u manusia...”90
Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata kepada kita bahwa rahmat yaitu Allah dan rahmat juga yaitu
manusia.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Veritatis Splendor (#58), 6 Agustus 1993:
“Pentingnya dialog interior dari MANUSIA DENGAN DIRINYA SENDIRI tidak pernah cukup
dihargai. namun hal ini juga yaitu suatu dialog dari manusia dengan Allah...”91
Di sini Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata bahwa suatu dialog dari manusia dengan dirinya sendiri
yaitu suatu dialog dari manusia dengan Allah.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Veritatis Splendor (#10), 6 Agustus 1993:
“Apakah manusia itu dan apakah yang ia harus lakukan menjadi jelas segera sewaktu Allah
menyingkapkan diri-Nya sendiri.”92
Di sini, Anti-Paus Yohanes Paulus II dengan licik mengatakan kepada kita bahwa ‘apakah manusia itu’
menjadi jelas segera sewaktu Allah menyingkapkan diri-Nya sendiri, yang berarti bahwa apakah manusia
iatu, yaitu Allah sendiri yang menyingkapkan diri.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Ensiklik tentang Roh Kudus (#47), 18 Mei 1986:
“...kenyataan akan Allahlah yang menyingkapkan dan menggambarkan misteri
manusia...”93
Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan
711
Kenyataan Allah yaitu bahwa Ia yaitu Allah! Maka, Anti-Paus Yohanes II berkata bahwa misteri
kenyataan Allah tersingkapkan di dalam fakta tentang Allah, yang berarti bahwa manusia yaitu
Allah.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Audiens Umum, 15 September 1982:
“Yerusalem juga dapat menjadi kota manusia...”94
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan kepada Para Uskup dari Rwanda, 17 September 1998:
“...darah mereka akan menjadi benih injil... Mereka akan membantu kalian supaya tidak
kehilangan harapan akan manusia...”95
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Evangelium Vitae (#3), 25 Maret 1995:
“Oleh sebab itu setiap ancaman terhadap martabat dan hidup manusia semestinya harus
dirasakan di dalam hati Gereja sendiri; hal ini sangat memengaruhinya di dalam inti
imannya akan Penjelmaan yang menyelamatkan dari Putra Allah...”96
Di sini, Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata bahwa setiap ancaman terhadap martabat manusia sangat
memengaruhi iman akan Penjelmaan. Mengapa begitu? Jawabannya, jika setiap manusia menjadi Allah di
dalam Penjelmaan, seperti yang dikhotbahkan Anti-Paus Yohanes Paulus II, maka setiap ancaman
terhadap manusia memengaruhi iman akan Penjelmaan.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Urbi et Orbi, 31 Maret 1991:
“Marilah kita menghormati manusia secara penuh... Setiap pelanggaran terhadap manusia
yaitu pelanggaran terhadap Allah...”97
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Hari Doa bagi Perdamaian Sedunia (Assisi, Italia), 24 Januari 2002:
“Untuk melakukan pelanggaran terhadap umat manusia yaitu , tentunya, untuk
melakukan pelanggaran terhadap Allah...”98
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 24 Juni 1988:
“...Allah menginginkan untuk menemukan di dalam manusia seluruh ciptaan...”99
Di sini Anti-Paus Yohanes Paulus II menunjukkan bahwa di dalam manusia, seseorang dapat menemukan
seluruh ciptaan.
21. Manusia yaitu sang Mesias
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 12 September 1982:
“Dan arti dari hidup manusia, artinya di dalam rencana cinta kasih yang abadi, tidak dapat
dimengerti kecuali lewat ‘kontes Mesianik’ itu yang dibawa oleh Yesus dari Nazaret
bersama Petrus dan yang terus Ia bawa dengan setiap manusia dan dengan seluruh umat
manusia. Kekristenan yaitu agama dari ‘kontes Mesianik’ ini bersama umat manusia dan
untuk umat manusia.”100
Di sini, Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata bahwa Petrus dan seluruh umat manusia membawa dan
terus membawa suatu ‘kontes Mesianik’ dengan Yesus Kristus. Kata Mesias berarti ‘juru selamat’. Suatu
‘kontes Mesianik’ yaitu , oleh sebab itu, suatu kontes antara para juru selamat! Maksud dari homili
Anti-Paus Yohanes Paulus II ini yaitu bahwa terjadi suatu pertandingan antara setiap manusia dan
Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan
712
Yesus Kristus untuk menentukan siapakah sang Juru Selamat! Dan hanya di dalam pertandingan
Mesianik ini arti dari hidup manusia dapat dimengerti, menurut sang Antikristus Anti-Paus Yohanes
Paulus II, sebab setiap manusia yaitu sang Mesias.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Audiens Umum (atau Urbi et Orbi), 25 Desember 1987, tentang
Maria, Bunda Allah:
“Di dalamnya {Maria} ada dunia yang menantikan Allahnya. Di dalamnya ada
makhluk yang sepenuhnya terbuka di depan Penciptanya. Di dalamnya ada sejarah setiap
umat manusia di mana-mana di dunia...101
Sang Antikristus Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata kepada kita bahwa di dalam Bunda Allah ada
sejarah setiap umat manusia. namun di dalam Maria hanya ada Yesus Kristus, Putra dari Allah
yang hidup. Dengan mengatakan bahwa setiap umat manusia yang ada di mana-mana di dunia ada
di dalam rahum Bunda Allah, Anti-Paus Yohanes Paulus II menunjukkan bahwa setiap umat manusia di
mana-mana di Bumi yaitu Yesus Kristus.
22. Penginjilan Baru
Sang Antikristus ingin menginjili dunia kepada manusia, yang membuat segala hal lebih manusiawi,
sebab semua umat manusia yaitu Kristus, menurut injilnya.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 15 Mei 1982:
“Pendidikan... bertujuan untuk ‘memanusiakan’ manusia.”102
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 17 Juli 1980:
“Sang rasul sejati dari Injil yaitu ia yang memanusiakan dan menginjili pada waktu yang
bersamaan.”103
Dan sewaktu ia mencoba mengonversikan dunia kepada manusia sebagai Kristus, sang Antikristus ini
sering dengan terang-terangan menyamakan hal menjadi lebih manusiawi dengan hal menjadi lebih ilahi;
dalam kata lain, dengan terang-terangan ia menyamakan hal menjadi lebih manusiawi dengan hal
menjadi lebih seperti Allah.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan kepada Orang-orang Slovenia, 18 Mei 1996:
“Dengan cara ini kalian akan membantu untuk mengubah dunia; kalian akan menjadikannya
lebih manusiawi dan oleh sebab itu lebih ilahi.”104
Di sini, Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata bahwa untuk menjadi lebih manusiawi yaitu , oleh sebab
itu, menjadi lebih seperti Allah, yang menunjukkan bahwa manusia yaitu Allah.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Incarnationis mysterium (#2):
“...Gereja membuka kepada semua orang harapan untuk menjadi ‘lebih ilahi’ dan oleh
sebab itu menjadi lebih manusiawi.”105
Di sini kembali Anti-Paus Yohanes Paulus II secara terang-terangan mengatakan bahwa untuk menjadi
lebih ilahi yaitu oleh sebab itu menjadi lebih manusiawi, yang sebab nya menyamakan Allah dengan
manusia.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan kepada Para Uskup Portugis, 30 November 1999:
“Faktanya, lewat Penjelmaan ini, Ia, Putra Allah, telah dalam suatu cara tertentu
Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan
713
menyatukan diri-Nya sendiri dengan setiap manusia... Cara hidup Kristiani bukan hanya
memberi makna kepada apa yang sudah ada, namun juga terbuka ‘terhadap semua manusia
harapan untuk menjadi lebih ilahi dan oleh sebab itu untuk menjadi lebih manusiawi.’”106
Di sini kembali Anti-Paus Yohanes Paulus II menyamakan hal menjadi lebih ilahi dengan menjadi lebih
manusiawi, dan ia mendasarkannya kembali kepada Penjelmaan.
23. Manusia harus menyadari bahwa dirinya yaitu Allah
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 6 Maret 1988:
“ Ya, Allah ‘cemburuan’ terhadap elemen ilahi yang ada di dalam manusia... ‘Jangan ada
padamu allah lain di hadapan-Ku. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan
segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.’ Jika tidak, engkau, manusia tidak akan
menemukan dirimu sendiri!”107
Anti-Paus Yohanes Paulus II mengutip perintah pertama tentang penyembahan terhadap Allah dan ia
berkata bahwa jika anda tidak menyembah Allah anda tidak akan menemukan diri anda sendiri!
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan Angelus, 7 Maret 1982:
“Oleh sebab itu, nilai macam apa yang dimiliki panggilan Kristus untuk berkonversi dan
percaya akan Injil? Apa arti yang dimiliki rekonsiliasi dengan Allah dan penitensi di dalam
misi Gereja yang terus menerus? namun dan mungkin hal yang terpenting yaitu bahwa
panggilan ini ditujukan kepada manusia, kepada setiap manusia, agar ia dapat
menemukan dirinya sendiri! Agar ia dapat percaya akan dirinya sendiri.”108
Ini yaitu Sambutan Angelus yang luar biasa mencengangkan, bahkan untuk seseorang yang begitu
dirasuki roh Antikristus. Di dalamnya, Anti-Paus Yohanes Paulus II bertanya: “Apa arti rekonsiliasi
dengan Allah”, dan “Apa itu nilai dari berkonversi dan percaya akan injil?” Ia menjawab pertanyaan-
pertanyaannya sendiri dengan menyatakan bahwa hal yang terpenting yaitu bagi manusia
untuk menemukan dirinya sendiri dan percaya akan dirinya sendiri! Oleh sebab itu, konversi,
percaya akan Injil, dan rekonsiliasi dengan Allah sama dengan manusia menemukan dirinya sendiri dan
percaya akan dirinya sendiri. Manusia yaitu Allah, menurut doktrin Antikristus.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Ecclesia in America (#67):
“...Yesus Kristus, wajah manusia dari Allah dan wajah ilahi dari manusia.”109
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 26 Februari 2000:
“Dengan menampakkan diri-Nya sendiri di Gunung dan memberi
Hukum-Nya, Allah menampakkan manusia kepada manusia sendiri.”110
Lihatlah! Di sini, Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata bahwa dengan menampakkan diri-Nya sendiri di
Gunung Sinai, Allah menampakkan manusia kepada manusia sendiri!
24. Rosario Manusia
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Dokumen tentang Rosario, Oktober 2002:
“Siapa pun yang merenungkan Kristus lewat berbagai masa hidupnya tidak dapat gagal
untuk melihat di dalam diri-Nya kebenaran akan manusia.”111
Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan
714
Hal ini berarti bahwa Kristus yaitu kebenaran akan manusia.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Dokumen tentang Rosario, Oktober 2002:
“Dapat dikatakan bahwa setiap misteri Rosario, yang dimeditasikan secara hati-hati,
mencerahkan terang akan misteri manusia.”112
25. Kekayaan yang tidak dapat dimengerti dari Kristus yaitu milik semua
orang
Efesus 3:8- “Kepadaku yang paling hina dari semua orang kudus, anugerah ini telah diberikan
untuk menginjilkan kekayaan Kristus yang tak dapat dimengerti di antara bangsa-bangsa
lain.” {Terjemahan MILT 2008}
Di dalam Efesus 3:8, St. Paulus berkata bahwa ia telah diberikan rahmat untuk menginjilkan kekayaan
Kristus yang tak dapat dimengerti kepada bangsa-bangsa lain. St. Paulus merujuk kepada sifat-sifat
Tuhan kita Yesus Kristus, Putra Allah. Sifat-sifat Kristus sebagai Putra Allah tidak dapat dimengerti dan
tidak dapat diselami. namun Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata kepada kita bahwa kekayaan yang tidak
dapat dimengerti dari Kristus ini sebenarnya yaitu milik dari semua orang.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Redemptor Hominis (#11), 4 Maret 1979:
“...pendek kata, membantu setiap orang untuk mengenali ‘kekayaan Kristus yang tak dapat
dimengerti’, sebab kekayaan ini yaitu untuk setiap manusia DAN yaitu MILIK SEMUA
ORANG.”113
26. Setiap manusia yaitu Kristus yang Bangkit
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan kepada Simposium Internasional tentang Jan Hus, 17
Desember 1999:
“Dengan merenungkan kebenaran akan manusia, pada akhirnya kita akan menoleh
kepada tokoh Kristus yang bangkit. Ia sendiri mengajarkan dan mewujudkan secara
penuh kebenaran akan manusia...”114
Anti-Paus Yohanes Paulus II tidak dapat berbicara dengan lebih terang-terangan lagi. Ia berkata bahwa
untuk merenungkan kebenaran tentang manusia yaitu untuk pada akhirnya menoleh kepada Kristus
yang bangkit. Oleh sebab itu, kebenaran tentang manusia, yaitu bahwa manusia yaitu Kristus yang
bangkit.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Regina Caeli, 28 April 2002, Tentang Kristus yang Bangkit:
“Wajahnya yang bersinar dengan kemuliaan menyingkapkan kepada kita kebenaran akan
Allah dan kebenaran akan manusia.”115
Hal ini membuktikan kembali poin yang telah kami buat di sepanjang bagian tentang khotbah dari Anti-
Paus Yohanes Paulus II. Hal ini membuktikan bahwa Anti-Paus Yohanes Paulus II benar-benar telah
dirasuki oleh roh Anti-Kristus, bahwa ia mengkhotbahkan doktrin yang persis tentang Anti-Kristus, dan
bahwa salah satu dari tujuan utamanya yaitu untuk menggantikan kebenaran tentang Kristus
(kebenaran yang paling penting di dunia) dengan kebenaran tentang manusia.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan kepada para Misionaris Darah yang Berharga, 14
September 2001:
“Dan pada saat Paskah, sukacita ini sampai kepada kepenuhannya sewaktu terang kemuliaan ilahi
Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan
715
bersinar di wajah sang Tuhan yang Bangkit, yang luka-lukanya bersinar selamanya seperti
Matahari. Ini yaitu kebenaran akan siapa dirimu, Saudara-saudara terkasih...”116
Kami tidak perlu berkomentar!
27. Sang Antikristus Tersingkapkan
Mari membaca definisi yang infalibel akan Antikristus di dalam Kitab Suci:
1 Yohanes 4:2-3- “Setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia,
berasal dari Allah: dan setiap roh, yang melarutkan Yesus*, tidak berasal dari Allah. Roh itu
yaitu roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar...”
*{Penulis memakai Kitab Suci Katolik Douay-Rheims, terjemahan ke dalam bahasa Inggris dari Kitab
Suci Latin Vulgata. Tidak ada terjemahan bahasa Indonesia yang memakai kata-kata yang persis
seperti yang digunakan Douay-Rheims di ayat 3 ini: “And every spirit that dissolveth Jesus...”, yang di
dalam bahasa Latin yaitu : “et omnis spiritus qui solvit Jesum...” Kata ‘dissolveth’ yang di dalam bahasa
Latin yaitu ‘solvit’. Dalam bahasa Indonesia, kata ini secara harfiah berarti ‘melarutkan’. Kitab Suci
Terjemahan Baru (bahasa Indonesia) mengungkapannya sebagai berikut: “dan setiap roh, yang tidak
mengaku Yesus...” Kata ‘melarutkan’ ini penting di dalam bab ini seperti yang anda akan lihat lalu .}
Perhatikan bahwa Antikristus yaitu suatu roh yang telah berada di dalam dunia pada zaman St.
Yohanes. Hal ini berarti bahwa sang Antikristus telah berada sejak zaman Kristus. Antikristus
yaitu suatu roh yang ada di dalam berbagai orang sejak zaman Kristus dan sampai Kedatangan-Nya
yang Kedua; namun akan ada suatu perwujudan yang unik dari roh ini pada akhir zaman
– pada saat atau tepat sebelum Kedatangan Kedua – yang akan menjadi suatu tanda besar pada
akhirnya. Dan apakah yang dikatakan Sabda Allah tentang roh dan perwujudan Antikristus? Ia yaitu
roh yang melarutkan Yesus, dan menyangkal bahwa Yesus yaitu Kristus.
1 Yohanes 2:22- “Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus yaitu
Kristus? Dia itu yaitu antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.”
Ini yaitu koin kenangan dengan gambar Yohanes Paulus II yang dikeluarkan oleh Vatikan. Perhatikan
tiga bintang yang memiliki enam ujung, yang memberi kita 6, 6, 6.
Kami telah membuktikan bahwa ajaran khas Anti-Paus Yohanes Paulus II yaitu hal ini; bahwa Putra
Allah telah dilarutkan di dalam setiap orang lewat Penjelmaan-Nya, yang membuat setiap orang Kristus,
dan yang oleh sebab itu melarutkan Yesus dan menyangkal bahwa Yesus yaitu sang Kristus. Paling
Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan
716
tidak, seseorang dapat berkata bahwa Anti-Paus Yohanes Paulus II begitu dirasuki oleh roh Antikristus
dan bahwa ia mengkhotbahkan secara persis doktrin tentang Antikristus. Yohanes Paulus II yaitu
perwujudan dan contoh dari roh Antikristus; hal ini keluar dari dirinya dengan ketepatan yang
begitu mencengangkan.
Hal yang juga menarik yaitu bagaimana Katekismus Anti-Paus Yohanes Paulus II sendiri mendefinisikan
Antikristus.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Katekismus Gereja Katolik yang Baru, #675:
“Tipuan agama yang paling besar yaitu mengenai sang Antikristus, suatu pseudo-
mesianisme di mana manusia memuliakan dirinya sendiri di tempat Allah dan di tempat
Mesiasnya yang menjadi daging.”117
Katekismus Anti-Paus sendiri menggambarkan doktrin ini dengan sangat baik! Katekismus
ini secara akurat mendefinisikan bahwa tipuan Antikristus yaitu suatu pseudo-mesianisme di
mana Manusia menggantikan Putra Allah yang menjadi daging! Agama Antikristus ini bukan hanya
dikhotbahkan oleh Anti-Paus Yohanes Paulus II sebagai ciri khasnya, namun juga dipraktikkan di dalam
liturgi gereja Vatikan II.
Dengan mencoba untuk membunuh Kristus di dalam Misa dan menggantikannya dengan suatu ibadat
non-Katolik, Paulus VI benar-benar mewujudkan pemenuhan Antikristus di dalam Vatikan, seperti yang
dinubuatkan Bunda Maria dari La Salette.
Paulus VI dan Benediktus XVI juga yaitu wujud dari Antikristus di dalam
Vatikan
Bunda Maria dari La Salette, 19 September 1846:
“Roma akan kehilangan Iman dan menjadi takhta sang Antikristus... Gereja akan berada
dalam gerhana.”
Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan
717
Misa Baru gereja palsu Vatikan II meletakkan manusia di tempat Allah – doktrin Antikristus – dengan
membuat imam menghadap manusia dan bukan Allah pada saat liturgi, dan dengan memusatkan semua
ibadat ini kepada manusia, dan bukan terhadap Allah.
Misa Baru, liturgi Gereja Katolik yang sesat dari Anti-Paus Yohanes Paulus II, mencoba untuk
mengindoktrinasikan orang-orang ke dalam penyembahan berhala dan pemujaan manusia, seperti
halnya Anti-Paus Yohanes Paulus II mengkhotbahkannya kepada orang-orang di dalam ensiklik-ensiklik
dan pidato-pidato.
Walaupun Benediktus XVI belum mengajarkan pelarutan Yesus di dalam skala yang sama dengan
Yohanes Paulus II, yaitu suatu hal yang menarik bahwa ia menepati definisi Kitab Suci yang lain akan
Antikristus – penyangkalan Yesus sebagai Kristus! Benediktus XVI yaitu perwujudan Antikristus di
dalam Vatikan sebab ia menyamakan penyangkalan Kristus dengan penerimaan-Nya, seperti yang kami
telah tunjukkan.
Benediktus XVI, God and the World {Allah dan Dunia}, 2000, hal. 209:
“Tentu saja seseorang dapat membaca Perjanjian Lama dengan cara yang tidak tertuju
kepada Kristus; Perjanjian Lama tidak menunjuk kepada Kristus secara amat tidak
ambigu. Dan jika para Yahudi tidak dapat melihat bahwa janji-janji Perjanjian Lama
ditepati dalam diri-Nya, hal ini bukanlah sekadar akibat kehendak buruk dari pihak
orang-orang Yahudi, namun sungguh disebabkan oleh ketidakjelasan teks-teksnya … Oleh
sebab itu, sungguh ada alasan-alasan yang baik untuk menyangkal bahwa Perjanjian
Lama mengacu kepada Kristus dan untuk berkata, Tidak, Ia tidak berkata demikian. Dan
juga ada alasan-alasan yang baik untuk mengacukan Perjanjian Lama kepada-Nya - itulah
apa yang dipertentangkan oleh orang-orang Yahudi dan Kristiani.”118
Yohanes Paulus II mengkhotbahkan pelarutan Yesus (satu definisi dari Kitab Suci akan Antikristus),
sedangkan Benediktus XVI mengkhotbahkan bahwa Ia mungkin bukanlah sang Kristus (definisi
kedua akan Antikristus)! Maka, nubuat Bunda Maria telah terpenuhi. Sekte Vatikan II yaitu Kontra-
Gereja Antikristus; ia telah didirikan oleh rentetan antikristus yang mengkhotbahkan suatu Injil Baru
tentang penghormatan terhadap agama-agama sesat, indiferentisme rohani, penerimaan dewa-dewi
sesat dari Timur, penerimaan bidah-bidah Protestantisme dan Ortodoks Timur – yang telah
menghasilkan bencana rohani dan banyak sekali buah-buah rohani yang busuk.
Orang-orang Katolik harus memandang secara serius peringatan-peringatan yang bernubuat dari Surga
ini , yang telah memprediksikan hari-hari kita dengan jelas. Kita harus memiliki harapan sebab kita
Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan
718
tahu bahwa Allah tetap berada bersama Gereja-Nya seperti yang Ia akan lakukan sampai akhir zaman
(Matius 28), dan Ia tidak akan pernah membiarkannya dihancurkan sama sekali ataupun jatuh ke dalam
kesesatan. Selalu akan ada beberapa sisa orang-orang Katolik yang berpegangan kepada khazanah iman
secara penuh dan tidak berkompromi dengan bidah, walaupun Allah telah mengizinkan Setan, sebagai
hukuman atas dosa-dosa manusia di hari-hari terakhir ini, untuk memiliki kekuatan untuk menyerbu dan
menguasai sekolah-sekolah, seminari, universitas, kapel, dan bangunan yang tidak terhitung jumlahnya
yang sebelumnya yaitu milik Gereja Katolik.
Allah telah membiarkan Setan untuk mengambil alih bangunan-bangunan tesebut untuk dirinya sendiri,
dan menanamkan di dalamnya agama non-Katolik yang murtad yang bukan Katolik, namun yang tetap
mempertahankan namanya. Kita harus melawan dan sama sekali tidak mengambil bagian di dalam
Gereja Katolik palsu ini, yang telah diciptakan oleh Setan. Kita tidak boleh mengambil bagian sama sekali
di dalam Misa palsunya, sakramen-sakramen palsunya, para Anti-Pausnya dan ‘uskup-uskupnya’ yang
yaitu bidah. Kita harus menginformasikan diri kita sendiri dan orang-orang lain tentang posisi yang
benar di dalam hal ini, yang telah dibahas di dalam buku ini berdasar ajaran Gereja Katolik. Kita harus
membawa orang-orang kembali ke dalam Gereja Katolik yang sejati yang didirikan oleh Yesus Kristus,
yang tidak akan pernah dapat dihancurkan, yang jumlahnya telah dikurangi menjadi suatu sisa pada saat
Kemurtadan Besar ini, dan yang di dalam mana semua orang harus berada agar dapat diselamatkan.
Di samping menolak bidah-bidah Vatikan II, Konsilinya yang sesat dan para Anti-Pausnya, apa yang dapat
dilakukan para Katolik di dalam situasi ini?
Pertama-tama, jika anda bukan Katolik, anda harus menjadi Katolik tradisional sesegera mungkin, sebab
tidak ada keselamatan di luar Gereja yang satu yang didirikan oleh Kristus. Informasi di dalam buku
ini menunjukkan bahwa serangan dari Iblis pada hari-hari terakhir ditujukan kepada Gereja yang satu ini
yang didirikan oleh Kristus; itulah upaya Setan yang ditujukan untuk memalsukan Gereja yang sejati.
Gereja yang palsu ini telah mengurangi jumlah orang dari Gereja Katolik yang sejati menjadi suatu sisa
pada hari-hari terakhir. Para non-Katolik harus mengikuti langkah-langkah untuk berkonversi dan
mengucapkan pengakuan iman untuk orang-orang yang akan berkonversi kepada Iman Katolik,
keduanya diberikan di bawah.
LANGKAH-LANGKAH UNTUK BERKONVERSI
Jika anda belum menerima Pembaptisan
1. Pelajarilah dan percayalah hal-hal yang diajarkan Katekismus dasar (yaitu, hal-hal
yang mendasar) tentang iman Katolik tradisional. Anda juga harus segera mulai berdoa
Rosario setiap hari. Jika anda tidak tahu bagaimana cara berdoa Rosario, kunjungi bagian
ini: Bagaimana cara berdoa Rosario?
2. Percaya dengan teguh akan semua dogma tradisional dari Gereja dan percaya akan
posisi-posisi yang benar melawan sekte pasca-Vatikan II (dibahas secara rinci di
dalam buku-buku kami), termasuk, misalnya, dogma Di Luar Gereja Tidak ada
Keselamatan (tanpa pengecualian), Allah Tritunggal Mahakudus, Penjelmaan Tuhan
Yesus, Infalibilitas Kepausan, perlunya Pembaptisan air, dsb.
3. sesudah anda mempelajari Katekismus dasar (seharusnya tidak memakan waktu
terlalu lama), dan sesudah berpegang sepenuhnya kepada ajaran-ajaran tradisional
Gereja Katolik, anda perlu menerima Pembaptisan. Tidak ada alasan untuk menunda
jika anda telah melakukan langkah-langkah 1 dan 2 (Kisah Para Rasul 8:36-37). Biasanya,
imam Katolik dari paroki terdekatlah yang membaptis anda. namun , sebab kita berada di
dalam masa Kemurtadan Besar dan pada dasarnya tidak ada seorang pun imam
Katolik tradisional, kemungkinan besar anda perlu dibaptis oleh seorang awam. Konsili
Florence (lihat di bawah) telah menyatakan bahwa semua orang dapat membaptis
dengan valid. Oleh sebab itu, jika anda memiliki seorang teman yang benar-benar
Katolik, atau bahkan, orang tua atau teman yang non-Katolik yang dapat melakukan
Pembaptisan dengan benar dan dengan intensi yang baik, orang ini dapat
membaptis anda, dengan memakai formula di bawah ini. Pengakuan Dosa tidak
diperlukan bagi mereka yang tidak pernah menerima Pembaptisan, sebab orang yang
baru menerima Pembaptisan ini dihapuskan segala dosa asal dan dosa-dosa sejatinya.
Bagaimanapun, sesudah Pembaptisan, anda harus membiasakan diri untuk mengaku dosa
kepada seorang imam tradisional, yang ditahbiskan menurut ritus Imamat tradisional,
setidaknya sebulan sekali. Anda diwajibkan untuk pergi mengaku dosa jika anda
melakukan suatu dosa berat sesudah Pembaptisan, suatu hal yang, jika semua hal berjalan
baik, tidak akan terjadi. Untuk mengetahui di mana anda dapat mengaku dosa, lihatlah
poin-poin di bawah.
Apa yang Dapat dan Harus Dilakukan oleh Para Katolik di dalam Kemurtadan Masa Kini
724
4. Buatlah pengakuan iman untuk para konvert sesuai dengan Konsili Trente. Jika
anda yaitu bagian dari suatu sekte tertentu, sebutkan pula pada akhir pengakuan iman
ini bahwa anda juga menolak sekte bidah ini .
Jika anda sudah menerima Pembaptisan
1. Pelajarilah dan percayalah hal-hal yang diajarkan Katekismus dasar (yaitu, hal-hal
yang mendasar) tentang iman Katolik tradisional. Anda juga harus segera mulai berdoa
Rosario setiap hari. Jika anda tidak tahu bagaimana cara berdoa Rosario, kunjungi bagian
ini: Bagaimana cara berdoa Rosario?
2. Percaya dengan teguh akan semua dogma tradisional dari Gereja dan percaya akan
posisi-posisi yang benar melawan sekte pasca-Vatikan II (dibahas secara rinci di
dalam buku-buku kami), termasuk, misalnya, dogma Di Luar Gereja Tidak ada
Keselamatan (tanpa pengecualian), Allah Tritunggal Mahakudus, Penjelmaan Tuhan
Yesus, Infalibilitas Kepausan, perlunya Pembaptisan air, dsb.
3. Buatlah pengakuan iman untuk para konvert sesuai dengan Konsili Trente. Jika
anda yaitu bagian dari suatu sekte tertentu, sebutkan pula pada akhir pengakuan iman
ini bahwa anda juga menolak sekte bidah ini .
4. Anda harus membuat Pengakuan Dosa Umum kepada seorang imam yang
ditahbiskan sesuai ritus Imamat tradisional sesudah mengikuti langkah-langkah di
atas. Untuk mengetahui di mana anda dapat menerima Sakramen, kunjungi bagian ini: Di
mana kita dapat menerima sakramen? Pada saat Pengakuan Dosa, sebutkanlah semua
dosa berat yang anda telah lakukan sesudah Pembaptisan, termasuk keanggotaan di dalam
sekte-sekte apa pun atau agama sesat apa pun. Para "imam" yang ditahbiskan sesuai ritus
Imamat baru tidak valid. Maka, dosa-dosa berat yang telah diakui kepada "imam-imam"
semacam itu harus diakui kembali kepada seorang imam yang valid. Anda juga dapat
menghubungi kami unuk menemukan seorang imam di daerah anda yang dapat
mendengar Pengakuan Dosa anda. Seorang imam dari ritus Timur dari Gereja Timur (dan
bukan "Ortodoks") sering merupakan pilihan yang baik untuk Pengakuan Dosa. Gereja-
gereja semacam itu sering memiliki sebutan "Katolik Byzantine" atau "Katolik Ukraina" di
dalam daftar telepon, di bawah "Gereja Katolik". Jika anda menerima penegasan bahwa
imam dari salah satu gereja ini ditahbiskan sesuai ritus Timur, ini mungkin merupakan
suatu opsi bagi anda, paling tidak untuk Pengakuan Dosa, jika sang imam ditahubiskan
secara valid sesuai ritus tradisional. namun , seperti yang telah disebutkan di dokumen di
atas, anda tidak dapat mendukung secara finansial kapel atau imam ini sebab
mereka menerima Vatikan II dan para Anti-Paus pasca-Vatikan II. Jika anda tidak dapat
menemukan seorang pun imam yang valid untuk mendengarkan Pengakuan Dosa anda,
anda dapat pergi mengaku dosa kepada seorang imam Vatikan II yang ditahbiskan
menurut ritus Imamat tradisional (sebelum 1968) dengan syarat bahwa ia memberi
absolusi dengan formula berikut: “Saya melepaskan saudara dari dosa-dosa saudara,
dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.”
Jika anda tidak yakin sudah dibaptis
1. Pelajarilah dan percayalah hal-hal yang diajarkan Katekismus dasar (yaitu, hal-hal
yang mendasar) tentang iman Katolik tradisional. Anda juga harus segera mulai berdoa
Rosario setiap hari. Jika anda tidak tahu bagaimana cara berdoa Rosario, kunjungi bagian
ini: Bagaimana cara berdoa Rosario?
2. Percaya dengan teguh akan semua dogma tradisional dari Gereja dan percaya akan
posisi-posisi yang benar melawan sekte pasca-Vatikan II (dibahas secara rinci di
dalam buku-buku kami), termasuk, misalnya, dogma Di Luar Gereja Tidak ada
Keselamatan (tanpa pengecualian), Allah Tritunggal Mahakudus, Penjelmaan Tuhan
Yesus, Infalibilitas Kepausan, perlunya Pembaptisan air, dsb.
Apa yang Dapat dan Harus Dilakukan oleh Para Katolik di dalam Kemurtadan Masa Kini
725
3. Buatlah pengakuan iman untuk para konvert sesuai dengan Konsili Trente. Jika
anda yaitu bagian dari suatu sekte tertentu, sebutkan pula pada akhir pengakuan iman
ini bahwa anda juga menolak sekte bidah ini .
4. Carilah seseorang yang dapat memberi anda Pembaptisan bersyarat. Jika anda
meragukan sedikit pun validtas Pembaptisan anda, hal ini harus dilakukan.
5. sesudah anda dibaptis secara bersyarat, anda harus membuat Pengakuan Dosa
umum, di mana anda menyebutkan semua dosa berat yang anda lakukan sesudah
Pembaptisan pertama anda yang mungkin valid.
6. Orang-orang yang meninggalkan Misa Baru ataupun Kontra-Gereja Vatikan II juga
perlu mengaku dosa (kepada seorang imam yang ditahbiskan secara valid, lihat
petunjuk di atas), di mana mereka juga harus menyebutkan bahwa mereka telah
menghadiri ibadat non-Katolik, dan harus menyebutkan berapa lama. Untuk
mengetahui di mana anda dapat menerima Sakramen, kunjungi bagian ini: Di mana kita
dapat menerima sakramen? Jika seseorang telah berpartisipasi di dalam hal-hal lain di
dalam Misa Baru (misalnya, jika seseorang menjadi pelayan awam, berpakaian tidak
senonoh, dsb.) atau menerima ekumenisme sesat atau menolak dogma-dogma lain, hal-
hal ini harus disebutkan pula pada saat Pengakuan Dosa. Para "imam" yang
ditahbiskan sesuai tidak valid. Maka, dosa-dosa berat yang telah diakui
kepada "imam-imam" ini harus diakui kembali kepada seorang imam yang valid. Hal
ini harus dilakukan sebelum menerima Komuni di Misa tradisional (jika ada Misa
yang dapat anda hadiri di daerah anda). Orang-orang yang meninggalkan Misa Baru
ataupun Gereja palsu Vatikan II juga harus membuat pengakuan imam yang sama dari
Konsili Trente.
Pembaptisan dan Pembaptisan bersyarat
Formula Pembaptisan yaitu [sambil menyirami kepala dengan air sampai menyentuh kulit]:
“Saya membaptis anda dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.”
Jika ada keraguan mengenai validitas pembaptisan anda, formula, formula bersyarat dari
pembaptisan yaitu : “Jika anda telah dibaptis, saya tidak membaptis anda kembali, namun jika anda belum
dibaptis, [sambil menyirami kepala dengan air sampai menyentuh kulit] saya membaptis anda dalam
nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.”
sebab hampir tidak ada imam yang benar-benar Katolik di dunia ini, anda dapat meminta kepada
seorang teman Katolik untuk melakukan Pembaptisan bersyarat, dan anda dapat membaptis anak-anak
anda sendiri.
Paus Eugenius IV, Konsili Florence, Exultate Deo, 1439:
“ ... namun jika diperlukan, bukan hanya seorang imam atau diakon, namun bahkan seorang awam
ataupun wanita, bahkan seorang pagan dan seorang bidah dapat membaptis, dengan syarat
bahwa mereka harus memakai formula dari Gereja dan memiliki intensi untuk melakukan
apa yang dilakukan Gereja.”
Bagaimana cara memberi Pembaptisan Katolik?
Anda harus memiliki cukup air untuk dituangkan sambil mengucapkan kata-kata Pembaptisan. Tuangkan
air ini ke dahi orang yang akan dibaptis sambil mengucapkan kata-kata Pembaptisan dengan penuh
perhatian. Anda dapat menuangkan air tiga kali (seperti yang dijelaskan di bawah).
“Saya membaptis anda dalam nama Bapa [tuangkan air pertama kali sambil mengucapkan
kata-kata ini ], dan Putra [tuangkan air kedua kali], dan Roh Kudus [tuangkan air
ketiga kali].”
Apa yang Dapat dan Harus Dilakukan oleh Para Katolik di dalam Kemurtadan Masa Kini
726
Catatan: anda dapat menuangkan air dalam bentuk tanda salib di atas kepala orang ini , walaupun
hal ini tidak diperlukan. Terlebih lagi, tidak diperlukan secara mutlak bahwa anda menuangkan air tiga
kali, selama air ini dituangkan dan mencapai dahi orang ini sewaktu formula Pembaptisan
diucapkan. Di dalam ritus Roma, bagaimanapun, Pembaptisan diberikan dengan cara yang disebutkan di
atas. 1
PENGAKUAN IMAN KATOLIK
Dipermaklumkan secara khidmat oleh Paus Pius IV dan Konsili Trente2
Saya, N., dengan iman yang teguh percaya dan mengakui setiap artikel/pasal yang termuat dalam
syahadat iman (dari Konstantinopel), yang digunakan oleh Gereja Roma; yaitu:
Saya percaya akan satu Allah, Bapa yang mahakuasa, pencipta langit dan bumi, dan segala sesuatu
yang kelihatan dan tak kelihatan
dan akan satu Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah yang tunggal. Ia lahir dari Bapa sebelum segala
abad, Allah dari Allah, Terang dari Terang, Allah benar dari Allah benar. Ia dilahirkan, bukan
dijadikan, sehakikat dengan Bapa; segala sesuatu dijadikan oleh-Nya.
Ia turun dari surga untuk kita manusia dan untuk keselamatan kita. Ia dikandung dari Roh Kudus,
Dilahirkan oleh Perawan Maria, dan menjadi manusia.
Ia pun disalibkan untuk kita, waktu Pontius Pilatus; Ia menderita sampai wafat dan dimakamkan.
Pada hari ketiga Ia bangkit menurut Kitab Suci.
Ia naik ke surga, duduk di sisi Bapa.
Ia akan kembali dengan mulia, mengadili orang yang hidup dan yang mati; kerajaan-Nya takkan
berakhir.
Saya percaya akan Roh Kudus, Ia Tuhan yang menghidupkan; Ia berasal dari Bapa dan Putra, yang
serta Bapa dan Putra, disembah dan dimuliakan; Ia bersabda dengan perantaraan para nabi.
Saya percaya akan Gereja yang satu, kudus, Katolik dan apostolik.
Saya mengakui satu pembaptisan untuk pengampunan dosa. Saya menantikan kebangkitan orang
mati dan hidup di akhirat. Amin.
Dengan amat teguh saya menerima dan memeluk tradisi-tradisi apostolik dan tradisi-tradisi
gerejawi serta segala praktik dan peraturan Gereja yang sama.
Demikian pula saya menerima Kitab Suci seturut makna yang telah dipercayai oleh Bunda Gereja
yang kudus dan yang dipercayainya sekarang. Gerejalah yang berhak memberi penilaian atas
makna dan penafsiran yang benar dari Kitab Suci. Dan saya tidak akan menerimanya ataupun
menafsirkannya dengan cara yang berbeda dari kesetujuan yang semufakat dari para Bapa.
Saya mengakui pula bahwa ada , secara benar dan secara layak, tujuh sakramen dari Hukum
Baru, yang diinstitusikan oleh Tuhan kita Yesus Kristus dan diperlukan untuk keselamatan umat
manusia, walaupun tidaklah diperlukan bagi setiap orang untuk menerima semuanya.
Saya mengakui bahwa ketujuh sakramen ini yaitu : Pembaptisan, Krisma, Ekaristi,
Pengakuan Dosa, Pengurapan Terakhir, Imamat dan Pernikahan; dan bahwa ketujuh sakramen
itu mengaruniakan rahmat; dan bahwa dari ketujuh sakramen ini , Pembaptisan, Krisma dan
Imamat tidak dapat diulangi tanpa melakukan penistaan.
Saya juga menerima dan mengakui ritus-ritus yang lazim dan yang disetujui dari Gereja Katolik
dalam penyelenggaraan khidmat sakramen-sakramen ini.
Saya juga menerima dan mengakui setiap dan semua artikel/pasal tentang Dosa Asal dan
Justifikasi yang dinyatakan dan didefinisikan dalam Konsili Trente yang amat suci ini.
Apa yang Dapat dan Harus Dilakukan oleh Para Katolik di dalam Kemurtadan Masa Kini
727
Demikian pula saya mengakui bahwa di dalam Misa, kurban propisiasi yang sejati dan layak
dipersembahkan kepada Allah atas nama orang yang hidup dan yang mati, dan bahwa Tubuh dan
Darah bersama dengan Jiwa dan Keilahian Tuhan kita Yesus Kristus secara benar, secara nyata,
dan secara substansi hadir di dalam Sakramen Ekaristi Mahakudus, dan bahwa terjadi perubahan
dari seluruh substansi roti menjadi Tubuh-Nya, dan dari seluruh substansi anggur menjadi
Darah-Nya; dan perubahan ini disebut oleh Gereja Katolik sebagai transsubstansiasi.
Saya juga mengakui bahwa Kristus seutuhnya dan segenap-genapnya serta Sakramen yang benar
diterima dalam masing-masing rupa.
Saya mengakui dengan teguh bahwa ada Api Penyucian, dan bahwa jiwa-jiwa yang tertahan
di sana dibantu oleh doa-doa para umat beriman.
Demikian pula saya percaya bahwa para kudus yang memerintah bersama dengan Kristus
hendaknya dihormati dan diinvokasikan, bahwa mereka mempersembahkan doa-doa kepada
Allah atas nama diri kita, dan bahwa relikui-relikui mereka hendaknya dihormati.
Saya menyatakan dengan teguh bahwa gambar-gambar Kristus, Bunda Allah yang selamanya
Perawan, dan para kudus lainnya hendaknya dimiliki dan dijaga, dan bahwa penghormatan serta
penghargaan yang layak hendaknya diberikan kepada gambar-gambar ini .
Saya menegaskan bahwa kuasa indulgensi telah diserahkan ke dalam penjagaan Gereja Kristus,
dan bahwa penggunaan indulgensi sangatlah bermanfaat untuk orang Kristiani.
Saya mengakui Gereja Roma yang kudus, Katolik, dan apostolik sebagai bunda dan pengajar
segala gereja; dan ...
Tanpa ragu-ragu saya menerima dan mengakui semua doktrin (terutama yang berkenaan dengan
keutamaan Paus Roma dan otoritas pengajarannya yang infalibel) yang diwariskan, didefinisikan,
dan dijelaskan oleh kanon-kanon suci dan konsili-konsili ekumenis dan terutama dari Konsili
Trente yang amat suci ini (dan dari Konsili ekumenis Vatikan I). Dan pada waktu yang sama:
Saya mengutuk, menolak, dan menganatemakan segala sesuatu yang bertentangan dengan
segala pernyataan ini , dan segala bidah tanpa pengecualian yang telah dikutuk,
ditolak dan dianatemakan oleh Gereja.
Saya, N., berjanji, berikrar, dan bersumpah bahwa, dengan pertolongan Allah, saya akan selalu
memercayai dan mengakui dengan amat setia iman Katolik sejati ini, di luar mana tidak seorang
pun dapat diselamatkan dan yang sekarang saya akui dengan sukarela dan yang benar-benar saya
percayai. Dengan pertolongan Allah, saya akan mengakuinya utuh dan murni sampai napas
terakhir saya; dan dengan kemampuan saya yang terbaik, saya akan memastikan agar orang-
orang yang tunduk kepada saya ataupun mereka yang dipercayakan kepada saya atas dasar
tuntutan jabatan saya, memercayainya, mengajarkannya, dan mengkhotbahkannya. Semoga Allah
dan Injil suci-Nya membantu saya. – akhir dari Pengakuan Iman.
Orang-orang yang meninggalkan Misa Baru atau meninggalkan Gereja Vatikan II harus pergi ke
Pengakuan Dosa (kepada seorang imam yang ditahbiskan secara valid, mohon baca bab 10, Bag. I) dan
berkata bahwa mereka telah menghadiri perayaan non-Katolik dan berapa kali hal ini dilakukan.
Jika mereka berpartisipasi di dalam hal-hal lain di dalam Misa Baru (misal. menjadi pelayan awam,
berpakaian tidak senonoh, dst.) atau menerima ekumenisme sesat atau menolak dogma apa pun: hal-hal
ini juga harus disebutkan di dalam Pengakuan Dosa.
Semua hal ini harus dilakukan sebelum menerima Komuni di dalam Misa Tradisional (jika memang
ada di daerah anda).
Apa yang Dapat dan Harus Dilakukan oleh Para Katolik di dalam Kemurtadan Masa Kini
728
DI MANA KITA DAPAT MENERIMA SAKRAMEN?
Sekte Vatikan II, di bawah Anti-Paus Fransiskus secara terbuka memburuk hari demi hari (dan pada
dasarnya menjadi Protestan secara terbuka). Sekte Vatikan II kenyataannya tampak siap untuk secara
terang-terangan meninggalkan ajaran Katolik terhadap perceraian dan pernikahan kembali. Di samping
itu, “kanonisasi” Anti-Paus Yohanes Paulus II yaitu suatu perubahan besar. (Sekte Vatikan II akan
merayakan “pesta perayaan” Yohanes Paulus II pada tanggal 22 Oktober. Seperti yang kami jelaskan di
dalam video-video kami baru-baru ini, "kanonisasi" ini membuat semua orang yang bersekutu dengan
sekte Vatikan II, pada masa kini, terlibat dalam penyembahan berhala. Akibatnya, para imam yang
ditahbiskan scara valid, yang jumlahnya sudah sedikit itu, yang mengakui sang Anti-Paus, tidak lagi boleh
dikunjungi untuk menyambut Komuni. Seperti yang telah kami sebutkan berulang kali, selama beberapa
waktu lamanya jumlah opsi untuk menerima Komuni telah menurun secara drastis. Pada saat ini, hampir
tidak ada lagi opsi untuk menerima Komuni. Sayangnya, inilah pada dasarnya akibat dari zaman di mana
kita berada, yaitu fase terakhir dari Kemurtadan Besar. Kalau orang belum menyadarinya, kita sedang
berada pada akhir zaman dan pada puncak Kemurtadan Besar. Orang-orang yang belum yakin akan hal
itu hendaknya menonton video-video kami. Seperti yang dikatakan oleh Bunda Maria dari La Salette
mengenai zaman kita ini: “ … hanyalah iman yang akan tersisa.”
Pedoman dan poin-poin berikut tentunya relevan sehubungan dengan para iman yang bekerja “dalam
persekutuan penuh” dengan Anti-Paus Fransiskus. Meskipun demikian, sangat disayangkan bahwa para
imam independen pun tidak menjadi alternatif yang baik. Kelompok-kelompok serta para imam yang
mengakui Anti-Paus Fransiskus (misal. para imam SSPX dan kelompok-kelompok yang serupa) semakin
lama menjadi seamkin skismatis sebab mereka telah begitu lamanya bersikeras menganut posisi-posisi
yang salah. Dan kebanyakan imam sedevakantis (yang mengaku diri menolak Anti-Paus Fransiskus dan
sekte Vatikan II) percaya bahwa jiwa-jiwa dapat diselamatkan di dalam agama-agama sesat, dan
mengutuk ajaran dogmatis Gereja tentang perlunya Pembaptisan untuk keselamatan sebagai “dosa
berat”. Mereka ini yaitu orang-orang bidah yang buruk, yang memaksakan kehendak mereka, dan sama
sekali tidak boleh dikunjungi untuk menyambut sakramen apa pun. Dengan demikian, seorang Katolik
berada dalam situasi di mana ia hampir tidak memiliki opsi untuk menerima Komuni (seorang bidah
yang memaksakan kehendak yaitu seorang imam yang 1) mengharuskan seseorang untuk menganut
posisi-posisinya yang salah, atau 2) percaya bahwa posisi yang benar merupakan dosa berat atau bidah.
Mohon baca pedoman di bawah di mana perkara itu dibahas lebih lanjut.)
Masuk akal kalau orang sering mengajukan pertanyaan yang penting ini kepada kami, tentang di mana
orang-orang dapat menerima sakramen-sakramen pada masa Kemurtadan Besar ini. Seperti yang telah
kami tunjukkan selama bertahun-tahun, situasi ini bukan situasi yang tetap. Jawabannya tergantung apa
yang dikatakan dan dilakukan imamnya; posisi-posisi apa yang mereka percayai; seberapa terbukanya
keburukan para imam itu; peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sekte Vatikan II; dll. Situasi pada tahun
1980-an belum tentu sama dengan situasi di tahun 1970-an, dan situasi di tahun 2000-an belum tentu
sama dengan situasi di tahun 1990-an. Sehubungan “situasi gerejawi” pada masa kini (yaitu situasi
umum para imam yang mengaku diri Katolik di zaman kita ini), peristiwa-peristiwa terkini, dan betapa
jelasnya posisi-posisi yang benar seharusnya terlihat bagi orang-orang pada zaman ini, berikut poin-poin
yang besertakan anjuran kami tentang di mana orang boleh atau tidak boleh menerima sakramen di
zaman kita.
Pembaca akan menyadari bahwa salah satu hal baru yang terpenting yaitu : PADA SAAT INI, DI TAHUN
2019, SETIDAK-TIDAKNYA DI NEGARA INI (AMERIKA SERIKAT) KAMI TIDAK TAHU ADANYA GEREJA
DI MANA ORANG KATOLIK HENDAKNYA HADIR PADA HARI SABTU ATAU MINGGU UNTUK
MENYAMBUT KOMUNI. HENDAKNYA ORANG TINGGAL DI RUMAH PADA HARI MINGGU DAN BERDOA
15 DEKADE ROSARIO. SEBABNYA yaitu HAMPIR SEMUA IMAM JELAS yaitu BIDAH DAN MEREKA
MEMBERI KHOTBAH ATAU CERAMAH PADA HARI-HARI ITU. NAMUN MASIH ADA BEBERAPA OPSI
UNTUK MENERIMA SAKRAMEN-SAKRAMEN TERTENTU (TERUTAMA PENGAKUAN DOSA), SEPERTI
YANG DIJELASKAN DI BAWAH.
Apa yang Dapat dan Harus Dilakukan oleh Para Katolik di dalam Kemurtadan Masa Kini
729
• Tentunya penting bagi orang-orang untuk yakin bahwa mereka telah dibaptis secara valid. Jika ada
keraguan sedikit pun tentang bagaimana suatu pembaptisan telah dilakukan (sebab dilakukan di dalam
suatu sekte Protestan atau dalam Novus Ordo dengan validitas yang dipertanyakan), hendaknya
Pembaptisan bersyarat dilakukan sesuai langkah-langkah untuk berkonversi kepada iman Katolik. Kami
secara umum menganjurkan pembaptisan bersyarat bagi mereka yang sedang meninggalkan Novus Ordo
atau berkonversi dari Protestantisme.
• Sebelum membuat pengakuan dosa atau menerima sebuah sakramen, seseorang harus sampai pada
titik di mana ia percaya akan segala dogma Katolik, dan berkomitmen untuk tidak lagi pernah menghadiri
Misa Baru, menolak para Anti-Paus Vatikan II serta sekte Vatikan II, percaya akan dogma Di Luar Gereja
Katolik Tidak ada Keselamatan tanpa pengecualian (menolak "pembaptisan keinginan" serta
keselamatan bagi orang-orang yang memiliki "ketidaktahuan yang tidak teratasi" terhadap iman Katolik),
menolak Keluarga Berencana Alami, menolak untuk mendukung para imam yang bidah, dsb.
PEDOMAN YANG DISEDERHANAKAN UNTUK MENERIMA SAKRAMEN PADA SITUASI MASA KINI
Jangan pernah menghadiri Misa Baru untuk satu alasan pun, tentunya. Misa Baru tidak valid dan
tidak Katolik. Misa Baru harus selalu dihindari di bawah ancaman dosa berat.
Seseorang tidak boleh mendukung secara finansial, dengan cara apa pun, seorang imam ataupun
suatu kelompok yang memercayai posisi-posisi yang sesat. Kami tidak tahu adanya imam,
kelompok, atau komunitas-komunitas agamawi di dunia (kecuali biara kami) yang percaya akan
posisi-posisi yang benar secara publik, jelas dan tanpa berkompromi.
Janganlah pergi ke suatu gereja mana pun di negara ini ("tradisional" ataupun yang lainnya)
untuk misa-misa pada hari Minggu ataupun hari Sabtu, sebab pada dasarnya semua imamnya
bidah dan para bidah itu memberi khotbah atau ceramah pada hari-hari itu. Orang-orang
hendaknya tinggal di rumah pada hari Minggu dan berdoa lima belas dekade Rosario (hal ini
berlaku secara umum kepada negara-negara lain).
Sejalan dengan apa yang telah disebutkan di atas, jangan pergi ke Misa hari Minggu atau Sabtu
yang diselenggarakan Serikat Santo Pius X (SSPX). Jangan pergi ke "Misa" yang
diselenggarakan Fraternity of Saint Peter (Serikat Santo Petrus) ataupun kelompok lain yang
serupa (seseorang tidak dapat menganggap bahwa kelompok-kelompok ini memiliki imam
yang valid, sebab mereka memakai "uskup" yang ditahbiskan di dalam ritus konsekrasi
baru yang diragukan). Jangan pergi ke Misa indult mana pun ataupun Misa berbahasa Latin yang
diberikan pada "dioses" itu. Jangan pergi ke liturgi-liturgi hari Minggu atau Sabtu yang
diselenggarakan oleh para imam dalam Ritus Timur. Jangan pergi ke Misa hari Minggu atau Sabtu
yang diselenggarakan oleh CMRI (Congregation of Mary Immaculate Queen) atau oleh para imam
dan kelompok serupa yang menganut bidah tentang dogma keselamatan, sebab para bidah itu
sering kali memberi khotbah pada hari-hari itu. Para imam sedevakantis yang mengutuk posisi
yang benar tentang pembaptisan air (yaitu, penolakan terhadap “pembaptisan keinginan”)
sebagai ajaran yang bidah atau sebagai dosa berat – pada dasarnya kebanyakan imam
sedevakantis di zaman kita – yaitu para bidah yang memaksakan kehendak mereka. Mereka
tidak boleh dikunjungi sakramen apa pun. Hendaknya mereka dihindari sama sekali.
Jika seorang imam itu bidah, namun tidak memaksakan kehendak - dan hal ini mungkin berlaku
kepada beberapa kecil imam independen atau sedevakantis – imam itu mungkin masih
merupakan opsi untuk menerima Komuni jika posisi merekanya dekat dengan posisi kami
sehubungan dengan Kontra-Gereja Vatikan II. namun , anda hendaknya tidak menerima Komuni
dari imam ini pada saat Misa hari Sabtu atau Minggu, sebab pada Misa itu imam ini
mungkin memberi sebuah khotbah atau ceramah. Jika imam ini memenuhi kriteria
untuk menerima Komuni (hal ini langka), anda dapat pergi menerima Komuni darinya pada hari
lainnya dalam satu pekan. Jika imam ini hanya memberi Komuni pada hari Minggu, anda
Apa yang Dapat dan Harus Dilakukan oleh Para Katolik di dalam Kemurtadan Masa Kini
730
tidak dapat menerima Komuni. Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, seorang bidah yang
memaksakan kehendak yaitu seorang imam yang mengharuskan seseorang untuk mengikuti
posisi-posisi sesatnya, atau yang memercayai bahwa posisi sejati yaitu suatu dosa berat atau
bidah. Dalam kasus langka yang baru saja dijelaskan, di mana seorang imam dapat memenuhi
kriteria sebagai opsi untuk menerima Komuni (hanya pada suatu hari di mana ia tidak
memberi homili), untuk mengetahui apabila ia yaitu seorang bidah yang memaksakan
kehendak, anda dapat meneleponnya dan menceritakan kepadanya tentang posisi anda (dengan
berkata kepadanya, sebagai contoh, bahwa anda yaitu seorang sedevakantis dan bahwa anda
menolak "pembaptisan keinginan") dan melihat reaksi imam itu. Diskusi semacam ini akan
diperlukan jika anda sedang mempertimbangkan untuk menerima Komuni dari seorang imam (di
dalam situasi yang langka yang baru saja dijelaskan). Bagaimanapun, ketika anda pergi untuk
mengaku dosa saja kepada seorang imam Novus Ordo atau Ritus Timur yang ditahbiskan secara
valid, diskusi semacam itu yang membahas perkara-perkara ini (untuk mencari tahu
apabila imam itu memaksakan kehendak) tidak akan diperlukan sebelum membuat pengakuan
dosa (kecuali kalau perkara-perkara itu lalu timbul menjadi bahan pembicaraan), seperti yang
dijelaskan di bawah.
Jangan menerima Komuni (atau jangan menghadiri Misa) dari seorang imam pun yang menerima
Anti-Paus Yohanes Paulus II sebagai "santo". Hal ini berarti bahwa hampir semua imam yang
menerima Fransiskus sebagai Paus hendaknya tidak dikunjungi untuk Komuni. Mungkin
ada pengecualian yang amat langka terhadap prinsip ini (misalnya, para imam independen yang
tidak memaksakan kehendak yang pada dasarnya menolak Kontra Gereja Vatikan II dan juga
"kanonisasi" Yohanes Paulus II, namun yang tetap secara absurd menerima Anti-Paus
Fransiskus); bagaimanapun, bahkan dalam kasus-kasus seperti ini, seseorang hendaknya tidak
menerima Komuni dari imam ini pada Misa-Misa hari Sabtu ataupun Minggu. Begitu pula,
sehubungan imam independen dari ritus Timur yang tidak menerima Yohanes Paulus II sebagai
seorang "santo", supaya imam itu dapat dikunjungi untuk menyambut Komuni, imam ini
juga harus menolak ekumenisme sesat dan percaya bahwa para skismatis timur harus
berkonversi kepada iman Katolik. (Imam ini tidak perlu percaya akan posisi yang benar
tentang Pembaptisan air dan dogma keselamatan, sebab banyak dari imam sebelum Vatikan II
percaya akan bidah sehubungan dengan hal ini . namun imam ini tidak boleh
memaksakan posisi sesatnya kepada orang Katolik sejati ataupun menganggap posisi yang benar
sebagai bidah atau sebagai dosa berat).
Masih ada banyak opsi lain untuk Pengakuan Dosa, dan penting halnya bagi orang-orang
yang memiliki dosa berat yang perlu diakui untuk mencari seorang imam yang dapat
memberi mereka absolusi. Opsi-opsi Pengakuan Dosa termasuk: imam Novus Ordo tua
yang ditahbiskan sebelum tahun 1968 yang mengatakan: "Saya melepaskan anda dari dosa-dosa
anda, dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus"; seorang imam yang ditahbiskan di dalam
ritus Timur; seorang imam "tradisional" independen yang tidak memaksakan kehendak; dsb.
tidak valid. Ritus ini ditetapkan oleh Vatikan II pada tanggal 18 Juni
1968. Hampir semua “imam” diosesan (yaitu, semua imam non-independen, yang bukan
ditahbiskan di dalam ritus Timur) yang telah ditahbiskan sejak tanggal ini , ditahbiskan di
dalam Ritus Imamat Baru. sebab para "imam" yang ditahbiskan di dalam Ritus Imamat
Baru tidaklah valid, segala dosa berat yang diakui kepada "imam" semacam itu harus
diakui kembali kepada seorang imam yang valid, sewaktu seseorang sudah siap untuk
mengaku dosa.
Untuk mencari tahu opsi mana saja yang mungkin layak untuk pengakuan dosa, orang-orang juga
dapat mencari dalam buku telepon mereka "Gereja Katolik" atau "Gereja Katolik Timur" atau
"Gereja Katolik Bizantina" (bukan "Ortodoks") di kota-kota mereka. Dengan mencari gereja-
gereja ini dan menelepon mereka, seseorang mungkin dapat menemukan imam-imam yang
ditahbiskan secara valid (di dalam ritus Timur atau sebelum tahun 1968) yang dapat mendengar
Apa yang Dapat dan Harus Dilakukan oleh Para Katolik di dalam Kemurtadan Masa Kini
731
pengakuan dosa. Catatan: sewaktu anda pergi mengaku dosa kepada seorang imam Novus Ordo
yang tua saja (yang ditahbiskan dalam ritus tradisional) atau kepada seorang imam ritus Timur,
anda tidak perlu mendiskusikan posisi anda secara rinci atau mendiskusikan berbagai isu
teologis (untuk mencari tahu jika imam itu memaksakan kehendak), sebelum membuat
pengakuan dosa (kecuali perkara itu memang terungkit). Namun, pada suatu waktu, seseorang
hendaknya mengirimkan atau memberi kepada imam ini informasi dari situs atau
materi kami (misal. DVD) yang membahas posisi-posisi yang benar yang perlu dipercayai orang
dan apa yang telah terjadi.
Tentunya tidak ada kewajiban untuk menghadiri Misa hari Minggu jika tidak ada opsi yang
sepenuhnya Katolik di daerah anda. Oleh sebab itu, tidak ada kewajiban untuk menghadiri
Misa hari Minggu pada saat ini sebab pada dasarnya semua imam itu bidah.
Orang-orang perlu berdoa 15 dekade Rosario setiap hari.
Kami juga menyarankan orang-orang Katolik yang benar-benar berada di dalam keadaan rahmat
(yaitu, tanpa dosa berat), untuk melakukan Komuni rohani.
Walaupun pedoman ini seharusnya dapat menjawab kebanyakan pertanyaan tentang hal ini,
anda dapat menghubungi kami melalui email jika anda ingin bertanya lebih lanjut.
PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN TEOLOGIS
Maka, sederhananya: ada lebih banyak opsi untuk Pengakuan Dosa (walaupun opsi ini semakin lama
semakin jarang ditemui), namun hanya ada sedikit sekali opsi untuk menerima Komuni. Orang-orang
hendaknya tinggal di rumah pada hari Minggu dan berdoa 15 dekade Rosario. Jika orang percaya dan
mengamalkan iman Katolik tanpa berkompromi, berupaya untuk menyebarkannya, menunaikan
kewajiban jalan hidup mereka, dll. dan telah berhasil mengakui semua dosa berat (jikalau ada) yang
dilakukan dalam kehidupan mereka sesudah pembaptisan kepada seorang imam yang ditahbiskan secara
valid, mereka dapat percaya bahwa mereka berada dalam keadaan rahmat, walaupun mereka tidak dapat
pergi ke mana-mana untuk menerima Komuni.
Alasan ada keleluasaan yang lebih besar untuk mengunjungi iman untuk Pengakuan Dosa dibandingkan
Komuni berjumlah dua: 1) mengaku dosa dan menerima absolusi tidak memerlukan orang untuk hadir
pada Misa atau liturgi seorang bidah; 2) bagi kebanyakan orang (dan tentunya bagi mereka yang
memiliki dosa-dosa berat yang masih harus diakui), ada keperluan yang lebih besar untuk menerima
abso





_1781755663421.png)





