n secara
publik bahwa aktivitasnya itu ‘terilhami oleh promosi musik rock oleh Yohanes Paulus II. Salah
satu lagunya berjudul “Say Yes to Sex – Theology of the Body {Katakan Ya kepada Seks – Teologi
Tubuh}.”77
’Fratello’ Metallo: seorang ‘biarawan’ dari Sekte yang mempromosikan Tanda Tanduk Setan
Gerakan tangan ini terkenal di kalangan satanis dan grup rock
satanik. Banyak orang melakukan gerakan tangan ini tanpa
mengenalinya sebab mereka berada di bawah pengaruh setan.
Seperti yang telah ditunjukkan sebelumnya, beberapa orang
mengenali bahwa Tanda Tanduk Setan itu mirip dengan gerakan
tangan untuk mengatakan ‘aku cinta kamu’ dalam bahasa isyarat tuna
wicara. ‘Fratello’ Metallo yang kita lihat di kiri ini mengatakan bahwa
ia membuat gerakan tangan ini untuk alasan berikut:
“Di Italia, Cesare Bonizzi, seorang biarawan berumur 64 tahun, telah membentuk kelompoknya sendiri,
Fratello Metallo {‘Bruder Metal’}. Pada saat konser mereka, ia membuat gerakan ‘tanda tanduk setan’ –
telunjuk dan jari kelingking berdiri – dan ibu jari menjulur, untuk menjadikannya simbol cinta.”78
Benar bahwa hal ini berarti ‘aku cinta kamu’ dalam bahasa isyarat, namun hal ini kemungkinan
besar disebabkan bahwa perintis sistem isyarat ini untuk orang-orang tuna wicara dan tuna rungu,
Helen Keller, sendirinya yaitu seorang okultis dan teosofis. Ia telah menulis suatu buku berjudul My
Religion, di mana ia menjelaskan pandangan okultnya.79 Beberapa orang percaya bahwa ia membuat
tanda ‘aku cinta kamu’ ini sedemikian rupa agar mirip dengan tanda Tanduk Setan, sehingga
seseorang yang membuatnya, mengatakan secara harfiah bahwa ia mencintai Setan.
Seorang ‘imam’ Novus Ordo Prancis, pecinta Heavy Metal pergi ke sebuah Hellfest {‘Festival
Neraka’ – festival musik Heavy Metal}
“Sewaktu ia tidak memberkati hosti, Romo Robert Culat mendengarkan
heavy metal... Kecintaannya untuk musik yang berteriak-teriak kepada
satanisme hanyalah suatu cerita anekdot jika imam dioses Vaucluse
ini tidak menceritakan kedatangannya ke festival Hellfest – Pesta
Neraka – yang diorganisir dari tanggal 18 sampai 20 Juni di Loire-
Atlantique.”80
Sebuah dioses Jerman mengadakan meditasi zen.81
Buletin ini ditulis dalam bahasa Jerman, namun anda dapat melihat di atasnya promosi meditasi zen
satanik.
Seorang ‘imam’ Novus Ordo berkata: “Saya benci Rosario”
Ini yaitu sebuah artikel tentang seorang imam Novus Ordo yang membuang patung-patung ke
dalam tong sampah, mengenakan kostum Superman atau Grinch untuk ‘Misa’, dan lain-lain. namun
yang lebih buruknya yaitu bahwa ‘imam’ satanik ini (kelihatannya ia kerasukan) yaitu ia diterima
dengan begitu baik di dalam diosesnya. Uskupnya yang bejat dan Vatikan tidak melakukan apa pun,
Informasi yang Mengejutkan yang Menyimpulkan Kemurtadan Sekte Vatikan II
522
namun hal ini harusnya tidak mengejutkan. Ia memimpin sebuah kongregasi Novus Ordo besar dan
ada semakin banyak orang di dalam ‘gereja’-nya. Berikut beberapa kutipan dari sang ‘iman’: tentang
kehidupan sesudah kematian, di dalam sebuah wawancara di tahun 1981: “Hanya ada Allah, saya, dan
anda. Tidak ada Setan. Tidak ada malaikat. namun ada Surga, dan Yesus ada di sana. Dan saya tidak sabar
untuk pergi ke sana.” Tentang Rosario: “Saya benci Rosario.” Tentang dirinya sendiri: “Saya harap saya
tidak mengejutkan anda. Saya tidak merasa terganggu bila saya mengejutkan anda.” Tentang desain
gerejanya yang terakhir: “Saya mengontrakkan seorang arsitek Yahudi. Saya berkata kepadanya, ‘jika
anda membuatnya terlihat seperti sebuah Gereja, saya bunuh anda.’”
Artikel ini mengingatkan kita bukan hanya tentang bagaimana agama Novus Ordo yang murtad itu
berasal dari Setan (sesuatu yang sering kita mudah lupakan jika kita sudah keluar darinya dalam
beberapa waktu), namun artikel ini menceritakan bagaimana kebanyakan orang di Gereja (sayangnya)
hampir seburuk sang ‘imam’, sebab mereka menerima dan merangkul kekonyolannya. Fakta bahwa
orang-orang menganggap diri mereka sendiri sebagai ‘Katolik’ dan menghadiri ‘pelayanan’ pria ini yaitu
suatu hal yang begitu mencengangkan. Bahkan, artikel ini menunjukkan bahwa umat di paroki
‘imam’ ini yaitu donator yang paling setia dari dioses ini !
Gereja St. Louise, Novus Ordo, menjalankan acara antaragama di dalam sinagoga bersama para
Yahudi.
Bait B’nai Torah yaitu tuan rumah pada tahun ini untuk komunitas tahunan gabungan ibadat doa
bersama St. Louise, Cross of Christ, dan Church of the Resurrection.82 Ini yaitu bidah, kemurtadan, dan
penolakan akan Tuhan kita Yesus Kristus. namun sekali lagi, para ‘imam’ dari gereja ini hanyalah
mengikuti contoh dari para Anti-Paus Vatikan II.
Seorang biarawati Novus Ordo yang bertanggung jawab atas sebuah paroki berjumlah 3.000
orang berkata bahwa ia senang mendapat orang-orang homoseksual di dalam parokinya.
“Paroki yang berjumlah 3.000 orang ini menjadi semakin beragam, hidup, dan ramah”, kata Suster
Dolores Barling, penanggung jawab RCIA, pendidikan orang dewasa, liturgi, dan kajian Kitab Suci. “Ini
yaitu suatu paroki yang luar biasa”, tambahnya, yang memuji kepekaan paroki ini untuk orang-
orang miskin. “Kami memiliki orang-orang berumur, lesbian, gay, dan berbagai ragam kalangan etnik –
kumpulan yang majemuk... Saya cinta orang-orang. Kadangkala saya mengira bahwa saya dikelilingi
santo-santa.”
Situs internet resmi dari para uskup Novus Ordo mendukung spiritualitas pagan aliran
Teilhard {Teilhard de Chardin, seorang ‘imam’ yang sesat dari Prancis}83
Informasi yang Mengejutkan yang Menyimpulkan Kemurtadan Sekte Vatikan II
523
KESIMPULAN DARI ARTIKEL-ARTIKEL INI TENTANG SKANDAL-SKANDAL DAN KENISTAAN
KONTRA-GEREJA VATIKAN II
Berbagai judul dan bab yang kita telah bahas hanyalah puncak dari gunung es yang kelihatan. Berbagai
contoh lain dapat kami kutip. Sekte Vatikan II / Novus Ordo memiliki ciri khas yaitu skandalnya yang
tidak ada habisnya. Selalu ada lagi skandal dan tindakan-tindakan bejat yang terjadi di sana setiap hari.
sebab kesucian yaitu salah satu tanda dari Gereja sejati, jika skandal dan immoralitas begitu universal
di dalam sebuah Badan yang mengaku sebagai Gereja yang sejati, hal ini menjadi bukti bahwa ia
bukanlah Gereja yang sejati dan bahwa Iman Katolik yang sejati tidak ada di sana. Kami telah
menunjukkan bahwa sekte Vatikan II menolak Iman Sejati, dan oleh sebab itu bukanlah Gereja
Katolik untuk alasan-alasan doktrinal. Untuk menyimpulkan secara sederhana: skandal-skandal dan
kebejatan yaitu buah-buah dari ajaran sesat dan doktrin-doktrin palsu yang berakar di dalam Kontra-
Gereja ini. Dan “Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.” (Matius 7:16). Apa yang kita baru saja
lihat tentang skandalnya yang tidak ada habisnya berguna untuk menegaskan fakta ini , dengan
menunjukkan bahwa Sekte Vatikan II bukanlah Gereja Katolik Roma yang Kudus dan Apostolik!
Paus Pius IX, Konsili Vatikan I, Sesi 3, bab 3, tentang Iman:
“...Gereja, sebab penyebarannya yang begitu mengagumkan, kesuciannya yang luar biasa
dan kesuburannya yang tidak ada akhirnya di dalam segala kebaikan, juga sebab
persatuannya yang Katolik serta kekokohannya yang tidak terpecahkan, dengan sendirinya
yaitu alasan yang besar dan kekal akan kredibilitas dan yaitu sebuah kesaksian yang tidak
terbantahkan akan misi ilahinya.”84
Sekarang kita harus berlanjut kepada tema yang sama, dengan mendekati kepercayaan hierarkinya, dan
beberapa anggota yang penting di bawah para Anti-Paus Vatikan II.
_______________________________ Bagian 33:
1 http://www.catholic.org/international/international_story.php?id=19634
2 Situs Vatikan, Yohanes Paulus II, Perjalanan-perjalanan, Timur-Korea, Aux chefs spirituels des communautés
religieuses non chrétiennes {Kepada Kepala-Kepala Rohani Komunitas-Komunitas Religius Non-Kristiani}, 6 Mei 1984,
versi Inggris, no. 2, 4.
http://www.vatican.va/holy_father/john_paul_ii/speeches/1984/may/documents/hf_jp-ii_spe_19840506_capi-
religionitradizionali_en.html
L’Osservatore Romano, 14 Mei 1984, hal. 7.
3 http://www.catholic.org/international/international_story.php?id=19563
4 http://transcripts.cnn.com/TRANSCRIPTS/lkl.html
5 http://www.lifesite.net/ldn/2006/feb/06021306.html
6 L’Alsace.fr - http://www.lalsace.fr/actualite/2012/05/18/un-millier-de-personnes-a-la-messe-de-l-ascension
7 Monacomatin.mc - http://www.monacomatin.mc/article/monaco/monaco-celebration-oecumenique-a-19-h-ce-
soir-sous-lechapiteau.6889.html
8 http://www.catholicnews.com/data/stories/cns/0600273.htm
9 http://www.lifesite.net/ldn/2006/jan/06010607.html
Informasi yang Mengejutkan yang Menyimpulkan Kemurtadan Sekte Vatikan II
524
10
http://www.ewtn.com/vexperts/showresult.asp?RecNum=453781&Forums=0&Experts=0&Days=14&Author=&Ke
yword=&pgnu=1&groupnum=0&record_bookmark=20&ORDER_BY_TXT=ORDER+BY+ID+DESC&start_at
11 http://www.jpost.com/servlet/Satellite?cid=1131035504811&pagename=JPost/JPArticle/Showfull
12
http://www.ndtv.com/morenews/showmorestory.asp?category=National&slug=Catholic+priests+seek+Hindu+rit
uals&id=08561
13 Naskah dari rilis pers yang dikeluarkan oleh the Office of Media Relations of the United States Catholic
Conference, 2 September 2005
14 http://www.beliefnet.com/story/174/story_17441_1.html
15
http://www.theglobeandmail.com/servlet/Page/document/v4/sub/MarketingPage?user_URL=http://www.theglo
beandmail.com%2Fservlet%2FAticleNews%%2FTPStory%2FLAC%2F20050510%2FABUSE10%2FTPNational%2F
Canada&ord=1158701757405&brand=theglobeandmail&force_login=true
16 http://www.bishopaccountability.org/news2005_01_06/2005_05_10_Birk_DioceseOf.htm
17 http://www.tldm.org/news8/AbortionCatholicHospitals.htm
18 http://www.signonsandiego.com/news/metro/20050321-2013-bromapology.html
19 http://www.worldnetdaily.com/news/article.asp?ARTICLE_ID=43624
20 http://www.lifesite.net/ldn/2005/feb/05020803.html
21 http://www.freerepublic.com/focus/f-religion/1317047/posts
22 http://www.ewtn.com/vexperts/showmessage.asp?Pgnu=1&Pg=Forum9&recnu=6&number=421395
23 Directory for the Application of the Principles and Norms of Ecumenism {Pedoman Penerapan Prinsip-Prinsip dan
Norma-Norma Ekumenisme}, oleh Dewan Kepausan untuk Memajukan Persatuan Kristiani, éditions du Cerf, Paris ;
1994, hal. 169.
24 http://www.lifesite.net/ldn/2005/feb/05021406.html
25 http://www.findearticles.com/p/articles/mi_m0MKY/is_1_29/ai_n8709004
26 http://www.lifesite.net/ldn/2004/nov/04111603.html
27 http://www.phayul.com/news/article.aspx?t=3&c=1&id=7876
28 http://www.phayul.com/news/article.aspx?t=3&c=1&id=7868
29 http://www.worldnetdaily.com/news/article.asp?ARTICLE_ID=40465
30 http://www.luc.edu/info/howarddean.shtml
31 http://www.kath-kirche-kaernten.at/pages/aktuell.asp?menuopt=1000
32 http://www.edith-stein-exerzitienhaus.de/rundgang/rund7.html
33 http://www.stjoan.com/er1fr.htm
Informasi yang Mengejutkan yang Menyimpulkan Kemurtadan Sekte Vatikan II
525
34 http://www.montgomerycountynews.net/travel08-18-04.htm
35
http://www.telegraph.co.uk/news/main.jhtml?xml=/news/2004/07/08/nrc08.xml&sSheet=/news/2004/07/08/i
xhome.html
36 http://www.cruxnews.com/rose/rose-09july04.html
37 http://www.boston.com/news/local/massachusetts/articles/2004/07/04/in_romes_shadow/
38 http://www.cwnews.com/news/viewstory.cfm?recnum=30298
39 http://www.cruxnews.com/articles/crux-03june04.html
40 http://thetimestribune.com/site/news.cfm?newsid=11815432&BRD=2185&PAG=461&dept_id=415898&rfi=6
41 Chicago Tribune, ‘George Breaks Fast with Muslims {George Berbuka Puasa dengan Para Muslim}’, 21 Januari
1998, bab 2, hal.3.
42 Kardinal’ Francis George, ‘The Sins of the Church: God’s Forgiveness and Human Memories {Dosa-dosa Gereja:
Pengampunan Allah dan Ingatan Manusia}’, Catholic New World, 19 Maret 2000.
43 http://www.contre-info.com/scandale-un-pretre-participe-officiellement-a-un-colloque-maconnique
44 http://www.dici.org/actualite_read.php?id=358&loc=US
45
http://www.boston.com/news/local/massachusetts/articles/2004/05/25/archidocese_announces_60_churches_w
ill_close/
46 http://www.lifesite.net/ldn/2002/oct/02101001.html
47 http://www.theage.com.au/articles/2004/05/05/1083635202645.html
48 http://golias-news.fr/article5494.html
49 http://www.lifesite.net/ldn/2004/apr/04042306.html
50 http://www.lifesitenews.com/news/archive//ldn/2007/mar/07032803
51 http://www.losangelesmission.com/ed/roamincatholic/0103roam.htm
52 http://www.cathnews.com/news/404/43.php
53 http://www.catholicweb.com/sthomasapostle/index.cfm/NewsItem?id=102904&From=Home
54 http://www.renewamerica.us/columns/abbott
55 http://www.catholickey.org/index.php3?gif=news.gif&mode=view&issue=20040130&article_id=2741
56 http://www.cathnews.com/news/402/126.php
57 Romano Amerio, Iota Unum, Kansas City, MO : Angelus Press, 1998, hal.578
58 http://catholiclesbians.org/pastoral/pastoral_orgs.html
59 http://www.sdnewsnotes.com/ed/articles/2000/1200ps.htm
Informasi yang Mengejutkan yang Menyimpulkan Kemurtadan Sekte Vatikan II
526
60 http://www.faithfulvoice.com/convertino.htm
61 http://www.catholiccitizens.org/press/contentview.asp?c=13192
62 http://www.all-creatures.org/hr/hrasacrificeinchurch.htm
63 http://www.christianitytoday.com/ct/2000/115/46.0.html
64 http://www.cruxnews.com/ftm/ftm-12march04.html
65 http://www.losangelesmission.com/ed/articles/2004/0403ff.htm
66 http://www.lifesite.net/ldn/2004/feb/04022304.html
67 Peter Hünermann, Heinrich Denzinger, Enchiridion Symbolorum, Symboles et définitions de la Foi catholique
{Simbol-Simbol dan Definisi-Definisi Iman Katolik}, edisi ketiga puluh delapan., Edisi Prancis, Editions du Cerf, Paris,
2010, no. 3409, 3411, 3423.
68 http://www.inq7.net/reg/2004/feb/19/reg_7-1.htm
69 http://www.archives.tcm.ie./businesspost/2004/02/15/story730395567.asp
70 http://www.cruxnews.com/articles/likoudis-11feb04.html
71 http://www.mycalendar.net/webcal1/asp1/editEvent.asp?ID=2977116&
72 http://www.freerepublic.com/focus/f-religion/1073389/posts
73 http://www.lifesite.net/ldn/2004/feb/04020308.html
74 http://www.dioshpt.org/connection/frdoug.htm
75 Komunikasi pribadi dengan MHFM
76 http://www.smh.com.au/articles/2004/01/26/1074965471823.html
77 http://www.francescoproductions.com/lyrics/lyrics.html
78 http://www.lexpress.fr/culture/musique/le-pere-robert-culat-un-diable-de-cure_900258.html
79 Texe Mars, Codex Magica, Austin, TX: Rivercrest Publishing, 2005, hal 120,134.
80 http://www.lexpress.fr/culture/musique/le-pere-robert-culat-un-diable-de-cure_900258.html
81 http://www.kirche-im-bistum-aachen.de/kiba/opencms/traeger/3/jesuitenkirche-st-alfons-
aachen/zen/aktuell.html
82 http://www.stlouise.org/eic/eic_events/eic_event_011121ThanksEve.html
83 http://www.usccb.org/consecratedlife/az.htm
84 Denzinger, Ed. du Cerf, no. 3013.
Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2
527
34. Kemurtadan dari Hierarki dan Anggota-
Anggota Utama dari Sekte Vatikan II – Inikah
Hierarki Anda?
‘Uskup’ dari Buffalo diberikan pakaian oleh Dalai Lama di dalam sebuah ibadat besar antaragama yang
murtad1 (dibahas dengan lebih rinci di bawah)
St. Robertus Bellarminus, De Roman Pontifice, buku II, bab 30:
“Pada akhirnya, para Bapa yang kudus mengajarkan secara bulat suara bahwa
para bidah bukan hanya berada di luar Gereja, namun juga bahwa mereka secara
‘ipso facto’ kehilangan segala yurisdiksi dan jabatan gerejawi.”
Penting untuk menekankan sekali lagi ajaran Gereja Katolik bahwa para uskup yang telah menjadi bidah
segera kehilangan semua otoritas dan jabatan yang mereka mungkin miliki. Hal ini digambarkan dengan
jelas oleh kasus seorang bidah dari abad ke-5, Nestorius, yang merupakan Patriark dari Konstantinopel.
Pada hari Natal tahun 426, Nestorius menyangkal bahwa Maria yaitu Bunda Allah dari mimbarnya.
Seorang awam sederhana bernama Eusebius berdiri dan memprotes bidah publik ini . Hal ini
membuat para Katolik dari Konstantinopel memecahkan persekutuan mereka dengan uskup mereka,
Nestorius sebab mereka mengakui bahwa sebab ia yaitu seorang bidah publik, ia sama sekali tidak
memiliki otoritas di dalam Gereja: ia langsung kehilangan jabatan. Mereka bahkan menyanyikan: “Kami
mempunyai seorang kaisar, namun tidak mempunyai seorang uskup.” Tanggapan ini dipuji oleh para
konsili dan Paus, seperti yang kita akan jelaskan di bawah. Perhatikan bahwa Paus St. Selestinus berkata
bahwa Nestorius tidak memiliki kekuatan untuk mengekskomunikasikan sesudah ia memulai
mengkhotbahkan ajaran sesat. Hal ini menegaskan bahwa para uskup yang bidah kehilangan jabatan
mereka ipso facto (oleh sebab fakta itu sendiri) sewaktu mereka menjadi bidah. Dan ajaran ini tentang
kehilangan jabatan Gerejawi akibat bidah diterapkan secara persis kepada ‘uskup-uskup’ yang yaitu
bidah secara terang-terangan dari sekte Vatikan II: mereka tidak memiliki otoritas dan ada di luar
Gereja Katolik, walaupun mereka memiliki bangunan-bangunannya dan memiliki ‘otoritas’ di atas sebuah
dioses.
Dom Prosper Guéranger, The Liturgical Year {Tahun Liturgis}, Vol. 4 (St. Sirilus dari Aleksandria),
hal. 379: “Pada saat itulah Setan membuahkan Nestorius … yang terduduk pada Takhta
Konstantinopel … Pada tahun pengangkatannya, pada hari Natal tahun 428, Nestorius
memanfaatkan hadirnya khalayak yang amat besar jumlahnya yang telah berhimpun demi
menghormati sang Bunda Perawan dan Putranya dengan mengucapkan perkataan yang penuh
hujat ini dari mimbar Keuskupan: ‘Maria tidak melahirkan Allah; Putranya hanyalah seorang
Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2
528
manusia, alat bagi Keilahian.’ Khalayak itu bergidik ngeri. Eusebius, seorang awam sederhana,
bangkit untuk mengungkapkan kegeraman umum, dan memprotes penghujatan ini.
Segera, suatu protes yang lebih eksplisit dipersiapkan dan disebarluaskan atas nama para
anggota dari Gereja yang berduka ini, untuk menjatuhkan suatu kutukan kepada siapa pun
yang berani berkata: ‘Putra Tunggal Bapa dan Putra Maria yaitu pribadi yang berbeda.’ Sikap
yang mulia ini merupakan penjaga Bizantium, dan memenangkan pujian dari para Paus
dan konsili-konsili. Sewaktu sang gembala menjadi seekor serigala, tanggung jawab pertama
milik kawanan domba yaitu untuk membela dirinya sendiri.”2
Paus St. Selestinus, dikutip oleh St. Robertus Bellarminus:
“Otoritas dari Takhta Apostolik Kami telah menentukan bahwa uskup, imam, ataupun seorang
Kristiani yang sederhana yang telah digulingkan atau diekskomunikasikan oleh Nestorius
ataupun para pengikutnya, sesudah mereka {Nestorius ataupun para pengikutnya} telah
mengkhotbahkan bidah tidak boleh dianggap digulingkan ataupun diekskomunikasikan. sebab
ia yang telah membelot dari iman dengan khotbah-khotbah semacam itu, tidak dapat
menggulingkan ataupun mencabut siapa pun.”3
‘Uskup’ dari Buffalo diberi pakaian oleh Dalai Lama di dalam sebuah ibadat
besar antaragama bersama para Yahudi, Muslim dan bidah yang
mengungkapkan kemurtadannya dari Iman Katolik
“Ibadat yang mengagumkan ini menghadirkan Dalai Lama yang berjubah merah dan
keemasan di atas sebuah panggung bersama seorang imam Muslim, uskup Katolik, pendeta Baptis
dan rabbi Yahudi serta 10 imam yang lain dan pemimpin-pemimpin agama setempat... ada
bacaan-bacaan, doa-doa, dan lagu-lagu dari naskah-naskah suci, serta bunyi gong ritual dan
keheningan meditasi selama tiga menit.”4
Orang-orang selalu bertanya kepada kami, “kalian berada di bawah dioses yang mana?” “Apa kalian
berada di bawah uskup?” Jika kami yaitu bagian dari sekte Vatikan II, kami akan bersekutu dengan
‘Uskup’ Edward U. Kmiec, sang ‘Uskup’ dari Buffalo. Di dalam gambar di atas, anda dapat melihat ‘Uskup’
Kmiec dari sekte Vatikan II – ia yang mengaku kepala dari dioses di tempat biara kami berada –
mengambil bagian di dalam ibadat doa antaragama dengan Dalai Lama. Juga hadir di sana yaitu seorang
imam Muslim, seorang bidah Protestan, dan seorang rabbi. Ini benar-benar merupakan ibadat doa
antaragama yang dikutuk oleh Paus Pius XI di Mortalium Animos, dan yang oleh Pius IX dikatakan sebagai
lambang dari kemurtadan dari Iman Katolik.
Dalai Lama yaitu pemimpin rohani dari sebuah agama pagan yang menuntun jiwa-jiwa menuju
penyembahan berhala dan menuju Neraka. Dalai Lama menolak Allah Tritunggal Mahakudus dan
Keilahian Kristus dan mengaku sebagai seseorang yang telah berreinkarnasi. Ia yaitu seorang
antikristus. Lalu, siapakah yang bersekutu dengan Gereja Katolik? ‘Uskup’ Kmiec? Atau apakah itu
mereka yang menolaknya dan berpegang erat kepada kepenuhan Iman? Tentunya bukan ‘Uskup’ Kmiec
dan sektenya yang mencintai agama palsu. Ia ada di luar Iman Katolik dan merupakan bagian dari
agama yang murtad. Maka, kita dapat benar-benar berkata bersama para Katolik di masa lampau, yang
berseru pada saat terjadinya bidah Nestorius (lihat di atas): Kami tidak memiliki seorang uskup. Ajaran
St. Robertus Bellarminus yang dikutip di atas, yang menjelaskan bahwa para bidah tidak memiliki
otoritas di dalam Gereja, diterapkan secara persis di dalam keadaan ini.
Juga, perhatikan bahwa ‘Uskup’ Kmiec MEMAKAI KAIN UNGU (yaitu di sekeliling pinggangnya).
Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2
529
Wahyu 17:4 – “Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan
emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala
kekejian dan kenajisan percabulannya.”
Kami akan menjelaskan tentang hal ini lebih lanjut di dalam buku ini.
Kepala dari Uskup-uskup Rusia berkata kepada kita bahwa sekte Vatikan II
tidak berkehendak untuk mengonversikan para Skismatis Rusia ‘Ortodoks’
“Tidak ada proselitisme sebagai suatu petunjuk dari Takhta Suci,
tidak pun ada tujuan untuk mengonversikan Rusia menjadi
Katolik Roma.”5 - - Igor Kovalevsky, Sekretaris Jenderal dari ‘Konferensi
Waligereja Katolik Roma’ Novus Ordo dari Rusia.
Komentar: Ini yaitu salah satu bidah terburuk dari sekte Vatikan II, dan benar-benar menghancurkan
klaim bahwa mereka yaitu Gereja Katolik.
Para Uskup Novus Ordo AS Secara Resmi Bergabung di dalam “Christian
Churches Together in the U.S.A. {Gereja-gereja Kristen Bersama di dalam AS}”
– sebuah Persekutuan Protestan
WASHINGTON (AP) – 17/11/04: “Para uskup-uskup Katolik Roma dalam negeri memilih
pada hari Rabu untuk bergabung di dalam persekutuan baru yang merupakan kelompok
Kristen terluas yang pernah dibentuk di dalam Amerika Serikat, yang menghubungkan
para evangelikal di Amerika dan para Katolik di dalam sebuah organisasi ekumenis untuk
pertama kalinya. Persekutuan ini, yang dinamakan Christian Churches Together in the U.S.A.,
direncanakan untuk dimulai tahun depan. Kelompok ini akan mengikutsertakan para Protestan
terkemuka, Kristen Ortodoks, dan gereja-gereja orang berkulit hitam serta kelompok minoritas
lainnya. Dengan jumlah sekitar 67 juta anggota di AS, Gereja Katolik akan menjadi denominasi
terbesar.”6
Komentar: Di segala pelosok internet anda dapat menemukan artikel-artikel tentang tindakan bidah yang
mencengangkan ini oleh para uskup AS. Para uskup AS secara resmi telah bergabung dengan ‘Christian
Churches Together in the U.S.A.’, sebuah persekutuan Protestan yang merupakan bagian dari National
Council of Churches {Dewan Gereja-gereja Nasional}. Tindakan ini tentunya setingkat dengan Deklarasi
Gabungan dengan Para Lutheran tentang Pembenaran, dan para ‘Paus’ Vatikan II mengulangi tindakan-
tindakan yang menolak untuk mengonversikan para skismatis Timur.
Dengan perjanjian ini, Gereja Novus Ordo di AS telah secara resmi melepaskan segala klaim bahwa
ia yaitu Gereja Yesus Kristus yang satu dan sejati, dan telah mengakui bahwa ia yaitu salah
satu dari banyak denominasi yang sesat. Ia juga telah secara resmi mengakui bahwa sekte-sekte
Protestan dan skismatis yang merupakan bagian dari ‘Christian Churches Together in the U.S.A.’
yaitu bagian dari Gereja Yesus Kristus yang sejati. Jika para uskup Novus Ordo tidak mengakui para
sekte-sekte bidah (non-Katolik) ini dan denominasi-denominasi ini sebagai bagian dari
Gereja Kristiani, mereka tidak akan pernah bergabung dengan kelompok yang sesat ini.
Berikut yaitu Syahadat Iman dari National Council of Churches, yang ‘Christian Churches Together in
the U.S.A’ yaitu bagiannya:
Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2
530
Pernyataan Iman: “National Council of Churches yaitu sebuah komunitas dari
persekutuan-persekutuan Kristiani, yang, dalam menanggapi Injil sebagaimana yang telah
diwahyukan di dalam Kitab Suci, mengakui Yesus Kristus, Sabda Allah yang telah menjadi
daging, sebagai Juru Selamat dan Tuhan. Persekutuan-persekutuan ini berjanji satu sama
lain untuk menunjukkan secara lebih penuh kesatuan Gereja. Bersandarkan kekuatan Roh
Kudus yang mengubah, persekutuan-persekutuan ini bersatu sebagai Dewan yang
memiliki misi yang sama, melayani semua ciptaan untuk kemuliaan Allah.” –dari Preambul
Konstitusi NCC
Hal ini berarti bahwa anggota-anggota dari National Council of Churches berbagi perjanjian persekutuan
bersama seluruh denominasi-denominasi lain dan mengakui bahwa denominasi-denominasi lain
menunjukkan kesatuan Gereja. Ini benar-benar sesat.
Yohanes Paulus II menahbiskan Uskup Baru di Yerusalem yang berkata bahwa
Gereja Katolik tidak memiliki kehendak untuk mengonversikan para Yahudi
menjadi umat Kristiani!
(DARI ISRAEL TODAY, 22 JAN. 2004) “USKUP BARU DI YERUSALEM yaitu SEORANG
YAHUDI – Untuk pertama kalinya sejak Rasul Yakobus menjabat sebagai uskup di Yerusalem,
Kota Suci memiliki uskup Yahudi! Kepala Biara Benediktin Jean-Baptiste Gourion ditahbiskan
sebagai uskup baru di gereja Katolik di Kiryat Ye’arim, di atas desa Arab Israel bernama Abu
Ghosh dekat Yerusalem. Uskup Gourion akan bertanggung jawab untuk komunitas Katolik
berbahasa Ibrani di Israel, yang banyak dari antaranya memiliki darah Yahudi... Saat ia (Uskup
Gourion) menjelaskan bagaimana ia sebagai seorang Yahudi, menjadi seorang Katolik, ia berkata
kepada kami: ‘Untuk saya, Kekristenan dan Yahudi yaitu sama. Saya tidak perlu
meninggalkan Yahudi untuk menjadi Kristiani. Yahudi dan Kristiani yaitu badan yang
sama.’ Oleh sebab itu, ia membuat jelas bahwa ia tidak akan melakukan aktivitas
‘misionaris’...”
sesudah penahbisannya, penyunting Israel Today Aviel Schneider mewawancarai sang uskup baru.
Israel Today: Selamat, Uskup Gourion... Bagaimana tanggapan keluarga anda kepada jabatan
baru anda sebagai uskup?
Uskup Gourion: Saya memiliki hubungan yang sangat erat dengan ketiga saudara saya, yang
menghadiri penahbisan saya di Yerusalem dan memberi saya berkat Allah. Secara
keseluruhan, saya kira penahbisan saya oleh Gereja Katolik menunjuk kepada sebuah masa baru
antara para Yahudi dan para Kristen Katolik. Kita harus belajar untuk mengerti satu sama lain
dengan lebih baik. Gereja Katolik tidak memiliki kehendak untuk mengonversikan para
Yahudi menjadi Kristiani. Oleh sebab itu, sang Paus menempatkan seorang uskup Yahudi
di Israel...
Israel Today: ...Vatikan enggan untuk mengakui negara Yahudi, mendirikan hubungan diplomatis
dengan Israel hanya sejak 10 tahun lalu. Salah satu alasannya yaitu bahwa Gereja Katolik
berpikir bahwa ialah umat Allah yang terpilih.
Uskup Gourion: Nah, 40 tahun lalu di Konsili Vatikan II, Gereja mengambil sebuah posisi teologis
baru terhadap Israel sebagai umat Allah yang terpilih. Gereja Katolik tidak menggantikan
umat Yahudi dengan siapa Allah membuat sebuah perjanjian abadi...
Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2
531
Israel Today: Apakah anda masih menganggap diri anda sendiri sebagai bagian dari orang-orang
Yahudi?
Uskup Gourion: Tentu. Saya menganggap diri saya sebagai seorang Yahudi.”
Komentar: Pada tahun 2004, ‘Uskup’ Gourion ditunjuk oleh Yohanes Paulus II sebagai Uskup pembantu
baru di Yerusalem. Di dalam wawancara ini , Gourion berkata bahwa Yohanes Paulus II secara
khusus menunjuk Gourion bagi Yerusalem sebab asal-usulnya dan kepercayaannya. ‘Uskup baru’
Gourion ini berkata bahwa ia yaitu seorang ‘Yahudi’; bahwa ‘Gereja’-nya (sekte Vatikan II) ‘tidak
memiliki kehendak untuk mengonversikan para Yahudi menjadi Kristiani’; bahwa perjanjian Yahudi
dengan Allah tetaplah sah dan tidak digantikan dengan Gereja Katolik; bahwa Tubuh Kristus (Gereja
Katolik) dan Yahudi yaitu satu Tubuh.
Apakah mereka yang berada di bawah Benediktus XVI akan mengatakan bahwa ‘Uskup’ Gourion yaitu
seorang Katolik? Apakah ‘Uskup’ Gourion seorang uskup di dalam ‘Gereja’ mereka dengan siapa para
Katolik harus berbagi iman dan persekutuan – ya atau tidak?
Paus Pius XII, Mystici Corporis Christi (#22), 29 Juni 1943:
“Oleh sebab di dalam komunitas Kristiani sejati hanya ada satu Tubuh, satu Roh, satu
Tuhan, dan satu Pembaptisan, hanyalah mungkin ada satu iman. Dan oleh sebab itu jika
seorang manusia menolak untuk mendengar Gereja, biarkan ia dianggap – seperti yang
diperintahkan oleh Tuhan – sebagai seorang kafir dan pemungut cukai. Oleh sebab itu, mereka
yang terbagi-bagi di dalam iman atau pemerintahan tidak dapat hidup di dalam kesatuan
Tubuh itu, tidak pun mereka dapat menghayati hidup Roh Ilahinya yang esa.”7
Untuk menyatakan bahwa Gourion yaitu seorang Katolik di hadapan informasi ini (yaitu bahwa ia ada
di dalam Gereja anda) yaitu sebuah dosa berat melawan Iman dan penolakan terhadap Yesus Kristus.
namun mereka yang percaya bahwa Benediktus XVI yaitu Paus harus berkata bahwa Uskup
Gourion yaitu saudara Katolik mereka yang memiliki iman yang sama dan berada di dalam Gereja
(Tubuh) yang sama, seperti yang kita dapat lihat di atas, sebab semua yang berada di dalam Gereja
memiliki Iman yang sama (de fide). namun , jika mereka dengan benar menyatakan bahwa Gourion yaitu
seseorang yang murtad yang ada di luar Gereja Katolik dan tidak memiliki otoritas, mereka juga
harus mengatakan hal yang sama tentang Benediktus XVI yang, seperti yang kita telah lihat, percaya akan
kemurtadan yang sama tentang para Yahudi.
‘Uskup Agung Kardinal’ Yohanes Paulus II dari Washington D.C. menegaskan
penolakan Yohanes Paulus II akan proselitisme (mengonversikan orang-
orang lain)
‘Uskup Agung Kardinal’ Theodore McCarrick, Wawancara dengan National Catholic Register
tentang perjalanannya ke Moskwa untuk memberi Ikon Bunda Maria dari Kazan kepada para
Skismatis, September 2004:
Pertanyaan: Apa yang anda perhatikan tentang hubungan-hubungan antara para Ortodoks dan
Katolik Roma?
Jawaban Kardinal McCarrick: “Saya kira saudara-saudara Ortodoks kita mungkin masih merasa
terancam oleh Gereja Katolik Roma... Akan selalu ada beberapa orang di dalam komunitas-
komunitas yang merasa terganggu oleh komunitas-komunitas rohani lain, mungkin menakuti
Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2
532
bahwa mereka akan mencoba melakukan upaya konversi. SAYA PIKIR BAPA SUCI TELAH
BENAR-BENAR JELAS BAHWA PERANANNYA BUKANLAH UNTUK MENGONVERSIKAN;
peranannya yaitu untuk menemukan kunci kepada kesatuan.”8
Komentar: Di sini kita melihat bahwa ‘kepala’ dari sekte Novus Ordo di Washington D.C., yang yaitu
seorang ‘Kardinal’ secara terang-terangan mengakui bahwa Yohanes Paulus II ‘telah benar-benar jelas
bahwa peranannya bukanlah untuk mengonversikan’! Jika anda tinggal di Washington D.C. dan percaya
bahwa Yohanes Paulus II yaitu seorang Paus, anda harus mengakui bahwa Theodore McCarrick yang
murtad tingkat tinggi ini yaitu pemimpin dari Gereja Katolik di daerah anda.
‘Uskup Agung’ Strasbourg mengakui bahwa Vatikan II telah meninggalkan ajaran
Katolik tentang para Yahudi!
Uskup Agung Joseph Dore dari Strasbourg, Prancis, Pidato kepada B’nai B’rith (Freemason
Yahudi), Agustus, 2003:
“Apa pun gambarannya [tentang orang-orang Yahudi di dalam seni tradisional Katolik]... pesan
teologisnya tetap sama – pilihan Allah sekarang telah berpindah kepada orang-orang
Kristiani; dan Gereja, Israel yang sejati, dapat memperoleh kemenangan, Ia yang mengakui
kebenaran yang menyelamatkan, yang dibawa oleh Kristus.
“Di Vatikan II, Gereja Katolik akhirnya merevisikan ajaran ini dan mengerti sejauh mana hal
ini menentang Kitab Suci sendiri... Di tahun 1973, keuskupan Prancis, terutama di bawah
pengaruh Msgr. Elchinger, Uskup [yang lalu] dari Strasbourg, menerbitkan sebuah dokumen
tentang kekuatan moral yang tidak tertandingi tentang hubungan Yahudi-Kristiani, sewaktu Paus
Yohanes Paulus II mengulangi beberapa kali keabadian dari Perjanjian Pertama [Ed.
Perjanjian Lama], ‘yang tidak pernah ditiadakan’ oleh Allah [Yohanes Paulus II, Mainz, Jerman
Barat, 1980]. Pada hari ini, kami berharap dapat bekerja bersama dengan saudara-saudara kami
yang lebih tua {yakni orang-orang Yahudi} untuk mencapai perdamaian dan dialog persaudaraan.
namun , kita harus memiliki kerendahan hati untuk mengakui bahwa doktrin yang
memandang rendah dan ‘teologi penggantian’ – yang membuat Gereja sebagai Israel Allah
yang baru – masih ada di dalam pikiran banyak orang. Hanya lewat upaya pendidikan yang
besarlah kami akan dapat untuk mencabut semua benih anti-Yahudi. Hanya lewat pemurnian
ingatan yang berkelanjutan, membuat mereka sadar akan godaan-godaan mereka sendirilah para
Kristiani dapat tergerak menuju kewaspadaan dan tanggung jawab.
“Pada hari ini, Gereja memanggil para Kristiani untuk mengambil langkah-langkah pertama
dalam jalan menuju konversi, mengundang mereka untuk membangun sebuah masa depan
bersama para saudara Yahudi mereka di dalam mana, bersama, mereka dapat menjadi sebuah
‘berkat bagi satu sama lain’ [Yohanes Paulus II, 1983].”9
Komentar: Ini yaitu kemurtadan. Ini yaitu kebencian total untuk – dan penolakan kepada dogma yang
kami telah kutip di sepanjang buku ini, yang menyatakan bahwa Perjanjian Lama telah berakhir dengan
datangnya Kristus dan telah digantikan dengan Perjanjian yang Baru dan Kekal dari Yesus Kristus.
Perhatikan bagaimana sang ‘Uskup Agung’ Dore yang sungguh murtad merujuk kepada pidato Yohanes
Paulus II pada tahun 1980 (dan pernyataan-pernyataan Yohanes Paulus II yang lain) untuk
membenarkan kemurtadannya. Perhatikan bagaimana ia merujuk kepada Perjanjian Lama sebagai
‘Perjanjian Pertama’, dan bukan Perjanjian ‘Lama’, sebab ‘Lama’ menyiratkan bahwa hal ini tidak
lagi berlaku. Perhatikan bagaimana ia berkata bahwa 'kita harus memiliki kerendahan hati” untuk
meninggalkan dogma Katolik dan bahwa Perjanjian Lama telah berakhir. Perhatikan bagaimana ia
Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2
533
berkata bahwa hal ini akan membutuhkan ‘sebuah upaya yang besar’ untuk mencabut kebenaran
dogmatis ini dari pikiran-pikiran Katolik. Inilah “uskup agung sekte Vatikan II di Strasbourg, Prancis,
yang mengikuti ajaran dari para Anti-Paus Vatikan II. Kembali lagi, ini benar-benar merupakan ‘sekte
Katolik’ palsu dari sang Antikristus.
1 Yohanes 2:22- “Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus yaitu
Kristus? Dia itu yaitu antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.”
Para Uskup Novus Ordo Terang-terangan Menolak Konsili Lyon II dan Konsili
Florence yang Dogmatis!
“Sebuah Persetujuan dari North American Orthodox-Catholic Theological Consultation
{Konsultasi Teologis Ortodoks-Katolik Amerika Utara} Saint Paul’s College, Washington, DC,
25 Oktober 2003 * (Waligereja Katolik AS – Sekretariat untuk Hubungan Antaragama:)*
“IV. Rekomendasi-rekomendasi- “Kami menyadari bahwa masalah teologis tentang
Filioque... Walaupun dialog antara beberapa dari Gereja-gereja ini dan persekutuan
Ortodoks telah menyentuh masalah ini , segala resolusi di masa depan yang
menyangkut pertentangan antara Timur dan Barat tentang asal dari Roh harus
mengikutsertakan semua komunitas-komunitas ini yang mengakui Syahadat tahun
381 sebagai standar dari iman. Walaupun sadar akan batasan-batasannya, Konsultasi
kami membuat saran-saran teologis dan praktis untuk para anggota dan uskup dari
Gereja-gereja kami sendiri...
bahwa di masa depan, sebab perkembangan di dalam pengertian timbal balik telah
muncul di dalam dekade-dekade baru ini, para Ortodoks dan Katolik menahan diri dari
melabeli tradisi-tradisi di sisi lain sebagai sesat hal-hal yang berkenaan dengan asal Roh
Kudus...
bahwa Gereja Katolik, sebagai konsekuensi dari nilai dogmatis Syahadat tahun 381 yang
normatif dan tidak dapat dicabutkan, memakai naskah Yunani asli saja dalam
membuat terjemahan-terjemahan Syahadat ini untuk penggunaan katekismus dan
liturgi.
bahwa Gereja Katolik, mengikuti sebuah persetujuan teologis yang berkembang, dan
terutama pernyataan-pernyataan yang dibuat oleh Paus Paulus VI, menyatakan
bahwa kutukan yang dibuat di Konsili Lyon II (1274) yaitu ‘yang
memberanikan diri untuk menentang bahwa Roh Kudus berasal
selamanya dari Bapa dan Putra’ tidak lagi berlaku.
“Kami menawarkan saran-saran ini untuk Gereja-gereja kami dalam keyakinan, berdasar
kajian dan diskusi kami yang mendalam, bahwa cara-cara tradisi kami yang berbeda untuk
mengerti asal Roh Kudus tidak perlu lagi memecahkan kami.”10
Komentar: Ini yaitu sebuah bidah yang mencengangkan, namun pertama-tama, sedikit latar belakang.
yaitu sebuah dogma yang telah didefinisikan dari Gereja Katolik bahwa Roh Kudus berasal selamanya
dari Bapa dan Putra.
Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2
534
Paus Gregorius X, Konsili Lyon II, 1274, ex cathedra:
“Kami mengakui dengan setia dan khusyuk bahwa Roh Kudus berasal selamanya dari
Bapa dan Putra, bukan seperti dari dua asas {principles}, namun seperti dari satu asas
{principle}... Hal ini Gereja Roma yang suci, bunda dan pemimpin dari semua umat beriman,
sampai kini telah akui, khotbahkan, dan ajarkan; hal ini dengan kuat ia pegang,
khotbahkan, akui, dan ajarkan... namun akibat beberapa orang, sebab ketidaktahuan akan
kebenaran yang tidak terpungkiri ini , telah jatuh ke dalam berbagai kesalahan-kesalahan,
kami, berharap untuk menutup jalan kepada kesalahan-kesalahan ini , dengan
persetujuan dari konsili yang suci, mengutuk dan mencela semua orang yang
memberanikan diri untuk menentang bahwa Roh Kudus berasal selamanya dari Bapa dan
Putra, atau dengan lancang menyatakan bahwa Roh Kudus berasal dari Bapa dan Putra seperti
dari dua asas dan bukan seperti dari satu.”11
Para skismatis Timur (yaitu para ‘Ortodoks’) menolak dogma ini. Mereka hanya percaya bahwa Roh
Kudus berasal dari Bapa; mereka tidak percaya bahwa Roh Kudus berasal dari Bapa dan Putra (Filioque).
Lalu, apa yang dilakukan para uskup sekte Vatikan II di dalam dialog mereka dengan para skismatis
‘Ortodoks’ ini? Di dalam dialog mereka dengan para skismatis dan bidah ini, mereka telah mengeluarkan
pernyataan di atas yang dihadirkan di dalam situs resmi waligereja AS mereka dalam persekutuan
bersama Benediktus XVI. Pernyataan ini, yang dapat dilihat di atas, terang-terangan menyatakan
bahwa definisi dogmatis dari Konsili Lyon II – yang menyatakan bahwa Roh Kudus berasal dari
Bapa dan Putra (Filioque) – tidak lagi berlaku! Tidak ada hal yang dapat menjadi lebih sesat secara
resmi! Para uskup AS yang bersekutu dengan Yohanes Paulus II (lalu Benediktus XVI) menyatakan
bahwa sebuah pernyataan yang khusyuk, ex cathedra dari seorang Paus di suatu konsili ekumenis
Gereja Katolik tidak lagi berlaku!
Para uskup AS dari sekte Vatikan II juga menyarankan agar versi yang kini dari Syahadat Nicea-
Konstantinopel (yang diucapkan setiap hari Minggu di Misa), yang menyatakan bahwa Roh Kudus berasal
dari Bapa dan Putra (Filioque), dihapuskan dari semua penggunaan katekismus dan liturgi (lihat bagian
atas) – dan bahwa hanya syahadat dari tahun 381, yang hanya menyatakan bahwa Roh Kudus berasal
dari Bapa, digunakan. Bagi mereka yang tidak tahu, Gereja Katolik secara sah menambahkan kata-kata
‘dan Putra’ kepada Syahadat Nicea-Konstantinopel.
Paus Eugenius IV, Konsili Florence, “Laetentur coeli”, 6 Juli 1439, ex cathedra:
“Di dalam nama Allah Tritunggal Mahakudus, Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, dengan
persetujuan dari Konsili Florence yang kudus dan umum ini kami mendefinisikan bahwa
kebenaran tentang iman ini harus dipercayai dan diterima oleh semua umat Kristiani, dan
bahwa oleh sebab itu semua orang mengakui bahwa Roh Kudus berasal selamanya dari
Bapa dan Putra... Kami mendefinisikan di samping itu bahwa penjelasan kata-kata
‘Filioque’ untuk menyatakan kebenaran dan juga sebab keperluan yang mendesak telah
secara sah dan layak ditambahkan kepada Syahadat ini .”12
Dengan menyatakan bahwa dogma ‘Filioque’ (‘dan Putra’) tidaklah mengikat dan tidak lagi berlaku, para
uskup Novus Ordo menolak dua konsili dogmatis dari Gereja Katolik (Lyon II dan Florence) pada waktu
yang bersamaan.
Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2
535
Komisi Vatikan di bawah Yohanes Paulus II kembali menolak untuk mencoba
mengonversikan para Yahudi!
Pertemuan Gabungan Yahudi-’Katolik’ – “Delegasi-delegasi dari Kepala Rabbi Israel dan
Komisi Hubungan Keagamaan dengan para Yahudi Takhta Suci bertemu untuk keempat
kalinya dari tanggal 17-19 Oktober [2004] di Grottaferrata, Italia. Komite Gabungan ini didirikan
pada bulan Juni 2002. Berikut yaitu Laporan Komite tentang pertemuan ini ... 3. Komite
bilateral [para Yahudi dan ‘Katolik’] mengulangi komitmennya kepada pernyataan-
pernyataan utama dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, yang mengikutsertakan
sebuah panggilan untuk rasa hormat timbal balik akan identitas-identitas keagamaan
kami yang berbeda, dan menegaskan penolakan bersama akan upaya-upaya apa pun
untuk meyakinkan orang-orang untuk menolak peninggalan {rohani} mereka... Sebagai
para umat yang beriman kepada Satu Allah yang bernama Perdamaian, doa telah dipanjatkan
kepadanya untuk mengakhiri perang...”13
Komentar: Deklarasi gabungan dengan para rabbi ini ditampilkan di surat kabar resmi Vatikan sebab itu
yaitu tindakan resmi komisi Vatikan. Deklarasi gabungan itu ditandatangani oleh lima kepala rabbi
yang berbeda, dua ‘Kardinal’, dua uskup, dua monsinyur, satu ‘Uskup Agung’ dan seorang imam,
termasuk ‘Kardinal’ Jorge Mejia, Ketua dari delegasi ‘Katolik’ Vatikan. Persilakan kami untuk
mengungkapkannya secara terang-terangan: ini yaitu antikristus. “Komite bilateral [para Yahudi dan
‘Katolik’]... menegaskan penolakan bersama akan upaya-upaya apa pun untuk meyakinkan orang-
orang untuk menolak peninggalan {rohani} mereka.” Hal ini berarti bahwa komisi Vatikan menolak
segala upaya untuk meyakinkan para Yahudi untuk berkonversi kepada Yesus Kristus dan Iman Katolik.
Orang-orang bertanya-tanya kapankah nubuat Bunda Maria dari La Salette berikut akan menjadi
kenyataan:
Bunda Maria dari La Salette, 19 September 1846:
“Roma akan kehilangan Iman dan menjadi takhta sang Antikristus... Gereja akan berada dalam
gerhana.”
Hal ini sudah menjadi kenyataan. Pernyataan dari komisi Vatikan ini benar-benar sejalan dengan
ajaran Yohanes Paulus II dan Benediktus XVI akan para Yahudi, seperti yang kita telah lihat.
Para Hindu Menyembah Iblis di Gereja Bunda Maria dari Fatima
Frontpage Online, Surat Kabar Akhir Pekan Portugal dalam bahasa Inggris, 22 Mei 2003: “...kami
dapat melaporkan bahwa langkah-langkah pertama untuk membangun Fátima sebagai pusat
multi-agama dapat dilaksanakan. Pada tanggal 5 Mei... Noticias membawa sebuah laporan
tentang ibadat agama Hindu yang bertempat di dalam Kapel Penampakan [Bunda Maria
dari Fátima] di dalam gereja... Enam puluh orang Hindu yang dipimpin oleh seorang imam
agung telah bepergian dari Lisbon untuk menyembah Dewi Devi, dewi alam. Wartawan SIC
menggambarkan bagaimana sebelum mereka meninggalkan Lisbon, para orang Hindu ini
telah berkumpul di dalam kuil mereka di dalam kota untuk berdoa dan menyembah berbagai
patung dewa-dewi Hindu.
“Sesampainya mereka di Fátima, para peziarah menuju ke Kapel Penampakan, di mana
seorang imam Hindu memimpin sesi-sesi doa dari altar. Sebuah komentar tentang ibadat
ini diberikan oleh wartawan TV yang menjelaskan: ‘Ini yaitu suatu hal unik yang tidak
Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2
536
pernah dilakukan sebelumnya di dalam sejarah gereja ini. Imam Hindu ini , atau Sha Tri,
mendoakan di atas altar Shaniti Pa, doa untuk perdamaian.’ Para Hindu dapat terlihat
melepaskan sepatu-sepatu mereka sebelum mendekati pembatas altar kapel sewaktu sang imam
melagukan doa-doa dari altar gereja... sesudah menyembah dewa-dewi mereka dan berdoa di
dalam kapel para Hindu terlihat dijaga menuju aula pameran di mana sebuah model
gereja yang kontroversial yang sedang dibangun dipertunjukkan. Di dalam latar belakang
ini yang disebut bersifat seperti duta besar oleh komentator, setiap orang Hindu
disapa secara pribadi oleh Uskup dari Leiria – Fátima, yang membungkuk terhadap sang
imam Hindu yang mengulangi gerakan tangan salamnya. Sang imam Hindu lalu terlihat
memakaikan sebuah syal imamat Hindu kepada Rektor dan uskup dari Gereja Fátima. ‘Di
atas bahu perwakilan tertinggi dari Gereja di Fátima, sang imam Hindu menempatkan
sebuah syal yang bertuliskan tulisan dari Bhagavad Gita, salah satu kitab suci Hinduisme.’
sang wartawan mengatakan kepada penontonnya.
“Berita ini berakhir dengan pemandangan-pemandangan sang imam Hindu yang
menyalakan sebuah lilin di gereja selagi para pengikutnya menari di luar Kapel
Penampakan, melantunkan puji-pujian kepada dewa-dewi mereka.”
Komentar: Anda lihat sendiri. Ibadat pagan, musyrik, dan satanik dilakukan di dalam kapel yang
dibangun di atas tempat di mana Bunda Maria dari Fatima menampakkan diri. Hal ini terjadi
dengan persetujuan penuh dari Rektor Gereja, Monsinyur Guerra, dan dengan persetujuan penuh dari
Uskup Leiria-Fatima, dan dengan persetujuan penuh dari Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama,
‘Uskup Agung’ Michael Fitzgerald. namun bagaimana mereka bisa melakukan hal ini? Mereka dapat
melakukannya sebab mereka mempelajarinya dari Benediktus XVI, Yohanes Paulus II, Paulus VI
dan Vatikan II, seperti yang kami telah dokumentasikan.
Kekejian terakhir ini juga menunjukkan bagaimana para bidah yang dipergunakan ini sangatlah tersesat
dan tertipu, mereka yang mencoba menjelaskan segalanya. Pada sebuah siaran EWTN pada tanggal 25
April, Romo Mitch Pacwa dan Romo Robert Fox mendiskusikan desas-desus bahwa Fatima telah
diserahkan kepada agama-agama non-Katolik. Romo Robert Fox memastikan kepada para pemirsa
bahwa ide ini yaitu sebuah ‘pemalsuan’, dan bahwa hal semacam ini tidak terjadi ataupun tidak
akan terjadi! Ya, memang itu yaitu sebuah pemalsuan... dan sekarang kita melihat para penyembah
berhala Hindu di Fatima melakukan ritus-ritus satanik mereka di Kapel Penampakan. Berapa lama orang-
orang akan mendengarkan para bidah ini yang menuntun jiwa-jiwa ke Neraka?
Paus Leo XIII, Ad Extremas (#1), 24 Juni 1893:
“Benak Kami pertama-tama tertuju kepada Rasul Thomas yang terberkati yang secara pantas
disebut sebagai perintis pengkhotbahan Injil kepada orang-orang Hindu. Lalu, Fransiskus
Xaverius juga ... Dengan ketekunannya yang luar biasa, ia mengonversikan ratusan ribu orang-
orang Hindu dari mitos-mitos dan takhayul-takhayul jahat dari kaum Brahmana kepada
agama yang sejati. Para imam yang begitu banyak jumlahnya mengikuti jejak langkah dari orang
kudus ini ... mereka sedang melanjutkan upaya-upaya yang mulia ini; bagaimanapun, di pelosok-
pelosok Bumi yang amat terpencil, ada banyak orang yang masih terasing dari
kebenaran, yang terpenjara dengan malang di dalam kegelapan takhayul.”14
St. Fransiskus Xaverius, 18 September +1542:
“Saya berkata kepadanya bahwa Allah, yang paling Setia dan Benar, memandang dengan
jijik para bidah dan doa-doa mereka, bahwa Ia tidak ingin memperbolehkan penyebaran
sebuah ibadah yang memuakkan di mata-Nya.15
Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2
537
St. Fransiskus Xaverius, Musim Semi +1543:
“Suatu hari saya berpindah haluan menuju sebuah desa para pagan... ada seorang wanita
dengan anak, yang telah bersalin selama tiga hari dengan kesulitan yang sangat besar, sehingga
banyak orang cemas akan hidupnya. Doa-doa mereka untuknya tidak didengar, sebab doa
orang jahat yaitu kekejian di mata Allah, sebab dewa-dewa para penyembah berhala
yaitu iblis [Mazmur 96:5, 1 Korintus 10:20].”16
Wahyu 18:2-5- "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi
tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat
bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci, sebab semua bangsa telah minum
dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia... Lalu aku
mendengar suara lain dari sorga berkata: "Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya
supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan
turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun
sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya.”
Sekte Vatikan II menyelenggarakan ‘kemartiran’ Mennonit
Mons. John A. Rodano, Dewan Vatikan untuk Memajukan Persatuan Kristiani, Maret 2004:
“Sebuah dialog internasional antara Gereja Katolik dan Konferensi Gereja Mennonit berlangsung
199802993... Bagian III, ‘Menuju Penyembuhan Memori’, ditulis berkaitan dengan ingatan-
ingatan masa lalu dan terutama dari sudut pandang Mennonit, ingatan mereka akan
penganiayaan dan kemartiran di abad ke-16, dan berkaitan dengan pengasingan satu sama
lain pada waktu itu. Hal ini menggarisbawahi empat langkah yang dapat dilakukan
untuk menyembuhkan ingatan-ingatan...
“Di dalam sebuah pernyataan bersama, para Katolik dan Mennonit bersama menyesali bahwa
mereka dan para Kristiani yang lain ‘tidak dapat mengatasi masalah-masalah Gereja pada
waktu itu sehingga dapat mencegah perpecahan di dalam Tubuh Kristus yang telah
berlangsung sampai hari ini.’”17
Komentar: Pada awal Maret 2004, sekte Vatikan II mengikuti pimpinan Yohanes Paulus II dengan
memperingati pendeta Lutheran, Paul Schneider. Pada akhir bulan Maret di tahun yang sama, sekte
Vatikan II memperingati ‘kemartiran’ Mennonit. Ini yaitu sebuah bidah formal yang pada dasarnya
berlangsung setiap pekan. Dapatkan sekte Vatikan II menolak dogma Di Luar Gereja Tidak ada
Keselamatan dengan lebih jelas dan konsisten? Seorang ‘Katolik’ macam apa yang dapat setuju dengan
persekutuan dengan sebuah ‘hierarki’ macam itu sedangkan mereka sadar akan fakta-fakta ini?
Pernyataan umum di atas menggambarkan perpecahan antara para Katolik dan Mennonit (dalam kata
lain, bidah-bidah dari para Mennonit) sebagai ‘masalah-masalah Gereja pada saat itu’, yang kelihatannya
yaitu tanggung jawab dari kedua belah pihak. Dalam kata lain, para Mennonit tidaklah bersalah akan
bidah yaitu meninggalkan Tubuh Kristus dan mengikuti agama mereka yang diciptakan manusia!
Para ‘Santo’ dan ‘Martir’ Non-Katolik Diperingati oleh sekte Vatikan II, seturut
ajaran Yohanes Paulus II
Romo Matthias Turk, Dewan Vatikan untuk Memajukan Persatuan Kristiani, Maret 2004:
“Dari antara peristiwa-peristiwa yang lebih penting yaitu penyelenggaraan ekumenis yang
menyentuh yang diatur oleh Komunitas Sant’Egidio pada tanggal 1 Februari 2003 di
Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2
538
Basilica St. Bartolomeus di Roma untuk memperingati Pendeta Lutheran Paul Schneider,
yang dibunuh di dalam kamp konsentrasi Buchenwald. Mereka yang menghadiri acara ini
termasuk Kardinal Walter Kasper... dan berbagai perwakilan ekumenis lain dari Paroki-paroki
Roma.
“Kesaksian ini, seperti yang telah dikatakan Bapa Suci, ‘lebih besar dari hal-hal yang memisahkan
kita.’”18
Komentar: Di sini kita melihat Dewan Vatikan untuk Memajukan Persatuan Kristiani memperingati
seorang bidah Lutheran sebagai seorang martir untuk iman. Ini yaitu suatu bidah formal terhadap
Konsili Florence. Mohon membaca bagian-bagian yang lebih awal dari buku ini yang membahas bukti-
bukti bahwa Yohanes Paulus II secara berulang kali mengajarkan bahwa ada santo-santa di luar
Gereja.
Paus Eugenius IV, Konsili Florence, Cantate Domino, Sesi 11, 4 Februari 1442, ex cathedra:
“ ... tidak seorang pun dapat diselamatkan, sebanyak apa pun ia telah berderma, walaupun ia telah
menumpahkan darah dalam nama Kristus, kecuali jika ia telah bertekun di pangkuan dan di
dalam kesatuan Gereja Katolik.”19
Paus Pelagius II, surat (2) Dilectionis vestrae, 585:
“Mereka yang tidak berkehendak untuk setuju dengan Gereja Allah, tidak dapat tetap berada
bersama Allah; walaupun diserahkan kepada lidah-lidah api, mereka terbakar, ataupun
dicampakkan kepada binatang-binatang liar, mereka menyerahkan hidup mereka, tidak akan
ada untuk mereka mahkota kehidupan, melainkan hukuman untuk ketidakberimanan,
bukan sebuah hasil yang mulia (dari sebuah kebajikan rohani), melainkan kehancuran akibat
hilangnya harapan. Orang ini dapatlah dibunuh; ia tidak dapat dimahkotai.”20
Sekte Vatikan II memuji dan memperingati John Wesley, pendiri sekte Metodis
Romo Donald Bolen, Dewan Vatikan untuk Memajukan Persatuan Kristiani, Februari 2004:
“Tahun 2003 yaitu sebuah tahun yang penuh peristiwa sehubungan dengan Gereja Katolik dan
Dewan Metodis Dunia... Pada bulan 2003, para Metodis Sedunia menyelenggarakan ulang
tahun ke 300 dari hari kelahiran John Wesley, dan di dalam cara-cara yang kecil namun
penting, mengundang Gereja Katolik untuk bergabung di dalam perayaan-perayaan ini...
Kardinal Walter Kasper, Presiden dari Dewan Kepausan untuk Memajukan Persatuan
Kristiani, berkhotbah di Gereja Metodis di Roma pada acara ulang tahun ke-300 hari
kelahiran John Wesley. lalu pada tahun ini , ia mengirimkan sebuah pesan
untuk memperingati ulang tahun kelahiran Wesley dan ulang tahun Chapel Wesley yang
dibuka di London 225 tahun lalu.
“Kardinal Kasper memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh acara-acara ini untuk
menambahkan pengkajian ulang Katolik terhadap John Wesley, terutama memperhatikan
‘komitmennya yang sepenuh hati untuk menyebarkan kabar baik keselamatan,
pemeliharaannya akan kesucian berdasar Kitab Suci dan pembangunan komunitas-
komunitas Kristiani untuk saksi dan misi.’
“Kardinal Kasper mencatat bahwa ‘Kita juga harus mencari suatu pandanga






