Tampilkan postingan dengan label gereja vatikan 32. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gereja vatikan 32. Tampilkan semua postingan

gereja vatikan 32

 


kita harus mengulangi secara singkat kebenaran Katolik tentang Penjelmaan. 

Gereja Katolik mengajarkan bahwa Sabda yang kekal – Putra Allah – Pribadi Kedua dari Allah Tritunggal 

Mahakudus – mengambil kodrat manusiawi dan benar-benar menjadi seorang manusia. St. Yohanes 1:14: 

“Dan Firman itu sudah menjadi daging dan berdiam di antara kita.... {Kitab Suci MILT 2008}” 

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

692 

 

Tuhan kita Yesus Kristus yaitu  Firman kekal yang telah menjadi daging. Ia benar-benar Allah dan juga 

benar-benar manusia. Ia yaitu  Kristus yang satu – Satu Pribadi Ilahi dengan dua kodrat. 

Paus St. Leo Agung, Konsili Kalsedon, 451, ex cathedra: 

“ ... kami semua mengajarkan dengan suara bulat bahwa kami mengakui satu Putra yang esa dan 

sama, Tuhan kita Yesus Kristus, Putra yang sama ini sempurna di dalam keilahian, dan Putra yang 

sama ini sempurna di dalam kemanusiaan, Putra yang sama ini yaitu  Allah sejati dan manusia 

sejati yang memiliki sebuah jiwa rasional dan tubuh ... Kristus yang satu dan sama ... satu pribadi 

serta satu hipostasis, satu Kristus yang tidak terpecah-pecah maupun terbagi-bagi dalam dua 

pribadi, melainkan satu Putra yang esa dan sama, Putra Tunggal yang dilahirkan, Allah sang 

Sabda, Tuhan Yesus Kristus ....”4 

namun  Nestorius menolak bahwa Tuhan kita Yesus Kristus yaitu  satu pribadi. Nestorius dengan nista 

melarutkan Kristus menjadi dua pribadi. Secara nista, Nestorius percaya bahwa Putra Allah tidak 

menjadi manusia lewat Penjelmaan-Nya, melainkan bahwa Putra Allah menyatukan diri-Nya sendiri di 

dalam suatu cara tertentu dengan seorang pria yang bernama Yesus. 

KAMI ULANGI, NESTORIUS TIDAK PERCAYA BAHWA PUTRA ALLAH MENJADI MANUSIA LEWAT 

PENJELMAAN-NYA, MELAINKAN BAHWA PUTRA ALLAH MENYATUKAN DIRI-NYA SENDIRI DI 

DALAM SUATU CARA TERTENTU DENGAN SEORANG PRIA YANG BERNAMA YESUS. Apakah hal 

ini akrab di telinga? 

 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Redemptor Hominis #13, 4 Maret 1979: 

“...lewat Penjelmaan-Nya, Ia, Putra Allah, di dalam suatu cara tertentu menyatukan diri-Nya 

sendiri dengan SETIAP MANUSIA.”5 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 2 Juli 1986: 

“...Putra Allah, yang menjelma di dalam rahim Perawan Maria, ‘telah di dalam suatu cara 

tertentu menyatukan diri-Nya sendiri dengan setiap manusia.’”6 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 8 April 1987: 

“...lewat Penjelmaan-Nya Putra Allah telah menyatukan diri-Nya sendiri di dalam suatu 

cara tertentu dengan SETIAP MANUSIA.’”7 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Surat kepada para Keluarga (#2): 

“...Putra Allah, yang lewat Penjelmaan-Nya ‘menyatukan diri-Nya sendiri di dalam suatu 

arti tertentu dengan setiap manusia.’”8 

Dan dengan memercayai bahwa Putra Allah tidak menjadi manusia, melainkan menyatukan diri-Nya 

sendiri dengan seorang manusia yang bernama Yesus di dalam Penjelmaan-Nya, Nestorius melarutkan 

atau membagi Tuhan kita Yesus Kristus menjadi dua pribadi. 

Paus St. Leo Agung, Surat Dogmatis kepada Flavianus, 449: 

“Hendaknya Nestorius, oleh sebab  itu, dianatemakan... ia membuat satu pribadi manusia, dan 

yang satu pribadi ilahi yang lain, DAN TIDAK MENGARTIKAN BAHWA HANYA ADA SATU 

KRISTUS...”9 

Dan dengan melarutkan atau membagi Tuhan kita Yesus Kristus menjadi dua pribadi, doktrin Antikristus 

Nestorius secara logis menghasilkan pemujaan dua Kristus, dan memperkenalkan, oleh sebab  itu, 

PENYEMBAHAN TERHADAP MANUSIA!  

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

693 

 

Paus Vigilius, Konsili Konstantinopel II, 553: 

“Sinode kudus Efesus... telah menyatakan hukuman untuk bidah Nestorius... dan mereka 

semua yang mungkin lalu ... memercayai pendapat-pendapat yang sama seperti yang 

dipercayainya... Mereka mengungkapkan kesesatan-kesesatan ini melawan dogma-dogma Gereja, 

MEMPERSEMBAHKAN PENYEMBAHAN TERHADAP DUA PUTRA, mencoba untuk membagi 

sesuatu yang tidak bisa dibagi, DAN MEMPERKENALKAN KEPADA SURGA DAN BUMI 

KEJAHATAN YAITU PENYEMBAHAN TERHADAP MANUSIA. namun  pasukan roh-roh ilahi yang 

kudus bersama kami hanya menyembah satu Tuhan Yesus Kristus.”10 

Di dalam kutipan yang mengejutkan ini, Konsili Konstantinopel II mengajarkan bahwa pelarutan yang 

nista akan Yesus menjadi dua pribadi oleh pandangan Nestorius tentang Penjelmaan menghasilkan 

penyembahan dua putra, dan akibatnya memperkenalkan PENYEMBAHAN TERHADAP MANUSIA. Kami 

ulangi, PANDANGAN NESTORIUS YANG SESAT TENTANG PENJELMAAN MENGHASILKAN 

PENYEMBAHAN TERHADAP DUA PUTRA DAN AKIBATNYA MEMPERKENALKAN PENYEMBAHAN 

TERHADAP MANUSIA. Ini yaitu  doktrin yang sama yang digambarkan oleh St. Yohanes sebagai 

doktrin Antikristus. Tidakkah ini terdengar akrab? 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Redemptor Hominis (#10), 4 Maret 1979: 

“KENYATAANNYA, NAMA UNTUK KEKAGUMAN YANG DALAM AKAN 

NILAI DAN MARTABAT MANUSIA yaitu  INJIL, YANG BERARTI: 

KABAR BAIK. HAL ITU JUGA DIKENAL SEBAGAI KEKRISTENAN.”11 

Ya, Anti-Paus Yohanes Paulus II mengkhotbahkan bidah Nestorius – doktrin Antikristus yang sama. Ia 

mengkhotbahkan pelarutan Yesus di dalam Penjelmaan, yang menghasilkan penyembahan terhadap 

beberapa Kristus dan penyembahan terhadap manusia! 

Di sini, di dalam ensikliknya yang paling pertama, Redemptor Hominis, Anti-Paus Yohanes Paulus II secara 

terang-terangan mendefinisikan Injil, Kabar Baik dan Kekristenan sebagai kekaguman akan manusia. 

Injil yaitu  Hidup Yesus Kristus! Dengan mengatakan bahwa kekaguman yang dalam terhadap setiap 

manusia yaitu  Injil, Kabar Baik, dan Kekristenan, Anti-Paus Yohanes Paulus II menunjukkan bahwa 

setiap manusia yaitu  Yesus Kristus yang disembah orang-orang Kristiani. Dan penyembahan kepada 

setiap manusia sebagai Kristus ini bermula dari ajaran Anti-Paus Yohanes Paulus II bahwa Putra Allah 

menyatukan diri-Nya sendiri dengan setiap manusia di dalam Penjelmaan! 

Terlebih lagi, walaupun kemiripan antara Nestorius dan Anti-Paus Yohanes Paulus II tidak terpungkiri, 

ada  perbedaan yang penting antara keduanya. ada  suatu perbedaan yang penting antara sang 

Antikristus pertama, Nestorius, dan Anti-Paus Yohanes Paulus II, yang doktrinnya melambangkan 

pemenuhan nubuat Bunda Maria bahwa Roma akan menjadi Takhta sang Antikristus. Perbedaannya 

yaitu  bahwa Anti-Paus Yohanes Paulus II mengkhotbahkan suatu hal yang enam miliar kali lipat lebih 

buruk. Nestorius melarutkan Yesus menjadi dua (yang menghasilkan penyembahan terhadap dua 

Kristus), sedangkan Anti-Paus Yohanes Paulus II melarutkan Yesus menjadi enam miliar, yang 

menghasilkan penyembahan terhadap enam miliar Kristus. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Audiens Umum, 25 Januari 1984: 

“Kristus, Putra Allah, dengan menjadi daging, mengambil kodrat manusiawi setiap orang... 

Pada saat ini Ia menjadi satu dengan setiap orang... Di dalam ensiklik Redemptor Hominis saya 

menuliskan bahwa ‘nama untuk kekaguman yang dalam akan nilai dan martabat manusia 

yaitu  Injil, yaitu, Kabar Baik. Hal itu juga dikenal sebagai Kekristenan.’”12 

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

694 

 

Di sini, Anti-Paus Yohanes Paulus II menggambarkan pelarutan Yesus yang dilakukannya (doktrin 

Antikristusnya) dan penyembahannya terhadap manusia dengan saksama. Ia mengatakan kepada kita 

bahwa sebab  Putra Allah bersatu dengan setiap orang lewat Penjelmaan-Nya, yaitu, sebab  Putra Allah 

dilarutkan ke dalam setiap orang lewat Penjelmaan, nama untuk Kekristenan yaitu  kekaguman 

yang dalam akan setiap manusia; sebab  lewat peristiwa ini , setiap manusia yaitu  Yesus 

Kristus. Setiap manusia benar-benar yaitu  Putra Allah dan benar-benar manusia. Kami akan 

membuktikan di dalam artikel ini bahwa doktrin Antikristus ini, bahwa setiap manusia menjadi Putra 

Allah di dalam Penjelmaan dan oleh sebab  itu menjadi Yesus Kristus, yaitu  apa yang dikhotbahkan 

oleh Anti-Paus Yohanes Paulus II kepada dunia. 

3. Setiap orang harus mengambil Penjelmaan sebagai miliknya sendiri 

Tidak lama sebelum mendefinisikan Kekristenan sebagai kekaguman yang dalam akan manusia di dalam 

ensiklik pertamanya, Redemptor Hominis, Anti-Paus Yohanes Paulus II menuliskan hal berikut: 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Redemptor Hominis (#10): 

“Manusia yang hendak mengerti dirinya sendiri secara menyeluruh... ia harus ‘mengambil 

sebagai miliknya sendiri {to appropriate}’ dan mengasimilasikan secara menyeluruh 

kenyataan dari Penjelmaan dan Penebusan untuk dapat menemukan dirinya sendiri. Jika 

proses yang mendalam ini terjadi di dalam dirinya, ia lalu akan membuahkan bukan hanya 

penyembahan terhadap Allah namun  juga kekaguman yang dalam akan dirinya sendiri.”13 

Versi bahasa Inggris ensiklik ini memakai  kata ‘to appropriate’ yang diterjemahkan sebagai 

‘mengambil sebagai miliknya sendiri’.14 Untuk mengasimilasikan sesuatu yaitu  untuk menyerapnya. 

Oleh sebab  itu, Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata di sini bahwa manusia harus mengambil 

Penjelmaan sebagai miliknya sendiri (yaitu, ia harus mengambil sebagai kepunyaannya sendiri fakta 

bahwa Allah telah menjadi manusia) untuk menemukan dirinya sendiri. Hal ini berarti bahwa manusia 

harus mengerti bahwa ia yaitu  Allah dan manusia pada waktu yang bersamaan untuk menemukan 

dirinya sendiri. 

Sewaktu hal ini terjadi di dalam diri manusia, menurut Anti-Paus Yohanes Paulus II, manusia bukan 

hanya akan memiliki penyembahan terhadap Allah, ‘namun  juga kekaguman yang dalam akan dirinya 

sendiri’, sebab  ia akan menyadari bahwa ia pula yaitu  Kristus, Putra Allah yang telah menjadi manusia. 

Inilah mengapa Anti-Paus Yohanes Paulus II mendefinisikan Kekristenan sebagai kekaguman yang dalam 

terhadap setiap manusia di dalam paragraf berikutnya di dalam ensiklik ini (yang sudah kami kutip). 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Redemptor Hominis (#10), 4 Maret 1979: 

“Manusia yang hendak mengerti dirinya sendiri secara menyeluruh... ia harus ‘mengambil sebagai 

miliknya sendiri {to appropriate}’ dan mengasimilasikan secara menyeluruh kenyataan dari 

Penjelmaan dan Penebusan untuk dapat menemukan dirinya sendiri... KENYATAANNYA, NAMA UNTUK 

KEKAGUMAN YANG DALAM AKAN NILAI DAN MARTABAT MANUSIA yaitu  INJIL, YANG BERARTI: 

KABAR BAIK. HAL ITU JUGA DIKENAL SEBAGAI KEKRISTENAN.”15 

Terlebih lagi, Anti-Paus Yohanes Paulus II mengulangi pesannya yang penting (tentang mengambil 

sebagai milik sendiri Penjelmaan untuk menemukan manusia) berkali-kali di dalam tulisan-tulisannya 

(Catechesi Tradendae #61; Veritatis Splendor #8) sebab , seperti yang kami telah tunjukkan, hal ini  

yaitu  fondasi dari seluruh Injil Antikristus. 

Maka paling tidak tiga kali di dalam tulisan-tulisannya, Anti-Paus Yohanes Paulus II mengajarkan bahwa 

manusia harus mengambil Penjelmaan sebagai miliknya sendiri untuk menemukan dirinya sendiri. Dan 

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

695 

 

segera sesudah  ia mengatakan hal ini  untuk pertama kalinya di dalam Redemptor Hominis, Anti-Paus 

Yohanes Paulus II menegaskan maksudnya yang sesungguhnya dengan mendefinisikan Kekristenan 

sebagai suatu kekaguman yang dalam akan setiap manusia, yang menegaskan bahwa penyembahan 

terhadap setiap manusia ini mengalir secara langsung dari Penjelmaan. 

4. Injil yaitu  Kabar Baik tentang manusia 

Anti-Paus Yohanes Paulus II mendefinisikan Injil sebagai kekaguman yang dalam akan manusia di dalam 

ensiklik pertamanya dan berulang-ulang kali. namun  Anti-Paus Yohanes Paulus II juga mendefinisikan 

Injil sebagai Kabar Baik tentang Yesus Kristus. Ia mendefinisikannya dalam kedua arti sebab  pesannya 

yaitu  bahwa setiap manusia yaitu  Yesus Kristus. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan, 7 Maret 1983:  

“Injil yaitu  seorang pribadi: ia yaitu  Yesus Kristus.”16 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 1 Juni 1980:  

“Bukan hanya pesan Injil ditujukan kepada manusia, namun  hal ini  yaitu  pesan Mesianik 

yang besar tentang manusia; Injil yaitu  wahyu kepada manusia tentang kenyataan yang lengkap 

akan dirinya sendiri...”17 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Redemptoris Missio (#13): 

“Yesus sendiri yaitu  ‘Kabar Baik’,... Ia menyatakan ‘Kabar Baik’ bukan hanya lewat apa 

yang Ia katakan atau lakukan, namun  lewat diri-Nya sendiri.”18 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 4 Juni 1997: 

“Injil, dengan menyatakan Kabar Baik tentang Yesus, juga mengumumkan Kabar Baik 

tentang manusia...”19 

 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Tentang Umat Awam Kristus (#7), 30 Desember 1988: 

“...Yesus Kristus sendiri, yaitu  ‘kabar baik’...”20 

 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 9 Mei 1988: 

“Injil yaitu  wahyu tentang Allah... Injil juga yaitu  wahyu tentang kenyataan tentang 

manusia, tentang martabatnya... Kita menyebutnya Kabar Baik atau ‘Kabar Gembira’...”21 

 

Anti-Paus Yohanes Paulus II mengkhotbahkan kepada dunia bahwa manusia dan Yesus yaitu  satu dan 

sama, dan bahwa Injil yaitu  kenyataan tentang Yesus dan juga kebenaran tentang setiap manusia. 

Faktanya, kutipan berikut, begitu membuka pikiran. 

 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan kepada Para Anggota Kongres AS, 8 Januari 2001: 

“Selama masa pelayanan saya yang bertahun-tahun, namun  terutama pada Tahun Yubileum yang 

baru saja berakhir, saya telah mengundang semua orang untuk beralih kepada Yesus untuk 

menemukan di dalam cara-cara yang baru dan yang lebih dalam kenyataan tentang 

manusia... Untuk melihat kenyataan tentang Kristus yaitu  untuk mengalami dengan 

kekaguman yang dalam nilai dan martabat setiap umat manusia, yang yaitu  Kabar Baik 

dari Injil... (bandingkan Redemptor Hominis, no. 10).”22 

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

696 

 

Pertama-tama, perhatikan rujukan kepada Redemptor Hominis #10 yang dibuat oleh Anti-Paus Yohanes 

Paulus II. Redemptor Hominis #10 yaitu  di mana Anti-Paus Yohanes Paulus II pertama-tama 

mendefinisikan Injil dan Kekristenan sebagai kekaguman yang dalam akan manusia. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Redemptor Hominis (#10), 4 Maret 1979: 

“KENYATAANNYA, NAMA UNTUK KEKAGUMAN YANG DALAM AKAN NILAI DAN MARTABAT 

MANUSIA yaitu  INJIL, YANG BERARTI: KABAR BAIK. HAL ITU JUGA DIKENAL SEBAGAI 

KEKRISTENAN.”23 

Kedua, tepat sebelum membuat rujukan ini , Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata bahwa untuk 

melihat kenyataan tentang Kristus yaitu  untuk mengalami kekaguman yang dalam akan nilai dan 

martabat setiap manusia. Dalam kata lain, UNTUK MELIHAT KENYATAAN TENTANG KRISTUS yaitu  

UNTUK MENGALAMI SETIAP ORANG, menurut Anti-Paus Yohanes Paulus II, dan inilah Kabar Baik dari 

Injil. Hal ini berarti bahwa setiap manusia yaitu  Yesus Kristus. 

Galatia 1:8-9- “namun  sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan 

kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, 

terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau 

ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu 

terima, terkutuklah dia.” 

5. Manusia yaitu  Kristus, Putra Allah yang Hidup 

 

Di dalam Bab ke-16 dari Injil St. Matius, terjadi salah satu peristiwa yang paling penting di dalam sejarah 

Kekristenan. 

 

“sesudah  Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, 

siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga 

yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para 

nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "namun  apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab 

Simon Petrus: "Engkau yaitu  Mesias, Anak Allah yang hidup!" 

Di dalam peristiwa yang dramatis di dalam sejarah keselamatan, St. Petrus mengakui kebenaran yang 

terletak di dalam hati Injil. Ia mengakui dengan benar bahwa Yesus yaitu  Kristus, Putra Allah yang 

hidup. 

Di dalam homilinya yang pertama, Anti-Paus Yohanes Paulus II membahas kata-kata ini  yang 

diucapkan oleh St, Petrus tentang Tuhan kita Yesus Kristus. 

Yohanes Paulus II, Homilinya yang Pertama, Selamanya Menandai Permulaan Pelayanan 

Penggembalaannya, Minggu, 22 Oktober 1978: “’1. Engkau yaitu  Kristus, Putra Allah 

yang hidup’ (Matius 16:16). Kata-kata ini diucapkan oleh Simon, anak Yunus, di distrik 

Kaisarea Filipi... Kata-kata ini menandai permulaan dari misi Petrus di dalam sejarah 

keselamatan... 

“2. Pada hari ini dan di tempat ini kata-kata yang sama ini haruslah sekali lagi diucapkan 

dan didengarkan: ‘Engkau yaitu  Kristus, Putra Allah yang hidup.’ Ya, Saudara-

saudara dan putra dan putri, kata-kata ini, pertama-tama... mohon dengarkanlah lagi, hari 

ini, di tempat suci ini, kata-kata yang diucapkan Simon Petrus. Di dalam kata-kata 

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

697 

 

ini  ada  iman Gereja. Di dalam kata-kata yang sama itu ada  kebenaran 

yang baru, memang, kebenaran yang pokok dan pasti tentang manusia: Putra Allah 

yang hidup – ‘Engkau yaitu  Kristus, Putra Allah yang hidup.”24 

Di dalam homilinya yang pertama sebagai Anti-Paus di tahun 1978, di dalam pidato yang sama yang akan 

selamanya menandai permulaan pelayanan penggembalaannya, Minggu, 22 Oktober 1978, Anti-Paus 

Yohanes Paulus II menyatakan kepada dunia bahwa MANUSIA yaitu  Kristus, Putra Allah yang hidup! Ia 

bahkan berkata bahwa hal ini yaitu  ‘kebenaran yang baru’ – suatu kebenaran yang baru yang ia ingin 

singkapkan di sini. “Engkau yaitu  Kristus, Putra Allah yang hidup”, yang diucapkan oleh St. Petrus 

tentang Tuhan kita Yesus Kristus yaitu  kata-kata yang menggambarkan kebenaran tentang manusia, 

menurut Anti-Paus Yohanes Paulus II. 

Dan bukanlah suatu kebetulan bahwa Anti-Paus Yohanes Paulus II membuat pernyataan ini di dalam 

homilinya yang pertama sebagai Anti-Paus. Ia berada di sini untuk mengotbakan manusia yang 

menggantikan/menempatkan diri di tempat Kristus, oleh sebab  itu ia menetapkan doktrin 

Antikristusnya sejak permulaan. Orang-orang tidak dapat mengerti pentingnya pidato ini. 

Paus St. Pius X, E Supremi Apostolatus, 4 Oktober 1903: 

“Sewaktu, di sisi lain, dan hal ini menurut rasul yang sama merupakan tanda yang khas 

milik Antikristus, manusia dengan kelancangan yang tidak terbatas menempatkan 

dirinya sendiri di tempat Allah.”25 

Tanda yang khas milik Antikristus, manusia di tempat Allah, yaitu  tanda yang khas milik Yohanes 

Paulus II. Ia berada di sini untuk menggantikan Injil tentang Yesus Kristus dengan injil tentang manusia 

sebagai Kristus. Ia berada di sini untuk menggantikan kebenaran tentang Yesus Kristus dengan 

kebenaran tentang manusia. 

6. Kenyataan tentang Manusia, yaitu bahwa ia yaitu  Yesus Kristus 

 

Di dalam tulisan-tulisan Anti-Paus Yohanes Paulus II, seseorang akan menemukan rujukan-rujukan yang 

tidak terhitung kepada manusia. namun  di dalam tulisan-tulisannya seseorang juga akan menemukan 

rujukan-rujukan yang tidak terhitung tentang ‘kebenaran tentang manusia’ dan ‘seluruh kebenaran 

tentang manusia’. Kita sekarang mengetahui apa yang dimaksudkan oleh Anti-Paus Yohanes Paulus II 

sewaktu ia merujuk kepada ‘kebenaran tentang manusia’ ini. Hal ini yaitu  bahwa kebenaran tentang 

manusia itu yaitu  bahwa manusia yaitu  Yesus Kristus. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 17 Desember 1991:  

“Saudara-saudari terkasih, lihatlah Kristus, Kebenaran akan manusia....”26 

Di sini, Anti-Paus Yohanes Paulus II secara terang-terangan berkata kepada kita bahwa Kristus yaitu  

Kebenaran akan manusia. Hal ini berarti bahwa kebenaran tentang manusia yaitu  bahwa ia yaitu  

Yesus Kristus. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Audiens Umum, 22 Februari 1984:  

”...agar hati nurani dapat dibebaskan di dalam kebenaran yang penuh akan 

manusia, yang yaitu  Kristus...”27 

Di dalam terbitan #5 dari majalah kami, kami mengutip banyak dari naskah-naskah lain di mana Yohanes 

Paulus II menunjukkan – kadangkala dengan cara yang sangat lihai – bahwa ‘kebenaran akan manusia’ 

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

698 

 

yaitu  bahwa ia yaitu  Kristus. Kami merujuk kepada naskah-naskah ini  dan videonya di situs 

internet kami (www.mostholyfamilymonastery.com), sebab  kami harus berpindah haluan. 

7. Firman itu telah menjadi daging di dalam seluruh Manusia 

Di dalam Yohanes 1:14, kita membaca tentang Penjelmaan Putra Allah, “Dan Firman itu sudah menjadi 

daging dan berdiam di antara kita.” Berikut yaitu  apa yang dikatakan Anti-Paus Yohanes Paulus II 

tentang kata-kata ini . 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Ensiklik tentang Roh Kudus (#50): 

“Sabda telah menjadi daging.’ Penjelmaan Allah Putra yaitu  persatuan bukan hanya dengan 

kodrat manusia, namun  di dalam kodrat manusia ini, dalam arti tertentu, segala hal yang 

merupakan ‘daging’: seluruh kemanusiaan...”28 

Di sini Anti-Paus Yohanes Paulus II mengutip kata-kata dari Yohanes 1:14 dan berkata bahwa Firman 

yang menjadi daging berarti persatuan dengan seluruh daging, seluruh kemanusiaan. Hal ini secara 

harfiah berarti bahwa Putra Allah menjadi seluruh daging, seluruh kemanusiaan. Dan inilah mengapa 

Anti-Paus Yohanes Paulus II mengatakan hal berikut: 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Evangelium Vitae (#104): 

“Tepatnya di dalam ‘daging’ setiap manusialah Kristus terus mewahyukan diri-Nya 

sendiri... supaya penolakan akan hidup manusia, di dalam bentuk apa pun yang diambil oleh 

penolakan ini , yaitu  benar-benar penolakan akan Kristus.”29 

Di sini Anti-Paus Yohanes Paulus menegaskan doktrinnya sebagaimana yang ia telah tetapkan di dalam 

Ensiklik tentang Roh Kudus #50. sebab  Sabda telah menjadi daging di dalam seluruh kemanusiaan, di 

dalam daging SETIAP MANUSIALAH Kristus mewahyukan diri-Nya sendiri. Setiap manusia yaitu  Sabda 

yang telah menjadi daging, menurut Anti-Paus Yohanes Paulus II. Perhatikan bagaimana ia pun menaruh 

kata ‘daging’ di dalam tanda kutip, yang menunjukkan secara khusus bahwa setiap manusia yaitu  

‘Sabda yang telah menjadi daging’ dari Yohanes 1:14.  

8. Penjelmaan yaitu  Kenyataan tentang Manusia 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili di St. Louis, 27 Januari 1999: 

“Di dalam Penjelmaan, Allah mewahyukan diri-Nya sepenuhnya di dalam Putra-Nya... 

Penjelmaan juga mewahyukan kebenaran tentang manusia.”30 

Hal ini berarti bahwa manusia yaitu  Sabda yang telah menjadi daging. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan Angelus, 4 Januari 1981: 

“Kedatangan Allah kepada dunia, kelahiran Allah di dalam tubuh manusia, yaitu  suatu 

kebenaran yang begitu dalam dan memukau. Itu pula yaitu  suatu cara manusia, sembari 

ia berjalan, menemukan kembali dirinya sendiri.”31 

Hal ini berarti bahwa setiap manusia menemukan bahwa dirinya yaitu  Allah di dalam tubuh manusia. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 14 Desember 1999: 

“Dengan menetapkan pandangan kita kepada misteri Sabda yang menjadi daging... 

manusia menemukan dirinya sendiri.”32 

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

699 

 

Di sini, Anti-Paus Yohanes Paulus II secara terang-terangan menyatakan bahwa dengan menatap kepada 

Allah yang menjelma menjadi manusia, manusia menemukan dirinya sendiri. 

9. Misteri Sabda yang menjadi daging yaitu  misteri tentang Manusia 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan, 14 Januari 1999: 

“Dan kenyataannya, hanyalah di dalam misteri dari Sabda yang menjadi daginglah misteri 

tentang manusia benar-benar menjadi jelas.”33 

Anti-Paus Yohanes Paulus II membuat pernyataan ini ratusan kali. Ia mengatakan kepada kita bahwa 

hanya di dalam MISTERI sang Sabda yang menjadi daginglah – yaitu, hanya di dalam misteri Allah yang 

menjadi manusialah – misteri setiap manusia menjadi jelas, sebab  setiap manusia yaitu  Allah yang 

menjadi manusia, menurut doktrin Antikristus yang dikhotbahkannya. Perhatikan bahwa Anti-Paus 

Yohanes Paulus II tidak berkata bahwa di dalam ajaran sang Sabda yang menjadi daginglah misteri 

manusia menjadi jelas, melainkan di dalam misteri Sabda yang menjad daging – misteri dari sang Allah 

yang menjadi manusia sendiri – Tuhan kita Yesus Kristus. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Veritatis Splendor (#2), 6 Agustus 1993: 

“Faktanya, hanya di dalam misteri Sabda yang menjadi daginglah misteri tentang manusia 

menjadi jelas.”34 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Ensiklik tentang Iman dan Akal (#12): 

“...hanya di dalam misteri Sabda yang menjadi daginglah misteri tentang manusia menjadi 

jelas.”35 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 25 Oktober 1991: 

“Kenyataannya, hanya di dalam misteri Sabda yang menjadi daginglah misteri tentang 

manusia benar-benar menjadi jelas...”36 

10. Maria terberkati sebab  ia beriman kepada Manusia 

Di dalam Lukas 1:45, Elisabet berkata kepada Maria: 

“Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, 

akan terlaksana.” 

Di dalam Lukas 1:45, kita membaca bahwa Elisabet memuji Maria sebab  imannya kepada Tuhan. Inilah 

apa yang dikatakan Anti-Paus Yohanes Paulus II tentang peristiwa ini. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 31 Mei 1980: 

“Di ambang pintu rumah Zakaria, Elisabet berkata kepada Maria: ‘Berbahagialah engkau, yang 

telah percaya’ (Lukas 1:45). Hendaknya kita menghormati jabatan para ibu yang mengandung, 

sebab  iman akan manusia terungkap di dalamnya... PERLU ADANYA UNTUK PERCAYA 

AKAN MANUSIA, sejak awal. TERBERKATILAH ENGKAU, MARIA, ENGKAU YANG 

PERCAYA.”37 

Lukas 1:45 memberitahu kita bahwa Maria percaya kepada Tuhan. Di dalam suatu homili di mana ia 

mengomentari Lukas 1:45, Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata kepada kita bahwa Maria percaya kepada 

manusia sejak awal. Ia jelas-jelas berkata bahwa sang Tuhan yang dipercayai Maria yaitu  setiap 

manusia.  

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

700 

 

11. Setiap manusia yaitu  Kristus, anak yang terlahir pada hari Natal 

Layaknya Anti-Paus Yohanes Paulus II menyatakan bahwa manusia yaitu  Kristus, Putra Allah yang 

Hidup di dalam homili pertamanya, dan layaknya ia menyatakan bahwa Kekristenan, Kabar Baik, dan 

Injil yaitu  kekaguman yang dalam terhadap setiap manusia di dalam ensiklik pertamanya, sang 

Antikristus ini juga memiliki sebuah pesan untuk dunia di dalam sambutan Natal pertamanya sebagai 

seorang Anti-Paus 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Urbi et Orbi, 25 Desember 1978:  

“Saya menujukan pesan ini kepada setiap umat manusia, kepada manusia di dalam 

kemanusiaannya. Natal yaitu  perayaan manusia’”38 

Definisi Natal yaitu  sebagai berikut: ”Natal {Christmas} – Misa Kristus, nama umum dalam bahasa 

Inggris untuk perayaan ulang tahun Tuhan kita...”39 Natal yaitu  perayaan kelahiran Yesus Kristus. 

Maka, mengapa kita melihat Anti-Paus Yohanes Paulus II, di dalam sambutan Natal pertamanya, 

menyatakan kepada setiap umat manusia bahwa Natal yaitu  ‘perayaan manusia’? Hal ini tepatnya 

sebab  ia sungguh-sungguh Antikristus, yang berada di sini untuk mengkhotbahkan pesan bahwa 

manusia berada di tempat Kristus. Dan sang Antikristus ini terus mengkhotbahkan pesannya tentang 

Natal di tahun-tahun berikutnya. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Urbi et Orbi, 25 Desember 1979: 

“Natal yaitu  perayaan semua anak-anak di dunia - semuanya...”40 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 25 Desember 1993: 

“Natal yaitu  perayaan setiap umat manusia...”41 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Urbi et Orbi, 25 Desember 1978: 

“Terimalah seluruh kebenaran tentang manusia yang telah diucapkan pada malam Natal; 

terimalah dimensi manusia ini yang telah dibukakan untuk semua umat manusia pada Malam 

Kudus ini...”42 

Kebenaran tentang manusia sama sekali tidak diucapkan pada malam Natal. Satu-satunya kebenaran 

yang diucapkan yaitu  tentang kelahiran sang Juru Selamat. “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, 

yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Lukas 2:11) {Terjemahan MILT 2008}. Jika malam Natal juga 

membawakan ‘seluruh kebenaran tentang manusia’, seperti yang dikatakan Anti-Paus Yohanes Paulus II, 

maka seluruh kebenaran tentang manusia yaitu  bahwa ia yaitu  Yesus Kristus. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Evangelium Vitae (#1): 

“’...sebab untuk kalian telah lahir pada hari ini di kota Daud seorang Juru Selamat, yang yaitu  

Kristus Tuhan’ (Lukas 2:10-11). Sumber dari ‘sukacita besar’ ini yaitu  kelahiran sang Juru 

Selamat; namun  Natal juga menyingkapkan arti sepenuhnya tentang kelahiran setiap 

manusia...”43 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Urbi et Orbi, 25 Desember 1978: 

“Jika kita menyelenggarakan dengan begitu khidmat kelahiran Yesus, hal ini bertujuan 

untuk memberi kesaksian bahwa setiap umat manusia yaitu  seseorang yang unik dan tiada 

duanya.”44 

Di sini Anti-Paus Yohanes Paulus II mengakui bahwa penyelenggaraan Natal yaitu  semata-mata 

untuk memberi kesaksian kepada setiap umat manusia. 

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

701 

 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 25 Desember 1985: 

“Kelahiran Tuhan yaitu  cahaya dari Makna; cahaya dari makna yang ditemukan kembali dari 

segala hal. Dan terutama makna dari manusia...”45 

Di dalam homili yang mencengangkan pada hari Natal, 1985, Anti-Paus Yohanes Paulus II menyatakan 

bahwa kelahiran Tuhan yaitu  makna dari manusia. Secara terang-terangan ia mengatakan kepada kita 

bahwa manusia yaitu  Tuhan yang terlahir pada hari Natal. 

12. Epifani yaitu  perwujudan manusia 

Kata ‘Epifani’ berarti perwujudan Allah. Bahkan Anti-Paus Yohanes Paulus II mengakuinya. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan Angelus, 2 Januari 1983: 

“Seperti yang telah diketahui secara baik, Epifani berarti perwujudan Yesus kepada orang-

orang, wahyu sang Mesias yang telah dinantikan selama berabad-abad...”46 

namun  perhatikanlah bagaimana sang Antikristus ini juga mendefinisikan bahwa setiap bayi yaitu  

perwujudan Allah. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan Angelus, 11 Januari 1998: 

“Setiap bayi yang datang ke dunia yaitu  ‘epifani’ Tuhan...”47 

Hal ini menunjukkan, lewat definisinya sendiri – dan secara konsisten terhadap semua khotbahnya yang 

lain – bahwa setiap bayi yang datang ke dunia yaitu  Allah. 

Di dalam Wahyu 3:14, Tuhan kita Yesus Kristus menyebut diri-Nya sendiri sang ‘Amin’, saksi yang setia 

dan benar. Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata bahwa setiap manusia yaitu  sang Amin. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Familiaris  Consortio (#30), 22 November 1981: 

“...Gereja berpihak kepada kubu kehidupan. DI SETIAP HIDUP MANUSIA ia melihat keagungan 

dari ‘Ya’ ini , ‘Amin’ ini , yang yaitu  Kristus sendiri.”48 

13. Manusia yaitu  sang Jalan 

Di dalam Yohanes bab 14, kita membaca hal berikut: 

“Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami 

tahu jalan ke situ?" Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan...”” 

Di dalam salah satu ayat yang paling mencolok di dalam Kitab Suci, Yesus Kristus berkata kepada kita 

bahwa Ia (Yesus) yaitu  sang Jalan. Apa yang dikatakan Anti-Paus Yohanes Paulus II kepada kita? 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan, 9 Februari 2001: 

“Umat manusia yaitu  sang jalan...”49 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Ensiklik tentang Karya Manusia (#1), 14 September 1981: 

“...manusia yaitu  jalan yang utama dan mendasar... diperlukan untuk selalu kembali ke 

jalan ini...”50 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan di Polandia, 14 Juni 1999: 

“Manusia yaitu  jalan yang utama dan mendasar...”51 

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

702 

 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan, 7 April 1998: 

“...manusia yaitu  jalan pertama...”52 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, 21 Juni 2002: 

“...di dalam Ensiklik Redemptor Hominis, saya ingin mengulangi bahwa pribadi manusia yaitu  

jalan yang utama dan pokok...”53 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Surat kepada Para Keluarga (#1), 2 Februari 1994: 

“...manusia yaitu  sang jalan...”54 

Yesus Kristus berkata kepada kita dengan sangat jelas bahwa Ia (Yesus) yaitu  sang Jalan. Anti-Paus 

Yohanes Paulus II berkata bahwa manusia yaitu  sang Jalan. Anti-Paus Yohanes Paulus II 

mengkhotbahkan bahwa manusia yaitu  sang Jalan sedangkan hanya Yesus sendirilah Jalan ini , 

tepatnya sebab  ia yaitu  Antikristus, dan ia mengkhotbahkan manusia di tempat Kristus. 

Dan tidak ada  keraguan bahwa Anti-Paus Yohanes Paulus II menyadari sepenuhnya bahwa ia 

menempatkan manusia di tempat Allah sewaktu ia mengkhotbahkan bahwa manusia yaitu  sang jalan. Ia 

menyadari sepenuhnya akan fakta bahwa hanya Yesus Kristus sendirilah Jalan ini . Ya, pria ini, yang 

dapat berbicara 14 bahasa dengan lancar, yang yaitu  pria yang paling banyak dilihat orang di dunia, 

yang menjelajahi lebih banyak tempat dibandingkan  siapa pun di dalam sejarah, dan berbicara kepada lebih 

banyak orang dibandingkan  siapa pun, menyadari sepenuhnya bahwa Yesus Kristuslah jalan ini . 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Catechesi Tradendae (#5), 16 Oktober 1979: 

“Yesuslah ‘jalan, kebenaran, dan hidup’, (Yohanes 14:6)...”55 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Catechesi Tradendae (#22), 16 Oktober 1979: 

“...Kristus, yang yaitu  jalan...”56 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Tentang Umat Awam Beriman (#34), 30 Desember 1988: 

“Kristus untukmu yaitu  Jalan...”57 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 8 April 2001: 

“sebab  hanya Yesus sendiri yaitu  Jalan...”58 

Anti-Paus Yohanes Paulus II mengetahui dengan sangat baik bahwa Yesus sendirilah sang Jalan, 

walaupun demikian, ia juga mengkhotbahkan berulang-ulang kali bahwa manusia yaitu  sang Jalan. Anti-

Paus Yohanes Paulus II mengkhotbahkan kepada kita bahwa kedua pernyataan ini  tidak 

bertentangan – bahwa manusia dan Kristus dapat menggantikan satu sama lain sebab  mereka sama 

saja. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 10 Desember 1989: 

“...luruskanlah jalan Tuhan dan manusia, YANG yaitu  jalan Gereja.”59 

Sewaktu ia mengucapkan homili yang mencengangkan ini, kita harus mengingat kata-kata St. Yohanes 

Pembaptis di dalam Injil. St. Yohanes Pembaptis berkhotbah sebelum kedatangan Kristus: 

Yohanes 1:23- “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan 

Tuhan!” 

namun  Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata kepada kita agar kita meluruskan jalan Tuhan DAN 

MANUSIA. Maksudnya sangatlah jelas! Maksudnya yaitu  bahwa manusia yaitu  Tuhan. Faktanya, 

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

703 

 

perhatikan kalimat terakhir di dalam kutipan dari Anti-Paus Yohanes Paulus II. Ia tidak berkata kepada 

kita agar kita meluruskan JALAN-JALAN {jamak}* Tuhan dan manusia, yang yaitu  jalan Gereja. namun  

ia berkata “luruskanlah JALAN {tunggal} Tuhan dan manusia, YANG yaitu * jalan Gereja.” Hal ini  

hanyalah satu jalan, menurut Anti-Paus Yohanes Paulus II. 

*{Dalam bahasa Inggris, homili ini berkata sebagai berikut: “...make straight the way {tunggal} of the Lord 

and of man, which is {tunggal} the path of the Church.” Dan di dalam bahasa Prancis sebagai berikut: 

“...afin qu’il nous soit donné d’ouvrir à notre tour la voie du Seigneur et la voie {tunggal} de l’homme, qui est 

{tunggal} la voie de l’Église.” Hal ini menunjukkan di dalam kedua terjemahan bahasa ini  bahwa 

Anti-Paus Yohanes Paulus II memang menganggap bahwa hanya ada  satu jalan yaitu jalan Tuhan 

dan jalan manusia. Konsekuensinya, manusia yaitu  Tuhan di dalam pengertiannya.} 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Surat kepada Para Keluarga (#23): 

“Semoga kita semua diperkenankan untuk mengikuti Ia yang yaitu  ‘jalan, kebenaran, dan 

hidup (Yohanes 14:6)’”60 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Redemptor Hominis (#13), 4 Maret 1979: 

“Yesus Kristus yaitu  jalan utama bagi Gereja.”61 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Redemptor Hominis (#22): 

“sebab  di dalam hal ini Gereja juga mengakui jalan untuk kehidupan sehari-harinya, YAITU 

SETIAP MANUSIA.”62 

Perhatikan sekali lagi pesan yang jelas di mana terjadi penggantian di dalam kutipan-kutipan kedua 

terakhir di dalam ensiklik yang sama.  

14. Manusia yaitu  sang Kebenaran 

Di dalam Yohanes 14:6, Tuhan kita Yesus Kristus mengidentifikasikan diri-Nya sendiri bukan hanya 

sebagai Jalan, namun  juga Kebenaran. 

"Akulah jalan dan kebenaran...” (Yohanes 14:6) 

Yesus Kristus mengatakan kepada kita bahwa ia yaitu  sang Kebenaran. Apakah yang dikatakan Anti-

Paus Yohanes Paulus II? 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Veritatis Splendor (#84): 

“Pertanyaan Pilatus: ‘Apakah kebenaran itu?’ mencerminkan kegelisahan yang 

menyedihkan dari seorang manusia yang tidak lagi mengenal siapa dirinya sendiri...”63 

Di sini sang Antikristus mengatakan kepada kita bahwa pertanyaan Pilatus, “apakah kebenaran itu” 

mencerminkan kegelisahan dari seseorang yang tidak lagi mengenal SIAPA DIRINYA SENDIRI! Anti-Paus 

Yohanes Paulus II di sini mencoba untuk meletakkan Injil sataniknya di depan muka kita. Ia mencoba 

untuk meletakkannya di depan muka kita bahwa manusia yaitu  sang kebenaran – bahwa setiap 

manusia benar-benar yaitu  Kristus yang tidak dapat dikenali oleh Pilatus – dan bahwa Pilatus sendiri 

(sewaktu ia gagal untuk mengerti kebenaran yang hadir sendiri, sang kebenaran yaitu Tuhan kita Yesus 

Kristus) gagal untuk mengerti siapakah manusia itu! 

Di samping ‘Kebenaran’, salah satu gelar dari Tuhan kita Yesus Kristus yaitu  ‘Firman’. 

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

704 

 

Yohanes 1:1- “Pada mulanya yaitu  Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman 

itu yaitu  Allah.”  

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

705 

 

Anti-Paus Yohanes Paulus II mengakui fakta ini di dalam Ensiklik tentang Roh Kudus #36. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Ensiklik tentang Roh Kudus (#36), 18 Mei 1986: 

“...sang Firman, sang Putra yang kekal.”64 

namun  perhatikan sekarang bagaimana Anti-Paus Yohanes Paulus II menerapkan gelar Tuhan kita ini 

kepada manusia di dalam paragraf yang persis berikutnya di dalam ensiklik ini. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Ensiklik tentang Roh Kudus (#37): 

“Di sini kita menemukan diri kita sendiri di tengah-tengah suatu hal yang dapat disebut sang 

‘anti-Firman’, atau dalam kata lain ‘anti-kebenaran’. sebab  kebenaran tentang manusia 

menjadi dipalsukan: siapakah manusia itu...”65 

Di dalam Ensiklik tentang Roh Kudus #36, Anti-Paus Yohanes Paulus II mengatakan kepada kita bahwa 

Yesus Kristus yaitu  sang Firman dan Putra yang kekal. Di sini, pada paragraf #37 di dalam ensiklik yang 

sama, Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata kepada kita bahwa sang ‘anti-Firman’ dan ‘anti-

kebenaran’ yaitu  suatu pemalsuan dari kebenaran tentang manusia – suatu pemalsuan tentang 

siapa manusia itu. Hal ini jelas-jelas berarti bahwa manusia yaitu  sang Firman, sang Kebenaran, Putra 

Allah.  

15. Manusia yaitu  sang Hidup 

Di dalam Yohanes 14:6, Tuhan kita Yesus Kristus mengidentifikasikan diri-Nya sendiri bukan hanya 

sebagai Jalan, dan Kebenaran, namun  juga sebagai Hidup. 

"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup...” (Yohanes 14:6)“ 

Yesus Kristus berkata kepada kita bahwa Ia yaitu  sang hidup. St. Yohanes Penginjil menegaskan 

kebenaran ini dengan menggambarkan Tuhan kita Yesus Kristus sebagai ‘Firman hidup’ dan ‘hidup kekal’ 

di dalam surat pertamanya. 

1 Yohanes 1:1-3- “Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat 

dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami 

tentang Firman hidup--itulah yang kami tuliskan kepada kamu. Hidup itu telah dinyatakan, dan 

kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang 

hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.” 

Di dalam ayat yang dalam dari Kitab Suci ini, St. Yohanes mengidentifikasikan Yesus Kristus sebagai 

Hidup Kekal, sebagaimana yang telah dikatakan Tuhan kita sendiri kepada kita. namun  apakah yang 

dikatakan sang Antikristus? Bahkan, apakah yang dikatakan sang Antikristus tentang ayat yang sama dari 

Kitab Suci yang baru saja kami kutip (bab pertama dari surat St. Yohanes)? 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Evangelium Vitae (#30), 25 Maret 1995: 

“Arti yang paling mendalam dan asli dari meditasi tentang apa yang 

dikatakan wahyu TENTANG HIDUP MANUSIA dibahas oleh Rasul Yohanes di 

dalam kata-kata pembukaan di dalam Surat Pertamanya. Apa yang telah ada 

sejak semula, yang telah kami dengar...tentang Firman hidup--itulah yang kami 

tuliskan kepada kamu. Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan 

sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, 

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

706 

 

yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada 

kami...‘66 

Di sini Anti-Paus Yohanes Paulus II mengutip kata demi kata ayat pembuka surat pertama St. Yohanes, di 

mana St. Yohanes menggambarkan bagaimana ia mendengar dan melihat Yesus Kristus: Firman Hidup. Ia 

berkata kepada kita bahwa ayat ini tentang Yesus Kristus yaitu  apa yang dikatakan wahyu kepada kita 

tentang HIDUP MANUSIA! Tidaklah mungkin bagi Anti-Paus Yohanes Paulus II untuk telah 

mengkhotbahkan bahwa manusia yaitu  Yesus Kristus dengan lebih jelas! 

Dan Anti-Paus Yohanes Paulus II mengetahui dengan begitu persis apa yang ia katakan sewaktu ia 

menerapkan ayat tentang Tuhan kita ini kepada manusia, sebab  di dalam 50 paragraf sesudah nya di 

dalam ensiklik yang sama, Evangelium Vitae, Anti-Paus Yohanes Paulus II kembali mengutip ayat yang 

sama dari Alkitab – namun  kali ini dengan arti yang benar! 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Evangelium Vitae (#80.1): 

“Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata 

kami...tentang Firman hidup...Yesuslah satu-satunya Injil: tidak ada hal lain yang perlu kami 

katakan atau yang kami saksikan.”67 

Maka, di dalam satu ensiklik, Anti-Paus Yohanes Paulus II mengutip kata-kata pembukaan dari surat 

pertama St. Yohanes dua kali; yang pertama berkata tentang hidup manusia dan yang kedua ia berkata 

bahwa hal ini  yaitu  tentang Yesus Kristus. namun , seperti yang kita telah tunjukkan, di dalam 

khotbah sang Antikristus, hal ini tidaklah bertentangan. Di dalam khotbahnya sewaktu ia berbicara 

tentang ‘Hidup kekal’ ini yaitu  tentang manusia, dan sewaktu ia berbicara tentang manusia, ini yaitu  

tentang ‘Hidup kekal’.  

16. Setiap manusia yaitu  Ekaristi 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan Angelus, 29 Mei 1983: 

“Pikiran tentang Ekaristi ada  di setiap pertemuan, bukan hanya sebab  di 

dalam Ekaristi terkandung hal yang dimiliki oleh hidup manusia secara 

paling mendalam...”68 

Tuhan kita Yesus Kristus, Tubuh, Darah, Jiwa, dan Keilahian-Nya ada  di dalam Ekaristi. Anti-Paus 

Yohanes Paulus II berkata bahwa hal yang terkandung di dalam Ekaristi dimiliki oleh hidup manusia 

secara paling mendalam. Ini jelas-jelas berarti bahwa setiap manusia memiliki Tubuh, Darah, Jiwa, dan 

Keilahian Kristus sebab  setiap manusia yaitu  Kristus. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Redemptor Hominis (#20): 

“Ekaristi yaitu  Sakramen di mana diri kita yang baru diungkapkan dengan 

sepenuhnya...”69 

17. Setiap manusia yaitu  Kristus yang disalibkan 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 11 Juni 1982: 

“Sewaktu kita menatap salib, kita melihat di dalamnya sengsara manusia: sengsara 

Kristus.”70 

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

707 

 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan, 28 Maret 1982: 

“Kunjungan penggembalaan saya, begitu dekat dengan Pekan Suci, oleh sebab  itu menjadi suatu 

meditasi akan ‘Sengsara Kristus’ dan ‘Sengsara Manusia’.”71 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Tentang Arti Penderitaan (#20): 

“Manusia, dengan menemukan lewat iman penderitaan Kristus yang menebuskan, juga 

menemukan di dalamnya penderitaan dirinya sendiri...”72 

Manusia tidak menemukan di dalam penderitaan dirinya sendiri di dalam penderitaan Kristus sebab  

manusia bukanlah Kristus. namun  inilah yang dikhotbahkan Anti-Paus Yohanes Paulus II. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Khotbah di dalam Koloseum (#20), 10 April 1998: 

“Sewaktu kita merenungkan Kristus yang wafat di Salib, pikiran kita tertuju kepada 

ketidakadilan dan penderitaan yang tidak terhitung yang memperpanjang sengsara-Nya di setiap 

bagian dunia. Saya membayangkan tempat-tempat di mana manusia dihina...”73 

Sewaktu kita merenungkan Kristus yang wafat di Salib, kita tidak berpikir tentang tempat-tempat di 

mana manusia dihina, sebab  manusia bukanlah Kristus yang disalibkan. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Audiens Umum, 12 Januari 1994: 

“Walaupun St. Paulus mengingatkan kita bahwa ‘Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara 

orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia’ (Roma 6:9), maut terus 

menjadi bagian dari keberadaan manusia. Kita yaitu  para saksi terhadap suatu proses 

kematian di daerah Balkan, dan, sayangnya, kita yaitu  saksi yang tidak berdaya akan hal 

ini . Kristus terus mati di tengah-tengah peristiwa-peristiwa tragis yang berlangsung di 

bagian dunia ini , dan itulah subjek dari renungan kita bersama. Kristus terus bersengsara 

di dalam banyak sekali saudara-saudari kita: di dalam pria, wanita, dan anak-anak, di dalam 

yang muda dan di dalam yang tua, di dalam banyak sekali orang-orang Kristiani dan Muslim, 

di dalam orang-orang beriman dan yang tak beriman.”74 

Anti-Paus Yohanes Paulus II memulai dengan mengakui bahwa Kristus tidak akan pernah mati lagi 

(Roma 6:9). Ia lalu berkata kepada kita bahwa maut terus menjadi bagian dari keberadaan manusia. Ia 

lalu mengatakan kepada kita bahwa Kristus terus mati, di dalam orang-orang Kristiani dan Muslim, di 

dalam orang-orang beriman dan yang tak beriman. Jalan pikirannya tidak sulit untuk diikuti: walaupun 

Kristus tidak akan pernah mati kembali, manusia tetaplah mati – maka Kristus mati sebab  manusia 

yaitu  Kristus. Ia bahkan menekankan bahwa Kristus terus mati di dalam para Muslim dan orang-orang 

yang tidak beriman, yang menegaskan lebih lanjut bahwa ia mengkhotbahkan bahwa manusia yaitu  

Kristus. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 1 Oktober 1999: 

“Ia, Imanuel, Allah beserta kita, telah disalibkan di dalam kamp-kamp konsentrasi dan di 

dalam gulag; ia mengenal penderitaan di bawah pengeboman di dalam parit; ia menderita 

di mana pun martabat asasi manusia, setiap umat manusia, dipermalukan, ditekan dan 

dilanggar.”75 

Istilah Imanuel (Allah beserta kita) sangatlah khusus. Istilah ini merujuk kepada satu Pribadi. Tuhan kita 

Yesus Kristus yaitu  Imanuel (Yesaya 7:14, Matius 1:23). Dan Tuhan kita Yesus Kristus disalibkan satu 

kali untuk dosa-dosa kita. Dengan menggambarkan setiap manusia sebagai Imanuel, Anti-Paus Yohanes 

Paulus II secara khusus menunjukkan bahwa setiap manusia yaitu  Allah bersama kita. 

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

708 

 

Sangatlah jelas bahwa Anti-Paus Yohanes Paulus II mengkhotbahkan bahwa setiap manusia yaitu  

Kristus yang disalibkan, Juru Selamat Dunia. namun  ada  satu tempat di dalam ensikliknya 

Evangelium Vitae yang sangatlah menarik berkenaan dengan hal ini, sebab  hal ini  menunjukkan 

penipuan dan kelihaian yang digunakan oleh sang Antikristus di dalam khotbahnya yang satanik. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Evangelium Vitae (#50.2), berbicara tentang kegelapan pada Jumat 

Agung: 

“namun  kemuliaan Salib tidaklah dikalahkan oleh kegelapan ini, melainkan, {kemuliaan 

ini } bersinar bahkan dengan lebih terang dan cerah, dan tersingkapkan sebagai pusat, 

makna dan tujuan dari segala sejarah dan dari setiap hidup manusia.”76 

Di sini, Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata bahwa kemuliaan Salib tersingkapkan sebagai makna 

dari SETIAP HIDUP MANUSIA. Ingat-ingat hal ini selagi kita membaca kutipan selanjutnya dari 

Evangelium Vitae.  

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Evangelium Vitae (#50.3): 

“Yesus dipaku di Salib... Oleh sebab  itu pada saat itulah tersingkapkan, pada saat-Nya yang 

paling lemah, identitas Putra Allah: kemuliaannya terwujud di Salib !”77 

Di sini, Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata bahwa lewat kemuliaan Salib identitas Putra Allah  

tersingkapkan. namun  ia baru saja berkata kepada kita, satu paragraf sebelumnya, bahwa kemuliaan 

Salib yaitu  makna dari SETIAP HIDUP MANUSIA. Hal ini berarti, secara logis, bahwa Putra Allah = 

makna setiap hidup manusia. Untuk menggambarkan hal ini, kita akan melihat kembali kata-katanya. 

  Kemuliaan Salib yaitu  makna setiap hidup manusia (Evangelium Vitae #50.2). 

  Kemuliaan Salib menyingkapkan Putra Allah (Evangelium Vitae #50.3). 

  Kesimpulan: Putra Allah yaitu  makna dari setiap hidup manusia. 

 

18. Manusia pada dasarnya yaitu  Allah 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Ecclesia in America (#29): 

“Doa menuntun umat Kristiani sedikit demi sedikit untuk memperoleh pandangan yang 

kontemplatif tentang kenyataan... untuk merenungkan Allah di dalam setiap manusia...”78 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 10 Agustus 1985: 

“Pada hari ini, sewaktu kami mengonsekrasikan katedral kalian, kami 

sangat menginginkan agar katedral ini akan menjadi ‘Bait Allah dan manusia 

yang sejati...’”79 

Kutipan ini membuktikan bahwa Anti-Paus Yohanes Paulus II mengkhotbahkan penyembahan manusia 

sebagai Allah, dengan menginginkan transformasi Bait Allah menjadi Bait Allah dan MANUSIA. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 9 Agustus 1980: 

“...intensi yang pertama dan pokok dari setiap organisasi dan setiap negara: menghormati 

dan mencintai manusia!”80 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 13 April 1979: 

“...hati nurani seluruh umat manusia, yang menyatakan tujuan dari manusia sebagai tujuan 

utama dari segala perkembangan.”81 

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

709 

 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan kepada Para Pengajar Universitas, 9 September 2000: 

“Kalian semua dapat berkata, bersama sang filsuf kuno: ‘Saya sedang mencari manusia!”82 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 1 Januari 1986: 

“Manusia perlu yakin akan manusia.”83 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 21 Juni 1986: 

“Ya! Manusia! Gereja tidak beristirahat selama manusia terancam di dalam 

martabatnya...”84  

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Pesan kepada Konferensi tentang Budaya, 10 Maret 1986: 

“...Timur dan Barat dapat digabungkan untuk mengembangkan suatu pandangan yang benar-

benar universal dan bersifat kemanusiaan berdasar  iman akan manusia.”85 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan Angelus, 20 April 1980: 

“...manusia dilanggar dan dipermalukan: manusia, ciptaan Allah yang memukau, yang tidak 

dapat, yang tidak boleh dilanggar.”86 

Ingat, layaknya Nestorius mengkhotbahkan bahwa Yesus Kristus yaitu  dua pribadi: Putra Allah dan 

seorang manusia bernama Yesus, Anti-Paus Yohanes Paulus II juga mengkhotbahkan bahwa setiap 

manusia yaitu  dua pribadi: Putra Allah dan manusia biasa (yaitu Nestorianisme yang diterapkan kepada 

setiap manusia). Inilah mengapa ia dapat berbicara di dalam satu kalimat tentang manusia sebagai 

ciptaan Allah sementara ia dapat menunjukkan bahwa manusia yaitu  Allah yang tidak dapat, yang tidak 

boleh dilanggar. 

19. Manusia yaitu  Manusia dari Surga 

Di Yohanes 8:23-24 kita membaca hal berikut, 

“Lalu Ia [Yesus] berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu 

dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. sebab  itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan 

mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam 

dosamu."” 

Di dalam ayat yang dalam dari Injil St. Yohanes, Tuhan kita Yesus Kristus menggambarkan diri-Nya 

sendiri sebagai Ia yang dari atas. Ia menggambarkan manusia sebagai yang berasal dari bawah. 

Ingat-ingat hal ini selagi kita membaca kata-kata berikut dari Anti-Paus Yohanes Paulus II. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 30 Mei 1982: 

“Selagi ia memandang dirinya sendiri, manusia juga menemukan seperti yang dikatakan Kristus 

didalam dialog bersama para Farisi – apa yang berasal ‘dari bawah’ dan yang ‘dari atas’. Manusia 

menemukan di dalam dirinya sendiri (hal ini yaitu  pengalaman yang konstan) manusia 

‘dari atas’ dan manusia ‘dari bawah’ bukan sebagai dua manusia, namun  hampir dua 

dimensi dari manusia yang sama, manusia yang yaitu  masing-masing dari kita: anda, 

ia.”87 

Di sini, Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata kepada kita dengan kelancangan yang hampir mengejutkan 

bahwa setiap manusia yaitu  manusia dari atas dan dari bawah! namun  di dalam ayat yang dikomentari 

Anti-Paus Yohanes Paulus II (dialog Kristus bersama para Farisi di Yohanes 8:23-24), Yesus 

mendefinisikan diri-Nya sendiri sebagai yang berasal ‘dari atas’ dan manusia sebagai yang 

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

710 

 

berasal ‘dari bawah’. Tidak terpungkiri bahwa Anti-Paus Yohanes Pauus II berkata bahwa setiap 

manusia – masing-masing dari kita – juga yaitu  Kristus, manusia dari atas dalam Yohanes 8:23-24!  

20. Kenyataan sesungguhnya tentang Manusia: ia yaitu  Allah 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Evangelium Vitae (#36): 

“Sewaktu Allah tidak diakui SEBAGAI ALLAH, makna yang dalam akan manusia 

dikhianati...”88 

Hal ini berarti bahwa makna yang dalam akan manusia yaitu  bahwa ia yaitu  Allah. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan kepada Duta Besar Prancis, 24 Oktober 1998: 

“Humanisme yaitu  cita-cita umum bagi seluruh Prancis; hal ini  menyatakan bahwa 

tiada hal yang lebih indah ataupun lebih besar dibandingkan  manusia...”89 

Anti-Paus Yohanes Paulus II, Urbi et Orbi, 25 Desember 1985: 

“Apa itu rahmat? Rahmat tepatnya yaitu  perwujudan Allah. Allah membuka diri-Nya sendiri 

kepada manusia. Allah, walaupun ia tetap berada di dalam kepenuhan kodrat ilahi-Nya yang 

tidak dapat dimengerti, Ilah yang Satu dan Tiga, membukakan diri-Nya sendiri terhadap 

manusia, menjadikan diri-Nya sendiri karunia terhadap manusia, yang Ialah Pencipta dan 

Tuhannya. Rahmat yaitu  Allah sebagai “Bapa kami”. Ia yaitu  Putra Allah sebagai Putra 

sang Perawan. Ia yaitu  Roh Kudus, yang berkarya di dalam hati manusia dengan kelimpahan 

karunia yang tidak terbatas. Rahmat yaitu  Imanuel: Allah beserta kita. Allah di antara kita. 

Rahmat yaitu  Allah untuk kita lewat malam di Betlehem, lewat Salib di Kalvari, lewat 

Kebangkitan, lewat Ekaristi, lewat Pentakosta, lewat Gereja – Tubuh Kristus. Rahmat juga, 

yait