ia
memang sedang berusaha mencemarkan nama baik Hitler. Mungkin
pada zaman itu dilarang.] Hitler “terus diejek oleh teman-temannya.”
Menurut Mayr, Jenderal Erich Ludendorff (1865-1937) pahlawan
Perang Dunia, setiap minggu bertemu dengan sekelompok
pengusaha industri di Hotel Four Season di Munich dan merencanakan
untuk balas dendam atas kekalahan Jerman dalam perang.
Tantangannya yaitu menggerakkan pekerja Jerman yang
putus asa untuk berperang lagi. Ludendorff memutuskan mereka
membutuhkan sosok Joan D’Arc, orang biasa yang bisa mendengar
suara Tuhan, untuk memimpin mereka di medan perang. Dia bahkan
menjelajahi Pegunungan Alpen Bavaria untuk mencari “gadis petani
berambut merah” yang bisa dijadikan sebagai utusan Tuhan.
Ludendorff dan teman-temannya “terlihat seperti pencari
bakat Hollywood yang sedang mencari artis baru…” Pada saat yang
279
sama, Hitler terlibat dalam sebuah “percobaan” tentara. Dia diberi
uang untuk mengadakan pertemuan Partai Pekerja Jerman di kedai
minuman dan memberikan semua orang bir, sosis, dan kue kering.
Setelah menyanyikan lagu pembangkit semangat, saat semua orang
merasa “bahagia dan bersyukur,” Hitler melompat ke atas sebuah
kursi atau meja dan mengawali pidatonya dengan mengatakan “para
rekan pekerja, Jerman, bangkitlah!”
“Dalam suasana yang gembira seperti itu, para pekerja dengan
senang hati bangkit dan dengan gagah berani bertepuk tangan
untuk segalanya,” tulis Mayr. “Percobaan terhadap Hitler dianggap
sangat berhasil oleh orang-orang yang membiayainya” dan Hitler
terpilih menjadi Joan D’Arc.
“Program ini disusun dengan sangat hati-hati agar sesuai
dengan keinginan kelompok mayoritas.”
Para pemimpin mengetahui bahwa “kelompok minoritas
harus menderita, sehingga orang Yahudi Jerman dijadikan sebagai
kambing hitam sebab kehancuran mereka akan mendatangkan
jutaan suara untuk Nazi. Para pemilik toko kecil membenci orang
Yahudi sebab mereka memiliki jaringan toko besar, para petani
menginginkan kehancuran orang Yahudi sebab mereka memiliki
hutang kepada para bankir Yahudi, bahkan para cendekiawan merasa
iri sebab orang Yahudi menduduki jabatan menguntungkan dalam
bidang seni, ilmu pengetahuan, dan pekerjaan. Komunis juga harus
dihancurkan, namun itu sebab mereka menerima perintah dari Rusia
dan tidak akan pernah memilih Kerajaan Jerman.”
“Para ‘tenaga penjualan Nazi’ menawarkan segalanya agar
membuat orang-orang memikirkan perang…Oleh sebab itu,
promosi mereka berbunyi Jerman yaitu negara miskin, sedang
280
negara yang lain kaya. Jerman harus berhasil melawan mereka agar
bisa menjadi negara kaya.”
Sehingga Nazi selalu memenuhi keinginan kelompok mayoritas.
“Tidak ada yang peduli dengan apa yang terjadi pada Jerman selama
hasilnya yaitu kembali seperti zaman kejayaan dulu…”
Hitler dianggap sebagai “tenaga penjualan yang tepat bagi
ideologi Nazi, yang akan diberhentikan ketika tidak dibutuhkan lagi.”
Hitler Sang Boneka Pemimpin
Mayr bersikeras bahwa Hitler tidak pernah menjadi pemimpin Nazi
yang sebenarnya. “Sebagai seorang pemimpin, kisah Hitler mungkin
yaitu cerita bohong paling hebat yang pernah dimainkan di
dunia…Laporannya harus selalu ditulis kembali…Kecerdasannya
tidak lebih tinggi dari anak usia delapan tahun…Hitler tidak pernah
bisa mengambil keputusan sendiri…tentu saja dia tidak pernah
menulis buku berjudul “Perjuanganku” (Mein Kampf)…namun tentu
saja dengan bangga menuliskan namanya sebagai penulis dibuku
ini .”
“Sebelum memberikan pidato penting, terkadang selama
beberapa hari Hitler mengadakan rapat tertutup dengan Hess
yang entah bagaimana bisa membuat suasana menjadi gempar
ketika Hitler muncul untuk berpidato di depan khalayak ramai.
Tepat sebelum Hitler memiliki janji untuk menerima kedatangan
tokoh kenegaraan atau wartawan asing, dia dilatih dalam beberapa
menit mengenai apa yang harus dikatakannya. Terkadang ketika
pertanyaan yang tak terduga dilontarkan kepada dirinya, dia hanya
281
berjalan pergi, atau mulai membicarakan masalah politik yang
bodoh.”
Tak lama kemudian, Ludendorff kehilangan kendali atas Hitler
dan memberikan kendali itu kepada Ernst Roehm serta Hermann
Goering yang terlibat dalam sebuah perang sengit demi kejayaan
Nazi. Akhirnya, Goering memenangkan perang ini “dalam
pembantaian besar-besaran” pada 30 Juni 1934. Pada saat itu, Mayr
telah berteman dengan Roehm, yang mewakili tujuan sosialis asli
dari paham Nazi.
“Sekarang jalannya sudah terbuka bagi Goering dan dia tidak
mau kehilangan waktu. Wajib militer, pendudukan Rhineland,
persenjataan kembali, campur tangan di Spanyol, penyerbuan ke
Austria, Cekoslovakia, Polandia, dan negara-negara berikutnya.”
“Jerman memiliki banyak pengikut Johann Faust2, namun roh
jahat mereka yaitu Goering yang bisa, melalui ahli propaganda licik
seperti Goebbels, menjual Hitler ke seluruh dunia sebagai seorang
manusia super patriotik. Goering merancang sendiri pembakaran
gedung Reichstag dan berhasil menyuruh seorang anak laki-laki
lemah otak untuk melakukannya…Goering-lah yang mengatur
agar Hitler mendapat berita palsu untuk meyakinkannya bahwa
Roehm berniat membunuhnya kecuali dia membunuh Roehm lebih
dulu. Tindakan Goering menyanjung Hitler hanya pura-pura belaka
yang dirancang untuk menyesatkan pendapat masyarakat.”
[Sebagian besar sejarawan berpendapat bahwa Goering
yaitu seorang pemimpin tidak berguna, yang lebih senang berburu
2 Dr. Johann Georg Faust (1480-1540), dalam bahasa Inggris juga dikenal dengan nama
John Faustus, yaitu seorang ahli kimia, peramal, dan pesulap keliling pada zaman
Renaissance Jerman.
282
atau mengumpulkan (atau mencuri) benda seni dibandingkan memimpin
Luftwaffe3. Menurut dugaan, dia takut dengan Hitler.]
Pendapat Mayr sangat bertentangan dengan pendapat kuno
tentang Hitler. Apakah Mayr sedang berbohong atau sebagian
besar sejarawan modern justru ingin membuat Hitler terlihat seperti
seorang pemimpin yang dapat dipercaya dan perwujudan dari
kekuatan jahat.
Saya percaya bahwa Hitler yaitu panggung pertunjukan yang
diatur oleh kelompok Illuminati, yaitu perkumpulan Freemason4
yang didirikan berdasar keinginan Rothschild untuk menguasai
dunia dengan kejam sebagai upaya untuk melindungi monopoli
mereka dalam pemberian kredit.
Dalam “Protokol Para Tetua Zion,” penulisnya mengatakan
bahwa semua golongan oposisi dikendalikan. Jika ada negara yang
keberatan dengan kekuasaan Rothschild5, “Itu hanya basa-basi saja,
yang tergantung pada kebijaksanaan kami, dan atas petunjuk kami,
sebab anti-Yahudi mereka sangat kami perlukan untuk mengelola
anggota kami yang kurang terkenal.” (Protokol 9)
Hipotesis saya saat ini yaitu ada hubungan langsung antara
Hitler dan rencana Rothschild, melalui banyak sekali “alat propaganda”
(agen). Sebagian alat propaganda ini yaitu “orang bodoh yang
berguna” seperti Erich Ludendorff yang pensiun dari dunia politik
3 Angkatan Udara Jerman hingga akhir Perang Dunia Kedua.
4 Perkumpulan ilmu kebatinan.
5 Sebuah keluarga Eropa, keturunan Jerman-Yahudi, yang mendirikan bank dan kantor
pembiayaan di Eropa mulai akhir abad ke 18.
283
ketika menyadari bahwa Bank of England milik Rothschild membiayai
Hitler.
Max Warburg, Kepala Intelijen Angkatan Darat Jerman yang
merupakan anggota bank cabang Rothschild, serta pemimpin Mayr
yang sebenarnya pada 1919, kemungkinan yaitu ujung tombak
Rothschild dalam “Percobaan terhadap Hitler.” Melalui “perkumpulan
ilmu kebatinan,” para bankir pusat menciptakan paham Komunis dan
Nazi yang, berkat PDII, menyebabkan kehancuran peradaban Barat
(Kristen).
Umat manusia dengan cepat menjadi peternakan semut
Rothschild. Berkat kendali mereka di dunia surat kabar dan
pendidikan, maka informasi dan hiburan merupakan alat yang tepat
untuk mengendalikan masyarakat dan perubahan perilaku. Beberapa
dokumen tidak jelas seperti dokumen Kapten Mayr yang berjudul
“Dulu Saya Atasan Hitler” mengingatkan kita bahwa kita sedang
dipermainkan dan dikhianati dengan cara yang sangat buruk.
*
284
Buku Greg Hallett yang berjudul “Hitler yaitu Agen Inggris” melukiskan perang sebagai khayalan mengerikan yang
disebabkan oleh para penyihir klenik untuk merendahkan dan pada
akhirnya memperbudak umat manusia di dunia.
Hallett mengatakan bahwa Hitler yaitu agen “Inggris”
berdasar kesaksian dari jaringan yang menaungi pensiunan agen
intelijen. Meskipun dia tidak menunjukkan bukti dokumen, namun
Hallett memberikan bukti tidak langsung yang meyakinkan.
Misalnya, Adolph Hitler berada di Inggris pada 1912-1913,
sebuah fakta yang didukung oleh buku saudara ipar perempuannya
yang berjudul “Kisah Hidup Bridget Hitler” (1979). Banyak
sejarawan termasuk penulis buku biografi Hitler, John Toland, yang
mengabaikan informasi mengejutkan ini. (Jika Hallett benar, maka
sejarawan seperti Toland bersalah sebab membersihkan nama Hitler
dan meningkatkan citranya.)
Hallett mengatakan bahwa Hitler dicuci otaknya mulai Februari
hingga November 1912 dan dilatih di British Military Psych-Op
War School di Tavistock di Devon dan Irlandia. “Mesin perang
membutuhkan perang dan [itu berarti mereka butuh] didanai,
Apakah Hitler
Agen Kelompok Illuminati?
285
dilatih, dan didukung oleh agen ganda untuk menjadi kambing
hitam, boneka, dan musuh boneka mereka,” tulis Hallett, seorang
arsitek yang tinggal di Selandia Baru. (38)
Saudara ipar perempuan Hitler mengatakan bahwa pria itu
benar-benar mabuk ketika tiba di depan pintu rumahnya di Liverpool
tanpa membawa satu koper pun. “Menurut saya dia sedang sakit,
kulitnya sangat pucat dan matanya terlihat sangat aneh,” tulis wanita
itu. “Dia selalu membaca, bukan buku, namun selebaran kecil yang
dicetak di Jerman. Saya tidak tahu apa isi selebaran itu atau dari mana
asalnya.” (hh. 29,35) Hallett mengatakan bahwa selebaran ini
yaitu buku latihan di Tavistock.
“Hitler yaitu Agen Inggris” berguna sebagai kerangka berpikir
lain. (Biasanya kita tidak bisa mengenali kebenaran sebab kita
memiliki kerangka berpikir yang salah, sebab “pendidikan” kita
berfungsi sebagai alat penyaring.) Ketika Hallett mengatakan
“Inggris,” yang dia maksud yaitu kelompok Illuminati, yaitu
kelompok pemuja ilmu kebatinan yang terdiri atas para bankir
sangat kaya yang mengendalikan jaringan perbankan yang saling
berkaitan. Kelompok pemujaan ini bermarkas di Kota London, namun
menggunakan Inggris serta sebagian besar negara dan ideologi
sebagai boneka kaus kaki dalam pertunjukan boneka Punch dan
Judy yang bernama Sejarah.
Pernyataan Hallett akan menjelaskan banyak peristiwa mustahil
dalam Perang Dunia Kedua. Misalnya, mengapa Hitler membiarkan
335.000 tentara sekutu melarikan diri ke Dunkirk? Langkah yang
aneh ini dijelaskan sebagai tawaran perdamaian yang murah hati,
namun tentu saja Inggris akan jauh lebih setuju jika tentaranya berada
di kamp Tahanan Perang Nazi.
286
Kemenangan Nazi pada Mei 1940 yaitu menang telak di ronde
pertama. Illuminati tidak mengharapkan perang berakhir secepat itu
dan mereka juga tidak berharap Nazi menang.
Pada musim panas 1940, ketika Inggris tidak berdaya, Kepala
Intelijen Militer Nazi (Abwehr) Laksamana Wilhelm Canaris meminta
kepada Menteri Luar Negeri Rumania, Pangeran Michael Sturdza agar
tetap bersikap tidak berpihak sebab Inggris akan memenangkan
perang. Dia juga mengirimkan pesan ini kepada diktator Spanyol,
Franco.
Teori Hallett juga menjelaskan mengapa Hitler, yang seharusnya
menjadi musuh para bankir Yahudi, bersikap seolah-olah dia tidak
tahu bahwa Rothschild mengendalikan Inggris (dan Amerika)
padahal ini sudah menjadi rahasia umum. (Bacalah Hillaire Belloc,
“The Jews” 1922.) Jika Hitler sungguh-sungguh, dia pasti sudah
menyerbu Inggris sebelum Rusia diserang.
Hipotesis Hallett menjelaskan 1) Mengapa Hitler bisa memperluas
serangannya ke Rhineland dsb tanpa takut adanya balas dendam.
2) Mengapa mesin perang Nazi dibiayai dan dibentuk oleh Bank of
England dan perusahaan besar Anglo Amerika bernama Who’s Who
yang dikendalikan oleh kelompok Illuminati. 3) Mengapa Hitler
tidak pernah menutup laut Mediterania di Gibraltar, dan mengapa
diktator Spanyol, Franco, tetap bersikap tidak berpihak, meskipun
dia memiliki hutang besar kepada Nazi yang digunakannya untuk
membiayai Perang Sipil Spanyol. 4) Mengapa markas besar I.G. Farben
di Frankfurt tidak pernah dibom. Tempat ini menjadi markas besar
CIA. 5) Mengapa Bank of England memberi Hitler hadiah berupa
cadangan emas Ceko di London sebab telah menduduki Praha.
Hal ini menjelaskan mengapa Hitler lebih mementingkan
kebijakan rasialnya yang konyol dibandingkan memenangkan perang.
287
Dia bisa mendapat dukungan dari jutaan orang Slav (dan bahkan
banyak sekali orang Yahudi) ketika menguasai Rusia yang berpaham
Komunis. Sebaliknya, dia menjadikan mereka sebagai musuh utama.
Kita mungkin bertanya mengapa Jerman yang bersekutu
dengan Jepang menyerang AS bukannya Rusia. Mengapa Nazi tidak
pernah tahu kalau komunikasi mereka dicurigai.Mengapa Hitler tidak
menaklukkan tambang minyak Rusia dan Timur Tengah ketika dia
memiliki kesempatan dan sebagainya, namun Anda memahaminya.
Semuanya telah diatur.
Hitler mungkin telah menyadari bahwa dengan menyerbu
Soviet Rusia maka dirinya telah bertindak untuk para kapitalis Anglo
Amerika. Mungkin dia tidak menyadari bahwa dirinya (dan Jerman)
sedang dijebak.
Siapa Hitler?
Jawaban yang paling tidak masuk akal yaitu seorang gelandangan
dari Austria, tukang sapu jalanan, dan pelacur sesama jenis yang bisa
menjadi Kepala Negara Jerman. Hitler masuk dalam daftar panjang
para tokoh aneh dan dapat diperas yang melejit menjadi terkenal di
dunia dengan bantuan tangan tak kasat mata.
Hallett menulis bahwa kakek Hitler yaitu Nathan Meyer
Rothschild. Maria Schickelgruber, nenek Hitler, yaitu pelayan di
rumah Rothschild di Wina ketika ayahnya, Alois dilahirkan “dengan
penuh ketakutan” dalam pemerkosaan pemujaan setan. Keluarga
Rothschild hanya boleh menikahi orang dalam keluarga besar mereka,
sehingga mereka memiliki anak-anak haram yang berfungsi sebagai
agen tanpa nama. (Rupanya ini merupakan pola yang dilakukan oleh
288
kelompok Illuminati. Bill Clinton konon katanya merupakan anggota
keluarga Rockefeller.)
Neneknya menerima tunjangan anak dari seorang pengusaha
Yahudi yang kemungkinan merupakan perantara kakeknya. Bridget
Hitler mengutip perkataan saudara perempuan Hitler, Paula, “Sejak
[Adolf ] memulai hukum ras, kami—Adolf dan saya—tidak memiliki
kakek. Tentu saja semua orang yang senang melihat hal ini akan
memanfaatkannya.” (Memoirs, h.175)
Putra Rothschild, Alois Hitler, menikah kali ketiga dengan
keponakannya, Klara, yang menjadi ibu Hitler. Ayahnya suka menyiksa
dan ibunya sangat menderita. Hitler jatuh miskin pada usia 18 tahun
saat ibunya meninggal dan dia tinggal di sebuah losmen khusus pria
di Wina yang sering dikunjungi oleh penyuka sesama jenis.
Menurut sejarawan dan profesor dari Jerman, Lothar Machtan,
Hitler yaitu penyuka sesama jenis dengan catatan polisi yang
panjang sebab melecehkan para pria baik di Munich dan Wina.
Catatan ini sampai ke Rusia dan Inggris, namun tidak pernah
digunakan untuk propaganda, hal ini sebagai bukti tambahan bahwa
perang mungkin hanya kepura-puraan. (Machtan, “The Hidden
Hitler,” 2001.)
Menjadi Gila
Menurut Hallett, Hitler pergi ke Inggris pada 1912 untuk mengikuti
pelatihan yang diadakan di Jerman. “Pelatihan” ini bermacam-macam
mulai dari memahami perannya bagi masa depan bangsa Jerman
dengan belajar cara memesona khalayak ramai.
Pelatihan ini juga termasuk cuci otak yang membuat-
nya trauma. Kesadaran dari “kepribadian kedua” hancur ketika
289
menyaksikan kekejaman yang biadab dan mengalami pelecehan
seksual, yang semuanya difilmkan. Kemudian berbagai macam
penggalan kesadaran ini diprogram dan dapat dilihat
dengan menggunakan kata kunci khusus. (Bacalah buku karangan
Fritz Springmeier dan Cisco Wheeler untuk penjelasan lebih rinci
mengenai teknik pengendalian pikiran kelompok Illuminati.)
Hitler kembali ke Jerman pada Mei 1913 dan mendaftar ke
Angkatan Darat Jerman Selama Perang Dunia Pertama, dia bertugas
sebagai pesuruh dan tertangkap dua kali oleh pasukan Inggris.
Dalam dua kejadian ini , dia dibebaskan dari hukuman mati
oleh seorang “malaikat” dalam badan intelijen Inggris.
Menurut Hallett, Hitler senang sekali ketika para wanita buang
air besar ke tubuhnya. Dia juga memiliki alat kelamin yang sangat
kecil dan hanya memiliki satu buah pelir. (Sebagian besar wanita yang
berpacaran dengannya melakukan bunuh diri. Cinta sejatinya yaitu
Geli, keponakan tirinya yang berusia 17 tahun, yang dibunuhnya pada
1931 ketika gadis itu dihamili oleh sopirnya. Machtan berpendapat
bahwa Hitler sebenarnya menyayangi sopirnya.)
Untuk mengetahui lebih banyak tentang homoseksualitas Nazi,
bacalah buku, “The Pink Swastika” di Internet.
Keterlibatan
Sejarah dibuat berdasar rencana jangka panjang kelompok
Illuminati. Perang direncanakan beberapa dekade sebelumnya
dan disusun agar bisa menghancurkan negara dan golongan atas,
menghapuskan penduduk, kemerosotan moral, dan tentu saja
mendapat kekuasaan dan keuntungan.
290
Menurut Hallett, Joseph Stalin termasuk kelompok Illuminati
yang merupakan “agen perang” lainnya yang masuk sekolah pelatihan
Tavistock Psyche Ops pada 1907. Clifford Shack telah mengusulkan
bahwa Stalin juga anak haram dari seorang keluarga Rothschild.
Hallett mengatakan bahwa kematian Hitler palsu (yaitu seorang
agen ganda yang dibunuh) dan Hitler melarikan diri ke Barcelona dan
dia tinggal di sana hingga 1950, saat dia meninggal akibat kanker
perut.
Greg Hallett yaitu orang yang berpikiran modern dan bukunya
yang bertele-tele penuh pengulangan dan penyimpangan. Saya
tidak percaya dengan semua pernyataan Hallet. Namun, kita harus
berterima kasih kepadanya sebab menyajikan sejarah dari sudut
lain yang meskipun tidak meyakinkan, namun lebih masuk akal dari
yang seharusnya terjadi. Kita harus bisa menerima pendapat yang
bersifat spekulatif tanpa merasa harus menerima atau menolaknya.
(Ini disebut “penilaian cadangan.”)
Hitler harus dilihat dari sudut pandang kalimat dalam teks
“Protokol Para Tetua Zion,” (9) yang berbunyi “Saat ini, jika ada
Negara yang menentang kami, maka itu hanya basa-basi saja, yang
tergantung pada kebijaksanaan kami dan atas petunjuk kami…”
Kelompok Illuminati mencapai semua tujuannya dalam Perang
Dunia Kedua. Jerman dan Jepang berubah menjadi tanah kosong.
Enam puluh juta orang dibantai. Pembunuhan besar-besaran orang
Yahudi mendorong orang Yahudi untuk mendirikan kantor pusat
pemerintahan dunia Rothschild di Israel. Mereka yang bercita-cita
tinggi dan para pemimpin asli dari kedua belah pihak dibantai.
Setiap negara memiliki banyak hutang. Perserikatan Bangsa-Bangsa
bangkit dari abu seperti burung phoenix. Hiroshima menebar
291
ketakutan ke seluruh dunia. Uni Soviet menjadi negara adidaya dan
mengendalikan Eropa Timur. Panggung telah siap untuk drama
berikutnya, yaitu Perang Dingin.
Melihat harapan umat manusia yang suram, maka ada
kecenderungan untuk benar-benar menganggap Hitler sebagai
musuh dari dominasi para bankir pusat. Buku Hallett merupakan
pengingat yang penting bahwa seperti halnya Stalin dan Mao, Hitler
yaitu seorang agen. Kelompok Illuminati membiayai “musuh” untuk
menimbulkan perselisihan dan terus memperbudak umat manusia.
*
292
Tinta di atas Pakta Perdamaian Versailles belum kering ketika kelompok Illuminati mulai menyusun rencana Perang Dunia
Kedua dengan mempersiapkan Adolf Hitler dan Partai Nazi.
Sebelum 1919, Hitler menjadi “orang bayaran” partai politik
yang memiliki banyak teman Yahudi dan memiliki hubungan baik
dengan Partai Komunis maupun Sosialis. Dalam waktu satu malam,
dia menjadi anti-Komunis dan anti-Semit1 yang kejam. Apa yang
telah terjadi? Dia menjadi Perwira Intelijen Angkatan Darat. Selama
1920-an, Angkatan Darat Jerman (Reichswehr) diam-diam mendanai
Hitler, partainya, dan melatih anggota “Brownshirt2” SA-nya.
Saya menduga Jenderal Kurt Von Schleicher merupakan ujung
tombak para bankir dari kelompok Illuminati seperti Max Warburg
yang kantor pusat bank I.G. Farben miliknya di Frankfurt selamat dari
bom tentara Sekutu dan ibunya yang orang Yahudi tinggal dengan
nyaman di Hamburg selama perang.
1 Suatu sikap permusuhan atau prasangka terhadap kaum Yahudi dalam bentuk-bentuk
penganiayaan/penyiksaan terhadap agama, etnik, maupun kelompok ras, mulai dari
kebencian terhadap individu hingga lembaga.
2 Anggota wajib militer Nazi yang didirikan oleh Hitler pada 1921 yang mengenakan sera-
gam cokelat.
Apakah Kelompok Illuminati Menyewa
Hitler untuk Memulai PD2?
293
Dalam Protokol Para Tetua Zion, sang penulis yang merupakan
bankir dari kelompok Illuminati, menyombongkan diri dengan
mengatakan bahwa mereka menciptakan atau menyetujui anti-
Semitisme3 jika sesuai dengan tujuan mereka.”Anti-Semitisme sangat
penting bagi kami untuk mengelola anggota baru kami…hal ini
telah menjadi persoalan yang berulang kali kami bahas.” (Protokol
9). Hitler yaitu contoh dari bagaimana anti-Semitisme diciptakan.
Sang penulis selanjutnya mengatakan: “Kamilah yang menyebabkan
semua ketakutan yang melanda dunia. Anggota kami terdiri dari
orang dengan berbagai macam pendapat dan doktrin, anggota
kerajaan, pemimpin politik, sosialis, komunis, dan berbagai macam
pemimpi sejati…yang berusaha keras menggulingkan segala bentuk
pemerintahan yang mapan. Semua negara sedang disiksa…namun
kami tidak akan memberi mereka perdamaian sampai mereka secara
terbuka mengakui pemerintahan Super internasional kami…”
Tulisan hitam putih ini merupakan cetak biru dari NWO4,
PBB, UE, dan NAU, dan semua perang hingga hari ini. Namun, para
bankir membuat kita berpikir bahwa kita harus memerhatikan “para
rasialis” dengan saksama. Seolah-olah lebih dari 1% orang Yahudi
dulu dan sekarang secara sadar menjadi bagian dari persekongkolan
mereka yang mengerikan dan kejam.
Sejarah modern memuat rencana jangka panjang untuk
menimbulkan perang tiada gunanya ini untuk memperbudak
umat manusia dengan menghancurkan jati diri negara, agama,
ras, dan keluarga mereka. Sebagian besar sejarawan dibayar
untuk mengaburkan fakta mengerikan bahwa orang-orang yang
bertanggung jawab atas Auschwitz, Gulag, Hiroshima, dan Verdun
3 Politik yang cenderung menguntungkan orang Yahudi.
4 New World Order (Tatanan Dunia Baru)
294
masih mengendalikan dunia. Mereka bertanggung jawab atas
peristiwa 9/11 dan perang Irak.
Para pemimpin kita dipilih atas kemampuan mereka untuk
berbohong dan menjalankan perintah. Perselisihan antar “musuh”
yang sebenarnya melayani majikan yang sama, hanyalah pura-pura
saja.
Versailles
Dr. E.J. Dillon dari London Daily Telegraph menulis dalam bukunya
“The Inside Story of the Peace Conference,” (1920) sebagai berikut,
banyak delegasi yang menarik bahwa “mulai sekarang
dunia akan diperintah oleh orang-orang Anglo-Saxon, yang
kemudian dipengaruhi oleh orang-orang Yahudi…” (yaitu para bankir
pusat dan antek-antek mereka) h 497.
Jerman merupakan hambatan utama untuk menggunakan
Inggris dan AS agar kelompok Illuminati bisa menguasai dunia.
Sehingga, pampasan perang dalam jumlah besar yang dibebankan
dipergunakan untuk memulai perang dunia yang jauh lebih
menghancurkan. Begitu perang ini dimulai, Inggris memveto
upaya untuk membunuh atau menggantikan Hitler dan menuntut
“menyerah tanpa syarat.”
Hitler belum berkuasa hingga 1933, namun Jerman mulai
mempersenjatai dirinya kembali pada 1919 ketika terjadi
pertentangan mengenai ketentuan Versailles. Tentara Sekutu pura-
pura tidak mengabaikan sebuah program untuk melihat tentara
Komunis dan Jerman berlatih di Rusia dengan senjata terbaru,
termasuk markas besar untuk angkatan udara, kendaraan militer,
295
dan perang kimia. Ketika Hitler berkuasa pada 1933, Jerman telah
memiliki angkatan udara yang maju.
Cara lain untuk menghindari Versailles yaitu Reichswehr
mendanai dan melatih organisasi paramiliter seperti Nazi SA yang
kemudian bisa digabungkan ke dalam angkatan darat tetap. Jenderal
Kurt Von Schleicher dan Kapten Karl Mayr serta Kapten Ernst Roehm
bertugas memimpin program “Werhmacht5 Hitam” ini.
Sefton Delmer, yang saat itu menjadi wartawan “Daily Express”
di Berlin, menjelaskan hal ini dalam otobiografinya yang berjudul
“Trail Sinister” (1961). Dia menyebutkan beberapa dokumen yang
menunjukkan bahwa Hitler “bertindak atas perintah Mayr ketika dia
bergabung dengan Partai Buruh Jerman yang sangat kecil dan mulai
membesarkan partai itu…” (64) Delmer mengatakan bahwa Mayr
juga mendanai pertemuan besar-besaran dan selebaran yang isinya
Hilter mencerca orang Yahudi. “Kampanye anti-Yahudi ini…didukung
oleh kekuatan besar seperti Perwira Staf Reichswehr.” (63).
Tujuan Reichswehr yaitu mendapat dukungan politik
dari masyarakat umum untuk PD2. Menurut Delmer, “Schleicher
membayar tidak kurang dari dua juta pounds dari dana rahasia
Reichswehr untuk mendanai pasukan gerak cepat…” (120) Mereka
juga didanai oleh para pengusaha industri dan bankir dari kelompok
Illuminati.
(Lahir dan besar di Berlin, Sefton Delmer mengenal Hilter secara
pribadi dan memiliki banyak sekali narasumber yang bisa dipercaya.
Selama perang, dia memimpin “propaganda hitam” Inggris yang
mengelola berbagai macam stasiun radio yang membidik para
tentara Jerman.)
5 Angkatan Bersenjata Jerman.
296
Hitler, “Anti-Komunis, Anti-Semit”
Komunisme, Nazisme dan Zionisme yaitu tiga gerakan yang
diciptakan dan dipertahankan oleh kelompok Illuminati untuk
menipu dan memanipulasi umat manusia.
Dalam bukunya yang berjudul “The Hidden Hitler,” Lothar
Machtan, seorang Profesor Sejarah di Bremen University mengatakan
bahwa Hitler hampir bergabung dengan Komunis pada 1918. Dia
meminta jabatan tertinggi partai agar dia tidak perlu bekerja, namun
mereka menolak. “Hitler tidak masuk ke partai sayap kanan yang
keras sampai dia ditolak oleh partai sayap kiri,” tulis Machtan. (71)
Menurut Ian Kershaw, Hitler ikut dalam unjuk rasa mendukung
partai Sosialis dan Komunis pada 1918-1919 dan bertugas sebagai
wakil Socialist Soldiers’ Council. (“Hitler: 1889-1936,” h. 118-120.)
Menurut Brigitte Hamann, sahabat-sahabat Hitler sebelum
perang Wina yaitu orang Yahudi. Dia mendapat keuntungan
dari sumbangan dan keramahan orang Yahudi. Orang Yahudi
membeli sebagian besar karya seninya. sebab alasan inilah, para
pendukung gerakan anti-Semit sejati menghindari dirinya. (“Hitler’s
Vienna: A Dictator’s Apprenticeship,” hh. 347-352)
Hamann mengatakan bahwa gagasan Hitler mengenai
kemurnian dan keunggulan bangsa Arya berasal dari orang Yahudi.
Wanita ini mengutip perkataan Hitler:“Melalui Musa, orang
Yahudi menerima ajaran hidup dan menjalani kehidupan yang
derajatnya dipertinggi oleh sebuah agama yang sangat disesuaikan
dengan sifat sebuah bangsa, dan mutlak serta jelas tanpa dogma
dan ajaran meragukan...yang membahas tentang apa yang berguna
bagi…kesejahteraan sebuah bangsa, tanpa mempertimbangkan
bangsa lain.” (351)
297
Ada kerinduan terhadap Hitler berdasar keyakinan bahwa dia
melakukan perlawanan terhadap Tatanan Dunia Baru. Sebenarnya,
dia diciptakan oleh kelompok Illuminati untuk memulai perang baru.
Orang-orang menggantungkan harapan mereka kepada para
pemimpin seperti Putin dan Ahmadinejad, namun sama seperti Hitler,
mereka yaitu tokoh tak dikenal yang berkuasa dengan dibantu oleh
tangan tak kasat mata. Kita tidak memiliki pemimpin politik (budaya)
sejati, yang kita miliki hanya pion kelompok Illuminati.
Sejarah manusia selalu sama. Kelompok minoritas ingin
memonopoli semua kekuasaan dan kekayaan, dengan mengor-
bankan banyak orang. Pembunuh berantai berkeliaran. Selama apa
pun mereka bersikap baik, pada akhirnya mereka akan selalu kembali
pada sifat aslinya.
Catatan:
Sebagian sumber dalam artikel ini disarankan oleh film
dokumenter yang sangat bagus karya Jim Condit yang berjudul “The
Final Solution to Adolph Hitler.”
“Zionisme bersedia mengorbankan seluruh orang Yahudi di
Eropa untuk mendirikan Negara Zionis. Semua dilakukan untuk
mendirikan negara Israel dan hanya memungkinkan melalui
perang dunia. Wall Street dan bank Yahudi besar membantu perang
ini dari kedua belah pihak. Zionis juga bersalah sebab telah
membangkitkan kebencian yang semakin besar terhadap orang
Yahudi pada 1988.” (Joseph Burg, “The Toronto Star,” 31 Maret 1988).”
Mayor Robert H. Williams melaporkan dalam “Williams
Intelligence Summary” pada Februari 1950 tentang peran James P.
298
Warburg dalam rencana melawan umat Kristen. Dia mengatakan,
“November kemarin, janda mendiang Jenderal Ludendorff, yang
sedang menjalani persidangan di Nuremberg, menjelaskan mengapa
suaminya berpisah dengan Hitler, sehingga menegaskan laporan
ini dengan informasi rinci yang meyakinkan.
Wanita ini mengatakan bahwa, “…pada awal musim
panas 1929, James P. Warburg melaksanakan tugas dari perusahaan
keuangan di Amerika, yang ingin memengaruhi Jerman dalam
meluncurkan revolusi nasional. Tugas Warburg yaitu menemukan
pria yang tepat di Jerman, dan dia mengadakan perjanjian dengan
Adolph Hilter yang selanjutnya menerima uang sebesar 27 juta
dolar hingga 30 Januari 1932, dan setelah itu masih menerima uang
sebesar tujuh juta, sehingga Hitler bisa membiayai gerakannya.’”
*
299
Terkadang informasi simbolis menyampaikan banyak hal.Emil Georg von Stauss, direktur bank terbesar di Jerman,
Deutsche Bank, meminjamkan mesin tik Remington kepada Hitler
agar dia bisa menulis pernyataan terbuka tentang bankir anti-
Yahudinya yang terkenal dalam bukunya, “Mein Kampf.”
Penggalang dana utama Partai Nazi yang bernama Von Stauss,
juga telah lama menjadi rekan bisnis keluarga Rothschild.
Hitler mendiktekan isi buku “Mein Kampf” ke juru ketiknya yang
bernama Rudolf Hess dan Emil Maurice saat dipenjara selama delapan
bulan dengan nyaman di Penjara Landsberg pada April-Desember
1924. (Hukuman lima tahunnya diperingan. Dia mendapat
sebuah ruangan berkamar dua dengan pemandangan indah dan
diperbolehkan menerima hadiah dan tamu.)
Von Stauss yaitu bagian dari “kelompok pendukung Hitler” yang
terdiri atas orang-orang kaya. Helen Bechstein, istri pemilik pabrik
piano berpura-pura menjadi ibu angkat Hitler dan menyelundupkan
beberapa bagian naskah ini dari penjara. Dia membayar semua
kebutuhan Hitler dan berharap Hitler mau menikahi putrinya, Lotte.
Hitler Menggunakan Mesin Tik Milik
Bankir Rothschild (untuk Menulis
buku “Mein Kampf”)
300
Franz Thyssen, pemimpin United Steelworks mengirimkan hadiah
ulang tahun senilai 100.000 marks emas kepada Hitler.
Cerita ini diambil dari surat Rudolf Hess untuk istrinya oleh
penulis Belgia bernama Stan Lauryssens. (“The Man Who Invented
the Third Reich” 1999, hh. 130-135.)
Cerita ini bertentangan dengan citra yang kita miliki tentang
Hitler yang pada 1924 memimpin partai rakyat jelata. Sebenarnya,
dia yaitu ujung tombak dari para bankir internasional yang pura-
pura ditentangnya.
Baik Nazisme ataupun Komunisme yaitu partai oposisi palsu
yang diciptakan oleh para bankir dari kelompok Illuminati. Sementara
kita dengan tanpa sadar memasuki perang dunia berikutnya, ingatlah
bahwa orang-orang yang mengeluarkan mata uang kita ada di balik
setiap perang dan mengendalikan kedua belah pihak yang bertikai.
Deutsch Bank, Von Stauss Dan Keluarga
Rothschild
Deutsch Bank membantu menciptakan Hitler sebab dia memberikan
laba perang. (semua kepala cabang dan kepala bagian bank ini
menjadi anggota Partai Nazi.) Selama Perang Dunia Kedua, Deutsch
Bank mendapat laba besar ketika mengambil alih bank dan
industri di negara yang diduduki. Bisnis orang Yahudi dan rekening
bank orang Yahudi dijadikan “milik bangsa Arya.” (Bacalah Harold
James “The Deutsch Bank and the Nazi Economic War Against the
Jews,” 2001.)
Sebelum menjadi direktur utama bank ini , Von Stauss
yaitu Direktur Jenderal Steaua Romana yaitu sebuah perusahaan
301
minyak Rumania milik bank ini . Dia pernah menjabat sebagai
Direktur Pelaksana European Petroleum Union (EPU). Sebuah kartel
minyak. E.P.U yaitu “persatuan pengusaha industri internasional
yang tujuannya untuk mendapat laba sebesar mungkin dari
produk mereka.”
EPU mewakili kepentingan Rothschild, kepentingan Nobel,
dan kepentingan Deutsch Bank. Dua terakhir ini kemungkinan juga
termasuk kepentingan Rothschild.
Setelah Nazi berkuasa, Von Stauss semakin mempersengit
perang di perusahaan besar Jerman seperti Daimler Benz dan BMW,
yang berhubungan dengan Deutsch Bank.
Sebuah buku menggambarkan Von Stauss sebagai “tokoh
misterius pada zaman Weimar dan Sosialis Nasional, meskipun
jarang ada orang yang memelajari sejarahnya.” Meskipun sebagai
pendukung utama partai ini , namun dia tidak pernah menjadi
anggota Partai Nazi dan “selalu memelihara hubungan baik dengan
tokoh perekonomian terkemuka yang merupakan orang Yahudi
seperti rekannya Oscar Wassermann di Deutsch Bank.” (David Bankier
ed. “Probing the Depth of German anti-Semitism,” 2000, hh 256-27.)
Meskipun demikian, dia menjadi alat penting dalam mengubah
orang Yahudi menjadi orang Arya, bahkan orang Yahudi yang telah
lama masuk dan menikah dengan orang Arya. Jelas ada orang Yahudi
dalam dan orang Yahudi luar, yaitu anggota kelompok Illuminati atau
bukan.
Mengapa Para Bankir Menciptakan Perang
Perang yaitu faktor penting dari rencana jangka panjang para
bankir untuk menghapuskan, menghina, dan memperbudak umat
302
manusia, yang penting untuk melindungi monopoli dunia mereka
yang curang terhadap kredit kita. Logika ini menjelaskan makna
sebenarnya dari “revolusi,” dan mengapa mereka menganggap
perang sebagai sesuatu yang “revolusioner.”
Manusia terhalang sebab sekelompok kecil orang merebut
kendali pembuatan uang. Hal ini dimulai ketika para penjual emas
menyadari bahwa mereka dapat mengeluarkan uang untuk emas
yang tidak mereka miliki. Mereka menjadi bankir yang mengetahui
bahwa mereka juga dapat memberikan pinjaman lebih besar
dari uang milik mereka sendiri, dengan menggunakan catatan
pembukuan sederhana.
Mereka menggunakan Para Penjual Emas ini untuk
mengendalikan kekayaan dunia dan menempatkan antek-antek
mereka dalam pemerintahan, media massa, dan pendidikan. Mereka
mengatur agar pemerintah nasional kita menjamin uang yang
mereka cetak.
Perang mengalihkan perhatian kita dari urusan negara,
penghinaan, kekejian, dan kenaikan hutang dan laba ini. (Para bankir
umumnya sangat yakin dengan hutang pemerintah.) Para bankir
pusat juga sangat menyukai sosialisme. Mereka membeli orang
dengan uang mereka sediri dan pada saat yang sama mengikatnya
dalam sebuah kontrak kerja.
Woodrow Wilson yaitu pion dari “kekuasaan uang” ini. Namun,
untuk menyelamatkan dirinya, dia mengatakan para pegusaha
industri Amerika takut dengan “sebuah kekuasaan yang sangat
teratur, sangat cerdik, sangat waspada, sangat bersatu, sangat
lengkap, sangat luas” sehingga mereka tidak berani berbicara dengan
keras.
303
Wilson sebenarnya mengenali kekuasaan ini:“Monopoli paling
besar di negara ini yaitu monopoli kredit dalam jumlah besar.
Sebuah negara industri besar dikendalikan oleh sistem kreditnya.
Oleh sebab itu, pertumbuhan negara dan semua kegiatan kita
berada di tangan sebagian kecil orang yang mengerikan dan
memeriksa serta menghancurkan kebebasan ekonomi yang sejati.”
(Robertson, “Human Ecology,” h.166.)
Perang, termasuk “perang melawan teror” dirancang untuk
menciptakan polisi dunia yang melindungi monopoli kekuasaan dan
kekayaan dari bankir pusat. Tidak penting siapa yang terpilih. Mereka
semua bekerja untuk para bankir pusat.
Mason, Bilderberger, Jesuit1, dan Zionis, mereka semua
dikuasai oleh para bankir. Manusia tidak akan pernah bisa berdiri
sendiri sampai para bankir menyerahkan kekuasaan mereka untuk
menciptakan uang dengan menggunakan kredit kita. Sementara itu,
kehidupan kita dibentuk oleh serangkaian cerita bohong luar biasa
dan salah satunya yaitu perang.
*
1 *Ordo Gereja Katolik Roma.
304
Orang paling berkuasa nomor dua di Nazi Jerman, Martin Bormann, yaitu agen “Soviet” (yaitu kelompok Illuminati)
yang memastikan hancurnya orang Yahudi di Jerman dan Eropa.
Sehingga dia mendahulukan dua tujuan utama kelompok
Illuminati, yaitu memasukkan Jerman ke dalam sebuah pemerintah
dunia dengan menghapuskan keinginan nasional, budaya, dan
rasnya serta membangun Israel sebagai ibukota dunia para bankir
anggota Freemason dengan mengancam akan memusnahkan orang
Yahudi di Eropa.
Kelompok Illuminati yaitu persekutuan bebas antara pemilik
danaYahudi dan kaum bangsawan Inggris/Amerika/Eropa yang
disatukan oleh pernikahan, uang dan kepercayaan pada hal yang
berbau klenik (Freemason). Winston Churchill, seorang anggota
Freemason yang ibunya orang Yahudi, sesuai dengan gambaran ini.
Mereka memiliki kartel yang saling berkaitan (perbankan,
minyak, farmasi, senjata perang, kimia, mineral, media, dsb.) dan
mengendalikan masyarakat serta pemerintah melalui kelompok
perusahaan dan profesional, media, pendidikan, perkumpulan
rahasia, lembaga penelitian, yayasan dan badan intelijen. Tujuan
Apakah Bormann Mencalonkan Hilter
kepada kelompok Illuminati?
305
mereka yaitu “menyedot kekayaan dunia” (menggunakan kata-
kata Cecil Rhodes) dan mengendalikan penduduknya dengan
menggunakan propaganda, “pendidikan,” dan perencanaan sosial.
Negara (Inggris, AS, Israel), gerakan (Zionisme, Sosialisme,
Nazisme, Komunisme), dan orang-orang (Amerika, Jerman, Yahudi)
yaitu pion yang mereka korbankan demi rencana besar dan gila
mereka untuk menguasai dunia. Karier Bormann menggambarkan
bagaimana mereka menyusun perang untuk mencapai tujuan jangka
panjang ini.
Martin Bormann (1900-?) yaitu pengatur, bendahara, dan
kasir Partai Nazi dan mengendalikan mesinnya yang sangat
kuat. Dia berhubungan dengan para bankir dan pengusaha
industri dari kelompok Illuminati yang membiayai Partai Nazi dan
menyumbangkan jutaan dolar kepada Hitler. Sebagai wakil Fuhrer
dan Sekretaris Hitler, Bormann menandatangani slip gaji Hitler dan
mengelola rekeningnya. Dia yang menentukan siapa dan apa yang
Hitler lihat, dan bertindak atas nama Hitler.
Goering mengatakan “Bormann tinggal bersama dengan Hitler
siang dan malam dan perlahan bisa membuat Hitler menuruti segala
kemauannya sehingga dia mengendalikan seluruh hidup Hitler.”
(“Martin Bormann” oleh James McGovern, h.160). Hitler menjadikan
Bormann sebagai Pelaksana dari keinginannya. Bormann, bukannya
Hitler, yang memiliki Berghof1*. “Seluruh kompleks di Obersalzberg,
yang terdiri atas 87 gedung dan nilainya lebih dari setengah juta
mark, didaftarkan secara resmi atas nama Bormann.” (McGovern,
h.128)
1 * Rumah Hitler di Obersalzberg, Pegunungan Alpen Bavaria di dekat Berchtesgaden, Ba-
varia, Jerman
306
Pada 1972, Jenderal Reinhard Gehlen (kepala Badan Intelijen
Soviet Wehrmacht) mengungkapkan bahwa Bormann yaitu mata-
mata Soviet, sebuah pendapat yang juga diyakini oleh sebagian
besar jenderal dan perwira tertinggi Nazi termasuk Gottlob Berger,
Letnan Jenderal SS2 yang mengenal Bormann dengan sangat
baik. “Bormann yang paling banyak menyiksa,” kata Berger ketika
memberikan kesaksian di Nuremberg. (McGovern, 181).
Keterlibatan ini menggemparkan. Ingat apa yang dikatakan
oleh Winston Churchill, “Perang ini bukan melawan Hitler atau
Sosialisme Nasional, namun melawan kekuatan rakyat Jerman, yang
harus dihancurkan untuk selamanya, baik di bawah pimpinan Hitler
atau seorang pendeta Jesuit.” (Emrys Hughes, “Winston Churchill, His
Career in War and Peace,” h.145)
Partai Nazi diciptakan dan Perang Dunia Kedua meletus untuk
menggiring rakyat Jerman ke dalam perangkap mengerikan, setelah
merusak moral mereka. Dalam “The Bormann Brotherhood” (1972)
William Stevenson mengatakan bahwa Bormann “memberikan
prioritas kecil pada takdir Jerman…Sebaliknya, dia sangat peduli
dengan masa depan yang berdasar filosofi Nazi, dibiayai oleh
barang rampasan Nazi, didukung oleh Kelompok Persaudaraan yang
sangat setia…” (62) Apakah ini kelompok Illuminati?
Bormann
Bormann tidak mungkin tewas di Berlin yang hancur oleh perang,
seperti yang kelompok Illuminati inginkan agar kita percaya.
Seorang pria yang mempersiapkan dengan saksama kelangsungan
hidup Reich dengan mendirikan 750 perusahaan di beberapa
2 SS atau Schutztaffel; Korps Hitam Himmler.
307
negara tidak berpihak pasti telah mempersiapkan pelariannya
sendiri. Ada beberapa laporan yang mengatakan bahwa Rusia telah
menyelamatkan Bormann dan menjebaknya di Moskow. Beberapa
laporan lainnya mengatakan dia berada di Amerika Selatan. Putra
tertua Adolph Eichmann, Horst, mengatakan bahwa dia sering sekali
berbincang-bincang dengan Bormann di Argentina. (McGovern,
h.194)
Bormann jelas bekerja untuk Soviet dan Nazi, yang artinya
dia bekerja untuk kelompok Illuminati. Pemenang Penghargaan
Pulitzer sebanyak dua kali, Louis Kilzer menuliskan bahwa Bormann
yaitu mata-mata “Soviet” dalam bukunya yang berjudul “Hitler’s
Traitor” (2000). Dia meneliti lalu lintas telegram antara mata-mata
yang dikenal dengan nama “Werther” dan Moskow dan merasa
yakin bahwa hanya Bormann yang bisa melihat informasi. Bormann
mengatakan kepada Hitler bahwa dia menginginkan dokumen
silsilah keluarga dan meminta juru steno untuk mencatat konferensi
perang Hitler.
Pemerintah Soviet dapat mengajukan pertanyaan yang sangat
rinci tentang pertahanan dan tujuan Nazi. Hasilnya yaitu Nazi
yang kuat kalah di Stalingrad dan Kursk. “Bagi Rusia, Bormann sama
bergunanya seperti lima puluh divisi Tentara Merah.” tulis Kilzer. (61)
“Dia sudah sejak awal penting bagi Stalin. Pada 1941, ketika
Jerman seharusnya dapat menggunakan jutaan nasionalis Ukraina
untuk mengalahkan kekuasaan Soviet, Bormann memutuskan
bahwa mereka hanya pantas “diperbudak dan dibinasakan…Ketika
dihadapkan dengan…pembantaian besar-besaran oleh Jerman atau
dominasi politik oleh Soviet, rakyat Ukraina memilih untuk hidup dan
hal ini menghancurkan harapan Jerman untuk menaklukkan
negara itu dengan mudah.” (261).
308
Bormann menggunakan kekalahan Nazi di Stalingrad sebagai
alasan untuk mulai membantai orang Yahudi, yang merupakan
tujuan kedua kelompok Illuminati. Jaksa di Nuremberg menyebut
Bormann sebagai “otak utama dari program kelaparan, penghinaan,
perampasan, dan pembantaian.” Dia melindungi Hitler dari hal-hal
kecil yang mengerikan dan melarang Himmler membahas masalah
ini dengan Hitler dan mendokumentasikan laporan Himmler.
(261)
“Peran Bormann pada nasib rakyat Ukraina dan Yahudi hanyalah
pengaruhnya yang menghancurkan pada Reich Ketiga” tulis Kilzer.
Dia menghalangi upaya Albert Speer untuk mengubah situasi
negara ini menjadi “darurat perang” sampai akhirnya terlambat.
“Pengaruh Bormann,” kata Speer menyimpulkan, “merupakan
bencana nasional.” (263)
Kilzer menuliskan dengan sangat rinci mengenai hubungan
Bormann dengan sistem spionase Soviet, dengan memelajari riwayat
sebagian besar pelatihnya, Bahkan salah satu kekasih gelap Bormann,
Marie Rubach Spangenberg, juga ikut dalam gerakan bawah tanah
Komunis Jerman. (264)
Bormann mendorong Hitler untuk mengabaikan ancaman
pengepungan di Stalingrad. Keputusan Hitler yaitu “tidak memiliki
prinsip strategi dan pelaksanaan yang sama lagi,” tulis Jenderal Halder
dalam buku hariannya. (McGovern, 82)
Bormann mendapat kepercayaan penuh dari Hitler dengan
berpura-pura menjadi wakilnya yang berguna dan kejam. Ketika
Bormann dikritik, Hitler menjawab, “Semua orang membuatku
kecewa kecuali Bormann…barang siapa melawan Bormann berarti
juga melawan Negara! Aku akan membunuh mereka semua..”
309
(McGovern, 101.) Dan, “Semua usulan Bormann sangat berhasil
sehingga saya hanya perlu mengatakan ya atau tidak…” (98)
Namun, pertanyaan itu masih ada, “Apakah Hitler sendiri seorang
pengkhianat?” Apakah dia juga bekerja untuk kelompok Illuminati?
Kilzer mengatakan bahwa Hitler sangat lunak jika terjadi perbedaan
pendapat dalam tubuh angkatan darat dan menanamkan “budaya
berkhianat.” (Kilzer, 6) Apakah Hitler mengetahui peran Bormann dan
bekerja sama? Saya masih mencari jawaban untuk pertanyan ini.
William Stevenson memberikan yang cocok, “Bormann
mewakili kekuatan rahasia dan dalam kondisi kita yang carut-marut,
kita mencurigai bahwa basa-basi demokrasi lebih seperti penyamaran
berbahaya…sehingga kekuatan sejati mulai terlihat ketika mulai ada
rahasia. Martin Bormann…memiliki kekuatan rahasia ini …
sampai ke tingkat yang membuatnya bisa melarikan diri dari tiang
gantungan.” (9)
Hikmah dari kisah ini yaitu “berita” memperkuat “penyamaran
demokrasi.” Jangan terlalu memerhatikan atau menggunakan energi
terbaik Anda. Sejarah yaitu sebuah sandiwara. Kelompok Illuminati
mengendalikan semua politikus yang memiliki harapan sukses.
Mereka mengendalikan media massa.
Buku Louis Kilzer diterbitkan oleh sebuah penerbitan sangat kecil
di Navato CA. Hal ini menunjukkan kalau penerbit besar New York
yang dikendalikan oleh bankir ingin menyimpan rahasia Bormann
sama seperti Nazi.
310
Kita hidup di sebuah dunia dimana golongan atas yang berkuasa
telah berubah menjadi kelompok rahasia yang menakutkan untuk
bersekongkol melawan manusia. Kelompok ini menciptakan
sebuah “Tatanan Dunia Baru” yang dilambangkan dengan puncak
piramida yang belum selesai di Segel Agung AS. Lambang ini bisa
ditemukan di semua tempat, namun kita tidak boleh menentangnya.
Keberhasilan tergantung pada kerelaan kita untuk mengkhianati
saudara sebangsa, negara, dan peradaban kita serta membiarkan
kekuatan berbahaya ini tumbuh di tengah-tengah kita.
*
311
Setelah serangan udara pertama Nazi ke London pada 7 September 1940 yang menewaskan 306 orang, Winston
Churchill mengatakan, “Mereka menyambut saya dengan gegap-
gempita seolah-olah saya yang telah memberi mereka kemenangan,
bukannya [dengan sengaja] mengebom rumah mereka sampai
hancur.” (416)
Churchill mengatakan hal yang sebenarnya. Tanpa sepenge-
tahuan penduduk London, dia telah menolak usulan Hitler untuk
mengecualikan sasaran sipil. Sebaliknya, dia mendorong Hitler untuk
mengebom London dengan menyerang Berlin dan sasaran sipil lebih
dulu.
Churchill mengatakan kepada Marsekal Angkatan Udaranya,
“Jangan setengah-setengah menganiaya musuh” dan memerintahkan
kabinetnya “mengebom sasaran militer, yang semakin diterjemahkan
secara luas, tampaknya menjadi jalan pulang kita yang terbaik pada
saat ini.” Dia menghalangi Palang Merah ketika ingin mengawasi
korban rakyat sipil. (440)
Sebelum akhir September 1940, 7.000 penduduk London
termasuk 700 anak-anak tewas. Di akhir perang, lebih dari 60.000
Winston Churchill,
dan Kelompok Illuminati
312
penduduk sipil Inggris dan 650.000 penduduk sipil Jerman tewas
sebab pengeboman “strategis.”
Pada 1940, Churchill harus mengalihkan serangan dari lapangan
terbang RAF, namun dia juga ingin memulai pertumpahan darah.
Satu tahun berlalu dengan sedikit sekali aksi penyerangan. Perang
ini disebut dengan “perang palsu.” Hitler memberikan tawaran
perdamaian yang sangat dermawan sehingga banyak orang Inggris
yang ingin menerimanya.
Jika Inggris menerima perdamaian, maka tidak perlu ada
pembantaian orang Yahudi secara besar-besaran.
Churchill menggambarkan Perang Dunia Kedua sebagai “perang
paling tidak berguna dalam sejarah.” Namun, dia bekerja untuk para
bankir di Kota ini yang telah mengembalikan kerugiannya di
bursa saham dan menyelamatkan rumah tercintanya di Chartwell dari
penyitaan. Sebagai penderita manik-depresif, dia sangat menyukai
hiruk-pikuk perang dan tidak peduli dengan rakyat biasa.
Ketika dia memberikan tanda “V”, orang-orang menganggap dia
mengilhami mereka. Sebaliknya, dia sedang memberi isyarat tentang
kesetiaannya kepada Setan. Tanda “V” yaitu tanda klenik untuk salib
yang terbalik atau “patah.”
Saya menyadari bahwa bukan sejarah manis yang diberikan
kepada kita. Apa yang kita sebut “sejarah” sebagian besar yaitu
propaganda, alias ditutup-tutupi.
Sumber saya untuk pernyataan di atas yaitu buku “Churchill’s
War” karya David Irving (Avon Books, 1987) yang memotong budaya
menjilat yang menjadi ciri khas sebagian besar dokumen tentang
Perang Dunia Kedua.
Churchill berperan penting dalam memulai Perang Dunia Kedua.
Ini yaitu langkah besar dalam sebuah program jangka panjang
313
untuk memperbudak umat manusia dalam sebuah pemerintahan
diktator dunia yang dijalankan oleh kelompok Illuminati (pemilik
modal monopoli yang berkantor pusat di London.)
Siapakah Winston Churchill?
Fakta penting tentang Winston Churchill yaitu bahwa ayah dari
ibunya yaitu Leonard Jerome (dulunya bernama Jacobson, 1818-
1891) seorang spekulan dan rekan bisnis August Belmont (nama
keluarganya Shoenberg 1813-1890) yang merupakan wakil utama
Rothschild di Amerika.
Pernikahan Jennie Jerome dengan Randolph Churchill, putra
kedua Duke of Marlborough, terlihat bahagia seperti kebanyakan
pernikahan putri pemilik modal Yahudi dengan bangsawan Inggris
yang boros.
Rupanya keberatan Malborough dapat teratasi dengan mas
kawin sebesar 50.000 pounds, yang saat ini nilainya sekitar lima juta
dolar. Meskipun demikian, mereka tidak menghadiri pernikahan
ini pada April 1874 dan sang Duchess menyebut Winston kecil,
yang lahir tujuh bulan kemudian, sebagai “orang kaya baru.”
Para penulis biografi cenderung menggambarkan Churchill
bukan sebagai orang “Inggris” asli dan menggunakan konsep orang
Yahudi yang tidak tepat. Mengenai kelahiran “prematur” Churchill,
William Manchester mengatakan, “Dia tidak sabar lagi untuk
dilahirkan.” (“The Last Lion,” h.108)
Beatrice Webb mencatat sambil duduk di samping Churchill
ketika makan malam, “Kesan pertama: gelisah, sangat ingin menang
sendiri, sombong, berpikiran dangkal, dan suka membangkang
sehingga nyaris tak tertahankan, namun memiliki daya tarik pribadi
314
tertentu…Lebih terlihat seperti spekulan Amerika dibandingkan
bangsawan Inggris. Senang membicarakan tentang dirinya sendiri
dan rencana kampanye pemilihannya…” (John Pearson, “The Private
Lives of Winston Churchill,” h.114)
Sifat “keras” Churchill dipengaruhi oleh kenyataan bahwa
orangtuanya mengabaikannya dan mengajarkan kepada dirinya
untuk mendapat kasih sayang dengan menjadi orang yang
berhasil. Winston menjadi penulis yang berhasil pada usia 24 tahun
dan menjadi menteri kabinet pada usia 33 tahun. Keberhasilannya
dibantu oleh hubungan ibunya dengan Sindikat Rothschild, termasuk
bankir yang berkuasa yang bernama Ernest Cassell. (Churchill juga
ingin membersihkan nama baik ayahnya yang karier/kehidupan
politiknya berhenti sebab penyakit sifilis.)
Pada 1930-an, teman-teman Churchill yang bankir menunjuknya
sebagai tokoh terkemuka dalam kelompok lobi mereka, “The Focus
Group,” yang dipimpin oleh direktur British Shell yang seorang
Zionis, Sir Robert Waley-Cohen. Churchill menjadi musuh utama dari
“ketenangan” dan pada akhirnya menjadi hambatan utama untuk
berdamai dengan Hitler.
Pada 1936, Perdana Menteri Stanley Baldwin mengatakan
kepada delegasi yang dipimpin oleh Churchill, “Apabila terjadi
perang di Eropa, saya lebih senang melihat orang Sosialis dan Nazi
yang berperang.” Namun, ini bukan kebijakan yang dipikirkan oleh
kelompok Illuminati. (61)
Menurut dokumen “Simfoni Merah,” kelompok Illuminati
memerintahkan Hitler untuk mengendalikan Stalin dan memulai
perang. Namun, Hitler tampaknya menjauhkan diri dari para bankir
dengan mencetak uangnya sendiri. Ini yaitu ancaman utama bagi
“Revolusi” (yaitu kendali kelompok Illuminati di dunia.)
315
“Kejahatan tak termaafkan Jerman sebelum perang dunia kedua,”
kata Churchill, “yaitu upaya negara itu untuk melepaskan kekuatan
ekonominya dari sistem perdagangan dunia dan menciptakan sistem
perdagangan mereka sendiri yang akan menutup peluang keuangan
dunia untuk mendapat laba.” (Perkataan Churchill kepada Lord
Robert Boothby yang dikutip dalam Pendahuluan Edisi ke 2, Sydney
Rogerson, “Propaganda in the Next War” 2001, yang asli 1938.)
Beberapa Pertanyaan Yang Tak Terjawab
Hitler tidak ingin berperang melawan Inggris. Dia menganggap rakyat
Inggris sebagai saudara satu bangsa dan takut jika terjadi perang di
dua sektor yang terpisah secara geografis. Dia banyak mengajukan
tawaran perdamaian dengan menjanjikan akan menegakkan
Kerajaan Inggris sebagai imbalan sebab telah membantunya di
Eropa di mana dia menjanjikan wilayah otonomi nasional yang sangat
besar (yaitu Vichy France.) Dia mengirimkan Wakilnya, Rudolph Hess
ke Inggris untuk memohon perdamaian pada Mei 1941. Churchill
memerintahkan untuk menjebloskan Hess ke dalam penjara. Setelah
penyerbuan Hitler ke Rusia pada Juni 1941, kebijakannya terhadap
orang Yahudi berubah dari pengusiran menjadi pembantaian
besar-besaran. Dia menganggap paham Komunisme Rusia sebagai
perwujudan orang Yahudi. Jerman semakin sering terlibat dalam
perang pembantaian besar-besaran.
Hal ini tidak akan terjadi seandainya Inggris menerima tawaran
perdamaian, atau bersedia menyerah dengan syarat. Namun,
menyerahkan Rusia tidak pernah ada dalam rencana. Perkataan FDR
yang terkenal mengatakan bahwa dalam dunia politik tidak ada yang
terjadi secara kebetulan. Semuanya telah direncanakan.
316
Tujuan kelompok Illuminati dalam Perang Dunia Kedua meliputi
tujuan ekonomi, politik, dan pemujaan setan, yaitu memperkaya diri
mereka sambil menghancurkan semua negara di Eropa (termasuk
Inggris) sambil mengorbankan jutaan orang untuk tuhan mereka,
Setan.
Pembantaian besar-besaran orang Yahudi juga menjadi bagian
dari rencana ini yaitu untuk membenarkan pendirian negara
“Yahudi” Freemason.
Bernard Wasserstein menulis, “Selama dua tahun pertama
perang, ketika pemerintah Jerman berusaha keras mengamankan
kepergian besar-besaran orang Yahudi dari Reich dan agar Nazi tidak
menduduki wilayah ini , Pemerintah Inggris-lah yang memimpin
penutupan rute pelarian dari Eropa agar tidak bisa dilewati oleh para
pengungsi Yahudi.” (“Britain and Jews of Europe,” 1939-1945, h.345.)
Nilai dari sejarah yaitu untuk mengingat bahwa tidak ada
yang berjalan seperti apa adanya. Semuanya dijalankan sesuai
dengan sebuah rencana yang berusia berabad-abad. Ketika sinar
peradaban