dak
lebih buruk dibandingkan banyak dari kamp kerja paksa lainnya yang telah digambarkannya, dengan
satu kalimat yang mencengangkan ini: ‘Semua orang yang menyintas Orotukan berkata
bahwa akan lebih baik bagi mereka untuk ditempatkan di dalam kamar gas.’ Semua orang
yang ada di sana dan menyintas, dan berbicara tentangnya [Orotukan], berkata bahwa
lebih baik bagi mereka untuk mati dibandingkan bertahan hidup? … Di sisi yang jauh dari
Pegunungan Chersky dari Yakutsk, Sungai Kolyma mengalir ke Samudra Arktik. Sungai itu
mengalir, yakni, pada musim panas. Pada musim dingin, sungai itu yaitu suatu pita es, dari atas
sampai ke bawah; sebab negeri di sekitar Pegunungan Chersky yaitu titik terdingin di
bumi, jika kita tidak menghitung pusat Antartika … Di daerah Kolyma, suhu rata-rata
musim dingin yaitu enam puluh derajat di bawah nol. Tujuh puluh lima derajat di bawah
nol yaitu suhu yang biasa …
Sampai bulan November, mereka hanya memiliki gubuk-gubuk yang terbuat dari batang-batang
pohon untuk ditinggali, dan sama sekali tidak diberikan pakaian apa pun; mereka hanya memiliki
apa yang mereka kenakan saat mereka sampai di sana. ada beberapa perapian untuk
kehangatan, namun para pekerja paksa itu harus menebang kayu mereka sendiri – di tengah-
tengah suhu tiga puluh, empat puluh, dan lima puluh derajat di bawah nol – sesudah
menyelesaikan tugas sehari-hari mereka. Orang-orang yang kurang beruntung dikirim untuk
memulai pembangunan jalan menuju Kolyma – di tengah-tengah musim dingin … Tidak ada
barak di sana, yang ada hanyalah tenda-tenda dan pondok-pondok yang terbuat dari batang
pohon. Anjing-anjing penjaga mencegah pelarian diri. Di beberapa dari kamp di jalan
menuju Kolyma, semua orang dan anjing mati – bukan hanya para pekerja paksa yang
mati , namun juga semua penjaganya …
Pria yang mati beku di kamp gulag
“Segera sesudah gletser meleleh di Teluk Okhotsk, kapal-kapal mulai berdatangan dalam jumlah
yang lebih besar untuk membawa beberapa ‘kulak’, penyabot, tukang bongkar, dan berbagai
macam orang yang tidak diinginkan dari daerah ... Sewaktu es telah meleleh pada akhir musim
semi di tahun 1934, kapal Dzhurma akhirnya sampai di muara sungai Kolyma. Setiap dari
12.000 tahanan di dalam kapal telah mati. Hampir semua awak kapal bertahan hidup. namun
sewaktu mereka kembali ke Vladivostok, separuh dari mereka harus dirawat akibat ‘gangguan
jiwa’. Apakah yang telah mereka lihat?
“Orotukan telah dibangun sebagai kamp untuk menghukum para pekerja paksa di Kolyma yang
telah bertahan hidup dan terutama mereka yang sulit diatur. Oleh sebab itu, kondisi-kondisi di
632
Orotukan haruslah lebih buruk dari kamp-kamp lain di daerah ini . Solzhenitsyn bercerita
kepada kita bahwa ketiga sisi dari setiap gubuk di Orotukan dikelilingi oleh mayat-mayat
yang beku. Secara keseluruhan, jumlah kematian di kamp-kamp Kolyma yaitu sekitar
tiga juta orang. Setiap tahun, sepertiga dari para tahanan mati di kamp-kamp ini ;
hampir tidak ada orang yang bertahan hidup lebih dari 4 tahun berturut-turut di sana. Untuk
setiap kilogram emas yang diekstraksi dari tambang-tambang Kolyma, setidak-tidaknya seorang
pria terhitung mati ....”39
Carroll juga menggambarkan kamp konsentrasi di Kanal Belomor:
“Tenaga kerja paksa di Kanal Belomor pada puncaknya berjumlah sekitar 300.000 orang, tidak
termasuk jumlah pekerja yang sama besarnya yang mati sebab kelelahan akibat beban kerja,
perlakuan buruk, kekurangan makanan, atau akibat penyakit yang timbul di kamp, dan segera
sesudah mereka jatuh, mereka pun digantikan. Laju kematiannya yaitu 700 orang setiap
harinya; namun para tahanan yang baru datang ke kamp-kamp di daerah Kanal Belomor
dengan laju 1.500 orang setiap harinya … D.P. Vitkovsky, seorang tahanan di Solovetsky
sendiri, yang bekerja sebagai pengawas kinerja di kanal itu, menggambarkan dengan tenang dan
dengan kesaksamaan yang amat persis kondisi-kondisi kerja di sana serta hasil-hasilnya, bahkan
bagi mereka yang bukan tahanan kamp kerja paksa:
‘Pada akhir hari kerja, mayat-mayat bergelimangan di tempat kerja. Salju bertaburan di atas
wajah mereka. Salah satu dari mereka membungkuk di bawah sebuah gerobak dorong yang
terbalik; ia telah menyembunyikan kedua tangannya di dalam lengan bajunya dan mati
beku di dalam posisi itu. Seseorang telah membeku dengan kepala menghadap ke bawah
di antara lututnya. Dua orang membeku dengan punggung yang saling bersandar satu
sama lain. Mereka yaitu para petani, dan merupakan para pekerja yang terbaik yang mungkin
dapat dibayangkan. Mereka dikirim ke kanal itu sekalinya dalam jumlah belasan ribu, dan orang-
orang yang berwenang mencoba untuk mengatur agar tidak seorang pun mendapat sub-kamp
yang sama dengan bapaknya; mereka mencoba mencerai-beraikan keluarga. Dan seketika,
mereka memberi kepada para pekerja kuota kerikil dan bebatuan besar yang tidak
akan dapat anda tepati bahkan pada musim panas. Tidak seorang pun dapat mengajarkan
mereka suatu hal pun, untuk memperingatkan mereka; dan dengan kesederhanaan orang desa,
mereka memberi segenap tenaga mereka untuk bekerja dan dengan amat cepat
633
menjadi lemah dan mati beku, saling berpelukan secara berpasangan. Pada malam hari,
kereta-kereta luncur keluar untuk mengumpulkan mayat mereka. Para pengemudi
melemparkan mayat-mayat itu ke atas kereta-kereta luncur dengan bunyi gedebuk.
Dan pada musim panas, tulang-belulang tertinggal dari mayat-mayat yang belum sempat
dipindahkan, dan bersama batu kerikil, mayat-mayat itu dimasukkan di dalam mesin pengaduk
aspal.”40
Di samping begitu banyak orang yang dikirimkan menuju kamp-kamp kerja paksa itu dan ke daerah-
daerah lainnya di dalam Rusia, Uni Soviet mendeportasikan begitu banyak orang dari negara-negara lain
yang dijajahnya, demi meratakan jalan untuk mengambil alih kuasa atas Negara-Negara itu secara penuh.
Orang-orang dari Polandia, Negara-Negara Baltik, dll. dideportasikan dan dibuang ke daerah-daerah di
mana mereka harus berjuang untuk diri mereka sendiri, atau mereka dikirim menuju kamp kerja paksa.
Alhasil, begitu banyak umat Katolik mengalami penderitaan yang menyayat hati serta kematian.
“Deportasi besar-besaran telah dimulai di Polandia yang diduduki oleh Soviet. Di bulan Februari
1940, lebih dari 200.000 orang – kebanyakan dari antara mereka yaitu keluarga – telah
dipindahkan ke wilayah utara Rusia di Eropa, di mana mereka dibuang ke desa-desa kecil
atau di dalam pedesaan yang sedikit sekali jumlah orangnya di mereka harus berjuang
untuk diri mereka sendiri. Pada bulan April, orang-orang dalam jumlah yang bahkan lebih
besar, sekitar 320.000 istri dan anak-anak – yang para suami dan bapaknya telah dihukum
mati atau telah dikirim ke kamp-kamp kerja paksa – dikirim ke daerah-daerah padang
belantara di Kazakhstan di mana kebanyakan dari anak-anak itu mati di sana; pada bulan
Juni, 250.000 orang lainnya dikirim ke Siberia.”41
Josef Stalin, tidak diragukan bahwa ia yaitu salah satu pembunuh massal terbesar di dunia, pemimpin
Rusia Komunis dari tahun 1924-1953
634
Dari tahun 1930-1934, Stalin melaksanakan suatu politik “dekulakisasi”. Para petani yang melawan, atau
yang dipandang sebagai ancaman terhadap politik Komunis untuk pelaksanaan kolektivisasi lahan
pertanian, dicap sebagai “kulak” dan dilikuidasikan. Tragedi yang mengenaskan ini menyebabkan
kematian 14,5 juta orang:
“Siapakah para ‘kulak’ ini? ... Pada bulan Mei 1929, Dewan Komisaris Rakyat mendefinisikan
secara resmi sebagai kulak semua petani yang menghasilkan uang dari sumber atau
kegiatan apa pun selain penjualan hasil tani yang tumbuh di ladang mereka sendiri. Segala
pendapatan lainnya, segala proses barang-barang yang dilakukan di lahan pertanian (seperti
yang dilakukan dengan penggilingan kecil yang dioperasikan dengan tangan), cukup untuk
membuat seseorang dicap kulak. Sewaktu kampanye likuidasi diluncurkan pada tahun 1930,
sepuluh sampai lima belas persen dari para petani kecil di setiap daerah secara sewenang-
wenang dicap sebagai kulak dan dilikuidasikan. Jika jumlah mereka tidak cukup banyak
untuk menepati definisi bulan Mei 1929, orang lain harus ditambahkan untuk menepati
kuotanya. Mereka dapat dipilih seturut tingkat pendapatan, sesuai kenyataan atau
penampilan; oleh para pemimpin di desa-desa setempat … sebab mereka melawan
kolektivisasi paksa (suatu alasan yang terutama sering digunakan untuk mencap
seseorang sebagai kulak); atau hanya sebab mereka yaitu orang Kristen yang taat …
Itulah tindakan holocaust pertanian pertama dari tahun 1930 sampai 1934 yang
mencabut nyawa sepuluh juta orang menurut perkiraan Stalin sendiri yang diberikan
kepada Presiden AS Franklin Roosevelt di Yalta, dan jumlahnya diperkirakan 14,5 juta orang
sewaktu semua korban, termasuk mereka yang dikirim ke kamp-kamp kerja paksa dan
yang lalu mati di sana, juga diperhitungkan.”42
Berikut yaitu kesaksian yang pedih dari Miron Dolot. Dolot menyaksikan deportasi-deportasi para
kulak di kota kelahirannya menuju kamp-kamp konsentrasi dan daerah-daerah lainnya:
“Suatu angin dingin meniupkan salju kepada para orang yang malang, yang tidak cukup
berpakaian, sebab mereka tidak diperbolehkan untuk membawa pakaian hangat bersama
mereka. Kami ingin membantu mereka entah bagaimana, dan sebab kami dapat menerka
bahwa mereka akan dibuang ke Siberia, kami harus memberi kepada mereka beberapa
pakaian berat ... Di bawah pengawasan ketat dari para serdadu, beberapa kereta luncur
memasuki lapangan. Mereka harus membawa para petani yang ditangkap untuk keluar dari
desa. Pemindahan ini , yang memakai kereta salju yang memuat enam sampai delapan
orang dimulai sedini mungkin, dan diatur menurut sebuah daftar ... para suami dipisahkan dari
para istri mereka, dan anak-anak dari orang tua mereka ... Sewaktu sebuah kereta luncur
bergerak untuk mengikuti suatu pasukan, seorang pria muda melompat keluar dan
berlari menuju kereta luncur yang lain di mana istri dan anak-anaknya, yang tidak
berdaya dan menangis, berada. Sang ayah jelas ingin berada bersama keluarganya, namun ia
tidak dapat menggapai mereka. Kamerad Pashchenko, presiden Soviet dari desa ini yang
mengawasi seluruh kejadian itu, mengangkat revolvernya dan dengan tenang menembak.
Ayah muda itu terjatuh dan mati di dalam salju, dan kereta luncur yang membawa sang
janda serta anak-anak yatim ini meneruskan perjalanannya.”43
“ada laporan tentang para ‘kulak’ di dalam kereta-kereta menuju Kazakhstan, atau Siberia,
yang dikunci di dalam gerbong yang masing-masing membawa 50 orang, dengan sebongkah roti
dan seember teh atau sup yang encer setiap hari untuk 10 orang (pada hari-hari di mana
persediaan ini diberikan), yang digerayangi hama, yang tidak dihangatkan di waktu musim
635
dingin, yang panasnya mencekik di waktu musim panas. Mereka melemparkan bayi-bayi mereka
yang sekarat keluar jendela untuk mengakhiri penderitaan mereka.”44
Pada tahun 1933, untuk membuat jutaan orang menderita kelaparan di Ukraina, Stalin memberlakukan
kuota gandum yang absurd atas lahan-lahan pertanian kolektif. Kuota-kuota gandum yang diberlakukan
oleh Moskwa mustahil untuk ditepati. namun dalam upaya untuk menepati tuntutan-tuntutan Moskwa,
semua gandum yang tersedia di Ukraina dikirim ke luar negeri. Alhasil, jutaan orang kehilangan makanan
dan mati kelaparan. Untuk menutup-nutupi kejahatannya, Stalin menjatuhkan tuduhan palsu kepada
para rakyat Ukraina dan berkata bahwa mereka telah menimbun gandum.
Anak-anak dari Ukraina yang kebanyakan penduduknya Katolik dibiarkan mati kelaparan
“Hakikat yang amat mendasar dari situasi ini demikian adanya: para petani Ukraina
akan mati; dan para pejabat Komunis takut akan kematian, penyingkiran, atau kamp-kamp kerja
paksa seandainya mereka tidak membiarkan para petani itu mati. Mereka tahu bahwa tidak
ada gandum. Semua orang mengetahui hal itu. namun tidak seorang pun berani
mengatakannya … Sementara itu, rakyat memakan tikus, burung gereja, siput, semut, dan
cacing tanah, kulit dan sol sepatu, kulit dan bulu yang tua, tulang-belulang yang
diremukkan, kayu pohon jati serta jelatang. Sewaktu bulan Maret tiba, di banyak daerah,
kebanyakan dari hal-hal yang dimakan ini tiada lagi, dan sama sekali tidak ada yang tersisa untuk
dimakan. Suatu kesunyian yang mengerikan menjalar di pedesaan; tiada binatang yang bersuara,
dan rakyat yang masih hidup jarang berbicara. Victor Kravchenko, yang pada waktu itu yaitu
seorang aktivis Partai Komunis yang diutus ke Ukraina, yang di lalu hari meninggalkan
Komunisme dan melarikan diri kepada kebebasan, mengenang apa yang telah dilihatnya:
‘Di sini saya melihat orang-orang mati perlahan-lahan di dalam kesendirian, keadaan dari
kematian mereka itu menyeramkan, mereka mati tanpa berkorban untuk suatu perkara.
Mereka telah dijebak dan dibiarkan kelaparan di rumah masing-masing, oleh suatu
keputusan politik yang dibuat di ibu kota yang jauh di seputar meja-meja konferensi dan
636
meja-meja perjamuan. Bahkan tiada penghiburan dari kematian untuk menenangkan kengerian
itu. Pemandangan-pemandangan yang paling menyeramkan yaitu anak-anak kecil dengan
anggota badan yang kurus kering, yang bergelantungan dari perut yang tampak seperti balon.
Kelaparan telah menyapu setiap sisa masa muda dari wajah mereka, membuat mereka tampak
seperti monster yang tersiksa, hanya di dalam mata merekalah tetap ada hal yang mengingatkan
akan masa kanak-kanak. Di setiap tempat, kami menemukan pria dan wanita yang berbaring
lunglai, dengan wajah dan perut yang bengkak, mata mereka sama sekali tidak memiliki ekspresi
… Sekitar lima juta rakyat Ukraina mati di dalam genosida bencana kelaparan yang
disengaja ini.”45
Sekarang, kita dapat melihat dengan jelas mengapa, pada tanggal 13 Juli 1917, Bunda Maria
menyebutkan penganiayaan-penganiayaan yaitu “perang, kelaparan, dan penganiayaan terhadap
Gereja dan Bapa Suci. Untuk mencegah hal ini, aku datang untuk meminta konsekrasi Rusia ....”
Fakta-fakta ini seharusnya dengan jelas menunjukkan kepada kita konteks di mana Bunda Maria
meminta konsekrasi Rusia, dan bagaimana konversi Rusia berarti berkonversinya rezim ini ke dalam
kedamaian dari tindak-tindak penganiayaannya berupa perang, kelaparan, penganiayaan terhadap
Gereja, dll.
IA AKAN MELAKUKAN KONSEKRASI ini , namun DENGAN
“TERLAMBAT” – NUBUAT INI BERKENAAN SECARA TEPAT DENGAN PAUS
PIUS XII
yaitu suatu hal yang pasti bahwa Paus Pius XI gagal untuk mengonsekrasikan Rusia kepada Hati Bunda
Maria yang Tak Bernoda. Paus Pius XII juga gagal untuk melakukannya selama bertahun-tahun, namun
(seperti yang telah kita lihat), ia akhirnya melakukan konsekrasi Rusia pada tahun 1952.
Tuhan kita kepada Suster Lucia; Musim Panas 1931:
“Seperti Raja Prancis, mereka akan bertobat dan melakukannya, namun dengan terlambat.
Rusia akan telah menyebarkan kesalahan-kesalahannya di seluruh dunia, membangkitkan
peperangan dan penganiayaan-penganiayaan terhadap Gereja: Bapa Suci akan mengalami
penderitaan yang besar.”46
Paus Pius XII, Sacro Vergente Anno (Surat Apostolik), 7 Juli 1952:
“ ... sebagaimana beberapa tahun lalu Kami mengonsekrasikan segenap umat manusia
kepada Hati Tak Bernoda milik Perawan Maria, Bunda Allah, demikian pula pada hari ini
Kami mengonsekrasikan dan dengan cara yang teramat khusus Kami memercayakan
seluruh rakyat Rusia kepada Hati Tak Bernoda ini ....”47
Jelas adanya – seperti yang disetujui oleh kebanyakan komentator – bahwa kata-kata Tuhan kita
“Mereka akan bertobat dan melakukannya” mengacu kepada serangkaian paus – seperti halnya para
Paus di dalam surat ensiklk menyebut diri mereka sendiri sebagai “Kami”. (“Mereka” tidak dapat merujuk
kepada para Paus dan semua uskup, sebab semua uskup tidak menunda permintaan itu dan maka dari itu
tidak perlu bertobat akibat penundaannya.)
Sungguh masuk akal bahwa Paus Pius XII yaitu Paus yang melakukannya, namun “dengan terlambat”.
Pertama-tama, Paus Pius XII mengonsekrasikan dunia kepada Hati Maria yang Tak Bernoda pada tahun
1942. namun , sepuluh tahun lalu , ia “bertobat dan melakukannya” dengan secara spesifik
mengonsekrasikan Rusia.
Kedua, pada tahun 1939, Rusia masih merupakan satu-satunya negara Komunis di dunia, namun pada
dekade berikutnya, Uni Soviet menguasai Estonia, Latvia, dan Lituania (1940), Bulgaria (1944),
Polandia (1945), Rumania (1945), dan Hongaria (1946). Perkembangan-perkembangan ini – di
samping suatu permohonan yang khusus – kemungkinan menyebabkan Pius XII untuk bertobat dan
“melakukannya”. Maka, perkataan Tuhan kita bahwa “Rusia akan telah menyebarkan kesalahan-
kesalahannya di seluruh dunia, membangkitkan peperangan dan penganiayaan-penganiayaan terhadap
Gereja” secara persis bertepatan dengan Pius XII; sebab apa yang hendak dicegah oleh Surga dengan
konsekrasi Rusia, yakni, penyebaran Komunisme, dan pelenyapan negara-negara serta
kemartiran orang-orang baik yang dilakukan oleh Uni Soviet, telah terjadi dalam skala yang
besar sewaktu Pius XII melakukannya.
Ketiga, mungkin ada suatu pertanda bahwa Paus Pius XII (walaupun ia memang melakukannya
dengan terlambat) merupakan Paus yang sesungguhnya akan mengonsekrasikan Rusia kepada Hati
Maria yang Tak Bernoda. Pertanda ini terlihat di dalam kebetulan yang menakjubkan, yakni, bahwa Paus
Pius XII dikonsekrasikan sebagai seorang uskup pada hari yang sama (dan menurut Bruder Michel, pada
jam yang sama) sewaktu Bunda Maria pertama kali menampakkan diri di Fatima.
William Thomas Walsh, Our Lady of Fatima {Bunda Maria dari Fatima}, 1954, hal. 63:
“yaitu suatu kebetulan yang menarik bahwa Monsinyur Eugenio Pacelli [Pius XII] sedang
dikonsekrasikan sebagai Uskup di Kapel Sistina di Roma pada tanggal 13 Mei 1917, pada
hari yang sama sewaktu anak-anak itu [pertama kali] melihat Nona dari Fatima.”48
Keempat, suatu pertimbangan yang saksama terhadap kata-kata Bunda Maria menyingkapkan bahwa
penggenapan yang sebenarnya untuk konsekrasi Rusia tidak akan sepenuhnya selaras dengan
permintaan-permintaan dari Surga pada awalnya, yang bertepatan dengan fakta bahwa Pius XII
melakukannya, namun dengan “terlambat” dan tidak bersama semua uskup.
KATA-KATA BUNDA MARIA MENUNJUKKAN KEPADA KITA BAHWA KEMENANGANNYA
BUKANLAH SUATU KEMENANGAN UNIVERSAL ATAUPUN KUASA DAMAI YANG
UNIVERSAL, MELAINKAN HANYALAH SUATU MASA KEDAMAIAN “TERTENTU”
“Jikalau mereka mendengarkan permintaan-
permintaanku, Rusia akan berkonversi dan akan
ada kedamaian.”
“Pada akhirnya, Hatiku yang Tak Bernoda akan
menang. Bapa Suci akan mengonsekrasikan Rusia
kepadaku, dan ia akan berkonversi dan suatu
masa kedamaian tertentu akan diberikan kepada
dunia.”
Mohon mencatat poin yang begitu penting ini! Di dalam Rahasia tanggal 13 Juli, Bunda Maria
pertama-tama mengungkapkan suatu janji yang bersyarat: “Jikalau mereka mendengarkan permintaan-
permintaanku, Rusia akan berkonversi dan akan ada kedamaian.” Jika permintaan-permintaannya
ditepati secara persis, ia berkata bahwa akan ada “kedamaian”. namun , sewaktu ia berbicara tentang apa
yang kenyataannya akan terjadi “pada akhirnya”, Bunda Maria menambahkan sesuatu, dan
menyatakan bahwa masa kedamaian itu hanya akan merupakan suatu masa kedamaian “tertentu”.
638
Mengapa Bunda Maria menambahkan kata “tertentu” sewaktu ia sedang berkata tentang apa yang
kenyataannya akan terjadi pada akhirnya, dan tidak melakukannya (seperti di sisi kiri) sewaktu ia sedang
memberi tahu kita tentang apa yang akan terjadi jika permintaan-permintaannya ditepati secara persis?
Jelas tentunya bahwa konsekrasi Rusia tidak akan sepenuhnya selaras dengan permintaan-
permintaan awalnya! Konsekrasi itu akan dilakukan secara “terlambat”, dan tidak dilakukan bersama
semua uskup. Maka, sebagaimana yang dibuktikan oleh perkataan Bunda Maria, kemenangan Bunda
Maria bukanlah suatu kemenangan atau kuasa kedamaian yang universal, seperti yang diusulkan dan
dipromosikan oleh begitu banyak orang, melainkan suatu masa kedamaian “tertentu” – suatu masa
kedamaian yang lebih redup, yang lebih kurang dahsyat dibandingkan yang akan telah dianugerahkan
oleh Surga seandainya “mereka mendengarkan” permintaan-permintaan Bunda Maria dan
menepati permintaan-permintaan itu secara persis. Hal ini serupa dengan pesan Fatima pada tanggal
19 Agustus, sewaktu Bunda Maria berkata kepada anak-anak: “Seandainya kalian tidak dibawa [oleh
Administrator pada tanggal 13 Agustus] ke Kota, mukjizat [dari ranggal 13 Oktober] akan telah menjadi
lebih besar.”49 Bunda Maria berkata kepada anak-anak bahwa penangkapan mereka pada tanggal 13
Agustus oleh administrator wilayah Ourem yang jahat, yang membuat mereka tidak dapat hadir di
tempat penampakan pada hari itu, menyebabkan mukjizat tanggal 13 Okt. menjadi kurang dahsyat
dibandingkan yang akan telah terjadi. Demikian pula, sebab Sri Paus melakukan konsekrasi Rusia dengan
“terlambat” dan tidak bersama semua Uskup, konversi Rusia ke dalam kedamaian tidak sedahsyat yang
akan telah terjadi – melainkan hanya ke dalam suatu masa kedamaian “tertentu”.
KONVERSI RUSIA = KONVERSI REZIM SATANIK DI RUSIA PENGANIAYA
GEREJA, DLL, KE DALAM SUATU MASA KEDAMAIAN TERTENTU
Di dalam bab ini, kita telah melihat bahwa kata-kata Bunda Maria tentang konversi Rusia serupa dengan
kata-kata Amsal 16:7 yang berbicara tentang konversi seorang musuh, bukan ke dalam Iman yang sejati,
melainkan ke dalam kedamaian dari tindakan-tindakan penganiayaannya.
Amsal 16:7: “Jikalau jalan seseorang berkenan
kepada TUHAN, bahkan musuh-musuhnya
dibuat-Nya berdamai dengannya.” [Kitab Suci
terjemahan MILT 2008]
[Dalam bahasa Inggris: “When the ways of man shall
please the Lord, He will convert even his enemies to
peace.”]
Bunda Maria: “Jikalau mereka mendengarkan
permintaan-permintaanku, Rusia akan
berkonversi dan akan ada kedamaian.”
[Dalam bahasa Inggris: “If they listen to my requests,
Russia will be converted dan there will be peace.”]
Kita juga telah melihat bahwa rangkuman dari Suster Lucia tentang penglihatannya di Tuy menegaskan
bahwa itulah yang dimaksudkan Bunda Maria dengan kata-katanya: ‘Pada akhirnya, Hatiku yang Tak
Bernoda akan menang. Bapa Suci akan mengonsekrasikan Rusia kepadaku, dan ia akan berkonversi dan
suatu masa kedamaian tertentu akan diberikan kepada dunia.’
Suster Lucia kepada Romo Gonçalves, merangkum penglihatannya di Tuy:
‘Tuhan yang Mahabaik berjanji untuk mengakhiri penganiayaan di Rusia, jika Bapa Suci
sendiri akan melakukan suatu tindakan reparasi dan konsekrasi secara khidmat untuk Rusia
kepada Hati Kudus Yesus dan Maria, dan memerintahkan kepada semua uskup dari Gereja
Katolik untuk melakukan hal yang sama.”50
639
Kita juga telah melihat bahwa Bunda Maria telah secara khusus meminta konsekrasi Rusia demi
mencegah Rusia agar jangan membangkitkan peperangan, penganiayaan-penganiayaan terhadap Gereja,
dll.
“Perang akan berakhir. Namun, jika mereka tidak berhenti menghina Allah, akan bermula sebuah
perang lain yang lebih buruk di bawah masa pemerintahan Pius XI. Ketika kalian melihat suatu
malam yang diterangi oleh sebuah cahaya yang tak dikenal, ketahuilah bahwa cahaya itu yaitu
pertanda besar yang diberikan oleh Allah kepada kalian bahwa Ia akan menghukum dunia atas
kejahatan-kejahatannya, melalui perang, kelaparan, dan penganiayaan terhadap Gereja
dan Bapa Suci. Untuk mencegah hal ini, aku datang untuk meminta konsekrasi Rusia kepada
Hatiku yang Tak Bernoda dan Komuni Reparasi setiap Sabtu pertama ….”
Kita juga telah melihat bahwa Surga telah mewahyukan bahwa konsekrasi Rusia tidak akan dilakukan
sepenuhnya secara selaras dengan yang diinginkan oleh Surga pertama kalinya.
Tuhan kita kepada Suster Lucia; Musim Panas 1931:
“Seperti Raja Prancis, mereka akan bertobat, dan mereka akan melakukannya, namun
dengan terlambat. Rusia akan telah menyebarkan kesalahan-kesalahannya di seluruh
dunia, membangkitkan peperangan dan penganiayaan-penganiayaan terhadap Gereja:
Bapa Suci akan mengalami penderitaan yang besar.”51
Kita juga telah melihat bahwa kata-kata Bunda Maria tentang kemenangannya atas Rusia tidak
menjanjikan suatu kuasa kedamaian yang universal atau yang ideal, seperti yang diajukan oleh begitu
banyak orang, melainkan hanya suatu masa kedamaian tertentu – masa kedamaian yang lebih rendah
dibandingkan yang akan telah dianugerahkannya seandainya permintaan-permintaannya telah ditepati secara
persis.
“Jikalau mereka mendengarkan permintaan-
permintaanku, Rusia akan berkonversi dan akan
ada kedamaian.”
“Pada akhirnya, Hatiku yang Tak Bernoda akan
menang. Bapa Suci akan mengonsekrasikan Rusia
kepadaku, dan ia akan berkonversi dan suatu
masa kedamaian tertentu akan diberikan kepada
dunia.”
Kita juga telah melihat bahwa Paus Pius XII telah secara jelas mengonsekrasikan Rusia kepada Hati Maria
yang Tak Bernoda pada tahun 1952.
Paus Pius XII, Sacro Vergente Anno (Surat Apostolik), 7 Juli 1952:
“ ... sebagaimana beberapa tahun lalu Kami mengonsekrasikan segenap umat manusia
kepada Hati Tak Bernoda milik Perawan Maria, Bunda Allah, demikian pula pada hari ini
Kami mengonsekrasikan dan dengan cara yang teramat khusus Kami memercayakan
seluruh rakyat Rusia kepada Hati Tak Bernoda ini ....”52
Kita juga telah melihat bahwa suatu penglihatan lain yang dialami oleh Suster Lucia menunjukkan bahwa
konversi Rusia berarti suatu konversi ke dalam suatu masa kedamaian tertentu dari masa penganiayaan:
Tuhan kita kepada Suster Lucia; 22 Oktober 1940:
“Aku akan menghukum negara-negara atas kejahatan-kejahatan mereka, melalui perang,
kelaparan, dan penganiayaan terhadap Gereja-Ku yang terutama akan membebani Vikaris-Ku di
atas bumi. Paduka Suci akan menemukan bahwa hari-hari pencobaan ini akan
dipersingkat jika ia menaati keinginan-keinginan-Ku dengan mempermaklumkan Tindak
640
Konsekrasi seluruh dunia kepada Hati Maria yang Tak Bernoda, dengan menyebutkan Rusia
secara khusus.”53
Kesimpulannya, kami dapat menjawab pertanyaan tentang konsekrasi Rusia dengan menyatakan bahwa
yaitu suatu fakta bahwa Rusia sudah dikonsekrasikan kepada Hati Maria yang Tak Bernoda oleh Paus
Pius XII. yaitu suatu fakta pula bahwa Rusia telah berkonversi dari rezim penganiayaannya serta
kengerian-kengeriannya. Bunda Maria telah secara khusus meminta agar Rusia dikonsekrasikan
untuk mencegah penganiayaan dan kengerian itu, sehingga Rusia berkonversi ke dalam suatu
masa kedamaian tertentu. Era penganiayaan terhadap Gereja di Rusia dan di semua negara
satelitnya – era Gulag, bencana kelaparan yang diberlakukan, kemartiran para imam, pelenyapan
negara-negara kecil yang dianeksasi ke dalam Uni Soviet, penganiayaan yang terbuka dan
menggebu-gebu terhadap Gereja, dll. – secara resmi berakhir dengan pembubaran Uni Soviet –
dan runtuhnya negara-negara satelitnya – pada Hari Natal tahun 1991. Transformasi yang
menakjubkan ini berlangsung satu generasi sesudah konsekrasi Rusia yang dilakukan oleh Paus Pius XII di
tahun 1952. Berikut tiga sumber yang berbeda yang memperkuat fakta bahwa runtuhnya Uni Soviet
berlangsung secara resmi pada hari Natal:
“sesudah pembubaran Uni Soviet pada tanggal 25 Desember 1991, Federasi Rusia mengklaim
dirinya sebagai penerus negara Soviet secara hukum di atas panggung internasional, kendati
kehilangan status keadikuasaannya. Kebijakan luar negeri Rusia meninggalkan Marxisme-
Leninisme sebagai pedoman untuk bertindak, dan meminta dukungan Dunia Barat untuk
melakukan pembaruan-pembaruan kapitalis di dalam Rusia pasca-Soviet.”54
“ ... Gorbachev telah secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya – yang sekarang
menghilang – sebagai Presiden Uni Soviet pada tanggal 25 Desember, hari
pemindahtanganan resmi segala kuasa Uni Soviet kepada Republik Rusia di Kremlin, yang
diselenggarakan secara khidmat dengan perubahan bendera pada awal sore hari.
Perubahan itu terjadi pada pukul 19:35. Kejadian ini yaitu mimpi bagi beberapa orang,
yang dahulu telah membayangkan bagaimana peristiwa itu akan terjadi pada suatu hari yang
jaya, yang jauh di masa depan, namun tidak pernah mengira bahwa kejadian itu akan berlangsung
dengan begitu segera. Bendera merah yang bergambarkan palu dan arit itu, yang disinari oleh
lampu sorot dengan latar belakang kegelapan, berkecamuk riuh di tengah-tengah angin Arktik.
Selama tujuh puluh empat tahun bendera itu telah berkibar di atas Kremlin, suatu simbol yang
hidup dan mengerikan dari revolusi terakhir yang berpusat di Kremlin. Sekarang, usai sudah
hari-harinya. Dunia menyaksikannya melalui televisi. Kamera-kamera berfokus. Bendera Rusia
triwarna pra-revolusi siap untuk dipasang. Seiring turunnya bendera yang berdarah itu, yang
melambangkan kiamat yang direkayasa oleh manusia, dari tiang bendera Kremlin di bawah
bintang-bintang yang cemerlang dari malam Natal, Revolusi Komunis di Dunia Barat telah
mati.”55
“Pada tanggal 25 Desember [1991], Gorbachev mengundurkan diri sebagai Presiden dari URSS
dan tidak digantikan; pada hari yang sama, Amerika Serikat mengakui republik-republik
yang tersisa dari URSS sebagai negara-negara merdeka.”56
namun , ada beberapa orang yang menyatakan bahwa runtuhnya Uni Soviet dan negara-negara satelit
Komunisnya hanyalah suatu rekayasa para Komunis untuk menipu Dunia Barat. Mereka mengajukan
bahwa para Komunis tetap berkuasa, namun mereka sederhananya memiliki suatu tipe pemerintahan
yang menyerupai yang ada di Dunia Barat, yang tidak menganiaya Gereja, memperbolehkan kebebasan,
menghapuskan Gulag, dll., demi mendapat dana dari Dunia Barat. Teori konspirasi semacam itu
641
sungguh sulit dipercaya, namun itulah posisi banyak orang, termasuk mantan agen KGB, Anatoliy Golitsyn
di dalam The Perestroika Deception [Muslihat Perestroika]. Bahkan mereka yang mendukung teori ini
(kami tidak mendukungnya, seperti yang akan kami jelaskan di bawah) tetap mengakui (terlepas
mengapa mereka berpikir bahwa hal itu terjadi di Rusia dan di semua negara satelitnya) bahwa masa
penganiayaan di Rusia dan di negara-negara satelitnya telah berakhir, dan dengan demikian
membuktikan poinnya. Seperti yang dikatakan oleh Suster Lucia: “Tuhan yang Mahabaik berjanji untuk
mengakhiri penganiayaan di Rusia”, dan hal ini sudah terjadi. Berhentinya penganiayaan terhadap Gereja
di Rusia dan di semua negara satelitnya melambangkan suatu kemenangan yang signifikan dari Hati
Bunda Maria yang Tak Bernoda terhadap rezim Rusia yang satanic, yang pada waktu itu siap untuk,
dan kemungkinan akan telah (seturut pernyataan Suster Lucia kepada William Thomas Walsh),
menguasai seluruh dunia seandainya rezim Rusia tidak berkonversi sebelumnya. Kami percaya bahwa
inilah alasan pembubaran Uni Soviet terjadi pada Hari Natal; itu yaitu suatu tanda bahwa
berkonversinya musuh ini menjadi sesuatu yang berbeda dan ke dalam suatu masa kedamaian tertentu
dari tindak-tindak penganiayaannya, dll., merupakan kemenangan Surga. (Dan orang-orang yang tidak
percaya bahwa berkonversinya Rusia ke dalam suatu masa kedamaian tertentu dari era
penganiayaannya “cukup baik” atau “cukup besar” sebagai apa yang dimaksudkan oleh Bunda Maria,
saya menyarankan mereka untuk kembali membaca paragraf-paragraf tentang situasi di Rusia dan
negara-negara satelitnya pada periode itu, dan untuk bertanya kepada diri mereka sendiri bagaimana
reaksi mereka seandainya mereka dijebloskan ke dalam kamp penjara di Orotukan, atau di Ukraina pada
masa kelaparan, atau dideportasikan dari Lituania ke padang belantara Siberia.)
Bahkan suatu artikel di situs internet dari “Romo” Gruner terpaksa mengakui bahwa Uni Soviet telah
“berkonversi”!
Cornelia Ferreira, “Komentar tentang The Perestroika Deception [Muslihat Perestroika] karya
Anatoliy Golitsyn, Maret 1996:
“Untuk meningkatkan perwakilan dan pengaruh komunis di PBB, di dalam Uni Eropa dan di
dalam organisasi-organsisasi pendanaan internasional, Uni Soviet telah berkonversi secara
sengaja menjadi republik-republik merdeka.”57
Kami tidak tahu apa lagi yang dibutuhkan untuk membuktikan bahwa Rusia (Uni Soviet) telah
‘berkonversi’ menjadi sesuatu yang lain, yang hasilnya yaitu suatu masa kedamaian tertentu dari
penganiayaan-penganiayaannya, dll.; selain untuk melihat kenyataan ini diakui di dalam publikasi-
publikasi seperti yang satu ini. Ini yaitu publikasi-publikasi yang begitu berlawanan dengan dalil dari
artikel ini, namun mereka bahkan terpaksa mengakui bahwa dengan bubarnya Uni Soviet pada tahun 1991,
suatu “konversi” rezim ini telah terjadi! “Konversi” ini yang telah berlangsung kepada Uni Soviet,
terlepas alasan yang anda ajukan untuk terjadinya konversi ini, telah mengahiri masa penganiayaan yang
tertentu serta hal-hal yang hendak dicegah oleh Bunda Maria melalui permintaannya untuk melakukan
konsekrasi. Ini yaitu suatu fakta yang tidak terpungkiri.
Itulah mengapa tidaklah relevan adanya bahwa orang-orang seperti Nicholas Gruner dan para
pengikutnya terus-menerus mengungkit-ungkit fakta bahwa Rusia pada saat ini penuh dengan
imoralitas, aborsi, pornografi, dll. Hal itu memang benar adanya, namun tidak relevan terhadap poinnya.
Bunda Maria tidak pernah berjanji bahwa Rusia akan berkonversi menjadi suatu negara yang baik atau
negara yang Katolik, namun , seperti yang dibuktikan berulang kali di dalam bab ini, Bunda Maria
berbicara dalam konteks tentang suatu konversi suatu musuh dari tindakan-tindakan penganiayaannya,
sejalan dengan Amsal 15:7. Hal ini telah terjadi. Anda hanya perlu bertanya kepada orang-orang yang
hidup, misalnya, di Republik Ceko pada hari ini berbanding dengan hidup di bawah Komunisme.
642
Kami akan segera membahas tentang perubahan-perubahan di dalam setiap negara satelit Uni Soviet.
Fakta-fakta ini akan menunjukkan kepada kita bahwa walaupun seandainya kebijakan-kebijakan glasnost
(keterbukaan) dan perestroika (restrukturisasi) yang diterapkan oleh Uni Soviet pada tahun 1980-an –
dimaksudkan sebagai suatu tipu muslihat oleh para petinggi Partai Komunis, kenyataannya yaitu
rencana mereka telah menggagalkan diri mereka sendiri. Sebab sekalinya gagasan-gagasan ini
dipromosikan dan entah bagaimana diimplementasikan, gagasan-gagasan ini juga diterapkan oleh orang-
orang yang mendalangi Blok Komunis, dan momentum kebebasan dari kezaliman Komunis menjadi tak
terhentikan.
Kejatuhan Negara-Negara Satelit
Kejatuhan Polandia:
“Pada tahun 1956, rezim menjadi lebih liberal, dan membebaskan banyak orang dari
penjara-penjara, serta memperluas kebebasan-kebebasan pribadi. Pada tahun 1970,
pemerintahan berubah. Pada waktu itu ekonomi telah menjadi lebih modern, dan pemerintahan
memiliki kredit-kredit yang besar. Keresahan buruh pada tahun 1980 menuntun kepada
dibentuknya serikat kerja yang independent, “Solidaritas”, yang seiring berjalannya waktu
menjadi suatu kuasa politik. Serikat Kerja itu mengikis dominasi Partai Komunis; tiba
tahun 1989, Serikat Kerja itu telah Berjaya di dalam pemilihan-pemilihan parlementer, dan Lech
Wałęsa, seorang kandidat Solidaritas, pada akhirnya memenangkan kepresidenan pada tahun
1990. Gerakan Solidaritas menghasilkan pengaruh yang besar kepada runtuhnya Komunisme
yang akan segera terjadi di seluruh Eropa Timur.”58
Hal yang juga mendukung fakta bahwa Rusia telah berkonversi dari rezim penganiaya sataniknya ke
dalam suatu masa kedamaian tertentu yaitu fakta bahwa sewaktu Polandia mulai membebaskan diri
dari dominasi Komunis, Rusia tidak bergegas dengan tank-tanknya untuk memulihkan ketertiban
dan menegakkan dominasi Partai Komunis, seperti yang telah dilakukannya di masa lalu;
sedangkan di Cina, pada masa yang sama, sewaktu para demonstran untuk Demokrasi telah
menjadi “tidak terkendali”, rezim Cina mengutus para pasukannya untuk memulihkan
ketertiban, yang mengakibatkan pembunuhan massal di Lapangan Tiananmen.
Kejatuhan Hongaria:
“Lalu, pada bulan Mei [1989], pemerintahan Komunis Hongaria yang condong kepada
reformasi mengambil suatu langkah pertama yang belum pernah dilakukan sebelumnya
di dalam suatu negara Komunis. Pemerintahan membuka perbatasan negara dengan
Austria. Barikade-barikade yang dilapisi semen dan ditutupi kawat berduri yang
mengurung rakyat Hongaria di negeri mereka yang tertindas ... direbahkan ... Pada tanggal 7
Oktober, konferensi [dari Partai Komunis Hongaria] memilih dengan hasil 1.005 pro dan 159
kontra, untuk meninggalkan ideologi Leninis dan mengubah namanya menjadi Partai Sosialis
Hongaria. Beberapa hari sesudah nya, parlemen Hongaria menanggalkan nama yang diberlakukan
oleh Komunis ‘Republik Rakyat’ untuk negara mereka ... Parlemen mengubah konstitusinya
untuk mengizinkan suatu sistem multi-partai. Pemilihan seorang presiden secara langsung
disetujui ... Pada hari dirgahayu ke-33 pemberontakan di Budapest pada tahun 1956, di
tanggal 23 Oktober 1989, Hongaria secara resmi menyatakan diri bebas dari dominasi
Soviet. Pemilihan bebas untuk Parlemen berlangsung pada bulan Maret dan April 1990.
Kendati banyaknya partai, para Komunis, yang hanya mendapat 8% dari jumlah suara,
menempati posisi ke-4. Sejarahwan Jozsef Antall, kepala dari Forum Demokratik, menjadi
643
Perdana Menteri dari suatu koalisi pemerintahan non-Komunis di Hongaria pada bulan Mei
1990.”59
Kejatuhan Jerman Timur:
“Pada empat bulan terakhir di tahun 1989, di mana perubahan-perubahan di dalam dunia
Komunis melaju pesat, sulit dibayangkan bagi kebanyakan pengamat bahwa akan segera
terjadi suatu perubahan yang mendasar terhadap status Jerman Timur yang Komunis
dengan segera. Pada umumnya, orang-orang berpendapat bahwa Uni Soviet, bahkan di bawah
Gorbachev, tidak hendak dan tidak akan sanggup melepaskan bagian besar dari populasi serta
daerah kekuasaan dari musuh terbesarnya ini selama dua perang dunia, dan tentunya tidak akan
pernah mengizinkan terjadinya reunifikasi Jerman. Bos Jerman Timur, Erich Honecker yaitu
pemimpin Komunis yang paling tangguh di dunia di negara-negara yang terletak di sisi
barat Cina ... [ia] telah memimpin negara buatan miliknya ini dengan tangan besi sejak delapan
belas tahun lalu. Ia telah membantu untuk mendirikan Tembok Berlin dan telah memberi
berulang kali untuk ‘menembak mati’ siapa pun yang mencoba menyeberanginya, dari atas
ataupun dari bawah, yang telah merenggut nyawa lebih dari dua ratus pria dan wanita yang
dengan putus asa melarikan diri dari kezalimannya.
Foto-foto di sisi kiri:
(atas) Para penjaga Tembok Berlin, siap untuk
menembak orang yang mencoba menyeberang
(bawah) “Lajur Kematian” yang diterangi, dicat
putih demi memudahkan untuk melihat dan
menembak orang-orang yang menyeberang
“Di ibu kota milik Honecker, Tembok
Berlin berdiri sebagai peringatan yang
konstan bahwa semua orang dilarang
untuk bepergian ke Barat kecuali
segelintir orang yang diistimewakan
secara resmi di Jerman Timur. namun ,
orang-orang diizinkan untuk bepergian
ke ‘negara-negara saudara sosialis’.
Masalahnya, untuk Honecker, yaitu
pada akhir musim panas 1989, kedua
negara ini – Polandia dan
Hongaria – secara bertahap berhenti
menjadi saudara sosialis. Hongaria
terutama menjadi tempat berlibur
favorit bagi para warga Jerman Timur
yang mampu bepergian. Dan sekarang
Hongaria memiliki suatu perbatasan
yang terbuka dengan Austria, yang
berseberangan dengan Jerman Barat.
Pada bulan Agustus, kedutaan Jerman Barat di Budapest [Hongaria] diserbu oleh orang-orang yang
memohon untuk masuk ke dalam Jerman Timur dan untuk menerima bantuan untuk mendapat
dokumen-dokumen yang akan memperkenankan mereka untuk meninggalkan Hongaria secara legal.
644
Pada tanggal 11 September, sebab mereka muak bergulat dengan masalah luar negeri ini sedangkan
perubahan-perubahan besar sedang terjadi, pemerintahan Hongaria mengumumkan bahwa semua
warga negara Jerman Timur yang pada waktu itu berada di Hongaria, dan siapa pun yang hendak
melakukannya ke depannya, diperbolehkan untuk menyeberangi perbatasan Austria tanpa
halangan. Dan terjadilah banjir besar menuju luar negeri.”60
Marilah berhenti di sini untuk merangkum poin yang sedang kami buat. Tanpa izin khusus, perjalanan
dari balik Tirai Besi secara ketat dilarang di bawah pemerintahan Uni Soviet. namun , perjalanan ke
sesama negara satelit Komunis lain tidaklah dilarang. Maka, sekalinya Polandia, dan yang lebih penting
lagi di dalam konteks ini, Hongaria (dua negara satelit Komunis), melepaskan diri dari dominasi Komunis
(seperti yang telah kita lihat di atas), timbul suatu masalah.
Foto: Tidak digambarkan di sini, URSS terletak di
sebelah kanan Polandia (Poland) dan
Cekoslowakia (Czechoslovakia), Rumania Komunis
terletak di kanan bawah Hongaria (Hungary)
Hongaria telah membuka perbatasannya dengan
Austria, dan warga Jerman Timur yang berada di
Hongaria membanjiri Jerman Barat melalui
Austria. Jadi, jika seseorang ingin melarikan diri ke
Jerman Barat yang bebas, ia hanya perlu pergi ke
Hongaria, menyeberangi perbatasan Austria (yang
sekarang dibuka) dan pergi ke Jerman Barat. Kita
dapat melihat bagaimana situasi ini tidak dapat bertahan lama, dan akan menjadi pertanda untuk
akhirnya pemenjaraan rakyat oleh Blok Komunis.
“Berita ini tersebar dengan cepat. sesudah Hongaria, Cekoslowakia menjadi tujuan wisata
terfavorit bagi para warga negara Jerman Timur – terutama kota Praha. Cekoslowakia pada
waktu itu masih berada di bawah kuasa Komunis garis keras. namun para pemimpinnya
dapat membaca surat kabar; mereka tidak ingin warga asing menimbulkan masalah pada
masa yang semacam itu. sesudah ribuan turis Jerman Timur memenuhi kedutaan Jerman
Barat di Praha dan mulai berkemah di sekelilingnya, untuk menuntut pergi ke Jerman
Barat, otoritas Ceko berkata kepada Menteri Luar Negeri Jerman Barat bahwa mereka akan
membebaskan mereka jika Honecker setuju. Di dalam suatu momen fantasi yang menentang
penjelasan yang rasional, Honecker setuju dengan syarat yang absurd bahwa semua kereta yang
membawa para pengungsi harus diarahkan untuk melalui Jerman Timur dan disegel. Peristiwa
ini menghasilkan kejadian-kejadian di mana semakin banyak orang di kota-kota Jerman
Timur berbondong-bondong mencoba memanjat kereta-kereta yang disegel sewaktu
kereta-kereta itu lewat. Di kota Dresden sendiri, terhitung sepuluh ribu orang.”61
Tidak semua warga Jerman Timur yang ingin melarikan diri ke Jerman Barat dapat mencapai Hongaria,
namun , beberapa dari mereka dapat sampai ke Cekoslowakia. sebab mereka melihat bahwa para warga
lainnya dari negeri mereka yang tertekan itu telah melarikan diri dari kezaliman Komunis melalui
Hongaria, mereka mengepung kedutaan Jerman Barat di Cekoslowakia yang Komunis, dan menuntut agar
mereka diperbolehkan untuk pergi, dan mereka berkemah di kedutaan itu. Pemerintahan Cekoslowakia,
yang tidak ingin dibebani oleh masalah pengungsi, setuju untuk membebaskan mereka jika Honecker
(pemimpin Komunis dari Jerman Timur) setuju. Hal yang luar biasa, Honecker memang setuju –
kemungkinan untuk menghindarkan masalah krisis pengungsi bagi para kamerad Cekoslowakianya.
645
Pada titik itu, begitu banyak warga Jerman Timur yang memanfaatkan hal itu, sehingga Honecker
melarang semua perjalanan yang dilakukan oleh warga Jerman Timur menuju Cekoslowakia.
Larangannya ini sia-sia:
“Pada tanggal 3 Oktober [1989], Honecker melarang semua perjalanan yang dilakukan
oleh warga negara Jerman Timur menuju Cekoslowakia. namun tidak ada tembok di
perbatasan Ceko; Ceko yaitu negara saudara sosialis.”62
Orang hanya dapat membayangkan antusiasme di Negara-Negara satelit pada saat ini. sebab mereka
melihat bahwa rakyat di Polandia dan Hongaria telah dibebaskan dari dominasi Komunis, mereka
merindukan kebebasan yang sama besarnya dari kezaliman Komunis. Momentum itu tidak terhentikan.
Khalayak ramai yang besar berkumpul di Leizpig untuk memprotes Pemerintahan Komunis di Jerman
Timur.
“Perayaan-perayaan dirgahayu berlangsung pada tanggal 8 Oktober ... Keesokan harinya yaitu
hari Senin – saat doa dan apel di Gereja Santo Nikolas di Leipzig. Pada hari ini, ada
setidak-tidaknya 50.000 orang yang hadir, seolah-olah mereka muncul dari tanah Jerman
Timur yang tercemarkan. Honecker telah memprediksikannya. Ia telah mengumpulkan
pasukan polisi rahasia, polisi biasa, dan serdadu di Leipzig yang besar jumlahnya dan
memberi mereka amunisi tembak, dengan instruksi untuk memakai kekerasan
apa pun yang dibutuhkan untuk mencerai-beraikan demonstrasi ini . Suatu peristiwa
Lapangan Tiananmen yang lain mungkin akan segera terjadi. namun perintah untuk
menembak tidak dikeluarkan ... Bagaimanapun, ia [Honecker] bersikeras menolak untuk tidak
memakai kekerasan yang mematikan terhadap khalayak. Pada suatu pertemuan Politburo
Jerman Timur yang penting yang berlangsung di tanggal 10 Oktober, hanya dua anggota
mendukung Honecker dalam perkara ini. Bahkan, para anggota Komunis selama hidup yang tua
berargumen melawan ‘solusi Cina’ … Honecker mengamuk dengan sia-sia. Tiga hari lalu , ia
mengeluarkan suatu pernyataan yang ambigu dan tidak biasa yang menjanjikan pembaruan-
pembaruan ekonomi, lebih banyak barang konsumen, dan memperluas ha-hak untuk
beperjalanan … Pada tanggal 16 Oktober, jumlah demonstran berlipat tiga menjadi 150.000
orang. Keesokan harinya, anggota Politburo Jerman Timur kembali berhimpun …
Kebanyakan dari para anggota Politburo yang lain tahu bahwa permainan itu sudah
berakhir. Tidak akan lagi ada bantuan dari Uni Soviet ….”
Kerumunan massa yang besar memprotes pemerintahan Komunis Jerman Timur
646
“Serdadu Jerman Timur, yang sebelumnya tidak pernah menembak dengan senapan dalam
kemarahan dan yang tidak pernah sebelumnya melindungi suatu negara sejati, tidak dapat
diandalkan di dalam suatu krisis. Seandainya saja kerumunan massa telah berlipat tiga jumlahnya
menjadi 150.000 orang dalam satu pekan, berapa banyakkah jumlah yang mungkin hadir di sana
para dari Senin berikutnya? Will Stoph, perdana Menteri yang berusia 75 tahun, membuat suatu
tugas yang luar biasa sulit untuk dilakukan. Ia memberi tahu Honecker bahwa ia harus
mengundurkan diri. Keesokan harinya, ia melakukannya, dengan alasan-alasan kesehatan
… Jika Erick Honecker tidak dapat menjaga Komunisme di Jerman Timur, tidak seorang
pun dapat melakukannya. Partai itu, yang sejak begitu lama dan sampai baru-baru ini
adikuasa, terasa seperti istana pasir di bawah hujan. Pada tanggal 30 Oktober, tiga ratus ribu
orang bergerak sesudah doa-doa hari Senin di Leipzig; pada tanggal 4 November, setengah juta
orang berunjuk rasa demi kebebasan di Berlin Timur, dan menuntut pengekangan yang efektif
terhadap kuasa pemerintahan. Pada tanggal 7 November, seluruh pemerintahan Jerman Timur
mengundurkan diri, dan Honecker diberhentikan dari Politburo …
“Sewaktu keonaran yang menghancurkan ini terjadi, seorang pejabat pemerintahan tanpa nama
berkomentar bahwa ‘perjalanan-perjalanan pribadi ke negara lain dapat dimintakan tanpa
memenuhi persyaratan.’ Tidak seorang pun tahu apa artinya, kemungkinan termasuk sang
pejabat yang menuliskannya; namun khalayak yang memanjat tembok Berlin
menyerukannya bagaikan suatu slogan, dan para penjaga perbatasan pun tidak tahu apa
maknanya. Pada akhir sore hari tanggal 9 November, para petugas di Tembok …
memutuskan untuk membiarkan orang-orang yang mendesak maju itu untuk lewat. Tiba
tengah malam, ratusan ribu orang membanjiri gerbang-gerbang yang terbuka, bersukacita dan
berpesta dengan liar, sembari memukuli bongkahan tembok dengan palu-palu buatan. Para
pejabat pemerintahan membuat suatu lubang yang besar di tembok Potsdamer Platz. Pada
tanggal 10 November, setidaknya sejuta warga Jerman Timur membanjiri Jerman Barat
dengan berjalan kaki dan dengan berbagai sarana transportasi ... Tiada lagi orang yang
mencoba menghentikan mereka … Pada tanggal 3 Desember, semua anggota Politburo
mengundurkan diri dan Honecker ditangkap. Partai [Komunis] itu seolah-olah tiba-tiba
membubarkan dirinya secara penuh ... Jerman Timur kini sama sekali tidak memiliki masa
depan. Di sepanjang tahun 1990, ia terpelanting ke dalam sejarah tanpa diratapi oleh seorang pun
sewaktu, bertentangan dengan segala hal yang diperkirakan oleh para cendekiawan, Jerman
bersatu secara penuh tanpa perlawanan yang signifikan dari seorang pun, tidak pun dari
pemerintahan Soviet.”63
647
Kejatuhan Cekoslowakia:
“Jatuhnya tembok Berlin yaitu tanda berakhirnya kekuasaan Komunis di Cekoslowakia.
Pada tanggal 17 November, unjuk rasa yang dipimpin oleh 17.000 pelajar di Lapangan Wenceslas
yang luas di Praha menuntut berakhirnya ‘peran kepemimpinan’ dari Partai Komunis
Cekoslowakia. Para polisi memukuli beberapa demonstran, dan kemurkaan masyarakat segera
timbul ... Pada tanggal 20 November dua ratus ribu orang memenuhi Lapangan Wenceslas dari
ujung ke ujung, yang secara resmi meminta suatu perubahan terhadap pemerintahan, seraya
berteriak ‘Inilah saatnya! Inilah waktunya!’ Setiap harinya, suatu unjuk rasa diadakan di
Lapangan Wenceslas; setiap harinya, khalayak yang sudah luar biasa besarnya itu semakin
bertumbuh. Pada tanggal 22 November, lebih dari 250.000 berseru: ‘Undur diri! Undur diri!’
sewaktu nama-nama dari para menteri di dalam pemerintahan Komunis disebutkan ... Pada
tanggal 27 November hampir seluruh negeri itu melakukan mogok umum selama dua jam,
dan pemerintahan ... menyatakan bahwa Partai Komunis Cekoslowakia akan
meninggalkan ‘peran kepemimpinan’. namun [Perdana Menteri] Adamec tidak bergerak
dengan cukup cepat; pemerintahan yang sebagian besar masih beranggotakan golongan Komunis
yang diajukannya itu ditolak oleh Havec dan Forum Kewarganegaraan, dan pada tanggal 7
Desember, ia mengundurkan diri dari jabatan Perdana Menteri, dan dua hari sesudah nya, Presiden
Gustav Husak juga mengundurkan diri … Suatu pemerintahan baru yang non-Komunis
diinstitusikan, dan jutaan warga Ceko serta Slowakia merayakannya.”64
Kejatuhan Bulgaria:
“Pada hari jatuhya Tembok Berlin, terjadi suatu perubahan di dalam kepemimpinan Komunis di
Bulgaria. Todor Zhikov, yang telah memimpin negara satelit yang terpatuh dari Uni Soviet ini
selama tidak kurang dari 35 tahun, mengundurkan diri di bawah tekanan untuk reformasi yang
tidak dapat atau yang tidak hendak diembannya … Sebulan sesudah nya, 50.000 orang
berdemonstrasi di kota Sofia yang sebelumnya begitu tenang, menuntut pengunduran diri
Partai Komunis dari ‘peran kepemimipinannya’. Dalam suatu ledakan emosi yang tidak
berhati-hati yang direkam oleh seorang wartawan televisi yang menghancurkannya secara politis
sewaktu peristiwa itu disingkapkan, Mladenov [yang pada saat itu memimpin Bulgaria Komunis]
bergumam bahwa ‘hal yang terbaik yang harus dilakukan yaitu untuk membawa masuk tank-
tank.’ namun , ia tidak membawa masuk satu tank pun, dan tindakan semacam itu tampaknya
tidak diajukan secara serius bahkan oleh pemerintahan garis keras ini, yang sebelumnya telah
menyediakan para pembunuh bayaran untuk KGB selama bertahun-tahun. Seorang filsuf yang
lembut dan sederhana yang bernama Zhelyu Zhelev membentuk suatu Serikat Demokrat, dan
pada tanggal 12 Desember, Partai Komunis Bulgaria setuju untuk menanggalkan monopoli
kuasanya dan mengadakan pemilihan secara bebas. Pada ronde kedua dari pemilihan ini,
di tahun 1990, Zhelev terpilih menjadi presiden.”65
Kejatuhan Rumania:
“Di sana tetap berdiri tegak melawan gelombang kebebasan, diktator Komunis Rumania
yang sejak lama tak terlawan, Nicolae Ceausescu, dan istrinya yang dingin dan kejam,
Elena ... Keluarga Ceausescu mencintai kekuatan dengan gairah yang membara ... Ia mengurung
Rumania di dalam kemiskinan seraya membangun proyek pameran besar-besaran ... Polisi
rahasia bertebaran di mana-mana, mengawasi setiap orang tanpa henti, bahkan mereka
yang sedikit dicurigai melakukan pembangkangan. Setiap mesin ketik di Rumania didaftar
dengan polisi rahasia, bersama dengan suatu sampel ketikannya sehingga segala dokumen yang
648
membahayakan dapat dilacak sampai kepada mesin yang mengetiknya. Para pembunuh bayaran
melacak orang-orang terkemuka tertentu yang telah berhasil melarikan diri dari negeri itu dan
memburu mereka sampai mereka mati. Pada tanggal 20 November, sewaktu Polandia dan
Hongaria serta Jerman Timur dibebaskan dan Cekoslowakia bergegas menuju pembebasan,
Ceausescu berkata bahwa ia tidak akan pernah mengikuti negara-negara ini untuk ‘memblokade
sosialisme’.
Sekali lagi, seperti di Polandia dan di Jerman Timur, pembebasan suatu negara Komunis bermula
dengan suatu gereja ... Pemerintahan telah memerintahkan Tokes untuk meninggalkan parokinya.
Ia menolak untuk pergi. Pada tanggal 15 Desember, tanggal jatuh tempo yang diberikan untuk
pengusirannya, seribu orang secara tak terduga berdemonstrasi untuk mendukungnya. Keesokan
harinya, jumlahnya membengkak menjadi lima ribu orang. Ceausescu mengutus tentaranya. Para
petugasnya enggan menembak, namun Ceausescu mengecam mereka atas ketidaktegasan mereka
dan pada tanggal 17, memerintahkan suatu ‘solusi Cina’. Sekitar seratus orang dibunuh dan
ratusan orang lain terluka.
Warga kota membalas dengan mogok umum sewaktu para serdadu mulai bergerak
mundur, mereka hendak meninggalkan pemandangan dari pembunuhan-pembunuhan
yang mereka lakukan. Demonstrasi-demonstrasi simpati bermula di kota-kota lainnya;
Ceausescu mengingatkan bahwa ia akan memakai kekerasan yang sama terhadap siapa pun
dan kepada mereka semua jika mereka melanjutkan demonstrasi itu. Pada tanggal 21 Desember
ia bergegas keluar dari istana kepresidenannya untuk menceramahi kerumunan orang di televisi
nasional live. Untuk pertama kalinya di sepanjang 24 tahun masa pemerintahannya, orang-orang
menunjukkan kepadanya kepalan tangan, ejekan, dan cemoohan serta seruan-seruan ‘Ceausescu
diktator!’ yang berlangsung selama tiga menit penuh. Ia pun terkejut, dan mulai melambaikan
tangannya dengan sia-sia; Elena mendesis kepadanya, ‘Tenang! Tenang!’ Lalu layar televisi
negara menjadi kosong. Khalayak bertumbuh menjadi 15.000 orang dalam jangka waktu satu hari
dan akhirnya dicerai-beraikan oleh polisi keamanan, yang membunuh tiga belas orang.
Pada hari berikutnya, kerumunan orang yang besar mengelilingi bangunan yang
digunakan oleh Partai Komite Sentral di Lapangan Istana di Bukares. Masih dipenuhi
kepercayaan diri yang membara, Ceausescu keluar untuk berbicara kepada











