Tampilkan postingan dengan label gereja vatikan 23. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gereja vatikan 23. Tampilkan semua postingan

gereja vatikan 23

 


n secara 

publik bahwa aktivitasnya itu ‘terilhami oleh promosi musik rock oleh Yohanes Paulus II. Salah 

satu lagunya berjudul “Say Yes to Sex – Theology of the Body {Katakan Ya kepada Seks – Teologi 

Tubuh}.”77 

’Fratello’ Metallo: seorang ‘biarawan’ dari Sekte yang mempromosikan Tanda Tanduk Setan 

Gerakan tangan ini terkenal di kalangan satanis dan grup rock 

satanik. Banyak orang melakukan gerakan tangan ini tanpa 

mengenalinya sebab  mereka berada di bawah pengaruh setan. 

Seperti yang telah ditunjukkan sebelumnya, beberapa orang 

mengenali bahwa Tanda Tanduk Setan itu mirip dengan gerakan 

tangan untuk mengatakan ‘aku cinta kamu’ dalam bahasa isyarat tuna 

wicara. ‘Fratello’ Metallo yang kita lihat di kiri ini mengatakan bahwa 

ia membuat gerakan tangan ini untuk alasan berikut: 

“Di Italia, Cesare Bonizzi, seorang biarawan berumur 64 tahun, telah membentuk kelompoknya sendiri, 

Fratello Metallo {‘Bruder Metal’}. Pada saat konser mereka, ia membuat gerakan ‘tanda tanduk setan’ – 

telunjuk dan jari kelingking berdiri – dan ibu jari menjulur, untuk menjadikannya simbol cinta.”78 

Benar bahwa hal ini  berarti ‘aku cinta kamu’ dalam bahasa isyarat, namun  hal ini  kemungkinan 

besar disebabkan bahwa perintis sistem isyarat ini  untuk orang-orang tuna wicara dan tuna rungu, 

Helen Keller, sendirinya yaitu  seorang okultis dan teosofis. Ia telah menulis suatu buku berjudul My 

Religion, di mana ia menjelaskan pandangan okultnya.79 Beberapa orang percaya bahwa ia membuat 

tanda ‘aku cinta kamu’ ini  sedemikian rupa agar mirip dengan tanda Tanduk Setan, sehingga 

seseorang yang membuatnya, mengatakan secara harfiah bahwa ia mencintai Setan. 

Seorang ‘imam’ Novus Ordo Prancis, pecinta Heavy Metal pergi ke sebuah Hellfest {‘Festival 

Neraka’ – festival musik Heavy Metal} 

“Sewaktu ia tidak memberkati hosti, Romo Robert Culat mendengarkan 

heavy metal... Kecintaannya untuk musik yang berteriak-teriak kepada 

satanisme hanyalah suatu cerita anekdot jika imam dioses Vaucluse 

ini  tidak menceritakan kedatangannya ke festival Hellfest – Pesta 

Neraka – yang diorganisir dari tanggal 18 sampai 20 Juni di Loire-

Atlantique.”80 

Sebuah dioses Jerman mengadakan meditasi zen.81 

Buletin ini ditulis dalam bahasa Jerman, namun  anda dapat melihat di atasnya promosi meditasi zen 

satanik. 

Seorang ‘imam’ Novus Ordo berkata: “Saya benci Rosario” 

Ini yaitu  sebuah artikel tentang seorang imam Novus Ordo yang membuang patung-patung ke 

dalam tong sampah, mengenakan kostum Superman atau Grinch untuk ‘Misa’, dan lain-lain. namun  

yang lebih buruknya yaitu  bahwa ‘imam’ satanik ini (kelihatannya ia kerasukan) yaitu  ia diterima 

dengan begitu baik di dalam diosesnya. Uskupnya yang bejat dan Vatikan tidak melakukan apa pun, 

Informasi yang Mengejutkan yang Menyimpulkan Kemurtadan Sekte Vatikan II 

522 

 

namun  hal ini  harusnya tidak mengejutkan. Ia memimpin sebuah kongregasi Novus Ordo besar dan 

ada  semakin banyak orang di dalam ‘gereja’-nya. Berikut beberapa kutipan dari sang ‘iman’: tentang 

kehidupan sesudah  kematian, di dalam sebuah wawancara di tahun 1981: “Hanya ada Allah, saya, dan 

anda. Tidak ada Setan. Tidak ada malaikat. namun  ada Surga, dan Yesus ada di sana. Dan saya tidak sabar 

untuk pergi ke sana.” Tentang Rosario: “Saya benci Rosario.” Tentang dirinya sendiri: “Saya harap saya 

tidak mengejutkan anda. Saya tidak merasa terganggu bila saya mengejutkan anda.” Tentang desain 

gerejanya yang terakhir: “Saya mengontrakkan seorang arsitek Yahudi. Saya berkata kepadanya, ‘jika 

anda membuatnya terlihat seperti sebuah Gereja, saya bunuh anda.’” 

Artikel ini mengingatkan kita bukan hanya tentang bagaimana agama Novus Ordo yang murtad itu 

berasal dari Setan (sesuatu yang sering kita mudah lupakan jika kita sudah keluar darinya dalam 

beberapa waktu), namun  artikel ini menceritakan bagaimana kebanyakan orang di Gereja (sayangnya) 

hampir seburuk sang ‘imam’, sebab  mereka menerima dan merangkul kekonyolannya. Fakta bahwa 

orang-orang menganggap diri mereka sendiri sebagai ‘Katolik’ dan menghadiri ‘pelayanan’ pria ini yaitu  

suatu hal yang begitu mencengangkan. Bahkan, artikel ini  menunjukkan bahwa umat di paroki 

‘imam’ ini  yaitu  donator yang paling setia dari dioses ini ! 

Gereja St. Louise, Novus Ordo, menjalankan acara antaragama di dalam sinagoga bersama para 

Yahudi. 

Bait B’nai Torah yaitu  tuan rumah pada tahun ini untuk komunitas tahunan gabungan ibadat doa 

bersama St. Louise, Cross of Christ, dan Church of the Resurrection.82 Ini yaitu  bidah, kemurtadan, dan 

penolakan akan Tuhan kita Yesus Kristus. namun  sekali lagi, para ‘imam’ dari gereja ini  hanyalah 

mengikuti contoh dari para Anti-Paus Vatikan II. 

Seorang biarawati Novus Ordo yang bertanggung jawab atas sebuah paroki berjumlah 3.000 

orang berkata bahwa ia senang mendapat  orang-orang homoseksual di dalam parokinya. 

“Paroki yang berjumlah 3.000 orang ini menjadi semakin beragam, hidup, dan ramah”, kata Suster 

Dolores Barling, penanggung jawab RCIA, pendidikan orang dewasa, liturgi, dan kajian Kitab Suci. “Ini 

yaitu  suatu paroki yang luar biasa”, tambahnya, yang memuji kepekaan paroki ini  untuk orang-

orang miskin. “Kami memiliki orang-orang berumur, lesbian, gay, dan berbagai ragam kalangan etnik – 

kumpulan yang majemuk... Saya cinta orang-orang. Kadangkala saya mengira bahwa saya dikelilingi 

santo-santa.” 

Situs internet resmi dari para uskup Novus Ordo mendukung spiritualitas pagan aliran 

Teilhard {Teilhard de Chardin, seorang ‘imam’ yang sesat dari Prancis}83 

  

Informasi yang Mengejutkan yang Menyimpulkan Kemurtadan Sekte Vatikan II 

523 

 

KESIMPULAN DARI ARTIKEL-ARTIKEL INI TENTANG SKANDAL-SKANDAL DAN KENISTAAN 

KONTRA-GEREJA VATIKAN II 

Berbagai judul dan bab yang kita telah bahas hanyalah puncak dari gunung es yang kelihatan. Berbagai 

contoh lain dapat kami kutip. Sekte Vatikan II / Novus Ordo memiliki ciri khas yaitu skandalnya yang 

tidak ada habisnya. Selalu ada lagi skandal dan tindakan-tindakan bejat yang terjadi di sana setiap hari. 

sebab  kesucian yaitu  salah satu tanda dari Gereja sejati, jika skandal dan immoralitas begitu universal 

di dalam sebuah Badan yang mengaku sebagai Gereja yang sejati, hal ini  menjadi bukti bahwa ia 

bukanlah Gereja yang sejati dan bahwa Iman Katolik yang sejati tidak ada  di sana. Kami telah 

menunjukkan bahwa sekte Vatikan II menolak Iman Sejati, dan oleh sebab  itu bukanlah Gereja 

Katolik untuk alasan-alasan doktrinal. Untuk menyimpulkan secara sederhana: skandal-skandal dan 

kebejatan yaitu  buah-buah dari ajaran sesat dan doktrin-doktrin palsu yang berakar di dalam Kontra-

Gereja ini. Dan “Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.” (Matius 7:16). Apa yang kita baru saja 

lihat tentang skandalnya yang tidak ada habisnya berguna untuk menegaskan fakta ini , dengan 

menunjukkan bahwa Sekte Vatikan II bukanlah Gereja Katolik Roma yang Kudus dan Apostolik! 

Paus Pius IX, Konsili Vatikan I, Sesi 3, bab 3, tentang Iman: 

“...Gereja, sebab  penyebarannya yang begitu mengagumkan, kesuciannya yang luar biasa 

dan kesuburannya yang tidak ada akhirnya di dalam segala kebaikan, juga sebab  

persatuannya yang Katolik serta kekokohannya yang tidak terpecahkan, dengan sendirinya 

yaitu  alasan yang besar dan kekal akan kredibilitas dan yaitu  sebuah kesaksian yang tidak 

terbantahkan akan misi ilahinya.”84 

Sekarang kita harus berlanjut kepada tema yang sama, dengan mendekati kepercayaan hierarkinya, dan 

beberapa anggota yang penting di bawah para Anti-Paus Vatikan II. 

_______________________________ Bagian 33: 

 

1 http://www.catholic.org/international/international_story.php?id=19634 

2 Situs Vatikan, Yohanes Paulus II, Perjalanan-perjalanan, Timur-Korea, Aux chefs spirituels des communautés 

religieuses non chrétiennes {Kepada Kepala-Kepala Rohani Komunitas-Komunitas Religius Non-Kristiani}, 6 Mei 1984, 

versi Inggris, no. 2, 4.  

 

http://www.vatican.va/holy_father/john_paul_ii/speeches/1984/may/documents/hf_jp-ii_spe_19840506_capi-

religionitradizionali_en.html 

 

L’Osservatore Romano, 14 Mei 1984, hal. 7. 

3 http://www.catholic.org/international/international_story.php?id=19563 

 

4 http://transcripts.cnn.com/TRANSCRIPTS/lkl.html 

5 http://www.lifesite.net/ldn/2006/feb/06021306.html 

 

6 L’Alsace.fr - http://www.lalsace.fr/actualite/2012/05/18/un-millier-de-personnes-a-la-messe-de-l-ascension 

7 Monacomatin.mc - http://www.monacomatin.mc/article/monaco/monaco-celebration-oecumenique-a-19-h-ce-

soir-sous-lechapiteau.6889.html 

 

8 http://www.catholicnews.com/data/stories/cns/0600273.htm 

 

9 http://www.lifesite.net/ldn/2006/jan/06010607.html 

 

Informasi yang Mengejutkan yang Menyimpulkan Kemurtadan Sekte Vatikan II 

524 

 

 

10 

http://www.ewtn.com/vexperts/showresult.asp?RecNum=453781&Forums=0&Experts=0&Days=14&Author=&Ke

yword=&pgnu=1&groupnum=0&record_bookmark=20&ORDER_BY_TXT=ORDER+BY+ID+DESC&start_at 

 

11 http://www.jpost.com/servlet/Satellite?cid=1131035504811&pagename=JPost/JPArticle/Showfull 

 

12 

http://www.ndtv.com/morenews/showmorestory.asp?category=National&slug=Catholic+priests+seek+Hindu+rit

uals&id=08561 

 

13 Naskah dari rilis pers yang dikeluarkan oleh the Office of Media Relations of the United States Catholic 

Conference, 2 September 2005 

 

14 http://www.beliefnet.com/story/174/story_17441_1.html 

 

15 

http://www.theglobeandmail.com/servlet/Page/document/v4/sub/MarketingPage?user_URL=http://www.theglo

beandmail.com%2Fservlet%2FAticleNews%%2FTPStory%2FLAC%2F20050510%2FABUSE10%2FTPNational%2F

Canada&ord=1158701757405&brand=theglobeandmail&force_login=true 

 

16 http://www.bishopaccountability.org/news2005_01_06/2005_05_10_Birk_DioceseOf.htm 

17 http://www.tldm.org/news8/AbortionCatholicHospitals.htm 

18 http://www.signonsandiego.com/news/metro/20050321-2013-bromapology.html 

 

19 http://www.worldnetdaily.com/news/article.asp?ARTICLE_ID=43624 

 

20 http://www.lifesite.net/ldn/2005/feb/05020803.html 

 

21 http://www.freerepublic.com/focus/f-religion/1317047/posts 

 

22 http://www.ewtn.com/vexperts/showmessage.asp?Pgnu=1&Pg=Forum9&recnu=6&number=421395 

23 Directory for the Application of the Principles and Norms of Ecumenism {Pedoman Penerapan Prinsip-Prinsip dan 

Norma-Norma Ekumenisme}, oleh Dewan Kepausan untuk Memajukan Persatuan Kristiani, éditions du Cerf, Paris ; 

1994, hal. 169. 

 

24 http://www.lifesite.net/ldn/2005/feb/05021406.html 

25 http://www.findearticles.com/p/articles/mi_m0MKY/is_1_29/ai_n8709004 

26 http://www.lifesite.net/ldn/2004/nov/04111603.html 

27 http://www.phayul.com/news/article.aspx?t=3&c=1&id=7876 

 

28 http://www.phayul.com/news/article.aspx?t=3&c=1&id=7868 

 

29 http://www.worldnetdaily.com/news/article.asp?ARTICLE_ID=40465 

 

30 http://www.luc.edu/info/howarddean.shtml 

 

31 http://www.kath-kirche-kaernten.at/pages/aktuell.asp?menuopt=1000 

 

32 http://www.edith-stein-exerzitienhaus.de/rundgang/rund7.html 

 

33 http://www.stjoan.com/er1fr.htm 

 

Informasi yang Mengejutkan yang Menyimpulkan Kemurtadan Sekte Vatikan II 

525 

 

 

34 http://www.montgomerycountynews.net/travel08-18-04.htm 

 

35 

http://www.telegraph.co.uk/news/main.jhtml?xml=/news/2004/07/08/nrc08.xml&sSheet=/news/2004/07/08/i

xhome.html 

 

36 http://www.cruxnews.com/rose/rose-09july04.html 

 

37 http://www.boston.com/news/local/massachusetts/articles/2004/07/04/in_romes_shadow/ 

38 http://www.cwnews.com/news/viewstory.cfm?recnum=30298 

 

39 http://www.cruxnews.com/articles/crux-03june04.html 

 

40 http://thetimestribune.com/site/news.cfm?newsid=11815432&BRD=2185&PAG=461&dept_id=415898&rfi=6 

41 Chicago Tribune, ‘George Breaks Fast with Muslims {George Berbuka Puasa dengan Para Muslim}’, 21 Januari 

1998, bab 2, hal.3. 

 

42 Kardinal’ Francis George, ‘The Sins of the Church: God’s Forgiveness and Human Memories {Dosa-dosa Gereja: 

Pengampunan Allah dan Ingatan Manusia}’, Catholic New World, 19 Maret 2000. 

 

43 http://www.contre-info.com/scandale-un-pretre-participe-officiellement-a-un-colloque-maconnique 

44 http://www.dici.org/actualite_read.php?id=358&loc=US 

 

45 

http://www.boston.com/news/local/massachusetts/articles/2004/05/25/archidocese_announces_60_churches_w

ill_close/ 

 

46 http://www.lifesite.net/ldn/2002/oct/02101001.html 

47 http://www.theage.com.au/articles/2004/05/05/1083635202645.html 

 

48 http://golias-news.fr/article5494.html 

49 http://www.lifesite.net/ldn/2004/apr/04042306.html 

 

50 http://www.lifesitenews.com/news/archive//ldn/2007/mar/07032803 

 

51 http://www.losangelesmission.com/ed/roamincatholic/0103roam.htm 

 

52 http://www.cathnews.com/news/404/43.php 

 

53 http://www.catholicweb.com/sthomasapostle/index.cfm/NewsItem?id=102904&From=Home 

 

54 http://www.renewamerica.us/columns/abbott 

 

55 http://www.catholickey.org/index.php3?gif=news.gif&mode=view&issue=20040130&article_id=2741 

 

56 http://www.cathnews.com/news/402/126.php 

57 Romano Amerio, Iota Unum, Kansas City, MO : Angelus Press, 1998, hal.578 

 

58 http://catholiclesbians.org/pastoral/pastoral_orgs.html 

 

59 http://www.sdnewsnotes.com/ed/articles/2000/1200ps.htm 

 

Informasi yang Mengejutkan yang Menyimpulkan Kemurtadan Sekte Vatikan II 

526 

 

 

60 http://www.faithfulvoice.com/convertino.htm 

 

61 http://www.catholiccitizens.org/press/contentview.asp?c=13192 

62 http://www.all-creatures.org/hr/hrasacrificeinchurch.htm 

 

63 http://www.christianitytoday.com/ct/2000/115/46.0.html 

 

64 http://www.cruxnews.com/ftm/ftm-12march04.html 

 

65 http://www.losangelesmission.com/ed/articles/2004/0403ff.htm 

 

66 http://www.lifesite.net/ldn/2004/feb/04022304.html 

 

67 Peter Hünermann, Heinrich Denzinger, Enchiridion Symbolorum, Symboles et définitions de la Foi catholique 

{Simbol-Simbol dan Definisi-Definisi Iman Katolik}, edisi ketiga puluh delapan., Edisi Prancis, Editions du Cerf, Paris, 

2010, no. 3409, 3411, 3423. 

 

68 http://www.inq7.net/reg/2004/feb/19/reg_7-1.htm 

 

69 http://www.archives.tcm.ie./businesspost/2004/02/15/story730395567.asp 

 

70 http://www.cruxnews.com/articles/likoudis-11feb04.html 

 

71 http://www.mycalendar.net/webcal1/asp1/editEvent.asp?ID=2977116& 

 

72 http://www.freerepublic.com/focus/f-religion/1073389/posts 

 

73 http://www.lifesite.net/ldn/2004/feb/04020308.html 

 

74 http://www.dioshpt.org/connection/frdoug.htm 

 

75 Komunikasi pribadi dengan MHFM 

 

76 http://www.smh.com.au/articles/2004/01/26/1074965471823.html 

77 http://www.francescoproductions.com/lyrics/lyrics.html 

78 http://www.lexpress.fr/culture/musique/le-pere-robert-culat-un-diable-de-cure_900258.html 

79 Texe Mars, Codex Magica, Austin, TX: Rivercrest Publishing, 2005, hal 120,134. 

 

80 http://www.lexpress.fr/culture/musique/le-pere-robert-culat-un-diable-de-cure_900258.html 

 

81 http://www.kirche-im-bistum-aachen.de/kiba/opencms/traeger/3/jesuitenkirche-st-alfons-

aachen/zen/aktuell.html 

 

82 http://www.stlouise.org/eic/eic_events/eic_event_011121ThanksEve.html 

 

83 http://www.usccb.org/consecratedlife/az.htm 

 

84 Denzinger, Ed. du Cerf, no. 3013. 

Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2 

527 

 

34. Kemurtadan dari Hierarki dan Anggota-

Anggota Utama dari Sekte Vatikan II – Inikah 

Hierarki Anda? 

 

‘Uskup’ dari Buffalo diberikan pakaian oleh Dalai Lama di dalam sebuah ibadat besar antaragama yang 

murtad1 (dibahas dengan lebih rinci di bawah) 

St. Robertus Bellarminus, De Roman Pontifice, buku II, bab 30: 

“Pada akhirnya, para Bapa yang kudus mengajarkan secara bulat suara bahwa 

para bidah bukan hanya berada di luar Gereja, namun  juga bahwa mereka secara 

‘ipso facto’ kehilangan segala yurisdiksi dan jabatan gerejawi.” 

Penting untuk menekankan sekali lagi ajaran Gereja Katolik bahwa para uskup yang telah menjadi bidah 

segera kehilangan semua otoritas dan jabatan yang mereka mungkin miliki. Hal ini digambarkan dengan 

jelas oleh kasus seorang bidah dari abad ke-5, Nestorius, yang merupakan Patriark dari Konstantinopel. 

Pada hari Natal tahun 426, Nestorius menyangkal bahwa Maria yaitu  Bunda Allah dari mimbarnya. 

Seorang awam sederhana bernama Eusebius berdiri dan memprotes bidah publik ini . Hal ini 

membuat para Katolik dari Konstantinopel memecahkan persekutuan mereka dengan uskup mereka, 

Nestorius sebab  mereka mengakui bahwa sebab ia yaitu  seorang bidah publik, ia sama sekali tidak 

memiliki otoritas di dalam Gereja: ia langsung kehilangan jabatan. Mereka bahkan menyanyikan: “Kami 

mempunyai seorang kaisar, namun  tidak mempunyai seorang uskup.” Tanggapan ini dipuji oleh para 

konsili dan Paus, seperti yang kita akan jelaskan di bawah. Perhatikan bahwa Paus St. Selestinus berkata 

bahwa Nestorius tidak memiliki kekuatan untuk mengekskomunikasikan sesudah  ia memulai 

mengkhotbahkan ajaran sesat. Hal ini menegaskan bahwa para uskup yang bidah kehilangan jabatan 

mereka ipso facto (oleh sebab  fakta itu sendiri) sewaktu mereka menjadi bidah. Dan ajaran ini tentang 

kehilangan jabatan Gerejawi akibat bidah diterapkan secara persis kepada ‘uskup-uskup’ yang yaitu  

bidah secara terang-terangan dari sekte Vatikan II: mereka tidak memiliki otoritas dan ada  di luar 

Gereja Katolik, walaupun mereka memiliki bangunan-bangunannya dan memiliki ‘otoritas’ di atas sebuah 

dioses. 

Dom Prosper Guéranger, The Liturgical Year {Tahun Liturgis}, Vol. 4 (St. Sirilus dari Aleksandria), 

hal. 379: “Pada saat itulah Setan membuahkan Nestorius … yang terduduk pada Takhta 

Konstantinopel … Pada tahun pengangkatannya, pada hari Natal tahun 428, Nestorius 

memanfaatkan hadirnya khalayak yang amat besar jumlahnya yang telah berhimpun demi 

menghormati sang Bunda Perawan dan Putranya dengan mengucapkan perkataan yang penuh 

hujat ini dari mimbar Keuskupan: ‘Maria tidak melahirkan Allah; Putranya hanyalah seorang 

Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2 

528 

 

manusia, alat bagi Keilahian.’ Khalayak itu bergidik ngeri. Eusebius, seorang awam sederhana, 

bangkit untuk mengungkapkan kegeraman umum, dan memprotes penghujatan ini. 

Segera, suatu protes yang lebih eksplisit dipersiapkan dan disebarluaskan atas nama para 

anggota dari Gereja yang berduka ini, untuk menjatuhkan suatu kutukan kepada siapa pun 

yang berani berkata: ‘Putra Tunggal Bapa dan Putra Maria yaitu  pribadi yang berbeda.’ Sikap 

yang mulia ini merupakan penjaga Bizantium, dan memenangkan pujian dari para Paus 

dan konsili-konsili. Sewaktu sang gembala menjadi seekor serigala, tanggung jawab pertama 

milik kawanan domba yaitu  untuk membela dirinya sendiri.”2 

Paus St. Selestinus, dikutip oleh St. Robertus Bellarminus: 

“Otoritas dari Takhta Apostolik Kami telah menentukan bahwa uskup, imam, ataupun seorang 

Kristiani yang sederhana yang telah digulingkan atau diekskomunikasikan oleh Nestorius 

ataupun para pengikutnya, sesudah  mereka {Nestorius ataupun para pengikutnya} telah 

mengkhotbahkan bidah tidak boleh dianggap digulingkan ataupun diekskomunikasikan. sebab  

ia yang telah membelot dari iman dengan khotbah-khotbah semacam itu, tidak dapat 

menggulingkan ataupun mencabut siapa pun.”3 

‘Uskup’ dari Buffalo diberi pakaian oleh Dalai Lama di dalam sebuah ibadat 

besar antaragama bersama para Yahudi, Muslim dan bidah yang 

mengungkapkan kemurtadannya dari Iman Katolik 

“Ibadat yang mengagumkan ini  menghadirkan Dalai Lama yang berjubah merah dan 

keemasan di atas sebuah panggung bersama seorang imam Muslim, uskup Katolik, pendeta Baptis 

dan rabbi Yahudi serta 10 imam yang lain dan pemimpin-pemimpin agama setempat... ada  

bacaan-bacaan, doa-doa, dan lagu-lagu dari naskah-naskah suci, serta bunyi gong ritual dan 

keheningan meditasi selama tiga menit.”4 

Orang-orang selalu bertanya kepada kami, “kalian berada di bawah dioses yang mana?” “Apa kalian 

berada di bawah uskup?” Jika kami yaitu  bagian dari sekte Vatikan II, kami akan bersekutu dengan 

‘Uskup’ Edward U. Kmiec, sang ‘Uskup’ dari Buffalo. Di dalam gambar di atas, anda dapat melihat ‘Uskup’ 

Kmiec dari sekte Vatikan II – ia yang mengaku kepala dari dioses di tempat biara kami berada – 

mengambil bagian di dalam ibadat doa antaragama dengan Dalai Lama. Juga hadir di sana yaitu  seorang 

imam Muslim, seorang bidah Protestan, dan seorang rabbi. Ini benar-benar merupakan ibadat doa 

antaragama yang dikutuk oleh Paus Pius XI di Mortalium Animos, dan yang oleh Pius IX dikatakan sebagai 

lambang dari kemurtadan dari Iman Katolik. 

Dalai Lama yaitu  pemimpin rohani dari sebuah agama pagan yang menuntun jiwa-jiwa menuju 

penyembahan berhala dan menuju Neraka. Dalai Lama menolak Allah Tritunggal Mahakudus dan 

Keilahian Kristus dan mengaku sebagai seseorang yang telah berreinkarnasi. Ia yaitu  seorang 

antikristus. Lalu, siapakah yang bersekutu dengan Gereja Katolik? ‘Uskup’ Kmiec? Atau apakah itu 

mereka yang menolaknya dan berpegang erat kepada kepenuhan Iman? Tentunya bukan ‘Uskup’ Kmiec 

dan sektenya yang mencintai agama palsu. Ia ada  di luar Iman Katolik dan merupakan bagian dari 

agama yang murtad. Maka, kita dapat benar-benar berkata bersama para Katolik di masa lampau, yang 

berseru pada saat terjadinya bidah Nestorius (lihat di atas): Kami tidak memiliki seorang uskup. Ajaran 

St. Robertus Bellarminus yang dikutip di atas, yang menjelaskan bahwa para bidah tidak memiliki 

otoritas di dalam Gereja, diterapkan secara persis di dalam keadaan ini. 

Juga, perhatikan bahwa ‘Uskup’ Kmiec MEMAKAI KAIN UNGU (yaitu di sekeliling pinggangnya). 

Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2 

529 

 

Wahyu 17:4 – “Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan 

emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala 

kekejian dan kenajisan percabulannya.” 

Kami akan menjelaskan tentang hal ini lebih lanjut di dalam buku ini. 

Kepala dari Uskup-uskup Rusia berkata kepada kita bahwa sekte Vatikan II 

tidak berkehendak untuk mengonversikan para Skismatis Rusia ‘Ortodoks’ 

“Tidak ada  proselitisme sebagai suatu petunjuk dari Takhta Suci, 

tidak pun ada  tujuan untuk mengonversikan Rusia menjadi 

Katolik Roma.”5 - - Igor Kovalevsky, Sekretaris Jenderal dari ‘Konferensi 

Waligereja Katolik Roma’ Novus Ordo dari Rusia. 

Komentar: Ini yaitu  salah satu bidah terburuk dari sekte Vatikan II, dan benar-benar menghancurkan 

klaim bahwa mereka yaitu  Gereja Katolik. 

Para Uskup Novus Ordo AS Secara Resmi Bergabung di dalam “Christian 

Churches Together in the U.S.A. {Gereja-gereja Kristen Bersama di dalam AS}” 

– sebuah Persekutuan Protestan 

WASHINGTON (AP) – 17/11/04: “Para uskup-uskup Katolik Roma dalam negeri memilih 

pada hari Rabu untuk bergabung di dalam persekutuan baru yang merupakan kelompok 

Kristen terluas yang pernah dibentuk di dalam Amerika Serikat, yang menghubungkan 

para evangelikal di Amerika dan para Katolik di dalam sebuah organisasi ekumenis untuk 

pertama kalinya. Persekutuan ini, yang dinamakan Christian Churches Together in the U.S.A., 

direncanakan untuk dimulai tahun depan. Kelompok ini akan mengikutsertakan para Protestan 

terkemuka, Kristen Ortodoks, dan gereja-gereja orang berkulit hitam serta kelompok minoritas 

lainnya. Dengan jumlah sekitar 67 juta anggota di AS, Gereja Katolik akan menjadi denominasi 

terbesar.”6 

Komentar: Di segala pelosok internet anda dapat menemukan artikel-artikel tentang tindakan bidah yang 

mencengangkan ini oleh para uskup AS. Para uskup AS secara resmi telah bergabung dengan ‘Christian 

Churches Together in the U.S.A.’, sebuah persekutuan Protestan yang merupakan bagian dari National 

Council of Churches {Dewan Gereja-gereja Nasional}. Tindakan ini tentunya setingkat dengan Deklarasi 

Gabungan dengan Para Lutheran tentang Pembenaran, dan para ‘Paus’ Vatikan II mengulangi tindakan-

tindakan yang menolak untuk mengonversikan para skismatis Timur. 

Dengan perjanjian ini, Gereja Novus Ordo di AS telah secara resmi melepaskan segala klaim bahwa 

ia yaitu  Gereja Yesus Kristus yang satu dan sejati, dan telah mengakui bahwa ia yaitu  salah 

satu dari banyak denominasi yang sesat. Ia juga telah secara resmi mengakui bahwa sekte-sekte 

Protestan dan skismatis yang merupakan bagian dari ‘Christian Churches Together in the U.S.A.’ 

yaitu  bagian dari Gereja Yesus Kristus yang sejati. Jika para uskup Novus Ordo tidak mengakui para 

sekte-sekte bidah (non-Katolik) ini  dan denominasi-denominasi ini  sebagai bagian dari 

Gereja Kristiani, mereka tidak akan pernah bergabung dengan kelompok yang sesat ini. 

Berikut yaitu  Syahadat Iman dari National Council of Churches, yang ‘Christian Churches Together in 

the U.S.A’ yaitu  bagiannya: 

Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2 

530 

 

Pernyataan Iman: “National Council of Churches yaitu  sebuah komunitas dari 

persekutuan-persekutuan Kristiani, yang, dalam menanggapi Injil sebagaimana yang telah 

diwahyukan di dalam Kitab Suci, mengakui Yesus Kristus, Sabda Allah yang telah menjadi 

daging, sebagai Juru Selamat dan Tuhan. Persekutuan-persekutuan ini berjanji satu sama 

lain untuk menunjukkan secara lebih penuh kesatuan Gereja. Bersandarkan kekuatan Roh 

Kudus yang mengubah, persekutuan-persekutuan ini  bersatu sebagai Dewan yang 

memiliki misi yang sama, melayani semua ciptaan untuk kemuliaan Allah.” –dari Preambul 

Konstitusi NCC 

Hal ini berarti bahwa anggota-anggota dari National Council of Churches berbagi perjanjian persekutuan 

bersama seluruh denominasi-denominasi lain dan mengakui bahwa denominasi-denominasi lain 

menunjukkan kesatuan Gereja. Ini benar-benar sesat. 

Yohanes Paulus II menahbiskan Uskup Baru di Yerusalem yang berkata bahwa 

Gereja Katolik tidak memiliki kehendak untuk mengonversikan para Yahudi 

menjadi umat Kristiani! 

(DARI ISRAEL TODAY, 22 JAN. 2004) “USKUP BARU DI YERUSALEM yaitu  SEORANG 

YAHUDI – Untuk pertama kalinya sejak Rasul Yakobus menjabat sebagai uskup di Yerusalem, 

Kota Suci memiliki uskup Yahudi! Kepala Biara Benediktin Jean-Baptiste Gourion ditahbiskan 

sebagai uskup baru di gereja Katolik di Kiryat Ye’arim, di atas desa Arab Israel bernama Abu 

Ghosh dekat Yerusalem. Uskup Gourion akan bertanggung jawab untuk komunitas Katolik 

berbahasa Ibrani di Israel, yang banyak dari antaranya memiliki darah Yahudi... Saat ia (Uskup 

Gourion) menjelaskan bagaimana ia sebagai seorang Yahudi, menjadi seorang Katolik, ia berkata 

kepada kami: ‘Untuk saya, Kekristenan dan Yahudi yaitu  sama. Saya tidak perlu 

meninggalkan Yahudi untuk menjadi Kristiani. Yahudi dan Kristiani yaitu  badan yang 

sama.’ Oleh sebab  itu, ia membuat jelas bahwa ia tidak akan melakukan aktivitas 

‘misionaris’...” 

sesudah  penahbisannya, penyunting Israel Today Aviel Schneider mewawancarai sang uskup baru. 

Israel Today: Selamat, Uskup Gourion... Bagaimana tanggapan keluarga anda kepada jabatan 

baru anda sebagai uskup? 

Uskup Gourion: Saya memiliki hubungan yang sangat erat dengan ketiga saudara saya, yang 

menghadiri penahbisan saya di Yerusalem dan memberi  saya berkat Allah. Secara 

keseluruhan, saya kira penahbisan saya oleh Gereja Katolik menunjuk kepada sebuah masa baru 

antara para Yahudi dan para Kristen Katolik. Kita harus belajar untuk mengerti satu sama lain 

dengan lebih baik. Gereja Katolik tidak memiliki kehendak untuk mengonversikan para 

Yahudi menjadi Kristiani. Oleh sebab  itu, sang Paus menempatkan seorang uskup Yahudi 

di Israel... 

Israel Today: ...Vatikan enggan untuk mengakui negara Yahudi, mendirikan hubungan diplomatis 

dengan Israel hanya sejak 10 tahun lalu. Salah satu alasannya yaitu  bahwa Gereja Katolik 

berpikir bahwa ialah umat Allah yang terpilih. 

Uskup Gourion: Nah, 40 tahun lalu di Konsili Vatikan II, Gereja mengambil sebuah posisi teologis 

baru terhadap Israel sebagai umat Allah yang terpilih. Gereja Katolik tidak menggantikan 

umat Yahudi dengan siapa Allah membuat sebuah perjanjian abadi... 

Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2 

531 

 

Israel Today: Apakah anda masih menganggap diri anda sendiri sebagai bagian dari orang-orang 

Yahudi? 

Uskup Gourion: Tentu. Saya menganggap diri saya sebagai seorang Yahudi.” 

Komentar: Pada tahun 2004, ‘Uskup’ Gourion ditunjuk oleh Yohanes Paulus II sebagai Uskup pembantu 

baru di Yerusalem. Di dalam wawancara ini , Gourion berkata bahwa Yohanes Paulus II secara 

khusus menunjuk Gourion bagi Yerusalem sebab  asal-usulnya dan kepercayaannya. ‘Uskup baru’ 

Gourion ini berkata bahwa ia yaitu  seorang ‘Yahudi’; bahwa ‘Gereja’-nya (sekte Vatikan II) ‘tidak 

memiliki kehendak untuk mengonversikan para Yahudi menjadi Kristiani’; bahwa perjanjian Yahudi 

dengan Allah tetaplah sah dan tidak digantikan dengan Gereja Katolik; bahwa Tubuh Kristus (Gereja 

Katolik) dan Yahudi yaitu  satu Tubuh. 

Apakah mereka yang berada di bawah Benediktus XVI akan mengatakan bahwa ‘Uskup’ Gourion yaitu  

seorang Katolik? Apakah ‘Uskup’ Gourion seorang uskup di dalam ‘Gereja’ mereka dengan siapa para 

Katolik harus berbagi iman dan persekutuan – ya atau tidak? 

Paus Pius XII, Mystici Corporis Christi (#22), 29 Juni 1943: 

“Oleh sebab  di dalam komunitas Kristiani sejati hanya ada  satu Tubuh, satu Roh, satu 

Tuhan, dan satu Pembaptisan, hanyalah mungkin ada  satu iman. Dan oleh sebab  itu jika 

seorang manusia menolak untuk mendengar Gereja, biarkan ia dianggap – seperti yang 

diperintahkan oleh Tuhan – sebagai seorang kafir dan pemungut cukai. Oleh sebab  itu, mereka 

yang terbagi-bagi di dalam iman atau pemerintahan tidak dapat hidup di dalam kesatuan 

Tubuh itu, tidak pun mereka dapat menghayati hidup Roh Ilahinya yang esa.”7 

Untuk menyatakan bahwa Gourion yaitu  seorang Katolik di hadapan informasi ini (yaitu bahwa ia ada 

di dalam Gereja anda) yaitu  sebuah dosa berat melawan Iman dan penolakan terhadap Yesus Kristus. 

namun  mereka yang percaya bahwa Benediktus XVI yaitu  Paus harus berkata bahwa Uskup 

Gourion yaitu  saudara Katolik mereka yang memiliki iman yang sama dan berada di dalam Gereja 

(Tubuh) yang sama, seperti yang kita dapat lihat di atas, sebab  semua yang berada di dalam Gereja 

memiliki Iman yang sama (de fide). namun , jika mereka dengan benar menyatakan bahwa Gourion yaitu  

seseorang yang murtad yang ada  di luar Gereja Katolik dan tidak memiliki otoritas, mereka juga 

harus mengatakan hal yang sama tentang Benediktus XVI yang, seperti yang kita telah lihat, percaya akan 

kemurtadan yang sama tentang para Yahudi. 

‘Uskup Agung Kardinal’ Yohanes Paulus II dari Washington D.C. menegaskan 

penolakan Yohanes Paulus II akan proselitisme (mengonversikan orang-

orang lain) 

‘Uskup Agung Kardinal’ Theodore McCarrick, Wawancara dengan National Catholic Register 

tentang perjalanannya ke Moskwa untuk memberi  Ikon Bunda Maria dari Kazan kepada para 

Skismatis, September 2004: 

Pertanyaan: Apa yang anda perhatikan tentang hubungan-hubungan antara para Ortodoks dan 

Katolik Roma? 

Jawaban Kardinal McCarrick: “Saya kira saudara-saudara Ortodoks kita mungkin masih merasa 

terancam oleh Gereja Katolik Roma... Akan selalu ada  beberapa orang di dalam komunitas-

komunitas yang merasa terganggu oleh komunitas-komunitas rohani lain, mungkin menakuti 

Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2 

532 

 

bahwa mereka akan mencoba melakukan upaya konversi. SAYA PIKIR BAPA SUCI TELAH 

BENAR-BENAR JELAS BAHWA PERANANNYA BUKANLAH UNTUK MENGONVERSIKAN; 

peranannya yaitu  untuk menemukan kunci kepada kesatuan.”8 

Komentar: Di sini kita melihat bahwa ‘kepala’ dari sekte Novus Ordo di Washington D.C., yang yaitu  

seorang ‘Kardinal’ secara terang-terangan mengakui bahwa Yohanes Paulus II ‘telah benar-benar jelas 

bahwa peranannya bukanlah untuk mengonversikan’! Jika anda tinggal di Washington D.C. dan percaya 

bahwa Yohanes Paulus II yaitu  seorang Paus, anda harus mengakui bahwa Theodore McCarrick yang 

murtad tingkat tinggi ini yaitu  pemimpin dari Gereja Katolik di daerah anda. 

‘Uskup Agung’ Strasbourg mengakui bahwa Vatikan II telah meninggalkan ajaran 

Katolik tentang para Yahudi! 

Uskup Agung Joseph Dore dari Strasbourg, Prancis, Pidato kepada B’nai B’rith (Freemason 

Yahudi), Agustus, 2003:  

“Apa pun gambarannya [tentang orang-orang Yahudi di dalam seni tradisional Katolik]... pesan 

teologisnya tetap sama – pilihan Allah sekarang telah berpindah kepada orang-orang 

Kristiani; dan Gereja, Israel yang sejati, dapat memperoleh kemenangan, Ia yang mengakui 

kebenaran yang menyelamatkan, yang dibawa oleh Kristus. 

“Di Vatikan II, Gereja Katolik akhirnya merevisikan ajaran ini dan mengerti sejauh mana hal 

ini  menentang Kitab Suci sendiri... Di tahun 1973, keuskupan Prancis, terutama di bawah 

pengaruh Msgr. Elchinger, Uskup [yang lalu] dari Strasbourg, menerbitkan sebuah dokumen 

tentang kekuatan moral yang tidak tertandingi tentang hubungan Yahudi-Kristiani, sewaktu Paus 

Yohanes Paulus II mengulangi beberapa kali keabadian dari Perjanjian Pertama [Ed. 

Perjanjian Lama], ‘yang tidak pernah ditiadakan’ oleh Allah [Yohanes Paulus II, Mainz, Jerman 

Barat, 1980]. Pada hari ini, kami berharap dapat bekerja bersama dengan saudara-saudara kami 

yang lebih tua {yakni orang-orang Yahudi} untuk mencapai perdamaian dan dialog persaudaraan. 

namun , kita harus memiliki kerendahan hati untuk mengakui bahwa doktrin yang 

memandang rendah dan ‘teologi penggantian’ – yang membuat Gereja sebagai Israel Allah 

yang baru – masih ada di dalam pikiran banyak orang. Hanya lewat upaya pendidikan yang 

besarlah kami akan dapat untuk mencabut semua benih anti-Yahudi. Hanya lewat pemurnian 

ingatan yang berkelanjutan, membuat mereka sadar akan godaan-godaan mereka sendirilah para 

Kristiani dapat tergerak menuju kewaspadaan dan tanggung jawab. 

“Pada hari ini, Gereja memanggil para Kristiani untuk mengambil langkah-langkah pertama 

dalam jalan menuju konversi, mengundang mereka untuk membangun sebuah masa depan 

bersama para saudara Yahudi mereka di dalam mana, bersama, mereka dapat menjadi sebuah 

‘berkat bagi satu sama lain’ [Yohanes Paulus II, 1983].”9 

Komentar: Ini yaitu  kemurtadan. Ini yaitu  kebencian total untuk – dan penolakan kepada dogma yang 

kami telah kutip di sepanjang buku ini, yang menyatakan bahwa Perjanjian Lama telah berakhir dengan 

datangnya Kristus dan telah digantikan dengan Perjanjian yang Baru dan Kekal dari Yesus Kristus. 

Perhatikan bagaimana sang ‘Uskup Agung’ Dore yang sungguh murtad merujuk kepada pidato Yohanes 

Paulus II pada tahun 1980 (dan pernyataan-pernyataan Yohanes Paulus II yang lain) untuk 

membenarkan kemurtadannya. Perhatikan bagaimana ia merujuk kepada Perjanjian Lama sebagai 

‘Perjanjian Pertama’, dan bukan Perjanjian ‘Lama’, sebab  ‘Lama’ menyiratkan bahwa hal ini  tidak 

lagi berlaku. Perhatikan bagaimana ia berkata bahwa 'kita harus memiliki kerendahan hati” untuk 

meninggalkan dogma Katolik dan bahwa Perjanjian Lama telah berakhir. Perhatikan bagaimana ia 

Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2 

533 

 

berkata bahwa hal ini  akan membutuhkan ‘sebuah upaya yang besar’ untuk mencabut kebenaran 

dogmatis ini dari pikiran-pikiran Katolik. Inilah “uskup agung sekte Vatikan II di Strasbourg, Prancis, 

yang mengikuti ajaran dari para Anti-Paus Vatikan II. Kembali lagi, ini benar-benar merupakan ‘sekte 

Katolik’ palsu dari sang Antikristus. 

1 Yohanes 2:22- “Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus yaitu  

Kristus? Dia itu yaitu  antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.” 

Para Uskup Novus Ordo Terang-terangan Menolak Konsili Lyon II dan Konsili 

Florence yang Dogmatis! 

“Sebuah Persetujuan dari North American Orthodox-Catholic Theological Consultation 

{Konsultasi Teologis Ortodoks-Katolik Amerika Utara} Saint Paul’s College, Washington, DC, 

25 Oktober 2003 * (Waligereja Katolik AS – Sekretariat untuk Hubungan Antaragama:)* 

“IV. Rekomendasi-rekomendasi- “Kami menyadari bahwa masalah teologis tentang 

Filioque... Walaupun dialog antara beberapa  dari Gereja-gereja ini dan persekutuan 

Ortodoks telah menyentuh masalah ini , segala resolusi di masa depan yang 

menyangkut pertentangan antara Timur dan Barat tentang asal dari Roh harus 

mengikutsertakan semua komunitas-komunitas ini  yang mengakui Syahadat tahun 

381 sebagai standar dari iman. Walaupun sadar akan batasan-batasannya, Konsultasi 

kami membuat saran-saran teologis dan praktis untuk para anggota dan uskup dari 

Gereja-gereja kami sendiri... 

  bahwa di masa depan, sebab  perkembangan di dalam pengertian timbal balik telah 

muncul di dalam dekade-dekade baru ini, para Ortodoks dan Katolik menahan diri dari 

melabeli tradisi-tradisi di sisi lain sebagai sesat hal-hal yang berkenaan dengan asal Roh 

Kudus... 

  bahwa Gereja Katolik, sebagai konsekuensi dari nilai dogmatis Syahadat tahun 381 yang 

normatif dan tidak dapat dicabutkan, memakai  naskah Yunani asli saja dalam 

membuat terjemahan-terjemahan Syahadat ini  untuk penggunaan katekismus dan 

liturgi. 

  bahwa Gereja Katolik, mengikuti sebuah persetujuan teologis yang berkembang, dan 

terutama pernyataan-pernyataan yang dibuat oleh Paus Paulus VI, menyatakan 

bahwa kutukan yang dibuat di Konsili Lyon II (1274) yaitu ‘yang 

memberanikan diri untuk menentang bahwa Roh Kudus berasal 

selamanya dari Bapa dan Putra’ tidak lagi berlaku. 

“Kami menawarkan saran-saran ini untuk Gereja-gereja kami dalam keyakinan, berdasar  

kajian dan diskusi kami yang mendalam, bahwa cara-cara tradisi kami yang berbeda untuk 

mengerti asal Roh Kudus tidak perlu lagi memecahkan kami.”10 

Komentar: Ini yaitu  sebuah bidah yang mencengangkan, namun  pertama-tama, sedikit latar belakang. 

yaitu  sebuah dogma yang telah didefinisikan dari Gereja Katolik bahwa Roh Kudus berasal selamanya 

dari Bapa dan Putra.  

Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2 

534 

 

Paus Gregorius X, Konsili Lyon II, 1274, ex cathedra: 

“Kami mengakui dengan setia dan khusyuk bahwa Roh Kudus berasal selamanya dari 

Bapa dan Putra, bukan seperti dari dua asas {principles}, namun  seperti dari satu asas 

{principle}... Hal ini Gereja Roma yang suci, bunda dan pemimpin dari semua umat beriman, 

sampai kini telah akui, khotbahkan, dan ajarkan; hal ini dengan kuat ia pegang, 

khotbahkan, akui, dan ajarkan... namun  akibat beberapa orang, sebab  ketidaktahuan akan 

kebenaran yang tidak terpungkiri ini , telah jatuh ke dalam berbagai kesalahan-kesalahan, 

kami, berharap untuk menutup jalan kepada kesalahan-kesalahan ini , dengan 

persetujuan dari konsili yang suci, mengutuk dan mencela semua orang yang 

memberanikan diri untuk menentang bahwa Roh Kudus berasal selamanya dari Bapa dan 

Putra, atau dengan lancang menyatakan bahwa Roh Kudus berasal dari Bapa dan Putra seperti 

dari dua asas dan bukan seperti dari satu.”11 

Para skismatis Timur (yaitu para ‘Ortodoks’) menolak dogma ini. Mereka hanya percaya bahwa Roh 

Kudus berasal dari Bapa; mereka tidak percaya bahwa Roh Kudus berasal dari Bapa dan Putra (Filioque). 

Lalu, apa yang dilakukan para uskup sekte Vatikan II di dalam dialog mereka dengan para skismatis 

‘Ortodoks’ ini? Di dalam dialog mereka dengan para skismatis dan bidah ini, mereka telah mengeluarkan 

pernyataan di atas yang dihadirkan di dalam situs resmi waligereja AS mereka dalam persekutuan 

bersama Benediktus XVI. Pernyataan ini, yang dapat dilihat di atas, terang-terangan menyatakan 

bahwa definisi dogmatis dari Konsili Lyon II – yang menyatakan bahwa Roh Kudus berasal dari 

Bapa dan Putra (Filioque) – tidak lagi berlaku! Tidak ada hal yang dapat menjadi lebih sesat secara 

resmi! Para uskup AS yang bersekutu dengan Yohanes Paulus II (lalu Benediktus XVI) menyatakan 

bahwa sebuah pernyataan yang khusyuk, ex cathedra dari seorang Paus di suatu konsili ekumenis 

Gereja Katolik tidak lagi berlaku! 

Para uskup AS dari sekte Vatikan II juga menyarankan agar versi yang kini dari Syahadat Nicea-

Konstantinopel (yang diucapkan setiap hari Minggu di Misa), yang menyatakan bahwa Roh Kudus berasal 

dari Bapa dan Putra (Filioque), dihapuskan dari semua penggunaan katekismus dan liturgi (lihat bagian 

atas) – dan bahwa hanya syahadat dari tahun 381, yang hanya menyatakan bahwa Roh Kudus berasal 

dari Bapa, digunakan. Bagi mereka yang tidak tahu, Gereja Katolik secara sah menambahkan kata-kata 

‘dan Putra’ kepada Syahadat Nicea-Konstantinopel. 

Paus Eugenius IV, Konsili Florence, “Laetentur coeli”, 6 Juli 1439, ex cathedra: 

“Di dalam nama Allah Tritunggal Mahakudus, Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, dengan 

persetujuan dari Konsili Florence yang kudus dan umum ini kami mendefinisikan bahwa 

kebenaran tentang iman ini harus dipercayai dan diterima oleh semua umat Kristiani, dan 

bahwa oleh sebab  itu semua orang mengakui bahwa Roh Kudus berasal selamanya dari 

Bapa dan Putra... Kami mendefinisikan di samping itu bahwa penjelasan kata-kata 

‘Filioque’ untuk menyatakan kebenaran dan juga sebab  keperluan yang mendesak telah 

secara sah dan layak ditambahkan kepada Syahadat ini .”12 

Dengan menyatakan bahwa dogma ‘Filioque’ (‘dan Putra’) tidaklah mengikat dan tidak lagi berlaku, para 

uskup Novus Ordo menolak dua konsili dogmatis dari Gereja Katolik (Lyon II dan Florence) pada waktu 

yang bersamaan. 

  

Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2 

535 

 

Komisi Vatikan di bawah Yohanes Paulus II kembali menolak untuk mencoba 

mengonversikan para Yahudi! 

Pertemuan Gabungan Yahudi-’Katolik’ – “Delegasi-delegasi dari Kepala Rabbi Israel dan 

Komisi Hubungan Keagamaan dengan para Yahudi Takhta Suci bertemu untuk keempat 

kalinya dari tanggal 17-19 Oktober [2004] di Grottaferrata, Italia. Komite Gabungan ini didirikan 

pada bulan Juni 2002. Berikut yaitu  Laporan Komite tentang pertemuan ini ... 3. Komite 

bilateral [para Yahudi dan ‘Katolik’] mengulangi komitmennya kepada pernyataan-

pernyataan utama dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, yang mengikutsertakan 

sebuah panggilan untuk rasa hormat timbal balik akan identitas-identitas keagamaan 

kami yang berbeda, dan menegaskan penolakan bersama akan upaya-upaya apa pun 

untuk meyakinkan orang-orang untuk menolak peninggalan {rohani} mereka... Sebagai 

para umat yang beriman kepada Satu Allah yang bernama Perdamaian, doa telah dipanjatkan 

kepadanya untuk mengakhiri perang...”13 

Komentar: Deklarasi gabungan dengan para rabbi ini ditampilkan di surat kabar resmi Vatikan sebab  itu 

yaitu  tindakan resmi komisi Vatikan. Deklarasi gabungan itu ditandatangani oleh lima kepala rabbi 

yang berbeda, dua ‘Kardinal’, dua uskup, dua monsinyur, satu ‘Uskup Agung’ dan seorang imam, 

termasuk ‘Kardinal’ Jorge Mejia, Ketua dari delegasi ‘Katolik’ Vatikan. Persilakan kami untuk 

mengungkapkannya secara terang-terangan: ini yaitu  antikristus. “Komite bilateral [para Yahudi dan 

‘Katolik’]... menegaskan penolakan bersama akan upaya-upaya apa pun untuk meyakinkan orang-

orang untuk menolak peninggalan {rohani} mereka.” Hal ini berarti bahwa komisi Vatikan menolak 

segala upaya untuk meyakinkan para Yahudi untuk berkonversi kepada Yesus Kristus dan Iman Katolik. 

Orang-orang bertanya-tanya kapankah nubuat Bunda Maria dari La Salette berikut akan menjadi 

kenyataan: 

Bunda Maria dari La Salette, 19 September 1846: 

“Roma akan kehilangan Iman dan menjadi takhta sang Antikristus... Gereja akan berada dalam 

gerhana.” 

Hal ini sudah menjadi kenyataan. Pernyataan dari komisi Vatikan ini  benar-benar sejalan dengan 

ajaran Yohanes Paulus II dan Benediktus XVI akan para Yahudi, seperti yang kita telah lihat. 

Para Hindu Menyembah Iblis di Gereja Bunda Maria dari Fatima 

Frontpage Online, Surat Kabar Akhir Pekan Portugal dalam bahasa Inggris, 22 Mei 2003: “...kami 

dapat melaporkan bahwa langkah-langkah pertama untuk membangun Fátima sebagai pusat 

multi-agama dapat dilaksanakan. Pada tanggal 5 Mei... Noticias membawa sebuah laporan 

tentang ibadat agama Hindu yang bertempat di dalam Kapel Penampakan [Bunda Maria 

dari Fátima] di dalam gereja... Enam puluh orang Hindu yang dipimpin oleh seorang imam 

agung telah bepergian dari Lisbon untuk menyembah Dewi Devi, dewi alam. Wartawan SIC 

menggambarkan bagaimana sebelum mereka meninggalkan Lisbon, para orang Hindu ini  

telah berkumpul di dalam kuil mereka di dalam kota untuk berdoa dan menyembah berbagai 

patung dewa-dewi Hindu. 

 

“Sesampainya mereka di Fátima, para peziarah menuju ke Kapel Penampakan, di mana 

seorang imam Hindu memimpin sesi-sesi doa dari altar. Sebuah komentar tentang ibadat 

ini  diberikan oleh wartawan TV yang menjelaskan: ‘Ini yaitu  suatu hal unik yang tidak 

Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2 

536 

 

pernah dilakukan sebelumnya di dalam sejarah gereja ini. Imam Hindu ini , atau Sha Tri, 

mendoakan di atas altar Shaniti Pa, doa untuk perdamaian.’ Para Hindu dapat terlihat 

melepaskan sepatu-sepatu mereka sebelum mendekati pembatas altar kapel sewaktu sang imam 

melagukan doa-doa dari altar gereja... sesudah  menyembah dewa-dewi mereka dan berdoa di 

dalam kapel para Hindu terlihat dijaga menuju aula pameran di mana sebuah model 

gereja yang kontroversial yang sedang dibangun dipertunjukkan. Di dalam latar belakang 

ini  yang disebut bersifat seperti duta besar oleh komentator, setiap orang Hindu 

disapa secara pribadi oleh Uskup dari Leiria – Fátima, yang membungkuk terhadap sang 

imam Hindu yang mengulangi gerakan tangan salamnya. Sang imam Hindu lalu terlihat 

memakaikan sebuah syal imamat Hindu kepada Rektor dan uskup dari Gereja Fátima. ‘Di 

atas bahu perwakilan tertinggi dari Gereja di Fátima, sang imam Hindu menempatkan 

sebuah syal yang bertuliskan tulisan dari Bhagavad Gita, salah satu kitab suci Hinduisme.’ 

sang wartawan mengatakan kepada penontonnya. 

 

“Berita ini  berakhir dengan pemandangan-pemandangan sang imam Hindu yang 

menyalakan sebuah lilin di gereja selagi para pengikutnya menari di luar Kapel 

Penampakan, melantunkan puji-pujian kepada dewa-dewi mereka.” 

Komentar: Anda lihat sendiri. Ibadat pagan, musyrik, dan satanik dilakukan di dalam kapel yang 

dibangun di atas tempat di mana Bunda Maria dari Fatima menampakkan diri. Hal ini  terjadi 

dengan persetujuan penuh dari Rektor Gereja, Monsinyur Guerra, dan dengan persetujuan penuh dari 

Uskup Leiria-Fatima, dan dengan persetujuan penuh dari Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama, 

‘Uskup Agung’ Michael Fitzgerald. namun  bagaimana mereka bisa melakukan hal ini? Mereka dapat 

melakukannya sebab  mereka mempelajarinya dari Benediktus XVI, Yohanes Paulus II, Paulus VI 

dan Vatikan II, seperti yang kami telah dokumentasikan. 

Kekejian terakhir ini juga menunjukkan bagaimana para bidah yang dipergunakan ini sangatlah tersesat 

dan tertipu, mereka yang mencoba menjelaskan segalanya. Pada sebuah siaran EWTN pada tanggal 25 

April, Romo Mitch Pacwa dan Romo Robert Fox mendiskusikan desas-desus bahwa Fatima telah 

diserahkan kepada agama-agama non-Katolik. Romo Robert Fox memastikan kepada para pemirsa 

bahwa ide ini  yaitu  sebuah ‘pemalsuan’, dan bahwa hal semacam ini tidak terjadi ataupun tidak 

akan terjadi! Ya, memang itu yaitu  sebuah pemalsuan... dan sekarang kita melihat para penyembah 

berhala Hindu di Fatima melakukan ritus-ritus satanik mereka di Kapel Penampakan. Berapa lama orang-

orang akan mendengarkan para bidah ini yang menuntun jiwa-jiwa ke Neraka? 

Paus Leo XIII, Ad Extremas (#1), 24 Juni 1893: 

“Benak Kami pertama-tama tertuju kepada Rasul Thomas yang terberkati yang secara pantas 

disebut sebagai perintis pengkhotbahan Injil kepada orang-orang Hindu. Lalu, Fransiskus 

Xaverius juga ... Dengan ketekunannya yang luar biasa, ia mengonversikan ratusan ribu orang-

orang Hindu dari mitos-mitos dan takhayul-takhayul jahat dari kaum Brahmana kepada 

agama yang sejati. Para imam yang begitu banyak jumlahnya mengikuti jejak langkah dari orang 

kudus ini ... mereka sedang melanjutkan upaya-upaya yang mulia ini; bagaimanapun, di pelosok-

pelosok Bumi yang amat terpencil, ada  banyak orang yang masih terasing dari 

kebenaran, yang terpenjara dengan malang di dalam kegelapan takhayul.”14 

St. Fransiskus Xaverius, 18 September +1542: 

“Saya berkata kepadanya bahwa Allah, yang paling Setia dan Benar, memandang dengan 

jijik para bidah dan doa-doa mereka, bahwa Ia tidak ingin memperbolehkan penyebaran 

sebuah ibadah yang memuakkan di mata-Nya.15  

Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2 

537 

 

St. Fransiskus Xaverius, Musim Semi +1543: 

“Suatu hari saya berpindah haluan menuju sebuah desa para pagan... ada  seorang wanita 

dengan anak, yang telah bersalin selama tiga hari dengan kesulitan yang sangat besar, sehingga 

banyak orang cemas akan hidupnya. Doa-doa mereka untuknya tidak didengar, sebab  doa 

orang jahat yaitu  kekejian di mata Allah, sebab dewa-dewa para penyembah berhala 

yaitu  iblis [Mazmur 96:5, 1 Korintus 10:20].”16 

Wahyu 18:2-5- "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi 

tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat 

bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci, sebab  semua bangsa telah minum 

dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia... Lalu aku 

mendengar suara lain dari sorga berkata: "Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya 

supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan 

turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun 

sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya.” 

Sekte Vatikan II menyelenggarakan ‘kemartiran’ Mennonit 

Mons. John A. Rodano, Dewan Vatikan untuk Memajukan Persatuan Kristiani, Maret 2004: 

“Sebuah dialog internasional antara Gereja Katolik dan Konferensi Gereja Mennonit berlangsung 

199802993... Bagian III, ‘Menuju Penyembuhan Memori’, ditulis berkaitan dengan ingatan-

ingatan masa lalu dan terutama dari sudut pandang Mennonit, ingatan mereka akan 

penganiayaan dan kemartiran di abad ke-16, dan berkaitan dengan pengasingan satu sama 

lain pada waktu itu. Hal ini  menggarisbawahi empat langkah yang dapat dilakukan 

untuk menyembuhkan ingatan-ingatan... 

 

“Di dalam sebuah pernyataan bersama, para Katolik dan Mennonit bersama menyesali bahwa 

mereka dan para Kristiani yang lain ‘tidak dapat mengatasi masalah-masalah Gereja pada 

waktu itu sehingga dapat mencegah perpecahan di dalam Tubuh Kristus yang telah 

berlangsung sampai hari ini.’”17 

Komentar: Pada awal Maret 2004, sekte Vatikan II mengikuti pimpinan Yohanes Paulus II dengan 

memperingati pendeta Lutheran, Paul Schneider. Pada akhir bulan Maret di tahun yang sama, sekte 

Vatikan II memperingati ‘kemartiran’ Mennonit. Ini yaitu  sebuah bidah formal yang pada dasarnya 

berlangsung setiap pekan. Dapatkan sekte Vatikan II menolak dogma Di Luar Gereja Tidak ada  

Keselamatan dengan lebih jelas dan konsisten? Seorang ‘Katolik’ macam apa yang dapat setuju dengan 

persekutuan dengan sebuah ‘hierarki’ macam itu sedangkan mereka sadar akan fakta-fakta ini? 

Pernyataan umum di atas menggambarkan perpecahan antara para Katolik dan Mennonit (dalam kata 

lain, bidah-bidah dari para Mennonit) sebagai ‘masalah-masalah Gereja pada saat itu’, yang kelihatannya 

yaitu  tanggung jawab dari kedua belah pihak. Dalam kata lain, para Mennonit tidaklah bersalah akan 

bidah yaitu meninggalkan Tubuh Kristus dan mengikuti agama mereka yang diciptakan manusia! 

Para ‘Santo’ dan ‘Martir’ Non-Katolik Diperingati oleh sekte Vatikan II, seturut 

ajaran Yohanes Paulus II 

Romo Matthias Turk, Dewan Vatikan untuk Memajukan Persatuan Kristiani, Maret 2004: 

“Dari antara peristiwa-peristiwa yang lebih penting yaitu  penyelenggaraan ekumenis yang 

menyentuh yang diatur oleh Komunitas Sant’Egidio pada tanggal 1 Februari 2003 di 

Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2 

538 

 

Basilica St. Bartolomeus di Roma untuk memperingati Pendeta Lutheran Paul Schneider, 

yang dibunuh di dalam kamp konsentrasi Buchenwald. Mereka yang menghadiri acara ini 

termasuk Kardinal Walter Kasper... dan berbagai perwakilan ekumenis lain dari Paroki-paroki 

Roma. 

 

“Kesaksian ini, seperti yang telah dikatakan Bapa Suci, ‘lebih besar dari hal-hal yang memisahkan 

kita.’”18 

Komentar: Di sini kita melihat Dewan Vatikan untuk Memajukan Persatuan Kristiani memperingati 

seorang bidah Lutheran sebagai seorang martir untuk iman. Ini yaitu  suatu bidah formal terhadap 

Konsili Florence. Mohon membaca bagian-bagian yang lebih awal dari buku ini yang membahas bukti-

bukti bahwa Yohanes Paulus II secara berulang kali mengajarkan bahwa ada  santo-santa di luar 

Gereja. 

Paus Eugenius IV, Konsili Florence, Cantate Domino, Sesi 11, 4 Februari 1442, ex cathedra: 

“ ... tidak seorang pun dapat diselamatkan, sebanyak apa pun ia telah berderma, walaupun ia telah 

menumpahkan darah dalam nama Kristus, kecuali jika ia telah bertekun di pangkuan dan di 

dalam kesatuan Gereja Katolik.”19 

Paus Pelagius II, surat (2) Dilectionis vestrae, 585: 

“Mereka yang tidak berkehendak untuk setuju dengan Gereja Allah, tidak dapat tetap berada 

bersama Allah; walaupun diserahkan kepada lidah-lidah api, mereka terbakar, ataupun 

dicampakkan kepada binatang-binatang liar, mereka menyerahkan hidup mereka, tidak akan 

ada  untuk mereka mahkota kehidupan, melainkan hukuman untuk ketidakberimanan, 

bukan sebuah hasil yang mulia (dari sebuah kebajikan rohani), melainkan kehancuran akibat 

hilangnya harapan. Orang ini  dapatlah dibunuh; ia tidak dapat dimahkotai.”20 

Sekte Vatikan II memuji dan memperingati John Wesley, pendiri sekte Metodis 

Romo Donald Bolen, Dewan Vatikan untuk Memajukan Persatuan Kristiani, Februari 2004: 

“Tahun 2003 yaitu  sebuah tahun yang penuh peristiwa sehubungan dengan Gereja Katolik dan 

Dewan Metodis Dunia... Pada bulan 2003, para Metodis Sedunia menyelenggarakan ulang 

tahun ke 300 dari hari kelahiran John Wesley, dan di dalam cara-cara yang kecil namun 

penting, mengundang Gereja Katolik untuk bergabung di dalam perayaan-perayaan ini... 

Kardinal Walter Kasper, Presiden dari Dewan Kepausan untuk Memajukan Persatuan 

Kristiani, berkhotbah di Gereja Metodis di Roma pada acara ulang tahun ke-300 hari 

kelahiran John Wesley. lalu  pada tahun ini , ia mengirimkan sebuah pesan 

untuk memperingati ulang tahun kelahiran Wesley dan ulang tahun Chapel Wesley yang 

dibuka di London 225 tahun lalu. 

 

“Kardinal Kasper memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh acara-acara ini untuk 

menambahkan pengkajian ulang Katolik terhadap John Wesley, terutama memperhatikan 

‘komitmennya yang sepenuh hati untuk menyebarkan kabar baik keselamatan, 

pemeliharaannya akan kesucian berdasar  Kitab Suci dan pembangunan komunitas-

komunitas Kristiani untuk saksi dan misi.’ 

 

“Kardinal Kasper mencatat bahwa ‘Kita juga harus mencari suatu pandanga