illumination 6

 


am 

kaitan penolakan agama dan pengadopsian sukularisme, yang 

sebenarnya merupakan topeng dari gerakan mistis ini , yaitu 

Kabala. (lihat situs saya dengan judul Lucifer is Secret God of Secular 

Society.)

Ketika menulis buku ini, Livingston membiayai hidupnya dengan 

menanam kayu di Inggris serta Kolumbia dan berdagang furnitur di 

Montreal. Dibesarkan sebagai seorang agnostic, ia kemudian masuk 

Islam pada 1992 setelah melakukan penelitian terhadap agama-

agama besar dunia. Ia menikah pada tahun 2000 dan memiliki tiga 

orang anak, semuanya berusia di bawah enam tahun.

Terorisme dan Illuminati

Buku terbaru Livingstone, yang menelusuri Konspirasi Kabala yang 

telah berusia ada sejak 2500 tahun silam, dikemas dengan informasi 

yang menarik. Sebagai contoh, Ordo Illuminati dipelopori pada 

tahun 1500-an di Spanyol oleh “Alumbrados”, sebuah aliran klenik 

Kristen yang dimulai oleh Yahudi kripto yang dipanggil “Marranos”. 

Pendiri Tatanan Jesuit, Ignatius Loyola, yaitu  seorang Marrano/

Alumbarado. (114) Oleh sebab nya, ketika orang-orang sekarang 

berdebat mengenai apakah Jesuit atau Zionis yang bertanggung 

jawab atas permasalahan kita, mereka sebenarnya berbicara 

mengenai binatang yang sama.

Rabbi Kabalis Isaac Luria, seorang pengikut Loyola, menge-

mukakan prinsip-prinsip yang harus mereka lakukan secara aktif 

200

untuk mewujudkan ramalan ini , yaitu penyelamatan melalui 

kedatangan Mesiah dan peran Illuminati. Ini berarti “memanipulasi 

jalan takdir melalui penggunaan mistisme, dan akhirnya 

mempersiapkan lingkungan moral dan politik untuk menerima 

kedatangan Mesiah, yakni Anti Kristus, dalam Tatanan Dunia Dunia 

Baru.” (115) 

Dengan media masa dan sistem pendidikan berada di tangan para 

Kabalis ini, maka merupakan suatu yang mudah untuk melakukan 

“magis” ini. Merupakan suatu yang mudah untuk meyakinkan jutaan 

orang bahwa pesawat jet penumpang menabrak Pentagon dan 

Shankville PA (meskipun tidak ada  bangkai pesawat jet ini ) 

dan World Trade Center runtuh sebab  “api”. 

Mistisme Sabbatean dan Frankist tahun 1600-an menggantikan 

Alumbrados dan membentuk secara langsung Illuminati pada tahun 

1700-an. Livingstone menulis:

“Para Frankist bukan hanya berupaya melakukan pemusnahan 

dan merendahkan mayoritas komunitas Yahudi, yang menolak untuk 

menerima penyimpangan mereka…namun juga seluruh agama, dan 

mereka menerapkan ide-ide dasar Zionis untuk menutupi upaya 

mereka dalam mendominasi dunia. Para Frankist yakin bahwa…

segala sesuatu yang dilarang (oleh Taurat) sekarang diperbolehkan, 

atau bahkan diwajibkan. Ini termasuk seks bebas, pesta pora, dan 

inces…”

“Meskipun secara lahiriah mereka beragama, namun para 

Frankis berupaya meruntuhkan setiap agama dan sistem keyakinan 

positif, dan mereka mengimpikan revolusi besar yang akan menyapu 

bersih masa lalu (tatanan sosial) dalam satu kali pukulan…bagi Jacob 

Frank, penghancuran anarkis merepresentasikan seluruh pancaran 

Luciferian, seluruh nada dan nada tambahan kehidupan dunia.” (125)

201

(Dengan mengutip buku Frank, The Words of the World, Juri Lina 

menulis: “Ia yakin bahwa Tuhan yaitu  jahat. Frank menyatakan 

dirinya sebagai Mesiah yang sesungguhnya. Ia memutuskan untuk 

tidak mengatakan kebenaran, menolak setiap hukum moral, dan 

menyatakan bahwa satu-satunya cara menuju masyarakat baru 

yaitu  penghancuran yang total terhadap peradaban saat ini. 

Pembunuhan, perampokan, inces, dan meminum darah sepenuhnya 

merupakan tindakan dan ritual yang diperbolehkan.” (Under the Sign 

of the Scorpion, hal.22)

Merupakan hal yang mudah untuk mengenali asal dari 

komunisme dan Anarkisme dalam falsafah yang membabi buta 

ini. Merupakan sesuatu yang mudah untuk mengenali terror dari 

revolusi Prancis dan Bolshevik, Gullag Soviet, Kamp Konsentrasi 

Nazi, pembunuhan di Cina dan kamboja, “Keterkejutan dan 

Keterperangahan” Irak, dan abu World Trade Center.

Merupakan hal yang mudah untuk mengetahui bahwa sekte 

Yahudi yang tak bermoral ini merupakan alasan mengapa seluruh 

Yahudi terkena tinta kecurigaan dan dianggap tak bermoral dan 

pelaku subversi. Banyak orang Yahudi yang terpedaya oleh janji 

Komunis (Frankis) mengenai keadilan ekonomi dan kepemilikan 

publik. (Ini yaitu  apa yang dimaksud oleh Kabalis dengan “magis”—

penipuan dan kebohongan.) Meskipun demikian, para Yahudi biasa 

amat lambat dalam menjauhkan diri mereka dari gerakan jahat ini 

dan dari Zionis, manifestasi Masonik, dan Neo Konservatif-nya (yang 

mereka berpura-pura dengannya). 

Rothschild dan sebagian besar bankir Yahudi merupakan Frankist. 

Dengan melakukan pernikahan silang dengan para elit pribumi, 

mereka bertanggung jawab atas terjadinya Revolusi Bolshevik serta 

Perang Dunia Pertama dan Kedua. Lebih buruknya, mereka mungkin 

202

sedang merencanakan Perang Dunia Ketiga yang mengadu antara 

Islam melawan Zionisme.

Livingstone menjelaskan secara lebih detail mengenai bagai-

mana Kabalis beroperasi melalui kendali mereka terhadap Arab 

Saudi, Bank of England, dan Bank of England/Imperialisme Amerika, 

yang berkonspirasi untuk memecah Kerajaan Turki Utsmani dan 

tetap membuat Timur Tengah terbelakang. Ia juga menjelaskan 

bagaimana mereka terus menggunakan berbagai gerakan seperti 

Wahabisme (1700-an), Salafi (1930-an), dan masyarakat-masyarakat 

rahasia Masonik seperti Muslim Brotherhood (1930-an) untuk 

memecah belah Islam, menciptakan fundamentalisme fanatik dan 

menyuburkan teror untuk mempersiapkan kedatangan “Perang 

Peradaban”.

“Derajat (teroris) terendah mungkin dengan tulus percaya 

bahwa mereka membela Islam dan memerangi “Imperialisme barat.” 

namun  , sebenarnya mereka melayani tujuan-tujuan Iluminati…

saluran-saluran mereka menerobos ke peuncak kekuasaan peme-

rintahan Inggris dan Amerika, dan menyebar ke berbagai wilayah 

kriminal dan gerakan-gerakan mistis bawah tanah.” (241) 

Livingstone tidak percaya bahwa rezim Iran saat ini benar-

benar bebas dari Illuminati. Mereka menciptakannya ketika mereka 

menjatuhkan Shah dan menaikkan Ayatollah Khomeini. Dalam setiap 

perang, Illuminati mengendalikan kedua sisi pihak yang berkonflik, 

dan tidak terkecuali dengan Perang Dunia Ketiga.

203


Salah satu imbalan atas karya saya yaitu  mengenal orang-orang 

seperti David Livingstone. Saya mendorong para siswa Konspirasi 

kabalis untuk membaca The Illuminati of Terrorism: A Three Thousand 

Year History.” Hanya sedikit karya yang memberikan penerangan 

terhadap sifat sesungguhnya dari dunia yang kita tinggali. Website 

Livingstone yaitu  www.thedyinggod.com.

*

204

Kekuatan Kreatif Tuhan masuk ke dalam manusia melalui cinta manusia terhadap istrinya dan keinginan untuk membesarkan 

serta membina keluarganya dalam lingkungan yang aman dan sehat. 

Itu ditanggapi oleh wanita yang menerima benih suaminya (yang 

menyimbolkan ruhnya) dan menjaganya.

namun  , para bankir sentral Kabalis berkeras untuk 

menetralkan sifat dasar pria-wanita dengan membuat wanita 

mengambil alih peran laki-laki. Para bankir ini  pada akhirnya 

mengambil alih peran pria atau bahkan “Tuhan”.

Menurut buku Lightbearers of Darkness, Yahudi Kabala 

merupakan sebuah sistem yang amat kuat untuk merebut kendali 

terhadap masyarakat dengan memanfaatkan dan menyesatkan 

energi seksual. (20)

Dalam Studies in Occultism, (Dikutip dalam Light Bearer of Darkness) 

Henry de Guilbert mengatakan bahwa Yahudi Kabalis “Melihat diri 

mereka sebagai matahari manusia, sang laki-laki, berlawanan dengan 

seluruh orang lain yang tidak lain yaitu  wanita, memanifestasikan 

dan memastikan kedatangan era Mesianik. Dengan tujuan untuk 

mewujudkan manifestasi sosiologis ini, Yahudi secara sistematis 

Plot Kabalis untuk 

Memperbudak Manusia

205

memperluas kekuasaanya dengan menggunakan masyarakat-

masyarakat rahasia…(sambil berharap untuk mewujudkan) republik 

universal yang dikendalikan oleh tuhan manusia, Yahudi Kabala.” (21)

Menghapus Gender

Di segala tempat, para bankir kabalis telah menggunakan pendidikan 

dan media untuk memandulkan populasi Barat dan meruntuhkan 

institusi keluarga dan pernikahan.

“Kami telah mengebiri masyarakat melalui ketakutan dan 

intimidasi,” Ungkap Harold Rosenthal pada 1976. “Hanya ada pria 

dengan penampakan fisik wanita. Dengan jenis jender netral, 

masyarakat menjadi jinak dan mudah diatur. sebab  telah terkebiri, 

pikiran mereka tidak meliputi perhatian terhadap masa depan dan 

keturunan mereka, namun hanya dengan saat ini dan makanan 

berikutnya.” (Protokol orang-orang Bijak Zion diperbarui oleh pembelot 

Yahudi di dalam buku ini).

Dalam sebuah artikel yang baru-baru ini diterbitkan, Man-Child 

in Promise Land, peneliti Kay Haymowitz mengatakan bahwa para 

pria Amerika telah memperpanjang masa lajang mereka hingga usia 

paruh baya.

“Pada 1970, 69 persen dari pria kulit putih yang beru mur 25 

tahun dan 85 persen yang berumur 30 tahun telah menikah. Pada 

tahun 2000, hanya 33 persen dan 58 persen, berturut-turut.”

Majalah Playboy biasa mempromosikan diri dengan sebuah 

iklan, “Pria macam apa yang membaca Playboy?” penjelasannya amat 

sesuai dengan homoseksual. (Lihat tulisan saya yan brjudul Playboy 

and the (Homo) Sexual Revolution.)

206

Sementara itu, para wanita telah menunda pernikahan 

dan menggantikan peran pria sebagai pelindung dan penyedia 

kebutuhan. Pada 1960, 70% wanita yang berusia 25 tahun telah 

menikah dan memiliki anak. Pada tahun 2000, hanya 25 persen dari 

mereka yang demikian. Pada 1970, hanya 7,4 persen dari seluruh 

warga Amerika yang berusi 30-34 tahun yang belum menikah. Saat 

ini angkanya mencapai 22 persen. Kondisi ini  menyebar juga 

ke Asia dan Eropa Barat. Pada masyarakat hungaria saat ini, 30% dari 

wanita yang berusia tigapuluhan awal yaitu  lajang, bandingkan 

dengan dengan generasi ibu mereka pada usia yang sama. Pada 

masa ibu mereka jumlahnya hanya 6%.” (Hymowitz, The New Girl 

Power.)

Pada tahun 2007, jumlah bayi yang lahir dari ibu yang tidak 

menikah mencapai 40%. (U.S News and World Report, 19 Maret 2009)

Sementara itu, diperkirakan satu juta anak di A.S hadir melalui 

donor sperma, dengan tambahan 30.000 setiap tahun. Banyak dari 

mereka yang dilahirkan oleh lesbian yang berkeinginan kuat untuk 

mengubah model “hetero-normatif”. California berada di garda 

depan dari rencana bankir Kabalis untuk menggantikan nilai-nilai 

heteroseksual menjadi homoseksual.

Sebuah undang-undang baru mensyaratkan sekolah “untuk 

menggambarkan secara positif perubahan seks, menggunakan 

pakaian lawan jenis, pernikahan homoseksual, dan seluruh aspek 

biseksualitas dan homoseksualitas.” Mandat ini memengaruhi anak-

anak di sekolah-sekolah negri di California mulai dari taman kanak-

kanak hingga kelas 12.

Bruce Schort, penulis The Harsh Truth About Public School 

mencatat, “Anak-anak yang dididik pada sekolah-sekolah ini tidak 

207

lagi akan memahami bahwa kita diciptakan Tuhan sebagai laki-

laki dan perempuan. Anak-anak akan diajarkan sebab  ada  

banyak orientasi seksual dan identitas gender, maka mereka harus 

mendapat   sendiri mengenai “kemungkinan” orientasi 

seksual yang “tepat untuk mereka”. Bersama dengan ini disertakan 

juga pesan bahwa Anda tidak dapat mengatakan bahwa Anda 

menyukai sesuatu kecuali jika Anda telah mencobanya. Konsekuaensi 

dari hal ini bagi anak, institusi keluara, gereja, dan budaya kita yaitu  

amat mengerikan.”

Mayoritas Kristen Eropa menjadi objek program rekayasa sosial 

tanpa henti yang dilakukan oleh para bankir Kabalis. Otak mereka 

dicuci dengan doktrin bahwa hanya kelompok minoritas yang 

memiliki hak asasi manusia dan kelompok mayoritas diubah serta 

dilemahkan untuk menjadi “budak yang mencintai perbudakan 

mereka.”

Rencana Jangka Panjang

Video The Hystory of Political Correctness menunjukkan bahwa banyak 

dari rekayasa sosial (social engineering) ini dilakukan oleh para 

intelektual “The Frankfurt School” untuk menumbangkan peradaban 

Barat. Beberapa dari “Marxis budaya” ini secara harfiah yaitu  

agen NKVD Soviet. Hampir seluruhnya yaitu  Yahudi Marxis. Video 

ini  menunjukkan abgaimana orang-orang Amerika diperdaya 

untuk menganggap revolusi merupakan sesuatu yang trendy dan 

untuk menyambut penghancuran masyarakat mereka. Tipu daya ini 

sekarang memenuhi posisi-posisi kekuasaan dalam kebudayaan A.S. 

208

Pada dasarnya manusia yaitu  korban dari “kebohongan yang 

kejam” dari tindakan yang bersifat kosmis. Ketika Anda menciptakan 

uang dari angin, Anda dapat membeli banyak “agen perubahan”. 

Sebenarnya para elit kita berpikir bahwa mereka menciptakan 

dunia yang lebih baik, dengannnya mereka bisa mendapat  gaji 

yang menggunung dan sekaligus merasa sebagai orang suci. Pada 

dasarnya mereka sedang membangun sebuah negara polisi. “Tatanan 

Dunia Baru” yang secara rahasia diperuntukkan bagi Setan. Mereka 

terlibat dalam upaya menutupi pemicu  9-11 dan “perang terhadap 

terror” yaitu  tipu daya untuk menghilangkan hak-hak kita.

“Yahudi Kabala” yaitu  bankir sentral, aliansi-aliansinya, dan para 

kaki tangannya. Yahudi biasa tidak mengetahui apa pun mengenai 

rencana ini. Meskipun demikian, ia salah untuk untuk menganggap 

bahwa sebab  ia tidak menyadari, maka hal ini  tidak ada. 

Seluruh kelompok dan agama telah disusupi. Apakah Zionis maupun 

Komunis, banyak orang-orang Yahudi yang telah terpedaya dan 

dimanipulasi oleh Yahudi terorganisasi.

Para Yahudi biasa sama bertanggung jawabnya seperti orang 

Amerika biasa terhadap perang Irak. Meski bagaimana pun, kita harus 

waspada ketika agama atau negara kita digunakan untuk kejahatan.

*

209

Wikipedia akan mengatakan kepada Anda bahwa buku A Racial Program for 20th Century (1912) yaitu  kebohongan anti-

Semit lainnya. Ia mengatakan bahwa buku ini  dan penulisnya 

Israel Cohen yaitu  tidak ada.

Alasan bagi kebohongan ini? Buku ini berisi banyak tulisan yang 

mengungkapkan strategi ras Illuminati Komunis, yang kemudian 

diterapkan pada wanita dan minoritas lain dalam tipudaya 

“feminisme” dan “keberagaman”:

“Kita harus menyadari bahwa senjata terkuat partai kita yaitu  

ketegangan rasial. Dengan mengemukakan kesadaran mengenai ras 

hitam yang selama berabad-abad mereka telah ditekan oleh putih, 

kita dapat membentuk mereka ke dalam program partai komunis. 

Di Amerika kita akan mendapat  kemenangan yang tak kentara. 

Ketika membakar minoritas Negro untuk melawan kulit putih, kita 

akan berupaya untuk menanamkan rasa bersalah yang kompleks atas 

eksploitasi mereka kepada orang-orang Negro. Kita akan melindungi 

orang-orang Negro untuk dapat mencapai posisi tinggi dalam setiap 

segi kehidupan, dalam dunia profesional dan di dunia olah raga dan 

Apakah Rencana Perjuangan Rasial 

Juga Merupakan Kebohongan?

210

hiburan. Dengan prestis ini, Negro akan dapat melakukan pernikahan 

silang dengan orang-orang kulit putih dan memulai proses yang 

akan membawa Amerika pada tujuan kita.”

Rep. Thomas Albernathy mengemukakan kalimat ini  

yang tercatat dalam Congressional Record pada 7 Juni 1957 (Vol. 

103, hal 8559, bagian atas.) Wikipedia mengatakan kepada Anda 

bahwa Albernathy membaca kutipan ini  dalam kolom Letter to 

Editor dari The Washington Star, dan surat kabar ini  kemudian 

mengemukakan bahwa itu merupakan sebuah kebohongan dan 

meminta maaf. “Kutipan ini  masih mendapat  polularitas 

yang sama di antara para rasis dan anti semit hingga hari ini,” tulis 

Wikipedia.

Saya kemudia menambahkan kalimat berikut dalam entri Wiki: 

“Bagaimanapun, penulisnya sesuai dengan Israel Cohen (1879-1961), 

seorang penulis Zionis produktif yang telah menulis kata pengantar 

untuk buku Zangwil, The Schnorrer, dan 30 buku lainnya. Sebagaimana 

“kebohongan” yang diakui, kutipan ini  mengungkapkan 

peristiwa-peristiwa yang mereka pertunjukkan dan operasi-operasi 

Partai Komunis.” Bagian ini  telah dihapus.

Cohen yaitu  General Secretary World Zionist Organization. 

Jika ini yaitu  Cohen yang sama, maka berarti bahwa Zionisme dan 

Komunisme yaitu  sesuatu yang identik.

Myron Fagan

Orang-orang Yahudi “internasional”, sebagaimana para globalis 

lainnya, melayani program megalomaniak yang sakit Rothschild 

mengenai kediktatoran pemerintahan dunia. Orang-orang Yahudi 

211

“nasional” sebagaimana patriot lainnya, mempersembahkan loyalitas 

mereka kepada negara dan warga negara lainnya. Sebagaimana 

Benjamin Freedman, Myron Fagan (1887-1972), merupakan orang-

orang yang masuk kedalam kelompok orang yang belakangan, 

seorang warga Amerika yang berani memerangi agenda Komunis 

para bankir untuk bagian yang lebih besar dari hidupnya.

Myron Fagan, seorang pemeran di Broadway dan sutradara 

sukses, menemui Israel Cohen, Israel Zangwil, dan George Bernard 

Shaw pada sebuah pesta untuk merayakan pementasan Zagwil The 

Melting Pot pada 1910. Ia mengatahui bahwa ketiga orang ini  

yaitu  pendiri masyarakat Fabian.

Cohen mengatakan kepada Fagan bahwa ia berencana untuk 

menulis “Sebuah Program Rasial untuk Abad 20” dengan judul 

Humanitarian setelah The Melting Pot. Pada waktu itu, Fagan tidak 

menyadari bahwa pementasan ini , yang menggambarkan 

Yahudi dan Masyarakat Kulit Hitam menang terhadap prasangka 

Kulit Putih, yaitu  murni propaganda, yang merupakan bagian dari 

kampanye Komunis untuk menumbuhkan rasa “bersalah” dalam 

orang-orang Liberal putih yang dikemukakan di atas.

Itu semua terlaksana pada tahun 1957 ketika Fagan membaca 

kutipan The Washington Star dalam konteks perdebatan terhadap 

penyetaraan ras di sekolah. Ia ingat bahwa pada 1966: 

“Buku ini  diterbitkan pada 1913… NAACP dan ADL 

dibentuk (oleh para banker) untuk mewujudkan arah ini . Itu 

terjadi lebih dari setengah abad yang lalu. Apakah mungkin ada  

keraguan bahwa hal ini  diluncurkan untuk kebangkitan Negro 

kita saat ini atas Revolusi Hitam”

212

“Jika bukti ini  belum cukup, pada 1935, Workers Library 

Publishers yang merupakan penerbitan milik Partai Komunis 

menerbitkan sebuah pamflet berjudul The Negroes in A Soviet America. 

Pamflet ini  mendorong orang Kulit Hitam untuk bangkit, 

khususnya di Selatan, dan membentuk sebuah Negara Soviet di 

Selatan, dan menyatukan diri dengan Uni Soviet… ia memuat 

jaminan yang implisit bahwa “revolusi” ini  akan didukung oleh 

seluruh anggota American Red, dan pada halaman 38, ia menjanjikan 

bahwa pemerintah Soviet akan memberikan manfaat yang lebih 

besar kepada orang-orang Negro dibandingkan  kepada orang-orang 

Kulit Putih dan bahwa “Setiap tindakan diskriminasi atau prasangka 

terhadap Negro akan menjadi tindakan kejahatan di bawah hukum 

Revolusioner…

“… Ketika Albernathy menerbitkan tulisan yang mengemukakan 

bahwa kalimat yang diucapkan Israel Cohen dikutip dalam 

Congressional Rekord, kami (Cinema Educational Guild Inc.) dengan 

segera menerbitkan sebuah “Buletin Berita” yang di dalamnya kami 

menerbitkan keseluruhan cerita—dan memperingatkan mengenai 

kebangkita Negro yang akan datang…

“Dua tahun berlalu dan tidak ada seorang pun yang bahkan 

mencoba untuk menyangkal hal ini . Namun tiba-tiba, setelah 

dua tahun, selama ADL dan kelompok yang sejenis memburu seluruh 

buku ini  dan menghancurkannya, mereka mengumumkan 

bahwa segala sesuatu yang tercakup dalam buku ini  yaitu  

kebohongan, dan bahwa buku yang demikian tidak pernah ada, 

atau seorang “Israel Cohen”.. mengapa mereka menunggu dua 

tahun? Dan bagaimana mereka dapat menolak keberadaan seorang 

penulis bernama Israel Cohen di hadapan seluruh buku yang pernah 

ia tulis? Dan Saya memiliki beberapa eksemplar. Hal lebih penting 

213

yang ada  dalam pikiran yaitu  bahwa Israel Cohen merupakan 

penggerak utama dalam seluruh “Sosialis Fabian” dan gerakan 

Komunis di Inggris..dan juga bahwa saya telah pernah bertemu 

dengannnya secara tatap muka ketika ia mendiskusikan buku 

ini  di pertemuan itu.” (Fagan, UN is Spawn of the Illuminati, 1996)

Implikasi

Komunisme dan Zionisme yaitu  perwakilan Rothschild: sepasang 

pengapit dalam rencana para bankir untuk kediktatoran dunia, yang 

saat ini berkedok “globalisme”.

Promosi mengenai perempuan dan minoritas merupakan bagian 

dari agenda untuk meruntuhkan karakter Kristen dan heteroseksual 

orang-orang Eropa di Masyarakat Barat. Demikian juga dengan 

imigrasi massal dan pernikahan silang. Sebagian besar yang masuk 

ke dalam budaya modern (televisi, film, sastra, pendidikn, dll.) dan 

politik merupakan propaganda dan rekayasa sosial. Sebagai contoh, 

penghinaan untuk “seksisme” dan “rasisme” sebenarnya didesain 

untuk menghapuskan gender dan ras.

“Rasa Bersalah” yaitu  senjata terbesar bagi mereka. Kepada para 

wanita dikatakan bahwa mereka “ditekan” selama berabad-abad oleh 

kebaikan yang mengajarkan bahwa mereka harus membesarkan 

anak-anak mereka ketika para pria bekerja keras dan meninggal 

dalam perang.

“Kebohongan” lainnya—Protocols of Zion menyatakan “Kita 

akan menghapus dari ingatan para pria mengenai fakta abad-abad 

terdahulu yang tidak kita inginkan, dan hanya membiarkan yang 

menggambarkan seluruh kekeliruan dari pemerintahan goyim” (16-

14)

214

Kita tidak akan pernah tahu berapa banyak buku lainnya yang 

diberangus oleh para bankir ini  seperti A racial Program for the 

Twentieth Century.”

*

215

Seorang sejarawan yang bertempat di Munich, Wolfgang Eggert, 46, telah meluncurkan sebuah petisi internet yang meminta 

dilakukannya tindakan terhadap gerakan mistis Yahudi dan Kristen 

yang mendorong dilakukannya holokaus nuklir untuk memenuhi 

ramalan bible.

Ia beranggapan bahwa gerakan ini  harus disingkap dan 

dihapus. Ia menunjuk sekte Yahudi Chabad Lubavitcher yang ingin 

menyegerakan kehancuran dengan tujuan untuk menyegerakan 

kembalinya Mesiah. Eggert mengutip seorang rabi Lubavitcher yang 

mengatakan: “Dunia menanti kita untuk memainkan peran dalam 

mempersiapkan dunia untuk menyambut Moshiah” (yaitu Mesiah).

Para anggota mereka yaitu  termasuk Paul Wolfowitz, arsitek 

perang Irak yang memulainya dengan sebuah serangan yang 

mengandung nama Kabalis, “Shekinah” (Shock and Awe). Yang saat 

ini membuat khawatir khususnya yaitu  Chabadnik Joe Lieberman 

yang mengunjungi Israel pada bulan Maret 2008 bersama temannya 

John McCain. ada  kekhawatiran terhadap Sen. Carl Levin yang 

merupakan Pimpinan dari Senate Armed Services Committee. Yahudi 

Ortodox lainnya yang mungkin menjadi bagian dari gerkan ini 

Sejarawan Menginginkan Dilakukannya 

Tindakan terhadap Gerakan Kiamat yang 

Memiliki Kekuatan Basar

216

yaitu  termasuk Attorney General Bush Michael Mukasey, Homeland 

Security Director Michael Chertoff, dan mantan Pentagon Controller 

Dov Zakheim, yang berdampak pada menghilangnya “triliunan” 

dolar.

Ketika perhatian utamanya yaitu  pada Chabad Lubavitcher, 

Eggert juga khawatir terhadap para penginjil Kristen seperti Jack Van 

Impe dan Timothy la Haye yang dekat dengan admisnistrasi Bush. 

Skenario yang mereka inginkan yaitu  termasuk penghancuran masjid 

al-Aqso, restorasi kuil ketiga di lokasi ini , pendirian surga yang 

terdari dari 144.000 Orang Terpilih; peperangan Armagedon, kematian 

massal antara Yahudi Israel dan Kedatangan Akhir Yesus Kristus. 

Kekuatan Lubovitchers tampak ganjil. Jelas mereka amat 

kaya. Pada 26 Maret 1991, Senat A.S memperingati pendiri Rebbe 

Monachem Schneerson sebagai “Hari Pendidikan Nasional”. Ia juga 

memperkenalkan “Tujuh Hukum Naohide” Talmud. Ini dilakukan 

pada saat seluruh simbolisme Kristen secara pasti dihilangkan dari 

masyarakat. Ketika Scheenerson meninggal pada 1994, ia diberi 

penghargaan Lencana Emas Kongres atas kontribusinya bagi “moral 

global”. Menurut Eggert, Scheneerson mengajarkan bahwa jiwa non-

Yahudi dan Yahudi yaitu  secara mendasar berbeda. “Secara alamiah 

seluruh Yahudi yaitu  baik…orang-orang Yahudi yaitu  ciptaan 

kebanggaan, goyim (non-Yahudi) yaitu  sampah.”

Menurut Schneerson, Goyim masih memiliki peran untuk 

melayani orang-orang Terpilih. Orang-orang Yahudi yaitu  pendeta 

dan hukum-hukum Noahide memberikan “sebuah agama untuk 

mereka yang memiliki derajat dan kedudukan”. Eggert mengutip rabi 

Lubavithcher lainnya: “Ketika mengkaji rantai peristiwa-peristiwa 

menakutkan (sejak 9-11) dengan mata Chassidic, kita melihat 

217

bahwa A.S telah didorong untuk memenuhi peran historisnya untuk 

mengajarkan Sheva Mitzvos (yaitu hukum Noahide) kepada dunia.”

Eggerd menggemukakan bahwa para anggota Freemason selalu 

menyebut diri mereka sebagai “Noahids” dan mengidentifikasikan 

status ini  kedalam Konstitusi mereka sejak 1723.

Jika Anda memperhatikan, maka Anda dapat melihat para 

politisi besar di Barat yang merupakan bagian dari sekte ini. Situs ini 

menampilkan puluhan dari mereka: http://amalekite.blogspot.com. 

Di You Tube, Rabi Utama Chabad membanggakan hubungan dirinya 

dengan Vladimir Putin. Eggert mengatakn bahwa ibu Putin yaitu  

seorng Yahudi, dan itu menjadikannya sebagai seorang Yahudi, dan 

bahwa Presiden Medvedev merupakan Yahudi dari kedua belah sisi. 

Sulit untuk mengatakan apakah mereka yaitu  bagian bgian dari 

Chabadniks.

Eggert, yang mempelajari sejarah dan politik di universitas di 

Berlin dan Munich, merupakan penulis delapan buku mengenai 

sejarah tersembunyi. Ia percaya bahwa seluruh sejarah modern 

yaitu  dipengaruhi oleh plot Cabalistik untuk mewujudkan ramalan 

alkitab. Meskipun demikian, ia secara berhati-hati membedakan 

antara Lubavitchers dan Hasidim lainnya yang menganggap bahwa 

“memaksakan tangan Tuhan” dan “mempercepat penebusan dosa” 

yaitu  suatu kejahatan.

Walaupun demikian, ketika Eggert melakukan survei terhadap 

sejarah modern, ia mendapat  bahwa Lubavitchers tampak berada 

di bawah kendali.

“Setiap bagian dari sejarah modern terhubung dengan yang 

lainnya dan Zinonisme, intelijen negara, lodge, dan yang demikian. 

Tanpa deklarasi Balfour, maka tidak akan ada revolusi demokratik 

218

di Russia dan Amerika tidak akan terlibat dalam PD I…kita dpat 

memulai dengan titik sejarah mana pun (bahkan dengan revolusi 

Amerika atau yang jauh sebelumnya, Oliver Cromwell) [dan] kita 

akan melihat, bahwa pembuat (pengeruk keuntungan) dari semua 

ini yaitu  Judaisme kabalistik. Seluruhnya melayani rencana mereka, 

untuk mewujudkan ramalan alkitab.”

Eggert mengutip pidato wakil presiden World Zionist, Max 

Nordau, pada Konvensi Zionis tahun 1903 yang memprediksi “Perang 

Dunia masa depan [dan] konferensi perdamaian di mana dengan 

bantuan Inggris, sebuah Negara Yahudi palestina akan diciptakan.” 

(Eggert, Israel’s Geheimvatikan, Vol. 2, pp.21-22)

Ia mengatakan bahwa Jerman disabotase (demonstarasi, revolusi) 

di PD I oleh Zionis sebab  ia tidak memainkan bola bagi Israel. Ia 

mengutip sebuah buku dalam bahasa Ibrani, The Historical Moment, 

oleh M. Gonzer: “Kami bahkan menemukan negara-negara yang 

lambat dalam berpikir dan yang mendapat  bahwa sulit untuk 

memahami hubungan tertentu kecuali sang guru—yaitu sejarah 

dunia—memberikan beberapa tamparan yang terasa yang akan 

membuat mereka membuka mata.” (Israels Geheimvatican, vol. I, 

hal.47).

*

219

Setelah Bible, Protokol orang-orang bijak Zion mungkin merupakan buku yang paling banyak dibaca di dunia. Diterbitkan di Rusia 

pada 1903, ia mengandung isi pokok yang menjadi master plan bagi 

“dominasi Yahudi terhadap dunia”. Ia semacam sesuatu yang akan 

dipelajari pada pertemuan rahasia dari masyarakat mistis.

Dengan cara yang berbeda, baik Zionis maupun Nazi melakukan 

hal yang sama dengan anti-Semitisme dan genosida. Namun tentu 

saja tidak seluruh Yahudi dapat disalahkan atas tindak kejahatan yang 

dilakukan sekelompok kecil masyarakat rahasia yang belum pernah 

mereka dengar. Mayoritas Yahudi akan tidak menyetujui master plan 

ini jika mereka mengetahui bahwa ia ada.

Tentu saja seseorang dapat mengecam seluruh rasisme dan 

genosida sekeras mungkin sambil meyakini bahwa protokol ini  

yaitu  otentik. Menurut pendapat saya, kecaman yang mengatakan 

bahwa yang menyebarkan berita bahwa protocol ini asli yaitu  

mereka yang ingin menyulut Anti Semitisme benar-benar merupakan 

sebuah rencana untuk mengalihkan perhatian dari Marter Plan ini.

Klaim Protokol “Palsu” yaitu  Cacat

220

Klaim plagiarisme ini merupakan kampanye propaganda yang 

disebarkan oleh kolaborator yang sadar maupun tak sadar di tataran 

akademis maupun media.

Klaim Palsu

Dikatakan kepada kita bahwa The Protocols of Zion yaitu  sebuah 

kebohongan, sebuah “kebohongan yang terbukti” yang dibuat oleh 

polisi politik Tsaris (Okhrana) untuk menyulut anti-Semitisme dan 

mendiskreditkan para revolusioner.

Namun “bukti” ini  jauh dari meyakinkan. Ia (bukti bahwa 

Protokol yaitu  hasil plagiat) terdiri dari tiga artikel yang diterbitkan 

dalam The London Times (16-18 Agustus 1921) oleh Philip Graves. 

Menurut Graves, Protokol ini  kasar, bab demi bab merupakan 

penjiplakan atas karya Maurice Joly, Dialogue in Hell Between 

Machiavelli andMontesquieu (1864).

Merupakan hal yang mudah untuk membuat klaim ini ketika 

buku ini  tidak ada. Polisi Napoleon III langsung memberedelnya 

sesaat ketika buku ini  diterbitkan.

Namun buku ini  saat ini telah tersedia dan saya mengajak 

Anda untuk membandingkan kedua teks ini . Menurut 

pendapat saya, mereka sepenuhnya berbeda dalam nada, isi dan 

tujuan. Dengan jumlah halaman mencapai 140 halaman, Dialogues 

ini  dua kali lebih panjang dibandingkan  Protocols. Sebagian besar 

darinya tidak mendapat  gema dalam Protocols.

Inti dari argument Graves yaitu  bahwa isi dan kalimat tertentu 

dalam Protokol yaitu  diambil dari dialog ini . Ia menklaim 

bahwa ada  50 bagian yang diambil darinya dan dibuat menjadi 

sekitar dua belas ayat. 

221

Kemiripan yang begitu terlihat dengan Protokol menimbulkan 

kerguan dan kemungkinn bahwa terjadi penjiplakan Protokol 

terhadap Dialogues menjadi amat kecil kemungkinannya. 

Sesungguhnya Philip Graves “Terkejut dengan tidak adanya 

upaya yang dilakukan oleh plagiator untuk menyembunyikan 

plagiarismenya.” Saya yakin itu sebab  Joly menjiplak dari Protokol 

dan bukan sebaliknya.

Plot di dalam Protocols menggambrkn bhwa ia telah “berusia 

berabad-abad”. Ia amat sangat mungkin ada lebih dahulu dibandingkan  

Dialogue 1864. Apa yang dikemukakan Joly termuat dengan amat 

baik di dalam Protocols dan ia meminjam darinya (dari Protocols) 

untuk mengungkapkan posisi tak populer authoritarian Machievelli, 

yang ia sandingkan dengan Napoleon III.

Joly, seorang Yahudi yang memiliki nama asli Joseph Levy, 

merupakan anggota abadi Mason dan anggota dari “Lodge of 

Mizraim” di mana dokumen Protocols ini  berasal. Ia yaitu  

didikan Adolph Cremieux (Isaac Moise Cremieux 1796-1880) kepala 

lodge ini  dan seorang menteri pada administrasi pemerintahan 

Leon Gambetta yang didukung oleh Yahudi. (lihat Kerry Bolton, The 

Protocols in Context, Renaissance Press, 2003)

Joly, yang melakukan bunuh diri pda 1879, memiliki kebiasaan 

”meminjam”. Ia ditutuh melakukan plagiat terhadap sebuah novel 

popular karya Eugene Sue yang berjudul Les Mystéres du Paris (1845). 

Selain itu karyanya juga didhului oleh karya anak didik Cremieux, 

Jacob Venedy yang berjudul Machvelli, Montesquieu, Rousseau (1850).

Pada 1884 Mme. Justine Glinka, putri seorang Jendral Rusia 

yng tinggal di Paris, mempekerjakan Joseph Schorst, aggota Lodge 

Mizraim di mana Joly jug merupakan anggota di sana, untuk 

222

mendptkn informs yng sensitif. Untuk bayaran senilai 2500 Franc, 

Schorst juga memberikan kepada Glinka The Protocols of Zion. Ia 

kemudian ketahuan dn dibunuh di Mesir.

Pemerintahan Tsarist, menurut dokumen yang diberikan Schorst, 

juga telah dikuasai. Glinka kemudian memberikan dokumen ini  

kepada seorang teman yang kemudian meneruskannya kepada 

Profesor Sergius A. Nilus yan gmenerbitkannya untuk pertama kali 

pada 1901.

Setelah Revolusi Bolshevik, Nilus ditahan di Kiev pada 1924, 

dipenjara dan disiksa. Pimpinan Pengadilan mengatakan bahwa ia 

telah “melakukan kerusakan yang amat besar dengan menerbitkan 

Protokol ini  (Waters flowing Eastward oleh Paquita de 

Schishmereff, 1999, hal. 74-76).

Bagaimanapun, ada  referensi internal yang mengisyaratkan 

bahwa tahun terbitnya dokumen ini  yaitu  pada 1894 bukan 

1884. Dalam Protokol 10, ada  referensi pada Skandal Panama 

tahun 1892. Penulis mengatakan bahwa para boneka politik harus 

memiliki “noda yang tak dapat diungkapkan, beberapa orang 

Panama”.

Pada akhir Protokol 16, ada  referensi pada “salah satu 

dari agen terbaik Kita, Bourgeois” yang telah menyusup ke dalam 

pengajaran golongan muda. Leon Victor August Bourgeois (1851-

1925) menjadi Menteri Pendidikan pada 1890. Ini membuat saya 

menjadi yakin bahwa Glinka mendapat  dokumen ini  sekitar 

pada tahun 1894, bukan 1884.

Saya yakin bahwa berdasar  isi di dalamnya, Protokol 

merupakan “rencana yang telah berusia berabad-abad” dan Joly 

telah mengakses versi yang lebih awal. 

223

Konteks Politik

Artikel Philip Graves menghantam operasi propaganda Zionis. 

“Ekspose” yang dilakukan oleh Grave pada Protocols muncul pada 

Agustus 1921 ketika para Zionis menekan Liga Bangsa-Bangsa untuk 

mengembalikan Palestina menjadi tanah air Yahudi di bawah Mandat 

Inggris.

Philip Grave menceritakan kisah yang tak dapat dipercaya 

bahwa “Mr. X” membawa Dialogues kepadanya di Konstantinopel 

yang merupakan tempat di mana ia menjadi koresponden Times. Mr. 

X menunjukannya sebagai “bukti tak terbantahkan” bahwa Protocols 

yaitu  hasil plagiat.

Mr. X yaitu  seorang Rusia kulit putih. Jika memandang peran 

Yahudi dalam Revolusi Bolshevik, tampak mencengangkan bahwa 

seorang Kulit Putih Rusia akan membantu untuk mendeskreditkan 

Protocols ini . Grave menyatakan bahwa Mr. X membeli buku 

ini  dari, perhatikan ini, “seorang mantan anggota Okhrana” 

yang telah pindah ke Konstantinopel. Apakah kita diharapkan 

percaya bahwa hanya dengan satu-satunya bukti yang dibawa 

mantan anggota Okhrana ini maka ia telah membuktikan bahwa 

Protocols yaitu  hasil “Jiplakan” ?

Dalam The Controversy of Zion bab 34, Douglas Reed, seorang 

staf Times ketika itu, memberikan latar belakang tambahan. 

Pada Mei 1920, Lord Northcliffe, pemilik sebagian dari The Times, 

mengeluarkan sebuah artikel mengenai Protocols ini  nyang 

berjudul The Jewish Peril, A Disturbing Pamphlet, A Call for an Enquiry. 

Artikel ini  memuat:

“Sebuah investigasi tak berat sebelah mengenai dokumen ini 

dan sejarah mengenainya yang amat ingin diketahui…apakah kita 

224

akan mencampakkan keseluruhan isinya tanpa penyelidikan terlebih 

dahulu dan membiarkan pengaruh dari buku yang demikian dengan 

tanpa pemeriksaan terhadap karya ini? 

Ini merupakan bagian dari kesadaran publik yang berumur 

singkat, setelah revolusi Bolshevik, bahwa Komunisme yaitu  

sifat dasar dari Yahudi, dan memberikan bahaya yang nyata bagi 

peradaban Barat. Bahkan Winston Churchill menyerang dengan 

artikelnya yang terkenal, Zionism Vs. Bolshevism: A Struggle for the 

Soul of the Jewish People.

Kemudian pada Mei 1922 Northcliffe mengunjungi Palestina dan 

menulis bahwa Britania telah terlalu tergesa-gesa untuk menjanjikan 

Negara ini  kepada yahudi di saat sebenarnya ia merupakan 

milik 700.000 penduduk Arab Muslim.

Mr. Wickham Steed, editor The Times, pada 1921 menolak 

untuk menerbitkan artikel ini  sebab  dengan mengajukan 

artikel yang demikian maka itu berarti bahwa Northcliffe mencoba 

untuk membuatnya dipecat. Bagaimanapun, ketika Northclifee 

melakukan liburan di Eropa, Steed mampu untuk membuat Cliffe 

mendeklarasikan pernyataan yang “gila” dan setengah terpaksa. 

Belakangan Northcliffe complain bahwa ia telah diracun dan mati 

dengan tiba-tiba pada 1922.

Douglas Reed yaitu  sekretaris Northcliffe namun tidak 

menyadari peristiwa ini sampai mereka muncul dalam Official History 

of The Times pada 1950-an. Jelas Northhcliffe telah membuat marah 

beberapa “big boy” ketika ia mengemukakan tentang Protocols 

ini  dan menentang Mandat Inggris di Palestina.

225

Klaim Pemalsuan yaitu  Sesuatu yang 

Berlebihan

Philip Graves dan para pembela lainnya membuat klaim yang 

dibesar-besarkan. Klaim mereka bahwa Protocols yaitu  hasil plagiat 

bab demi bab dari Dialogues yaitu  salah.

Graves menulis bahwa “Dialog ketujuh… sesuai dengan bagian 

Protokol kelima, keenam, ketujuh, dan kedelapan.” 

Dengan panjang delapan halaman, Protokol ini lebih panjang 

dua kali lipat dibandingkan  Dialogue Ketujuh. Ia sebagian besar berisi 

materi yang tidak ada  dalam Dialogue Ketujuh, atau di tempat 

lainnya. Saya akan mendata beberpaa contoh dari Protocol lima saja.

Protokol lima mengatakan “kerajaan kita akan dicirikan dengan 

despotisme (kelaliman) dengan yang amat hebat” sehingga ia akan 

“mengenyahkan setiap goyim yang menentang kita baik dengan 

tindakan maupun dengan kata-kata.”

Sebaliknya Dialog Ketujuh mengatakan, “Kematian, pengam-

bilalihan, dan penyiksaan harus terjadi sesedikit mungkin dalam 

politik internal Negara modern.”

Protokol Lima mengatakan bahwa kita “merampok (goyim) 

kemimanan mereka terhadap Tuhan” dan “menanamkan dalam 

benak mereka mengenai hak mereka,” oleh sebab nya mengerdilkan 

kekuasaan Raja. Tidak ada yang sama dengan Dialog Tujuh.

Protokol Lima mengatakan, “kita akan melemahkan goyim 

sehingga mereka dengna terpaksa akan menawarkan kepada kita 

kekuasaan internasional (sehingga memungkinkan kita) secara 

perlahan menyerap seluruh kekuatan negara dan membentuk 

Pemerintahan Super.” Tidak ada yang sama dengna ini didalam 

Dialog Tujuh.

226

Protokol Lima mengatakan bahwa “mesin” seluruh Negara 

berada dalam “tangan” kami dan mesin ini  yaitu  “Emas”. “Kita 

dipilih oleh Tuhan sendiri untuk memimpin dunia.” Tidak ada yang 

sama dengan ini dalam Dialog Tujuh.

Pada Sisi Lain

Penulis Dialogues memilih beberapa ayat atau referensi dari Protokol 

yang tampak tak diubah atau hanya sedikit berbeda bentuk. 

Sebagai contoh, Dialogues mengatakan: “Di mana pun ada  

hak. Kebebasan politik hanyalah sebuah ide relative. Kebutuhan 

untuk hidup yaitu  apa ayng mendominasi negara sebagaimana ia 

mendominasi individu-individu.”

Dalam Protocols kalimat ini  berbunyi, “Dari Hukum alam 

munculnya kekuatan. Kemerdekaan politik yaitu  sebuah ide, bukan 

kenyataan, dan orang harus tahu bahgaimana menggunakannya 

(kemerdekaan politik) sebagai umpan yang diperlukan kapanpun 

untuk menarik masa… bagi satu pihak yang memiliki tujuan untuk 

mnenghancurkan pihak lainnya yang berkuasa.” (Protocols 1)

Graves tidak menyertakan bagian terakhir untuk membuat 

penyamaan ini  tampak lebih hebat dibandingkan  sebenarnya.

Dialogues (7) mengatakan, “Kekacauan revolusioner ini  

yang ditekan pada suatu Negara harus didorong di seluruh bagian 

Eropa.” Dalam Protocols (7) “Di seluruh wilayah Eropa…kita harus 

menciptakan kekacauan, perpecahan, dan permusuhan.” Tidak 

ada  referensi mengenai penekanan terhadap hal-hal ini  

dalam sebuah Negara.

Persamaan ini dapat dijelaskan dengan kenyataan bahwa 

Protocols telah ada terlebih dahulu dan ia sudah terbiasa dengannya.

227


Kedua buku ini  memiliki perbedaan dalam nada dan rele-

vansinya. Buku Dialogues jika dilihat dengna kacamata saat ini tampak 

bersifat akademis dan esoteric serta memerlukan sebuah penafsiran. 

Ia merupakan serangan terselubung terhadap Napoleon III yang 

melihat Joly mendapat  pemikiran dari Machiavelli. Ironisnya, ini 

yaitu  tempat di mana ia menyelusup ke dalam Protocols. Napoleon 

bukanlah orang bodoh dan Joly ditahan.

Sebaliknya, keotentikan Protocols amat terlihat jelas bagi 

mereka yang memiliki pemikiran terbuka. Ia menggambarkan dunia 

yang kita tinggali ini. 

Jika rencana Anda untuk Mendominasi Dunia bocor, Apa yang 

akan Anda lakukan? Akankah Anda mengakuinya? Tidak, Anda akan 

mengutus pasukan pasukan rahasia untuk membuat stigma bahwa 

dokumen ini  yaitu  sebuah kebohongan yang dimotivasi oleh 

“prasangka buruk” dan “anti-Semitisme”. Mereka telah menjalankan 

“kendali kehancuran” ini dengan sempurna, sebuah ukuran atas 

kekuasaan mereka untuk memperdaya bahkan ketika kebenaran 

telah diungkapkan.

Ini merupakan satu-satunya Konspirasi yang telah menang 

meskipun cetak biru keburukannya telah ada di tengah-tengah 

masyarakat. Ia mengungkapkan kepolosan (atau kerusakan) kaum 

cendekiawan dan masyarakat.

Illuminati (Masonik Yahudi tingkat atas dan aliansi non-

Yahudi mereka) telah mendistribusikan sejumlah kekayaan dan 

kekuasaan kepada masa (liberalisme, sosialisme) sebagai cara untuk 

mengamankan kekuasaan utama bagi diri mereka. berdasar  

Protocols, mereka kahirnya akan menarik kekayaan ini  ketika 

228

mereka “pemerintahan tak kentara” telah menjadi tak terkalahkan. 

“Perang terhadap terror—war on terror” harus dilihat dalam konteks 

ini.

Dalam pandangan saya, para “Penyangkal Protocols” terlibat 

dalam Konspirasi ini, yang bertanggung jawab atas jadinya sebagian 

besar penderitaan umat manusia dan akan membawa bencana yang 

lebih besar lagi. Sebagai seorang Yahudi, saya tidak ingin memanggul 

tanggung jawab ini di pundak saya, atau dipanggul oleh Yahudi atau 

Mason tak bersalah lainnya.

*

229

Banyak orang yang berpikir bahwa “Protokol Orang-orang Bijak Zion—The Protocols of Elders Zion” yaitu  sebuah “literatur 

kebencian” para anti Semit dan merupakan sebuah kebohongan.

Pemenang Hadiah Nobel Alexander Solzhenitsyn menulis 

bahwa buku ini  menunjukan “pemikiran jenius”. Cukup baik 

untuk sebuah kebohongan, tidakkah Anda mengatakan demikian?

Solzhenitsyn mengatakan bahwa ia menunjukkan “kekuatan 

pikiran dan pengetahuan yang amat kuat… desainnya 

(menyebarluaskan kebebasan dan liberalisme, yang diakhiri oleh 

bencana sosial)… berada di atas kemampuan pikiran orang biasa…

ia lebih rumit dibandingkan  bom nuklir.”

Saya yakin bahwa Protokol ini  yaitu  asli. Ia merupakan 

ajaran yang diajarkan kepada Yahudi Luciferian (Illuminati, 

Freemason) yang mengemukakan secara detail rencana luar biasa 

untuk meruntuhkan Peradaban Kristen, menaklukkan umat manusia, 

dan mengumpulkan “seluruh kekayaan dunia… di tangan kita”. Ia 

diajarkan secara rutin dalam serangkaian workshop kepada para 

Yahudi Mason di Paris. Penulisnya mengambarkan Protokol ini  

Protokol Zion

Pendahuluan dan Sinopsis

230

sebagai “rincian program kita” dan seringkali mengawalinya dengan 

mengatakan “hari ini kita akan mendiskusikan…”

Rabi Ehrenpries, (1869-1951) Rabi Utama Swedia dari 1910, 

dilaporkan menulis pada tahun 1942: “Saya telah lama mengetahui 

isi Protokol ini , sebenarnya beberapa tahun sebelum ia dimuat 

dalam media Kristen. Protocols of Elders Zion sebenarnya bukan 

Protokol yang asli sama sekali, namun telah diekstrak dengan isi 

yang sama. Dari 70 orang bijak Zion, berkaitan dengan asal dan 

keberadaan Protokol, hanya ada  sepuluh orang di dunia yang 

mengetahuinya.” (dikutip secara online dengan tanpa sumber dalam 

“1001 Quotations About Jews.”)

“Ekstrak yang dipadatkan ini” dikonfirmasi kebenarannya 

oleh penggunaan secara luas ellipsis dari Protokol ini —

mengindikasikan bahwa kata-kata ini  telah dikurangi.

Para peneliti berspekulasi bahwa Adam Weishaupt, Theodore 

Herzl, atau Asher Ginzberg yang telah menulis Protokol ini . Pada 

awalnya saya berpikir bahwa mungkin Meyer Amschel Rothschild 

(1744-1844) sendiri yang telah menulisnya. Belakangan saya pikir 

Lionel Nathan Rothscild (1809-1879) atau James de Rothscild (1792-

1868) atau Adolphe Cremieux (1796-1880). Merupakan suatu hal 

yang sulit untuk menunjuk dengan tepat sebab  saya pikir dokumen 

ini selalu direvisi oleh tangan yang berbeda.

Protokol 20-23, “program keuangan…poin puncak dan inti 

dari rencana kita” yaitu  alasan mengapa saya berpikir penulisnya 

yaitu  seorang bankir dan mungkin salah satu anggota keluarga 

Rothschild. Ajarannya berisi ajaran secara detail mengenai keuangan 

dan pemahaman psikologis yang mendalam. Lebih lanjut, penulis 

menyatakan bahwa seluruh kekuasaan akhirnya akan berada dalam 

pangkuan “Raja Yahudi”, yang merupakan sebutan bagi Rothschild.

231

Sinopsis Protokol Orang-orang Bijak Zion

Ketika Anda membaca tulisan ini, maka ia akan menjadi bukti 

bahwa banyak dari program yang terkandung di dalamnya telah 

terlaksana. Ini merupakan bacaan yang disarankan bagi siapa pun 

yang ingin memahami dunia yang kita tinggali ini. Protokol ini  

menunjukkan kebencian patologis terhadap non-Yahudi dan sebuah 

keinginan untuk menjatuhkan serta memperbudak mereka. Ia 

menyebut mereka sebagai “goyim” atau binatang.

Protokol Satu

Rencana ini  dikatakan sebagai “sistem kita”. Ia mengatakan 

bahwa manusia diatur oleh “kekuatan”: “Oleh hukum alam, kebenaran 

terletak pada kebesaran”. Sebagaian besar manusia bersedia untuk 

mengkhianati sesama mereka untuk mendapat  keuntungan. 

(“Hasil membenarkan cara” yaitu  moto Komunis. 

Janji “kebebasan” (yaitu liberalisme, reformasi, revolusi) 

digunakan untuk mengambil alih kekuasaan dari Tatanan Lama 

(monarki, aristokrat yang memiliki tanah, gereja, tentara) dan 

memindahkannya ke tangan kita. Kekuasaan “Emas” dan kezaliman 

Modal sepenuhnya berada di tangan kita.” Negara bergantung pada 

kita, atau ia akan “tenggelam”.

Jika negara ini  dapat menahan serangan dari luar, tentu saja 

sebuah “serangan internal” yaitu Yahudi Masonik, yang merupakan 

“penghancur masyarakat dan persemakmuran”, diperbolehkan 

untuk menggunakan cara apa pun. 

Moralitas merupakan penghalang terhadap keberhasilan 

penaklukan dan merupakan beban bagi kepemimpinan politik mana 

pun. Tujuannya yaitu  untuk “mencerai-beraikan seluruh kekuatan 

232

yang membentuk tatanan dan peraturan” dan untuk menjadi 

“tuan yang berkuasa” terhadap orang-orang bodoh ketika mereka 

meletakkan kekuatan-kekuatan mereka dan jatuh kedalam desakan 

liberal.

Kekuatan mereka “lebih tak terkalahkan” ketika “tetap tak kentara” 

sampai benar-benar tak dapat terkalahkan lagi. Ini merupakan sebuah 

“rencana strategis yang kita tidak dapat menghindar darinya” atau 

sebuah kondisi yang akan membuat kita “melihat hasil kerja yang 

telah dilakukan selama berabad-abad akan menemui kehancuran”. 

“Penguat kita yaitu —Kekuatan dan membuat-Yakin”, yaitu 

penipuan. Penulis menekankan bahwa tujuannya yaitu  untuk 

“mendapat  kepemilikan orang lain” dan “membuat seluruh 

pemerintah tunduk terhadap pemerintah super kita”.

Kata-kata “Kebebasan, Persaudaraan, dan Persamaan yaitu  

“ba’it” yang digunakan oleh Yahudi Masonik “sejak zaman kuno” 

untuk meruntuhkan “aristokrasi geneologis goyim“ yang merupakan 

pertahanan satu-satunya masyarakat. Ia akan digantikan dengan 

“aristokrasi uang.” 

Sepanjang sejarah mereka telah memainkan kerakusan, hawa 

nafsu, dan keangkuhan manusia untuk memikat para agen mereka.

Dengan kata lain, “demokrasi” yaitu  instrumen yang sempurna 

bagi kendali tersembunyi mereka. Monarki merupakan tempat yang 

jauh lebih sulit untuk disusupi. Demokrasi, “penempatan perwakilan 

masyarakat” telah “menempatkan mereka pada bagian kita” dan 

“memberikan kita kekuatan dari perjanjian.”

Protokol Dua

“Perang sedapat mungkin tidak boleh menghasilkan pemisahan 

teritorial,” namun harus menunjukkan pada kedua sisi mengenai 

233

ketergantungan mereka terhadap “perwakilan internasional kita” 

(yaitu para agen) yang “memiliki jutaan mata untuk mengawasi dan 

tidak dapat dihalangi oleh apa pun.”

Hal ini berarti bahwa mereka dapat mengendalikan hasil perang 

dan memiliki jutaan mata-mata (Mason, Yahudi?)

“Hak-hak internasional kita kemudian akan menggantikan hak-

hak nasional…” ketika hukum sipil negara mengatur urusan mereka.

Para pemimpin non Yahudi (“administrator”) akan dipilih atas 

kepatuhan mereka yang ketat dan keinginan untuk diatur oleh 

“penasihat”. Goyim “dapat menyenangkan diri mereka sendiri sampai 

waktunya datang…” kita telah menanamkan doktrin yang salah 

“dengan menggunakan pers yang menumbuhkan kepercayaan buta 

terhadap teori-teori ini.”

“Pikirkan secara seksama mengenai keberhasilan yang telah 

kita rencanakan bagi Darwinisme, Marxisme, Nietzcheisme. Bagi kita 

orang-orang Yahudi, dalam kapasitas apa pun, harus dapat melihat 

dengan jelas betapa memecah belahnya arahan-arahan ini bagi 

pemikiran goyim.”

Pers telah jatuh ke tangan kita. Ia mengarahkan pikiran 

masyarakat. Perannya yaitu  untuk mengungkapkan dan 

menciptakan ketidakpuasan. Berkat pers, kita dapat memiliki Emas 

ditangan kita meskipun kita mengorbankan bayak masyarakat kita. 

Masing-masing mereka…di hadapan Tuhan bernilai “seribu goyim.”

Protokol Tiga

“Hanya tinggal sedikit tempat lagi untuk diseberangi sebelum 

seluruh Eropa terkunci dalam belitan ular simbolik, yang dengannya 

kita menyimbolkan masyarakat kita, sebagai pemegang kekuasaan.”

234

“Kita telah membuat jarak antara Kekuasaan yang Berdaulat 

dengan kekuatan buta masyarakat sehingga keduanya kehilangan 

seluruh arti, seperti orang buta dan tongkatnya, keduanya berupakan 

bagian yang tak berdaya jika dipisahkan.”

“Bagi negara, kita telah membuat arena gladiator di mana 

ada  isu-isu yang membingungkan…”

“Kita hadir sebagai sesuatu yang dianggap penyelamat bagi 

para pekerja…dan kita menyarankan agar mereka masuk menjadi 

anggota kekuatan tempur kita…menjadi para Sosialis, Anarkis, 

Komunis…yang kepada mereka kita selalu memberikan dukungan 

sesuai dengan peraturan yang dianggap sebagai aturan persaudaraan 

(dari solidaritas seluruh manusia) dari Masonry sosial kita. Aristokrasi 

ini …senang melihat para pekerja dapat memenuhi kebutuhan 

makanan, sehat, dan kuat. Kita senang melihat sebaliknya—dalam 

upaya untuk mengurangi jumlah dan membunuh para goyim.”

Protocol Empat

“Siapa dan apa yang berada dalam posisi melemahkan kekuatan 

tak kentara? Dan ini yaitu  kekuatan kita.

Masonry non Yahudi yang secara membuta melayani kita 

berfungsi sebagai cadar dan alat sehingga rencana dan kekuatan 

tetap menjadi misteri yang tak terungkapkan meskipun ia amat 

nyata.”

Kebebasan akan dimungkinkan jika ia bersandar pada “fondasi 

keyakinan terhadap Tuhan, terhadap persaudaraan manusia, tidak 

terkait dengan hubungan persamaan, yang dinegasikan oleh hukum 

dasar penciptaan…”

235

“Ini merupakan alasan mengapa kita harus meruntuhkan seluruh 

kepercayaan, untuk melenyapkan prinsip-prinsip dan ruh Ketuhanan 

dari benak goyim, dan menaruh di dalamnya… kebutuhan material.”

Goyim harus tidak memiliki waktu untuk berpikir sehingga harus 

dialihkan terhadap industri dan perdagangan. “Seluruh bangsa akan 

tenggelam dalam upaya untuk mengejar keuntungan dan berlomba-

lomba untuk mendapat nya, sehingga tidak akan memperhatikan 

musuh bersama mereka.”

Kita harus menaruh industri dalam “basis spekulatif” sehingga 

kekayaan akan berpindah menjadi milik kelas kita.

Kesibukan tiada henti akan menciptakan “komunitas yang tidak 

puas, dingin, dan tak berperasaan” yang belum terwujudkan.

Materialisme ini akan memungkinkan kita mengarahkan 

kelas goyim yang lebih rendah untuk melawan musuh kita dalam 

mendapat  kekuasaan yaitu “goyim istimewa… para intelektual”.

Protokol Lima

Penulis ini  menyatakan bahwa despotisme diperlukan bagi 

dunia yang sedang diciptakannya, sebuah dunia di mana “perasaan 

terhadap keyakinan dan komunitas dilenyapkan oleh pendapat 

kosmopolitan.”

Berikut ini merupakan alasan di balik “komunitarianisme” dan 

perang terhadap teror. 

“Kita akan menciptakan sebuah sentralisasi pemerintahan yang 

intens dengan tujuan untuk menguatkan cengkeraman terhadap 

masyarakat. Kita akan mengtur secara ketat seluruh tindakan 

kehidupan politik dari para objek kita dengan Hukum-hukum yang 

baru. Hukum-hukum ini akan menarik satu demi satu kebahagiaan 

236

dan kebebasan yang telah diperbolehkan oleh para goyim, dan 

kerajaan kita akan dicirikan dengan despotisme dengan proporsi 

yang amat besar dan dalam setiap kesempatan akan melenyapkan 

setiap goyim yang melakukan penentangan, baik dengan kata-kata 

ataupun dengan tindakan.”

Persatuan goyim dapat menggagalkan Illuminati namun “kita 

telah menciptakan pertentangan antar individu, negara, dan ras 

yang telah kita tumbuhkan menjadi besar selama dua puluh abad 

terakhir…Kita terlalu kuat. Tidak akan ada yang akan mengalahkan 

kekuasaan kita. Bahkan negara mana pun tidak dapat melakukan 

perjanjian tanpa secara rahisia kami campur tangan di dalamnya.”

“yaitu  melaluiku negara-negara ini  memerintah. Dan 

dikatakan oleh para nabi bahwa kita telah dipilih oleh Tuhan Sendiri 

untuk menjadi pemimpin di muka bumi…Perputaran roda seluruh 

negara digerakkan oleh kekuatan mesin yang berada di tangan kita, 

dan mesin ini  yaitu …Emas…Modal…harus digunakan untuk 

membentuk sebuah monopoli industri dan perdagangan: Ini telah 

dilaksanakan oleh tangan-tangan tak kentara di seluruh penjuru 

dunia.”

“Objek dasar dari kepemimpinan kita yaitu …untuk menum-

pulkan pikiran masyarakat…memalingkannya dari permasalahan 

yang serius dan mengarahkannya menuju penolakan; untuk 

mengacaukan kekuatan pikiran melalui pertarungan retorikal yang 

kosong.”

“Kita akan menguasai seluruh pemikir liberal dari seluruh partai, 

dan kita akan memberikan mereka suara untuk menjadi orator yang 

akan berbicara amat banyak sehingga mereka akan membuat para 

pendengar mereka kehilangan kesabaran…” 

237

“Dengan tujuan untuk membentuk opini publik dengan tangan 

kita, kita harus membawa mereka ke dalam kondisi kebingungan 

dengan memberikan pendapat dari segala sisi sehingga terbentuk 

opini yang amat berlawanan…untuk membuat goyim kehilangan 

pemikiran dalam kebingungan sehingga memganggap bahwa hal 

terbaik yaitu  dengan tidak memiliki pendapat apa pun dalam hal 

politik…(Prasyarat rahasia kedua bagi keberhasilan kita) yaitu  

dengan menebarkan perselisihan di seluruh pihak, memecah belah 

kekuatan kolektif yang masih tidak bersedia untuk tunduk kepada 

kita…Dengan seluruh cara ini kita akan melemahkan goyim sehingga 

mereka akan bersedia memberikan kekuasaan internasional atas 

alam kepada kita dan memungkinkan kita tanpa kekerasan apa pun 

menyerap seluruh kekuatan negara-negara dunia dan membentuk 

Pemerintah Super.”

Protokol Enam

Kita sedang menciptakan “monopoli yang amat besar” sehingga 

bahkan goyim yang paling berkuasa sekali pun akan menjadi 

tergantung sehingga “mereka terpuruk bersama sebab  kredit 

negara pada hari setelah hantaman politik…”

“Dengan setiap cara yang memungkinkan kita harus 

membangun Pemerintahan Super kita dengan menghadirkannya 

sebagai Pelindung dan Pemberi Manfaat bagi siapa pun yang tunduk 

kepada kita.”

“Kita ingin agar industri menghilang dari bumi, baik dalam 

bentuk tenaga kerja maupun modal dan dengan cara spekulasi 

seluruh uang di dunia berpindah ke tangan kita, dan dengan cara 

yang demikian seluruh goyim akan terlempar ke tingkatan proletar. 

238

Kemudian goyim akan tunduk d


Related Posts:

  • illumination 6 am kaitan penolakan agama dan pengadopsian sukularisme, yang sebenarnya merupakan topeng dari gerakan mistis ini , yaitu Kabala. (lihat situs saya dengan judul Lucifer is Secret God of Secular Societ… Read More