an dosa berat.
Bantahan 3) Saya tahu bahwa KBA itu selalu salah, kecuali untuk alasan-alasan tertentu, dan di
dalam kasus-kasus ini , hal itu diperbolehkan.
Jawaban: Kami akan mengutip kembali Paus Pius XI untuk menjawab bantahan ini.
Paus Pius XI, Casti Connubii (#54), 31 Desember 1930:
““namun tidak ada alasan, betapapun seriusnya, yang dapat diajukan untuk hal apa pun
yang secara intrinsik berlawanan dengan alam untuk membuatnya menjadi sesuai dengan
alam dan baik secara moral. Oleh sebab itu, sebab hubungan perkawinan terutama
ditakdirkan oleh alam untuk menciptakan anak-anak, mereka yang dalam pelaksanaannya
menghalangi kekuatan-kekuatan alaminya dan tujuannya berdosa melawan alam dan
melakukan suatu hal yang memalukan dan secara intrinsik jahat.”12
Tidak ada alasan, bagaimanapun seriusnya, yang dapat membuat sesuatu yang secara intrinsik buruk
menjadi baik. KBA mengemudiankan tujuan utama dari tindakan perkawinan (prokreasi dan pendidikan
anak-anak) dibandingkan hal-hal lain dan oleh sebab itu terlarang.
Dan hal ini membawa kita ke suatu poin yang lain. Jika KBA bukanlah suatu dosa – jika hal itu
hanyalah ‘alami’ , seperti yang mereka katakan – lalu mengapakah para pasangan yang telah
menikah tidak dapat memakai KBA sepanjang pernikahan mereka dan tidak memiliki anak-
anak sama sekali? Jika KBA bukanlah sebuah dosa, lalu semua wanita bebas sama sekali untuk
memakai metode pengendalian kelahiran ini untuk mencegah dikandungnya semua anak supaya
tidak satu pun dilahirkan. namun , pada dasarnya semua pembela KBA akan mengakui bahwa hal ini
imoral dan yaitu dosa berat untuk memakai KBA untuk menghindari semua kehidupan baru.
namun sewaktu mereka membuat pengakuan ini mereka mengakui bahwa KBA yaitu sebuah dosa; jika
tidak, biarkan mereka mengakui bahwa hal ini dapat digunakan oleh semua pasangan untuk alasan
apa pun untuk menghindari semua anak-anak.
Bantahan 4) Di dalam Casti Connubii sendiri, Paus Pius XI mengajarkan bahwa para pasangan
suami istri dapat memakai periode-periode di mana sang istri tidak dapat mengandung.
Paus Pius XI, Casti Connubii (#59), 31 Desember 1930:
“Tidak pun mereka dianggap bertindak secara berlawanan terhadap alam, orang-orang yang di
Keluarga Berencana Alami yaitu Pengendalian Kelahiran yang Penuh Dosa
613
dalam pernikahan memakai hak mereka dengan cara yang layak yang bagaimanapun akibat
alasan-alasan alami yaitu waktu atau kecacatan tertentu, tidak dapat menghasilkan kehidupan
baru. sebab di dalam pernikahan dan juga di dalam penggunaan hak pernikahan, ada pula
tujuan-tujuan sekunder, seperti tujuan saling membantu, menenangkan nafsu, dan pertumbuhan
rasa saling cinta yang sang suami dan istri tidak dilarang untuk pertimbangkan SELAMA
TUJUAN-TUJUAN SEKUNDER ini DIlalu KAN OLEH TUJUAN UTAMANYA dan
selama sifat intrinsik dari tindakan ini dijaga.”13
Jawaban: Ya, Paus Pius XI mengajarkan bahwa para pasangan suami istri dapat memakai hak-hak
pernikahan mereka pada masa-masa infertil sang istri (atau sewaktu ada kecacatan alami atau umur
yang mencegah dikandungnya kehidupan baru). namun ia tidak mengajarkan bahwa mereka dapat
merencanakan untuk membatasi tindakan perkawinan hanya pada masa-masa infertil untuk
menghindari kehamilan, seperti di dalam Keluarga Berencana Alami.
Inilah mengapa, di dalam kutipan di atas, Paus Pius XI mengulangi bahwa semua penggunaan hak-hak
pernikahan – termasuk sewaktu kehidupan baru tidak dapat dihasilkan akibat waktu atau alam – harus
tetap mengemudiankan tujuan-tujuan sekunder dari pernikahan dibandingkan tujuan utamanya! Ajaran ini
mematikan KBA, sebab KBA sendiri mengemudiankan tujuan utama pernikahan (prokreasi dan
pendidikan anak-anak) dibandingkan hal-hal lain. Maka, secara pendek, kutipan di atas tidak mengajarkan
KBA, namun hanya semata-mata mengucapkan prinsip bahwa pasangan suami istri dapat memakai
hak-hak pernikahan mereka kapan pun. Terlebih lagi, di dalam paragraf yang sama, paragraf yang
diputarbalikkan oleh para pembela KBA untuk membenarkan praktik pengendalian kelahiran mereka
yang penuh dosa, Paus Pius XI mengutuk KBA dengan mengulangi ajaran tentang tujuan utama
pernikahan, yang dilalu kan KBA dibandingkan hal-hal lain.
Bantahan 5) Semua orang mengakui bahwa ‘Keluarga Berencana Alami' dapat digunakan untuk
membantu seorang wanita untuk mengandung. Oleh sebab itu, metode yang sama dapat
digunakan untuk menghindari kehamilan.
Jawaban: Jika pasangan memakai Keluarga Berencana Alami untuk mencapai kehamilan, hal
ini sah sebab di dalam kasus ini, mereka melakukan apa yang mereka dapat lakukan untuk
memenuhi tujuan utama pernikahan (prokreasi dan pendidikan anak-anak). Jika pasangan suami istri
memakai Keluarga Berencana Alami untuk menghindari kehamilan, hal ini yaitu dosa sebab
di dalam kasus ini, mereka melakukan apa yang mereka dapat lakukan untuk menghindari tujuan utama
pernikahan (prokreasi dan pendidikan anak-anak).
Bantahan 6) namun imam tradisional saya mengajarkan saya KBA.
Jawaban: Sewaktu orang buta menuntun orang buta, keduanya jatuh ke dalam lubang (Matius 15:14).
Pasangan-pasangan yang memakai KBA mengetahui bahwa mereka melakukan suatu dosa. Hal
ini tertulis di dalam hati mereka. Mereka tidak memerlukan seorang imam untuk memberi tahu
mereka bahwa hal ini yaitu dosa. Ya, para imam yang bersikeras mengajarkan orang-orang bahwa
KBA diperbolehkan dan membela metode pengendalian kelahiran ini juga bersalah, namun hal ini tidak
menghapuskan tanggung jawab para pasangan yang mengikuti ajaran mereka yang buruk.
Inilah mengapa kami harus menekankan bahwa mereka yang memberi uang kepada imam-imam
‘tradisionalis’ yang mempromosikan atau menerima KBA harus segera berhenti jika mereka tidak ingin
berbagi di dalam dosa mereka dan mengikuti mereka ke Neraka, sebab para imam ini menuntun
jiwa-jiwa ke Neraka.
Keluarga Berencana Alami yaitu Pengendalian Kelahiran yang Penuh Dosa
614
Imam-imam ini termasuk imam-imam Serikat St. Pius X, Serikat St. Pius V, CMRI {Congregation of
Mary Immaculate Queen} dan hampir semua imam independen di dalam waktu Kemurtadan Besar ini.
Kesimpulan
Pasangan-pasangan yang telah memakai KBA, namun bertekad untuk berubah, tidak boleh berputus
asa. KBA yaitu suatu kejahatan, namun Allah pengasih dan akan mengampuni mereka yang bertekad
secara teguh untuk mengubah hidup mereka dan mengakui dosa mereka. Mereka yang telah
memakai KBA harus menyesali dosa mereka dan mengakui dosa mereka kepada seorang imam yang
ditahbiskan secara valid bahwa mereka telah melakukan pengendalian kelahiran (selama hal ini
telah dilakukan). Sang istri dan suami yang setuju dengan penggunaan KBA harus mengaku dosa. Mereka
lalu harus terbuka kepada semua anak-anak yang Allah harapkan untuk berikan kepada mereka – tanpa
khawatir atau mengetahui grafik, siklus, fertil atau infertil, mencari terlebih dahulu kerajaan Allah dan
keadilan-Nya, dan membiarkan Allah merencanakan keluarga mereka.
Lucia Gadungan
- Pertanyaannya yaitu : apakah anda berani mengetahui kenyataan tentang perkara ini?
- Kenyataan yang tidak akan anda dengar dari “Romo” Gruner; fakta-fakta mengejutkan tentang suatu
perkara di mana kita semua telah ditipu sehingga hanya mempertimbangkannya dari satu sudut
- Suatu artikel yang harus dibaca oleh semua orang Katolik tradisional
Amsal 16:7: “Jikalau jalan seseorang berkenan
kepada TUHAN, bahkan musuh-musuhnya dibuat-
Nya berdamai dengannya.” (Kitab Suci terjemahan
MILT 2008)
Bunda Maria: “Jikalau mereka mendengarkan
permintaan-permintaanku, Rusia akan berkonversi
dan akan ada kedamaian.”
Amsal 16:7: “Jikalau jalan seseorang berkenan kepada TUHAN, bahkan musuh-musuhnya dibuat-Nya
berdamai dengannya.”
“... Cum placuerint Domino viae hominis inimicos quoque eius convertet ad pacem.“
Di dalam bab ini:
- Fakta #1: Paus Pius XII sudah mengonsekrasikan Rusia kepada Hati Maria yang Tak Bernoda –
Paus Pius XII tidak mengonsekrasikan dunia, melainkan Rusia secara spesifik, pada tanggal 7 Juli
1952
- Fakta #2: Apa Maksud Bunda Maria saat ia berkata tentang Berkonversinya Rusia – bukti yang
mengejutkan
- Posisi ini didukung lebih lanjut dengan mempertimbangkan Portugal – “Lemari Kaca Bunda
Maria”
- Posisi ini didukung oleh Ringkasan Suster Lucia tentang penglihatannya di Tuy
- “Orang-orang benar akan dimartirkan” dan “Berbagai negara akan dilenyapkan” yaitu nubuat-
nubuat yang telah digenapi
- Rusia berkonversi dari apa – potret-potret kuasa Setan di dalam Rusia Komunis
- Ia akan melakukan konsekrasi ini , namun dengan “terlambat”
- Kata-kata Bunda Maria menunjukkan kepada kita bahwa kemenangan Bunda Maria bukanlah
suatu kemenangan universal ataupun kuasa damai yang universal, melainkan hanyalah suatu
masa kedamaian “tertentu”
- Konversi Rusia = ...
- Buktinya
- Bantahan-bantahan lain – dan Sr. Lucia bahkan tidak mengetahui apakah konsekrasi dunia oleh
Pius XII pada tahun 1942 diterima oleh Surga
- Bagian II: Bukti yang menyingkap adanya Suster Lucia Gadungan
- Pesan sesat dari “Romo” Nicholas Gruner
Salah satu pertanyaan yang paling sering kami terima mengenai pernyataan Bunda Maria di Fatima
pada tanggal 13 Juli 1917:
616
“Kalian telah melihat Neraka, tempat perginya jiwa-jiwa para pendosa yang malang. Untuk
menyelamatkan mereka, Allah ingin menetapkan di dalam dunia ini devosi kepada Hatiku yang Tak
Bernoda. Jika mereka melakukan apa yang kuberitahukan kepada kalian, banyak jiwa akan
diselamatkan, dan akan ada kedamaian. Perang akan berakhir. Namun, jika mereka tidak berhenti
menghina Allah, akan bermula sebuah perang lain yang lebih buruk di bawah masa pemerintahan
Pius XI. Ketika kalian melihat suatu malam yang diterangi oleh sebuah cahaya yang tak dikenal,
ketahuilah bahwa cahaya itu yaitu pertanda besar yang diberikan oleh Allah kepada kalian
bahwa Ia akan menghukum dunia atas kejahatan-kejahatannya, melalui perang, kelaparan, dan
penganiayaan terhadap Gereja dan Bapa Suci. Untuk mencegah hal ini, aku datang untuk meminta
konsekrasi Rusia kepada Hatiku yang Tak Bernoda dan Komuni Reparasi setiap Sabtu pertama.
Jikalau mereka mendengarkan permintaan-permintaanku, Rusia akan berkonversi dan
akan ada kedamaian. Jika tidak, ia akan menyebarkan kesalahan-kesalahannya di seluruh dunia,
yang membangkitkan peperangan dan penganiayaan-penganiayaan terhadap Gereja. Orang-orang
benar akan dimartirkan, Bapa Suci akan mengalami penderitaan yang besar, berbagai negara akan
dilenyapkan. Pada akhirnya, Hatiku yang Tak Bernoda akan menang. Bapa Suci akan
mengonsekrasikan Rusia kepadaku, dan ia akan berkonversi dan suatu masa kedamaian
tertentu akan diberikan kepada dunia.”1
Berikut yaitu pertanyaan/bantahannya: para “Paus” Vatikan II haruslah merupakan paus yang sejati,
sebab salah satu dari mereka pada akhirnya akan mengonsekrasikan Rusia kepada Hati Maria yang Tak
Bernoda, dan negeri itu akan sepenuhnya berkonversi kepada Iman Katolik. Peristiwa itu belum terjadi,
maka, anda tidak benar untuk berkata bahwa mereka yaitu Anti-Paus.
Pertama-tama, untuk mencermati masalah ini, penting bagi orang-orang untuk menjernihkan pikiran
mereka dari praduga-praduga tentang hal ini. Mereka harus bersiap diri untuk melihat fakta-
faktanya dengan mata yang segar. Mari kita langsung membahas masalah yang sangat penting ini:
FAKTA #1: PAUS PIUS XII SUDAH MENGONSEKRASIKAN RUSIA KEPADA HATI
MARIA YANG TAK BERNODA – PAUS PIUS XII TIDAK MENGONSEKRASIKAN
DUNIA, MELAINKAN RUSIA SECARA SPESIFIK, PADA TANGGAL 7 JULI 1952
Banyak orang mengetahui bahwa Paus Pius XII telah mengonsekrasikan dunia kepada Hati Maria yang
Tak Bernoda pada tahun 1942. Banyak orang tidak tahu bahwa Paus Pius XII telah secara spesifik
mengonsekrasikan Rusia kepada Hati Maria yang Tak Bernoda pada tahun 1952.
Kami tidak mengetahui hal ini sebelum kami mulai mempelajari pertanyaan ini dengan lebih mendalam.
Fakta yang penting ini bahkan tersingkap di dalam buku-buku yang didukung oleh kerasulan “Romo”
Nicholas Gruner.
Bruder Michel, Toute la vérité sur Fatima [Seluruh Kenyataan tentang Fatima], Volume 1, hal. 498:
“ ... pada bulan Juni 1952. Pada tanggal 7 Juli di tahun yang sama, satu tahun sesudah artikel
dari Dhanis, Paus Pius XII, di dalam surat apostoliknya Sacro Vergente Anno, telah
menuntaskan konsekrasi Rusia ini dan Rusia sendiri, dengan menyebutkan nama negara
itu – tidaklah benar bagi Dhanis untuk menyatakan bahwa hal ini tidak mungkin terjadi!”2
Kita juga menemukan fakta ini di dalam buku Fatima in Twilight [Aram-temaram Fatima].
Mark Fellows, Fatima in Twilight [Aram-temaram Fatima], hal. 119:
“Surat ini berlanjut dengan meminta agar Pius mengonsekrasikan Rusia kepada Hati
617
Tak Bernoda. Ia [Pius XII] melakukannya di dalam sepucuk surat yang ditujukan kepada
seluruh rakyat Rusia (Sacro Vergente Anno), di mana ia menuliskan dengan saksama, ‘pada
hari ini, Kami mengonsekrasikan dan dengan cara yang teramat khusus memercayakan seluruh
rakyat Rusia kepada Hati Tak Bernoda ini’ ....”3
Berikut kata-kata Pius XII:
Paus Pius XII, Sacro Vergente Anno (Surat apostolik), 7 Juli 1952:
“ ... sebagaimana beberapa tahun lalu Kami mengonsekrasikan segenap umat manusia
kepada Hati Tak Bernoda milik Perawan Maria, Bunda Allah, demikian pula pada hari ini
Kami mengonsekrasikan dan dengan cara yang teramat khusus Kami memercayakan
seluruh rakyat Rusia kepada Hati Tak Bernoda ini ....”4
Oleh sebab itu, yaitu suatu fakta yang tidak terpungkiri: Paus Pius XII telah secara khusus
mengonsekrasikan Rusia kepada Hati Maria yang Tak Bernoda.
namun bukankah Bunda Maria telah berjanji bahwa Rusia akan dikonsekrasikan bersama semua uskup di
dunia? Tidak! Ini yaitu poin kuncinya. Bunda Maria meminta agar Rusia dikonsekrasikan bersama
semua uskup di dunia, namun pada tanggal 13 Juli, ia hanya berjanji bahwa “Pada akhirnya, Hatiku yang
Tak Bernoda akan menang. Bapa Suci akan mengonsekrasikan Rusia kepadaku, dan ia akan
berkonversi dan suatu masa kedamaian tertentu akan diberikan kepada dunia.’ Perhatikan bahwa Bunda
Maria tidak berjanji: “Bapa Suci dan semua uskup akan mengonsekrasikan Rusia kepadaku ….” Di
samping itu, Surga telah mewahyukan bahwa konsekrasi Rusia yang sebenarnya tidak akan sepenuhnya
ditepati sesuai dengan kehendak-kehendak Surga pada awalnya; misalnya, konsekrasi itu akan dilakukan
“dengan terlambat” (hal ini akan dibahas tidak lama lagi).
FAKTA #2: BUNDA MARIA TIDAK PERNAH BERKATA BAHWA KONVERSI
RUSIA BERARTI BAHWA RUSIA AKAN BERKONVERSI KEPADA IMAN KATOLIK
Pertanyaan yang harus kembali kita telaah yaitu sebagai berikut: Apakah Bunda Maria pernah
berkata bahwa Rusia akan berkonversi kepada “Iman Katolik”? Apakah ada bukti bahwa
Bunda Maria telah berkata bahwa Rusia akan berkonversi kepada Iman Katolik? Jawabannya, yang
kemungkinan besar akan mengejutkan banyak orang, yaitu tidak. Salah satu dari kami [seorang
biarawan dari Biara Keluarga Terkudus] telah mempelajari secara saksama karya dari Bruder Michel,
“Toute la vérité sur Fatima [Seluruh Kenyataan tentang Fatima]’ (lebih dari 2.000 halaman tentang hal
ini ). Pada waktu itu, kami sedang mencari suatu bukti, bukti apa pun, yang menyatakan bahwa
Bunda Maria pernah berkata bahwa “konversi” Rusia berarti bahwa negara Rusia akan berkonversi
kepada Iman Katolik. [Mohon mencatat: kami tidak sedang mencermati pertanyaan bilamana Surga
menghendaki agar Rusia berkonversi kepada Iman Katolik: tentunya jawabannya yaitu ya, sebab di luar
Gereja Katolik tidak ada keselamatan. namun , kami sedang menanggapi pertanyaan tentang bilamana
Surga pernah berkata atau berjanji bahwa negara Rusia akan berkonversi kepada Iman Katolik. Tidak
ada bukti bahwa Surga pernah berjanji bahwa Rusia akan berkonversi kepada Iman Katolik.]
Seseorang berkata kepada kami: “Tentu saja hal ini berarti bahwa seluruh negeri itu akan
berkonversi kepada iman Katolik, hal ini tidak bisa diartikan dengan makna yang lain!” Orang ini bahkan
berkata bahwa yaitu suatu hal yang absurd untuk berpikir bahwa Bunda Maria memakai kata
“konversi” dengan makna yang lain selain konversi kepada Iman yang sejati. Benarkah? Orang ini akan
terkejut saat ia mengetahui bahwa di dalam terjemahan bahasa Latin Vulgata Kitab Amsal 16:7, kita
menemukan suatu rujukan kepada “konversi” yang tidak berarti konversi kepada iman yang sejati,
618
melainkan berkonversinya seorang musuh penganiaya kepada kedamaian (yakni, bahwa ia berhenti
melakukan penganiayaannya).
Amsal 16:7: “Jikalau jalan seseorang berkenan kepada TUHAN, bahkan musuh-musuhnya
dibuat-Nya berdamai dengannya.”
Dalam bahasa Latin: “ ... Cum placuerint Domino viae hominis inimicos quoque eius
convertet ad pacem.“
Dalam bahasa Inggris: “When the ways of man shall please the Lord, He will convert even
his enemies to peace.”
Kenyataannya, perhatikan keserupaan antara perkataan Bunda Maria dari tanggal 13 Juli dan Amsal 16:7
(menurut Kitab Suci Vulgata): di dalam konteks kedua perkataan ini, konversi secara langsung
berhubungan dengan kedamaian, sesudah seorang manusia telah memenuhi permintaan Tuhan.
Amsal 16:7: “Jikalau jalan seseorang berkenan
kepada TUHAN, bahkan musuh-musuhnya dibuat-
Nya berdamai dengannya.” [Kitab Suci terjemahan
MILT 2008]
[Dalam bahasa Inggris: “When the ways of man shall
please the Lord, He will convert even his enemies to
peace.”]
Bunda Maria: “Jikalau mereka mendengarkan
permintaan-permintaanku, Rusia akan berkonversi
dan akan ada kedamaian.
[Dalam bahasa Inggris: “If they listen to my requests,
Russia will be converted dan there will be peace.”]
sesudah mempelajari perkara ini secara mendalam, dan sesudah kembali mengkaji fakta-faktanya, saya
berpendapat dengan teguh bahwa perkataan Bunda Maria berselaras dengan apa yang kita baca di sini di
dalam Amsal 16:7: “konversi” Rusia tidak berarti berkonversinya negara ini kepada iman Katolik,
melainkan berkonversinya musuh penganiaya (yakni, Rusia) kepada suatu masa kedamaian tertentu.
Kita akan melihat makna yang persis dari hal ini sewaktu kita berlanjut, dan kita juga akan melihat
bahwa bukti dari pesan Fatima mendukung kesimpulan ini.
POSISI INI DIDUKUNG LEBIH LANJUT DENGAN MEMPERTIMBANGKAN
PORTUGAL – “LEMARI KACA BUNDA MARIA”
Untuk mencoba mendukung posisi mereka bahwa Rusia belum dikonsekrasikan, “Romo” Gruner dan
para pengikutnya sering mengungkit-ungkit kasus Portugal, di mana Portugal disebut sebagai “Lemari
Kaca Bunda Maria.” Mereka menyatakan bahwa sewaktu para Uskup Portugal mengonsekrasikan negara
mereka kepada Hati Maria yang Tak Bernoda pada tanggal 13 Mei 1931, peristiwa itu menghasilkan
suatu pembaruan sosial dan pembaruan Katolik yang luar biasa. Mereka berkata bahwa Bunda Maria
memakai Portugal sebagai sebuah “lemari kaca” untuk mempertunjukkan apa yang akan
dilakukannya untuk Rusia dan seluruh dunia.
John Vennari, It Doesn’t Add Up [Tidak Masuk Akal], The Fatima Crusader, Terbitan #70:
“Oleh sebab itu, tidaklah sulit untuk dimengerti mengapa Portugal, pada masa ini , disebut
sebagai ‘Lemari Kaca Bunda Maria’. Dan mukjizat lipat tiga di Portugal berguna sebagai suatu
pratinjau tentang akan seperti apa keadaan Rusia dan seluruh dunia sesudah Konsekrasi
Rusia secara Kolegial.”5
619
namun , dengan membawa-bawa Portugal sebagai contoh, mereka hanya membuktikan lebih lanjut bahwa
janji “konversi” Rusia bukan berarti bahwa seluruh negeri itu akan berkonversi kepada Iman Katolik.
Sebab mereka gagal untuk mencatat bahwa bahkan sesudah para uskup mengonsekrasikan negara
Portugal (suatu negara yang hampir sepenuhnya Katolik dari sudut pandang populasi), negara itu
tidak menjadi suatu negara Katolik!
Bruder Michel, Toute la vérité sur Fatima [Seluruh Kenyataan tentang Fatima], Volume 2, hal. 265:
“Anehnya, di dalam persetujuan ini [persetujuan negara Portugal – tanggal 7 Mei 1940] agama
Katolik tidak diakui sebagai agama resmi Negara Portugal, dan oleh sebab itu, secara teori,
tetap ada pemisahan antara Gereja dan Negara.”6
Jika Portugal sendiri (suatu negara yang hampir sepenuhnya Katolik) tidak berubah menjadi suatu
negara Katolik bahkan sesudah dikonsekrasikan, hal ini yaitu bukti lebih lanjut bahwa konversi Rusia
bukan berarti konversi negara itu kepada iman Katolik. Konstitusi Portugal pada tahun 1959 bahkan
tidak menyebutkan nama Allah.7
POSISI INI DIDUKUNG LEBIH LANJUT OLEH RINGKASAN SUSTER LUCIA
TENTANG PENGLIHATANNYA DI TUY
Untuk mencoba mendukung posisi mereka bahwa Rusia akan berkonversi kepada Iman Katolik, banyak
orang mengutip penglihatan di Tuy, di mana Bunda Maria berjanji untuk “menyelamatkan” Rusia:
Bunda Maria kepada Suster Lucia: 13 Juni 1929, di Tuy:
“Sudah tiba saatnya di mana Allah meminta kepada Bapa Suci untuk melakukan bersama seluruh
uskup di dunia, konsekrasi Rusia kepada Hatiku yang Tak Bernoda. Ia berjanji untuk
menyelamatkannya dengan cara demikian.”8
Hal yang SANGAT PENTING yaitu bahwa Bruder Michel mengakui bahwa Suster Lucia merangkum
komunikasi di Tuy ini dengan suatu cara yang sedikit berbeda di dalam kedua surat kepada Romo
Gonçalves:
Bruder Michel, Toute la vérité sur Fatima [Seluruh Kenyataan tentang Fatima], Volume 2, hal. 294:
“[halaman sesudah kutipan yang anda baru saja baca] Marilah menunjukkan secara
langsung bahwa pada tahun 1930, di dalam dua surat kepada Romo Gonçalves, Suster
Lucia ingin mengungkapkan dengan cara yang sedikit berbeda permintaan-permintaan
dari Surga ... [Suster Lucia]: ‘Tuhan yang Mahabaik berjanji untuk mengakhiri
penganiayaan di Rusia, jika Bapa Suci sendiri akan melakukan suatu tindakan reparasi dan
konsekrasi Rusia secara khidmat kepada Hati Kudus Yesus dan Maria, dan memerintahkan
kepada semua uskup dari Gereja Katolik untuk melakukan hal yang sama. Bapa Suci lalu harus
berjanji bahwa sesudah penganiayaan ini berakhir, ia akan menyetujui dan menyarankan praktik
devosi reparasi yang sudah dideskripsikan tesebut.’”9
Maka, menurut Suster Lucia, pesan di Tuy, yang berkata bahwa Tuhan kita akan “menyelamatkan” Rusia,
berarti bahwa Tuhan berjanji untuk “mengakhiri penganiayaan di Rusia”, yang dengan demikian
meneguhkan poin bahwa tidak ada bukti bahwa Surga pernah menjanjikan berkonversinya Rusia
kepada iman Katolik. Kita menemukan hal yang sama di dalam suatu penglihatan lain yang diberikan
oleh Tuhan kita kepada Sr. Lucia pada tahun 1940:
Tuhan kita kepada Suster Lucia; 22 Oktober 1940:
“Aku akan menghukum negara-negara atas kejahatan-kejahatan mereka, melalui perang,
620
kelaparan, dan penganiayaan terhadap Gereja-Ku yang terutama akan membebani Vikaris-Ku di
atas bumi. Paduka Suci akan menemukan bahwa hari-hari pencobaan ini akan
dipersingkat jika ia menaati keinginan-keinginan-Ku dengan mempermaklumkan
Tindak Konsekrasi seluruh dunia kepada Hati Maria yang Tak Bernoda, dengan menyebutkan
Rusia secara khusus.”10
Konsekrasi Rusia akan membuat pencobaan yang disebabkan oleh penganiayaan-penganiayaan Rusia
“dipersingkat”. Janji ini secara sempurna bertepatan dengan poin kami tentang maksud Bunda Maria
tentang “konversi” Rusia. Bagaimanapun, hal yang terpenting yaitu bahwa kita dapat melihat maksud
Bunda Maria sehubungan dengan konversi Rusia dalam konteksnya, dengan mempertimbangkan secara
saksama perkataannya dari tanggal 13 Juli.
“Perang akan berakhir. Namun, jika mereka tidak berhenti menghina Allah, akan bermula sebuah
perang lain yang lebih buruk di bawah masa pemerintahan Pius XI. Ketika kalian melihat suatu
malam yang diterangi oleh sebuah cahaya yang tak dikenal, ketahuilah bahwa cahaya itu yaitu
pertanda besar yang diberikanoleh Allah kepada kalian bahwa Ia akan menghukum dunia atas
kejahatan-kejahatannya, melalui perang, kelaparan, dan penganiayaan terhadap Gereja
dan Bapa Suci. Untuk mencegah hal ini, aku datang untuk meminta konsekrasi Rusia kepada
Hatiku yang Tak Bernoda dan Komuni Reparasi setiap Sabtu pertama. Jikalau mereka
mendengarkan permintaan-permintaanku, Rusia akan berkonversi dan akan ada kedamaian. Jika
tidak, ia akan menyebarkan kesalahan-kesalahannya di seluruh dunia, yang membangkitkan
peperangan dan penganiayaan-penganiayaan terhadap Gereja. Orang-orang benar akan
dimartirkan, Bapa Suci akan mengalami penderitaan yang besar, berbagai negara akan
dilenyapkan. Pada akhirnya, Hatiku yang Tak Bernoda akan menang. Bapa Suci akan
mengonsekrasikan Rusia kepadaku, dan ia akan berkonversi dan suatu masa kedamaian tertentu
akan diberikan kepada dunia.”
Mohon mencatat bahwa konsekrasi Rusia telah secara khusus dimintakan untuk mencegah “perang ...
kelaparan, dan penganiayaan terhadap Gereja.” Hal ini menunjukkan bahwa kata-kata Bunda Maria
tentang konsekrasi Rusia telah dipasang secara kokoh dalam konteks ini: mengonversikan musuh ini
kepada kedamaian dari penganiayaan-penganiayaan ini, yakni, “perang … kelaparan dan penganiayaan
terhadap Gereja.”
Poin ini diperkuat sewaktu seseorang mempertimbangkan “pertanda yang besar” yang disebutkan oleh
Bunda Maria dalam konteks permintaannya untuk konsekrasi Rusia. Bunda Maria berkata: “Sewaktu
kalian melihat suatu malam yang diterangi oleh suatu cahaya yang tidak dikenal, ketahuilah bahwa
cahaya itu yaitu pertanda yang besar yang diberikan oleh Allah kepada kalian bahwa Ia akan
menghukum dunia atas kejahatan-kejahatannya, melalui perang, kelaparan, dan penganiayaan terhadap
Gereja dan Bapa Suci. Untuk mencegah hal ini … ” “Pertanda” ini bukanlah suatu “pertanda yang kecil”,
melainkan “pertanda yang besar” yang diberikan oleh Surga dalam konteks konsekrasi Rusia serta
hukuman-hukuman yang akan dicegah oleh konsekrasi Rusia.
Nah, semua orang tahu bahwa “pertanda yang besar” ini yaitu cahaya yang tak dikenal yang menerangi
langit pada tanggal 25 Jan. 1938, hanya beberapa saat sebelum terjadinya peristiwa-peristiwa yang
menyegerakan terjadinya Perang Dunia II.
“Suatu aurora borealis yang sangat besar terlukiskan di langit Eropa Barat malam lalu;
kejadian ini menyebabkan suatu kegaduhan di beberapa departemen, yang pada awalnya percaya
bahwa kejadian itu yaitu suatu kebakaran raksasa. Di seluruh daerah Alpen, orang-orang sangat
621
tertarik oleh pertunjukan yang aneh ini. Langit membara bagaikan perapian besar yang
bergerak, yang menimbulkan suatu cahaya merah darah yang sangat kuat.”11
Kami berpendapat bahwa kebanyakan orang akan setuju bahwa pertanda ini tidak terlihat begitu
signifikan dari sudut pandang zaman ini. namun , dalam konteks konsekrasi Rusia yang dipintakan
untuk mencegah terjadinya “perang … kelaparan … dan penganiayaan terhadap Gereja ….”, inilah
“pertanda yang besar” yang diberikan oleh Surga. Hal ini kembali membuktikan betapa perkataan
Bunda Maria untuk konsekrasi Rusia sedemikian kokohnya dipasang di dalam konteks ini, yakni,
mengonversikan musuh ini kepada kedamaian dari penganiayaan-penganiayaannya dalam bentuk
peperangan, penganiayaan-penganiayaan terhadap Gereja, dll.
“ORANG-ORANG BENAR AKAN DIMARTIRKAN” DAN “BERBAGAI NEGARA
AKAN DILENYAPKAN” yaitu NUBUAT-NUBUAT YANG TELAH DIGENAPI
Untuk mengerti lebih baik apa yang dimaksudkan oleh Bunda Maria dengan “konversi” Rusia, penting
adanya bagi kita untuk memahami apa yang Bunda Maria maksudkan dengan hal-hal yang
disebutkannya di dalam konteks yang sama; misalnya, “berbagai negara akan dilenyapkan” dan
“orang-orang benar akan dimartirkan”.
Bunda Maria dari Fatima, 13 Juli 1917:
“Jikalau mereka mendengarkan permintaan-permintaanku, Rusia akan berkonversi dan akan ada
kedamaian. Jika tidak, ia akan menyebarkan kesalahan-kesalahannya di seluruh dunia, yang
membangkitkan peperangan dan penganiayaan-penganiayaan terhadap Gereja. Orang-
orang benar akan dimartirkan, Bapa Suci akan mengalami penderitaan yang besar,
berbagai negara akan dilenyapkan ….”
Banyak orang percaya bahwa perkataan Bunda Maria “berbagai negara akan dilenyapkan” dan “orang-
orang benar akan dimartirkan” (akibat tersebarnya kesalahan-kesalahan Rusia) belum digenapi. namun ,
kenyataannya yaitu bahwa kedua hal ini sudah digenapi.
BERBAGAI NEGARA DILENYAPKAN
Seperti yang kita telah lihat, bahkan Bruder Michel, seorang penulis yang karyanya dipromosikan oleh
kerasulan Nicholas Gruner, mengakui bahwa pengambilalihan kuasa atas negara-negara Baltik dan
berbagai Negara kecil lainnya oleh Uni Soviet pada Perang Dunia II, hanya dengan proses
aneksasi ke dalam Uni Soviet sendiri membuat negara-negara itu tidak lagi ada, dan merupakan
pelenyapan negara-negara yang dibicarakan oleh Bunda Maria.
Bruder Michel, Toute la vérité sur Fatima {Seluruh Kenyataan tentang Fatima}, Volume 3, hal. 133:
“Pada tahun 1939, URSS masih merupakan satu-satunya negara komunis di dunia ... Enam tahun
lalu ... beberapa negara terhapuskan dari peta, diserap oleh kekaisaran Soviet,
selusin negara memasuki orbit Moskwa dan hanya mempertahankan kebebasan dari
tampak luar mereka saja, sedangkan negara-negara yang lain diguncang oleh peperangan
internal atau begitu terancam oleh subversi komunis. Nubuat Fatima telah digenapi sampai
setiap detailnya.”12
Di samping negara-negara seperti Polandia, Hongaria, Cekoslowakia, Rumania, Bulgaria, dst., yang
memasuki orbit Kekaisaran Soviet, dan yang semata-mata dijadikan negara boneka bagi Uni Soviet,
negara-negara Baltik: Lituania, Latvia, dan Estonia sungguh terhapuskan dari peta – negara-
negara Baltik itu sama sekali dilenyapkan sebab diserap ke dalam Kekaisaran Soviet.
622
W. H. Carroll, The Rise and Fall of the Communist Revolution [Kebangkitan dan Kejatuhan Revolusi
Komunis], hal. 310:
“Negara-negara Baltik yang kecil – Lituania, Latvia, dan Estonia – sekarang sudah cukup
ranum untuk dipetik oleh Stalin. Ia segera bergerak untuk memberlakukan ‘traktak-traktat
bantuan timbal balik’ kepada negara-negara itu. Satu-satunya klausul yang paling penting dari
traktat-traktat ini yaitu ditempatkannya pasukan Soviet yang besar jumlahnya di dalam
negara-negara ini . Traktat-traktat ini ditandatangani pada tanggal 28 September (Estonia),
5 Oktober (Latvia), dan 10 Oktober (Lituania). Mereka dapat dikuasai kapan saja.”13
Suatu artikel yang dituliskan di dalam situs internet dari Joint Baltic American National Committee
berisikan kata-kata berikut:
“Pada tanggal 23 Juli 1940, Summer Welles, Penjabat Sekretaris Negara AS, menyatakan bahwa
‘proses-proses yang licik yang melaluinya kemerdekaan politis dan integritas teritorial
dari ketiga republik Baltik yang kecil – Estonia, Latvia dan Lituania – secara sengaja
dilenyapkan oleh salah satu dari tetangga mereka yang lebih kuat, telah dituntaskan dengan
cepat.”14
Perhatikan bahwa penyerapan negara-negara Baltik oleh Uni Soviet “melenyapkan”
kemerdekaan politis dan integritas teritorial dari negara-negara ini (yakni, negara-negara
itu sendiri dilenyapkan)! Suatu artikel lain yang ada di situs internet Joint Baltic American National
Committee berkata demikian: ” ... komunisme dikenang bukan melalui hal-hal yang ditinggalkannya,
melainkan hal-hal yang tidak ditinggalkannya. Dekade kepemimpinan totaliter melenyapkan
budaya-budaya ....”15
Kata-kata Bunda Maria tentang lenyapnya negara-negara merujuk secara jelas kepada pengambilalihan
kuasa atas negara-negara Baltik oleh Uni Soviet, pengambilalihan yang secara harfiah menghapuskan
negara-negara itu dari peta melalui penyerapan. namun , ada beberapa orang yang berpikir bahwa kata-
kata Bunda Maria mengacu kepada suatu bencana nuklir yang akan terjadi di masa depan. Untuk
mencoba membuktikan argumen mereka, mereka akan mengutip perkataan Suster Lucia kepada Romo
Fuentes.
Suster Lucia kepada Romo Fuentes, 1957:
“Katakan kepada mereka, Romo, bahwa Perawan yang Tersuci beberapa kali berkata kepada
sepupu-sepupu saya Francisco dan Jacinta dan kepada diri saya sendiri bahwa banyak negara
akan menghilang dari muka bumi. Ia berkata bahwa Rusia akan menjadi alat hukuman yang
dipilih oleh Surga untuk menghajar seluruh dunia jika sebelumnya kita tidak membuat negara
yang malang itu berkonversi.”16
Suster Lucia jelas-jelas mengulangi kata-kata Bunda Maria tentang lenyapnya negara-negara.
Bagaimanapun, jika suatu negara dihancurkan oleh suatu bencana nuklir, negara itu tidak akan
menghilang. Negara ini tetap akan kelihatan, hanya saja, negara itu akan merupakan suatu tanah
terlantar yang tandus dan hampa. Satu-satunya cara untuk membuat suatu negara “menghilang” secara
harfiah yaitu dengan menghapuskan negara itu melalui inkorporasi ke dalam suatu negara yang lain,
sebagaimana yang terjadi dengan pengambilalihan kuasa oleh Uni Soviet atas negara-negara Baltik.
Suatu bukti yang mengejutkan tentang hal ini: berikut kata-kata Menteri Luar Negeri Soviet,
Molotov, kepada Menteri Luar Negeri Lituania (tentang pengambilalihan yang akan segera
dilakukan oleh Uni Soviet atas negara-negara Baltik):
623
Menteri Luar Negeri Soviet, Molotov, kepada Menteri Luar Negeri Lituania:
“Anda harus memperhatikan kenyataan dengan saksama dan memahami bahwa ke
depannya, negara-negara kecil akan harus menghilang. Lituania anda bersama
negara-negara Baltik lainnya ....”17
Peta di atas yaitu peta Eropa Timur sebelum Perang Dunia II yang menggambarkan negara-negara
Baltik (Estonia, Latvia, dan Lituania) sebelum negara-negara itu dilenyapkan dan menghilang akibat
diserap secara penuh ke dalam Kekaisaran Uni Soviet yang satanik
Ini yaitu peta Eropa Timur dan Blok Komunis sesudah Perang Dunia II yang menggambarkan hilangnya
dan lenyapnya negara-negara Baltik akibat diserap secara penuh ke dalam Kekaisaran Soviet
Lenyapnya negara-negara – proses yang membuat negara-negara “menghilang” – merujuk secara jelas
kepada Uni Soviet dan pengambilalihannya atas negara-negara Baltik. Bruder Michel bahkan
memakai istilah yang sama “anéantissement des nations” [pelenyapan negara-negara] untuk
berbicara tentang negara-negara lain yang diinkorporasikan oleh Uni Soviet ke dalam orbitnya sebagai
624
negara-negara satelit, seperti Polandia, dll. namun , istilah itu secara amat spefisik merujuk kepada
dihapuskannya negara-negara Baltik, serta berbagai provinsi kecil lainnya, seperti Bukovina Utara dan
Bessarabia. Dan inilah pastinya yang akan telah terjadi kepada “banyak” negara lainnya, seandainya
Rusia tidak dikonsekrasikan.
Bruder Michel, Toute la vérité sur Fatima [Seluruh Kenyataan tentang Fatima], Volume 3, hal. 136:
“Apakah kita perlu menyebutkan negara-negara ini satu per satu, yang kemungkinan
dirujuk oleh Bunda Maria dari Fatima, sewaku ia menyatakan bahwa ‘berbagai negara
akan dilenyapkan’? Masyarakat mereka direnggut dari tradisi-tradisi mereka yang kuno, dan
dari Gereja mereka, serta dihancurkan oleh mesin Bolshevik yang besar. Memang benar bahwa
negara-negara itu sudah kehilangan jati diri mereka sendiri … Kita melihat Albania, di mana
penganiayaan terhadap Gereja bermula pada tahun 1945. Kita melihat Hongaria, dengan
umat Katoliknya yang berjumlah 7 juta orang, dari antara 10 juta penduduknya, di mana nunsius
apostoliknya diusir pada bulan April 1945 … Kita melihat Polandia (22 juta umat Katolik), di
mana pada bulan September 1945, pemerintahan negara memutuskan untuk melanggar
konkordat. Kita melihat Cekoslowakia, di mana dari 12 juta penduduknya, umat Katolik hampir
berjumlah 9 juta orang. Kita melihat Rumania Ortodoks, dengan minoritas penduduknya yang
tergolong umat Ritus Timur yang berjumlah 3 juta orang, di mana pemerintahan negara menanti
saat yang tepat untuk melakukan integrasi paksa ke dalam Gereja skismatis, sama seperti yang
dilakukan di Ukraina. Kita melihat Bulgaria, di mana umat Gereja hanya beberapa 57.000 orang.
Kita melihat Yugoslavia di bawah Tito … di mana suatu penganiayaan yang bersimbah
darah bermula pada bulan Juni – Juli 1945.”18
Di dalam setiap negara komunis yang dikendailkan oleh Uni Soviet, pers, radio, dan pendidikan
sepenuhnya berada di bawah kuasa Negara. Demikianlah kenyataan yang menyedihkan dan kelam yang
terjadi kepada setiap negara yang jatuh ke dalam Komunisme. Semua negara satelit ini juga dengan
penuh semangat menganiaya Gereja. Contohnya:
Bruder Michel, Toute la vérité sur Fatima [Seluruh Kenyataan tentang Fatima], Volume 3, hal. 169:
“Di Rumania, dengan keterlibatan aktif dari Patriark Alexis dari Moskwa dan segenap hierarki
Ortodoks nasional, para komunis pada dasarnya memutuskan untuk melikuidasikan Gereja
Yunani Katolik, yang umatnya pada waktu itu berjumlah 1.600.000 orang: ‘Menjelang akhir
bulan Oktober 1948, mereka mulai menangkap para Uskup, vikaris jenderal, kanonik, dan
kebanyakan imam dari Gereja Katolik Bizantina, yang secara keseluruhan berjumlah 600 orang.
Pemerintah lalu menyita gereja-gereja, biara-biara dari para biarawan dan kaum
rohaniwan, kendati perlawanan mereka.’ Pada tanggal 1 Desember [1948], pemerintahan
komunis menerbitkan dekret yang menghapuskan Gereja Katolik Timur.”19
Kejadian ini menuntun kepada nubuat bahwa “orang-orang benar akan dimartirkan”, yang juga telah
digenapi:
625
ORANG-ORANG BENAR DIMARTIRKAN
yaitu suatu fakta yang sederhana bahwa begitu banyak umat Katolik yang dimartirkan oleh Uni Soviet
dan negara-negara satelit Komunisnya. sebab kejadian ini terkenal, kami tidak akan memberi
banyak kutipan untuk membuktikan poin ini. namun , penting adanya untuk kembali mencatat bahwa
bahkan Bruder Michel, yang karyanya tentang Fatima dipromosikan oleh “Romo” Nicholas Gruner,
mengakui bahwa nubuat “orang-orang benar akan dimartirkan” sudah terjadi.
Bruder Michel, Toute la vérité sur Fatima [Seluruh Kenyataan tentang Fatima], Volume 2, hal. 485:
“Sewaktu, di dalam sepucuk surat yang bertanggal 21 Januari 1940, Suster Lucia menyebutkan
sehubungan dengan perang ‘darah yang ditumpahkan oleh para martir’, yang pada akhirnya
akan meredakan murka ilahi, dan sewaktu Bunda Maria mengumumkan di dalam
Rahasianya bahwa ‘orang-orang benar akan dimartirkan’, bagaimanakah kita dapat
melupakan jutaan umat Katolik dari Ukraina ini atau para umat Katolik Polandia yang
dimartirkan oleh golongan Bolshevik?”20
Suatu contoh yang baik yaitu dari Rusia di tahun 1923. Pada waktu itu, Moskwa mencoba untuk
memeras Vatikan sehingga mengaruniakan kepada rezimnya pengakuan diplomatik. Moskwa
memberi perintah untuk menangkap seorang imam yang berjabatan tinggi, Mons. Cieplak
(administrator apostolik dari dioses Mohilev), vikaris jenderalnya, Mons. Budkiewicz, dan tiga belas
imam lainnya. Para imam ini menyatakan bahwa mereka tidak akan menaati hukum Uni Soviet tahun
1922 yang melarang pengajaran Iman Katolik kepada anak-anak.20a Moskwa setuju untuk membebaskan
mereka jika Vatikan setuju untuk menjalin hubungan-hubungan diplomatik dengan rezimnya. Rezim
Rusia tahu bahwa sekalinya Vatikan menjalin hubungan-hubungan diplomatik dengannya, negara-negara
Eropa lainnya akan mengikutinya. namun , Vatikan tidak dapat memberi kepada Moskwa pengakuan
semacam itu, maka, Moskwa menjatuhkan hukumannya:
“Pada Jumat Agung tahun 1923, Mgr. Budkiewicz dimartirkan dengan kekejaman yang
mengerikan: ia didorong secara brutal di dalam sebuah koridor yang gelap, ia jatuh dan
kakinya pun patah … Seluruh pakaiannya ditanggalkan dan ia pun tidak lagi dapat
berjalan. Badan sang martir diseret dengan memegang telinganya sampai kepada pasukan
pengawas. Salah satu dari telinganya telah putus. Di dalam lubang yang menganga itu, ia
ditembak dengan sebuah revolver. Romo Walsh ... mendengar tembakan itu bergema di
tengah-tengah seruan, nyanyian orang mabuk dan tawa yang terbahak-bahak. Agar tidak
meninggalkan relikui apa pun, badan sang martir dibakar dan abunya disebarkan. Dan ini yaitu
sinyal yang menandakan serangkaian serangan terhadap hierarki Gereja, imam dan orang
awam. Banyak dari antara mereka diasingkan ke dalam penjara-penjara es Solowki di
Laut Hitam, di mana ada suatu kamp konsentrasi yang dikhususkan untuk orang-
orang Kristiani; orang-orang yang lain meninggal di dalam penjara, beberapa dari mereka
menjadi gila akibat siksaan-siksaan yang telah mereka tanggung.”21
“ ... pada tahun 1922 sendiri, lebih dari 800 imam, rohaniwan dan rohaniwati Katolik dan
Ortodoks ditembak di Rusia.”22
Paus Pius XI, Surat kepada Kardinal Pompili, 2 Februari 1930:
“Di tahun lalu pada hari-hari raya Natal, ratusan gereja [di Rusia] ditutup, beberapa besar
ikon dibakar, semua buruh dan murid sekolahan dipaksa untuk bekerja dan hari Minggu
dihapuskan, namun mereka juga memaksa para buruh pabrik, baik pria maupun wanita,
untuk menandatangani suatu deklarasi kemurtadan dan kebencian resmi terhadap Allah,
626
jika tidak, kartu jatah roti mereka akan disita. Tanpa kartu ini, setiap penduduk dari
negara yang malang ini terpaksa mati akibat kelaparan, penderitaan, dan kedinginan. Dari
antara hal-hal lainnya, di semua kota dan di banyak pedesaan … pada hari-hari raya Natal tahun
lalu: mereka menyaksikan perarakan tank yang dijalankan oleh anak-anak berandal yang
mengenakan jubah suci, yang membawa salib dengan penuh olok-olok dan meludahinya,
sedangkan kendaraan-kendaraan berpelat baja lainnya memindahkan pohon-pohon Natal yang
besar, di mana tergantung boneka-boneka marionette yang menyerupai para uskup Katolik dan
Ortodoks yang lehernya digantung. Di tengah-tengah kota, anak-anak jalanan muda lainnya
melakukan berbagai jenis penistaan terhadap salib.”23
W.H. Carrol, The Rise and Fall of the Communist Revolution [Kebangkitan dan Kejatuhan Revolusi
Komunis], hal. 364-365:
“Pada tahun 1946, otoritas Soviet telah mengusir semua uskup Lituania kecuali satu orang
dari diosesnya … Dari tahun 1946 sampai 1948, 357 orang imam – sepertiga dari semua imam
di Lituania – dideportasikan ke dalam kamp-kamp kerja paksa di Rusia dan Siberia. Salah
satu dari mereka, yang telah divonis hukuman 25 tahun (yang berarti hukuman mati,
sebab hampir semua orang tidak bertahan hidup lebih dari sepuluh tahun di dalam kamp-kamp
itu) diberi tawaran kebebasan, salah satu dari gereja-gereja yang terbesar di Vilnius, dan
100.000 Rubel seandainya ia hendak mengepalai sebuah gereja Katolik skismatis di
Lituania. Ia menolak, dan lalu menghilang.”24
(Sebagai catatan sampingan, imam ini bisa saja telah diselamatkan dari kengerian kamp-kamp kerja
paksa ini seandainya saja ia telah setuju untuk menjadi seorang Skismatis Timur. Ia menolak, dan
menderita hukuman yang amat ngeri. Hal ini kembali menunjukkan kepada kita kejahatan dari
ekumenisme sesat. Ekumenisme pasca-Vatikan II, yang menerima dan memuji Ortodoksi Timur, percaya
bahwa kemartiran imam ini sama sekali tidak berguna.)
Mayat-mayat para rakyat Lituania sesudah Uni Soviet melenyapkan orang-orang yang dianggap sebagai
ancaman terhadap pengambilalihan kekuasaan penuh.
Pada tahun 1936, kesalahan-kesalahan komunisme Rusia membangkitkan suatu revolusi dan Perang
Saudara di Spanyol. Hasilnya, kemungkinan yaitu salah satu penganiayaan Gereja Katolik yang terbesar
di dalam sejarah.
W.H. Carrol, The Rise and Fall of the Communist Revolution [Kebangkitan dan Kejatuhan Revolusi
Komunis], hal. 285:
“Holocaust Spanyol dimulai hampir dengan segera [pada tahun 1936]. Sasaran utama dari
para revolusioner yaitu ... Gereja Katolik. Selama tiga bulan berikutnya, para imam,
rohaniwan dan umat Katolik yang ditangkap di separuh negeri Spanyol di mana Republik
627
berkuasa, merupakan korban-korban penganiayaan yang paling bersimbahkan darah
yang pernah dialami oleh Gereja sejak penganiayaan yang dilakukan oleh Kaisar Romawi
Diokletianus pada abad ke-4. Secara keseluruhan, 6.549 imam dan 283 biarawati
dimartirkan; banyak dari antara mereka meninggal dalam kondisi-kondisi kemartiran yang
klasik. Mereka ditawarkan hidup jika mereka menyangkal iman mereka dan kematian jika
mereka menjunjung iman mereka.”25
Hugh Thomas, yang dianggap sebagai sejarahwan yang terkemuka dalam hal Perang Saudara Spanyol,
memberi kita beberapa detail tentang para martir ini :
“Di Cervera, mereka memaksakan sebuah Rosario untuk dimasukkan ke dalam telinga
seorang biarawan sampai menembus gendang telinganya ... Beberapa orang lain dibakar,
yang lain dikubur hidup-hidup – orang-orang yang dihukum untuk dikubur hidup-hidup ini
dipaksa untuk menggali kuburan mereka sendiri. Di Alcazar de San Juan, seorang pria muda,
yang terkenal akan kesalehannya, dicungkil bola matanya. Di provinsi itu, Ciudad Real,
kejahatan-kejahatan yang dilakukan memang mengenaskan. Sebuah salib dipaksakan masuk
ke dalam mulut ibunda dua orang Yesuit. Delapan ratus orang dijebloskan ke dalam
corong tambang.”26
Tidak diragukan bahwa penganiayaan di Spanyol didorong dan dibangkitkan oleh kesalahan-kesalahan
Rusia; bahkan beberapa dari “para penyerang membawa spanduk-spanduk merah bergambarkan palu
dan arit.”27
Kami dapat memberi banyak contoh untuk bagaimana orang-orang benar dimartikan yang jumlahnya
berhalaman-halaman. Sebagai contoh, sesudah Uni Soviet memaksakan “reunifikasi” “Gereja” skismatis
dengan Gereja Katolik Yunani di tahun 1945, begitu banyak umat Katolik Ukraina yang dimartirkan oleh
sebab iman mereka:
Kardinal Slipyi:
“Pada tanggal 11 April 1945, saya ditangkap bersama semua uskup yang lain. Kurang dari
setahun sesudah nya, lebih dari 800 imam telah mengikuti kita ke dalam pengasingan. Dari tanggal
8-10 Maret 1946, sinode ilegal di Lviv berlangsung. Di bawah tekanan kaum ateis, sinode ini
menyerukan ‘reunifikasi’, dan, akibatnya, likuidasi resmi Gereja kami dilaksanakan dengan
paksaan yang brutal. Para uskup dideportasikan ke setiap pelosok Uni Soviet. Hampir
semuanya mati sesudah nya, atau dibunuh di dalam pengasingan ... lebih dari 1.400 imam dan 800
rohaniwati, dan belasan ribu umat yang di dalam pengasingan, memeteraikan, lewat
pengorbanan hidup mereka, kesetiaan mereka kepada Sri Paus, Takhta Apostolik Roma
dan Gereja Universal.”28
yaitu suatu fakta yang tidak perlu dibuktikan kembali: orang-orang benar dimartirkan di Uni Soviet, di
negara-negara satelit Komunis dan di negara-negara lainnya, seperti di Spanyol, di mana kesalahan-
kesalahan Rusia telah membangkitkan penganiayaan yang bersimbahkan darah. Kata-kata Bunda Maria
– bahwa “orang-orang benar akan dimartirkan” dan “berbagai negara akan dilenyapkan” – telah
digenapi.
Bunda Maria:
“Jikalau mereka mendengarkan permintaan-permintaanku, Rusia akan berkonversi dan akan ada
kedamaian. Jika tidak, ia akan menyebarkan kesalahan-kesalahannya di seluruh dunia, yang
membangkitkan peperangan dan penganiayaan-penganiayaan terhadap Gereja. Orang-
orang benar akan dimartirkan, Bapa Suci akan mengalami penderitaan yang besar,
628
berbagai negara akan dilenyapkan. Pada akhirnya, Hatiku yang Tak Bernoda akan menang.
Bapa Suci akan mengonsekrasikan Rusia kepadaku, dan ia akan berkonversi dan suatu masa
kedamaian tertentu akan diberikan kepada dunia.”
Suster Lucia kepada Romo Jongen, Februari 1946:
“Saya kira bahwa kata-kata Bunda Maria sekarang sedang digenapi: ‘Jika mereka tidak
melakukannya (ia baru saja mengingat “permintaan yang persis” dari Santa Perawan Maria),
Rusia akan menyebarkan kesalahan-kesalahannya di seluruh dunia.’”29
Beberapa orang juga bertanya: bagaimana dengan penganiayaan terhadap Bapa Suci, siapakah yang
“akan mengalami penderitaan yang besar”? Apakah maksud dari perkataan ini? Kita menemukan
jawabannya di dalam pesan Tuhan kita yang disebutkan sebelumnya kepada Suster Lucia pada tahun
1940:
Tuhan kita kepada Suster Lucia, 22 Oktober 1940:
“Aku akan menghukum negara-negara atas kejahatan-kejahatan mereka, melalui perang,
kelaparan, dan penganiayaan terhadap Gereja-Ku yang terutama akan membebani
Vikaris-Ku di atas bumi. Paduka Suci akan menemukan bahwa hari-hari pencobaan
ini akan dipersingkat jika ia menaati keinginan-keinginan-Ku dengan mempermaklumkan
Tindak Konsekrasi seluruh dunia kepada Hati Maria yang Tak Bernoda, dengan menyebutkan
Rusia secara khusus.”30
Penganiayaan terhadap Gereja pada masa itu – siksaan dan kemartiran para imam dan umat, larangan
terhadap aktivitas gerejawi – membebani bagaikan suatu beban dan siksaan yang luar biasa atas Sri Paus
yang merasa bahwa dirinya bertanggung jawab, namun tidak berdaya di hadapan tragedi ini. Mengingat
fakta-fakta ini, kita dapat melihat bahwa keempat aspek dari pesan Bunda Maria: tersebarnya kesalahan-
kesalahan Rusia, kemartiran orang-orang benar, lenyapnya negara-negara, dan penderitaan Bapa Suci,
berlaku pada masa ini.
Orang-orang gagal untuk menyadari bahwa permintaan Bunda Maria untuk konsekrasi Rusia diberikan
di dalam konteks yang sama ini. Konsekrasi dan konversi Rusia dimaksudkan untuk mencegah hukuman-
hukuman dan siksaan-siksaan serta penganiayaan-penganiayaan Rusia yang disebutkan di dalam konteks
ini. Sejalan dengan Amsal 16:7 dan rangkuman Suster Lucia tentang penglihatan di Tuy, maknanya yaitu
mengonversikan musuh ini kepada kedamaian dari tindak-tindak penganiayaannya.
Itulah sebabnya Bunda Maria datang ke Tuy pada tahun 1929 untuk meminta konsekrasi Rusia.
Kenyataannya, Suster Lucia tidak menyebutkan satu patah kata pun tentang Rusia sampai pada tahun
1929. Tahun 1929 yaitu waktu di mana kengerian-kengerian dari Gulag [kamp-kamp kerja
paksa] yang didirikan oleh Stalin mulai menjadi terkenal di dunia. Itulah waktu di mana
penganiayaan-penganiayaan Rusia hampir mencapai puncaknya. Tahun 1929 yaitu tahun yang
persis sebelum Stalin memberlakukan “dekulakisasi”, suatu kebijakan yang diberlakukan dari tahun
1930-1934, yang mengakibatkan kematian jutaan petani jelata. Tahun 1929 juga berlangsung persis
sebelum kelaparan yang direkayasa oleh Stalin pada tahun 1933, yang mengakibatkan kematian jutaan
orang. Masuk akal bahwa Bunda Maria akan kembali untuk meminta konsekrasi Rusia demi
mencegah penganiayaan-penganiayaan yang mengerikan ini pada saat penganiayaan-
penganiayaan ini hampir mencapai titik yang terkejam. Para demografer yang paling serius
memperkirakan bahwa korban Rusia Bolshevik setidak-tidaknya berjumlah lima belas juta orang dari
tahun 1929-1933.31
629
Pada saat ini, sangatlah penting bagi kita untuk melihat kesalahan-kesalahan Rusia itu sudah menjadi
seperti apa. Kita perlu melihat secara lebih saksama rezim Komunis Rusia yang satanic untuk memahami
konteks dari pesan Bunda Maria dengan lebih baik.
RUSIA BERKONVERSI DARI APA – POTRET-POTRET KUASA SETAN DI
DALAM RUSIA KOMUNIS
Vladimir Lenin, perintis revolusi Komunis, pembunuh massal, dan pemimpin Rusia Komunis dari tahun
1917-1924
Di tahun 1917, Lenin menutup semua gereja Katolik di Petrograd.32 Pada tahun 1918, Lenin telah
menutup semua surat kabar di Moskwa, kecuali yang diterbitkan oleh para Komunis. Tindakannya itu
lalu segera diperluas kepada semua media tertulis, termasuk surat kabar berkala, dll.33
“Pada tahun 1918, seseorang dapat membaca kata-kata ini di dalam organ resmi Soviet di
Petrograd: ‘Kita akan menjadikan hati kita kejam, keras, tanpa belas kasih. Kita akan
membuka bendungan lautan darah ini. Tanpa belas kasih, tanpa ampun, kita akan
membunuh musuh-musuh kita yang ribuan jumlahnya. Kita akan menenggelamkan
mereka di dalam darah mereka sendiri.”34
“ ... suatu dekret yang bertanggal 26 Februari 1922 menyita semua harta Gereja, termasuk benda-
benda yang dikonsekrasikan ... Pada waktu yang sama, dan ini masih merupakan fase yang
terawal dari kengerian-kengerian Bolshevik, Kardinal Mercier menerbitkan angka-angka
penganiayaan ini : ‘Statistik korban penganiayaan itu menakutkan. Sejak bulan November
1917, 260.000 serdadu tahanan yang sederhana dan 54.000 pejabat; 18.000 tuan tanah; 35.000
‘cendekiawan’; 192.000 buruh; 815.000 petani; 28 uskup dan 1.215 imam dihukum mati.’”35
Keadaan di Rusia pada tahun 1922 sedemikian buruknya sehingga Paus Pius XI menerbitkan surat
apostolik Annus Fere, yang memerintahkan agar kolekte umum dikumpulkan untuk membantu para
rakyat Rusia yang kelaparan. Di dalam surat itu, Sri Paus berbicara tentang kengerian-kengerian yang
diderita oleh rakyat Rusia. Walaupun Sri Paus tidak mencela rezim Komunis di Rusia dengan menyebut
namanya, Pius XI berbicara tentang “penderitaan rakyat Rusia yang ekstrem, yang dihancurkan oleh
penyakit dan kelaparan, para korban dari musibah terbesar di dalam sejarah ….”36
Tidak lama sesudah ia mengambil alih atas Rusia, Lenin mendirikan Gulag pada tahun 1919. Gulag yaitu
suatu jaringan kamp konsentrasi di mana semua “musuh” Negara dapat dikirimkan.
630
“Pada bulan April 1919, seturut rekomendasi dari Dzerzhinsky dan dengan persetujuan dari
Lenin, pemerintahan Soviet memerintahkan agar suatu jaringan kamp konsentrasi
diciptakan, setidak-tidaknya satu per provinsi, pertama kalinya di dalam sejarah, yang
menjadi model dan inspirasi untuk Hitler dan golongan Nazinya, dan yang nama buruknya
menjadi terkenal di lalu hari: GULAG. Pada tahun 1923, jumlah kamp ini telah
mencapai 315.”37
Kita perlu melihat secara sekilas kengerian-kengerian yang terjadi di Gulag. Itulah sebabnya, kami akan
mengutip Warren H. Carroll terinspirasi dari karya Alexander Solzhenitsyn yang terkenal, The Gulag
Archipelago [Arkipelago Gulag].
.
Alexander Solzhenitsyn sebagai tahanan kamp kerja paksa scs 262
“Kelaparan membawa kematian di rumah, atau sejauh mana orang-orang yang sekarat dapat
berjalan dari rumahnya. Kamp-kamp kerja paksa membawa kematian nun jauh di sana ...
Seseorang mungkin terkesan lancang jika ia menulis tentang gulag sesudah Alexander
Solzhenitsyn. Ia dahulu berada di sana, ia menjadikan tema gulag sebagai tema miliknya; ia
mengubah dunia dan sejarah dengan apa yang dituliskannya tentang gulag … Di sini, kami
hanya dapat mengutip beberapa hal yang ditulis oleh Solzhenitsyn dan memberi
komentar-komentar atas tulisannya – untuk memberi sekecap rasa, suara angin
Neraka yang bertiup di sepanjang tanah padang belantara yang membawa kematian itu.”38
Carrol lalu menggambarkan kamp konsentrasi Orotukan:
“Kita dapat memulai dengan Orotukan. Pada pertengahan dari volume kedua Gulag
Archipelago [Kepulauan Gulag], Solzhenitsyn memberi suatu gambaran singkat tentang
Orotukan (lokasinya lalu ia sebutkan hanya dengan suatu rujukan kepada Sungai Kolyma
di belahan utara jauh dari Siberia) yang kengeriannya terdengar sama buruknya, namun ti











