Tampilkan postingan dengan label gereja vatikan 24. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gereja vatikan 24. Tampilkan semua postingan

gereja vatikan 24

 


n yang lebih 

luas, untuk melihat apa yang telah menggerakkan pelayanan Wesley, untuk melihat gairah 

Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2 

539 

 

penginjilan yang menuntun hidupnya dan gerakan yang ia rintis.’ 

 

“Kasper menekankan bahwa pengkajian ulang akan Wesley ini, yang ‘kaya akan berbagai 

kemungkinan’, dimungkinkan sebab  orang-orang Katolik sekarang dapat memandang Wesley 

lewat mata yang dididik oleh dialog internasional kami dan lewat munculnya persahabatan dan 

misi bersama di berbagai konteks setempat di seluruh dunia, di mana ‘kami telah dapat 

mengakui satu sama lain sebagai saudara-saudari di dalam Kristus.’ 

 

“Selagi menyambut kongregasi Metodis, Kardinal Kasper mencatat bahwa seperti para Metodis 

‘terus berpaling kepada pelayanan John Wesley sebagai ilham dan panduan, kita dapat 

berpaling dan menemukan dalam dirinya semangat penginjilan, pencarian kesucian, 

perhatian kepada orang-orang miskin, kebajikan dan kebaikan yang kita kenal dan hormati 

di dalam diri kalian. Homili dan pesan Kardinal Kasper disambut dengan hangat dan sangat 

dihargai.”21 

Komentar: John Wesley yaitu  seorang bidah non-Katolik, dan pendiri agamanya sendiri. Ia bermula 

sebagai seorang Anglikan, dan lalu mendirikan Metodisme. Wesley menolak Kepausan; ia menolak 

banyak dari Konsili Dogmatis Gereja Katolik; ia menolak suksesi apostolik; ia menolak seluruh tujuh 

sakramen kecuali dua, hanya menerima Pembaptisan dan Ekaristi, namun  ia menolak bahwa Pembaptisan 

memberi  rahmat yang menyucikan dan ia menolak bahwa Tuhan kita sungguh-sungguh hadir di 

dalam Ekaristi. Ia menolak Api Penyucian, dan ia berpendapat bahwa manusia dibenarkan lewat iman 

saja dan lewatnya terjamin keselamatan. Bagaimanakah hal itu yaitu  ‘komitmennya yang sepenuh hati 

untuk menyebarkan kabar baik keselamatan’? Bagaimanakah hal itu yaitu  ‘pemeliharaannya akan 

kesucian berdasar  Kitab Suci dan pembangunan komunitas-komunitas Kristiani’? Bagaimanakah hal itu 

yaitu  ‘semangat penginjilan, pencarian kesucian... kebajikan dan kebaikan yang kita kenal dan hormati di 

dalam diri kalian’? Ya, bidah, skisma dan penyebaran doktrin-doktrin sesat yang paling buruk – termasuk 

doktrin yang jahat yaitu doktrin hanya dengan iman – yaitu  ‘kebajikan’ yang dikenal dan dihormati oleh 

sekte Vatikan II di dalam diri semua orang. 

Artikel ini juga memanggil para Metodis untuk mendukung Deklarasi Gabungan dengan Para Lutheran 

tentang Pembenaran, yang benar-benar menolak Konsili Trente. 

Tidak ada Kata-kata Konsekrasi, Tidak jadi Masalah. Vatikan, dengan persetujuan 

Yohanes Paulus II dan Benediktus XVI, menyetujui suatu ‘Misa’ sebagai valid yang 

tidak memiliki kata-kata Konsekrasi! 

Komentar Awal: Berikut yaitu  cuplikan dari sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh Vatikan, dan 

disetujui oleh ‘Kardinal’ Ratzinger dan Yohanes Paulus II, tentang bilamana para Katolik Ritus Timur 

Kaldea diperbolehkan untuk berkomuni bersama para skismatis Asiria dari Timur, yang bukan Katolik 

yang menolak Gereja Katolik. 

Dokumen ini  berkata ya; maka, para skismatis Asiria non-Katolik diperbolehkan untuk menerima 

Komuni Kudus dari para pelayan Katolik, sedangkan para ‘Katolik’ Kaldea juga diperbolehkan untuk 

menerima Komuni dari gereja-gereja Asiria Skismatis. 

Di samping dosa yang jelas yaitu Komuni bersama bidah dengan para non-Katolik, ada  sebuah 

masalah lain. Para Skismatis Asiria – tidak seperti kebanyakan Skismatis Timur – tidak memiliki 

kata-kata Konsekrasi di dalam liturgi mereka! Liturgi mereka bahkan tidak memiliki “Inilah Tubuh-

Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2 

540 

 

Ku” atau “Inilah Darah-Ku, dst.”; tidak ada  kata-kata institusi di dalamnya, seperti kata-kata 

konsekrasi yang sering diucapkan! Maka, Liturgi para Skismatis Asiria bahkan tidak valid. namun , 

document Vatikan berikut pada dasarnya berkata pada kita: tidak ada kata-kata konsekrasi, tidak jadi 

masalah! 

“DEWAN KEPAUSAN UNTUK MEMAJUKAN PERSATUAN KRISTIANI – PANDUAN UNTUK PENERIMAAN 

EKARISTI ANTARA GEREJA KALDEA DAN GEREJA ASIRIA TIMUR, 20 Juli 2001: 

“Panduan ini seterusnya telah diuraikan oleh Dewan Kepausan untuk Memajukan Persatuan 

Kristiani, menurut Kongregasi bagi Doktrin Iman dan Kongregasi bagi Gereja-gereja Oriental… 3. 

… Masalah utama untuk Gereja Katolik tentang persetujuan atas permintaan ini, berkenaan 

dengan pertanyaan tentang validitas Ekaristi yang diselenggarakan dengan Anafora Addai dan 

Mari, salah satu dari ketiga Anafora yang secara tradisional digunakan oleh Gereja Asiria Timur. 

Anafora Addai dan Mari mencolok sebab , sejak dahulu kala, telah digunakan tanpa pengucapan 

Narasi Institusi. sebab  Gereja Katolik menganggap kata-kata Institusi Ekaristi sebagai 

sebuah hal yang pokok dan oleh sebab  itu suatu hal yang tidak terpisahkan dari Anafora 

atau Doa Ekaristi, sebuah kajian yang panjang dan hati-hati telah dilakukan tentang Anafora 

Addai dan Mari, dari sudut pandang sejarah, liturgi, dan teologi, yang pada akhirnya, Kongregasi 

bagi Doktrin Iman pada tanggal 17 Januari 2001, menyimpulkan bahwa Anafora ini dapat 

dianggap valid. H.H. Paus Yohanes Paulus II telah menyetujui keputusan ini…kata-kata 

Institusi Ekaristi memang hadir di dalam Anafora Addai dan Mari, tidak di dalam bentuk narasi 

yang jelas dan ad litteram, melainkan di dalam tata cara yang tercerai-berai, yaitu, 

diikutsertakan di dalam doa-doa syukur, pujian, dan perantaraan yang berurutan. 

Komentar: Di sini dokumen resmi Vatikan, yang disetujui oleh Yohanes Paulus II mengakui bahwa kata-

kata “Institusi Ekaristi” (kata-kata Konsekrasi yang diinstitusikan Kristus Sendiri sebagai pokok untuk 

berjalannya Ekaristi) tidaklah hadir di dalam liturgi Asiria ini. sesudah  mengakui fakta ini, ia mencoba 

menjelaskannya dengan menyatakan bahwa kata-kata konsekrasi hadir di dalam ‘tata cara yang tercerai-

berai’, suatu cara yang licik untuk mengatakan bahwa kata-kata konsekrasi tidak benar-benar ada, namun  

bahwa kata-kata ini  ditemukan di dalam ‘doa-doa syukur, pujian, dan perantaraan’ yang sama sekali 

tidak menyebutkan kata-kata konsekrasi! Alangkah mudahnya! 

Menurut dokumen yang nista ini, kata-kata konsekrasi ada  di dalam doa-doa syukur, pujian, dan 

perantaraan yang tidak menyebutkannya. Bidah ini menghancurkan segala ajaran Katolik tentang 

sakramen. 

Paus Eugenius IV, Konsili Florence, Sesi 8, 22 November 1439, "Exultate Deo":  

“Semua sakramen-sakramen ini terdiri dari tiga elemen: yakni hal-hal sebagai materi, kata-kata 

sebagai formula, dan orang yang merupakan pelayan yang memberi  sakramen dengan intensi 

untuk melakukan apa yang Gereja lakukan. Jika tidak ada  salah satu dari hal ini, 

sakramen ini  tidak terjalankan.”22 

 

Paus St. Pius V, De Defectibus, bab 5, Bagian 1 : 

“Kata-kata Konsekrasi, yang merupakan FORMULA dari Sakramen ini, yaitu  sebagai berikut: 

SEBAB INILAH TUBUHKU. Dan: SEBAB INILAH PIALA DARAHKU, DARAH PERJANJIAN BARU DAN 

KEKAL: MISTERI IMAN, YANG AKAN DITUMPAHKAN BAGIMU DAN BAGI BANYAK ORANG DEMI 

PENGAMPUNAN DOSA. Jikalau seseorang menghapuskan atau mengubah suatu hal pun di dalam 

FORMULA konsekrasi Tubuh dan Darah, dan dalam perubahan kata-kata ini , rumusan [yang 

Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2 

541 

 

baru] ini  gagal untuk memiliki arti yang sama, ia tidak akan mengonsekrasikan sakramen 

ini .” 

Berkenaan dengan fakta-fakta ini, seseorang dapat melihat bahwa bidah sekte Vatikan II, Yohanes Paulus 

II dan Benediktus XVI ini sama dengan berkata bahwa seseorang dapat membaptis secara valid tanpa air. 

Ini yaitu  penolakan dari substansi sakramen, hal-hal yang secara khusus diinstitusikan oleh Tuhan 

Sendiri sebagai pokok untuk berjalannya Sakramen, yang tidak seorang pun – bahkan seorang Paus yang 

sejati – memiliki kuasa untuk mengubahnya. 

 

Paus Pius XII, Sacramentum Ordinis (#1), 30 November 1947: 

”...Gereja tidak memiliki kekuatan di atas ‘substansi sakramen’, yakni, diatas hal-hal yang, 

dengan wahyu ilahi sebagai saksi, didekretkan Kristus Tuhan sendiri untuk dijaga di dalam suatu 

tanda sakramental...”23 

 

Paus St. Pius X, Ex quo, 26 Desember 1910:  

"…yaitu  hal yang diketahui secara baik bahwa Gereja tidak memiliki hak sama sekali 

untuk mengubah apa pun yang berkenaan dengan substansi sakramen-sakramen.”24 

 

Kami melanjutkan dengan sebuah cuplikan pendek dari dokumen ini: 

 

“4. Panduan untuk penerimaan Ekaristi- …1. Sewaktu benar-benar dibutuhkan, para umat 

Asiria diperbolehkan untuk mengambil bagian dan untuk menerima Komuni Kudus di dalam 

sebuah penyelenggaraan Ekaristi Kudus Kaldea, dalam cara yang sama, umat Kaldea yang 

secara jasmani ataupun secara moral tidak mungkin menghampiri seorang pelayan 

Katolik, diperbolehkan untuk mengambil bagian dan untuk menerima Komuni Kudus di 

dalam sebuah penyelenggaraan Ekaristi Kudus Asiria. 2. Di dalam kedua kasus, para pelayan 

Asiria dan Kaldea menyelenggarakan Ekaristi Kudus menurut keputusan-keputusan liturgis dan 

kebiasaan-kebiasaan dari tradisi mereka sendiri. 3. Sewaktu umat Kaldea mengambil bagian di 

dalam sebuah penyelenggaraan Ekaristi Kudus Asiria, pelayan Asiria dengan hangat diundang 

untuk mengucapkan kata-kata Institusi di dalam Anafora Addai dan Mari, seperti yang 

diperbolehkan oleh Sinode Kudus Gereja Asiria Timur.” (Roma, 20 Juli 2001) 

 

Perhatikan bagaimana dokumen Vatikan ‘mengundang dengan hangat’ para skismatis Asiria untuk 

memakai  kata-kata Institusi. namun  jika para skismatis tidak ‘menjadi hangat’ kepada ide ini, tidak 

jadi masalah – namun  hal ini  tetaplah valid menurut sekte Vatikan II. Berkenaan dengan fakta-fakta 

ini, bagaimanakah penerimaan komuni bersama orang-orang ini berbeda dengan menerima komuni 

bersama para pelayan Protestan? 

Uskup Novus Ordo dari Kansas City menentang Keperawanan Kekal Bunda Maria 

DARI SEBUAH ARTIKEL DI THE ANGELUS, terbitan dari Serikat St. Pius X (SSPX), Desember 2003, 

hal. 32-37 : "… saya menunjukkan kepada anda [Uskup Boland dari Kansas City] bahwa George 

Noonan, di dalam acara radio [suatu program yang diakui sebagai ‘Katolik’ di dalam dioses Uskup 

Boland], telah menentang perlunya rahmat yang menyucikan untuk keselamatan jiwa seseorang. 

Anda [Uskup Boland] segera membela Tn. Noonan dengan mengatakan bahwa rahmat 

yang menyucikan tidak diperlukan untuk keselamatan jiwa seseorang… Sewaktu saya 

menginformasikan anda [Uskup Boland] bahwa George Noonan (dari acara radio) tidak berkata 

sedikit pun tentang jika ia percaya akan prinsip logika dari non-kontradiksi, anda berkata 

bahwa hukum non-kontradiksi – yaitu jika ada  dua pernyataan yang bertentangan, 

Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2 

542 

 

tidaklah mungkin bahwa keduanya benar – yaitu  faktanya, salah… Di dalam percakapan 

kita, kita juga sempat menyimpang berkenaan dengan kurangnya rasa hormat dari Rabbi Michael 

Zedik tentang Bunda yang Terberkati dan bagaimana George Noonan, sebagai rekan penyiar, 

tidak membela martabat Bunda Maria yakni bahwa ia selamanya perawan. Anda 

mengindikasikan bahwa belum terbukti bahwa Bunda Maria tidak memiliki anak-anak 

lain selain Tuhan kita.. Segera, ini menuntun kita kepada diskusi kita yang terakhir di mana 

anda berkata bahwa doktrin Gereja dapat berubah dan telah berubah. Bapak saya dan saya 

sangatlah tidak setuju dengan anda tentang poin ini…”25 

Komentar: Apa anda bisa percaya bahwa ‘Uskup’ Boland yaitu  ‘kepala’ dari sekte Novus Ordo/Vatikan II 

di Kansas City? 

Paus Pius IX, Konsili Vatikan I, Sesi 4, Bab 3, ex cathedra: 

“Kuasa Paus yang Tertinggi ini begitu jauhnya untuk mencampuri kuasa yurisdiksi yang biasa dan 

segera dari Keuskupan lewat mana para uskup…telah meneruskan tempat dari para rasul, 

layaknya tiap-tiap gembala sejati memberi makan dan mengatur masing-masing kawanan 

domba yang dipercayakan kepada mereka.” 

‘Uskup’ Boland menolak bahwa rahmat yang menyucikan diperlukan untuk keselamatan; ia menolak 

hukum non-kontradiksi; ia menentang keperawanan abadi Bunda Maria; dan ia percaya bahwa doktrin 

Katolik dapat berubah. Uskup Boland yaitu  bidah terang-terangan. 

 

Paus Paulus IV, Cum quorundam, Konsili Trente, 1555 : 

"… Maria yang paling terberkati dan yang selamanya Perawan…”26 

Paus Martinus I, Konsili Lateran I, 649, Kanon 3: 

“Jika seseorang tidak secara layak dan benar-benar mengakui bahwa ia setuju dengan Bapa-

Bapa suci, bahwa Maria, Bunda Allah yang suci dan selamanya Perawan… keperawanannya 

tetap tidak terhancurkan bahkan sesudah  kelahiran-Nya, terkutuklah dia.”27 

‘Uskup’ Boland jelas-jelas bukanlah kepala dan otoritas dari Gereja Katolik di Kansas City, melainkan 

seorang penguasa dari sekte non-Katolik yang berpura-pura menjadi Gereja Katolik di Kansas City (sekte 

Vatikan II/Novus Ordo). Dan sebagaimana begitu sesatnya dirinya, ‘Uskup’ Boland mungkin sedang-

sedang saja di antara para uskup Novus Ordo. namun  kelompok-kelompok seperti SSPX tetap 

mengakui Boland sebagai seorang Katolik dan kepala dari dioses ini ; para imam mereka di Kansas 

City berdoa untuknya sebagai uskup yang sah setiap hari Minggu di Misa, dan mereka tetap menyebutnya 

‘Yang Mulia’! sebab  mereka bersikeras memegang posisi ini, ini sangat menghina Allah dan Bunda 

Maria. 

DARI ARTIKEL YANG SAMA DI DALAM THE ANGELUS, terbitan dari SSPX, Desember 2003, hal. 

33-37 : 

"Yang Mulia… Yang Mulia… Yang Mulia… Yang Mulia… Terutama, Yang Mulia… Yang Mulia… 

Semoga Allah memberkati anda [Uskup Boland] di dalam karya anda sebagai Uskup dari 

dioses anda agar Iman Katolik Tradisional menjadi subur dan menyebar sehingga mahkota 

anda di Surga dihiasi banyak jiwa-jiwa yang dipercayakan kepada perhatian rohani 

anda.”28 

Pada Konferensi Fatima di tahun 2003 yang di mana para imam Novus Ordo 

menjadi tuan rumah, definisi dogmatis Konsili Florence disebut ‘menjijikkan’! 

Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2 

543 

 

Catholic Family News, Desember 2003, hal. 20-21: 

“…saya telah membahas beberapa dari konferensi-konferensi pasca-konsili ini termasuk 

Seminar-seminar Evangelisasi Baru, Hari Orang Muda Rock’n’-Roll Sedunia, pertemuan-

pertemuan karismatik di mana orang berteriak-teriak, dan dialog sore Yahudi-Katolik. namun  

bidah yang paling terang-terangan yang saya pernah dengar di dalam acara-acara ini 

keluar dari mulut seorang Imam Yesuit Belgia Jacques Dupuis, beberapa yar dari tempat 

penampakan Bunda Maria dari Fatima… Berkenaan dengan hal ‘di luar Gereja tidak 

ada  keselamatan’, Romo Dupuis berkata dengan jijik, ‘Tidak perlu menyebut di sini 

naskah yang menjijikkan dari Konsili Florence di tahun 1442.’”29 

Komentar: Kami telah mendokumentasikan bahwa gereja Bunda Maria dari Fatima telah diserbu oleh 

para Hindu seizin penuh sekte Vatikan II. Gereja ini  juga dikatakan akan dijadikan sebuah gereja 

antaragama yang terbuka untuk semua agama. Di konferensi Fatima, di mana ide satanik diusulkan, 

Romo Jacques Dupuis menebut definisi dogmatis dari Konsili Florence tentang di luar Gereja tidak 

ada  keselamatan ‘menjijikkan’. 

Paus Eugenius IV, Konsili Florence, “Cantate Domino,” 1441-1442, ex cathedra: 

“Ia [Gereja Roma yang Kudus] dengan teguh percaya, mengakui dan berkhotbah bahwa ‘semua 

orang yang berada di luar Gereja Katolik, bukan hanya orang-orang pagan namun  juga Yahudi atau 

bidah dan skismatis, tidak dapat mengambil bagian di dalam kehidupan kekal dan akan masuk ke 

dalam api yang kekal yang telah disiapkan untuk iblis dan para malaikatnya,’ [Matius 25, 41] 

kecuali jika mereka bergabung ke dalam Gereja sebelum akhir hidup mereka; bahwa kesatuan 

dari tubuh gerejawi ini sedemikian kuatnya sehingga hanya kepada mereka yang tetap tinggal 

di dalamnyalah sakramen-sakramen Gereja berdaya guna menuju keselamatan, dan hanya 

kepada mereka jugalah puasa, derma, dan karya-karya kesalehan serta praktik-praktik lain dari 

para laskar Kristiani menghasilkan upah yang abadi; dan bahwa tidak seorang pun dapat 

diselamatkan, sebanyak apa pun ia telah berderma, walaupun ia telah menumpahkan darah 

dalam nama Kristus, kecuali jika ia telah bertekun di pangkuan dan di dalam kesatuan Gereja 

Katolik ....”30 

Msgr. Guerra (Rektor Gereja Fatima), dan juga Delegasi Apostolik Yohanes Paulus II ke Portugal 

sendiri dan Uskup dari Leiria-Fatima, hadir dan menyoraki bidah Romo Dupuis. Hal ini berarti 

bahwa sang pria yang bertanggung jawab atas gereja dari sekte Vatikan II, serta uskup dari daerah 

ini , menyoraki kata-kata ini  yang menyebut ajaran khidmat Konsili Florence sebagai 

‘menjijikkan’! Orang-orang yang hadir juga menyoraki kata-kata ini  yang dipenuhi bidah dan 

kemurtadan. 

Untuk menjaga Iman, tidak cukup hanya dengan melawan kekejian dan bidah-bidah yang 

mencengangkan ini , jika seseorang tetap mengaku bersekutu dengan orang-orang ini. Untuk 

menyatakan persekutuan dan iman dengan orang-orang semacam itu yaitu  untuk menolak 

Iman dengan cara mencampuradukkan Fatima dengan kemurtadan, dengan cara mengatakan 

bahwa seseorang dapat menjadi murtad dan tetap memegang otoritas Gereja Kristus di Fatima. 

Bahkan ‘uskup-uskup’ Novus Ordo yang ‘konservatif’, seperti ‘Uskup’ Fabian 

Bruskewitz dan ‘Kardinal’ George benar-benar murtad 

Bahkan jika seseorang melihat anggota-anggota yang paling konservatif dari ‘hierarki’ di bawah 

Benediktus XVI, seperti ‘Uskup’ Fabian Bruskewitz dari Lincoln, Nebraska, seseorang dapat melihat 

Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2 

544 

 

bahwa mereka yaitu  benar-benar murtad. ‘Uskup’ Bruskewitz ‘memimpin sebuah ibadat doa 

ekumenis dan makan pagi bersama seorang ‘uskup’ Anglikan dan berbagai ‘pelayan’ Lutheran’.31 

‘Uskup’ Bruskewitz “juga dengan hormat menghadiri ‘konsekrasi’ [yang tidak valid] dari ‘uskup’ Metodis 

Joel Martinez, yang secara publik mengingat (di dalam suatu khotbah pada tanggal 21 Mei 2000) hari 

gembira di mana ibundanya meninggalkan Gereja Katolik…”32 Salah satu dari paroki-paroki Bruskewitz 

sendiri ‘memimpin acara yang mereka namakan ‘Sermon a la Carte’, di mana para umat paroki didorong 

untuk menghadiri khotbah-khotbah para pelayan sekte-sekte ini  [yakni berbagai sekte Protestan], 

dan juga ‘gereja-gereja’ Metodis dan Lutheran setempat’.33 Ini yaitu  bidah. 

Paus Pius IX, Graves ac diuturnae (#4), 23 Maret 1875: 

“Mereka [para umat beriman] harus sepenuhnya menghindari perayaan-perayaan 

keagamaan mereka, bangunan-bangunan mereka, serta kursi-kursi penyebar wabah mereka 

yang telah mereka dirikan tanpa hukuman untuk menyampaikan ajaran-ajaran suci. Mereka 

harus menghindari karya tulis mereka serta segala hubungan dengan mereka. Mereka tidak 

sepatutnya berurusan atau bertemu dengan para imam penyusup dan para pemurtad dari iman, 

yang dengan lancang melaksanakan tugas-tugas seorang pelayan gerejawi tanpa memiliki suatu 

misi ataupun yurisdiksi yang sah.”34 

Hal yang terburuk yaitu  ‘Uskup’ Bruskewitz memimpin sebuah Perjamuan Malam Seder 

antaragama dengan sekelompok rabbi di dalam katedralnya sendiri pada saat Pekan Suci, yang oleh 

sebab nya melakukan sebuah tindakan yang murtad dan keji, bidah, dan dosa berat.35 Semua ini 

membuktikan bahwa ‘Uskup’ Bruskewitz, kemungkinan ‘uskup’ yang paling konservatif dari hierarki 

Vatikan II, juga yaitu  seorang bidah terang-terangan dan seseorang yang murtad. 

Tentang ‘Kardinal’ George, kami telah menunjukkan bahwa di dalam surat kabar diosesnya ia menulis 

bahwa “Gereja juga telah berdosa terhadap orang-orang Yahudi, pertama-tama, sebab  ia mengajarkan 

bahwa perjanjian Allah dengan Israel tidak lagi sah…”36 Hal ini berarti bahwa George percaya bahwa para 

Yahudi memiliki perjanjian yang sah dengan Allah dan tidak perlu berkonversi kepada Iman Katolik atau 

Yesus Kristus untuk mendapat  keselamatan. Semua ‘uskup-uskup’ ini  juga menerima bidah-

bidah Vatikan II, Deklarasi Gabungan bersama para Lutheran tentang Pembenaran yang mencengangkan, 

dan ekumenisme para Anti-Paus Vatikan II. 

Setiap tahun Vatikan mengirim sebuah pesan yang merayakan pesta Buddhis 

Waisak 

Pesan Vatikan kepada para Buddhis untuk perayaan Waisak, Uskup Agung Michael Fitzgerald, presiden 

dari Dewan Kepausan bagi Dialog Antaragama, 30/4/04: 

“Teman-teman Buddhis Yang Terhormat: 1. Kembali saya menulis kepada kalian tahun ini 

untuk mengungkapkan ucapan saya yang sepenuh hati untuk perayaan Waisak anda. Saya 

berdoa agar anda semua dapat merayakannya dengan penuh sukacita dan damai. Waisak 

membawa kesempatan bagi kami para Kristiani untuk mengunjungi teman-teman dan tetangga-

tetangga Buddhis kami untuk memberi  selamat, dan hal ini membantu untuk mempererat tali 

persahabatan yang telah dibangun dan untuk menciptakan yang baru. yaitu  harapan saya 

bahwa hubungan-hubungan yang santun ini dapat terus berkembang dari satu generasi sampai 

generasi berikutnya, berbagi satu dengan yang lain sukacita dan harapan kita, dukacita dan 

kegundahan kita…”37 

Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2 

545 

 

Setiap tahun Vatikan Memberi Ucapan Selamat kepada Para Muslim 

untuk Akhir Ramadan 

‘Uskup Agung’ Michael Fitzgerald, Kepala dari Dewan Kepausan Vatikan bagi Dialog Antaragama: 

Teman-teman Muslim Yang Terhormat, 

1. Dengan gembira saya memberi  salam hangat kepada anda sehubungan dengan 

perayaan Idul Fitri, yang mengakhiri bulan Ramadan, sebagai perwakilan Dewan Kepausan 

bagi Dialog Antaragama dan untuk mewakili Gereja Katolik secara keseluruhan… 4. Sebagai 

umat yang beriman kepada Satu Allah kita memandang sebagai tanggung jawab kita untuk 

berusaha keras untuk membawa damai. Kristiani dan Muslim, kita percaya bahwa perdamaian 

yaitu , di atas segala hal, karunia dari Allah. Inilah mengapa komunitas kita berdua ini berdoa 

untuk perdamaian; hal ini  yaitu  sesuatu yang untuk mereka yaitu  suatu panggilan. 

Seperti yang anda ketahui, Paus Yohanes Paulus II mengundang para perwakilan dari 

berbagai agama untuk datang ke Assisi, kota asal Santo Fransiskus, pada tanggal 24 

Januari 2002, untuk berdoa dan membaktikan diri mereka untuk perdamaian di dalam dunia… 

5. Untuk membawa perdamaian, dan menjaganya, agama-agama memiliki sebuah peranan 

penting… 6. Pada bulan Ramadan in yang yaitu  waktu yang sangat khusus untuk anda di mana 

puasa, doa dan solidaritas membawa anda damai dalam jiwa, saya membagikan renungan-

renungan ini untuk anda tentang cara-cara menuju damai sejahtera. Saya mengungkapkan 

kepada anda, oleh sebab  itu, harapan baik akan perdamaian, damai sejahtera di dalam hati anda, 

di dalam keluarga anda dan di dalam negara-negara anda, dan saya mencurahkan di atas diri 

anda Berkat dari Allah sumber Damai.”38 - Uskup Agung Michael L. Fitzgerald, Presiden 

Komentar: Ini yaitu  kemurtadan. Dan inilah mengapa Paus Pius XI berkata (seperti yang kami telah 

kutip) bahwa mereka yang mendukung perkumpulan doa antaragama, seperti para Anti-Paus Vatikan II 

dan para uskupnya yang murtad, bukan hanya bersalah dan tertipu, namun  telah menolak mentah-mentah 

agama yang sejati. 

Paus St. Leo Agung (sekitar 450): 

“sebab  siapa pun yang menjauh dari jalan menuju iman sejati, dan berubah menuju yang lain, 

seluruh perjalanannya yaitu  sebuah kemurtadan; dan semakin jauh ia berjalan dari 

terang Katolik, semakin dekat ia menuju kegelapan maut."39 

Setiap tahun Vatikan Memberi Ucapan Selamat kepada Para Hindu 

untuk Perayaan Diwali {Galungan}! 

“Teman-teman Hindu Yang Terhormat, 

“1. Pada tahun ini kembali saya dengan gembira memberi selamat kepada anda dan berbagi 

dengan anda sebuah pesan singkat sehubungan dengan Diwali, perayaan yang anda 

selenggarakan menurut tradisi kegamaan anda yang terhormat. Saya mengetahui bahwa 

dari antara berbagai perayaan Hindu yang anda rayakan di sepanjang tahun, perayaan ini, 

terutama, memiliki tempat yang khusus dan kepentingan bagi anda dan keluarga anda. Diwali 

yaitu  sebuah waktu bagi keluarga untuk berkumpul bersama, dan merayakan dengan 

cara yang berarti ritus-ritus yang ditetapkan oleh dharma sejak dahulu kala… Tidakkah 

Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2 

546 

 

tradisi-tradisi Hindu anda yang beragam (sampradaya) berbicara dengan anggun bukan 

hanya tentang cinta Allah kepada kita dan cinta kita kepada Allah namun  juga cinta yang harus 

dimiliki umat manusia satu sama lain?... Perayaan Diwali memberi  kita kesempatan 

berpikir yang luas di mana tradisi Hindu mengajarkan kita bagaimana terang 

mengalahkan kegelapan, bagaimana yang baik mengalahkan yang jahat dan bagaimana 

kebencian menyerah kepada cinta lewat pengampunan. Teman-teman Hindu yang terhormat, 

semoga anda, keluarga anda, teman-teman dan bahkan orang-orang tidak dikenal yang ada di 

antara anda mengalami sukacita, damai, ketenangan, dan terang pada perayaan Diwali, seperti 

yang dilambangkan oleh bara api yang tidak terhitung, yaitu Deepavali.”40 – Dikirim oleh Uskup 

Agung Michael L. Fitzgerald (14-10-2003), Presiden dari Dewan Vatikan bagi Dialog Antaragama. 

Komentar: Fitzgerald bahkan berkata kepada para Hindu bahwa agama sesat mereka yang berasal 

dari Iblis ‘mengajarkan kita bagaimana terang mengalahkan kegelapan’. Jika Fitzgerald sendiri 

bukanlah seseorang yang sungguh murtad yang sayangnya berada di dalam kegelapan rohani, ia akan 

menemukan bahwa mereka yang berada di luar kerajaan Kristus ada  di dalam kerajaan kegelapan 

(Kolose 1:13). 

Kolose 1:13: “Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam 

Kerajaan Anak-Nya yang kekasih” 

Paus Leo XIII, Ad Extremas (#1), 24 Juni 1893:  

“Benak Kami pertama-tama tertuju kepada Rasul Thomas yang terberkati yang secara pantas 

disebut sebagai perintis pengkhotbahan Injil kepada orang-orang Hindu. Lalu, Fransiskus 

Xaverius juga ... Dengan ketekunannya yang luar biasa, ia mengonversikan ratusan ribu orang-

orang Hindu dari mitos-mitos dan takhayul-takhayul jahat dari kaum Brahmana kepada 

agama yang sejati. Para imam yang begitu banyak jumlahnya mengikuti jejak langkah dari orang 

kudus ini ... mereka sedang melanjutkan upaya-upaya yang mulia ini; bagaimanapun, di pelosok-

pelosok Bumi yang amat terpencil, ada  banyak orang yang masih terasing dari 

kebenaran, yang terpenjara dengan malang di dalam kegelapan takhayul.”41 

Jadi, pendek kata, setiap tahun, pada hari Waisak Buddhis, dan pada bulan 

Ramadan Muslim, dan pada perayaan Diwali Hindu, sekte Vatikan II secara resmi 

mengirimkan sambutan dalam bentuk pujian dan rasa hormat untuk agama-agama 

sesat ini. Ini membuktikan bahwa Gereja Baru Vatikan II hanyalah salah satu dari 

agama-agama sesat ini . 

 

Sekte Vatikan II mengajarkan bahwa para Yahudi dan Muslim yaitu  

keturunan Abraham secara rohani, yang yaitu  penolakan Yesus Kristus 

Suatu bidah yang umum di dalam sekte Vatikan II yaitu  ide bahwa para Yahudi dan Muslim yaitu  

keturunan Abraham secarah rohani; atau, dalam kata lain, ide bahwa Kekristenan, Islam, dan Yahudi 

semuanya yaitu  ahli waris iman dari Abraham. Bidah ini diajarkan oleh banyak orang di dalam sekte 

Vatikan II, namun  diajarkan secara sangat menonjol oleh Yohanes Paulus II. Bidah ini menolak kebenaran 

yang telah diwahyukan bahwa Kristus yaitu  keturunan Abraham, dan hanya mereka yang menerima 

Kristuslah yang yaitu  keturunan Abraham secara rohani. 

Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2 

547 

 

Sewaktu Allah berjanji kepada Abraham bahwa, “Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan 

mendapat berkat, sebab  engkau mendengarkan firman-Ku” (Kejadian 22:18), Ia merujuk kepada Tuhan 

kita Yesus Kristus, seperti yang dibuat sangat jelas oleh Santo Paulus. 

Galatia 3:14- “Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai 

kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan 

itu.” 

Galatia 3:29- “Dan jikalau kamu yaitu  milik Kristus, maka kamu juga yaitu  keturunan 

Abraham...” 

Para Paus yang sungguh-sungguh agung berikut juga membuat hal ini jelas. 

Paus St. Gregorius Agung (sekitar tahun 590):  

”...jikalau kamu yaitu  milik Kristus, maka kamu juga yaitu  keturunan Abraham (Gal. 3:29). Jika 

kita sebab  iman kita kepada Kristus dijadikan anak-anak Abraham, maka dari itu para 

Yahudi akibat ketidakberimanan mereka telah berhenti menjadi keturunan-Nya.”42 

Paus St. Leo Agung, Surat Dogmatis kepada Flavianus (449), dibacakan pada Konsili Kalsedon 

(451), ex cathedra:  

“Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan 

‘kepada keturunan-keturunannya’ seolah-olah dimaksud banyak orang, namun  hanya satu orang: 

‘dan kepada keturunanmu’, yaitu Kristus. (Gal. 3:16)”43 

namun , para pemimpin sekte Vatikan II sering menolak kebenaran yang infalibel dari Kitab Suci dan 

dogma Katolik ini dengan menyatakan bahwa para Yahudi dan Muslim yaitu  keturunan-keturunan 

rohani atau ‘anak-anak’ dari Abraham. 

Yohanes Paulus II, Homili, 7 Maret 1982 : 

"Keturunan-keturunan Abraham secara iman yaitu , dalam arti tertentu, para pengikut 

dari ketiga agama-agama monoteis di dunia: Yahudi, Kekristenan, dan Islam. ‘Oleh 

keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, sebab  engkau mendengarkan 

firman-Ku’ (Kejadian 22:18).” 

Yohanes Paulus II, Sambutan kepada Penduduk Roma, 15 Januari 1998 : 

"Saya menyambut anda dengan hangat, para penduduk Roma, yang merupakan bagian dari 

tradisi-tradisi agama yang lain: anda, orang-orang Yahudi, ahli waris dari iman Abraham, 

yang selama berabad-abad telah berbagi kehidupan rohani dan sipil di Roma; anda, saudara-

saudari dari iman Kristiani; anda, umat-umat dari agama Muslim. Semoga penyembahan 

kepada Yang Mahatinggi yang sama membangun rasa saling hormat dan membuat anda semua 

aktif dalam membangun masyarakat yang terbuka dan bersatu.” 

Yohanes Paulus II, Homili, 1 Januari 2002 : 

"Panggilan ini pertama-tama ditujukan untuk mereka yang percaya akan Allah, terutama untuk 

‘agama-agama Abrahamik’ yang agung: Yahudi, Kekristenan dan Islam, yang terpanggil 

untuk menyatakan penolakan mereka yang kuat dan teguh akan kekerasan.” 

Komentar: Ini yaitu  penolakan yang besar akan Yesus Kristus. Perhatikan di atas bagaimana Yohanes 

Paulus II bahkan mengutip janji yang dibuat kepada Abraham di dalam Kejadian 22:18 dan 

menghubungkan berkat ini kepada Yahudi dan Islam! 

Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2 

548 

 

Galatia 3:29- “Dan jikalau kamu yaitu  milik Kristus, maka kamu juga yaitu  keturunan 

Abraham.” 

Rangkuman Kemurtadan dari Hierarki dan Anggota-anggota Sekte 

Vatikan II 

Kami telah secara lengkap mendokumentasikan bidah-bidah dan kemurtadan terang-terangan dari 

hierarki dan anggota-anggota sekte Vatikan II yang terkemuka. Kami dapat melanjutkannya dalam 

banyak halaman, namun  hal ini cukup untuk membuktikan bahwa kita sekarang benar-benar berada di 

dalam masa Kemurtadan Besar, dan bahwa agama yang mereka akui (‘Katolisisme’ pasca-Vatikan II) 

yaitu  sebuah sekte sesat yang harus ditolak oleh para Katolik. 

_______________________________ Bagian 34:  

 

1 http://www.buffalonews.com/editorial/20060919/1039091.asp 

2 Dom Prosper Gueranger, The Liturgical Year {Tahun Liturgi}, Fitzwilliam, NH: Loreto Publications, 2000, Vol. 4, hal. 

379. 

 

3 Dikutip oleh St. Robertus Bellarminus, De Romano Pontifice, II, 30. 

 

4 http://www.buffalonews.com/editorial/20060919/1039091.asp 

 

5 Itar-Tass News Agency, 7 Mei 2004. 

 

6 http://www.usatoday.com/news/religion/2004-11-17-catholic-bishops_x.htm?csp=34 

 

7 The Papal Encyclicals {Ensiklik-Ensiklik Paus}, oleh Claudia Carlen, Raleigh: The Pierian Press, 1990, Vol. 4 (1939-

1958), hal. 41. 

 

8 National Catholic Register, 19-25 September 2004, hal. 10. 

 

9 Bulletin du prieure Marie-Reine [195 rue de Bale, 68100 Mulhouse]; juga The Angelus, Februari - Maret 2004, hal. 

70. 

 

10 http://www.usccb.org/seia/filioque.shtml 

11 Decrees of the Ecumenical Councils {Dekret-Dekret Konsili-Konsili Ekumenis}, Sheed & Ward dan Georgetown 

University Press, 1990, Vol. 1, hal. 314; Denzinger, The Sources of Catholic Dogma {Sumber-Sumber Dogma Katolik}, 

B. Herder Book. Co., Edisi Ketiga puluh, 1957,460. 

 

12 Denzinger 691. 

 

13 L’Osservatore Romano (the Vatican’s Newspaper), 17 November 2004, hal. 8. 

 

14 The Papal Encyclicals {Ensiklik-Ensiklik Paus}, Vol. 2 (1878-1903), hal. 307. 

 

15 The Life and Letters of St. Francis Xavier {Hidup dan Surat-Surat St. Fransiskus Xaverius} oleh Henry James 

Coleridge, SJ. (Originally published: London: Burns and Oates, 1874) Cetakan Kedua, New Delhi: Asian Educational 

Services, 2004, Vol. 1, hal. 116. 

 

16 The Life and Letters of St. Francis Xavier {Hidup dan Surat-surat St. Fransiskus Xaverius} oleh Henry James 

Coleridge, Vol. 1, hal. 147. 

 

17 L’Osservatore Romano, 24 Maret 2004, hal. 10. 

Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2 

549 

 

 

 

18 L’Osservatore Romano, 10 Maret 2004, hal. 11. 

 

19 Denzinger 714. 

 

20 Denzinger 247. 

 

21 L’Osservatore Romano, 18 Februari 2004. 

 

22 Denzinger 695. 

 

23 Denzinger 2301. 

 

24 Denzinger 2147a. 

 

25 The Angelus, Kansas City, MO, Desember 2003, hal. 32-37. 

 

26 Denzinger 993. 

 

27 Denzinger 256. 

 

28 The Angelus, Kansas City, MO, Desember 2003, hal. 32-37. 

 

29 Catholic Family News, Niagra Falls, NY, Desember 2003, hal. 20-21. 

 

30 Denzinger 714. 

 

31 Thomas Woods dan Chris Ferrara, {Sandiwara Besar}, Wyoming, MN: The Remnant Publishing Co., 2002, hal. 147-

148. 

 

32 Thomas Woods dan Chris Ferrara, The Great Façade {Sandiwara Besar}, hal. 148. 

33 Thomas Woods dan Chris Ferrara, The Great Façade {Sandiwara Besar}, hal. 148. 

 

34 The Papal Encyclicals {Ensiklik-Ensiklik Paus}, Vol. 1 (1740-1878), hal. 452. 

35 Catholic Family News, Januari 1999. 

36 Kardinal Francis George, “The Sins of the Church: God’s Forgiveness and Human Memories {Dosa-Dosa Gereja: 

Pengampunan Allah dan Ingatan Manusia}, Catholic New World,” 19 Maret 2000. 

 

37 “Uskup Agung” Michael Fitzgerald, Vatican Message to Buddhists on feast of Vesakh {Pesan Vatikan kepada Para 

Buddhis untuk Perayaan Waisak}, 30 April 2004. 

 

38 L’Osservatore Romano, 26 November 2003, hal. 3. 

 

39 The Sunday Sermons of the Great Fathers {Khotbah-Khotbah Hari Minggu Para Bapa Agung}, Co: Chicago, IL, 1963, 

Vol. 2, hal. 148. 

 

40 http://www.zenit.org/english/visualizza.phtml?sid=42717 

 

41 The Papal Encyclicals {Ensiklik-Ensiklik Paus}, Vol. 2 (1878-1903), hal. 307. 

 

42 The Sunday Sermons of the Great Fathers {Khotbah-Khotbah Hari Minggu Para Bapa Agung}, Vol. 1, hal. 92. 

43 Decrees of the Ecumenical Councils {Dekret-Dekret Konsili-Konsili Ekumenis}, Vol. 1, hal. 78. 

EWTN dan Gerakan Karismatik 

550 

 

35. EWTN: Saluran ‘Katolik’ Global dan 

Gerakan Karismatik 

 

“Di dalam kapel, Schlemon [seorang pengikut gerakan Karismatik] dan sang 

imam [Karismatik] menumpangkan tangan di atas Bunda, mengucapkan 

pembaptisan Roh Kudus.”1 Sekitar seminggu lalu  “suatu bahasa asing 

keluar dari mulut Bunda Angelica tanpa dapat dijelaskan. Sewaktu Suster 

Regina datang untuk memberi  sebuah gelas jus jeruk, Bunda mencoba 

mengucapkan terima kasih, namun  ‘suatu hal yang lain keluar dari mulutnya.’”2 

 

Bunda Angelica, pendiri dari Eternal World Television Network (EWTN)3 

Salah satu dari organisasi-organisasi ‘konservatif’ yang berhubungan dengan sekte Vatikan II yaitu  

EWTN, saluran televisi ‘Katolik’ global. Beberapa orang yang tersesat telah meyakinkan diri mereka 

sendiri dan orang-orang lain bahwa EWTN yaitu  suatu pembela kebenaran Katolik yang unggul yang 

menyebarkan terang kepada jutaan orang di dalam dunia yang gelap. namun  walaupun hal ini  

yaitu  pendapat orang-orang banyak, EWTN sebenarnya merupakan alat dari kemurtadan pasca-Vatikan 

II yang terburuk. EWTN mempromosikan kemurtadan antaragama di Assisi dan telah membahas dengan 

penuh pandangan positif kemurtadan Benediktus XVI di sinagoga di Jerman, serta inisiasinya ke dalam 

Islam di dalam sebuah mesjid di Turki. EWTN mempromosikan bidah yaitu ada  keselamatan di luar 

Gereja; acaranya, The Journey Home {Perjalanan Pulang} menyatakan konversi orang-orang dari sekte-

sekte Protestan menuju Iman Katolik sebagai pilihan, dan bukan sebuah keharusan. Ini yaitu  ide yang 

sesat dan jahat, bahwa dengan berpegangan kepada ajaran-ajaran sekte-sekte Protestan yang menolak 

ajaran Gereja yang sejati tidaklah mencegah seseorang untuk mendapat  keselamatan, yang 

disebarkan oleh hampir semua ‘konvert’ dari Protestantisme yang ditampilkan di The Journey Home. 

EWTN dan Gerakan Karismatik 

551 

 

Pendiri EWTN, Bunda Angelica, yang merupakan salah satu figur yang paling penting di dalam sekte 

pasca-Vatikan II, terutama untuk para anggotanya yang lebih ‘konservatif’, yaitu  seseorang yang kami 

akan bahas. Sewaktu ia berbicara tentang agama-agama lain pada di dalam salah satu acaranya, pendiri 

EWTN, Bunda Angelica menyatakan dengan indiferentisme rohani yang murni bahwa kita semua 

mempunyai Allah yang sama. Ia secara khusus berkata: “Anda memanggilnya Allah, dan kami 

memanggilnya Yesus.” Untuk Tahun Yubileum 2000, Bunda Angelica ditampilkan berulang-ulang saat ia 

mengucapkan doa Yubileum. Di dalam doa ini , Bunda Angelica menyebutkan ‘agama-agama besar’ 

di dunia – sebuah kutipan dari Yohanes Paulus II dan ungkapan yang sering dikatakan Paulus VI tentang 

indiferentisme rohani. 

Di dalam suatu tayangan lain dengan Bunda Angelica, Alice Von Hildenbrand (seorang tamu yang sering 

hadir di EWTN) secara terang-terangan menyatakan bahwa seseorang dapat masuk Surga sebagai 

Buddhis. Caranya menyatakan hal ini bukan hanya menunjukkan bahwa para Buddhis dapat 

diselamatkan (yang tentunya yaitu  bidah), namun  tidak ada  kewajiban apa pun bagi seorang 

Buddhis untuk menjadi Katolik. Di hadapan bidah dan indiferentisme rohani yang begitu besar, yang 

dinyatakan di depan matanya, Bunda Angelica sama sekali tidak menolaknya, dan bahkan berkomentar 

dengan persetujuan. Bunda Angelica dan EWTN selalu merupakan pembela dari ajaran-ajaran yang sesat 

dari Vatikan II. 

Bunda Angelica juga merupakan pembela yang terang-terangan akan ekumenisme sesat yang 

paling buruk, yang mengikutsertakan para Yahudi. Di dalam satu acaranya, Bunda Angelica dan 

Romo Benedict Groeschel mendiskusikan kematian ‘Kardinal’ John O’Connor yang baru saja terjadi. 

Romo Groeschel menyebutkan bahwa para Yahudi menyelenggarakan sebuah ibadat Yahudi di dalam 

Katedral St. Patrick sesudah  kematian ‘Kardinal’ John O’Connor. Groeschel, seseorang yang sungguh-

sungguh murtad, berpendapat bahwa ibadat Yahudi di dalam Katedral yaitu  sesuatu yang sangat baik. 

Bunda Angelica juga tidak membuang-buang waktu dan berkata: “Bagus sekali!” 

Maka, Bunda Angelica berkata bahwa ekumenisme sesat yang paling buruk – sebuah ibadat Yahudi di 

dalam Katedral St. Patrick – itu ‘bagus sekali’. Di samping hal ini , fakta-fakta ini menolak 

pernyataan yang konyol yang dibuat di dalam sebuah buku yang dikutip di bawah: bahwa EWTN diduga 

menjadi Modernis hanya sesudah  Bunda Angelica meninggalkan kedudukannya sebagai pemimpinnya. 

ada  sebuah artikel di dalam situs kami yang membahas hal ini dengan lebih rinci. namun  bahkan 

Raymond Arroyo, yang menulis biografi untuk Bunda Angelica dan yang yaitu  salah satu pendukung 

terbesarnya, terang-terangan mengakui bahwa ia yaitu  pendukung ekumenisme yang oleh sebab nya, 

karya-karyanya didukung oleh anggota-anggota dari agama-agama non-Katolik. “Biara [di bawah Bunda 

Angelica] telah menjadi batu ujian di Birmingham, suatu proyek yang terilhami yang dapat didukung 

oleh para Protestan, Yahudi, dan Katolik. Kepribadian Bunda Angelica membuatnya mungkin.”4 

Pendek kata, EWTN yaitu  alat dari Iblis untuk membuat orang-orang di bawah sekte Vatikan II yang 

mengaku Katolik yang berpikiran lebih konservatif merasa nyaman dengan kemurtadan pasca-Vatikan II. 

Pada tahun 1980, Bunda Angelica pergi ke North Carolina dan tampil di saluran televisi Protestan yang 

dinamakan PTL, yang didirikan oleh pelayan Assembly of God, Jim Bakker dan istrinya, Tammy Faye. 

“Bunda Angelica telah tampil di PTL beberapa kali di sepanjang tahun 1979, yang didukung banyak 

orang, dan yang menurut survey yaitu  favorit para penonton... Bakker begitu tergugah oleh sang 

biarawati, sehingga ia mengutus sebuah tim desainer pemandangan ke Birmingham untuk 

membangun untuknya {Bunda Angelica} set studio pertamanya.”5 Fakta bahwa seorang pelayan 

Protestan begitu kagum akan dirinya sehingga ia mengirimkan suatu tim untuk merancang untuknya 

sebuah studio menunjukkan sekali lagi, bahwa pesannya tidaklah Katolik, namun  ekumenis. 

EWTN dan Gerakan Karismatik 

552 

 

Bunda Angelica juga terlibat secara aktif di dalam gerakan Karismatik, sebuah gerakan yang menyebar 

begitu luas di kalangan sekte Vatikan II. Gerakan Karismatik yaitu  suatu gerakan sesat yang sangat 

dipengaruhi oleh kecenderungan-kecenderungan serta ide-ide sesat dan Protestan. Pada tanggal 11 

Februari 1971, “Barbara Schelon, seorang Karismatik yang dilaporkan memiliki karunia penyembuhan, 

melewati Birmingham dan meminta Romo De Grandis [seorang imam Karismatik] untuk menjemputnya 

agar dapat bertemu Bunda Angelica... Di dalam kapel, Schlemon dan sang imam menumpangkan 

tangan di atas Bunda, mengucapkan pembaptisan Roh Kudus.”6 Sekitar seminggu lalu  “suatu 

bahasa asing keluar dari mulut Bunda Angelica tanpa dapat dijelaskan. Sewaktu Suster Regina 

datang untuk memberi  sebuah gelas jus jeruk, Bunda mencoba mengucapkan terima kasih, namun  

‘suatu hal yang lain keluar dari mulutnya.’”7 Kami harus menekankan bahwa fakta yang sangat 

penting ini diakui di dalam sebuah biografi tentang Bunda Angelica yang ditulis oleh salah satu 

pendukungnya yang terbesar: pembawa acara di dalam saluran televisinya, Raymond Arroyo. 

“Pada Sabtu Suci di tahun 1971, Romo De Grandis dan Bunda berdoa untuk setiap anggota dari 

komunitas. Semua orang kecuali seorang biarawati mengalami pembaptisan Roh Kudus, dan semuanya 

menerima suatu hal. sesudah  pengalaman ini, Suster Joseph dan para biarawati lain percaya bahwa Tuhan 

mulai berbicara kepada mereka. Pada Minggu Paskah, seluruh komunitas ‘berbicara dalam bahasa 

roh’”8 

Berbicara dalam bahasa-bahasa yang tidak diketahui oleh orang yang mengucapkannya, berbicara dalam 

kata-kata yang tidak dimengerti, dst. sering merupakan tanda bahwa seseorang kerasukan setan. Ini 

terutama yaitu  hal yang benar sehubungan dengan hasil dari pengalaman Karismatik yang di dalamnya 

seseorang ditumpangkan tangan untuk menerima ‘roh’. Para pembaca tentunya bebas untuk 

menerimanya atau menolaknya: namun  seorang individu yang kami kenal dari Massachusetts yang 

terlibat secara akrab di dalam gerakan Karismatik bertahun-tahun lalu, memberi tahu kami bahwa ia 

merasakan bahwa iblis merasukinya sesudah  seorang Karismatik menumpangkan tangan kepadanya pada 

saat ibadat berlangsung. Ia juga memberi tahu kami bahwa, pada suatu konferensi Karismatik, Allah 

memperkenankannya untuk melihat satu setan kecil yang memasuki ruangan. Ia terkesiap, dan 

mengikuti setan itu dan menunggu untuk melihat jika ia akan kembali dari ruangan itu; namun  satu-

satunya yang kembali dari ruangan ini  yaitu  sang imam Karismatik yang akan melakukan 

pelayanan ‘penyembuhan’-nya dengan cara mendoakan orang-orang. Pengalamaman ini menyebabkan 

individu ini untuk meninggalkan gerakan Karismatik. 

Kami percaya bahwa Allah memperkenankan Iblis untuk menguasai orang-orang ini di dalam ibadat-

ibadat Karismatik sebab  dengan mengambil bagian di dalam hal ini , orang-orang ini pada dasarnya 

berkata bahwa sakramen-sakramen Gereja Katolik, ketujuh sakramen yang diinstitusikan oleh Yesus 

Kristus tidaklah cukup. Mereka oleh sebab  itu mengakui bahwa mereka membutuhkan suatu ritus-ritus 

yang lain yang dibuat oleh manusia yang di luar sistem sakramental – untuk benar-benar 

mendapat  ‘roh’. Dengan mengambil bagian di dalam ‘ritus-ritus’ ini , pada dasarnya mereka 

mengambil bagian di dalam sebuah agama baru untuk mendapat  akses kepada ‘roh’ di luar jalan yang 

secara khusus ditetapkan oleh Kristus. Sebagai hasilnya, ‘ritus-ritus’ Karismatik ini  menjadi 

‘sakramen-sakramen’ baru dari sebuah agama sesat yang memberi  akses kepada roh jahat dan bukan 

Roh Kudus. 

Harus ditekankan bahwa penumpangan tangan ada  di sepanjang Perjanjian Baru sebagai materi 

dari Sakramen Penguatan (contohnya Kisah Para Rasul 8:17; Kisah Para Rasul 19:6) – suatu sakramen 

yang diinstitusikan oleh Yesus Kristus. Ironis bahwa di dalam ‘Penguatan’ baru di dalam sekte Vatikan II, 

penumpangan tangan telah dihapuskan, namun  para Karismatik tetap memakai  penumpangan 

tangan untuk mencurahkan ‘roh’. sebab  kita tahu bahwa penumpangan tangan mereka untuk 

EWTN dan Gerakan Karismatik 

553 

 

mencoba mencurahkan ‘roh’ bukanlah Sakramen Penguatan {Krisma} (bahkan para wanita dan 

orang awam melakukannya), hal ini  sebenarnya yaitu  Kontra-Penguatan – suatu 

sakramen palsu yang oleh sebab  itu memberi  akses, sekali lagi, bukan kepada Roh Kudus, 

namun  kepada roh jahat. 

Maka, sebagaimana seseorang yang pantas menerima Sakramen Penguatan {Krisma} menerima karunia 

yang lebih dalam dari Roh Kudus, partisipasi yang aktif di dalam ‘ritus-ritus’ atau ‘sakramen-sakramen’ 

baru dari agama Karismatik yang sesat ini  – dengan mengambil bagian di dalam hal-hal seperti 

penumpangan tangan – memberi  kepada orang-orang yang malang ini  karunia dari roh jahat. 

Itulah mengapa di dalam banyak dari pertemuan-pertemuan Karismatik ini para ‘Katolik’ melihat 

diri mereka sendiri bersuara seperti babi, menggonggong seperti anjing, dan tertawa terbahak-

bahak tanpa bisa mengendalikannya. Hal-hal ini, terutama bersuara seperti babi dan menggonggong 

seperti anjing, yaitu  tanda-tanda yang jelas akan orang yang kerasukan roh jahat. 

Kami merujuk kepada pengalaman orang ini sebab  Bunda Angelica sendiri bukan hanya berbicara 

berulang kali tentang ‘pengalaman-pengalaman’ mistisnya, namun  ia juga mengakui suatu hal yang 

mencolok tentang tanggapannya terhadap penumpangan tangan kepadanya oleh para Karismatik. 

Tanggapannya sesuai dengan pengalaman pria ini . Bunda Angelica berkata bahwa pengalamannya, 

di mana ia mengucapkan kata-kata yang ia tidak maksudkan untuk ucapkan sesudah  ia para 

Karismatik menumpangkan tangan kepadanya, menakutkannya. Ia mengingatnya: “Kata-kata 

keluar, namun  saya tidak tahu apakah kata-kata ini . Hal itu menakutkan saya.”9 

Bunda Angelica tidak menyadari bahwa hal ini  yaitu  roh jahat yang ia telah dapatkan sesudah  

keterlibatannya dengan para Karismatik. Ia terus mempromosikan gerakan ini. 

Pada tanggal 2 Desember 1977, Bunda Angelica memimpin suatu retret Karismatik di Birmingham 

bersama 28 pemimpin di dalam karyanya, yang disebut ‘Guardians {Wali}’. Ia berdiri di dalam kapel, 

“Bunda menumpangkan tangannya di atas setiap para wali, berdoa dalam bahasa roh agar 

mereka menjadi setia. Beberapa orang bernyanyi di dalam bahasa-bahasa suci yang tidak dikenal, 

yang lain ‘terbunuh di dalam Roh’.”10 Salah satu partisipan berkata sesudah nya bahwa hal ini  yaitu  

‘puncak dari Karismania’.11 sesudah  Paulus VI meninggal, “Bunda Angelica menumpangkan tangan di 

atas Matt Scalici, Jr. di dalam kapelnya.”12 

Biografi Bunda Angelica menyatakan bahwa sesudah  saat ini , ia ‘perlahan-lahan’ menarik diri dari 

gerakan Karismatik. Ini yaitu  pernyataan yang kosong, sebab  salurannya terus mempromosikan para 

karismatik yang paling terkenal di dalam negeri, seperti para tokoh-tokoh di Franciscan University 

orang-orang semacamnya. 

Kami menganggap keterlibatan awal Bunda Angelica di dalam gerakan Karismatik yang satanik begitu 

penting. Hal ini penting sebab  EWTN telah menjadi alat bagi Iblis untuk menjebak para ‘konservatif’ di 

dalam sekte Vatikan II lewat pencampuradukkan hal-hal yang konservatif (beberapa hal yang benar 

menurut Tradisi Katolik) dengan kemurtadan dari agama Vatikan II. Tokoh-tokoh seperti Bunda Angelica 

telah berperan sebagai magnet untuk membuat para ‘konservatif’ tetap tertipu dan berbakti kepada 

Kontra-Gereja. Banyak orang menjadi yakin bahwa tokoh-tokoh seperti Bunda Angelica di dalam ‘Gereja’ 

pasca-Vatikan II yaitu  bukti bahwa kehidupan rohani tetap dapat ditemukan di dalamnya walaupun 

faktanya yaitu  itu yaitu  ‘Gereja’ yang palsu dan jika seseorang tetap berpegang kepada kemurtadan 

‘Gereja’ ini , ia akan terkutuk. yaitu  suatu hal yang masuk akal bahwa pemimpin kerasulan yang 

licik di EWTN, Bunda Angelica, bermula dengan menerima roh jahat di dalam suatu acara Karismatik. 

EWTN dan Gerakan Karismatik 

554 

 

Bahkan, Bunda Angelica telah menyatakan bahwa berbagai pengalaman mistis memimpin lajunya di 

dalam EWTN. 

“Pada titik terang masa pemulihannya, Bunda mengaku telah melihat Yesus sebagai anak 

kecil berlari-lari di dalam aula biara. Ini tidak terjadi sekali saja.”13 

Apakah Yesus sebagai anak kecil ‘berlari-lari di dalam aula’? Ataukah itu yaitu  roh jahat yang berkarya 

untuk kehancuran jiwa-jiwa? berdasar  apa yang kami telah bahas tentang dukungan Bunda Angelica 

terhadap bidah, agama-agama sesat dan gerakan Karismatik yang satanik, seorang Katolik sejati harus 

menyimpulkan bahwa Bunda Angelica tidak melihat Yesus, melainkan roh jahat. 

Matius 24:24-25- “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka 

akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya 

mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. Camkanlah, Aku sudah 

mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.” 

Bunda Angelica juga mengaku bahwa sang Yesus sebagai anak kecil tampak kepadanya dan berkata 

kepadanya, “Dirikanlah untukku sebuah bait dan Aku akan membantu mereka yang membantumu.”14 

Walaupun gereja-gereja dapat disebut sebagai ‘bait-bait’ – seperti yang kami telah bahas lebih awal di 

bagian tentang 2 Tesalonika 2:4 – sebuah ‘bait’ juga dapat menggambarkan sebuah rumah ibadat Yahudi 

dan loji Masonik. sebab  Bunda Angelica telah mempromosikan ide-ide yang sesat dan palsu bahwa para 

Yahudi tidak memerlukan Yesus Kristus untuk keselamatan – yang terbukti oleh, antara lain, 

keterikatannya kepada para Anti-Paus yang mengajarkan hal ini  – yaitu  suatu hal yang pasti 

bahwa itu bukanlah Tuhan kita Yesus Kristus yang mengatakan kepadanya untuk membangun sebuah 

bait Katolik. namun , ia yaitu  seorang roh jahat yang lain (mirip dengan yang diterimanya pada acara 

Karismatik) yang secara tersembunyi memerintahkannya untuk membangun sebuah ‘bait’ untuk agama 

Gereja Baru yaitu sekte Vatikan II. Hal yang menarik yaitu  bahwa bagian atas dari Salib di luar ‘bait’ ini 

(bait yang dibangun Bunda Angelika dengan biaya 50 juta dolar!) hancur bersih akibat sambaran 

halilintar pada saat terjadinya suatu badai yang kencang, yang meninggalkan bentuk ‘T’, dan bukan Salib 

biasa. Salib ini  tetap berbentuk seperti itu sampai hari ini. 

Kembali kepada kemurtadan yang dipromosikan EWTN, Romo Benedict Groeschel yaitu  tokoh yang 

besar di EWTN. Groeschel telah menolak para konvert, menyatakan bahwa ia tidak pernah ‘percaya’ 

bahwa orang-orang non-Katolik tidak dapat diselamatkan (suatu dogma yang telah didefinisikan), 

berkhotbah di dalam ‘200 gereja-gereja Protestan dan ratusan sinagoga’, dan berkata bahwa sakramen-

sakramen tidak diperlukan untuk keselamatan, dan bahkan menolak bahwa Tuhan kita telah berkata 

“Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan 

membangkitkan dia pada akhir zaman (Yohanes 6:54)!”15 

Para ‘pakar’ EWTN menolak mentah-mentah perlunya Gereja Katolik untuk keselamatan. ‘Pakar-pakar’ 

EWTN memberi tahu para penanya non-Katolik – termasuk seorang Yahudi yang menolak Kristus dan 

istri dari seorang skismatis ‘Ortodoks’ yang ingin tahu akan kewajiban suaminya untuk berkonversi – 

bahwa mereka baik-baik saja pada saat ini untuk masuk Surga tanpa harus berubah.16 

EWTN juga mempromosikan sebuah organisasi yang disebut Association of Hebrew Catholics 

(AHC) {Asosiasi Katolik Ibrani}. Association of Hebrew Catholics terdiri dari para ‘konvert’ dari agama 

Yahudi. Kenyataannya, mereka mencoba untuk menciptakan suatu sekte Yahudi di dalam ‘Gereja Katolik’. 

Organisasi ini dikepalai oleh David Moss, yang telah hadir di EWTN berkali-kali. David Moss yaitu  

saudara dari Rosalind Moss, yang juga telah memandu acara-acara EWTN dan dipekerjakan oleh ‘Catholic 

Answers’. AHC ini – yang terdiri dari para ‘konvert’ dari agama Yahudi – mempromosikan bahwa para 

EWTN dan Gerakan Karismatik 

555 

 

Katolik yang berkonversi dari Yahudi dapat terus mempraktikkan Hukum Lama (suatu ide yang secara 

khidmat dikutuk oleh Konsili Florence). 

“Tanpa mengindahkan ajaran Gereja bahwa ritus-ritus serta ibadat-ibadat di bawah hukum Musa 

telah dihapuskan dengan berlangsungnya Perjanjian Baru dan bahwa yaitu  dosa berat untuk 

menaati hukum ini , Moss menyarankan agar penanya Katolik ‘mengunjungi sebuah 

sinagoga setempat dan mengamati apa yang mereka lakukan di sana dan 

mendengarkannya. Anda dapat mengambil bagian di dalam sebuah Seder,’ tambahnya... 

Moss lalu menyarankan agar para Katolik mengikutinya [yaitu, mengikuti praktik ‘Yahudi 

Mesianik’] dengan menyelenggarakan Paskah dan Rosh haShanah... Kesimpulan ini 

didukung oleh suatu rubrik di dalam situs AHC yang berjudul ‘Through the Hebrew Catholic Year: 

A Collection of Traditions and Prayers for the Jewish Holidays for Catholics {Melalui Tahun 

Katolik Ibrani: Suatu Kumpulan Tradisi-tradisi dan Doa-doa untuk Hari Raya Yahudi bagi Para 

Katolik}’. Di sini AHC mendukung perayaan ‘Katolik’ Rosh haShanah, Yom Kippur, Purim, 

Paskah, Shavuoth, dan Hanukkah, memakai  doa-doa ‘yang disesuaikan dari buku doa-

doa Yahudi tradisional’.”17 

Ini yaitu  suatu promosi dosa berat, bidah, dan kemurtadan. 

EWTN sayangnya yaitu  suatu saluran televisi yang begitu sesat, modernis, dan menganut ekumenisme 

palsu, yang mencampuradukkan kemurtadan, promosi Vatikan II, Misa Baru dan Agama Baru dengan 

program yang menarik. Berikut yaitu  suatu email yang menarik yang kami terima tentang hal ini: 

“Selamat pagi, saya menonton EWTN pagi hari ini. Biasanya saya menonton ibadat Novus Ordo 

pada saat saya memutuskan apa yang saya ingin lakukan (berkenaan dengan Iman Katolik saya). 

Saya mendengar ‘pemimpin acara’ Romo Francis berkata: ‘...Gereja tidak pernah berkata 

bahwa orang Kristiani lain tidak akan menerima keselamatan... mereka yang berkata hal 

ini  yaitu  pembohong atau salah kaprah... Gereja Katolik bagaikan makanan lima 

sempurna, jika anda ingin seluruhnya, datanglah ke Gereja... 

“Homili ini  tersed