am
kaitan penolakan agama dan pengadopsian sukularisme, yang
sebenarnya merupakan topeng dari gerakan mistis ini , yaitu
Kabala. (lihat situs saya dengan judul Lucifer is Secret God of Secular
Society.)
Ketika menulis buku ini, Livingston membiayai hidupnya dengan
menanam kayu di Inggris serta Kolumbia dan berdagang furnitur di
Montreal. Dibesarkan sebagai seorang agnostic, ia kemudian masuk
Islam pada 1992 setelah melakukan penelitian terhadap agama-
agama besar dunia. Ia menikah pada tahun 2000 dan memiliki tiga
orang anak, semuanya berusia di bawah enam tahun.
Terorisme dan Illuminati
Buku terbaru Livingstone, yang menelusuri Konspirasi Kabala yang
telah berusia ada sejak 2500 tahun silam, dikemas dengan informasi
yang menarik. Sebagai contoh, Ordo Illuminati dipelopori pada
tahun 1500-an di Spanyol oleh “Alumbrados”, sebuah aliran klenik
Kristen yang dimulai oleh Yahudi kripto yang dipanggil “Marranos”.
Pendiri Tatanan Jesuit, Ignatius Loyola, yaitu seorang Marrano/
Alumbarado. (114) Oleh sebab nya, ketika orang-orang sekarang
berdebat mengenai apakah Jesuit atau Zionis yang bertanggung
jawab atas permasalahan kita, mereka sebenarnya berbicara
mengenai binatang yang sama.
Rabbi Kabalis Isaac Luria, seorang pengikut Loyola, menge-
mukakan prinsip-prinsip yang harus mereka lakukan secara aktif
200
untuk mewujudkan ramalan ini , yaitu penyelamatan melalui
kedatangan Mesiah dan peran Illuminati. Ini berarti “memanipulasi
jalan takdir melalui penggunaan mistisme, dan akhirnya
mempersiapkan lingkungan moral dan politik untuk menerima
kedatangan Mesiah, yakni Anti Kristus, dalam Tatanan Dunia Dunia
Baru.” (115)
Dengan media masa dan sistem pendidikan berada di tangan para
Kabalis ini, maka merupakan suatu yang mudah untuk melakukan
“magis” ini. Merupakan suatu yang mudah untuk meyakinkan jutaan
orang bahwa pesawat jet penumpang menabrak Pentagon dan
Shankville PA (meskipun tidak ada bangkai pesawat jet ini )
dan World Trade Center runtuh sebab “api”.
Mistisme Sabbatean dan Frankist tahun 1600-an menggantikan
Alumbrados dan membentuk secara langsung Illuminati pada tahun
1700-an. Livingstone menulis:
“Para Frankist bukan hanya berupaya melakukan pemusnahan
dan merendahkan mayoritas komunitas Yahudi, yang menolak untuk
menerima penyimpangan mereka…namun juga seluruh agama, dan
mereka menerapkan ide-ide dasar Zionis untuk menutupi upaya
mereka dalam mendominasi dunia. Para Frankist yakin bahwa…
segala sesuatu yang dilarang (oleh Taurat) sekarang diperbolehkan,
atau bahkan diwajibkan. Ini termasuk seks bebas, pesta pora, dan
inces…”
“Meskipun secara lahiriah mereka beragama, namun para
Frankis berupaya meruntuhkan setiap agama dan sistem keyakinan
positif, dan mereka mengimpikan revolusi besar yang akan menyapu
bersih masa lalu (tatanan sosial) dalam satu kali pukulan…bagi Jacob
Frank, penghancuran anarkis merepresentasikan seluruh pancaran
Luciferian, seluruh nada dan nada tambahan kehidupan dunia.” (125)
201
(Dengan mengutip buku Frank, The Words of the World, Juri Lina
menulis: “Ia yakin bahwa Tuhan yaitu jahat. Frank menyatakan
dirinya sebagai Mesiah yang sesungguhnya. Ia memutuskan untuk
tidak mengatakan kebenaran, menolak setiap hukum moral, dan
menyatakan bahwa satu-satunya cara menuju masyarakat baru
yaitu penghancuran yang total terhadap peradaban saat ini.
Pembunuhan, perampokan, inces, dan meminum darah sepenuhnya
merupakan tindakan dan ritual yang diperbolehkan.” (Under the Sign
of the Scorpion, hal.22)
Merupakan hal yang mudah untuk mengenali asal dari
komunisme dan Anarkisme dalam falsafah yang membabi buta
ini. Merupakan sesuatu yang mudah untuk mengenali terror dari
revolusi Prancis dan Bolshevik, Gullag Soviet, Kamp Konsentrasi
Nazi, pembunuhan di Cina dan kamboja, “Keterkejutan dan
Keterperangahan” Irak, dan abu World Trade Center.
Merupakan hal yang mudah untuk mengetahui bahwa sekte
Yahudi yang tak bermoral ini merupakan alasan mengapa seluruh
Yahudi terkena tinta kecurigaan dan dianggap tak bermoral dan
pelaku subversi. Banyak orang Yahudi yang terpedaya oleh janji
Komunis (Frankis) mengenai keadilan ekonomi dan kepemilikan
publik. (Ini yaitu apa yang dimaksud oleh Kabalis dengan “magis”—
penipuan dan kebohongan.) Meskipun demikian, para Yahudi biasa
amat lambat dalam menjauhkan diri mereka dari gerakan jahat ini
dan dari Zionis, manifestasi Masonik, dan Neo Konservatif-nya (yang
mereka berpura-pura dengannya).
Rothschild dan sebagian besar bankir Yahudi merupakan Frankist.
Dengan melakukan pernikahan silang dengan para elit pribumi,
mereka bertanggung jawab atas terjadinya Revolusi Bolshevik serta
Perang Dunia Pertama dan Kedua. Lebih buruknya, mereka mungkin
202
sedang merencanakan Perang Dunia Ketiga yang mengadu antara
Islam melawan Zionisme.
Livingstone menjelaskan secara lebih detail mengenai bagai-
mana Kabalis beroperasi melalui kendali mereka terhadap Arab
Saudi, Bank of England, dan Bank of England/Imperialisme Amerika,
yang berkonspirasi untuk memecah Kerajaan Turki Utsmani dan
tetap membuat Timur Tengah terbelakang. Ia juga menjelaskan
bagaimana mereka terus menggunakan berbagai gerakan seperti
Wahabisme (1700-an), Salafi (1930-an), dan masyarakat-masyarakat
rahasia Masonik seperti Muslim Brotherhood (1930-an) untuk
memecah belah Islam, menciptakan fundamentalisme fanatik dan
menyuburkan teror untuk mempersiapkan kedatangan “Perang
Peradaban”.
“Derajat (teroris) terendah mungkin dengan tulus percaya
bahwa mereka membela Islam dan memerangi “Imperialisme barat.”
namun , sebenarnya mereka melayani tujuan-tujuan Iluminati…
saluran-saluran mereka menerobos ke peuncak kekuasaan peme-
rintahan Inggris dan Amerika, dan menyebar ke berbagai wilayah
kriminal dan gerakan-gerakan mistis bawah tanah.” (241)
Livingstone tidak percaya bahwa rezim Iran saat ini benar-
benar bebas dari Illuminati. Mereka menciptakannya ketika mereka
menjatuhkan Shah dan menaikkan Ayatollah Khomeini. Dalam setiap
perang, Illuminati mengendalikan kedua sisi pihak yang berkonflik,
dan tidak terkecuali dengan Perang Dunia Ketiga.
203
Salah satu imbalan atas karya saya yaitu mengenal orang-orang
seperti David Livingstone. Saya mendorong para siswa Konspirasi
kabalis untuk membaca The Illuminati of Terrorism: A Three Thousand
Year History.” Hanya sedikit karya yang memberikan penerangan
terhadap sifat sesungguhnya dari dunia yang kita tinggali. Website
Livingstone yaitu www.thedyinggod.com.
*
204
Kekuatan Kreatif Tuhan masuk ke dalam manusia melalui cinta manusia terhadap istrinya dan keinginan untuk membesarkan
serta membina keluarganya dalam lingkungan yang aman dan sehat.
Itu ditanggapi oleh wanita yang menerima benih suaminya (yang
menyimbolkan ruhnya) dan menjaganya.
namun , para bankir sentral Kabalis berkeras untuk
menetralkan sifat dasar pria-wanita dengan membuat wanita
mengambil alih peran laki-laki. Para bankir ini pada akhirnya
mengambil alih peran pria atau bahkan “Tuhan”.
Menurut buku Lightbearers of Darkness, Yahudi Kabala
merupakan sebuah sistem yang amat kuat untuk merebut kendali
terhadap masyarakat dengan memanfaatkan dan menyesatkan
energi seksual. (20)
Dalam Studies in Occultism, (Dikutip dalam Light Bearer of Darkness)
Henry de Guilbert mengatakan bahwa Yahudi Kabalis “Melihat diri
mereka sebagai matahari manusia, sang laki-laki, berlawanan dengan
seluruh orang lain yang tidak lain yaitu wanita, memanifestasikan
dan memastikan kedatangan era Mesianik. Dengan tujuan untuk
mewujudkan manifestasi sosiologis ini, Yahudi secara sistematis
Plot Kabalis untuk
Memperbudak Manusia
205
memperluas kekuasaanya dengan menggunakan masyarakat-
masyarakat rahasia…(sambil berharap untuk mewujudkan) republik
universal yang dikendalikan oleh tuhan manusia, Yahudi Kabala.” (21)
Menghapus Gender
Di segala tempat, para bankir kabalis telah menggunakan pendidikan
dan media untuk memandulkan populasi Barat dan meruntuhkan
institusi keluarga dan pernikahan.
“Kami telah mengebiri masyarakat melalui ketakutan dan
intimidasi,” Ungkap Harold Rosenthal pada 1976. “Hanya ada pria
dengan penampakan fisik wanita. Dengan jenis jender netral,
masyarakat menjadi jinak dan mudah diatur. sebab telah terkebiri,
pikiran mereka tidak meliputi perhatian terhadap masa depan dan
keturunan mereka, namun hanya dengan saat ini dan makanan
berikutnya.” (Protokol orang-orang Bijak Zion diperbarui oleh pembelot
Yahudi di dalam buku ini).
Dalam sebuah artikel yang baru-baru ini diterbitkan, Man-Child
in Promise Land, peneliti Kay Haymowitz mengatakan bahwa para
pria Amerika telah memperpanjang masa lajang mereka hingga usia
paruh baya.
“Pada 1970, 69 persen dari pria kulit putih yang beru mur 25
tahun dan 85 persen yang berumur 30 tahun telah menikah. Pada
tahun 2000, hanya 33 persen dan 58 persen, berturut-turut.”
Majalah Playboy biasa mempromosikan diri dengan sebuah
iklan, “Pria macam apa yang membaca Playboy?” penjelasannya amat
sesuai dengan homoseksual. (Lihat tulisan saya yan brjudul Playboy
and the (Homo) Sexual Revolution.)
206
Sementara itu, para wanita telah menunda pernikahan
dan menggantikan peran pria sebagai pelindung dan penyedia
kebutuhan. Pada 1960, 70% wanita yang berusia 25 tahun telah
menikah dan memiliki anak. Pada tahun 2000, hanya 25 persen dari
mereka yang demikian. Pada 1970, hanya 7,4 persen dari seluruh
warga Amerika yang berusi 30-34 tahun yang belum menikah. Saat
ini angkanya mencapai 22 persen. Kondisi ini menyebar juga
ke Asia dan Eropa Barat. Pada masyarakat hungaria saat ini, 30% dari
wanita yang berusia tigapuluhan awal yaitu lajang, bandingkan
dengan dengan generasi ibu mereka pada usia yang sama. Pada
masa ibu mereka jumlahnya hanya 6%.” (Hymowitz, The New Girl
Power.)
Pada tahun 2007, jumlah bayi yang lahir dari ibu yang tidak
menikah mencapai 40%. (U.S News and World Report, 19 Maret 2009)
Sementara itu, diperkirakan satu juta anak di A.S hadir melalui
donor sperma, dengan tambahan 30.000 setiap tahun. Banyak dari
mereka yang dilahirkan oleh lesbian yang berkeinginan kuat untuk
mengubah model “hetero-normatif”. California berada di garda
depan dari rencana bankir Kabalis untuk menggantikan nilai-nilai
heteroseksual menjadi homoseksual.
Sebuah undang-undang baru mensyaratkan sekolah “untuk
menggambarkan secara positif perubahan seks, menggunakan
pakaian lawan jenis, pernikahan homoseksual, dan seluruh aspek
biseksualitas dan homoseksualitas.” Mandat ini memengaruhi anak-
anak di sekolah-sekolah negri di California mulai dari taman kanak-
kanak hingga kelas 12.
Bruce Schort, penulis The Harsh Truth About Public School
mencatat, “Anak-anak yang dididik pada sekolah-sekolah ini tidak
207
lagi akan memahami bahwa kita diciptakan Tuhan sebagai laki-
laki dan perempuan. Anak-anak akan diajarkan sebab ada
banyak orientasi seksual dan identitas gender, maka mereka harus
mendapat sendiri mengenai “kemungkinan” orientasi
seksual yang “tepat untuk mereka”. Bersama dengan ini disertakan
juga pesan bahwa Anda tidak dapat mengatakan bahwa Anda
menyukai sesuatu kecuali jika Anda telah mencobanya. Konsekuaensi
dari hal ini bagi anak, institusi keluara, gereja, dan budaya kita yaitu
amat mengerikan.”
Mayoritas Kristen Eropa menjadi objek program rekayasa sosial
tanpa henti yang dilakukan oleh para bankir Kabalis. Otak mereka
dicuci dengan doktrin bahwa hanya kelompok minoritas yang
memiliki hak asasi manusia dan kelompok mayoritas diubah serta
dilemahkan untuk menjadi “budak yang mencintai perbudakan
mereka.”
Rencana Jangka Panjang
Video The Hystory of Political Correctness menunjukkan bahwa banyak
dari rekayasa sosial (social engineering) ini dilakukan oleh para
intelektual “The Frankfurt School” untuk menumbangkan peradaban
Barat. Beberapa dari “Marxis budaya” ini secara harfiah yaitu
agen NKVD Soviet. Hampir seluruhnya yaitu Yahudi Marxis. Video
ini menunjukkan abgaimana orang-orang Amerika diperdaya
untuk menganggap revolusi merupakan sesuatu yang trendy dan
untuk menyambut penghancuran masyarakat mereka. Tipu daya ini
sekarang memenuhi posisi-posisi kekuasaan dalam kebudayaan A.S.
208
Pada dasarnya manusia yaitu korban dari “kebohongan yang
kejam” dari tindakan yang bersifat kosmis. Ketika Anda menciptakan
uang dari angin, Anda dapat membeli banyak “agen perubahan”.
Sebenarnya para elit kita berpikir bahwa mereka menciptakan
dunia yang lebih baik, dengannnya mereka bisa mendapat gaji
yang menggunung dan sekaligus merasa sebagai orang suci. Pada
dasarnya mereka sedang membangun sebuah negara polisi. “Tatanan
Dunia Baru” yang secara rahasia diperuntukkan bagi Setan. Mereka
terlibat dalam upaya menutupi pemicu 9-11 dan “perang terhadap
terror” yaitu tipu daya untuk menghilangkan hak-hak kita.
“Yahudi Kabala” yaitu bankir sentral, aliansi-aliansinya, dan para
kaki tangannya. Yahudi biasa tidak mengetahui apa pun mengenai
rencana ini. Meskipun demikian, ia salah untuk untuk menganggap
bahwa sebab ia tidak menyadari, maka hal ini tidak ada.
Seluruh kelompok dan agama telah disusupi. Apakah Zionis maupun
Komunis, banyak orang-orang Yahudi yang telah terpedaya dan
dimanipulasi oleh Yahudi terorganisasi.
Para Yahudi biasa sama bertanggung jawabnya seperti orang
Amerika biasa terhadap perang Irak. Meski bagaimana pun, kita harus
waspada ketika agama atau negara kita digunakan untuk kejahatan.
*
209
Wikipedia akan mengatakan kepada Anda bahwa buku A Racial Program for 20th Century (1912) yaitu kebohongan anti-
Semit lainnya. Ia mengatakan bahwa buku ini dan penulisnya
Israel Cohen yaitu tidak ada.
Alasan bagi kebohongan ini? Buku ini berisi banyak tulisan yang
mengungkapkan strategi ras Illuminati Komunis, yang kemudian
diterapkan pada wanita dan minoritas lain dalam tipudaya
“feminisme” dan “keberagaman”:
“Kita harus menyadari bahwa senjata terkuat partai kita yaitu
ketegangan rasial. Dengan mengemukakan kesadaran mengenai ras
hitam yang selama berabad-abad mereka telah ditekan oleh putih,
kita dapat membentuk mereka ke dalam program partai komunis.
Di Amerika kita akan mendapat kemenangan yang tak kentara.
Ketika membakar minoritas Negro untuk melawan kulit putih, kita
akan berupaya untuk menanamkan rasa bersalah yang kompleks atas
eksploitasi mereka kepada orang-orang Negro. Kita akan melindungi
orang-orang Negro untuk dapat mencapai posisi tinggi dalam setiap
segi kehidupan, dalam dunia profesional dan di dunia olah raga dan
Apakah Rencana Perjuangan Rasial
Juga Merupakan Kebohongan?
210
hiburan. Dengan prestis ini, Negro akan dapat melakukan pernikahan
silang dengan orang-orang kulit putih dan memulai proses yang
akan membawa Amerika pada tujuan kita.”
Rep. Thomas Albernathy mengemukakan kalimat ini
yang tercatat dalam Congressional Record pada 7 Juni 1957 (Vol.
103, hal 8559, bagian atas.) Wikipedia mengatakan kepada Anda
bahwa Albernathy membaca kutipan ini dalam kolom Letter to
Editor dari The Washington Star, dan surat kabar ini kemudian
mengemukakan bahwa itu merupakan sebuah kebohongan dan
meminta maaf. “Kutipan ini masih mendapat polularitas
yang sama di antara para rasis dan anti semit hingga hari ini,” tulis
Wikipedia.
Saya kemudia menambahkan kalimat berikut dalam entri Wiki:
“Bagaimanapun, penulisnya sesuai dengan Israel Cohen (1879-1961),
seorang penulis Zionis produktif yang telah menulis kata pengantar
untuk buku Zangwil, The Schnorrer, dan 30 buku lainnya. Sebagaimana
“kebohongan” yang diakui, kutipan ini mengungkapkan
peristiwa-peristiwa yang mereka pertunjukkan dan operasi-operasi
Partai Komunis.” Bagian ini telah dihapus.
Cohen yaitu General Secretary World Zionist Organization.
Jika ini yaitu Cohen yang sama, maka berarti bahwa Zionisme dan
Komunisme yaitu sesuatu yang identik.
Myron Fagan
Orang-orang Yahudi “internasional”, sebagaimana para globalis
lainnya, melayani program megalomaniak yang sakit Rothschild
mengenai kediktatoran pemerintahan dunia. Orang-orang Yahudi
211
“nasional” sebagaimana patriot lainnya, mempersembahkan loyalitas
mereka kepada negara dan warga negara lainnya. Sebagaimana
Benjamin Freedman, Myron Fagan (1887-1972), merupakan orang-
orang yang masuk kedalam kelompok orang yang belakangan,
seorang warga Amerika yang berani memerangi agenda Komunis
para bankir untuk bagian yang lebih besar dari hidupnya.
Myron Fagan, seorang pemeran di Broadway dan sutradara
sukses, menemui Israel Cohen, Israel Zangwil, dan George Bernard
Shaw pada sebuah pesta untuk merayakan pementasan Zagwil The
Melting Pot pada 1910. Ia mengatahui bahwa ketiga orang ini
yaitu pendiri masyarakat Fabian.
Cohen mengatakan kepada Fagan bahwa ia berencana untuk
menulis “Sebuah Program Rasial untuk Abad 20” dengan judul
Humanitarian setelah The Melting Pot. Pada waktu itu, Fagan tidak
menyadari bahwa pementasan ini , yang menggambarkan
Yahudi dan Masyarakat Kulit Hitam menang terhadap prasangka
Kulit Putih, yaitu murni propaganda, yang merupakan bagian dari
kampanye Komunis untuk menumbuhkan rasa “bersalah” dalam
orang-orang Liberal putih yang dikemukakan di atas.
Itu semua terlaksana pada tahun 1957 ketika Fagan membaca
kutipan The Washington Star dalam konteks perdebatan terhadap
penyetaraan ras di sekolah. Ia ingat bahwa pada 1966:
“Buku ini diterbitkan pada 1913… NAACP dan ADL
dibentuk (oleh para banker) untuk mewujudkan arah ini . Itu
terjadi lebih dari setengah abad yang lalu. Apakah mungkin ada
keraguan bahwa hal ini diluncurkan untuk kebangkitan Negro
kita saat ini atas Revolusi Hitam”
212
“Jika bukti ini belum cukup, pada 1935, Workers Library
Publishers yang merupakan penerbitan milik Partai Komunis
menerbitkan sebuah pamflet berjudul The Negroes in A Soviet America.
Pamflet ini mendorong orang Kulit Hitam untuk bangkit,
khususnya di Selatan, dan membentuk sebuah Negara Soviet di
Selatan, dan menyatukan diri dengan Uni Soviet… ia memuat
jaminan yang implisit bahwa “revolusi” ini akan didukung oleh
seluruh anggota American Red, dan pada halaman 38, ia menjanjikan
bahwa pemerintah Soviet akan memberikan manfaat yang lebih
besar kepada orang-orang Negro dibandingkan kepada orang-orang
Kulit Putih dan bahwa “Setiap tindakan diskriminasi atau prasangka
terhadap Negro akan menjadi tindakan kejahatan di bawah hukum
Revolusioner…
“… Ketika Albernathy menerbitkan tulisan yang mengemukakan
bahwa kalimat yang diucapkan Israel Cohen dikutip dalam
Congressional Rekord, kami (Cinema Educational Guild Inc.) dengan
segera menerbitkan sebuah “Buletin Berita” yang di dalamnya kami
menerbitkan keseluruhan cerita—dan memperingatkan mengenai
kebangkita Negro yang akan datang…
“Dua tahun berlalu dan tidak ada seorang pun yang bahkan
mencoba untuk menyangkal hal ini . Namun tiba-tiba, setelah
dua tahun, selama ADL dan kelompok yang sejenis memburu seluruh
buku ini dan menghancurkannya, mereka mengumumkan
bahwa segala sesuatu yang tercakup dalam buku ini yaitu
kebohongan, dan bahwa buku yang demikian tidak pernah ada,
atau seorang “Israel Cohen”.. mengapa mereka menunggu dua
tahun? Dan bagaimana mereka dapat menolak keberadaan seorang
penulis bernama Israel Cohen di hadapan seluruh buku yang pernah
ia tulis? Dan Saya memiliki beberapa eksemplar. Hal lebih penting
213
yang ada dalam pikiran yaitu bahwa Israel Cohen merupakan
penggerak utama dalam seluruh “Sosialis Fabian” dan gerakan
Komunis di Inggris..dan juga bahwa saya telah pernah bertemu
dengannnya secara tatap muka ketika ia mendiskusikan buku
ini di pertemuan itu.” (Fagan, UN is Spawn of the Illuminati, 1996)
Implikasi
Komunisme dan Zionisme yaitu perwakilan Rothschild: sepasang
pengapit dalam rencana para bankir untuk kediktatoran dunia, yang
saat ini berkedok “globalisme”.
Promosi mengenai perempuan dan minoritas merupakan bagian
dari agenda untuk meruntuhkan karakter Kristen dan heteroseksual
orang-orang Eropa di Masyarakat Barat. Demikian juga dengan
imigrasi massal dan pernikahan silang. Sebagian besar yang masuk
ke dalam budaya modern (televisi, film, sastra, pendidikn, dll.) dan
politik merupakan propaganda dan rekayasa sosial. Sebagai contoh,
penghinaan untuk “seksisme” dan “rasisme” sebenarnya didesain
untuk menghapuskan gender dan ras.
“Rasa Bersalah” yaitu senjata terbesar bagi mereka. Kepada para
wanita dikatakan bahwa mereka “ditekan” selama berabad-abad oleh
kebaikan yang mengajarkan bahwa mereka harus membesarkan
anak-anak mereka ketika para pria bekerja keras dan meninggal
dalam perang.
“Kebohongan” lainnya—Protocols of Zion menyatakan “Kita
akan menghapus dari ingatan para pria mengenai fakta abad-abad
terdahulu yang tidak kita inginkan, dan hanya membiarkan yang
menggambarkan seluruh kekeliruan dari pemerintahan goyim” (16-
14)
214
Kita tidak akan pernah tahu berapa banyak buku lainnya yang
diberangus oleh para bankir ini seperti A racial Program for the
Twentieth Century.”
*
215
Seorang sejarawan yang bertempat di Munich, Wolfgang Eggert, 46, telah meluncurkan sebuah petisi internet yang meminta
dilakukannya tindakan terhadap gerakan mistis Yahudi dan Kristen
yang mendorong dilakukannya holokaus nuklir untuk memenuhi
ramalan bible.
Ia beranggapan bahwa gerakan ini harus disingkap dan
dihapus. Ia menunjuk sekte Yahudi Chabad Lubavitcher yang ingin
menyegerakan kehancuran dengan tujuan untuk menyegerakan
kembalinya Mesiah. Eggert mengutip seorang rabi Lubavitcher yang
mengatakan: “Dunia menanti kita untuk memainkan peran dalam
mempersiapkan dunia untuk menyambut Moshiah” (yaitu Mesiah).
Para anggota mereka yaitu termasuk Paul Wolfowitz, arsitek
perang Irak yang memulainya dengan sebuah serangan yang
mengandung nama Kabalis, “Shekinah” (Shock and Awe). Yang saat
ini membuat khawatir khususnya yaitu Chabadnik Joe Lieberman
yang mengunjungi Israel pada bulan Maret 2008 bersama temannya
John McCain. ada kekhawatiran terhadap Sen. Carl Levin yang
merupakan Pimpinan dari Senate Armed Services Committee. Yahudi
Ortodox lainnya yang mungkin menjadi bagian dari gerkan ini
Sejarawan Menginginkan Dilakukannya
Tindakan terhadap Gerakan Kiamat yang
Memiliki Kekuatan Basar
216
yaitu termasuk Attorney General Bush Michael Mukasey, Homeland
Security Director Michael Chertoff, dan mantan Pentagon Controller
Dov Zakheim, yang berdampak pada menghilangnya “triliunan”
dolar.
Ketika perhatian utamanya yaitu pada Chabad Lubavitcher,
Eggert juga khawatir terhadap para penginjil Kristen seperti Jack Van
Impe dan Timothy la Haye yang dekat dengan admisnistrasi Bush.
Skenario yang mereka inginkan yaitu termasuk penghancuran masjid
al-Aqso, restorasi kuil ketiga di lokasi ini , pendirian surga yang
terdari dari 144.000 Orang Terpilih; peperangan Armagedon, kematian
massal antara Yahudi Israel dan Kedatangan Akhir Yesus Kristus.
Kekuatan Lubovitchers tampak ganjil. Jelas mereka amat
kaya. Pada 26 Maret 1991, Senat A.S memperingati pendiri Rebbe
Monachem Schneerson sebagai “Hari Pendidikan Nasional”. Ia juga
memperkenalkan “Tujuh Hukum Naohide” Talmud. Ini dilakukan
pada saat seluruh simbolisme Kristen secara pasti dihilangkan dari
masyarakat. Ketika Scheenerson meninggal pada 1994, ia diberi
penghargaan Lencana Emas Kongres atas kontribusinya bagi “moral
global”. Menurut Eggert, Scheneerson mengajarkan bahwa jiwa non-
Yahudi dan Yahudi yaitu secara mendasar berbeda. “Secara alamiah
seluruh Yahudi yaitu baik…orang-orang Yahudi yaitu ciptaan
kebanggaan, goyim (non-Yahudi) yaitu sampah.”
Menurut Schneerson, Goyim masih memiliki peran untuk
melayani orang-orang Terpilih. Orang-orang Yahudi yaitu pendeta
dan hukum-hukum Noahide memberikan “sebuah agama untuk
mereka yang memiliki derajat dan kedudukan”. Eggert mengutip rabi
Lubavithcher lainnya: “Ketika mengkaji rantai peristiwa-peristiwa
menakutkan (sejak 9-11) dengan mata Chassidic, kita melihat
217
bahwa A.S telah didorong untuk memenuhi peran historisnya untuk
mengajarkan Sheva Mitzvos (yaitu hukum Noahide) kepada dunia.”
Eggerd menggemukakan bahwa para anggota Freemason selalu
menyebut diri mereka sebagai “Noahids” dan mengidentifikasikan
status ini kedalam Konstitusi mereka sejak 1723.
Jika Anda memperhatikan, maka Anda dapat melihat para
politisi besar di Barat yang merupakan bagian dari sekte ini. Situs ini
menampilkan puluhan dari mereka: http://amalekite.blogspot.com.
Di You Tube, Rabi Utama Chabad membanggakan hubungan dirinya
dengan Vladimir Putin. Eggert mengatakn bahwa ibu Putin yaitu
seorng Yahudi, dan itu menjadikannya sebagai seorang Yahudi, dan
bahwa Presiden Medvedev merupakan Yahudi dari kedua belah sisi.
Sulit untuk mengatakan apakah mereka yaitu bagian bgian dari
Chabadniks.
Eggert, yang mempelajari sejarah dan politik di universitas di
Berlin dan Munich, merupakan penulis delapan buku mengenai
sejarah tersembunyi. Ia percaya bahwa seluruh sejarah modern
yaitu dipengaruhi oleh plot Cabalistik untuk mewujudkan ramalan
alkitab. Meskipun demikian, ia secara berhati-hati membedakan
antara Lubavitchers dan Hasidim lainnya yang menganggap bahwa
“memaksakan tangan Tuhan” dan “mempercepat penebusan dosa”
yaitu suatu kejahatan.
Walaupun demikian, ketika Eggert melakukan survei terhadap
sejarah modern, ia mendapat bahwa Lubavitchers tampak berada
di bawah kendali.
“Setiap bagian dari sejarah modern terhubung dengan yang
lainnya dan Zinonisme, intelijen negara, lodge, dan yang demikian.
Tanpa deklarasi Balfour, maka tidak akan ada revolusi demokratik
218
di Russia dan Amerika tidak akan terlibat dalam PD I…kita dpat
memulai dengan titik sejarah mana pun (bahkan dengan revolusi
Amerika atau yang jauh sebelumnya, Oliver Cromwell) [dan] kita
akan melihat, bahwa pembuat (pengeruk keuntungan) dari semua
ini yaitu Judaisme kabalistik. Seluruhnya melayani rencana mereka,
untuk mewujudkan ramalan alkitab.”
Eggert mengutip pidato wakil presiden World Zionist, Max
Nordau, pada Konvensi Zionis tahun 1903 yang memprediksi “Perang
Dunia masa depan [dan] konferensi perdamaian di mana dengan
bantuan Inggris, sebuah Negara Yahudi palestina akan diciptakan.”
(Eggert, Israel’s Geheimvatikan, Vol. 2, pp.21-22)
Ia mengatakan bahwa Jerman disabotase (demonstarasi, revolusi)
di PD I oleh Zionis sebab ia tidak memainkan bola bagi Israel. Ia
mengutip sebuah buku dalam bahasa Ibrani, The Historical Moment,
oleh M. Gonzer: “Kami bahkan menemukan negara-negara yang
lambat dalam berpikir dan yang mendapat bahwa sulit untuk
memahami hubungan tertentu kecuali sang guru—yaitu sejarah
dunia—memberikan beberapa tamparan yang terasa yang akan
membuat mereka membuka mata.” (Israels Geheimvatican, vol. I,
hal.47).
*
219
Setelah Bible, Protokol orang-orang bijak Zion mungkin merupakan buku yang paling banyak dibaca di dunia. Diterbitkan di Rusia
pada 1903, ia mengandung isi pokok yang menjadi master plan bagi
“dominasi Yahudi terhadap dunia”. Ia semacam sesuatu yang akan
dipelajari pada pertemuan rahasia dari masyarakat mistis.
Dengan cara yang berbeda, baik Zionis maupun Nazi melakukan
hal yang sama dengan anti-Semitisme dan genosida. Namun tentu
saja tidak seluruh Yahudi dapat disalahkan atas tindak kejahatan yang
dilakukan sekelompok kecil masyarakat rahasia yang belum pernah
mereka dengar. Mayoritas Yahudi akan tidak menyetujui master plan
ini jika mereka mengetahui bahwa ia ada.
Tentu saja seseorang dapat mengecam seluruh rasisme dan
genosida sekeras mungkin sambil meyakini bahwa protokol ini
yaitu otentik. Menurut pendapat saya, kecaman yang mengatakan
bahwa yang menyebarkan berita bahwa protocol ini asli yaitu
mereka yang ingin menyulut Anti Semitisme benar-benar merupakan
sebuah rencana untuk mengalihkan perhatian dari Marter Plan ini.
Klaim Protokol “Palsu” yaitu Cacat
220
Klaim plagiarisme ini merupakan kampanye propaganda yang
disebarkan oleh kolaborator yang sadar maupun tak sadar di tataran
akademis maupun media.
Klaim Palsu
Dikatakan kepada kita bahwa The Protocols of Zion yaitu sebuah
kebohongan, sebuah “kebohongan yang terbukti” yang dibuat oleh
polisi politik Tsaris (Okhrana) untuk menyulut anti-Semitisme dan
mendiskreditkan para revolusioner.
Namun “bukti” ini jauh dari meyakinkan. Ia (bukti bahwa
Protokol yaitu hasil plagiat) terdiri dari tiga artikel yang diterbitkan
dalam The London Times (16-18 Agustus 1921) oleh Philip Graves.
Menurut Graves, Protokol ini kasar, bab demi bab merupakan
penjiplakan atas karya Maurice Joly, Dialogue in Hell Between
Machiavelli andMontesquieu (1864).
Merupakan hal yang mudah untuk membuat klaim ini ketika
buku ini tidak ada. Polisi Napoleon III langsung memberedelnya
sesaat ketika buku ini diterbitkan.
Namun buku ini saat ini telah tersedia dan saya mengajak
Anda untuk membandingkan kedua teks ini . Menurut
pendapat saya, mereka sepenuhnya berbeda dalam nada, isi dan
tujuan. Dengan jumlah halaman mencapai 140 halaman, Dialogues
ini dua kali lebih panjang dibandingkan Protocols. Sebagian besar
darinya tidak mendapat gema dalam Protocols.
Inti dari argument Graves yaitu bahwa isi dan kalimat tertentu
dalam Protokol yaitu diambil dari dialog ini . Ia menklaim
bahwa ada 50 bagian yang diambil darinya dan dibuat menjadi
sekitar dua belas ayat.
221
Kemiripan yang begitu terlihat dengan Protokol menimbulkan
kerguan dan kemungkinn bahwa terjadi penjiplakan Protokol
terhadap Dialogues menjadi amat kecil kemungkinannya.
Sesungguhnya Philip Graves “Terkejut dengan tidak adanya
upaya yang dilakukan oleh plagiator untuk menyembunyikan
plagiarismenya.” Saya yakin itu sebab Joly menjiplak dari Protokol
dan bukan sebaliknya.
Plot di dalam Protocols menggambrkn bhwa ia telah “berusia
berabad-abad”. Ia amat sangat mungkin ada lebih dahulu dibandingkan
Dialogue 1864. Apa yang dikemukakan Joly termuat dengan amat
baik di dalam Protocols dan ia meminjam darinya (dari Protocols)
untuk mengungkapkan posisi tak populer authoritarian Machievelli,
yang ia sandingkan dengan Napoleon III.
Joly, seorang Yahudi yang memiliki nama asli Joseph Levy,
merupakan anggota abadi Mason dan anggota dari “Lodge of
Mizraim” di mana dokumen Protocols ini berasal. Ia yaitu
didikan Adolph Cremieux (Isaac Moise Cremieux 1796-1880) kepala
lodge ini dan seorang menteri pada administrasi pemerintahan
Leon Gambetta yang didukung oleh Yahudi. (lihat Kerry Bolton, The
Protocols in Context, Renaissance Press, 2003)
Joly, yang melakukan bunuh diri pda 1879, memiliki kebiasaan
”meminjam”. Ia ditutuh melakukan plagiat terhadap sebuah novel
popular karya Eugene Sue yang berjudul Les Mystéres du Paris (1845).
Selain itu karyanya juga didhului oleh karya anak didik Cremieux,
Jacob Venedy yang berjudul Machvelli, Montesquieu, Rousseau (1850).
Pada 1884 Mme. Justine Glinka, putri seorang Jendral Rusia
yng tinggal di Paris, mempekerjakan Joseph Schorst, aggota Lodge
Mizraim di mana Joly jug merupakan anggota di sana, untuk
222
mendptkn informs yng sensitif. Untuk bayaran senilai 2500 Franc,
Schorst juga memberikan kepada Glinka The Protocols of Zion. Ia
kemudian ketahuan dn dibunuh di Mesir.
Pemerintahan Tsarist, menurut dokumen yang diberikan Schorst,
juga telah dikuasai. Glinka kemudian memberikan dokumen ini
kepada seorang teman yang kemudian meneruskannya kepada
Profesor Sergius A. Nilus yan gmenerbitkannya untuk pertama kali
pada 1901.
Setelah Revolusi Bolshevik, Nilus ditahan di Kiev pada 1924,
dipenjara dan disiksa. Pimpinan Pengadilan mengatakan bahwa ia
telah “melakukan kerusakan yang amat besar dengan menerbitkan
Protokol ini (Waters flowing Eastward oleh Paquita de
Schishmereff, 1999, hal. 74-76).
Bagaimanapun, ada referensi internal yang mengisyaratkan
bahwa tahun terbitnya dokumen ini yaitu pada 1894 bukan
1884. Dalam Protokol 10, ada referensi pada Skandal Panama
tahun 1892. Penulis mengatakan bahwa para boneka politik harus
memiliki “noda yang tak dapat diungkapkan, beberapa orang
Panama”.
Pada akhir Protokol 16, ada referensi pada “salah satu
dari agen terbaik Kita, Bourgeois” yang telah menyusup ke dalam
pengajaran golongan muda. Leon Victor August Bourgeois (1851-
1925) menjadi Menteri Pendidikan pada 1890. Ini membuat saya
menjadi yakin bahwa Glinka mendapat dokumen ini sekitar
pada tahun 1894, bukan 1884.
Saya yakin bahwa berdasar isi di dalamnya, Protokol
merupakan “rencana yang telah berusia berabad-abad” dan Joly
telah mengakses versi yang lebih awal.
223
Konteks Politik
Artikel Philip Graves menghantam operasi propaganda Zionis.
“Ekspose” yang dilakukan oleh Grave pada Protocols muncul pada
Agustus 1921 ketika para Zionis menekan Liga Bangsa-Bangsa untuk
mengembalikan Palestina menjadi tanah air Yahudi di bawah Mandat
Inggris.
Philip Grave menceritakan kisah yang tak dapat dipercaya
bahwa “Mr. X” membawa Dialogues kepadanya di Konstantinopel
yang merupakan tempat di mana ia menjadi koresponden Times. Mr.
X menunjukannya sebagai “bukti tak terbantahkan” bahwa Protocols
yaitu hasil plagiat.
Mr. X yaitu seorang Rusia kulit putih. Jika memandang peran
Yahudi dalam Revolusi Bolshevik, tampak mencengangkan bahwa
seorang Kulit Putih Rusia akan membantu untuk mendeskreditkan
Protocols ini . Grave menyatakan bahwa Mr. X membeli buku
ini dari, perhatikan ini, “seorang mantan anggota Okhrana”
yang telah pindah ke Konstantinopel. Apakah kita diharapkan
percaya bahwa hanya dengan satu-satunya bukti yang dibawa
mantan anggota Okhrana ini maka ia telah membuktikan bahwa
Protocols yaitu hasil “Jiplakan” ?
Dalam The Controversy of Zion bab 34, Douglas Reed, seorang
staf Times ketika itu, memberikan latar belakang tambahan.
Pada Mei 1920, Lord Northcliffe, pemilik sebagian dari The Times,
mengeluarkan sebuah artikel mengenai Protocols ini nyang
berjudul The Jewish Peril, A Disturbing Pamphlet, A Call for an Enquiry.
Artikel ini memuat:
“Sebuah investigasi tak berat sebelah mengenai dokumen ini
dan sejarah mengenainya yang amat ingin diketahui…apakah kita
224
akan mencampakkan keseluruhan isinya tanpa penyelidikan terlebih
dahulu dan membiarkan pengaruh dari buku yang demikian dengan
tanpa pemeriksaan terhadap karya ini?
Ini merupakan bagian dari kesadaran publik yang berumur
singkat, setelah revolusi Bolshevik, bahwa Komunisme yaitu
sifat dasar dari Yahudi, dan memberikan bahaya yang nyata bagi
peradaban Barat. Bahkan Winston Churchill menyerang dengan
artikelnya yang terkenal, Zionism Vs. Bolshevism: A Struggle for the
Soul of the Jewish People.
Kemudian pada Mei 1922 Northcliffe mengunjungi Palestina dan
menulis bahwa Britania telah terlalu tergesa-gesa untuk menjanjikan
Negara ini kepada yahudi di saat sebenarnya ia merupakan
milik 700.000 penduduk Arab Muslim.
Mr. Wickham Steed, editor The Times, pada 1921 menolak
untuk menerbitkan artikel ini sebab dengan mengajukan
artikel yang demikian maka itu berarti bahwa Northcliffe mencoba
untuk membuatnya dipecat. Bagaimanapun, ketika Northclifee
melakukan liburan di Eropa, Steed mampu untuk membuat Cliffe
mendeklarasikan pernyataan yang “gila” dan setengah terpaksa.
Belakangan Northcliffe complain bahwa ia telah diracun dan mati
dengan tiba-tiba pada 1922.
Douglas Reed yaitu sekretaris Northcliffe namun tidak
menyadari peristiwa ini sampai mereka muncul dalam Official History
of The Times pada 1950-an. Jelas Northhcliffe telah membuat marah
beberapa “big boy” ketika ia mengemukakan tentang Protocols
ini dan menentang Mandat Inggris di Palestina.
225
Klaim Pemalsuan yaitu Sesuatu yang
Berlebihan
Philip Graves dan para pembela lainnya membuat klaim yang
dibesar-besarkan. Klaim mereka bahwa Protocols yaitu hasil plagiat
bab demi bab dari Dialogues yaitu salah.
Graves menulis bahwa “Dialog ketujuh… sesuai dengan bagian
Protokol kelima, keenam, ketujuh, dan kedelapan.”
Dengan panjang delapan halaman, Protokol ini lebih panjang
dua kali lipat dibandingkan Dialogue Ketujuh. Ia sebagian besar berisi
materi yang tidak ada dalam Dialogue Ketujuh, atau di tempat
lainnya. Saya akan mendata beberpaa contoh dari Protocol lima saja.
Protokol lima mengatakan “kerajaan kita akan dicirikan dengan
despotisme (kelaliman) dengan yang amat hebat” sehingga ia akan
“mengenyahkan setiap goyim yang menentang kita baik dengan
tindakan maupun dengan kata-kata.”
Sebaliknya Dialog Ketujuh mengatakan, “Kematian, pengam-
bilalihan, dan penyiksaan harus terjadi sesedikit mungkin dalam
politik internal Negara modern.”
Protokol Lima mengatakan bahwa kita “merampok (goyim)
kemimanan mereka terhadap Tuhan” dan “menanamkan dalam
benak mereka mengenai hak mereka,” oleh sebab nya mengerdilkan
kekuasaan Raja. Tidak ada yang sama dengan Dialog Tujuh.
Protokol Lima mengatakan, “kita akan melemahkan goyim
sehingga mereka dengna terpaksa akan menawarkan kepada kita
kekuasaan internasional (sehingga memungkinkan kita) secara
perlahan menyerap seluruh kekuatan negara dan membentuk
Pemerintahan Super.” Tidak ada yang sama dengna ini didalam
Dialog Tujuh.
226
Protokol Lima mengatakan bahwa “mesin” seluruh Negara
berada dalam “tangan” kami dan mesin ini yaitu “Emas”. “Kita
dipilih oleh Tuhan sendiri untuk memimpin dunia.” Tidak ada yang
sama dengan ini dalam Dialog Tujuh.
Pada Sisi Lain
Penulis Dialogues memilih beberapa ayat atau referensi dari Protokol
yang tampak tak diubah atau hanya sedikit berbeda bentuk.
Sebagai contoh, Dialogues mengatakan: “Di mana pun ada
hak. Kebebasan politik hanyalah sebuah ide relative. Kebutuhan
untuk hidup yaitu apa ayng mendominasi negara sebagaimana ia
mendominasi individu-individu.”
Dalam Protocols kalimat ini berbunyi, “Dari Hukum alam
munculnya kekuatan. Kemerdekaan politik yaitu sebuah ide, bukan
kenyataan, dan orang harus tahu bahgaimana menggunakannya
(kemerdekaan politik) sebagai umpan yang diperlukan kapanpun
untuk menarik masa… bagi satu pihak yang memiliki tujuan untuk
mnenghancurkan pihak lainnya yang berkuasa.” (Protocols 1)
Graves tidak menyertakan bagian terakhir untuk membuat
penyamaan ini tampak lebih hebat dibandingkan sebenarnya.
Dialogues (7) mengatakan, “Kekacauan revolusioner ini
yang ditekan pada suatu Negara harus didorong di seluruh bagian
Eropa.” Dalam Protocols (7) “Di seluruh wilayah Eropa…kita harus
menciptakan kekacauan, perpecahan, dan permusuhan.” Tidak
ada referensi mengenai penekanan terhadap hal-hal ini
dalam sebuah Negara.
Persamaan ini dapat dijelaskan dengan kenyataan bahwa
Protocols telah ada terlebih dahulu dan ia sudah terbiasa dengannya.
227
Kedua buku ini memiliki perbedaan dalam nada dan rele-
vansinya. Buku Dialogues jika dilihat dengna kacamata saat ini tampak
bersifat akademis dan esoteric serta memerlukan sebuah penafsiran.
Ia merupakan serangan terselubung terhadap Napoleon III yang
melihat Joly mendapat pemikiran dari Machiavelli. Ironisnya, ini
yaitu tempat di mana ia menyelusup ke dalam Protocols. Napoleon
bukanlah orang bodoh dan Joly ditahan.
Sebaliknya, keotentikan Protocols amat terlihat jelas bagi
mereka yang memiliki pemikiran terbuka. Ia menggambarkan dunia
yang kita tinggali ini.
Jika rencana Anda untuk Mendominasi Dunia bocor, Apa yang
akan Anda lakukan? Akankah Anda mengakuinya? Tidak, Anda akan
mengutus pasukan pasukan rahasia untuk membuat stigma bahwa
dokumen ini yaitu sebuah kebohongan yang dimotivasi oleh
“prasangka buruk” dan “anti-Semitisme”. Mereka telah menjalankan
“kendali kehancuran” ini dengan sempurna, sebuah ukuran atas
kekuasaan mereka untuk memperdaya bahkan ketika kebenaran
telah diungkapkan.
Ini merupakan satu-satunya Konspirasi yang telah menang
meskipun cetak biru keburukannya telah ada di tengah-tengah
masyarakat. Ia mengungkapkan kepolosan (atau kerusakan) kaum
cendekiawan dan masyarakat.
Illuminati (Masonik Yahudi tingkat atas dan aliansi non-
Yahudi mereka) telah mendistribusikan sejumlah kekayaan dan
kekuasaan kepada masa (liberalisme, sosialisme) sebagai cara untuk
mengamankan kekuasaan utama bagi diri mereka. berdasar
Protocols, mereka kahirnya akan menarik kekayaan ini ketika
228
mereka “pemerintahan tak kentara” telah menjadi tak terkalahkan.
“Perang terhadap terror—war on terror” harus dilihat dalam konteks
ini.
Dalam pandangan saya, para “Penyangkal Protocols” terlibat
dalam Konspirasi ini, yang bertanggung jawab atas jadinya sebagian
besar penderitaan umat manusia dan akan membawa bencana yang
lebih besar lagi. Sebagai seorang Yahudi, saya tidak ingin memanggul
tanggung jawab ini di pundak saya, atau dipanggul oleh Yahudi atau
Mason tak bersalah lainnya.
*
229
Banyak orang yang berpikir bahwa “Protokol Orang-orang Bijak Zion—The Protocols of Elders Zion” yaitu sebuah “literatur
kebencian” para anti Semit dan merupakan sebuah kebohongan.
Pemenang Hadiah Nobel Alexander Solzhenitsyn menulis
bahwa buku ini menunjukan “pemikiran jenius”. Cukup baik
untuk sebuah kebohongan, tidakkah Anda mengatakan demikian?
Solzhenitsyn mengatakan bahwa ia menunjukkan “kekuatan
pikiran dan pengetahuan yang amat kuat… desainnya
(menyebarluaskan kebebasan dan liberalisme, yang diakhiri oleh
bencana sosial)… berada di atas kemampuan pikiran orang biasa…
ia lebih rumit dibandingkan bom nuklir.”
Saya yakin bahwa Protokol ini yaitu asli. Ia merupakan
ajaran yang diajarkan kepada Yahudi Luciferian (Illuminati,
Freemason) yang mengemukakan secara detail rencana luar biasa
untuk meruntuhkan Peradaban Kristen, menaklukkan umat manusia,
dan mengumpulkan “seluruh kekayaan dunia… di tangan kita”. Ia
diajarkan secara rutin dalam serangkaian workshop kepada para
Yahudi Mason di Paris. Penulisnya mengambarkan Protokol ini
Protokol Zion
Pendahuluan dan Sinopsis
230
sebagai “rincian program kita” dan seringkali mengawalinya dengan
mengatakan “hari ini kita akan mendiskusikan…”
Rabi Ehrenpries, (1869-1951) Rabi Utama Swedia dari 1910,
dilaporkan menulis pada tahun 1942: “Saya telah lama mengetahui
isi Protokol ini , sebenarnya beberapa tahun sebelum ia dimuat
dalam media Kristen. Protocols of Elders Zion sebenarnya bukan
Protokol yang asli sama sekali, namun telah diekstrak dengan isi
yang sama. Dari 70 orang bijak Zion, berkaitan dengan asal dan
keberadaan Protokol, hanya ada sepuluh orang di dunia yang
mengetahuinya.” (dikutip secara online dengan tanpa sumber dalam
“1001 Quotations About Jews.”)
“Ekstrak yang dipadatkan ini” dikonfirmasi kebenarannya
oleh penggunaan secara luas ellipsis dari Protokol ini —
mengindikasikan bahwa kata-kata ini telah dikurangi.
Para peneliti berspekulasi bahwa Adam Weishaupt, Theodore
Herzl, atau Asher Ginzberg yang telah menulis Protokol ini . Pada
awalnya saya berpikir bahwa mungkin Meyer Amschel Rothschild
(1744-1844) sendiri yang telah menulisnya. Belakangan saya pikir
Lionel Nathan Rothscild (1809-1879) atau James de Rothscild (1792-
1868) atau Adolphe Cremieux (1796-1880). Merupakan suatu hal
yang sulit untuk menunjuk dengan tepat sebab saya pikir dokumen
ini selalu direvisi oleh tangan yang berbeda.
Protokol 20-23, “program keuangan…poin puncak dan inti
dari rencana kita” yaitu alasan mengapa saya berpikir penulisnya
yaitu seorang bankir dan mungkin salah satu anggota keluarga
Rothschild. Ajarannya berisi ajaran secara detail mengenai keuangan
dan pemahaman psikologis yang mendalam. Lebih lanjut, penulis
menyatakan bahwa seluruh kekuasaan akhirnya akan berada dalam
pangkuan “Raja Yahudi”, yang merupakan sebutan bagi Rothschild.
231
Sinopsis Protokol Orang-orang Bijak Zion
Ketika Anda membaca tulisan ini, maka ia akan menjadi bukti
bahwa banyak dari program yang terkandung di dalamnya telah
terlaksana. Ini merupakan bacaan yang disarankan bagi siapa pun
yang ingin memahami dunia yang kita tinggali ini. Protokol ini
menunjukkan kebencian patologis terhadap non-Yahudi dan sebuah
keinginan untuk menjatuhkan serta memperbudak mereka. Ia
menyebut mereka sebagai “goyim” atau binatang.
Protokol Satu
Rencana ini dikatakan sebagai “sistem kita”. Ia mengatakan
bahwa manusia diatur oleh “kekuatan”: “Oleh hukum alam, kebenaran
terletak pada kebesaran”. Sebagaian besar manusia bersedia untuk
mengkhianati sesama mereka untuk mendapat keuntungan.
(“Hasil membenarkan cara” yaitu moto Komunis.
Janji “kebebasan” (yaitu liberalisme, reformasi, revolusi)
digunakan untuk mengambil alih kekuasaan dari Tatanan Lama
(monarki, aristokrat yang memiliki tanah, gereja, tentara) dan
memindahkannya ke tangan kita. Kekuasaan “Emas” dan kezaliman
Modal sepenuhnya berada di tangan kita.” Negara bergantung pada
kita, atau ia akan “tenggelam”.
Jika negara ini dapat menahan serangan dari luar, tentu saja
sebuah “serangan internal” yaitu Yahudi Masonik, yang merupakan
“penghancur masyarakat dan persemakmuran”, diperbolehkan
untuk menggunakan cara apa pun.
Moralitas merupakan penghalang terhadap keberhasilan
penaklukan dan merupakan beban bagi kepemimpinan politik mana
pun. Tujuannya yaitu untuk “mencerai-beraikan seluruh kekuatan
232
yang membentuk tatanan dan peraturan” dan untuk menjadi
“tuan yang berkuasa” terhadap orang-orang bodoh ketika mereka
meletakkan kekuatan-kekuatan mereka dan jatuh kedalam desakan
liberal.
Kekuatan mereka “lebih tak terkalahkan” ketika “tetap tak kentara”
sampai benar-benar tak dapat terkalahkan lagi. Ini merupakan sebuah
“rencana strategis yang kita tidak dapat menghindar darinya” atau
sebuah kondisi yang akan membuat kita “melihat hasil kerja yang
telah dilakukan selama berabad-abad akan menemui kehancuran”.
“Penguat kita yaitu —Kekuatan dan membuat-Yakin”, yaitu
penipuan. Penulis menekankan bahwa tujuannya yaitu untuk
“mendapat kepemilikan orang lain” dan “membuat seluruh
pemerintah tunduk terhadap pemerintah super kita”.
Kata-kata “Kebebasan, Persaudaraan, dan Persamaan yaitu
“ba’it” yang digunakan oleh Yahudi Masonik “sejak zaman kuno”
untuk meruntuhkan “aristokrasi geneologis goyim“ yang merupakan
pertahanan satu-satunya masyarakat. Ia akan digantikan dengan
“aristokrasi uang.”
Sepanjang sejarah mereka telah memainkan kerakusan, hawa
nafsu, dan keangkuhan manusia untuk memikat para agen mereka.
Dengan kata lain, “demokrasi” yaitu instrumen yang sempurna
bagi kendali tersembunyi mereka. Monarki merupakan tempat yang
jauh lebih sulit untuk disusupi. Demokrasi, “penempatan perwakilan
masyarakat” telah “menempatkan mereka pada bagian kita” dan
“memberikan kita kekuatan dari perjanjian.”
Protokol Dua
“Perang sedapat mungkin tidak boleh menghasilkan pemisahan
teritorial,” namun harus menunjukkan pada kedua sisi mengenai
233
ketergantungan mereka terhadap “perwakilan internasional kita”
(yaitu para agen) yang “memiliki jutaan mata untuk mengawasi dan
tidak dapat dihalangi oleh apa pun.”
Hal ini berarti bahwa mereka dapat mengendalikan hasil perang
dan memiliki jutaan mata-mata (Mason, Yahudi?)
“Hak-hak internasional kita kemudian akan menggantikan hak-
hak nasional…” ketika hukum sipil negara mengatur urusan mereka.
Para pemimpin non Yahudi (“administrator”) akan dipilih atas
kepatuhan mereka yang ketat dan keinginan untuk diatur oleh
“penasihat”. Goyim “dapat menyenangkan diri mereka sendiri sampai
waktunya datang…” kita telah menanamkan doktrin yang salah
“dengan menggunakan pers yang menumbuhkan kepercayaan buta
terhadap teori-teori ini.”
“Pikirkan secara seksama mengenai keberhasilan yang telah
kita rencanakan bagi Darwinisme, Marxisme, Nietzcheisme. Bagi kita
orang-orang Yahudi, dalam kapasitas apa pun, harus dapat melihat
dengan jelas betapa memecah belahnya arahan-arahan ini bagi
pemikiran goyim.”
Pers telah jatuh ke tangan kita. Ia mengarahkan pikiran
masyarakat. Perannya yaitu untuk mengungkapkan dan
menciptakan ketidakpuasan. Berkat pers, kita dapat memiliki Emas
ditangan kita meskipun kita mengorbankan bayak masyarakat kita.
Masing-masing mereka…di hadapan Tuhan bernilai “seribu goyim.”
Protokol Tiga
“Hanya tinggal sedikit tempat lagi untuk diseberangi sebelum
seluruh Eropa terkunci dalam belitan ular simbolik, yang dengannya
kita menyimbolkan masyarakat kita, sebagai pemegang kekuasaan.”
234
“Kita telah membuat jarak antara Kekuasaan yang Berdaulat
dengan kekuatan buta masyarakat sehingga keduanya kehilangan
seluruh arti, seperti orang buta dan tongkatnya, keduanya berupakan
bagian yang tak berdaya jika dipisahkan.”
“Bagi negara, kita telah membuat arena gladiator di mana
ada isu-isu yang membingungkan…”
“Kita hadir sebagai sesuatu yang dianggap penyelamat bagi
para pekerja…dan kita menyarankan agar mereka masuk menjadi
anggota kekuatan tempur kita…menjadi para Sosialis, Anarkis,
Komunis…yang kepada mereka kita selalu memberikan dukungan
sesuai dengan peraturan yang dianggap sebagai aturan persaudaraan
(dari solidaritas seluruh manusia) dari Masonry sosial kita. Aristokrasi
ini …senang melihat para pekerja dapat memenuhi kebutuhan
makanan, sehat, dan kuat. Kita senang melihat sebaliknya—dalam
upaya untuk mengurangi jumlah dan membunuh para goyim.”
Protocol Empat
“Siapa dan apa yang berada dalam posisi melemahkan kekuatan
tak kentara? Dan ini yaitu kekuatan kita.
Masonry non Yahudi yang secara membuta melayani kita
berfungsi sebagai cadar dan alat sehingga rencana dan kekuatan
tetap menjadi misteri yang tak terungkapkan meskipun ia amat
nyata.”
Kebebasan akan dimungkinkan jika ia bersandar pada “fondasi
keyakinan terhadap Tuhan, terhadap persaudaraan manusia, tidak
terkait dengan hubungan persamaan, yang dinegasikan oleh hukum
dasar penciptaan…”
235
“Ini merupakan alasan mengapa kita harus meruntuhkan seluruh
kepercayaan, untuk melenyapkan prinsip-prinsip dan ruh Ketuhanan
dari benak goyim, dan menaruh di dalamnya… kebutuhan material.”
Goyim harus tidak memiliki waktu untuk berpikir sehingga harus
dialihkan terhadap industri dan perdagangan. “Seluruh bangsa akan
tenggelam dalam upaya untuk mengejar keuntungan dan berlomba-
lomba untuk mendapat nya, sehingga tidak akan memperhatikan
musuh bersama mereka.”
Kita harus menaruh industri dalam “basis spekulatif” sehingga
kekayaan akan berpindah menjadi milik kelas kita.
Kesibukan tiada henti akan menciptakan “komunitas yang tidak
puas, dingin, dan tak berperasaan” yang belum terwujudkan.
Materialisme ini akan memungkinkan kita mengarahkan
kelas goyim yang lebih rendah untuk melawan musuh kita dalam
mendapat kekuasaan yaitu “goyim istimewa… para intelektual”.
Protokol Lima
Penulis ini menyatakan bahwa despotisme diperlukan bagi
dunia yang sedang diciptakannya, sebuah dunia di mana “perasaan
terhadap keyakinan dan komunitas dilenyapkan oleh pendapat
kosmopolitan.”
Berikut ini merupakan alasan di balik “komunitarianisme” dan
perang terhadap teror.
“Kita akan menciptakan sebuah sentralisasi pemerintahan yang
intens dengan tujuan untuk menguatkan cengkeraman terhadap
masyarakat. Kita akan mengtur secara ketat seluruh tindakan
kehidupan politik dari para objek kita dengan Hukum-hukum yang
baru. Hukum-hukum ini akan menarik satu demi satu kebahagiaan
236
dan kebebasan yang telah diperbolehkan oleh para goyim, dan
kerajaan kita akan dicirikan dengan despotisme dengan proporsi
yang amat besar dan dalam setiap kesempatan akan melenyapkan
setiap goyim yang melakukan penentangan, baik dengan kata-kata
ataupun dengan tindakan.”
Persatuan goyim dapat menggagalkan Illuminati namun “kita
telah menciptakan pertentangan antar individu, negara, dan ras
yang telah kita tumbuhkan menjadi besar selama dua puluh abad
terakhir…Kita terlalu kuat. Tidak akan ada yang akan mengalahkan
kekuasaan kita. Bahkan negara mana pun tidak dapat melakukan
perjanjian tanpa secara rahisia kami campur tangan di dalamnya.”
“yaitu melaluiku negara-negara ini memerintah. Dan
dikatakan oleh para nabi bahwa kita telah dipilih oleh Tuhan Sendiri
untuk menjadi pemimpin di muka bumi…Perputaran roda seluruh
negara digerakkan oleh kekuatan mesin yang berada di tangan kita,
dan mesin ini yaitu …Emas…Modal…harus digunakan untuk
membentuk sebuah monopoli industri dan perdagangan: Ini telah
dilaksanakan oleh tangan-tangan tak kentara di seluruh penjuru
dunia.”
“Objek dasar dari kepemimpinan kita yaitu …untuk menum-
pulkan pikiran masyarakat…memalingkannya dari permasalahan
yang serius dan mengarahkannya menuju penolakan; untuk
mengacaukan kekuatan pikiran melalui pertarungan retorikal yang
kosong.”
“Kita akan menguasai seluruh pemikir liberal dari seluruh partai,
dan kita akan memberikan mereka suara untuk menjadi orator yang
akan berbicara amat banyak sehingga mereka akan membuat para
pendengar mereka kehilangan kesabaran…”
237
“Dengan tujuan untuk membentuk opini publik dengan tangan
kita, kita harus membawa mereka ke dalam kondisi kebingungan
dengan memberikan pendapat dari segala sisi sehingga terbentuk
opini yang amat berlawanan…untuk membuat goyim kehilangan
pemikiran dalam kebingungan sehingga memganggap bahwa hal
terbaik yaitu dengan tidak memiliki pendapat apa pun dalam hal
politik…(Prasyarat rahasia kedua bagi keberhasilan kita) yaitu
dengan menebarkan perselisihan di seluruh pihak, memecah belah
kekuatan kolektif yang masih tidak bersedia untuk tunduk kepada
kita…Dengan seluruh cara ini kita akan melemahkan goyim sehingga
mereka akan bersedia memberikan kekuasaan internasional atas
alam kepada kita dan memungkinkan kita tanpa kekerasan apa pun
menyerap seluruh kekuatan negara-negara dunia dan membentuk
Pemerintah Super.”
Protokol Enam
Kita sedang menciptakan “monopoli yang amat besar” sehingga
bahkan goyim yang paling berkuasa sekali pun akan menjadi
tergantung sehingga “mereka terpuruk bersama sebab kredit
negara pada hari setelah hantaman politik…”
“Dengan setiap cara yang memungkinkan kita harus
membangun Pemerintahan Super kita dengan menghadirkannya
sebagai Pelindung dan Pemberi Manfaat bagi siapa pun yang tunduk
kepada kita.”
“Kita ingin agar industri menghilang dari bumi, baik dalam
bentuk tenaga kerja maupun modal dan dengan cara spekulasi
seluruh uang di dunia berpindah ke tangan kita, dan dengan cara
yang demikian seluruh goyim akan terlempar ke tingkatan proletar.
238
Kemudian goyim akan tunduk d