n yang lebih
luas, untuk melihat apa yang telah menggerakkan pelayanan Wesley, untuk melihat gairah
Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2
539
penginjilan yang menuntun hidupnya dan gerakan yang ia rintis.’
“Kasper menekankan bahwa pengkajian ulang akan Wesley ini, yang ‘kaya akan berbagai
kemungkinan’, dimungkinkan sebab orang-orang Katolik sekarang dapat memandang Wesley
lewat mata yang dididik oleh dialog internasional kami dan lewat munculnya persahabatan dan
misi bersama di berbagai konteks setempat di seluruh dunia, di mana ‘kami telah dapat
mengakui satu sama lain sebagai saudara-saudari di dalam Kristus.’
“Selagi menyambut kongregasi Metodis, Kardinal Kasper mencatat bahwa seperti para Metodis
‘terus berpaling kepada pelayanan John Wesley sebagai ilham dan panduan, kita dapat
berpaling dan menemukan dalam dirinya semangat penginjilan, pencarian kesucian,
perhatian kepada orang-orang miskin, kebajikan dan kebaikan yang kita kenal dan hormati
di dalam diri kalian. Homili dan pesan Kardinal Kasper disambut dengan hangat dan sangat
dihargai.”21
Komentar: John Wesley yaitu seorang bidah non-Katolik, dan pendiri agamanya sendiri. Ia bermula
sebagai seorang Anglikan, dan lalu mendirikan Metodisme. Wesley menolak Kepausan; ia menolak
banyak dari Konsili Dogmatis Gereja Katolik; ia menolak suksesi apostolik; ia menolak seluruh tujuh
sakramen kecuali dua, hanya menerima Pembaptisan dan Ekaristi, namun ia menolak bahwa Pembaptisan
memberi rahmat yang menyucikan dan ia menolak bahwa Tuhan kita sungguh-sungguh hadir di
dalam Ekaristi. Ia menolak Api Penyucian, dan ia berpendapat bahwa manusia dibenarkan lewat iman
saja dan lewatnya terjamin keselamatan. Bagaimanakah hal itu yaitu ‘komitmennya yang sepenuh hati
untuk menyebarkan kabar baik keselamatan’? Bagaimanakah hal itu yaitu ‘pemeliharaannya akan
kesucian berdasar Kitab Suci dan pembangunan komunitas-komunitas Kristiani’? Bagaimanakah hal itu
yaitu ‘semangat penginjilan, pencarian kesucian... kebajikan dan kebaikan yang kita kenal dan hormati di
dalam diri kalian’? Ya, bidah, skisma dan penyebaran doktrin-doktrin sesat yang paling buruk – termasuk
doktrin yang jahat yaitu doktrin hanya dengan iman – yaitu ‘kebajikan’ yang dikenal dan dihormati oleh
sekte Vatikan II di dalam diri semua orang.
Artikel ini juga memanggil para Metodis untuk mendukung Deklarasi Gabungan dengan Para Lutheran
tentang Pembenaran, yang benar-benar menolak Konsili Trente.
Tidak ada Kata-kata Konsekrasi, Tidak jadi Masalah. Vatikan, dengan persetujuan
Yohanes Paulus II dan Benediktus XVI, menyetujui suatu ‘Misa’ sebagai valid yang
tidak memiliki kata-kata Konsekrasi!
Komentar Awal: Berikut yaitu cuplikan dari sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh Vatikan, dan
disetujui oleh ‘Kardinal’ Ratzinger dan Yohanes Paulus II, tentang bilamana para Katolik Ritus Timur
Kaldea diperbolehkan untuk berkomuni bersama para skismatis Asiria dari Timur, yang bukan Katolik
yang menolak Gereja Katolik.
Dokumen ini berkata ya; maka, para skismatis Asiria non-Katolik diperbolehkan untuk menerima
Komuni Kudus dari para pelayan Katolik, sedangkan para ‘Katolik’ Kaldea juga diperbolehkan untuk
menerima Komuni dari gereja-gereja Asiria Skismatis.
Di samping dosa yang jelas yaitu Komuni bersama bidah dengan para non-Katolik, ada sebuah
masalah lain. Para Skismatis Asiria – tidak seperti kebanyakan Skismatis Timur – tidak memiliki
kata-kata Konsekrasi di dalam liturgi mereka! Liturgi mereka bahkan tidak memiliki “Inilah Tubuh-
Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2
540
Ku” atau “Inilah Darah-Ku, dst.”; tidak ada kata-kata institusi di dalamnya, seperti kata-kata
konsekrasi yang sering diucapkan! Maka, Liturgi para Skismatis Asiria bahkan tidak valid. namun ,
document Vatikan berikut pada dasarnya berkata pada kita: tidak ada kata-kata konsekrasi, tidak jadi
masalah!
“DEWAN KEPAUSAN UNTUK MEMAJUKAN PERSATUAN KRISTIANI – PANDUAN UNTUK PENERIMAAN
EKARISTI ANTARA GEREJA KALDEA DAN GEREJA ASIRIA TIMUR, 20 Juli 2001:
“Panduan ini seterusnya telah diuraikan oleh Dewan Kepausan untuk Memajukan Persatuan
Kristiani, menurut Kongregasi bagi Doktrin Iman dan Kongregasi bagi Gereja-gereja Oriental… 3.
… Masalah utama untuk Gereja Katolik tentang persetujuan atas permintaan ini, berkenaan
dengan pertanyaan tentang validitas Ekaristi yang diselenggarakan dengan Anafora Addai dan
Mari, salah satu dari ketiga Anafora yang secara tradisional digunakan oleh Gereja Asiria Timur.
Anafora Addai dan Mari mencolok sebab , sejak dahulu kala, telah digunakan tanpa pengucapan
Narasi Institusi. sebab Gereja Katolik menganggap kata-kata Institusi Ekaristi sebagai
sebuah hal yang pokok dan oleh sebab itu suatu hal yang tidak terpisahkan dari Anafora
atau Doa Ekaristi, sebuah kajian yang panjang dan hati-hati telah dilakukan tentang Anafora
Addai dan Mari, dari sudut pandang sejarah, liturgi, dan teologi, yang pada akhirnya, Kongregasi
bagi Doktrin Iman pada tanggal 17 Januari 2001, menyimpulkan bahwa Anafora ini dapat
dianggap valid. H.H. Paus Yohanes Paulus II telah menyetujui keputusan ini…kata-kata
Institusi Ekaristi memang hadir di dalam Anafora Addai dan Mari, tidak di dalam bentuk narasi
yang jelas dan ad litteram, melainkan di dalam tata cara yang tercerai-berai, yaitu,
diikutsertakan di dalam doa-doa syukur, pujian, dan perantaraan yang berurutan.
Komentar: Di sini dokumen resmi Vatikan, yang disetujui oleh Yohanes Paulus II mengakui bahwa kata-
kata “Institusi Ekaristi” (kata-kata Konsekrasi yang diinstitusikan Kristus Sendiri sebagai pokok untuk
berjalannya Ekaristi) tidaklah hadir di dalam liturgi Asiria ini. sesudah mengakui fakta ini, ia mencoba
menjelaskannya dengan menyatakan bahwa kata-kata konsekrasi hadir di dalam ‘tata cara yang tercerai-
berai’, suatu cara yang licik untuk mengatakan bahwa kata-kata konsekrasi tidak benar-benar ada, namun
bahwa kata-kata ini ditemukan di dalam ‘doa-doa syukur, pujian, dan perantaraan’ yang sama sekali
tidak menyebutkan kata-kata konsekrasi! Alangkah mudahnya!
Menurut dokumen yang nista ini, kata-kata konsekrasi ada di dalam doa-doa syukur, pujian, dan
perantaraan yang tidak menyebutkannya. Bidah ini menghancurkan segala ajaran Katolik tentang
sakramen.
Paus Eugenius IV, Konsili Florence, Sesi 8, 22 November 1439, "Exultate Deo":
“Semua sakramen-sakramen ini terdiri dari tiga elemen: yakni hal-hal sebagai materi, kata-kata
sebagai formula, dan orang yang merupakan pelayan yang memberi sakramen dengan intensi
untuk melakukan apa yang Gereja lakukan. Jika tidak ada salah satu dari hal ini,
sakramen ini tidak terjalankan.”22
Paus St. Pius V, De Defectibus, bab 5, Bagian 1 :
“Kata-kata Konsekrasi, yang merupakan FORMULA dari Sakramen ini, yaitu sebagai berikut:
SEBAB INILAH TUBUHKU. Dan: SEBAB INILAH PIALA DARAHKU, DARAH PERJANJIAN BARU DAN
KEKAL: MISTERI IMAN, YANG AKAN DITUMPAHKAN BAGIMU DAN BAGI BANYAK ORANG DEMI
PENGAMPUNAN DOSA. Jikalau seseorang menghapuskan atau mengubah suatu hal pun di dalam
FORMULA konsekrasi Tubuh dan Darah, dan dalam perubahan kata-kata ini , rumusan [yang
Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2
541
baru] ini gagal untuk memiliki arti yang sama, ia tidak akan mengonsekrasikan sakramen
ini .”
Berkenaan dengan fakta-fakta ini, seseorang dapat melihat bahwa bidah sekte Vatikan II, Yohanes Paulus
II dan Benediktus XVI ini sama dengan berkata bahwa seseorang dapat membaptis secara valid tanpa air.
Ini yaitu penolakan dari substansi sakramen, hal-hal yang secara khusus diinstitusikan oleh Tuhan
Sendiri sebagai pokok untuk berjalannya Sakramen, yang tidak seorang pun – bahkan seorang Paus yang
sejati – memiliki kuasa untuk mengubahnya.
Paus Pius XII, Sacramentum Ordinis (#1), 30 November 1947:
”...Gereja tidak memiliki kekuatan di atas ‘substansi sakramen’, yakni, diatas hal-hal yang,
dengan wahyu ilahi sebagai saksi, didekretkan Kristus Tuhan sendiri untuk dijaga di dalam suatu
tanda sakramental...”23
Paus St. Pius X, Ex quo, 26 Desember 1910:
"…yaitu hal yang diketahui secara baik bahwa Gereja tidak memiliki hak sama sekali
untuk mengubah apa pun yang berkenaan dengan substansi sakramen-sakramen.”24
Kami melanjutkan dengan sebuah cuplikan pendek dari dokumen ini:
“4. Panduan untuk penerimaan Ekaristi- …1. Sewaktu benar-benar dibutuhkan, para umat
Asiria diperbolehkan untuk mengambil bagian dan untuk menerima Komuni Kudus di dalam
sebuah penyelenggaraan Ekaristi Kudus Kaldea, dalam cara yang sama, umat Kaldea yang
secara jasmani ataupun secara moral tidak mungkin menghampiri seorang pelayan
Katolik, diperbolehkan untuk mengambil bagian dan untuk menerima Komuni Kudus di
dalam sebuah penyelenggaraan Ekaristi Kudus Asiria. 2. Di dalam kedua kasus, para pelayan
Asiria dan Kaldea menyelenggarakan Ekaristi Kudus menurut keputusan-keputusan liturgis dan
kebiasaan-kebiasaan dari tradisi mereka sendiri. 3. Sewaktu umat Kaldea mengambil bagian di
dalam sebuah penyelenggaraan Ekaristi Kudus Asiria, pelayan Asiria dengan hangat diundang
untuk mengucapkan kata-kata Institusi di dalam Anafora Addai dan Mari, seperti yang
diperbolehkan oleh Sinode Kudus Gereja Asiria Timur.” (Roma, 20 Juli 2001)
Perhatikan bagaimana dokumen Vatikan ‘mengundang dengan hangat’ para skismatis Asiria untuk
memakai kata-kata Institusi. namun jika para skismatis tidak ‘menjadi hangat’ kepada ide ini, tidak
jadi masalah – namun hal ini tetaplah valid menurut sekte Vatikan II. Berkenaan dengan fakta-fakta
ini, bagaimanakah penerimaan komuni bersama orang-orang ini berbeda dengan menerima komuni
bersama para pelayan Protestan?
Uskup Novus Ordo dari Kansas City menentang Keperawanan Kekal Bunda Maria
DARI SEBUAH ARTIKEL DI THE ANGELUS, terbitan dari Serikat St. Pius X (SSPX), Desember 2003,
hal. 32-37 : "… saya menunjukkan kepada anda [Uskup Boland dari Kansas City] bahwa George
Noonan, di dalam acara radio [suatu program yang diakui sebagai ‘Katolik’ di dalam dioses Uskup
Boland], telah menentang perlunya rahmat yang menyucikan untuk keselamatan jiwa seseorang.
Anda [Uskup Boland] segera membela Tn. Noonan dengan mengatakan bahwa rahmat
yang menyucikan tidak diperlukan untuk keselamatan jiwa seseorang… Sewaktu saya
menginformasikan anda [Uskup Boland] bahwa George Noonan (dari acara radio) tidak berkata
sedikit pun tentang jika ia percaya akan prinsip logika dari non-kontradiksi, anda berkata
bahwa hukum non-kontradiksi – yaitu jika ada dua pernyataan yang bertentangan,
Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2
542
tidaklah mungkin bahwa keduanya benar – yaitu faktanya, salah… Di dalam percakapan
kita, kita juga sempat menyimpang berkenaan dengan kurangnya rasa hormat dari Rabbi Michael
Zedik tentang Bunda yang Terberkati dan bagaimana George Noonan, sebagai rekan penyiar,
tidak membela martabat Bunda Maria yakni bahwa ia selamanya perawan. Anda
mengindikasikan bahwa belum terbukti bahwa Bunda Maria tidak memiliki anak-anak
lain selain Tuhan kita.. Segera, ini menuntun kita kepada diskusi kita yang terakhir di mana
anda berkata bahwa doktrin Gereja dapat berubah dan telah berubah. Bapak saya dan saya
sangatlah tidak setuju dengan anda tentang poin ini…”25
Komentar: Apa anda bisa percaya bahwa ‘Uskup’ Boland yaitu ‘kepala’ dari sekte Novus Ordo/Vatikan II
di Kansas City?
Paus Pius IX, Konsili Vatikan I, Sesi 4, Bab 3, ex cathedra:
“Kuasa Paus yang Tertinggi ini begitu jauhnya untuk mencampuri kuasa yurisdiksi yang biasa dan
segera dari Keuskupan lewat mana para uskup…telah meneruskan tempat dari para rasul,
layaknya tiap-tiap gembala sejati memberi makan dan mengatur masing-masing kawanan
domba yang dipercayakan kepada mereka.”
‘Uskup’ Boland menolak bahwa rahmat yang menyucikan diperlukan untuk keselamatan; ia menolak
hukum non-kontradiksi; ia menentang keperawanan abadi Bunda Maria; dan ia percaya bahwa doktrin
Katolik dapat berubah. Uskup Boland yaitu bidah terang-terangan.
Paus Paulus IV, Cum quorundam, Konsili Trente, 1555 :
"… Maria yang paling terberkati dan yang selamanya Perawan…”26
Paus Martinus I, Konsili Lateran I, 649, Kanon 3:
“Jika seseorang tidak secara layak dan benar-benar mengakui bahwa ia setuju dengan Bapa-
Bapa suci, bahwa Maria, Bunda Allah yang suci dan selamanya Perawan… keperawanannya
tetap tidak terhancurkan bahkan sesudah kelahiran-Nya, terkutuklah dia.”27
‘Uskup’ Boland jelas-jelas bukanlah kepala dan otoritas dari Gereja Katolik di Kansas City, melainkan
seorang penguasa dari sekte non-Katolik yang berpura-pura menjadi Gereja Katolik di Kansas City (sekte
Vatikan II/Novus Ordo). Dan sebagaimana begitu sesatnya dirinya, ‘Uskup’ Boland mungkin sedang-
sedang saja di antara para uskup Novus Ordo. namun kelompok-kelompok seperti SSPX tetap
mengakui Boland sebagai seorang Katolik dan kepala dari dioses ini ; para imam mereka di Kansas
City berdoa untuknya sebagai uskup yang sah setiap hari Minggu di Misa, dan mereka tetap menyebutnya
‘Yang Mulia’! sebab mereka bersikeras memegang posisi ini, ini sangat menghina Allah dan Bunda
Maria.
DARI ARTIKEL YANG SAMA DI DALAM THE ANGELUS, terbitan dari SSPX, Desember 2003, hal.
33-37 :
"Yang Mulia… Yang Mulia… Yang Mulia… Yang Mulia… Terutama, Yang Mulia… Yang Mulia…
Semoga Allah memberkati anda [Uskup Boland] di dalam karya anda sebagai Uskup dari
dioses anda agar Iman Katolik Tradisional menjadi subur dan menyebar sehingga mahkota
anda di Surga dihiasi banyak jiwa-jiwa yang dipercayakan kepada perhatian rohani
anda.”28
Pada Konferensi Fatima di tahun 2003 yang di mana para imam Novus Ordo
menjadi tuan rumah, definisi dogmatis Konsili Florence disebut ‘menjijikkan’!
Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2
543
Catholic Family News, Desember 2003, hal. 20-21:
“…saya telah membahas beberapa dari konferensi-konferensi pasca-konsili ini termasuk
Seminar-seminar Evangelisasi Baru, Hari Orang Muda Rock’n’-Roll Sedunia, pertemuan-
pertemuan karismatik di mana orang berteriak-teriak, dan dialog sore Yahudi-Katolik. namun
bidah yang paling terang-terangan yang saya pernah dengar di dalam acara-acara ini
keluar dari mulut seorang Imam Yesuit Belgia Jacques Dupuis, beberapa yar dari tempat
penampakan Bunda Maria dari Fatima… Berkenaan dengan hal ‘di luar Gereja tidak
ada keselamatan’, Romo Dupuis berkata dengan jijik, ‘Tidak perlu menyebut di sini
naskah yang menjijikkan dari Konsili Florence di tahun 1442.’”29
Komentar: Kami telah mendokumentasikan bahwa gereja Bunda Maria dari Fatima telah diserbu oleh
para Hindu seizin penuh sekte Vatikan II. Gereja ini juga dikatakan akan dijadikan sebuah gereja
antaragama yang terbuka untuk semua agama. Di konferensi Fatima, di mana ide satanik diusulkan,
Romo Jacques Dupuis menebut definisi dogmatis dari Konsili Florence tentang di luar Gereja tidak
ada keselamatan ‘menjijikkan’.
Paus Eugenius IV, Konsili Florence, “Cantate Domino,” 1441-1442, ex cathedra:
“Ia [Gereja Roma yang Kudus] dengan teguh percaya, mengakui dan berkhotbah bahwa ‘semua
orang yang berada di luar Gereja Katolik, bukan hanya orang-orang pagan namun juga Yahudi atau
bidah dan skismatis, tidak dapat mengambil bagian di dalam kehidupan kekal dan akan masuk ke
dalam api yang kekal yang telah disiapkan untuk iblis dan para malaikatnya,’ [Matius 25, 41]
kecuali jika mereka bergabung ke dalam Gereja sebelum akhir hidup mereka; bahwa kesatuan
dari tubuh gerejawi ini sedemikian kuatnya sehingga hanya kepada mereka yang tetap tinggal
di dalamnyalah sakramen-sakramen Gereja berdaya guna menuju keselamatan, dan hanya
kepada mereka jugalah puasa, derma, dan karya-karya kesalehan serta praktik-praktik lain dari
para laskar Kristiani menghasilkan upah yang abadi; dan bahwa tidak seorang pun dapat
diselamatkan, sebanyak apa pun ia telah berderma, walaupun ia telah menumpahkan darah
dalam nama Kristus, kecuali jika ia telah bertekun di pangkuan dan di dalam kesatuan Gereja
Katolik ....”30
Msgr. Guerra (Rektor Gereja Fatima), dan juga Delegasi Apostolik Yohanes Paulus II ke Portugal
sendiri dan Uskup dari Leiria-Fatima, hadir dan menyoraki bidah Romo Dupuis. Hal ini berarti
bahwa sang pria yang bertanggung jawab atas gereja dari sekte Vatikan II, serta uskup dari daerah
ini , menyoraki kata-kata ini yang menyebut ajaran khidmat Konsili Florence sebagai
‘menjijikkan’! Orang-orang yang hadir juga menyoraki kata-kata ini yang dipenuhi bidah dan
kemurtadan.
Untuk menjaga Iman, tidak cukup hanya dengan melawan kekejian dan bidah-bidah yang
mencengangkan ini , jika seseorang tetap mengaku bersekutu dengan orang-orang ini. Untuk
menyatakan persekutuan dan iman dengan orang-orang semacam itu yaitu untuk menolak
Iman dengan cara mencampuradukkan Fatima dengan kemurtadan, dengan cara mengatakan
bahwa seseorang dapat menjadi murtad dan tetap memegang otoritas Gereja Kristus di Fatima.
Bahkan ‘uskup-uskup’ Novus Ordo yang ‘konservatif’, seperti ‘Uskup’ Fabian
Bruskewitz dan ‘Kardinal’ George benar-benar murtad
Bahkan jika seseorang melihat anggota-anggota yang paling konservatif dari ‘hierarki’ di bawah
Benediktus XVI, seperti ‘Uskup’ Fabian Bruskewitz dari Lincoln, Nebraska, seseorang dapat melihat
Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2
544
bahwa mereka yaitu benar-benar murtad. ‘Uskup’ Bruskewitz ‘memimpin sebuah ibadat doa
ekumenis dan makan pagi bersama seorang ‘uskup’ Anglikan dan berbagai ‘pelayan’ Lutheran’.31
‘Uskup’ Bruskewitz “juga dengan hormat menghadiri ‘konsekrasi’ [yang tidak valid] dari ‘uskup’ Metodis
Joel Martinez, yang secara publik mengingat (di dalam suatu khotbah pada tanggal 21 Mei 2000) hari
gembira di mana ibundanya meninggalkan Gereja Katolik…”32 Salah satu dari paroki-paroki Bruskewitz
sendiri ‘memimpin acara yang mereka namakan ‘Sermon a la Carte’, di mana para umat paroki didorong
untuk menghadiri khotbah-khotbah para pelayan sekte-sekte ini [yakni berbagai sekte Protestan],
dan juga ‘gereja-gereja’ Metodis dan Lutheran setempat’.33 Ini yaitu bidah.
Paus Pius IX, Graves ac diuturnae (#4), 23 Maret 1875:
“Mereka [para umat beriman] harus sepenuhnya menghindari perayaan-perayaan
keagamaan mereka, bangunan-bangunan mereka, serta kursi-kursi penyebar wabah mereka
yang telah mereka dirikan tanpa hukuman untuk menyampaikan ajaran-ajaran suci. Mereka
harus menghindari karya tulis mereka serta segala hubungan dengan mereka. Mereka tidak
sepatutnya berurusan atau bertemu dengan para imam penyusup dan para pemurtad dari iman,
yang dengan lancang melaksanakan tugas-tugas seorang pelayan gerejawi tanpa memiliki suatu
misi ataupun yurisdiksi yang sah.”34
Hal yang terburuk yaitu ‘Uskup’ Bruskewitz memimpin sebuah Perjamuan Malam Seder
antaragama dengan sekelompok rabbi di dalam katedralnya sendiri pada saat Pekan Suci, yang oleh
sebab nya melakukan sebuah tindakan yang murtad dan keji, bidah, dan dosa berat.35 Semua ini
membuktikan bahwa ‘Uskup’ Bruskewitz, kemungkinan ‘uskup’ yang paling konservatif dari hierarki
Vatikan II, juga yaitu seorang bidah terang-terangan dan seseorang yang murtad.
Tentang ‘Kardinal’ George, kami telah menunjukkan bahwa di dalam surat kabar diosesnya ia menulis
bahwa “Gereja juga telah berdosa terhadap orang-orang Yahudi, pertama-tama, sebab ia mengajarkan
bahwa perjanjian Allah dengan Israel tidak lagi sah…”36 Hal ini berarti bahwa George percaya bahwa para
Yahudi memiliki perjanjian yang sah dengan Allah dan tidak perlu berkonversi kepada Iman Katolik atau
Yesus Kristus untuk mendapat keselamatan. Semua ‘uskup-uskup’ ini juga menerima bidah-
bidah Vatikan II, Deklarasi Gabungan bersama para Lutheran tentang Pembenaran yang mencengangkan,
dan ekumenisme para Anti-Paus Vatikan II.
Setiap tahun Vatikan mengirim sebuah pesan yang merayakan pesta Buddhis
Waisak
Pesan Vatikan kepada para Buddhis untuk perayaan Waisak, Uskup Agung Michael Fitzgerald, presiden
dari Dewan Kepausan bagi Dialog Antaragama, 30/4/04:
“Teman-teman Buddhis Yang Terhormat: 1. Kembali saya menulis kepada kalian tahun ini
untuk mengungkapkan ucapan saya yang sepenuh hati untuk perayaan Waisak anda. Saya
berdoa agar anda semua dapat merayakannya dengan penuh sukacita dan damai. Waisak
membawa kesempatan bagi kami para Kristiani untuk mengunjungi teman-teman dan tetangga-
tetangga Buddhis kami untuk memberi selamat, dan hal ini membantu untuk mempererat tali
persahabatan yang telah dibangun dan untuk menciptakan yang baru. yaitu harapan saya
bahwa hubungan-hubungan yang santun ini dapat terus berkembang dari satu generasi sampai
generasi berikutnya, berbagi satu dengan yang lain sukacita dan harapan kita, dukacita dan
kegundahan kita…”37
Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2
545
Setiap tahun Vatikan Memberi Ucapan Selamat kepada Para Muslim
untuk Akhir Ramadan
‘Uskup Agung’ Michael Fitzgerald, Kepala dari Dewan Kepausan Vatikan bagi Dialog Antaragama:
Teman-teman Muslim Yang Terhormat,
1. Dengan gembira saya memberi salam hangat kepada anda sehubungan dengan
perayaan Idul Fitri, yang mengakhiri bulan Ramadan, sebagai perwakilan Dewan Kepausan
bagi Dialog Antaragama dan untuk mewakili Gereja Katolik secara keseluruhan… 4. Sebagai
umat yang beriman kepada Satu Allah kita memandang sebagai tanggung jawab kita untuk
berusaha keras untuk membawa damai. Kristiani dan Muslim, kita percaya bahwa perdamaian
yaitu , di atas segala hal, karunia dari Allah. Inilah mengapa komunitas kita berdua ini berdoa
untuk perdamaian; hal ini yaitu sesuatu yang untuk mereka yaitu suatu panggilan.
Seperti yang anda ketahui, Paus Yohanes Paulus II mengundang para perwakilan dari
berbagai agama untuk datang ke Assisi, kota asal Santo Fransiskus, pada tanggal 24
Januari 2002, untuk berdoa dan membaktikan diri mereka untuk perdamaian di dalam dunia…
5. Untuk membawa perdamaian, dan menjaganya, agama-agama memiliki sebuah peranan
penting… 6. Pada bulan Ramadan in yang yaitu waktu yang sangat khusus untuk anda di mana
puasa, doa dan solidaritas membawa anda damai dalam jiwa, saya membagikan renungan-
renungan ini untuk anda tentang cara-cara menuju damai sejahtera. Saya mengungkapkan
kepada anda, oleh sebab itu, harapan baik akan perdamaian, damai sejahtera di dalam hati anda,
di dalam keluarga anda dan di dalam negara-negara anda, dan saya mencurahkan di atas diri
anda Berkat dari Allah sumber Damai.”38 - Uskup Agung Michael L. Fitzgerald, Presiden
Komentar: Ini yaitu kemurtadan. Dan inilah mengapa Paus Pius XI berkata (seperti yang kami telah
kutip) bahwa mereka yang mendukung perkumpulan doa antaragama, seperti para Anti-Paus Vatikan II
dan para uskupnya yang murtad, bukan hanya bersalah dan tertipu, namun telah menolak mentah-mentah
agama yang sejati.
Paus St. Leo Agung (sekitar 450):
“sebab siapa pun yang menjauh dari jalan menuju iman sejati, dan berubah menuju yang lain,
seluruh perjalanannya yaitu sebuah kemurtadan; dan semakin jauh ia berjalan dari
terang Katolik, semakin dekat ia menuju kegelapan maut."39
Setiap tahun Vatikan Memberi Ucapan Selamat kepada Para Hindu
untuk Perayaan Diwali {Galungan}!
“Teman-teman Hindu Yang Terhormat,
“1. Pada tahun ini kembali saya dengan gembira memberi selamat kepada anda dan berbagi
dengan anda sebuah pesan singkat sehubungan dengan Diwali, perayaan yang anda
selenggarakan menurut tradisi kegamaan anda yang terhormat. Saya mengetahui bahwa
dari antara berbagai perayaan Hindu yang anda rayakan di sepanjang tahun, perayaan ini,
terutama, memiliki tempat yang khusus dan kepentingan bagi anda dan keluarga anda. Diwali
yaitu sebuah waktu bagi keluarga untuk berkumpul bersama, dan merayakan dengan
cara yang berarti ritus-ritus yang ditetapkan oleh dharma sejak dahulu kala… Tidakkah
Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2
546
tradisi-tradisi Hindu anda yang beragam (sampradaya) berbicara dengan anggun bukan
hanya tentang cinta Allah kepada kita dan cinta kita kepada Allah namun juga cinta yang harus
dimiliki umat manusia satu sama lain?... Perayaan Diwali memberi kita kesempatan
berpikir yang luas di mana tradisi Hindu mengajarkan kita bagaimana terang
mengalahkan kegelapan, bagaimana yang baik mengalahkan yang jahat dan bagaimana
kebencian menyerah kepada cinta lewat pengampunan. Teman-teman Hindu yang terhormat,
semoga anda, keluarga anda, teman-teman dan bahkan orang-orang tidak dikenal yang ada di
antara anda mengalami sukacita, damai, ketenangan, dan terang pada perayaan Diwali, seperti
yang dilambangkan oleh bara api yang tidak terhitung, yaitu Deepavali.”40 – Dikirim oleh Uskup
Agung Michael L. Fitzgerald (14-10-2003), Presiden dari Dewan Vatikan bagi Dialog Antaragama.
Komentar: Fitzgerald bahkan berkata kepada para Hindu bahwa agama sesat mereka yang berasal
dari Iblis ‘mengajarkan kita bagaimana terang mengalahkan kegelapan’. Jika Fitzgerald sendiri
bukanlah seseorang yang sungguh murtad yang sayangnya berada di dalam kegelapan rohani, ia akan
menemukan bahwa mereka yang berada di luar kerajaan Kristus ada di dalam kerajaan kegelapan
(Kolose 1:13).
Kolose 1:13: “Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam
Kerajaan Anak-Nya yang kekasih”
Paus Leo XIII, Ad Extremas (#1), 24 Juni 1893:
“Benak Kami pertama-tama tertuju kepada Rasul Thomas yang terberkati yang secara pantas
disebut sebagai perintis pengkhotbahan Injil kepada orang-orang Hindu. Lalu, Fransiskus
Xaverius juga ... Dengan ketekunannya yang luar biasa, ia mengonversikan ratusan ribu orang-
orang Hindu dari mitos-mitos dan takhayul-takhayul jahat dari kaum Brahmana kepada
agama yang sejati. Para imam yang begitu banyak jumlahnya mengikuti jejak langkah dari orang
kudus ini ... mereka sedang melanjutkan upaya-upaya yang mulia ini; bagaimanapun, di pelosok-
pelosok Bumi yang amat terpencil, ada banyak orang yang masih terasing dari
kebenaran, yang terpenjara dengan malang di dalam kegelapan takhayul.”41
Jadi, pendek kata, setiap tahun, pada hari Waisak Buddhis, dan pada bulan
Ramadan Muslim, dan pada perayaan Diwali Hindu, sekte Vatikan II secara resmi
mengirimkan sambutan dalam bentuk pujian dan rasa hormat untuk agama-agama
sesat ini. Ini membuktikan bahwa Gereja Baru Vatikan II hanyalah salah satu dari
agama-agama sesat ini .
Sekte Vatikan II mengajarkan bahwa para Yahudi dan Muslim yaitu
keturunan Abraham secara rohani, yang yaitu penolakan Yesus Kristus
Suatu bidah yang umum di dalam sekte Vatikan II yaitu ide bahwa para Yahudi dan Muslim yaitu
keturunan Abraham secarah rohani; atau, dalam kata lain, ide bahwa Kekristenan, Islam, dan Yahudi
semuanya yaitu ahli waris iman dari Abraham. Bidah ini diajarkan oleh banyak orang di dalam sekte
Vatikan II, namun diajarkan secara sangat menonjol oleh Yohanes Paulus II. Bidah ini menolak kebenaran
yang telah diwahyukan bahwa Kristus yaitu keturunan Abraham, dan hanya mereka yang menerima
Kristuslah yang yaitu keturunan Abraham secara rohani.
Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2
547
Sewaktu Allah berjanji kepada Abraham bahwa, “Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan
mendapat berkat, sebab engkau mendengarkan firman-Ku” (Kejadian 22:18), Ia merujuk kepada Tuhan
kita Yesus Kristus, seperti yang dibuat sangat jelas oleh Santo Paulus.
Galatia 3:14- “Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai
kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan
itu.”
Galatia 3:29- “Dan jikalau kamu yaitu milik Kristus, maka kamu juga yaitu keturunan
Abraham...”
Para Paus yang sungguh-sungguh agung berikut juga membuat hal ini jelas.
Paus St. Gregorius Agung (sekitar tahun 590):
”...jikalau kamu yaitu milik Kristus, maka kamu juga yaitu keturunan Abraham (Gal. 3:29). Jika
kita sebab iman kita kepada Kristus dijadikan anak-anak Abraham, maka dari itu para
Yahudi akibat ketidakberimanan mereka telah berhenti menjadi keturunan-Nya.”42
Paus St. Leo Agung, Surat Dogmatis kepada Flavianus (449), dibacakan pada Konsili Kalsedon
(451), ex cathedra:
“Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan
‘kepada keturunan-keturunannya’ seolah-olah dimaksud banyak orang, namun hanya satu orang:
‘dan kepada keturunanmu’, yaitu Kristus. (Gal. 3:16)”43
namun , para pemimpin sekte Vatikan II sering menolak kebenaran yang infalibel dari Kitab Suci dan
dogma Katolik ini dengan menyatakan bahwa para Yahudi dan Muslim yaitu keturunan-keturunan
rohani atau ‘anak-anak’ dari Abraham.
Yohanes Paulus II, Homili, 7 Maret 1982 :
"Keturunan-keturunan Abraham secara iman yaitu , dalam arti tertentu, para pengikut
dari ketiga agama-agama monoteis di dunia: Yahudi, Kekristenan, dan Islam. ‘Oleh
keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, sebab engkau mendengarkan
firman-Ku’ (Kejadian 22:18).”
Yohanes Paulus II, Sambutan kepada Penduduk Roma, 15 Januari 1998 :
"Saya menyambut anda dengan hangat, para penduduk Roma, yang merupakan bagian dari
tradisi-tradisi agama yang lain: anda, orang-orang Yahudi, ahli waris dari iman Abraham,
yang selama berabad-abad telah berbagi kehidupan rohani dan sipil di Roma; anda, saudara-
saudari dari iman Kristiani; anda, umat-umat dari agama Muslim. Semoga penyembahan
kepada Yang Mahatinggi yang sama membangun rasa saling hormat dan membuat anda semua
aktif dalam membangun masyarakat yang terbuka dan bersatu.”
Yohanes Paulus II, Homili, 1 Januari 2002 :
"Panggilan ini pertama-tama ditujukan untuk mereka yang percaya akan Allah, terutama untuk
‘agama-agama Abrahamik’ yang agung: Yahudi, Kekristenan dan Islam, yang terpanggil
untuk menyatakan penolakan mereka yang kuat dan teguh akan kekerasan.”
Komentar: Ini yaitu penolakan yang besar akan Yesus Kristus. Perhatikan di atas bagaimana Yohanes
Paulus II bahkan mengutip janji yang dibuat kepada Abraham di dalam Kejadian 22:18 dan
menghubungkan berkat ini kepada Yahudi dan Islam!
Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2
548
Galatia 3:29- “Dan jikalau kamu yaitu milik Kristus, maka kamu juga yaitu keturunan
Abraham.”
Rangkuman Kemurtadan dari Hierarki dan Anggota-anggota Sekte
Vatikan II
Kami telah secara lengkap mendokumentasikan bidah-bidah dan kemurtadan terang-terangan dari
hierarki dan anggota-anggota sekte Vatikan II yang terkemuka. Kami dapat melanjutkannya dalam
banyak halaman, namun hal ini cukup untuk membuktikan bahwa kita sekarang benar-benar berada di
dalam masa Kemurtadan Besar, dan bahwa agama yang mereka akui (‘Katolisisme’ pasca-Vatikan II)
yaitu sebuah sekte sesat yang harus ditolak oleh para Katolik.
_______________________________ Bagian 34:
1 http://www.buffalonews.com/editorial/20060919/1039091.asp
2 Dom Prosper Gueranger, The Liturgical Year {Tahun Liturgi}, Fitzwilliam, NH: Loreto Publications, 2000, Vol. 4, hal.
379.
3 Dikutip oleh St. Robertus Bellarminus, De Romano Pontifice, II, 30.
4 http://www.buffalonews.com/editorial/20060919/1039091.asp
5 Itar-Tass News Agency, 7 Mei 2004.
6 http://www.usatoday.com/news/religion/2004-11-17-catholic-bishops_x.htm?csp=34
7 The Papal Encyclicals {Ensiklik-Ensiklik Paus}, oleh Claudia Carlen, Raleigh: The Pierian Press, 1990, Vol. 4 (1939-
1958), hal. 41.
8 National Catholic Register, 19-25 September 2004, hal. 10.
9 Bulletin du prieure Marie-Reine [195 rue de Bale, 68100 Mulhouse]; juga The Angelus, Februari - Maret 2004, hal.
70.
10 http://www.usccb.org/seia/filioque.shtml
11 Decrees of the Ecumenical Councils {Dekret-Dekret Konsili-Konsili Ekumenis}, Sheed & Ward dan Georgetown
University Press, 1990, Vol. 1, hal. 314; Denzinger, The Sources of Catholic Dogma {Sumber-Sumber Dogma Katolik},
B. Herder Book. Co., Edisi Ketiga puluh, 1957,460.
12 Denzinger 691.
13 L’Osservatore Romano (the Vatican’s Newspaper), 17 November 2004, hal. 8.
14 The Papal Encyclicals {Ensiklik-Ensiklik Paus}, Vol. 2 (1878-1903), hal. 307.
15 The Life and Letters of St. Francis Xavier {Hidup dan Surat-Surat St. Fransiskus Xaverius} oleh Henry James
Coleridge, SJ. (Originally published: London: Burns and Oates, 1874) Cetakan Kedua, New Delhi: Asian Educational
Services, 2004, Vol. 1, hal. 116.
16 The Life and Letters of St. Francis Xavier {Hidup dan Surat-surat St. Fransiskus Xaverius} oleh Henry James
Coleridge, Vol. 1, hal. 147.
17 L’Osservatore Romano, 24 Maret 2004, hal. 10.
Kemurtadan dari ‘Hierarki’ Sekte V-2
549
18 L’Osservatore Romano, 10 Maret 2004, hal. 11.
19 Denzinger 714.
20 Denzinger 247.
21 L’Osservatore Romano, 18 Februari 2004.
22 Denzinger 695.
23 Denzinger 2301.
24 Denzinger 2147a.
25 The Angelus, Kansas City, MO, Desember 2003, hal. 32-37.
26 Denzinger 993.
27 Denzinger 256.
28 The Angelus, Kansas City, MO, Desember 2003, hal. 32-37.
29 Catholic Family News, Niagra Falls, NY, Desember 2003, hal. 20-21.
30 Denzinger 714.
31 Thomas Woods dan Chris Ferrara, {Sandiwara Besar}, Wyoming, MN: The Remnant Publishing Co., 2002, hal. 147-
148.
32 Thomas Woods dan Chris Ferrara, The Great Façade {Sandiwara Besar}, hal. 148.
33 Thomas Woods dan Chris Ferrara, The Great Façade {Sandiwara Besar}, hal. 148.
34 The Papal Encyclicals {Ensiklik-Ensiklik Paus}, Vol. 1 (1740-1878), hal. 452.
35 Catholic Family News, Januari 1999.
36 Kardinal Francis George, “The Sins of the Church: God’s Forgiveness and Human Memories {Dosa-Dosa Gereja:
Pengampunan Allah dan Ingatan Manusia}, Catholic New World,” 19 Maret 2000.
37 “Uskup Agung” Michael Fitzgerald, Vatican Message to Buddhists on feast of Vesakh {Pesan Vatikan kepada Para
Buddhis untuk Perayaan Waisak}, 30 April 2004.
38 L’Osservatore Romano, 26 November 2003, hal. 3.
39 The Sunday Sermons of the Great Fathers {Khotbah-Khotbah Hari Minggu Para Bapa Agung}, Co: Chicago, IL, 1963,
Vol. 2, hal. 148.
40 http://www.zenit.org/english/visualizza.phtml?sid=42717
41 The Papal Encyclicals {Ensiklik-Ensiklik Paus}, Vol. 2 (1878-1903), hal. 307.
42 The Sunday Sermons of the Great Fathers {Khotbah-Khotbah Hari Minggu Para Bapa Agung}, Vol. 1, hal. 92.
43 Decrees of the Ecumenical Councils {Dekret-Dekret Konsili-Konsili Ekumenis}, Vol. 1, hal. 78.
EWTN dan Gerakan Karismatik
550
35. EWTN: Saluran ‘Katolik’ Global dan
Gerakan Karismatik
“Di dalam kapel, Schlemon [seorang pengikut gerakan Karismatik] dan sang
imam [Karismatik] menumpangkan tangan di atas Bunda, mengucapkan
pembaptisan Roh Kudus.”1 Sekitar seminggu lalu “suatu bahasa asing
keluar dari mulut Bunda Angelica tanpa dapat dijelaskan. Sewaktu Suster
Regina datang untuk memberi sebuah gelas jus jeruk, Bunda mencoba
mengucapkan terima kasih, namun ‘suatu hal yang lain keluar dari mulutnya.’”2
Bunda Angelica, pendiri dari Eternal World Television Network (EWTN)3
Salah satu dari organisasi-organisasi ‘konservatif’ yang berhubungan dengan sekte Vatikan II yaitu
EWTN, saluran televisi ‘Katolik’ global. Beberapa orang yang tersesat telah meyakinkan diri mereka
sendiri dan orang-orang lain bahwa EWTN yaitu suatu pembela kebenaran Katolik yang unggul yang
menyebarkan terang kepada jutaan orang di dalam dunia yang gelap. namun walaupun hal ini
yaitu pendapat orang-orang banyak, EWTN sebenarnya merupakan alat dari kemurtadan pasca-Vatikan
II yang terburuk. EWTN mempromosikan kemurtadan antaragama di Assisi dan telah membahas dengan
penuh pandangan positif kemurtadan Benediktus XVI di sinagoga di Jerman, serta inisiasinya ke dalam
Islam di dalam sebuah mesjid di Turki. EWTN mempromosikan bidah yaitu ada keselamatan di luar
Gereja; acaranya, The Journey Home {Perjalanan Pulang} menyatakan konversi orang-orang dari sekte-
sekte Protestan menuju Iman Katolik sebagai pilihan, dan bukan sebuah keharusan. Ini yaitu ide yang
sesat dan jahat, bahwa dengan berpegangan kepada ajaran-ajaran sekte-sekte Protestan yang menolak
ajaran Gereja yang sejati tidaklah mencegah seseorang untuk mendapat keselamatan, yang
disebarkan oleh hampir semua ‘konvert’ dari Protestantisme yang ditampilkan di The Journey Home.
EWTN dan Gerakan Karismatik
551
Pendiri EWTN, Bunda Angelica, yang merupakan salah satu figur yang paling penting di dalam sekte
pasca-Vatikan II, terutama untuk para anggotanya yang lebih ‘konservatif’, yaitu seseorang yang kami
akan bahas. Sewaktu ia berbicara tentang agama-agama lain pada di dalam salah satu acaranya, pendiri
EWTN, Bunda Angelica menyatakan dengan indiferentisme rohani yang murni bahwa kita semua
mempunyai Allah yang sama. Ia secara khusus berkata: “Anda memanggilnya Allah, dan kami
memanggilnya Yesus.” Untuk Tahun Yubileum 2000, Bunda Angelica ditampilkan berulang-ulang saat ia
mengucapkan doa Yubileum. Di dalam doa ini , Bunda Angelica menyebutkan ‘agama-agama besar’
di dunia – sebuah kutipan dari Yohanes Paulus II dan ungkapan yang sering dikatakan Paulus VI tentang
indiferentisme rohani.
Di dalam suatu tayangan lain dengan Bunda Angelica, Alice Von Hildenbrand (seorang tamu yang sering
hadir di EWTN) secara terang-terangan menyatakan bahwa seseorang dapat masuk Surga sebagai
Buddhis. Caranya menyatakan hal ini bukan hanya menunjukkan bahwa para Buddhis dapat
diselamatkan (yang tentunya yaitu bidah), namun tidak ada kewajiban apa pun bagi seorang
Buddhis untuk menjadi Katolik. Di hadapan bidah dan indiferentisme rohani yang begitu besar, yang
dinyatakan di depan matanya, Bunda Angelica sama sekali tidak menolaknya, dan bahkan berkomentar
dengan persetujuan. Bunda Angelica dan EWTN selalu merupakan pembela dari ajaran-ajaran yang sesat
dari Vatikan II.
Bunda Angelica juga merupakan pembela yang terang-terangan akan ekumenisme sesat yang
paling buruk, yang mengikutsertakan para Yahudi. Di dalam satu acaranya, Bunda Angelica dan
Romo Benedict Groeschel mendiskusikan kematian ‘Kardinal’ John O’Connor yang baru saja terjadi.
Romo Groeschel menyebutkan bahwa para Yahudi menyelenggarakan sebuah ibadat Yahudi di dalam
Katedral St. Patrick sesudah kematian ‘Kardinal’ John O’Connor. Groeschel, seseorang yang sungguh-
sungguh murtad, berpendapat bahwa ibadat Yahudi di dalam Katedral yaitu sesuatu yang sangat baik.
Bunda Angelica juga tidak membuang-buang waktu dan berkata: “Bagus sekali!”
Maka, Bunda Angelica berkata bahwa ekumenisme sesat yang paling buruk – sebuah ibadat Yahudi di
dalam Katedral St. Patrick – itu ‘bagus sekali’. Di samping hal ini , fakta-fakta ini menolak
pernyataan yang konyol yang dibuat di dalam sebuah buku yang dikutip di bawah: bahwa EWTN diduga
menjadi Modernis hanya sesudah Bunda Angelica meninggalkan kedudukannya sebagai pemimpinnya.
ada sebuah artikel di dalam situs kami yang membahas hal ini dengan lebih rinci. namun bahkan
Raymond Arroyo, yang menulis biografi untuk Bunda Angelica dan yang yaitu salah satu pendukung
terbesarnya, terang-terangan mengakui bahwa ia yaitu pendukung ekumenisme yang oleh sebab nya,
karya-karyanya didukung oleh anggota-anggota dari agama-agama non-Katolik. “Biara [di bawah Bunda
Angelica] telah menjadi batu ujian di Birmingham, suatu proyek yang terilhami yang dapat didukung
oleh para Protestan, Yahudi, dan Katolik. Kepribadian Bunda Angelica membuatnya mungkin.”4
Pendek kata, EWTN yaitu alat dari Iblis untuk membuat orang-orang di bawah sekte Vatikan II yang
mengaku Katolik yang berpikiran lebih konservatif merasa nyaman dengan kemurtadan pasca-Vatikan II.
Pada tahun 1980, Bunda Angelica pergi ke North Carolina dan tampil di saluran televisi Protestan yang
dinamakan PTL, yang didirikan oleh pelayan Assembly of God, Jim Bakker dan istrinya, Tammy Faye.
“Bunda Angelica telah tampil di PTL beberapa kali di sepanjang tahun 1979, yang didukung banyak
orang, dan yang menurut survey yaitu favorit para penonton... Bakker begitu tergugah oleh sang
biarawati, sehingga ia mengutus sebuah tim desainer pemandangan ke Birmingham untuk
membangun untuknya {Bunda Angelica} set studio pertamanya.”5 Fakta bahwa seorang pelayan
Protestan begitu kagum akan dirinya sehingga ia mengirimkan suatu tim untuk merancang untuknya
sebuah studio menunjukkan sekali lagi, bahwa pesannya tidaklah Katolik, namun ekumenis.
EWTN dan Gerakan Karismatik
552
Bunda Angelica juga terlibat secara aktif di dalam gerakan Karismatik, sebuah gerakan yang menyebar
begitu luas di kalangan sekte Vatikan II. Gerakan Karismatik yaitu suatu gerakan sesat yang sangat
dipengaruhi oleh kecenderungan-kecenderungan serta ide-ide sesat dan Protestan. Pada tanggal 11
Februari 1971, “Barbara Schelon, seorang Karismatik yang dilaporkan memiliki karunia penyembuhan,
melewati Birmingham dan meminta Romo De Grandis [seorang imam Karismatik] untuk menjemputnya
agar dapat bertemu Bunda Angelica... Di dalam kapel, Schlemon dan sang imam menumpangkan
tangan di atas Bunda, mengucapkan pembaptisan Roh Kudus.”6 Sekitar seminggu lalu “suatu
bahasa asing keluar dari mulut Bunda Angelica tanpa dapat dijelaskan. Sewaktu Suster Regina
datang untuk memberi sebuah gelas jus jeruk, Bunda mencoba mengucapkan terima kasih, namun
‘suatu hal yang lain keluar dari mulutnya.’”7 Kami harus menekankan bahwa fakta yang sangat
penting ini diakui di dalam sebuah biografi tentang Bunda Angelica yang ditulis oleh salah satu
pendukungnya yang terbesar: pembawa acara di dalam saluran televisinya, Raymond Arroyo.
“Pada Sabtu Suci di tahun 1971, Romo De Grandis dan Bunda berdoa untuk setiap anggota dari
komunitas. Semua orang kecuali seorang biarawati mengalami pembaptisan Roh Kudus, dan semuanya
menerima suatu hal. sesudah pengalaman ini, Suster Joseph dan para biarawati lain percaya bahwa Tuhan
mulai berbicara kepada mereka. Pada Minggu Paskah, seluruh komunitas ‘berbicara dalam bahasa
roh’”8
Berbicara dalam bahasa-bahasa yang tidak diketahui oleh orang yang mengucapkannya, berbicara dalam
kata-kata yang tidak dimengerti, dst. sering merupakan tanda bahwa seseorang kerasukan setan. Ini
terutama yaitu hal yang benar sehubungan dengan hasil dari pengalaman Karismatik yang di dalamnya
seseorang ditumpangkan tangan untuk menerima ‘roh’. Para pembaca tentunya bebas untuk
menerimanya atau menolaknya: namun seorang individu yang kami kenal dari Massachusetts yang
terlibat secara akrab di dalam gerakan Karismatik bertahun-tahun lalu, memberi tahu kami bahwa ia
merasakan bahwa iblis merasukinya sesudah seorang Karismatik menumpangkan tangan kepadanya pada
saat ibadat berlangsung. Ia juga memberi tahu kami bahwa, pada suatu konferensi Karismatik, Allah
memperkenankannya untuk melihat satu setan kecil yang memasuki ruangan. Ia terkesiap, dan
mengikuti setan itu dan menunggu untuk melihat jika ia akan kembali dari ruangan itu; namun satu-
satunya yang kembali dari ruangan ini yaitu sang imam Karismatik yang akan melakukan
pelayanan ‘penyembuhan’-nya dengan cara mendoakan orang-orang. Pengalamaman ini menyebabkan
individu ini untuk meninggalkan gerakan Karismatik.
Kami percaya bahwa Allah memperkenankan Iblis untuk menguasai orang-orang ini di dalam ibadat-
ibadat Karismatik sebab dengan mengambil bagian di dalam hal ini , orang-orang ini pada dasarnya
berkata bahwa sakramen-sakramen Gereja Katolik, ketujuh sakramen yang diinstitusikan oleh Yesus
Kristus tidaklah cukup. Mereka oleh sebab itu mengakui bahwa mereka membutuhkan suatu ritus-ritus
yang lain yang dibuat oleh manusia yang di luar sistem sakramental – untuk benar-benar
mendapat ‘roh’. Dengan mengambil bagian di dalam ‘ritus-ritus’ ini , pada dasarnya mereka
mengambil bagian di dalam sebuah agama baru untuk mendapat akses kepada ‘roh’ di luar jalan yang
secara khusus ditetapkan oleh Kristus. Sebagai hasilnya, ‘ritus-ritus’ Karismatik ini menjadi
‘sakramen-sakramen’ baru dari sebuah agama sesat yang memberi akses kepada roh jahat dan bukan
Roh Kudus.
Harus ditekankan bahwa penumpangan tangan ada di sepanjang Perjanjian Baru sebagai materi
dari Sakramen Penguatan (contohnya Kisah Para Rasul 8:17; Kisah Para Rasul 19:6) – suatu sakramen
yang diinstitusikan oleh Yesus Kristus. Ironis bahwa di dalam ‘Penguatan’ baru di dalam sekte Vatikan II,
penumpangan tangan telah dihapuskan, namun para Karismatik tetap memakai penumpangan
tangan untuk mencurahkan ‘roh’. sebab kita tahu bahwa penumpangan tangan mereka untuk
EWTN dan Gerakan Karismatik
553
mencoba mencurahkan ‘roh’ bukanlah Sakramen Penguatan {Krisma} (bahkan para wanita dan
orang awam melakukannya), hal ini sebenarnya yaitu Kontra-Penguatan – suatu
sakramen palsu yang oleh sebab itu memberi akses, sekali lagi, bukan kepada Roh Kudus,
namun kepada roh jahat.
Maka, sebagaimana seseorang yang pantas menerima Sakramen Penguatan {Krisma} menerima karunia
yang lebih dalam dari Roh Kudus, partisipasi yang aktif di dalam ‘ritus-ritus’ atau ‘sakramen-sakramen’
baru dari agama Karismatik yang sesat ini – dengan mengambil bagian di dalam hal-hal seperti
penumpangan tangan – memberi kepada orang-orang yang malang ini karunia dari roh jahat.
Itulah mengapa di dalam banyak dari pertemuan-pertemuan Karismatik ini para ‘Katolik’ melihat
diri mereka sendiri bersuara seperti babi, menggonggong seperti anjing, dan tertawa terbahak-
bahak tanpa bisa mengendalikannya. Hal-hal ini, terutama bersuara seperti babi dan menggonggong
seperti anjing, yaitu tanda-tanda yang jelas akan orang yang kerasukan roh jahat.
Kami merujuk kepada pengalaman orang ini sebab Bunda Angelica sendiri bukan hanya berbicara
berulang kali tentang ‘pengalaman-pengalaman’ mistisnya, namun ia juga mengakui suatu hal yang
mencolok tentang tanggapannya terhadap penumpangan tangan kepadanya oleh para Karismatik.
Tanggapannya sesuai dengan pengalaman pria ini . Bunda Angelica berkata bahwa pengalamannya,
di mana ia mengucapkan kata-kata yang ia tidak maksudkan untuk ucapkan sesudah ia para
Karismatik menumpangkan tangan kepadanya, menakutkannya. Ia mengingatnya: “Kata-kata
keluar, namun saya tidak tahu apakah kata-kata ini . Hal itu menakutkan saya.”9
Bunda Angelica tidak menyadari bahwa hal ini yaitu roh jahat yang ia telah dapatkan sesudah
keterlibatannya dengan para Karismatik. Ia terus mempromosikan gerakan ini.
Pada tanggal 2 Desember 1977, Bunda Angelica memimpin suatu retret Karismatik di Birmingham
bersama 28 pemimpin di dalam karyanya, yang disebut ‘Guardians {Wali}’. Ia berdiri di dalam kapel,
“Bunda menumpangkan tangannya di atas setiap para wali, berdoa dalam bahasa roh agar
mereka menjadi setia. Beberapa orang bernyanyi di dalam bahasa-bahasa suci yang tidak dikenal,
yang lain ‘terbunuh di dalam Roh’.”10 Salah satu partisipan berkata sesudah nya bahwa hal ini yaitu
‘puncak dari Karismania’.11 sesudah Paulus VI meninggal, “Bunda Angelica menumpangkan tangan di
atas Matt Scalici, Jr. di dalam kapelnya.”12
Biografi Bunda Angelica menyatakan bahwa sesudah saat ini , ia ‘perlahan-lahan’ menarik diri dari
gerakan Karismatik. Ini yaitu pernyataan yang kosong, sebab salurannya terus mempromosikan para
karismatik yang paling terkenal di dalam negeri, seperti para tokoh-tokoh di Franciscan University
orang-orang semacamnya.
Kami menganggap keterlibatan awal Bunda Angelica di dalam gerakan Karismatik yang satanik begitu
penting. Hal ini penting sebab EWTN telah menjadi alat bagi Iblis untuk menjebak para ‘konservatif’ di
dalam sekte Vatikan II lewat pencampuradukkan hal-hal yang konservatif (beberapa hal yang benar
menurut Tradisi Katolik) dengan kemurtadan dari agama Vatikan II. Tokoh-tokoh seperti Bunda Angelica
telah berperan sebagai magnet untuk membuat para ‘konservatif’ tetap tertipu dan berbakti kepada
Kontra-Gereja. Banyak orang menjadi yakin bahwa tokoh-tokoh seperti Bunda Angelica di dalam ‘Gereja’
pasca-Vatikan II yaitu bukti bahwa kehidupan rohani tetap dapat ditemukan di dalamnya walaupun
faktanya yaitu itu yaitu ‘Gereja’ yang palsu dan jika seseorang tetap berpegang kepada kemurtadan
‘Gereja’ ini , ia akan terkutuk. yaitu suatu hal yang masuk akal bahwa pemimpin kerasulan yang
licik di EWTN, Bunda Angelica, bermula dengan menerima roh jahat di dalam suatu acara Karismatik.
EWTN dan Gerakan Karismatik
554
Bahkan, Bunda Angelica telah menyatakan bahwa berbagai pengalaman mistis memimpin lajunya di
dalam EWTN.
“Pada titik terang masa pemulihannya, Bunda mengaku telah melihat Yesus sebagai anak
kecil berlari-lari di dalam aula biara. Ini tidak terjadi sekali saja.”13
Apakah Yesus sebagai anak kecil ‘berlari-lari di dalam aula’? Ataukah itu yaitu roh jahat yang berkarya
untuk kehancuran jiwa-jiwa? berdasar apa yang kami telah bahas tentang dukungan Bunda Angelica
terhadap bidah, agama-agama sesat dan gerakan Karismatik yang satanik, seorang Katolik sejati harus
menyimpulkan bahwa Bunda Angelica tidak melihat Yesus, melainkan roh jahat.
Matius 24:24-25- “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka
akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya
mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. Camkanlah, Aku sudah
mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.”
Bunda Angelica juga mengaku bahwa sang Yesus sebagai anak kecil tampak kepadanya dan berkata
kepadanya, “Dirikanlah untukku sebuah bait dan Aku akan membantu mereka yang membantumu.”14
Walaupun gereja-gereja dapat disebut sebagai ‘bait-bait’ – seperti yang kami telah bahas lebih awal di
bagian tentang 2 Tesalonika 2:4 – sebuah ‘bait’ juga dapat menggambarkan sebuah rumah ibadat Yahudi
dan loji Masonik. sebab Bunda Angelica telah mempromosikan ide-ide yang sesat dan palsu bahwa para
Yahudi tidak memerlukan Yesus Kristus untuk keselamatan – yang terbukti oleh, antara lain,
keterikatannya kepada para Anti-Paus yang mengajarkan hal ini – yaitu suatu hal yang pasti
bahwa itu bukanlah Tuhan kita Yesus Kristus yang mengatakan kepadanya untuk membangun sebuah
bait Katolik. namun , ia yaitu seorang roh jahat yang lain (mirip dengan yang diterimanya pada acara
Karismatik) yang secara tersembunyi memerintahkannya untuk membangun sebuah ‘bait’ untuk agama
Gereja Baru yaitu sekte Vatikan II. Hal yang menarik yaitu bahwa bagian atas dari Salib di luar ‘bait’ ini
(bait yang dibangun Bunda Angelika dengan biaya 50 juta dolar!) hancur bersih akibat sambaran
halilintar pada saat terjadinya suatu badai yang kencang, yang meninggalkan bentuk ‘T’, dan bukan Salib
biasa. Salib ini tetap berbentuk seperti itu sampai hari ini.
Kembali kepada kemurtadan yang dipromosikan EWTN, Romo Benedict Groeschel yaitu tokoh yang
besar di EWTN. Groeschel telah menolak para konvert, menyatakan bahwa ia tidak pernah ‘percaya’
bahwa orang-orang non-Katolik tidak dapat diselamatkan (suatu dogma yang telah didefinisikan),
berkhotbah di dalam ‘200 gereja-gereja Protestan dan ratusan sinagoga’, dan berkata bahwa sakramen-
sakramen tidak diperlukan untuk keselamatan, dan bahkan menolak bahwa Tuhan kita telah berkata
“Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan
membangkitkan dia pada akhir zaman (Yohanes 6:54)!”15
Para ‘pakar’ EWTN menolak mentah-mentah perlunya Gereja Katolik untuk keselamatan. ‘Pakar-pakar’
EWTN memberi tahu para penanya non-Katolik – termasuk seorang Yahudi yang menolak Kristus dan
istri dari seorang skismatis ‘Ortodoks’ yang ingin tahu akan kewajiban suaminya untuk berkonversi –
bahwa mereka baik-baik saja pada saat ini untuk masuk Surga tanpa harus berubah.16
EWTN juga mempromosikan sebuah organisasi yang disebut Association of Hebrew Catholics
(AHC) {Asosiasi Katolik Ibrani}. Association of Hebrew Catholics terdiri dari para ‘konvert’ dari agama
Yahudi. Kenyataannya, mereka mencoba untuk menciptakan suatu sekte Yahudi di dalam ‘Gereja Katolik’.
Organisasi ini dikepalai oleh David Moss, yang telah hadir di EWTN berkali-kali. David Moss yaitu
saudara dari Rosalind Moss, yang juga telah memandu acara-acara EWTN dan dipekerjakan oleh ‘Catholic
Answers’. AHC ini – yang terdiri dari para ‘konvert’ dari agama Yahudi – mempromosikan bahwa para
EWTN dan Gerakan Karismatik
555
Katolik yang berkonversi dari Yahudi dapat terus mempraktikkan Hukum Lama (suatu ide yang secara
khidmat dikutuk oleh Konsili Florence).
“Tanpa mengindahkan ajaran Gereja bahwa ritus-ritus serta ibadat-ibadat di bawah hukum Musa
telah dihapuskan dengan berlangsungnya Perjanjian Baru dan bahwa yaitu dosa berat untuk
menaati hukum ini , Moss menyarankan agar penanya Katolik ‘mengunjungi sebuah
sinagoga setempat dan mengamati apa yang mereka lakukan di sana dan
mendengarkannya. Anda dapat mengambil bagian di dalam sebuah Seder,’ tambahnya...
Moss lalu menyarankan agar para Katolik mengikutinya [yaitu, mengikuti praktik ‘Yahudi
Mesianik’] dengan menyelenggarakan Paskah dan Rosh haShanah... Kesimpulan ini
didukung oleh suatu rubrik di dalam situs AHC yang berjudul ‘Through the Hebrew Catholic Year:
A Collection of Traditions and Prayers for the Jewish Holidays for Catholics {Melalui Tahun
Katolik Ibrani: Suatu Kumpulan Tradisi-tradisi dan Doa-doa untuk Hari Raya Yahudi bagi Para
Katolik}’. Di sini AHC mendukung perayaan ‘Katolik’ Rosh haShanah, Yom Kippur, Purim,
Paskah, Shavuoth, dan Hanukkah, memakai doa-doa ‘yang disesuaikan dari buku doa-
doa Yahudi tradisional’.”17
Ini yaitu suatu promosi dosa berat, bidah, dan kemurtadan.
EWTN sayangnya yaitu suatu saluran televisi yang begitu sesat, modernis, dan menganut ekumenisme
palsu, yang mencampuradukkan kemurtadan, promosi Vatikan II, Misa Baru dan Agama Baru dengan
program yang menarik. Berikut yaitu suatu email yang menarik yang kami terima tentang hal ini:
“Selamat pagi, saya menonton EWTN pagi hari ini. Biasanya saya menonton ibadat Novus Ordo
pada saat saya memutuskan apa yang saya ingin lakukan (berkenaan dengan Iman Katolik saya).
Saya mendengar ‘pemimpin acara’ Romo Francis berkata: ‘...Gereja tidak pernah berkata
bahwa orang Kristiani lain tidak akan menerima keselamatan... mereka yang berkata hal
ini yaitu pembohong atau salah kaprah... Gereja Katolik bagaikan makanan lima
sempurna, jika anda ingin seluruhnya, datanglah ke Gereja...
“Homili ini tersed






