Tampilkan postingan dengan label gereja vatikan 25. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gereja vatikan 25. Tampilkan semua postingan

gereja vatikan 25

 


ia online (saya kira hari berikutnya). Mungkin anda dapat memakai  

pernyataan ini, sesudah  anda memeriksanya, sebagai Heresy of the Week {Bidah Minggu Ini}’. 

‘Doktrin’ ini telah menyebar, pada saat yang bersamaan, kepada banyak orang. Jika tidak 

dimasukkan ke dalam serial ‘Heresy {Bidah}’ – kirimkanlah pria malang itu sebuah kopi dari buku 

‘Tidak Ada Keselamatan’ anda. 

Doakanlah saya, 

G.M” 

Kami ingin tahu jika ada dari para pendukung EWTN yang telah mendengar atau menonton khotbah 

ini  yang telah mempertimbangkan akibat-akibatnya: apa arti kehadiran mereka di gereja, seluruh 

upaya mereka untuk menghadiri ‘Misa’, dst. Kami ingin tahu jika hal ini  menyadarkan seseorang 

pun dari mereka bahwa hal ini berarti bahwa menjadi seorang Katolik, berdoa Rosario, pergi mengaku 

dosa, sama sekali tidak berarti apa-apa. 

Kami tentunya mengharapkan konversi dari ‘Romo’ Francis, namun  kami harus berkata bahwa ia terlalu 

buta akan kemurtadannya untuk menyadari kebodohannya. Ia terlalu buta untuk menyadari bahwa ia 

percaya bahwa ‘imamat’-nya sendiri – seluruh Saluran EWTN – buang-buang waktu. Jika anda percaya 

apa yang dipercayai EWTN dan ‘Romo’ Francis, anda yaitu  seorang yang benar-benar idiot untuk 

EWTN dan Gerakan Karismatik 

556 

 

menjadi seorang Katolik. Anda dapat pergi ke gereja Lutheran setempat, mengakui iman anda dalam 

Yesus sebagai Tuhan, dan pergi begitu saja. 

Maka, janganlah tertipu oleh tampak luar. Para bidah selalu memiliki tampak luar yang menarik di satu 

sisi dan di sisi yang lain. Janganlah tertipu oleh mereka yang mengaku diri memiliki keterikatan kepada 

Iman Katolik atau Tuhan kita atau Bunda Maria atau para santo-santa, namun  menolak sebuah dogma. Jika 

mereka tidak menerima seluruh kebenaran, mereka yaitu  orang-orang yang palsu. ‘Romo’ Francis 

kadangkala berbicara tentang bagaimana cara membawa orang-orang muda kepada Kristus di dalam 

acaranya “Life on the Rock”. Tidakkah hal ini  terdengar sungguh baik? namun  ia lalu secara publik 

berkomentar tentang dan memuji kunjungan Benediktus XVI yang menolak Kristus kepada sinagoga dan 

dukungannya untuk agama Yahudi. Ia berbicara tentang bagaimana membawa orang-orang muda kepada 

Kristus sewaktu ia dalam waktu yang bersamaan percaya bahwa Kristus tidak berarti apa-apa. 

Email ini kembali menunjukkan kepada kita bahwa para orang-orang yang palsu ini mencampuradukkan 

kedekatan kepada beberapa hal yang Katolik dengan penolakan akan kebenarannya. Mereka berlagak 

bagaikan mereka berbakti kepada Allah, dan tentunya berkata beberapa hal yang baik dan konservatif, 

namun  mereka yaitu  kekejian di mata Allah. 

sebab  kami sedang berbicara tentang orang-orang yang palsu, kami harus menyebutkan ‘Romo’ John 

Corapi dari EWTN. Mereka yang telah melihatnya mengetahui bahwa Corapi berkhotbah bagaikan ia 

berbakti kepada Tuhan kita dan Iman Katolik – ‘menggelegar’ melawan dosa dan membela Ekaristi 

dengan gaya yang melodramatis. Ia sungguh-sungguh palsu, sebab  ia percaya bahwa semua itu sama 

sekali tidak berarti. Ia percaya bahwa anda dapat menjadi Protestan yang sama sekali menolak Bunda 

Maria, Kepausan, dan Ekaristi, ataupun seorang Yahudi yang sama sekali menolak Kristus. 

“Mereka bagaikan ‘kuburan yang dilabur putih’ yang sebelah luarnya memang bersih 

tampaknya, namun  yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis 

kotoran. Mereka di sebelah luar tampaknya benar di mata orang, namun  di sebelah dalam 

kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.” (Matius 23:27-28) 

Salah satu dari kami menelpon sekretaris ‘Romo’ Corapi satu kali, dan bertanya kepadanya: “Apakah 

perlu menjadi Katolik untuk diselamatkan?” Ia menjawab dengan blak-blakan: “Tidak.” Salah satu dari 

kami menjawab, “lalu mengapa menjadi Katolik?” Ia berkata: “sebab  itu yaitu  kepenuhan dari 

kebenaran.” Salah satu dari kami menjawab: “namun  hal ini  tidak diperlukan menurut anda.” 

Ia setuju. Lihatlah betapa kosong, bodoh, dan jahat agama Vatikan II itu. 

 

  

EWTN dan Gerakan Karismatik 

557 

 

_______________________________ Bagian 35: 

 

1 Raymond Arroyo, Mother Angelica {Bunda Angelica}, Random House, Inc., 2005, hal. 120. 

 

2 Raymond Arroyo, Mother Angelica {Bunda Angelica}, hal. 121. 

 

3 Ditunjukkan dalam Raymond Arroyo, Mother Angelica {Bunda Angelica}; from OLAM. 

4 Raymond Arroyo, Mother Angelica {Bunda Angelica}, hal. 98. 

 

5 Raymond Arroyo, Mother Angelica {Bunda Angelica}, hal. 148-149. 

 

6 Raymond Arroyo, Mother Angelica {Bunda Angelica}, hal. 120. 

 

7 Raymond Arroyo, Mother Angelica {Bunda Angelica}, hal. 121. 

8 Raymond Arroyo, Mother Angelica {Bunda Angelica}, hal. 123. 

 

9 Raymond Arroyo, Mother Angelica {Bunda Angelica}, hal. 121. 

 

10 Raymond Arroyo, Mother Angelica {Bunda Angelica}, hal. 135. 

 

11 Raymond Arroyo, Mother Angelica {Bunda Angelica}, hal. 135. 

12 Raymond Arroyo, Mother Angelica {Bunda Angelica}, hal. 142. 

13 Raymond Arroyo, Mother Angelica {Bunda Angelica}, hal. 314. 

 

14 Raymond Arroyo, Mother Angelica {Bunda Angelica}, hal. 255. 

15 Chris Ferrara, EWTN: A Network Gone Wrong {EWTN: Saluran Televisi yang Menjadi Sesat}, Pound Ridge, NY: Good 

Counsel Publications, 2006, hal. 79; hal. 86-90. 

 

16 Forum Tanya Jawab EWTN, nasihat dari Richard Geraghty pada tanggal 19 Februari 2005 pada “Non-Catholic 

Salvation {Keselamatan untuk Para Non-Katolik}.” 

 

17 Siaran EWTN pada tanggal 7 Maret 2005; dikutip oleh Chris Ferrara, EWTN: A Network Gone Wrong {Saluran 

Televisi yang Menjadi Sesat}, hal. 146. 

 

558 

 

BAGIAN III – RESISTENSI 

TRADISIONALIS – BEBERAPA HAL 

TENTANG MEREKA YANG SEDIKIT 

BANYAK MENGERTI BAHWA GEREJA 

PASCA-VATIKAN II HARUSLAH 

DILAWAN ATAU DITOLAK

Penampakan-Penampakan Palsu di Bayside, NY 

559 

 

36. Penampakan-Penampakan Palsu di 

Bayside, New York 

 

(Bagian ini menyingkap sejauh mana Iblis diperkenankan untuk menipu orang-orang tentang 

kemurtadan Vatikan II, para Anti-Paus Vatikan II dan Misa Baru) 

 

Pertanda di Bayside – namun , seperti yang kita akan lihat, bukanlah pertanda dari Surga 

Kami telah sering dihubungi oleh mereka yang mengikuti ‘penampakan-penampakan’ Bunda Maria dan 

Tuhan kita yang telah terjadi di berbagai bagian dunia selama beberapa dekade terakhir. Di antaranya, 

penampakan-penampakan di Bayside, New York sangat menonjol. Veronica Lueken mengaku telah 

menerima pesan-pesan dari Tuhan kita dan Bunda Maria mulai dari tahun 1970-an dan berakhir sekitar 

tahun 1990-an. Pesan-pesan Veronica dikenal sebagai Pesan Bayside. Pesan-pesan ini  sangatlah – 

dan masih tetap berpengaruh terhadap cara pandang banyak orang terhadap krisis sesudah  konsili 

Vatikan II. 

Penampakan-Penampakan Palsu di Bayside, NY 

560 

 

 

 

Veronica Lueken dalam keadaan ‘ekstasi’ di Bayside, NY – Seperti yang kita akan lihat, ia sedang melihat 

sesuatu, namun  bukan Bunda Maria ataupun Tuhan kita 

Veronica mengaku telah menerima pesan-pesan ini  beserta mukjizat-mukjizat dan tanda-tanda 

yang disaksikan oleh banyak orang di tempat penampakan Bayside. Di atas bagian ini yaitu  gambar dari 

bawah di Bayside di mana terlihat suatu tanda mukjizat rahmat di bagian kepala Veronica Lueken. 

Tampaknya, ada  ribuan gambar-gambar semacam itu di tanah Bayside. Hal ini tampak seperti 

‘tanda-tanda’; namun , seperti yang kita akan lihat, tanda-tanda ini tidaklah berasal dari Surga. 

Tentang akhir zaman, Tuhan kita memperingatkan dunia bahwa akan ada  tanda-tanda dan 

mukjizat-mukjizat palsu untuk menipu (jika hal itu mungkin terjadi) bahkan orang-orang terpilih. 

Penampakan-Penampakan Palsu di Bayside, NY 

561 

 

Matius 24:23-26- “Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, 

atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu 

akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-

mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. 

Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu. Jadi, apabila orang berkata 

kepadamu: Lihat, Ia ada di padang gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di 

dalam bilik, janganlah kamu percaya.” 

Di dalam peringatan ini, Tuhan kita membuat pernyataan yang sangat khusus bahwa jika orang-orang 

berkata bahwa mereka melihat-Nya di sini atau di sana pada hari-hari itu, janganlah percaya. Ia 

bahkan memakai  kata-kata yang menarik, ‘di dalam bilik’. Dalam kata lain, jika mereka berkata 

bahwa Tuhan kita tampak kepada mereka di dalam bilik-bilik ataupun ruangan mereka, janganlah 

percaya. Peringatan ini tentunya juga berkenaan dengan mereka yang berkata bahwa Bunda-Nya ada di 

sini atau di sana pada hari-hari itu. St. Paulus mengingatkan kita akan hal yang sama di 2 Tesalonika, dan 

sewaktu ia berbicara tentang waktu Kemurtadan Besar dan kedatangan Antikristus. 

2 Tesalonika 2:9-12: “Kedatangan si pendurhaka itu yaitu  pekerjaan Iblis, dan akan disertai 

rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, dengan rupa-rupa tipu 

daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa sebab  mereka tidak menerima dan 

mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka. Dan itulah sebabnya Allah 

mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta, supaya 

dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan.” 

Nubuat Marie-Julie Jahenny, Briton Stigmatist {Stigmatis Breton} (1891): 

“Pada waktu terjadinya hukuman-hukuman yang diumumkan di La Salette, akan muncul 

wahyu-wahyu palsu dari Neraka yang tidak terhitung jumlahnya bagaikan kerumuman 

lalat; upaya terakhir Setan untuk mencekik dan menghancurkan kepercayaan akan wahyu-

wahyu sejati lewat para pemalsu.”1 

Dalam menghadapi situasi ini, cara seorang Katolik memandang segala sesuatu yaitu  lewat ajaran 

Gereja Katolik. Jika suatu penampakan yang kelihatannya berasal dari Surga memberi  suatu 

pesan yang mengandung suatu bidah yang jelas, atau apa pun yang bertentangan dengan ajaran 

Gereja Katolik, cukuplah untuk membuktikan bahwa hal ini  tidak berasal dari Allah, namun  

dari Iblis. Allah tidak menentang diri-Nya sendiri. 

Galatia 1:8-9- “namun  sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan 

kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, 

terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau 

ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu 

terima, terkutuklah dia.” 

Hal-hal yang terjadi sesudah nya yaitu  beberapa dari bidah dan pesan yang jelas-jelas sesat di Bayside. 

Hal ini membuktikan bahwa penampakan-penampakan di Bayside bukanlah pesan-pesan sejati dari 

Bunda Maria maupun Tuhan kita. Kami akan membahas beberapa dari pesan-pesan sesat di Bayside. 

ada  banyak lagi pesan-pesan sesat Bayside yang kami tidak akan ikutsertakan supaya bagian ini 

tidak menjadi terlalu panjang. Fakta-fakta ini cukup untuk membuktikan bahwa Tuhan kita dan Bunda 

Maria tidak tampak maupun berbicara kepada Veronica Lueken. Sebenarnya Iblislah yang berpura-

pura menjadi Bunda Maria dan Tuhan kita yang memberi  kepada Veronica Lueken pesan-

pesan sesat untuk menyesatkan orang-orang. 

Penampakan-Penampakan Palsu di Bayside, NY 

562 

 

BAYSIDE MENGAJARKAN BAHWA ada  IMAN-IMAN LAIN DI SURGA 

‘Bunda Maria’ dari Bayside, 14 Agustus 1979:  

“Janganlah menghakimi saudara-saudarimu yang belum berkonversi. sebab  di dalam Rumah 

Bapaku, Putraku telah mengulang-ulangi, ingatlah selalu – bahwa di dalam Rumah Bapaku, 

ada  banyak ruangan di dalam Istananya, yang melambangkan iman-iman dan 

kepercayaan-kepercayaan.”2 

Pernyataan ini  yang diakui datang dari ‘Bunda Maria dari Bayside’, bahwa di dalam Rumah Bapa 

ada  banyak istana-istana yang melambangkan iman-iman dan kepercayaan-kepercayaan, jelas-jelas 

sesat. yaitu  suatu dogma yang telah didefinisikan secara infalibel bahwa hanya mereka yang meninggal 

dengan Iman Katolik masuk ke Surga, seperti yang kami telah bahas di dalam buku ini. 

Paus Eugenius IV, Syahadat Atanasius, Konsili Florence, Sesi 8, 22 November 1439, ex cathedra:  

“Siapa pun yang hendak diselamatkan, harus di atas segala hal menganut iman Katolik; jika 

seseorang tidak menjaganya dengan penuh dan utuh, tidak diragukan bahwa ia akan binasa 

selamanya...”3 

Bidah di Bayside tersingkap sebagai penampakan yang palsu dari Iblis, sebab  Bunda Maria tidak 

menentang dogma infalibel dan Takhta St. Petrus. Untuk mengatakan hal yang bertentangan yaitu  suatu 

bidah yang nista. 

Paus Leo XII, Ubi Primum (#14), 5 Mei 1824: 

“yaitu  sesuatu yang tidak mungkin bahwa Allah yang benar, yang merupakan kebenaran 

itu sendiri, sang Penyedia yang terbaik dan terbijaksana, dan Pemberi karunia kepada manusia 

yang baik, menyetujui semua sekte yang mengakui ajaran-ajaran sesat yang sering tidak 

konsisten satu sama lain dan bertentangan, dan memberi  keselamatan abadi kepada 

anggota-anggotanya... oleh iman ilahi kami mengakui satu Tuhan, satu iman, satu 

pembaptisan... Inilah mengapa kami mengakui bahwa tidak ada  keselamatan di luar 

Gereja.”4 

Pesan Bayside menentang apa yang harus dipegang umat Katolik di dalam iman ilahi, bahwa hanya 

ada  satu iman yang menuntun ke Surga, Iman Katolik, di luar mana tidak ada  keselamatan. 

ada  banyak istana di dalam rumah Bapa yang dirujuk di dalam Kitab Suci, hal ini merujuk kepada 

pahala-pahala yang berbeda-beda untuk para Katolik yang meninggal dalam keadaan rahmat. 

NUBUAT PALSU BAYSIDE TENTANG ANJLOKNYA PASAR 

‘Bunda Maria’ dari Bayside, 18 Juni 1988:  

“Dalam dua tahun atau kurang, akan terjadi keanjlokan pasar. Sistem keuangan seluruh dunia 

akan menjadi lumpuh. Hal ini , anakku, yaitu  mengapa engkau harus datang ke pada sore 

hari ini di tempat ini.”5 

Hal ini tidak pernah terjadi. 

NUBUAT PALSU BAYSIDE TENTANG BOLA PENEBUSAN 

‘Bunda Maria’ dari Bayside, 18 Juni 1988:  

“Janganlah takut, anakku; engkau harus melihat hal ini sebab  hal ini penting. Di dalam abad ini, 

Bola ini akan dikirimkan kepada umat manusia... Sudah hampir terlambat... sebuah Bola yang 

cepat bergulir menuju bumi! Hal ini  akan terjadi di sini di dalam abad ini, atau lebih awal.”6 

Penampakan-Penampakan Palsu di Bayside, NY 

563 

 

Suatu ciri khas dari penampakan-penampakan yang palsu masa kini yaitu  klaim bahwa sebuah bola 

penebusan akan datang menghancurkan Bumi atau kebanyakan dari bumi. Kami percaya bahwa tujuan 

Iblis dalam mempromosikan ide ini yaitu  untuk membuat orang-orang berfokus kepada hukuman fisik 

dan bukan penipuan rohani yang terjadi di dalam sekte Vatikan II. Bayside jelas-jelas menubuatkan 

bahwa komet/bola penebusan ini akan datang ‘dalam’ abad ke-20. Hal ini tidak pernah terjadi, dan 

oleh sebab  itu membuktikan bahwa Pesan Bayside yaitu  sesat. Terlebih lagi, lihatlah kata-kata dari 

pesan yang diakui datang dari ‘Bunda Maria’. Ia kelihatannya mengatakan bahwa bola ini akan datang ‘di 

dalam abad ini, atau lebih awal’, SEAKAN-AKAN IA TIDAK TAHU. Hal ini bukanlah pernyataan Bunda 

Maria, melainkan kebohongan dari Iblis. 

Sewaktu Bunda Maria berkomunikasi, ia biasanya berkata sedikit sekali. Ia mengungkapkan dirinya 

dengan tepat, dan ia tentunya tidak membuat nubuat palsu. Ia yaitu  Ratu para Nabi. 

BAYSIDE MENGAJARKAN BIDAH TENTANG KEKUATAN ALLAH, DAN BAHWA YOHANES PAULUS II BAIK 

‘Tuhan kita’ dari Bayside, 21 Agustus 1985: 

“Anak-anak-Ku – tiga tokoh dengan kekuatan besar yang merencanakan nasib Vikaris kalian 

[Yohanes Paulus II]. Kalian harus memperingatkannya agar ia mengenal orang-orang di 

sekelilingnya. Sewaktu ia membaca tulisan-tulisan mereka ia akan mengerti. namun , Kami juga 

meminta agar ia melewatkan lebih sedikit waktu untuk bepergian dari satu negara ke 

negara lain, sebab  ia membuat dua kali lebih sulit bagi Kami untuk melindunginya. 

Berdoalah dengan berjaga-jaga secara konstan. Kalian memiliki seorang Bapa yang baik dan suci 

pada saat ini di Roma, namun  jika ia berpindah dari sana, akan datang bencana.”7 

Menurut pesan ini, Tuhan kita berkata bahwa yaitu  dua kali lebih sulit bagi-Nya untuk melindungi 

seseorang yang bepergian. Ini jelas-jelas sesat. 

Paus Pius IX, Konsili Vatikan I, Sesi 3, Bab 1, Tentang Allah Pencipta segala sesuatu: 

“namun , SEGALA SESUATU YANG DICIPTAKAN OLEH ALLAH DILINDUNGI DAN DIPERINTAH-NYA 

DENGAN PENYELENGGARAANNYA, yang menjangkau ujung yang satu sampai ujung yang lain 

dengan perkasa dan yang mengatur segala sesuatu dengan manis, sebab, segala hal telanjang dan 

terbuka di depan mata-Nya, bahkan hal-hal yang, oleh tindakan bebas dari ciptaan, berada di 

masa depan.”8 

Penyelenggaraan dan kekuatan Allah terbentang dari satu ujung dunia ke ujung yang lain. Tidaklah sulit 

bagi-Nya untuk melakukan apa pun. Pernyataan di Bayside bukan hanya menentang Vatikan I, namun  juga 

Kitab Suci. Tuhan kita berkata kepada para Rasul-Nya bahwa ia dapat dalam sekejap memiliki lebih dari 

12 pasukan malaikat (Matius 26:53) dari Bapa-Nya, jika Ia memintakan-Nya. namun  Bayside mencoba 

meyakinkan kita bahwa sulit untuk Allah jika anda bepergian! Ini hanyalah salah satu dari banyak contoh 

yang membuktikan bahwa ada  bidah dan kesalahan yang memalukan di dalam Pesan Bayside. 

Allah membiarkan Iblis melakukan tanda-tanda palsu di tempat-tempat penampakan ini, pada 

waktu yang sama, Ia membiarkan (atau bahkan memaksa) Iblis untuk melakukan kesalahan-

kesalahan besar, agar mereka yang benar-benar menginginkan kebenaran dapat melihat bahwa 

pesan ini  yaitu  tipuan dari Iblis. 

Pesan di atas juga memberitahukan kita bahwa Yohanes Paulus II ‘baik’. Ini mungkin yaitu  bagian 

terburuk dari Pesan Bayside. Yohanes Paulus II memuji seluruh agama-agama sesat yang berbeda-beda 

dan mengajarkan bahwa kita seharusnya tidak mengonversikan para non-Katolik, seperti yang kami 

telah dokumentasikan di dalam buku ini. Yohanes Paulus II yaitu  seorang bidah yang jahat dan menolak 

Penampakan-Penampakan Palsu di Bayside, NY 

564 

 

Kristus. Lewat Veronica Lueken, Iblis ingin meyakinkan orang-orang bahwa seseorang yang 

mengkhotbahkan sebuah Injil baru, mempromosikan kemusyrikan dan indiferentisme rohani yaitu  

seseorang yang ‘baik’. 

 

Yohanes Paulus II di Assisi, tahun 1986, pada sebuah perkumpulan ekumenis, yang dikutuk oleh Paus 

Pius XI sebagai sebuah kemurtadan di dalam Mortalium Animos 

BAYSIDE MENGAJARKAN SUATU KEPALSUAN YANG JELAS TENTANG TELEVISI 

‘Bunda Maria’ dari Bayside, 27 September 1975: 

“Aku telah berulang kali memperingatkan kalian, dan semua anak-anakku tentang alat yang jahat 

ini, yaitu televisi kalian. Tidak ada alasan untuk mendapati mereka di dekat kalian.”9 

Menurut Pesan Bayside, ‘Bunda Maria’ berkata bahwa tidak ada alasan untuk memiliki sebuah televisi. 

Ini jelas-jelas konyol. Hal ini berarti seseorang tidak pernah bisa menonton sebuah video Katolik atau 

berita ataupun suatu tayangan yang dapat diterima dengan baik. Bunda Maria tentunya akan mengutuk 

penyalahgunaan televisi, dan kebanyakan hal di televisi, namun  pernyataan Bayside ini jelas-jelas sesat, 

dan bertentangan dengan ajaran Paus Pius XI di dala Vigilanti Cura pada tanggal 29 Juni 1936. 

Tentang film-film – dan tentunya ajarannya diterapkan kepada televisi pula – Pius XI menyatakan 

‘kemampuan baik serta buruk’. Secara intrinsik, film dan televisi tidaklah buruk; mereka dapat 

digunakan untuk hal yang baik maupun yang buruk. 

Paus Pius XI, Vigilanti cura (#18-19), 29 Juni 1936: 

“Kekuatan dari bioskop terletak di dalam fakta bahwa ia berbicara lewat gambar-gambar yang 

hidup, yang diterima dengan senang hati dan tanpa kesulitan, bahkan oleh mereka yang tidak 

terlatih dan terdidik, dan yang tidak akan dapat ataupun tidak berkeinginan untuk membuat 

upaya-upaya induksi ataupun deduksi yang dibutuhkan dalam penalaran. sebab  untuk 

membaca, atau mendengarkan suatu bacaan yang dibaca dengan keras memerlukan suatu 

konsentrasi dan upaya mental tertentu, suatu upaya yang di dalam bioskop digantikan oleh 

gambar-gambar yang hidup yang disajikan tanpa henti kepada mata {seseorang}... Teater-teater 

ini, yang menyerupai sekolah kehidupan sendiri, memiliki suatu pengaruh yang lebih besar untuk 

mendorong manusia kepada kebajikan atau keburukan dibandingkan  penalaran abstrak.”10 

Penampakan-Penampakan Palsu di Bayside, NY 

565 

 

Menarik bahwa Pius XI menunjukkan bahwa menonton suatu film memerlukan upaya mental yang lebih 

sedikit dibandingkan  membaca sebuah buku, yang merupakan sebab mengapa film dan televisi begitu 

populer. Kebanyakan orang tidak berkeinginan untuk membuat upaya mental yang diperlukan untuk 

membaca. sebab  gambar-gambar yang hidup ini  disajikan terus menerus kepada mata secara 

langsung oleh film, Pius XI menunjukkan bahwa hal ini  memiliki kekuatan yang besar untuk 

mendorong manusia ‘kepada kebajikan atau keburukan...’ Maka, film dan televisi dapat menuntun 

manusia kepada kebajikan, jika programnya bajik dan Katolik. Film dan televisi tidaklah secara intrinsik 

buruk. Pesan Bayside terbukti sekali lagi salah. 

NUBUAT PALSU BAYSIDE UNTUK PENERUS YOHANES PAULUS II 

‘Bunda Maria’ dari Bayside, 18 Juni 1988: 

“Mohon, anak-anakku, berdoa untuk Bapa Suci kalian, sang Paus. Kalian tidak boleh 

kehilangannya, sebab  penerusnya yang akan menggantikannya akan menghancurkannya jika ia 

bisa – ia akan mencoba untuk menghancurkan Paus Yohanes Paulus II.”11 

Ini yaitu  suatu nubuat palsu yang lain. Penerus Yohanes Paulus II, yang yaitu  Benediktus X VI, tidak 

mencoba untuk menghancurkannya, namun  ingin ‘menganonisasikannya’! Terlebih lagi, nubuat ini secara 

inheren bertentangan, sebab  bagaimanakah penerus Yohanes Paulus II dapat mencoba 

menghancurkannya sewaktu Yohanes Paulus II sudah akan mati? 

TUJUAN UTAMA PESAN-PESAN BAYSIDE: TETAPLAH BERADA DI DALAM PAROKI ANDA DI MISA BARU 

YANG TIDAK VALID DAN BERSAMA SANG ANTI-PAUS 

 

‘Bunda Maria’ dari Bayside, 14 Agustus 1981, TETAPLAH BERADA DI DALAM PAROKI KALIAN:  

“Hatiku, hati Anakku bersedih, selagi kami mengelilingi dunia... Kami dapat melihat suatu 

perpecahan yang hampir menjadi skisma... hal ini dipromosikan oleh Setan... Janganlah mengadili 

Rumah Anakku, Gereja-Nya, oleh manusia, walaupun ia yaitu  wakil – seorang wakil secara 

hukum dari Anakku... pada saat Anakku datang di dalam Konsekrasi, Ia tidak akan berpaling 

dibandingkan  kalian, Anakku. Oleh sebab  itu kalian tidak dapat berkata bahwa Misa tidaklah 

valid. Hal ini telah membawa dukacita yang besar kepada Hati Kami, sebab  banyak orang 

meninggalkan kawanan domba akibat hal ini.”12 

‘Bunda Maria’ dari Bayside, 3 Mei 1978: Tetaplah berada di dalam paroki kalian:  

“Kalian semua akan tetap berada di dalam Paroki gereja-gereja kalian.”13 

Perhatikan desakan dari Pesan ini kepada orang-orang untuk tetap berada di dalam Misa Baru! 

  

Penampakan-Penampakan Palsu di Bayside, NY 

566 

 

‘Bunda Maria’ dari Bayside, 14 Agustus 1981, Tetaplah berada di dalam paroki kalian:  

“Aku telah meminta kalian di masa lalu, dan aku meminta dan terus memohon kepada kalian, 

anak-anakku, agar tidak meninggalkan Vikar kalian di Roma, dan agar tidak meninggalkan 

paroki gereja kalian.”14 

‘Tuhan kita’ dari Bayside, 14 September 1986, Para tradisionalis telah disesatkan:  

“Kami mendengar semua nama di dalam telinga Kami tentang gereja-gereja yang lahir kembali, 

yang disebut Gereja Katolik Roma Tradisional. Anak-anakku, Kami tidak memerlukan lebih 

banyak Tradisionalis bertebaran dan menciptakan gereja-gereja baru.”15 

Iblis ingin supaya orang-orang tetap berada bersama Gereja palsu dari sekte Vatikan II. Ia ingin orang-

orang supaya tetap berada bersama Misa Baru yang tidak valid. Ini yaitu  seluruh tujuan dari Pesan-

pesan Bayside dan berbagai pesan-pesan sesat yang mirip. Iblis ingin mengurung para ‘Katolik’ yang 

berpikiran konservatif di dalam paroki-paroki Vatikan II, di dalam persekutuan bersama agama baru 

Vatikan II, dan di bawah para Anti-Paus Vatikan II yang yaitu  bidah terang-terangan dan tidak Katolik. 

Untuk mencapai hal ini, Iblis memakai  saksi-saksi palsu seperti Veronica Lueken. Dan agar 

tipuannya menjadi sangat efektif, di dalam pesan-pesan sesat yang diberikannya kepada mereka, ia 

menyisipkan pernyataan-pernyataan yang konservatif. Pernyataan-pernyataan yang konservatif ini – 

seperti mendorong orang-orang untuk berdoa Rosario, mengenakan skapular, mencela modernisme, 

menolak pelecehan liturgis, dst. – bermaksud untuk menipu. Semua hal ini yaitu  bagian dari pesan-

pesan Bayside. sebab  orang-orang tidak menerima dan mengasihi kebenaran (2 Tesalonika 2), Allah 

membiarkan mereka menjadi tertipu oleh tanda-tanda palsu yang telah muncul di tempat-tempat 

penampakan ini . 

Sayangnya, rencana Iblis begitu efektif. Kami telah berhubungan dengan banyak orang yang terus 

menghadiri Misa Baru – walaupun mereka menyayangkan pelecehan-pelecehannya, tentunya, sebab  

Pesan Bayside memerintahkan mereka untuk melakukannya – hanya sebab  mereka percaya akan 

Bayside. Mereka tidak ingin mendengarkan argumen-argumen Magisterium (argumen-argumen dari 

otoritas pengajaran tradisional Gereja) yang menunjukkan bahwa Misa Baru bukanlah Misa, namun , 

mereka tetap menempel kepada Bayside. Mereka tidak mengacuhkan semua bukti bahwa Paulus VI, 

Yohanes Paulus II dan Benediktus XVI bukanlah Katolik; mereka hanya menempel kepada Bayside. Kami 

kenal seluruh anggota dari sebuah keluarga yang telah dibesarkan dalam agama Konsiliar – misalnya, 

yang menghadiri Misa indult dan Misa Baru, dan bukan Misa Tradisional saja di dalam kapel independen 

– hanya sebab  mereka mengikuti Bayside. 

Sayangnya, jika mereka tetap berada di dalam jalan mereka kini, mereka akan kehilangan keselamatan 

mereka, sebab  mereka telah memilih untuk mendengarkan suara-suara aneh dan bukan kebenaran yang 

disampaikan lewat ajaran Gereja Katolik. Tuhan kita, sewaktu Ia mengadili mereka, akan mengulangi 

kepada mereka apa yang Ia peringatkan kepada kita di dalam Kitab Suci: 

Matius 24:23-26- “Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau 

Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan 

muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga 

sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. Camkanlah, Aku sudah 

mengatakannya terlebih dahulu kepadamu. Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di 

padang gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah kamu 

percaya.” 

Penampakan-Penampakan Palsu di Bayside, NY 

567 

 

Berikut yaitu  salah satu dari contoh-contoh yang tidak terhitung banyaknya yang dapat diberikan 

tentang suatu pesan ‘konservatif’ yang disemaikan Iblis di antara pesan-pesan Bayside. Iblis memberi 

tahu mereka agar tetap berada di dalam paroki Vatikan II dan di bawah Anti-Paus dan sedangkan... 

‘Bunda Maria’ dari Bayside, 14 Agustus 1974 – Vatikan II:  

“Iblis hadir – Ia mendengarkan dengan telinga-telinga yang waspada di Konsili Besar itu 

[Vatikan II]. Ia menunggu setiap gerak-gerik, dan menempatkan wakil-wakilnya dari antara 

kalian! Mengakulah dan kembalilah ke jalan yang benar! Kalian telah tertipu.”16 

Hal ini menggelitik telinga-telinga dari orang-orang yang tahu bahwa Vatikan II menyebabkan krisis 

rohani ini . Maka, Iblis memberi tahu mereka bahwa ada  masalah-masalah dalam Vatikan II, 

dan pada waktu yang sama, ia membuat mereka tetap berada di dalam sekte yang sama yang diciptakan 

Vatikan II. Ia begitu pandai. Veronica juga berkata bahwa ia mendapat wahyu bahwa jika Misa Latin 

dimunculkan kembali, hukuman yang akan datang akan terhindarkan. Maka orang-orang diberitahukan 

bahwa Misa Latin lebih baik, namun  Misa Baru juga valid dan tidak seharusnya ditinggalkan. 

VERONICA LUEKEN yaitu  PENGERAS SUARA IBLIS 

 

‘Bunda Maria’ dari Bayside, 25 Juli 1985:  

“...Pada saat Kami telah sampai kepadamu di Bayside, di rumahmu, Anakku, Kami telah mencari 

bersama Theresa dalam waktu yang lama untuk seorang Veronica...Ia yang di puncak Surga 

mendekati banyak jiwa-jiwa untuk menjadi pembawa pesan, pengeras suara, untuk Bapa yang 

Kekal, lewat Anakku...”17 

Veronica Lueken telah terpilih dan digunakan untuk menjadi pengeras suara Iblis. Pesan-pesan palsunya, 

yang bertentangan dengan ajaran Katolik, telah membawa dampak-dampak yang mencelakakan banyak 

jiwa-jiwa. Secara umum, apa yang dikatakan di dalam artikel ini juga berlaku kepada berbagai 

penampakan palsu di dalam beberapa dekade lalu. Hal ini berlaku untuk penampakan-penampakan palsu 

di Medjugorje, yang mengandung bidah yang jelas; hal ini berlaku untuk penampakan-

penampakan/perkataan-perkataan palsu kepada Don Gobbi, John Leary, dst., dst., dst. Beberapa 

Penampakan-Penampakan Palsu di Bayside, NY 

568 

 

penampakan-penampakan ini yang sedikit lebih konservatif; sedangkan beberapa sedikit lebih liberal. 

Iblis memakai  rasa yang berbeda-beda untuk menarik berbagai macam orang, namun  mereka semua 

memberi  pesan yang sesat akan kemurtadan pasca-Vatikan II. Hampir semuanya berkata tentang hal 

yang sama tentang Yohanes Paulus II. 

Kesimpulannya, fakta-fakta ini menunjukkan kepada kita betapa jauhnya Iblis telah mencoba menipu 

(dengan seizin Allah) orang-orang dan membuat mereka tetap berada dengan Misa Baru dan para Anti-

Paus Vatikan II. Ini harus menjadi suatu peringatan kepada semua orang betapa seriusnya 

penipuan rohani yang kita hadapi pada masa ini. 

_______________________________ Bagian 36: 

 

1 Rev. R. Gerald Culleton, The Reign of Antichrist {Kekuasaan Antikristus}, IL: Tan Books, 1974, hal. 177. 

2 Our Lady of the Roses (Blue Book) {Bunda Maria Mawar (Buku Biru)}, “pesan-pesan” Bayside, diterbitkan oleh 

Apostles of Our Lady, Inc. Lansing, MI, 1993, hal. 81. 

 

3 Decrees of the Ecumenical Councils {Dekret-Dekret Konsili-Konsili Ekumenis}, Sheed & Ward dan Georgetown 

University Press, 1990, Vol. 1, hal. 550-553; Denzinger, The Sources of Catholic Dogma {Sumber-Sumber Dogma 

Katolik}, B. Herder Book. Co., Edisi Ketiga puluh, 1957, 39-40. 

 

4 The Papal Encyclicals {Ensiklik-Ensiklik Paus}, Vol. 1 (1740-1878), hal. 201. 

 

5 Our Lady of the Roses (Blue Book) {Bunda Maria Mawar (Buku Biru)}, “pesan-pesan” Bayside, hal. 108. 

6 Our Lady of the Roses (Blue Book) {Bunda Maria Mawar (Buku Biru)}, “pesan-pesan” Bayside, hal. 108. 

 

7 Our Lady of the Roses (Blue Book) {Bunda Maria Mawar (Buku Biru)}, “pesan-pesan” Bayside, hal. 103. 

 

8 Denzinger 1784. 

 

9 Our Lady of the Roses (Blue Book) {Bunda Maria Mawar (Buku Biru)}, “pesan-pesan” Bayside, hal. 86. 

 

10 The Papal Encyclicals {Ensiklik-Ensiklik Paus}, Vol. 3 (1903-1939), hal. 519. 

 

11 Our Lady of the Roses (Blue Book) {Bunda Maria Mawar (Buku Biru)}, “pesan-pesan” Bayside, hal. 108. 

 

12 Our Lady of the Roses (Blue Book) {Bunda Maria Mawar (Buku Biru)}, “pesan-pesan” Bayside, hal. 83. 

13 Our Lady of the Roses (Blue Book) {Bunda Maria Mawar (Buku Biru)}, “pesan-pesan” Bayside, hal. 83. 

 

14 Our Lady of the Roses (Blue Book) {Bunda Maria Mawar (Buku Biru)}, “pesan-pesan” Bayside, hal. 83. 

 

15 Our Lady of the Roses (Blue Book) {Bunda Maria Mawar (Buku Biru)}, “pesan-pesan” Bayside, hal. 104. 

 

16 Our Lady of the Roses (Blue Book) {Bunda Maria Mawar (Buku Biru)}, “pesan-pesan” Bayside, hal. 87. 

 

17 Our Lady of the Roses (Blue Book) {Bunda Maria Mawar (Buku Biru)}, “pesan-pesan” Bayside, hal. 102. 

Medjugorje: Penampakan Palsu 

569 

 

37. Apa Kata Medjugorje? Pesan Medjugorje 

Membuktikan bahwa Penampakannya Juga 

yaitu  Penampakan Palsu 

 

“Sang Perawan selalu menekankan bahwa hanya ada  satu Allah dan bahwa orang-orang telah 

memaksakan pemisahan yang tidak alamiah. Seseorang tidak benar-benar percaya, dan bukanlah 

seorang Kristiani sejati, jika ia tidak menghormati pula agama-agama lain.”1 – ‘Saksi’ Ivanka 

Ivankovic 

“Sang Perawan berkata bahwa agama-agama terpisah di dunia, namun  orang-orang dari semua 

agama diterima oleh Putranya.”2 – ‘Saksi’ Ivanka Ivankovic 

“Pertanyaan: “Apakah Bunda yang Terberkati memanggil semua orang untuk menjadi 

Katolik?” Jawaban: “Tidak. Bunda yang Terberkati berkata bahwa ia dan Putranya mencintai 

semua agama.”3 – ‘Saksi’ Vicka Ivankovic 

Ini yaitu  kemurtadan di dalam Pesan Medjugorje. Ini yaitu  suatu penolakan dogma Di Luar Gereja 

Katolik Tidak ada  Keselamatan; dan merupakan penolakan total terhadap ajaran yang jelas dari 

Kitab Suci akan perlunya untuk percaya kepada Yesus Kristus, Putra Allah, untuk keselamatan. Hal ini 

membuktikan bahwa Medjugorje, seperti penampakan-penampakan palsu modern, yaitu  penipuan dari 

Iblis. Mereka yang sadar akan fakta-fakta ini dan menolak untuk menganggapnya sebagai penampakan 

palsu pada waktu yang sama menolak Iman Katolik. 

_______________________________ Bagian 37:

 

1 The Apparitions of Our Lady of Medjugorje {Penampakan-Penampakan Bunda Maria dari Medjugorje}, Franciscan 

Herald Press, 1984. 

 

2 The Apparitions of Our Lady of Medjugorje {Penampakan-Penampakan Bunda Maria dari Medjugorje}, Franciscan 

Herald Press, 1984. 

 

3 Janice T. Connell, The Visions of the Children, The Apparitions of the Blessed Mother at Medjugorje {Wahyu-Wahyu 

kepada Anak-Anak, Penampakan-Penampakan Bunda yang Terberkati di Medjugorje}, St. Martin's Press, Agustus 

1992. 

Apakah Vatikan II Infalibel? 

570 

 

38. Apakah Vatikan II Infalibel? Jika Anda 

Percaya bahwa Paulus VI yaitu  Seorang 

Paus Sejati, Ya. 

 

“Semua dan masing-masing pokok, yang telah diuraikan dalam Dekret ini telah mendapat  

persetujuan dari para bapa. Kami pula, dengan Otoritas Apostolik yang diberikan kepada kami oleh 

Kristus, bersama para bapa yang terhormat, menyetujui, mendekretkan dan menetapkan hal-hal 

ini di dalam Roh Kudus, dan kami memerintahkan supaya apa yang sudah dinyatakan di dalam sinode 

[konsili] ini diterbitkan untuk kemuliaan Allah... Saya, Paulus, Uskup Gereja Katolik.”1 (Paulus VI, 

dengan khidmat menutup semua dokumen dari Vatikan II) 

Kami telah menyingkap secara rinci bidah-bidah Vatikan II. Kami juga telah menunjukkan bahwa para 

pria yang menjalankan Konsili non-Katolik ini bukanlah Paus sejati dari Gereja Katolik, melainkan 

Anti-Paus. Walaupun orang-orang tertentu telah melihat semua buktinya, mereka tetap tidak yakin. 

Mereka percaya bahwa memang ada  masalah doktrin dengan Vatikan II, namun , menurut mereka 

tidak menjadi masalah untuk Paulus VI sebab  ia tidak mempermaklumkan satu pun bidah Vatikan II. 

“Bidah-bidah Vatikan II tidaklah menjadi masalah”, kata mereka, “sebab  Vatikan II tidaklah infalibel!” 

Sekarang kami akan menunjukkan bahwa jika Paulus VI yaitu  seorang Paus sejati, dokumen-dokumen 

Vatikan II telah dipermaklumkan secara infalibel. Hal ini akan membuktikan kembali bahwa Paulus VI 

(sang bidah yang mempermaklumkan dokumen-dokumen murtad dari Vatikan II, mengubah ritus-ritus 

ketujuh sakramen, mengubah Misa menjadi ibadat Protestan, merencanakan kehancuran secara 

sistematis dan mendunia dari Katolisisme, menghancurkan sistem sekolah Katolik sedunia, dan memulai 

kemurtadan terbesar dari Katolisisme di dunia) bukanlah dan tidaklah dapat menjadi seorang Paus 

sejati. Ia yaitu  seorang Anti-Paus. 

ada  tiga syarat yang harus dipenuhi bagi seorang Paus untuk mengajar secara infalibel: [1] Sri Paus 

harus memenuhi tugasnya sebagai gembala dan pengajar atas semua umat Kristiani; [2] ia harus 

mengajar atas dasar otoritas apostoliknya yang tertinggi; dan [3] ia harus mendefinisikan suatu 

bahwa suatu doktrin tentang iman atau moral harus dipegang oleh Gereja universal. Jika seorang 

Paus memenuhi semua syarat ini, ia, lewat pertolongan ilahi, yang dijanjikan kepadanya sebagai penerus 

Petrus, beroperasi secara infalibel, seperti yang diajarkan oleh definisi dari Konsili Vatikan I berikut. 

Paus Pius IX, Konsili Vatikan I, Sesi 4, Bab 4: 

“ ... bahwa sewaktu Sri Paus Roma berbicara secara ‘ex cathedra’, yakni, [1] SEWAKTU IA 

MENDEFINISIKAN ATAS DASAR OTORITAS APOSTOLIKNYA YANG TERTINGGI, DEMI 

MENUNAIKAN TANGGUNG JAWABNYA SEBAGAI GEMBALA DAN PENGAJAR SEGENAP UMAT 

KRISTIANI, BAHWA SUATU DOKTRIN TENTANG IMAN ATAU MORAL HARUS DIPERCAYAI 

OLEH GEREJA UNIVERSAL, ia bertindak sepenuhnya dengan infalibilitas ini, berkat pertolongan 

ilahi yang telah dijanjikan kepadanya dalam pribadi Petrus yang terberkati, yaitu infalibilitas 

yang telah dikehendaki oleh sang Penebus ilahi sebagai bekal bagi Gereja dalam mendefinisikan 

doktrin yang menyangkut iman atau moral; dan dengan demikian, bahwa definisi-definisi 

semacam itu dari Sri Paus Roma tidak dapat diubah atas dasar dirinya sendiri, dan bukan atas 

dasar pemufakatan Gereja. Barang siapa, hendaknya Allah mencegahnya, sedemikian gegabahnya 

sehingga menentang definisi Kami ini; terkutuklah dia.”2 

Apakah Vatikan II Infalibel? 

571 

 

Kami sekarang akan membuktikan lewat setiap poin bahwa maklumat Paulus VI akan dokumen-

dokumen Vatikan II memenuhi ketiga dari persyaratan ini , yang akan membuat dokumen-dokumen 

Vatikan II infalibel jika ia yaitu  seorang Paus sejati. 

1) Seorang Paus harus bertindak sebagai Gembala dan pengajar semua orang 

Kristiani 

Syarat pertama bagi seorang Paus untuk mengajar secara infalibel yaitu  bahwa ia harus bertindak 

sebagai gembala dan pengajar semua orang Kristiani. Jika ia yaitu  Paus sejati, Paulus VI memenuhi 

persyaratan ini. 

 

SEMUA 16 DOKUMEN DARI VATIKAN II BERMULA DENGAN KATA-KATA BERIKUT: 

 

“PAULUS, USKUP, HAMBA PARA HAMBA ALLAH, BERSAMA BAPA-BAPA KONSILI SUCI DEMI 

KENANGAN ABADI”3 

 

Paus Eugenius IV memulai sesi ke-9 dari Konsili Florence yang dogmatis dengan kata-kata berikut: 

“Eugenius, uskup, hamba para hamba Allah, demi kenangan abadi.”4 Paulus Yulius II memulai 

sesi ke-3 dari Konsili Lateran V yang dogmatis dengan kata-kata berikut: “Yulius, uskup, hamba 

para hamba Allah, dengan persetujuan dari konsili suci, demi kenangan abadi.”5 Dan Paus Pius 

IX memulai sesi pertama dari Konsili Vatikan I dengan kata-kata berikut: “Pius, uskup, hamba para 

hamba Allah, dengan persetujuan dari konsili suci, untuk kenangan abadi.”6 Ini yaitu  cara 

yang lazim di mana dekret konsili-konsili umum/dogmatis/ekumenis dimulai secara khidmat oleh 

para Paus. Paulus VI memulai setiap dokumen dari Vatikan II dengan cara yang sama, dengan 

kata-kata yang sama! 

 

Dengan memulai setiap dokumen Vatikan II dengan cara ini, Paulus VI (jika ia yaitu  seorang Paus 

sejati) jelas-jelas memenuhi persyaratan pertama untuk mengajarkan secara infalibel. 

 

2) Seorang Paus harus mengajar sesuai dengan otoritas apostoliknya yang tertinggi 

Syarat kedua bagi seorang Paus untuk mengajar secara infalibel yaitu  bahwa ia harus mengajar 

sesuai dengan otoritas apostoliknya yang tertinggi. Jika ia yaitu  seorang Paus, Paulus VI memenuhi 

persyaratan ini. 

SELURUH 16 DOKUMEN VATIKAN II BERAKHIR DENGAN KATA-KATA INI (ATAU KATA-KATA 

YANG PADA DASARNYA IDENTIK DENGAN KATA-KATA BERIKUT): 

“SEMUA DAN MASING-MASING POKOK, YANG TELAH DIURAIKAN DALAM DEKRET INI 

TELAH mendapat  PERSETUJUAN DARI PARA BAPA. KAMI PULA, DENGAN OTORITAS 

APOSTOLIK YANG DIBERIKAN KEPADA KAMI OLEH KRISTUS, BERSAMA PARA BAPA YANG 

TERHORMAT, MENYETUJUI, MENDEKRETKAN DAN MENETAPKAN HAL-HAL INI DI DALAM 

ROH KUDUS, DAN KAMI MEMERINTAHKAN SUPAYA APA YANG SUDAH DINYATAKAN DI 

DALAM SINODE [KONSILI] INI DITERBITKAN UNTUK KEMULIAAN ALLAH... SAYA, PAULUS, 

USKUP GEREJA KATOLIK.”7 

Wah! Fakta yang tidak diketahui banyak orang ini benar-benar menghancurkan semua gugatan 

bahwa Paulus VI yaitu  seorang Paus sejati. Paulus VI mengakhiri setiap dokumen Vatikan II dengan 

mendoakan ‘otoritas apostolik’-nya, yang diikuti dengan tanda tangannya! Ia jelas-jelas memenuhi 

persyaratan kedua untuk infalibilitas. Faktanya, paragraf ini dengan sendirinya memenuhi bukan 

Apakah Vatikan II Infalibel? 

572 

 

hanya persyaratan kedua untuk Infalibilitas Kepausan, namun  ketiga-tiganya; sebab  di dalamnya, kita 

dapat melihat Paulus VI ‘menyetujui, mendekretkan dan menetapkan’ di dalam ‘Roh Kudus’ dan di 

‘dengan otoritas apostolik’-nya segala hal yang terkandung di dalam setiap dokumen! Ini yaitu  gaya 

bahasa yang infalibel. Orang-orang yang menolak hal ini tidak mengerti apa yang ia katakan. 

 

Persetujuan yang diberikan kepada Vatikan II oleh Paulus VI (yang dikutip di atas) bahkan lebih 

khidmat dari persetujuan yang diberikan kepada Konsili Nicea (325) yang infalibel oleh Paus St. 

Silvester. Hal ini  lebih khidmat dari persetujuan yang diberikan kepada Konsili Efesus (431) 

yang infalibel oleh Paus St. Selestinus. Dalam kata lain, dengan menyetujui konsili-konsili sejati 

Gereja Katolik ini , para Paus sejati ini menyetujui dokumen-dokumen konsili-konsili ini  

dengan cara yang bahkan jauh lebih sederhana dibandingkan  cara Paulus VI menyetujui Vatikan II; 

walaupun demikian, persetujuan mereka terhadap konsili-konsili sejati ini  cukup untuk 

menjadi infalibel dan mengikat – suatu fakta yang tidak dipertanyakan oleh seorang Katolik pun. 

 

Oleh sebab  itu, yaitu  sebuah fakta bahwa setiap dokumen Vatikan II merupakan sebuah tindakan 

khidmat dari Paulus VI. Setiap dokumen ditandatangani olehnya; mereka semua bermula dengan 

kata-katanya sebagai ‘gembala dan pengajar semua orang Kristiani’; dan setiap dokumen ini  

berakhir dengannya ‘menyetujui, mendekretkan dan menetapkan’ seluruh isi dokumen ini  di 

dalam ‘otoritas apostolik’-nya. 

 

Hal ini membuktikan bahwa jika Paulus VI yaitu  Paus, dokumen-dokumen Vatikan II infalibel! 

namun  dokumen-dokumen Vatikan II tidaklah infalibel; mereka jahat dan sesat. Oleh sebab  itu, hal 

ini MENGHANCURKAN SEGALA KEMUNGKINAN bahwa Paulus VI yaitu  seorang Paus sejati; 

sebab  seorang Paus sejati tidak pernah dapat mempermaklumkan dokumen-dokumen sesat Vatikan 

II di dalam cara yang otoritatif seperti ini. 

 

3) Seorang Paus harus menjelaskan suatu doktrin tentang iman atau moral yang 

harus dipercayai oleh Gereja universal 

Kami telah membuktikan bahwa Paulus VI memenuhi ketiga persyaratan untuk mengajar secara 

infalibel di Vatikan II jika ia yaitu  Paus. Demi kelengkapan, kami akan menuntaskan bukti poin-

demi-poin dengan mencatat bahwa dokumen-dokumen Vatikan II dipenuhi ajaran-ajaran tentang 

iman dan moral (bagian dari persyaratan ketiga). Dan mereka harus dipercayai oleh Gereja universal, 

jika Paulus VI yaitu  Paus sebab  Paulus VI menyetujui, mendekretkan, dan menetapkan secara 

khidmat segala hal ini , dengan ‘otoritas apostolik’-nya, dan memerintahkan mereka untuk 

diterbitkan. 

Maka, syarat ketiga untuk infalibilitas juga terpenuhi oleh Paulus VI di dalam maklumatnya di 

Vatikan II. namun  masih ada lagi! 

Di dalam ikhtisarnya yang menyatakan bahwa konsili sudah ditutup, Paulus VI kembali menyebutkan 

‘otoritas apostolik’-nya dan mengakui bahwa semua konstitusi, dekret, dan deklarasi Vatikan II telah 

disetujui dan dipermaklumkan olehnya. Ia lalu berkata bahwa semua itu harus ‘ditaati secara 

khusyuk oleh semua umat beriman’! 

  

Apakah Vatikan II Infalibel? 

573 

 

Paulus VI berkata bahwa Vatikan II harus Ditaati Secara Khusyuk 

Paulus VI, Breve ‘Kepausan’ yang menyatakan Penutupan Konsili, 8 Desember 1965: 

“Pada akhirnya, segala hal yang bersangkutan dengan Konsili Ekumenis kudus ini  telah, 

dengan pertolongan Allah, selesai dan SEMUA KONSTITUSI, DEKRET, DEKLARASI DAN 

MOSINYA TELAH DISETUJUI OLEH PERTIMBANGAN DARI SINODE DAN DIPERMAKLUMKAN 

OLEH KAMI. Oleh sebab  itu, kami memutuskan untuk menutup untuk semua maksud dan 

tujuan, DENGAN OTORITAS APOSTOLIK KAMI. Konsili Ekumenis yang sama ini yang digelar 

oleh pendahulu kami, Paus Yohanes XXIII, yang membukanya pada tanggal 11 Oktober 1962, dan 

yang telah dilanjutkan oleh kami sesudah  kematiannya. KAMI LALU MEMUTUSKAN BAHWA 

SEGALA HAL YANG TELAH DITETAPKAN OLEH SINODE INI HARUS DITAATI SECARA 

KHUSYUK OLEH SEMUA UMAT BERIMAN, demi kemuliaan Allah dan martabat Gereja... KAMI 

TELAH MENYETUJUI DAN MENETAPKAN HAL-HAL INI, MENDEKRETKAN BAHWA SURAT-

SURAT INI yaitu  DAN TETAP TIDAK BERUBAH DAN VALID, DAN HARUS MEMILIKI 

EFEKTIVITAS LEGAL, agar surat-surat ini dapat disebarluaskan dan menghasilkan dampak yang 

penuh dan lengkap, dan agar surat-surat ini dapat divalidasikan bersamaan oleh mereka yang 

bersangkutan, atau yang mungkin bersangkutan sekarang dan di masa depan; dan agar, seperti 

yang telah diduga dan dijelaskan, SEMUA UPAYA YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL 

INI OLEH SIAPA PUN ATAU OTORITAS APA PUN, SECARA SENGAJA MAUPUN DALAM 

KETIDAKTAHUAN, TIDAKLAH VALID DAN TIDAKLAH BERNILAI SEJAK SAAT INI. Diberikan 

di Roma, di Gereja St. Petrus, di bawah [meterai] cincin nelayan, 8 Desember... tahun 1965, tahun 

ketiga dari Kepausan kami."8 

 

Anda melihatnya. Konsili Vatikan II yang murtad haruslah ‘ditaati secara khusyuk’, jika anda 

mengikuti Paulus VI. Tidak diragukan lagi bahwa jika Paulus VI yaitu  seorang Paus sejati, pintu 

Alam Maut telah mengalahkan Gereja Katolik pada tanggal 8 Desember 1965. Jika Paulus VI yaitu  

Paus, janji-janji Yesus Kristus kepada Gereja-Nya telah gagal. Jika Paulus VI yaitu  Paus, seluruh 

ajaran Vatikan II tentang iman dan moral telah dipermaklumkan secara infalibel (ex cathedra). 

namun  hal ini tidak mungkin terjadi – dan semua orang yang berkata bahwa hal ini  mungkin 

terjadi tidak percaya akan ajaran Katolik tentang indefektibilitas Gereja Katolik. Maka kita tahu 

bahwa Giovanni Montini (Paulus VI) bukanlah seorang penerus Petrus yang sejati, namun  

seorang Anti-Paus yang tidak valid – yang kami telah buktikan dengan sangat jelas sewaktu 

kami menyingkapkan bidah-bidahnya yang luar biasa yang menunjukkan bahwa ‘pemilihan’-

nya – sebab  ia yaitu  seorang bidah terang-terangan – tidak valid. 

 

Dan jika anda tidak yakin akan hal ini, tanyakanlah kepada diri anda sendiri pertanyaan ini: Apakah 

mungkin bagi seorang Paus Katolik untuk ‘menyetujui, mendekretkan, dan menetapkan’ semua bidah-

bidah Vatikan II ‘di dalam Roh Kudus’ dan dengan ‘otoritas apostolik’-nya? Indra Katolik anda 

mengatakan jawabannya. Tidak mungkin. Maka, mereka yang mengakui bahwa bidah-bidah dari 

Vatikan II dan fakta-fakta yang kami sajikan di sini, yang tetap berkata bahwa yaitu  mungkin bahwa 

Anti-Paus Paulus II yaitu  seorang Paus sejati, sayangnya masih berada di dalam kesesatan sebab  

mereka menolak Infalibilitas Kepausan dan untuk berpegang kepada sebuah posisi yang berarti 

bahwa pintu Alam Maut telah mengalahkan Gereja Katolik. 

 

Beberapa orang akan berargumentasi bahwa agar seorang Paus dapat berbicara ex cathedra, ia harus 

mengutuk pandangan yang berlawanan atau memberi  sanksi untuk mereka yang tidak 

mematuhinya. Hal ini tidak benar. Tidak ada sama sekali di dalam definisi Paus Pius IX tentang 

infalibilitas Kepausan dikatakan bahwa seorang Paus harus mengutuk agar dapat beroperasi secara 

Apakah Vatikan II Infalibel? 

574 

 

infalibel. ada  beberapa  definisi infalibel di mana para Paus tidak mengutuk atau memberi  

sanksi. 

 

Bantahan-bantahan – Kami sekarang akan menjawab bantahan-bantahan yang umum yang dibuat 

oleh mereka yang berargumentasi bahwa Vatikan II tidak dipermaklumkan secara infalibel oleh 

Paulus VI bahkan jika ia yaitu  seorang Paus. 

 

Bantahan #1) Pada pidatonya yang membuka Vatikan II, Yohanes XXIII berkata bahwa Vatikan II 

akan menjadi suatu ‘konsili yang pastoral’. Hal ini membuktikan bahwa Vatikan II tidaklah infalibel! 

 

Jawaban: Hal ini tidak benar. Yohanes XXIII tidak berkata di dalam pidato pembukaannya di konsili 

Vatikan II bahwa Vatikan II akan menjadi suatu konsili yang pastoral. Berikut yaitu  perkataan 

Yohanes XXIII yang sesungguhnya: 

 

Yohanes XXIII, Pidato Pembukaan di Vatikan II, 11 Oktober 1962: 

“Substansi dari khazanah iman yang kuno ini yaitu  satu hal, dan cara untuk menyajikannya yaitu  

hal yang lain. Dan cara penyajiannyalah yang harus benar-benar dicermati, jika perlu, dengan 

kesabaran, dengan mempertimbangkan segala hal di dalam formula dan proporsi DARI SUATU 

MAGISTERIUM YANG KARAKTER POKOKNYA BERSIFAT PASTORAL.”9 

 

Di sini kita dapat melihat bahwa Yohanes XXIII tidak berkata bahwa Vatikan II akan menjadi 

suatu konsili yang pastoral. Ia berkata bahwa Vatikan II akan mencerminkan Magisterium Gereja, 

yang karakter pokoknya bersifat pastoral. Maka, walaupun ada  mitos yang tersebar begitu luas, 

faktanya yaitu  bahwa Yohanes XXIII tidak pernah menyebut Vatikan II sebagai suatu konsili 

pastoral di dalam pidato pembukaannya. Omong-omong, bahkan jika Yohanes XXIII menyebut 

Vatikan II sebagai suatu konsili yang pastoral di dalam pidato pembukaannya, hal ini tidak berarti 

bahwa Vatikan II tidak infalibel. Walaupun sesuatu dideskripsikan sebagai pastoral, tidak berarti 

secara ipso facto (oleh sebab  fakta itu sendiri) bahwa hal itu tidak infalibel. Maka, bahkan jika 

Yohanes XXIII memang menggambarkan Vatikan II sebagai suatu konsili yang pastoral (yang tidak ia 

lakukan) hal ini tidak akan membuktikan bhawa Vatikan II tidak infalibel. 

 

Yang lebih penting, yaitu  fakta bahwa Yohanes XXIII tidak menyebut Vatikan II sebagai sebuah 

konsili pastoral di dalam pidato pembukaannya di Vatikan II tidak berarti apa-apa. Hal ini 

disebabkan, seperti yang kita telah lihat, oleh fakta bahwa Paulus VI-lah yang secara khidmat 

meneguhkan bidah-bidah Vatikan II; dan peneguhan Paulus VI (dan bukan Yohanes XXIII)-lah 

yang membuktikan bahwa Vatikan II mengikat mereka yang menerimanya. 

 

Bantahan #2) Paulus VI berkata di dalam Audiens Umum-nya pada tanggal 12 Januari 1966 bahwa 

Vatikan II ‘telah menghindari pernyataan dengan cara yang luar biasa tentang dogma-dogma yang 

dipengaruhi tanda infalibilitas’.  

 

Jawaban: Memang benar, Paulus VI menyatakan pada tahun 1966 (sesudah  Vatikan II sudah 

dipermaklumkan secara khidmat) bahwa Vatikan II ‘telah menghindari pernyataan dengan cara yang 

luar biasa tentang dogma-dogma yang dipengaruhi tanda infalibilitas’. Bagaimanapun, pernyataan 

Anti-Paus Paulus VI pada tahun 1966 tidak relevan. Hal ini  tidak dan tidak dapat mengubah 

fakta bahwa ia telah mempermaklumkan secara khidmat (di dalam cara yang infalibel jika ia yaitu  

seorang Paus) seluruh dokumen dari Vatikan II pada tanggal 8 Desember 1965. Paulus VI telah 

menandatangani dan memeteraikan Vatikan II lama sebelum 12 Januari 1966. Vatikan II 

Apakah Vatikan II Infalibel? 

575 

 

ditutup secara khidmat pada tanggal 8 Desember 1965. Hal ini berarti bahwa jika Paulus VI 

yaitu  seorang Paus (ia bukan seorang Paus), pintu Alam Maut telah mengalahkan Gereja pada 

tanggal 8 Desember 1965 lewat maklumatnya yang khidmat dan final akan segala dokumen Vatikan 

II yang sesat pada hari itu. 

 

Magisterium yaitu  otoritas pengajaran yang ajaran-ajarannya ‘tidak dapat diubah’ (de fide definita, 

Vatikan I, Denz. 1839). sebab  ajaran-ajaran ini  tidak dapat diubah, mereka tidak berubah dari 

tanggal di mana mereka dinyatakan. Jika Anti-Paus Paulus VI yaitu  seorang Paus sejati, Vatikan II 

tidak dapat diubah dan infalibel pada tanggal 8 Desember 1965. Tidak ada satu hal pun yang 

dikatakan ataupun dilakukan sesudah  8 Desember 1965 dapat membatalkan (jika Paulus VI yaitu  

seorang Paus sejati) hal yang telah dilakukan, sebab  jika tidak, hal itu berarti ajaran Magisterium 

dapat diubah. Maka, khotbah Anti-Paus Paulus VI pada tahun 1966 (sesudah  konsili ditutup) sama 

sekali tidak relevan akan infalibilitas Vatikan II. 

 

namun  mengapa Anti-Paus Paulus VI membuat pernyataan semacam itu? Jawabannya sederhana. 

Intelegensia yang satanik yang memandu Anti-Paus Paulus VI mengetahui bahwa, pada akhirnya, 

semua orang yang memiliki pola pikir Katolik tradisional tidak akan menerima dekret-dekret Vatikan 

II sebagai infalibel, sebab  mereka penuh dengan kesalahan dan bidah. Oleh sebab  itu, jika ia tidak 

membuat pernyataan ini di tahun 1966, bahwa Vatikan II telah menghindari definisi-definisi luar 

biasa yang infalibel, banyak orang akan segera sampai kepada kesimpulan bahwa ia (Giovanni 

Montini – Anti-Paus Paulus VI) bukanlah seorang Paus sejati. Maka, Iblis memiliki pengaruh besar 

kepada pernyataan ini. 

 

Iblis harus menyebarkan di antara para ‘tradisionalis’ ide bahwa Paulus VI tidak ‘secara infalibel’ 

mempermaklumkan Vatikan II. Hal ini penting bagi seluruh kemurtadan pasca-Vatikan II dari Iblis; ia 

begitu takut bahwa jutaan orang akan menjadi sedevakantis dan mencela Anti-Paus VI, Gereja 

palsunya, dan misa palsunya (Novus Ordo). Maka, Iblis mengilhami Anti-Paus Paulus VI untuk berkata 

(jauh sesudah  Vatikan II telah dipermaklumkan secara khidmat olehnya) bahwa Vatikan II tidak 

mengeluarkan pernyataan-pernyataan dogmatis. Iblis berharap bahwa kepastian ini akan 

memberi  Paulus VI penampilan yang legitim di antara mereka yang memiliki keeratan dengan 

Iman tradisional. namun  tipuan satanik ini runtuh jika seseorang mempertimbangkan fakta bahwa 

Vatikan II telah ditutup di tahun 1965. 

 

Terlebih lagi, dan mungkin hal yang paling penting, harus ditunjukkan bahwa pada Audiens Umum 

yang sama pada tanggal 12 Januari 1966, Paulus VI berkata: 

 

Paulus VI, Audiens Umum, 12 Januari 1966:  

“Konsili ini yaitu  suatu tindakan yang agung dari magisterium Gereja, dan setiap 

orang yang mematuhi Konsili ini, lewat fakta itu sendiri, mengakui dan 

menghormati magisterium Gereja...” 

 

Jika orang-orang mengutip Audiens Umum Paulus VI pada tanggal 12 Januari 1966 untuk mencoba 

membuktikan bahwa Vatikan II tidaklah infalibel sungguhpun Paulus VI yaitu  Paus, secara logis, 

mereka harus menerima pernyataan-pernyataan lain tentang Vatikan II yang dibuat Paulus VI di 

dalam Audiens Umum ini , seperti yang dikutip di atas dan yang dikutip di bawah. Di dalam 

kutipan di atas, kita dapat melihat dengan jelas bahwa Paulus VI berkata (di dalam Audiens General 

yang sama) bahwa Vatikan II yaitu  suatu tindakan Magisterium dan bahwa setiap orang yang 

Apakah Vatikan II Infalibel? 

576 

 

mematuhi Vatikan II ‘mengakui dan menghormati magisterium Gereja’! [Magisterium yaitu  otoritas 

pengajaran infalibel dari Gereja.] 

 

Paus Pius XI, Rappresentanti in Terra (#16), 31 Desember 1929: 

“Di atas jabatan magisterial ini, Kristus menganugerahkan infalibilitas, bersama dengan 

perintah untuk mengajarkan doktrin-Nya kepada semua orang.”10 

 

Oleh sebab  itu, khotbah Paulus VI berarti bahwa, menurutnya, Vatikan II infalibel – sebab  ia 

berkata bahwa hal ini  yaitu  ajaran Magisterium, yang infalibel. Khotbahnya lebih lanjut 

berkata bahwa setiap orang yang menerima ajaran Vatikan II (yaitu bidah-bidahnya) – seperti 

ajaran bahwa para non-Katolik dapat menerima Komuni Kudus atau bidah tentang kebebasan 

beragama atau bahwa para Muslim dan para Katolik menyembah