Allah untuk menunjukkan belas kasihan.
Jika ada satu orang saja yang berdiri di celah itu, seperti
Abraham untuk Sodom, Dia akan mencarinya dan berkenan
kepadanya.
(4) Suatu pertanda buruk bagi suatu bangsa jika penghakiman
dijatuhkan atas mereka, dan roh doa ditahan, sehingga
tidak seorang pun ditemui yang akan memberi perkataan
baik kepada mereka atau berbicara perkataan baik demi
mereka.
(5) Kalau sudah begitu, apakah yang dapat diharapkan selain
kehancuran menyeluruh? Maka Aku mencurahkan geram-
Ku atas mereka (ay. 31), mencurahkannya dalam takaran
penuh, sehingga murka itu menimpa mereka dalam aliran
yang deras. Meskipun demikian, murka apa pun yang Allah
Kitab Yehezkiel 22:23-31
451
timpakan atas suatu bangsa, kelakuan merekalah yang
ditimpakan atas kepala mereka, dan Allah tidak menghajar
mereka lebih dari itu, bahkan jauh lebih ringan, daripada
yang layak diterima kesalahan mereka.
PASAL 23
asal yang panjang ini, seperti sebelumnya, pasal 16 dan 20,
yaitu sejarah tentang kemurtadan-kemurtadan umat Allah dari-
Nya, dan bagaimana kemurtadan-kemurtadan itu diperberat melalui
perumpamaan tentang persundalan dan perzinahan jasmani. Di sini
kerajaan Israel dan Yehuda, sepuluh suku dan dua suku, dengan ibu
kota mereka, Samaria dan Yerusalem, dibahas secara sendiri-sendiri.
Inilah,
I. Kemurtadan Israel dan Samaria dari Allah (ay. 1-8) dan ke-
hancuran mereka sebab nya (ay. 9-10).
II. Kemurtadan Yehuda dan Yerusalem dari Allah (ay. 11-21)
dan hukuman yang dijatuhkan kepada mereka, bahwa mere-
ka dengan cara yang serupa akan dihancurkan sebab nya
(ay. 22-35).
III. Kefasikan mereka berdua bersama-sama (ay. 36-44) dan ke-
hancuran mereka berdua bersama-sama (ay. 45-49). Dan
semua yang ditulis sebagai peringatan terhadap dosa-dosa
penyembahan berhala, dosa mengandalkan kekuatan manu-
sia, dan mengadakan persekutuan dan permufakatan yang
berdosa dengan orang-orang fasik (yaitu dosa-dosa yang di-
maksudkan di sini dengan melakukan persundalan), yaitu
supaya orang lain mendengar dan menjadi takut, dan tidak
berdosa dengan menyerupai pelanggaran-pelanggaran Israel
dan Yehuda.
P
454
Dosa-dosa Samaria dan Yerusalem
(23:1-10)
1 Datanglah firman TUHAN kepadaku: 2 “Hai anak manusia, ada dua orang
perempuan, anak dari satu ibu. 3 Mereka bersundal di Mesir, mereka bersun-
dal pada masa mudanya; di sana susunya dijamah-jamah dan dada kepera-
wanannya dipegang-pegang. 4 Nama yang tertua ialah Ohola dan nama adik-
nya ialah Oholiba. Mereka Aku punya dan mereka melahirkan anak-anak
lelaki dan perempuan. Mengenai nama-nama mereka, Ohola ialah Samaria
dan Oholiba ialah Yerusalem. 5 Dan Ohola berzinah, sedang ia Aku punya. Ia
sangat berahi kepada kekasih-kekasihnya, kepada orang Asyur, pahlawan-
pahlawan perang, 6 berpakaian kain ungu tua, bupati-bupati dan penguasa-
penguasa, semuanya pemuda yang ganteng, pasukan kuda. 7 Ia melakukan
persundalannya dengan mereka, semuanya orang Asyur pilihan; ia menajis-
kan dirinya dengan semua orang, kepada siapa ia berahi dan dengan ber-
hala-berhalanya. 8 Ia tidak meninggalkan persundalannya yang dilakukannya
sejak dari Mesir, sebab pada masa mudanya orang sudah menidurinya, dan
mereka memegang-megang dada keperawanannya dan mencurahkan persun-
dalan mereka kepadanya. 9 Oleh sebab itu Aku menyerahkan dia ke dalam
tangan kekasih-kekasihnya, dalam tangan orang Asyur, kepada siapa ia
berahi. 10 Mereka menyingkapkan auratnya, anak-anaknya lelaki dan perem-
puan ditangkap dan ia sendiri dibunuh dengan pedang. Dengan demikian
namanya dipercakapkan di antara kaum perempuan sebab hukuman telah
dijatuhkan atasnya.
Allah sudah sering kali berbicara kepada Yehezkiel, dan melalui dia
kepada orang banyak, untuk maksud ini, namun sekarang firman-Nya
datang lagi. Sebab Allah berfirman hal yang sama satu dua kali,
bahkan berkali-kali, namun semua itu masih kurang, bahkan terlalu
kurang, sebab orang tidak memperhatikannya. Perhatikanlah, untuk
meyakinkan orang-orang berdosa akan kejahatan dosa, dan keseng-
saraan serta bahaya yang mengintai mereka sebab nya, perlu
diberikan ajaran demi ajaran, sebab begitu enggannya kita mengeta-
hui yang terburuk dari diri kita sendiri. Para pendosa yang akan
dibukakan di sini yaitu dua orang perempuan, dua kerajaan, dua
kerajaan bersaudara, Israel dan Yehuda, anak dari satu ibu, yang
sudah lama menjadi satu bangsa. Kerajaan Salomo begitu besar,
begitu padat penduduknya, sehingga segera sesudah kematiannya
kerajaan itu terbagi menjadi dua. Amatilah,
1. Tabiat mereka saat mereka masih satu (ay. 3): Mereka bersundal
di Mesir, sebab di sana mereka bersalah atas penyembahan ber-
hala, seperti yang sudah kita baca sebelumnya (20:8). Digambar-
kannya dosa-dosa yang paling menyulut murka Allah, dan yang
paling menghancurkan bagi sebuah bangsa, dengan dosa persun-
dalan jelas-jelas menyiratkan betapa luar biasa berdosanya kena-
jisan itu, betapa menyakitkan, betapa menghancurkan. Tidak
Kitab Yehezkiel 23:1-10
455
diragukan lagi bahwa persundalan itu sendiri yaitu salah satu
dosa yang terburuk, sebab yang terburuk dari dosa-dosa lain
dibandingkan dengannya di sini dan sering kali di tempat-tempat
lain. Hal ini seharusnya menambah kebencian dan kengerian kita
terhadap segala macam keinginan daging, segala penampakannya
dan segala sesuatu yang mendekatinya, sebagai dosa yang ber-
juang melawan jiwa. Keinginan daging membuat para pendosa
tergila-gila, tersihir, dan menjauhkan pikiran mereka dari Allah
dan dari semua yang baik. Keinginan daging membuat hati nurani
menjadi bejat, membuat mereka menjijikkan di mata Allah yang
murni dan kudus, dan pada akhirnya menenggelamkan mereka
dalam kehancuran dan kebinasaan.
2. Nama-nama mereka saat mereka menjadi dua (ay. 4). Kerajaan
Israel disebut yang tertua, sebab dialah yang pertama kali
memutuskan hubungan, dan memisahkan diri dari keluarga para
raja maupun para imam yang telah ditetapkan Allah. Kakak
perempuan yang lebih besar (demikian kata yang dipakai), sebab
sepuluh suku menjadi bagian dari kerajaan itu dan hanya dua
suku menjadi bagian dari kerajaan yang lain. Allah berkata ten-
tang mereka berdua, mereka Aku punya, sebab mereka yaitu
keturunan Abraham sahabat-Nya dan keturunan Yakub orang
pilihan-Nya. Mereka mengikat kovenan dengan Allah, dan mem-
bawa serta bersama mereka tanda sunat mereka, meterai kove-
nan. Mereka Aku punya, dan sebab itu kemurtadan mereka
yaitu ketidakadilan yang sebesar-besarnya. Kemurtadan mereka
menjauhkan harta milik Allah, kemurtadan itu merupakan per-
buatan tidak tahu terima kasih yang paling hina terhadap Pem-
beri yang paling baik, dan pelanggaran yang durhaka dan khianat
terhadap ikatan-ikatan yang paling sakral. Perhatikanlah, orang-
orang yang sudah mengaku sebagai umat Allah, namun memberon-
tak dari-Nya, harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka
jauh lebih besar daripada orang-orang yang tidak pernah mem-
buat pengakuan seperti itu. “Mereka Aku punya. Mereka menikah
dengan-Ku, dan untuk-Ku mereka melahirkan anak-anak lelaki
dan perempuan.” Ada banyak orang di antara mereka yang meng-
abdi pada kehormatan Allah, dan bekerja melayani-Nya, dan men-
jadi kekuatan dan keindahan dari kerajaan-kerajaan ini, sebagai-
mana anak-anak menjadi kekuatan dan keindahan bagi keluarga
yang di dalamnya mereka dilahirkan. Dalam perumpamaan ini
456
Samaria dan kerajaan Israel menyandang nama Ohola – kemah-
nya sendiri, sebab tempat-tempat ibadah yang dimiliki kerajaan
itu dirancang dan dipilih oleh mereka sendiri, dan ibadahnya juga
yaitu temuan mereka sendiri. Allah tidak pernah mengakuinya.
Kemahnya untuk dirinya sendiri (demikian sebagian orang meng-
artikannya). “Biarlah dia mengambilnya untuk dirinya sendiri,
dan melakukan yang terbaik dengannya.” Yerusalem dan kerajaan
Yehuda menyandang nama Oholiba – kemah-Ku ada di dalam dia,
sebab bait suci mereka yaitu tempat yang dipilih Allah sendiri
untuk menegakkan nama-Nya di sana. Ia mengakuinya sebagai
milik-Nya, dan memberi kehormatan kepada mereka dengan
tanda-tanda kehadiran-Nya di sana. Perhatikanlah, dari orang-
orang yang berhubungan dengan Allah, dan mengakui nama-Nya,
sebagian memiliki hak-hak istimewa dan keuntungan-keuntungan
yang lebih besar daripada sebagian yang lain. Dan, sama seperti
mereka yang memiliki lebih banyak, dengan begitu semakin tidak
terampunkan jika mereka memberontak dari Allah, dan demikian
pula mereka yang memiliki sedikit, tidak akan dimaafkan begitu
saja.
3. Tindakan kerajaan Israel yang secara khianat meninggalkan Allah
(ay. 5): Ohola berzinah, sedang ia Aku punya. Meskipun kesepuluh
suku telah meninggalkan kaum keluarga Daud, namun Allah
tetap mengakui mereka sebagai milik-Nya. Walaupun Yerobeam,
yang mendirikan anak lembu emas, berdosa, dan mengakibatkan
orang Israel berdosa. Namun, selama mereka menyembah Allah
Israel saja, meskipun melalui patung-patung, Ia tidak mencam-
pakkan mereka sepenuhnya. namun jalan dosa itu terjal ke bawah.
Ohola berzinah, membawa masuk penyembahan Baal (1Raj.
16:31), mendirikan allah lain itu, allah sampah itu, untuk menan-
dingi Yehova (1Raj. 18:21). Seperti perempuan jalang sangat be-
rahi kepada kekasih-kekasihnya, sebab mereka berpakaian rapi
dan bersosok menawan, sebab mereka muda dan tampan (ay. 6),
berpakaian kain ungu tua, bupati-bupati dan penguasa-penguasa,
pemuda yang ganteng, berbudi halus, dan dianggap sebagai
orang-orang terhormat. Demikianlah ia sangat berahi terhadap
tetangga-tetangganya, khususnya orang Asyur, yang telah mem-
perluas penaklukan-penaklukan mereka ke wilayah-wilayah di
dekat mereka. Ia mengagumi berhala-berhala mereka dan me-
nyembahnya, mengagumi kemegahan istana-istana mereka dan
Kitab Yehezkiel 23:1-10
457
kekuatan pasukan mereka, dan ingin bersekutu dengan mereka
dengan syarat apa pun, seolah-olah Allahya sendiri tidak cukup
untuk diandalkan. Kita mendapati bahwa salah satu raja Israel
memberi seribu talenta perak kepada raja Asyur, untuk mena-
rik sang raja dalam kepentingan-kepentingannya (2Raj. 15:19). Ia
sangat berahi kepada orang Asyur pilihan, sebagai orang yang
layak dipercaya dan layak dipekerjakan untuk melayani pemerin-
tah (ay. 7), dan ia menajiskan dirinya dengan semua berhala mere-
ka. Perhatikanlah, makhluk apa saja yang kepadanya kita berahi,
yang kita beri penghormatan, dan kita andalkan, kita menjadikan
makhluk itu sebagai berhala. Dan apa saja yang kita jadikan
berhala, dengannya kita menajiskan diri. Sekarang, sekali lagi,
putusan yang menyatakan mereka bersalah itu melihat jauh ke
belakang sejauh pada awal mula bangsa mereka: Ia tidak mening-
galkan persundalannya yang dilakukannya sejak dari Mesir (ay.
8). Keadaan diri sebagai penyembah-penyembah berhala sejak di
Mesir tidak pernah terlupakan oleh mereka. Mereka tidak bisa
lupa bagaimana mereka sampai jatuh cinta pada berhala-berhala
Mesir sekalipun mereka senantiasa takut terhadap penguasa-
penguasa Mesir yang lalim dan tuan-tuannya! sebab itulah,
(seperti yang sudah diamati sebagian orang) pada waktu Iblis
bermegah telah menjelajah bumi dan mengaku segala sesuatu
sebagai miliknya sendiri, maka untuk menyanggah pengakuan-
pengakuannya, Allah tidak berkata, Apakah engkau sudah mem-
perhatikan umat-Ku Israel di Mesir? (sebab mereka telah menjadi
penyembah-penyembah berhala, dan tidak bisa dibanggakan),
melainkan, Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub di
tanah Us? Dan kecenderungan yang bobrok dalam diri mereka ini,
saat mereka pertama kali dibentuk sebagai bangsa, yaitu
perlambang dari kebobrokan asali yang lahir bersama diri kita
dan terjalin erat dalam seluruh tubuh jasmani dan rohani kita,
kecondongan yang kuat terhadap dunia dan daging, seperti ke-
condongan dalam diri orang-orang Israel terhadap penyembahan
berhala. Kecondongan itu menyusup ke dalam tulang-tulang mere-
ka, dan tertanam dalam diri mereka lama sesudah itu, sehingga
mereka tidak meninggalkan persundalan mereka yang mereka
lakukan sejak dari Mesir. Kecondongan itu tidak akan pernah ke-
luar dari daging, sekalipun Mesir telah menjadi rumah perbudak-
an bagi mereka. Demikianlah, perasaan-perasaan dan kecende-
458
rungan-kecenderungan yang bobrok yang kita bawa ke dalam
dunia bersama kita tidak hilang dari kita, tidak dibersihkan dari
kita, namun tetap ada bersama kita, walaupun kesalahan yang di
dalamnya kita dilahirkan yaitu sumber dari segala malapetaka
yang rentan menimpa kehidupan manusia.
4. Kehancuran kerajaan Israel sebab kemurtadan mereka dari Allah
(ay. 9-10): Aku menyerahkan dia ke dalam tangan kekasih-keka-
sihnya. Allah pertama-tama dengan adil menyerahkan dia pada
hawa nafsunya. Efraim bersekutu dengan berhala-berhala, biar-
kanlah dia, dan kemudian menyerahkan dia kepada kekasih-
kekasihnya. Negeri-negeri tetangga, yang penyembahan berhala-
nya ia ikuti dan yang persahabatannya ia andalkan, dan dengan
demikian ia telah menghina Allah, sekarang dipakai sebagai alat-
alat kehancurannya. Orang Asyur, kepada siapa ia berahi, segera
mengintai ketelanjangan tanahnya, menyingkapkan sisi butanya,
untuk menyerangnya dari situ. Mereka melucutinya dari segala
perhiasannya dan semua pertahanannya, dan dengan demikian
menyingkapkan auratnya, dan membuatnya telanjang dan bugil.
Mereka membawa anak-anaknya lelaki dan perempuan ke dalam
pembuangan, membunuhnya dengan pedang, dan menghancur-
kan kerajaan itu serta menghabisinya. Kita mendapati cerita ini
secara panjang lebar dalam 2 Raja-raja 17:6, dst. Di situ ditunjuk-
kan bahwa penyebab dari kehancuran kerajaan yang pernah ber-
kembang itu oleh orang Asyur yaitu tindakan mereka yang me-
ninggalkan Allah Israel, berbakti kepada allah lain, dan hidup
menurut adat istiadat bangsa-bangsa. sebab perbuatan inilah
Allah sangat murka kepada mereka, dan menjauhkan mereka dari
hadapan-Nya (2Raj. 17:18). Dan bahwa orang Asyur, yang sudah
begitu mereka sukai, yang akan dipakai untuk melaksanakan
penghukuman-penghukuman atas mereka, yaitu hal yang sangat
luar biasa. Ini menunjukkan bagaimana Allah, dalam penghakim-
an yang benar, sering kali menjadikan sebagai cambuk sesuatu
yang kepadanya hati para pendosa terpatri secara berlebihan.
Iblis akan selama-lamanya menjadi penyiksa orang-orang berdosa
yang tidak mau bertobat, yang sekarang mendengarkannya dan
menurutinya sebagai penggoda. Demikianlah Samaria dipercakap-
kan di antara kaum perempuan, atau lebih tepatnya dipergunjing-
kan. Ia menjadi ternama (demikian kata yang dipakai). Bukan saja
ia menjadi bahan pembicaraan, dan banyak dibicarakan, seperti
Kitab Yehezkiel 23:11-21
459
kehancuran kota-kota dan kerajaan-kerajaan memenuhi surat-
surat kabar, namun juga ia dihancurkan seperti itu sebab pe-
nyembahan-penyembahan berhalanya in terrorem – sebagai peri-
ngatan kepada semua orang supaya berjaga-jaga untuk tidak
melakukan hal yang serupa. Sama halnya jika para penjahat
yang terkenal dihukum di depan umum, hal itu membuat mereka
demikian ternama, mendapat nama yang demikian buruk, supaya
orang lain takut untuk mengambil jalan-jalan fasik yang telah
membawa mereka pada akhir hidup yang sengsara dan memalu-
kan. Seluruh orang Israel akan mendengar dan menjadi takut (Ul.
21:21).
Dosa-dosa Samaria dan Yerusalem
(23:11-21)
11 Walaupun hal itu dilihat oleh adiknya, Oholiba, ia lebih berahi lagi dan
persundalannya melebihi lagi dari kakaknya. 12 Ia berahi kepada orang
Asyur, kepada bupati-bupati dan penguasa-penguasanya, kepada pahlawan-
pahlawan perang yang pakaiannya sangat sempurna, kepada pasukan kuda,
semuanya pemuda yang ganteng. 13 Aku melihat bahwa ia menajiskan diri;
kelakuan mereka berdua yaitu sama. 14 Bahkan, ia menambah persundal-
annya lagi: ia melihat laki-laki yang terukir pada dinding, gambar orang-
orang Kasdim, diukir dalam warna linggam, 15 pinggangnya diikat dengan
ikat pinggang, kepalanya memakai serban yang berjuntai, semuanya kelihat-
an seperti perwira, yang menyerupai orang Babel dari Kasdim, tanah kelahir-
an mereka. 16 Segera sesudah kelihatan oleh matanya ia berahi kepada mere-
ka dan mengirim suruhan kepada mereka ke tanah Kasdim. 17 Maka orang
Babel datang kepadanya menikmati tempat tidur percintaan dan menajiskan
dia dengan persundalan mereka; sesudah ia menjadi najis oleh mereka, ia
meronta dari mereka. 18 Oleh sebab ia melakukan persundalannya dengan
terang-terangan dan memperlihatkan sendiri auratnya, maka Aku menjauh-
kan diri sebab jijik dari padanya, seperti Aku menjauhkan diri dari adiknya.
19 Ia melakukan lebih banyak lagi persundalannya sambil teringat kepada
masa mudanya, waktu ia bersundal di tanah Mesir. 20 Ia berahi kepada ka-
wan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya
seperti zakar kuda. 21 Engkau menginginkan kemesuman masa mudamu,
waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu
kegadisanmu.
Nabi Hosea, pada masanya, mengamati bahwa kedua suku tetap
hidup benar, dalam kadar yang besar, saat kesepuluh suku sudah
murtad. Dengan kebohongan Aku telah dikepung oleh Efraim, namun
Yehuda memerintah dengan Allah dan setia bersama orang-orang
kudus (Hos. 12:1, KJV). Dan ini sewajarnya diharapkan dari mereka:
Jika engkau ini berzinah, hai Israel, janganlah Yehuda turut bersalah
(Hos. 4:15). Namun hal ini tidak berlangsung lama. Akibat ketidak-
460
cocokan yang menyedihkan antara kaum keluarga Daud dan kaum
keluarga Ahab, penyembahan Baal pun dibawa masuk ke dalam
kerajaan Yehuda, namun oleh raja-raja yang mengadakan pembaruan
dibersihkan lagi. Dan pada masa pembuangan sepuluh suku, yang
terjadi pada masa pemerintahan Hizkia, keadaannya sudah membaik.
Namun itu tidak berlangsung lama. Pada masa pemerintahan Ma-
nasye, segera sesudah kerajaan Yehuda melihat kehancuran kerajaan
Israel, mereka menjadi lebih bobrok daripada kerajaan Israel dalam
kecintaannya yang berlebihan terhadap berhala-berhala (ay. 11).
Bukannya menjadi lebih baik oleh peringatan yang diberikan kepada
mereka dengan kehancuran itu, mereka malah menjadi lebih buruk
sebab nya, seolah-olah mereka marah, sebab TUHAN telah menyam-
bar Israel demikian hebatnya, dan sebab itu menjadi tidak senang
dengan-Nya dan tidak mau melayani-Nya. Bukannya hormat dan
takut terhadap Dia sebagai Allah yang cemburu, mereka malah ber-
tambah menjauh dari-Nya, dan lebih menyukai allah-allah lain yang
mau menerima pendamping-pendamping di samping mereka. Perhati-
kanlah, orang yang tidak mau menerima peringatan dari penghakim-
an-penghakiman Allah terhadap orang lain, yang melihat dari orang
lain bagaimana kesudahan dosa namun tetap meremehkannya, mere-
ka itu sudah sewajarnya menantikan penghakiman-penghakiman
Allah atas diri mereka sendiri. namun sungguh buruk jika orang
menjadi lebih buruk oleh apa yang seharusnya menjadikan mereka
lebih baik, dan jika hawa nafsu mereka diusik dan digusarkan
oleh apa yang dimaksudkan untuk menekan dan menundukkannya.
Yerusalem bertambah buruk dalam persundalannya daripada Sama-
ria kakaknya dalam persundalannya. Hal ini sudah diamati sebelum-
nya bahwa Samaria tidak membuat setengahpun dari dosa-dosamu
(16:51).
I. Yerusalem, kota yang dahulu setia sekarang sudah menjadi sundal
(Yes. 1:21). Ia juga berahi kepada orang Asyur (ay. 12). Ia berga-
bung dalam persekutuan dengan mereka, bergabung dalam iba-
dah bersama-sama mereka, bertambah jatuh cinta dengan bupati-
bupati dan penguasa-penguasanya, dan menyerukan mereka
sebagai orang-orang yang lebih halus dan lebih ulung daripada
siapa saja yang pernah dihasilkan oleh tanah Israel. “Lihatlah
betapa mewahnya, betapa rapinya, mereka berpakaian, pakaian-
nya sangat sempurna. Betapa bagusnya mereka menunggang
Kitab Yehezkiel 23:11-21
461
kuda, mereka yaitu pasukan kuda. Betapa memesonanya mere-
ka dipandang mata, mereka semua pemuda yang ganteng.” Demi-
kianlah ia bertambah suka akan segala sesuatu yang asing dan
merendahkan bangsanya sendiri. Bahkan agama bangsanya
dianggap hina dan begitu-begitu saja, dan tidak dapat dibanding-
kan dengan kuil-kuil kafir yang menarik perhatian dan ceria.
Demikianlah ia menambah persundalannya lagi. Ia jatuh cinta,
jatuh dalam persekutuan, dengan orang-orang Kasdim. Hizkia
sendiri bersalah atas hal ini saat ia membanggakan raja Babel
yang mendekatinya, dan menjamu utusan-utusannya dengan
memperlihatkan semua harta bendanya kepada mereka (Yes.
39:2). Dan perasaan senang itu semakin bertambah-tambah (ay.
14). Ia berahi kepada ukiran para bupati dan penguasa Babel (ay.
15-16). Ia bergabung dalam persekutuan dengan kerajaan itu,
mengundang mereka untuk datang dan berdiam di Yerusalem,
supaya mereka dapat memperhalus sifat bangsa Yahudi dan
membuatnya lebih sopan. Bahkan, mereka mengirimkan pola-pola
patung, mezbah, dan kuil mereka, dan menggunakan semua itu
dalam ibadahnya. Demikianlah ia menjadi najis oleh persundalan-
nya (ay. 17), dan dengan demikian ia melakukan persundalannya
dengan terang-terangan (ay. 18), ia menyingkapkan kecondongan-
nya sendiri yang kuat pada penyembahan berhala. sesudah ia
merasa cukup dengan orang-orang Kasdim, dan menjadi bosan
dengan mereka, dan ingin memutuskan persekutan dengan mere-
ka, seperti yang dilakukan Yoyakim dan Zedekia, ia meronta dari
mereka (KJV: pikirannya menjauh dari mereka). Ia merayu orang-
orang Mesir, berahi kepada kawan-kawannya bersundal (ay. 20),
ingin bersekutu dengan mereka. Dan, untuk memperkuat per-
sekutuan itu, ia ingin bergabung dengan mereka dalam penyem-
bahan berhala mereka, dan kemudian bergantung pada mereka
sebagai pelindung terhadap bangsa-bangsa lain. Sebab begitu
bijak, begitu kaya, dan begitu kuatnya bangsa Mesir, dan sudah
sedemikian sempurna dalam penyembahan berhala, sehingga
tidak ada bangsa lain yang dapat membuat mereka puas selain
Mesir. Demikianlah mereka teringat kepada masa muda mereka
(ay. 19), kemesuman masa muda mereka (ay. 21).
1. Mereka menghibur diri dengan ingatan akan hal itu. saat
hati mereka mulai terpatri pada Mesir, mereka menyemangati
diri untuk mengandalkan kerajaan itu, sebab mereka sudah
462
lama mengenalnya. Seolah-olah mereka masih dapat menge-
cap kenikmatan bawang prei dan bawang merah yang mereka
makan di sana, atau lebih tepatnya penyembahan berhala
yang mereka pelajari di sana, dan yang mereka bawa bersama
mereka dari sana. saat mereka mulai mengenal Mesir, mere-
ka teringat betapa dengan gembira nenek moyang mereka
menyembah anak lembu emas, betapa indah musik dan tarian
yang mereka lakukan saat penyembahan, yang mereka pelajari
di Mesir. Dan mereka berharap bahwa sekarang mereka men-
dapat suatu dalih yang baik untuk melakukannya lagi. Demi-
kianlah ia melakukan lebih banyak lagi persundalannya, meng-
ulangi persundalan-persundalannya yang dulu, dan mendo-
rong dirinya sendiri untuk mendekati godaan-godaan pada
saat ini, dengan mengingat kembali masa mudanya. Perhati-
kanlah, orang-orang yang bukannya merenungkan dosa-dosa
mereka yang dulu dengan sedih dan malu, malah merenung-
kannya dengan senang dan bangga. Mereka itu melakukan
kesalahan baru dengan berbuat demikian, menguatkan kebo-
brokan-kebobrokan mereka sendiri, dan sebagai akibatnya
membangkang dan tidak mau bertobat. Ini seperti anjing kem-
bali ke muntahnya.
2. Mereka menyebutnya ingatan Allah, dan menyulut-Nya untuk
mengingatnya melawan mereka. Allah memang telah berkata
bahwa Ia akan mengadakan perhitungan dengan mereka kare-
na anak lembu emas, berhala Mesir itu (Kel. 32:34). namun
begitu sabarnya Allah itu sehingga Ia tampak sudah melupa-
kannya sampai mereka seolah-olah mengingatkan Dia akan
hal itu lagi saat bersekutu dengan orang Mesir untuk mela-
wan orang Kasdim. Dan pada hari pembalasan-Nya itu, seperti
yang sudah dikatakan-Nya, Ia akan membalaskan dosa mere-
ka kepada mereka. Sangat jelas terlihat bagaimana perempuan
yang berzinah ini berganti-ganti kekasih. Ia pertama-tama
berahi kepada orang Asyur, kemudian ia berpikir bahwa orang
Kasdim lebih bagus, dan merayu mereka. sesudah beberapa
saat lamanya, pikirannya menjauh dari mereka, dan ia ber-
pikir bahwa orang Mesir lebih kuat (ay. 20) dan ia harus mem-
bangun hubungan dekat dengan mereka. Hal ini menunjukkan
kebodohan,
Kitab Yehezkiel 23:11-21
463
(1) Dari keinginan-keinginan daging. jika keinginan daging
dimanjakan, ia semakin ingin selalu dituruti dan berubah-
ubah, akan cepat jenuh namun tidak pernah puas. Keingin-
an daging menuntut banyak keragaman, dan apa yang
dicintai pada satu hari akan dibenci pada hari berikutnya.
Unius adulterium matrimonium vocant – Satu perzinahan di-
sebut perkawinan, seperti yang diamati oleh Seneca, se-
orang pujangga Romawi.
(2) Dari penyembahan berhala. Orang yang menganggap satu
Allah terlalu sedikit tidak akan merasa cukup dengan sera-
tus allah, dan akan terus mencoba lebih banyak lagi, kare-
na mendapati semuanya tidak cukup.
(3) Mencari pertolongan dari makhluk ciptaan. Kita pergi dari
makhluk yang satu kepada yang lain, namun dikecewakan
oleh semuanya, dan tidak pernah bisa tenang sampai kita
menjadikan Allah Israel sebagai pertolongan kita.
II. Adillah bagi Allah yang setia itu untuk memberi surat cerai ke-
pada kota yang sekarang tidak setia ini, yang sudah menjadi
sundal. Kecemburuan-Nya segera menyingkapkan kemesumannya
(ay. 13): Aku melihat bahwa ia menajiskan diri, bahwa ia bejat,
dan Aku melihat ke arah mana kecondongannya, bahwa kelakuan
mereka berdua yaitu sama, dan bahwa Yerusalem bertambah
lebih buruk daripada Samaria. Sebab, seandainya kami menadah-
kan tangan kami kepada allah lain, masakan Allah tidak akan
menyelidikinya? Tidak diragukan lagi Ia akan menyelidikinya. Dan
jika Ia telah menemukannya, bisakah Ia berkenan padanya?
Tidak (ay. 18): Maka Aku menjauhkan diri sebab jijik dari pada-
nya, seperti Aku menjauhkan diri dari adiknya. Bagaimana bisa
Allah yang murni dan kudus itu tetap bersuka dalam angkatan
yang mesum seperti itu? Perhatikanlah, dosa menjauhkan pikiran
Allah dari si pendosa, dan itu sudah sewajarnya, sebab dosa ada-
lah menjauhnya pikiran si pendosa dari Allah. namun celakalah,
seribu kali celaka, orang-orang yang dari mereka pikiran Allah
menjauh. Sebab kalau Allah berbalik dari seseorang, Ia akan
berbalik melawan orang itu.
464
Hukuman terhadap Yerusalem
(23:22-35)
22 Oleh sebab itu, hai Oholiba, beginilah firman Tuhan ALLAH, memang eng-
kau sudah menjauhkan dirimu dari kekasih-kekasihmu, namun sungguh, Aku
akan menyuruh mereka bergerak melawan engkau; Aku akan membawa
mereka melawan engkau dari sekitarmu: 23 orang Babel dan semua orang
Kasdim, orang Pekod, orang Soa dan orang Koa, dan semua orang Asyur
bersama mereka, pemuda yang ganteng, bupati-bupati dan para penguasa
semuanya, perwira-perwira dan pahlawan-pahlawan perang, pasukan kuda
semuanya. 24 Mereka datang melawan engkau dengan banyak kereta dan
roda-roda dan dengan sekumpulan bangsa-bangsa; mereka akan menyusun
perisai besar dan kecil dan ketopong di sekitarmu melawan engkau, dan Aku
akan menyerahkan perkara ini di hadapannya dan mereka akan menghakimi
engkau menurut hukum mereka. 25 Aku akan membalaskan cemburuan-Ku
kepadamu, sehingga mereka memperlakukan engkau dengan kemurkaan,
hidung dan telingamu akan dikerat dan sisamu akan mati rebah oleh
pedang. Mereka akan menangkap anak-anakmu lelaki dan perempuan dan
sisamu akan dimakan api. 26 Mereka akan menelanjangi engkau dan meram-
pas perhiasan-perhiasanmu. 27 Aku akan membuat engkau menghentikan
kemesumanmu dan persundalanmu sejak dari tanah Mesir, sehingga engkau
tidak lagi melirik kepada mereka dan tidak lagi mengingat-ingat orang Mesir.
28 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku akan menyerahkan eng-
kau ke dalam tangan orang yang kaubenci, walaupun engkau sudah men-
jauhkan diri dari mereka. 29 Mereka akan memperlakukan engkau dengan
kebencian dan akan merampas segala hasil jerih payahmu dan meninggalkan
engkau telanjang bugil, sehingga aurat persundalanmu kelihatan. Kemesum-
anmu dan persundalanmu 30 mendatangkan hal ini atasmu, sebab engkau
bersundal dengan mengandalkan bangsa-bangsa dan menajiskan dirimu
dengan berhala-berhala mereka. 31 Engkau hidup mengikuti kelakuan kakak-
mu, sebab itu Aku akan memberi engkau minum dari pialanya. 32 Beginilah
firman Tuhan ALLAH: Engkau harus minum dari piala kakakmu, piala yang
dalam dan lebar mulutnya, yaitu piala yang banyak isinya; menjadi tertawa-
an dan olok-olok engkau. 33 Engkau akan penuh kemabukan dan dukacita.
Piala kengerian disertai kesunyian ialah piala kakakmu Samaria. 34 Engkau
meminumnya beserta ampasnya, sampai mengunggis pecahan-pecahannya
dan engkau merabitkan susumu. Sebab Aku yang mengatakannya, demi-
kianlah firman Tuhan ALLAH. 35 Oleh sebab itu, beginilah firman Tuhan
ALLAH: Oleh sebab engkau melupakan Aku dan membelakangi Aku, seka-
rang tanggung sendirilah kemesumanmu dan persundalanmu.”
Yerusalem menjadi terdakwa dengan nama Oholiba, sebab ia, sebagai
pengkhianat yang palsu terhadap Tuhannya yang berdaulat, Allah di
sorga, dan tidak memiliki rasa takut terhadap-Nya, namun digerakkan
oleh dorongan setan, telah memberontak dan tidak lagi setia
terhadap Dia. Ia telah merancang dan membayangkan untuk meng-
gulingkan pemerintahan-Nya. Ia tetap berhubungan dengan musuh-
musuh-Nya, dan bergabung dalam pemufakatan dengan mereka, dan
dengan yang mengaku-ngaku sebagai ilah, untuk merendahkan
mahkota dan martabat-Nya. Terhadap dakwaan ini ia mengaku, tidak
bersalah: Aku tidak pernah menajiskan diriku, aku tidak pernah meng-
Kitab Yehezkiel 23:22-35
465
ikuti para Baal. Namun ada bukti nyata mengenai perbuatannya itu
yang sudah diketahui semua orang, dan ia dinyatakan bersalah atas
perbuatan itu. Tidak ada alasan untuk membela diri mengapa peng-
hakiman harus diberikan dan hukuman dijalankan sesuai hukum.
Oleh sebab itu, dalam ayat-ayat ini, kita mendapati hukumannya.
I. Sekutu-sekutu lamanya harus ditentukan sebagai para algojo
untuk melaksanakan hukuman bagi dia. Dan orang-orang yang
telah dia rayu untuk menjadi pemimpin-pemimpinnya di dalam
dosa sekarang akan dipakai sebagai alat-alat untuk menjalankan
hukuman bagi dia (ay. 22): “Aku akan menyuruh kekasih-kekasih-
mu bergerak melawan engkau, orang-orang Kasdim, yang sebe-
lumnya begitu engkau kagumi dan ingin engkau dekati, namun
yang kemudian dijauhi olehmu, dan yang engkau khianati dengan
melanggar perjanjiannya.” Mereka disebut kekasih-kekasihmu (ay.
22) namun juga orang yang kaubenci (ay. 28). Perhatikanlah,
sudah biasa bahwa cinta yang penuh dosa cepat berubah menjadi
kebencian, seperti cinta Amnon kepada Tamar. Hawa nafsu yang
keras kepala dan tidak masuk akal itu sering kali sangat panas
melawan orang-orang dan hal-hal yang belum lama mereka cintai
dengan panas juga. Orang bodoh bertindak di luar batas. Bahkan,
orang bijak sekalipun bisa saja melihat alasan untuk mengubah
perasaan-perasaan mereka. Oleh sebab itu, sama seperti kita
harus bergembira dan menangis seolah-olah kita tidak bergembira
dan tidak menangis, demikian pula kita harus mencintai dan
membenci seolah-olah kita tidak mencintai dan tidak membenci.
Ita ama tanquam osurus – Mencintalah seperti orang yang bisa saja
memiliki alasan untuk merasa benci.
II. Hukuman yang harus dilaksanakan terhadap Yerusalem sangat
mengerikan.
1. Musuh-musuhnya akan datang melawan dia dari sekitar (ay.
22), yaitu orang-orang dari sejumlah negeri yang membentuk
pasukan Kasdim (ay. 23), semuanya perwira-perwira dan pah-
lawan-pahlawan perang. Kemegahan, keagungan, dan penam-
pilan mereka yang menakjubkan membuat mereka tampak
lebih ramah saat datang sebagai sahabat untuk melindungi
dan mengayomi Yerusalem, namun tampak lebih menakutkan
466
saat mereka datang untuk menghukum pengkhianatannya
dan menginginkan apa yang tidak kurang dari kehancurannya.
(1) Mereka akan datang dengan pasukan perang yang sangat
besar (ay. 24), dengan kereta dan roda-roda yang dilengkapi
dengan semua persediaan yang diperlukan untuk ber-
kemah, dengan persenjataan dan pelurunya, beserta segala
perlengkapannya, dengan tentara yang besar, dan bersen-
jata lengkap.
(2) Mereka akan memiliki keadilan di pihak mereka: “Aku akan
menyerahkan perkara ini di hadapannya” (kebenaran dan
juga kekuatan akan berpihak pada mereka. Raja Babel
memiliki alasan yang benar untuk berperang melawan
raja Yehuda, sebab raja Yehuda telah melanggar persepa-
katannya dengan dia). “Dan sebab itu mereka akan meng-
hakimi engkau, bukan saja menurut penghakiman-pengha-
kiman Allah, sebagai alat-alat keadilan-Nya, untuk meng-
hukum engkau atas penghinaan-penghinaan yang engkau
lakukan terhadap-Nya, melainkan juga menurut hukum me-
reka, menurut hukum bangsa-bangsa, untuk menghukum
engkau sebab kelakuan-kelakuanmu yang berkhianat ter-
hadap mereka.”
(3) Mereka akan menggencarkan perang dengan penuh kege-
raman dan kebencian. sebab perang itu yaitu perang ba-
las dendam, mereka akan memperlakukan engkau dengan
kebencian (ay. 29). Hal ini akan membuat pelaksanaan hu-
kumannya lebih berat, bahwa pedang mereka akan dicelup-
kan dalam racun. Engkau membenci mereka, dan mereka
akan memperlakukan engkau dengan kebencian. Orang
yang membenci akan dibenci, dan akan diperlakukan de-
ngan kebencian.
(4) Allah sendiri akan memimpin mereka, dan murka-Nya akan
bercampur dengan murka mereka (ay. 25): Aku akan mem-
balaskan cemburuan-Ku kepadamu. Kecemburuan itulah
yang akan menyalakan api ini, dan kemudian mereka akan
memperlakukan engkau dengan kemurkaan. Walaupun
orang berlaku dengan begitu penuh kebencian, begitu penuh
kegeraman, terhadap kita, namun, jika kita memiliki Allah
di pihak kita, kita tidak perlu takut terhadap mereka.
Mereka tidak bisa benar-benar melukai kita. namun jika
Kitab Yehezkiel 23:22-35
467
orang berlaku murka terhadap kita, dan Allah juga mem-
balaskan kecemburuan-Nya terhadap kita, maka apa jadi-
nya kita?
2. Apa saja hukuman yang dijatuhkan di sini kepada perempuan
jalang yang tersohor ini,
(1) Bahwa semua yang dimilikinya akan dirampas. Pakaian
dan perhiasan-perhiasan, yang dengannya ia berusaha
membuat dirinya disukai kekasih-kekasihnya, semuanya
ini akan dilucuti darinya (ay. 26). Segala sesuatu yang
menjadi perhiasan pemerintahan mereka akan dirampas.
“Mereka akan merampas segala hasil jerih payahmu, segala
sesuatu yang telah engkau peroleh dari kerja kerasmu, dan
akan meninggalkan engkau telanjang bugil” (ay. 29). Baik
kota maupun desa akan menjadi miskin dan semua keka-
yaan dari keduanya akan disapu bersih.
(2) Bahwa anak-anaknya akan dibawa ke dalam pembuangan.
“Mereka akan menangkap anak-anakmu lelaki dan perem-
puan, dan memperbudak mereka (ay. 25). Sebab mereka
yaitu anak-anak sundal, tidak layak mendapat martabat
dan hak-hak istimewa milik orang Israel” (Hos. 2:3).
(3) Bahwa ia akan dinodai dan dibuat cacat: “Hidung dan teli-
ngamu akan dikerat. Mereka akan menandai engkau sebagai
pelacur, dan membuatmu selama-lamanya menjijikkan” (ay.
25). Ini mengisyaratkan banyaknya kekejaman yang dilaku-
kan tentara Kasdim kepada orang-orang Yahudi yang jatuh
ke tangan mereka, yang mungkin mereka perlakukan se-
cara biadab. Sebagian orang memahami ini secara kiasan.
Dan menurut mereka yang dimaksud dengan hidung ada-
lah martabat rajawi, dan telinga yaitu martabat imamat.
(4) Bahwa ia akan dipermalukan: Kemesumanmu dan persun-
dalanmu akan kelihatan (ay. 29), seperti, saat penjahat
dihukum, semua kejahatannya dibongkar, dan diucapkan
berulang kali bagi kehinaannya. Apa yang tersembunyi
akan dibukakan, dan apa yang sudah lama dilakukan akan
diingat kembali.
(5) Bahwa ia akan dilenyapkan dan dibinasakan: “Sisa bangsa-
mu yang telah luput dari kelaparan dan wabah penyakit
akan mati rebah oleh pedang. Dan sisa-sisa rumahmu yang
468
belum dirobohkan di hadapanmu akan dimakan api” (ay.
25). Dan ini akan menjadi akhir dari Yerusalem.
III. sebab ia sudah mengikuti jejak-jejak dosa Samaria, maka tiada
lain ia harus menantikan nasib yang menimpa Samaria. Sudah
biasa bahwa orang, dalam memberi hukuman, melihat siapa
yang dipakai sebagai contoh, demikian pula Allah dalam men-
jatuhkan hukuman ini atas Yerusalem (ay. 31, dst.): “Engkau
hidup mengikuti kelakuan kakakmu, kendati dengan peringatan
yang telah diberikan kepadamu, melalui akibat-akibat yang me-
matikan dari kefasikannya. Oleh sebab itu, Aku akan memberi
engkau minum dari pialanya, bagian dari kesengsaraannya, ke
dalam tanganmu, piala murka Tuhan, yang bagimu akan menjadi
piala dengan isinya yang memusingkan.” Nah,
1. Piala ini dikatakan dalam dan lebar mulutnya, dan banyak isi-
nya (ay. 32), yaitu berlimpahnya murka Allah dan berlimpah-
nya kesengsaraan, sebagai buah-buah dari murka itu. Piala itu
yaitu piala yang sedemikian rupa seperti yang kita baca
dalam Yeremia 25:15-16. Piala pembalasan ilahi menampung
banyak, dan demikianlah yang akan didapati orang-orang yang
ke dalam tangan mereka piala itu diserahkan.
2. Mereka akan disuruh minum dari piala ini beserta ampas-
ampasnya, seperti yang disuruhkan kepada orang fasik (Mzm.
75:9): “Engkau meminumnya beserta ampasnya, bukan sebab
enak, melainkan sebab dipaksakan kepadamu (ay. 34).
Engkau akan mengunggis pecahan-pecahannya dan merabit-
kan susumu, sebab kesal dengan rasa pahit yang luar biasa
dari piala ini, sebab piala itu diliputi kehangatan murka TUHAN
(Yes. 51:20). Seperti orang yang sedang merasakan penderita-
an hebat menjambak-jambak rambut mereka, dan melempar-
kan segala sesuatu di dekat mereka. sebab tidak mendapati
obat penawar, namun isi piala itu harus diminum (sebab Aku
yang mengatakannya, demikianlah firman Tuhan ALLAH),
engkau tidak akan bersabar saat meminumnya.”
3. Mereka akan mabuk olehnya, menjadi sakit, dan hilang akal,
seperti orang mabuk, berjalan sempoyongan, tersandung, dan
segera jatuh (ay. 33): Engkau akan penuh kemabukan dan
dukacita. Perhatikanlah, kemabukan selalu disertai dengan
dukacita, sampai sedemikian rupanya sehingga kebingungan
Kitab Yehezkiel 23:22-35
469
dan keguncangan diri yang sejadi-jadinya digambarkan di sini.
Siapa yang menyangka kemabukan justru menjadi dosa
tercinta bagi banyak orang? Padahal daya kuasanya begitu he-
bat menimpa kodrat manusia, mendatangkan aib bagi kodrat
itu, membuat manusia terampas akal budinya, membuat
hidupnya kacau-balau sehabis-habisnya, dan sebab itu sung-
guh menyengsarakan diri, sampai membuat orang mengutuk
jiwa mereka sendiri dengan menyakiti tubuh mereka sendiri?
Siapa mengaduh dan siapa mengeluh seperti mereka? (Ams.
23:29).
4. sebab begitu mabuknya, mereka akan menjadi, seperti yang
pantas didapatkan para pemabuk, bahan tertawaan bagi semua
orang di sekitar mereka (ay. 32): Menjadi tertawaan dan olok-
olok engkau, sebab engkau bertindak konyol dalam segala se-
suatu yang engkau lakukan. jika Allah hendak menghancur-
kan sebuah bangsa, Ia membuat para hakim mereka bodoh dan
mendatangkan penghinaan kepada para pemuka mereka (Ayb.
12:17, 21).
IV. Dalam semuanya ini Allah akan dibenarkan, dan melalui semuanya
ini mereka akan diperbarui. Dan dengan demikian, bahkan akhir
dari masalah ini yaitu kemuliaan Allah dan kebaikan mereka.
1. Mereka sudah berperilaku buruk, sangat buruk, dan itu mem-
benarkan Allah dalam segala sesuatu yang ditimpakan atas
mereka (ay. 30): Aku akan mendatangkan hal ini atasmu, kare-
na engkau bersundal dengan mengandalkan bangsa-bangsa,
dan (ay. 35) oleh sebab engkau melupakan Aku dan membela-
kangi Aku. Perhatikanlah, perbuatan melupakan Allah dan
menghina Dia, sampai tidak peduli bahwa mata-Nya meng-
awasi kita dan Dia berkuasa atas kita, mendasari semua
tindakan kita yang meninggalkan Dia dengan berkhianat dan
berzinah. Itulah mengapa orang mengejar-ngejar berhala, se-
bab mereka melupakan Allah, dan kewajiban-kewajiban
mereka terhadap-Nya. Itulah juga sebabnya mengapa sampai
mereka memandang dengan giurnya umpan-umpan dosa, jika
mereka tidak lebih dulu membelakangi Allah, menganggap-Nya
tidak layak untuk diperhatikan. Dan orang-orang yang meng-
hina Allah sedemikian rupa, bagaimana mereka bisa berpikir
perbuatan itu tidak akan berbalik menimpa diri mereka sendiri
470
pada akhirnya? Sekarang tanggung sendirilah kemesumanmu
dan persundalanmu. Yaitu, engkau akan menanggung hukum-
annya, dan engkau sendiri yang harus dipersalahkan. Tidak
ada yang bisa menenggelamkan orang selain beratnya dosa-
dosa mereka sendiri. Dan orang yang tidak mau berpisah de-
ngan kemesuman dan persundalan mereka harus menang-
gung hukumannya.
2. Mereka akan menjadi lebih baik, jauh lebih baik, dan api ini,
meskipun memakan habis banyak orang, akan memurnikan
orang-orang yang tersisa (ay. 27): Aku akan membuat engkau
menghentikan kemesumanmu dan persundalanmu. Penghakim-
an-penghakiman yang didatangkan atas mereka oleh dosa-
dosa mereka memisahkan antara mereka dan dosa-dosa mere-
ka, dan pada akhirnya mengajar mereka untuk berkata, Apa-
kah lagi sangkut paut kami dengan berhala-berhala? Amatilah,
(1) Betapa berurat akarnya penyakit itu: Persundalanmu sejak
dari tanah Mesir. Kecenderungan mereka pada penyembah-
an berhala sudah ada sejak awal dan bersifat bawaan,
penyembahan berhala yang mereka lakukan sudah terjadi
sejak dulu kala, dan sudah menjadi semacam aturan
sebab kebiasaan yang lama dijalankan.
(2) Betapa tuntasnya kesembuhan itu meskipun demikian:
“Walaupun kecenderungan itu sudah berakar, namun ia
akan dihentikan, sehingga engkau bahkan tidak akan lagi
melirik kepada berhala-berhala, atau mengingat-ingat orang
Mesir lagi dengan hati yang senang.” Mereka akan meng-
hindari kesempatan-kesempatan yang menuntun pada
dosa ini, sebab mereka bahkan tidak akan melirik pada
berhala, supaya jangan hati mereka tanpa sadar mengikuti
mata mereka. Dan mereka akan meninggalkan semua ke-
cenderungan terhadapnya: “Mereka tidak akan mengingat-
ingat Mesir. Mereka tidak akan menyimpan sedikit pun
rasa sayang yang pernah mereka miliki terhadap berhala-
berhala sejak kelahiran bangsa mereka.” Mereka mem-
peroleh kecenderungan itu, melalui kebobrokan kodrat,
dalam perbudakan mereka di Mesir, dan kehilangan kecen-
derungan itu, melalui anugerah Allah, dalam pembuangan
mereka di Babel. Dan hal ini merupakan buah yang penuh
berkat dari anugerah Allah, yaitu penghapusan dosa,
Kitab Yehezkiel 23:36-49
471
bahkan dosa itu. Sehingga kalau sebelum pembuangan,
tidak ada bangsa (dengan menimbang segala seginya) yang
lebih begitu bernafsu terhadap berhala-berhala dan pe-
nyembahan berhala daripada mereka, maka sesudah pem-
buangan tidak ada bangsa yang lebih keras menentang ber-
hala-berhala dan penyembahan berhala daripada mereka.
Israel dan Yehuda Didakwa;
Penghakiman-penghakiman Dinubuatkan
(23:36-49)
36 Lalu TUHAN berfirman kepadaku: “Hai anak manusia, maukah engkau
menghakimi Ohola dan Oholiba dan memberitahukan kepada mereka per-
buatan-perbuatannya yang keji? 37 Sebab mereka berzinah, tangan mereka
berlumuran darah dan mereka berzinah dengan menyembah berhala-ber-
halanya, bahkan anak-anak lelaki mereka yang dilahirkan bagi-Ku dipersem-
bahkannya sebagai korban dalam api kepada berhala-berhalanya menjadi
makanan. 38 Selain itu hal ini juga mereka lakukan terhadap Aku, mereka
menajiskan tempat kudus-Ku pada hari itu dan melanggar kekudusan hari-
hari Sabat-Ku. 39 Dan sedang mereka menyembelih anak-anak mereka untuk
berhala-berhalanya, mereka datang pada hari itu ke tempat kudus-Ku dan
melanggar kekudusannya. Sungguh, inilah yang dilakukan mereka di dalam
rumah-Ku. 40 Tambahan lagi mereka meminta orang-orang datang dari tem-
pat yang jauh dengan menyuruh suruhan memanggil mereka, dan sungguh,
mereka datang. Demi kedatangan mereka engkau mandi bersih-bersih,
mencalak alismu dan menghias dirimu dengan perhiasan-perhiasan. 41 Eng-
kau duduk di tempat tidur yang serba indah dan di hadapannya meja dengan
hidangan yang disajikan; di atas tempat tidurmu itu kautaruh ukupan-Ku
dan minyak-Ku. 42 Lalu kedengaranlah suara keramaian hidup bersenang-
senang padanya dan kepada orang-orang dari orang banyak ditambahkan
lagi pemabuk-pemabuk dari padang gurun. Mereka mengenakan gelang pada
tangannya dan mahkota kemuliaan di atas kepalanya. 43 Aku berkata: Apa-
kah bunga yang layu ini masih melakukan perzinahan? Orang bersundal
dengan dia, bahkan dengan dia. 44 Mereka datang kepadanya seperti orang
mendatangi perempuan sundal. Demikianlah mereka datang kepada Ohola
dan Oholiba untuk melakukan kemesuman. 45 namun orang-orang yang benar
saleh akan menghakimi mereka seperti orang menghakimi perempuan-
perempuan yang berzinah dan yang menumpahkan darah, sebab mereka
yaitu perempuan-perempuan berzinah dan tangan mereka berlumuran
darah.” 46 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: “Biarlah bangkit sekumpul-
an orang melawan mereka dan biarkanlah mereka menjadi kengerian dan
rampasan. 47 Kumpulan orang ini akan melontari mereka dengan batu dan
memancung mereka dengan pedangnya, membunuh anak-anak lelaki dan
anak-anak perempuan mereka dan membakar habis rumah-rumah mereka.
48 Aku akan menghentikan kemesuman di tanah itu dan semua kaum perem-
puan akan memperhatikan peringatan itu dan tidak akan melakukan keme-
suman lagi seperti yang kamu lakukan. 49 Orang akan membalaskan keme-
sumanmu atasmu dan kamu harus menanggung dosa-dosamu lantaran
kamu menyembah berhala-berhala. Dan kamu akan mengetahui bahwa
Akulah Tuhan ALLAH.”
472
sesudah kesepuluh suku dibawa ke dalam pembuangan, dan kerajaan
itu dibuat sunyi sepi, sisa-sisanya secara perlahan-lahan bergabung
dengan kerajaan Yehuda, dan berdiam (banyak dari mereka) di
Yerusalem. Sehingga kedua saudara itu pada akhirnya menjadi satu
lagi. Oleh sebab itu, dalam ayat-ayat ini, sang nabi memberi
tugas bersama kepada mereka yang sudah bergabung itu: “Maukah
engkau menghakimi Ohola dan Oholiba bersama-sama? (ay. 36).
Apakah engkau mau mencari-cari alasan untuk memaafkan mereka?
Engkau melihat bahwa masalahnya sudah begitu buruk sehingga
tidak ada alasan apa pun yang bisa diterima.” Atau lebih tepatnya,
“Sekarang engkau akan dipekerjakan, dalam nama Allah, untuk
menghakimi mereka (20:4). Masalahnya justru bertambah buruk dan
bukan bertambah baik sejak persatuan itu.”
I. Buatlah mereka melihat dosa-dosa yang menjadi kesalahan mere-
ka: Beritahukan kepada mereka secara terang-terangan dan be-
rani perbuatan-perbuatan mereka yang keji.
1. Mereka telah bersalah atas penyembahan berhala yang men-
jijikkan, yang di sini disebut perzinahan. Mereka berzinah
dengan menyembah berhala-berhala mereka (ay. 37), telah
melanggar perjanjian nikah mereka dengan Allah, telah bernaf-
su untuk memuaskan pikiran duniawi dan kedagingan dengan
menyembah berhala. Ini yaitu kekejian pertama dan paling
buruk yang harus didakwakannya kepada mereka.
2. Mereka telah melakukan pembunuhan-pembunuhan yang pa-
ling biadab, dengan mengorbankan anak-anak mereka kepada
Molokh, dosa yang begitu tidak wajar sehingga mereka pantas
mendengar tentangnya pada setiap kesempatan: Tangan mere-
ka berlumuran darah, darah tak berdosa, darah anak-anak
mereka sendiri, yang telah mereka persembahkan sebagai
korban dalam api (ay. 37). Bukan supaya anak-anak mereka
menjadi persembahan bagi berhala-berhala, melainkan supaya
dimakan habis oleh api, suatu pertanda bahwa mereka lebih
mencintai berhala-berhala mereka daripada apa yang paling
mereka sayangi di dunia.
3. Mereka telah menajiskan hal-hal sakral yang dengannya Allah
telah menjunjung martabat mereka dan mengistimewakan
mereka. Hal ini mereka lakukan terhadap Aku, penghinaan ini,
kejahatan ini (ay. 38). Setiap penghinaan yang dilakukan ter-
Kitab Yehezkiel 23:36-49
473
hadap apa yang kudus, berarti menghina Dia sebagai sumber
kekudusan, menghina Dia yang sebab hubungan dengan
Dialah apa saja bisa dikatakan kudus. Allah telah mendirikan
tempat kudus-Nya di antara mereka, namun mereka menajis-
kannya, dengan menjadikannya sebagai tempat berjualan,
sarang penyamun. Bahkan, dan jauh lebih buruk, di sana
mereka mendirikan berhala-berhala mereka dan menyembah-
nya, dan di sana mereka menumpahkan darah nabi-nabi
Allah. Allah telah mewahyukan kepada mereka hari-hari
Sabat-Nya yang kudus, namun mereka menajiskannya, dengan
melakukan segala macam pekerjaan yang rendah pada hari
itu. Atau mungkin dengan berolahraga dan bersenang-senang
pada hari itu, yang tidak hanya dilakukan, namun juga diper-
bolehkan dan didorong, oleh pihak yang berwenang. Mereka
menajiskan tempat kudus pada hari yang sama mereka me-
langgar kekudusan hari-hari Sabat. Menajiskan tempat kudus
pada hari apa saja sudah buruk, apalagi sampai melakukan-
nya pada hari Sabat. Kita biasa berkata bahwa semakin baik
harinya, semakin baik pula perbuatannya. namun di sini, sema-
kin baik harinya, semakin buruk perbuatannya. Allah mem-
beri perhatian pada keadaan-keadaan yang menambah kesa-
lahan dosa. Ia menunjukkan bagaimana mereka menajiskan
tempat kudus maupun hari Sabat (ay. 39). Mereka menyem-
belih anak-anak mereka, dan mengorbankan mereka untuk
berhala-berhala, yang sangat menghina baik Allah maupun
kodrat manusia. Dan kemudian mereka datang, pada hari
yang sama, dengan tangan yang berlumuran darah anak-anak
mereka, dan dengan pakaian yang ternoda oleh darah itu,
untuk mengikuti ibadah di tempat kudus Allah. Mereka datang
bukan untuk meminta pengampunan atas apa yang telah
mereka perbuat, melainkan untuk menunjukkan diri mereka
di hadapan-Nya, seperti yang dilakukan orang-orang Israel
lain, dengan berharap akan diterima oleh-Nya, kendati dengan
kejahatan-kejahatan yang menjadi kesalahan mereka ini.
Seolah-olah Allah tidak mengetahui kefasikan mereka atau
tidak membencinya. Demikianlah mereka menajiskan tempat
kudus, seolah-olah tempat itu yaitu perlindungan bagi
penjahat-penjahat bejat. Sebab demikianlah yang mereka per-
buat di dalam rumah-Nya. Perhatikanlah, sungguh menajiskan
474
ketetapan-ketetapan Allah yang khidmat jika orang-orang
duniawi secara menjijikkan dan terang-terangan, dan keji
secara kurang ajar dan tak mau bertobat, mengganggu ibadah-
ibadah dan hak-hak istimewa dari ketetapan-ketetapan itu.
Jangan kamu memberi barang yang kudus kepada anjing.
Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari?
4. Mereka bertunangan dengan pihak-pihak asing, membangga-
banggakan mereka, dan menaruh keyakinan pada mereka. Hal
ini juga digambarkan oleh dosa perzinahan, sebab perzinahan
yaitu meninggalkan Allah, yang tidak hanya kepada-Nya saja
mereka harus memberi penghormatan dan bukan kepada
berhala-berhala, namun juga pada-Nya mereka harus menaruh
harapan mereka, dan bukan pada makhluk ciptaan. Israel
yaitu umat kesayangan, harus diam tersendiri dan tidak
dihitung di antara bangsa-bangsa kafir. Mereka menajiskan
mahkota mereka, dan menaruh kehormatan mereka di dalam
debu, saat mereka ingin menjadi seperti bangsa-bangsa lain
atau bersekutu dengan bangsa-bangsa itu. namun hal ini sudah
mereka lakukan sekarang. Mereka sudah masuk ke dalam
persekutuan dengan orang Asyur, orang Kasdim, dan orang
Mesir, kerajaan-kerajaan yang paling terkenal dan paling kuat
kala itu. namun mereka memandang rendah persekutuan de-
ngan kerajaan-kerajaan dan pemerintahan-pemerintahan kecil
yang ada di dekat mereka, yang sebenarnya bisa saja lebih
berguna bagi mereka. Perhatikanlah, ingin mengenal dan ber-
hubungan dengan orang-orang besar sering kali menjadi jerat
bagi orang-orang baik. Mari kita lihat bagaimana Yerusalem
ingin mendekati sekutu-sekutunya yang berkedudukan tinggi,
sebab berpikir bahwa dengan begitu ia dapat membuat diri-
nya besar.
(1) Ia secara pribadi meminta supaya duta negara lain diutus
untuk datang kepadanya (ay. 40): Kamu meminta orang-
orang datang dari tempat yang jauh. Tampaknya, pada
waktu itu, negeri-negeri tetangga tidak memiliki keingin-
an untuk bersekutu dengan Yerusalem, namun ia sendiri
yang mendatangi mereka, dan mengirim orang suruhan
supaya mereka ingin mendekatinya: dan sungguh, mereka
datang. Orang-orang yang paling bijak dan paling baik
sekalipun bisa saja tanpa terhindarkan ditarik ke dalam
Kitab Yehezkiel 23:36-49
475
pertemanan dan pergaulan dengan orang-orang yang dur-
haka dan fasik. namun bukanlah suatu pertanda kebijak-
sanaan ataupun kebaikan untuk menginginkan kedekatan
dengan orang-orang seperti itu dan mendambakannya.
(2) Persiapan besar dibuat untuk menyambut menteri-menteri
luar negeri ini, untuk kedatangan dan penampilan mereka
di depan umum. Hal ini untuk menggambarkan bagaimana
seorang pezinah berjerih payah untuk membuat dirinya
terlihat cantik. Seperti Izebel, engkau mencalak alismu dan
menghias dirimu dengan perhiasan-perhiasan (ay. 40). Raja
dan para penguasa menyuruh dibuatkan pakaian-pakaian
baru, membereskan ruang-ruang negara, memperindah
perabotannya, dan membuatnya tampak segar. Engkau
duduk di tempat tidur yang serba indah (ay. 41), takhta
yang megah; di hadapannya meja dengan hidangan yang
disajikan; di atas tempat tidurmu itu kautaruh ukupan-Ku
dan minyak-Ku. Hal ini entah,
[1] Sebuah jamuan untuk para duta dari kerajaan-kerajaan
tetangga itu, sebuah sambutan yang mewah, yang selaras
dengan persiapan-persiapan lain. Ada ukupan untuk
membuat ruangan harum semerbak dan minyak untuk
mengurapi kepala mereka. Atau,
[2] Sebuah mezbah sudah diperlengkapi untuk digunakan
para duta itu dalam melakukan upacara penyembahan
berhala mereka, agar mereka tahu bahwa orang-orang
Israel tidak begitu kaku, namun bisa mengizinkan orang
asing untuk menjalankan agama mereka dengan bebas
di antara orang-orang Israel, dan menyediakan ruang-
ruang doa untuk mereka. Bahkan, orang-orang Israel
akan menyenangkan mereka begitu jauh sampai ikut
bergabung dengan mereka dalam ibadah-ibadah mere-
ka. Meskipun hukum Allah orang Israel menentangnya,
mereka bisa dengan mudah mengesampingkannya demi
menghibur seorang teman. Minyak dan ukupan itu
disebut Allah sebagai milik-Nya, bukan hanya sebab
keduanya yaitu pemberian dari pemeliharaan-Nya,
melainkan juga sebab keduanya seharusnya dipersem-
bahkan di atas mezbah-Nya. Hal ini memperparah dosa
476
mereka yang melayani berhala-berhala beserta para
penyembah berhala itu (Hos. 2:7).
(3) Ada sukacita besar pada saat kedatangan mereka, seolah-
olah itu merupakan berkat yang sedemikian besar yang
tidak pernah terjadi pada Yerusalem sebelumnya (ay. 42):
Lalu kedengaranlah suara keramaian hidup bersenang-se-
nang padanya. Orang banyak sangat bersuka, sebab mere-
ka menganggap diri mereka sangat aman dan berbahagia
sebab sekarang sudah memiliki sekutu-sekutu yang kuat
seperti itu. Oleh sebab itu, mereka mengiringi para duta itu
dengan pekik-pekik sorak dan teriakan-teriakan sukacita.
Ada kumpulan besar orang yang datang ke istana pada
kesempatan ini. Orang-orang dari orang banyak ada di sana
untuk menyemarakkan kekhidmatannya, dan untuk me-
nambah ramai kerumunannya. Dan ditambahkan lagi
orang-orang Syeba dari padang gurun. Tafsiran yang agak
luas membacanya pemabuk-pemabuk dari padang gurun,
yang hendak bersulang untuk kesehatan dan kesejahtera-
an persekutuan yang besar ini dan membuat orang ikut
hanyut di dalamnya, dan mereka juga paling berisik ber-
teriak pada kesempatan ini. Siapa pun mereka, untuk
menghormati para duta itu, mereka mengenakan gelang
pada tangan mereka dan mahkota kemuliaan di atas kepala
mereka, yang membuat iring-iringannya tampak sangat
indah.
(4) Allah melalui nabi-nabi-Nya memperingatkan mereka untuk
tidak membentuk persekutuan-persekutuan yang membaha-
yakan ini dengan orang-orang asing (ay. 43): “Aku berkata:
Apakah bunga yang layu ini masih melakukan perzinahan,
yang sejak semula senang bersekutu dengan orang-orang
kafir, senang menjodohkannya dengan keluarga mereka
(Hak. 3:6), dan sesudah itu bersekutu dengan kerajaan-
kerajaan mereka. Dan, meskipun sering dikecewakan de-
ngan persekutuan seperti itu, ia tidak pernah mau dibujuk
untuk meninggalkannya (ini yaitu perzinahan yang sudah
lama dilakukannya). Aku berkata, Apakah mereka sekarang
akan bersundal dengan dia, dan dia dengan mereka? (KJV).
Tentunya kali ini pengalaman dan pengamatan akan
meyakinkan baik mereka maupun dia bahwa persekutuan
Kitab Yehezkiel 23:36-49
477
antara bangsa Yahudi dan bangsa kafir tidak akan pernah
bisa menguntungkan kedua belah pihak.” Mereka yaitu
besi dan tanah liat, yang tidak akan pernah bercampur,
tidak pula Allah akan memberkati persekutuan seperti itu,
atau tersenyum melihatnya. namun , tampaknya, kare-
na sudah lama melakukan perzinahan-perzinahan ini,
bukannya tidak mau lagi melakukannya, seperti yang akan
dipikirkan orang, ia justru semakin lancang dan tak ter-
puaskan dalam melakukannya. Sebab, meskipun ia sudah
sedemikian dinasihati akan kebodohan dari perzinahan,
namun mereka datang kepadanya (ay. 44). Sebuah tawaran
pun segera diterima, dan persekutuan dibuat, pertama-
tama dengan pemerintah asing yang satu, kemudian de-
ngan pemerintah asing yang lain. Samaria melakukannya,
Yerusalem melakukannya, seperti perempuan sundal.
Mereka tidak bisa merasa puas dalam pelukan-pelukan
hukum dan perhatian Allah, dan jaminan-jaminan perlin-
dungan yang diberikan-Nya kepada mereka. Mereka tidak
bisa berpikir bahwa kovenan-Nya dengan mereka sudah
cukup memberi mereka keamanan. Sebaliknya, mereka
merasa harus, dengan perjanjian dan persekutuan, demi
kebaikan pemerintahan (pikir mereka) dan atas persetuju-
an bersama, menenggelamkan diri dalam pelukan pemim-
pin-pemimpin asing, dan menempatkan kepentingan-kepen-
tingan mereka di bawah perlindungan pemimpin-pemimpin
itu. Perhatikanlah, orang yang hatinya mendapat kepuasan
dalam kemegahan dunia dan menaruh harapan pada keka-
yaannya, dan pada kekuatan manusia (Yer. 17:5), hati
mereka itu berzinah dari Allah.
II. Biarlah mereka melihat penghakiman-penghakiman yang akan
mendatangi mereka sebab dosa-dosa ini (ay. 45): Orang-orang
yang benar saleh akan menghakimi mereka. Menurut sebagian
orang, yang akan menjadi alat-alat kehancuran mereka yaitu
orang-orang baik yang akan menghakimi mereka. Orang-orang
Asyur yang menghancurkan Samaria, orang-orang Kasdim yang
menghancurkan Yerusalem, mereka itu bisa dikatakan sebagai
orang-orang benar, memiliki rasa keadilan antar sesama manusia,
dan dengan sewajarnya membenci pengkhianatan bangsa Yahudi.
478
Namun demikian, mereka menjalankan penghakiman-penghakim-
an Allah, yang kita yakin seluruhnya benar. Menurut sebagian
yang lain, yang menjadi alat-alat kehancuran mereka itu yaitu
para nabi, yang sudah menjadi tugasnya, dalam nama Allah,
untuk menghakimi mereka dan menjatuhkan hukuman atas
mereka. Atau kita dapat menganggapnya sebagai seruan kepada
semua orang benar, kepada semua orang yang memiliki rasa
keadilan. Mereka semua akan memberi penghakiman menge-
nai kota-kota ini, dan sependapat dalam putusan mereka, bahwa
berdasar kenyataan yang sudah diketahui semua orang, mere-
ka bersalah atas perzinahan dan pembunuhan, dan kesalahan itu
meliputi seluruh bangsa, dan sebab itu mereka harus mengalami
penderitaan dan hukuman yang menurut hukum harus ditimpa-
kan kepada kaum perempuan yang sudah menumpahkan darah
dan menjadi pezinah. Orang-orang benar akan berkata, “Mengapa
kota-kota yang kotor dan berlumuran darah bisa luput dengan
lebih baik daripada orang-orang yang kotor dan berlumuran
darah? Adililah!” (Yes. 5:3). sebab penghakiman ini dilaksanakan
oleh orang-orang benar, maka Allah yang benar akan meng-
hadiahi mereka sebab nya. Lihatlah disini,
1. Apa yang akan menjadi hukumannya (ay. 46-47). Sama seperti
sebelumnya (ay. 23, dst.). Allah akan membangkitkan sekum-
pulan musuh melawan mereka, yang akan dibuat memenuhi
tujuan-tujuan-Nya yang kudus sekalipun mereka sedang me-
menuhi keinginan dan hawa nafsu mereka sendiri yang ber-
dosa. Musuh-musuh ini akan menang dengan mudah, sebab
Allah akan menyerahkan mereka ke tangan musuh untuk
menjadi kengerian dan rampasan. Kumpulan orang ini akan
melontari mereka dengan batu sebagai penjahat, akan mem-
bidik mereka dan memancung mereka dengan pedangnya. Dan,
seperti yang ada kalanya dilakukan dalam hukuman-hukum-
an yang berat (lihat saja hukuman terhadap Akhan), mereka
akan membunuh anak-anak mereka dan membakar habis
rumah-rumah mereka.
2. Apa yang akan menjadi akibat-akibatnya.
(1) Demikianlah mereka akan menderita sebab dosa-dosa
mereka: Orang akan membalaskan kemesuman mereka atas
mereka (ay. 49); dan mereka akan menanggung dosa-dosa
Kitab Yehezkiel 23:36-49
479
mereka lantaran mereka menyembah berhala-berhala (ay.
35, 49). Demikianlah Allah akan menegaskan kehormatan
hukum-Nya yang dilanggar dan pemerintahan-Nya yang
dirusak, dan membuat dunia tahu betapa Dia yaitu Allah
yang adil dan cemburu.
(2) Demikianlah mereka akan diputuskan dari dosa-dosa me-
reka. Aku akan menghentikan kemesuman di tanah itu (ay.
27, 48). Kehancuran kota Allah, seperti kematian orang-
orang kudus Allah, akan melakukan bagi mereka apa yang
sebelumnya tidak dapat dilakukan oleh ketetapan-ketetap-
an dan pemeliharaan-pemeliharaan ilahi. Kehancuran itu
akan menghapus dosa mereka, sehingga Yerusalem akan
bangkit dari dalam abunya dan menjadi bongkahan tanah
baru, seperti emas yang sesudah keluar dari perapian
menjadi murni dari sanganya.
(3) Dengan demikian kota-kota dan bangsa-bangsa lain akan
mendapat peringatan yang baik untuk menjauhkan diri
dari berhala-berhala. supaya semua kaum perempuan akan
memperhatikan peringatan itu dan tidak akan melakukan
kemesuman lagi seperti yang kamu lakukan. Inilah tujuan
dari hukuman terhadap para penjahat, yaitu supaya mere-
ka menjadi contoh bagi orang lain, yang akan melihat dan
menjadi takut. Jikalau si pencemooh dihukum, orang yang
tak berpengalaman menjadi bijak. Penghakiman-pengha-
kiman Allah atas sebagian orang dimaksudkan untuk
mengajar sebagian yang lain, dan berbahagialah mereka
yang menerima pengajaran darinya untuk tidak mengikuti
jejak para pendosa, supaya mereka jangan terperangkap
oleh jeratnya. Orang-orang yang mau diajar tentang hal ini
harus mengetahui bahwa ALLAH yaitu Tuhan (ay. 49),
bahwa Dia yaitu Pemerintah atas dunia, Allah yang meng-
hakimi di bumi, dan Ia tidak membedakan orang.
PASAL 24
alam pasal ini didapati dua khotbah, yang disampaikan pada
suatu kesempatan khusus. Keduanya berasal dari gunung
Sinai, gunung kengerian itu, keduanya juga datang dari gunung Ebal,
gunung kutukan. Keduanya berbicara mengenai nasib Yerusalem
yang menjelang tiba. Kesempatan di mana kedua khotbah ini disam-
paikan yaitu saat raja Babel tengah mengepung Yerusalem.
Tujuan khotbah yaitu untuk menunjukkan bahwa dalam penge-
pungan itu, raja Babel tidak saja akan menjadi penguasa atas tempat
itu, namun juga menjadi pembinasanya.
I. Melalui tanda daging yang direbus di dalam kuali (atau periuk
– pen.) di atas api, ditunjukkan berbagai kesengsaraan yang
akan ditanggung Yerusalem selama pengepungan berlangsung,
dan ini pantas baginya atas kenajisannya (ay. 1-14).
II. Melalui tanda larangan bagi Yehezkiel untuk tidak meratapi
kematian istrinya, ditunjukkan bahwa bencana-bencana yang
datang atas Yerusalem terlampau berat untuk diratapi. Begitu
hebatnya bencana itu sampai membuat mereka tenggelam di
dasarnya dalam keputusasaan yang senyap (ay. 15-27).
Perumpamaan Kuali yang Mendidih;
Penjelasan Mengenai Perumpamaan Itu
(24:1-14)
1 Pada tahun kesembilan, dalam bulan yang kesepuluh, pada tanggal
sepuluh bulan itu, datanglah firman TUHAN kepadaku: 2 “Hai anak manusia,
tuliskanlah tanggal hari ini, ya, tanggal hari ini. Pada hari ini juga raja Babel
mulai menyerang Yerusalem. 3 Ucapkanlah suatu perumpamaan kepada
kaum pemberontak dan katakanlah kepada mereka: Beginilah firman Tuhan
ALLAH: Taruhlah kuali di atas api, taruhlah, dan tuanglah juga air ke
dalamnya; 4 taruhlah potongan daging di dalamnya, semua potongan yang
d
482
baik, paha dan punggungnya; penuhilah itu dengan tulang-tulang pilihan.
5 Ambillah domba yang terpilih, dan susunlah juga kayu di bawahnya,
biarlah masakan itu mendidih dan tulang-tulangnya turut empuk di dalam-
nya. 6 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah kota yang
penuh hutang darah, kuali yang berkarat di dalamnya dan karatnya tidak
hilang dari padanya! Keluarkan potong demi potong dari dalamnya tanpa
memilih-milih. 7 Sebab darah yang dicurahkannya masih ada di tengah-
tengahnya; ia mencurahkannya di atas bukit batu yang gundul. Ia tidak
mencurahkannya di atas tanah, supaya ditutupinya dengan tanah. 8 Demi
amarah yang timbul dan rasa pembalasan yang bangkit Aku akan mencurah-
kan darahnya sendiri ke atas bukit batu yang gundul supaya jangan ditutupi.
9 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah kota yang penuh
hutang darah! Aku juga hendak memperbesar pancakanya. 10 Susunlah ba-
nyak kayu, nyalakan api, biarlah dagingnya masak betul, buanglah kuahnya
dan biarlah tulang-tulangnya hangus. 11 Letakkanlah periuk itu kosong di
atas bara api, supaya itu dibakar dan tembaganya menjadi merah, sehingga
kotorannya hancur di dalamnya dan karatnya hilang. 12 Aku bersusah payah
dengan sia-sia, sebab karatnya yang tebal tidak mau hilang dari padanya,
biar dalam api. 13 Oleh sebab engkau menajiskan dirimu dengan kemesum-
anmu, dan Aku ingin mentahirkan engkau, namun engkau tidak menjadi tahir
dari kenajisanmu, maka engkau tidak akan ditahirkan lagi, sampai Aku
melampiaskan amarah-Ku atasmu. 14 Aku, TUHAN, yang mengatakannya.
Hal itu akan datang, dan Aku yang akan membuatnya. Aku tidak melalaikan-
nya dan tidak merasa sayang, juga tidak menyesal. Aku akan menghakimi
engkau menurut perbuatanmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH.”
Di sini kita mendapati,
I. Pemberitahuan Allah kepada Yehezkiel di Babel mengenai penge-
pungan Nebukadnezar atas kota Yerusalem. Pemberitahuan itu
disampaikan tepat saat Nebukadnezar sedang melakukan pe-
nyerangan (ay. 2): “Hai anak manusia, perhatikanlah, raja Babel,
yang sekarang sedang berada di luar Babel bersama pasukan
perangnya, tidak engkau ketahui ke mana mereka pergi, namun
ketahuilah bahwa pada hari ini juga raja Babel mulai menyerang
Yerusalem.” Berkilo-kilo meter jauhnya, berhari-hari lamanya per-
jalanan dari Yerusalem menuju Babel. Mungkin laporan terakhir
dari pasukan mengatakan bahwa rencananya yaitu menyerang
kota Raba milik bani Amon, dan penyerbuan akan dimulai dengan
pengepungan atas kota itu. namun Allah mengetahui segalanya,
dan dapat memberitahukan kepada nabi itu, “Hari ini, pada saat
ini juga, Yerusalem dikepung, dan pasukan Kasdim telah men-
duduki depan kota.” Perhatikanlah, sebagaimana segala waktu,
begitu juga semua tempat, bahkan tempat paling terpencil sekali-
pun, semua dipenuhi hadirat Allah dan berada di bawah peng-
awasan-Nya. Ia memberitahukan sang nabi supaya sang nabi
meneruskan berita itu kepada bangsa itu, supaya saat berita itu
Kitab Yehezkiel 24:1-14
483
terbukti benar, sebagaimana mereka akan mengetahuinya segera
melalui laporan yang beredar di mana-mana, maka itu akan me-
neguhkan tugas perutusan sang nabi. supaya dengan demikian,
orang-orang itu dapat menyimpulkan bahwa sebab ia benar
dalam kabar yang disampaikannya itu, benar dalam nubuatnya,
maka pastilah ini disebabkan oleh kabar yang diterima sang nabi
dari Sorga.
II. Yehezkiel diperintahkan untuk mencatat pemberitahuan itu. Ia
harus mencatat di dalam kitabnya, dalam artikel catatan, bahwa
pada tahun kesembilan masa pembuangan raja Yoyakhin (sebab
sejak saat itulah Yehezkiel mulai mencatat tanggal [1:2], yang juga
merupakan tahun kesembilan pemerintahan Zedekia, sebab ia
mulai memerintah saat Yoyakhin dibawa pergi sebagai tawan-
an), dalam bulan kesepuluh, pada hari kesepuluh bulan itu, raja
Babel mulai mengepung Yerusalem. Dan penggalan yang tertera di
sini sangat sesuai dengan tanggal dalam catatan sejarah (2Raj.
25:1). Lihatlah, bagaimana Allah menyingkapkan berbagai perkara
kepada hamba-hamba-Nya, para nabi, khususnya hal-hal ber-
guna untuk menegaskan kata-kata mereka, dan dengan demikian
mengukuhkan iman mereka sendiri. Perhatikanlah, sangatlah
baik untuk mencatat tanggal dari peristiwa-peristiwa luar biasa,
sebab terkadang hal ini sangat membantu kita melihat dengan
lebih baik bagaimana kemuliaan Allah dinyatakan, serta juga
menjelaskan dan menegaskan nubuat-nubuat Alkitab. Allah me-
ngetahui semua pekerjaan-Nya (Kis. 15:18, KJV).
III. Sesudah itu, Yehezkiel diperintahkan untuk menyampaikan pem-
beritahuan itu kepada rakyat. Maksudnya supaya rakyat mengeta-
hui bahwa pengepungan Yerusalem yang sekarang sedang dimulai,
pasti akan berakhir dalam kehancurannya. Kabar ini harus ia sam-
paikan kepada kaum pemberontak, yaitu orang-orang buangan yang
ada di negeri Babel, supaya mereka meneruskan kabar itu kepada
orang-orang yang masih tinggal di tanah mereka sendiri. Kaum
pemberontak akan segera menjadi kaum yang binasa.
1. Sang nabi harus menunjukkan kehancuran ini dengan sebuah
tanda, sebab orang-orang bodoh ini perlu diajar seperti meng-
ajar anak-anak. Perbandingan yang digunakan yaitu dengan
memakai sebuah kuali yang mendidih. Hal ini sesuai dengan
484
penglihatan Yeremia bertahun-tahun lampau, di awal-awal
saat ia mulai menjabat sebagai seorang nabi. Mungkin saja
kesesuaian penglihatan kedua nabi ini dirancang untuk meng-
ingatkan orang-orang itu kembali mengenai penglihatan Yere-
mia itu (Yer. 1:13, Aku melihat sebuah periuk yang mendidih,
datangnya dari sebelah utara, dan penjelasannya tersurat
dalam pasa