Tampilkan postingan dengan label gereja vatikan 33. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gereja vatikan 33. Tampilkan semua postingan

gereja vatikan 33


 u  manusia...”90 

Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata kepada kita bahwa rahmat yaitu  Allah dan rahmat juga yaitu  

manusia. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Veritatis Splendor (#58), 6 Agustus 1993: 

“Pentingnya dialog interior dari MANUSIA DENGAN DIRINYA SENDIRI tidak pernah cukup 

dihargai. namun  hal ini  juga yaitu  suatu dialog dari manusia dengan Allah...”91 

Di sini Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata bahwa suatu dialog dari manusia dengan dirinya sendiri 

yaitu  suatu dialog dari manusia dengan Allah. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Veritatis Splendor (#10), 6 Agustus 1993: 

“Apakah manusia itu dan apakah yang ia harus lakukan menjadi jelas segera sewaktu Allah 

menyingkapkan diri-Nya sendiri.”92 

Di sini, Anti-Paus Yohanes Paulus II dengan licik mengatakan kepada kita bahwa ‘apakah manusia itu’ 

menjadi jelas segera sewaktu Allah menyingkapkan diri-Nya sendiri, yang berarti bahwa apakah manusia 

iatu, yaitu  Allah sendiri yang menyingkapkan diri. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Ensiklik tentang Roh Kudus (#47), 18 Mei 1986: 

“...kenyataan akan Allahlah yang menyingkapkan dan menggambarkan misteri 

manusia...”93 

 

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

711 

 

Kenyataan Allah yaitu  bahwa Ia yaitu  Allah! Maka, Anti-Paus Yohanes II berkata bahwa misteri 

kenyataan Allah tersingkapkan di dalam fakta tentang Allah, yang berarti bahwa manusia yaitu  

Allah. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Audiens Umum, 15 September 1982: 

“Yerusalem juga dapat menjadi kota manusia...”94 

 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan kepada Para Uskup dari Rwanda, 17 September 1998: 

“...darah mereka akan menjadi benih injil... Mereka akan membantu kalian supaya tidak 

kehilangan harapan akan manusia...”95 

 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Evangelium Vitae (#3), 25 Maret 1995: 

“Oleh sebab  itu setiap ancaman terhadap martabat dan hidup manusia semestinya harus 

dirasakan di dalam hati Gereja sendiri; hal ini  sangat memengaruhinya di dalam inti 

imannya akan Penjelmaan yang menyelamatkan dari Putra Allah...”96 

 

Di sini, Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata bahwa setiap ancaman terhadap martabat manusia sangat 

memengaruhi iman akan Penjelmaan. Mengapa begitu? Jawabannya, jika setiap manusia menjadi Allah di 

dalam Penjelmaan, seperti yang dikhotbahkan Anti-Paus Yohanes Paulus II, maka setiap ancaman 

terhadap manusia memengaruhi iman akan Penjelmaan. 

 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Urbi et Orbi, 31 Maret 1991: 

“Marilah kita menghormati manusia secara penuh... Setiap pelanggaran terhadap manusia 

yaitu  pelanggaran terhadap Allah...”97 

 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Hari Doa bagi Perdamaian Sedunia (Assisi, Italia), 24 Januari 2002: 

“Untuk melakukan pelanggaran terhadap umat manusia yaitu , tentunya, untuk 

melakukan pelanggaran terhadap Allah...”98 

 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 24 Juni 1988: 

“...Allah menginginkan untuk menemukan di dalam manusia seluruh ciptaan...”99 

 

Di sini Anti-Paus Yohanes Paulus II menunjukkan bahwa di dalam manusia, seseorang dapat menemukan 

seluruh ciptaan. 

 

21. Manusia yaitu  sang Mesias 

 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 12 September 1982: 

“Dan arti dari hidup manusia, artinya di dalam rencana cinta kasih yang abadi, tidak dapat 

dimengerti kecuali lewat ‘kontes Mesianik’ itu yang dibawa oleh Yesus dari Nazaret 

bersama Petrus dan yang terus Ia bawa dengan setiap manusia dan dengan seluruh umat 

manusia. Kekristenan yaitu  agama dari ‘kontes Mesianik’ ini  bersama umat manusia dan 

untuk umat manusia.”100 

Di sini, Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata bahwa Petrus dan seluruh umat manusia membawa dan 

terus membawa suatu ‘kontes Mesianik’ dengan Yesus Kristus. Kata Mesias berarti ‘juru selamat’. Suatu 

‘kontes Mesianik’ yaitu , oleh sebab  itu, suatu kontes antara para juru selamat! Maksud dari homili 

Anti-Paus Yohanes Paulus II ini yaitu  bahwa terjadi suatu pertandingan antara setiap manusia dan 

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

712 

 

Yesus Kristus untuk menentukan siapakah sang Juru Selamat! Dan hanya di dalam pertandingan 

Mesianik ini arti dari hidup manusia dapat dimengerti, menurut sang Antikristus Anti-Paus Yohanes 

Paulus II, sebab  setiap manusia yaitu  sang Mesias. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Audiens Umum (atau Urbi et Orbi), 25 Desember 1987, tentang 

Maria, Bunda Allah: 

“Di dalamnya {Maria} ada  dunia yang menantikan Allahnya. Di dalamnya ada  

makhluk yang sepenuhnya terbuka di depan Penciptanya. Di dalamnya ada  sejarah setiap 

umat manusia di mana-mana di dunia...101 

Sang Antikristus Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata kepada kita bahwa di dalam Bunda Allah ada  

sejarah setiap umat manusia. namun  di dalam Maria hanya ada  Yesus Kristus, Putra dari Allah 

yang hidup. Dengan mengatakan bahwa setiap umat manusia yang ada di mana-mana di dunia ada  

di dalam rahum Bunda Allah, Anti-Paus Yohanes Paulus II menunjukkan bahwa setiap umat manusia di 

mana-mana di Bumi yaitu  Yesus Kristus. 

22. Penginjilan Baru 

Sang Antikristus ingin menginjili dunia kepada manusia, yang membuat segala hal lebih manusiawi, 

sebab  semua umat manusia yaitu  Kristus, menurut injilnya. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 15 Mei 1982: 

“Pendidikan... bertujuan untuk ‘memanusiakan’ manusia.”102 

 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 17 Juli 1980: 

“Sang rasul sejati dari Injil yaitu  ia yang memanusiakan dan menginjili pada waktu yang 

bersamaan.”103 

Dan sewaktu ia  mencoba mengonversikan dunia kepada manusia sebagai Kristus, sang Antikristus ini 

sering dengan terang-terangan menyamakan hal menjadi lebih manusiawi dengan hal menjadi lebih ilahi; 

dalam kata lain, dengan terang-terangan ia menyamakan hal menjadi lebih manusiawi dengan hal 

menjadi lebih seperti Allah. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan kepada Orang-orang Slovenia, 18 Mei 1996: 

“Dengan cara ini kalian akan membantu untuk mengubah dunia; kalian akan menjadikannya 

lebih manusiawi dan oleh sebab  itu lebih ilahi.”104 

Di sini, Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata bahwa untuk menjadi lebih manusiawi yaitu , oleh sebab  

itu, menjadi lebih seperti Allah, yang menunjukkan bahwa manusia yaitu  Allah. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Incarnationis mysterium (#2): 

“...Gereja membuka kepada semua orang harapan untuk menjadi ‘lebih ilahi’ dan oleh 

sebab  itu menjadi lebih manusiawi.”105 

 

Di sini kembali Anti-Paus Yohanes Paulus II secara terang-terangan mengatakan bahwa untuk menjadi 

lebih ilahi yaitu  oleh sebab  itu menjadi lebih manusiawi, yang sebab nya menyamakan Allah dengan 

manusia. 

 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan kepada Para Uskup Portugis, 30 November 1999: 

“Faktanya, lewat Penjelmaan ini, Ia, Putra Allah, telah dalam suatu cara tertentu 

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

713 

 

menyatukan diri-Nya sendiri dengan setiap manusia...  Cara hidup Kristiani bukan hanya 

memberi makna kepada apa yang sudah ada, namun  juga terbuka ‘terhadap semua manusia 

harapan untuk menjadi lebih ilahi dan oleh sebab  itu untuk menjadi lebih manusiawi.’”106 

 

Di sini kembali Anti-Paus Yohanes Paulus II menyamakan hal menjadi lebih ilahi dengan menjadi lebih 

manusiawi, dan ia mendasarkannya kembali kepada Penjelmaan. 

 

23. Manusia harus menyadari bahwa dirinya yaitu  Allah 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 6 Maret 1988: 

“ Ya, Allah ‘cemburuan’ terhadap elemen ilahi yang ada  di dalam manusia... ‘Jangan ada 

padamu allah lain di hadapan-Ku. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan 

segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.’ Jika tidak, engkau, manusia tidak akan 

menemukan dirimu sendiri!”107 

Anti-Paus Yohanes Paulus II mengutip perintah pertama tentang penyembahan terhadap Allah dan ia 

berkata bahwa jika anda tidak menyembah Allah anda tidak akan menemukan diri anda sendiri! 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan Angelus, 7 Maret 1982: 

“Oleh sebab  itu, nilai macam apa yang dimiliki panggilan Kristus untuk berkonversi dan 

percaya akan Injil? Apa arti yang dimiliki rekonsiliasi dengan Allah dan penitensi  di dalam 

misi Gereja yang terus menerus? namun  dan mungkin hal yang terpenting yaitu  bahwa 

panggilan ini  ditujukan kepada manusia, kepada setiap manusia, agar ia dapat 

menemukan dirinya sendiri! Agar ia dapat percaya akan dirinya sendiri.”108 

Ini yaitu  Sambutan Angelus yang luar biasa mencengangkan, bahkan untuk seseorang yang begitu 

dirasuki roh Antikristus. Di dalamnya, Anti-Paus Yohanes Paulus II bertanya: “Apa arti rekonsiliasi 

dengan Allah”, dan “Apa itu nilai dari berkonversi dan percaya akan injil?” Ia menjawab pertanyaan-

pertanyaannya sendiri dengan menyatakan bahwa hal yang terpenting yaitu  bagi manusia 

untuk menemukan dirinya sendiri dan percaya akan dirinya sendiri! Oleh sebab  itu, konversi, 

percaya akan Injil, dan rekonsiliasi dengan Allah sama dengan manusia menemukan dirinya sendiri dan 

percaya akan dirinya sendiri. Manusia yaitu  Allah, menurut doktrin Antikristus. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Ecclesia in America (#67): 

“...Yesus Kristus, wajah manusia dari Allah dan wajah ilahi dari manusia.”109 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 26 Februari 2000: 

“Dengan menampakkan diri-Nya sendiri di Gunung dan memberi  

Hukum-Nya, Allah menampakkan manusia kepada manusia sendiri.”110 

Lihatlah! Di sini, Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata bahwa dengan menampakkan diri-Nya sendiri di 

Gunung Sinai, Allah menampakkan manusia kepada manusia sendiri! 

24. Rosario Manusia 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Dokumen tentang Rosario, Oktober 2002: 

“Siapa pun yang merenungkan Kristus lewat berbagai masa hidupnya tidak dapat gagal 

untuk melihat di dalam diri-Nya kebenaran akan manusia.”111 

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

714 

 

Hal ini berarti bahwa Kristus yaitu  kebenaran akan manusia. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Dokumen tentang Rosario, Oktober 2002: 

“Dapat dikatakan bahwa setiap misteri Rosario, yang dimeditasikan secara hati-hati, 

mencerahkan terang akan misteri manusia.”112 

25. Kekayaan yang tidak dapat dimengerti dari Kristus yaitu  milik semua 

orang 

Efesus 3:8- “Kepadaku yang paling hina dari semua orang kudus, anugerah ini telah diberikan 

untuk menginjilkan kekayaan Kristus yang tak dapat dimengerti di antara bangsa-bangsa 

lain.” {Terjemahan MILT 2008} 

Di dalam Efesus 3:8, St. Paulus berkata bahwa ia telah diberikan rahmat untuk menginjilkan kekayaan 

Kristus yang tak dapat dimengerti kepada bangsa-bangsa lain. St. Paulus merujuk kepada sifat-sifat 

Tuhan kita Yesus Kristus, Putra Allah. Sifat-sifat Kristus sebagai Putra Allah tidak dapat dimengerti dan 

tidak dapat diselami. namun  Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata kepada kita bahwa kekayaan yang tidak 

dapat dimengerti dari Kristus ini sebenarnya yaitu  milik dari semua orang. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Redemptor Hominis (#11), 4 Maret 1979: 

“...pendek kata, membantu setiap orang untuk mengenali ‘kekayaan Kristus yang tak dapat 

dimengerti’, sebab  kekayaan ini  yaitu  untuk setiap manusia DAN yaitu  MILIK SEMUA 

ORANG.”113 

26. Setiap manusia yaitu  Kristus yang Bangkit 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan kepada Simposium Internasional tentang Jan Hus, 17 

Desember 1999: 

“Dengan merenungkan kebenaran akan manusia, pada akhirnya kita akan menoleh 

kepada tokoh Kristus yang bangkit. Ia sendiri mengajarkan dan mewujudkan secara 

penuh kebenaran akan manusia...”114 

Anti-Paus Yohanes Paulus II tidak dapat berbicara dengan lebih terang-terangan lagi. Ia berkata bahwa 

untuk merenungkan kebenaran tentang manusia yaitu  untuk pada akhirnya menoleh kepada Kristus 

yang bangkit. Oleh sebab  itu, kebenaran tentang manusia, yaitu  bahwa manusia yaitu  Kristus yang 

bangkit. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Regina Caeli, 28 April 2002, Tentang Kristus yang Bangkit: 

“Wajahnya yang bersinar dengan kemuliaan menyingkapkan kepada kita kebenaran akan 

Allah dan kebenaran akan manusia.”115 

Hal ini membuktikan kembali poin yang telah kami buat di sepanjang bagian tentang khotbah dari Anti-

Paus Yohanes Paulus II. Hal ini membuktikan bahwa Anti-Paus Yohanes Paulus II benar-benar telah 

dirasuki oleh roh Anti-Kristus, bahwa ia mengkhotbahkan doktrin yang persis tentang Anti-Kristus, dan 

bahwa salah satu dari tujuan utamanya yaitu  untuk menggantikan kebenaran tentang Kristus 

(kebenaran yang paling penting di dunia) dengan kebenaran tentang manusia. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan kepada para Misionaris Darah yang Berharga, 14 

September 2001: 

“Dan pada saat Paskah, sukacita ini sampai kepada kepenuhannya sewaktu terang kemuliaan ilahi 

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

715 

 

bersinar di wajah sang Tuhan yang Bangkit, yang luka-lukanya bersinar selamanya seperti 

Matahari. Ini yaitu  kebenaran akan siapa dirimu, Saudara-saudara terkasih...”116 

Kami tidak perlu berkomentar! 

27. Sang Antikristus Tersingkapkan 

Mari membaca definisi yang infalibel akan Antikristus di dalam Kitab Suci: 

1 Yohanes 4:2-3- “Setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, 

berasal dari Allah: dan setiap roh, yang melarutkan Yesus*, tidak berasal dari Allah. Roh itu 

yaitu  roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar...” 

*{Penulis memakai  Kitab Suci Katolik Douay-Rheims, terjemahan ke dalam bahasa Inggris dari Kitab 

Suci Latin Vulgata. Tidak ada terjemahan bahasa Indonesia yang memakai  kata-kata yang persis 

seperti yang digunakan Douay-Rheims di ayat 3 ini: “And every spirit that dissolveth Jesus...”, yang di 

dalam bahasa Latin yaitu : “et omnis spiritus qui solvit Jesum...” Kata ‘dissolveth’ yang di dalam bahasa 

Latin yaitu  ‘solvit’. Dalam bahasa Indonesia, kata ini secara harfiah berarti ‘melarutkan’. Kitab Suci 

Terjemahan Baru (bahasa Indonesia) mengungkapannya sebagai berikut: “dan setiap roh, yang tidak 

mengaku Yesus...” Kata ‘melarutkan’ ini penting di dalam bab ini seperti yang anda akan lihat lalu .} 

Perhatikan bahwa Antikristus yaitu  suatu roh yang telah berada di dalam dunia pada zaman St. 

Yohanes. Hal ini  berarti bahwa sang Antikristus telah berada sejak zaman Kristus. Antikristus 

yaitu  suatu roh yang ada di dalam berbagai orang sejak zaman Kristus dan sampai Kedatangan-Nya 

yang Kedua; namun  akan ada  suatu perwujudan yang unik dari roh ini  pada akhir zaman 

– pada saat atau tepat sebelum Kedatangan Kedua – yang akan menjadi suatu tanda besar pada 

akhirnya. Dan apakah yang dikatakan Sabda Allah tentang roh dan perwujudan Antikristus? Ia yaitu  

roh yang melarutkan Yesus, dan menyangkal bahwa Yesus yaitu  Kristus. 

1 Yohanes 2:22- “Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus yaitu  

Kristus? Dia itu yaitu  antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.” 

 

Ini yaitu  koin kenangan dengan gambar Yohanes Paulus II yang dikeluarkan oleh Vatikan. Perhatikan 

tiga bintang yang memiliki enam ujung, yang memberi  kita 6, 6, 6. 

Kami telah membuktikan bahwa ajaran khas Anti-Paus Yohanes Paulus II yaitu  hal ini; bahwa Putra 

Allah telah dilarutkan di dalam setiap orang lewat Penjelmaan-Nya, yang membuat setiap orang Kristus, 

dan yang oleh sebab  itu melarutkan Yesus dan menyangkal bahwa Yesus yaitu  sang Kristus. Paling 

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

716 

 

tidak, seseorang dapat berkata bahwa Anti-Paus Yohanes Paulus II begitu dirasuki oleh roh Antikristus 

dan bahwa ia mengkhotbahkan secara persis doktrin tentang Antikristus. Yohanes Paulus II yaitu  

perwujudan dan contoh dari roh Antikristus; hal ini  keluar dari dirinya dengan ketepatan yang 

begitu mencengangkan. 

Hal yang juga menarik yaitu  bagaimana Katekismus Anti-Paus Yohanes Paulus II sendiri mendefinisikan 

Antikristus. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Katekismus Gereja Katolik yang Baru, #675: 

“Tipuan agama yang paling besar yaitu  mengenai sang Antikristus, suatu pseudo-

mesianisme di mana manusia memuliakan dirinya sendiri di tempat Allah dan di tempat 

Mesiasnya yang menjadi daging.”117 

Katekismus Anti-Paus sendiri menggambarkan doktrin ini dengan sangat baik! Katekismus 

ini  secara akurat mendefinisikan bahwa tipuan Antikristus yaitu  suatu pseudo-mesianisme di 

mana Manusia menggantikan Putra Allah yang menjadi daging! Agama Antikristus ini bukan hanya 

dikhotbahkan oleh Anti-Paus Yohanes Paulus II sebagai ciri khasnya, namun  juga dipraktikkan di dalam 

liturgi gereja Vatikan II. 

Dengan mencoba untuk membunuh Kristus di dalam Misa dan menggantikannya dengan suatu ibadat 

non-Katolik, Paulus VI benar-benar mewujudkan pemenuhan Antikristus di dalam Vatikan, seperti yang 

dinubuatkan Bunda Maria dari La Salette. 

Paulus VI dan Benediktus XVI juga yaitu  wujud dari Antikristus di dalam 

Vatikan  

 

 

Bunda Maria dari La Salette, 19 September 1846: 

“Roma akan kehilangan Iman dan menjadi takhta sang Antikristus... Gereja akan berada 

dalam gerhana.” 

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

717 

 

Misa Baru gereja palsu Vatikan II meletakkan manusia di tempat Allah – doktrin Antikristus – dengan 

membuat imam menghadap manusia dan bukan Allah pada saat liturgi, dan dengan memusatkan semua 

ibadat ini  kepada manusia, dan bukan terhadap Allah. 

Misa Baru, liturgi Gereja Katolik yang sesat dari Anti-Paus Yohanes Paulus II, mencoba untuk 

mengindoktrinasikan orang-orang ke dalam penyembahan berhala dan pemujaan manusia, seperti 

halnya Anti-Paus Yohanes Paulus II mengkhotbahkannya kepada orang-orang di dalam ensiklik-ensiklik 

dan pidato-pidato. 

Walaupun Benediktus XVI belum mengajarkan pelarutan Yesus di dalam skala yang sama dengan 

Yohanes Paulus II, yaitu  suatu hal yang menarik bahwa ia menepati definisi Kitab Suci yang lain akan 

Antikristus – penyangkalan Yesus sebagai Kristus! Benediktus XVI yaitu  perwujudan Antikristus di 

dalam Vatikan sebab  ia menyamakan penyangkalan Kristus dengan penerimaan-Nya, seperti yang kami 

telah tunjukkan. 

 

Benediktus XVI, God and the World {Allah dan Dunia}, 2000, hal. 209: 

“Tentu saja seseorang dapat membaca Perjanjian Lama dengan cara yang tidak tertuju 

kepada Kristus; Perjanjian Lama tidak menunjuk kepada Kristus secara amat tidak 

ambigu. Dan jika para Yahudi tidak dapat melihat bahwa janji-janji Perjanjian Lama 

ditepati dalam diri-Nya, hal ini bukanlah sekadar akibat kehendak buruk dari pihak 

orang-orang Yahudi, namun  sungguh disebabkan oleh ketidakjelasan teks-teksnya … Oleh 

sebab  itu, sungguh ada alasan-alasan yang baik untuk menyangkal bahwa Perjanjian 

Lama mengacu kepada Kristus dan untuk berkata, Tidak, Ia tidak berkata demikian. Dan 

juga ada alasan-alasan yang baik untuk mengacukan Perjanjian Lama kepada-Nya - itulah 

apa yang dipertentangkan oleh orang-orang Yahudi dan Kristiani.”118 

Yohanes Paulus II mengkhotbahkan pelarutan Yesus (satu definisi dari Kitab Suci akan Antikristus), 

sedangkan Benediktus XVI mengkhotbahkan bahwa Ia mungkin bukanlah sang Kristus (definisi 

kedua akan Antikristus)! Maka, nubuat Bunda Maria telah terpenuhi. Sekte Vatikan II yaitu  Kontra-

Gereja Antikristus; ia telah didirikan oleh rentetan antikristus yang mengkhotbahkan suatu Injil Baru 

tentang penghormatan terhadap agama-agama sesat, indiferentisme rohani, penerimaan dewa-dewi 

sesat dari Timur, penerimaan bidah-bidah Protestantisme dan Ortodoks Timur – yang telah 

menghasilkan bencana rohani dan banyak sekali buah-buah rohani yang busuk. 

Orang-orang Katolik harus memandang secara serius peringatan-peringatan yang bernubuat dari Surga 

ini , yang telah memprediksikan hari-hari kita dengan jelas. Kita harus memiliki harapan sebab  kita 

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

718 

 

tahu bahwa Allah tetap berada bersama Gereja-Nya seperti yang Ia akan lakukan sampai akhir zaman 

(Matius 28), dan Ia tidak akan pernah membiarkannya dihancurkan sama sekali ataupun jatuh ke dalam 

kesesatan. Selalu akan ada beberapa  sisa orang-orang Katolik yang berpegangan kepada khazanah iman 

secara penuh dan tidak berkompromi dengan bidah, walaupun Allah telah mengizinkan Setan, sebagai 

hukuman atas dosa-dosa manusia di hari-hari terakhir ini, untuk memiliki kekuatan untuk menyerbu dan 

menguasai sekolah-sekolah, seminari, universitas, kapel, dan bangunan yang tidak terhitung jumlahnya 

yang sebelumnya yaitu  milik Gereja Katolik. 

Allah telah membiarkan Setan untuk mengambil alih bangunan-bangunan tesebut untuk dirinya sendiri, 

dan menanamkan di dalamnya agama non-Katolik yang murtad yang bukan Katolik, namun  yang tetap 

mempertahankan namanya. Kita harus melawan dan sama sekali tidak mengambil bagian di dalam 

Gereja Katolik palsu ini, yang telah diciptakan oleh Setan. Kita tidak boleh mengambil bagian sama sekali 

di dalam Misa palsunya, sakramen-sakramen palsunya, para Anti-Pausnya dan ‘uskup-uskupnya’ yang 

yaitu  bidah. Kita harus menginformasikan diri kita sendiri dan orang-orang lain tentang posisi yang 

benar di dalam hal ini, yang telah dibahas di dalam buku ini berdasar  ajaran Gereja Katolik. Kita harus 

membawa orang-orang kembali ke dalam Gereja Katolik yang sejati yang didirikan oleh Yesus Kristus, 

yang tidak akan pernah dapat dihancurkan, yang jumlahnya telah dikurangi menjadi suatu sisa pada saat 

Kemurtadan Besar ini, dan yang di dalam mana semua orang harus berada agar dapat diselamatkan. 

Di samping menolak bidah-bidah Vatikan II, Konsilinya yang sesat dan para Anti-Pausnya, apa yang dapat 

dilakukan para Katolik di dalam situasi ini? 

 

Pertama-tama, jika anda bukan Katolik, anda harus menjadi Katolik tradisional sesegera mungkin, sebab  

tidak ada  keselamatan di luar Gereja yang satu yang didirikan oleh Kristus. Informasi di dalam buku 

ini menunjukkan bahwa serangan dari Iblis pada hari-hari terakhir ditujukan kepada Gereja yang satu ini 

yang didirikan oleh Kristus; itulah upaya Setan yang ditujukan untuk memalsukan Gereja yang sejati. 

Gereja yang palsu ini telah mengurangi jumlah orang dari Gereja Katolik yang sejati menjadi suatu sisa 

pada hari-hari terakhir. Para non-Katolik harus mengikuti langkah-langkah untuk berkonversi dan 

mengucapkan pengakuan iman untuk orang-orang yang akan berkonversi kepada Iman Katolik, 

keduanya diberikan di bawah. 

LANGKAH-LANGKAH UNTUK BERKONVERSI 

Jika anda belum menerima Pembaptisan 

1. Pelajarilah dan percayalah hal-hal yang diajarkan Katekismus dasar (yaitu, hal-hal 

yang mendasar) tentang iman Katolik tradisional. Anda juga harus segera mulai berdoa 

Rosario setiap hari. Jika anda tidak tahu bagaimana cara berdoa Rosario, kunjungi bagian 

ini: Bagaimana cara berdoa Rosario? 

2. Percaya dengan teguh akan semua dogma tradisional dari Gereja dan percaya akan 

posisi-posisi yang benar melawan sekte pasca-Vatikan II (dibahas secara rinci di 

dalam buku-buku kami), termasuk, misalnya, dogma Di Luar Gereja Tidak ada  

Keselamatan (tanpa pengecualian), Allah Tritunggal Mahakudus, Penjelmaan Tuhan 

Yesus, Infalibilitas Kepausan, perlunya Pembaptisan air, dsb. 

3. sesudah  anda mempelajari Katekismus dasar (seharusnya tidak memakan waktu 

terlalu lama), dan sesudah  berpegang sepenuhnya kepada ajaran-ajaran tradisional 

Gereja Katolik, anda perlu menerima Pembaptisan. Tidak ada alasan untuk menunda 

jika anda telah melakukan langkah-langkah 1 dan 2 (Kisah Para Rasul 8:36-37). Biasanya, 

imam Katolik dari paroki terdekatlah yang membaptis anda. namun , sebab  kita berada di 

dalam masa Kemurtadan Besar dan pada dasarnya tidak ada  seorang pun imam 

Katolik tradisional, kemungkinan besar anda perlu dibaptis oleh seorang awam. Konsili 

Florence (lihat di bawah) telah menyatakan bahwa semua orang dapat membaptis 

dengan valid. Oleh sebab  itu, jika anda memiliki seorang teman yang benar-benar 

Katolik, atau bahkan, orang tua atau teman yang non-Katolik yang dapat melakukan 

Pembaptisan dengan benar dan dengan intensi yang baik, orang ini  dapat 

membaptis anda, dengan memakai  formula di bawah ini. Pengakuan Dosa tidak 

diperlukan bagi mereka yang tidak pernah menerima Pembaptisan, sebab orang yang 

baru menerima Pembaptisan ini dihapuskan segala dosa asal dan dosa-dosa sejatinya. 

Bagaimanapun, sesudah  Pembaptisan, anda harus membiasakan diri untuk mengaku dosa 

kepada seorang imam tradisional, yang ditahbiskan menurut ritus Imamat tradisional, 

setidaknya sebulan sekali. Anda diwajibkan untuk pergi mengaku dosa jika anda 

melakukan suatu dosa berat sesudah  Pembaptisan, suatu hal yang, jika semua hal berjalan 

baik, tidak akan terjadi. Untuk mengetahui di mana anda dapat mengaku dosa, lihatlah 

poin-poin di bawah. 

Apa yang Dapat dan Harus Dilakukan oleh Para Katolik di dalam Kemurtadan Masa Kini 

724 

 

4. Buatlah pengakuan iman untuk para konvert sesuai dengan Konsili Trente. Jika 

anda yaitu  bagian dari suatu sekte tertentu, sebutkan pula pada akhir pengakuan iman 

ini bahwa anda juga menolak sekte bidah ini . 

Jika anda sudah menerima Pembaptisan 

1. Pelajarilah dan percayalah hal-hal yang diajarkan Katekismus dasar (yaitu, hal-hal 

yang mendasar) tentang iman Katolik tradisional. Anda juga harus segera mulai berdoa 

Rosario setiap hari. Jika anda tidak tahu bagaimana cara berdoa Rosario, kunjungi bagian 

ini: Bagaimana cara berdoa Rosario? 

2. Percaya dengan teguh akan semua dogma tradisional dari Gereja dan percaya akan 

posisi-posisi yang benar melawan sekte pasca-Vatikan II (dibahas secara rinci di 

dalam buku-buku kami), termasuk, misalnya, dogma Di Luar Gereja Tidak ada  

Keselamatan (tanpa pengecualian), Allah Tritunggal Mahakudus, Penjelmaan Tuhan 

Yesus, Infalibilitas Kepausan, perlunya Pembaptisan air, dsb. 

3. Buatlah pengakuan iman untuk para konvert sesuai dengan Konsili Trente. Jika 

anda yaitu  bagian dari suatu sekte tertentu, sebutkan pula pada akhir pengakuan iman 

ini bahwa anda juga menolak sekte bidah ini . 

4. Anda harus membuat Pengakuan Dosa Umum kepada seorang imam yang 

ditahbiskan sesuai ritus Imamat tradisional sesudah  mengikuti langkah-langkah di 

atas. Untuk mengetahui di mana anda dapat menerima Sakramen, kunjungi bagian ini: Di 

mana kita dapat menerima sakramen? Pada saat Pengakuan Dosa, sebutkanlah semua 

dosa berat yang anda telah lakukan sesudah  Pembaptisan, termasuk keanggotaan di dalam 

sekte-sekte apa pun atau agama sesat apa pun. Para "imam" yang ditahbiskan sesuai ritus 

Imamat baru tidak valid. Maka, dosa-dosa berat yang telah diakui kepada "imam-imam" 

semacam itu harus diakui kembali kepada seorang imam yang valid. Anda juga dapat 

menghubungi kami unuk menemukan seorang imam di daerah anda yang dapat 

mendengar Pengakuan Dosa anda. Seorang imam dari ritus Timur dari Gereja Timur (dan 

bukan "Ortodoks") sering merupakan pilihan yang baik untuk Pengakuan Dosa. Gereja-

gereja semacam itu sering memiliki sebutan "Katolik Byzantine" atau "Katolik Ukraina" di 

dalam daftar telepon, di bawah "Gereja Katolik". Jika anda menerima penegasan bahwa 

imam dari salah satu gereja ini ditahbiskan sesuai ritus Timur, ini mungkin merupakan 

suatu opsi bagi anda, paling tidak untuk Pengakuan Dosa, jika sang imam ditahubiskan 

secara valid sesuai ritus tradisional. namun , seperti yang telah disebutkan di dokumen di 

atas, anda tidak dapat mendukung secara finansial kapel atau imam ini  sebab  

mereka menerima Vatikan II dan para Anti-Paus pasca-Vatikan II. Jika anda tidak dapat 

menemukan seorang pun imam yang valid untuk mendengarkan Pengakuan Dosa anda, 

anda dapat pergi mengaku dosa kepada seorang imam Vatikan II yang ditahbiskan 

menurut ritus Imamat tradisional (sebelum 1968) dengan syarat bahwa ia memberi  

absolusi dengan formula berikut: “Saya melepaskan saudara dari dosa-dosa saudara, 

dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.” 

Jika anda tidak yakin sudah dibaptis 

1. Pelajarilah dan percayalah hal-hal yang diajarkan Katekismus dasar (yaitu, hal-hal 

yang mendasar) tentang iman Katolik tradisional. Anda juga harus segera mulai berdoa 

Rosario setiap hari. Jika anda tidak tahu bagaimana cara berdoa Rosario, kunjungi bagian 

ini: Bagaimana cara berdoa Rosario? 

2. Percaya dengan teguh akan semua dogma tradisional dari Gereja dan percaya akan 

posisi-posisi yang benar melawan sekte pasca-Vatikan II (dibahas secara rinci di 

dalam buku-buku kami), termasuk, misalnya, dogma Di Luar Gereja Tidak ada  

Keselamatan (tanpa pengecualian), Allah Tritunggal Mahakudus, Penjelmaan Tuhan 

Yesus, Infalibilitas Kepausan, perlunya Pembaptisan air, dsb. 

Apa yang Dapat dan Harus Dilakukan oleh Para Katolik di dalam Kemurtadan Masa Kini 

725 

 

3. Buatlah pengakuan iman untuk para konvert sesuai dengan Konsili Trente. Jika 

anda yaitu  bagian dari suatu sekte tertentu, sebutkan pula pada akhir pengakuan iman 

ini bahwa anda juga menolak sekte bidah ini . 

4. Carilah seseorang yang dapat memberi  anda Pembaptisan bersyarat. Jika anda 

meragukan sedikit pun validtas Pembaptisan anda, hal ini harus dilakukan. 

5. sesudah  anda dibaptis secara bersyarat, anda harus membuat Pengakuan Dosa 

umum, di mana anda menyebutkan semua dosa berat yang anda lakukan sesudah  

Pembaptisan pertama anda yang mungkin valid. 

6. Orang-orang yang meninggalkan Misa Baru ataupun Kontra-Gereja Vatikan II juga 

perlu mengaku dosa (kepada seorang imam yang ditahbiskan secara valid, lihat 

petunjuk di atas), di mana mereka juga harus menyebutkan bahwa mereka telah 

menghadiri ibadat non-Katolik, dan harus menyebutkan berapa lama. Untuk 

mengetahui di mana anda dapat menerima Sakramen, kunjungi bagian ini: Di mana kita 

dapat menerima sakramen? Jika seseorang telah berpartisipasi di dalam hal-hal lain di 

dalam Misa Baru (misalnya, jika seseorang menjadi pelayan awam, berpakaian tidak 

senonoh, dsb.) atau menerima ekumenisme sesat atau menolak dogma-dogma lain, hal-

hal ini  harus disebutkan pula pada saat Pengakuan Dosa. Para "imam" yang 

ditahbiskan sesuai tidak valid. Maka, dosa-dosa berat yang telah diakui 

kepada "imam-imam" ini  harus diakui kembali kepada seorang imam yang valid. Hal 

ini harus dilakukan sebelum menerima Komuni di Misa tradisional (jika ada  Misa 

yang dapat anda hadiri di daerah anda). Orang-orang yang meninggalkan Misa Baru 

ataupun Gereja palsu Vatikan II juga harus membuat pengakuan imam yang sama dari 

Konsili Trente. 

Pembaptisan dan Pembaptisan bersyarat 

Formula Pembaptisan yaitu  [sambil menyirami kepala dengan air sampai menyentuh kulit]: 

“Saya membaptis anda dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.” 

Jika ada  keraguan mengenai validitas pembaptisan anda, formula, formula bersyarat dari 

pembaptisan yaitu : “Jika anda telah dibaptis, saya tidak membaptis anda kembali, namun  jika anda belum 

dibaptis, [sambil menyirami kepala dengan air sampai menyentuh kulit] saya membaptis anda dalam 

nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.” 

sebab  hampir tidak ada  imam yang benar-benar Katolik di dunia ini, anda dapat meminta kepada 

seorang teman Katolik untuk melakukan Pembaptisan bersyarat, dan anda dapat membaptis anak-anak 

anda sendiri. 

Paus Eugenius IV, Konsili Florence, Exultate Deo, 1439: 

“ ... namun  jika diperlukan, bukan hanya seorang imam atau diakon, namun  bahkan seorang awam 

ataupun wanita, bahkan seorang pagan dan seorang bidah dapat membaptis, dengan syarat 

bahwa mereka harus memakai  formula dari Gereja dan memiliki intensi untuk melakukan 

apa yang dilakukan Gereja.” 

Bagaimana cara memberi  Pembaptisan Katolik?  

Anda harus memiliki cukup air untuk dituangkan sambil mengucapkan kata-kata Pembaptisan. Tuangkan 

air ini  ke dahi orang yang akan dibaptis sambil mengucapkan kata-kata Pembaptisan dengan penuh 

perhatian. Anda dapat menuangkan air tiga kali (seperti yang dijelaskan di bawah). 

“Saya membaptis anda dalam nama Bapa [tuangkan air pertama kali sambil mengucapkan 

kata-kata ini ], dan Putra [tuangkan air kedua kali], dan Roh Kudus [tuangkan air 

ketiga kali].” 

Apa yang Dapat dan Harus Dilakukan oleh Para Katolik di dalam Kemurtadan Masa Kini 

726 

 

Catatan: anda dapat menuangkan air dalam bentuk tanda salib di atas kepala orang ini , walaupun 

hal ini tidak diperlukan. Terlebih lagi, tidak diperlukan secara mutlak bahwa anda menuangkan air tiga 

kali, selama air ini  dituangkan dan mencapai dahi orang ini  sewaktu formula Pembaptisan 

diucapkan. Di dalam ritus Roma, bagaimanapun, Pembaptisan diberikan dengan cara yang disebutkan di 

atas. 1 

PENGAKUAN IMAN KATOLIK 

Dipermaklumkan secara khidmat oleh Paus Pius IV dan Konsili Trente2 

Saya, N., dengan iman yang teguh percaya dan mengakui setiap artikel/pasal yang termuat dalam 

syahadat iman (dari Konstantinopel), yang digunakan oleh Gereja Roma; yaitu: 

  Saya percaya akan satu Allah, Bapa yang mahakuasa, pencipta langit dan bumi, dan segala sesuatu 

yang kelihatan dan tak kelihatan 

  dan akan satu Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah yang tunggal. Ia lahir dari Bapa sebelum segala 

abad, Allah dari Allah, Terang dari Terang, Allah benar dari Allah benar. Ia dilahirkan, bukan 

dijadikan, sehakikat dengan Bapa; segala sesuatu dijadikan oleh-Nya. 

  Ia turun dari surga untuk kita manusia dan untuk keselamatan kita. Ia dikandung dari Roh Kudus, 

Dilahirkan oleh Perawan Maria, dan menjadi manusia. 

  Ia pun disalibkan untuk kita, waktu Pontius Pilatus; Ia menderita sampai wafat dan dimakamkan. 

  Pada hari ketiga Ia bangkit menurut Kitab Suci. 

  Ia naik ke surga, duduk di sisi Bapa. 

  Ia akan kembali dengan mulia, mengadili orang yang hidup dan yang mati; kerajaan-Nya takkan 

berakhir. 

  Saya percaya akan Roh Kudus, Ia Tuhan yang menghidupkan; Ia berasal dari Bapa dan Putra, yang 

serta Bapa dan Putra, disembah dan dimuliakan; Ia bersabda dengan perantaraan para nabi. 

  Saya percaya akan Gereja yang satu, kudus, Katolik dan apostolik. 

  Saya mengakui satu pembaptisan untuk pengampunan dosa. Saya menantikan kebangkitan orang 

mati dan hidup di akhirat. Amin. 

  Dengan amat teguh saya menerima dan memeluk tradisi-tradisi apostolik dan tradisi-tradisi 

gerejawi serta segala praktik dan peraturan Gereja yang sama. 

  Demikian pula saya menerima Kitab Suci seturut makna yang telah dipercayai oleh Bunda Gereja 

yang kudus dan yang dipercayainya sekarang. Gerejalah yang berhak memberi penilaian atas 

makna dan penafsiran yang benar dari Kitab Suci. Dan saya tidak akan menerimanya ataupun 

menafsirkannya dengan cara yang berbeda dari kesetujuan yang semufakat dari para Bapa. 

  Saya mengakui pula bahwa ada , secara benar dan secara layak, tujuh sakramen dari Hukum 

Baru, yang diinstitusikan oleh Tuhan kita Yesus Kristus dan diperlukan untuk keselamatan umat 

manusia, walaupun tidaklah diperlukan bagi setiap orang untuk menerima semuanya. 

  Saya mengakui bahwa ketujuh sakramen ini  yaitu : Pembaptisan, Krisma, Ekaristi, 

Pengakuan Dosa, Pengurapan Terakhir, Imamat dan Pernikahan; dan bahwa ketujuh sakramen 

itu mengaruniakan rahmat; dan bahwa dari ketujuh sakramen ini , Pembaptisan, Krisma dan 

Imamat tidak dapat diulangi tanpa melakukan penistaan. 

  Saya juga menerima dan mengakui ritus-ritus yang lazim dan yang disetujui dari Gereja Katolik 

dalam penyelenggaraan khidmat sakramen-sakramen ini. 

  Saya juga menerima dan mengakui setiap dan semua artikel/pasal tentang Dosa Asal dan 

Justifikasi yang dinyatakan dan didefinisikan dalam Konsili Trente yang amat suci ini. 

Apa yang Dapat dan Harus Dilakukan oleh Para Katolik di dalam Kemurtadan Masa Kini 

727 

 

  Demikian pula saya mengakui bahwa di dalam Misa, kurban propisiasi yang sejati dan layak 

dipersembahkan kepada Allah atas nama orang yang hidup dan yang mati, dan bahwa Tubuh dan 

Darah bersama dengan Jiwa dan Keilahian Tuhan kita Yesus Kristus secara benar, secara nyata, 

dan secara substansi hadir di dalam Sakramen Ekaristi Mahakudus, dan bahwa terjadi perubahan 

dari seluruh substansi roti menjadi Tubuh-Nya, dan dari seluruh substansi anggur menjadi 

Darah-Nya; dan perubahan ini disebut oleh Gereja Katolik sebagai transsubstansiasi. 

  Saya juga mengakui bahwa Kristus seutuhnya dan segenap-genapnya serta Sakramen yang benar 

diterima dalam masing-masing rupa. 

  Saya mengakui dengan teguh bahwa ada  Api Penyucian, dan bahwa jiwa-jiwa yang tertahan 

di sana dibantu oleh doa-doa para umat beriman. 

  Demikian pula saya percaya bahwa para kudus yang memerintah bersama dengan Kristus 

hendaknya dihormati dan diinvokasikan, bahwa mereka mempersembahkan doa-doa kepada 

Allah atas nama diri kita, dan bahwa relikui-relikui mereka hendaknya dihormati. 

  Saya menyatakan dengan teguh bahwa gambar-gambar Kristus, Bunda Allah yang selamanya 

Perawan, dan para kudus lainnya hendaknya dimiliki dan dijaga, dan bahwa penghormatan serta 

penghargaan yang layak hendaknya diberikan kepada gambar-gambar ini . 

  Saya menegaskan bahwa kuasa indulgensi telah diserahkan ke dalam penjagaan Gereja Kristus, 

dan bahwa penggunaan indulgensi sangatlah bermanfaat untuk orang Kristiani. 

  Saya mengakui Gereja Roma yang kudus, Katolik, dan apostolik sebagai bunda dan pengajar 

segala gereja; dan ... 

  Tanpa ragu-ragu saya menerima dan mengakui semua doktrin (terutama yang berkenaan dengan 

keutamaan Paus Roma dan otoritas pengajarannya yang infalibel) yang diwariskan, didefinisikan, 

dan dijelaskan oleh kanon-kanon suci dan konsili-konsili ekumenis dan terutama dari Konsili 

Trente yang amat suci ini (dan dari Konsili ekumenis Vatikan I). Dan pada waktu yang sama:  

  Saya mengutuk, menolak, dan menganatemakan segala sesuatu yang bertentangan dengan 

segala pernyataan ini , dan segala bidah tanpa pengecualian yang telah dikutuk, 

ditolak dan dianatemakan oleh Gereja. 

  Saya, N., berjanji, berikrar, dan bersumpah bahwa, dengan pertolongan Allah, saya akan selalu 

memercayai dan mengakui dengan amat setia iman Katolik sejati ini, di luar mana tidak seorang 

pun dapat diselamatkan dan yang sekarang saya akui dengan sukarela dan yang benar-benar saya 

percayai. Dengan pertolongan Allah, saya akan mengakuinya utuh dan murni sampai napas 

terakhir saya; dan dengan kemampuan saya yang terbaik, saya akan memastikan agar orang-

orang yang tunduk kepada saya ataupun mereka yang dipercayakan kepada saya atas dasar 

tuntutan jabatan saya, memercayainya, mengajarkannya, dan mengkhotbahkannya. Semoga Allah 

dan Injil suci-Nya membantu saya. – akhir dari Pengakuan Iman. 

Orang-orang yang meninggalkan Misa Baru atau meninggalkan Gereja Vatikan II harus pergi ke 

Pengakuan Dosa (kepada seorang imam yang ditahbiskan secara valid, mohon baca bab 10, Bag. I) dan 

berkata bahwa mereka telah menghadiri perayaan non-Katolik dan berapa kali hal ini  dilakukan. 

Jika mereka berpartisipasi di dalam hal-hal lain di dalam Misa Baru (misal. menjadi pelayan awam, 

berpakaian tidak senonoh, dst.) atau menerima ekumenisme sesat atau menolak dogma apa pun: hal-hal 

ini  juga harus disebutkan di dalam Pengakuan Dosa. 

Semua hal ini  harus dilakukan sebelum menerima Komuni di dalam Misa Tradisional (jika memang 

ada di daerah anda). 

  

Apa yang Dapat dan Harus Dilakukan oleh Para Katolik di dalam Kemurtadan Masa Kini 

728 

 

DI MANA KITA DAPAT MENERIMA SAKRAMEN? 

Sekte Vatikan II, di bawah Anti-Paus Fransiskus secara terbuka memburuk hari demi hari (dan pada 

dasarnya menjadi Protestan secara terbuka). Sekte Vatikan II kenyataannya tampak siap untuk secara 

terang-terangan meninggalkan ajaran Katolik terhadap perceraian dan pernikahan kembali. Di samping 

itu, “kanonisasi” Anti-Paus Yohanes Paulus II yaitu  suatu perubahan besar. (Sekte Vatikan II akan 

merayakan “pesta perayaan” Yohanes Paulus II pada tanggal 22 Oktober. Seperti yang kami jelaskan di 

dalam video-video kami baru-baru ini, "kanonisasi" ini membuat semua orang yang bersekutu dengan 

sekte Vatikan II, pada masa kini, terlibat dalam penyembahan berhala. Akibatnya, para imam yang 

ditahbiskan scara valid, yang jumlahnya sudah sedikit itu, yang mengakui sang Anti-Paus, tidak lagi boleh 

dikunjungi untuk menyambut Komuni. Seperti yang telah kami sebutkan berulang kali, selama beberapa 

waktu lamanya jumlah opsi untuk menerima Komuni telah menurun secara drastis. Pada saat ini, hampir 

tidak ada lagi opsi untuk menerima Komuni. Sayangnya, inilah pada dasarnya akibat dari zaman di mana 

kita berada, yaitu fase terakhir dari Kemurtadan Besar. Kalau orang belum menyadarinya, kita sedang 

berada pada akhir zaman dan pada puncak Kemurtadan Besar. Orang-orang yang belum yakin akan hal 

itu hendaknya menonton video-video kami. Seperti yang dikatakan oleh Bunda Maria dari La Salette 

mengenai zaman kita ini: “ … hanyalah iman yang akan tersisa.”  

Pedoman dan poin-poin berikut tentunya relevan sehubungan dengan para iman yang bekerja “dalam 

persekutuan penuh” dengan Anti-Paus Fransiskus. Meskipun demikian, sangat disayangkan bahwa para 

imam independen pun tidak menjadi alternatif yang baik. Kelompok-kelompok serta para imam yang 

mengakui Anti-Paus Fransiskus (misal. para imam SSPX dan kelompok-kelompok yang serupa) semakin 

lama menjadi seamkin skismatis sebab  mereka telah begitu lamanya bersikeras menganut posisi-posisi 

yang salah. Dan kebanyakan imam sedevakantis (yang mengaku diri menolak Anti-Paus Fransiskus dan 

sekte Vatikan II) percaya bahwa jiwa-jiwa dapat diselamatkan di dalam agama-agama sesat, dan 

mengutuk ajaran dogmatis Gereja tentang perlunya Pembaptisan untuk keselamatan sebagai “dosa 

berat”. Mereka ini yaitu  orang-orang bidah yang buruk, yang memaksakan kehendak mereka, dan sama 

sekali tidak boleh dikunjungi untuk menyambut sakramen apa pun. Dengan demikian, seorang Katolik 

berada dalam situasi di mana ia hampir tidak memiliki opsi untuk menerima Komuni (seorang bidah 

yang memaksakan kehendak yaitu  seorang imam yang 1) mengharuskan seseorang untuk menganut 

posisi-posisinya yang salah, atau 2) percaya bahwa posisi yang benar merupakan dosa berat atau bidah. 

Mohon baca pedoman di bawah di mana perkara itu dibahas lebih lanjut.) 

Masuk akal kalau orang sering mengajukan pertanyaan yang penting ini kepada kami, tentang di mana 

orang-orang dapat menerima sakramen-sakramen pada masa Kemurtadan Besar ini. Seperti yang telah 

kami tunjukkan selama bertahun-tahun, situasi ini bukan situasi yang tetap. Jawabannya tergantung apa 

yang dikatakan dan dilakukan imamnya; posisi-posisi apa yang mereka percayai; seberapa terbukanya 

keburukan para imam itu; peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sekte Vatikan II; dll. Situasi pada tahun 

1980-an belum tentu sama dengan situasi di tahun 1970-an, dan situasi di tahun 2000-an belum tentu 

sama dengan situasi di tahun 1990-an. Sehubungan “situasi gerejawi” pada masa kini (yaitu situasi 

umum para imam yang mengaku diri Katolik di zaman kita ini), peristiwa-peristiwa terkini, dan betapa 

jelasnya posisi-posisi yang benar seharusnya terlihat bagi orang-orang pada zaman ini, berikut poin-poin 

yang besertakan anjuran kami tentang di mana orang boleh atau tidak boleh menerima sakramen di 

zaman kita. 

Pembaca akan menyadari bahwa salah satu hal baru yang terpenting yaitu : PADA SAAT INI, DI TAHUN 

2019, SETIDAK-TIDAKNYA DI NEGARA INI (AMERIKA SERIKAT) KAMI TIDAK TAHU ADANYA GEREJA 

DI MANA ORANG KATOLIK HENDAKNYA HADIR PADA HARI SABTU ATAU MINGGU UNTUK 

MENYAMBUT KOMUNI. HENDAKNYA ORANG TINGGAL DI RUMAH PADA HARI MINGGU DAN BERDOA 

15 DEKADE ROSARIO. SEBABNYA yaitu  HAMPIR SEMUA IMAM JELAS yaitu  BIDAH DAN MEREKA 

MEMBERI KHOTBAH ATAU CERAMAH PADA HARI-HARI ITU. NAMUN MASIH ADA BEBERAPA OPSI 

UNTUK MENERIMA SAKRAMEN-SAKRAMEN TERTENTU (TERUTAMA PENGAKUAN DOSA), SEPERTI 

YANG DIJELASKAN DI BAWAH. 

Apa yang Dapat dan Harus Dilakukan oleh Para Katolik di dalam Kemurtadan Masa Kini 

729 

 

• Tentunya penting bagi orang-orang untuk yakin bahwa mereka telah dibaptis secara valid. Jika ada  

keraguan sedikit pun tentang bagaimana suatu pembaptisan telah dilakukan (sebab  dilakukan di dalam 

suatu sekte Protestan atau dalam Novus Ordo dengan validitas yang dipertanyakan), hendaknya 

Pembaptisan bersyarat dilakukan sesuai langkah-langkah untuk berkonversi kepada iman Katolik. Kami 

secara umum menganjurkan pembaptisan bersyarat bagi mereka yang sedang meninggalkan Novus Ordo 

atau berkonversi dari Protestantisme.  

• Sebelum membuat pengakuan dosa atau menerima sebuah sakramen, seseorang harus sampai pada 

titik di mana ia percaya akan segala dogma Katolik, dan berkomitmen untuk tidak lagi pernah menghadiri 

Misa Baru, menolak para Anti-Paus Vatikan II serta sekte Vatikan II, percaya akan dogma Di Luar Gereja 

Katolik Tidak ada  Keselamatan tanpa pengecualian (menolak "pembaptisan keinginan" serta 

keselamatan bagi orang-orang yang memiliki "ketidaktahuan yang tidak teratasi" terhadap iman Katolik), 

menolak Keluarga Berencana Alami, menolak untuk mendukung para imam yang bidah, dsb. 

PEDOMAN YANG DISEDERHANAKAN UNTUK MENERIMA SAKRAMEN PADA SITUASI MASA KINI 

  Jangan pernah menghadiri Misa Baru untuk satu alasan pun, tentunya. Misa Baru tidak valid dan 

tidak Katolik. Misa Baru harus selalu dihindari di bawah ancaman dosa berat. 

 

  Seseorang tidak boleh mendukung secara finansial, dengan cara apa pun, seorang imam ataupun 

suatu kelompok yang memercayai posisi-posisi yang sesat. Kami tidak tahu adanya imam, 

kelompok, atau komunitas-komunitas agamawi di dunia (kecuali biara kami) yang percaya akan 

posisi-posisi yang benar secara publik, jelas dan tanpa berkompromi. 

 

  Janganlah pergi ke suatu gereja mana pun di negara ini ("tradisional" ataupun yang lainnya) 

untuk misa-misa pada hari Minggu ataupun hari Sabtu, sebab  pada dasarnya semua imamnya 

bidah dan para bidah itu memberi khotbah atau ceramah pada hari-hari itu. Orang-orang 

hendaknya tinggal di rumah pada hari Minggu dan berdoa lima belas dekade Rosario (hal ini 

berlaku secara umum kepada negara-negara lain). 

 

  Sejalan dengan apa yang telah disebutkan di atas, jangan pergi ke Misa hari Minggu atau Sabtu 

yang diselenggarakan Serikat Santo Pius X (SSPX). Jangan pergi ke "Misa" yang 

diselenggarakan Fraternity of Saint Peter (Serikat Santo Petrus) ataupun kelompok lain yang 

serupa (seseorang tidak dapat menganggap bahwa kelompok-kelompok ini  memiliki imam 

yang valid, sebab  mereka memakai  "uskup" yang ditahbiskan di dalam ritus konsekrasi 

baru yang diragukan). Jangan pergi ke Misa indult mana pun ataupun Misa berbahasa Latin yang 

diberikan pada "dioses" itu.  Jangan pergi ke liturgi-liturgi hari Minggu atau Sabtu yang 

diselenggarakan oleh para imam dalam Ritus Timur. Jangan pergi ke Misa hari Minggu atau Sabtu 

yang diselenggarakan oleh CMRI (Congregation of Mary Immaculate Queen) atau oleh para imam 

dan kelompok serupa yang menganut bidah tentang dogma keselamatan, sebab  para bidah itu 

sering kali memberi khotbah pada hari-hari itu. Para imam sedevakantis yang mengutuk posisi 

yang benar tentang pembaptisan air (yaitu, penolakan terhadap “pembaptisan keinginan”) 

sebagai ajaran yang bidah atau sebagai dosa berat – pada dasarnya kebanyakan imam 

sedevakantis di zaman kita – yaitu  para bidah yang memaksakan kehendak mereka. Mereka 

tidak boleh dikunjungi sakramen apa pun. Hendaknya mereka dihindari sama sekali. 

 

  Jika seorang imam itu bidah, namun tidak memaksakan kehendak - dan hal ini mungkin berlaku 

kepada beberapa  kecil imam independen atau sedevakantis – imam itu mungkin masih 

merupakan opsi untuk menerima Komuni jika posisi merekanya dekat dengan posisi kami 

sehubungan dengan Kontra-Gereja Vatikan II. namun , anda hendaknya tidak menerima Komuni 

dari imam ini  pada saat Misa hari Sabtu atau Minggu, sebab  pada Misa itu imam ini  

mungkin memberi  sebuah khotbah atau ceramah. Jika imam ini  memenuhi kriteria 

untuk menerima Komuni (hal ini langka), anda dapat pergi menerima Komuni darinya pada hari 

lainnya dalam satu pekan. Jika imam ini  hanya memberi  Komuni pada hari Minggu, anda 

Apa yang Dapat dan Harus Dilakukan oleh Para Katolik di dalam Kemurtadan Masa Kini 

730 

 

tidak dapat menerima Komuni. Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, seorang bidah yang 

memaksakan kehendak yaitu  seorang imam yang mengharuskan seseorang untuk mengikuti 

posisi-posisi sesatnya, atau yang memercayai bahwa posisi sejati yaitu  suatu dosa berat atau 

bidah. Dalam kasus langka yang baru saja dijelaskan, di mana seorang imam dapat memenuhi 

kriteria sebagai opsi untuk menerima Komuni (hanya pada suatu hari di mana ia tidak 

memberi  homili), untuk mengetahui apabila ia yaitu  seorang bidah yang memaksakan 

kehendak, anda dapat meneleponnya dan menceritakan kepadanya tentang posisi anda (dengan 

berkata kepadanya, sebagai contoh, bahwa anda yaitu  seorang sedevakantis dan bahwa anda 

menolak "pembaptisan keinginan") dan melihat reaksi imam itu. Diskusi semacam ini akan 

diperlukan jika anda sedang mempertimbangkan untuk menerima Komuni dari seorang imam (di 

dalam situasi yang langka yang baru saja dijelaskan). Bagaimanapun, ketika anda pergi untuk 

mengaku dosa saja kepada seorang imam Novus Ordo atau Ritus Timur yang ditahbiskan secara 

valid, diskusi semacam itu yang membahas perkara-perkara ini  (untuk mencari tahu 

apabila imam itu memaksakan kehendak) tidak akan diperlukan sebelum membuat pengakuan 

dosa (kecuali kalau perkara-perkara itu lalu timbul menjadi bahan pembicaraan), seperti yang 

dijelaskan di bawah. 

 

  Jangan menerima Komuni (atau jangan menghadiri Misa) dari seorang imam pun yang menerima 

Anti-Paus Yohanes Paulus II sebagai "santo". Hal ini berarti bahwa hampir semua imam yang 

menerima Fransiskus sebagai Paus hendaknya tidak dikunjungi untuk Komuni. Mungkin 

ada pengecualian yang amat langka terhadap prinsip ini (misalnya, para imam independen yang 

tidak memaksakan kehendak yang pada dasarnya menolak Kontra Gereja Vatikan II dan juga 

"kanonisasi" Yohanes Paulus II, namun yang tetap secara absurd menerima Anti-Paus 

Fransiskus); bagaimanapun, bahkan dalam kasus-kasus seperti ini, seseorang hendaknya tidak 

menerima Komuni dari imam ini  pada Misa-Misa hari Sabtu ataupun Minggu. Begitu pula, 

sehubungan imam independen dari ritus Timur yang tidak menerima Yohanes Paulus II sebagai 

seorang "santo", supaya imam itu dapat dikunjungi untuk menyambut Komuni, imam ini  

juga harus menolak ekumenisme sesat dan percaya bahwa para skismatis timur harus 

berkonversi kepada iman Katolik. (Imam ini  tidak perlu percaya akan posisi yang benar 

tentang Pembaptisan air dan dogma keselamatan, sebab  banyak dari imam sebelum Vatikan II 

percaya akan bidah sehubungan dengan hal ini . namun  imam ini  tidak boleh 

memaksakan posisi sesatnya kepada orang Katolik sejati ataupun menganggap posisi yang benar 

sebagai bidah atau sebagai dosa berat). 

 

  Masih ada banyak opsi lain untuk Pengakuan Dosa, dan penting halnya bagi orang-orang 

yang memiliki dosa berat yang perlu diakui untuk mencari seorang imam yang dapat 

memberi  mereka absolusi. Opsi-opsi Pengakuan Dosa termasuk: imam Novus Ordo tua 

yang ditahbiskan sebelum tahun 1968 yang mengatakan: "Saya melepaskan anda dari dosa-dosa 

anda, dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus"; seorang imam yang ditahbiskan di dalam 

ritus Timur; seorang imam "tradisional" independen yang tidak memaksakan kehendak; dsb. 

 

  tidak valid. Ritus ini ditetapkan oleh Vatikan II pada tanggal 18 Juni 

1968.  Hampir semua “imam” diosesan (yaitu, semua imam non-independen, yang bukan 

ditahbiskan di dalam ritus Timur) yang telah ditahbiskan sejak tanggal ini , ditahbiskan di 

dalam Ritus Imamat Baru. sebab  para "imam" yang ditahbiskan di dalam Ritus Imamat 

Baru tidaklah valid, segala dosa berat yang diakui kepada "imam" semacam itu harus 

diakui kembali kepada seorang imam yang valid, sewaktu seseorang sudah siap untuk 

mengaku dosa. 

 

  Untuk mencari tahu opsi mana saja yang mungkin layak untuk pengakuan dosa, orang-orang juga 

dapat mencari dalam buku telepon mereka "Gereja Katolik" atau "Gereja Katolik Timur" atau 

"Gereja Katolik Bizantina" (bukan "Ortodoks") di kota-kota mereka. Dengan mencari gereja-

gereja ini  dan menelepon mereka, seseorang mungkin dapat menemukan imam-imam yang 

ditahbiskan secara valid (di dalam ritus Timur atau sebelum tahun 1968) yang dapat mendengar 

Apa yang Dapat dan Harus Dilakukan oleh Para Katolik di dalam Kemurtadan Masa Kini 

731 

 

pengakuan dosa. Catatan: sewaktu anda pergi mengaku dosa kepada seorang imam Novus Ordo 

yang tua saja (yang ditahbiskan dalam ritus tradisional) atau kepada seorang imam ritus Timur, 

anda tidak perlu mendiskusikan posisi anda secara rinci atau mendiskusikan berbagai isu 

teologis (untuk mencari tahu jika imam itu memaksakan kehendak), sebelum membuat 

pengakuan dosa (kecuali perkara itu memang terungkit). Namun, pada suatu waktu, seseorang 

hendaknya mengirimkan atau memberi  kepada imam ini  informasi dari situs atau 

materi kami (misal. DVD) yang membahas posisi-posisi yang benar yang perlu dipercayai orang 

dan apa yang telah terjadi. 

 

  Tentunya tidak ada kewajiban untuk menghadiri Misa hari Minggu jika tidak ada  opsi yang 

sepenuhnya Katolik di daerah anda. Oleh sebab  itu, tidak ada  kewajiban untuk menghadiri 

Misa hari Minggu pada saat ini sebab  pada dasarnya semua imam itu bidah. 

 

  Orang-orang perlu berdoa 15 dekade Rosario setiap hari. 

 

  Kami juga menyarankan orang-orang Katolik yang benar-benar berada di dalam keadaan rahmat 

(yaitu, tanpa dosa berat), untuk melakukan Komuni rohani. 

 

  Walaupun pedoman ini seharusnya dapat menjawab kebanyakan pertanyaan tentang hal ini, 

anda dapat menghubungi kami melalui email jika anda ingin bertanya lebih lanjut. 

PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN TEOLOGIS 

Maka, sederhananya: ada  lebih banyak opsi untuk Pengakuan Dosa (walaupun opsi ini semakin lama 

semakin jarang ditemui), namun hanya ada sedikit sekali opsi untuk menerima Komuni. Orang-orang 

hendaknya tinggal di rumah pada hari Minggu dan berdoa 15 dekade Rosario. Jika orang percaya dan 

mengamalkan iman Katolik tanpa berkompromi, berupaya untuk menyebarkannya, menunaikan 

kewajiban jalan hidup mereka, dll. dan telah berhasil mengakui semua dosa berat (jikalau ada) yang 

dilakukan dalam kehidupan mereka sesudah  pembaptisan kepada seorang imam yang ditahbiskan secara 

valid, mereka dapat percaya bahwa mereka berada dalam keadaan rahmat, walaupun mereka tidak dapat 

pergi ke mana-mana untuk menerima Komuni. 

Alasan ada keleluasaan yang lebih besar untuk mengunjungi iman untuk Pengakuan Dosa dibandingkan  

Komuni berjumlah dua: 1) mengaku dosa dan menerima absolusi tidak memerlukan orang untuk hadir 

pada Misa atau liturgi seorang bidah; 2) bagi kebanyakan orang (dan tentunya bagi mereka yang 

memiliki dosa-dosa berat yang masih harus diakui), ada keperluan yang lebih besar untuk menerima 

abso

lusi. Maka seorang imam yang bukan opsi untuk menerima Komuni masih dapat menjadi opsi untuk 
pengakuan dosa, jika ia ditahbiskan secara valid, memakai  formula yang benar, dan tidak 
memaksakan posisi sesatnya kepada anda. 
Omong-omong, apa yang tidak dimengerti oleh kaum skismatis radikal dan para skismatis yang 
mendukung posisi “tiada yurisdiksi” tentang Allah dan perkara ini yaitu  masalah di mana orang 
diizinkan menerima sakramen dalam krisis dan kemurtadan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini 
tidaklah ditentukan oleh dekret-dekret dogmatis. Perkara ini bukanlah isu dogmatis. Sebaliknya, ini 
yaitu  perkara yang melibatkan hal mengambil keputusan serta penilaian yang bijak sehubungan 
situasi masa kini, dan menerapkan prinsip-prinsip Katolik kepada krisis ini. Di samping itu, ketika 
menghadapi perkara-perkara hukum gerejawi dan bagaimana cara bertindak dalam suatu krisis, prinsip 
bahwa “keperluan membuat hal yang tidak licit menjadi licit” (selama kita tidak menyangkal iman) 
penting untuk dipahami dan diingat. Inilah alasan orang dapat menerima sakramen dari para imam yang 
biasanya tidak akan mereka kunjungi seandainya tersedia opsi-opsi lain bagi mereka. Bagaimanapun, 
pada fase ini, kemurtadan sekte Vatikan II sedemikian terbukanya, para imam yang independent begitu 
skismatisnya, dan para imam sedevakantis (kebanyakan dari mereka) sebegitu terang-terangan bidah 
dalam perkara dogma keselamatan, sehingga kami percaya bahwa pedoman di atas (dengan opsi yang 
jauh lebih sedikit untuk menyambut Komuni) yaitu  pedoman yang benar. 
Apa yang Dapat dan Harus Dilakukan oleh Para Katolik di dalam Kemurtadan Masa Kini 
732 
 
MESKIPUN ORANG TINGGAL DI RUMAH PADA HARI MINGGU, SEMANGAT MEREKA SEHARUSNYA SAMA 
SEKALI TIDAK BERKURANG DAN PRAKTIK MEREKA DALAM HAL IMAN SEHARUSNYA SAMA SEKALI 
TIDAK TERHAMBAT 
Kenyataan bahwa (setidak-tidaknya di AS, dan secara umum di negara-negara lain) orang-orang 
hendaknya tinggal di rumah pada hari Minggu seharusnya sama sekali tidak mengurangi semangat 
mereka dalam mengamalkan iman Katolik. Hal itu pun seharusnya tidak mengurangi antusiasme orang 
untuk berdoa, menjalani kehidupan rahmat setiap harinya, menyelamatkan jiwa mereka dan jiwa orang 
lain, berevangelisasi, menyebarkan iman, bertumbuh dalam hubungan mereka dengan Allah, dll. 
Sebaliknya, dengan mengakui di mana kita berada dalam sejarah, orang seharusnya bangkit semangatnya 
sehingga menjadi lebih agresif dalam mengejar kesempurnaan rohani, dan dalam keinginan untuk 
mengamalkan dan menyebarkan iman sejati sehingga sebanyak mungkin jiwa dapat diselamatkan dalam 
jangka waktu yang tersisa, yang begitu singkatnya ini. Di samping itu, meskipun Allah membiarkan 
kegelapan di dunia ini menjadi semakin besar, Ia melawannya dengan menyediakan rahmat-rahmat 
yang lebih kuasa bagi mereka yang mengamalkan dan hidup dalam iman tanpa berkompromi, 
dan memanfaatkan kekuatan tambahan yang diberikan kepada Rosario, doa Salam Maria, dll. 
pada zaman kita ini. 
Mereka yang berpikir bahwa iman Katolik berhenti dipraktikkan sewakti tidak lagi ada  tempat-
tempat untuk pergi ke Misa atau untuk menerima sakramen pada hari Minggu, orang-orang ini tidaklah 
Katolik, atau pemahaman mereka tentang iman tidak memadai. Iman Katolik diamalkan setiap hari. 
Kenyataannya, alasan begitu banyak orang mengikuti kelompok-kelompok bidah sampai mereka menjadi 
binasa, yaitu  bahwa segenap "iman" dan "hubungan” mereka “dengan Allah" ditentukan oleh tempat di 
mana mereka pergi Misa pada hari Minggu. Orang-orang ini benar-benar "Katolik KTP", yang berarti 
bahwa mereka bukan orang Katolik sejati. 
INFORMASI ROHANI PENTING: DEVOSI KEPADA SANTA PERAWAN MARIA DAN BERDOA ROSARIO 
SUCI 
Kami sarankan umat Katolik berdoa 15 dekade Rosario seluruhnya, kalau memungkinkan. 
Seturut saran St. Louis De Montfort, salah satu cara yang baik supaya itu bisa dilakukan yaitu  dengan 
berdoa satu seri misteri pada tiga waktu yang berbeda di setiap harinya. Jujur saja, banyak orang Katolik 
yang kebanyakan waktu sehari-harinya tinggal di rumah, tidak menunaikan doa Rosario secara lengkap, 
padahal mereka bisa melakukannya dengan gampang. Akibatnya, mereka tidak mendapat rahmat luar 
biasa besar serta kesempatan untuk membantu menyelamatkan jiwa-jiwa lain melalui doa-doa mereka. 
Devosi kepada Santa Perawan Maria, doa Salam Maria dan Rosario Suci itu esensial. Orang Katolik harus 
berhasil mempelajari dan memahami kuasa devosi kepada Santa Perawan Maria, doa Salam Maria dan 
Rosario. 
St. Louis de Montfort (+1710): “Beato Alanus de la Roche, yang berdevosi begitu mendalam 
kepada sang Perawan Suci, mendapat wahyu dari padanya dan kita tahu dirinya menegaskan 
kebenaran wahyu-wahyu ini dengan sumpah khidmat. Dari antara wahyu-wahyu itu, ada tiga 
yang patut diberi penekanan khusus: Pertama, kalau orang gagal mendaraskan Salam Maria 
(Salam Malaikat yang telah menyelamatkan dunia) akibat keteledoran, atau sebab  mereka 
suam-suam kuku, atau sebab  mereka membenci doa itu, ini yaitu  tanda bahwa mereka 
kemungkinan dan bahwasanya tidak lama lagi akan terkutuk menerima hukuman kekal. 
(Rahasia Rosario, hal. 45).” 
St. Louis de Montfort: “ ... ada beberapa praktik batin yang sangat menguduskan bagi 
mereka yang terpanggil oleh Roh Kudus agar beroleh kesempurnaan tinggi. Praktik-
praktik ini dapat terwujud dalam empat patah kata: melakukan segala 
Apa yang Dapat dan Harus Dilakukan oleh Para Katolik di dalam Kemurtadan Masa Kini 
733 
 
sesuatu melalui Maria, bersama Maria, dalam Maria dan demi Maria; supaya kita boleh 
melakukan itu semua dengan lebih sempurna melalui Yesus, bersama Yesus, dalam Yesus 
dan demi Yesus." (True Devotion to Mary {Devosi Sejati kepada Maria} #257) 
Kami sangat menyarankan orang-orang untuk melakukan konsekrasi kepada Santa Perawan Maria, yang 
dijelaskan oleh St. Louis de Montfort di dalam bukunya, True Devotion to Mary {Devosi Sejati kepada 
Maria} 
St. Louis de Montfort: True Devotion to Mary {Devosi Sejati kepada Maria} #39: “Kita tidak boleh 
menyamakan devosi kepada sang Perawan Terberkati dengan devosi-devosi kepada para 
kudus lainnya, seolah-olah devosi kepada sang Perawan tidak jauh lebih diperlukan 
dibandingkan  devosi kepada para kudus lain, dan seolah-olah devosi kepada sang Perawan itu 
hanya perkara supererogasi [devosi yang sangat istimewa].” 
St. Louis De Montfort (+1706): “Kalau anda berkenan, buatkanlah saya jalan baru menuju 
Yesus, dan lapisilah jalan itu dengan segala jasa orang-orang terberkati, hiasilah jalan itu dengan 
kebajikan-kebajikan mereka yang gagah perwira, sinarilah dan riasilah jalan itu dengan segala 
terang dan kecantikan para malaikat, dan biarlah semua malaikat dan orang kudus ada di 
sana secara pribadi, untuk mendampingi, membela serta menopang mereka yang siap 
berjalan di sana; sesungguhnya, saya berkata dengan berani, dan saya ulangi yang saya 
katakan itu dengan segenap ketulusan hati, akan lebih saya sukai jalan Maria tak bernoda, 
dibandingkan  jalan yang baru yang sempurna itu.” (True Devotion to Mary [Devosi Sejati kepada 
Maria] #158) 
Alasan kebanyakan orang tidak pernah mengalami banyak kemajuan dalam jalan kesempurnaan yaitu  
mereka tidak paham hubungan unik Santa Perawan Maria dengan Yesus, serta peranannya dalam 
keselamatan jiwa-jiwa. 
St. Louis de Montfort: “Sebagaimana ada rahasia-rahasia alam yang mempermudah terlaksananya 
daya kerja kodrati, dalam waktu singkat dan dengan harga murah; demikian pula ada rahasia-
rahasia dalam tatanan rahmat, seperti bermati raga, memenuhi diri kita dengan Allah dan 
menyempurnakan diri, yang mempermudah terlaksananya daya kerja adikodrati. Praktik 
yang akan saya singkap [tentang devosi sejati kepada Maria] yaitu  salah satu rahasia ini, 
tak dikenal oleh sebagian besar orang Kristen, dikenal hanya oleh sedikit orang yang 
berbakti, dan dilaksanakan serta dihargai oleh orang-orang yang lebih sedikit lagi.” (Devosi 
Sejati kepada Maria #82) 
St. Louis de Montfort: “Kalau praktik ini [Devosi Sejati kepada Maria] ditaati dengan setia, 
anda akan memberi Yesus Kristus kemuliaan yang lebih besar dalam satu bulan 
ketimbang praktik-praktik lainnya selama bertahun-tahun, betapapun sulitnya praktik-
praktik lain itu ....” (True Devotion to Mary {Devosi Sejati kepada Maria} #222) 
St. Louis de Montfort: “ ... ada banyak orang lain yang sudah membuktikan secara pasti 
berdasar  pendapat-pendapat para Bapa (dari antaranya St. Agustinus, St. Efrem, St. Sirilus 
dari Yerusalem, St. Gremanus, St. Yohanes dari Damaskus, St. Anselmus, St. Bernardus, St. 
Bernardinus, St. Thomas dan St. Bonaventura), bahwa devosi kepada Maria itu diperlukan 
untuk keselamatan, dan bahwa ... tidak menghormati dan mengasihi sang Perawan Suci, 
yaitu  pertanda pengutukan yang pasti.” (True Devotion to Mary {Devosi Sejati kepada Maria} 
#40) 
Apa yang Dapat dan Harus Dilakukan oleh Para Katolik di dalam Kemurtadan Masa Kini 
734 
 
Tentang Rosario, berikut kata-kata Suster Lucia kepada Romo Fuentes di dalam wawancaranya yang 
terkenal di tahun 1957: 
“Lihatlah, Romo, Sang Perawan Tersuci pada hari-hari terakhir kita hidup ini telah 
memberi kemujaraban baru kepada pendarasan Rosario Suci. Telah diberikannya 
kemujaraban baru ini sedemikian rupa sehingga tiada masalah, sebesar apa pun masalah 
itu, entah yang bersifat duniawi atau terutama rohani, dalam kehidupan pribadi kita 
masing-masing, sanak keluarga kita, keluarga-keluarga di dunia, atau komunitas religius, 
atau bahkan dalam kehidupan bangsa-bangsa dan negara-negara, yang tidak dapat 
dipecahkan oleh Rosario. Bahwasanya tiada masalah, tidak peduli sesulit apa pun masalah 
itu, yang tak bisa kita tuntaskan dengan doa Rosario Suci. Dengan Rosario Suci, kita akan 
menyelamatkan diri kita sendiri. Kita akan menguduskan diri kita sendiri. Kita akan 
menghibur Tuhan kita dan beroleh keselamatan banyak jiwa.” 
  
KEADILAN MARIA 
Bunda Allah tentunya telah dikaruniakan tugas khusus oleh Tuhan Yesus Kristus dalam perkara 
kerahiman. Setiap pendosa, betapapun gelap keadaan yang dia alami, dapat dengan penuh kepercayaan 
berpaling kepadanya setiap waktu. Pada saat itu juga, Maria itu adil. Kutipan berikut mengingatkan kita 
akan kenyataan ini. Mereka yang berpikir diri mereka dapat berdosa berat dan membenci rahmat Allah, 
dan entah bagaimana Maria akan tetap mencari cara mendapat  kerahiman Kristus bagi mereka, 
orang-orang itu salah. 
St. Alfonsus (sekitar 1755): “Pada tahun 1611, di tempat suci Maria yang terkenal di 
Montevergine, terjadilah bahwa pada vigilia [hari menjelang] Pentakosta, orang-orang yang 
hadir berkerumunan di sana menistai pesta itu dengan dansa, makan & minum berlebihan 
dan tindak asusila, ketika tiba-tiba meledaklah sebuah kebakaran dari rumah hiburan 
tempat mereka sedang berpesta, sehingga kurang dari satu setengah jam, rumah itu habis 
terbakar, dan lebih dari seribu lima ratus orang tewas. Lima orang yang bertahan hidup 
menegaskan dengan sumpah, bahwa mereka telah melihat Bunda Allah secara pribadi, 
dengan dua buah obor menyala membakar tempat penginapan itu.” (The Glories of Mary 
{Kemuliaan Maria}, hal. 659.) 
Kami sarankan orang Katolik mendapat  dan membaca buku-buku berikut. Kalau orang membaca dan 
merenungkan empat nasib terakhir (Kematian, Pengadilan, Neraka, dan Surga), orang itu kemungkinan 
besar akan menghindari dosa, kesempatan-kesempatan berdosa dan hidup dengan baik. Buku-buku 
berikut menurut kami esensial untuk membentuk kehidupan rohani dengan baik. Kami percaya bahwa 
orang akan mendapat faedah dengan membaca buku-buku ini dibandingkan  membaca banyak buku lainnya. 
True Devotion to the Blessed Virgin Mary {Devosi Sejati kepada Perawan Maria yang Terberkati} oleh St. 
Louis de Montfort 
Rahasia Rosario oleh St. Louis de Montfort 
Persiapan Kematian oleh St. Alfonsus 
Our Lady of Fatima {Bunda Maria dari Fatima} oleh William Thomas Wash (untuk mengetahui dan 
menghayati pesan dari Santa Perawan Maria yang diberikan di Fatima). 
Apa yang Dapat dan Harus Dilakukan oleh Para Katolik di dalam Kemurtadan Masa Kini 
735 
 
Kebanyakan dari buku-buku ini tersedia dari toko online kami. 
Kebanyakan dari buku-buku ini tersedia dari toko online kami. Semua buku-buku ini  tersedia dari 
Tan Books (1-800-437-5876). namun , kami tidak mendukung semua buku mereka ataupun posisi teologis 
mereka. 
  
Apa yang Dapat dan Harus Dilakukan oleh Para Katolik di dalam Kemurtadan Masa Kini 
736 
 
 
berdasar  ajaran infalibel dari para Paus Katolik (Magisterium), Kitab Suci, dan Tradisi Katolik, buku ini 
yaitu  pembelaan untuk Iman Katolik dan Gereja Katolik. Dengan bukti yang tidak terbantahkan dan 
dokumentasi yang tidak terpungkiri (termasuk lebih dari 1.700 referensi), buku ini menunjukkan apa yang 
sungguh telah terjadi kepada Gereja Katolik sesudah  Vatikan II. Buku ini memuat pemaparan yang 
terlengkap tentang kemurtadan pasca-Vatikan II dari Iman Katolik yang pernah dibuat.  
► Anda akan mengetahui bahwa di dalam sejarah Katolik, telah ada  260 Paus dan lebih dari 40 Anti-Paus 
(yakni, para Paus palsu yang mengaku diri Paus sejati, namun  sebenarnya bukan, dan beberapa dari antara 
mereka bahkan memimpin dari Roma untuk suatu waktu). 
► Anda akan mengetahui bahwa suatu kemurtadan di Roma diprediksikan untuk terjadi pada akhir zaman. 
► Anda akan mengetahui apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik tentang para bidah: para bidah kehilangan 
jabatan apa pun yang mereka miliki atau yang mereka klaim miliki di dalam Gereja Katolik (termasuk jabatan 
dari Paus), tanpa deklarasi apa pun, sewaktu mereka jatuh dari Iman Katolik. 
► Anda akan mengetahui apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik tentang agama-agama non-Katolik, dan apa 
yang telah diajarkan oleh sejak Vatikan II tentang agama-agama non-Katolik. 
► Anda akan mengetahui bahwa kedatangan suatu Kontra-Gereja pada akhir zaman, suatu sekte palsu yang 
bertujuan untuk menipu dan menyesatkan orang-orang Katolik pada waktu Kemurtadan Besar – diprediksikan 
oleh Yesus Kristus, Bunda Allah pada saat penampakannya di tahun 1846 di La Salette (Prancis), dan oleh 
nubuat-nubuat Katolik lainnya, termasuk oleh Paus Leo XIII. 
► Anda akan mengetahui bahwa “Gereja” yang telah muncul sejak Vatikan II, tidak diragukan lagi, yaitu  suatu 
Kontra-Gereja dengan ajaran-ajaran baru, praktik-praktik baru, para Anti-Paus yang bidah secara terang-
terangan, dan sebuah Misa Baru – yang semuanya menentang ajaran-ajaran Gereja Katolik. 
► Ajaran-ajaran yang bidah dan sesat dari Kontra-Gereja serta para Anti-Pausnya diekspos dan dibantah di 
dalam buku ini di dalam rincian fakta yang luar biasa. Buku ini memuat: 
• Pemaparan yang paling menghancurkan tentang bidah-bidah di dalam dokumen-dokumen Konsili Vatikan II 
(1962-1965) yang telah dibuat… 
• Pemaparan yang paling menghancurkan tentang bidah –bidah Yohanes XXIII, Paulus VI, Yohanes Paulus I, 
Yohanes Paulus I, Benediktus XVI, dan Fransiskus yang telah dibuat, termasuk tindakan-tindakan “ekumenisme” 
antaragama yang mengejutkan… 
• Penelitian yang rinci tentang Revolusi Liturgi (perubahan-perubahan terhadap Misa dan sakramen-sakramen 
sesudah  Vatikan II) dan mengapa banyak dari sakramen-sakramen baru ini  (termasuk Misa Baru) tidak 
valid menurut ajaran Katolik tentang sakramen… 
• Jawaban terhadap setiap penolakan utama yang diajukan oleh orang-orang yang berkata bahwa kesimpulan-
kesimpulan yang disajikan di dalam buku ini tidak sesuai dengan ajaran Katolik tentang Kepausan atau 
indefektibilitas Gereja Katolik… 
• Pemaparan yang hidup tentang buah-buah busuk yang telah dihasilkan dari Vatikan II, yang amat jelas tentang 
kenyataan tentang apa yang telah terjadi sejak Vatikan II, termasuk skandal seks imamat yang keji (dan 
mengapa hal ini  terjadi), skandal Komuni-politikus-pro-aborsi, keadaan yang keji dari seminari-seminari 
serta ordo-ordo religius pasca-Vatikan II, bencana pembatalan pernikahan, persatuan Gereja pasca-Vatikan II 
dengan budaya pagan, kemurtadan dari hierarki pasca-Vatikan II, dan masih banyak lagi… 
• Buku ini membahas dengan rinci banyak masalah yang diajukan oleh berbagai kelompok Katolik tradisional 
yang telah menyimpulkan secara benar bahwa Vatikan II memulai suatu kemurtadan, namun  yang berbeda 
tentang apa yang harus disimpulkan dari hal ini . 
 
Buku ini didasari penelitian yang paling mendalam selama bertahun-tahun, termasuk: kajian tentang setiap 
ensiklik Paus sejak tahun 1740 (tahun di mana bentuk ensiklik modern diperkenalkan), kajian tentang dekret-
dekret Konsili Ekumenis di dalam sejarah Gereja dan berbagai surat bulla Paus lainnya, penelitian tentang setiap 
terbitan surat kabar mingguan Vatikan sejak tanggal 4 April 1968 sampai pada masa kini, suatu kajian yang 
mendalam akan sejarah Katolik, dan banyak lagi. Semua orang Katolik perlu membaca karya yang besar ini.