kan (ay. 28). Musa diusir dalam kemarahan. Ia dilarang mun-

cul lagi di istana dengan ancaman akan dibunuh. Ia bahkan 

dilarang bertemu muka dengan Firaun lagi di tepi sungai 

seperti biasa: pada waktu engkau melihat mukaku, engkau 

akan mati. Sungguh kegilaan yang luar biasa! Bukankah ia 

sudah tahu bahwa Musa mampu menulahi dia tanpa bertemu 

muka dengannya? Atau sudah lupakah ia betapa sering ia 

mendatangkan Musa sebab  para tabibnya tidak sanggup 

menyembuhkan dirinya dan melepaskannya dari tulah-tulah 

itu? Dan haruskah dia sekarang melarang Musa mendekatinya 

lagi? Ini benar-benar kejahatan hati yang sudah tidak terken-

dalikan lagi! Mana mungkin ia bisa mengancam akan mem-

bunuh orang yang dipersenjatai dengan kuasa yang begitu 

hebat, yang oleh rasa belas kasihan sudah sering kali justru 

menyelamatkan nyawanya. Begitulah yang terjadi pada manu-

sia bila hatinya mengeras dan menghina firman dan perintah 

Allah. Lalu, Musa pun menerima kata-kata Firaun itu (ay. 29): 

Aku takkan melihat mukamu lagi, maksudnya, “sesudah ini,“ 

sebab  percakapan ini tidak berhenti sampai di situ, sebab 

dalam ayat 11:8, kita dapati Musa pergi dengan marah yang 

bernyala-nyala, dan berkata kepada Firaun bahwa ia akan 

segera berubah pikiran, dan bahwa rohnya yang congkak akan 

direndahkan, yang lalu  tergenapi (12:31), saat  Firaun 

memohon dengan rendah hati kepada Musa untuk pergi. 

Demikianlah, sesudah perbincangan ini, Musa tidak datang 

lagi sampai ia dipanggil menghadap. Perhatikanlah, jika  

manusia menolak firman Allah, maka Ia dengan adil mengizin-

kan mereka berkhayal, dan menjawab mereka sesuai berhala 

mereka yang berjumlah sangat banyak itu. saat  penduduk 

Gadara meminta Kristus meninggalkan tempat mereka, Ia 

segera pergi meninggalkan mereka. 

 

 

 

 

PASAL 1 1  

iraun menyuruh Musa pergi keluar dari hadapannya (10:28), dan 

Musa juga berjanji bahwa ini yaitu  terakhir kalinya ia meng-

ganggunya. Walaupun begitu, Musa tetap mengatakan apa yang ha-

rus ia katakan, sebelum meninggalkan Firaun. Oleh sebab  itu, 

dalam pasal ini kita dapati,  

I. Petunjuk-petunjuk yang Tuhan berikan kepada Musa, yang 

sekarang sedang dikerjakan-Nya (ay. 1-2). Orang Israel dan 

Musa mendapat rasa hormat dari orang-orang Mesir (ay. 3).  

II. Pesan terakhir yang Musa sampaikan kepada Firaun, yaitu 

mengenai kematian anak-anak sulung (ay. 4-8). 

III. Diulanginya lagi nubuatan mengenai kekerasan hati Firaun 

(ay. 9), dan kebenaran nubuatan itu (ay. 10). 

Tulah-tulah Mesir 

(11:1-3) 

1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Aku akan mendatangkan satu tulah 

lagi atas Firaun dan atas Mesir, sesudah itu ia akan membiarkan kamu pergi 

dari sini; jika  ia membiarkan kamu pergi, ia akan benar-benar mengusir 

kamu dari sini. 2 Baiklah katakan kepada bangsa itu, supaya setiap laki-laki 

meminta barang-barang emas dan perak kepada tetangganya dan setiap 

perempuan kepada tetangganya pula.” 3 Lalu TUHAN membuat orang Mesir 

bermurah hati terhadap bangsa itu; lagipula Musa yaitu  seorang yang 

sangat terpandang di tanah Mesir, di mata pegawai-pegawai Firaun dan di 

mata rakyat.  

Di sini dituturkan,  

I. Perkenanan yang mulia dari Tuhan bagi Musa dan bangsa Israel. 


 152

1 Musa yaitu  kesayangan sorga, sebab Tuhan tidak akan me-

nyembunyikan kepadanya apa yang hendak Ia lakukan. Tuhan 

tidak saja menjadikan dia sebagai utusan untuk menyampai-

kan pesan-pesan-Nya,namun  juga memberitahukan kepada dia 

tujuan-Nya. Seperti rekan bertukar pikiran Ia akan menda-

tangkan satu tulah lagi, dan hanya satu saja, ke atas Firaun, 

yang olehnya Ia akan merampungkan pembebasan bangsa Is-

rael (ay. 1). Musa rindu melihat akhir pekerjaan yang mengeri-

kan ini, melihat Mesir tidak ditulahi lagi dan begitu juga Israel 

tidak ditindas lagi. “Baiklah,” firman Allah, “sekarang akhirnya 

sudah dekat, tidak lama lagi perang akan berakhir, dan tujuan 

tercapai. Firaun akan dipaksa mengakui dirinya takluk, dan 

menyerah.” sesudah  semua sisa tulah itu, Tuhan berfirman, “Aku 

akan mendatangkan satu tulah lagi.” Demikianlah, sesudah 

semua hukuman dijatuhkan atas semua orang berdosa di 

dunia ini, masih ada satu hukuman lagi yang disimpan untuk 

dijatuhkan ke atas mereka ke dunia lain, yang akan meren-

dahkan sepenuhnya orang-orang yang sama sekali tidak mau 

merendah.  

2. Bangsa Israel yaitu  kesayangan sorga, sebab Tuhan sendiri 

mendukung perkara mereka yang dicederai itu, dan memper-

hatikan dengan sungguh-sungguh supaya mereka dibayar un-

tuk semua pedih perih mereka selama melayani orang-orang 

Mesir. Hari ini yaitu  hari terakhir masa perbudakan mereka. 

Sekarang mereka akan pergi, dan tuan-tuan mereka yang su-

dah memperlakukan mereka dengan kejam dalam pekerjaan 

mereka, tidak akan lagi menipu upah mereka, dan menyuruh 

mereka pergi dengan tangan kosong.namun  orang-orang Israel 

yang miskin, yang begitu mendambakan kemerdekaan, akan 

merasa puas biarpun pergi dengan tangan hampa, meskipun 

tanpa dibayar. Mereka bersukacita menerimanya tanpa syarat 

apa pun.namun  TUHAN yang menjalankan keadilan dan hukum 

bagi segala orang yang diperas, menetapkan bahwa para 

pekerja tidak boleh kehilangan upahnya dan memerintahkan 

mereka untuk meminta upah mereka sekarang juga pada saat 

keberangkatan mereka, yaitu dalam bentuk barang-barang 

emas dan perak (ay. 2). Semua ini bisa terjadi sebab  Tuhan 

telah mempersiapkannya melalui tulah-tulah itu, yang seka-

rang membuat orang-orang Mesir itu mau berbagi dengan 

Kitab Keluaran 11:1-3 

 153 

mereka tanpa syarat apa pun. Padahal sebelumnya, dengan 

kekejaman mereka, mereka membiarkan orang-orang Israel 

pergi tanpa syarat apa pun. Meskipun orang-orang Israel itu 

rela kehilangan upah mereka, namun Tuhan tidak akan mem-

biarkan mereka pergi tanpa upah. Perhatikanlah, dengan satu 

atau lain cara, Tuhan akan memberi  pemulihan kepada 

yang terluka, yang dalam keheningan penuh kerendahhatian 

menyerahkan perkara mereka kepada-Nya. Dan Ia akan me-

mastikan bahwa tidak akan ada seorang pun pada akhirnya 

akan menjadi pecundang oleh kesabaran mereka dalam pen-

deritaan, supaya hal ini setimpal dengan apa yang telah mere-

ka kerjakan.  

II. Kebaikan hati yang diperoleh Musa dan Israel dari orang-orang 

Mesir (ay. 3).  

1. Bahkan orang-orang yang tadinya dibenci dan dipandang hina 

sekarang dihormati. Mujizat-mujizat yang terjadi atas nama 

mereka membawa kehormatan bagi mereka dan membuat me-

reka menjadi orang terpandang. Betapa besar jadinya orang-

orang yang untuknya Tuhan berperang! Demikianlah TUHAN 

membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa itu, 

dengan menunjukkan betapa Ia berkenan kepada mereka. Ia 

juga mengubah suasana hati orang Mesir terhadap mereka, 

dan membuat mereka dikasihani oleh penindas-penindas me-

reka (Mzm. 106:46).  

2. Musa yaitu  orang yang sangat terpandang. Bagaimana 

mungkin hal itu terjadi jika mereka tidak melihat kuasa apa 

yang meliputinya dan mujizat-mujizat apa yang dibuat oleh 

tangannya. Begitulah juga yang terjadi dengan para rasul, 

yang walaupun hanya orang-orang hina, menjadi sangat dihor-

mati orang banyak (Kis. 5:13). Orang-orang yang menghormati 

Tuhan akan dihormati-Nya. Orang-orang yang membuktikan 

dirinya setia kepada-Nya, tak peduli betapa hinanya mereka di 

dunia ini, akan datang waktunya mereka akan tampak agung, 

sangat agung di pemandangan semua orang di dunia ini, bah-

kan di mata orang-orang yang sekarang memandang mereka 

dengan teramat hina. Amatilah, meskipun Firaun membenci 

Musa, ada pegawai-pegawai Firaun yang menghormati dia. 

Demikian juga mereka yang ada di istana kaisar, bahkan 


 154

pegawai-pegawai Nero, ada beberapa yang memiliki rasa hor-

mat kepada Rasul Paulus yang mulia (Flp. 1:13).  

Tulah-tulah Mesir  

(11:4-10) 

4 Berkatalah Musa: “Beginilah firman TUHAN: Pada waktu tengah malam Aku 

akan berjalan dari tengah-tengah Mesir. 5 Maka tiap-tiap anak sulung di 

tanah Mesir akan mati, dari anak sulung Firaun yang duduk di takhtanya 

sampai kepada anak sulung budak perempuan yang menghadapi batu 

kilangan, juga segala anak sulung hewan. 6 Dan seruan yang hebat akan 

terjadi di seluruh tanah Mesir, seperti yang belum pernah terjadi dan seperti 

yang tidak akan ada lagi. 7namun  kepada siapa juga dari orang Israel, seekor 

anjingpun tidak akan berani menggonggong, baik kepada manusia maupun 

kepada binatang, supaya kamu mengetahui, bahwa TUHAN membuat per-

bedaan antara orang Mesir dan orang Israel. 8 Dan semua pegawaimu ini 

akan datang kepadaku dan sujud kepadaku serta berkata: Keluarlah, engkau 

dan seluruh rakyat yang mengikut engkau; sesudah itu aku akan keluar.” 

Lalu Musa meninggalkan Firaun dengan marah yang bernyala-nyala. 9 Ber-

firmanlah TUHAN kepada Musa: “Firaun tidak akan mendengarkan kamu, 

supaya mujizat-mujizat yang Kubuat bertambah banyak di tanah Mesir.”  

10 Musa dan Harun telah melakukan segala mujizat ini di depan Firaun. 

Tetapi TUHAN mengeraskan hati Firaun, sehingga tidak membiarkan orang 

Israel pergi dari negerinya 

Peringatan diberikan di sini kepada Firaun mengenai tulah terakhir 

yang menaklukkan, yang sekarang akan ditimpakan. Tulah ini ada-

lah berupa kematian dari semua anak sulung di Mesir secara ber-

samaan. Ini yaitu  tulah yang pertama kali diancamkan (4:23), Aku 

akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung, namun yang terakhir 

dilaksanakan. Hukuman-hukuman yang lebih ringan telah dicoba-

kan, yang jika berhasil mencapai tujuan, maka akan mencegah tulah 

ini terjadi. Lihatlah betapa Tuhan lambat untuk murka, dan Ia ber-

sedia dijumpai di tengah jalan saat hukuman-hukuman-Nya sedang 

dilaksanakan, supaya amarah-Nya mereda. Sebab, betapa berhar-

ganya hidup manusia di pemandangan-Nya. Sekiranya kematian 

ternak orang Mesir dapat merendahkan dan memperbarui mereka, 

maka anak-anak mereka pasti akan selamat. Jika manusia tidak 

mau memperbaiki diri saat  hukuman-hukuman ilahi datang me-

nimpanya sedikit demi sedikit, maka salah mereka sendiri jika hu-

kuman yang terburuk akhirnya disediakan bagi mereka.  

1. Di sini tulah itu sendiri secara khusus diberitahukan sebelum 

terjadi (ay. 4-6). Waktunya ditetapkan, yaitu sekitar tengah ma-

lam, tengah malam berikutnya, malam saat  segala sesuatu su-

Kitab Keluaran 11:4-10 

 155 

nyi sepi. saat  semua mereka tertidur, semua anak sulung mere-

ka harus tidur, tidur dalam kematian, dan bukannya secara diam-

diam dan tanpa terasa sehingga baru diketahui orang pada pagi-

nya. Tidak, seluruh keluarga akan terjaga pada tengah malam itu 

juga untuk melihat anak-anak sulung mereka mati. Hebatnya 

tulah ini digambarkan dalam ayat 5. Putra mahkota yang akan 

melanjutkan takhta kerajaan tidak terlampau tinggi untuk dijang-

kau oleh tulah itu, juga budak-budak di depan batu kilangan 

tidak terlampau rendah untuk terlewati hingga luput. Musa dan 

Harun tidak diperintahkan untuk memanggil tulah itu, tidak, 

pada waktu tengah malam Aku akan berjalan (ay. 4). Ngeri benar, 

kalau jatuh ke dalam tangan Tuhan yang hidup. Apakah itu neraka 

kalau bukan ini?  

2. Perlindungan khusus yang menaungi anak-anak Israel, dan per-

bedaan yang dibuat di antara mereka dan orang-orang Mesir. Se-

mentara malaikat-malaikat menghunus pedang-pedang mereka 

terhadap orang-orang Mesir, tidak demikianlah yang terjadi pada 

anak-anak orang Israel, bahkan seekor anjing pun tidak ada yang 

berani menggonggong anak-anak orang Israel (ay. 7). Dengan ini 

sebuah tanda diberikan mengenai perbedaan yang akan diadakan 

kelak pada hari yang mulia itu antara umat Tuhan dan musuh-

musuh-Nya. Sekiranya manusia tahu betapa hebatnya pembeda-

an yang dilakukan dan akan dilakukan Tuhan sampai selama-

lamanya antara orang-orang yang beribadah kepada Dia dan 

mereka yang tidak, maka agama tidak akan tampak sebagai hal 

yang tidak penting sebagaimana yang mereka pikirkan, dan 

mereka juga tidak akan menjalani hidup beragama dengan acuh 

tak acuh.  

3. Dengan penuh rendah hati pegawai-pegawai Firaun akan tunduk 

kepada Musa, dan dengan patuhnya mereka akan meminta dia 

pergi (ay. 8): Mereka akan datang dan sujud. Perhatikanlah, 

musuh-musuh Tuhan dan Israel yang congkak pada akhirnya akan 

dibuat tersungkur (Why. 3:9), dan akan didapati sebagai pen-

dusta-pendusta (Ul. 33:29). saat  Musa telah selesai menyampai-

kan pesannya, dikatakan bahwa, ia meninggalkan Firaun dengan 

marah yang bernyala-nyala, meskipun ia yaitu  seorang yang 

sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia di atas muka 

bumi ini. Mungkin ia berharap bahwa tulah yang sangat meng-

ancam kematian anak-anak sulung akan menyebabkan Firaun 


 156

menjadi patuh, khususnya sebab  sejauh ini Firaun sudah patuh, 

dan sampai sekarang sudah melihat betapa tepatnya semua 

nubuatan Musa digenapi.namun  ancaman itu ternyata tidak ada 

pengaruhnya. Hati Firaun yang pongah tidak mau tunduk, tidak, 

bahkan untuk menyelamatkan semua anak sulung kerajaannya 

sendiri. Kalau bahaya akan kehilangan keluarga tercinta di dunia 

ini saja tidak membuat orang takut, maka tidak mengherankan 

jika  manusia tidak mau berpaling dari jalan-jalan mereka yang 

jahat sekalipun mereka telah diberitahu akan kesengsaraan kekal 

di dunia lain kelak. sebab  itulah Musa menjadi panas hati oleh 

kemarahan yang kudus, sebab  berdukacita (seperti Juruselamat 

kita lalu ), atas kedegilan mereka (Mrk. 3:5). Perhatikanlah, 

semangat hamba-hamba Tuhan yang baik sangat diguncang 

saat  melihat orang-orang menutup telinga terhadap semua peri-

ngatan baik yang mereka sampaikan, dan terus berlari menyong-

song kebinasaan, meskipun segala cara telah diambil untuk men-

cegahnya. sebab  itulah Yehezkiel pergi dengan hati panas dan 

dengan perasaan pahit (Yeh. 3:14), sebab  Tuhan telah memberi-

tahukan kepadanya bahwa kaum Israel tidak akan mendengarkan 

dia (ay. 7). Marah terhadap dosa yaitu  satu-satunya cara untuk 

tidak berdosa dalam amarah. sesudah  menjadi begitu terganggu 

hatinya oleh kedegilan hati Firaun itu, Musa 

(1) Merenungkan kembali peringatan yang telah diberikan Tuhan 

kepadanya mengenai hal ini (ay. 9): Berfirmanlah TUHAN ke-

pada Musa, Firaun tidak akan mendengarkan kamu. Alkitab 

telah menubuatkan ketidakpercayaan orang untuk mendengar 

Injil, supaya hal itu tidak menjadi kejutan dan juga tidak 

menjadi batu sandungan bagi kita, (Yoh. 12:37-38, Rm. 10:16). 

Janganlah sampai kita memandang buruk Injil Kristus sebab  

Injil itu diremehkan orang pada umumnya, sebab kita sudah 

diberitahukan sebelumnya betapa Injil itu akan disambut 

dingin.  

(2) Menyimpulkan semua yang telah Tuhan katakan sebelumnya 

mengenai hal ini (ay. 10), bahwa meskipun Musa melakukan 

segala mujizat ini, seperti yang dikisahkan di sini, di depan 

Firaun (dan Firaun sendiri yaitu  saksi mata dari semua muji-

zat itu), namun ia tidak akan berhasil. Ini merupakan tanda 

pasti bahwa Tuhan sendiri, dengan cara penghukuman yang 

adil, sungguh telah mengeraskan hati Firaun. Demikian juga, 

Kitab Keluaran 11:4-10 

 157 

penolakan orang Yahudi terhadap Injil Kristus sungguh begitu 

tidak masuk akalnya sehingga dengan mudah dapat disimpul-

kan, bahwa Tuhan memang membuat mereka tidur nyenyak 

(Rm. 11:8).   

 

 

  

 

 

 

 

 

 

PASAL 12  

asal ini memberi  penjelasan tentang salah satu ketetapan 

yang paling tak terlupakan, dan salah satu pemeliharaan ilahi 

yang paling terus dikenang, dari semua yang dicatat dalam Perjanjian 

Lama.  

I. Tak ada satu pun dari semua ketetapan jemaat Yahudi yang 

lebih unggul dibandingkan  ketetapan Paskah. Juga, tak ada satu 

pun yang lebih sering disebutkan dalam Perjanjian Baru se-

lain ketetapan Paskah. Dan di sini kita mendapati penjelasan 

tentang penetapannya. Ketetapan itu terdiri atas tiga bagian:  

1. Penyembelihan dan penyantapan anak domba Paskah (ay. 

1-6, 8-11).  

2. Pemercikan darah pada tiang-tiang pintu, yang dibicara-

kan sebagai hal tersendiri (Ibr. 11:28), dan khusus terda-

pat dalam Paskah pertama ini (ay. 7), disertai alasan un-

tuk pemercikan itu (ay. 13). 

3. Perayaan roti tidak beragi selama tujuh hari berikutnya. 

Perayaan ini lebih menunjuk pada apa yang harus 

dilakukan sesudah itu, dalam menjalankan ketetapan ini 

(ay. 14-20). Penetapan ini disampaikan kepada umat, dan 

mereka diberi petunjuk tentang pelaksanaan,  

(1) Dari Paskah pertama ini (ay. 21-23).  

(2) Dari Paskah-paskah sesudahnya (ay. 24-27). Dan ke-

patuhan orang-orang Israel terhadap perintah-perin-

tah ini (ay. 28). 

II. Tak ada satu pun dari semua pemeliharaan Tuhan menyang-

kut jemaat Yahudi yang lebih termasyhur, atau lebih sering 


 160

disebutkan, dibandingkan  pembebasan orang-orang Israel dari 

Mesir.  

1. Anak sulung orang-orang Mesir dibunuh (ay. 29-30).  

2. Perintah-perintah diberikan dengan segera supaya orang-

orang Israel dibebaskan (ay. 31-33).  

3. Orang-orang Israel memulai perjalanan mereka,  

(1) Dimuati dengan harta benda mereka sendiri (ay. 34).  

(2) Diperkaya dengan barang-barang jarahan dari Mesir 

(ay. 35-36).  

(3) Diikuti oleh banyak orang dari berbagai-bagai bangsa 

(ay. 37-38).  

(4) Tersediakan bekal sekadarnya untuk bersegera pergi 

(ay. 39). Peristiwa itu diberi penanggalan (ay. 40-42). 

Yang terakhir, sebuah ringkasan dalam bagian penu-

tup,  

[1] Tentang ketetapan yang tak terlupakan ini, dengan 

beberapa tambahan (ay. 43-49).  

[2] Tentang pemeliharaan ilahi yang terus dikenang ini 

(ay. 50-51). 

Penetapan Paskah; Perayaan Roti Tidak Beragi 

(12:1-20) 

1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir: 2 “Bulan 

inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan 

pertama bagimu tiap-tiap tahun. 3 Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: 

Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak 

domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah 

tangga. 4namun  jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk meng-

ambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang 

terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; 

tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-

tiap orang. 5 Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur seta-

hun; kamu boleh ambil domba atau kambing. 6 Kamu harus mengurungnya 

sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang 

berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja. 7 lalu  dari 

darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu 

dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.  

8 Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang 

mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.  

9 Janganlah kamu memakannya mentah atau direbus dalam air; hanya 

dipanggang di api, lengkap dengan kepalanya dan betisnya dan isi perutnya. 

10 Janganlah kamu tinggalkan apa-apa dari daging itu sampai pagi; apa yang 

tinggal sampai pagi kamu bakarlah habis dengan api. 11 Dan beginilah kamu 

memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di 

Kitab Keluaran 12:1-20 

 161 

tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN.  

12 Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak 

sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan 

kepada semua Tuhan di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN.  

13 Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu 

tinggal: jika  Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada 

kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apa-

bila Aku menghukum tanah Mesir. 14 Hari ini akan menjadi hari peringatan 

bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-

temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya.  

15 Kamu makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya; pada hari 

pertama pun kamu buanglah segala ragi dari rumahmu, sebab setiap orang 

yang makan sesuatu yang beragi, dari hari pertama sampai hari ketujuh, 

orang itu harus dilenyapkan dari antara Israel. 16 Kamu adakanlah pertemu-

an yang kudus, baik pada hari yang pertama maupun pada hari yang ketu-

juh; pada hari-hari itu tidak boleh dilakukan pekerjaan apa pun; hanya apa 

yang perlu dimakan setiap orang, itu sajalah yang boleh kamu sediakan.  

17 Jadi kamu harus tetap merayakan hari raya makan roti yang tidak beragi, 

sebab tepat pada hari ini juga Aku membawa pasukan-pasukanmu keluar 

dari tanah Mesir. Maka haruslah kamu rayakan hari ini turun-temurun; 

itulah suatu ketetapan untuk selamanya. 18 Dalam bulan pertama, pada hari 

yang keempat belas bulan itu pada waktu petang, kamu makanlah roti yang 

tidak beragi, sampai kepada hari yang kedua puluh satu bulan itu, pada 

waktu petang. 19 Tujuh hari lamanya tidak boleh ada ragi dalam rumahmu, 

sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, orang itu harus dile-

nyapkan dari antara jemaah Israel, baik ia orang asing, baik ia orang asli.  

20 Sesuatu apa pun yang beragi tidak boleh kamu makan; kamu makanlah 

roti yang tidak beragi di segala tempat kediamanmu.”      

Musa dan Harun di sini menerima dari Tuhan apa yang sesudah itu 

mereka teruskan kepada jemaat mengenai ketetapan Paskah, yang 

didahului dengan perintah supaya mereka menghitung bulan-bulan 

mereka dengan cara baru (ay. 1-2): Bulan inilah akan menjadi per-

mulaan segala bulan bagimu. Hingga pada saat itu mereka memulai 

tahun mereka dari pertengahan September,namun  untuk selanjutnya 

mereka harus memulainya dari pertengahan Maret, setidak-tidaknya 

dalam semua penghitungan kegiatan ibadah mereka. Perhatikanlah, 

alangkah baiknya memulai hari, dan memulai tahun, dan terutama 

memulai hidup kita, dengan Allah. Penghitungan yang baru ini 

memulai tahun dari musim semi, yang membaharui muka bumi, dan 

digunakan sebagai perlambang dari kedatangan Kristus (Kid. 2:11- 

12). Kita dapat menduga bahwa, sementara Musa sedang mendatang-

kan sepuluh tulah kepada orang-orang Mesir, ia memerintahkan 

orang-orang Israel untuk bersiap-siap berangkat nantinya pada jam 

saat  mereka diperintahkan untuk berangkat. Ada kemungkinan ia 

secara bertahap mengumpulkan mereka bersama-sama dari tempat-

tempat di mana mereka terserak, sebab mereka di sini disebut seba-

gai jemaah Israel (ay. 3), dan kepada mereka sebagai jemaat, perin-


 162

tah-perintah diberikan di sini. Keterkejutan mereka dan ketergesa-

gesaan mereka, mudah kita duga, sangatlah besar.namun  sekarang 

mereka harus mencurahkan perhatian mereka untuk menjalankan 

sebuah upacara suci, bagi kehormatan Allah. Perhatikanlah, walau-

pun benak kita penuh dengan kekhawatiran, dan tangan kita penuh 

dengan pekerjaan, namun kita tidak boleh lupa akan ibadah kita. 

Janganlah biarkan diri enggan untuk melakukan kegiatan-kegiatan 

ibadah. 

I. Tuhan menetapkan bahwa pada malam saat  mereka harus pergi 

dari Mesir, mereka harus, dalam tiap-tiap keluarga, menyembelih 

seekor anak domba, atau bahwa dua atau tiga keluarga, jika 

anggota-anggotanya sedikit, harus bergabung untuk menyembelih 

seekor anak domba. Anak domba itu harus dipersiapkan empat 

hari sebelumnya, dan pada senja itu mereka harus menyembelih-

nya (ay. 6) sebagai korban. Tidak secara ketat dilakukan, sebab 

anak domba itu tidak dipersembahkan di atas mezbah, melainkan 

sebagai upacara keagamaan, untuk mengakui kebaikan Tuhan 

terhadap mereka, bukan hanya dalam melindungi mereka dari 

tulah-tulah yang ditimpakan kepada orang Mesir, melainkan juga 

dalam membebaskan mereka melalui tulah-tulah itu. Lihatlah 

betapa ibadah keluarga itu sudah ada sejak dulu kala. Dan 

lihatlah betapa akan memudahkan jika keluarga-keluarga kecil 

bergabung bersama-sama untuk beribadah, sehingga ibadah itu 

bisa menjadi lebih khidmat.  

II.  Anak domba yang disembelih seperti itu haruslah mereka makan, 

dipanggang (bisa kita duga, dalam beberapa potongan), dengan 

roti tidak beragi dan sayur-sayur pahit, sebab  mereka harus me-

makannya dengan terburu-buru (ay. 11), dan tidak boleh menyisa-

kan sedikit pun sampai keesokan pagi. Sebab Tuhan ingin supaya 

mereka bergantung pada-Nya untuk makanan mereka sehari-hari, 

dan tidak khawatir akan hari esok. Dia yang menuntun mereka 

akan memberi mereka makan. 

III. Sebelum mereka makan daging anak domba itu, mereka harus 

memercikkan darahnya pada tiang-tiang pintu (ay. 7). Dengan 

begitu rumah-rumah mereka akan dibedakan dari rumah-rumah 

orang Mesir, dan dengan demikian anak-anak sulung mereka 

Kitab Keluaran 12:1-20 

 163 

akan terlindung dari pedang malaikat pembinasa (ay. 12-13). 

Pekerjaan yang mengerikan akan dikerjakan pada malam ini di 

Mesir. Semua anak sulung baik dari manusia maupun binatang 

akan dibunuh, dan penghakiman akan dilaksanakan atas dewa-

dewa Mesir. Musa tidak menyebutkan penggenapannya dalam 

pasal ini,namun  ia berbicara tentangnya dalam Bilangan 33:4. 

Besar kemungkinan bahwa berhala-berhala yang disembah oleh 

orang Mesir dihancurkan, dan berhala-berhala yang terbuat dari 

logam meleleh, yang terbuat dari kayu terbakar habis, dan yang 

terbuat dari batu hancur berkeping-keping. Dari situlah Yitro 

menyimpulkan (18:11), TUHAN lebih besar dari segala allah. 

Malaikat yang sama yang membinasakan anak-anak sulung 

mereka juga menghancurkan berhala-berhala mereka, yang tidak 

kurang mereka sayangi. Untuk melindungi bangsa Israel dari 

tulah ini, orang Israel diperintahkan untuk memercikkan darah 

anak domba pada tiang-tiang pintu rumah mereka. Perbuatan 

mereka ini akan diterima sebagai contoh dari iman mereka akan 

peringatan-peringatan ilahi dan kepatuhan mereka terhadap 

perintah-perintah ilahi. Perhatikanlah,  

1. Bahwa pada masa-masa terjadi bencana yang menimpa orang 

banyak, Tuhan akan melindungi umat-Nya sendiri, dan akan 

menandai mereka. Mereka akan disembunyikan di langit atau-

pun di bawah langit, terlindung dari hantaman penghakiman 

atau setidak-tidaknya dari sengatnya.  

2. Darah pemercikan yaitu  perlindungan orang kudus pada 

masa-masa terjadi bencana yang menimpa orang banyak. 

Darah inilah yang menandai mereka untuk Allah, yang mene-

nangkan hati nurani, dan memberi mereka keberanian untuk 

menghampiri takhta kasih karunia, dan dengan demikian 

menjadi tembok perlindungan di sekeliling mereka dan tembok 

pemisah antara mereka dan anak-anak dunia ini. 

IV. Semua persiapan untuk keluar dari Mesir ini harus dijalankan 

setiap tahun sebagai hari raya bagi Tuhan secara turun-temurun, 

yang kepadanya ditambahkan hari raya roti tidak beragi. Selama 

perayaan itu, selama tujuh hari, mereka tidak boleh makan roti 

lain selain roti yang tidak beragi, untuk mengingat bahwa sekali 

waktu mereka harus makan roti itu saja, sebab  terpaksa, selama 

berhari-hari sesudah  mereka keluar dari Mesir (ay. 14-20). Ketetap-


 164

an itu diulangi berkali-kali supaya mereka memahami petunjuk-

nya dengan lebih baik, dan supaya mereka tidak keliru tentang-

nya. Dan supaya banyak orang yang mungkin selama di Mesir 

sudah menjadi sangat bodoh dan tak acuh dalam perkara-perkara 

agama, dapat tergugah untuk menjalankan ketetapan itu dengan 

tekun. Nah, tanpa diragukan lagi, ada banyak perkara Injil dalam 

ketetapan ini. Ketetapan itu sering kali dirujuk dalam Perjanjian 

Baru, dan, di dalamnya, kepada kita diberitakan kabar kesukaan, 

dan bukan kepada mereka saja, yang tidak dapat melihat dengan 

pasti tujuan dari perkara-perkara ini (Ibr. 4:2; 2Kor. 3:13, KJV). 

1. Anak domba Paskah yaitu  suatu perlambang. Kristus yaitu  

anak domba Paskah kita (1Kor. 5:7).  

(1) Yang harus dikorbankan yaitu  anak domba. Dan Kristus 

yaitu  Anak domba Tuhan (Yoh. 1:29), yang sering kali 

dalam Kitab Wahyu disebut sebagai Anak Domba, lemah 

lembut dan tidak bersalah apa-apa seperti anak domba, 

kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, di 

depan tukang jagal.  

(2) Anak domba itu haruslah jantan berumur setahun (ay. 5), 

dalam usianya yang terbaik. Kristus mempersembahkan 

diri-Nya di tengah-tengah puncak hidup-Nya, bukan pada 

waktu bayi bersama bayi-bayi lain di Betlehem. Usia itu 

menandakan kekuatan dan kecukupan Tuhan Yesus, yang 

pada-Nya kita menyandarkan pertolongan kita.  

(3) Anak domba itu tidak boleh bercela (ay. 5), yang menanda-

kan kemurnian Tuhan Yesus, Anak Domba yang tak ber-

cacat (1Ptr. 1:19). Hakim yang menghukum-Nya (seolah-

olah pengadilan terhadap diri-Nya hanya untuk memeriksa 

keadaan korban persembahan, apakah ada cela atau tidak) 

menyatakan bahwa Dia tidak bersalah.  

(4) Anak domba itu harus dipisahkan empat hari sebelumnya 

(ay. 3, 6), yang menandakan penetapan Tuhan Yesus seba-

gai Juruselamat, baik dalam tujuan maupun dalam janji. 

Dapat diamati dengan sangat jelas bahwa sama seperti 

Kristus disalibkan pada hari Paskah, demikian pula Ia de-

ngan khidmat memasuki Yerusalem empat hari sebelum-

nya, tepat pada hari anak domba Paskah dipisahkan.  

Kitab Keluaran 12:1-20 

 165 

(5) Anak domba paskah itu harus disembelih, dan dipanggang 

di api (ay. 6-9), yang menandakan penderitaan-penderitaan 

hebat yang dialami Tuhan Yesus, bahkan sampai mati, 

mati di kayu salib. Murka Tuhan yaitu  seperti api, dan 

Kristus dijadikan kutuk bagi kita.  

(6) Anak domba itu harus disembelih oleh seluruh jemaat di an-

tara dua senja, yaitu, antara pukul tiga dan enam petang. 

Kristus menderita pada zaman akhir (Ibr. 9:26), melalui ta-

ngan orang-orang Yahudi, seluruh khalayak ramai dari me-

reka (Luk. 23:18), dan demi kebaikan seluruh umat Israel 

rohani-Nya.  

(7) Satu tulang pun tidak boleh dipatahkan (ay. 46), yang 

secara tegas dikatakan digenapi dalam Kristus (Yoh. 19:33, 

36), yang menandakan kekuatan yang tak terpatahkan dari 

Tuhan Yesus. 

2. Pemercikan darah yaitu  suatu perlambang.  

(1) Darah anak domba itu tidak cukup ditumpahkan,namun  

juga harus dipercikkan, yang menandakan bekerjanya jasa-

jasa dari kematian Kristus atas jiwa kita. Kita harus mene-

rima pendamaian itu (Rm. 5:11).  

(2) Darah itu harus dipercikkan dengan seikat hisop (ay. 22) 

yang dicelupkan dalam sebuah pasu. Perjanjian yang kekal, 

seperti pasu, yaitu  wadah untuk darah ini. Keuntungan-

keuntungan dan hak-hak istimewa yang diperoleh darinya 

disimpan bagi kita di sana. Iman yaitu  seikat hisop yang 

dengannya kita menerapkan janji-janji itu kepada diri kita 

sendiri, dan keuntungan-keuntungan dari darah Kristus 

yang tersimpan di dalamnya.  

(3) Darah itu harus dipercikkan pada tiang-tiang pintu, yang 

menandakan pengakuan kita secara terbuka bahwa kita 

beriman kepada Kristus, dan taat terhadap-Nya, sebagai 

orang yang tidak malu untuk mengakui kebergantungan 

kita pada-Nya. Tanda binatang bisa diterima di dahi atau di 

tangan kanan,namun  meterai Anak Domba selalu diterima 

pada dahi (Why. 7:3). Ada jalan belakang untuk ke neraka, 

tetapi tidak ada jalan belakang untuk ke sorga. Tidak, satu-

satunya jalan ke sana yaitu  jalan raya (Yes. 35:8).  


 166

(4) Darah itu harus dipercikkan pada ambang atas dan kedua 

tiang pintu,namun  tidak pada lantai pintu (ay. 7), yang 

mengingatkan kita untuk berjaga-jaga supaya tidak meng-

injak-injak darah perjanjian (Ibr. 10:29). Ini yaitu  darah 

yang berharga, dan harus berharga bagi kita.  

(5) Darah itu, yang dipercikkan seperti itu, yaitu  sarana un-

tuk melindungi orang-orang Israel dari malaikat pembi-

nasa, yang tidak akan berbuat apa-apa di tempat di mana 

ada darah. Jika darah Kristus dipercikkan ke dalam hati 

nurani kita, maka darah itu akan menjadi perlindungan 

kita dari murka Allah, kutuk hukum Taurat, dan hukuman 

neraka (Rm. 8:1). 

3. Memakan anak domba dengan khidmat yaitu  perlambang 

dari kewajiban Injil kita terhadap Kristus.  

(1) Anak domba Paskah itu disembelih, bukan untuk dipan-

dang saja,namun  untuk dimakan. Demikian pula kita de-

ngan iman harus menjadikan Kristus sebagai milik kita, 

seperti yang kita perbuat terhadap apa yang kita makan. 

Dan kita harus menerima kekuatan dan makanan rohani 

dari Dia, seperti kita menerima kekuatan dan gizi dari 

makanan kita, dan bersuka serta berpuas hati di dalam 

Dia, seperti yang kita rasakan saat  makan dan minum 

saat  kita lapar atau haus (lihat Yoh. 6:53-55).  

(2) Anak domba itu harus dimakan semuanya. Barangsiapa 

makan dari Kristus dengan iman, harus makan dari Kris-

tus secara keseluruhan. Mereka harus menerima Kristus 

dan kuk-Nya, Kristus dan salib-Nya, seperti juga Kristus 

dan mahkota-Nya. Adakah Kristus terbagi-bagi? Barangsia-

pa mengumpulkan banyak dari Kristus, tidak akan kelebih-

an.  

(3) Anak domba itu harus dimakan dengan segera, tidak ditun-

da sampai pagi (ay. 10). Hari ini Kristus dipersembahkan, 

dan harus diterima selama masih dapat dikatakan hari ini, 

sebelum kita tidur dalam kematian.  

(4) Anak domba itu harus dimakan dengan sayur pahit (ay. 8), 

untuk mengingat pahitnya perbudakan mereka di Mesir. 

Kita harus makan dari Kristus dengan dukacita dan hati 

yang hancur, dalam mengingat dosa. Ini akan memberi  

Kitab Keluaran 12:1-20 

 167 

kenikmatan yang mengagumkan pada anak domba Paskah 

itu. Kristus akan terasa manis bagi kita jika dosa terasa 

pahit.  

(5) Anak domba itu harus dimakan dalam sikap tubuh yang 

siap untuk pergi (ay. 11). saat  kita makan dari Kristus 

dengan iman, kita harus sepenuhnya meninggalkan peme-

rintahan dan kekuasaan dosa, melepaskan kuk Firaun. 

Kita tidak boleh melekat pada dunia, dan segala sesuatu di 

dalamnya, harus meninggalkan semuanya demi Kristus, dan 

tidak menganggapnya sebagai tawaran yang buruk (Ibr. 

13:13-14). 

4. Perayaan roti tidak beragi yaitu  perlambang dari kehidupan 

Kristen (1Kor. 5:7-8). sesudah  menerima Kristus Yesus Tuhan,  

(1) Kita harus tetap menjalankan perayaan dalam sukacita yang 

kudus, senantiasa bersuka dalam Kristus Yesus. Tidak boleh 

dilakukan pekerjaan apa pun (ay. 16), tidak boleh ada kekha-

watiran yang dibiarkan masuk atau dituruti, yang tidak 

sesuai, atau yang merusak, sukacita yang kudus ini. Jika 

orang yang sungguh-sungguh percaya tidak bisa menjalan-

kan perayaan secara terus-menerus, itu salah mereka 

sendiri.  

(2) Perayaan itu haruslah perayaan roti tidak beragi, yang di-

jalankan dengan kasih, tanpa ragi kebencian, dan ketidak-

tulusan, tanpa ragi kemunafikan. Hukum yang menyang-

kut Paskah sangatlah ketat, dan orang-orang Yahudi men-

jalankannya dengan cara demikian, hingga tidak boleh ada 

ragi sedikit pun dalam rumah mereka (ay. 19). Semua ragi 

dosa yang lama harus dijauhkan dari kita, dengan teramat 

hati-hati dan dengan perasaan yang jijik, jika kita ingin 

menjalankan pe


Related Posts:

  • keluaran imamat 5 gerikan dan juga lebih menghancurkan (ay. 23-24). Perhatikanlah, Tuhan menjadikan awan-awan, bukan ha-nya sebagai tempat persediaan-Nya yang darinya Ia meneteskan kemakmuran ke atas umat-Nya, melainkan juga gu… Read More