Yehezkiel 15

 


Allah untuk menunjukkan belas kasihan. 

Jika ada satu orang saja yang berdiri di celah itu, seperti 

Abraham untuk Sodom, Dia akan mencarinya dan berkenan 

kepadanya.  

(4) Suatu pertanda buruk bagi suatu bangsa jika penghakiman 

dijatuhkan atas mereka, dan roh doa ditahan, sehingga 

tidak seorang pun ditemui yang akan memberi perkataan 

baik kepada mereka atau berbicara perkataan baik demi 

mereka.  

(5) Kalau sudah begitu, apakah yang dapat diharapkan selain 

kehancuran menyeluruh? Maka Aku mencurahkan geram-

Ku atas mereka (ay. 31), mencurahkannya dalam takaran 

penuh, sehingga murka itu menimpa mereka dalam aliran 

yang deras. Meskipun demikian, murka apa pun yang Allah 

Kitab Yehezkiel 22:23-31 

 451 

timpakan atas suatu bangsa, kelakuan merekalah yang 

ditimpakan atas kepala mereka, dan Allah tidak menghajar 

mereka lebih dari itu, bahkan jauh lebih ringan, daripada 

yang layak diterima kesalahan mereka. 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

PASAL  23  

asal yang panjang ini, seperti sebelumnya, pasal 16 dan 20,  

yaitu  sejarah tentang kemurtadan-kemurtadan umat Allah dari-

Nya, dan bagaimana kemurtadan-kemurtadan itu diperberat melalui 

perumpamaan tentang persundalan dan perzinahan jasmani. Di sini 

kerajaan Israel dan Yehuda, sepuluh suku dan dua suku, dengan ibu 

kota mereka, Samaria dan Yerusalem, dibahas secara sendiri-sendiri. 

Inilah,  

I. Kemurtadan Israel dan Samaria dari Allah (ay. 1-8) dan ke-

hancuran mereka sebab nya (ay. 9-10).  

II. Kemurtadan Yehuda dan Yerusalem dari Allah (ay. 11-21) 

dan hukuman yang dijatuhkan kepada mereka, bahwa mere-

ka dengan cara yang serupa akan dihancurkan sebab nya 

(ay. 22-35).  

III. Kefasikan mereka berdua bersama-sama (ay. 36-44) dan ke-

hancuran mereka berdua bersama-sama (ay. 45-49). Dan 

semua yang ditulis sebagai peringatan terhadap dosa-dosa 

penyembahan berhala, dosa mengandalkan kekuatan manu-

sia, dan mengadakan persekutuan dan permufakatan yang 

berdosa dengan orang-orang fasik (yaitu dosa-dosa yang di-

maksudkan di sini dengan melakukan persundalan), yaitu  

supaya  orang lain mendengar dan menjadi takut, dan tidak 

berdosa dengan menyerupai pelanggaran-pelanggaran Israel 

dan Yehuda. 


 454

Dosa-dosa Samaria dan Yerusalem 

(23:1-10)  

1 Datanglah firman TUHAN kepadaku: 2 “Hai anak manusia, ada dua orang 

perempuan, anak dari satu ibu. 3 Mereka bersundal di Mesir, mereka bersun-

dal pada masa mudanya; di sana susunya dijamah-jamah dan dada kepera-

wanannya dipegang-pegang. 4 Nama yang tertua ialah Ohola dan nama adik-

nya ialah Oholiba. Mereka Aku punya dan mereka melahirkan anak-anak 

lelaki dan perempuan. Mengenai nama-nama mereka, Ohola ialah Samaria 

dan Oholiba ialah Yerusalem. 5 Dan Ohola berzinah, sedang ia Aku punya. Ia 

sangat berahi kepada kekasih-kekasihnya, kepada orang Asyur, pahlawan-

pahlawan perang, 6 berpakaian kain ungu tua, bupati-bupati dan penguasa-

penguasa, semuanya pemuda yang ganteng, pasukan kuda. 7 Ia melakukan 

persundalannya dengan mereka, semuanya orang Asyur pilihan; ia menajis-

kan dirinya dengan semua orang, kepada siapa ia berahi dan dengan ber-

hala-berhalanya. 8 Ia tidak meninggalkan persundalannya yang dilakukannya 

sejak dari Mesir, sebab pada masa mudanya orang sudah menidurinya, dan 

mereka memegang-megang dada keperawanannya dan mencurahkan persun-

dalan mereka kepadanya. 9 Oleh sebab itu Aku menyerahkan dia ke dalam 

tangan kekasih-kekasihnya, dalam tangan orang Asyur, kepada siapa ia 

berahi. 10 Mereka menyingkapkan auratnya, anak-anaknya lelaki dan perem-

puan ditangkap dan ia sendiri dibunuh dengan pedang. Dengan demikian 

namanya dipercakapkan di antara kaum perempuan sebab hukuman telah 

dijatuhkan atasnya. 

Allah sudah sering kali berbicara kepada Yehezkiel, dan melalui dia 

kepada orang banyak, untuk maksud ini, namun  sekarang firman-Nya 

datang lagi. Sebab Allah berfirman hal yang sama satu dua kali, 

bahkan berkali-kali, namun  semua itu masih kurang, bahkan terlalu 

kurang, sebab orang tidak memperhatikannya. Perhatikanlah, untuk 

meyakinkan orang-orang berdosa akan kejahatan dosa, dan keseng-

saraan serta bahaya yang mengintai mereka sebab nya, perlu 

diberikan ajaran demi ajaran, sebab begitu enggannya kita mengeta-

hui yang terburuk dari diri kita sendiri. Para pendosa yang akan 

dibukakan di sini yaitu  dua orang perempuan, dua kerajaan, dua 

kerajaan bersaudara, Israel dan Yehuda, anak dari satu ibu, yang 

sudah lama menjadi satu bangsa. Kerajaan Salomo begitu besar, 

begitu padat penduduknya, sehingga segera sesudah  kematiannya 

kerajaan itu terbagi menjadi dua. Amatilah,  

1.  Tabiat mereka saat  mereka masih satu (ay. 3): Mereka bersundal 

di Mesir, sebab di sana mereka bersalah atas penyembahan ber-

hala, seperti yang sudah kita baca sebelumnya (20:8). Digambar-

kannya dosa-dosa yang paling menyulut murka Allah, dan yang 

paling menghancurkan bagi sebuah bangsa, dengan dosa persun-

dalan jelas-jelas menyiratkan betapa luar biasa berdosanya kena-

jisan itu, betapa menyakitkan, betapa menghancurkan. Tidak

Kitab Yehezkiel 23:1-10 

 455 

 diragukan lagi bahwa persundalan itu sendiri yaitu  salah satu 

dosa yang terburuk, sebab yang terburuk dari dosa-dosa lain 

dibandingkan dengannya di sini dan sering kali di tempat-tempat 

lain. Hal ini seharusnya menambah kebencian dan kengerian kita 

terhadap segala macam keinginan daging, segala penampakannya 

dan segala sesuatu yang mendekatinya, sebagai dosa yang ber-

juang melawan jiwa. Keinginan daging membuat para pendosa 

tergila-gila, tersihir, dan menjauhkan pikiran mereka dari Allah 

dan dari semua yang baik. Keinginan daging membuat hati nurani 

menjadi bejat, membuat mereka menjijikkan di mata Allah yang 

murni dan kudus, dan pada akhirnya menenggelamkan mereka 

dalam kehancuran dan kebinasaan.  

2. Nama-nama mereka saat  mereka menjadi dua (ay. 4). Kerajaan 

Israel disebut yang tertua, sebab  dialah yang pertama kali 

memutuskan hubungan, dan memisahkan diri dari keluarga para 

raja maupun para imam yang telah ditetapkan Allah. Kakak 

perempuan yang lebih besar (demikian kata yang dipakai), sebab 

sepuluh suku menjadi bagian dari kerajaan itu dan hanya dua 

suku menjadi bagian dari kerajaan yang lain. Allah berkata ten-

tang mereka berdua, mereka Aku punya, sebab mereka yaitu  

keturunan Abraham sahabat-Nya dan keturunan Yakub orang 

pilihan-Nya. Mereka mengikat kovenan dengan Allah, dan mem-

bawa serta bersama mereka tanda sunat mereka, meterai kove-

nan. Mereka Aku punya, dan sebab  itu kemurtadan mereka 

yaitu  ketidakadilan yang sebesar-besarnya. Kemurtadan mereka 

menjauhkan harta milik Allah, kemurtadan itu merupakan per-

buatan tidak tahu terima kasih yang paling hina terhadap Pem-

beri yang paling baik, dan pelanggaran yang durhaka dan khianat 

terhadap ikatan-ikatan yang paling sakral. Perhatikanlah, orang-

orang yang sudah mengaku sebagai umat Allah, namun  memberon-

tak dari-Nya, harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka 

jauh lebih besar daripada orang-orang yang tidak pernah mem-

buat pengakuan seperti itu. “Mereka Aku punya. Mereka menikah 

dengan-Ku, dan untuk-Ku mereka melahirkan anak-anak lelaki 

dan perempuan.” Ada banyak orang di antara mereka yang meng-

abdi pada kehormatan Allah, dan bekerja melayani-Nya, dan men-

jadi kekuatan dan keindahan dari kerajaan-kerajaan ini, sebagai-

mana anak-anak menjadi kekuatan dan keindahan bagi keluarga 

yang di dalamnya mereka dilahirkan. Dalam perumpamaan ini 


 456

Samaria dan kerajaan Israel menyandang nama Ohola – kemah-

nya sendiri, sebab  tempat-tempat ibadah yang dimiliki kerajaan 

itu dirancang dan dipilih oleh mereka sendiri, dan ibadahnya juga 

yaitu  temuan mereka sendiri. Allah tidak pernah mengakuinya. 

Kemahnya untuk dirinya sendiri (demikian sebagian orang meng-

artikannya). “Biarlah dia mengambilnya untuk dirinya sendiri, 

dan melakukan yang terbaik dengannya.” Yerusalem dan kerajaan 

Yehuda menyandang nama Oholiba – kemah-Ku ada di dalam dia, 

sebab  bait suci mereka yaitu  tempat yang dipilih Allah sendiri 

untuk menegakkan nama-Nya di sana. Ia mengakuinya sebagai 

milik-Nya, dan memberi  kehormatan kepada mereka dengan 

tanda-tanda kehadiran-Nya di sana. Perhatikanlah, dari orang-

orang yang berhubungan dengan Allah, dan mengakui nama-Nya, 

sebagian memiliki hak-hak istimewa dan keuntungan-keuntungan 

yang lebih besar daripada sebagian yang lain. Dan, sama seperti 

mereka yang memiliki lebih banyak, dengan begitu semakin tidak 

terampunkan jika mereka memberontak dari Allah, dan demikian 

pula mereka yang memiliki sedikit, tidak akan dimaafkan begitu 

saja.  

3. Tindakan kerajaan Israel yang secara khianat meninggalkan Allah 

(ay. 5): Ohola berzinah, sedang ia Aku punya. Meskipun kesepuluh 

suku telah meninggalkan kaum keluarga Daud, namun Allah 

tetap mengakui mereka sebagai milik-Nya. Walaupun Yerobeam, 

yang mendirikan anak lembu emas, berdosa, dan mengakibatkan 

orang Israel berdosa. Namun, selama mereka menyembah Allah 

Israel saja, meskipun melalui patung-patung, Ia tidak mencam-

pakkan mereka sepenuhnya. namun  jalan dosa itu terjal ke bawah. 

Ohola berzinah, membawa masuk penyembahan Baal (1Raj. 

16:31), mendirikan allah lain itu, allah sampah itu, untuk menan-

dingi Yehova (1Raj. 18:21). Seperti perempuan jalang sangat be-

rahi kepada kekasih-kekasihnya, sebab  mereka berpakaian rapi 

dan bersosok menawan, sebab  mereka muda dan tampan (ay. 6), 

berpakaian kain ungu tua, bupati-bupati dan penguasa-penguasa, 

pemuda yang ganteng, berbudi halus, dan dianggap sebagai 

orang-orang terhormat. Demikianlah ia sangat berahi terhadap 

tetangga-tetangganya, khususnya orang Asyur, yang telah mem-

perluas penaklukan-penaklukan mereka ke wilayah-wilayah di 

dekat mereka. Ia mengagumi berhala-berhala mereka dan me-

nyembahnya, mengagumi kemegahan istana-istana mereka dan 

Kitab Yehezkiel 23:1-10 

 457 

kekuatan pasukan mereka, dan ingin bersekutu dengan mereka 

dengan syarat apa pun, seolah-olah Allahya sendiri tidak cukup 

untuk diandalkan. Kita mendapati bahwa salah satu raja Israel 

memberi  seribu talenta perak kepada raja Asyur, untuk mena-

rik sang raja dalam kepentingan-kepentingannya (2Raj. 15:19). Ia 

sangat berahi kepada orang Asyur pilihan, sebagai orang yang 

layak dipercaya dan layak dipekerjakan untuk melayani pemerin-

tah (ay. 7), dan ia menajiskan dirinya dengan semua berhala mere-

ka. Perhatikanlah, makhluk apa saja yang kepadanya kita berahi, 

yang kita beri penghormatan, dan kita andalkan, kita menjadikan 

makhluk itu sebagai berhala. Dan apa saja yang kita jadikan 

berhala, dengannya kita menajiskan diri. Sekarang, sekali lagi, 

putusan yang menyatakan mereka bersalah itu melihat jauh ke 

belakang sejauh pada awal mula bangsa mereka: Ia tidak mening-

galkan persundalannya yang dilakukannya sejak dari Mesir (ay. 

8). Keadaan diri sebagai penyembah-penyembah berhala sejak di 

Mesir tidak pernah terlupakan oleh mereka. Mereka tidak bisa 

lupa bagaimana mereka sampai jatuh cinta pada berhala-berhala 

Mesir sekalipun mereka senantiasa takut terhadap penguasa-

penguasa Mesir yang lalim dan tuan-tuannya! sebab  itulah, 

(seperti yang sudah diamati sebagian orang) pada waktu Iblis 

bermegah telah menjelajah bumi dan mengaku segala sesuatu 

sebagai miliknya sendiri, maka untuk menyanggah pengakuan-

pengakuannya, Allah tidak berkata, Apakah engkau sudah mem-

perhatikan umat-Ku Israel di Mesir? (sebab  mereka telah menjadi 

penyembah-penyembah berhala, dan tidak bisa dibanggakan), 

melainkan, Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub di 

tanah Us? Dan kecenderungan yang bobrok dalam diri mereka ini, 

saat  mereka pertama kali dibentuk sebagai bangsa, yaitu  

perlambang dari kebobrokan asali yang lahir bersama diri kita 

dan terjalin erat dalam seluruh tubuh jasmani dan rohani kita, 

kecondongan yang kuat terhadap dunia dan daging, seperti ke-

condongan dalam diri orang-orang Israel terhadap penyembahan 

berhala. Kecondongan itu menyusup ke dalam tulang-tulang mere-

ka, dan tertanam dalam diri mereka lama sesudah itu, sehingga 

mereka tidak meninggalkan persundalan mereka yang mereka 

lakukan sejak dari Mesir. Kecondongan itu tidak akan pernah ke-

luar dari daging, sekalipun Mesir telah menjadi rumah perbudak-

an bagi mereka. Demikianlah, perasaan-perasaan dan kecende-


 458

rungan-kecenderungan yang bobrok yang kita bawa ke dalam 

dunia bersama kita tidak hilang dari kita, tidak dibersihkan dari 

kita, namun  tetap ada bersama kita, walaupun kesalahan yang di 

dalamnya kita dilahirkan yaitu  sumber dari segala malapetaka 

yang rentan menimpa kehidupan manusia.  

4. Kehancuran kerajaan Israel sebab  kemurtadan mereka dari Allah 

(ay. 9-10): Aku menyerahkan dia ke dalam tangan kekasih-keka-

sihnya. Allah pertama-tama dengan adil menyerahkan dia pada 

hawa nafsunya. Efraim bersekutu dengan berhala-berhala, biar-

kanlah dia, dan kemudian menyerahkan dia kepada kekasih-

kekasihnya. Negeri-negeri tetangga, yang penyembahan berhala-

nya ia ikuti dan yang persahabatannya ia andalkan, dan dengan 

demikian ia telah menghina Allah, sekarang dipakai sebagai alat-

alat kehancurannya. Orang Asyur, kepada siapa ia berahi, segera 

mengintai ketelanjangan tanahnya, menyingkapkan sisi butanya, 

untuk menyerangnya dari situ. Mereka melucutinya dari segala 

perhiasannya dan semua pertahanannya, dan dengan demikian 

menyingkapkan auratnya, dan membuatnya telanjang dan bugil. 

Mereka membawa anak-anaknya lelaki dan perempuan ke dalam 

pembuangan, membunuhnya dengan pedang, dan menghancur-

kan kerajaan itu serta menghabisinya. Kita mendapati cerita ini 

secara panjang lebar dalam 2 Raja-raja 17:6, dst. Di situ ditunjuk-

kan bahwa penyebab dari kehancuran kerajaan yang pernah ber-

kembang itu oleh orang Asyur yaitu  tindakan mereka yang me-

ninggalkan Allah Israel, berbakti kepada allah lain, dan hidup 

menurut adat istiadat bangsa-bangsa. sebab  perbuatan inilah 

Allah sangat murka kepada mereka, dan menjauhkan mereka dari 

hadapan-Nya (2Raj. 17:18). Dan bahwa orang Asyur, yang sudah 

begitu mereka sukai, yang akan dipakai untuk melaksanakan 

penghukuman-penghukuman atas mereka, yaitu  hal yang sangat 

luar biasa. Ini menunjukkan bagaimana Allah, dalam penghakim-

an yang benar, sering kali menjadikan sebagai cambuk sesuatu 

yang kepadanya hati para pendosa terpatri secara berlebihan. 

Iblis akan selama-lamanya menjadi penyiksa orang-orang berdosa 

yang tidak mau bertobat, yang sekarang mendengarkannya dan 

menurutinya sebagai penggoda. Demikianlah Samaria dipercakap-

kan di antara kaum perempuan, atau lebih tepatnya dipergunjing-

kan. Ia menjadi ternama (demikian kata yang dipakai). Bukan saja 

ia menjadi bahan pembicaraan, dan banyak dibicarakan, seperti

Kitab Yehezkiel 23:11-21 

 459 

 kehancuran kota-kota dan kerajaan-kerajaan memenuhi surat-

surat kabar, namun  juga ia dihancurkan seperti itu sebab  pe-

nyembahan-penyembahan berhalanya in terrorem – sebagai peri-

ngatan kepada semua orang supaya  berjaga-jaga untuk tidak 

melakukan hal yang serupa. Sama halnya jika  para penjahat 

yang terkenal dihukum di depan umum, hal itu membuat mereka 

demikian ternama, mendapat nama yang demikian buruk, supaya  

orang lain takut untuk mengambil jalan-jalan fasik yang telah 

membawa mereka pada akhir hidup yang sengsara dan memalu-

kan. Seluruh orang Israel akan mendengar dan menjadi takut (Ul. 

21:21). 

Dosa-dosa Samaria dan Yerusalem 

(23:11-21) 

11 Walaupun hal itu dilihat oleh adiknya, Oholiba, ia lebih berahi lagi dan 

persundalannya melebihi lagi dari kakaknya. 12 Ia berahi kepada orang 

Asyur, kepada bupati-bupati dan penguasa-penguasanya, kepada pahlawan-

pahlawan perang yang pakaiannya sangat sempurna, kepada pasukan kuda, 

semuanya pemuda yang ganteng. 13 Aku melihat bahwa ia menajiskan diri; 

kelakuan mereka berdua yaitu  sama. 14 Bahkan, ia menambah persundal-

annya lagi: ia melihat laki-laki yang terukir pada dinding, gambar orang-

orang Kasdim, diukir dalam warna linggam, 15 pinggangnya diikat dengan 

ikat pinggang, kepalanya memakai serban yang berjuntai, semuanya kelihat-

an seperti perwira, yang menyerupai orang Babel dari Kasdim, tanah kelahir-

an mereka. 16 Segera sesudah kelihatan oleh matanya ia berahi kepada mere-

ka dan mengirim suruhan kepada mereka ke tanah Kasdim. 17 Maka orang 

Babel datang kepadanya menikmati tempat tidur percintaan dan menajiskan 

dia dengan persundalan mereka; sesudah ia menjadi najis oleh mereka, ia 

meronta dari mereka. 18 Oleh sebab  ia melakukan persundalannya dengan 

terang-terangan dan memperlihatkan sendiri auratnya, maka Aku menjauh-

kan diri sebab  jijik dari padanya, seperti Aku menjauhkan diri dari adiknya. 

19 Ia melakukan lebih banyak lagi persundalannya sambil teringat kepada 

masa mudanya, waktu ia bersundal di tanah Mesir. 20 Ia berahi kepada ka-

wan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya 

seperti zakar kuda. 21 Engkau menginginkan kemesuman masa mudamu, 

waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu 

kegadisanmu. 

Nabi Hosea, pada masanya, mengamati bahwa kedua suku tetap 

hidup benar, dalam kadar yang besar, saat  kesepuluh suku sudah 

murtad. Dengan kebohongan Aku telah dikepung oleh Efraim, namun  

Yehuda memerintah dengan Allah dan setia bersama orang-orang 

kudus (Hos. 12:1, KJV). Dan ini sewajarnya diharapkan dari mereka: 

Jika engkau ini berzinah, hai Israel, janganlah Yehuda turut bersalah 

(Hos. 4:15). Namun hal ini tidak berlangsung lama. Akibat ketidak-


 460

cocokan yang menyedihkan antara kaum keluarga Daud dan kaum 

keluarga Ahab, penyembahan Baal pun dibawa masuk ke dalam 

kerajaan Yehuda, namun  oleh raja-raja yang mengadakan pembaruan 

dibersihkan lagi. Dan pada masa pembuangan sepuluh suku, yang 

terjadi pada masa pemerintahan Hizkia, keadaannya sudah membaik. 

Namun itu tidak berlangsung lama. Pada masa pemerintahan Ma-

nasye, segera sesudah  kerajaan Yehuda melihat kehancuran kerajaan 

Israel, mereka menjadi lebih bobrok daripada kerajaan Israel dalam 

kecintaannya yang berlebihan terhadap berhala-berhala (ay. 11). 

Bukannya menjadi lebih baik oleh peringatan yang diberikan kepada 

mereka dengan kehancuran itu, mereka malah menjadi lebih buruk 

sebab nya, seolah-olah mereka marah, sebab  TUHAN telah menyam-

bar Israel demikian hebatnya, dan sebab  itu menjadi tidak senang 

dengan-Nya dan tidak mau melayani-Nya. Bukannya hormat dan 

takut terhadap Dia sebagai Allah yang cemburu, mereka malah ber-

tambah menjauh dari-Nya, dan lebih menyukai allah-allah lain yang 

mau menerima pendamping-pendamping di samping mereka. Perhati-

kanlah, orang yang tidak mau menerima peringatan dari penghakim-

an-penghakiman Allah terhadap orang lain, yang melihat dari orang 

lain bagaimana kesudahan dosa namun tetap meremehkannya, mere-

ka itu sudah sewajarnya menantikan penghakiman-penghakiman 

Allah atas diri mereka sendiri. namun  sungguh buruk jika  orang 

menjadi lebih buruk oleh apa yang seharusnya menjadikan mereka 

lebih baik, dan jika  hawa nafsu mereka diusik dan digusarkan 

oleh apa yang dimaksudkan untuk menekan dan menundukkannya. 

Yerusalem bertambah buruk dalam persundalannya daripada Sama-

ria kakaknya dalam persundalannya. Hal ini sudah diamati sebelum-

nya bahwa Samaria tidak membuat setengahpun dari dosa-dosamu 

(16:51). 

I.   Yerusalem, kota yang dahulu setia sekarang sudah menjadi sundal 

(Yes. 1:21). Ia juga berahi kepada orang Asyur (ay. 12). Ia berga-

bung dalam persekutuan dengan mereka, bergabung dalam iba-

dah bersama-sama mereka, bertambah jatuh cinta dengan bupati-

bupati dan penguasa-penguasanya, dan menyerukan mereka 

sebagai orang-orang yang lebih halus dan lebih ulung daripada 

siapa saja yang pernah dihasilkan oleh tanah Israel. “Lihatlah 

betapa mewahnya, betapa rapinya, mereka berpakaian, pakaian-

nya sangat sempurna. Betapa bagusnya mereka menunggang 

Kitab Yehezkiel 23:11-21 

 461 

kuda, mereka yaitu  pasukan kuda. Betapa memesonanya mere-

ka dipandang mata, mereka semua pemuda yang ganteng.” Demi-

kianlah ia bertambah suka akan segala sesuatu yang asing dan 

merendahkan bangsanya sendiri. Bahkan agama bangsanya 

dianggap hina dan begitu-begitu saja, dan tidak dapat dibanding-

kan dengan kuil-kuil kafir yang menarik perhatian dan ceria. 

Demikianlah ia menambah persundalannya lagi. Ia jatuh cinta, 

jatuh dalam persekutuan, dengan orang-orang Kasdim. Hizkia 

sendiri bersalah atas hal ini saat  ia membanggakan raja Babel 

yang mendekatinya, dan menjamu utusan-utusannya dengan 

memperlihatkan semua harta bendanya kepada mereka (Yes. 

39:2). Dan perasaan senang itu semakin bertambah-tambah (ay. 

14). Ia berahi kepada ukiran para bupati dan penguasa Babel (ay. 

15-16). Ia bergabung dalam persekutuan dengan kerajaan itu, 

mengundang mereka untuk datang dan berdiam di Yerusalem, 

supaya  mereka dapat memperhalus sifat bangsa Yahudi dan 

membuatnya lebih sopan. Bahkan, mereka mengirimkan pola-pola 

patung, mezbah, dan kuil mereka, dan menggunakan semua itu 

dalam ibadahnya. Demikianlah ia menjadi najis oleh persundalan-

nya (ay. 17), dan dengan demikian ia melakukan persundalannya 

dengan terang-terangan (ay. 18), ia menyingkapkan kecondongan-

nya sendiri yang kuat pada penyembahan berhala. sesudah  ia 

merasa cukup dengan orang-orang Kasdim, dan menjadi bosan 

dengan mereka, dan ingin memutuskan persekutan dengan mere-

ka, seperti yang dilakukan Yoyakim dan Zedekia, ia meronta dari 

mereka (KJV: pikirannya menjauh dari mereka). Ia merayu orang-

orang Mesir, berahi kepada kawan-kawannya bersundal (ay. 20), 

ingin bersekutu dengan mereka. Dan, untuk memperkuat per-

sekutuan itu, ia ingin bergabung dengan mereka dalam penyem-

bahan berhala mereka, dan kemudian bergantung pada mereka 

sebagai pelindung terhadap bangsa-bangsa lain. Sebab begitu 

bijak, begitu kaya, dan begitu kuatnya bangsa Mesir, dan sudah 

sedemikian sempurna dalam penyembahan berhala, sehingga 

tidak ada bangsa lain yang dapat membuat mereka puas selain 

Mesir. Demikianlah mereka teringat kepada masa muda mereka 

(ay. 19), kemesuman masa muda mereka (ay. 21).  

1. Mereka menghibur diri dengan ingatan akan hal itu. saat  

hati mereka mulai terpatri pada Mesir, mereka menyemangati 

diri untuk mengandalkan kerajaan itu, sebab  mereka sudah 


 462

lama mengenalnya. Seolah-olah mereka masih dapat menge-

cap kenikmatan bawang prei dan bawang merah yang mereka 

makan di sana, atau lebih tepatnya penyembahan berhala 

yang mereka pelajari di sana, dan yang mereka bawa bersama 

mereka dari sana. saat  mereka mulai mengenal Mesir, mere-

ka teringat betapa dengan gembira nenek moyang mereka 

menyembah anak lembu emas, betapa indah musik dan tarian 

yang mereka lakukan saat penyembahan, yang mereka pelajari 

di Mesir. Dan mereka berharap bahwa sekarang mereka men-

dapat suatu dalih yang baik untuk melakukannya lagi. Demi-

kianlah ia melakukan lebih banyak lagi persundalannya, meng-

ulangi persundalan-persundalannya yang dulu, dan mendo-

rong dirinya sendiri untuk mendekati godaan-godaan pada 

saat ini, dengan mengingat kembali masa mudanya. Perhati-

kanlah, orang-orang yang bukannya merenungkan dosa-dosa 

mereka yang dulu dengan sedih dan malu, malah merenung-

kannya dengan senang dan bangga. Mereka itu melakukan 

kesalahan baru dengan berbuat demikian, menguatkan kebo-

brokan-kebobrokan mereka sendiri, dan sebagai akibatnya 

membangkang dan tidak mau bertobat. Ini seperti anjing kem-

bali ke muntahnya.  

2. Mereka menyebutnya ingatan Allah, dan menyulut-Nya untuk 

mengingatnya melawan mereka. Allah memang telah berkata 

bahwa Ia akan mengadakan perhitungan dengan mereka kare-

na anak lembu emas, berhala Mesir itu (Kel. 32:34). namun  

begitu sabarnya Allah itu sehingga Ia tampak sudah melupa-

kannya sampai mereka seolah-olah mengingatkan Dia akan 

hal itu lagi saat  bersekutu dengan orang Mesir untuk mela-

wan orang Kasdim. Dan pada hari pembalasan-Nya itu, seperti 

yang sudah dikatakan-Nya, Ia akan membalaskan dosa mere-

ka kepada mereka. Sangat jelas terlihat bagaimana perempuan 

yang berzinah ini berganti-ganti kekasih. Ia pertama-tama 

berahi kepada orang Asyur, kemudian ia berpikir bahwa orang 

Kasdim lebih bagus, dan merayu mereka. sesudah  beberapa 

saat lamanya, pikirannya menjauh dari mereka, dan ia ber-

pikir bahwa orang Mesir lebih kuat (ay. 20) dan ia harus mem-

bangun hubungan dekat dengan mereka. Hal ini menunjukkan 

kebodohan,  

Kitab Yehezkiel 23:11-21 

 463 

(1) Dari keinginan-keinginan daging. jika  keinginan daging 

dimanjakan, ia semakin ingin selalu dituruti dan berubah-

ubah, akan cepat jenuh namun  tidak pernah puas. Keingin-

an daging menuntut banyak keragaman, dan apa yang 

dicintai pada satu hari akan dibenci pada hari berikutnya. 

Unius adulterium matrimonium vocant – Satu perzinahan di-

sebut perkawinan, seperti yang diamati oleh Seneca, se-

orang pujangga Romawi.  

(2) Dari penyembahan berhala. Orang yang menganggap satu 

Allah terlalu sedikit tidak akan merasa cukup dengan sera-

tus allah, dan akan terus mencoba lebih banyak lagi, kare-

na mendapati semuanya tidak cukup.  

(3) Mencari pertolongan dari makhluk ciptaan. Kita pergi dari 

makhluk yang satu kepada yang lain, namun  dikecewakan 

oleh semuanya, dan tidak pernah bisa tenang sampai kita 

menjadikan Allah Israel sebagai pertolongan kita. 

II. Adillah bagi Allah yang setia itu untuk memberi surat cerai ke-

pada kota yang sekarang tidak setia ini, yang sudah menjadi 

sundal. Kecemburuan-Nya segera menyingkapkan kemesumannya 

(ay. 13): Aku melihat bahwa ia menajiskan diri, bahwa ia bejat, 

dan Aku melihat ke arah mana kecondongannya, bahwa kelakuan 

mereka berdua yaitu  sama, dan bahwa Yerusalem bertambah 

lebih buruk daripada Samaria. Sebab, seandainya kami menadah-

kan tangan kami kepada allah lain, masakan Allah tidak akan 

menyelidikinya? Tidak diragukan lagi Ia akan menyelidikinya. Dan 

jika  Ia telah menemukannya, bisakah Ia berkenan padanya? 

Tidak (ay. 18): Maka Aku menjauhkan diri sebab  jijik dari pada-

nya, seperti Aku menjauhkan diri dari adiknya. Bagaimana bisa 

Allah yang murni dan kudus itu tetap bersuka dalam angkatan 

yang mesum seperti itu? Perhatikanlah, dosa menjauhkan pikiran 

Allah dari si pendosa, dan itu sudah sewajarnya, sebab dosa ada-

lah menjauhnya pikiran si pendosa dari Allah. namun  celakalah, 

seribu kali celaka, orang-orang yang dari mereka pikiran Allah 

menjauh. Sebab kalau Allah berbalik dari seseorang, Ia akan 

berbalik melawan orang itu. 


 464

Hukuman terhadap Yerusalem 

(23:22-35)  

22 Oleh sebab itu, hai Oholiba, beginilah firman Tuhan ALLAH, memang eng-

kau sudah menjauhkan dirimu dari kekasih-kekasihmu, namun  sungguh, Aku 

akan menyuruh mereka bergerak melawan engkau; Aku akan membawa 

mereka melawan engkau dari sekitarmu: 23 orang Babel dan semua orang 

Kasdim, orang Pekod, orang Soa dan orang Koa, dan semua orang Asyur 

bersama mereka, pemuda yang ganteng, bupati-bupati dan para penguasa 

semuanya, perwira-perwira dan pahlawan-pahlawan perang, pasukan kuda 

semuanya. 24 Mereka datang melawan engkau dengan banyak kereta dan 

roda-roda dan dengan sekumpulan bangsa-bangsa; mereka akan menyusun 

perisai besar dan kecil dan ketopong di sekitarmu melawan engkau, dan Aku 

akan menyerahkan perkara ini di hadapannya dan mereka akan menghakimi 

engkau menurut hukum mereka. 25 Aku akan membalaskan cemburuan-Ku 

kepadamu, sehingga mereka memperlakukan engkau dengan kemurkaan, 

hidung dan telingamu akan dikerat dan sisamu akan mati rebah oleh 

pedang. Mereka akan menangkap anak-anakmu lelaki dan perempuan dan 

sisamu akan dimakan api. 26 Mereka akan menelanjangi engkau dan meram-

pas perhiasan-perhiasanmu. 27 Aku akan membuat engkau menghentikan 

kemesumanmu dan persundalanmu sejak dari tanah Mesir, sehingga engkau 

tidak lagi melirik kepada mereka dan tidak lagi mengingat-ingat orang Mesir. 

28 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku akan menyerahkan eng-

kau ke dalam tangan orang yang kaubenci, walaupun engkau sudah men-

jauhkan diri dari mereka. 29 Mereka akan memperlakukan engkau dengan 

kebencian dan akan merampas segala hasil jerih payahmu dan meninggalkan 

engkau telanjang bugil, sehingga aurat persundalanmu kelihatan. Kemesum-

anmu dan persundalanmu 30 mendatangkan hal ini atasmu, sebab  engkau 

bersundal dengan mengandalkan bangsa-bangsa dan menajiskan dirimu 

dengan berhala-berhala mereka. 31 Engkau hidup mengikuti kelakuan kakak-

mu, sebab itu Aku akan memberi engkau minum dari pialanya. 32 Beginilah 

firman Tuhan ALLAH: Engkau harus minum dari piala kakakmu, piala yang 

dalam dan lebar mulutnya, yaitu piala yang banyak isinya; menjadi tertawa-

an dan olok-olok engkau. 33 Engkau akan penuh kemabukan dan dukacita. 

Piala kengerian disertai kesunyian ialah piala kakakmu Samaria. 34 Engkau 

meminumnya beserta ampasnya, sampai mengunggis pecahan-pecahannya 

dan engkau merabitkan susumu. Sebab Aku yang mengatakannya, demi-

kianlah firman Tuhan ALLAH. 35 Oleh sebab itu, beginilah firman Tuhan 

ALLAH: Oleh sebab  engkau melupakan Aku dan membelakangi Aku, seka-

rang tanggung sendirilah kemesumanmu dan persundalanmu.” 

Yerusalem menjadi terdakwa dengan nama Oholiba, sebab ia, sebagai 

pengkhianat yang palsu terhadap Tuhannya yang berdaulat, Allah di 

sorga, dan tidak memiliki rasa takut terhadap-Nya, namun  digerakkan 

oleh dorongan setan, telah memberontak dan tidak lagi setia 

terhadap Dia. Ia telah merancang dan membayangkan untuk meng-

gulingkan pemerintahan-Nya. Ia tetap berhubungan dengan musuh-

musuh-Nya, dan bergabung dalam pemufakatan dengan mereka, dan 

dengan yang mengaku-ngaku sebagai ilah, untuk merendahkan 

mahkota dan martabat-Nya. Terhadap dakwaan ini ia mengaku, tidak 

bersalah: Aku tidak pernah menajiskan diriku, aku tidak pernah meng-

Kitab Yehezkiel 23:22-35 

 465 

ikuti para Baal. Namun ada bukti nyata mengenai perbuatannya itu 

yang sudah diketahui semua orang, dan ia dinyatakan bersalah atas 

perbuatan itu. Tidak ada alasan untuk membela diri mengapa peng-

hakiman harus diberikan dan hukuman dijalankan sesuai hukum. 

Oleh sebab itu, dalam ayat-ayat ini, kita mendapati hukumannya. 

I. Sekutu-sekutu lamanya harus ditentukan sebagai para algojo 

untuk melaksanakan hukuman bagi dia. Dan orang-orang yang 

telah dia rayu untuk menjadi pemimpin-pemimpinnya di dalam 

dosa sekarang akan dipakai sebagai alat-alat untuk menjalankan 

hukuman bagi dia (ay. 22): “Aku akan menyuruh kekasih-kekasih-

mu bergerak melawan engkau, orang-orang Kasdim, yang sebe-

lumnya begitu engkau kagumi dan ingin engkau dekati, namun  

yang kemudian dijauhi olehmu, dan yang engkau khianati dengan 

melanggar perjanjiannya.” Mereka disebut kekasih-kekasihmu (ay. 

22) namun juga orang yang kaubenci (ay. 28). Perhatikanlah, 

sudah biasa bahwa cinta yang penuh dosa cepat berubah menjadi 

kebencian, seperti cinta Amnon kepada Tamar. Hawa nafsu yang 

keras kepala dan tidak masuk akal itu sering kali sangat panas 

melawan orang-orang dan hal-hal yang belum lama mereka cintai 

dengan panas juga. Orang bodoh bertindak di luar batas. Bahkan, 

orang bijak sekalipun bisa saja melihat alasan untuk mengubah 

perasaan-perasaan mereka. Oleh sebab itu, sama seperti kita 

harus bergembira dan menangis seolah-olah kita tidak bergembira 

dan tidak menangis, demikian pula kita harus mencintai dan 

membenci seolah-olah kita tidak mencintai dan tidak membenci. 

Ita ama tanquam osurus – Mencintalah seperti orang yang bisa saja 

memiliki  alasan untuk merasa benci. 

II. Hukuman yang harus dilaksanakan terhadap Yerusalem sangat 

mengerikan. 

1. Musuh-musuhnya akan datang melawan dia dari sekitar (ay. 

22), yaitu orang-orang dari sejumlah negeri yang membentuk 

pasukan Kasdim (ay. 23), semuanya perwira-perwira dan pah-

lawan-pahlawan perang. Kemegahan, keagungan, dan penam-

pilan mereka yang menakjubkan membuat mereka tampak 

lebih ramah saat  datang sebagai sahabat untuk melindungi 

dan mengayomi Yerusalem, namun  tampak lebih menakutkan 


 466

saat  mereka datang untuk menghukum pengkhianatannya 

dan menginginkan apa yang tidak kurang dari kehancurannya.  

(1) Mereka akan datang dengan pasukan perang yang sangat 

besar (ay. 24), dengan kereta dan roda-roda yang dilengkapi 

dengan semua persediaan yang diperlukan untuk ber-

kemah, dengan persenjataan dan pelurunya, beserta segala 

perlengkapannya, dengan tentara yang besar, dan bersen-

jata lengkap.  

(2) Mereka akan memiliki keadilan di pihak mereka: “Aku akan 

menyerahkan perkara ini di hadapannya” (kebenaran dan 

juga kekuatan akan berpihak pada mereka. Raja Babel 

memiliki  alasan yang benar untuk berperang melawan 

raja Yehuda, sebab raja Yehuda telah melanggar persepa-

katannya dengan dia). “Dan sebab  itu mereka akan meng-

hakimi engkau, bukan saja menurut penghakiman-pengha-

kiman Allah, sebagai alat-alat keadilan-Nya, untuk meng-

hukum engkau atas penghinaan-penghinaan yang engkau 

lakukan terhadap-Nya, melainkan juga menurut hukum me-

reka, menurut hukum bangsa-bangsa, untuk menghukum 

engkau sebab  kelakuan-kelakuanmu yang berkhianat ter-

hadap mereka.” 

(3) Mereka akan menggencarkan perang dengan penuh kege-

raman dan kebencian. sebab  perang itu yaitu  perang ba-

las dendam, mereka akan memperlakukan engkau dengan 

kebencian (ay. 29). Hal ini akan membuat pelaksanaan hu-

kumannya lebih berat, bahwa pedang mereka akan dicelup-

kan dalam racun. Engkau membenci mereka, dan mereka 

akan memperlakukan engkau dengan kebencian. Orang 

yang membenci akan dibenci, dan akan diperlakukan de-

ngan kebencian.  

(4) Allah sendiri akan memimpin mereka, dan murka-Nya akan 

bercampur dengan murka mereka (ay. 25): Aku akan mem-

balaskan cemburuan-Ku kepadamu. Kecemburuan itulah 

yang akan menyalakan api ini, dan kemudian mereka akan 

memperlakukan engkau dengan kemurkaan. Walaupun 

orang berlaku dengan begitu penuh kebencian, begitu penuh 

kegeraman, terhadap kita, namun, jika kita memiliki Allah 

di pihak kita, kita tidak perlu takut terhadap mereka. 

Mereka tidak bisa benar-benar melukai kita. namun  jika 

Kitab Yehezkiel 23:22-35 

 467 

orang berlaku murka terhadap kita, dan Allah juga mem-

balaskan kecemburuan-Nya terhadap kita, maka apa jadi-

nya kita? 

2. Apa saja hukuman yang dijatuhkan di sini kepada perempuan 

jalang yang tersohor ini,  

(1) Bahwa semua yang dimilikinya akan dirampas. Pakaian 

dan perhiasan-perhiasan, yang dengannya ia berusaha 

membuat dirinya disukai kekasih-kekasihnya, semuanya 

ini akan dilucuti darinya (ay. 26). Segala sesuatu yang 

menjadi perhiasan pemerintahan mereka akan dirampas. 

“Mereka akan merampas segala hasil jerih payahmu, segala 

sesuatu yang telah engkau peroleh dari kerja kerasmu, dan 

akan meninggalkan engkau telanjang bugil” (ay. 29). Baik 

kota maupun desa akan menjadi miskin dan semua keka-

yaan dari keduanya akan disapu bersih.  

(2) Bahwa anak-anaknya akan dibawa ke dalam pembuangan. 

“Mereka akan menangkap anak-anakmu lelaki dan perem-

puan, dan memperbudak mereka (ay. 25). Sebab mereka 

yaitu  anak-anak sundal, tidak layak mendapat martabat 

dan hak-hak istimewa milik orang Israel” (Hos. 2:3).  

(3) Bahwa ia akan dinodai dan dibuat cacat: “Hidung dan teli-

ngamu akan dikerat. Mereka akan menandai engkau sebagai 

pelacur, dan membuatmu selama-lamanya menjijikkan” (ay. 

25). Ini mengisyaratkan banyaknya kekejaman yang dilaku-

kan tentara Kasdim kepada orang-orang Yahudi yang jatuh 

ke tangan mereka, yang mungkin mereka perlakukan se-

cara biadab. Sebagian orang memahami ini secara kiasan. 

Dan menurut mereka yang dimaksud dengan hidung ada-

lah martabat rajawi, dan telinga yaitu  martabat imamat. 

(4) Bahwa ia akan dipermalukan: Kemesumanmu dan persun-

dalanmu akan kelihatan (ay. 29), seperti, saat  penjahat 

dihukum, semua kejahatannya dibongkar, dan diucapkan 

berulang kali bagi kehinaannya. Apa yang tersembunyi 

akan dibukakan, dan apa yang sudah lama dilakukan akan 

diingat kembali.  

(5) Bahwa ia akan dilenyapkan dan dibinasakan: “Sisa bangsa-

mu yang telah luput dari kelaparan dan wabah penyakit 

akan mati rebah oleh pedang. Dan sisa-sisa rumahmu yang 


 468

belum dirobohkan di hadapanmu akan dimakan api” (ay. 

25). Dan ini akan menjadi akhir dari Yerusalem. 

III. sebab  ia sudah mengikuti jejak-jejak dosa Samaria, maka tiada 

lain ia harus menantikan nasib yang menimpa Samaria. Sudah 

biasa bahwa orang, dalam memberi  hukuman, melihat siapa 

yang dipakai sebagai contoh, demikian pula Allah dalam men-

jatuhkan hukuman ini atas Yerusalem (ay. 31, dst.): “Engkau 

hidup mengikuti kelakuan kakakmu, kendati dengan peringatan 

yang telah diberikan kepadamu, melalui akibat-akibat yang me-

matikan dari kefasikannya. Oleh sebab itu, Aku akan memberi 

engkau minum dari pialanya, bagian dari kesengsaraannya, ke 

dalam tanganmu, piala murka Tuhan, yang bagimu akan menjadi 

piala dengan isinya yang memusingkan.” Nah,  

1. Piala ini dikatakan dalam dan lebar mulutnya, dan banyak isi-

nya (ay. 32), yaitu berlimpahnya murka Allah dan berlimpah-

nya kesengsaraan, sebagai buah-buah dari murka itu. Piala itu 

yaitu  piala yang sedemikian rupa seperti yang kita baca 

dalam Yeremia 25:15-16. Piala pembalasan ilahi menampung 

banyak, dan demikianlah yang akan didapati orang-orang yang 

ke dalam tangan mereka piala itu diserahkan.  

2. Mereka akan disuruh minum dari piala ini beserta ampas-

ampasnya, seperti yang disuruhkan kepada orang fasik (Mzm. 

75:9): “Engkau meminumnya beserta ampasnya, bukan sebab  

enak, melainkan sebab  dipaksakan kepadamu (ay. 34). 

Engkau akan mengunggis pecahan-pecahannya dan merabit-

kan susumu, sebab  kesal dengan rasa pahit yang luar biasa 

dari piala ini, sebab piala itu diliputi kehangatan murka TUHAN 

(Yes. 51:20). Seperti orang yang sedang merasakan penderita-

an hebat menjambak-jambak rambut mereka, dan melempar-

kan segala sesuatu di dekat mereka. sebab  tidak mendapati 

obat penawar, namun  isi piala itu harus diminum (sebab Aku 

yang mengatakannya, demikianlah firman Tuhan ALLAH), 

engkau tidak akan bersabar saat  meminumnya.”  

3. Mereka akan mabuk olehnya, menjadi sakit, dan hilang akal, 

seperti orang mabuk, berjalan sempoyongan, tersandung, dan 

segera jatuh (ay. 33): Engkau akan penuh kemabukan dan 

dukacita. Perhatikanlah, kemabukan selalu disertai dengan 

dukacita, sampai sedemikian rupanya sehingga kebingungan 

Kitab Yehezkiel 23:22-35 

 469 

dan keguncangan diri yang sejadi-jadinya digambarkan di sini. 

Siapa yang menyangka kemabukan justru menjadi dosa 

tercinta bagi banyak orang? Padahal daya kuasanya begitu he-

bat menimpa kodrat manusia, mendatangkan aib bagi kodrat 

itu, membuat manusia terampas akal budinya, membuat 

hidupnya kacau-balau sehabis-habisnya, dan sebab  itu sung-

guh menyengsarakan diri, sampai membuat orang mengutuk 

jiwa mereka sendiri dengan menyakiti tubuh mereka sendiri? 

Siapa mengaduh dan siapa mengeluh seperti mereka? (Ams. 

23:29).  

4. sebab  begitu mabuknya, mereka akan menjadi, seperti yang 

pantas didapatkan para pemabuk, bahan tertawaan bagi semua 

orang di sekitar mereka (ay. 32): Menjadi tertawaan dan olok-

olok engkau, sebab  engkau bertindak konyol dalam segala se-

suatu yang engkau lakukan. jika  Allah hendak menghancur-

kan sebuah bangsa, Ia membuat para hakim mereka bodoh dan 

mendatangkan penghinaan kepada para pemuka mereka (Ayb. 

12:17, 21). 

IV. Dalam semuanya ini Allah akan dibenarkan, dan melalui semuanya 

ini mereka akan diperbarui. Dan dengan demikian, bahkan akhir 

dari masalah ini yaitu  kemuliaan Allah dan kebaikan mereka.  

1. Mereka sudah berperilaku buruk, sangat buruk, dan itu mem-

benarkan Allah dalam segala sesuatu yang ditimpakan atas 

mereka (ay. 30): Aku akan mendatangkan hal ini atasmu, kare-

na engkau bersundal dengan mengandalkan bangsa-bangsa, 

dan (ay. 35) oleh sebab  engkau melupakan Aku dan membela-

kangi Aku. Perhatikanlah, perbuatan melupakan Allah dan 

menghina Dia, sampai tidak peduli bahwa mata-Nya meng-

awasi kita dan Dia berkuasa atas kita, mendasari semua 

tindakan kita yang meninggalkan Dia dengan berkhianat dan 

berzinah. Itulah mengapa orang mengejar-ngejar berhala, se-

bab mereka melupakan Allah, dan kewajiban-kewajiban 

mereka terhadap-Nya. Itulah juga sebabnya mengapa sampai 

mereka memandang dengan giurnya umpan-umpan dosa, jika 

mereka tidak lebih dulu membelakangi Allah, menganggap-Nya 

tidak layak untuk diperhatikan. Dan orang-orang yang meng-

hina Allah sedemikian rupa, bagaimana mereka bisa berpikir 

perbuatan itu tidak akan berbalik menimpa diri mereka sendiri 


 470

pada akhirnya? Sekarang tanggung sendirilah kemesumanmu 

dan persundalanmu. Yaitu, engkau akan menanggung hukum-

annya, dan engkau sendiri yang harus dipersalahkan. Tidak 

ada yang bisa menenggelamkan orang selain beratnya dosa-

dosa mereka sendiri. Dan orang yang tidak mau berpisah de-

ngan kemesuman dan persundalan mereka harus menang-

gung hukumannya.  

2. Mereka akan menjadi lebih baik, jauh lebih baik, dan api ini, 

meskipun memakan habis banyak orang, akan memurnikan 

orang-orang yang tersisa (ay. 27): Aku akan membuat engkau 

menghentikan kemesumanmu dan persundalanmu. Penghakim-

an-penghakiman yang didatangkan atas mereka oleh dosa-

dosa mereka memisahkan antara mereka dan dosa-dosa mere-

ka, dan pada akhirnya mengajar mereka untuk berkata, Apa-

kah lagi sangkut paut kami dengan berhala-berhala? Amatilah, 

(1) Betapa berurat akarnya penyakit itu: Persundalanmu sejak 

dari tanah Mesir. Kecenderungan mereka pada penyembah-

an berhala sudah ada sejak awal dan bersifat bawaan, 

penyembahan berhala yang mereka lakukan sudah terjadi 

sejak dulu kala, dan sudah menjadi semacam aturan 

sebab  kebiasaan yang lama dijalankan.  

(2) Betapa tuntasnya kesembuhan itu meskipun demikian: 

“Walaupun kecenderungan itu sudah berakar, namun ia 

akan dihentikan, sehingga engkau bahkan tidak akan lagi 

melirik kepada berhala-berhala, atau mengingat-ingat orang 

Mesir lagi dengan hati yang senang.” Mereka akan meng-

hindari kesempatan-kesempatan yang menuntun pada 

dosa ini, sebab mereka bahkan tidak akan melirik pada 

berhala, supaya  jangan hati mereka tanpa sadar mengikuti 

mata mereka. Dan mereka akan meninggalkan semua ke-

cenderungan terhadapnya: “Mereka tidak akan mengingat-

ingat Mesir. Mereka tidak akan menyimpan sedikit pun 

rasa sayang yang pernah mereka miliki terhadap berhala-

berhala sejak kelahiran bangsa mereka.” Mereka mem-

peroleh kecenderungan itu, melalui kebobrokan kodrat, 

dalam perbudakan mereka di Mesir, dan kehilangan kecen-

derungan itu, melalui anugerah Allah, dalam pembuangan 

mereka di Babel. Dan hal ini merupakan buah yang penuh 

berkat dari anugerah Allah, yaitu penghapusan dosa,

Kitab Yehezkiel 23:36-49 

 471 

 bahkan dosa itu. Sehingga kalau sebelum pembuangan, 

tidak ada bangsa (dengan menimbang segala seginya) yang 

lebih begitu bernafsu terhadap berhala-berhala dan pe-

nyembahan berhala daripada mereka, maka sesudah  pem-

buangan tidak ada bangsa yang lebih keras menentang ber-

hala-berhala dan penyembahan berhala daripada mereka. 

Israel dan Yehuda Didakwa;  

Penghakiman-penghakiman Dinubuatkan 

(23:36-49)  

36 Lalu TUHAN berfirman kepadaku: “Hai anak manusia, maukah engkau 

menghakimi Ohola dan Oholiba dan memberitahukan kepada mereka per-

buatan-perbuatannya yang keji? 37 Sebab mereka berzinah, tangan mereka 

berlumuran darah dan mereka berzinah dengan menyembah berhala-ber-

halanya, bahkan anak-anak lelaki mereka yang dilahirkan bagi-Ku dipersem-

bahkannya sebagai korban dalam api kepada berhala-berhalanya menjadi 

makanan. 38 Selain itu hal ini juga mereka lakukan terhadap Aku, mereka 

menajiskan tempat kudus-Ku pada hari itu dan melanggar kekudusan hari-

hari Sabat-Ku. 39 Dan sedang mereka menyembelih anak-anak mereka untuk 

berhala-berhalanya, mereka datang pada hari itu ke tempat kudus-Ku dan 

melanggar kekudusannya. Sungguh, inilah yang dilakukan mereka di dalam 

rumah-Ku. 40 Tambahan lagi mereka meminta orang-orang datang dari tem-

pat yang jauh dengan menyuruh suruhan memanggil mereka, dan sungguh, 

mereka datang. Demi kedatangan mereka engkau mandi bersih-bersih, 

mencalak alismu dan menghias dirimu dengan perhiasan-perhiasan. 41 Eng-

kau duduk di tempat tidur yang serba indah dan di hadapannya meja dengan 

hidangan yang disajikan; di atas tempat tidurmu itu kautaruh ukupan-Ku 

dan minyak-Ku. 42 Lalu kedengaranlah suara keramaian hidup bersenang-

senang padanya dan kepada orang-orang dari orang banyak ditambahkan 

lagi pemabuk-pemabuk dari padang gurun. Mereka mengenakan gelang pada 

tangannya dan mahkota kemuliaan di atas kepalanya. 43 Aku berkata: Apa-

kah bunga yang layu ini masih melakukan perzinahan? Orang bersundal 

dengan dia, bahkan dengan dia. 44 Mereka datang kepadanya seperti orang 

mendatangi perempuan sundal. Demikianlah mereka datang kepada Ohola 

dan Oholiba untuk melakukan kemesuman. 45 namun  orang-orang yang benar 

saleh akan menghakimi mereka seperti orang menghakimi perempuan-

perempuan yang berzinah dan yang menumpahkan darah, sebab mereka 

yaitu  perempuan-perempuan berzinah dan tangan mereka berlumuran 

darah.” 46 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: “Biarlah bangkit sekumpul-

an orang melawan mereka dan biarkanlah mereka menjadi kengerian dan 

rampasan. 47 Kumpulan orang ini akan melontari mereka dengan batu dan 

memancung mereka dengan pedangnya, membunuh anak-anak lelaki dan 

anak-anak perempuan mereka dan membakar habis rumah-rumah mereka. 

48 Aku akan menghentikan kemesuman di tanah itu dan semua kaum perem-

puan akan memperhatikan peringatan itu dan tidak akan melakukan keme-

suman lagi seperti yang kamu lakukan. 49 Orang akan membalaskan keme-

sumanmu atasmu dan kamu harus menanggung dosa-dosamu lantaran 

kamu menyembah berhala-berhala. Dan kamu akan mengetahui bahwa 

Akulah Tuhan ALLAH.”     


 472

sesudah  kesepuluh suku dibawa ke dalam pembuangan, dan kerajaan 

itu dibuat sunyi sepi, sisa-sisanya secara perlahan-lahan bergabung 

dengan kerajaan Yehuda, dan berdiam (banyak dari mereka) di 

Yerusalem. Sehingga kedua saudara itu pada akhirnya menjadi satu 

lagi. Oleh sebab itu, dalam ayat-ayat ini, sang nabi memberi  

tugas bersama kepada mereka yang sudah bergabung itu: “Maukah 

engkau menghakimi Ohola dan Oholiba bersama-sama? (ay. 36). 

Apakah engkau mau mencari-cari alasan untuk memaafkan mereka? 

Engkau melihat bahwa masalahnya sudah begitu buruk sehingga 

tidak ada alasan apa pun yang bisa diterima.” Atau lebih tepatnya, 

“Sekarang engkau akan dipekerjakan, dalam nama Allah, untuk 

menghakimi mereka (20:4). Masalahnya justru bertambah buruk dan 

bukan bertambah baik sejak persatuan itu.” 

I. Buatlah mereka melihat dosa-dosa yang menjadi kesalahan mere-

ka: Beritahukan kepada mereka secara terang-terangan dan be-

rani perbuatan-perbuatan mereka yang keji.  

1. Mereka telah bersalah atas penyembahan berhala yang men-

jijikkan, yang di sini disebut perzinahan. Mereka berzinah 

dengan menyembah berhala-berhala mereka (ay. 37), telah 

melanggar perjanjian nikah mereka dengan Allah, telah bernaf-

su untuk memuaskan pikiran duniawi dan kedagingan dengan 

menyembah berhala. Ini yaitu  kekejian pertama dan paling 

buruk yang harus didakwakannya kepada mereka.  

2. Mereka telah melakukan pembunuhan-pembunuhan yang pa-

ling biadab, dengan mengorbankan anak-anak mereka kepada 

Molokh, dosa yang begitu tidak wajar sehingga mereka pantas 

mendengar tentangnya pada setiap kesempatan: Tangan mere-

ka berlumuran darah, darah tak berdosa, darah anak-anak 

mereka sendiri, yang telah mereka persembahkan sebagai 

korban dalam api (ay. 37). Bukan supaya  anak-anak mereka 

menjadi persembahan bagi berhala-berhala, melainkan supaya  

dimakan habis oleh api, suatu pertanda bahwa mereka lebih 

mencintai berhala-berhala mereka daripada apa yang paling 

mereka sayangi di dunia. 

3. Mereka telah menajiskan hal-hal sakral yang dengannya Allah 

telah menjunjung martabat mereka dan mengistimewakan 

mereka. Hal ini mereka lakukan terhadap Aku, penghinaan ini, 

kejahatan ini (ay. 38). Setiap penghinaan yang dilakukan ter-

Kitab Yehezkiel 23:36-49 

 473 

hadap apa yang kudus, berarti menghina Dia sebagai sumber 

kekudusan, menghina Dia yang sebab  hubungan dengan 

Dialah apa saja bisa dikatakan kudus. Allah telah mendirikan 

tempat kudus-Nya di antara mereka, namun  mereka menajis-

kannya, dengan menjadikannya sebagai tempat berjualan, 

sarang penyamun. Bahkan, dan jauh lebih buruk, di sana 

mereka mendirikan berhala-berhala mereka dan menyembah-

nya, dan di sana mereka menumpahkan darah nabi-nabi 

Allah. Allah telah mewahyukan kepada mereka hari-hari 

Sabat-Nya yang kudus, namun  mereka menajiskannya, dengan 

melakukan segala macam pekerjaan yang rendah pada hari 

itu. Atau mungkin dengan berolahraga dan bersenang-senang 

pada hari itu, yang tidak hanya dilakukan, namun  juga diper-

bolehkan dan didorong, oleh pihak yang berwenang. Mereka 

menajiskan tempat kudus pada hari yang sama mereka me-

langgar kekudusan hari-hari Sabat. Menajiskan tempat kudus 

pada hari apa saja sudah buruk, apalagi sampai melakukan-

nya pada hari Sabat. Kita biasa berkata bahwa semakin baik 

harinya, semakin baik pula perbuatannya. namun  di sini, sema-

kin baik harinya, semakin buruk perbuatannya. Allah mem-

beri perhatian pada keadaan-keadaan yang menambah kesa-

lahan dosa. Ia menunjukkan bagaimana mereka menajiskan 

tempat kudus maupun hari Sabat (ay. 39). Mereka menyem-

belih anak-anak mereka, dan mengorbankan mereka untuk 

berhala-berhala, yang sangat menghina baik Allah maupun 

kodrat manusia. Dan kemudian mereka datang, pada hari 

yang sama, dengan tangan yang berlumuran darah anak-anak 

mereka, dan dengan pakaian yang ternoda oleh darah itu, 

untuk mengikuti ibadah di tempat kudus Allah. Mereka datang 

bukan untuk meminta pengampunan atas apa yang telah 

mereka perbuat, melainkan untuk menunjukkan diri mereka 

di hadapan-Nya, seperti yang dilakukan orang-orang Israel 

lain, dengan berharap akan diterima oleh-Nya, kendati dengan 

kejahatan-kejahatan yang menjadi kesalahan mereka ini. 

Seolah-olah Allah tidak mengetahui kefasikan mereka atau 

tidak membencinya. Demikianlah mereka menajiskan tempat 

kudus, seolah-olah tempat itu yaitu  perlindungan bagi 

penjahat-penjahat bejat. Sebab demikianlah yang mereka per-

buat di dalam rumah-Nya. Perhatikanlah, sungguh menajiskan 


 474

ketetapan-ketetapan Allah yang khidmat jika  orang-orang 

duniawi secara menjijikkan dan terang-terangan, dan keji 

secara kurang ajar dan tak mau bertobat, mengganggu ibadah-

ibadah dan hak-hak istimewa dari ketetapan-ketetapan itu. 

Jangan kamu memberi  barang yang kudus kepada anjing. 

Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari?  

4. Mereka bertunangan dengan pihak-pihak asing, membangga-

banggakan mereka, dan menaruh keyakinan pada mereka. Hal 

ini juga digambarkan oleh dosa perzinahan, sebab perzinahan 

yaitu  meninggalkan Allah, yang tidak hanya kepada-Nya saja 

mereka harus memberi  penghormatan dan bukan kepada 

berhala-berhala, namun  juga pada-Nya mereka harus menaruh 

harapan mereka, dan bukan pada makhluk ciptaan. Israel 

yaitu  umat kesayangan, harus diam tersendiri dan tidak 

dihitung di antara bangsa-bangsa kafir. Mereka menajiskan 

mahkota mereka, dan menaruh kehormatan mereka di dalam 

debu, saat  mereka ingin menjadi seperti bangsa-bangsa lain 

atau bersekutu dengan bangsa-bangsa itu. namun  hal ini sudah 

mereka lakukan sekarang. Mereka sudah masuk ke dalam 

persekutuan dengan orang Asyur, orang Kasdim, dan orang 

Mesir, kerajaan-kerajaan yang paling terkenal dan paling kuat 

kala itu. namun  mereka memandang rendah persekutuan de-

ngan kerajaan-kerajaan dan pemerintahan-pemerintahan kecil 

yang ada di dekat mereka, yang sebenarnya bisa saja lebih 

berguna bagi mereka. Perhatikanlah, ingin mengenal dan ber-

hubungan dengan orang-orang besar sering kali menjadi jerat 

bagi orang-orang baik. Mari kita lihat bagaimana Yerusalem 

ingin mendekati sekutu-sekutunya yang berkedudukan tinggi, 

sebab  berpikir bahwa dengan begitu ia dapat membuat diri-

nya besar.  

(1) Ia secara pribadi meminta supaya  duta negara lain diutus 

untuk datang kepadanya (ay. 40): Kamu meminta orang-

orang datang dari tempat yang jauh. Tampaknya, pada 

waktu itu, negeri-negeri tetangga tidak memiliki  keingin-

an untuk bersekutu dengan Yerusalem, namun  ia sendiri 

yang mendatangi mereka, dan mengirim orang suruhan 

supaya  mereka ingin mendekatinya: dan sungguh, mereka 

datang. Orang-orang yang paling bijak dan paling baik 

sekalipun bisa saja tanpa terhindarkan ditarik ke dalam 

Kitab Yehezkiel 23:36-49 

 475 

pertemanan dan pergaulan dengan orang-orang yang dur-

haka dan fasik. namun  bukanlah suatu pertanda kebijak-

sanaan ataupun kebaikan untuk menginginkan kedekatan 

dengan orang-orang seperti itu dan mendambakannya.  

(2) Persiapan besar dibuat untuk menyambut menteri-menteri 

luar negeri ini, untuk kedatangan dan penampilan mereka 

di depan umum. Hal ini untuk menggambarkan bagaimana 

seorang pezinah berjerih payah untuk membuat dirinya 

terlihat cantik. Seperti Izebel, engkau mencalak alismu dan 

menghias dirimu dengan perhiasan-perhiasan (ay. 40). Raja 

dan para penguasa menyuruh dibuatkan pakaian-pakaian 

baru, membereskan ruang-ruang negara, memperindah 

perabotannya, dan membuatnya tampak segar. Engkau 

duduk di tempat tidur yang serba indah (ay. 41), takhta 

yang megah; di hadapannya meja dengan hidangan yang 

disajikan; di atas tempat tidurmu itu kautaruh ukupan-Ku 

dan minyak-Ku. Hal ini entah,  

[1] Sebuah jamuan untuk para duta dari kerajaan-kerajaan 

tetangga itu, sebuah sambutan yang mewah, yang selaras 

dengan persiapan-persiapan lain. Ada ukupan untuk 

membuat ruangan harum semerbak dan minyak untuk 

mengurapi kepala mereka. Atau,  

[2] Sebuah mezbah sudah diperlengkapi untuk digunakan 

para duta itu dalam melakukan upacara penyembahan 

berhala mereka, agar mereka tahu bahwa orang-orang 

Israel tidak begitu kaku, namun  bisa mengizinkan orang 

asing untuk menjalankan agama mereka dengan bebas 

di antara orang-orang Israel, dan menyediakan ruang-

ruang doa untuk mereka. Bahkan, orang-orang Israel 

akan menyenangkan mereka begitu jauh sampai ikut 

bergabung dengan mereka dalam ibadah-ibadah mere-

ka. Meskipun hukum Allah orang Israel menentangnya, 

mereka bisa dengan mudah mengesampingkannya demi 

menghibur seorang teman. Minyak dan ukupan itu 

disebut Allah sebagai milik-Nya, bukan hanya sebab  

keduanya yaitu  pemberian dari pemeliharaan-Nya, 

melainkan juga sebab  keduanya seharusnya dipersem-

bahkan di atas mezbah-Nya. Hal ini memperparah dosa 


 476

mereka yang melayani berhala-berhala beserta para 

penyembah berhala itu (Hos. 2:7).  

(3) Ada sukacita besar pada saat kedatangan mereka, seolah-

olah itu merupakan berkat yang sedemikian besar yang 

tidak pernah terjadi pada Yerusalem sebelumnya (ay. 42): 

Lalu kedengaranlah suara keramaian hidup bersenang-se-

nang padanya. Orang banyak sangat bersuka, sebab mere-

ka menganggap diri mereka sangat aman dan berbahagia 

sebab  sekarang sudah memiliki sekutu-sekutu yang kuat 

seperti itu. Oleh sebab itu, mereka mengiringi para duta itu 

dengan pekik-pekik sorak dan teriakan-teriakan sukacita. 

Ada kumpulan besar orang yang datang ke istana pada 

kesempatan ini. Orang-orang dari orang banyak ada di sana 

untuk menyemarakkan kekhidmatannya, dan untuk me-

nambah ramai kerumunannya. Dan ditambahkan lagi 

orang-orang Syeba dari padang gurun. Tafsiran yang agak 

luas membacanya pemabuk-pemabuk dari padang gurun, 

yang hendak bersulang untuk kesehatan dan kesejahtera-

an persekutuan yang besar ini dan membuat orang ikut 

hanyut di dalamnya, dan mereka juga paling berisik ber-

teriak pada kesempatan ini. Siapa pun mereka, untuk 

menghormati para duta itu, mereka mengenakan gelang 

pada tangan mereka dan mahkota kemuliaan di atas kepala 

mereka, yang membuat iring-iringannya tampak sangat 

indah. 

(4) Allah melalui nabi-nabi-Nya memperingatkan mereka untuk 

tidak membentuk persekutuan-persekutuan yang membaha-

yakan ini dengan orang-orang asing (ay. 43): “Aku berkata: 

Apakah bunga yang layu ini masih melakukan perzinahan, 

yang sejak semula senang bersekutu dengan orang-orang 

kafir, senang menjodohkannya dengan keluarga mereka 

(Hak. 3:6), dan sesudah  itu bersekutu dengan kerajaan-

kerajaan mereka. Dan, meskipun sering dikecewakan de-

ngan persekutuan seperti itu, ia tidak pernah mau dibujuk 

untuk meninggalkannya (ini yaitu  perzinahan yang sudah 

lama dilakukannya). Aku berkata, Apakah mereka sekarang 

akan bersundal dengan dia, dan dia dengan mereka? (KJV). 

Tentunya kali ini pengalaman dan pengamatan akan 

meyakinkan baik mereka maupun dia bahwa persekutuan 

Kitab Yehezkiel 23:36-49 

 477 

antara bangsa Yahudi dan bangsa kafir tidak akan pernah 

bisa menguntungkan kedua belah pihak.” Mereka yaitu  

besi dan tanah liat, yang tidak akan pernah bercampur, 

tidak pula Allah akan memberkati persekutuan seperti itu, 

atau tersenyum melihatnya. namun  , tampaknya, kare-

na sudah lama melakukan perzinahan-perzinahan ini, 

bukannya tidak mau lagi melakukannya, seperti yang akan 

dipikirkan orang, ia justru semakin lancang dan tak ter-

puaskan dalam melakukannya. Sebab, meskipun ia sudah 

sedemikian dinasihati akan kebodohan dari perzinahan, 

namun mereka datang kepadanya (ay. 44). Sebuah tawaran 

pun segera diterima, dan persekutuan dibuat, pertama-

tama dengan pemerintah asing yang satu, kemudian de-

ngan pemerintah asing yang lain. Samaria melakukannya, 

Yerusalem melakukannya, seperti perempuan sundal. 

Mereka tidak bisa merasa puas dalam pelukan-pelukan 

hukum dan perhatian Allah, dan jaminan-jaminan perlin-

dungan yang diberikan-Nya kepada mereka. Mereka tidak 

bisa berpikir bahwa kovenan-Nya dengan mereka sudah 

cukup memberi mereka keamanan. Sebaliknya, mereka 

merasa harus, dengan perjanjian dan persekutuan, demi 

kebaikan pemerintahan (pikir mereka) dan atas persetuju-

an bersama, menenggelamkan diri dalam pelukan pemim-

pin-pemimpin asing, dan menempatkan kepentingan-kepen-

tingan mereka di bawah perlindungan pemimpin-pemimpin 

itu. Perhatikanlah, orang yang hatinya mendapat kepuasan 

dalam kemegahan dunia dan menaruh harapan pada keka-

yaannya, dan pada kekuatan manusia (Yer. 17:5), hati 

mereka itu berzinah dari Allah. 

II.  Biarlah mereka melihat penghakiman-penghakiman yang akan 

mendatangi mereka sebab  dosa-dosa ini (ay. 45): Orang-orang 

yang benar saleh akan menghakimi mereka. Menurut sebagian 

orang, yang akan menjadi alat-alat kehancuran mereka yaitu  

orang-orang baik yang akan menghakimi mereka. Orang-orang 

Asyur yang menghancurkan Samaria, orang-orang Kasdim yang 

menghancurkan Yerusalem, mereka itu bisa dikatakan sebagai 

orang-orang benar, memiliki rasa keadilan antar sesama manusia, 

dan dengan sewajarnya membenci pengkhianatan bangsa Yahudi. 


 478

Namun demikian, mereka menjalankan penghakiman-penghakim-

an Allah, yang kita yakin seluruhnya benar. Menurut sebagian 

yang lain, yang menjadi alat-alat kehancuran mereka itu yaitu  

para nabi, yang sudah menjadi tugasnya, dalam nama Allah, 

untuk menghakimi mereka dan menjatuhkan hukuman atas 

mereka. Atau kita dapat menganggapnya sebagai seruan kepada 

semua orang benar, kepada semua orang yang memiliki rasa 

keadilan. Mereka semua akan memberi  penghakiman menge-

nai kota-kota ini, dan sependapat dalam putusan mereka, bahwa 

berdasar  kenyataan yang sudah diketahui semua orang, mere-

ka bersalah atas perzinahan dan pembunuhan, dan kesalahan itu 

meliputi seluruh bangsa, dan sebab  itu mereka harus mengalami 

penderitaan dan hukuman yang menurut hukum harus ditimpa-

kan kepada kaum perempuan yang sudah menumpahkan darah 

dan menjadi pezinah. Orang-orang benar akan berkata, “Mengapa 

kota-kota yang kotor dan berlumuran darah bisa luput dengan 

lebih baik daripada orang-orang yang kotor dan berlumuran 

darah? Adililah!” (Yes. 5:3). sebab  penghakiman ini dilaksanakan 

oleh orang-orang benar, maka Allah yang benar akan meng-

hadiahi mereka sebab nya. Lihatlah disini,  

1. Apa yang akan menjadi hukumannya (ay. 46-47). Sama seperti 

sebelumnya (ay. 23, dst.). Allah akan membangkitkan sekum-

pulan musuh melawan mereka, yang akan dibuat memenuhi 

tujuan-tujuan-Nya yang kudus sekalipun mereka sedang me-

menuhi keinginan dan hawa nafsu mereka sendiri yang ber-

dosa. Musuh-musuh ini akan menang dengan mudah, sebab 

Allah akan menyerahkan mereka ke tangan musuh untuk 

menjadi kengerian dan rampasan. Kumpulan orang ini akan 

melontari mereka dengan batu sebagai penjahat, akan mem-

bidik mereka dan memancung mereka dengan pedangnya. Dan, 

seperti yang ada kalanya dilakukan dalam hukuman-hukum-

an yang berat (lihat saja hukuman terhadap Akhan), mereka 

akan membunuh anak-anak mereka dan membakar habis 

rumah-rumah mereka.  

2. Apa yang akan menjadi akibat-akibatnya.  

(1) Demikianlah mereka akan menderita sebab  dosa-dosa 

mereka: Orang akan membalaskan kemesuman mereka atas 

mereka (ay. 49); dan mereka akan menanggung dosa-dosa 

Kitab Yehezkiel 23:36-49 

 479 

mereka lantaran mereka menyembah berhala-berhala (ay. 

35, 49). Demikianlah Allah akan menegaskan kehormatan 

hukum-Nya yang dilanggar dan pemerintahan-Nya yang 

dirusak, dan membuat dunia tahu betapa Dia yaitu  Allah 

yang adil dan cemburu. 

(2) Demikianlah mereka akan diputuskan dari dosa-dosa me-

reka. Aku akan menghentikan kemesuman di tanah itu (ay. 

27, 48). Kehancuran kota Allah, seperti kematian orang-

orang kudus Allah, akan melakukan bagi mereka apa yang 

sebelumnya tidak dapat dilakukan oleh ketetapan-ketetap-

an dan pemeliharaan-pemeliharaan ilahi. Kehancuran itu 

akan menghapus dosa mereka, sehingga Yerusalem akan 

bangkit dari dalam abunya dan menjadi bongkahan tanah 

baru, seperti emas yang sesudah keluar dari perapian 

menjadi murni dari sanganya.  

(3) Dengan demikian kota-kota dan bangsa-bangsa lain akan 

mendapat peringatan yang baik untuk menjauhkan diri 

dari berhala-berhala. supaya  semua kaum perempuan akan 

memperhatikan peringatan itu dan tidak akan melakukan 

kemesuman lagi seperti yang kamu lakukan. Inilah tujuan 

dari hukuman terhadap para penjahat, yaitu supaya  mere-

ka menjadi contoh bagi orang lain, yang akan melihat dan 

menjadi takut. Jikalau si pencemooh dihukum, orang yang 

tak berpengalaman menjadi bijak. Penghakiman-pengha-

kiman Allah atas sebagian orang dimaksudkan untuk 

mengajar sebagian yang lain, dan berbahagialah mereka 

yang menerima pengajaran darinya untuk tidak mengikuti 

jejak para pendosa, supaya  mereka jangan terperangkap 

oleh jeratnya. Orang-orang yang mau diajar tentang hal ini 

harus mengetahui bahwa ALLAH yaitu  Tuhan (ay. 49), 

bahwa Dia yaitu  Pemerintah atas dunia, Allah yang meng-

hakimi di bumi, dan Ia tidak membedakan orang. 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

PASAL  24  

alam pasal ini didapati dua khotbah, yang disampaikan pada 

suatu kesempatan khusus. Keduanya berasal dari gunung 

Sinai, gunung kengerian itu, keduanya juga datang dari gunung Ebal, 

gunung kutukan. Keduanya berbicara mengenai nasib Yerusalem 

yang menjelang tiba. Kesempatan di mana kedua khotbah ini disam-

paikan yaitu  saat  raja Babel tengah mengepung Yerusalem. 

Tujuan khotbah yaitu  untuk menunjukkan bahwa dalam penge-

pungan itu, raja Babel tidak saja akan menjadi penguasa atas tempat 

itu, namun  juga menjadi pembinasanya.  

I. Melalui tanda daging yang direbus di dalam kuali (atau periuk 

– pen.) di atas api, ditunjukkan berbagai kesengsaraan yang 

akan ditanggung Yerusalem selama pengepungan berlangsung, 

dan ini pantas baginya atas kenajisannya (ay. 1-14). 

II. Melalui tanda larangan bagi Yehezkiel untuk tidak meratapi 

kematian istrinya, ditunjukkan bahwa bencana-bencana yang 

datang atas Yerusalem terlampau berat untuk diratapi. Begitu 

hebatnya bencana itu sampai membuat mereka tenggelam di 

dasarnya dalam keputusasaan yang senyap (ay. 15-27). 

Perumpamaan Kuali yang Mendidih; 

Penjelasan Mengenai Perumpamaan Itu  

(24:1-14) 

1 Pada tahun kesembilan, dalam bulan yang kesepuluh, pada tanggal 

sepuluh bulan itu, datanglah firman TUHAN kepadaku: 2 “Hai anak manusia, 

tuliskanlah tanggal hari ini, ya, tanggal hari ini. Pada hari ini juga raja Babel 

mulai menyerang Yerusalem. 3 Ucapkanlah suatu perumpamaan kepada 

kaum pemberontak dan katakanlah kepada mereka: Beginilah firman Tuhan 

ALLAH: Taruhlah kuali di atas api, taruhlah, dan tuanglah juga air ke 

dalamnya; 4 taruhlah potongan daging di dalamnya, semua potongan yang 


 482

baik, paha dan punggungnya; penuhilah itu dengan tulang-tulang pilihan.  

5 Ambillah domba yang terpilih, dan susunlah juga kayu di bawahnya, 

biarlah masakan itu mendidih dan tulang-tulangnya turut empuk di dalam-

nya. 6 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah kota yang 

penuh hutang darah, kuali yang berkarat di dalamnya dan karatnya tidak 

hilang dari padanya! Keluarkan potong demi potong dari dalamnya tanpa 

memilih-milih. 7 Sebab darah yang dicurahkannya masih ada  di tengah-

tengahnya; ia mencurahkannya di atas bukit batu yang gundul. Ia tidak 

mencurahkannya di atas tanah, supaya  ditutupinya dengan tanah. 8 Demi 

amarah yang timbul dan rasa pembalasan yang bangkit Aku akan mencurah-

kan darahnya sendiri ke atas bukit batu yang gundul supaya  jangan ditutupi. 

9 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah kota yang penuh 

hutang darah! Aku juga hendak memperbesar pancakanya. 10 Susunlah ba-

nyak kayu, nyalakan api, biarlah dagingnya masak betul, buanglah kuahnya 

dan biarlah tulang-tulangnya hangus. 11 Letakkanlah periuk itu kosong di 

atas bara api, supaya  itu dibakar dan tembaganya menjadi merah, sehingga 

kotorannya hancur di dalamnya dan karatnya hilang. 12 Aku bersusah payah 

dengan sia-sia, sebab karatnya yang tebal tidak mau hilang dari padanya, 

biar dalam api. 13 Oleh sebab  engkau menajiskan dirimu dengan kemesum-

anmu, dan Aku ingin mentahirkan engkau, namun  engkau tidak menjadi tahir 

dari kenajisanmu, maka engkau tidak akan ditahirkan lagi, sampai Aku 

melampiaskan amarah-Ku atasmu. 14 Aku, TUHAN, yang mengatakannya. 

Hal itu akan datang, dan Aku yang akan membuatnya. Aku tidak melalaikan-

nya dan tidak merasa sayang, juga tidak menyesal. Aku akan menghakimi 

engkau menurut perbuatanmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH.” 

Di sini kita mendapati, 

I. Pemberitahuan Allah kepada Yehezkiel di Babel mengenai penge-

pungan Nebukadnezar atas kota Yerusalem. Pemberitahuan itu 

disampaikan tepat saat  Nebukadnezar sedang melakukan pe-

nyerangan (ay. 2): “Hai anak manusia, perhatikanlah, raja Babel, 

yang sekarang sedang berada di luar Babel bersama pasukan 

perangnya, tidak engkau ketahui ke mana mereka pergi, namun  

ketahuilah bahwa pada hari ini juga raja Babel mulai menyerang 

Yerusalem.” Berkilo-kilo meter jauhnya, berhari-hari lamanya per-

jalanan dari Yerusalem menuju Babel. Mungkin laporan terakhir 

dari pasukan mengatakan bahwa rencananya yaitu  menyerang 

kota Raba milik bani Amon, dan penyerbuan akan dimulai dengan 

pengepungan atas kota itu. namun  Allah mengetahui segalanya, 

dan dapat memberitahukan kepada nabi itu, “Hari ini, pada saat 

ini juga, Yerusalem dikepung, dan pasukan Kasdim telah men-

duduki depan kota.” Perhatikanlah, sebagaimana segala waktu, 

begitu juga semua tempat, bahkan tempat paling terpencil sekali-

pun, semua dipenuhi hadirat Allah dan berada di bawah peng-

awasan-Nya. Ia memberitahukan sang nabi supaya  sang nabi 

meneruskan berita itu kepada bangsa itu, supaya  saat  berita itu 

Kitab Yehezkiel 24:1-14 

 483 

terbukti benar, sebagaimana mereka akan mengetahuinya segera 

melalui laporan yang beredar di mana-mana, maka itu akan me-

neguhkan tugas perutusan sang nabi. supaya  dengan demikian, 

orang-orang itu dapat menyimpulkan bahwa sebab  ia benar 

dalam kabar yang disampaikannya itu, benar dalam nubuatnya, 

maka pastilah ini disebabkan oleh kabar yang diterima sang nabi 

dari Sorga.  

II. Yehezkiel diperintahkan untuk mencatat pemberitahuan itu. Ia 

harus mencatat di dalam kitabnya, dalam artikel  catatan, bahwa 

pada tahun kesembilan masa pembuangan raja Yoyakhin (sebab 

sejak saat itulah Yehezkiel mulai mencatat tanggal [1:2], yang juga 

merupakan tahun kesembilan pemerintahan Zedekia, sebab  ia 

mulai memerintah saat  Yoyakhin dibawa pergi sebagai tawan-

an), dalam bulan kesepuluh, pada hari kesepuluh bulan itu, raja 

Babel mulai mengepung Yerusalem. Dan penggalan yang tertera di 

sini sangat sesuai dengan tanggal dalam catatan sejarah (2Raj. 

25:1). Lihatlah, bagaimana Allah menyingkapkan berbagai perkara 

kepada hamba-hamba-Nya, para nabi, khususnya hal-hal ber-

guna untuk menegaskan kata-kata mereka, dan dengan demikian 

mengukuhkan iman mereka sendiri. Perhatikanlah, sangatlah 

baik untuk mencatat tanggal dari peristiwa-peristiwa luar biasa, 

sebab  terkadang hal ini sangat membantu kita melihat dengan 

lebih baik bagaimana kemuliaan Allah dinyatakan, serta juga 

menjelaskan dan menegaskan nubuat-nubuat Alkitab. Allah me-

ngetahui semua pekerjaan-Nya (Kis. 15:18, KJV).  

III. Sesudah itu, Yehezkiel diperintahkan untuk menyampaikan pem-

beritahuan itu kepada rakyat. Maksudnya supaya  rakyat mengeta-

hui bahwa pengepungan Yerusalem yang sekarang sedang dimulai, 

pasti akan berakhir dalam kehancurannya. Kabar ini harus ia sam-

paikan kepada kaum pemberontak, yaitu orang-orang buangan yang 

ada di negeri Babel, supaya  mereka meneruskan kabar itu kepada 

orang-orang yang masih tinggal di tanah mereka sendiri. Kaum 

pemberontak akan segera menjadi kaum yang binasa.  

1. Sang nabi harus menunjukkan kehancuran ini dengan sebuah 

tanda, sebab orang-orang bodoh ini perlu diajar seperti meng-

ajar anak-anak. Perbandingan yang digunakan yaitu  dengan 

memakai sebuah kuali yang mendidih. Hal ini sesuai dengan 


 484

penglihatan Yeremia bertahun-tahun lampau, di awal-awal 

saat  ia mulai menjabat sebagai seorang nabi. Mungkin saja 

kesesuaian penglihatan kedua nabi ini dirancang untuk meng-

ingatkan orang-orang itu kembali mengenai penglihatan Yere-

mia itu (Yer. 1:13, Aku melihat sebuah periuk yang mendidih, 

datangnya dari sebelah utara, dan penjelasannya tersurat 

dalam pasa


Related Posts:

  • Yehezkiel 15  Allah untuk menunjukkan belas kasihan. Jika ada satu orang saja yang berdiri di celah itu, seperti Abraham untuk Sodom, Dia akan mencarinya dan berkenan kepadanya.  (4) Suatu pertanda buruk bag… Read More