mazmur 51-100 6


 n, 

seperti pedang, ia memegahkan perkara-perkara yang besar 

(Yak. 3:5). Lidah yaitu  senjata yang berbahaya.  

(2) Kata yang pahit yaitu  panah mereka. Celaan-celaan yang 

tidak senonoh, ejekan-ejekan yang menyakitkan, cerita-ce-

rita bohong, umpatan-umpatan, dan fitnah-fitnah, yaitu  

panah-panah api si jahat, yang akan membakar dan mem-

bawa banyak orang ke neraka. Untuk hal-hal inilah keben-

cian mereka membidikkan busurnya, agar panah-panah ini 

terlepas dengan jauh lebih kuat lagi.  

(3) Orang yang lurus menjadi sasaran mereka. Kebencian me-

reka yaitu  pada orang semacam ini. Mereka tidak dapat 

berbicara baik-baik tentang orang ini, dan tidak mau ber-

bicara dengannya. Semakin baik seseorang, semakin dia 

dicemburui oleh orang lain yang memang sudah jahat, dan 

semakin banyaklah keburukan yang dikatakan tentangnya. 

(4) Mereka mengaturnya dengan sangat piawai dan licik. Mereka 

menembak dari tempat yang tersembunyi, supaya orang-orang 

yang mereka tembak tidak bisa mengetahui keberadaan mere-

ka dan menghindar dari bahaya, sebab percumalah jaring 


 904

dibentangkan di depan mata segala yang bersayap. Seko-

nyong-konyong mereka menembak, tanpa memberinya peri-

ngatan yang sepatutnya atau kesempatan untuk membela 

diri. Terkutuklah orang yang membunuh nama baik sesama-

nya manusia dengan tersembunyi (Ul. 27:24). Tidak ada perlin-

dungan terhadap kelicikan yang dibuat oleh lidah pendusta.  

(5) Mereka melakukan hal ini dengan tidak takut-takut, mak-

sudnya, mereka yakin akan keberhasilan mereka, dan 

tidak ragu bahwa dengan cara-cara ini mereka akan ber-

hasil mencapai sasaran yang dituju oleh kebencian mereka. 

Atau lebih tepatnya mereka tidak takut pada murka Tuhan  , 

yang akan menimpa lidah pendusta. Mereka lancang dan 

kurang ajar dalam berbuat jahat kepada orang-orang baik, 

seolah-olah mereka pasti tidak akan pernah dimintai per-

tanggungjawaban untuk itu. 

2. Mereka sangat bersungguh-sungguh dan gigih dalam menyu-

sun rencana-rencana mereka yang penuh kebencian (ay. 6).  

(1) Mereka memperkuat dan saling meneguhkan diri dan sesa-

manya untuk menjalankan urusan yang jahat ini, dan de-

ngan bergabung bersama-sama di dalam kejahatan itu, 

satu sama lain menjadi semakin geram dan semakin be-

rani. Fortiter calumniari, aliquid adhærebit – Tebarkan saja 

banyak celaan, maka sebagian pasti akan menusuk. Ber-

buat salah itu buruk, namun  lebih buruk lagi bila men-

dorong diri kita sendiri dan sesama kita untuk melakukan-

nya. Ini berarti mengerjakan pekerjaan jahat untuk Iblis. 

Ini merupakan pertanda bahwa hati sudah mengeras se-

jadi-jadinya, sebab hati kita sudah bertekad sedemikian 

bulat untuk melakukan kejahatan tanpa ditutup-tutupi 

lagi. yaitu  tugas hati nurani untuk menjauhkan orang 

dari perbuatan jahat, namun, jika  hati nurani sudah 

kacau balau, maka sudah tidak ada harapan lagi.  

(2) Mereka saling bertanya-tanya di antara mereka sendiri 

bagaimana melakukan perbuatan yang paling jahat dan 

dengan cara yang paling berhasil: Mereka membicarakan 

hendak memasang perangkap dengan sembunyi. Mereka 

bersekutu hanya untuk berbuat dosa, dan bercakap-cakap 

hanya untuk bagaimana dapat berbuat dosa dengan aman.

Kitab Mazmur 64:8-11 

 905 

 Mereka mengadakan perundingan-perundingan peperang-

an hanya untuk mencari tahu sarana-sarana yang paling 

berhasil untuk berbuat jahat. Setiap perangkap yang mere-

ka pasang dibicarakan terlebih dahulu, dan dipasang de-

ngan memadukan segala tipu daya mereka yang fasik. 

(3) Mereka menghibur diri dengan kesombongan yang ditopang 

dengan ketidakpercayaan kepada Tuhan, bahwa Tuhan   sen-

diri tidak akan memperhatikan perbuatan-perbuatan mere-

ka yang fasik: Kata mereka: “Siapa yang melihatnya?” Keti-

dakpercayaan akan kemahatahuan Tuhan   merupakan dasar 

dari segala kefasikan orang fasik.  

3. Mereka sangat giat dalam menjalankan rencana-rencana mere-

ka (ay. 7): “Mereka merancang kecurangan-kecurangan. Mereka 

bersusah payah untuk menemukan kecurangan yang satu atau 

yang lain untuk didakwakan kepadaku. Mereka menggali lu-

bang dalam-dalam, dan memandang sangat jauh ke belakang, 

dan mengatur segala sesuatunya sedemikian rupa, supaya 

mereka dapat menuduhkan sesuatu kepadaku.” Atau, “Mereka 

sangat giat mencari tahu kiat-kiat baru untuk berbuat jahat 

kepadaku. Dalam hal ini mereka memperoleh apa yang dengan 

rajin mereka selidiki. Mereka terus mengerjakannya, tanpa me-

nyayangkan biaya ataupun tenaga.” Orang-orang jahat menggali 

kejahatan. Separuh tenaga yang dihabiskan banyak orang 

untuk membinasakan jiwa mereka sebenarnya dapat digunakan 

untuk menyelamatkannya. Mereka piawai dalam segala kiat 

untuk berbuat kejahatan dan kehancuran, sebab dalamlah ba-

tin dan hati orang, sedalam neraka, fasik sejadi-jadinya, siapa-

kah yang mengetahuinya? Dengan kefasikan akal bulus dan 

kehendak mereka yang tidak dapat dipertanggungjawabkan itu, 

mereka menunjukkan diri sendiri, baik dalam hal kelicikan 

maupun kebencian, sebagai keturunan sejati si ular tua. 

Penghakiman Tuhan   atas Orang-orang  

yang Mengejar-ngejar Daud  

(64:8-11) 

8 namun  Tuhan   menembak mereka dengan panah; sekonyong-konyong mereka 

terluka. 9 Ia membuat mereka tergelincir  sebab  lidah mereka; setiap orang 

yang melihat mereka menggeleng kepala. 10 Maka semua orang takut dan 


 906

memberitakan perbuatan Tuhan  , dan mengakui pekerjaan-Nya. 11 Orang benar 

akan bersukacita  sebab  TUHAN dan berlindung pada-Nya; semua orang 

yang jujur akan bermegah. 

Dapat kita amati di sini: 

I.   Penghakiman-penghakiman Tuhan   yang pasti akan menimpa 

orang-orang yang mengejar-ngejar Daud dengan penuh kebencian 

ini. Meskipun mereka mendorong diri sendiri dalam berbuat fasik, 

di sini kita melihat apa yang, jika saja mereka mau percaya dan 

menimbang-nimbang, dapat mematahkan semangat mereka. Dan 

dapat diamati bagaimana penghukuman ini memberi balasan bagi 

dosa mereka.  

1.  Mereka menembak Daud dengan sembunyi-sembunyi dan 

tiba-tiba, untuk melukainya. Namun Tuhan   akan menembak 

mereka, sebab Ia membidikkan anak panah-Nya melawan mu-

suh-musuh (7:14, KJV), untuk membidik muka mereka (21:13). 

Dan anak panah Tuhan   akan lebih tepat mengenai sasaran, 

akan melesat lebih cepat, dan menusuk lebih dalam, dibandingkan  

anak panah mereka. Mereka mempunyai banyak anak panah, 

namun  semua itu hanyalah kata-kata pahit, dan kata-kata ha-

nyalah angin belaka: kutukan yang tidak berdasar tidak akan 

terlaksana. namun  Tuhan   mempunyai satu anak panah yang 

akan mematikan mereka, yaitu kutukan-Nya, yang selalu ber-

dasar, dan  sebab  itu pasti akan terlaksana. Oleh kutukan itu 

mereka akan terluka dengan tiba-tiba, maksudnya luka mere-

ka  sebab nya akan datang secara mengejutkan bagi mereka, 

 sebab  mereka sudah merasa aman-aman saja dan tidak sa-

dar akan bahaya yang sedang mengintai.  

2. Daud tergelincir  sebab  lidah mereka, namun  Tuhan   akan mem-

buat mereka tergelincir  sebab  lidah mereka sendiri. Mereka 

melakukannya kepada Daud  sebab  dosa mereka, sedangkan 

Tuhan   melakukannya kepada mereka  sebab  keadilan murka-

Nya (ay. 9). jika  Tuhan   berurusan dengan manusia sesuai 

dengan apa yang pantas mereka dapatkan dari dosa-dosa 

lidah mereka, dan mendatangkan kejahatan-kejahatan kepada 

mereka yang telah mereka kutukkan kepada orang lain dengan 

kemarahan yang membara dan penuh kebencian, maka pada 

saat itulah Dia membuat mereka tergelincir  sebab  lidah 

mereka sendiri. Kejahatan ini cukup berat, seperti timah berat, 

Kitab Mazmur 64:8-11 

 907 

untuk menenggelamkan manusia ke dalam neraka yang paling 

dalam. Banyak orang sudah menggorok leher mereka sendiri, 

dan lebih banyak lagi yang telah membinasakan jiwa mereka 

sendiri, dengan lidah mereka, dan ini akan memperberat peng-

hukuman mereka. Hai Israel, engkau membinasakan dirimu 

sendiri, engkau terjerat dalam perkataan mulutmu. Jikalau eng-

kau mencemooh, engkau sendirilah orang yang akan menang-

gungnya. Orang-orang yang suka mengeluarkan sumpah sera-

pah akan ditimpa oleh sumpah serapah mereka itu sendiri. 

Adakalanya kefasikan manusia yang tersembunyi dibukakan 

oleh  sebab  pengakuan mereka sendiri, dan pada saat itulah 

mereka tergelincir  sebab  lidah mereka sendiri. 

II.  Dampak dari penghakiman-penghakiman ini terhadap orang lain. 

Sebab, semua itu dilakukan dengan dilihat orang banyak (Ayb. 

34:26).  

1. Tetangga-tetangga mereka akan menghindari mereka dan 

mencari tempat perlindungan. Mereka akan melarikan diri (KJV, 

TB: Mereka akan menggelengkan kepala – pen.), seperti orang 

Israel melarikan diri dari tempat kediaman Korah, Datan, dan 

Abiram (Bil. 16:27). Sebagian orang menganggap bahwa hal ini 

digenapi dalam kematian Saul, saat  bukan saja tentaranya 

terserak namun  juga penduduk di negeri sekitar begitu ngeri 

melihat kejatuhan yang menimpa bukan hanya raja mereka 

melainkan juga ketiga anaknya, sehingga mereka meninggal-

kan kota-kota mereka lalu melarikan diri (1Sam. 31:7).   

2. Orang-orang yang melihat akan memberi hormat pada pemeli-

haraan Tuhan   dalam kejadian itu (ay. 10).  

(1) Mereka akan mengerti dan menyadari pekerjaan tangan 

Tuhan   di dalam semua itu (dan, jika kita tidak sadar akan 

hal ini, kita tidak akan mungkin mendapat keuntungan 

dari apa yang ditetapkan oleh Pemeliharaan ilahi, Hos. 

14:9): Mereka akan mengakui pekerjaan-Nya. Dibutuhkan 

pertimbangan dan pemikiran yang sungguh-sungguh un-

tuk memahami hal ini dengan benar, dan diperlukan hik-

mat untuk menafsirkannya dengan benar. Pekerjaan Tuhan   

sangat layak kita perhatikan (Pkh. 7:13), namun  pekerjaan 

itu harus kita perhatikan dengan bijak, supaya kita tidak 


 908

memberi  penafsiran yang rusak terhadap suatu pernya-

taan yang murni.  

(2) Hati mereka akan dipenuhi dengan rasa takjub yang kudus 

terhadap Tuhan   saat  memikirkan kejadian ini. Semua 

orang (semua yang berakal budi sebagaimana layaknya 

manusia) akan takut dan gemetar oleh  sebab  penghukum-

an-penghukuman Tuhan   (119:120). Mereka akan takut un-

tuk berbuat hal serupa, takut akan didapati sebagai orang 

yang menganiaya umat Tuhan  . Jikalau si pencemooh kaupu-

kul, barulah orang yang tak berpengalaman menjadi bijak.  

(3) Mereka akan mengumandangkan pekerjaan Tuhan  . Mereka 

akan saling berbicara satu sama lain dan kepada semua 

orang di sekeliling mereka tentang keadilan Tuhan   dalam 

menghukum orang-orang yang mengejar-ngejar mereka. Apa 

yang kita pertimbangkan dengan bijak haruslah kita nya-

takan dengan bijak pula kepada orang lain, demi memba-

ngun mereka dan demi kemuliaan Tuhan  . Inilah tangan Tuhan  . 

3. Orang baik secara istimewa akan memperhatikan pekerjaan 

Tuhan  , dan itu akan menyentuh hati mereka dengan rasa se-

nang yang kudus (ay. 11).  

(1) Pekerjaan Tuhan   akan menambah sukacita mereka: Orang 

benar akan bersukacita  sebab  TUHAN, bukan bersukacita 

atas kesengsaraan dan kehancuran sesama mereka, namun  

bersukacita  sebab  Tuhan   dimuliakan, firman-Nya digenapi, 

dan kepentingan orang tidak bersalah yang terluka dibela 

dengan berhasil.  

(2) Pekerjaan Tuhan   akan membesarkan iman mereka. Mereka 

akan berserah diri kepada-Nya dengan melaksanakan ke-

wajiban mereka, dan rela mempertaruhkan segala sesuatu-

nya untuk Dia dengan keyakinan penuh terhadap-Nya.  

(3) Sukacita maupun iman mereka akan nyata dengan sendiri-

nya saat mereka bermegah dengan maksud kudus: Semua 

orang yang jujur, yang menjaga kebersihan hati nurani dan 

didapati berkenan kepada Tuhan  , akan bermegah, bukan atas 

diri mereka sendiri melainkan atas kemurahan Tuhan  , atas ke-

benaran dan kebaikan-Nya, atas hubungan mereka dengan-

Nya, dan atas kedudukan mereka di dalam Dia. Barangsiapa 

yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.  

PASAL  65  

alam mazmur ini kita diarahkan untuk memberi  kemuliaan 

kepada Tuhan   atas kuasa dan kebaikan-Nya, yang tampak,  

I.   Dalam kerajaan anugerah (ay. 2), di mana Ia mendengarkan 

doa (ay. 3), mengampuni dosa (ay. 4), memuaskan jiwa ma-

nusia (ay. 5), melindungi dan menyokong manusia (ay. 6).  

II. Dalam kerajaan Pemeliharaan ilahi, di mana Ia menegakkan 

gunung-gunung (ay. 7), meredakan deru lautan (ay. 8), men-

jaga peredaran siang dan malam secara teratur (ay. 9), dan 

menjadikan bumi tumbuh subur (ay. 10-14).  

Inilah berkat-berkat yang atasnya kita semua berutang budi ke-

pada Tuhan  , dan oleh sebab itu, mudah kiranya bagi kita untuk me-

nyerap mazmur ini saat menyanyikannya. 

Puji-pujian Sion; 

 Alasan-alasan untuk Beribadah 

(65:1-6) 

1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Nyanyian. 2 Bagi-Mulah puji-

pujian di Sion, ya Tuhan  ; dan kepada-Mulah orang membayar nazar. 3 Engkau 

yang mendengarkan doa. Kepada-Mulah datang semua yang hidup 4  sebab  

bersalah. Bilamana pelanggaran-pelanggaran kami melebihi kekuatan kami, 

Engkaulah yang menghapuskannya. 5 Berbahagialah orang yang Engkau 

pilih dan yang Engkau suruh mendekat untuk diam di pelataran-Mu! Kiranya 

kami menjadi kenyang dengan segala yang baik di rumah-Mu, di bait-Mu 

yang kudus. 6 Dengan perbuatan-perbuatan yang dahsyat dan dengan keadil-

an Engkau menjawab kami, ya Tuhan   yang menyelamatkan kami, Engkau, 

yang menjadi kepercayaan segala ujung bumi dan pulau-pulau yang jauh-

jauh; 

Sang pemazmur di sini tidak membawa suatu kekhawatiran apa pun 

di hadapan takhta anugerah, namun  dengan bertindak sebagai pemim-


 910

pin umat dan juru bicara bagi jemaat, ia memulai dengan menyapa 

Tuhan  .  

Lihatlah  : 

I. Bagaimana ia memberi  kemuliaan kepada Tuhan   (ay. 2). 

1.  Dengan rasa syukur yang penuh kerendahan hati: Bagi-Mulah 

puji-pujian di Sion, ya Tuhan   (KJV: Puji-pujian menanti-Mu di 

Sion, Ya Tuhan  ! – pen.). Puji-pujian menanti Tuhan   sampai tiba 

di Sion, supaya puji-pujian ini  segera diterima dengan 

rasa syukur begitu Tuhan   tiba. saat  Tuhan   mendatangi kita 

dengan kebaikan-kebaikan-Nya, kita harus menyongsong Dia 

dengan puji-pujian kita, dan menunggu sampai fajar merekah. 

“Puji-pujian menanti, dengan kepuasan yang penuh dalam 

kehendak kudus-Mu dan dengan kebergantungan pada belas 

kasihan-Mu.” jika  kita siap sedia untuk mengucap syukur 

dalam segala hal, maka puji-pujian menanti Tuhan  . “Puji-pujian 

menanti untuk Engkau terima.” Orang-orang Lewi berdiri di 

rumah TUHAN pada malam hari, siap untuk menyanyikan 

lagu-lagu pujian mereka pada waktu yang sudah ditetapkan 

(134:1-2), dan dengan demikian puji-pujian mereka menanti 

Dia. Puji-pujian diam di hadapan-Mu  sebab  kehilangan kata-

kata untuk mengungkapkan kebaikan Tuhan   yang agung, dan 

terhenyak dengan rasa kagum yang hening akan kebaikan-Nya 

itu. Sama seperti ada keluhan-keluhan kudus yang tidak ter-

ucapkan, demikian pula ada pemujaan-pemujaan kudus yang 

tidak terucapkan, namun yang akan diterima oleh Dia yang 

menyelidiki hati nurani, dan mengetahui maksud Roh. Pujian 

kita diam, supaya puji-pujian para malaikat yang terberkati, 

yang unggul dalam hal kekuatan, dapat didengar. Janganlah 

diberitahukan kepada-Nya bahwa aku berbicara, sebab jika 

manusia berani mengumandangkan semua puji-pujian kepada 

Tuhan  , pastilah ia akan dibinasakan (Ayb. 37:20, KJV). Di hadap-

an-Mu, puji-pujian pasti berdiam diri (begitulah dalam bahasa 

Aram), sebab Tuhan   tinggi mengatasi segala puji-pujian kita. 

Pujian layak diberikan kepada Tuhan   dari seluruh penjuru du-

nia, namun  hanya di Sion sajalah pujian itu menanti-nantikan-

Nya, di dalam jemaat-Nya, di antara umat-Nya. Semua karya-

Nya memuji Dia (semua itu memberi  pokok pujian), namun 

Kitab Mazmur 65:1-6 

 911 

 hanya orang-orang kudus-Nya sajalah yang benar-benar me-

muji-Nya dengan puja-puji mereka yang sejati. Jemaat yang su-

dah ditebus menyanyikan nyanyian baru mereka di bukit Sion 

(Why. 14:1, 3). Di Sionlah tempat kediaman Tuhan   (76:3). Ber-

bahagialah orang-orang yang berdiam bersama-Nya di sana, 

sebab mereka akan senantiasa memuji-muji-Nya.  

2.  Dengan kesetiaan yang tulus: Kepada-Mulah orang membayar 

nazar, maksudnya, korban yang dinazarkan pasti akan diper-

sembahkan. Ucapan syukur kita kepada Tuhan   atas segala 

kemurahan yang kita peroleh tidak akan diterima-Nya kecuali 

kita dengan kesadaran hati nurani membayar nazar yang kita 

buat pada saat kita mengharapkan kemurahan itu. Sebab, le-

bih baik tidak bernazar sama sekali dibandingkan  bernazar namun 

tidak membayarnya. 

II.   sebab  apa ia memberi  kemuliaan kepada-Nya. 

1.  sebab  Ia mendengarkan doa (ay. 3): Puji-pujian menanti-Mu. 

Dan mengapa pujian itu begitu siap sedia?  

(1) “ sebab  Engkau bersedia mengabulkan permohonan-per-

mohonan kami. Wahai Engkau yang mendengarkan doa! 

Engkau dapat menjawab setiap doa, sebab Engkau mampu 

berbuat bagi kami melebihi apa yang dapat kami doakan 

atau pikirkan (Ef. 3:20), dan Engkau akan menjawab setiap 

doa yang dilandasi dengan iman, entah menjawabnya de-

ngan baik atau di dalam kebaikan-Mu.” Terutama untuk 

kemuliaan kebaikan Tuhan  , dan untuk mendorong kitalah, 

maka Dia menjadi Tuhan   yang mendengarkan doa, dan Ia 

telah mengambil gelar ini sebagai salah satu gelar kehor-

matan bagi-Nya. Dan kita kehilangan banyak hal jika tidak 

memanfaatkan segala kesempatan untuk memberi  ke-

muliaan kepada-Nya sesuai dengan gelar-Nya.  

(2)  sebab , untuk alasan itu, kita akan segera berlari kepada-

Nya jika  sedang mengalami kesusahan. “Oleh sebab itu, 

 sebab  Engkau Tuhan   yang mendengarkan doa, kepada-Mu-

lah datang semua yang hidup. Sudah sewajarnyalah setiap 

pujian manusia menanti-Mu,  sebab  setiap doa manusia 

menanti-Mu saat  ia berkekurangan atau berkesusahan, 

apa pun yang dilakukannya pada waktu-waktu lain. Seka-


 912

rang hanya keturunan Israel yang mendatangi-Mu, serta 

juga orang-orang yang sudah memeluk agama mereka. 

Akan namun , bila rumah-Mu akan disebut rumah doa bagi 

segala bangsa, maka kepada-Mulah segala yang hidup 

akan datang, dan disambut” (Rm. 10:12-13). Kepada-Nya 

marilah kita datang, datang dengan berani,  sebab  Dialah 

Tuhan   yang mendengarkan doa.  

2.   sebab  Ia mengampuni dosa. Dalam hal ini, siapakah Tuhan   

seperti Engkau? (Mi. 7:18). Dengan inilah Dia menyatakan 

nama-Nya (Kel. 34:7), dan oleh sebab itu,  sebab  alasan ini, 

puji-pujian menanti-Nya (ay. 4). “Dosa-dosa kami sudah sam-

pai ke langit, pelanggaran-pelanggaran kami melebihi kekuatan 

kami, dan tampak sangat banyak, sangat mengerikan, sehing-

ga saat  pelanggaran-pelanggaran itu diperhadapkan kepada 

kami, kami sungguh bingung dan siap tenggelam dalam kepu-

tusasaan. Pelanggaran-pelanggaran itu begitu melebihi ke-

kuatan kami sampai-sampai kami tidak bisa berpura-pura 

dapat mengimbanginya dengan kebaikan kami sendiri, sehing-

ga saat  kami tampil di hadapan Tuhan  , hati nurani kami sen-

diri menuduh kami, dan kami tidak bisa memberi  pem-

belaan apa-apa. Walaupun begitu, berkenaan dengan pelang-

garan-pelanggaran kami, Engkaulah yang akan menghapus-

kannya, berdasar  belas kasihan-Mu sendiri yang cuma-

cuma dan demi kebaikan yang disediakan oleh-Mu sendiri, 

sehingga kami tidak akan dihukum oleh  sebab nya.” Perhati-

kanlah, semakin besar bahaya yang mengintai kita  sebab  

dosa, semakin banyaklah alasan bagi kita untuk mengagumi 

kuasa dan kekayaan belas kasihan Tuhan   dalam mengampuni, 

yang akan membatalkan kekuatan yang mengancam kita yang 

datang akibat pelbagai macam pelanggaran dan dosa-dosa kita 

yang hebat itu.  

3.   sebab  sambutan baik yang diberikan-Nya kepada orang-

orang yang melayani-Nya dan penghiburan yang mereka rasa-

kan dalam bersekutu dengan-Nya. Pelanggaran haruslah diha-

puskan terlebih dahulu (ay. 4), dan sesudah  itu barulah kita 

diundang untuk mendekat pada mezbah Tuhan   (ay. 5). Orang-

orang yang datang untuk bersekutu dengan Tuhan   pasti akan 

menemukan kebahagiaan yang sejati dan kepuasan yang pe-

nuh di dalam persekutuan itu.    

Kitab Mazmur 65:1-6 

 913 

(1) Mereka berbahagia. Bukan saja berbahagialah bangsa (33:12), 

namun  juga berbahagialah orang, pribadi tertentu, betapapun 

hinanya, yang Engkau pilih dan yang Engkau suruh men-

dekat untuk diam di pelataran-Mu! Dialah orang yang 

berbahagia, sebab dia mendapatkan pertanda yang paling 

pasti akan kebaikan ilahi dan janji serta jaminan yang 

paling pasti akan kebahagiaan kekal.  

Lihatlah   di sini: 

[1] Apa yang dimaksudkan dengan datang bersekutu de-

ngan Tuhan  , untuk memperoleh kebahagiaan ini.  

Pertama, ini berarti mendatangi-Nya dengan berpe-

gang pada kovenan-Nya, mengarahkan kasih sayang kita 

yang terbaik kepada-Nya, dan mencurahkan keinginan-

keinginan kita kepada-Nya. Ini berarti berbicara dengan 

Dia sebagai seorang yang kita kasihi dan kita hargai.  

Kedua, ini berarti berdiam di pelataran-Nya, seperti 

yang dilakukan oleh imam-imam dan orang-orang Lewi, 

yang merasa betah berada di rumah Tuhan  . Ini berarti 

tetap menjalankan ibadah agama, dan melaksanakan-

nya dengan sebaik dan sedekat mungkin seperti kita 

mengurus tempat tinggal kita.  

[2] Bagaimana kita harus datang untuk bersekutu dengan 

Tuhan  : bukan  sebab  jasa kita sendiri, atau  sebab  kita 

sendiri yang mengaturnya untuk datang ke sana, me-

lainkan  sebab  pilihan bebas Tuhan  : “Berbahagialah 

orang yang Engkau pilih, dan yang dengan demikian 

diistimewakan dari orang lain yang dibiarkan untuk 

berbuat semau mereka sendiri.” Dan ini terjadi berkat 

anugerah istimewa-Nya yang selalu berhasil mengerja-

kan pekerjaan yang sesuai dengan pilihan bebas-Nya 

itu. Siapa yang dipilih-Nya, didorong-Nya juga untuk 

mendekat, dan Dia tidak saja mengundang mereka, namun  

juga menggerakkan dan memampukan mereka untuk 

mendekat kepada-Nya. Ia menarik mereka (Yoh. 6:44).   

(2) Mereka akan puas. Di sini sang pemazmur mengubah orang-

nya, bukan dia yang akan dipuaskan (orang yang Engkau 

pilih), melainkan kami, yang mengajar kita untuk menerap-

kan janji-janji itu pada diri kita sendiri dan, dengan iman 


 914

yang aktif, untuk mencantumkan nama kita sendiri ke da-

lam janji-janji-Nya itu: Kiranya kami menjadi kenyang de-

ngan segala yang baik di rumah-Mu, di bait-Mu yang kudus.  

Perhatikanlah:  

[1] Bait kudus Tuhan   yaitu  rumah-Nya. Di sanalah Dia 

bersemayam, tempat ketetapan-ketetapan-Nya diatur.  

[2] Tuhan   menjaga rumah dengan baik. Ada kebaikan yang 

berlimpah di rumah-Nya, kebenaran, anugerah, dan 

segala penghiburan dari kovenan kekal. Tersedia cukup 

untuk semua, cukup untuk setiap orang. Semuanya 

sudah siap, selalu tersedia. Dan semuanya cuma-cuma, 

tidak perlu uang atau biaya.  

[3] Dalam semuanya itu, ada  sesuatu yang memuas-

kan jiwa, yang dengannya jiwa-jiwa yang mulia akan 

dipuaskan. Biarlah mereka mendapatkan kesenangan 

dalam bersekutu dengan Tuhan  , dan itu sudah cukup 

bagi mereka. Mereka akan merasa cukup, dan tidak 

akan menginginkan apa-apa lagi.  

4.  sebab  pekerjaan-pekerjaan kuasa-Nya yang mulia yang diker-

jakan atas nama mereka (ay. 6): Dengan perbuatan-perbuatan 

yang dahsyat dan dengan keadilan Engkau menjawab kami, ya 

Tuhan   yang menyelamatkan kami! Ini dapat dimengerti sebagai 

teguran-teguran yang adakalanya diberikan Tuhan   kepada 

umat-Nya sendiri melalui pemeliharaan-Nya. Sering kali Dia 

menjawab mereka dengan perbuatan-perbuatan yang dahsyat, 

untuk membangunkan dan menyadarkan mereka, namun  itu 

selalu dilakukan-Nya di dalam kebenaran. Dia tidak pernah 

berbuat salah kepada mereka atau bermaksud mencelakakan 

mereka, sebab bahkan dalam kesemuanya itu Dia yaitu  Tuhan   

yang menyelamatkan mereka (lih. Yes. 45:15). Namun, ini 

lebih tepat dipahami sebagai penghakiman-penghakiman-Nya 

atas musuh-musuh mereka. Tuhan   menjawab doa-doa umat-

Nya melalui kehancuran-kehancuran yang dilakukan-Nya, 

demi mereka, di antara bangsa-bangsa kafir. Juga melalui ba-

lasan yang ditimpakan-Nya kepada orang-orang congkak yang 

mengejar-ngejar mereka, sebagai Tuhan   yang adil, Tuhan   yang 

empunya pembalasan, dan sebagai Tuhan   yang melindungi dan 

menyelamatkan umat-Nya. Dengan perbuatan-perbuatan yang 

Kitab Mazmur 65:7-14 

 915 

 ajaib (begitulah sebagian orang membacanya), perbuatan-per-

buatan yang sangat mengejutkan, dan yang tidak kita harap-

kan (Yes. 64:3). Atau, “Dengan perbuatan-perbuatan yang 

mencengangkan kami Engkau akan menjawab kami.” Kebe-

basan kudus yang diberikan kepada kita untuk masuk ke 

dalam pelataran Tuhan  , dan kedekatan kita dengan-Nya, sama 

sekali tidak boleh mengurangi rasa hormat kita dan rasa takut 

yang saleh akan Dia. Sebab, Tuhan   yaitu  dahsyat dari dalam 

tempat kudus-Nya. 

5.  sebab  kepedulian-Nya terhadap semua umat-Nya, bagaima-

napun susahnya mereka, dan ke mana pun tersebarnya mere-

ka. Dia menjadi kepercayaan segala ujung bumi, yakni, dari 

semua orang kudus di seluruh dunia, dan bukan hanya dari 

keturunan Israel. Sebab Dia yaitu  Tuhan   dari bangsa-bangsa 

bukan-Yahudi di samping juga Tuhan   dari bangsa Yahudi. Ia 

menjadi kepercayaan mereka yang berada jauh dari bait ku-

dus-Nya dan dari pelataran-Nya, yang berdiam di pulau-pulau 

bangsa bukan-Yahudi, atau yang sedang mengalami kesesak-

an di tengah laut. Mereka percaya kepada-Mu, dan berseru 

kepada-Mu saat  mereka kehabisan akal (107:27-28). Dengan 

iman dan doa, kita dapat menjaga persekutuan kita dengan 

Tuhan  , dan menimba penghiburan dari-Nya, di mana pun kita 

berada, bukan hanya saat  berada di tengah-tengah perseku-

tuan jemaat-Nya yang kudus, namun  juga saat  berada jauh di 

tengah laut.     

Kekuatan Tuhan   yang Mahakuasa;  

Pertanda-pertanda Kuasa dan Kebaikan Ilahi 

(65:7-14) 

7 Engkau, yang menegakkan gunung-gunung dengan kekuatan-Mu, sedang 

pinggang-Mu berikatkan keperkasaan; 8 Engkau, yang meredakan deru laut-

an, deru gelombang-gelombangnya dan kegemparan bangsa-bangsa! 9 Sebab 

itu orang-orang yang diam di ujung-ujung bumi takut kepada tanda-tanda 

mujizat-Mu; tempat terbitnya pagi dan petang Kaubuat bersorak-sorai. 10 

Engkau mengindahkan tanah itu, mengaruniainya kelimpahan, dan mem-

buatnya sangat kaya. Batang air Tuhan   penuh air; Engkau menyediakan gan-

dum bagi mereka. Ya, demikianlah Engkau menyediakannya: 11 Engkau 

mengairi alur bajaknya, Engkau membasahi gumpalan-gumpalan tanahnya, 

dengan dirus hujan Engkau menggemburkannya; Engkau memberkati 

tumbuh-tumbuhannya. 12 Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, 

jejak-Mu mengeluarkan lemak; 13 tanah-tanah padang gurun menitik, bukit-


 916

bukit berikatpinggangkan sorak-sorai; 14 padang-padang rumput berpakai-

kan kawanan kambing domba, lembah-lembah berselimutkan gandum, se-

muanya bersorak-sorai dan bernyanyi-nyanyi. 

Agar hati kita lebih terkagum-kagum lagi akan Tuhan   sumber segala 

anugerah itu, maka bermanfaatlah bagi kita untuk sungguh-sungguh 

memperhatikan kuasa dan kedaulatan-Nya sebagai Tuhan   alam se-

mesta, mencermati kekayaan-kekayaan serta kelimpahan kerajaan-

Nya yang menyediakan segala kebutuhan kita.    

I.  Ia menegakkan bumi, sehingga tetap ada (119:90). Dengan kekuat-

an-Nya sendiri Ia menegakkan gunung-gunung (ay. 7), mendirikan-

nya untuk pertama kali dan terus meneguhkannya, meskipun ter-

kadang goncang oleh gempa bumi.  sebab  itulah gunung-gunung 

itu disebut gunung-gunung yang ada sejak purba (Hab. 3:6). Teta-

pi kovenan Tuhan   dengan umat-Nya dikatakan tetap berdiri teguh 

meskipun gunung-gunung bergoyang (Yes. 54:10).  

II.  Ia menenangkan laut, dan laut pun diam (ay. 8). Laut yang tengah 

diterjang badai pastilah bergelora, yang semakin membuatnya me-

ngerikan. namun , jika  Tuhan   berkenan, Dia memerintahkan 

gelombang-gelombang dan ombak-ombak untuk tenang, menidur-

kannya, dan meredakan badai dengan cepat (107:29). Dan dengan 

perubahan di laut ini, seperti juga dengan contoh sebelumnya 

tentang bumi yang tidak akan goyang, tampak bahwa Dia yang 

empunya lautan dan daratan itu berikatpinggangkan keperkasa-

an. Dan dengan inilah Yesus Tuhan kita memberi  bukti akan 

kuasa ilahi-Nya, bahwa Ia memerintahkan angin dan danau untuk 

diam, dan mereka pun taat kepada-Nya. Selain contoh meredakan 

laut ini, sang pemazmur juga menambahkan, yang hampir sama 

sifatnya, bahwa Dia menenangkan kegemparan bangsa-bangsa, 

yakni manusia secara umum. Tidak ada lagi yang lebih kacau dan 

bisa diterima selain dari kerusuhan-kerusuhan dan perbuatan-

perbuatan biadab gerombolan orang banyak. Namun, bahkan 

yang ini pun dapat diredakan Tuhan  , dengan cara-cara tersembu-

nyi, yang mereka pun tidak menyadarinya. Atau mungkin yang 

dimaksudkan yaitu  kemarahan bangsa-bangsa musuh Israel 

(2:1). Tuhan   mempunyai banyak cara untuk menenangkan mereka, 

dan Dia akan meredam kegemparan mereka untuk selama-lama-

nya. 

Kitab Mazmur 65:7-14 

 917 

III. Ia memperbaharui pagi dan petang, maka peredarannya pun tetap 

(ay. 9). Pergantian siang malam yang teratur ini dapat dipandang,  

1. Sebagai contoh dari kuasa Tuhan   yang agung, yang mence-

ngangkan kita semua: Orang-orang yang diam di ujung-ujung 

bumi takut kepada tanda-tanda mujizat-Mu. Dengannya mereka 

diyakinkan bahwa ada ilahi yang tertinggi, penguasa yang ber-

daulat, yang di hadapan-Nya mereka harus takut dan gemetar. 

Sebab di dalam semua ini, apa yang tidak tampak pada Tuhan   

menjadi jelas terlihat. Dan oleh  sebab  itu, semuanya itu dite-

tapkan untuk menjadi tanda (Kej. 1:14). Banyak orang yang 

berdiam di ujung-ujung bumi yang terpencil dan gelap begitu 

takut kepada tanda-tanda ini sehingga mereka tergerak untuk 

menyembahnya (Ul. 4:19), tanpa menimbang bahwa semua itu 

yaitu  tanda-tanda Tuhan  , bukti-bukti dari kuasa dan keilahi-

an-Nya yang tidak dapat disangkal, dan oleh sebab itu seha-

rusnya mereka menjadi tergerak oleh tanda-tanda itu untuk 

menyembah Dia.  

2.  Sebagai contoh dari kebaikan Tuhan   yang agung, dan kebaikan 

itu membawa penghiburan bagi semua orang: Terbitnya pagi, 

sebelum matahari terbit, dan petang, sebelum matahari terbe-

nam, Kaubuat bersorak-sorai. yaitu  Tuhan   yang menebarkan 

cahaya pagi dan menurunkan layar petang, demikian pula Dia 

mengerjakan keduanya demi kebaikan manusia, dan membuat 

keduanya bersorak-sorai, dan memberi kita alasan untuk ber-

sorak-sorai di dalam kedua hal itu. Sehingga dengan demikian, 

betapapun saling berlawanannya terang dan gelap, dan beta-

papun tidak dapat diubahnya pemisahan di antara keduanya 

(Kej. 1:4), keduanya sama-sama disambut di dalam dunia pada 

waktunya masing-masing. Sulit untuk dikatakan mana yang 

lebih kita sambut, cahaya pagi, yang membuat nyaman kegiat-

an di siang hari, ataukah bayang-bayang senja, yang membuat 

nyaman istirahat di malam hari. Adakah penjaga menantikan 

pagi? Demikian pula pekerja sangat mendambakan bayangan 

senja. Sebagian orang memahaminya sebagai korban persem-

bahan di pagi dan petang, yang di dalamnya orang-orang baik 

sangat bersukacita, dan Tuhan   senantiasa dihormati. Engkau 

membuatnya bernyanyi (begitulah arti kata itu). Sebab setiap 

pagi dan petang lagu-lagu pujian selalu dinyanyikan oleh 

orang-orang Lewi. Ini merupakan hal yang wajib dilakukan 


 918

setiap hari. Kita harus memandang ibadah harian kita, baik 

secara sendirian maupun secara berkeluarga, sebagai hal yang 

teramat sangat diperlukan bagi kegiatan-kegiatan kita sehari-

hari dan yang teramat sangat menyenangkan bagi penghibur-

an-penghiburan yang kita nikmati setiap hari. Dan, jika dalam 

hal ini kita tetap menjaga persekutuan kita dengan Tuhan  , 

maka dengan demikian terbitnya pagi dan petang benar-benar 

dibuat bersorak-sorai.   

IV. Ia menyirami bumi dan membuatnya subur. Daud berbicara pan-

jang lebar tentang contoh dari kekuasaan dan kebaikan Tuhan   ini, 

 sebab  mazmur ini kemungkinan ditulis entah saat  terjadi hasil 

panen yang luar biasa besar atau saat  hujan turun tepat pada 

waktunya sesudah  lama dilanda kekeringan. Sangat mudah untuk 

mengamati betapa ciptaan yang ada di bawah begitu bergantung-

nya pada kuasa yang ada di atas untuk menghasilkan buah. Jika 

langit seperti tembaga, maka bumi pun seperti besi, dan ini meru-

pakan petunjuk yang seharusnya bisa dilihat oleh dunia yang 

bodoh sekalipun bahwa setiap pemberian yang baik dan setiap 

anugerah yang sempurna datangnya dari atas, omnia desuper – 

semuanya datang dari atas. Kita harus melayangkan pandangan 

kita ke atas bukit-bukit, ke langit, di mana ada  sumber sejati 

dari semua berkat, yang tidak terlihat, dan ke sanalah puji-pujian 

kita harus dikembalikan, seperti hasil-hasil bumi yang pertama 

dipersembahkan sebagai persembahan khusus kepada sorga 

dengan cara mengakui bahwa dari sanalah semua itu berasal. Se-

mua berkat Tuhan  , bahkan berkat-berkat rohani, diungkapkan de-

ngan cara kebenaran dicurahkan bagai hujan ke atas kita. Seka-

rang Lihatlah   bagaimana berkat umum yang turun bak hujan 

dari langit dan musim-musim subur digambarkan di sini.   

1. Seberapa banyak kuasa dan kebaikan Tuhan   ada  di dalam-

nya, yang di sini disajikan dengan pelbagai macam ungkapan 

yang begitu hidup.  

(1) Tuhan   yang menciptakan bumi sedemikian rupa melawat-

nya, mengirimkan utusan kepadanya, dan memberi  

bukti akan kepedulian-Nya terhadapnya (ay. 10). Lawatan-

Nya itu yaitu  lawatan belas kasihan, dan harus dibalas 

oleh penduduk bumi dengan puji-pujian.  

Kitab Mazmur 65:7-14 

 919 

(2) Tuhan  , yang menciptakan baginya tanah kering, menyirami-

nya juga supaya ia subur dan berbuah. Meskipun hasil-

hasil bumi sudah melimpah sebelum Tuhan   mencurahkan 

hujan ke atasnya, namun bahkan pada saat itu sudah ada 

kabut yang akan mendatangkan hujan, dan membasahi 

seluruh permukaan bumi (Kej. 2:5-6). Hati kita kering-ke-

rontang dan tandus jika Tuhan   sendiri tidak menjadi seperti 

embun bagi kita dan membasahi kita. Tentulah tanaman-

tanaman yang ditanam-Nya sendiri akan disirami-Nya dan 

dibuat-Nya tumbuh subur.  

(3) Hujan yaitu  batang air Tuhan  , yang penuh air. Awan-awan 

yaitu  sumber batang air ini, yang tidak mengalir ke 

mana-mana dengan sembarangan, namun  tetap di dalam 

saluran yang telah dipersiapkan Tuhan   baginya. Curahan 

hujan, seperti halnya batang air, diarahkan-Nya ke mana 

pun seturut kehendak-Nya. 

(4) Batang air Tuhan   ini memperkaya bumi, yang tanpanya 

bumi akan cepat tandus. Kekayaan bumi, yang dihasilkan 

keluar dari permukaannya, paling bermanfaat dan berguna 

bagi manusia dibandingkan  kekayaan yang tersembunyi di da-

lam perutnya. Kita dapat hidup dengan baik tanpa perak 

dan emas, namun  tidak tanpa gandum dan rumput. 

2.  Seberapa banyak manfaat yang diambil dari hujan bagi bumi 

dan bagi manusia yang berpijak di atasnya.  

(1) Bagi bumi itu sendiri. Hujan yang turun pada musimnya 

membuat bumi berwajah baru. Tidak ada yang lebih meng-

hidupkan, lebih menyegarkan, selain hujan yang turun ke 

atas padang rumput (72:6). Bahkan alur bajak tanah, yang 

tampak tidak terkena air hujan, diairi dengan berlimpah, 

sebab alur bajak itu meminum air hujan yang sering turun 

menimpanya. Gumpalan-gumpalan tanah, yang digali de-

ngan bajak, untuk menanam biji-bijian, dibasahi oleh hu-

jan dan dilayakkan untuk menerima biji-biji ini  (ay. 

11). Gumpalan-gumpalan itu menjadi gembur dengan 

dibasahi. Apa yang melembutkan tanah di dalam hati pasti 

membuat hati itu tenang. Sebab, hati ditegakkan dengan 

anugerah itu. Demikianlah, kedatangan musim semi diber-

kati. Dan jika musim semi yang tiba selama tiga bulan 


 920

pertama dalam setahun diberkati, maka itu merupakan 

suatu pertanda bagi berkat sepanjang tahun, yang oleh ka-

renanya Tuhan   dikatakan memahkotai tahun dengan kebaik-

an (ay. 12). Ia mengelilinginya dari berbagai sudut, seperti 

kepala dikelilingi mahkota, dan seperti kebahagiaan yang 

melengkapi dan menyudahi penghiburan-penghiburan 

pada tahun itu. Dan jejak-jejak-Nya dikatakan mengeluar-

kan lemak. Sebab lemak apa pun yang ada di bumi, yang 

menyuburkan hasil-hasilnya, datang dari curahan-curahan 

kebaikan ilahi. Ke mana pun Tuhan   pergi, Ia meninggalkan 

pertanda-pertanda belas kasihan-Nya di belakang-Nya (Yl. 

2:13-14) dan membuat jejak-jejak yang ditinggalkan-Nya 

itu bersinar. Penyampaian kebaikan Tuhan   kepada dunia di 

bawah ini sangatlah luas dan menyebar (ay. 13): Tanah-

tanah padang gurun menitik (KJV: Kebaikan-kebaikan-Nya 

menitik di padang gurun – pen.), dan bukan hanya di tanah 

yang berpenghuni. Padang belantara, yang tidak dirawat 

oleh manusia dan yang tidak memberi  manfaat kepada-

nya, dirawat oleh Pemeliharaan ilahi, dan keuntungan-

keuntungan yang diberikannya mendatangkan kemuliaan 

kepada Tuhan  , sebagai Pemberi yang murah hati kepada 

seluruh ciptaan, meskipun tidak secara langsung demi 

keuntungan manusia. Dan kita harus bersyukur bukan 

hanya untuk suatu hal yang bermanfaat bagi kita, melain-

kan juga untuk suatu hal yang berguna bagi ciptaan-cipta-

an lain, sebab dengan demikian hal itu membawa kehor-

matan kepada Sang Pencipta. Padang gurun, yang tidak 

memberi  hasil-hasil yang bermanfaat sebagaimana 

yang dihasilkan tanah yang dapat diolah, menerima hujan 

dari langit sama banyaknya seperti tanah yang subur. Se-

bab, Tuhan   itu baik terhadap orang-orang jahat dan orang-

orang yang tidak tahu berterima kasih. Begitu banyaknya 

karunia-karunia kelimpahan Tuhan   sehingga di dalamnya 

bukit-bukit, bukit-bukit kecil, berikatpinggangkan sorak-

sorai (KJV: bukit-bukit kecil bersorak-sorai di setiap sisi – 

pen.), bahkan di sisi utara, yang terletak paling jauh dari 

pancaran matahari. Bukit-bukit pun memerlukan pemeli-

haraan Tuhan  . Dan bukit-bukit kecil tidak luput dari peng-

awasannya. namun  jika  Tuhan   berkehendak, Dia dapat 

Kitab Mazmur 65:7-14 

 921 

membuatnya gemetar (114:6), demikian pula jika  Dia 

berkehendak, Dia dapat membuatnya bersorak-sorai.  

(2) Kepada manusia di bumi. Tuhan  , dengan menyediakan hu-

jan bagi bumi, mempersiapkan gandum bagi manusia (ay. 

10). Tanah menghasilkan pangan (Ayb. 28:5), sebab darinya 

dihasilkanlah gandum. namun  untuk setiap biji gandum 

yang dihasilkannya, Tuhan   sendirilah yang mempersiapkan-

nya. Dan oleh sebab itu Dia menyediakan hujan bagi bumi, 

supaya dengan begitu Dia dapat mempersiapkan gandum 

bagi manusia, yang di bawah kakinya Dia telah menunduk-

kan semua makhluk ciptaan lainnya, dan yang telah dise-

suaikan-Nya untuk dapat digunakan manusia. jika  kita 

menimbang bahwa hasil gandum setiap tahun bukan saja 

merupakan pekerjaan dari kuasa yang sama yang mem-

bangkitkan orang mati, namun  juga merupakan contoh dari 

kuasa yang hampir serupa dengannya (seperti yang tampak 

pada kuasa Juruselamat kita, Yoh. 12:24), dan bahwa 

keuntungan yang terus kita nikmati darinya merupakan 

contoh dari kebaikan yang tetap untuk selama-lamanya, 

maka kita boleh berpikir bahwa yang mempersiapkan gan-

dum untuk kita itu pastilah tidak lebih rendah dari Tuhan  . 

Gandum dan ternak yaitu  dua bahan pokok yang dengan-

nya petani, yang langsung mengolah hasil-hasil bumi, di-

perkaya. Dan keduanya dihasilkan berkat kebaikan ilahi 

dalam membasahi bumi (ay. 14).  sebab  inilah padang-

padang rumput berpakaikan kawanan kambing domba (ay. 

14). Begitu kayanya persediaan yang diberikan kepada 

padang-padang rumput sehingga tampak berselimutkan 

ternak-ternak yang berbaring di atasnya, namun tidak ke-

walahan menanggungnya. Begitu banyaknya makanan 

yang disediakan kepada ternak sehingga ternak menjadi 

perhiasan dan kemuliaan bagi padang-padang rumput tem-

pat mereka diberi makan. Lembah-lembah begitu subur se-

hingga tampak berselimutkan gandum pada waktu panen. 

Bagian-bagian bumi yang paling bawah biasanya paling 

subur, dan sejengkal tanah di lembah yang rendah sama 

nilainya dengan lima gunung yang tinggi. namun  baik gan-

dum maupun padang, untuk memenuhi tujuan dari pen-

ciptaan mereka, dikatakan bersorak-sorai dan bernyanyi-


 922

nyanyi,  sebab  keduanya mendatangkan kehormatan bagi 

Tuhan   dan penghiburan bagi manusia, dan  sebab  kedua-

nya melengkapi kita dengan pokok sukacita dan pujian. 

Tidak ada sukacita di dunia ini yang melebihi sukacita 

pada waktu panen, demikian pula tidak ada pesta perayaan 

Tuhan, di kalangan Yahudi, yang dirayakan dengan lebih 

khidmat dan dengan lebih banyak ucapan syukur dibandingkan  

hari raya pengumpulan hasil pada akhir tahun (Kel. 23:16). 

Kiranya semua karunia yang biasa kita terima dari kelim-

pahan ilahi ini, yang setiap tahun dan setiap hari turut kita 

rasakan, meningkatkan kasih kita kepada Tuhan   sebagai 

yang terbaik dari semua makhluk, dan menggerakkan kita 

untuk memuliakan-Nya dengan tubuh kita, yang sudah 

disediakan-Nya dengan sedemikian baik.  

 

PASAL  66  

azmur ini yaitu  mazmur ucapan syukur, dan dapat digunakan 

serta diterapkan secara begitu umum sehingga kita tidak perlu 

menduga-duga pada kesempatan apa mazmur ini ditulis. Semua 

orang di sini diimbau untuk memuji Tuhan  ,  

I.   sebab  bukti-bukti mengenai kekuasaan-Nya yang berdaulat 

dan kuasa-Nya secara umum tampak di seluruh ciptaan (ay. 

1-7).  

II.   sebab  pertanda-pertanda khusus dari kebaikan-Nya kepada 

jemaat, umat-Nya secara istimewa (ay. 8-12). Dan kemudian,  

III. Sang pemazmur memuji Tuhan    sebab  apa yang dialaminya 

sendiri mengenai kebaikan Tuhan   kepada dia secara khusus, 

terutama dalam menjawab doa-doanya (ay. 13-20).  

jika  kita sudah belajar mengucap syukur dalam segala hal atas 

belas kasihan-Nya baik dulu maupun sekarang, baik kepada orang 

banyak maupun kepada diri sendiri, maka kita akan tahu bagaimana 

menyanyikan mazmur ini dengan penuh rasa syukur dan peresapan. 

Seluruh Umat Manusia Diimbau untuk Memuji Tuhan   

(66:1-7) 

1 Untuk pemimpin biduan. Nyanyian Mazmur. Bersorak-sorailah bagi Tuhan  , 

hai seluruh bumi, 2 mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia 

dengan puji-pujian! 3 Katakanlah kepada Tuhan  : “Betapa dahsyatnya segala 

pekerjaan-Mu; oleh sebab kekuatan-Mu yang besar musuh-Mu tunduk men-

jilat kepada-Mu. 4 Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermaz-

mur bagi-Mu, memazmurkan nama-Mu.” S e l a 5 Pergilah dan lihatlah peker-

jaan-pekerjaan Tuhan  ; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia: 6 

Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang-orang itu berjalan kaki 

menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita  sebab  Dia, 7 yang 

memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya, yang mata-Nya meng-


 924

awasi bangsa-bangsa. Pemberontak-pemberontak tidak dapat meninggikan 

diri. S e l a.  

I.  Dalam perikop di atas sang pemazmur berseru kepada semua 

orang untuk memuji Tuhan  , kepada seluruh negeri, seluruh bumi, 

seluruh penduduk dunia yang mempunyai kemampuan untuk 

memuji Tuhan   (ay. 1).  

1.  Ini berbicara tentang kemuliaan Tuhan  , bahwa Ia layak dipuji 

oleh semua orang, sebab Ia baik kepada semua dan menyedia-

kan segala bangsa dengan pokok pujian.  

2.  Kewajiban manusia, bahwa semua diwajibkan untuk memuji 

Tuhan  . Memuji Tuhan   merupakan bagian dari hukum ciptaan, 

dan oleh sebab itu diwajibkan atas semua makhluk.  

3.  Nubuatan tentang berbaliknya bangsa-bangsa bukan-Yahudi 

kepada iman akan Kristus. Akan datang saatnya saat  selu-

ruh bumi memuji Tuhan  , dan korban ini akan dibakar dan di-

persembahkan di setiap tempat bagi-Nya.  

4.  Itikad baik dalam diri sang pemazmur untuk mengerjakan pe-

kerjaan baik memuji Tuhan   ini dengan sepenuh hatinya. Dia 

sendiri akan mengerahkan segenap tenaga untuk melakukan-

nya, dan berharap agar Tuhan   mendapatkan penghormatan dari 

segala bangsa di bumi, dan bukan hanya dari tanah Israel 

saja. Dia menggugah seluruh bumi,  

(1) Untuk bersorak-sorai bagi Tuhan  . Sukacita yang kudus me-

rupakan perasaan saleh yang harus menghidupkan semua 

puji-pujian kita. Dan, meskipun bukan sorak-sorai dalam 

ibadah itu sendiri yang akan diterima Tuhan   (orang-orang 

munafik dikatakan berusaha membuat suara mereka dide-

ngar di tempat tinggi, Yes. 58:4), namun, dalam memuji 

Tuhan  ,  

[1] Kita harus melakukannya dengan sepenuh hati dan 

bersemangat, dan harus melakukan apa yang kita laku-

kan dengan segenap kekuatan kita, dengan sepenuh 

jiwa raga kita.  

[2] Kita harus melakukannya dengan terbuka dan terang-

terangan, seperti hamba yang tidak malu akan tuannya. 

Kedua hal ini tersirat dalam bersorak-sorai, sorak-sorai 

sukacita.

Kitab Mazmur 66:1-7 

 925 

(2) Untuk bernyanyi dengan gembira, dan memazmurkan ke-

muliaan nama-Nya, demi membangun orang lain. Kemulia-

an ini yaitu  kemuliaan segala hal yang dipakai-Nya untuk 

menyatakan diri-Nya (ay. 2). Apa yang mendatangkan ke-

hormatan bagi nama Tuhan   haruslah menjadi pokok pujian 

kita.  

(3) Untuk memuliakan Dia dengan puji-pujian sejauh kita 

mampu. Dalam memuji Tuhan  , kita harus melakukannya 

untuk memuliakan Dia, dan ini haruslah menentukan dan 

mengarahkan semua puji-pujian kita. Pandanglah memuji 

Tuhan   sebagai kemuliaanmu yang terbesar, begitu menurut 

sebagian orang. yaitu  kehormatan tertinggi yang mampu 

dicapai oleh makhluk ciptaan untuk menjadi kenamaan 

dan kepujian bagi Penciptanya.   

II.  Ia telah berseru kepada seluruh bumi untuk memuji Tuhan   (ay. 1), 

dan bernubuat (ay. 4) bahwa mereka akan melakukannya: Selu-

ruh bumi sujud menyembah kepada-Mu; sebagian orang di seluruh 

penjuru bumi, bahkan di daerah-daerah paling terpencil akan me-

muji Tuhan  , sebab Injil yang kekal akan diberitakan kepada semua 

bangsa dan suku. Dan inilah tujuannya, yaitu untuk menyembah 

Dia yang telah menjadikan langit dan bumi (Why. 14:6-7).  sebab  

sudah diberitakan dengan cara demikian, Injil tidak akan kembali 

dengan sia-sia, namun  akan membawa seluruh bumi, sedikit 

banyak, untuk menyembah Tuhan  , dan bermazmur bagi-Nya. Pada 

masa Injil, Tuhan   akan disembah dengan nyanyian Mazmur. Mere-

ka akan bermazmur bagi Tuhan  , yaitu, bermazmur bagi nama-Nya, 

sebab hanya untuk kemuliaan-Nya yang tampak, yang dengannya 

Dia telah menyatakan diri-Nya, dan bukan untuk kemuliaan-Nya 

yang tersembunyi, kita menaikkan puji-pujian kita. 

III. Agar kita dilengkapi dengan pokok pujian, di sini kita diimbau 

untuk pergi dan melihat pekerjaan-pekerjaan Tuhan  . Sebab, peker-

jaan-pekerjaan-Nya sendiri memuji Dia, entah kita memuji-Nya 

atau tidak.  sebab  itu, alasan mengapa kita tidak memuji-Nya 

dengan lebih sering dan lebih baik yaitu   sebab  kita tidak mem-

perhatikan pekerjaan-pekerjaan itu dengan sepantasnya dan se-

penuhnya. Oleh sebab itu, marilah kita melihat pekerjaan-peker-

jaan Tuhan   dan memperhatikan contoh-contoh hikmat, kuasa, dan 


 926

kesetiaan-Nya dalam kesemuanya itu (ay. 5), dan kemudian ber-

kata-kata tentangnya, dan mengatakannya kepada-Nya (ay. 3): 

Katakanlah kepada Tuhan  : “Betapa dahsyatnya segala pekerjaan-

Mu!”  

1.  Pekerjaan-pekerjaan Tuhan   itu memang ajaib, dan merupakan 

pekerjaan yang, jika  dipandang dengan benar, sudah sewa-

jarnya membuat kita terkagum-kagum. Tuhan   itu dahsyat 

(maksudnya, mengagumkan) dalam pekerjaan-pekerjaan-Nya, 

melalui kebesaran kuasa-Nya yang sedemikian rupa, dan ber-

sinar dengan begitu terang, begitu kuat, dalam semua per-

buatan-Nya, sehingga tepatlah untuk mengatakan bahwa tidak 

ada pekerjaan lain seperti apa yang dikerjakan-Nya.  sebab  

itulah Dia dikatakan menakutkan  sebab  perbuatan-Nya yang 

masyhur (Kel. 15:11). Dalam segala perbuatan-Nya terhadap 

anak-anak manusia, Dia dahsyat, dan harus dipandang de-

ngan rasa hormat yang kudus. Sebagian besar agama berkena-

an dengan rasa hormat terhadap Pemeliharaan ilahi.  

2.  Pekerjaan-pekerjaan itu menakutkan bagi musuh-musuh-Nya, 

dan sudah sering kali memojokkan dan menggentarkan mere-

ka sehingga terpaksa berpura-pura tunduk (ay. 3): Oleh sebab 

kekuatan-Mu yang besar, yang di hadapannya tidak ada orang 

yang dapat tahan, musuh-Mu tunduk menjilat kepada-Mu. Me-

reka akan tergeletak di hadapan-Mu (begitulah arti kata itu), 

yakni, mereka akan terpaksa, dengan berat hati melawan 

kehendak mereka sendiri, berdamai dengan-Nya dengan syarat 

apa saja. Penyerahan diri yang timbul dari rasa takut kerap 

kali tidaklah tulus, dan oleh sebab itu, paksaan bukanlah 

sarana yang pantas untuk menyiarkan agama, dan orang-

orang yang masuk menjadi anggota jemaat dengan cara dipak-

sa tidak akan mendatangkan banyak sukacita, sebab pada 

akhirnya mereka akan didapati sebagai pendusta (Ul. 33:29, 

KJV).  

3.  Pekerjaan-pekerjaan-Nya itu menghibur dan bermanfaat bagi 

umat-Nya (ay. 6). saat  Israel keluar dari Mesir, Ia mengubah 

laut menjadi tanah kering di hadapan mereka, yang mendorong 

mereka untuk mengikuti bimbingan Tuhan   melalui padang 

gurun. Dan, saat  mereka hendak memasuki tanah Kanaan, 

untuk mendorong semangat mereka dalam berperang, air su-

ngai Yordan terbelah di hadapan mereka, dan mereka berjalan 

Kitab Mazmur 66:1-7 

 927 

kaki menyeberangi sungai. Semestinya mereka memakai pa-

sukan berkuda dibandingkan  pasukan infanteri atau pasukan jalan 

kaki. namun  kaki-kaki yang menyeberangi sungai Yordan inilah 

yang sungguh diakui oleh sorga dalam berperang bagi Tuhan. 

Di sana musuh-musuh mereka gemetar di hadapan mereka 

(Kel. 15:14-15; Yos. 5:1), namun  di sana kita bersukacita  sebab  

Dia, baik  sebab  percaya kepada kuasa-Nya (sebab meng-

andalkan Tuhan   sering kali diungkapkan dengan bersukacita di 

dalam Dia) maupun  sebab  menyanyikan puji-pujian kepada-

Nya (106:12). Di sanalah kita bersukacita; nenek moyang kita 

bersukacita, dan kita pun bersukacita sebagai keturunan 

mereka. Sukacita bapa-bapa leluhur kita yaitu  sukacita kita 

juga, dan kita harus ikut berbagi di dalam sukacita mereka.  

4. Pekerjaan-pekerjaan-Nya itu berkuasa atas semua. Tuhan   de-

ngan pekerjaan-pekerjaan-Nya mempertahankan kekuasaan-

Nya di dunia (ay. 7): Dia memerintah dengan perkasa untuk 

selama-lamanya, dan mata-Nya mengawasi bangsa-bangsa.  

(1) Tuhan   mempunyai mata yang berkuasa. Dari ketinggian sor-

ga mata-Nya memerintah semua penduduk bumi, dan Dia 

melihat mereka semua dengan jelas dan utuh. Mata-Nya 

menjelajah seluruh bumi. Bangsa-bangsa yang paling ter-

pencil dan tidak ternama tidaklah luput dari pengawasan-

Nya.  

(2) Dia mempunyai lengan yang berkuasa. Kuasa-Nya meme-

rintah, memerintah untuk selama-lamanya, dan tidak per-

nah menjadi lemah atau terhalang. Kuatlah tangan-Nya, 

dan tinggilah tangan kanan-Nya. Dari sini ia menyimpul-

kan, Pemberontak-pemberontak tidak dapat meninggikan 

diri. Janganlah orang-orang yang berjiwa pemberontak dan 

pembelot berani bangkit secara terang-terangan untuk mem-

berontak melawan Tuhan  , seperti Adonia yang meninggikan 

diri dengan berkata: “Aku ini mau menjadi raja.” Janganlah 

orang-orang yang memberontak melawan Tuhan   meninggi-

kan diri seolah-olah ada kemungkinan mereka akan berha-

sil. Tidak. Biarlah mereka diam, sebab Tuhan   telah berkata, 

Aku akan ditinggikan, dan manusia tidak dapat menyang-

kalnya. 


 928

Orang-orang Kudus Diajak untuk Memuji Tuhan   

(66:8-12) 

8 Pujilah Tuhan   kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian 

kepada-Nya! 9 Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak mem-

biarkan kaki kami goyah. 10 Sebab Engkau telah menguji kami, ya Tuhan  , 

telah memurnikan kami, seperti orang memurnikan perak. 11 Engkau telah 

membawa kami ke dalam jaring, mengenakan beban pada pinggang kami; 12 

Engkau telah membiarkan orang-orang melintasi kepala kami, kami telah 

menempuh api dan air; namun  Engkau telah mengeluarkan kami sehingga 

bebas. 

Dalam perikop di atas dengan cara yang khusus sang pemazmur 

berseru kepada umat Tuhan   untuk memuji-Nya. Kiranya seluruh nege-

ri memuji-Nya, namun  khususnya negeri Israel. Pujilah Tuhan  . Pujilah 

Dia sebagai Tuhan   kita, Tuhan   yang mengikat kovenan dengan kita, dan 

yang merawat kita sebagai kepunyaan-Nya sendiri. Kiranya mereka 

memperdengarkan puji-pujian kepada-Nya (ay. 8). Sebab oleh siapa 

lagi puji-pujian itu harus diperdengarkan selain oleh mereka yang 

secara istimewa disayangi-Nya dan dipilih-Nya untuk melayani-Nya? 

Ada dua alasan mengapa kita patut memuji Tuhan  : 

I.  Perlindungan setiap hari (ay. 9): Ia mempertahankan jiwa kami di 

dalam hidup, sehingga ia tidak melayang begitu saja. Sebab, de-

ngan terus-menerus berada dalam genggaman kita, ia bisa saja 

lolos melalui jari-jemari kita. Kita harus mengakui bahwa peme-

liharaan Tuhan   yang baiklah yang memadukan nyawa dan jiwa 

bersama-sama, dan lawatan-Nyalah yang menjaga roh kita. Ia 

menempatkan jiwa kami di dalam hidup, begitulah arti kata itu. 

Dia yang menjadikan kita ada selalu mempertahankan keberada-

an kita melalui perbuatan-Nya yang senantiasa baru, dan peme-

liharaan-Nya merupakan penciptaan yang terus berkelanjutan. 

jika  kita segera terjatuh dan binasa, ia memperbaharui jiwa 

kita, dan dengan demikian, seolah-olah, menempatkannya ke 

dalam hidup yang baru, memberi  penghiburan-penghiburan 

yang baru. Non est vivere, sed valere, vita – Bukan keberadaan, 

melainkan kebahagiaanlah yang patut disebut sebagai hidup. 

Akan namun , kita cenderung tersandung dan jatuh, dan rentan 

terhadap kecelakaan-kecelakaan yang menghancurkan, bencana-

bencana dan juga penyakit-penyakit yang membinasakan, dan 

oleh sebab itu, dari semua hal ini kita pun dijagai oleh kuasa 

ilahi. Dia tidak membiarkan kaki kita goyah, Dia menghindarkan

Kitab Mazmur 66:8-12 

 929 

 kita dari bahaya-bahaya yang tidak tampak, yang ancamannya 

tidak kita sadari sendiri. Oleh  sebab  Dialah sampai saat ini kita 

tidak jatuh ke dalam kebinasaan kekal. Langkah kaki orang-orang 

yang dikasihi-Nya dilindungi-Nya. 

II.  Kelepasan secara istimewa dari kesusahan besar.  

Lihatlah  :  

1.  Bagaimana besarnya kesusahan dan bahaya yang mengancam 

(ay. 11-12). Permasalahan apa yang dihadapi jemaat tidak 

dirujuk secara khusus di sini. Mungkin ini hanyalah permasa-

lahan pribadi dari orang-orang atau keluarga-keluarga terten-

tu. namun  apa pun itu, mereka yang mengalami masalah terse-

but terkejut  sebab nya, seperti burung yang terkejut saat  

terjerat, terperangkap dan terkungkung di dalam jerat seperti 

ikan di dalam jaring. Mereka tertekan  sebab nya, dan tertindih 

seperti terkena beban pada pinggang mereka (ay. 11). namun  

mereka mengakui campur tangan Tuhan   di dalamnya. Tidak 

akan kita terperangkap di dalam jaring, kecuali Tuhan   mem-

bawa kita ke dalamnya. Tidak akan kita menderita, kecuali 

Tuhan   menimpakan derita itu ke atas kita. Adakah yang lebih 

berbahaya dibandingkan  api dan air? Kami telah menempuh kedua-

nya, maksudnya, pelbagai macam jenis penderitaan. Akhir 

dari satu masalah merupakan awal dari masalah lainnya. Apa-

bila kami sudah selamat dari satu bahaya, kami mendapati 

diri terancam bahaya yang lain. Demikianlah permasalahan-

permasalahan yang mungkin menimpa orang-orang kudus 

Tuhan   yang terbaik, namun  Dia telah berjanji, jika  engkau 

menyeberang melalui air, dan berjalan melalui api, Aku akan 

menyertai engkau (Yes. 43:2). Namun, orang yang congkak dan 

keji mungkin sama berbahayanya seperti api dan air, dan ma-

lah lebih berbahaya lagi. Waspyaitu  terhadap semua orang 

(Mat. 10:17). saat  manusia bangkit melawan kita, itulah api 

dan air, dan segala sesuatu yang mengancam (124:2-4), dan 

seperti itulah keadaannya di sini: “Engkau telah membiarkan 

orang-orang melintasi kepala kami, untuk menginjak-injak 

kami dan menghina kami, untuk menakut-nakuti dan mele-

cehkan kami, bahkan, untuk memperbudak kami sepenuhnya. 

Mereka telah berkata kepada jiwa kami, Tunduklah, supaya 


 930

kami lewat menginjak kamu!” (Yes. 51:23). Jika penguasa-

penguasa yang baik mendapat kesenangan bila memerintah di 

dalam hati rakyat, maka penguasa-penguasa yang lalim justru 

mendapat kebanggaan bila melintasi kepala mereka. Namun, 

jemaat yang teraniaya mengakui campur tangan Tuhan   dalam 

hal ini juga: “Engkau telah membiarkan mereka melecehkan 

kami sedemikian rupa,” sebab penindas yang paling bengis 

sekalipun tidak mempunyai kuasa apa-apa bila tidak diberi-

kan kepadanya dari atas.  

2. Betapa penuh rahmatnya rancangan Tuhan   dalam membawa 

mereka ke dalam kesusahan dan bahaya ini. Lihatlah apa 

maksud dari semua ini (ay. 10): Sebab Engkau telah menguji 

kami, dan telah memurnikan kami, ya Tuhan  . Kita bisa men-

dapatkan kebaikan dari penderitaan-penderitaan kita jika  

kita memandangnya sebagai suatu kebaikan, sebab dengan 

demikian kita dapat melihat anugerah dan kasih Tuhan   di balik 

itu semua, dan melihat kehormatan serta keuntungan kita 

pada akhirnya. Melalui penderitaan-penderitaan, kita dimurni-

kan seperti perak di dalam api.  

(1)  Supaya anugerah-anugerah yang kita peroleh, dengan di-

uji, lebih terbukti lagi, dan dengan demikian kita dapat 

diuji seperti perak, saat  diberi cap sebagai perak murni, 

dan ini akan mendatangkan kepada kita puji-pujian pada 

hari Yesus Kristus (1Ptr. 1:7), dan mungkin di dunia ini. 

Keutuhan iman dan kesetiaan Ayub menjadi nyata melalui 

penderitaan-penderitaannya. 

(2) Supaya anugerah-anugerah yang diberikan kepada kita, 

dengan dijalankan, dapat menjadi lebih kuat dan lebih giat, 

dan dengan demikian kita dapat berkembang, seperti perak 

yang sesudah  dimurnikan api menjadi lebih bersih dari 

kotoran-kotoran logamnya. Dan ini akan menjadi keun-

tungan yang tiada terkira bagi kita, sebab dengan demikian 

kita dapat beroleh bagian dalam kekudusan Tuhan   (Ibr. 

12:10). Permasalahan-permasalahan umum dibiarkan ter-

jadi demi memurnikan jemaat (Dan. 11:35; Why. 2:10; Ul. 

8:2).

Kitab Mazmur 66:13-20 

 931 

3. Betapa mulianya kesudahan dari semua ini. Permasalahan-

permasalahan yang dialami jemaat pasti akan berakhir dengan 

kebaikan. Demikianlah yang akan terjadi, sebab,  

(1) Jalan keluar dari permasalahan ini sungguh membahagia-

kan. Mereka berada di dalam api dan air, namun  mereka 

akan melaluinya: “Kami telah menempuh api dan air, dan 

tidak binasa di dalam nyala api ataupun air bah.” Apa pun 

permasalahan yang sedang melanda orang-orang kudus, 

terpujilah Tuhan  , ada jalan untuk melewati semuanya.  

(2) Jalan masuk menuju keadaan yang lebih baik sungguh 

jauh lebih membahagiakan: Engkau telah mengeluarkan 

kami sehingga bebas (KJV: Engkau telah membawa kami ke 

tempat yang kaya – pen.), ke tempat yang banyak airnya 

(begitulah arti kata itu), seperti taman TUHAN, dan  sebab  

itu subur dan berbuah banyak. Tuhan   membawa umat-Nya 

ke dalam permasalahan supaya penghiburan-penghiburan 

yang akan mereka dapat sesudah  itu bisa terasa lebih ma-

nis, dan supaya penderitaan yang mereka alami itu dapat 

menghasilkan buah kebenaran yang memberi  damai, 

yang akan menyulap tempat termiskin di dunia menjadi 

tempat yang kaya.  

Daud Bertekad untuk Memuji Tuhan  ;  

Daud Menyatakan Apa yang Telah Diperbuat  

Tuhan   bagi Jiwanya  

(66:13-20) 

13 Aku akan masuk ke dalam rumah-Mu dengan membawa korban-korban 

bakaran, aku akan membayar kepada-Mu nazarku, 14 yang telah diucapkan 

bibirku, dan dikatakan mulutku pada waktu aku susah. 15 Korban-korban 

bakaran dari binatang gemuk akan kupersembahkan kepada-Mu, dengan 

asap korban dari domba-domba jantan; aku akan menyediakan lembu-lembu 

dan kambing-kambing jantan. S e l a 16 Marilah, dengarlah, hai kamu 

sekalian yang takut akan Tuhan  , aku hendak menceritakan apa yang dilaku-

kan-Nya terhadap diriku. 17 Kepada-Nya aku telah berseru dengan mulutku, 

kini dengan lidahku aku menyanyikan pujian. 18 Seandainya ada niat jahat 

dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar. 19 Sesungguhnya, Tuhan   

telah mendengar, Ia telah memperhatikan doa yang kuucapkan. 20 Terpujilah 

Tuhan  , yang tidak menolak doaku dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya dari 

padaku. 


 932

Di sini sesudah  sang pemazmur menggugah semua orang dan semua 

umat Tuhan   pada khususnya untuk memuji Tuhan, sekarang ia meng-

gugah dan mengajak dirinya sendiri untuk melakukannya. 

I.  Dalam ibadah-ibadahnya kepada Tuhan  nya (ay. 13-15). Dia telah 

berseru kepada orang lain untuk menyanyikan puji-pujian kepada 

Tuhan  , dan untuk bersorak-sorai di dalamnya, namun , untuk diri-

nya sendiri, ia bertekad untuk berbuat lebih jauh, dan ia akan 

memuji Tuhan  ,  

1. Dengan korban-korban persembahan yang berharga, yang, 

menurut hukum Taurat, dipersembahkan demi mendatangkan 

kehormatan bagi Tuhan  . Tidak semua orang mampu memper-

sembahkan korban-korban ini, atau rela membayar harga yang 

sedemikian mahal untuk memuji Tuhan  . namun  untuk Daud sen-

diri,  sebab  mampu, ia juga rela membayar harga yang sede-

mikian mahal untuk memberi  penghormatan kepada Tuhan   

(ay. 13): Aku akan masuk ke dalam rumah-Mu dengan mem-

bawa korban-korban bakaran. Korban-korbannya harus diper-

sembahkan di depan umum, di tempat yang sudah dipilih 

Tuhan  : “Aku akan masuk ke dalam rumah-Mu dengan mem-

bawa korban-korbanku.” Kristus yaitu  Bait Tuhan   kita, yang 

kepada-Nya kita harus membawa karunia-karunia rohani kita, 

dan yang oleh-Nya karunia-karunia itu akan dikuduskan. 

Korban-korban itu haruslah yang terbaik yang dimiliki raja, 

yakni korban-korban bakaran, yang sepenuhnya dihanguskan 

di atas mezbah, bagi kehormatan Tuhan  , yang tidak bisa ikut 

dinikmati oleh si pembawa korban. Korban-korban bakaran 

dari binatang gemuk, bukan dari binatang pincang atau kurus, 

namun  yang paling baik diberi makan, dan yang paling layak 

dihidangkan di meja raja sendiri. Tuhan  , yang terbaik dari se-

muanya, haruslah dilayani dengan yang terbaik yang kita 

miliki. Perjamuan yang diadakan Tuhan   bagi kita yaitu  perja-

muan dengan masakan yang bergemuk, dan bersumsum (Yes. 

25:6), dan korban-korban yang seperti itulah yang harus kita 

bawa ke hadapan-Nya. Ia akan menyediakan lembu-lembu dan 

kambing-kambing jantan, begitu royalnya ia dalam mengem-

balikan puji-pujian, tanpa mengirit-irit. Ia tidak akan memper-

sembahkan korban yang tidak menuntut suatu harga, namun  

yang membuatnya membayar harga yang sangat mahal. Dan 

Kitab Mazmur 66:13-20 

 933 

ini dipersembahkannya dengan asap korban dari domba-dom-

ba jantan, maksudnya, dengan lemak domba-domba jantan, 

yang sesudah  dibakar di atas mezbah, asapnya akan naik se-

perti asap dari bakaran ukupan. Atau domba-domba jantan de-

ngan asap bakaran ukupan. Bakaran ukupan melambangkan 

pengantaraan Kristus, yang tanpanya binatang-binatang terge-

muk yang kita korbankan sekalipun tidak akan diterima.  

2.  Dengan membayar nazarnya menurut kesadaran hati nurani. 

Pujian kita kepada Tuhan   atas dibebaskannya kita dari suatu 

permasalahan tidak akan diterima jika kita tidak dengan kesa-

daran hati nurani membayar nazar yang kita buat sewaktu 

kita dilanda masalah. Inilah tekad sang pemazmur (ay. 13-14), 

Aku akan membayar kepada-Mu nazarku, yang telah diucap-

kan bibirku, dan dikatakan mulutku pada waktu aku susah.  

Perhatikanlah:  

(1) yaitu  hal yang sangat biasa, dan sangat terpuji, jika  

kita sedang tertekan  sebab  penderitaan apa pun, atau se-

dang mengharap-harapkan suatu belas kasihan, untuk 

membuat nazar, dan mengucapkannya dengan khidmat di 

hadapan Tuhan, untuk mengikat diri kita supaya jauh dari 

dosa, dan lebih dekat kepada kewajiban kita. Bukan berarti 

bahwa nazar ini sepadan dengan kebaikan Tuhan  , atau akan 

membuat-Nya menimbang-nimbang untuk memberi  ke-

baikan-Nya itu, melainkan suatu persyaratan bagi kita un-

tuk menerima pertanda-pertanda dari kebaikan-Nya itu.  

(2) Nazar yang kita buat pada waktu kita susah janganlah 

dilupakan jika  kesusahan itu sudah berakhir, namun  ha-

rus dipenuhi dengan cermat, sebab lebih baik tidak berna-

zar sama sekali dibandingkan  bernazar namun  tidak membayar-

nya. 

II. Dalam apa yang dinyatakannya kepada sahabat-sahabatnya (ay. 

16). Ia mengumpulkan suatu jemaat yang baik untuk mendengar-

kan ucapan syukurnya atas kebaikan-kebaikan Tuhan   kepadanya: 

“Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takut akan Tuhan  , 

 sebab ,  

1. Kalian akan bergabung denganku untuk mengangkat puji-

pujian dan membantuku untuk mengucap syukur.” Kita harus 


 934

mempunyai keinginan untuk dibantu oleh orang-orang yang 

takut akan Tuhan   saat  mengucap syukur atas segala belas 

kasihan yang telah kita terima, sama halnya saat  berdoa me-

mohon belas kasihan, kita memerlukan bantuan orang-orang 

lain yang takut akan Tuhan  .  

2.  “Engkau akan dibangun dan didorong oleh apa yang akan ku-

katakan. Orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan 

bersukacita (34:3). Orang-orang yang takut kepada-Mu melihat 

aku dan bersukacita (119:74), dan  sebab  itu biarlah mereka 

menemani aku, maka aku akan menyatakan puji syukurku itu 

di hadapan mereka, dan bukan di hadapan orang duniawi 

yang congkak yang akan mengolok-olok dan menertawakan-

nya” (mutiara janganlah dilemparkan kepada babi). “namun  

kepada orang-orang yang takut akan Tuhan  , dan yang akan me-

manfaatkannya dengan baik, aku akan menyatakan apa yang 

telah diperbuat Tuhan   bagi jiwaku,” bukan dengan kesombong-

an dan keangkuhan, supaya dianggap sebagai orang yang 

lebih disayangi sorga dibandingkan  orang lain, namun  bagi kehor-

matan Tuhan  , yang kepada-Nya kita memang berutang budi 

untuk ini, dan demi membangun orang lain. Perhatikanlah, 

umat Tuhan   harus menceritakan pengalaman-pengalaman me-

reka satu sama lain. Kita harus memanfaatkan segala kesem-

patan untuk bercerita satu sama lain mengenai perkara-

perkara besar dan baik yang telah diperbuat Tuhan   kepada kita, 

terutama apa yang telah diperbuat-Nya bagi jiwa kita, serta 

berkat-berkat rohani yang telah dicurahkan-Nya kepada kita 

dalam perkara-perkara sorgawi. Hati kita selayaknya tersentuh 

dengan perbuatan-perbuatan Tuhan   yang demikian, dan oleh 

sebab itu dengan hal-hal ini  juga kita harus mempunyai 

keinginan untuk menggerakkan orang lain. Nah, apa gerangan 

yang telah diperbuat Tuhan   bagi jiwanya itu?  

(1) Tuhan   telah mengerjakan di dalam diri Daud suatu kecinta-

an pada kewajiban berdoa, dan dengan anugerah-Nya telah 

membesarkan hatinya dalam menjalankan kewajiban itu 

(ay. 17): Kepada-Nya aku telah berseru dengan mulutku. 

namun  jika Tuhan  , di antara hal-hal lain yang telah diper-

buat-Nya bagi jiwa kita, belum memberi kita Roh yang 

mengangkat kita menjadi anak, yang mengajar dan me-

mampukan kita untuk berseru, “ya Abba, ya Bapa,” maka 

Kitab Mazmur 66:13-20 

 935 

janganlah kita menyerukannya terlebih dahulu. Tuhan   telah 

memberi  kepada kita izin untuk berdoa, perintah untuk 

berdoa, dorongan-dorongan untuk berdoa, dan (sebagai 

mahkota dari semuanya) hati untuk berdoa. Ini merupakan 

alasan bagi kita untuk menyebutkannya dengan penuh 

rasa syukur demi mendatangkan pujian bagi-Nya, terlebih 

lagi, kita berseru kepada-Nya dengan mulut kita, dan de-

ngan lidah kita menyanyikan pujian. Kita dimampukan oleh 

iman dan harapan untuk memberi  kemuliaan kepada-

Nya saat  sedang mengharapkan belas kasihan dan anu-

gerah dari-Nya, dan untuk memuji-Nya atas belas kasihan 

yang masih kita harapkan namun belum kita miliki. De-

ngan berseru kepada-Nya, maka kita sebenarnya meninggi-

kan Dia. Dia berkenan memandang diri-Nya dihormati oleh 

doa-doa rendah hati yang dipanjatkan orang yang lurus 

hatinya dengan penuh rasa percaya. Dan inilah perkara 

besar yang telah diperbuat-Nya bagi jiwa kita, bahwa se-

jauh ini Dia telah berkenan untuk turut berbagi kepenting-

an bersama kita sehingga, dalam mencari kesejahteraan 

hidup kita sendiri, kita juga mencari kemuliaan-Nya. Puji-

pujian untuk meninggikan Dia ada di lidahku (begitulah kita 

bisa membacanya). Maksudnya, aku menimbang-nimbang 

di dalam pikiranku bagaimana aku dapat meninggikan dan 

membesarkan nama-Nya. jika  doa-doa ada di dalam 

mulut kita, maka puji-pujian haruslah ada di dalam hati 

kita. 

(2) Tuhan   telah mengerjakan di dalam dirinya kengerian akan 

dosa sebagai musuh doa (ay. 18): Seandainya ada niat 

jahat dalam hatiku, aku tahu betul bahwa tentulah Tuhan 

tidak mau mendengar. Para penulis Yahudi, sebagian di 

antaranya terpengaruh oleh ragi orang-orang Farisi, yaitu 

kemunafikan, memberi  tafsiran yang sangat menyele-

weng pada perkataan ini: Seandainya ada niat jahat dalam 

hatiku, maksudnya (menurut mereka), jika aku hanya 

membiarkan dosa-dosa di dalam hatiku, dan pelanggaran 

tidak terlahir dalam perkataan dan perbuatanku, tentulah 

Tuhan   tidak mau mendengar, maksudnya, Dia tidak akan 

marah terhadapku, tidak akan memperhatikannya, sehing-

ga mempersalahkan aku  sebab nya. Seolah-olah dosa-dosa 


 936

di dalam hati bukanlah dosa dalam pandangan Tuhan  . Ke-

keliruan tafsiran ini sudah dipaparkan oleh Juruselamat 

kita dalam penafsiran rohani yang diberikan-Nya terhadap 

hukum Taurat (Mat. 5:7-48). Akan namun , pengertian ini 

sudah jelas: Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, mak-

sudnya, “Seandainya aku memikirkan kejahatan, seandai-

nya aku mencintai kejahatan, menurutinya, dan membiar-

kan diriku berkubang di dalamnya, Tuhan   tidak mau men-

dengar doaku. Seandainya aku memperlakukan kejahatan 

sebagai teman dan menjamunya, merancangnya dan eng-

gan berpisah dengannya, seandainya aku mengisap keja-

hatan itu di dalam mulutku seperti manisan, meskipun ha-

nya sekadar dosa hati yang kubiarkan seperti itu dan yang 

kuperlakukan sedemikian rupa, seandainya di dalam batin-

ku aku suka akan pelanggaran itu, tentulah Tuhan   tidak 

mau mendengar doaku, tidak akan menerimanya, atau ber-

kenan padanya, dan juga aku tidak dapat mengharapkan 

jawaban damai sejahtera untuk doaku.” Perhatikanlah, pe-

langgaran yang dibiarkan bersemayam di dalam hati, pasti-

lah akan merusakkan penghiburan dan keberhasilan doa. 

Sebab, korban orang fasik yaitu  kekejian bagi TUHAN. 

Orang-orang yang terus hidup di dalam kasih namun ber-

sekutu dengan dosa tidak mempunyai kepentingan entah 

dalam janji Tuhan   atau dalam diri Sang Pengantara, dan 

oleh sebab itu tidak dapat berharap doanya akan dikabul-

kan. 

(3) Tuhan   dengan penuh rahmat telah mengaruniakan kepada-

nya jawaban damai sejahtera bagi doa-doanya (ay. 19): “Se-

sungguhnya, Tuhan   telah mendengarku; meskipun,  sebab  

sadar akan banyaknya kesalahan di dalam diriku, aku mulai 

takut bahwa doa-doaku akan ditolak, namun, bagi peng-

hiburanku, aku mendapati bahwa Tuhan   berkenan mem-

perhatikannya.” Ini diperbuat Tuhan   bagi jiwanya. Dengan 

menjawab doanya Tuhan   memberinya suatu pertanda akan 

kebaikan-Nya dan suatu bukti bahwa Dia telah menger-

jakan sebuah pekerjaan yang baik di dalam dirinya. Dan 

oleh sebab itu, ia menutup dengan, “Terpujilah Tuhan  ” (ay. 

20). Kedua ayat sebelumnya merupakan pernyataa


Related Posts:

  • mazmur 51-100 6 n, seperti pedang, ia memegahkan perkara-perkara yang besar (Yak. 3:5). Lidah yaitu  senjata yang berbahaya.  (2) Kata yang pahit yaitu  panah mereka. Celaan-celaan yang tidak senonoh,… Read More