n,
seperti pedang, ia memegahkan perkara-perkara yang besar
(Yak. 3:5). Lidah yaitu senjata yang berbahaya.
(2) Kata yang pahit yaitu panah mereka. Celaan-celaan yang
tidak senonoh, ejekan-ejekan yang menyakitkan, cerita-ce-
rita bohong, umpatan-umpatan, dan fitnah-fitnah, yaitu
panah-panah api si jahat, yang akan membakar dan mem-
bawa banyak orang ke neraka. Untuk hal-hal inilah keben-
cian mereka membidikkan busurnya, agar panah-panah ini
terlepas dengan jauh lebih kuat lagi.
(3) Orang yang lurus menjadi sasaran mereka. Kebencian me-
reka yaitu pada orang semacam ini. Mereka tidak dapat
berbicara baik-baik tentang orang ini, dan tidak mau ber-
bicara dengannya. Semakin baik seseorang, semakin dia
dicemburui oleh orang lain yang memang sudah jahat, dan
semakin banyaklah keburukan yang dikatakan tentangnya.
(4) Mereka mengaturnya dengan sangat piawai dan licik. Mereka
menembak dari tempat yang tersembunyi, supaya orang-orang
yang mereka tembak tidak bisa mengetahui keberadaan mere-
ka dan menghindar dari bahaya, sebab percumalah jaring
904
dibentangkan di depan mata segala yang bersayap. Seko-
nyong-konyong mereka menembak, tanpa memberinya peri-
ngatan yang sepatutnya atau kesempatan untuk membela
diri. Terkutuklah orang yang membunuh nama baik sesama-
nya manusia dengan tersembunyi (Ul. 27:24). Tidak ada perlin-
dungan terhadap kelicikan yang dibuat oleh lidah pendusta.
(5) Mereka melakukan hal ini dengan tidak takut-takut, mak-
sudnya, mereka yakin akan keberhasilan mereka, dan
tidak ragu bahwa dengan cara-cara ini mereka akan ber-
hasil mencapai sasaran yang dituju oleh kebencian mereka.
Atau lebih tepatnya mereka tidak takut pada murka Tuhan ,
yang akan menimpa lidah pendusta. Mereka lancang dan
kurang ajar dalam berbuat jahat kepada orang-orang baik,
seolah-olah mereka pasti tidak akan pernah dimintai per-
tanggungjawaban untuk itu.
2. Mereka sangat bersungguh-sungguh dan gigih dalam menyu-
sun rencana-rencana mereka yang penuh kebencian (ay. 6).
(1) Mereka memperkuat dan saling meneguhkan diri dan sesa-
manya untuk menjalankan urusan yang jahat ini, dan de-
ngan bergabung bersama-sama di dalam kejahatan itu,
satu sama lain menjadi semakin geram dan semakin be-
rani. Fortiter calumniari, aliquid adhærebit – Tebarkan saja
banyak celaan, maka sebagian pasti akan menusuk. Ber-
buat salah itu buruk, namun lebih buruk lagi bila men-
dorong diri kita sendiri dan sesama kita untuk melakukan-
nya. Ini berarti mengerjakan pekerjaan jahat untuk Iblis.
Ini merupakan pertanda bahwa hati sudah mengeras se-
jadi-jadinya, sebab hati kita sudah bertekad sedemikian
bulat untuk melakukan kejahatan tanpa ditutup-tutupi
lagi. yaitu tugas hati nurani untuk menjauhkan orang
dari perbuatan jahat, namun, jika hati nurani sudah
kacau balau, maka sudah tidak ada harapan lagi.
(2) Mereka saling bertanya-tanya di antara mereka sendiri
bagaimana melakukan perbuatan yang paling jahat dan
dengan cara yang paling berhasil: Mereka membicarakan
hendak memasang perangkap dengan sembunyi. Mereka
bersekutu hanya untuk berbuat dosa, dan bercakap-cakap
hanya untuk bagaimana dapat berbuat dosa dengan aman.
Kitab Mazmur 64:8-11
905
Mereka mengadakan perundingan-perundingan peperang-
an hanya untuk mencari tahu sarana-sarana yang paling
berhasil untuk berbuat jahat. Setiap perangkap yang mere-
ka pasang dibicarakan terlebih dahulu, dan dipasang de-
ngan memadukan segala tipu daya mereka yang fasik.
(3) Mereka menghibur diri dengan kesombongan yang ditopang
dengan ketidakpercayaan kepada Tuhan, bahwa Tuhan sen-
diri tidak akan memperhatikan perbuatan-perbuatan mere-
ka yang fasik: Kata mereka: “Siapa yang melihatnya?” Keti-
dakpercayaan akan kemahatahuan Tuhan merupakan dasar
dari segala kefasikan orang fasik.
3. Mereka sangat giat dalam menjalankan rencana-rencana mere-
ka (ay. 7): “Mereka merancang kecurangan-kecurangan. Mereka
bersusah payah untuk menemukan kecurangan yang satu atau
yang lain untuk didakwakan kepadaku. Mereka menggali lu-
bang dalam-dalam, dan memandang sangat jauh ke belakang,
dan mengatur segala sesuatunya sedemikian rupa, supaya
mereka dapat menuduhkan sesuatu kepadaku.” Atau, “Mereka
sangat giat mencari tahu kiat-kiat baru untuk berbuat jahat
kepadaku. Dalam hal ini mereka memperoleh apa yang dengan
rajin mereka selidiki. Mereka terus mengerjakannya, tanpa me-
nyayangkan biaya ataupun tenaga.” Orang-orang jahat menggali
kejahatan. Separuh tenaga yang dihabiskan banyak orang
untuk membinasakan jiwa mereka sebenarnya dapat digunakan
untuk menyelamatkannya. Mereka piawai dalam segala kiat
untuk berbuat kejahatan dan kehancuran, sebab dalamlah ba-
tin dan hati orang, sedalam neraka, fasik sejadi-jadinya, siapa-
kah yang mengetahuinya? Dengan kefasikan akal bulus dan
kehendak mereka yang tidak dapat dipertanggungjawabkan itu,
mereka menunjukkan diri sendiri, baik dalam hal kelicikan
maupun kebencian, sebagai keturunan sejati si ular tua.
Penghakiman Tuhan atas Orang-orang
yang Mengejar-ngejar Daud
(64:8-11)
8 namun Tuhan menembak mereka dengan panah; sekonyong-konyong mereka
terluka. 9 Ia membuat mereka tergelincir sebab lidah mereka; setiap orang
yang melihat mereka menggeleng kepala. 10 Maka semua orang takut dan
906
memberitakan perbuatan Tuhan , dan mengakui pekerjaan-Nya. 11 Orang benar
akan bersukacita sebab TUHAN dan berlindung pada-Nya; semua orang
yang jujur akan bermegah.
Dapat kita amati di sini:
I. Penghakiman-penghakiman Tuhan yang pasti akan menimpa
orang-orang yang mengejar-ngejar Daud dengan penuh kebencian
ini. Meskipun mereka mendorong diri sendiri dalam berbuat fasik,
di sini kita melihat apa yang, jika saja mereka mau percaya dan
menimbang-nimbang, dapat mematahkan semangat mereka. Dan
dapat diamati bagaimana penghukuman ini memberi balasan bagi
dosa mereka.
1. Mereka menembak Daud dengan sembunyi-sembunyi dan
tiba-tiba, untuk melukainya. Namun Tuhan akan menembak
mereka, sebab Ia membidikkan anak panah-Nya melawan mu-
suh-musuh (7:14, KJV), untuk membidik muka mereka (21:13).
Dan anak panah Tuhan akan lebih tepat mengenai sasaran,
akan melesat lebih cepat, dan menusuk lebih dalam, dibandingkan
anak panah mereka. Mereka mempunyai banyak anak panah,
namun semua itu hanyalah kata-kata pahit, dan kata-kata ha-
nyalah angin belaka: kutukan yang tidak berdasar tidak akan
terlaksana. namun Tuhan mempunyai satu anak panah yang
akan mematikan mereka, yaitu kutukan-Nya, yang selalu ber-
dasar, dan sebab itu pasti akan terlaksana. Oleh kutukan itu
mereka akan terluka dengan tiba-tiba, maksudnya luka mere-
ka sebab nya akan datang secara mengejutkan bagi mereka,
sebab mereka sudah merasa aman-aman saja dan tidak sa-
dar akan bahaya yang sedang mengintai.
2. Daud tergelincir sebab lidah mereka, namun Tuhan akan mem-
buat mereka tergelincir sebab lidah mereka sendiri. Mereka
melakukannya kepada Daud sebab dosa mereka, sedangkan
Tuhan melakukannya kepada mereka sebab keadilan murka-
Nya (ay. 9). jika Tuhan berurusan dengan manusia sesuai
dengan apa yang pantas mereka dapatkan dari dosa-dosa
lidah mereka, dan mendatangkan kejahatan-kejahatan kepada
mereka yang telah mereka kutukkan kepada orang lain dengan
kemarahan yang membara dan penuh kebencian, maka pada
saat itulah Dia membuat mereka tergelincir sebab lidah
mereka sendiri. Kejahatan ini cukup berat, seperti timah berat,
Kitab Mazmur 64:8-11
907
untuk menenggelamkan manusia ke dalam neraka yang paling
dalam. Banyak orang sudah menggorok leher mereka sendiri,
dan lebih banyak lagi yang telah membinasakan jiwa mereka
sendiri, dengan lidah mereka, dan ini akan memperberat peng-
hukuman mereka. Hai Israel, engkau membinasakan dirimu
sendiri, engkau terjerat dalam perkataan mulutmu. Jikalau eng-
kau mencemooh, engkau sendirilah orang yang akan menang-
gungnya. Orang-orang yang suka mengeluarkan sumpah sera-
pah akan ditimpa oleh sumpah serapah mereka itu sendiri.
Adakalanya kefasikan manusia yang tersembunyi dibukakan
oleh sebab pengakuan mereka sendiri, dan pada saat itulah
mereka tergelincir sebab lidah mereka sendiri.
II. Dampak dari penghakiman-penghakiman ini terhadap orang lain.
Sebab, semua itu dilakukan dengan dilihat orang banyak (Ayb.
34:26).
1. Tetangga-tetangga mereka akan menghindari mereka dan
mencari tempat perlindungan. Mereka akan melarikan diri (KJV,
TB: Mereka akan menggelengkan kepala – pen.), seperti orang
Israel melarikan diri dari tempat kediaman Korah, Datan, dan
Abiram (Bil. 16:27). Sebagian orang menganggap bahwa hal ini
digenapi dalam kematian Saul, saat bukan saja tentaranya
terserak namun juga penduduk di negeri sekitar begitu ngeri
melihat kejatuhan yang menimpa bukan hanya raja mereka
melainkan juga ketiga anaknya, sehingga mereka meninggal-
kan kota-kota mereka lalu melarikan diri (1Sam. 31:7).
2. Orang-orang yang melihat akan memberi hormat pada pemeli-
haraan Tuhan dalam kejadian itu (ay. 10).
(1) Mereka akan mengerti dan menyadari pekerjaan tangan
Tuhan di dalam semua itu (dan, jika kita tidak sadar akan
hal ini, kita tidak akan mungkin mendapat keuntungan
dari apa yang ditetapkan oleh Pemeliharaan ilahi, Hos.
14:9): Mereka akan mengakui pekerjaan-Nya. Dibutuhkan
pertimbangan dan pemikiran yang sungguh-sungguh un-
tuk memahami hal ini dengan benar, dan diperlukan hik-
mat untuk menafsirkannya dengan benar. Pekerjaan Tuhan
sangat layak kita perhatikan (Pkh. 7:13), namun pekerjaan
itu harus kita perhatikan dengan bijak, supaya kita tidak
908
memberi penafsiran yang rusak terhadap suatu pernya-
taan yang murni.
(2) Hati mereka akan dipenuhi dengan rasa takjub yang kudus
terhadap Tuhan saat memikirkan kejadian ini. Semua
orang (semua yang berakal budi sebagaimana layaknya
manusia) akan takut dan gemetar oleh sebab penghukum-
an-penghukuman Tuhan (119:120). Mereka akan takut un-
tuk berbuat hal serupa, takut akan didapati sebagai orang
yang menganiaya umat Tuhan . Jikalau si pencemooh kaupu-
kul, barulah orang yang tak berpengalaman menjadi bijak.
(3) Mereka akan mengumandangkan pekerjaan Tuhan . Mereka
akan saling berbicara satu sama lain dan kepada semua
orang di sekeliling mereka tentang keadilan Tuhan dalam
menghukum orang-orang yang mengejar-ngejar mereka. Apa
yang kita pertimbangkan dengan bijak haruslah kita nya-
takan dengan bijak pula kepada orang lain, demi memba-
ngun mereka dan demi kemuliaan Tuhan . Inilah tangan Tuhan .
3. Orang baik secara istimewa akan memperhatikan pekerjaan
Tuhan , dan itu akan menyentuh hati mereka dengan rasa se-
nang yang kudus (ay. 11).
(1) Pekerjaan Tuhan akan menambah sukacita mereka: Orang
benar akan bersukacita sebab TUHAN, bukan bersukacita
atas kesengsaraan dan kehancuran sesama mereka, namun
bersukacita sebab Tuhan dimuliakan, firman-Nya digenapi,
dan kepentingan orang tidak bersalah yang terluka dibela
dengan berhasil.
(2) Pekerjaan Tuhan akan membesarkan iman mereka. Mereka
akan berserah diri kepada-Nya dengan melaksanakan ke-
wajiban mereka, dan rela mempertaruhkan segala sesuatu-
nya untuk Dia dengan keyakinan penuh terhadap-Nya.
(3) Sukacita maupun iman mereka akan nyata dengan sendiri-
nya saat mereka bermegah dengan maksud kudus: Semua
orang yang jujur, yang menjaga kebersihan hati nurani dan
didapati berkenan kepada Tuhan , akan bermegah, bukan atas
diri mereka sendiri melainkan atas kemurahan Tuhan , atas ke-
benaran dan kebaikan-Nya, atas hubungan mereka dengan-
Nya, dan atas kedudukan mereka di dalam Dia. Barangsiapa
yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.
PASAL 65
alam mazmur ini kita diarahkan untuk memberi kemuliaan
kepada Tuhan atas kuasa dan kebaikan-Nya, yang tampak,
I. Dalam kerajaan anugerah (ay. 2), di mana Ia mendengarkan
doa (ay. 3), mengampuni dosa (ay. 4), memuaskan jiwa ma-
nusia (ay. 5), melindungi dan menyokong manusia (ay. 6).
II. Dalam kerajaan Pemeliharaan ilahi, di mana Ia menegakkan
gunung-gunung (ay. 7), meredakan deru lautan (ay. 8), men-
jaga peredaran siang dan malam secara teratur (ay. 9), dan
menjadikan bumi tumbuh subur (ay. 10-14).
Inilah berkat-berkat yang atasnya kita semua berutang budi ke-
pada Tuhan , dan oleh sebab itu, mudah kiranya bagi kita untuk me-
nyerap mazmur ini saat menyanyikannya.
Puji-pujian Sion;
Alasan-alasan untuk Beribadah
(65:1-6)
1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Nyanyian. 2 Bagi-Mulah puji-
pujian di Sion, ya Tuhan ; dan kepada-Mulah orang membayar nazar. 3 Engkau
yang mendengarkan doa. Kepada-Mulah datang semua yang hidup 4 sebab
bersalah. Bilamana pelanggaran-pelanggaran kami melebihi kekuatan kami,
Engkaulah yang menghapuskannya. 5 Berbahagialah orang yang Engkau
pilih dan yang Engkau suruh mendekat untuk diam di pelataran-Mu! Kiranya
kami menjadi kenyang dengan segala yang baik di rumah-Mu, di bait-Mu
yang kudus. 6 Dengan perbuatan-perbuatan yang dahsyat dan dengan keadil-
an Engkau menjawab kami, ya Tuhan yang menyelamatkan kami, Engkau,
yang menjadi kepercayaan segala ujung bumi dan pulau-pulau yang jauh-
jauh;
Sang pemazmur di sini tidak membawa suatu kekhawatiran apa pun
di hadapan takhta anugerah, namun dengan bertindak sebagai pemim-
D
910
pin umat dan juru bicara bagi jemaat, ia memulai dengan menyapa
Tuhan .
Lihatlah :
I. Bagaimana ia memberi kemuliaan kepada Tuhan (ay. 2).
1. Dengan rasa syukur yang penuh kerendahan hati: Bagi-Mulah
puji-pujian di Sion, ya Tuhan (KJV: Puji-pujian menanti-Mu di
Sion, Ya Tuhan ! – pen.). Puji-pujian menanti Tuhan sampai tiba
di Sion, supaya puji-pujian ini segera diterima dengan
rasa syukur begitu Tuhan tiba. saat Tuhan mendatangi kita
dengan kebaikan-kebaikan-Nya, kita harus menyongsong Dia
dengan puji-pujian kita, dan menunggu sampai fajar merekah.
“Puji-pujian menanti, dengan kepuasan yang penuh dalam
kehendak kudus-Mu dan dengan kebergantungan pada belas
kasihan-Mu.” jika kita siap sedia untuk mengucap syukur
dalam segala hal, maka puji-pujian menanti Tuhan . “Puji-pujian
menanti untuk Engkau terima.” Orang-orang Lewi berdiri di
rumah TUHAN pada malam hari, siap untuk menyanyikan
lagu-lagu pujian mereka pada waktu yang sudah ditetapkan
(134:1-2), dan dengan demikian puji-pujian mereka menanti
Dia. Puji-pujian diam di hadapan-Mu sebab kehilangan kata-
kata untuk mengungkapkan kebaikan Tuhan yang agung, dan
terhenyak dengan rasa kagum yang hening akan kebaikan-Nya
itu. Sama seperti ada keluhan-keluhan kudus yang tidak ter-
ucapkan, demikian pula ada pemujaan-pemujaan kudus yang
tidak terucapkan, namun yang akan diterima oleh Dia yang
menyelidiki hati nurani, dan mengetahui maksud Roh. Pujian
kita diam, supaya puji-pujian para malaikat yang terberkati,
yang unggul dalam hal kekuatan, dapat didengar. Janganlah
diberitahukan kepada-Nya bahwa aku berbicara, sebab jika
manusia berani mengumandangkan semua puji-pujian kepada
Tuhan , pastilah ia akan dibinasakan (Ayb. 37:20, KJV). Di hadap-
an-Mu, puji-pujian pasti berdiam diri (begitulah dalam bahasa
Aram), sebab Tuhan tinggi mengatasi segala puji-pujian kita.
Pujian layak diberikan kepada Tuhan dari seluruh penjuru du-
nia, namun hanya di Sion sajalah pujian itu menanti-nantikan-
Nya, di dalam jemaat-Nya, di antara umat-Nya. Semua karya-
Nya memuji Dia (semua itu memberi pokok pujian), namun
Kitab Mazmur 65:1-6
911
hanya orang-orang kudus-Nya sajalah yang benar-benar me-
muji-Nya dengan puja-puji mereka yang sejati. Jemaat yang su-
dah ditebus menyanyikan nyanyian baru mereka di bukit Sion
(Why. 14:1, 3). Di Sionlah tempat kediaman Tuhan (76:3). Ber-
bahagialah orang-orang yang berdiam bersama-Nya di sana,
sebab mereka akan senantiasa memuji-muji-Nya.
2. Dengan kesetiaan yang tulus: Kepada-Mulah orang membayar
nazar, maksudnya, korban yang dinazarkan pasti akan diper-
sembahkan. Ucapan syukur kita kepada Tuhan atas segala
kemurahan yang kita peroleh tidak akan diterima-Nya kecuali
kita dengan kesadaran hati nurani membayar nazar yang kita
buat pada saat kita mengharapkan kemurahan itu. Sebab, le-
bih baik tidak bernazar sama sekali dibandingkan bernazar namun
tidak membayarnya.
II. sebab apa ia memberi kemuliaan kepada-Nya.
1. sebab Ia mendengarkan doa (ay. 3): Puji-pujian menanti-Mu.
Dan mengapa pujian itu begitu siap sedia?
(1) “ sebab Engkau bersedia mengabulkan permohonan-per-
mohonan kami. Wahai Engkau yang mendengarkan doa!
Engkau dapat menjawab setiap doa, sebab Engkau mampu
berbuat bagi kami melebihi apa yang dapat kami doakan
atau pikirkan (Ef. 3:20), dan Engkau akan menjawab setiap
doa yang dilandasi dengan iman, entah menjawabnya de-
ngan baik atau di dalam kebaikan-Mu.” Terutama untuk
kemuliaan kebaikan Tuhan , dan untuk mendorong kitalah,
maka Dia menjadi Tuhan yang mendengarkan doa, dan Ia
telah mengambil gelar ini sebagai salah satu gelar kehor-
matan bagi-Nya. Dan kita kehilangan banyak hal jika tidak
memanfaatkan segala kesempatan untuk memberi ke-
muliaan kepada-Nya sesuai dengan gelar-Nya.
(2) sebab , untuk alasan itu, kita akan segera berlari kepada-
Nya jika sedang mengalami kesusahan. “Oleh sebab itu,
sebab Engkau Tuhan yang mendengarkan doa, kepada-Mu-
lah datang semua yang hidup. Sudah sewajarnyalah setiap
pujian manusia menanti-Mu, sebab setiap doa manusia
menanti-Mu saat ia berkekurangan atau berkesusahan,
apa pun yang dilakukannya pada waktu-waktu lain. Seka-
912
rang hanya keturunan Israel yang mendatangi-Mu, serta
juga orang-orang yang sudah memeluk agama mereka.
Akan namun , bila rumah-Mu akan disebut rumah doa bagi
segala bangsa, maka kepada-Mulah segala yang hidup
akan datang, dan disambut” (Rm. 10:12-13). Kepada-Nya
marilah kita datang, datang dengan berani, sebab Dialah
Tuhan yang mendengarkan doa.
2. sebab Ia mengampuni dosa. Dalam hal ini, siapakah Tuhan
seperti Engkau? (Mi. 7:18). Dengan inilah Dia menyatakan
nama-Nya (Kel. 34:7), dan oleh sebab itu, sebab alasan ini,
puji-pujian menanti-Nya (ay. 4). “Dosa-dosa kami sudah sam-
pai ke langit, pelanggaran-pelanggaran kami melebihi kekuatan
kami, dan tampak sangat banyak, sangat mengerikan, sehing-
ga saat pelanggaran-pelanggaran itu diperhadapkan kepada
kami, kami sungguh bingung dan siap tenggelam dalam kepu-
tusasaan. Pelanggaran-pelanggaran itu begitu melebihi ke-
kuatan kami sampai-sampai kami tidak bisa berpura-pura
dapat mengimbanginya dengan kebaikan kami sendiri, sehing-
ga saat kami tampil di hadapan Tuhan , hati nurani kami sen-
diri menuduh kami, dan kami tidak bisa memberi pem-
belaan apa-apa. Walaupun begitu, berkenaan dengan pelang-
garan-pelanggaran kami, Engkaulah yang akan menghapus-
kannya, berdasar belas kasihan-Mu sendiri yang cuma-
cuma dan demi kebaikan yang disediakan oleh-Mu sendiri,
sehingga kami tidak akan dihukum oleh sebab nya.” Perhati-
kanlah, semakin besar bahaya yang mengintai kita sebab
dosa, semakin banyaklah alasan bagi kita untuk mengagumi
kuasa dan kekayaan belas kasihan Tuhan dalam mengampuni,
yang akan membatalkan kekuatan yang mengancam kita yang
datang akibat pelbagai macam pelanggaran dan dosa-dosa kita
yang hebat itu.
3. sebab sambutan baik yang diberikan-Nya kepada orang-
orang yang melayani-Nya dan penghiburan yang mereka rasa-
kan dalam bersekutu dengan-Nya. Pelanggaran haruslah diha-
puskan terlebih dahulu (ay. 4), dan sesudah itu barulah kita
diundang untuk mendekat pada mezbah Tuhan (ay. 5). Orang-
orang yang datang untuk bersekutu dengan Tuhan pasti akan
menemukan kebahagiaan yang sejati dan kepuasan yang pe-
nuh di dalam persekutuan itu.
Kitab Mazmur 65:1-6
913
(1) Mereka berbahagia. Bukan saja berbahagialah bangsa (33:12),
namun juga berbahagialah orang, pribadi tertentu, betapapun
hinanya, yang Engkau pilih dan yang Engkau suruh men-
dekat untuk diam di pelataran-Mu! Dialah orang yang
berbahagia, sebab dia mendapatkan pertanda yang paling
pasti akan kebaikan ilahi dan janji serta jaminan yang
paling pasti akan kebahagiaan kekal.
Lihatlah di sini:
[1] Apa yang dimaksudkan dengan datang bersekutu de-
ngan Tuhan , untuk memperoleh kebahagiaan ini.
Pertama, ini berarti mendatangi-Nya dengan berpe-
gang pada kovenan-Nya, mengarahkan kasih sayang kita
yang terbaik kepada-Nya, dan mencurahkan keinginan-
keinginan kita kepada-Nya. Ini berarti berbicara dengan
Dia sebagai seorang yang kita kasihi dan kita hargai.
Kedua, ini berarti berdiam di pelataran-Nya, seperti
yang dilakukan oleh imam-imam dan orang-orang Lewi,
yang merasa betah berada di rumah Tuhan . Ini berarti
tetap menjalankan ibadah agama, dan melaksanakan-
nya dengan sebaik dan sedekat mungkin seperti kita
mengurus tempat tinggal kita.
[2] Bagaimana kita harus datang untuk bersekutu dengan
Tuhan : bukan sebab jasa kita sendiri, atau sebab kita
sendiri yang mengaturnya untuk datang ke sana, me-
lainkan sebab pilihan bebas Tuhan : “Berbahagialah
orang yang Engkau pilih, dan yang dengan demikian
diistimewakan dari orang lain yang dibiarkan untuk
berbuat semau mereka sendiri.” Dan ini terjadi berkat
anugerah istimewa-Nya yang selalu berhasil mengerja-
kan pekerjaan yang sesuai dengan pilihan bebas-Nya
itu. Siapa yang dipilih-Nya, didorong-Nya juga untuk
mendekat, dan Dia tidak saja mengundang mereka, namun
juga menggerakkan dan memampukan mereka untuk
mendekat kepada-Nya. Ia menarik mereka (Yoh. 6:44).
(2) Mereka akan puas. Di sini sang pemazmur mengubah orang-
nya, bukan dia yang akan dipuaskan (orang yang Engkau
pilih), melainkan kami, yang mengajar kita untuk menerap-
kan janji-janji itu pada diri kita sendiri dan, dengan iman
914
yang aktif, untuk mencantumkan nama kita sendiri ke da-
lam janji-janji-Nya itu: Kiranya kami menjadi kenyang de-
ngan segala yang baik di rumah-Mu, di bait-Mu yang kudus.
Perhatikanlah:
[1] Bait kudus Tuhan yaitu rumah-Nya. Di sanalah Dia
bersemayam, tempat ketetapan-ketetapan-Nya diatur.
[2] Tuhan menjaga rumah dengan baik. Ada kebaikan yang
berlimpah di rumah-Nya, kebenaran, anugerah, dan
segala penghiburan dari kovenan kekal. Tersedia cukup
untuk semua, cukup untuk setiap orang. Semuanya
sudah siap, selalu tersedia. Dan semuanya cuma-cuma,
tidak perlu uang atau biaya.
[3] Dalam semuanya itu, ada sesuatu yang memuas-
kan jiwa, yang dengannya jiwa-jiwa yang mulia akan
dipuaskan. Biarlah mereka mendapatkan kesenangan
dalam bersekutu dengan Tuhan , dan itu sudah cukup
bagi mereka. Mereka akan merasa cukup, dan tidak
akan menginginkan apa-apa lagi.
4. sebab pekerjaan-pekerjaan kuasa-Nya yang mulia yang diker-
jakan atas nama mereka (ay. 6): Dengan perbuatan-perbuatan
yang dahsyat dan dengan keadilan Engkau menjawab kami, ya
Tuhan yang menyelamatkan kami! Ini dapat dimengerti sebagai
teguran-teguran yang adakalanya diberikan Tuhan kepada
umat-Nya sendiri melalui pemeliharaan-Nya. Sering kali Dia
menjawab mereka dengan perbuatan-perbuatan yang dahsyat,
untuk membangunkan dan menyadarkan mereka, namun itu
selalu dilakukan-Nya di dalam kebenaran. Dia tidak pernah
berbuat salah kepada mereka atau bermaksud mencelakakan
mereka, sebab bahkan dalam kesemuanya itu Dia yaitu Tuhan
yang menyelamatkan mereka (lih. Yes. 45:15). Namun, ini
lebih tepat dipahami sebagai penghakiman-penghakiman-Nya
atas musuh-musuh mereka. Tuhan menjawab doa-doa umat-
Nya melalui kehancuran-kehancuran yang dilakukan-Nya,
demi mereka, di antara bangsa-bangsa kafir. Juga melalui ba-
lasan yang ditimpakan-Nya kepada orang-orang congkak yang
mengejar-ngejar mereka, sebagai Tuhan yang adil, Tuhan yang
empunya pembalasan, dan sebagai Tuhan yang melindungi dan
menyelamatkan umat-Nya. Dengan perbuatan-perbuatan yang
Kitab Mazmur 65:7-14
915
ajaib (begitulah sebagian orang membacanya), perbuatan-per-
buatan yang sangat mengejutkan, dan yang tidak kita harap-
kan (Yes. 64:3). Atau, “Dengan perbuatan-perbuatan yang
mencengangkan kami Engkau akan menjawab kami.” Kebe-
basan kudus yang diberikan kepada kita untuk masuk ke
dalam pelataran Tuhan , dan kedekatan kita dengan-Nya, sama
sekali tidak boleh mengurangi rasa hormat kita dan rasa takut
yang saleh akan Dia. Sebab, Tuhan yaitu dahsyat dari dalam
tempat kudus-Nya.
5. sebab kepedulian-Nya terhadap semua umat-Nya, bagaima-
napun susahnya mereka, dan ke mana pun tersebarnya mere-
ka. Dia menjadi kepercayaan segala ujung bumi, yakni, dari
semua orang kudus di seluruh dunia, dan bukan hanya dari
keturunan Israel. Sebab Dia yaitu Tuhan dari bangsa-bangsa
bukan-Yahudi di samping juga Tuhan dari bangsa Yahudi. Ia
menjadi kepercayaan mereka yang berada jauh dari bait ku-
dus-Nya dan dari pelataran-Nya, yang berdiam di pulau-pulau
bangsa bukan-Yahudi, atau yang sedang mengalami kesesak-
an di tengah laut. Mereka percaya kepada-Mu, dan berseru
kepada-Mu saat mereka kehabisan akal (107:27-28). Dengan
iman dan doa, kita dapat menjaga persekutuan kita dengan
Tuhan , dan menimba penghiburan dari-Nya, di mana pun kita
berada, bukan hanya saat berada di tengah-tengah perseku-
tuan jemaat-Nya yang kudus, namun juga saat berada jauh di
tengah laut.
Kekuatan Tuhan yang Mahakuasa;
Pertanda-pertanda Kuasa dan Kebaikan Ilahi
(65:7-14)
7 Engkau, yang menegakkan gunung-gunung dengan kekuatan-Mu, sedang
pinggang-Mu berikatkan keperkasaan; 8 Engkau, yang meredakan deru laut-
an, deru gelombang-gelombangnya dan kegemparan bangsa-bangsa! 9 Sebab
itu orang-orang yang diam di ujung-ujung bumi takut kepada tanda-tanda
mujizat-Mu; tempat terbitnya pagi dan petang Kaubuat bersorak-sorai. 10
Engkau mengindahkan tanah itu, mengaruniainya kelimpahan, dan mem-
buatnya sangat kaya. Batang air Tuhan penuh air; Engkau menyediakan gan-
dum bagi mereka. Ya, demikianlah Engkau menyediakannya: 11 Engkau
mengairi alur bajaknya, Engkau membasahi gumpalan-gumpalan tanahnya,
dengan dirus hujan Engkau menggemburkannya; Engkau memberkati
tumbuh-tumbuhannya. 12 Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu,
jejak-Mu mengeluarkan lemak; 13 tanah-tanah padang gurun menitik, bukit-
916
bukit berikatpinggangkan sorak-sorai; 14 padang-padang rumput berpakai-
kan kawanan kambing domba, lembah-lembah berselimutkan gandum, se-
muanya bersorak-sorai dan bernyanyi-nyanyi.
Agar hati kita lebih terkagum-kagum lagi akan Tuhan sumber segala
anugerah itu, maka bermanfaatlah bagi kita untuk sungguh-sungguh
memperhatikan kuasa dan kedaulatan-Nya sebagai Tuhan alam se-
mesta, mencermati kekayaan-kekayaan serta kelimpahan kerajaan-
Nya yang menyediakan segala kebutuhan kita.
I. Ia menegakkan bumi, sehingga tetap ada (119:90). Dengan kekuat-
an-Nya sendiri Ia menegakkan gunung-gunung (ay. 7), mendirikan-
nya untuk pertama kali dan terus meneguhkannya, meskipun ter-
kadang goncang oleh gempa bumi. sebab itulah gunung-gunung
itu disebut gunung-gunung yang ada sejak purba (Hab. 3:6). Teta-
pi kovenan Tuhan dengan umat-Nya dikatakan tetap berdiri teguh
meskipun gunung-gunung bergoyang (Yes. 54:10).
II. Ia menenangkan laut, dan laut pun diam (ay. 8). Laut yang tengah
diterjang badai pastilah bergelora, yang semakin membuatnya me-
ngerikan. namun , jika Tuhan berkenan, Dia memerintahkan
gelombang-gelombang dan ombak-ombak untuk tenang, menidur-
kannya, dan meredakan badai dengan cepat (107:29). Dan dengan
perubahan di laut ini, seperti juga dengan contoh sebelumnya
tentang bumi yang tidak akan goyang, tampak bahwa Dia yang
empunya lautan dan daratan itu berikatpinggangkan keperkasa-
an. Dan dengan inilah Yesus Tuhan kita memberi bukti akan
kuasa ilahi-Nya, bahwa Ia memerintahkan angin dan danau untuk
diam, dan mereka pun taat kepada-Nya. Selain contoh meredakan
laut ini, sang pemazmur juga menambahkan, yang hampir sama
sifatnya, bahwa Dia menenangkan kegemparan bangsa-bangsa,
yakni manusia secara umum. Tidak ada lagi yang lebih kacau dan
bisa diterima selain dari kerusuhan-kerusuhan dan perbuatan-
perbuatan biadab gerombolan orang banyak. Namun, bahkan
yang ini pun dapat diredakan Tuhan , dengan cara-cara tersembu-
nyi, yang mereka pun tidak menyadarinya. Atau mungkin yang
dimaksudkan yaitu kemarahan bangsa-bangsa musuh Israel
(2:1). Tuhan mempunyai banyak cara untuk menenangkan mereka,
dan Dia akan meredam kegemparan mereka untuk selama-lama-
nya.
Kitab Mazmur 65:7-14
917
III. Ia memperbaharui pagi dan petang, maka peredarannya pun tetap
(ay. 9). Pergantian siang malam yang teratur ini dapat dipandang,
1. Sebagai contoh dari kuasa Tuhan yang agung, yang mence-
ngangkan kita semua: Orang-orang yang diam di ujung-ujung
bumi takut kepada tanda-tanda mujizat-Mu. Dengannya mereka
diyakinkan bahwa ada ilahi yang tertinggi, penguasa yang ber-
daulat, yang di hadapan-Nya mereka harus takut dan gemetar.
Sebab di dalam semua ini, apa yang tidak tampak pada Tuhan
menjadi jelas terlihat. Dan oleh sebab itu, semuanya itu dite-
tapkan untuk menjadi tanda (Kej. 1:14). Banyak orang yang
berdiam di ujung-ujung bumi yang terpencil dan gelap begitu
takut kepada tanda-tanda ini sehingga mereka tergerak untuk
menyembahnya (Ul. 4:19), tanpa menimbang bahwa semua itu
yaitu tanda-tanda Tuhan , bukti-bukti dari kuasa dan keilahi-
an-Nya yang tidak dapat disangkal, dan oleh sebab itu seha-
rusnya mereka menjadi tergerak oleh tanda-tanda itu untuk
menyembah Dia.
2. Sebagai contoh dari kebaikan Tuhan yang agung, dan kebaikan
itu membawa penghiburan bagi semua orang: Terbitnya pagi,
sebelum matahari terbit, dan petang, sebelum matahari terbe-
nam, Kaubuat bersorak-sorai. yaitu Tuhan yang menebarkan
cahaya pagi dan menurunkan layar petang, demikian pula Dia
mengerjakan keduanya demi kebaikan manusia, dan membuat
keduanya bersorak-sorai, dan memberi kita alasan untuk ber-
sorak-sorai di dalam kedua hal itu. Sehingga dengan demikian,
betapapun saling berlawanannya terang dan gelap, dan beta-
papun tidak dapat diubahnya pemisahan di antara keduanya
(Kej. 1:4), keduanya sama-sama disambut di dalam dunia pada
waktunya masing-masing. Sulit untuk dikatakan mana yang
lebih kita sambut, cahaya pagi, yang membuat nyaman kegiat-
an di siang hari, ataukah bayang-bayang senja, yang membuat
nyaman istirahat di malam hari. Adakah penjaga menantikan
pagi? Demikian pula pekerja sangat mendambakan bayangan
senja. Sebagian orang memahaminya sebagai korban persem-
bahan di pagi dan petang, yang di dalamnya orang-orang baik
sangat bersukacita, dan Tuhan senantiasa dihormati. Engkau
membuatnya bernyanyi (begitulah arti kata itu). Sebab setiap
pagi dan petang lagu-lagu pujian selalu dinyanyikan oleh
orang-orang Lewi. Ini merupakan hal yang wajib dilakukan
918
setiap hari. Kita harus memandang ibadah harian kita, baik
secara sendirian maupun secara berkeluarga, sebagai hal yang
teramat sangat diperlukan bagi kegiatan-kegiatan kita sehari-
hari dan yang teramat sangat menyenangkan bagi penghibur-
an-penghiburan yang kita nikmati setiap hari. Dan, jika dalam
hal ini kita tetap menjaga persekutuan kita dengan Tuhan ,
maka dengan demikian terbitnya pagi dan petang benar-benar
dibuat bersorak-sorai.
IV. Ia menyirami bumi dan membuatnya subur. Daud berbicara pan-
jang lebar tentang contoh dari kekuasaan dan kebaikan Tuhan ini,
sebab mazmur ini kemungkinan ditulis entah saat terjadi hasil
panen yang luar biasa besar atau saat hujan turun tepat pada
waktunya sesudah lama dilanda kekeringan. Sangat mudah untuk
mengamati betapa ciptaan yang ada di bawah begitu bergantung-
nya pada kuasa yang ada di atas untuk menghasilkan buah. Jika
langit seperti tembaga, maka bumi pun seperti besi, dan ini meru-
pakan petunjuk yang seharusnya bisa dilihat oleh dunia yang
bodoh sekalipun bahwa setiap pemberian yang baik dan setiap
anugerah yang sempurna datangnya dari atas, omnia desuper –
semuanya datang dari atas. Kita harus melayangkan pandangan
kita ke atas bukit-bukit, ke langit, di mana ada sumber sejati
dari semua berkat, yang tidak terlihat, dan ke sanalah puji-pujian
kita harus dikembalikan, seperti hasil-hasil bumi yang pertama
dipersembahkan sebagai persembahan khusus kepada sorga
dengan cara mengakui bahwa dari sanalah semua itu berasal. Se-
mua berkat Tuhan , bahkan berkat-berkat rohani, diungkapkan de-
ngan cara kebenaran dicurahkan bagai hujan ke atas kita. Seka-
rang Lihatlah bagaimana berkat umum yang turun bak hujan
dari langit dan musim-musim subur digambarkan di sini.
1. Seberapa banyak kuasa dan kebaikan Tuhan ada di dalam-
nya, yang di sini disajikan dengan pelbagai macam ungkapan
yang begitu hidup.
(1) Tuhan yang menciptakan bumi sedemikian rupa melawat-
nya, mengirimkan utusan kepadanya, dan memberi
bukti akan kepedulian-Nya terhadapnya (ay. 10). Lawatan-
Nya itu yaitu lawatan belas kasihan, dan harus dibalas
oleh penduduk bumi dengan puji-pujian.
Kitab Mazmur 65:7-14
919
(2) Tuhan , yang menciptakan baginya tanah kering, menyirami-
nya juga supaya ia subur dan berbuah. Meskipun hasil-
hasil bumi sudah melimpah sebelum Tuhan mencurahkan
hujan ke atasnya, namun bahkan pada saat itu sudah ada
kabut yang akan mendatangkan hujan, dan membasahi
seluruh permukaan bumi (Kej. 2:5-6). Hati kita kering-ke-
rontang dan tandus jika Tuhan sendiri tidak menjadi seperti
embun bagi kita dan membasahi kita. Tentulah tanaman-
tanaman yang ditanam-Nya sendiri akan disirami-Nya dan
dibuat-Nya tumbuh subur.
(3) Hujan yaitu batang air Tuhan , yang penuh air. Awan-awan
yaitu sumber batang air ini, yang tidak mengalir ke
mana-mana dengan sembarangan, namun tetap di dalam
saluran yang telah dipersiapkan Tuhan baginya. Curahan
hujan, seperti halnya batang air, diarahkan-Nya ke mana
pun seturut kehendak-Nya.
(4) Batang air Tuhan ini memperkaya bumi, yang tanpanya
bumi akan cepat tandus. Kekayaan bumi, yang dihasilkan
keluar dari permukaannya, paling bermanfaat dan berguna
bagi manusia dibandingkan kekayaan yang tersembunyi di da-
lam perutnya. Kita dapat hidup dengan baik tanpa perak
dan emas, namun tidak tanpa gandum dan rumput.
2. Seberapa banyak manfaat yang diambil dari hujan bagi bumi
dan bagi manusia yang berpijak di atasnya.
(1) Bagi bumi itu sendiri. Hujan yang turun pada musimnya
membuat bumi berwajah baru. Tidak ada yang lebih meng-
hidupkan, lebih menyegarkan, selain hujan yang turun ke
atas padang rumput (72:6). Bahkan alur bajak tanah, yang
tampak tidak terkena air hujan, diairi dengan berlimpah,
sebab alur bajak itu meminum air hujan yang sering turun
menimpanya. Gumpalan-gumpalan tanah, yang digali de-
ngan bajak, untuk menanam biji-bijian, dibasahi oleh hu-
jan dan dilayakkan untuk menerima biji-biji ini (ay.
11). Gumpalan-gumpalan itu menjadi gembur dengan
dibasahi. Apa yang melembutkan tanah di dalam hati pasti
membuat hati itu tenang. Sebab, hati ditegakkan dengan
anugerah itu. Demikianlah, kedatangan musim semi diber-
kati. Dan jika musim semi yang tiba selama tiga bulan
920
pertama dalam setahun diberkati, maka itu merupakan
suatu pertanda bagi berkat sepanjang tahun, yang oleh ka-
renanya Tuhan dikatakan memahkotai tahun dengan kebaik-
an (ay. 12). Ia mengelilinginya dari berbagai sudut, seperti
kepala dikelilingi mahkota, dan seperti kebahagiaan yang
melengkapi dan menyudahi penghiburan-penghiburan
pada tahun itu. Dan jejak-jejak-Nya dikatakan mengeluar-
kan lemak. Sebab lemak apa pun yang ada di bumi, yang
menyuburkan hasil-hasilnya, datang dari curahan-curahan
kebaikan ilahi. Ke mana pun Tuhan pergi, Ia meninggalkan
pertanda-pertanda belas kasihan-Nya di belakang-Nya (Yl.
2:13-14) dan membuat jejak-jejak yang ditinggalkan-Nya
itu bersinar. Penyampaian kebaikan Tuhan kepada dunia di
bawah ini sangatlah luas dan menyebar (ay. 13): Tanah-
tanah padang gurun menitik (KJV: Kebaikan-kebaikan-Nya
menitik di padang gurun – pen.), dan bukan hanya di tanah
yang berpenghuni. Padang belantara, yang tidak dirawat
oleh manusia dan yang tidak memberi manfaat kepada-
nya, dirawat oleh Pemeliharaan ilahi, dan keuntungan-
keuntungan yang diberikannya mendatangkan kemuliaan
kepada Tuhan , sebagai Pemberi yang murah hati kepada
seluruh ciptaan, meskipun tidak secara langsung demi
keuntungan manusia. Dan kita harus bersyukur bukan
hanya untuk suatu hal yang bermanfaat bagi kita, melain-
kan juga untuk suatu hal yang berguna bagi ciptaan-cipta-
an lain, sebab dengan demikian hal itu membawa kehor-
matan kepada Sang Pencipta. Padang gurun, yang tidak
memberi hasil-hasil yang bermanfaat sebagaimana
yang dihasilkan tanah yang dapat diolah, menerima hujan
dari langit sama banyaknya seperti tanah yang subur. Se-
bab, Tuhan itu baik terhadap orang-orang jahat dan orang-
orang yang tidak tahu berterima kasih. Begitu banyaknya
karunia-karunia kelimpahan Tuhan sehingga di dalamnya
bukit-bukit, bukit-bukit kecil, berikatpinggangkan sorak-
sorai (KJV: bukit-bukit kecil bersorak-sorai di setiap sisi –
pen.), bahkan di sisi utara, yang terletak paling jauh dari
pancaran matahari. Bukit-bukit pun memerlukan pemeli-
haraan Tuhan . Dan bukit-bukit kecil tidak luput dari peng-
awasannya. namun jika Tuhan berkehendak, Dia dapat
Kitab Mazmur 65:7-14
921
membuatnya gemetar (114:6), demikian pula jika Dia
berkehendak, Dia dapat membuatnya bersorak-sorai.
(2) Kepada manusia di bumi. Tuhan , dengan menyediakan hu-
jan bagi bumi, mempersiapkan gandum bagi manusia (ay.
10). Tanah menghasilkan pangan (Ayb. 28:5), sebab darinya
dihasilkanlah gandum. namun untuk setiap biji gandum
yang dihasilkannya, Tuhan sendirilah yang mempersiapkan-
nya. Dan oleh sebab itu Dia menyediakan hujan bagi bumi,
supaya dengan begitu Dia dapat mempersiapkan gandum
bagi manusia, yang di bawah kakinya Dia telah menunduk-
kan semua makhluk ciptaan lainnya, dan yang telah dise-
suaikan-Nya untuk dapat digunakan manusia. jika kita
menimbang bahwa hasil gandum setiap tahun bukan saja
merupakan pekerjaan dari kuasa yang sama yang mem-
bangkitkan orang mati, namun juga merupakan contoh dari
kuasa yang hampir serupa dengannya (seperti yang tampak
pada kuasa Juruselamat kita, Yoh. 12:24), dan bahwa
keuntungan yang terus kita nikmati darinya merupakan
contoh dari kebaikan yang tetap untuk selama-lamanya,
maka kita boleh berpikir bahwa yang mempersiapkan gan-
dum untuk kita itu pastilah tidak lebih rendah dari Tuhan .
Gandum dan ternak yaitu dua bahan pokok yang dengan-
nya petani, yang langsung mengolah hasil-hasil bumi, di-
perkaya. Dan keduanya dihasilkan berkat kebaikan ilahi
dalam membasahi bumi (ay. 14). sebab inilah padang-
padang rumput berpakaikan kawanan kambing domba (ay.
14). Begitu kayanya persediaan yang diberikan kepada
padang-padang rumput sehingga tampak berselimutkan
ternak-ternak yang berbaring di atasnya, namun tidak ke-
walahan menanggungnya. Begitu banyaknya makanan
yang disediakan kepada ternak sehingga ternak menjadi
perhiasan dan kemuliaan bagi padang-padang rumput tem-
pat mereka diberi makan. Lembah-lembah begitu subur se-
hingga tampak berselimutkan gandum pada waktu panen.
Bagian-bagian bumi yang paling bawah biasanya paling
subur, dan sejengkal tanah di lembah yang rendah sama
nilainya dengan lima gunung yang tinggi. namun baik gan-
dum maupun padang, untuk memenuhi tujuan dari pen-
ciptaan mereka, dikatakan bersorak-sorai dan bernyanyi-
922
nyanyi, sebab keduanya mendatangkan kehormatan bagi
Tuhan dan penghiburan bagi manusia, dan sebab kedua-
nya melengkapi kita dengan pokok sukacita dan pujian.
Tidak ada sukacita di dunia ini yang melebihi sukacita
pada waktu panen, demikian pula tidak ada pesta perayaan
Tuhan, di kalangan Yahudi, yang dirayakan dengan lebih
khidmat dan dengan lebih banyak ucapan syukur dibandingkan
hari raya pengumpulan hasil pada akhir tahun (Kel. 23:16).
Kiranya semua karunia yang biasa kita terima dari kelim-
pahan ilahi ini, yang setiap tahun dan setiap hari turut kita
rasakan, meningkatkan kasih kita kepada Tuhan sebagai
yang terbaik dari semua makhluk, dan menggerakkan kita
untuk memuliakan-Nya dengan tubuh kita, yang sudah
disediakan-Nya dengan sedemikian baik.
PASAL 66
azmur ini yaitu mazmur ucapan syukur, dan dapat digunakan
serta diterapkan secara begitu umum sehingga kita tidak perlu
menduga-duga pada kesempatan apa mazmur ini ditulis. Semua
orang di sini diimbau untuk memuji Tuhan ,
I. sebab bukti-bukti mengenai kekuasaan-Nya yang berdaulat
dan kuasa-Nya secara umum tampak di seluruh ciptaan (ay.
1-7).
II. sebab pertanda-pertanda khusus dari kebaikan-Nya kepada
jemaat, umat-Nya secara istimewa (ay. 8-12). Dan kemudian,
III. Sang pemazmur memuji Tuhan sebab apa yang dialaminya
sendiri mengenai kebaikan Tuhan kepada dia secara khusus,
terutama dalam menjawab doa-doanya (ay. 13-20).
jika kita sudah belajar mengucap syukur dalam segala hal atas
belas kasihan-Nya baik dulu maupun sekarang, baik kepada orang
banyak maupun kepada diri sendiri, maka kita akan tahu bagaimana
menyanyikan mazmur ini dengan penuh rasa syukur dan peresapan.
Seluruh Umat Manusia Diimbau untuk Memuji Tuhan
(66:1-7)
1 Untuk pemimpin biduan. Nyanyian Mazmur. Bersorak-sorailah bagi Tuhan ,
hai seluruh bumi, 2 mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia
dengan puji-pujian! 3 Katakanlah kepada Tuhan : “Betapa dahsyatnya segala
pekerjaan-Mu; oleh sebab kekuatan-Mu yang besar musuh-Mu tunduk men-
jilat kepada-Mu. 4 Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermaz-
mur bagi-Mu, memazmurkan nama-Mu.” S e l a 5 Pergilah dan lihatlah peker-
jaan-pekerjaan Tuhan ; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia: 6
Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang-orang itu berjalan kaki
menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita sebab Dia, 7 yang
memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya, yang mata-Nya meng-
M
924
awasi bangsa-bangsa. Pemberontak-pemberontak tidak dapat meninggikan
diri. S e l a.
I. Dalam perikop di atas sang pemazmur berseru kepada semua
orang untuk memuji Tuhan , kepada seluruh negeri, seluruh bumi,
seluruh penduduk dunia yang mempunyai kemampuan untuk
memuji Tuhan (ay. 1).
1. Ini berbicara tentang kemuliaan Tuhan , bahwa Ia layak dipuji
oleh semua orang, sebab Ia baik kepada semua dan menyedia-
kan segala bangsa dengan pokok pujian.
2. Kewajiban manusia, bahwa semua diwajibkan untuk memuji
Tuhan . Memuji Tuhan merupakan bagian dari hukum ciptaan,
dan oleh sebab itu diwajibkan atas semua makhluk.
3. Nubuatan tentang berbaliknya bangsa-bangsa bukan-Yahudi
kepada iman akan Kristus. Akan datang saatnya saat selu-
ruh bumi memuji Tuhan , dan korban ini akan dibakar dan di-
persembahkan di setiap tempat bagi-Nya.
4. Itikad baik dalam diri sang pemazmur untuk mengerjakan pe-
kerjaan baik memuji Tuhan ini dengan sepenuh hatinya. Dia
sendiri akan mengerahkan segenap tenaga untuk melakukan-
nya, dan berharap agar Tuhan mendapatkan penghormatan dari
segala bangsa di bumi, dan bukan hanya dari tanah Israel
saja. Dia menggugah seluruh bumi,
(1) Untuk bersorak-sorai bagi Tuhan . Sukacita yang kudus me-
rupakan perasaan saleh yang harus menghidupkan semua
puji-pujian kita. Dan, meskipun bukan sorak-sorai dalam
ibadah itu sendiri yang akan diterima Tuhan (orang-orang
munafik dikatakan berusaha membuat suara mereka dide-
ngar di tempat tinggi, Yes. 58:4), namun, dalam memuji
Tuhan ,
[1] Kita harus melakukannya dengan sepenuh hati dan
bersemangat, dan harus melakukan apa yang kita laku-
kan dengan segenap kekuatan kita, dengan sepenuh
jiwa raga kita.
[2] Kita harus melakukannya dengan terbuka dan terang-
terangan, seperti hamba yang tidak malu akan tuannya.
Kedua hal ini tersirat dalam bersorak-sorai, sorak-sorai
sukacita.
Kitab Mazmur 66:1-7
925
(2) Untuk bernyanyi dengan gembira, dan memazmurkan ke-
muliaan nama-Nya, demi membangun orang lain. Kemulia-
an ini yaitu kemuliaan segala hal yang dipakai-Nya untuk
menyatakan diri-Nya (ay. 2). Apa yang mendatangkan ke-
hormatan bagi nama Tuhan haruslah menjadi pokok pujian
kita.
(3) Untuk memuliakan Dia dengan puji-pujian sejauh kita
mampu. Dalam memuji Tuhan , kita harus melakukannya
untuk memuliakan Dia, dan ini haruslah menentukan dan
mengarahkan semua puji-pujian kita. Pandanglah memuji
Tuhan sebagai kemuliaanmu yang terbesar, begitu menurut
sebagian orang. yaitu kehormatan tertinggi yang mampu
dicapai oleh makhluk ciptaan untuk menjadi kenamaan
dan kepujian bagi Penciptanya.
II. Ia telah berseru kepada seluruh bumi untuk memuji Tuhan (ay. 1),
dan bernubuat (ay. 4) bahwa mereka akan melakukannya: Selu-
ruh bumi sujud menyembah kepada-Mu; sebagian orang di seluruh
penjuru bumi, bahkan di daerah-daerah paling terpencil akan me-
muji Tuhan , sebab Injil yang kekal akan diberitakan kepada semua
bangsa dan suku. Dan inilah tujuannya, yaitu untuk menyembah
Dia yang telah menjadikan langit dan bumi (Why. 14:6-7). sebab
sudah diberitakan dengan cara demikian, Injil tidak akan kembali
dengan sia-sia, namun akan membawa seluruh bumi, sedikit
banyak, untuk menyembah Tuhan , dan bermazmur bagi-Nya. Pada
masa Injil, Tuhan akan disembah dengan nyanyian Mazmur. Mere-
ka akan bermazmur bagi Tuhan , yaitu, bermazmur bagi nama-Nya,
sebab hanya untuk kemuliaan-Nya yang tampak, yang dengannya
Dia telah menyatakan diri-Nya, dan bukan untuk kemuliaan-Nya
yang tersembunyi, kita menaikkan puji-pujian kita.
III. Agar kita dilengkapi dengan pokok pujian, di sini kita diimbau
untuk pergi dan melihat pekerjaan-pekerjaan Tuhan . Sebab, peker-
jaan-pekerjaan-Nya sendiri memuji Dia, entah kita memuji-Nya
atau tidak. sebab itu, alasan mengapa kita tidak memuji-Nya
dengan lebih sering dan lebih baik yaitu sebab kita tidak mem-
perhatikan pekerjaan-pekerjaan itu dengan sepantasnya dan se-
penuhnya. Oleh sebab itu, marilah kita melihat pekerjaan-peker-
jaan Tuhan dan memperhatikan contoh-contoh hikmat, kuasa, dan
926
kesetiaan-Nya dalam kesemuanya itu (ay. 5), dan kemudian ber-
kata-kata tentangnya, dan mengatakannya kepada-Nya (ay. 3):
Katakanlah kepada Tuhan : “Betapa dahsyatnya segala pekerjaan-
Mu!”
1. Pekerjaan-pekerjaan Tuhan itu memang ajaib, dan merupakan
pekerjaan yang, jika dipandang dengan benar, sudah sewa-
jarnya membuat kita terkagum-kagum. Tuhan itu dahsyat
(maksudnya, mengagumkan) dalam pekerjaan-pekerjaan-Nya,
melalui kebesaran kuasa-Nya yang sedemikian rupa, dan ber-
sinar dengan begitu terang, begitu kuat, dalam semua per-
buatan-Nya, sehingga tepatlah untuk mengatakan bahwa tidak
ada pekerjaan lain seperti apa yang dikerjakan-Nya. sebab
itulah Dia dikatakan menakutkan sebab perbuatan-Nya yang
masyhur (Kel. 15:11). Dalam segala perbuatan-Nya terhadap
anak-anak manusia, Dia dahsyat, dan harus dipandang de-
ngan rasa hormat yang kudus. Sebagian besar agama berkena-
an dengan rasa hormat terhadap Pemeliharaan ilahi.
2. Pekerjaan-pekerjaan itu menakutkan bagi musuh-musuh-Nya,
dan sudah sering kali memojokkan dan menggentarkan mere-
ka sehingga terpaksa berpura-pura tunduk (ay. 3): Oleh sebab
kekuatan-Mu yang besar, yang di hadapannya tidak ada orang
yang dapat tahan, musuh-Mu tunduk menjilat kepada-Mu. Me-
reka akan tergeletak di hadapan-Mu (begitulah arti kata itu),
yakni, mereka akan terpaksa, dengan berat hati melawan
kehendak mereka sendiri, berdamai dengan-Nya dengan syarat
apa saja. Penyerahan diri yang timbul dari rasa takut kerap
kali tidaklah tulus, dan oleh sebab itu, paksaan bukanlah
sarana yang pantas untuk menyiarkan agama, dan orang-
orang yang masuk menjadi anggota jemaat dengan cara dipak-
sa tidak akan mendatangkan banyak sukacita, sebab pada
akhirnya mereka akan didapati sebagai pendusta (Ul. 33:29,
KJV).
3. Pekerjaan-pekerjaan-Nya itu menghibur dan bermanfaat bagi
umat-Nya (ay. 6). saat Israel keluar dari Mesir, Ia mengubah
laut menjadi tanah kering di hadapan mereka, yang mendorong
mereka untuk mengikuti bimbingan Tuhan melalui padang
gurun. Dan, saat mereka hendak memasuki tanah Kanaan,
untuk mendorong semangat mereka dalam berperang, air su-
ngai Yordan terbelah di hadapan mereka, dan mereka berjalan
Kitab Mazmur 66:1-7
927
kaki menyeberangi sungai. Semestinya mereka memakai pa-
sukan berkuda dibandingkan pasukan infanteri atau pasukan jalan
kaki. namun kaki-kaki yang menyeberangi sungai Yordan inilah
yang sungguh diakui oleh sorga dalam berperang bagi Tuhan.
Di sana musuh-musuh mereka gemetar di hadapan mereka
(Kel. 15:14-15; Yos. 5:1), namun di sana kita bersukacita sebab
Dia, baik sebab percaya kepada kuasa-Nya (sebab meng-
andalkan Tuhan sering kali diungkapkan dengan bersukacita di
dalam Dia) maupun sebab menyanyikan puji-pujian kepada-
Nya (106:12). Di sanalah kita bersukacita; nenek moyang kita
bersukacita, dan kita pun bersukacita sebagai keturunan
mereka. Sukacita bapa-bapa leluhur kita yaitu sukacita kita
juga, dan kita harus ikut berbagi di dalam sukacita mereka.
4. Pekerjaan-pekerjaan-Nya itu berkuasa atas semua. Tuhan de-
ngan pekerjaan-pekerjaan-Nya mempertahankan kekuasaan-
Nya di dunia (ay. 7): Dia memerintah dengan perkasa untuk
selama-lamanya, dan mata-Nya mengawasi bangsa-bangsa.
(1) Tuhan mempunyai mata yang berkuasa. Dari ketinggian sor-
ga mata-Nya memerintah semua penduduk bumi, dan Dia
melihat mereka semua dengan jelas dan utuh. Mata-Nya
menjelajah seluruh bumi. Bangsa-bangsa yang paling ter-
pencil dan tidak ternama tidaklah luput dari pengawasan-
Nya.
(2) Dia mempunyai lengan yang berkuasa. Kuasa-Nya meme-
rintah, memerintah untuk selama-lamanya, dan tidak per-
nah menjadi lemah atau terhalang. Kuatlah tangan-Nya,
dan tinggilah tangan kanan-Nya. Dari sini ia menyimpul-
kan, Pemberontak-pemberontak tidak dapat meninggikan
diri. Janganlah orang-orang yang berjiwa pemberontak dan
pembelot berani bangkit secara terang-terangan untuk mem-
berontak melawan Tuhan , seperti Adonia yang meninggikan
diri dengan berkata: “Aku ini mau menjadi raja.” Janganlah
orang-orang yang memberontak melawan Tuhan meninggi-
kan diri seolah-olah ada kemungkinan mereka akan berha-
sil. Tidak. Biarlah mereka diam, sebab Tuhan telah berkata,
Aku akan ditinggikan, dan manusia tidak dapat menyang-
kalnya.
928
Orang-orang Kudus Diajak untuk Memuji Tuhan
(66:8-12)
8 Pujilah Tuhan kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian
kepada-Nya! 9 Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak mem-
biarkan kaki kami goyah. 10 Sebab Engkau telah menguji kami, ya Tuhan ,
telah memurnikan kami, seperti orang memurnikan perak. 11 Engkau telah
membawa kami ke dalam jaring, mengenakan beban pada pinggang kami; 12
Engkau telah membiarkan orang-orang melintasi kepala kami, kami telah
menempuh api dan air; namun Engkau telah mengeluarkan kami sehingga
bebas.
Dalam perikop di atas dengan cara yang khusus sang pemazmur
berseru kepada umat Tuhan untuk memuji-Nya. Kiranya seluruh nege-
ri memuji-Nya, namun khususnya negeri Israel. Pujilah Tuhan . Pujilah
Dia sebagai Tuhan kita, Tuhan yang mengikat kovenan dengan kita, dan
yang merawat kita sebagai kepunyaan-Nya sendiri. Kiranya mereka
memperdengarkan puji-pujian kepada-Nya (ay. 8). Sebab oleh siapa
lagi puji-pujian itu harus diperdengarkan selain oleh mereka yang
secara istimewa disayangi-Nya dan dipilih-Nya untuk melayani-Nya?
Ada dua alasan mengapa kita patut memuji Tuhan :
I. Perlindungan setiap hari (ay. 9): Ia mempertahankan jiwa kami di
dalam hidup, sehingga ia tidak melayang begitu saja. Sebab, de-
ngan terus-menerus berada dalam genggaman kita, ia bisa saja
lolos melalui jari-jemari kita. Kita harus mengakui bahwa peme-
liharaan Tuhan yang baiklah yang memadukan nyawa dan jiwa
bersama-sama, dan lawatan-Nyalah yang menjaga roh kita. Ia
menempatkan jiwa kami di dalam hidup, begitulah arti kata itu.
Dia yang menjadikan kita ada selalu mempertahankan keberada-
an kita melalui perbuatan-Nya yang senantiasa baru, dan peme-
liharaan-Nya merupakan penciptaan yang terus berkelanjutan.
jika kita segera terjatuh dan binasa, ia memperbaharui jiwa
kita, dan dengan demikian, seolah-olah, menempatkannya ke
dalam hidup yang baru, memberi penghiburan-penghiburan
yang baru. Non est vivere, sed valere, vita – Bukan keberadaan,
melainkan kebahagiaanlah yang patut disebut sebagai hidup.
Akan namun , kita cenderung tersandung dan jatuh, dan rentan
terhadap kecelakaan-kecelakaan yang menghancurkan, bencana-
bencana dan juga penyakit-penyakit yang membinasakan, dan
oleh sebab itu, dari semua hal ini kita pun dijagai oleh kuasa
ilahi. Dia tidak membiarkan kaki kita goyah, Dia menghindarkan
Kitab Mazmur 66:8-12
929
kita dari bahaya-bahaya yang tidak tampak, yang ancamannya
tidak kita sadari sendiri. Oleh sebab Dialah sampai saat ini kita
tidak jatuh ke dalam kebinasaan kekal. Langkah kaki orang-orang
yang dikasihi-Nya dilindungi-Nya.
II. Kelepasan secara istimewa dari kesusahan besar.
Lihatlah :
1. Bagaimana besarnya kesusahan dan bahaya yang mengancam
(ay. 11-12). Permasalahan apa yang dihadapi jemaat tidak
dirujuk secara khusus di sini. Mungkin ini hanyalah permasa-
lahan pribadi dari orang-orang atau keluarga-keluarga terten-
tu. namun apa pun itu, mereka yang mengalami masalah terse-
but terkejut sebab nya, seperti burung yang terkejut saat
terjerat, terperangkap dan terkungkung di dalam jerat seperti
ikan di dalam jaring. Mereka tertekan sebab nya, dan tertindih
seperti terkena beban pada pinggang mereka (ay. 11). namun
mereka mengakui campur tangan Tuhan di dalamnya. Tidak
akan kita terperangkap di dalam jaring, kecuali Tuhan mem-
bawa kita ke dalamnya. Tidak akan kita menderita, kecuali
Tuhan menimpakan derita itu ke atas kita. Adakah yang lebih
berbahaya dibandingkan api dan air? Kami telah menempuh kedua-
nya, maksudnya, pelbagai macam jenis penderitaan. Akhir
dari satu masalah merupakan awal dari masalah lainnya. Apa-
bila kami sudah selamat dari satu bahaya, kami mendapati
diri terancam bahaya yang lain. Demikianlah permasalahan-
permasalahan yang mungkin menimpa orang-orang kudus
Tuhan yang terbaik, namun Dia telah berjanji, jika engkau
menyeberang melalui air, dan berjalan melalui api, Aku akan
menyertai engkau (Yes. 43:2). Namun, orang yang congkak dan
keji mungkin sama berbahayanya seperti api dan air, dan ma-
lah lebih berbahaya lagi. Waspyaitu terhadap semua orang
(Mat. 10:17). saat manusia bangkit melawan kita, itulah api
dan air, dan segala sesuatu yang mengancam (124:2-4), dan
seperti itulah keadaannya di sini: “Engkau telah membiarkan
orang-orang melintasi kepala kami, untuk menginjak-injak
kami dan menghina kami, untuk menakut-nakuti dan mele-
cehkan kami, bahkan, untuk memperbudak kami sepenuhnya.
Mereka telah berkata kepada jiwa kami, Tunduklah, supaya
930
kami lewat menginjak kamu!” (Yes. 51:23). Jika penguasa-
penguasa yang baik mendapat kesenangan bila memerintah di
dalam hati rakyat, maka penguasa-penguasa yang lalim justru
mendapat kebanggaan bila melintasi kepala mereka. Namun,
jemaat yang teraniaya mengakui campur tangan Tuhan dalam
hal ini juga: “Engkau telah membiarkan mereka melecehkan
kami sedemikian rupa,” sebab penindas yang paling bengis
sekalipun tidak mempunyai kuasa apa-apa bila tidak diberi-
kan kepadanya dari atas.
2. Betapa penuh rahmatnya rancangan Tuhan dalam membawa
mereka ke dalam kesusahan dan bahaya ini. Lihatlah apa
maksud dari semua ini (ay. 10): Sebab Engkau telah menguji
kami, dan telah memurnikan kami, ya Tuhan . Kita bisa men-
dapatkan kebaikan dari penderitaan-penderitaan kita jika
kita memandangnya sebagai suatu kebaikan, sebab dengan
demikian kita dapat melihat anugerah dan kasih Tuhan di balik
itu semua, dan melihat kehormatan serta keuntungan kita
pada akhirnya. Melalui penderitaan-penderitaan, kita dimurni-
kan seperti perak di dalam api.
(1) Supaya anugerah-anugerah yang kita peroleh, dengan di-
uji, lebih terbukti lagi, dan dengan demikian kita dapat
diuji seperti perak, saat diberi cap sebagai perak murni,
dan ini akan mendatangkan kepada kita puji-pujian pada
hari Yesus Kristus (1Ptr. 1:7), dan mungkin di dunia ini.
Keutuhan iman dan kesetiaan Ayub menjadi nyata melalui
penderitaan-penderitaannya.
(2) Supaya anugerah-anugerah yang diberikan kepada kita,
dengan dijalankan, dapat menjadi lebih kuat dan lebih giat,
dan dengan demikian kita dapat berkembang, seperti perak
yang sesudah dimurnikan api menjadi lebih bersih dari
kotoran-kotoran logamnya. Dan ini akan menjadi keun-
tungan yang tiada terkira bagi kita, sebab dengan demikian
kita dapat beroleh bagian dalam kekudusan Tuhan (Ibr.
12:10). Permasalahan-permasalahan umum dibiarkan ter-
jadi demi memurnikan jemaat (Dan. 11:35; Why. 2:10; Ul.
8:2).
Kitab Mazmur 66:13-20
931
3. Betapa mulianya kesudahan dari semua ini. Permasalahan-
permasalahan yang dialami jemaat pasti akan berakhir dengan
kebaikan. Demikianlah yang akan terjadi, sebab,
(1) Jalan keluar dari permasalahan ini sungguh membahagia-
kan. Mereka berada di dalam api dan air, namun mereka
akan melaluinya: “Kami telah menempuh api dan air, dan
tidak binasa di dalam nyala api ataupun air bah.” Apa pun
permasalahan yang sedang melanda orang-orang kudus,
terpujilah Tuhan , ada jalan untuk melewati semuanya.
(2) Jalan masuk menuju keadaan yang lebih baik sungguh
jauh lebih membahagiakan: Engkau telah mengeluarkan
kami sehingga bebas (KJV: Engkau telah membawa kami ke
tempat yang kaya – pen.), ke tempat yang banyak airnya
(begitulah arti kata itu), seperti taman TUHAN, dan sebab
itu subur dan berbuah banyak. Tuhan membawa umat-Nya
ke dalam permasalahan supaya penghiburan-penghiburan
yang akan mereka dapat sesudah itu bisa terasa lebih ma-
nis, dan supaya penderitaan yang mereka alami itu dapat
menghasilkan buah kebenaran yang memberi damai,
yang akan menyulap tempat termiskin di dunia menjadi
tempat yang kaya.
Daud Bertekad untuk Memuji Tuhan ;
Daud Menyatakan Apa yang Telah Diperbuat
Tuhan bagi Jiwanya
(66:13-20)
13 Aku akan masuk ke dalam rumah-Mu dengan membawa korban-korban
bakaran, aku akan membayar kepada-Mu nazarku, 14 yang telah diucapkan
bibirku, dan dikatakan mulutku pada waktu aku susah. 15 Korban-korban
bakaran dari binatang gemuk akan kupersembahkan kepada-Mu, dengan
asap korban dari domba-domba jantan; aku akan menyediakan lembu-lembu
dan kambing-kambing jantan. S e l a 16 Marilah, dengarlah, hai kamu
sekalian yang takut akan Tuhan , aku hendak menceritakan apa yang dilaku-
kan-Nya terhadap diriku. 17 Kepada-Nya aku telah berseru dengan mulutku,
kini dengan lidahku aku menyanyikan pujian. 18 Seandainya ada niat jahat
dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar. 19 Sesungguhnya, Tuhan
telah mendengar, Ia telah memperhatikan doa yang kuucapkan. 20 Terpujilah
Tuhan , yang tidak menolak doaku dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya dari
padaku.
932
Di sini sesudah sang pemazmur menggugah semua orang dan semua
umat Tuhan pada khususnya untuk memuji Tuhan, sekarang ia meng-
gugah dan mengajak dirinya sendiri untuk melakukannya.
I. Dalam ibadah-ibadahnya kepada Tuhan nya (ay. 13-15). Dia telah
berseru kepada orang lain untuk menyanyikan puji-pujian kepada
Tuhan , dan untuk bersorak-sorai di dalamnya, namun , untuk diri-
nya sendiri, ia bertekad untuk berbuat lebih jauh, dan ia akan
memuji Tuhan ,
1. Dengan korban-korban persembahan yang berharga, yang,
menurut hukum Taurat, dipersembahkan demi mendatangkan
kehormatan bagi Tuhan . Tidak semua orang mampu memper-
sembahkan korban-korban ini, atau rela membayar harga yang
sedemikian mahal untuk memuji Tuhan . namun untuk Daud sen-
diri, sebab mampu, ia juga rela membayar harga yang sede-
mikian mahal untuk memberi penghormatan kepada Tuhan
(ay. 13): Aku akan masuk ke dalam rumah-Mu dengan mem-
bawa korban-korban bakaran. Korban-korbannya harus diper-
sembahkan di depan umum, di tempat yang sudah dipilih
Tuhan : “Aku akan masuk ke dalam rumah-Mu dengan mem-
bawa korban-korbanku.” Kristus yaitu Bait Tuhan kita, yang
kepada-Nya kita harus membawa karunia-karunia rohani kita,
dan yang oleh-Nya karunia-karunia itu akan dikuduskan.
Korban-korban itu haruslah yang terbaik yang dimiliki raja,
yakni korban-korban bakaran, yang sepenuhnya dihanguskan
di atas mezbah, bagi kehormatan Tuhan , yang tidak bisa ikut
dinikmati oleh si pembawa korban. Korban-korban bakaran
dari binatang gemuk, bukan dari binatang pincang atau kurus,
namun yang paling baik diberi makan, dan yang paling layak
dihidangkan di meja raja sendiri. Tuhan , yang terbaik dari se-
muanya, haruslah dilayani dengan yang terbaik yang kita
miliki. Perjamuan yang diadakan Tuhan bagi kita yaitu perja-
muan dengan masakan yang bergemuk, dan bersumsum (Yes.
25:6), dan korban-korban yang seperti itulah yang harus kita
bawa ke hadapan-Nya. Ia akan menyediakan lembu-lembu dan
kambing-kambing jantan, begitu royalnya ia dalam mengem-
balikan puji-pujian, tanpa mengirit-irit. Ia tidak akan memper-
sembahkan korban yang tidak menuntut suatu harga, namun
yang membuatnya membayar harga yang sangat mahal. Dan
Kitab Mazmur 66:13-20
933
ini dipersembahkannya dengan asap korban dari domba-dom-
ba jantan, maksudnya, dengan lemak domba-domba jantan,
yang sesudah dibakar di atas mezbah, asapnya akan naik se-
perti asap dari bakaran ukupan. Atau domba-domba jantan de-
ngan asap bakaran ukupan. Bakaran ukupan melambangkan
pengantaraan Kristus, yang tanpanya binatang-binatang terge-
muk yang kita korbankan sekalipun tidak akan diterima.
2. Dengan membayar nazarnya menurut kesadaran hati nurani.
Pujian kita kepada Tuhan atas dibebaskannya kita dari suatu
permasalahan tidak akan diterima jika kita tidak dengan kesa-
daran hati nurani membayar nazar yang kita buat sewaktu
kita dilanda masalah. Inilah tekad sang pemazmur (ay. 13-14),
Aku akan membayar kepada-Mu nazarku, yang telah diucap-
kan bibirku, dan dikatakan mulutku pada waktu aku susah.
Perhatikanlah:
(1) yaitu hal yang sangat biasa, dan sangat terpuji, jika
kita sedang tertekan sebab penderitaan apa pun, atau se-
dang mengharap-harapkan suatu belas kasihan, untuk
membuat nazar, dan mengucapkannya dengan khidmat di
hadapan Tuhan, untuk mengikat diri kita supaya jauh dari
dosa, dan lebih dekat kepada kewajiban kita. Bukan berarti
bahwa nazar ini sepadan dengan kebaikan Tuhan , atau akan
membuat-Nya menimbang-nimbang untuk memberi ke-
baikan-Nya itu, melainkan suatu persyaratan bagi kita un-
tuk menerima pertanda-pertanda dari kebaikan-Nya itu.
(2) Nazar yang kita buat pada waktu kita susah janganlah
dilupakan jika kesusahan itu sudah berakhir, namun ha-
rus dipenuhi dengan cermat, sebab lebih baik tidak berna-
zar sama sekali dibandingkan bernazar namun tidak membayar-
nya.
II. Dalam apa yang dinyatakannya kepada sahabat-sahabatnya (ay.
16). Ia mengumpulkan suatu jemaat yang baik untuk mendengar-
kan ucapan syukurnya atas kebaikan-kebaikan Tuhan kepadanya:
“Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takut akan Tuhan ,
sebab ,
1. Kalian akan bergabung denganku untuk mengangkat puji-
pujian dan membantuku untuk mengucap syukur.” Kita harus
934
mempunyai keinginan untuk dibantu oleh orang-orang yang
takut akan Tuhan saat mengucap syukur atas segala belas
kasihan yang telah kita terima, sama halnya saat berdoa me-
mohon belas kasihan, kita memerlukan bantuan orang-orang
lain yang takut akan Tuhan .
2. “Engkau akan dibangun dan didorong oleh apa yang akan ku-
katakan. Orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan
bersukacita (34:3). Orang-orang yang takut kepada-Mu melihat
aku dan bersukacita (119:74), dan sebab itu biarlah mereka
menemani aku, maka aku akan menyatakan puji syukurku itu
di hadapan mereka, dan bukan di hadapan orang duniawi
yang congkak yang akan mengolok-olok dan menertawakan-
nya” (mutiara janganlah dilemparkan kepada babi). “namun
kepada orang-orang yang takut akan Tuhan , dan yang akan me-
manfaatkannya dengan baik, aku akan menyatakan apa yang
telah diperbuat Tuhan bagi jiwaku,” bukan dengan kesombong-
an dan keangkuhan, supaya dianggap sebagai orang yang
lebih disayangi sorga dibandingkan orang lain, namun bagi kehor-
matan Tuhan , yang kepada-Nya kita memang berutang budi
untuk ini, dan demi membangun orang lain. Perhatikanlah,
umat Tuhan harus menceritakan pengalaman-pengalaman me-
reka satu sama lain. Kita harus memanfaatkan segala kesem-
patan untuk bercerita satu sama lain mengenai perkara-
perkara besar dan baik yang telah diperbuat Tuhan kepada kita,
terutama apa yang telah diperbuat-Nya bagi jiwa kita, serta
berkat-berkat rohani yang telah dicurahkan-Nya kepada kita
dalam perkara-perkara sorgawi. Hati kita selayaknya tersentuh
dengan perbuatan-perbuatan Tuhan yang demikian, dan oleh
sebab itu dengan hal-hal ini juga kita harus mempunyai
keinginan untuk menggerakkan orang lain. Nah, apa gerangan
yang telah diperbuat Tuhan bagi jiwanya itu?
(1) Tuhan telah mengerjakan di dalam diri Daud suatu kecinta-
an pada kewajiban berdoa, dan dengan anugerah-Nya telah
membesarkan hatinya dalam menjalankan kewajiban itu
(ay. 17): Kepada-Nya aku telah berseru dengan mulutku.
namun jika Tuhan , di antara hal-hal lain yang telah diper-
buat-Nya bagi jiwa kita, belum memberi kita Roh yang
mengangkat kita menjadi anak, yang mengajar dan me-
mampukan kita untuk berseru, “ya Abba, ya Bapa,” maka
Kitab Mazmur 66:13-20
935
janganlah kita menyerukannya terlebih dahulu. Tuhan telah
memberi kepada kita izin untuk berdoa, perintah untuk
berdoa, dorongan-dorongan untuk berdoa, dan (sebagai
mahkota dari semuanya) hati untuk berdoa. Ini merupakan
alasan bagi kita untuk menyebutkannya dengan penuh
rasa syukur demi mendatangkan pujian bagi-Nya, terlebih
lagi, kita berseru kepada-Nya dengan mulut kita, dan de-
ngan lidah kita menyanyikan pujian. Kita dimampukan oleh
iman dan harapan untuk memberi kemuliaan kepada-
Nya saat sedang mengharapkan belas kasihan dan anu-
gerah dari-Nya, dan untuk memuji-Nya atas belas kasihan
yang masih kita harapkan namun belum kita miliki. De-
ngan berseru kepada-Nya, maka kita sebenarnya meninggi-
kan Dia. Dia berkenan memandang diri-Nya dihormati oleh
doa-doa rendah hati yang dipanjatkan orang yang lurus
hatinya dengan penuh rasa percaya. Dan inilah perkara
besar yang telah diperbuat-Nya bagi jiwa kita, bahwa se-
jauh ini Dia telah berkenan untuk turut berbagi kepenting-
an bersama kita sehingga, dalam mencari kesejahteraan
hidup kita sendiri, kita juga mencari kemuliaan-Nya. Puji-
pujian untuk meninggikan Dia ada di lidahku (begitulah kita
bisa membacanya). Maksudnya, aku menimbang-nimbang
di dalam pikiranku bagaimana aku dapat meninggikan dan
membesarkan nama-Nya. jika doa-doa ada di dalam
mulut kita, maka puji-pujian haruslah ada di dalam hati
kita.
(2) Tuhan telah mengerjakan di dalam dirinya kengerian akan
dosa sebagai musuh doa (ay. 18): Seandainya ada niat
jahat dalam hatiku, aku tahu betul bahwa tentulah Tuhan
tidak mau mendengar. Para penulis Yahudi, sebagian di
antaranya terpengaruh oleh ragi orang-orang Farisi, yaitu
kemunafikan, memberi tafsiran yang sangat menyele-
weng pada perkataan ini: Seandainya ada niat jahat dalam
hatiku, maksudnya (menurut mereka), jika aku hanya
membiarkan dosa-dosa di dalam hatiku, dan pelanggaran
tidak terlahir dalam perkataan dan perbuatanku, tentulah
Tuhan tidak mau mendengar, maksudnya, Dia tidak akan
marah terhadapku, tidak akan memperhatikannya, sehing-
ga mempersalahkan aku sebab nya. Seolah-olah dosa-dosa
936
di dalam hati bukanlah dosa dalam pandangan Tuhan . Ke-
keliruan tafsiran ini sudah dipaparkan oleh Juruselamat
kita dalam penafsiran rohani yang diberikan-Nya terhadap
hukum Taurat (Mat. 5:7-48). Akan namun , pengertian ini
sudah jelas: Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, mak-
sudnya, “Seandainya aku memikirkan kejahatan, seandai-
nya aku mencintai kejahatan, menurutinya, dan membiar-
kan diriku berkubang di dalamnya, Tuhan tidak mau men-
dengar doaku. Seandainya aku memperlakukan kejahatan
sebagai teman dan menjamunya, merancangnya dan eng-
gan berpisah dengannya, seandainya aku mengisap keja-
hatan itu di dalam mulutku seperti manisan, meskipun ha-
nya sekadar dosa hati yang kubiarkan seperti itu dan yang
kuperlakukan sedemikian rupa, seandainya di dalam batin-
ku aku suka akan pelanggaran itu, tentulah Tuhan tidak
mau mendengar doaku, tidak akan menerimanya, atau ber-
kenan padanya, dan juga aku tidak dapat mengharapkan
jawaban damai sejahtera untuk doaku.” Perhatikanlah, pe-
langgaran yang dibiarkan bersemayam di dalam hati, pasti-
lah akan merusakkan penghiburan dan keberhasilan doa.
Sebab, korban orang fasik yaitu kekejian bagi TUHAN.
Orang-orang yang terus hidup di dalam kasih namun ber-
sekutu dengan dosa tidak mempunyai kepentingan entah
dalam janji Tuhan atau dalam diri Sang Pengantara, dan
oleh sebab itu tidak dapat berharap doanya akan dikabul-
kan.
(3) Tuhan dengan penuh rahmat telah mengaruniakan kepada-
nya jawaban damai sejahtera bagi doa-doanya (ay. 19): “Se-
sungguhnya, Tuhan telah mendengarku; meskipun, sebab
sadar akan banyaknya kesalahan di dalam diriku, aku mulai
takut bahwa doa-doaku akan ditolak, namun, bagi peng-
hiburanku, aku mendapati bahwa Tuhan berkenan mem-
perhatikannya.” Ini diperbuat Tuhan bagi jiwanya. Dengan
menjawab doanya Tuhan memberinya suatu pertanda akan
kebaikan-Nya dan suatu bukti bahwa Dia telah menger-
jakan sebuah pekerjaan yang baik di dalam dirinya. Dan
oleh sebab itu, ia menutup dengan, “Terpujilah Tuhan ” (ay.
20). Kedua ayat sebelumnya merupakan pernyataa