ia online (saya kira hari berikutnya). Mungkin anda dapat memakai
pernyataan ini, sesudah anda memeriksanya, sebagai Heresy of the Week {Bidah Minggu Ini}’.
‘Doktrin’ ini telah menyebar, pada saat yang bersamaan, kepada banyak orang. Jika tidak
dimasukkan ke dalam serial ‘Heresy {Bidah}’ – kirimkanlah pria malang itu sebuah kopi dari buku
‘Tidak Ada Keselamatan’ anda.
Doakanlah saya,
G.M”
Kami ingin tahu jika ada dari para pendukung EWTN yang telah mendengar atau menonton khotbah
ini yang telah mempertimbangkan akibat-akibatnya: apa arti kehadiran mereka di gereja, seluruh
upaya mereka untuk menghadiri ‘Misa’, dst. Kami ingin tahu jika hal ini menyadarkan seseorang
pun dari mereka bahwa hal ini berarti bahwa menjadi seorang Katolik, berdoa Rosario, pergi mengaku
dosa, sama sekali tidak berarti apa-apa.
Kami tentunya mengharapkan konversi dari ‘Romo’ Francis, namun kami harus berkata bahwa ia terlalu
buta akan kemurtadannya untuk menyadari kebodohannya. Ia terlalu buta untuk menyadari bahwa ia
percaya bahwa ‘imamat’-nya sendiri – seluruh Saluran EWTN – buang-buang waktu. Jika anda percaya
apa yang dipercayai EWTN dan ‘Romo’ Francis, anda yaitu seorang yang benar-benar idiot untuk
EWTN dan Gerakan Karismatik
556
menjadi seorang Katolik. Anda dapat pergi ke gereja Lutheran setempat, mengakui iman anda dalam
Yesus sebagai Tuhan, dan pergi begitu saja.
Maka, janganlah tertipu oleh tampak luar. Para bidah selalu memiliki tampak luar yang menarik di satu
sisi dan di sisi yang lain. Janganlah tertipu oleh mereka yang mengaku diri memiliki keterikatan kepada
Iman Katolik atau Tuhan kita atau Bunda Maria atau para santo-santa, namun menolak sebuah dogma. Jika
mereka tidak menerima seluruh kebenaran, mereka yaitu orang-orang yang palsu. ‘Romo’ Francis
kadangkala berbicara tentang bagaimana cara membawa orang-orang muda kepada Kristus di dalam
acaranya “Life on the Rock”. Tidakkah hal ini terdengar sungguh baik? namun ia lalu secara publik
berkomentar tentang dan memuji kunjungan Benediktus XVI yang menolak Kristus kepada sinagoga dan
dukungannya untuk agama Yahudi. Ia berbicara tentang bagaimana membawa orang-orang muda kepada
Kristus sewaktu ia dalam waktu yang bersamaan percaya bahwa Kristus tidak berarti apa-apa.
Email ini kembali menunjukkan kepada kita bahwa para orang-orang yang palsu ini mencampuradukkan
kedekatan kepada beberapa hal yang Katolik dengan penolakan akan kebenarannya. Mereka berlagak
bagaikan mereka berbakti kepada Allah, dan tentunya berkata beberapa hal yang baik dan konservatif,
namun mereka yaitu kekejian di mata Allah.
sebab kami sedang berbicara tentang orang-orang yang palsu, kami harus menyebutkan ‘Romo’ John
Corapi dari EWTN. Mereka yang telah melihatnya mengetahui bahwa Corapi berkhotbah bagaikan ia
berbakti kepada Tuhan kita dan Iman Katolik – ‘menggelegar’ melawan dosa dan membela Ekaristi
dengan gaya yang melodramatis. Ia sungguh-sungguh palsu, sebab ia percaya bahwa semua itu sama
sekali tidak berarti. Ia percaya bahwa anda dapat menjadi Protestan yang sama sekali menolak Bunda
Maria, Kepausan, dan Ekaristi, ataupun seorang Yahudi yang sama sekali menolak Kristus.
“Mereka bagaikan ‘kuburan yang dilabur putih’ yang sebelah luarnya memang bersih
tampaknya, namun yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis
kotoran. Mereka di sebelah luar tampaknya benar di mata orang, namun di sebelah dalam
kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.” (Matius 23:27-28)
Salah satu dari kami menelpon sekretaris ‘Romo’ Corapi satu kali, dan bertanya kepadanya: “Apakah
perlu menjadi Katolik untuk diselamatkan?” Ia menjawab dengan blak-blakan: “Tidak.” Salah satu dari
kami menjawab, “lalu mengapa menjadi Katolik?” Ia berkata: “sebab itu yaitu kepenuhan dari
kebenaran.” Salah satu dari kami menjawab: “namun hal ini tidak diperlukan menurut anda.”
Ia setuju. Lihatlah betapa kosong, bodoh, dan jahat agama Vatikan II itu.
EWTN dan Gerakan Karismatik
557
_______________________________ Bagian 35:
1 Raymond Arroyo, Mother Angelica {Bunda Angelica}, Random House, Inc., 2005, hal. 120.
2 Raymond Arroyo, Mother Angelica {Bunda Angelica}, hal. 121.
3 Ditunjukkan dalam Raymond Arroyo, Mother Angelica {Bunda Angelica}; from OLAM.
4 Raymond Arroyo, Mother Angelica {Bunda Angelica}, hal. 98.
5 Raymond Arroyo, Mother Angelica {Bunda Angelica}, hal. 148-149.
6 Raymond Arroyo, Mother Angelica {Bunda Angelica}, hal. 120.
7 Raymond Arroyo, Mother Angelica {Bunda Angelica}, hal. 121.
8 Raymond Arroyo, Mother Angelica {Bunda Angelica}, hal. 123.
9 Raymond Arroyo, Mother Angelica {Bunda Angelica}, hal. 121.
10 Raymond Arroyo, Mother Angelica {Bunda Angelica}, hal. 135.
11 Raymond Arroyo, Mother Angelica {Bunda Angelica}, hal. 135.
12 Raymond Arroyo, Mother Angelica {Bunda Angelica}, hal. 142.
13 Raymond Arroyo, Mother Angelica {Bunda Angelica}, hal. 314.
14 Raymond Arroyo, Mother Angelica {Bunda Angelica}, hal. 255.
15 Chris Ferrara, EWTN: A Network Gone Wrong {EWTN: Saluran Televisi yang Menjadi Sesat}, Pound Ridge, NY: Good
Counsel Publications, 2006, hal. 79; hal. 86-90.
16 Forum Tanya Jawab EWTN, nasihat dari Richard Geraghty pada tanggal 19 Februari 2005 pada “Non-Catholic
Salvation {Keselamatan untuk Para Non-Katolik}.”
17 Siaran EWTN pada tanggal 7 Maret 2005; dikutip oleh Chris Ferrara, EWTN: A Network Gone Wrong {Saluran
Televisi yang Menjadi Sesat}, hal. 146.
558
BAGIAN III – RESISTENSI
TRADISIONALIS – BEBERAPA HAL
TENTANG MEREKA YANG SEDIKIT
BANYAK MENGERTI BAHWA GEREJA
PASCA-VATIKAN II HARUSLAH
DILAWAN ATAU DITOLAK
Penampakan-Penampakan Palsu di Bayside, NY
559
36. Penampakan-Penampakan Palsu di
Bayside, New York
(Bagian ini menyingkap sejauh mana Iblis diperkenankan untuk menipu orang-orang tentang
kemurtadan Vatikan II, para Anti-Paus Vatikan II dan Misa Baru)
Pertanda di Bayside – namun , seperti yang kita akan lihat, bukanlah pertanda dari Surga
Kami telah sering dihubungi oleh mereka yang mengikuti ‘penampakan-penampakan’ Bunda Maria dan
Tuhan kita yang telah terjadi di berbagai bagian dunia selama beberapa dekade terakhir. Di antaranya,
penampakan-penampakan di Bayside, New York sangat menonjol. Veronica Lueken mengaku telah
menerima pesan-pesan dari Tuhan kita dan Bunda Maria mulai dari tahun 1970-an dan berakhir sekitar
tahun 1990-an. Pesan-pesan Veronica dikenal sebagai Pesan Bayside. Pesan-pesan ini sangatlah –
dan masih tetap berpengaruh terhadap cara pandang banyak orang terhadap krisis sesudah konsili
Vatikan II.
Penampakan-Penampakan Palsu di Bayside, NY
560
Veronica Lueken dalam keadaan ‘ekstasi’ di Bayside, NY – Seperti yang kita akan lihat, ia sedang melihat
sesuatu, namun bukan Bunda Maria ataupun Tuhan kita
Veronica mengaku telah menerima pesan-pesan ini beserta mukjizat-mukjizat dan tanda-tanda
yang disaksikan oleh banyak orang di tempat penampakan Bayside. Di atas bagian ini yaitu gambar dari
bawah di Bayside di mana terlihat suatu tanda mukjizat rahmat di bagian kepala Veronica Lueken.
Tampaknya, ada ribuan gambar-gambar semacam itu di tanah Bayside. Hal ini tampak seperti
‘tanda-tanda’; namun , seperti yang kita akan lihat, tanda-tanda ini tidaklah berasal dari Surga.
Tentang akhir zaman, Tuhan kita memperingatkan dunia bahwa akan ada tanda-tanda dan
mukjizat-mukjizat palsu untuk menipu (jika hal itu mungkin terjadi) bahkan orang-orang terpilih.
Penampakan-Penampakan Palsu di Bayside, NY
561
Matius 24:23-26- “Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini,
atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu
akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-
mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.
Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu. Jadi, apabila orang berkata
kepadamu: Lihat, Ia ada di padang gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di
dalam bilik, janganlah kamu percaya.”
Di dalam peringatan ini, Tuhan kita membuat pernyataan yang sangat khusus bahwa jika orang-orang
berkata bahwa mereka melihat-Nya di sini atau di sana pada hari-hari itu, janganlah percaya. Ia
bahkan memakai kata-kata yang menarik, ‘di dalam bilik’. Dalam kata lain, jika mereka berkata
bahwa Tuhan kita tampak kepada mereka di dalam bilik-bilik ataupun ruangan mereka, janganlah
percaya. Peringatan ini tentunya juga berkenaan dengan mereka yang berkata bahwa Bunda-Nya ada di
sini atau di sana pada hari-hari itu. St. Paulus mengingatkan kita akan hal yang sama di 2 Tesalonika, dan
sewaktu ia berbicara tentang waktu Kemurtadan Besar dan kedatangan Antikristus.
2 Tesalonika 2:9-12: “Kedatangan si pendurhaka itu yaitu pekerjaan Iblis, dan akan disertai
rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, dengan rupa-rupa tipu
daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa sebab mereka tidak menerima dan
mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka. Dan itulah sebabnya Allah
mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta, supaya
dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan.”
Nubuat Marie-Julie Jahenny, Briton Stigmatist {Stigmatis Breton} (1891):
“Pada waktu terjadinya hukuman-hukuman yang diumumkan di La Salette, akan muncul
wahyu-wahyu palsu dari Neraka yang tidak terhitung jumlahnya bagaikan kerumuman
lalat; upaya terakhir Setan untuk mencekik dan menghancurkan kepercayaan akan wahyu-
wahyu sejati lewat para pemalsu.”1
Dalam menghadapi situasi ini, cara seorang Katolik memandang segala sesuatu yaitu lewat ajaran
Gereja Katolik. Jika suatu penampakan yang kelihatannya berasal dari Surga memberi suatu
pesan yang mengandung suatu bidah yang jelas, atau apa pun yang bertentangan dengan ajaran
Gereja Katolik, cukuplah untuk membuktikan bahwa hal ini tidak berasal dari Allah, namun
dari Iblis. Allah tidak menentang diri-Nya sendiri.
Galatia 1:8-9- “namun sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan
kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu,
terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau
ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu
terima, terkutuklah dia.”
Hal-hal yang terjadi sesudah nya yaitu beberapa dari bidah dan pesan yang jelas-jelas sesat di Bayside.
Hal ini membuktikan bahwa penampakan-penampakan di Bayside bukanlah pesan-pesan sejati dari
Bunda Maria maupun Tuhan kita. Kami akan membahas beberapa dari pesan-pesan sesat di Bayside.
ada banyak lagi pesan-pesan sesat Bayside yang kami tidak akan ikutsertakan supaya bagian ini
tidak menjadi terlalu panjang. Fakta-fakta ini cukup untuk membuktikan bahwa Tuhan kita dan Bunda
Maria tidak tampak maupun berbicara kepada Veronica Lueken. Sebenarnya Iblislah yang berpura-
pura menjadi Bunda Maria dan Tuhan kita yang memberi kepada Veronica Lueken pesan-
pesan sesat untuk menyesatkan orang-orang.
Penampakan-Penampakan Palsu di Bayside, NY
562
BAYSIDE MENGAJARKAN BAHWA ada IMAN-IMAN LAIN DI SURGA
‘Bunda Maria’ dari Bayside, 14 Agustus 1979:
“Janganlah menghakimi saudara-saudarimu yang belum berkonversi. sebab di dalam Rumah
Bapaku, Putraku telah mengulang-ulangi, ingatlah selalu – bahwa di dalam Rumah Bapaku,
ada banyak ruangan di dalam Istananya, yang melambangkan iman-iman dan
kepercayaan-kepercayaan.”2
Pernyataan ini yang diakui datang dari ‘Bunda Maria dari Bayside’, bahwa di dalam Rumah Bapa
ada banyak istana-istana yang melambangkan iman-iman dan kepercayaan-kepercayaan, jelas-jelas
sesat. yaitu suatu dogma yang telah didefinisikan secara infalibel bahwa hanya mereka yang meninggal
dengan Iman Katolik masuk ke Surga, seperti yang kami telah bahas di dalam buku ini.
Paus Eugenius IV, Syahadat Atanasius, Konsili Florence, Sesi 8, 22 November 1439, ex cathedra:
“Siapa pun yang hendak diselamatkan, harus di atas segala hal menganut iman Katolik; jika
seseorang tidak menjaganya dengan penuh dan utuh, tidak diragukan bahwa ia akan binasa
selamanya...”3
Bidah di Bayside tersingkap sebagai penampakan yang palsu dari Iblis, sebab Bunda Maria tidak
menentang dogma infalibel dan Takhta St. Petrus. Untuk mengatakan hal yang bertentangan yaitu suatu
bidah yang nista.
Paus Leo XII, Ubi Primum (#14), 5 Mei 1824:
“yaitu sesuatu yang tidak mungkin bahwa Allah yang benar, yang merupakan kebenaran
itu sendiri, sang Penyedia yang terbaik dan terbijaksana, dan Pemberi karunia kepada manusia
yang baik, menyetujui semua sekte yang mengakui ajaran-ajaran sesat yang sering tidak
konsisten satu sama lain dan bertentangan, dan memberi keselamatan abadi kepada
anggota-anggotanya... oleh iman ilahi kami mengakui satu Tuhan, satu iman, satu
pembaptisan... Inilah mengapa kami mengakui bahwa tidak ada keselamatan di luar
Gereja.”4
Pesan Bayside menentang apa yang harus dipegang umat Katolik di dalam iman ilahi, bahwa hanya
ada satu iman yang menuntun ke Surga, Iman Katolik, di luar mana tidak ada keselamatan.
ada banyak istana di dalam rumah Bapa yang dirujuk di dalam Kitab Suci, hal ini merujuk kepada
pahala-pahala yang berbeda-beda untuk para Katolik yang meninggal dalam keadaan rahmat.
NUBUAT PALSU BAYSIDE TENTANG ANJLOKNYA PASAR
‘Bunda Maria’ dari Bayside, 18 Juni 1988:
“Dalam dua tahun atau kurang, akan terjadi keanjlokan pasar. Sistem keuangan seluruh dunia
akan menjadi lumpuh. Hal ini , anakku, yaitu mengapa engkau harus datang ke pada sore
hari ini di tempat ini.”5
Hal ini tidak pernah terjadi.
NUBUAT PALSU BAYSIDE TENTANG BOLA PENEBUSAN
‘Bunda Maria’ dari Bayside, 18 Juni 1988:
“Janganlah takut, anakku; engkau harus melihat hal ini sebab hal ini penting. Di dalam abad ini,
Bola ini akan dikirimkan kepada umat manusia... Sudah hampir terlambat... sebuah Bola yang
cepat bergulir menuju bumi! Hal ini akan terjadi di sini di dalam abad ini, atau lebih awal.”6
Penampakan-Penampakan Palsu di Bayside, NY
563
Suatu ciri khas dari penampakan-penampakan yang palsu masa kini yaitu klaim bahwa sebuah bola
penebusan akan datang menghancurkan Bumi atau kebanyakan dari bumi. Kami percaya bahwa tujuan
Iblis dalam mempromosikan ide ini yaitu untuk membuat orang-orang berfokus kepada hukuman fisik
dan bukan penipuan rohani yang terjadi di dalam sekte Vatikan II. Bayside jelas-jelas menubuatkan
bahwa komet/bola penebusan ini akan datang ‘dalam’ abad ke-20. Hal ini tidak pernah terjadi, dan
oleh sebab itu membuktikan bahwa Pesan Bayside yaitu sesat. Terlebih lagi, lihatlah kata-kata dari
pesan yang diakui datang dari ‘Bunda Maria’. Ia kelihatannya mengatakan bahwa bola ini akan datang ‘di
dalam abad ini, atau lebih awal’, SEAKAN-AKAN IA TIDAK TAHU. Hal ini bukanlah pernyataan Bunda
Maria, melainkan kebohongan dari Iblis.
Sewaktu Bunda Maria berkomunikasi, ia biasanya berkata sedikit sekali. Ia mengungkapkan dirinya
dengan tepat, dan ia tentunya tidak membuat nubuat palsu. Ia yaitu Ratu para Nabi.
BAYSIDE MENGAJARKAN BIDAH TENTANG KEKUATAN ALLAH, DAN BAHWA YOHANES PAULUS II BAIK
‘Tuhan kita’ dari Bayside, 21 Agustus 1985:
“Anak-anak-Ku – tiga tokoh dengan kekuatan besar yang merencanakan nasib Vikaris kalian
[Yohanes Paulus II]. Kalian harus memperingatkannya agar ia mengenal orang-orang di
sekelilingnya. Sewaktu ia membaca tulisan-tulisan mereka ia akan mengerti. namun , Kami juga
meminta agar ia melewatkan lebih sedikit waktu untuk bepergian dari satu negara ke
negara lain, sebab ia membuat dua kali lebih sulit bagi Kami untuk melindunginya.
Berdoalah dengan berjaga-jaga secara konstan. Kalian memiliki seorang Bapa yang baik dan suci
pada saat ini di Roma, namun jika ia berpindah dari sana, akan datang bencana.”7
Menurut pesan ini, Tuhan kita berkata bahwa yaitu dua kali lebih sulit bagi-Nya untuk melindungi
seseorang yang bepergian. Ini jelas-jelas sesat.
Paus Pius IX, Konsili Vatikan I, Sesi 3, Bab 1, Tentang Allah Pencipta segala sesuatu:
“namun , SEGALA SESUATU YANG DICIPTAKAN OLEH ALLAH DILINDUNGI DAN DIPERINTAH-NYA
DENGAN PENYELENGGARAANNYA, yang menjangkau ujung yang satu sampai ujung yang lain
dengan perkasa dan yang mengatur segala sesuatu dengan manis, sebab, segala hal telanjang dan
terbuka di depan mata-Nya, bahkan hal-hal yang, oleh tindakan bebas dari ciptaan, berada di
masa depan.”8
Penyelenggaraan dan kekuatan Allah terbentang dari satu ujung dunia ke ujung yang lain. Tidaklah sulit
bagi-Nya untuk melakukan apa pun. Pernyataan di Bayside bukan hanya menentang Vatikan I, namun juga
Kitab Suci. Tuhan kita berkata kepada para Rasul-Nya bahwa ia dapat dalam sekejap memiliki lebih dari
12 pasukan malaikat (Matius 26:53) dari Bapa-Nya, jika Ia memintakan-Nya. namun Bayside mencoba
meyakinkan kita bahwa sulit untuk Allah jika anda bepergian! Ini hanyalah salah satu dari banyak contoh
yang membuktikan bahwa ada bidah dan kesalahan yang memalukan di dalam Pesan Bayside.
Allah membiarkan Iblis melakukan tanda-tanda palsu di tempat-tempat penampakan ini, pada
waktu yang sama, Ia membiarkan (atau bahkan memaksa) Iblis untuk melakukan kesalahan-
kesalahan besar, agar mereka yang benar-benar menginginkan kebenaran dapat melihat bahwa
pesan ini yaitu tipuan dari Iblis.
Pesan di atas juga memberitahukan kita bahwa Yohanes Paulus II ‘baik’. Ini mungkin yaitu bagian
terburuk dari Pesan Bayside. Yohanes Paulus II memuji seluruh agama-agama sesat yang berbeda-beda
dan mengajarkan bahwa kita seharusnya tidak mengonversikan para non-Katolik, seperti yang kami
telah dokumentasikan di dalam buku ini. Yohanes Paulus II yaitu seorang bidah yang jahat dan menolak
Penampakan-Penampakan Palsu di Bayside, NY
564
Kristus. Lewat Veronica Lueken, Iblis ingin meyakinkan orang-orang bahwa seseorang yang
mengkhotbahkan sebuah Injil baru, mempromosikan kemusyrikan dan indiferentisme rohani yaitu
seseorang yang ‘baik’.
Yohanes Paulus II di Assisi, tahun 1986, pada sebuah perkumpulan ekumenis, yang dikutuk oleh Paus
Pius XI sebagai sebuah kemurtadan di dalam Mortalium Animos
BAYSIDE MENGAJARKAN SUATU KEPALSUAN YANG JELAS TENTANG TELEVISI
‘Bunda Maria’ dari Bayside, 27 September 1975:
“Aku telah berulang kali memperingatkan kalian, dan semua anak-anakku tentang alat yang jahat
ini, yaitu televisi kalian. Tidak ada alasan untuk mendapati mereka di dekat kalian.”9
Menurut Pesan Bayside, ‘Bunda Maria’ berkata bahwa tidak ada alasan untuk memiliki sebuah televisi.
Ini jelas-jelas konyol. Hal ini berarti seseorang tidak pernah bisa menonton sebuah video Katolik atau
berita ataupun suatu tayangan yang dapat diterima dengan baik. Bunda Maria tentunya akan mengutuk
penyalahgunaan televisi, dan kebanyakan hal di televisi, namun pernyataan Bayside ini jelas-jelas sesat,
dan bertentangan dengan ajaran Paus Pius XI di dala Vigilanti Cura pada tanggal 29 Juni 1936.
Tentang film-film – dan tentunya ajarannya diterapkan kepada televisi pula – Pius XI menyatakan
‘kemampuan baik serta buruk’. Secara intrinsik, film dan televisi tidaklah buruk; mereka dapat
digunakan untuk hal yang baik maupun yang buruk.
Paus Pius XI, Vigilanti cura (#18-19), 29 Juni 1936:
“Kekuatan dari bioskop terletak di dalam fakta bahwa ia berbicara lewat gambar-gambar yang
hidup, yang diterima dengan senang hati dan tanpa kesulitan, bahkan oleh mereka yang tidak
terlatih dan terdidik, dan yang tidak akan dapat ataupun tidak berkeinginan untuk membuat
upaya-upaya induksi ataupun deduksi yang dibutuhkan dalam penalaran. sebab untuk
membaca, atau mendengarkan suatu bacaan yang dibaca dengan keras memerlukan suatu
konsentrasi dan upaya mental tertentu, suatu upaya yang di dalam bioskop digantikan oleh
gambar-gambar yang hidup yang disajikan tanpa henti kepada mata {seseorang}... Teater-teater
ini, yang menyerupai sekolah kehidupan sendiri, memiliki suatu pengaruh yang lebih besar untuk
mendorong manusia kepada kebajikan atau keburukan dibandingkan penalaran abstrak.”10
Penampakan-Penampakan Palsu di Bayside, NY
565
Menarik bahwa Pius XI menunjukkan bahwa menonton suatu film memerlukan upaya mental yang lebih
sedikit dibandingkan membaca sebuah buku, yang merupakan sebab mengapa film dan televisi begitu
populer. Kebanyakan orang tidak berkeinginan untuk membuat upaya mental yang diperlukan untuk
membaca. sebab gambar-gambar yang hidup ini disajikan terus menerus kepada mata secara
langsung oleh film, Pius XI menunjukkan bahwa hal ini memiliki kekuatan yang besar untuk
mendorong manusia ‘kepada kebajikan atau keburukan...’ Maka, film dan televisi dapat menuntun
manusia kepada kebajikan, jika programnya bajik dan Katolik. Film dan televisi tidaklah secara intrinsik
buruk. Pesan Bayside terbukti sekali lagi salah.
NUBUAT PALSU BAYSIDE UNTUK PENERUS YOHANES PAULUS II
‘Bunda Maria’ dari Bayside, 18 Juni 1988:
“Mohon, anak-anakku, berdoa untuk Bapa Suci kalian, sang Paus. Kalian tidak boleh
kehilangannya, sebab penerusnya yang akan menggantikannya akan menghancurkannya jika ia
bisa – ia akan mencoba untuk menghancurkan Paus Yohanes Paulus II.”11
Ini yaitu suatu nubuat palsu yang lain. Penerus Yohanes Paulus II, yang yaitu Benediktus X VI, tidak
mencoba untuk menghancurkannya, namun ingin ‘menganonisasikannya’! Terlebih lagi, nubuat ini secara
inheren bertentangan, sebab bagaimanakah penerus Yohanes Paulus II dapat mencoba
menghancurkannya sewaktu Yohanes Paulus II sudah akan mati?
TUJUAN UTAMA PESAN-PESAN BAYSIDE: TETAPLAH BERADA DI DALAM PAROKI ANDA DI MISA BARU
YANG TIDAK VALID DAN BERSAMA SANG ANTI-PAUS
‘Bunda Maria’ dari Bayside, 14 Agustus 1981, TETAPLAH BERADA DI DALAM PAROKI KALIAN:
“Hatiku, hati Anakku bersedih, selagi kami mengelilingi dunia... Kami dapat melihat suatu
perpecahan yang hampir menjadi skisma... hal ini dipromosikan oleh Setan... Janganlah mengadili
Rumah Anakku, Gereja-Nya, oleh manusia, walaupun ia yaitu wakil – seorang wakil secara
hukum dari Anakku... pada saat Anakku datang di dalam Konsekrasi, Ia tidak akan berpaling
dibandingkan kalian, Anakku. Oleh sebab itu kalian tidak dapat berkata bahwa Misa tidaklah
valid. Hal ini telah membawa dukacita yang besar kepada Hati Kami, sebab banyak orang
meninggalkan kawanan domba akibat hal ini.”12
‘Bunda Maria’ dari Bayside, 3 Mei 1978: Tetaplah berada di dalam paroki kalian:
“Kalian semua akan tetap berada di dalam Paroki gereja-gereja kalian.”13
Perhatikan desakan dari Pesan ini kepada orang-orang untuk tetap berada di dalam Misa Baru!
Penampakan-Penampakan Palsu di Bayside, NY
566
‘Bunda Maria’ dari Bayside, 14 Agustus 1981, Tetaplah berada di dalam paroki kalian:
“Aku telah meminta kalian di masa lalu, dan aku meminta dan terus memohon kepada kalian,
anak-anakku, agar tidak meninggalkan Vikar kalian di Roma, dan agar tidak meninggalkan
paroki gereja kalian.”14
‘Tuhan kita’ dari Bayside, 14 September 1986, Para tradisionalis telah disesatkan:
“Kami mendengar semua nama di dalam telinga Kami tentang gereja-gereja yang lahir kembali,
yang disebut Gereja Katolik Roma Tradisional. Anak-anakku, Kami tidak memerlukan lebih
banyak Tradisionalis bertebaran dan menciptakan gereja-gereja baru.”15
Iblis ingin supaya orang-orang tetap berada bersama Gereja palsu dari sekte Vatikan II. Ia ingin orang-
orang supaya tetap berada bersama Misa Baru yang tidak valid. Ini yaitu seluruh tujuan dari Pesan-
pesan Bayside dan berbagai pesan-pesan sesat yang mirip. Iblis ingin mengurung para ‘Katolik’ yang
berpikiran konservatif di dalam paroki-paroki Vatikan II, di dalam persekutuan bersama agama baru
Vatikan II, dan di bawah para Anti-Paus Vatikan II yang yaitu bidah terang-terangan dan tidak Katolik.
Untuk mencapai hal ini, Iblis memakai saksi-saksi palsu seperti Veronica Lueken. Dan agar
tipuannya menjadi sangat efektif, di dalam pesan-pesan sesat yang diberikannya kepada mereka, ia
menyisipkan pernyataan-pernyataan yang konservatif. Pernyataan-pernyataan yang konservatif ini –
seperti mendorong orang-orang untuk berdoa Rosario, mengenakan skapular, mencela modernisme,
menolak pelecehan liturgis, dst. – bermaksud untuk menipu. Semua hal ini yaitu bagian dari pesan-
pesan Bayside. sebab orang-orang tidak menerima dan mengasihi kebenaran (2 Tesalonika 2), Allah
membiarkan mereka menjadi tertipu oleh tanda-tanda palsu yang telah muncul di tempat-tempat
penampakan ini .
Sayangnya, rencana Iblis begitu efektif. Kami telah berhubungan dengan banyak orang yang terus
menghadiri Misa Baru – walaupun mereka menyayangkan pelecehan-pelecehannya, tentunya, sebab
Pesan Bayside memerintahkan mereka untuk melakukannya – hanya sebab mereka percaya akan
Bayside. Mereka tidak ingin mendengarkan argumen-argumen Magisterium (argumen-argumen dari
otoritas pengajaran tradisional Gereja) yang menunjukkan bahwa Misa Baru bukanlah Misa, namun ,
mereka tetap menempel kepada Bayside. Mereka tidak mengacuhkan semua bukti bahwa Paulus VI,
Yohanes Paulus II dan Benediktus XVI bukanlah Katolik; mereka hanya menempel kepada Bayside. Kami
kenal seluruh anggota dari sebuah keluarga yang telah dibesarkan dalam agama Konsiliar – misalnya,
yang menghadiri Misa indult dan Misa Baru, dan bukan Misa Tradisional saja di dalam kapel independen
– hanya sebab mereka mengikuti Bayside.
Sayangnya, jika mereka tetap berada di dalam jalan mereka kini, mereka akan kehilangan keselamatan
mereka, sebab mereka telah memilih untuk mendengarkan suara-suara aneh dan bukan kebenaran yang
disampaikan lewat ajaran Gereja Katolik. Tuhan kita, sewaktu Ia mengadili mereka, akan mengulangi
kepada mereka apa yang Ia peringatkan kepada kita di dalam Kitab Suci:
Matius 24:23-26- “Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau
Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan
muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga
sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. Camkanlah, Aku sudah
mengatakannya terlebih dahulu kepadamu. Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di
padang gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah kamu
percaya.”
Penampakan-Penampakan Palsu di Bayside, NY
567
Berikut yaitu salah satu dari contoh-contoh yang tidak terhitung banyaknya yang dapat diberikan
tentang suatu pesan ‘konservatif’ yang disemaikan Iblis di antara pesan-pesan Bayside. Iblis memberi
tahu mereka agar tetap berada di dalam paroki Vatikan II dan di bawah Anti-Paus dan sedangkan...
‘Bunda Maria’ dari Bayside, 14 Agustus 1974 – Vatikan II:
“Iblis hadir – Ia mendengarkan dengan telinga-telinga yang waspada di Konsili Besar itu
[Vatikan II]. Ia menunggu setiap gerak-gerik, dan menempatkan wakil-wakilnya dari antara
kalian! Mengakulah dan kembalilah ke jalan yang benar! Kalian telah tertipu.”16
Hal ini menggelitik telinga-telinga dari orang-orang yang tahu bahwa Vatikan II menyebabkan krisis
rohani ini . Maka, Iblis memberi tahu mereka bahwa ada masalah-masalah dalam Vatikan II,
dan pada waktu yang sama, ia membuat mereka tetap berada di dalam sekte yang sama yang diciptakan
Vatikan II. Ia begitu pandai. Veronica juga berkata bahwa ia mendapat wahyu bahwa jika Misa Latin
dimunculkan kembali, hukuman yang akan datang akan terhindarkan. Maka orang-orang diberitahukan
bahwa Misa Latin lebih baik, namun Misa Baru juga valid dan tidak seharusnya ditinggalkan.
VERONICA LUEKEN yaitu PENGERAS SUARA IBLIS
‘Bunda Maria’ dari Bayside, 25 Juli 1985:
“...Pada saat Kami telah sampai kepadamu di Bayside, di rumahmu, Anakku, Kami telah mencari
bersama Theresa dalam waktu yang lama untuk seorang Veronica...Ia yang di puncak Surga
mendekati banyak jiwa-jiwa untuk menjadi pembawa pesan, pengeras suara, untuk Bapa yang
Kekal, lewat Anakku...”17
Veronica Lueken telah terpilih dan digunakan untuk menjadi pengeras suara Iblis. Pesan-pesan palsunya,
yang bertentangan dengan ajaran Katolik, telah membawa dampak-dampak yang mencelakakan banyak
jiwa-jiwa. Secara umum, apa yang dikatakan di dalam artikel ini juga berlaku kepada berbagai
penampakan palsu di dalam beberapa dekade lalu. Hal ini berlaku untuk penampakan-penampakan palsu
di Medjugorje, yang mengandung bidah yang jelas; hal ini berlaku untuk penampakan-
penampakan/perkataan-perkataan palsu kepada Don Gobbi, John Leary, dst., dst., dst. Beberapa
Penampakan-Penampakan Palsu di Bayside, NY
568
penampakan-penampakan ini yang sedikit lebih konservatif; sedangkan beberapa sedikit lebih liberal.
Iblis memakai rasa yang berbeda-beda untuk menarik berbagai macam orang, namun mereka semua
memberi pesan yang sesat akan kemurtadan pasca-Vatikan II. Hampir semuanya berkata tentang hal
yang sama tentang Yohanes Paulus II.
Kesimpulannya, fakta-fakta ini menunjukkan kepada kita betapa jauhnya Iblis telah mencoba menipu
(dengan seizin Allah) orang-orang dan membuat mereka tetap berada dengan Misa Baru dan para Anti-
Paus Vatikan II. Ini harus menjadi suatu peringatan kepada semua orang betapa seriusnya
penipuan rohani yang kita hadapi pada masa ini.
_______________________________ Bagian 36:
1 Rev. R. Gerald Culleton, The Reign of Antichrist {Kekuasaan Antikristus}, IL: Tan Books, 1974, hal. 177.
2 Our Lady of the Roses (Blue Book) {Bunda Maria Mawar (Buku Biru)}, “pesan-pesan” Bayside, diterbitkan oleh
Apostles of Our Lady, Inc. Lansing, MI, 1993, hal. 81.
3 Decrees of the Ecumenical Councils {Dekret-Dekret Konsili-Konsili Ekumenis}, Sheed & Ward dan Georgetown
University Press, 1990, Vol. 1, hal. 550-553; Denzinger, The Sources of Catholic Dogma {Sumber-Sumber Dogma
Katolik}, B. Herder Book. Co., Edisi Ketiga puluh, 1957, 39-40.
4 The Papal Encyclicals {Ensiklik-Ensiklik Paus}, Vol. 1 (1740-1878), hal. 201.
5 Our Lady of the Roses (Blue Book) {Bunda Maria Mawar (Buku Biru)}, “pesan-pesan” Bayside, hal. 108.
6 Our Lady of the Roses (Blue Book) {Bunda Maria Mawar (Buku Biru)}, “pesan-pesan” Bayside, hal. 108.
7 Our Lady of the Roses (Blue Book) {Bunda Maria Mawar (Buku Biru)}, “pesan-pesan” Bayside, hal. 103.
8 Denzinger 1784.
9 Our Lady of the Roses (Blue Book) {Bunda Maria Mawar (Buku Biru)}, “pesan-pesan” Bayside, hal. 86.
10 The Papal Encyclicals {Ensiklik-Ensiklik Paus}, Vol. 3 (1903-1939), hal. 519.
11 Our Lady of the Roses (Blue Book) {Bunda Maria Mawar (Buku Biru)}, “pesan-pesan” Bayside, hal. 108.
12 Our Lady of the Roses (Blue Book) {Bunda Maria Mawar (Buku Biru)}, “pesan-pesan” Bayside, hal. 83.
13 Our Lady of the Roses (Blue Book) {Bunda Maria Mawar (Buku Biru)}, “pesan-pesan” Bayside, hal. 83.
14 Our Lady of the Roses (Blue Book) {Bunda Maria Mawar (Buku Biru)}, “pesan-pesan” Bayside, hal. 83.
15 Our Lady of the Roses (Blue Book) {Bunda Maria Mawar (Buku Biru)}, “pesan-pesan” Bayside, hal. 104.
16 Our Lady of the Roses (Blue Book) {Bunda Maria Mawar (Buku Biru)}, “pesan-pesan” Bayside, hal. 87.
17 Our Lady of the Roses (Blue Book) {Bunda Maria Mawar (Buku Biru)}, “pesan-pesan” Bayside, hal. 102.
Medjugorje: Penampakan Palsu
569
37. Apa Kata Medjugorje? Pesan Medjugorje
Membuktikan bahwa Penampakannya Juga
yaitu Penampakan Palsu
“Sang Perawan selalu menekankan bahwa hanya ada satu Allah dan bahwa orang-orang telah
memaksakan pemisahan yang tidak alamiah. Seseorang tidak benar-benar percaya, dan bukanlah
seorang Kristiani sejati, jika ia tidak menghormati pula agama-agama lain.”1 – ‘Saksi’ Ivanka
Ivankovic
“Sang Perawan berkata bahwa agama-agama terpisah di dunia, namun orang-orang dari semua
agama diterima oleh Putranya.”2 – ‘Saksi’ Ivanka Ivankovic
“Pertanyaan: “Apakah Bunda yang Terberkati memanggil semua orang untuk menjadi
Katolik?” Jawaban: “Tidak. Bunda yang Terberkati berkata bahwa ia dan Putranya mencintai
semua agama.”3 – ‘Saksi’ Vicka Ivankovic
Ini yaitu kemurtadan di dalam Pesan Medjugorje. Ini yaitu suatu penolakan dogma Di Luar Gereja
Katolik Tidak ada Keselamatan; dan merupakan penolakan total terhadap ajaran yang jelas dari
Kitab Suci akan perlunya untuk percaya kepada Yesus Kristus, Putra Allah, untuk keselamatan. Hal ini
membuktikan bahwa Medjugorje, seperti penampakan-penampakan palsu modern, yaitu penipuan dari
Iblis. Mereka yang sadar akan fakta-fakta ini dan menolak untuk menganggapnya sebagai penampakan
palsu pada waktu yang sama menolak Iman Katolik.
_______________________________ Bagian 37:
1 The Apparitions of Our Lady of Medjugorje {Penampakan-Penampakan Bunda Maria dari Medjugorje}, Franciscan
Herald Press, 1984.
2 The Apparitions of Our Lady of Medjugorje {Penampakan-Penampakan Bunda Maria dari Medjugorje}, Franciscan
Herald Press, 1984.
3 Janice T. Connell, The Visions of the Children, The Apparitions of the Blessed Mother at Medjugorje {Wahyu-Wahyu
kepada Anak-Anak, Penampakan-Penampakan Bunda yang Terberkati di Medjugorje}, St. Martin's Press, Agustus
1992.
Apakah Vatikan II Infalibel?
570
38. Apakah Vatikan II Infalibel? Jika Anda
Percaya bahwa Paulus VI yaitu Seorang
Paus Sejati, Ya.
“Semua dan masing-masing pokok, yang telah diuraikan dalam Dekret ini telah mendapat
persetujuan dari para bapa. Kami pula, dengan Otoritas Apostolik yang diberikan kepada kami oleh
Kristus, bersama para bapa yang terhormat, menyetujui, mendekretkan dan menetapkan hal-hal
ini di dalam Roh Kudus, dan kami memerintahkan supaya apa yang sudah dinyatakan di dalam sinode
[konsili] ini diterbitkan untuk kemuliaan Allah... Saya, Paulus, Uskup Gereja Katolik.”1 (Paulus VI,
dengan khidmat menutup semua dokumen dari Vatikan II)
Kami telah menyingkap secara rinci bidah-bidah Vatikan II. Kami juga telah menunjukkan bahwa para
pria yang menjalankan Konsili non-Katolik ini bukanlah Paus sejati dari Gereja Katolik, melainkan
Anti-Paus. Walaupun orang-orang tertentu telah melihat semua buktinya, mereka tetap tidak yakin.
Mereka percaya bahwa memang ada masalah doktrin dengan Vatikan II, namun , menurut mereka
tidak menjadi masalah untuk Paulus VI sebab ia tidak mempermaklumkan satu pun bidah Vatikan II.
“Bidah-bidah Vatikan II tidaklah menjadi masalah”, kata mereka, “sebab Vatikan II tidaklah infalibel!”
Sekarang kami akan menunjukkan bahwa jika Paulus VI yaitu seorang Paus sejati, dokumen-dokumen
Vatikan II telah dipermaklumkan secara infalibel. Hal ini akan membuktikan kembali bahwa Paulus VI
(sang bidah yang mempermaklumkan dokumen-dokumen murtad dari Vatikan II, mengubah ritus-ritus
ketujuh sakramen, mengubah Misa menjadi ibadat Protestan, merencanakan kehancuran secara
sistematis dan mendunia dari Katolisisme, menghancurkan sistem sekolah Katolik sedunia, dan memulai
kemurtadan terbesar dari Katolisisme di dunia) bukanlah dan tidaklah dapat menjadi seorang Paus
sejati. Ia yaitu seorang Anti-Paus.
ada tiga syarat yang harus dipenuhi bagi seorang Paus untuk mengajar secara infalibel: [1] Sri Paus
harus memenuhi tugasnya sebagai gembala dan pengajar atas semua umat Kristiani; [2] ia harus
mengajar atas dasar otoritas apostoliknya yang tertinggi; dan [3] ia harus mendefinisikan suatu
bahwa suatu doktrin tentang iman atau moral harus dipegang oleh Gereja universal. Jika seorang
Paus memenuhi semua syarat ini, ia, lewat pertolongan ilahi, yang dijanjikan kepadanya sebagai penerus
Petrus, beroperasi secara infalibel, seperti yang diajarkan oleh definisi dari Konsili Vatikan I berikut.
Paus Pius IX, Konsili Vatikan I, Sesi 4, Bab 4:
“ ... bahwa sewaktu Sri Paus Roma berbicara secara ‘ex cathedra’, yakni, [1] SEWAKTU IA
MENDEFINISIKAN ATAS DASAR OTORITAS APOSTOLIKNYA YANG TERTINGGI, DEMI
MENUNAIKAN TANGGUNG JAWABNYA SEBAGAI GEMBALA DAN PENGAJAR SEGENAP UMAT
KRISTIANI, BAHWA SUATU DOKTRIN TENTANG IMAN ATAU MORAL HARUS DIPERCAYAI
OLEH GEREJA UNIVERSAL, ia bertindak sepenuhnya dengan infalibilitas ini, berkat pertolongan
ilahi yang telah dijanjikan kepadanya dalam pribadi Petrus yang terberkati, yaitu infalibilitas
yang telah dikehendaki oleh sang Penebus ilahi sebagai bekal bagi Gereja dalam mendefinisikan
doktrin yang menyangkut iman atau moral; dan dengan demikian, bahwa definisi-definisi
semacam itu dari Sri Paus Roma tidak dapat diubah atas dasar dirinya sendiri, dan bukan atas
dasar pemufakatan Gereja. Barang siapa, hendaknya Allah mencegahnya, sedemikian gegabahnya
sehingga menentang definisi Kami ini; terkutuklah dia.”2
Apakah Vatikan II Infalibel?
571
Kami sekarang akan membuktikan lewat setiap poin bahwa maklumat Paulus VI akan dokumen-
dokumen Vatikan II memenuhi ketiga dari persyaratan ini , yang akan membuat dokumen-dokumen
Vatikan II infalibel jika ia yaitu seorang Paus sejati.
1) Seorang Paus harus bertindak sebagai Gembala dan pengajar semua orang
Kristiani
Syarat pertama bagi seorang Paus untuk mengajar secara infalibel yaitu bahwa ia harus bertindak
sebagai gembala dan pengajar semua orang Kristiani. Jika ia yaitu Paus sejati, Paulus VI memenuhi
persyaratan ini.
SEMUA 16 DOKUMEN DARI VATIKAN II BERMULA DENGAN KATA-KATA BERIKUT:
“PAULUS, USKUP, HAMBA PARA HAMBA ALLAH, BERSAMA BAPA-BAPA KONSILI SUCI DEMI
KENANGAN ABADI”3
Paus Eugenius IV memulai sesi ke-9 dari Konsili Florence yang dogmatis dengan kata-kata berikut:
“Eugenius, uskup, hamba para hamba Allah, demi kenangan abadi.”4 Paulus Yulius II memulai
sesi ke-3 dari Konsili Lateran V yang dogmatis dengan kata-kata berikut: “Yulius, uskup, hamba
para hamba Allah, dengan persetujuan dari konsili suci, demi kenangan abadi.”5 Dan Paus Pius
IX memulai sesi pertama dari Konsili Vatikan I dengan kata-kata berikut: “Pius, uskup, hamba para
hamba Allah, dengan persetujuan dari konsili suci, untuk kenangan abadi.”6 Ini yaitu cara
yang lazim di mana dekret konsili-konsili umum/dogmatis/ekumenis dimulai secara khidmat oleh
para Paus. Paulus VI memulai setiap dokumen dari Vatikan II dengan cara yang sama, dengan
kata-kata yang sama!
Dengan memulai setiap dokumen Vatikan II dengan cara ini, Paulus VI (jika ia yaitu seorang Paus
sejati) jelas-jelas memenuhi persyaratan pertama untuk mengajarkan secara infalibel.
2) Seorang Paus harus mengajar sesuai dengan otoritas apostoliknya yang tertinggi
Syarat kedua bagi seorang Paus untuk mengajar secara infalibel yaitu bahwa ia harus mengajar
sesuai dengan otoritas apostoliknya yang tertinggi. Jika ia yaitu seorang Paus, Paulus VI memenuhi
persyaratan ini.
SELURUH 16 DOKUMEN VATIKAN II BERAKHIR DENGAN KATA-KATA INI (ATAU KATA-KATA
YANG PADA DASARNYA IDENTIK DENGAN KATA-KATA BERIKUT):
“SEMUA DAN MASING-MASING POKOK, YANG TELAH DIURAIKAN DALAM DEKRET INI
TELAH mendapat PERSETUJUAN DARI PARA BAPA. KAMI PULA, DENGAN OTORITAS
APOSTOLIK YANG DIBERIKAN KEPADA KAMI OLEH KRISTUS, BERSAMA PARA BAPA YANG
TERHORMAT, MENYETUJUI, MENDEKRETKAN DAN MENETAPKAN HAL-HAL INI DI DALAM
ROH KUDUS, DAN KAMI MEMERINTAHKAN SUPAYA APA YANG SUDAH DINYATAKAN DI
DALAM SINODE [KONSILI] INI DITERBITKAN UNTUK KEMULIAAN ALLAH... SAYA, PAULUS,
USKUP GEREJA KATOLIK.”7
Wah! Fakta yang tidak diketahui banyak orang ini benar-benar menghancurkan semua gugatan
bahwa Paulus VI yaitu seorang Paus sejati. Paulus VI mengakhiri setiap dokumen Vatikan II dengan
mendoakan ‘otoritas apostolik’-nya, yang diikuti dengan tanda tangannya! Ia jelas-jelas memenuhi
persyaratan kedua untuk infalibilitas. Faktanya, paragraf ini dengan sendirinya memenuhi bukan
Apakah Vatikan II Infalibel?
572
hanya persyaratan kedua untuk Infalibilitas Kepausan, namun ketiga-tiganya; sebab di dalamnya, kita
dapat melihat Paulus VI ‘menyetujui, mendekretkan dan menetapkan’ di dalam ‘Roh Kudus’ dan di
‘dengan otoritas apostolik’-nya segala hal yang terkandung di dalam setiap dokumen! Ini yaitu gaya
bahasa yang infalibel. Orang-orang yang menolak hal ini tidak mengerti apa yang ia katakan.
Persetujuan yang diberikan kepada Vatikan II oleh Paulus VI (yang dikutip di atas) bahkan lebih
khidmat dari persetujuan yang diberikan kepada Konsili Nicea (325) yang infalibel oleh Paus St.
Silvester. Hal ini lebih khidmat dari persetujuan yang diberikan kepada Konsili Efesus (431)
yang infalibel oleh Paus St. Selestinus. Dalam kata lain, dengan menyetujui konsili-konsili sejati
Gereja Katolik ini , para Paus sejati ini menyetujui dokumen-dokumen konsili-konsili ini
dengan cara yang bahkan jauh lebih sederhana dibandingkan cara Paulus VI menyetujui Vatikan II;
walaupun demikian, persetujuan mereka terhadap konsili-konsili sejati ini cukup untuk
menjadi infalibel dan mengikat – suatu fakta yang tidak dipertanyakan oleh seorang Katolik pun.
Oleh sebab itu, yaitu sebuah fakta bahwa setiap dokumen Vatikan II merupakan sebuah tindakan
khidmat dari Paulus VI. Setiap dokumen ditandatangani olehnya; mereka semua bermula dengan
kata-katanya sebagai ‘gembala dan pengajar semua orang Kristiani’; dan setiap dokumen ini
berakhir dengannya ‘menyetujui, mendekretkan dan menetapkan’ seluruh isi dokumen ini di
dalam ‘otoritas apostolik’-nya.
Hal ini membuktikan bahwa jika Paulus VI yaitu Paus, dokumen-dokumen Vatikan II infalibel!
namun dokumen-dokumen Vatikan II tidaklah infalibel; mereka jahat dan sesat. Oleh sebab itu, hal
ini MENGHANCURKAN SEGALA KEMUNGKINAN bahwa Paulus VI yaitu seorang Paus sejati;
sebab seorang Paus sejati tidak pernah dapat mempermaklumkan dokumen-dokumen sesat Vatikan
II di dalam cara yang otoritatif seperti ini.
3) Seorang Paus harus menjelaskan suatu doktrin tentang iman atau moral yang
harus dipercayai oleh Gereja universal
Kami telah membuktikan bahwa Paulus VI memenuhi ketiga persyaratan untuk mengajar secara
infalibel di Vatikan II jika ia yaitu Paus. Demi kelengkapan, kami akan menuntaskan bukti poin-
demi-poin dengan mencatat bahwa dokumen-dokumen Vatikan II dipenuhi ajaran-ajaran tentang
iman dan moral (bagian dari persyaratan ketiga). Dan mereka harus dipercayai oleh Gereja universal,
jika Paulus VI yaitu Paus sebab Paulus VI menyetujui, mendekretkan, dan menetapkan secara
khidmat segala hal ini , dengan ‘otoritas apostolik’-nya, dan memerintahkan mereka untuk
diterbitkan.
Maka, syarat ketiga untuk infalibilitas juga terpenuhi oleh Paulus VI di dalam maklumatnya di
Vatikan II. namun masih ada lagi!
Di dalam ikhtisarnya yang menyatakan bahwa konsili sudah ditutup, Paulus VI kembali menyebutkan
‘otoritas apostolik’-nya dan mengakui bahwa semua konstitusi, dekret, dan deklarasi Vatikan II telah
disetujui dan dipermaklumkan olehnya. Ia lalu berkata bahwa semua itu harus ‘ditaati secara
khusyuk oleh semua umat beriman’!
Apakah Vatikan II Infalibel?
573
Paulus VI berkata bahwa Vatikan II harus Ditaati Secara Khusyuk
Paulus VI, Breve ‘Kepausan’ yang menyatakan Penutupan Konsili, 8 Desember 1965:
“Pada akhirnya, segala hal yang bersangkutan dengan Konsili Ekumenis kudus ini telah,
dengan pertolongan Allah, selesai dan SEMUA KONSTITUSI, DEKRET, DEKLARASI DAN
MOSINYA TELAH DISETUJUI OLEH PERTIMBANGAN DARI SINODE DAN DIPERMAKLUMKAN
OLEH KAMI. Oleh sebab itu, kami memutuskan untuk menutup untuk semua maksud dan
tujuan, DENGAN OTORITAS APOSTOLIK KAMI. Konsili Ekumenis yang sama ini yang digelar
oleh pendahulu kami, Paus Yohanes XXIII, yang membukanya pada tanggal 11 Oktober 1962, dan
yang telah dilanjutkan oleh kami sesudah kematiannya. KAMI LALU MEMUTUSKAN BAHWA
SEGALA HAL YANG TELAH DITETAPKAN OLEH SINODE INI HARUS DITAATI SECARA
KHUSYUK OLEH SEMUA UMAT BERIMAN, demi kemuliaan Allah dan martabat Gereja... KAMI
TELAH MENYETUJUI DAN MENETAPKAN HAL-HAL INI, MENDEKRETKAN BAHWA SURAT-
SURAT INI yaitu DAN TETAP TIDAK BERUBAH DAN VALID, DAN HARUS MEMILIKI
EFEKTIVITAS LEGAL, agar surat-surat ini dapat disebarluaskan dan menghasilkan dampak yang
penuh dan lengkap, dan agar surat-surat ini dapat divalidasikan bersamaan oleh mereka yang
bersangkutan, atau yang mungkin bersangkutan sekarang dan di masa depan; dan agar, seperti
yang telah diduga dan dijelaskan, SEMUA UPAYA YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL
INI OLEH SIAPA PUN ATAU OTORITAS APA PUN, SECARA SENGAJA MAUPUN DALAM
KETIDAKTAHUAN, TIDAKLAH VALID DAN TIDAKLAH BERNILAI SEJAK SAAT INI. Diberikan
di Roma, di Gereja St. Petrus, di bawah [meterai] cincin nelayan, 8 Desember... tahun 1965, tahun
ketiga dari Kepausan kami."8
Anda melihatnya. Konsili Vatikan II yang murtad haruslah ‘ditaati secara khusyuk’, jika anda
mengikuti Paulus VI. Tidak diragukan lagi bahwa jika Paulus VI yaitu seorang Paus sejati, pintu
Alam Maut telah mengalahkan Gereja Katolik pada tanggal 8 Desember 1965. Jika Paulus VI yaitu
Paus, janji-janji Yesus Kristus kepada Gereja-Nya telah gagal. Jika Paulus VI yaitu Paus, seluruh
ajaran Vatikan II tentang iman dan moral telah dipermaklumkan secara infalibel (ex cathedra).
namun hal ini tidak mungkin terjadi – dan semua orang yang berkata bahwa hal ini mungkin
terjadi tidak percaya akan ajaran Katolik tentang indefektibilitas Gereja Katolik. Maka kita tahu
bahwa Giovanni Montini (Paulus VI) bukanlah seorang penerus Petrus yang sejati, namun
seorang Anti-Paus yang tidak valid – yang kami telah buktikan dengan sangat jelas sewaktu
kami menyingkapkan bidah-bidahnya yang luar biasa yang menunjukkan bahwa ‘pemilihan’-
nya – sebab ia yaitu seorang bidah terang-terangan – tidak valid.
Dan jika anda tidak yakin akan hal ini, tanyakanlah kepada diri anda sendiri pertanyaan ini: Apakah
mungkin bagi seorang Paus Katolik untuk ‘menyetujui, mendekretkan, dan menetapkan’ semua bidah-
bidah Vatikan II ‘di dalam Roh Kudus’ dan dengan ‘otoritas apostolik’-nya? Indra Katolik anda
mengatakan jawabannya. Tidak mungkin. Maka, mereka yang mengakui bahwa bidah-bidah dari
Vatikan II dan fakta-fakta yang kami sajikan di sini, yang tetap berkata bahwa yaitu mungkin bahwa
Anti-Paus Paulus II yaitu seorang Paus sejati, sayangnya masih berada di dalam kesesatan sebab
mereka menolak Infalibilitas Kepausan dan untuk berpegang kepada sebuah posisi yang berarti
bahwa pintu Alam Maut telah mengalahkan Gereja Katolik.
Beberapa orang akan berargumentasi bahwa agar seorang Paus dapat berbicara ex cathedra, ia harus
mengutuk pandangan yang berlawanan atau memberi sanksi untuk mereka yang tidak
mematuhinya. Hal ini tidak benar. Tidak ada sama sekali di dalam definisi Paus Pius IX tentang
infalibilitas Kepausan dikatakan bahwa seorang Paus harus mengutuk agar dapat beroperasi secara
Apakah Vatikan II Infalibel?
574
infalibel. ada beberapa definisi infalibel di mana para Paus tidak mengutuk atau memberi
sanksi.
Bantahan-bantahan – Kami sekarang akan menjawab bantahan-bantahan yang umum yang dibuat
oleh mereka yang berargumentasi bahwa Vatikan II tidak dipermaklumkan secara infalibel oleh
Paulus VI bahkan jika ia yaitu seorang Paus.
Bantahan #1) Pada pidatonya yang membuka Vatikan II, Yohanes XXIII berkata bahwa Vatikan II
akan menjadi suatu ‘konsili yang pastoral’. Hal ini membuktikan bahwa Vatikan II tidaklah infalibel!
Jawaban: Hal ini tidak benar. Yohanes XXIII tidak berkata di dalam pidato pembukaannya di konsili
Vatikan II bahwa Vatikan II akan menjadi suatu konsili yang pastoral. Berikut yaitu perkataan
Yohanes XXIII yang sesungguhnya:
Yohanes XXIII, Pidato Pembukaan di Vatikan II, 11 Oktober 1962:
“Substansi dari khazanah iman yang kuno ini yaitu satu hal, dan cara untuk menyajikannya yaitu
hal yang lain. Dan cara penyajiannyalah yang harus benar-benar dicermati, jika perlu, dengan
kesabaran, dengan mempertimbangkan segala hal di dalam formula dan proporsi DARI SUATU
MAGISTERIUM YANG KARAKTER POKOKNYA BERSIFAT PASTORAL.”9
Di sini kita dapat melihat bahwa Yohanes XXIII tidak berkata bahwa Vatikan II akan menjadi
suatu konsili yang pastoral. Ia berkata bahwa Vatikan II akan mencerminkan Magisterium Gereja,
yang karakter pokoknya bersifat pastoral. Maka, walaupun ada mitos yang tersebar begitu luas,
faktanya yaitu bahwa Yohanes XXIII tidak pernah menyebut Vatikan II sebagai suatu konsili
pastoral di dalam pidato pembukaannya. Omong-omong, bahkan jika Yohanes XXIII menyebut
Vatikan II sebagai suatu konsili yang pastoral di dalam pidato pembukaannya, hal ini tidak berarti
bahwa Vatikan II tidak infalibel. Walaupun sesuatu dideskripsikan sebagai pastoral, tidak berarti
secara ipso facto (oleh sebab fakta itu sendiri) bahwa hal itu tidak infalibel. Maka, bahkan jika
Yohanes XXIII memang menggambarkan Vatikan II sebagai suatu konsili yang pastoral (yang tidak ia
lakukan) hal ini tidak akan membuktikan bhawa Vatikan II tidak infalibel.
Yang lebih penting, yaitu fakta bahwa Yohanes XXIII tidak menyebut Vatikan II sebagai sebuah
konsili pastoral di dalam pidato pembukaannya di Vatikan II tidak berarti apa-apa. Hal ini
disebabkan, seperti yang kita telah lihat, oleh fakta bahwa Paulus VI-lah yang secara khidmat
meneguhkan bidah-bidah Vatikan II; dan peneguhan Paulus VI (dan bukan Yohanes XXIII)-lah
yang membuktikan bahwa Vatikan II mengikat mereka yang menerimanya.
Bantahan #2) Paulus VI berkata di dalam Audiens Umum-nya pada tanggal 12 Januari 1966 bahwa
Vatikan II ‘telah menghindari pernyataan dengan cara yang luar biasa tentang dogma-dogma yang
dipengaruhi tanda infalibilitas’.
Jawaban: Memang benar, Paulus VI menyatakan pada tahun 1966 (sesudah Vatikan II sudah
dipermaklumkan secara khidmat) bahwa Vatikan II ‘telah menghindari pernyataan dengan cara yang
luar biasa tentang dogma-dogma yang dipengaruhi tanda infalibilitas’. Bagaimanapun, pernyataan
Anti-Paus Paulus VI pada tahun 1966 tidak relevan. Hal ini tidak dan tidak dapat mengubah
fakta bahwa ia telah mempermaklumkan secara khidmat (di dalam cara yang infalibel jika ia yaitu
seorang Paus) seluruh dokumen dari Vatikan II pada tanggal 8 Desember 1965. Paulus VI telah
menandatangani dan memeteraikan Vatikan II lama sebelum 12 Januari 1966. Vatikan II
Apakah Vatikan II Infalibel?
575
ditutup secara khidmat pada tanggal 8 Desember 1965. Hal ini berarti bahwa jika Paulus VI
yaitu seorang Paus (ia bukan seorang Paus), pintu Alam Maut telah mengalahkan Gereja pada
tanggal 8 Desember 1965 lewat maklumatnya yang khidmat dan final akan segala dokumen Vatikan
II yang sesat pada hari itu.
Magisterium yaitu otoritas pengajaran yang ajaran-ajarannya ‘tidak dapat diubah’ (de fide definita,
Vatikan I, Denz. 1839). sebab ajaran-ajaran ini tidak dapat diubah, mereka tidak berubah dari
tanggal di mana mereka dinyatakan. Jika Anti-Paus Paulus VI yaitu seorang Paus sejati, Vatikan II
tidak dapat diubah dan infalibel pada tanggal 8 Desember 1965. Tidak ada satu hal pun yang
dikatakan ataupun dilakukan sesudah 8 Desember 1965 dapat membatalkan (jika Paulus VI yaitu
seorang Paus sejati) hal yang telah dilakukan, sebab jika tidak, hal itu berarti ajaran Magisterium
dapat diubah. Maka, khotbah Anti-Paus Paulus VI pada tahun 1966 (sesudah konsili ditutup) sama
sekali tidak relevan akan infalibilitas Vatikan II.
namun mengapa Anti-Paus Paulus VI membuat pernyataan semacam itu? Jawabannya sederhana.
Intelegensia yang satanik yang memandu Anti-Paus Paulus VI mengetahui bahwa, pada akhirnya,
semua orang yang memiliki pola pikir Katolik tradisional tidak akan menerima dekret-dekret Vatikan
II sebagai infalibel, sebab mereka penuh dengan kesalahan dan bidah. Oleh sebab itu, jika ia tidak
membuat pernyataan ini di tahun 1966, bahwa Vatikan II telah menghindari definisi-definisi luar
biasa yang infalibel, banyak orang akan segera sampai kepada kesimpulan bahwa ia (Giovanni
Montini – Anti-Paus Paulus VI) bukanlah seorang Paus sejati. Maka, Iblis memiliki pengaruh besar
kepada pernyataan ini.
Iblis harus menyebarkan di antara para ‘tradisionalis’ ide bahwa Paulus VI tidak ‘secara infalibel’
mempermaklumkan Vatikan II. Hal ini penting bagi seluruh kemurtadan pasca-Vatikan II dari Iblis; ia
begitu takut bahwa jutaan orang akan menjadi sedevakantis dan mencela Anti-Paus VI, Gereja
palsunya, dan misa palsunya (Novus Ordo). Maka, Iblis mengilhami Anti-Paus Paulus VI untuk berkata
(jauh sesudah Vatikan II telah dipermaklumkan secara khidmat olehnya) bahwa Vatikan II tidak
mengeluarkan pernyataan-pernyataan dogmatis. Iblis berharap bahwa kepastian ini akan
memberi Paulus VI penampilan yang legitim di antara mereka yang memiliki keeratan dengan
Iman tradisional. namun tipuan satanik ini runtuh jika seseorang mempertimbangkan fakta bahwa
Vatikan II telah ditutup di tahun 1965.
Terlebih lagi, dan mungkin hal yang paling penting, harus ditunjukkan bahwa pada Audiens Umum
yang sama pada tanggal 12 Januari 1966, Paulus VI berkata:
Paulus VI, Audiens Umum, 12 Januari 1966:
“Konsili ini yaitu suatu tindakan yang agung dari magisterium Gereja, dan setiap
orang yang mematuhi Konsili ini, lewat fakta itu sendiri, mengakui dan
menghormati magisterium Gereja...”
Jika orang-orang mengutip Audiens Umum Paulus VI pada tanggal 12 Januari 1966 untuk mencoba
membuktikan bahwa Vatikan II tidaklah infalibel sungguhpun Paulus VI yaitu Paus, secara logis,
mereka harus menerima pernyataan-pernyataan lain tentang Vatikan II yang dibuat Paulus VI di
dalam Audiens Umum ini , seperti yang dikutip di atas dan yang dikutip di bawah. Di dalam
kutipan di atas, kita dapat melihat dengan jelas bahwa Paulus VI berkata (di dalam Audiens General
yang sama) bahwa Vatikan II yaitu suatu tindakan Magisterium dan bahwa setiap orang yang
Apakah Vatikan II Infalibel?
576
mematuhi Vatikan II ‘mengakui dan menghormati magisterium Gereja’! [Magisterium yaitu otoritas
pengajaran infalibel dari Gereja.]
Paus Pius XI, Rappresentanti in Terra (#16), 31 Desember 1929:
“Di atas jabatan magisterial ini, Kristus menganugerahkan infalibilitas, bersama dengan
perintah untuk mengajarkan doktrin-Nya kepada semua orang.”10
Oleh sebab itu, khotbah Paulus VI berarti bahwa, menurutnya, Vatikan II infalibel – sebab ia
berkata bahwa hal ini yaitu ajaran Magisterium, yang infalibel. Khotbahnya lebih lanjut
berkata bahwa setiap orang yang menerima ajaran Vatikan II (yaitu bidah-bidahnya) – seperti
ajaran bahwa para non-Katolik dapat menerima Komuni Kudus atau bidah tentang kebebasan
beragama atau bahwa para Muslim dan para Katolik menyembah






