gereja vatikan 29

 


dak 

lebih buruk dibandingkan  banyak dari kamp kerja paksa lainnya yang telah digambarkannya, dengan 

satu kalimat yang mencengangkan ini: ‘Semua orang yang menyintas Orotukan berkata 

bahwa akan lebih baik bagi mereka untuk ditempatkan di dalam kamar gas.’ Semua orang 

yang ada di sana dan menyintas, dan berbicara tentangnya [Orotukan], berkata bahwa 

lebih baik bagi mereka untuk mati dibandingkan  bertahan hidup? … Di sisi yang jauh dari 

Pegunungan Chersky dari Yakutsk, Sungai Kolyma mengalir ke Samudra Arktik. Sungai itu 

mengalir, yakni, pada musim panas. Pada musim dingin, sungai itu yaitu  suatu pita es, dari atas 

sampai ke bawah; sebab negeri di sekitar Pegunungan Chersky yaitu  titik terdingin di 

bumi, jika kita tidak menghitung pusat Antartika … Di daerah Kolyma, suhu rata-rata 

musim dingin yaitu  enam puluh derajat di bawah nol. Tujuh puluh lima derajat di bawah 

nol yaitu  suhu yang biasa … 

Sampai bulan November, mereka hanya memiliki gubuk-gubuk yang terbuat dari batang-batang 

pohon untuk ditinggali, dan sama sekali tidak diberikan pakaian apa pun; mereka hanya memiliki 

apa yang mereka kenakan saat mereka sampai di sana. ada  beberapa perapian untuk 

kehangatan, namun  para pekerja paksa itu harus menebang kayu mereka sendiri – di tengah-

tengah suhu tiga puluh, empat puluh, dan lima puluh derajat di bawah nol – sesudah  

menyelesaikan tugas sehari-hari mereka. Orang-orang yang kurang beruntung dikirim untuk 

memulai pembangunan jalan menuju Kolyma – di tengah-tengah musim dingin … Tidak ada 

barak di sana, yang ada hanyalah tenda-tenda dan pondok-pondok yang terbuat dari batang 

pohon. Anjing-anjing penjaga mencegah pelarian diri. Di beberapa dari kamp di jalan 

menuju Kolyma, semua orang dan anjing mati – bukan hanya para pekerja paksa yang 

mati , namun  juga semua penjaganya … 

 

Pria yang mati beku di kamp gulag 

“Segera sesudah  gletser meleleh di Teluk Okhotsk, kapal-kapal mulai berdatangan dalam jumlah 

yang lebih besar untuk membawa beberapa  ‘kulak’, penyabot, tukang bongkar, dan berbagai 

macam orang yang tidak diinginkan dari daerah ... Sewaktu es telah meleleh pada akhir musim 

semi di tahun 1934, kapal Dzhurma akhirnya sampai di muara sungai Kolyma. Setiap dari 

12.000 tahanan di dalam kapal telah mati. Hampir semua awak kapal bertahan hidup. namun  

sewaktu mereka kembali ke Vladivostok, separuh dari mereka harus dirawat akibat ‘gangguan 

jiwa’. Apakah yang telah mereka lihat? 

“Orotukan telah dibangun sebagai kamp untuk menghukum para pekerja paksa di Kolyma yang 

telah bertahan hidup dan terutama mereka yang sulit diatur. Oleh sebab  itu, kondisi-kondisi di 


632 

 

Orotukan haruslah lebih buruk dari kamp-kamp lain di daerah ini . Solzhenitsyn bercerita 

kepada kita bahwa ketiga sisi dari setiap gubuk di Orotukan dikelilingi oleh mayat-mayat 

yang beku. Secara keseluruhan, jumlah kematian di kamp-kamp Kolyma yaitu  sekitar 

tiga juta orang. Setiap tahun, sepertiga dari para tahanan mati di kamp-kamp ini ; 

hampir tidak ada  orang yang bertahan hidup lebih dari 4 tahun berturut-turut di sana. Untuk 

setiap kilogram emas yang diekstraksi dari tambang-tambang Kolyma, setidak-tidaknya seorang 

pria terhitung mati ....”39 

 

Carroll juga menggambarkan kamp konsentrasi di Kanal Belomor: 

“Tenaga kerja paksa di Kanal Belomor pada puncaknya berjumlah sekitar 300.000 orang, tidak 

termasuk jumlah pekerja yang sama besarnya yang mati sebab  kelelahan akibat beban kerja, 

perlakuan buruk, kekurangan makanan, atau akibat penyakit yang timbul di kamp, dan segera 

sesudah  mereka jatuh, mereka pun digantikan. Laju kematiannya yaitu  700 orang setiap 

harinya; namun  para tahanan yang baru datang ke kamp-kamp di daerah Kanal Belomor 

dengan laju 1.500 orang setiap harinya … D.P. Vitkovsky, seorang tahanan di Solovetsky 

sendiri, yang bekerja sebagai pengawas kinerja di kanal itu, menggambarkan dengan tenang dan 

dengan kesaksamaan yang amat persis kondisi-kondisi kerja di sana serta hasil-hasilnya, bahkan 

bagi mereka yang bukan tahanan kamp kerja paksa:  

‘Pada akhir hari kerja, mayat-mayat bergelimangan di tempat kerja. Salju bertaburan di atas 

wajah mereka. Salah satu dari mereka membungkuk di bawah sebuah gerobak dorong yang 

terbalik; ia telah menyembunyikan kedua tangannya di dalam lengan bajunya dan mati 

beku di dalam posisi itu. Seseorang telah membeku dengan kepala menghadap ke bawah 

di antara lututnya. Dua orang membeku dengan punggung yang saling bersandar satu 

sama lain. Mereka yaitu  para petani, dan merupakan para pekerja yang terbaik yang mungkin 

dapat dibayangkan. Mereka dikirim ke kanal itu sekalinya dalam jumlah belasan ribu, dan orang-

orang yang berwenang mencoba untuk mengatur agar tidak seorang pun mendapat  sub-kamp 

yang sama dengan bapaknya; mereka mencoba mencerai-beraikan keluarga. Dan seketika, 

mereka memberi  kepada para pekerja kuota kerikil dan bebatuan besar yang tidak 

akan dapat anda tepati bahkan pada musim panas. Tidak seorang pun dapat mengajarkan 

mereka suatu hal pun, untuk memperingatkan mereka; dan dengan kesederhanaan orang desa, 

mereka memberi  segenap tenaga mereka untuk bekerja dan dengan amat cepat 


633 

 

menjadi lemah dan mati beku, saling berpelukan secara berpasangan. Pada malam hari, 

kereta-kereta luncur keluar untuk mengumpulkan mayat mereka. Para pengemudi 

melemparkan mayat-mayat itu ke atas kereta-kereta luncur dengan bunyi gedebuk. 

Dan pada musim panas, tulang-belulang tertinggal dari mayat-mayat yang belum sempat 

dipindahkan, dan bersama batu kerikil, mayat-mayat itu dimasukkan di dalam mesin pengaduk 

aspal.”40 

Di samping begitu banyak orang yang dikirimkan menuju kamp-kamp kerja paksa itu dan ke daerah-

daerah lainnya di dalam Rusia, Uni Soviet mendeportasikan begitu banyak orang dari negara-negara lain 

yang dijajahnya, demi meratakan jalan untuk mengambil alih kuasa atas Negara-Negara itu secara penuh. 

Orang-orang dari Polandia, Negara-Negara Baltik, dll. dideportasikan dan dibuang ke daerah-daerah di 

mana mereka harus berjuang  untuk diri mereka sendiri, atau mereka dikirim menuju kamp kerja paksa. 

Alhasil, begitu banyak umat Katolik mengalami penderitaan yang menyayat hati serta kematian. 

“Deportasi besar-besaran telah dimulai di Polandia yang diduduki oleh Soviet. Di bulan Februari 

1940, lebih dari 200.000 orang – kebanyakan dari antara mereka yaitu  keluarga – telah 

dipindahkan ke wilayah utara Rusia di Eropa, di mana mereka dibuang ke desa-desa kecil 

atau di dalam pedesaan yang sedikit sekali jumlah orangnya di mereka harus berjuang 

untuk diri mereka sendiri. Pada bulan April, orang-orang dalam jumlah yang bahkan lebih 

besar, sekitar 320.000 istri dan anak-anak – yang para suami dan bapaknya telah dihukum 

mati atau telah dikirim ke kamp-kamp kerja paksa – dikirim ke daerah-daerah padang 

belantara di Kazakhstan di mana kebanyakan dari anak-anak itu mati di sana; pada bulan 

Juni, 250.000 orang lainnya dikirim ke Siberia.”41 

 

Josef Stalin, tidak diragukan bahwa ia yaitu  salah satu pembunuh massal terbesar di dunia, pemimpin 

Rusia Komunis dari tahun 1924-1953 


634 

 

Dari tahun 1930-1934, Stalin melaksanakan suatu politik “dekulakisasi”. Para petani yang melawan, atau 

yang dipandang sebagai ancaman terhadap politik Komunis untuk pelaksanaan kolektivisasi lahan 

pertanian, dicap sebagai “kulak” dan dilikuidasikan. Tragedi yang mengenaskan ini menyebabkan 

kematian 14,5 juta orang: 

“Siapakah para ‘kulak’ ini? ... Pada bulan Mei 1929, Dewan Komisaris Rakyat mendefinisikan 

secara resmi sebagai kulak semua petani yang menghasilkan uang dari sumber atau 

kegiatan apa pun selain penjualan hasil tani yang tumbuh di ladang mereka sendiri. Segala 

pendapatan lainnya, segala proses barang-barang yang dilakukan di lahan pertanian (seperti 

yang dilakukan dengan penggilingan kecil yang dioperasikan dengan tangan), cukup untuk 

membuat seseorang dicap kulak. Sewaktu kampanye likuidasi diluncurkan pada tahun 1930, 

sepuluh sampai lima belas persen dari para petani kecil di setiap daerah secara sewenang-

wenang dicap sebagai kulak dan dilikuidasikan. Jika jumlah mereka tidak cukup banyak 

untuk menepati definisi bulan Mei 1929, orang lain harus ditambahkan untuk menepati 

kuotanya. Mereka dapat dipilih seturut tingkat pendapatan, sesuai kenyataan atau 

penampilan; oleh para pemimpin di desa-desa setempat … sebab  mereka melawan 

kolektivisasi paksa (suatu alasan yang terutama sering digunakan untuk mencap 

seseorang sebagai kulak); atau hanya sebab  mereka yaitu  orang Kristen yang taat … 

Itulah tindakan holocaust pertanian pertama dari tahun 1930 sampai 1934 yang 

mencabut nyawa sepuluh juta orang menurut perkiraan Stalin sendiri yang diberikan 

kepada Presiden AS Franklin Roosevelt di Yalta, dan jumlahnya diperkirakan 14,5 juta orang 

sewaktu semua korban, termasuk mereka yang dikirim ke kamp-kamp kerja paksa dan 

yang lalu  mati di sana, juga diperhitungkan.”42 

Berikut yaitu  kesaksian yang pedih dari Miron Dolot. Dolot menyaksikan deportasi-deportasi para 

kulak di kota kelahirannya menuju kamp-kamp konsentrasi dan daerah-daerah lainnya: 

“Suatu angin dingin meniupkan salju kepada para orang yang malang, yang tidak cukup 

berpakaian, sebab  mereka tidak diperbolehkan untuk membawa pakaian hangat bersama 

mereka. Kami ingin membantu mereka entah bagaimana, dan sebab  kami dapat menerka 

bahwa mereka akan dibuang ke Siberia, kami harus memberi  kepada mereka beberapa  

pakaian berat ... Di bawah pengawasan ketat dari para serdadu, beberapa  kereta luncur 

memasuki lapangan. Mereka harus membawa para petani yang ditangkap untuk keluar dari 

desa. Pemindahan ini , yang memakai  kereta salju yang memuat enam sampai delapan 

orang dimulai sedini mungkin, dan diatur menurut sebuah daftar ... para suami dipisahkan dari 

para istri mereka, dan anak-anak dari orang tua mereka ... Sewaktu sebuah kereta luncur 

bergerak untuk mengikuti suatu pasukan, seorang pria muda melompat keluar dan 

berlari menuju kereta luncur yang lain di mana istri dan anak-anaknya, yang tidak 

berdaya dan menangis, berada. Sang ayah jelas ingin berada bersama keluarganya, namun  ia 

tidak dapat menggapai mereka. Kamerad Pashchenko, presiden Soviet dari desa ini  yang 

mengawasi seluruh kejadian itu, mengangkat revolvernya dan dengan tenang menembak. 

Ayah muda itu terjatuh dan mati di dalam salju, dan kereta luncur yang membawa sang 

janda serta anak-anak yatim ini  meneruskan perjalanannya.”43 

“ada  laporan tentang para ‘kulak’ di dalam kereta-kereta menuju Kazakhstan, atau Siberia, 

yang dikunci di dalam gerbong yang masing-masing membawa 50 orang, dengan sebongkah roti 

dan seember teh atau sup yang encer setiap hari untuk 10 orang (pada hari-hari di mana 

persediaan ini  diberikan), yang digerayangi hama, yang tidak dihangatkan di waktu musim 


635 

 

dingin, yang panasnya mencekik di waktu musim panas. Mereka melemparkan bayi-bayi mereka 

yang sekarat keluar jendela untuk mengakhiri penderitaan mereka.”44 

Pada tahun 1933, untuk membuat jutaan orang menderita kelaparan di Ukraina, Stalin memberlakukan 

kuota gandum yang absurd atas lahan-lahan pertanian kolektif. Kuota-kuota gandum yang diberlakukan 

oleh Moskwa mustahil untuk ditepati. namun  dalam upaya untuk menepati tuntutan-tuntutan Moskwa, 

semua gandum yang tersedia di Ukraina dikirim ke luar negeri. Alhasil, jutaan orang kehilangan makanan 

dan mati kelaparan. Untuk menutup-nutupi kejahatannya, Stalin menjatuhkan tuduhan palsu kepada 

para rakyat Ukraina dan berkata bahwa mereka telah menimbun gandum. 

 

Anak-anak dari Ukraina yang kebanyakan penduduknya Katolik dibiarkan mati kelaparan 

“Hakikat yang amat mendasar dari situasi ini  demikian adanya: para petani Ukraina 

akan mati; dan para pejabat Komunis takut akan kematian, penyingkiran, atau kamp-kamp kerja 

paksa seandainya mereka tidak membiarkan para petani itu mati. Mereka tahu bahwa tidak 

ada gandum. Semua orang mengetahui hal itu. namun  tidak seorang pun berani 

mengatakannya … Sementara itu, rakyat memakan tikus, burung gereja, siput, semut, dan 

cacing tanah, kulit dan sol sepatu, kulit dan bulu yang tua, tulang-belulang yang 

diremukkan, kayu pohon jati serta jelatang. Sewaktu bulan Maret tiba, di banyak daerah, 

kebanyakan dari hal-hal yang dimakan ini tiada lagi, dan sama sekali tidak ada yang tersisa untuk 

dimakan. Suatu kesunyian yang mengerikan menjalar di pedesaan; tiada binatang yang bersuara, 

dan rakyat yang masih hidup jarang berbicara. Victor Kravchenko, yang pada waktu itu yaitu  

seorang aktivis Partai Komunis yang diutus ke Ukraina, yang di lalu  hari meninggalkan 

Komunisme dan melarikan diri kepada kebebasan, mengenang apa yang telah dilihatnya:  

‘Di sini saya melihat orang-orang mati perlahan-lahan di dalam kesendirian, keadaan dari 

kematian mereka itu menyeramkan, mereka mati tanpa berkorban untuk suatu perkara. 

Mereka telah dijebak dan dibiarkan kelaparan di rumah masing-masing, oleh suatu 

keputusan politik yang dibuat di ibu kota yang jauh di seputar meja-meja konferensi dan 


636 

 

meja-meja perjamuan. Bahkan tiada penghiburan dari kematian untuk menenangkan kengerian 

itu. Pemandangan-pemandangan yang paling menyeramkan yaitu  anak-anak kecil dengan 

anggota badan yang kurus kering, yang bergelantungan dari perut yang tampak seperti balon. 

Kelaparan telah menyapu setiap sisa masa muda dari wajah mereka, membuat mereka tampak 

seperti monster yang tersiksa, hanya di dalam mata merekalah tetap ada hal yang mengingatkan 

akan masa kanak-kanak. Di setiap tempat, kami menemukan pria dan wanita yang berbaring 

lunglai, dengan wajah dan perut yang bengkak, mata mereka sama sekali tidak memiliki ekspresi 

… Sekitar lima juta rakyat Ukraina mati di dalam genosida bencana kelaparan yang 

disengaja ini.”45 

Sekarang, kita dapat melihat dengan jelas mengapa, pada tanggal 13 Juli 1917, Bunda Maria 

menyebutkan penganiayaan-penganiayaan yaitu “perang, kelaparan, dan penganiayaan terhadap 

Gereja dan Bapa Suci. Untuk mencegah hal ini, aku datang untuk meminta konsekrasi Rusia ....” 

Fakta-fakta ini seharusnya dengan jelas menunjukkan kepada kita konteks di mana Bunda Maria 

meminta konsekrasi Rusia, dan bagaimana konversi Rusia berarti berkonversinya rezim ini ke dalam 

kedamaian dari tindak-tindak penganiayaannya berupa perang, kelaparan, penganiayaan terhadap 

Gereja, dll. 

IA AKAN MELAKUKAN KONSEKRASI ini , namun  DENGAN 

“TERLAMBAT” – NUBUAT INI BERKENAAN SECARA TEPAT DENGAN PAUS 

PIUS XII 

yaitu  suatu hal yang pasti bahwa Paus Pius XI gagal untuk mengonsekrasikan Rusia kepada Hati Bunda 

Maria yang Tak Bernoda. Paus Pius XII juga gagal untuk melakukannya selama bertahun-tahun, namun  

(seperti yang telah kita lihat), ia akhirnya melakukan konsekrasi Rusia pada tahun 1952. 

Tuhan kita kepada Suster Lucia; Musim Panas 1931: 

“Seperti Raja Prancis, mereka akan bertobat dan melakukannya, namun  dengan terlambat. 

Rusia akan telah menyebarkan kesalahan-kesalahannya di seluruh dunia, membangkitkan 

peperangan dan penganiayaan-penganiayaan terhadap Gereja: Bapa Suci akan mengalami 

penderitaan yang besar.”46 

Paus Pius XII, Sacro Vergente Anno (Surat Apostolik), 7 Juli 1952: 

“ ... sebagaimana beberapa tahun lalu Kami mengonsekrasikan segenap umat manusia 

kepada Hati Tak Bernoda milik Perawan Maria, Bunda Allah, demikian pula pada hari ini 

Kami mengonsekrasikan dan dengan cara yang teramat khusus Kami memercayakan 

seluruh rakyat Rusia kepada Hati Tak Bernoda ini ....”47 

Jelas adanya – seperti yang disetujui oleh kebanyakan komentator – bahwa kata-kata Tuhan kita 

“Mereka akan bertobat dan melakukannya” mengacu kepada serangkaian paus – seperti halnya para 

Paus di dalam surat ensiklk menyebut diri mereka sendiri sebagai “Kami”. (“Mereka” tidak dapat merujuk 

kepada para Paus dan semua uskup, sebab  semua uskup tidak menunda permintaan itu dan maka dari itu 

tidak perlu bertobat akibat penundaannya.) 

Sungguh masuk akal bahwa Paus Pius XII yaitu  Paus yang melakukannya, namun  “dengan terlambat”. 


 

 

Pertama-tama, Paus Pius XII mengonsekrasikan dunia kepada Hati Maria yang Tak Bernoda pada tahun 

1942. namun , sepuluh tahun lalu , ia “bertobat dan melakukannya” dengan secara spesifik 

mengonsekrasikan Rusia. 

Kedua, pada tahun 1939, Rusia masih merupakan satu-satunya negara Komunis di dunia, namun  pada 

dekade berikutnya, Uni Soviet menguasai Estonia, Latvia, dan Lituania (1940), Bulgaria (1944), 

Polandia (1945), Rumania (1945), dan Hongaria (1946). Perkembangan-perkembangan ini – di 

samping suatu permohonan yang khusus – kemungkinan menyebabkan Pius XII untuk bertobat dan 

“melakukannya”. Maka, perkataan Tuhan kita bahwa “Rusia akan telah menyebarkan kesalahan-

kesalahannya di seluruh dunia, membangkitkan peperangan dan penganiayaan-penganiayaan terhadap 

Gereja” secara persis bertepatan dengan Pius XII; sebab apa yang hendak dicegah oleh Surga dengan 

konsekrasi Rusia, yakni, penyebaran Komunisme, dan pelenyapan negara-negara serta 

kemartiran orang-orang baik yang dilakukan oleh Uni Soviet,  telah terjadi dalam skala yang 

besar sewaktu Pius XII melakukannya. 

Ketiga, mungkin ada  suatu pertanda bahwa Paus Pius XII (walaupun ia memang melakukannya 

dengan terlambat) merupakan Paus yang sesungguhnya akan mengonsekrasikan Rusia kepada Hati 

Maria yang Tak Bernoda. Pertanda ini terlihat di dalam kebetulan yang menakjubkan, yakni, bahwa Paus 

Pius XII dikonsekrasikan sebagai seorang uskup pada hari yang sama (dan menurut Bruder Michel, pada 

jam yang sama) sewaktu Bunda Maria pertama kali menampakkan diri di Fatima. 

William Thomas Walsh, Our Lady of Fatima {Bunda Maria dari Fatima}, 1954, hal. 63: 

“yaitu  suatu kebetulan yang menarik bahwa Monsinyur Eugenio Pacelli [Pius XII] sedang 

dikonsekrasikan sebagai Uskup di Kapel Sistina di Roma pada tanggal 13 Mei 1917, pada 

hari yang sama sewaktu anak-anak itu [pertama kali] melihat Nona dari Fatima.”48 

Keempat, suatu pertimbangan yang saksama terhadap kata-kata Bunda Maria menyingkapkan bahwa 

penggenapan yang sebenarnya untuk konsekrasi Rusia tidak akan sepenuhnya selaras dengan 

permintaan-permintaan dari Surga pada awalnya, yang bertepatan dengan fakta bahwa Pius XII 

melakukannya, namun  dengan “terlambat” dan tidak bersama semua uskup. 

KATA-KATA BUNDA MARIA MENUNJUKKAN KEPADA KITA BAHWA KEMENANGANNYA 

BUKANLAH SUATU KEMENANGAN UNIVERSAL ATAUPUN KUASA DAMAI YANG 

UNIVERSAL, MELAINKAN HANYALAH SUATU MASA KEDAMAIAN “TERTENTU” 

“Jikalau mereka mendengarkan permintaan-

permintaanku, Rusia akan berkonversi dan akan 

ada kedamaian.” 

“Pada akhirnya, Hatiku yang Tak Bernoda akan 

menang. Bapa Suci akan mengonsekrasikan Rusia 

kepadaku, dan ia akan berkonversi dan suatu 

masa kedamaian tertentu akan diberikan kepada 

dunia.” 

 

Mohon mencatat poin yang begitu penting ini! Di dalam Rahasia tanggal 13 Juli, Bunda Maria 

pertama-tama mengungkapkan suatu janji yang bersyarat: “Jikalau mereka mendengarkan permintaan-

permintaanku, Rusia akan berkonversi dan akan ada kedamaian.” Jika permintaan-permintaannya 

ditepati secara persis, ia berkata bahwa akan ada “kedamaian”. namun , sewaktu ia berbicara tentang apa 

yang kenyataannya akan terjadi “pada akhirnya”, Bunda Maria menambahkan sesuatu, dan 

menyatakan bahwa masa kedamaian itu hanya akan merupakan suatu masa kedamaian “tertentu”. 


638 

 

Mengapa Bunda Maria menambahkan kata “tertentu” sewaktu ia sedang berkata tentang apa yang 

kenyataannya akan terjadi pada akhirnya, dan tidak melakukannya (seperti di sisi kiri) sewaktu ia sedang 

memberi tahu kita tentang apa yang akan terjadi jika permintaan-permintaannya ditepati secara persis? 

Jelas tentunya bahwa konsekrasi Rusia tidak akan sepenuhnya selaras dengan permintaan-

permintaan awalnya! Konsekrasi itu akan dilakukan secara “terlambat”, dan tidak dilakukan bersama 

semua uskup. Maka, sebagaimana yang dibuktikan oleh perkataan Bunda Maria, kemenangan Bunda 

Maria bukanlah suatu kemenangan atau kuasa kedamaian yang universal, seperti yang diusulkan dan 

dipromosikan oleh begitu banyak orang, melainkan suatu masa kedamaian “tertentu” – suatu masa 

kedamaian yang lebih redup, yang lebih kurang dahsyat dibandingkan  yang akan telah dianugerahkan 

oleh Surga seandainya “mereka mendengarkan” permintaan-permintaan Bunda Maria dan 

menepati permintaan-permintaan itu secara persis. Hal ini serupa dengan pesan Fatima pada tanggal 

19 Agustus, sewaktu Bunda Maria berkata kepada anak-anak: “Seandainya kalian tidak dibawa [oleh 

Administrator pada tanggal 13 Agustus] ke Kota, mukjizat [dari ranggal 13 Oktober] akan telah menjadi 

lebih besar.”49 Bunda Maria berkata kepada anak-anak bahwa penangkapan mereka pada tanggal 13 

Agustus oleh administrator wilayah Ourem yang jahat, yang membuat mereka tidak dapat hadir di 

tempat penampakan pada hari itu, menyebabkan mukjizat tanggal 13 Okt. menjadi kurang dahsyat 

dibandingkan  yang akan telah terjadi. Demikian pula, sebab  Sri Paus melakukan konsekrasi Rusia dengan 

“terlambat” dan tidak bersama semua Uskup, konversi Rusia ke dalam kedamaian tidak sedahsyat yang 

akan telah terjadi – melainkan hanya ke dalam suatu masa kedamaian “tertentu”. 

KONVERSI RUSIA = KONVERSI REZIM SATANIK DI RUSIA PENGANIAYA 

GEREJA, DLL, KE DALAM SUATU MASA KEDAMAIAN TERTENTU 

Di dalam bab ini, kita telah melihat bahwa kata-kata Bunda Maria tentang konversi Rusia serupa dengan 

kata-kata Amsal 16:7 yang berbicara tentang konversi seorang musuh, bukan ke dalam Iman yang sejati, 

melainkan ke dalam kedamaian dari tindakan-tindakan penganiayaannya. 

Amsal 16:7: “Jikalau jalan seseorang berkenan 

kepada TUHAN, bahkan musuh-musuhnya 

dibuat-Nya berdamai dengannya.” [Kitab Suci 

terjemahan MILT 2008] 

 

[Dalam bahasa Inggris: “When the ways of man shall 

please the Lord, He will convert even his enemies to 

peace.”] 

Bunda Maria: “Jikalau mereka mendengarkan 

permintaan-permintaanku, Rusia akan 

berkonversi dan akan ada kedamaian.” 

 

 

[Dalam bahasa Inggris: “If they listen to my requests, 

Russia will be converted dan there will be peace.”]  

 

Kita juga telah melihat bahwa rangkuman dari Suster Lucia tentang penglihatannya di Tuy menegaskan 

bahwa itulah yang dimaksudkan Bunda Maria dengan kata-katanya: ‘Pada akhirnya, Hatiku yang Tak 

Bernoda akan menang. Bapa Suci akan mengonsekrasikan Rusia kepadaku, dan ia akan berkonversi dan 

suatu masa kedamaian tertentu akan diberikan kepada dunia.’ 

Suster Lucia kepada Romo Gonçalves, merangkum penglihatannya di Tuy: 

‘Tuhan yang Mahabaik berjanji untuk mengakhiri penganiayaan di Rusia, jika Bapa Suci 

sendiri akan melakukan suatu tindakan reparasi dan konsekrasi secara khidmat untuk Rusia 

kepada Hati Kudus Yesus dan Maria, dan memerintahkan kepada semua uskup dari Gereja 

Katolik untuk melakukan hal yang sama.”50 


639 

 

Kita juga telah melihat bahwa Bunda Maria telah secara khusus meminta konsekrasi Rusia demi 

mencegah Rusia agar jangan membangkitkan peperangan, penganiayaan-penganiayaan terhadap Gereja, 

dll. 

“Perang akan berakhir. Namun, jika mereka tidak berhenti menghina Allah, akan bermula sebuah 

perang lain yang lebih buruk di bawah masa pemerintahan Pius XI. Ketika kalian melihat suatu 

malam yang diterangi oleh sebuah cahaya yang tak dikenal, ketahuilah bahwa cahaya itu yaitu  

pertanda besar yang diberikan oleh Allah kepada kalian bahwa Ia akan menghukum dunia atas 

kejahatan-kejahatannya, melalui perang, kelaparan, dan penganiayaan terhadap Gereja 

dan Bapa Suci. Untuk mencegah hal ini, aku datang untuk meminta konsekrasi Rusia kepada 

Hatiku yang Tak Bernoda dan Komuni Reparasi setiap Sabtu pertama ….” 

Kita juga telah melihat bahwa Surga telah mewahyukan bahwa konsekrasi Rusia tidak akan dilakukan 

sepenuhnya secara selaras dengan yang diinginkan oleh Surga pertama kalinya. 

Tuhan kita kepada Suster Lucia; Musim Panas 1931: 

“Seperti Raja Prancis, mereka akan bertobat, dan mereka akan melakukannya, namun  

dengan terlambat. Rusia akan telah menyebarkan kesalahan-kesalahannya di seluruh 

dunia, membangkitkan peperangan dan penganiayaan-penganiayaan terhadap Gereja: 

Bapa Suci akan mengalami penderitaan yang besar.”51 

Kita juga telah melihat bahwa kata-kata Bunda Maria tentang kemenangannya atas Rusia tidak 

menjanjikan suatu kuasa kedamaian yang universal atau yang ideal, seperti yang diajukan oleh begitu 

banyak orang, melainkan hanya suatu masa kedamaian tertentu – masa kedamaian yang lebih rendah 

dibandingkan  yang akan telah dianugerahkannya seandainya permintaan-permintaannya telah ditepati secara 

persis. 

“Jikalau mereka mendengarkan permintaan-

permintaanku, Rusia akan berkonversi dan akan 

ada kedamaian.” 

“Pada akhirnya, Hatiku yang Tak Bernoda akan 

menang. Bapa Suci akan mengonsekrasikan Rusia 

kepadaku, dan ia akan berkonversi dan suatu 

masa kedamaian tertentu akan diberikan kepada 

dunia.” 

 

Kita juga telah melihat bahwa Paus Pius XII telah secara jelas mengonsekrasikan Rusia kepada Hati Maria 

yang Tak Bernoda pada tahun 1952. 

Paus Pius XII, Sacro Vergente Anno (Surat Apostolik), 7 Juli 1952: 

“ ... sebagaimana beberapa tahun lalu Kami mengonsekrasikan segenap umat manusia 

kepada Hati Tak Bernoda milik Perawan Maria, Bunda Allah, demikian pula pada hari ini 

Kami mengonsekrasikan dan dengan cara yang teramat khusus Kami memercayakan 

seluruh rakyat Rusia kepada Hati Tak Bernoda ini ....”52 

Kita juga telah melihat bahwa suatu penglihatan lain yang dialami oleh Suster Lucia menunjukkan bahwa 

konversi Rusia berarti suatu konversi ke dalam suatu masa kedamaian tertentu dari masa penganiayaan: 

Tuhan kita kepada Suster Lucia; 22 Oktober 1940: 

“Aku akan menghukum negara-negara atas kejahatan-kejahatan mereka, melalui perang, 

kelaparan, dan penganiayaan terhadap Gereja-Ku yang terutama akan membebani Vikaris-Ku di 

atas bumi. Paduka Suci akan menemukan bahwa hari-hari pencobaan ini  akan 

dipersingkat jika ia menaati keinginan-keinginan-Ku dengan mempermaklumkan Tindak 


640 

 

Konsekrasi seluruh dunia kepada Hati Maria yang Tak Bernoda, dengan menyebutkan Rusia 

secara khusus.”53 

Kesimpulannya, kami dapat menjawab pertanyaan tentang konsekrasi Rusia dengan menyatakan bahwa 

yaitu  suatu fakta bahwa Rusia sudah dikonsekrasikan kepada Hati Maria yang Tak Bernoda oleh Paus 

Pius XII. yaitu  suatu fakta pula bahwa Rusia telah berkonversi dari rezim penganiayaannya serta 

kengerian-kengeriannya. Bunda Maria telah secara khusus meminta agar Rusia dikonsekrasikan 

untuk mencegah penganiayaan dan kengerian itu, sehingga Rusia berkonversi ke dalam suatu 

masa kedamaian tertentu. Era penganiayaan terhadap Gereja di Rusia dan di semua negara 

satelitnya – era Gulag, bencana kelaparan yang diberlakukan, kemartiran para imam, pelenyapan 

negara-negara kecil yang dianeksasi ke dalam Uni Soviet, penganiayaan yang terbuka dan 

menggebu-gebu terhadap Gereja, dll. – secara resmi berakhir dengan pembubaran Uni Soviet – 

dan runtuhnya negara-negara satelitnya – pada Hari Natal tahun 1991. Transformasi yang 

menakjubkan ini berlangsung satu generasi sesudah  konsekrasi Rusia yang dilakukan oleh Paus Pius XII di 

tahun 1952. Berikut tiga sumber yang berbeda yang memperkuat fakta bahwa runtuhnya Uni Soviet 

berlangsung secara resmi pada hari Natal: 

“sesudah  pembubaran Uni Soviet pada tanggal 25 Desember 1991, Federasi Rusia mengklaim 

dirinya sebagai penerus negara Soviet secara hukum di atas panggung internasional, kendati 

kehilangan status keadikuasaannya. Kebijakan luar negeri Rusia meninggalkan Marxisme-

Leninisme sebagai pedoman untuk bertindak, dan meminta dukungan Dunia Barat untuk 

melakukan pembaruan-pembaruan kapitalis di dalam Rusia pasca-Soviet.”54 

“ ... Gorbachev telah secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya – yang sekarang 

menghilang – sebagai Presiden Uni Soviet pada tanggal 25 Desember, hari 

pemindahtanganan resmi segala kuasa Uni Soviet kepada Republik Rusia di Kremlin, yang 

diselenggarakan secara khidmat dengan perubahan bendera pada awal sore hari. 

Perubahan itu terjadi pada pukul 19:35. Kejadian ini  yaitu  mimpi bagi beberapa orang, 

yang dahulu telah membayangkan bagaimana peristiwa itu akan terjadi pada suatu hari yang 

jaya, yang jauh di masa depan, namun  tidak pernah mengira bahwa kejadian itu akan berlangsung 

dengan begitu segera. Bendera merah yang bergambarkan palu dan arit itu, yang disinari oleh 

lampu sorot dengan latar belakang kegelapan, berkecamuk riuh di tengah-tengah angin Arktik. 

Selama tujuh puluh empat tahun bendera itu telah berkibar di atas Kremlin, suatu simbol yang 

hidup dan mengerikan dari revolusi terakhir yang berpusat di Kremlin. Sekarang, usai sudah 

hari-harinya. Dunia menyaksikannya melalui televisi. Kamera-kamera berfokus. Bendera Rusia 

triwarna pra-revolusi siap untuk dipasang. Seiring turunnya bendera yang berdarah itu, yang 

melambangkan kiamat yang direkayasa oleh manusia, dari tiang bendera Kremlin di bawah 

bintang-bintang yang cemerlang dari malam Natal, Revolusi Komunis di Dunia Barat telah 

mati.”55 

“Pada tanggal 25 Desember [1991], Gorbachev mengundurkan diri sebagai Presiden dari URSS 

dan tidak digantikan; pada hari yang sama, Amerika Serikat mengakui republik-republik 

yang tersisa dari URSS sebagai negara-negara merdeka.”56 

namun , ada beberapa orang yang menyatakan bahwa runtuhnya Uni Soviet dan negara-negara satelit 

Komunisnya hanyalah suatu rekayasa para Komunis untuk menipu Dunia Barat. Mereka mengajukan 

bahwa para Komunis tetap berkuasa, namun  mereka sederhananya memiliki suatu tipe pemerintahan 

yang menyerupai yang ada di Dunia Barat, yang tidak menganiaya Gereja, memperbolehkan kebebasan, 

menghapuskan Gulag, dll., demi mendapat  dana dari Dunia Barat. Teori konspirasi semacam itu 


641 

 

sungguh sulit dipercaya, namun  itulah posisi banyak orang, termasuk mantan agen KGB, Anatoliy Golitsyn 

di dalam The Perestroika Deception [Muslihat Perestroika]. Bahkan mereka yang mendukung teori ini 

(kami tidak mendukungnya, seperti yang akan kami jelaskan di bawah) tetap mengakui (terlepas 

mengapa mereka berpikir bahwa hal itu terjadi di Rusia dan di semua negara satelitnya) bahwa masa 

penganiayaan di Rusia dan di negara-negara satelitnya telah berakhir, dan dengan demikian 

membuktikan poinnya. Seperti yang dikatakan oleh Suster Lucia: “Tuhan yang Mahabaik berjanji untuk 

mengakhiri penganiayaan di Rusia”, dan hal ini sudah terjadi. Berhentinya penganiayaan terhadap Gereja 

di Rusia dan di semua negara satelitnya melambangkan suatu kemenangan yang signifikan dari Hati 

Bunda Maria yang Tak Bernoda terhadap rezim Rusia yang satanic, yang pada waktu itu siap untuk, 

dan kemungkinan akan telah (seturut pernyataan Suster Lucia kepada William Thomas Walsh), 

menguasai seluruh dunia seandainya rezim Rusia tidak berkonversi sebelumnya. Kami percaya bahwa 

inilah alasan pembubaran Uni Soviet terjadi pada Hari Natal; itu yaitu  suatu tanda bahwa 

berkonversinya musuh ini menjadi sesuatu yang berbeda dan ke dalam suatu masa kedamaian tertentu 

dari tindak-tindak penganiayaannya, dll., merupakan kemenangan Surga. (Dan orang-orang yang tidak 

percaya bahwa berkonversinya Rusia ke dalam suatu masa kedamaian tertentu dari era 

penganiayaannya “cukup baik” atau “cukup besar” sebagai apa yang dimaksudkan oleh Bunda Maria, 

saya menyarankan mereka untuk kembali membaca paragraf-paragraf tentang situasi di Rusia dan 

negara-negara satelitnya pada periode itu, dan untuk bertanya kepada diri mereka sendiri bagaimana 

reaksi mereka seandainya mereka dijebloskan ke dalam kamp penjara di Orotukan, atau di Ukraina pada 

masa kelaparan, atau dideportasikan dari Lituania ke padang belantara Siberia.) 

Bahkan suatu artikel di situs internet dari “Romo” Gruner terpaksa mengakui bahwa Uni Soviet telah 

“berkonversi”! 

Cornelia Ferreira, “Komentar tentang The Perestroika Deception [Muslihat Perestroika] karya 

Anatoliy Golitsyn, Maret 1996: 

“Untuk meningkatkan perwakilan dan pengaruh komunis di PBB, di dalam Uni Eropa dan di 

dalam organisasi-organsisasi pendanaan internasional, Uni Soviet telah berkonversi secara 

sengaja menjadi republik-republik merdeka.”57 

Kami tidak tahu apa lagi yang dibutuhkan untuk membuktikan bahwa Rusia (Uni Soviet) telah 

‘berkonversi’ menjadi sesuatu yang lain, yang hasilnya yaitu  suatu masa kedamaian tertentu dari 

penganiayaan-penganiayaannya, dll.; selain untuk melihat kenyataan ini diakui di dalam publikasi-

publikasi seperti yang satu ini. Ini yaitu  publikasi-publikasi yang begitu berlawanan dengan dalil dari 

artikel ini, namun  mereka bahkan terpaksa mengakui bahwa dengan bubarnya Uni Soviet pada tahun 1991, 

suatu “konversi” rezim ini  telah terjadi! “Konversi” ini yang telah berlangsung kepada Uni Soviet, 

terlepas alasan yang anda ajukan untuk terjadinya konversi ini, telah mengahiri masa penganiayaan yang 

tertentu serta hal-hal yang hendak dicegah oleh Bunda Maria melalui permintaannya untuk melakukan 

konsekrasi. Ini yaitu  suatu fakta yang tidak terpungkiri. 

Itulah mengapa tidaklah relevan adanya bahwa orang-orang seperti Nicholas Gruner dan para 

pengikutnya terus-menerus mengungkit-ungkit fakta bahwa Rusia pada saat ini penuh dengan 

imoralitas, aborsi, pornografi, dll. Hal itu memang benar adanya, namun  tidak relevan terhadap poinnya. 

Bunda Maria tidak pernah berjanji bahwa Rusia akan berkonversi menjadi suatu negara yang baik atau 

negara yang Katolik, namun , seperti yang dibuktikan berulang kali di dalam bab ini, Bunda Maria 

berbicara dalam konteks tentang suatu konversi suatu musuh dari tindakan-tindakan penganiayaannya, 

sejalan dengan Amsal 15:7. Hal ini telah terjadi. Anda hanya perlu bertanya kepada orang-orang yang 

hidup, misalnya, di Republik Ceko pada hari ini berbanding dengan hidup di bawah Komunisme. 


642 

 

Kami akan segera membahas tentang perubahan-perubahan di dalam setiap negara satelit Uni Soviet. 

Fakta-fakta ini akan menunjukkan kepada kita bahwa walaupun seandainya kebijakan-kebijakan glasnost 

(keterbukaan) dan perestroika (restrukturisasi) yang diterapkan oleh Uni Soviet pada tahun 1980-an – 

dimaksudkan sebagai suatu tipu muslihat oleh para petinggi Partai Komunis, kenyataannya yaitu  

rencana mereka telah menggagalkan diri mereka sendiri. Sebab sekalinya gagasan-gagasan ini 

dipromosikan dan entah bagaimana diimplementasikan, gagasan-gagasan ini juga diterapkan oleh orang-

orang yang mendalangi Blok Komunis, dan momentum kebebasan dari kezaliman Komunis menjadi tak 

terhentikan. 

Kejatuhan Negara-Negara Satelit 

Kejatuhan Polandia: 

“Pada tahun 1956, rezim menjadi lebih liberal, dan membebaskan banyak orang dari 

penjara-penjara, serta memperluas kebebasan-kebebasan pribadi. Pada tahun 1970, 

pemerintahan berubah. Pada waktu itu ekonomi telah menjadi lebih modern, dan pemerintahan 

memiliki kredit-kredit yang besar. Keresahan buruh pada tahun 1980 menuntun kepada 

dibentuknya serikat kerja yang independent, “Solidaritas”, yang seiring berjalannya waktu 

menjadi suatu kuasa politik. Serikat Kerja itu mengikis dominasi Partai Komunis; tiba 

tahun 1989, Serikat Kerja itu telah Berjaya di dalam pemilihan-pemilihan parlementer, dan Lech 

Wałęsa, seorang kandidat Solidaritas, pada akhirnya memenangkan kepresidenan pada tahun 

1990. Gerakan Solidaritas menghasilkan pengaruh yang besar kepada runtuhnya Komunisme 

yang akan segera terjadi di seluruh Eropa Timur.”58 

Hal yang juga mendukung fakta bahwa Rusia telah berkonversi dari rezim penganiaya sataniknya ke 

dalam suatu masa kedamaian tertentu yaitu  fakta bahwa sewaktu Polandia mulai membebaskan diri 

dari dominasi Komunis, Rusia tidak bergegas dengan tank-tanknya untuk memulihkan ketertiban 

dan menegakkan dominasi Partai Komunis, seperti yang telah dilakukannya di masa lalu; 

sedangkan di Cina, pada masa yang sama, sewaktu para demonstran untuk Demokrasi telah 

menjadi “tidak terkendali”, rezim Cina mengutus para pasukannya untuk memulihkan 

ketertiban, yang mengakibatkan pembunuhan massal di Lapangan Tiananmen. 

Kejatuhan Hongaria: 

“Lalu, pada bulan Mei [1989], pemerintahan Komunis Hongaria yang condong kepada 

reformasi mengambil suatu langkah pertama yang belum pernah dilakukan sebelumnya 

di dalam suatu negara Komunis. Pemerintahan membuka perbatasan negara dengan 

Austria. Barikade-barikade yang dilapisi semen dan ditutupi kawat berduri yang 

mengurung rakyat Hongaria di negeri mereka yang tertindas ... direbahkan ... Pada tanggal 7 

Oktober, konferensi [dari Partai Komunis Hongaria] memilih dengan hasil 1.005 pro dan 159 

kontra, untuk meninggalkan ideologi Leninis dan mengubah namanya menjadi Partai Sosialis 

Hongaria. Beberapa hari sesudah nya, parlemen Hongaria menanggalkan nama yang diberlakukan 

oleh Komunis ‘Republik Rakyat’ untuk negara mereka ... Parlemen mengubah konstitusinya 

untuk mengizinkan suatu sistem multi-partai. Pemilihan seorang presiden secara langsung 

disetujui ... Pada hari dirgahayu ke-33 pemberontakan di Budapest pada tahun 1956, di 

tanggal 23 Oktober 1989, Hongaria secara resmi menyatakan diri bebas dari dominasi 

Soviet. Pemilihan bebas untuk Parlemen berlangsung pada bulan Maret dan April 1990. 

Kendati banyaknya partai, para Komunis, yang hanya mendapat  8% dari jumlah suara, 

menempati posisi ke-4. Sejarahwan Jozsef Antall, kepala dari Forum Demokratik, menjadi 


643 

 

Perdana Menteri dari suatu koalisi pemerintahan non-Komunis di Hongaria pada bulan Mei 

1990.”59 

Kejatuhan Jerman Timur: 

“Pada empat bulan terakhir di tahun 1989, di mana perubahan-perubahan di dalam dunia 

Komunis melaju pesat, sulit dibayangkan bagi kebanyakan pengamat bahwa akan segera 

terjadi suatu perubahan yang mendasar terhadap status Jerman Timur yang Komunis 

dengan segera. Pada umumnya, orang-orang berpendapat bahwa Uni Soviet, bahkan di bawah 

Gorbachev, tidak hendak dan tidak akan sanggup melepaskan bagian besar dari populasi serta 

daerah kekuasaan dari musuh terbesarnya ini selama dua perang dunia, dan tentunya tidak akan 

pernah mengizinkan terjadinya reunifikasi Jerman. Bos Jerman Timur, Erich Honecker yaitu  

pemimpin Komunis yang paling tangguh di dunia di negara-negara yang terletak di sisi 

barat Cina ... [ia] telah memimpin negara buatan miliknya ini dengan tangan besi sejak delapan 

belas tahun lalu. Ia telah membantu untuk mendirikan Tembok Berlin dan telah memberi  

berulang kali untuk ‘menembak mati’ siapa pun yang mencoba menyeberanginya, dari atas 

ataupun dari bawah, yang telah merenggut nyawa lebih dari dua ratus pria dan wanita yang 

dengan putus asa melarikan diri dari kezalimannya. 

Foto-foto di sisi kiri: 

(atas) Para penjaga Tembok Berlin, siap untuk 

menembak orang yang mencoba menyeberang 

(bawah) “Lajur Kematian” yang diterangi, dicat 

putih demi memudahkan untuk melihat dan 

menembak orang-orang yang menyeberang 

“Di ibu kota milik Honecker, Tembok 

Berlin berdiri sebagai peringatan yang 

konstan bahwa semua orang dilarang 

untuk bepergian ke Barat kecuali 

segelintir orang yang diistimewakan 

secara resmi di Jerman Timur. namun , 

orang-orang diizinkan untuk bepergian 

ke ‘negara-negara saudara sosialis’. 

Masalahnya, untuk Honecker, yaitu  

pada akhir musim panas 1989, kedua 

negara ini  – Polandia dan 

Hongaria – secara bertahap berhenti 

menjadi saudara sosialis. Hongaria 

terutama menjadi tempat berlibur 

favorit bagi para warga Jerman Timur 

yang mampu bepergian. Dan sekarang 

Hongaria memiliki suatu perbatasan 

yang terbuka dengan Austria, yang 

berseberangan dengan Jerman Barat. 

Pada bulan Agustus, kedutaan Jerman Barat di Budapest [Hongaria] diserbu oleh orang-orang yang 

memohon untuk masuk ke dalam Jerman Timur dan untuk menerima bantuan untuk mendapat  

dokumen-dokumen yang akan memperkenankan mereka untuk meninggalkan Hongaria secara legal. 


644 

 

Pada tanggal 11 September, sebab  mereka muak bergulat dengan masalah luar negeri ini sedangkan 

perubahan-perubahan besar sedang terjadi, pemerintahan Hongaria mengumumkan bahwa semua 

warga negara Jerman Timur yang pada waktu itu berada di Hongaria, dan siapa pun yang hendak 

melakukannya ke depannya, diperbolehkan untuk menyeberangi perbatasan Austria tanpa 

halangan. Dan terjadilah banjir besar menuju luar negeri.”60 

Marilah berhenti di sini untuk merangkum poin yang sedang kami buat. Tanpa izin khusus, perjalanan 

dari balik Tirai Besi secara ketat dilarang di bawah pemerintahan Uni Soviet. namun , perjalanan ke 

sesama negara satelit Komunis lain tidaklah dilarang. Maka, sekalinya Polandia, dan yang lebih penting 

lagi di dalam konteks ini, Hongaria (dua negara satelit Komunis), melepaskan diri dari dominasi Komunis 

(seperti yang telah kita lihat di atas), timbul suatu masalah. 

Foto: Tidak digambarkan di sini, URSS terletak di 

sebelah kanan Polandia (Poland) dan 

Cekoslowakia (Czechoslovakia), Rumania Komunis 

terletak di kanan bawah Hongaria (Hungary) 

Hongaria telah membuka perbatasannya dengan 

Austria, dan warga Jerman Timur yang berada di 

Hongaria membanjiri Jerman Barat melalui 

Austria. Jadi, jika seseorang ingin melarikan diri ke 

Jerman Barat yang bebas, ia hanya perlu pergi ke 

Hongaria, menyeberangi perbatasan Austria (yang 

sekarang dibuka) dan pergi ke Jerman Barat. Kita 

dapat melihat bagaimana situasi ini tidak dapat bertahan lama, dan akan menjadi pertanda untuk 

akhirnya pemenjaraan rakyat oleh Blok Komunis.  

“Berita ini tersebar dengan cepat. sesudah  Hongaria, Cekoslowakia menjadi tujuan wisata 

terfavorit bagi para warga negara Jerman Timur – terutama kota Praha. Cekoslowakia pada 

waktu itu masih berada di bawah kuasa Komunis garis keras. namun  para pemimpinnya 

dapat membaca surat kabar; mereka tidak ingin warga asing menimbulkan masalah pada 

masa yang semacam itu. sesudah  ribuan turis Jerman Timur memenuhi kedutaan Jerman 

Barat di Praha dan mulai berkemah di sekelilingnya, untuk menuntut pergi ke Jerman 

Barat, otoritas Ceko berkata kepada Menteri Luar Negeri Jerman Barat bahwa mereka akan 

membebaskan mereka jika Honecker setuju. Di dalam suatu momen fantasi yang menentang 

penjelasan yang rasional, Honecker setuju dengan syarat yang absurd bahwa semua kereta yang 

membawa para pengungsi harus diarahkan untuk melalui Jerman Timur dan disegel. Peristiwa 

ini menghasilkan kejadian-kejadian di mana semakin banyak orang di kota-kota Jerman 

Timur berbondong-bondong mencoba memanjat kereta-kereta yang disegel sewaktu 

kereta-kereta itu lewat. Di kota Dresden sendiri, terhitung sepuluh ribu orang.”61 

Tidak semua warga Jerman Timur yang ingin melarikan diri ke Jerman Barat dapat mencapai Hongaria, 

namun , beberapa dari mereka dapat sampai ke Cekoslowakia. sebab  mereka melihat bahwa para warga 

lainnya dari negeri mereka yang tertekan itu telah melarikan diri dari kezaliman Komunis melalui 

Hongaria, mereka mengepung kedutaan Jerman Barat di Cekoslowakia yang Komunis, dan menuntut agar 

mereka diperbolehkan untuk pergi, dan mereka berkemah di kedutaan itu. Pemerintahan Cekoslowakia, 

yang tidak ingin dibebani oleh masalah pengungsi, setuju untuk membebaskan mereka jika Honecker 

(pemimpin Komunis dari Jerman Timur) setuju. Hal yang luar biasa, Honecker memang setuju – 

kemungkinan untuk menghindarkan masalah krisis pengungsi bagi para kamerad Cekoslowakianya. 


645 

 

Pada titik itu, begitu banyak warga Jerman Timur yang memanfaatkan hal itu, sehingga Honecker 

melarang semua perjalanan yang dilakukan oleh warga Jerman Timur menuju Cekoslowakia. 

Larangannya ini sia-sia:  

“Pada tanggal 3 Oktober [1989], Honecker melarang semua perjalanan yang dilakukan 

oleh warga negara Jerman Timur menuju Cekoslowakia. namun  tidak ada  tembok di 

perbatasan Ceko; Ceko yaitu  negara saudara sosialis.”62 

Orang hanya dapat membayangkan antusiasme di Negara-Negara satelit pada saat ini. sebab  mereka 

melihat bahwa rakyat di Polandia dan Hongaria telah dibebaskan dari dominasi Komunis, mereka 

merindukan kebebasan yang sama besarnya dari kezaliman Komunis. Momentum itu tidak terhentikan. 

Khalayak ramai yang besar berkumpul di Leizpig untuk memprotes Pemerintahan Komunis di Jerman 

Timur. 

“Perayaan-perayaan dirgahayu berlangsung pada tanggal 8 Oktober ... Keesokan harinya yaitu  

hari Senin – saat doa dan apel di Gereja Santo Nikolas di Leipzig. Pada hari ini, ada  

setidak-tidaknya 50.000 orang yang hadir, seolah-olah mereka muncul dari tanah Jerman 

Timur yang tercemarkan. Honecker telah memprediksikannya. Ia telah mengumpulkan 

pasukan polisi rahasia, polisi biasa, dan serdadu di Leipzig yang besar jumlahnya dan 

memberi  mereka amunisi tembak, dengan instruksi untuk memakai  kekerasan 

apa pun yang dibutuhkan untuk mencerai-beraikan demonstrasi ini . Suatu peristiwa 

Lapangan Tiananmen yang lain mungkin akan segera terjadi. namun  perintah untuk 

menembak tidak dikeluarkan ... Bagaimanapun, ia [Honecker] bersikeras menolak untuk tidak 

memakai  kekerasan yang mematikan terhadap khalayak. Pada suatu pertemuan Politburo 

Jerman Timur yang penting yang berlangsung di tanggal 10 Oktober, hanya dua anggota 

mendukung Honecker dalam perkara ini. Bahkan, para anggota Komunis selama hidup yang tua 

berargumen melawan ‘solusi Cina’ … Honecker mengamuk dengan sia-sia. Tiga hari lalu , ia 

mengeluarkan suatu pernyataan yang ambigu dan tidak biasa yang menjanjikan pembaruan-

pembaruan ekonomi, lebih banyak barang konsumen, dan memperluas ha-hak untuk 

beperjalanan … Pada tanggal 16 Oktober, jumlah demonstran berlipat tiga menjadi 150.000 

orang. Keesokan harinya, anggota Politburo Jerman Timur kembali berhimpun … 

Kebanyakan dari para anggota Politburo yang lain tahu bahwa permainan itu sudah 

berakhir. Tidak akan lagi ada bantuan dari Uni Soviet ….” 

 

Kerumunan massa yang besar memprotes pemerintahan Komunis Jerman Timur 


646 

 

“Serdadu Jerman Timur, yang sebelumnya tidak pernah menembak dengan senapan dalam 

kemarahan dan yang tidak pernah sebelumnya melindungi suatu negara sejati, tidak dapat 

diandalkan di dalam suatu krisis. Seandainya saja kerumunan massa telah berlipat tiga jumlahnya 

menjadi 150.000 orang dalam satu pekan, berapa banyakkah jumlah yang mungkin hadir di sana 

para dari Senin berikutnya? Will Stoph, perdana Menteri yang berusia 75 tahun, membuat suatu 

tugas yang luar biasa sulit untuk dilakukan. Ia memberi tahu Honecker bahwa ia harus 

mengundurkan diri. Keesokan harinya, ia melakukannya, dengan alasan-alasan kesehatan 

… Jika Erick Honecker tidak dapat menjaga Komunisme di Jerman Timur, tidak seorang 

pun dapat melakukannya. Partai itu, yang sejak begitu lama dan sampai baru-baru ini 

adikuasa, terasa seperti istana pasir di bawah hujan. Pada tanggal 30 Oktober, tiga ratus ribu 

orang bergerak sesudah  doa-doa hari Senin di Leipzig; pada tanggal 4 November, setengah juta 

orang berunjuk rasa demi kebebasan di Berlin Timur, dan menuntut pengekangan yang efektif 

terhadap kuasa pemerintahan. Pada tanggal 7 November, seluruh pemerintahan Jerman Timur 

mengundurkan diri, dan Honecker diberhentikan dari Politburo … 

 

“Sewaktu keonaran yang menghancurkan ini terjadi, seorang pejabat pemerintahan tanpa nama 

berkomentar bahwa ‘perjalanan-perjalanan pribadi ke negara lain dapat dimintakan tanpa 

memenuhi persyaratan.’ Tidak seorang pun tahu apa artinya, kemungkinan termasuk sang 

pejabat yang menuliskannya; namun  khalayak yang memanjat tembok Berlin 

menyerukannya bagaikan suatu slogan, dan para penjaga perbatasan pun tidak tahu apa 

maknanya. Pada akhir sore hari tanggal 9 November, para petugas di Tembok … 

memutuskan untuk membiarkan orang-orang yang mendesak maju itu untuk lewat. Tiba 

tengah malam, ratusan ribu orang membanjiri gerbang-gerbang yang terbuka, bersukacita dan 

berpesta dengan liar, sembari memukuli bongkahan tembok dengan palu-palu buatan. Para 

pejabat pemerintahan membuat suatu lubang yang besar di tembok Potsdamer Platz. Pada 

tanggal 10 November, setidaknya sejuta warga Jerman Timur membanjiri Jerman Barat 

dengan berjalan kaki dan dengan berbagai sarana transportasi ... Tiada lagi orang yang 

mencoba menghentikan mereka … Pada tanggal 3 Desember, semua anggota Politburo 

mengundurkan diri dan Honecker ditangkap. Partai [Komunis] itu seolah-olah tiba-tiba 

membubarkan dirinya secara penuh ... Jerman Timur kini sama sekali tidak memiliki masa 

depan. Di sepanjang tahun 1990, ia terpelanting ke dalam sejarah tanpa diratapi oleh seorang pun 

sewaktu, bertentangan dengan segala hal yang diperkirakan oleh para cendekiawan, Jerman 

bersatu secara penuh tanpa perlawanan yang signifikan dari seorang pun, tidak pun dari 

pemerintahan Soviet.”63 


647 

 

Kejatuhan Cekoslowakia: 

“Jatuhnya tembok Berlin yaitu  tanda berakhirnya kekuasaan Komunis di Cekoslowakia. 

Pada tanggal 17 November, unjuk rasa yang dipimpin oleh 17.000 pelajar di Lapangan Wenceslas 

yang luas di Praha menuntut berakhirnya ‘peran kepemimpinan’ dari Partai Komunis 

Cekoslowakia. Para polisi memukuli beberapa demonstran, dan kemurkaan masyarakat segera 

timbul ... Pada tanggal 20 November dua ratus ribu orang memenuhi Lapangan Wenceslas dari 

ujung ke ujung, yang secara resmi meminta suatu perubahan terhadap pemerintahan, seraya 

berteriak ‘Inilah saatnya! Inilah waktunya!’ Setiap harinya, suatu unjuk rasa diadakan di 

Lapangan Wenceslas; setiap harinya, khalayak yang sudah luar biasa besarnya itu semakin 

bertumbuh. Pada tanggal 22 November, lebih dari 250.000 berseru: ‘Undur diri! Undur diri!’ 

sewaktu nama-nama dari para menteri di dalam pemerintahan Komunis disebutkan ... Pada 

tanggal 27 November hampir seluruh negeri itu melakukan mogok umum selama dua jam, 

dan pemerintahan ... menyatakan bahwa Partai Komunis Cekoslowakia akan 

meninggalkan ‘peran kepemimpinan’. namun  [Perdana Menteri] Adamec tidak bergerak 

dengan cukup cepat; pemerintahan yang sebagian besar masih beranggotakan golongan Komunis 

yang diajukannya itu ditolak oleh Havec dan Forum Kewarganegaraan, dan pada tanggal 7 

Desember, ia mengundurkan diri dari jabatan Perdana Menteri, dan dua hari sesudah nya, Presiden 

Gustav Husak juga mengundurkan diri … Suatu pemerintahan baru yang non-Komunis 

diinstitusikan, dan jutaan warga Ceko serta Slowakia merayakannya.”64 

Kejatuhan Bulgaria: 

“Pada hari jatuhya Tembok Berlin, terjadi suatu perubahan di dalam kepemimpinan Komunis di 

Bulgaria. Todor Zhikov, yang telah memimpin negara satelit yang terpatuh dari Uni Soviet ini 

selama tidak kurang dari 35 tahun, mengundurkan diri di bawah tekanan untuk reformasi yang 

tidak dapat atau yang tidak hendak diembannya … Sebulan sesudah nya, 50.000 orang 

berdemonstrasi di kota Sofia yang sebelumnya begitu tenang, menuntut pengunduran diri 

Partai Komunis dari ‘peran kepemimipinannya’. Dalam suatu ledakan emosi yang tidak 

berhati-hati yang direkam oleh seorang wartawan televisi yang menghancurkannya secara politis 

sewaktu peristiwa itu disingkapkan, Mladenov [yang pada saat itu memimpin Bulgaria Komunis] 

bergumam bahwa ‘hal yang terbaik yang harus dilakukan yaitu  untuk membawa masuk tank-

tank.’ namun , ia tidak membawa masuk satu tank pun, dan tindakan semacam itu tampaknya 

tidak diajukan secara serius bahkan oleh pemerintahan garis keras ini, yang sebelumnya telah 

menyediakan para pembunuh bayaran untuk KGB selama bertahun-tahun. Seorang filsuf yang 

lembut dan sederhana yang bernama Zhelyu Zhelev membentuk suatu Serikat Demokrat, dan 

pada tanggal 12 Desember, Partai Komunis Bulgaria setuju untuk menanggalkan monopoli 

kuasanya dan mengadakan pemilihan secara bebas. Pada ronde kedua dari pemilihan ini, 

di tahun 1990, Zhelev terpilih menjadi presiden.”65 

Kejatuhan Rumania: 

“Di sana tetap berdiri tegak melawan gelombang kebebasan, diktator Komunis Rumania 

yang sejak lama tak terlawan, Nicolae Ceausescu, dan istrinya yang dingin dan kejam, 

Elena ... Keluarga Ceausescu mencintai kekuatan dengan gairah yang membara ... Ia mengurung 

Rumania di dalam kemiskinan seraya membangun proyek pameran besar-besaran ... Polisi 

rahasia bertebaran di mana-mana, mengawasi setiap orang tanpa henti, bahkan mereka 

yang sedikit dicurigai melakukan pembangkangan. Setiap mesin ketik di Rumania didaftar 

dengan polisi rahasia, bersama dengan suatu sampel ketikannya sehingga segala dokumen yang 


648 

 

membahayakan dapat dilacak sampai kepada mesin yang mengetiknya. Para pembunuh bayaran 

melacak orang-orang terkemuka tertentu yang telah berhasil melarikan diri dari negeri itu dan 

memburu mereka sampai mereka mati. Pada tanggal 20 November, sewaktu Polandia dan 

Hongaria serta Jerman Timur dibebaskan dan Cekoslowakia bergegas menuju pembebasan, 

Ceausescu berkata bahwa ia tidak akan pernah mengikuti negara-negara ini untuk ‘memblokade 

sosialisme’. 

Sekali lagi, seperti di Polandia dan di Jerman Timur, pembebasan suatu negara Komunis bermula 

dengan suatu gereja ... Pemerintahan telah memerintahkan Tokes untuk meninggalkan parokinya. 

Ia menolak untuk pergi. Pada tanggal 15 Desember, tanggal jatuh tempo yang diberikan untuk 

pengusirannya, seribu orang secara tak terduga berdemonstrasi untuk mendukungnya. Keesokan 

harinya, jumlahnya membengkak menjadi lima ribu orang. Ceausescu mengutus tentaranya. Para 

petugasnya enggan menembak, namun  Ceausescu mengecam mereka atas ketidaktegasan mereka 

dan pada tanggal 17, memerintahkan suatu ‘solusi Cina’. Sekitar seratus orang dibunuh dan 

ratusan orang lain terluka. 

Warga kota membalas dengan mogok umum sewaktu para serdadu mulai bergerak 

mundur, mereka hendak meninggalkan pemandangan dari pembunuhan-pembunuhan 

yang mereka lakukan. Demonstrasi-demonstrasi simpati bermula di kota-kota lainnya; 

Ceausescu mengingatkan bahwa ia akan memakai  kekerasan yang sama terhadap siapa pun 

dan kepada mereka semua jika mereka melanjutkan demonstrasi itu. Pada tanggal 21 Desember 

ia bergegas keluar dari istana kepresidenannya untuk menceramahi kerumunan orang di televisi 

nasional live. Untuk pertama kalinya di sepanjang 24 tahun masa pemerintahannya, orang-orang 

menunjukkan kepadanya kepalan tangan, ejekan, dan cemoohan serta seruan-seruan ‘Ceausescu 

diktator!’ yang berlangsung selama tiga menit penuh. Ia pun terkejut, dan mulai melambaikan 

tangannya dengan sia-sia; Elena mendesis kepadanya, ‘Tenang! Tenang!’ Lalu layar televisi 

negara menjadi kosong. Khalayak bertumbuh menjadi 15.000 orang dalam jangka waktu satu hari 

dan akhirnya dicerai-beraikan oleh polisi keamanan, yang membunuh tiga belas orang. 

Pada hari berikutnya, kerumunan orang yang besar mengelilingi bangunan yang 

digunakan oleh Partai Komite Sentral di Lapangan Istana di Bukares. Masih dipenuhi 

kepercayaan diri yang membara, Ceausescu keluar untuk berbicara kepada