mereka. namun
seseorang telah mematikan mikrofonnya. Terjadi pertikaian di jalan; orang-orang memasuki
bangunan. Nicolae dan Elena Ceausescu memasuki sebuah helikopter yang sedang menanti
mereka hanya beberapa jarak dari kerumunan orang yang menyerang. Helikopter ini
hampir mendarat di tujuannya, di depan jalanan yang terbuka ... Nicolae dan Elena melompat ke
luar dan mencoba berisyarat kepada sebuah truk yang lewat. Beberapa menit lalu
mereka ditangkap. Banyak orang di dalam pemerintahan ... menanggalkan struktur
Komunisnya dan tidak lama sesudah nya, nama Komunisnya, mempersalahkan Ceausescu atas
segalanya, dan berhasil meloloskan diri dari segalanya. Pemerintahan yang baru dibentuk
menggulingkan keluarga Ceausescu secepat kilat. Pada hari Natal tahun 1989 mereka dibawa ke
depan genderang pengadilan militer, dinyatakan bersalah, dan dihukum mati.”66
Dan walaupun masa penganiayaan secara resmi berujung kepada jatuhnya negara-negara satelit (1989-
1991) dan pembubaran Uni Soviet (1991), angin perubahan mulai bertiup jauh lebih awal. Kematian
Stalin pada tahun 1953 yaitu suatu awal yang baik. Nikita Khrushchev kenyataannya mencela Stalin dan
memperbolehkan penerbitan sebuah buku yang menyingkapkan kengerian-kengerian yang terjadi di
kamp-kamp kerja paksa Gulag:
649
“Saat ia berbicara pada suatu unjuk rasa di Moskwa pada tanggal 19 Juli 1963 … Khruschchev
membuang naskah pidatonya yang dipersiapkan dan membuat serangan publiknya yang
paling berapi-api terhadap Stalin yang direkam. Ia menyebut Stalin sebagai salah satu
tiran yang terburuk di sepanjang sejarah, yang tetap memegang kuasa hanya dengan
‘kapak kepala desa’ ....”67
“ ... [pada tahun 1962] Khrushchev mengizinkan penerbitan novel singkat dari Alexander
Solzhenitsyn, One Day in the Life of Ivan Denisovich [Satu Hari di dalam Hidup Ivan
Denisovich], cerita eksplisit pertama tentang kengerian-kengerian yang terjadi di kamp-
kamp kerja paksa Stalin yang akan diterbitkan di dalam Uni Soviet ... Tindakan
Khrushchev ini kemungkinan besar, dari sudut pandang sejarah, merupakan peristiwa
yang kedua terpenting sesudah ia mencela Stalin. Sebab Solzhenitsyn yaitu suara yang tidak
dapat dibungkam oleh seorang pun atau suatu system pun, sekalinya suaranya itu telah
terdengar.”68
“Bagi banyak orang di dalam Partai itu, izin dari Khrushchev untuk menerbitkan buku
Solzhenitsyn yaitu suatu kesalahan besar yang membuat tulisan-tulisan selanjutnya
tidak dapat dicegah dan berpotensi menyebabkan bahaya yang serius terhadap rezim
ini .”69
Tentu saja, Khrushchev yaitu seorang Komunis yang jahat. Ia mengancam untuk melakukan perang
nuklir dengan AS (yang tidak pernah terjadi), berkata kepada dunia di hadapan PBB bahwa “kami akan
menguburkan kalian”, dan ingin mengambil manfaat politik dengan mencela Stalin. namun , kenyataan
bahwa ia dapat mencela Stalin dan mengizinkan penerbitan sebuah buku yang menyingkapkan Gulag
tanpa menerima konsekuensi menunjukkan bagaimana keadaan mulai berubah di dalam Uni Soviet –
bagaimana masa penganiayaan mulai berakhir – yang pada akhirnya berujung dengan runtuhnya rezim
itu pada tahun 1991.
Pertanyaan: namun bagaimana dengan Cina, Korea Utara, dsb., yang tetap menganiaya orang-orang
Katolik, seperti yang telah dilakukan oleh Rusia di bawah Stalin?
Jawaban: Bunda Maria tidak pernah berjanji bahwa Cina, dsb., akan berkonversi. Ia telah menunjukkan
bahwa Rusia akan berkonversi ke dalam suatu masa kedamaian tertentu. Fakta bahwa Paus Pius XII
melakukannya dengan “terlambat” tentunya merupakan sebab bahwa Komunisma dapat tersebar sampai
ke negara-negara lainnya ini bahkan sesudah Sri Paus melakukan konsekrasi itu, seperti ke negara Cina,
Korea Utara, dan Kuba.
Tuhan kita kepada Suster Lucia; Musim Panas 1931:
“Seperti Raja Prancis, mereka akan bertobat, dan mereka akan melakukannya, namun
dengan terlambat. Rusia akan telah menyebarkan kesalahan-kesalahannya di seluruh
dunia, membangkitkan peperangan dan penganiayaan-penganiayaan terhadap
Gereja: Bapa Suci akan mengalami penderitaan yang besar.”70
Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya, di dalam pesan Fatima tanggal 19 Agustus, Bunda Maria
berkata kepada anak-anak: “Seandainya kalian tidak dibawa [oleh Administrator pada tanggal 13 Agustus]
ke Kota, mukjizat [dari ranggal 13 Oktober] akan telah menjadi lebih besar.” Bunda Maria berkata kepada
anak-anak bahwa penangkapan mereka pada tanggal 13 Agustus oleh administrator yang jahat dari
Ourem, yang mencegah mereka untuk hadir di tempat penampakan pada hari itu, menyebabkan mukjizat
pada tanggal 13 Oktober menjadi kurang dashyat dibandingkan yang akan telah terjadi! Demikian pula,
sebab Sri Paus melakukan konsekrasi Rusia dengan “terlambat”, konversi Rusia ke dalam masa
650
kedamaian tidak sedahsyat yang akan telah terjadi – yang mungkin akan telah mencegah Komunisme
sehingga tidak menyebar ke negara-negara lainnya ini. Allah dan Bunda Maria telah berjanji bahwa
penganiayaan akan berakhir di Rusia, dan sangatlah jelas bahwa mereka mengikutsertakan di dalam janji
ini negara-negara satelit Rusia – seperti Polandia, dst. – sebab negara-negara satelit ini,
kenyataannya, hanyalah perpanjangan dari Kekaisaran Soviet. Dan peristiwa ini sudah terjadi.
Suster Lucia kepada Romo Gonçalves, merangkum Penglihatan di Tuy, 1930:
‘Tuhan yang Mahabaik berjanji untuk mengakhiri penganiayaan di Rusia, jika Bapa Suci
sendiri akan melakukan suatu tindakan reparasi dan konsekrasi secara khidmat untuk Rusia
kepada Hati Kudus Yesus dan Maria, dan memerintahkan kepada semua uskup dari Gereja
Katolik untuk melakukan hal yang sama. Bapa Suci lalu harus berjanji bahwa sewaktu
penganiayaan ini berakhir, ia akan menyetujui dan menganjurkan praktik devosi reparasi yang
telah dideskripsikan itu.”71
BANTAHAN-BANTAHAN LAIN
Pertanyaan: Bagaimana dengan Suster Lucia? Jika konsekrasi Rusia oleh Paus Pius XII pada tahun
1952 telah diterima di Surga, mengapa Suster Lucia tidak berkata demikian?
Jawaban: Suster Lucia hanya mengetahui apa yang telah diwahyukan oleh Surga kepadanya; ia tidak
mengetahui apa yang tidak diwahyukan oleh Surga kepadanya. Penting sekali untuk mencatat bahwa
pada tahun 1947, sewaktu William Thomas Walsh bertanya kepadanya tentang konsekrasi dunia yang
dilakukan oleh Paus Pius XII pada tahun 1942, Suster Lucia bahkan tidak tahu bilamana konsekrasi itu
mencukupi!
W.T. Walsh, Our Lady of Fatima [Bunda Maria dari Fatima], hal. 222:
“sesudah saya kembali dari Portugal, saya menulis beberapa pertanyaan. Yang Mulia Uskup Leiria
telah cukup berbaik hati untuk mengirimkan pertanyaan-pertanyaan itu kepada Suster Dores
[Suster Lucia]. Jawaban-jawabannya, yang ditulis pada tanggal 17 Februari 1947, sampai
kepada saya dengan terlalu terlambat untuk edisi pertama dari buku ini … Pertanyaan: ‘Apakah
anda berpendapat bahwa Sri Paus dan para Uskup akan mengonsekrasikan Rusia kepada Hati
Maria yang Tak Bernoda hanya sesudah orang awam telah melakukan tugas mereka, dengan berdoa
Rosario, melakukan pengorbanan-pengorbanan, berkomuni pada Sabtu pertama, dll. ?’ Jawaban
[dari Suster Lucia]: Bapa Suci telah mengonsekrasikan Rusia, dan mengikutsertakannya di
dalam konsekrasi dunia, namun konsekrasi itu tidak dilakukan di dalam bentuk yang
ditunjukkan oleh Bunda Maria: Saya tidak tahu bilamana Bunda Maria menerima konsekrasi
itu, yang dilakukan dengan cara demikian, sebagai konsekrasi yang menepati janji-
janjinya. Doa dan pengorbanan selalu merupakan sarana yang diperlukan untuk mencurahkan
rahmat-rahmat serta berkat-berkat dari Allah.”72
Pernyataannya ini merujuk kepada konsekrasi dunia oleh Paus Pius XII pada tanggal 31 Oktober 1942!
Suster Lucia bahkan tidak tahu bilamana konsekrasi itu menepati permintaan dari Surga! 5 tahun
lalu , Pius XII melangkah lebih jauh dan secara khusus mengonsekrasikan Rusia kepada Hati Maria
yang Tak Bernoda. Lantas, bagaimanakah seseorang dapat berkata bahwa konsekrasi Rusia oleh Paus
Pius XII pastinya tidak diterima di dalam Surga? Kejadian ini menunjukkan kepada kita bahwa Suster
Lucia hanya mengetahui hal-hal yang diwahyukan kepadanya oleh Surga, dan ia tidak mengetahui –
namun di dalam tulisannya itu, ia hanya sedang menerka – hal-hal yang tidak diwahyukan secara khusus
kepadanya. Misalnya, ia tahu bahwa berbagai negara akan dilenyapkan, seperti yang dikatakan oleh
651
Bunda Maria kepadanya, namun Suster Lucia tidak secara pasti tahu bagaimana nubuat itu persisnya akan
digenapi.
Pertanyaan: Bukankah Romo Alonso, pakar Fatima, juga berpendapat bahwa Rusia akan
berkonversi kepada Iman Katolik?
Jawaban: Ya, bersama “Romo” Gruner, Romo Alonso kemungkinan telah merupakan pendukung yang
terbesar dari gagasan bahwa konsekrasi Rusia akan mengonversikan negara itu ke dalam Iman Katolik,
dan bahwa konsekrasi itu akan menghasilkan suatu kuasa kedamaian yang universal – suatu gagasan
yang sama sekali tidak terbukti dari kata-kata Bunda Maria. Apa yang perlu diketahui oleh orang-orang
yaitu bahwa Romo Alonso yaitu seorang bidah yang liberal yang 1) membenarkan keputusan Paulus
VI untuk tidak menyingkap rahasia ketiga; 2) mengutuk para tradisionalis; 3) luar biasa toleran terhadap
musuh nomor satu Fatima, Romo Dhanis; 4) menyetujui catatan palsu dari dioses Coimbra yang menolak
wawancara Suster Lucia di tahun 1957 dengan Romo Fuentes.
Romo Alonso:
“Penyingkapan naskah itu [oleh Paulus VI] pada kesempatan yang kurang baik hanya akan
semakin memperburuk dua kecenderungan yang semakin memecahbelahkan Gereja:
suatu tradisionalisme yang percaya bahwa dirinya dibantu oleh nubuat-nubuat Fatima, dan
suatu progresivisme yang akan dengan keras menentang penampakan-penampakan ini ....”73
Di sini kita melihat bahwa Romo Alonso mengutuk para tradisionalis dan membenarkan Paulus VI untuk
tidak menyingkapkan rahasia ketiga! Ingatlah, pria ini, di samping Gruner, sangat bertanggung jawab
untuk mempromosikan teori (yang hampir dipercayai secara universal) bahwa Rusia pasti akan
berkonversi kepada Iman Katolik, yang menghasilkan kemenangan universal Bunda Maria dan masa
kedamaian universal di bumi.
Romo Alonso:
“Harus dicatat dengan jelas bahwa ‘wahyu-wahyu’ tertentu yang dibuat oleh pers tentang
Suster Lucia tidak dapat diatribusikan kepadanya, misalnya, apa yang telah disebarkan oleh
Romo Fuentes dan Romo Lombardi.”74
Di sini kita melihat bahwa Romo Alonso setuju dengan catatan palsu dari Dioses Coimbra (kami akan
membahas perkara ini tidak lama lagi) yang mencela Romo Fuentes sebagai seorang penipu. Maka,
kenyataan bahwa Romo Alonso memegang pendapat atau gagasan tertentu sama sekali tidak
membuktikan apa-apa. Hal yang sangat menarik dan disayangkan yaitu bahwa begitu banyak penulis
telah mengikuti teori Alonso dan Gruner tentang konversi Rusia serta kemenangan Bunda Maria. Ini telah
merupakan hal yang sangat signifikan yang menyesatkan mereka tentang kemurtadan di zaman ini.
Perhatikan bagaimana penulis berikut kelihatannya sepenuhnya mengandalkan kata-kata “Pada akhirnya
….”
Mark Fellows, Fatima in Twilight [Aram-temaram Fatima], hal. 334:
“Maria telah memberi kepada kita janji ini: ‘Pada akhirnya, Hatiku yang Tak Bernoda akan
menang. Bapa Suci akan mengonsekrasikan Rusia kepadaku, dan ia akan berkonversi dan
suatu masa kedamaian tertentu akan diberikan kepada dunia.’ Romo Alonso juga telah
menuliskan: ‘Kemenangan Hati Maria yang terakhir tentu akan terjadi dan yaitu suatu hal yang
pasti ....’
Pada hari itu, sejarah akan menyesuaikan diri dengan Kehendak Ilahi. Hukuman atas
kemurtadan akan berhenti. Pada fajar yang baru, semua orang akan menyadari bahwa mimpi
652
buruk yang kelam yang sedang kita alami tidak mengotori janji Kristus bahwa pintu gerbang
Neraka tidak akan pernah menaklukkan Gereja-Nya. Kerahiman yang sempurna akan datang
sesudah keadilan yang sempurna. Rusia akan dikonsekrasikan dengan penuh bakti kepada Hati
Tak Bernoda. Konversi negara yang tersiksa ini akan menjadi peristiwa yang mengejutkan,
membutakan, sedangkan kerendahan hati yang sempurna dari Ia Yang Tak Bernoda akan
membuat sang naga merah dan binatang-binatangnya melarikan diri ... Akan lahir legenda-
legenda baru yang akan menebarkan benih budaya-budaya yang berkehendak untuk
melandasi masyarakat atas Kerajaan Kristus. Hal ini akan mengilhami kelahiran kembali
dalam bidang puisi dan seni Kristiani. Manusia akan kembali ingat akan kenyataan
supernatural dari Kurban Suci Misa. Dengan rasa hormat yang khusyuk, kita akan sekali
lagi berlutut di depan Yang Maha Kuasa.”75
Tulisannya itu terdengar amat baik, kan? Masalahnya yaitu bahwa tulisan itu tidak memiliki dasar di
dalam perkataan Bunda Maria, seperti yang telah kami tunjukkan. Kemenangan Bunda Maria yaitu
suatu kemenangan “pada akhirnya” (yakni, sesudah Rusia akan telah menyebarkan kesalahan-
kesalahannya, melenyapkan negara-negara tertentu dan memartirkan orang-orang benar) atas rezim
yang satanik di Rusia; mengonversikannya ke dalam suatu masa kedamaian tertentu, seperti yang telah
kami tunjukkan. Kemenangan Bunda Maria bukanlah suatu kemenangan universal atau kuasa
kedamaian, melainkan hanya suatu masa kedamaian “tertentu”.
Bruder Michel, Toute la vérité sur Fatima [Seluruh Kenyataan tentang Fatima], Volume 3, hal. 567:
“namun janganlah kita tertipu. Rahasia ketiga tidak mungkin mengumumkan akhir dunia,
yang tidak akan terjadi sebelum digenapinya janji yang mengagumkan yang mengakhiri
Rahasia itu. namun , janji kemenangan yang akan segera terjadi dari Hati Maria yang Tak
Bernoda, yang sedemikian menghibur dan menghasilkan antusiasme yang sedemikian
besarnya, suatu janji yang harus dikhotbahkan tanpa henti, pada musimnya atau di luar
musimnya, diabaikan oleh Kardinal Ratzinger ….”76
Perhatikan bahwa Bruder Michel setuju dengan pendapat yang sama, menaruh segala harapannya atas
versi kemenangan Bunda Maria ini. Pada halaman 572 dari volume ketiganya, Bruder Michel bahkan
sampai memindahkan kata-kata Bunda Maria: “Pada akhirnya, Hatiku yang Tak Bernoda akan menang.
Bapa Suci akan mengonsekrasikan Rusia kepadaku, dan ia akan berkonversi dan suatu masa kedamaian
tertentu akan diberikan kepada dunia.” sesudah kata-kata “Di Portugal, dogma iman akan selalu
dipertahankan, dst.”77 Kata-kata “Pada akhirnya, Hatiku yang Tak Bernoda akan menang ....” ada
sebelum kata-kata ini [“Di Portugal ....”] sebab kata-kata ini [“Pada akhirnya ....”] berkenaan dengan
bagian kedua dari rahasia ini , bagian yang membahas masa penganiayaan-penganiayaan Rusia
yang disingkapkan di dalam artikel ini.
Pertanyaan: Apa pendapat anda tentang arti dari kata-kata berikut: “Di Portugal, dogma iman
akan selalu dipertahankan, dst.” yang ada segera sebelum rahasia ketiga?
Jawaban: sebab kami tidak memiliki kalimat lengkapnya, kami tidak dapat berkata dengan pasti, namun
kemungkinan: “Di Portugal, dogma iman akan selalu dipertahankan oleh suatu sisa umat beriman yang
setia ….” Atau: “Di Portugal, dogma iman akan selalu dipertahankan oleh beberapa orang yang benar-
benar berbakti kepadaku ....” Atau: “Di Portugal, dogma iman akan selalu dipertahankan sampai
terjadinya Kemurtadan Besar ....” Tidak diragukan bahwa rahasia ketiga berkenaan dengan
kemurtadan Sekte Vatikan II di masa kini.
653
SUSTER LUCIA GADUNGAN
Pertanyaan: Bagaimana dengan pernyataan-pernyataan Suster Lucia sesudah tahun 1960? Suster
Lucia tampaknya dikutip dari berbagai arah oleh begitu banyak orang? Menurut beberapa orang,
Suster Lucia dikutip berkata bahwa Yohanes Paulus II telah berhasil mengonsekrasikan Rusia;
orang lain mengutipnya menyatakan hal yang justru sebaliknya. Beberapa orang mengutipnya
berkata bahwa rahasia ketiga tidak pernah dimaksudkan untuk disingkapkan dan tidak seorang
pun masuk Neraka, sedangkan orang lain mengutipnya berkata tentang suatu disorientasi satanic
di dalam Gereja.
Jawaban: sesudah 1960, tidak diragukan bahwa kita menghadapi suatu konspirasi besar-besaran dan
seorang Suster Lucia gadungan. Kami sekarang akan membahas suatu bukti yang mengejutkan bahwa
para musuh pesan Fatima, sejak masa kepemimpinan sang Freemason, Yohanes XXIII, sebenarnya
menanamkan seorang Suster Lucia gadungan yang secara palsu bertindak seolah-olah ia yaitu Suster
Lucia yang asli. Tidak satu pun hal yang berasal dari Suster Lucia sesudah tahun 1960 dapat diandalkan.
Pertama-tama kita mengetahui adanya suatu konspirasi yang melibatkan Suster Lucia sejak
tahun 1959. Pada tahun 1957, Suster Lucia memberi wawancaranya yang terkenal bersama Romo
Augustin Fuentes, postulator sebab Beatifikasi Jacinta dan Francisco. Di dalam wawancara ini, Suster
Lucia berkata bahwa ia telah percaya secara pasti bahwa kita berada di akhir zaman, dan bahwa sudah
disiapkan hukuman-hukuman untuk dunia. Suster Lucia juga berkata agar tidak menantikan hierarki
Gereja untuk melakukan penitensi. sesudah wawancara ini , pada tahun 1959, Dioses Coimbra
mengeluarkan sebuah catatan. Catatan ini menyatakan bahwa Romo Fuentes telah memalsukan pada
dasarnya segala pernyataan yang datribusikan kepada Suster Lucia di dalam wawancara itu yang tidak
secara khusus membahas Jacinta dan Francisco. Termasuk di dalam catatan ini, yaitu suatu pernyataan
yang disebut-sebut berasal dari Suster Lucia, di mana ia diduga menyatakan bahwa klaim-klaim Romo
Fuentes tidak benar. Berikut bagian dari catatan ini :
Catatan dari Dioses Coimbra, 2 Juli 1959, tentang wawancara Fuentes:
“Romo Augustin Fuentes, postulator sebab beatifikasi para saksi mata Fatima ...
mengunjungi Suster Lucia di Karmel Coimbra dan hanya berbicara kepadanya tentang hal-
hal yang berkenaan dengan proses dari perkara ini . namun , sesudah ia berpulang ke
Meksiko ... imam ini membiarkan dirinya sendiri membuat pernyataan-pernyataan yang
sensasional yang bersifat apokaliptik, eskatologis, dan bernubuat. Imam ini menyatakan
bahwa pernyataan-pernyataan semacam itu didengarnya berasal dari mulut Suster Lucia sendiri.
Menimbang kegawatan pernyataan-pernyataan semacam itu, Kanselir Coimbra percaya bertugas
untuk melakukan penyelidikan yang saksama terhadap keaslian berita semacam itu ... namun juga
sehubungan dengan hal-hal yang dilaporkan sebagai hal-hal yang telah dikatakan oleh Suster
Lucia, Dioses Coimbra telah memutuskan untuk menerbitkan kata-kata dari Suster Lucia
ini, yang diberikan sebagai jawaban terhadap pernyataan-pernyataan yang diajukan oleh
pihak yang berhak untuk melakukannya.
[Suster Lucia]: ‘Romo Fuentes berbicara kepada saya di dalam kapasitasnya sebagai
Postulator untuk sebab-sebab beatifikasi para hamba Allah, Jacinta dan Francisco Marto.
Kami hanya berbicara tentang hal-hal yang berhubungan dengan perkara ini; oleh sebab
itu, segala hal lain yang dirujuk olehnya tidaklah tepat maupun benar. Saya menyayangkan
hal ini, sebab saya tidak mengerti kebaikan macam apa yang dapat dibuat untuk jiwa-jiwa dari
hal-hal yang tidak berdasar Allah, Yang yaitu Kebenaran. Saya tidak tahu apa-apa, dan
654
oleh sebab itu, saya tidak dapat berkata apa-apa, tentang hukuman-hukuman semacam
itu, yang secara salah diatribusikan kepada saya.’
Kanselir Coimbra berada di dalam suatu posisi untuk menyatakan bahwa sebab sampai saat ini
Suster Lucia telah mengatakan segala sesuatu yang ia percayai merupakan tanggung
jawabnya untuk dikatakannya tentang Fatima, ia belum mengatakan suatu hal pun yang baru
yang dapat diatribusikan kepadanya sehubungan dengan Fatima.”78
Bahkan kerasulan dari “Romo” Gruner [yang mengkhotbahkan pesan palsu tentang Fatima] percaya
bahwa wawancara dengan Fuentes ini autentik, dan bahwa pernyataan dari Dioses Coimbra ini, di
mana Suster Lucia dilaporkan menyangkal sebagian besar dari wawancara Fuentes, yaitu suatu
kebohongan. Oleh sebab itu, kita sedang menghadapi suatu konspirasi di sekeliling Suster Lucia
seawal-awalnya pada tahun 1959 – dioses Coimbra mengatribusikan dan menerbitkan
pernyataan-pernyataan palsu dalam nama Suster Lucia untuk menyangkal peringatan-peringatan
yang penting kepada dunia. Di waktu itu pula, Dioses itu dengan mudah berkata bahwa Suster Lucia
“telah mengatakan segala sesuatu yang ia percayai merupakan tanggung jawabnya untuk dikatakannya
tentang Fatima”, dalam kata lain, Suster Lucia tidak memiliki hal lain yang perlu dikatakan tentang
Fatima. Bruder Michel juga mencatat bahwa sejak wawancara Fuentes itu, semakin sulit untuk
mengakses Suster Lucia; ia menjadi “tidak kelihatan”.
Bruder Michel, The Whole Truth About Fatima [Seluruh Kenyataan tentang Fatima], Volume 1, hal.
748-749:
“Sejak saat itu [sesudah wawancara Fuentes dan catatan dioses yang menyangkal
wawancara itu], suatu keheningan yang jauh lebih ketat diberlakukan kepada Suster Lucia
sehubungan dengan segala hal yang berkenaan dengan Fatima, dan terutama hal-hal besar
yang termuat di dalam Rahasianya … Seperti yang telah kita lihat, di dalam catatannya dari
tanggal 2 Juli 1959, kanselir Coimbra menyatakan secara otoritatif bahwa ‘Suster Lucia tidak
memiliki hal lain yang perlu dikatakan tentang Fatima’! Juga, semakin sulit untuk bertemu
dengannya, dan selama bertahun-tahun, tidak lagi ada karya tulisnya yang diterbitkan.
Kesaksiannya menjadi meresahkan. Pada tahun 1962, Maria de Freitas mencatat bahwa
‘semakin lama, kunjungan kepada Suster Lucia semakin dilarang; semakin lama, ia
semakin menjadi tidak kelihatan.’”79
Nah, kami percaya bahwa foto-foto berikut (di samping bukti yang lain) menguak mengapa, sesudah
wawancara Romo Fuentes itu, Suster Lucia diharuskan menjalani keheningan yang ketat, mengapa ia
menjadi “tidak kelihatan”. Sebabnya yaitu bahwa sesudah saat itu, ini sama sekali bukan Suster Lucia,
melainkan seorang penyamar yang berlaku sebagai Suster Lucia. Berikut gambar-gambar Suster Lucia
yang asli dari tahun 1945, sewaktu ia berusia 38 tahun:
655
Suster Lucia yang asli di tahun 1945, pada usia 38 tahun
Nah berikut gambar “Suster Lucia” pada tahun 1967, di usia 60 tahun!
“Suster Lucia” pada tahun 1967, usia 60
656
Anda dapat menilai untuk diri anda sendiri, namun wanita yang digambarkan di sini bukanlah wanita yang
sama yang ada di gambar sebelumnya. Pertama-tama, foto ini dari tahun 1967. Maka, wanita ini diduga
merupakan “Suster Lucia” 22 tahun lalu , di usia 60 tahun! namun , wanita ini tampak sama
mudanya, atau bahkan lebih muda, dibandingkan Suster Lucia sewaktu ia berusia 38 tahun!
Kedua, Suster Lucia yang asli (pada gambar yang pertama) memiliki bentuk hidung yang berbeda dari
yang dimiliki oleh “Suster Lucia” ini. Hidung dari “Suster Lucia” ini jauh lebih lebar; ini yaitu wanita
yang berbeda. Tentunya, walaupun seseorang dapat (dan memang) tampak bertambah umurnya sejak
usia paruh baya sampai akhir paruh baya, orang itu tetap tampak jelas terlihat seperti orang yang sama.
namun , tidak demikian adanya dengan kasus yang satu ini.
Ketiga, salah satu dari para pembaca kami yang bernama Barbara Costello, menunjukkan bahwa Suster
Lucia memiliki sebuah lesung yang khas di dagu dan di pipinya. Kita melihatnya di dalam foto Suster
Lucia berikut di tahun 1945, kembali pada usia 38 tahun (seperti foto pertama, di kanan dari tahun
1945):
Perhatikan lesung yang khas di pipinya dan di tengah-tengah dagunya
namun “Suster Lucia” di bawah ini tidak memiliki lesung yang khas di pipinya dan di tengah-tengah
dagunya. Ciri khas wajah “Suster Lucia” yaitu dagu yang menonjol ke depan, yang tidak dimiliki oleh
Suster Lucia yang asli (di samping bentuk hidung yang berbeda).
657
Wanita ini bukanlah Suster Lucia, melainkan Suster Lucia gadungan yang ditanamkan dan yang
secara khusus dipilih dalam tujuan untuk menyampaikan pesan Fatima yang palsu serta tujuan
dari agama Vatikan II yang telah diberlakukan kepada dunia sejak wawancara Fuentes. Di
samping bukti fotografi, fakta bahwa “Suster Lucia” pasca-Vatikan II bukanlah Suster Lucia yang asli
sangatlah jelas.
Francis Alban, The Fatima Priest [Imam Fatima], halaman intro:
“Pada tanggal 11 Oktober 1990, Carolina, saudara kandung Suster Lucia, berkata kepada
Romo Gruner bahwa ia telah mengunjungi Suster Lucia di Karmel Coimbra selama lebih
dari 40 tahun dan ia tidak pernah dapat berbicara sendiri dengan saudaranya di dalam
ruangan yang sama. Mereka selalu dipisahkan oleh sekat dan banyak biarawati lain dari
biara ini hadir pada semua kunjungan.”80
Selama lebih dari 40 tahun, “Suster Lucia” hanya dapat dilihat bahkan oleh saudarinya sendiri melalui
sebuah sekat dan didampingi oleh biarawati-biarawati lainnya. Ini mungkin merupakan penjelasan
mengapa saudarinya tidak dapat menguak penipuan ini – ia tidak dapat pernah dapat melihat “Suster
Lucia” kecuali dari balik sekat, dan “Suster Lucia” itu pun sepenuhnya berjubah, dan tidak dapat
berbicara secara akrab dengan saudarinya sebab pertemuan mereka selalu dihadiri oleh “banyak”
biarawati lainnya! Alasan “Suster Lucia” harus menjalani karantina yang aneh ini bukanlah, seperti yang
diajukan oleh “Romo” Gruner, sebab ia akan memberihukan kenyataan tentang Fatima kepada dunia.
Tidak, alasannya yaitu bahwa para konspirator di Vatikan tidak ingin “Suster Lucia” mereka
yang palsu itu terekspos sebagai Suster Lucia gadungan sebagaimana adanya, yang mungkin akan
telah terjadi seandainya ia dicermati atau diperiksa secara saksama. (Dan hal ini memang terjadi di
dalam beberapa kasus di mana Vatikan mengizinkannya untuk diwawancarai, seperti pada Two Hours
with Sr. Lucia [Dua Jam bersama Suster Lucia] yang terkenal oleh Carlos Evaristo, seperti yang kita akan
lihat).
Maka, Suster Lucia tidak pernah diizinkan untuk berbicara dengan keluarganya, kecuali dari balik sekat,
namun sewaktu mereka membutuhkan “Suster Lucia” untuk menyetujui secara publik Sekte
Vatikan II, para Anti-Pausnya, dan kegagalan mereka untuk menyingkapkan rahasia ketiga, ia
dengan licik dipertunjukkan kepada dunia di Fatima pada tahun 1967, agar dunia melihatnya
bercengkerama bersama rekan konspiratornya, Anti-Paus Paulus VI.
658
Suster Lucia gadungan ini dibawa ke luar sekat untuk diperlihatkan kepada dunia di Fatima pada tahun
1967 bersama rekan konspiratornya, Paulus VI – untuk mendukung agama yang baru, pencabik-cabikan
Tradisi, pemakluman Vatikan II, dan kegagalannya untuk menyingkapkan rahasia ketiga.
Sama halnya di sini: Suster Lucia gadungan dipertunjukkan di hadapan dunia agar ia terlihat bergaul
dengan Anti-Paus Yohanes Paulus II
659
Pertanyaan yang lain yang timbul sesudah melihat foto-foto berikut yaitu : kapankah Suster Lucia
merapikan giginya? Berikut foto Suster Lucia yang asli; gigi depannya jelas terlihat kompong.
William T. Walsh:
“Sewaktu gigi kedua Lucia mulai muncul ... giginya, yang besar, menonjol, dan tidak beraturan
menyebabkan bibir atasnya menonjol, dan bibir bawahnya yang berat menggantung ....”81
namun di dalam foto-foto Suster Lucia gadungan, kita dapat melihat bahwa giginya rapi dan lurus. Gigi
Suster Lucia gadungan tidak besar, menonjol, dan tidak beraturan. Tentu saja, Suster Lucia mungkin
menjalani suatu operasi gigi yang besat atau membuat giginya digantikan agar tampak rapi dan lurus
seperti gigi Suster Lucia gadungan, namun ini kemungkinan hanyalah suatu bukti lain dari fakta bahwa
wanita di kanan bawah ini bukanlah Suster Lucia yang asli yang ada di kiri.
Bagi mereka yang kesulitan untuk menerima hal ini, kami meminta mereka untuk mempertimbangkan
dua hal:
1) Tuhan kita berkata bahwa pada akhir zaman, akan terjadi penyesatan yang begitu mendalam
sehingga bahkan para umat pilihan akan tertipu seandainya hal itu mungkin terjadi (Matius 24);
660
dan seorang Suster Lucia gadungan yaitu alat yang penting di dalam rancangan Iblis untuk
menyesatkan dunia tentang Fatima.
2) Semua orang tradisionalis yang tidak menerima versi rahasia ketiga Fatima dari Vatikan
(yang dikeluarkan pada tahun 2000) sudah mengetahui bahwa ada seorang Suster
Lucia gadungan, namun mereka masih belum memahami situasi ini secara penuh, atau
tidak cukup jujur atau logis untuk mengakuinya. Tidak seorang pun dapat menyangkal bahwa
Suster Lucia dari Vatikan telah menyetujui versi rahasia ketiga yang dikeluarkan oleh Vatikan,
serta interpretasi Vatikan bahwa rahasia ketiga mengacu kepada Yohanes Paulus II. Fakta ini
tidak diketahui berdasar sepucuk surat yang dapat dipalsukan, melainkan melalui bukti video
“Suster Lucia” di Fatima pada tahun 2000 untuk “Beatifikasi” Jacinta dan Francisco.
Pada peristiwa ini, “Kardinal” Sodano (sehubungan dengan “Suster Lucia”) mengumumkan bahwa
Vatikan akan mengumumkan rahasia ketiga Fatima, dan bahwa rahasia ketiga ini mengacu kepada
upaya pembunuhan terhadap Anti-Paus Yohanes Paulus II. Semua orang yang menonton peristiwa
ini (seperti diri kami) dapat melihat reaksi “Suster Lucia”, sehingga tidak mungkin ada keraguan
bahwa ia disembunyikan sehingga ia tidak membeberkan kenyataan tentang perkara itu (seperti yang
mungkin diklaim oleh para pengikut Gruner). “Suster Lucia” membuat sikap badan yang menandakan
bahwa ia sepenuhnya mendukung dan setuju dengan “Kardinal” Sodano, bahwa rahasia ketiga
Fatima mengacu kepada upaya pembunuhan yang dilakukan terhadap Yohanes Paulus II! Bagi
seseorang yang jujur dan berpikir secara logis, ini yaitu bukti absolut bahwa ia tidak mungkin
yaitu Suster Lucia yang asli, melainkan seorang penyamar dan agen dari sekte Vatikan II.
Di dalam kutipan berikut, anda akan melihat bahwa bahkan para pengikut Gruner mengakui bahwa
ada suatu masalah. Ia mengakui bahwa “hampir meresahkan” untuk melihat bagaimana “Suster
Lucia” “menyetujui” interpretasi rahasia ketiga yang dinyatakan oleh “Kardinal” Sodano – ya, kami juga
akan berkata demikian! namun orang ini gagal untuk menarik kesimpulan yang benar.
Mark Fellows, Fatima in Twilight [Aram-temaram Fatima], hal. 327:
“Kenyataannya, keriangannya [Suster Lucia] di Fatima pada tahun 2000 hampir
meresahkan. Jelas bahwa sebab dari kebahagiannya yang meluap-luap, dan keramahannya
terhadap Yohanes Paulus II, yaitu beatifikasi kedua sepupunya. namun , ia tetap berada dalam
keriangan itu, bahkan di hadapan versi Rahasia Ketiga Kardinal Sodano; ia sampai
membuat gerakan-gerakan badan yang besar dan canggung kepada khalayak.”82
Lihatlah: Suster Lucia gadungan menyetujui versi dan interpretasi rahasia ketiga Fatima yang
dikeluarkan oleh Vatikan. Satu-satunya bahkan untuk dapat menganggapnya sebagai Suster Lucia yang
asli yaitu jika seseorang sepenuhnya menerima versi rahasia ketiga yang dikeluarkan oleh Vatikan, dan
interpretasinya bahwa rahasia ketiga itu mengacu kepada upaya pembunuhan yang dilakukan terhadap
Yohanes Paulus II. namun , hampir semua orang tradisionalis setuju bahwa versi dan interpretasi rahasia
ketiga yang dikeluarkan oleh Vatikan tidaklah autentik, melainkan suatu kebohongan lain – suatu
konspirasi yang lain. “Suster Lucia” gadungan ini juga merupakan kebohongan dan konspirasi yang sama.
Itulah mengapa para pengikut Gruner berupaya keras untuk memberi segala jenis alasan untuk setiap
pernyataan yang keluar dari mulut Suster Lucia gadungan yang menentang posisi diri mereka.
Pada tahun 1992, berlangsung wawancara yang terkenalL Two Hours with Sr. Lucia [Dua Jam bersama
Suster Lucia], yang dilakukan oleh “Kardinal” Padiyara dari Ernaculam, India, “Yang Mulia” Uskup Francis
Michaelappa dari Mysore, India, dan “Romo” Francisco V. Pacheco dari Fort Ce, Brazil. Tn. Carlos Evaristo,
seorang wartawan, juga hadir pada wawancara ini , dan ia bertindak sebagai penerjemah resmi. Di
dalam wawancara ini, “Suster Lucia”, antara lain, berkata bahwa rahasia ketiga tidak pernah
661
dimaksudkan untuk disingkapkan pada tahun 1960, dan bahwa rahasia itu tidak sepatutnya
disingkapkan. Pernyataan Suster Lucia gadungan ini sepenuhnya menentang segala hal yang kita ketahui
dikatakan oleh Suster Lucia pra-Vatikan II tentang perkara ini. Di dalam wawancara ini, “Suster Lucia”
juga berkata bahwa konsekrasi Rusia yang dilakukan oleh Yohanes Paulus II diterima di dalam Surga.
Berikut cuplikan dari wawancara itu:
“Kardinal Padiyara: “Dan, apakah hal ini [konsekrasi] ditepati oleh Paus Yohanes Paulus II pada
tanggal 25 Mei 1984?”
Suster Lucia: “Ya, Ya, Ya (Dengan suara rendah yang menyetujui, yang tampaknya juga
menunjukkan bahwa ia menantikan pertanyaan ini) ....”
Carlos Evaristo: “Jadi konsekrasi ini telah diterima oleh Bunda Maria?”
Suster Lucia: “Ya.”
Carlos: “Bunda Maria puas dan telah menerimanya?”
Suster Lucia: “Ya.” ...
“Kardinal” Padiyara: ‘Apakah Allah dan Bunda Maria masih menginginkan Gereja untuk
menyingkapkan Rahasia Ketiga?’
Suster Lucia: “Rahasia Ketiga tidak dimaksudkan untuk diumumkan. Rahasia Ketiga hanya
dimaksudkan untuk Sri Paus dan hierarki Gereja secara langsung.”
Carlos: “namun bukankah Bunda Maria berkata bahwa rahasia itu harus disingkapkan kepada
publik selambat-lambatnya pada tahun 1960?”
Suster Lucia: “Bunda Maria tidak pernah berkata demikian. Bunda Maria berkata bahwa
rahasia ketiga yaitu untuk Sri Paus.”
Romo Pacheco: “Apakah Rahasia Ketiga berkenaan dengan Konsili Vatikan II?”
Suster Lucia: “Saya tidak bisa mengatakannya.”
Carlos: “Apakah Sri Paus dapat menyingkapkan Rahasia Ketiga?”
Suster Lucia: “Sri Paus dapat menyingkapkannya jika ia memilih untuk melakukannya, namun
saya menyarankannya agar tidak melakukannya. Jika ia memilih untuk melakukannya, saya
menyarankannya untuk sangat berhati-hati. Ia harus berhati-hati.”
Para pengikut Gruner dengan putus asa mencoba untuk mendiskreditkan wawancara ini, sebab
wawancara ini sangat menghancurkan posisi mereka; namun Bruder Michael Dimond (superior dari Biara
Keluarga Terkudus) telah mendapat kesempatan untuk berbicara dengan “Romo” Pacheco sewaktu ia
datang untuk mengunjungi Biara ini pada suatu kali untuk suatu konferensi di tahun 1990-an. “Romo”
Pacheco berkata kepada Bruder Michael bahwa ada sesuatu yang sangat janggal dengan Suster Lucia ini,
dan bahwa Suster Lucia tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sederhana tentang
kehidupan dirinya sendiri. Sangat jelas adanya bahwa para pewawancara itu sederhananya telah
bertanya hal-hal yang terlalu mendalam yang kurang dikenali oleh Suster Lucia gadungan itu.
Para pengikut Grunder mencoba untuk mendiskreditkan wawancara tahun 1992 ini dengan
menunjukkan bahwa Suster Lucia senantiasa berada di balik sekat, namun pada wawancara ini, ia
662
dilaporkan berada di luar; ia bahkan berpegangan tangan bersama orang-orang. namun , hal ini masuk
akal: Vatikan mengizinkan satu wawancara tertentu kepada suatu kelompok independed – dengan
“Suster Lucia” yang berada di luar dan tidak berada di balik sekat – di mana ia akan memberi tahu mereka
(dan oleh sebab itu memberi tahu dunia) bahwa Yohanes Paulus II telah berhasil mengonsekrasikan Rusia
sehingga pernyataannya itu akan direkam oleh suatu kelompok independen. namun , sewaktu “Suster
Lucia” akan bertemu dengan saudarinya (yang akan telah dengan lebih mudah mengenali bahwa ia
yaitu seorang penyamar), ia selalu dijaga di balik sekat dan bersama banyak biarawati lainnya.
Di samping wawancara tahun 1992 ini, Two Hours with Sr. Lucia [Dua Jam bersama Suster Lucia], juga
ada berbagai pernyataan lain dari Suster Lucia gadungan di mana ia sepenuhnya menerima
rekayasa sekte Vatikan II tentang Fatima. Hal ini dengan demikian membuktikan bahwa ia yaitu
seorang pemalsu. Pada tahun 2001, di dalam sebuah artikel yang diterbitkan di dalam L’Osservatore
Romano, “Suster Lucia” ditanya secara khusus tentang konsekrasi Rusia dan bahkan upaya-upaya “Romo”
Gruner untuk tetap melaksanakan konsekrasi ini . Wawancara ini dilaporkan di seluruh dunia:
KOTA VATIKAN, 20 Desember 2001 (Layanan Informasi Vatikan):
“Sehubungan dengan bagian ketiga dari rahasia Fatima, [‘Suster Lucia’] menegaskan bahwa ia
telah membaca secara saksama dan merenungkan selebaran yang diterbitkan oleh
Kongregasi bagi Doktrin Iman dan meneguhkan segala sesuatu yang tertulis di selebaran
itu. Kepada semua orang yang membayangkan bahwa bagian tertentu dari rahasia
ini telah disembunyikan, ia menanggapi: ‘Semuanya telah diterbitkan; tidak lagi ada
rahasia.’ Kepada mereka yang berbicara dan menulis tentang wahyu-wahyu baru ia berkata:
‘Sama sekali tidak benar. Seandainya saya telah menerima wahyu-wahyu yang baru, saya tidak
akan telah mengatakannya kepada siapa pun, namun saya akan telah menyampaikannya secara
langsung kepada Bapa Suci.’ Suster Lucia ditanya: ‘Apa komentar anda terhadap pernyataan-
pernyataan dari Romo Gruner yang sedang mengumpulkan tanda tangan agar Sri Paus
pada akhirnya dapat mengonsekrasikan Rusia kepada Hati Maria yang Tak Bernoda, yang
belum pernah dilakukan?’ Ia menjawab: ‘Komunitas Karmelit telah menolak formular-
formulir pengumpulan tanda tangan. Saya sudah mengatakan bahwa konsekrasi yang
dikehendaki oleh Bunda Maria telah ditepati pada tahun 1984 dan diterima di dalam
Surga.’”83
Tentunya, para pengikut Gruner akan mengklaim bahwa wawancara ini dibuat-buat atau dipalsukan,
namun seandainya benar, maka mereka mengakui adanya suatu konspirasi! Jika Vatikan sampai dapat
berbuat demikian, tentunya yaitu hal yang mungkin bahwa Vatikan dapat menanamkan seorang
penyamar; dan seperti yang telah kita lihat, klaim bahwa semua pernyataan dari “Suster Lucia” ini yang
mendukung rahasia ketiga yang palsu itu yaitu pernyataan yang dibuat-buat, dihancurkan oleh bukti
video di mana semua orang dapat melihat Suster Lucia gadungan ini mendukung versi rahasia ketiga
Fatima yang dikeluarkan oleh Vatikan pada tahun 2000.
663
Suatu foto yang janggal dari “Suster Lucia” yang mengecup tangan Yohanes Paulus II segera sesudah
menerima “Komuni”
Suatu poin lain yang patut disebutkan yaitu tindakan “Suster Lucia” yang ganjil sewaktu ia menerima
“Komuni” dari Yohanes Paulus II pada upacara “Beatifikasi” di Fatima pada tahun 2000 (upacara yang
sama di mana ia jelas-jelas mendukung versi rahasia ketiga yang dikeluarkan oleh Vatikan). “Suster
Lucia” pertama-tama mengulurkan tangannya, seolah-olah ingin menerima “Komuni” di dalam tangan.
Yohanes Paulus II, yang terlalu pandai dalam hal itu, dan sebab ia tahu bahwa kejadian itu akan
menguak segala muslihatnya, Yohanes Paulus II ragu-ragu, dan mengulurkan tangannya untuk
memberi “Komuni” kepada Suster Lucia gadungan di lidah. namun , segera sesudah ia menerima
“Komuni”, “Suster Lucia” memegang tangan Yohanes Paulus II dan menciumnya (seperti yang
digambarkan di atas). Perbuatannya itu luar biasa janggalnya, sebab “Suster Lucia” memiliki banyak
kesempatan untuk memberi rasa hormatnya kepada sang Anti-Paus, namun ia kelihatannya bahkan
tidak dapat menanti untuk mengungkapkan rasa syukurnya sampai sesudah berakhirnya “Komuni” dan
“Misa”! Jelas adanya bahwa Suster Lucia gadungan pada dasarnya terlalu bersemangat saat
memainkan perannya sebagai putri yang berbakti kepada sang Anti-Paus, dan bertindak terburu-
buru, dengan memegang tangan Anti-Paus Yohanes Paulus II segera sesudah “Komuni”.
Pertanyaan: Lalu menurut anda, apa yang terjadi kepada Suster Lucia yang asli?
Jawaban: Jelas bahwa mereka meniadakannya pada suatu waktu. Kapan pun hal ini mungkin telah
terjadi, tidak diragukan bahwa wanita yang memainkan peran sebagai “Suster Lucia” sejak Vatikan II
bukanlah yang asli. Para pembaca dapat menerima hal berikut sesuka hati mereka (dan hal ini sama
sekali bukan poin yang esensial sehubungan dengan fakta-fakta di atas yang membuktikan bahwa
memang ada seorang Suster Lucia gadungan), namun beberapa tahun lalu, kami mendapat sepucuk surat
yang sangat meresahkan. Kami menerima sepucuk surat dari seorang wanita (yang telah berkonversi
kepada iman Katolik tradisional) yang keluarganya terlibat di dalam jenjang tinggi dari Illuminati dan
sekte Freemason. Kami juga berbicara dengan wanita ini sebelum dan sesudah wanita itu menyampaikan
surat itu. Suratnya dan percakapan telepon kami bersamanya memuat masih banyak hal yang lain yang
memperkuat konteks dan kredibilitas dari klaimnya, namun kami hanya dapat memberi bagian dari
surat yang ada di bawah ini. Walaupun surat ini mungkin begitu sulit untuk dipercaya, kami memang
664
telah menerima surat berikut dan berbicara panjang lebar dengan wanita ini (ia meminta agar
kami tidak mencantumkan namanya untuk alasan-alasan yang jelas):
“Yang Terhormat para bruder dari Biara Keluarga Kudus ... Seperti yang saya katakan kepada
anda di telepon, saya memiliki saudara-saudara yang sangat gelap ... [seorang Freemason yang
terkenal di dunia] yaitu saudara dari [x- nama dihapuskan untuk menjaga anonimitas sang
penulis] yang menikahi bibi buyut saya. Semua saudara saya di sisi ibu saya yaitu Freemason
Illuminati derajat 33. Kakek nenek saya tergabung di dalam Bintang Timur ... Saya tahu saya
sekarang pasti terdengar seperti orang gila yang berteriak. Saya bukan orang gila … Sewaktu saya
berusia berumur lima tahun, Ibu saya mengadakan suatu perkumpulan. Terjadi banyak hal
tentang perkumpulan ini yang terlalu kejam untuk dicetak. Mereka pada dasarnya membuat
kurban kepada setan, pendek kata. Saya memiliki seorang adik laki-laki bayi yang bernama [x] ...
Ibu saya tidak mengetahui sebelumnya [bahwa x] akan menjadi bagian dari ‘upacara-upacara’
ini . Mereka akan menempatkannya di dalam apa yang tampak seperti loyang kuningan
besar [dan menyiksanya] untuk dapat melihat masa depan. … [untungnya, hal ini tidak terjadi
oleh sebab peristiwa-peristiwa yang mencegahnya] … [namun ] Salah satu dari hal-hal yang
dikatakan pada hari yang mengerikan itu yaitu bahwa mereka baru saja membunuh
Suster Lucia (Saya mengira mereka sedang berbicara tentang seorang saudara perempuan
yang tidak saya kenal yang telah mereka bunuh). Sewaktu saya bertanya, mereka berkata
‘Bukan, dungu … ia yaitu seorang biarawati’ Maksud dari perkataan ini hanya menjadi
masuk akal bertahun-tahun lalu . Peristiwa itu terjadi pada tahun 1958, di akhir bulan Okt.
[Saya ingat sebab saudara laki-laki saya baru saja dilahirkan]. Saya tahu bahwa saya terdengar
seperti seorang wanita yang gila, namun hal ini kenyataan ….”
Kami telah berbicara panjang lebar dengan wanita ini, ia yaitu seorang konvert ke dalam iman Katolik
tradisional, dan kami percaya bahwa ia mengatakan hal yang sebenarnya. namun , terlepas bilamana
seseorang menerima kesaksian ini atau tidak, kenyataannya yaitu bahwa ada Suster Lucia
gadungan. Hal ini sama sekali tidak diragukan; buktinya tidak terpungkiri. Vatikan dengan licik
menjaganya untuk tetap hidup sampai usia 97 tahun, sampai waktu di mana rahasia ketiga yang palsu
telah disingkapkan oleh Vatikan dan sewaktu Suster Lucia gadungan itu telah selesai memainkan
peranannya. Lalu, beberapa tahun lalu , ia “meninggal” dan selnya diperintahkan untuk disegel oleh
“Kardinal” Ratzinger.
Banyak sekali orang yang menolak bukti-bukti terhadap kemurtadan Vatikan II dan Misa Baru hanya
sebab mereka melihat bahwa “Suster Lucia” menerima kemurtadan Vatikan II dan Misa Baru itu. Kami
selalu memberi tahu mereka bahwa mereka tidak dapat mengabaikan fakta-fakta tentang iman
berdasar apa yang mereka kira dipercayai oleh orang lain.
Galatia 1:8-9- “namun sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan
kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu,
terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau
ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu
terima, terkutuklah dia.”
Sayangnya, sebab mereka tidak memiliki Iman yang sejati, mereka memilih untuk mengikuti manusia
dan bukan Allah, dan kenyataannya yaitu mereka mengikuti seorang pemalsu.
665
PESAN SESAT DARI “ROMO” NICHOLAS GRUNER
Sebelum mencermati perkara ini secara rinci, seperti hampir semua orang lainnya, kami dahulu juga
percaya akan mitos yang populer tentang konsekrasi Rusia: bahwa konversi Rusia pastinya berarti
bahwa negara Rusia akan berkonversi ke dalam Iman Katolik, yang menghasilkan kuasa kedamaian
secara universal dan pembaruan Katolik yang menakjubkan. Kami dahulu percaya akan hal itu sebab
itulah yang dikatakan oleh setiap orang yang menulis tentang Fatima, dan pada waktu itu, sungguh tidak
ada alasan untuk mempertanyakannya. namun , seperti yang ditunjukkan di dalam artikel ini, sesudah
mempelajari dasar dari posisi ini, kami lalu menemukan bahwa posisi ini tidak memiliki dasar, dan
bahwa posisi ini sama sekali tidak mendapat bukti dari kata-kata Bunda Maria; sebaliknya, posisi yang
jauh berbeda dan yang jauh lebih masuk akal terbukti dari kata-kata Bunda Maria.
ada orang yang telah percaya, dan yang memang percaya, akan posisi yang salah tentang konsekrasi
dan konversi Rusia dalam itikad baik. (Dan secara ketat, seseorang bebas untuk percaya akan pendapat
apa pun yang dikehendakinya tentang perkara ini, sebab perkara ini bukanlah perkara doktrin Katolik –
walaupun bukti yang disajikan di dalam artikel ini menunjukkan bahwa posisi Nicholas Gruner tentang
perkara ini salah.) Orang-orang yang telah percaya akan posisi itu dalam itikad buruk akan merupakan
mereka yang telah mengabaikan fakta-fakta dari ajaran Gereja tentang kemurtadan di zaman ini dan
tetap berada bersama sekte Vatikan II atau Misa Baru, sederhananya sebab mereka percaya bahwa
salah satu dari para “Paus” Vatikan II harus mengonsekrasikan Rusia.
Walaupun demikian, kami percaya bahwa Kelompok Fatima dari ‘Romo’ Nicholas Gruner telah menjadi
besar dengan bantuan iblis. Kelompoknya telah sangat menjadi penting bagi iblis untuk mengalihkan
perhatian jiwa-jiwa dari masalah-masalah yang nyata tentang iman untuk membuat seorang Anti-Paus
yang palsu untuk mengonsekrasikan Rusia. Andaipun Rusia belum dikonsekrasikan, yaitu suatu fakta
bahwa para Anti-Paus Vatikan II tidaklah Katolik dan oleh sebab itu tidak memiliki otoritas untuk
melakukannya. Maka, kerasulan ‘Romo’ Gruner yang sangat besar yang mencoba untuk membuat para
Anti-Paus non-Katolik yang terang-terangan bidah untuk mengonsekrasikan Rusia tidaklah berguna
untuk dua alasan: 1) ia mencoba untuk membuat para Anti-Paus non-Katolik yang terang-terangan bidah
untuk melakukan konsekrasi ini , walaupun mereka tidak dapat melakukannya; dan 2) seluruh
posisinya tentang konsekrasi Rusia salah. Pertimbangkan baik-baik, semua daya dan usaha yang
terbuang secara sia-sia! Pertimbangkan, terutama, jiwa-jiwa yang telah disesatkan dan dialihkan
dan yang telah bersikeras menerima para Anti-Paus Vatikan II sebab (akibat dari kurangnya cinta
mereka sendiri kepada kebenaran) mereka tidak mengindahkan fakta-fakta dari Magisterium, dan
berpegangan kepada para Anti-Paus Vatikan II sebab mereka percaya bahwa salah satu dari mereka
harus mengonsekrasikan Rusia.
Kami sering mendengar dari orang-orang ini, dan kami telah selalu meyakinkan mereka bahwa mereka
tidak dapat mengabaikan fakta-fakta dari ajaran Magisterium berdasar pertanyaan mereka, yaitu
siapa yang akan menggenapi suatu nubuat. Kami selalu berkata kepada mereka bahwa suatu argumen
tidak dapat melawan suatu fakta (para bidah tidak bisa menjadi Paus), dan kebenaran tidak dapat
menentang kebenaran, dan oleh sebab itu ada suatu jawaban yang baik untuk pertanyaan mereka
tentang konsekrasi ini , bahkan jika seseorang tidak memiliki jawaban itu pada waktu tertentu.
namun sayangnya, mereka mengabaikan semua fakta dari ajaran Magisterium, dan menerima para
pemurtad Vatikan II akibat gagasan mereka yang salah bahwa salah satu dari para Anti-Paus ini
harus mengonsekrasikan Rusia. Sekarang mereka dapat melihat bahwa bukan hanya posisi sedevakantis
sama sekali tidak menentang pesan Fatima, namun bahwa posisi mereka sebenarnya yaitu suatu
kesesatan yang telah menjebak diri mereka di dalam kegelapan sehubungan dengan situasi masa kini.
666
“Romo” Gruner sesungguhnya telah menjadi pengusaha terbesar keempat di Ft. Erie, Ontario oleh sebab
kerasulannya!
Bukti bahwa kerasulan “Romo” Gruner telah dibantu oleh iblis didukung oleh perbuatannya yang satanik:
percampuran kebenaran dengan kesalahan – percampuran Katolisisme dengan kemurtadan. Kita dapat
melihat hal ini dengan sangat jelas di dalam kutipan berikut tentang kemurtadan di dalam Gereja.
“Romo” Gruner, God Have Mercy on us all [Ya Allah Kasihanilah kami semua], Crusader 71:
“’Di dalam Rahasia Ketiga, diprediksikan, antara lain, bahwa kemurtadan besar di dalam
Gereja akan bermula di puncaknya.’ Inilah kata-kata dari Kardinal Ciappi (teolog pribadi bagi
Paus Yohanes Paulus II). Hasil dari ‘Kemurtadan Besar’ yang bermula ‘di puncaknya’ yaitu
korupsi para imam dan orang awam dalam doktrin, dalam moral dan dalam liturgi ... Allah
sangat marah terhadap para umat-Nya sebab Ia bukan hanya mengutus kepada kita para
imam yang buruk, Ia juga tampaknya telah mengutus kepada kita para uskup dan Kardinal
yang buruk pula … Paus Yohanes Paulus II di Fatima, pada tanggal 13 Mei 2000 berkata
kepada kita bahwa: ‘Pesan Fatima yaitu suatu panggilan untuk berkonversi, peringatan
terhadap umat manusia agar sama sekali tidak mengikuti sang ‘naga’ yang ‘ekornya menyeret
sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi (Wahyu 12:4).’ Untuk
mengungkapkan pernyataan itu dalam bahasa Inggris yang sederhana, Paus Yohanes Paulus II
sedang berkata sebagai berikut: Janganlah mengikuti sepertiga dari para Kardinal, sepertiga dari
para uskup Katolik, dan sepertiga dari para imam Katolik, yang telah diseret oleh Iblis sehingga
mereka telah jatuh dari posisi mereka yang luhur untuk memimpin para umat beriman ke dalam
Surga. Dalam kata lain, Bapa Suci sedang memberi tahu kita tentang peringatan Pesan
Fatima bagi kita pada hari ini. Yakni, bahwa sepertiga dari para imam (yang merupakan
bintang-bintang di langit) telah diseret oleh iblis dan para rekannya – golongan Mason,
komunis, jaringan homoseksual – dan yang sekarang sedang bekerja untuk Iblis sendiri; bukan
untuk Allah, bukan untuk Gereja, melainkan untuk Iblis.” (fatima.org)
Pernyataan ini sungguh merupakan rangkuman dari metode-metode serta kerasulan “Romo” Gruner
yang jahat. Di sini, kita melihat bahwa Gruner sedang mendiskusikan kebenaran tentang bagaimana
kemurtadan di dalam Gereja akan bermula “pada puncaknya”. Siapakah itu yang ada di puncak? Jelas,
bahwa perkataan itu pertama-tama akan berlaku kepada Yohanes Paulus II, pria yang mengaku diri
sebagai Paus (yang mengakui berada di puncak Gereja) dan memimpin segenap kemurtadan ini melalui
perkumpulan-perkumpulan doa musyrik di Assisi, ekumenisme sesat besar-besarannya di seluruh dunia,
dll. namun , sewaktu ia memberi tahu orang-orang tentang kebenaran ini (yakni, bahwa kemurtadan itu
akan bermula pada puncaknya, atau apa yang tampak sebagai puncak dari Gereja), apakah ia lalu
memperingatkan orang-orang tentang pria yang harus paling diwaspadai, Yohanes Paulus II? Tidak, ia
justru melakukan hal yang berkebalikan – dengan mengutip Yohanes Paulus II seakan-akan Yohanes
Paulus II merupakan sekutu mereka melawan kemurtadan dari para uskup dan para imam! Tindakan ini
sedemikian fasiknya, dan bahkan lebih fasik dalam suatu cara tertentu, dibandingkan bentuk-bentuk
kefasikan yang terbuka, sebab perbuatannya ini mencampurkan kebenaran dengan kesalahan
(kemurtadan dengan Katolisisme) dan lebih efektif untuk menuntun kaum konservatif untuk kembali
kepada kemurtadan serta para Anti-Paus Vatikan II. Itulah mengapa ia telah dapat secara efektif
menyesatkan dan mengalihkan perhatian begitu banyak orang dengan suatu pesan yang sesat tentang
Fatima.
“Romo” Gruner bukan hanya mencampuradukkan kebenaran dengan kesalahan, namun , salah satu dari
cara yang digunakan oleh kerasulan “Romo” Gruner sehingga menjadi sedemikian berpengaruhnya
yaitu propaganda. Berikut beberapa hal yang dapat anda temukan di situs internet kerasulannya: Situs
667
internetnya (Fatima.org) menyebut majalahnya “Majalah Bunda Maria”. Situsnya itu berkata: “Klik di sini
untuk tahu lebih banyak tentang majalah Bunda Maria ….!” Wah, siapa yang akan tidak setuju atau
tidak mendukung “majalah Bunda Maria” – majalah milik Bunda Maria sendiri!
Ia menyebut toko buku onlinenya ‘Toko Buku Bunda Maria”! Wah, coba saja kami dapat memiliki hak
khusus untuk menjadi “Toko Buku Bunda Maria”. Ia menyebut acara radionya “Acara Radio Bunda
Maria”! Dan – ya, anda menebak dengan benar – ia menyebut Kerasulannya, bukan hanya Kerasulan
Fatima, namun “Kerasulan Bunda Maria”! Situs internetnya berkata: “Tidak lama sesudah pembentukan
Kerasulan Bunda Maria, Romo Gruner mulai menerbitkan majalah Fatima Crusader. Pada tahun 1980,
Yohanes Paulus II secara langsung menyemangati Romo Gruner di dalam karya Fatimanya dan majalah
periodik itu telah bertumbuh ….”
Wah, ia pasti seorang “imam” yang sedemikian istimewanya sehingga dapat menjalankan “Kerasulan
Bunda Maria” – Kerasulan milik Bunda Maria sendiri! Dan juga Acara Radio milik Bunda Maria sendiri,
majalah milik Bunda Maria sendiri, dan Toko Buku milik Bunda Maria sendiri. Adakah orang yang gagal
untuk melihat betapa besar kegegabahan – dan mungkin penghujatan – di dalam semuanya ini? Oh, tidak
apa-apa … ok-ok saja … Kami hampir lupa … Gruner, menurut Kerasulannya (yakni, Kerasulan “Bunda
Maria”), yaitu “Imam Fatima”!
Kenyataannya, ini sederhananya yaitu propaganda dari seorang nabi palsu, dan itulah sebabnya “Romo”
Gruner telah memiliki suatu pengaruh yang sedemikian rupa terhadap apa yang dipikirkan orang tentang
Fatima dan situasi masa kini. Propaganda didefinisikan sebagai suatu “ … rancangan yang terorganisir
untuk menyebarkan suatu doktrin atau praktik.” Untuk menyebut hampir semua segi dari kerasulannya
sebagai milik “Bunda Maria” yaitu suatu rancangan yang terorganisir dari pihak kerasulannya untuk
membangun dirinya sendiri sebagai suara dari Bunda Maria sendiri.
Propaganda ini bukan hanya dipenuhi kegegabahan yang jahat, namun , propaganda ini juga mencuci otak
orang-orang sama seperti propaganda dari media arus u











