kita harus mengulangi secara singkat kebenaran Katolik tentang Penjelmaan.
Gereja Katolik mengajarkan bahwa Sabda yang kekal – Putra Allah – Pribadi Kedua dari Allah Tritunggal
Mahakudus – mengambil kodrat manusiawi dan benar-benar menjadi seorang manusia. St. Yohanes 1:14:
“Dan Firman itu sudah menjadi daging dan berdiam di antara kita.... {Kitab Suci MILT 2008}”
Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan
692
Tuhan kita Yesus Kristus yaitu Firman kekal yang telah menjadi daging. Ia benar-benar Allah dan juga
benar-benar manusia. Ia yaitu Kristus yang satu – Satu Pribadi Ilahi dengan dua kodrat.
Paus St. Leo Agung, Konsili Kalsedon, 451, ex cathedra:
“ ... kami semua mengajarkan dengan suara bulat bahwa kami mengakui satu Putra yang esa dan
sama, Tuhan kita Yesus Kristus, Putra yang sama ini sempurna di dalam keilahian, dan Putra yang
sama ini sempurna di dalam kemanusiaan, Putra yang sama ini yaitu Allah sejati dan manusia
sejati yang memiliki sebuah jiwa rasional dan tubuh ... Kristus yang satu dan sama ... satu pribadi
serta satu hipostasis, satu Kristus yang tidak terpecah-pecah maupun terbagi-bagi dalam dua
pribadi, melainkan satu Putra yang esa dan sama, Putra Tunggal yang dilahirkan, Allah sang
Sabda, Tuhan Yesus Kristus ....”4
namun Nestorius menolak bahwa Tuhan kita Yesus Kristus yaitu satu pribadi. Nestorius dengan nista
melarutkan Kristus menjadi dua pribadi. Secara nista, Nestorius percaya bahwa Putra Allah tidak
menjadi manusia lewat Penjelmaan-Nya, melainkan bahwa Putra Allah menyatukan diri-Nya sendiri di
dalam suatu cara tertentu dengan seorang pria yang bernama Yesus.
KAMI ULANGI, NESTORIUS TIDAK PERCAYA BAHWA PUTRA ALLAH MENJADI MANUSIA LEWAT
PENJELMAAN-NYA, MELAINKAN BAHWA PUTRA ALLAH MENYATUKAN DIRI-NYA SENDIRI DI
DALAM SUATU CARA TERTENTU DENGAN SEORANG PRIA YANG BERNAMA YESUS. Apakah hal
ini akrab di telinga?
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Redemptor Hominis #13, 4 Maret 1979:
“...lewat Penjelmaan-Nya, Ia, Putra Allah, di dalam suatu cara tertentu menyatukan diri-Nya
sendiri dengan SETIAP MANUSIA.”5
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 2 Juli 1986:
“...Putra Allah, yang menjelma di dalam rahim Perawan Maria, ‘telah di dalam suatu cara
tertentu menyatukan diri-Nya sendiri dengan setiap manusia.’”6
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 8 April 1987:
“...lewat Penjelmaan-Nya Putra Allah telah menyatukan diri-Nya sendiri di dalam suatu
cara tertentu dengan SETIAP MANUSIA.’”7
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Surat kepada para Keluarga (#2):
“...Putra Allah, yang lewat Penjelmaan-Nya ‘menyatukan diri-Nya sendiri di dalam suatu
arti tertentu dengan setiap manusia.’”8
Dan dengan memercayai bahwa Putra Allah tidak menjadi manusia, melainkan menyatukan diri-Nya
sendiri dengan seorang manusia yang bernama Yesus di dalam Penjelmaan-Nya, Nestorius melarutkan
atau membagi Tuhan kita Yesus Kristus menjadi dua pribadi.
Paus St. Leo Agung, Surat Dogmatis kepada Flavianus, 449:
“Hendaknya Nestorius, oleh sebab itu, dianatemakan... ia membuat satu pribadi manusia, dan
yang satu pribadi ilahi yang lain, DAN TIDAK MENGARTIKAN BAHWA HANYA ADA SATU
KRISTUS...”9
Dan dengan melarutkan atau membagi Tuhan kita Yesus Kristus menjadi dua pribadi, doktrin Antikristus
Nestorius secara logis menghasilkan pemujaan dua Kristus, dan memperkenalkan, oleh sebab itu,
PENYEMBAHAN TERHADAP MANUSIA!
Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan
693
Paus Vigilius, Konsili Konstantinopel II, 553:
“Sinode kudus Efesus... telah menyatakan hukuman untuk bidah Nestorius... dan mereka
semua yang mungkin lalu ... memercayai pendapat-pendapat yang sama seperti yang
dipercayainya... Mereka mengungkapkan kesesatan-kesesatan ini melawan dogma-dogma Gereja,
MEMPERSEMBAHKAN PENYEMBAHAN TERHADAP DUA PUTRA, mencoba untuk membagi
sesuatu yang tidak bisa dibagi, DAN MEMPERKENALKAN KEPADA SURGA DAN BUMI
KEJAHATAN YAITU PENYEMBAHAN TERHADAP MANUSIA. namun pasukan roh-roh ilahi yang
kudus bersama kami hanya menyembah satu Tuhan Yesus Kristus.”10
Di dalam kutipan yang mengejutkan ini, Konsili Konstantinopel II mengajarkan bahwa pelarutan yang
nista akan Yesus menjadi dua pribadi oleh pandangan Nestorius tentang Penjelmaan menghasilkan
penyembahan dua putra, dan akibatnya memperkenalkan PENYEMBAHAN TERHADAP MANUSIA. Kami
ulangi, PANDANGAN NESTORIUS YANG SESAT TENTANG PENJELMAAN MENGHASILKAN
PENYEMBAHAN TERHADAP DUA PUTRA DAN AKIBATNYA MEMPERKENALKAN PENYEMBAHAN
TERHADAP MANUSIA. Ini yaitu doktrin yang sama yang digambarkan oleh St. Yohanes sebagai
doktrin Antikristus. Tidakkah ini terdengar akrab?
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Redemptor Hominis (#10), 4 Maret 1979:
“KENYATAANNYA, NAMA UNTUK KEKAGUMAN YANG DALAM AKAN
NILAI DAN MARTABAT MANUSIA yaitu INJIL, YANG BERARTI:
KABAR BAIK. HAL ITU JUGA DIKENAL SEBAGAI KEKRISTENAN.”11
Ya, Anti-Paus Yohanes Paulus II mengkhotbahkan bidah Nestorius – doktrin Antikristus yang sama. Ia
mengkhotbahkan pelarutan Yesus di dalam Penjelmaan, yang menghasilkan penyembahan terhadap
beberapa Kristus dan penyembahan terhadap manusia!
Di sini, di dalam ensikliknya yang paling pertama, Redemptor Hominis, Anti-Paus Yohanes Paulus II secara
terang-terangan mendefinisikan Injil, Kabar Baik dan Kekristenan sebagai kekaguman akan manusia.
Injil yaitu Hidup Yesus Kristus! Dengan mengatakan bahwa kekaguman yang dalam terhadap setiap
manusia yaitu Injil, Kabar Baik, dan Kekristenan, Anti-Paus Yohanes Paulus II menunjukkan bahwa
setiap manusia yaitu Yesus Kristus yang disembah orang-orang Kristiani. Dan penyembahan kepada
setiap manusia sebagai Kristus ini bermula dari ajaran Anti-Paus Yohanes Paulus II bahwa Putra Allah
menyatukan diri-Nya sendiri dengan setiap manusia di dalam Penjelmaan!
Terlebih lagi, walaupun kemiripan antara Nestorius dan Anti-Paus Yohanes Paulus II tidak terpungkiri,
ada perbedaan yang penting antara keduanya. ada suatu perbedaan yang penting antara sang
Antikristus pertama, Nestorius, dan Anti-Paus Yohanes Paulus II, yang doktrinnya melambangkan
pemenuhan nubuat Bunda Maria bahwa Roma akan menjadi Takhta sang Antikristus. Perbedaannya
yaitu bahwa Anti-Paus Yohanes Paulus II mengkhotbahkan suatu hal yang enam miliar kali lipat lebih
buruk. Nestorius melarutkan Yesus menjadi dua (yang menghasilkan penyembahan terhadap dua
Kristus), sedangkan Anti-Paus Yohanes Paulus II melarutkan Yesus menjadi enam miliar, yang
menghasilkan penyembahan terhadap enam miliar Kristus.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Audiens Umum, 25 Januari 1984:
“Kristus, Putra Allah, dengan menjadi daging, mengambil kodrat manusiawi setiap orang...
Pada saat ini Ia menjadi satu dengan setiap orang... Di dalam ensiklik Redemptor Hominis saya
menuliskan bahwa ‘nama untuk kekaguman yang dalam akan nilai dan martabat manusia
yaitu Injil, yaitu, Kabar Baik. Hal itu juga dikenal sebagai Kekristenan.’”12
Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan
694
Di sini, Anti-Paus Yohanes Paulus II menggambarkan pelarutan Yesus yang dilakukannya (doktrin
Antikristusnya) dan penyembahannya terhadap manusia dengan saksama. Ia mengatakan kepada kita
bahwa sebab Putra Allah bersatu dengan setiap orang lewat Penjelmaan-Nya, yaitu, sebab Putra Allah
dilarutkan ke dalam setiap orang lewat Penjelmaan, nama untuk Kekristenan yaitu kekaguman
yang dalam akan setiap manusia; sebab lewat peristiwa ini , setiap manusia yaitu Yesus
Kristus. Setiap manusia benar-benar yaitu Putra Allah dan benar-benar manusia. Kami akan
membuktikan di dalam artikel ini bahwa doktrin Antikristus ini, bahwa setiap manusia menjadi Putra
Allah di dalam Penjelmaan dan oleh sebab itu menjadi Yesus Kristus, yaitu apa yang dikhotbahkan
oleh Anti-Paus Yohanes Paulus II kepada dunia.
3. Setiap orang harus mengambil Penjelmaan sebagai miliknya sendiri
Tidak lama sebelum mendefinisikan Kekristenan sebagai kekaguman yang dalam akan manusia di dalam
ensiklik pertamanya, Redemptor Hominis, Anti-Paus Yohanes Paulus II menuliskan hal berikut:
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Redemptor Hominis (#10):
“Manusia yang hendak mengerti dirinya sendiri secara menyeluruh... ia harus ‘mengambil
sebagai miliknya sendiri {to appropriate}’ dan mengasimilasikan secara menyeluruh
kenyataan dari Penjelmaan dan Penebusan untuk dapat menemukan dirinya sendiri. Jika
proses yang mendalam ini terjadi di dalam dirinya, ia lalu akan membuahkan bukan hanya
penyembahan terhadap Allah namun juga kekaguman yang dalam akan dirinya sendiri.”13
Versi bahasa Inggris ensiklik ini memakai kata ‘to appropriate’ yang diterjemahkan sebagai
‘mengambil sebagai miliknya sendiri’.14 Untuk mengasimilasikan sesuatu yaitu untuk menyerapnya.
Oleh sebab itu, Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata di sini bahwa manusia harus mengambil
Penjelmaan sebagai miliknya sendiri (yaitu, ia harus mengambil sebagai kepunyaannya sendiri fakta
bahwa Allah telah menjadi manusia) untuk menemukan dirinya sendiri. Hal ini berarti bahwa manusia
harus mengerti bahwa ia yaitu Allah dan manusia pada waktu yang bersamaan untuk menemukan
dirinya sendiri.
Sewaktu hal ini terjadi di dalam diri manusia, menurut Anti-Paus Yohanes Paulus II, manusia bukan
hanya akan memiliki penyembahan terhadap Allah, ‘namun juga kekaguman yang dalam akan dirinya
sendiri’, sebab ia akan menyadari bahwa ia pula yaitu Kristus, Putra Allah yang telah menjadi manusia.
Inilah mengapa Anti-Paus Yohanes Paulus II mendefinisikan Kekristenan sebagai kekaguman yang dalam
terhadap setiap manusia di dalam paragraf berikutnya di dalam ensiklik ini (yang sudah kami kutip).
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Redemptor Hominis (#10), 4 Maret 1979:
“Manusia yang hendak mengerti dirinya sendiri secara menyeluruh... ia harus ‘mengambil sebagai
miliknya sendiri {to appropriate}’ dan mengasimilasikan secara menyeluruh kenyataan dari
Penjelmaan dan Penebusan untuk dapat menemukan dirinya sendiri... KENYATAANNYA, NAMA UNTUK
KEKAGUMAN YANG DALAM AKAN NILAI DAN MARTABAT MANUSIA yaitu INJIL, YANG BERARTI:
KABAR BAIK. HAL ITU JUGA DIKENAL SEBAGAI KEKRISTENAN.”15
Terlebih lagi, Anti-Paus Yohanes Paulus II mengulangi pesannya yang penting (tentang mengambil
sebagai milik sendiri Penjelmaan untuk menemukan manusia) berkali-kali di dalam tulisan-tulisannya
(Catechesi Tradendae #61; Veritatis Splendor #8) sebab , seperti yang kami telah tunjukkan, hal ini
yaitu fondasi dari seluruh Injil Antikristus.
Maka paling tidak tiga kali di dalam tulisan-tulisannya, Anti-Paus Yohanes Paulus II mengajarkan bahwa
manusia harus mengambil Penjelmaan sebagai miliknya sendiri untuk menemukan dirinya sendiri. Dan
Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan
695
segera sesudah ia mengatakan hal ini untuk pertama kalinya di dalam Redemptor Hominis, Anti-Paus
Yohanes Paulus II menegaskan maksudnya yang sesungguhnya dengan mendefinisikan Kekristenan
sebagai suatu kekaguman yang dalam akan setiap manusia, yang menegaskan bahwa penyembahan
terhadap setiap manusia ini mengalir secara langsung dari Penjelmaan.
4. Injil yaitu Kabar Baik tentang manusia
Anti-Paus Yohanes Paulus II mendefinisikan Injil sebagai kekaguman yang dalam akan manusia di dalam
ensiklik pertamanya dan berulang-ulang kali. namun Anti-Paus Yohanes Paulus II juga mendefinisikan
Injil sebagai Kabar Baik tentang Yesus Kristus. Ia mendefinisikannya dalam kedua arti sebab pesannya
yaitu bahwa setiap manusia yaitu Yesus Kristus.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan, 7 Maret 1983:
“Injil yaitu seorang pribadi: ia yaitu Yesus Kristus.”16
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 1 Juni 1980:
“Bukan hanya pesan Injil ditujukan kepada manusia, namun hal ini yaitu pesan Mesianik
yang besar tentang manusia; Injil yaitu wahyu kepada manusia tentang kenyataan yang lengkap
akan dirinya sendiri...”17
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Redemptoris Missio (#13):
“Yesus sendiri yaitu ‘Kabar Baik’,... Ia menyatakan ‘Kabar Baik’ bukan hanya lewat apa
yang Ia katakan atau lakukan, namun lewat diri-Nya sendiri.”18
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 4 Juni 1997:
“Injil, dengan menyatakan Kabar Baik tentang Yesus, juga mengumumkan Kabar Baik
tentang manusia...”19
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Tentang Umat Awam Kristus (#7), 30 Desember 1988:
“...Yesus Kristus sendiri, yaitu ‘kabar baik’...”20
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 9 Mei 1988:
“Injil yaitu wahyu tentang Allah... Injil juga yaitu wahyu tentang kenyataan tentang
manusia, tentang martabatnya... Kita menyebutnya Kabar Baik atau ‘Kabar Gembira’...”21
Anti-Paus Yohanes Paulus II mengkhotbahkan kepada dunia bahwa manusia dan Yesus yaitu satu dan
sama, dan bahwa Injil yaitu kenyataan tentang Yesus dan juga kebenaran tentang setiap manusia.
Faktanya, kutipan berikut, begitu membuka pikiran.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan kepada Para Anggota Kongres AS, 8 Januari 2001:
“Selama masa pelayanan saya yang bertahun-tahun, namun terutama pada Tahun Yubileum yang
baru saja berakhir, saya telah mengundang semua orang untuk beralih kepada Yesus untuk
menemukan di dalam cara-cara yang baru dan yang lebih dalam kenyataan tentang
manusia... Untuk melihat kenyataan tentang Kristus yaitu untuk mengalami dengan
kekaguman yang dalam nilai dan martabat setiap umat manusia, yang yaitu Kabar Baik
dari Injil... (bandingkan Redemptor Hominis, no. 10).”22
Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan
696
Pertama-tama, perhatikan rujukan kepada Redemptor Hominis #10 yang dibuat oleh Anti-Paus Yohanes
Paulus II. Redemptor Hominis #10 yaitu di mana Anti-Paus Yohanes Paulus II pertama-tama
mendefinisikan Injil dan Kekristenan sebagai kekaguman yang dalam akan manusia.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Redemptor Hominis (#10), 4 Maret 1979:
“KENYATAANNYA, NAMA UNTUK KEKAGUMAN YANG DALAM AKAN NILAI DAN MARTABAT
MANUSIA yaitu INJIL, YANG BERARTI: KABAR BAIK. HAL ITU JUGA DIKENAL SEBAGAI
KEKRISTENAN.”23
Kedua, tepat sebelum membuat rujukan ini , Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata bahwa untuk
melihat kenyataan tentang Kristus yaitu untuk mengalami kekaguman yang dalam akan nilai dan
martabat setiap manusia. Dalam kata lain, UNTUK MELIHAT KENYATAAN TENTANG KRISTUS yaitu
UNTUK MENGALAMI SETIAP ORANG, menurut Anti-Paus Yohanes Paulus II, dan inilah Kabar Baik dari
Injil. Hal ini berarti bahwa setiap manusia yaitu Yesus Kristus.
Galatia 1:8-9- “namun sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan
kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu,
terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau
ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu
terima, terkutuklah dia.”
5. Manusia yaitu Kristus, Putra Allah yang Hidup
Di dalam Bab ke-16 dari Injil St. Matius, terjadi salah satu peristiwa yang paling penting di dalam sejarah
Kekristenan.
“sesudah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang,
siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga
yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para
nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "namun apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab
Simon Petrus: "Engkau yaitu Mesias, Anak Allah yang hidup!"
Di dalam peristiwa yang dramatis di dalam sejarah keselamatan, St. Petrus mengakui kebenaran yang
terletak di dalam hati Injil. Ia mengakui dengan benar bahwa Yesus yaitu Kristus, Putra Allah yang
hidup.
Di dalam homilinya yang pertama, Anti-Paus Yohanes Paulus II membahas kata-kata ini yang
diucapkan oleh St, Petrus tentang Tuhan kita Yesus Kristus.
Yohanes Paulus II, Homilinya yang Pertama, Selamanya Menandai Permulaan Pelayanan
Penggembalaannya, Minggu, 22 Oktober 1978: “’1. Engkau yaitu Kristus, Putra Allah
yang hidup’ (Matius 16:16). Kata-kata ini diucapkan oleh Simon, anak Yunus, di distrik
Kaisarea Filipi... Kata-kata ini menandai permulaan dari misi Petrus di dalam sejarah
keselamatan...
“2. Pada hari ini dan di tempat ini kata-kata yang sama ini haruslah sekali lagi diucapkan
dan didengarkan: ‘Engkau yaitu Kristus, Putra Allah yang hidup.’ Ya, Saudara-
saudara dan putra dan putri, kata-kata ini, pertama-tama... mohon dengarkanlah lagi, hari
ini, di tempat suci ini, kata-kata yang diucapkan Simon Petrus. Di dalam kata-kata
Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan
697
ini ada iman Gereja. Di dalam kata-kata yang sama itu ada kebenaran
yang baru, memang, kebenaran yang pokok dan pasti tentang manusia: Putra Allah
yang hidup – ‘Engkau yaitu Kristus, Putra Allah yang hidup.”24
Di dalam homilinya yang pertama sebagai Anti-Paus di tahun 1978, di dalam pidato yang sama yang akan
selamanya menandai permulaan pelayanan penggembalaannya, Minggu, 22 Oktober 1978, Anti-Paus
Yohanes Paulus II menyatakan kepada dunia bahwa MANUSIA yaitu Kristus, Putra Allah yang hidup! Ia
bahkan berkata bahwa hal ini yaitu ‘kebenaran yang baru’ – suatu kebenaran yang baru yang ia ingin
singkapkan di sini. “Engkau yaitu Kristus, Putra Allah yang hidup”, yang diucapkan oleh St. Petrus
tentang Tuhan kita Yesus Kristus yaitu kata-kata yang menggambarkan kebenaran tentang manusia,
menurut Anti-Paus Yohanes Paulus II.
Dan bukanlah suatu kebetulan bahwa Anti-Paus Yohanes Paulus II membuat pernyataan ini di dalam
homilinya yang pertama sebagai Anti-Paus. Ia berada di sini untuk mengotbakan manusia yang
menggantikan/menempatkan diri di tempat Kristus, oleh sebab itu ia menetapkan doktrin
Antikristusnya sejak permulaan. Orang-orang tidak dapat mengerti pentingnya pidato ini.
Paus St. Pius X, E Supremi Apostolatus, 4 Oktober 1903:
“Sewaktu, di sisi lain, dan hal ini menurut rasul yang sama merupakan tanda yang khas
milik Antikristus, manusia dengan kelancangan yang tidak terbatas menempatkan
dirinya sendiri di tempat Allah.”25
Tanda yang khas milik Antikristus, manusia di tempat Allah, yaitu tanda yang khas milik Yohanes
Paulus II. Ia berada di sini untuk menggantikan Injil tentang Yesus Kristus dengan injil tentang manusia
sebagai Kristus. Ia berada di sini untuk menggantikan kebenaran tentang Yesus Kristus dengan
kebenaran tentang manusia.
6. Kenyataan tentang Manusia, yaitu bahwa ia yaitu Yesus Kristus
Di dalam tulisan-tulisan Anti-Paus Yohanes Paulus II, seseorang akan menemukan rujukan-rujukan yang
tidak terhitung kepada manusia. namun di dalam tulisan-tulisannya seseorang juga akan menemukan
rujukan-rujukan yang tidak terhitung tentang ‘kebenaran tentang manusia’ dan ‘seluruh kebenaran
tentang manusia’. Kita sekarang mengetahui apa yang dimaksudkan oleh Anti-Paus Yohanes Paulus II
sewaktu ia merujuk kepada ‘kebenaran tentang manusia’ ini. Hal ini yaitu bahwa kebenaran tentang
manusia itu yaitu bahwa manusia yaitu Yesus Kristus.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 17 Desember 1991:
“Saudara-saudari terkasih, lihatlah Kristus, Kebenaran akan manusia....”26
Di sini, Anti-Paus Yohanes Paulus II secara terang-terangan berkata kepada kita bahwa Kristus yaitu
Kebenaran akan manusia. Hal ini berarti bahwa kebenaran tentang manusia yaitu bahwa ia yaitu
Yesus Kristus.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Audiens Umum, 22 Februari 1984:
”...agar hati nurani dapat dibebaskan di dalam kebenaran yang penuh akan
manusia, yang yaitu Kristus...”27
Di dalam terbitan #5 dari majalah kami, kami mengutip banyak dari naskah-naskah lain di mana Yohanes
Paulus II menunjukkan – kadangkala dengan cara yang sangat lihai – bahwa ‘kebenaran akan manusia’
Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan
698
yaitu bahwa ia yaitu Kristus. Kami merujuk kepada naskah-naskah ini dan videonya di situs
internet kami (www.mostholyfamilymonastery.com), sebab kami harus berpindah haluan.
7. Firman itu telah menjadi daging di dalam seluruh Manusia
Di dalam Yohanes 1:14, kita membaca tentang Penjelmaan Putra Allah, “Dan Firman itu sudah menjadi
daging dan berdiam di antara kita.” Berikut yaitu apa yang dikatakan Anti-Paus Yohanes Paulus II
tentang kata-kata ini .
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Ensiklik tentang Roh Kudus (#50):
“Sabda telah menjadi daging.’ Penjelmaan Allah Putra yaitu persatuan bukan hanya dengan
kodrat manusia, namun di dalam kodrat manusia ini, dalam arti tertentu, segala hal yang
merupakan ‘daging’: seluruh kemanusiaan...”28
Di sini Anti-Paus Yohanes Paulus II mengutip kata-kata dari Yohanes 1:14 dan berkata bahwa Firman
yang menjadi daging berarti persatuan dengan seluruh daging, seluruh kemanusiaan. Hal ini secara
harfiah berarti bahwa Putra Allah menjadi seluruh daging, seluruh kemanusiaan. Dan inilah mengapa
Anti-Paus Yohanes Paulus II mengatakan hal berikut:
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Evangelium Vitae (#104):
“Tepatnya di dalam ‘daging’ setiap manusialah Kristus terus mewahyukan diri-Nya
sendiri... supaya penolakan akan hidup manusia, di dalam bentuk apa pun yang diambil oleh
penolakan ini , yaitu benar-benar penolakan akan Kristus.”29
Di sini Anti-Paus Yohanes Paulus menegaskan doktrinnya sebagaimana yang ia telah tetapkan di dalam
Ensiklik tentang Roh Kudus #50. sebab Sabda telah menjadi daging di dalam seluruh kemanusiaan, di
dalam daging SETIAP MANUSIALAH Kristus mewahyukan diri-Nya sendiri. Setiap manusia yaitu Sabda
yang telah menjadi daging, menurut Anti-Paus Yohanes Paulus II. Perhatikan bagaimana ia pun menaruh
kata ‘daging’ di dalam tanda kutip, yang menunjukkan secara khusus bahwa setiap manusia yaitu
‘Sabda yang telah menjadi daging’ dari Yohanes 1:14.
8. Penjelmaan yaitu Kenyataan tentang Manusia
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili di St. Louis, 27 Januari 1999:
“Di dalam Penjelmaan, Allah mewahyukan diri-Nya sepenuhnya di dalam Putra-Nya...
Penjelmaan juga mewahyukan kebenaran tentang manusia.”30
Hal ini berarti bahwa manusia yaitu Sabda yang telah menjadi daging.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan Angelus, 4 Januari 1981:
“Kedatangan Allah kepada dunia, kelahiran Allah di dalam tubuh manusia, yaitu suatu
kebenaran yang begitu dalam dan memukau. Itu pula yaitu suatu cara manusia, sembari
ia berjalan, menemukan kembali dirinya sendiri.”31
Hal ini berarti bahwa setiap manusia menemukan bahwa dirinya yaitu Allah di dalam tubuh manusia.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 14 Desember 1999:
“Dengan menetapkan pandangan kita kepada misteri Sabda yang menjadi daging...
manusia menemukan dirinya sendiri.”32
Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan
699
Di sini, Anti-Paus Yohanes Paulus II secara terang-terangan menyatakan bahwa dengan menatap kepada
Allah yang menjelma menjadi manusia, manusia menemukan dirinya sendiri.
9. Misteri Sabda yang menjadi daging yaitu misteri tentang Manusia
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan, 14 Januari 1999:
“Dan kenyataannya, hanyalah di dalam misteri dari Sabda yang menjadi daginglah misteri
tentang manusia benar-benar menjadi jelas.”33
Anti-Paus Yohanes Paulus II membuat pernyataan ini ratusan kali. Ia mengatakan kepada kita bahwa
hanya di dalam MISTERI sang Sabda yang menjadi daginglah – yaitu, hanya di dalam misteri Allah yang
menjadi manusialah – misteri setiap manusia menjadi jelas, sebab setiap manusia yaitu Allah yang
menjadi manusia, menurut doktrin Antikristus yang dikhotbahkannya. Perhatikan bahwa Anti-Paus
Yohanes Paulus II tidak berkata bahwa di dalam ajaran sang Sabda yang menjadi daginglah misteri
manusia menjadi jelas, melainkan di dalam misteri Sabda yang menjad daging – misteri dari sang Allah
yang menjadi manusia sendiri – Tuhan kita Yesus Kristus.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Veritatis Splendor (#2), 6 Agustus 1993:
“Faktanya, hanya di dalam misteri Sabda yang menjadi daginglah misteri tentang manusia
menjadi jelas.”34
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Ensiklik tentang Iman dan Akal (#12):
“...hanya di dalam misteri Sabda yang menjadi daginglah misteri tentang manusia menjadi
jelas.”35
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 25 Oktober 1991:
“Kenyataannya, hanya di dalam misteri Sabda yang menjadi daginglah misteri tentang
manusia benar-benar menjadi jelas...”36
10. Maria terberkati sebab ia beriman kepada Manusia
Di dalam Lukas 1:45, Elisabet berkata kepada Maria:
“Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan,
akan terlaksana.”
Di dalam Lukas 1:45, kita membaca bahwa Elisabet memuji Maria sebab imannya kepada Tuhan. Inilah
apa yang dikatakan Anti-Paus Yohanes Paulus II tentang peristiwa ini.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 31 Mei 1980:
“Di ambang pintu rumah Zakaria, Elisabet berkata kepada Maria: ‘Berbahagialah engkau, yang
telah percaya’ (Lukas 1:45). Hendaknya kita menghormati jabatan para ibu yang mengandung,
sebab iman akan manusia terungkap di dalamnya... PERLU ADANYA UNTUK PERCAYA
AKAN MANUSIA, sejak awal. TERBERKATILAH ENGKAU, MARIA, ENGKAU YANG
PERCAYA.”37
Lukas 1:45 memberitahu kita bahwa Maria percaya kepada Tuhan. Di dalam suatu homili di mana ia
mengomentari Lukas 1:45, Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata kepada kita bahwa Maria percaya kepada
manusia sejak awal. Ia jelas-jelas berkata bahwa sang Tuhan yang dipercayai Maria yaitu setiap
manusia.
Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan
700
11. Setiap manusia yaitu Kristus, anak yang terlahir pada hari Natal
Layaknya Anti-Paus Yohanes Paulus II menyatakan bahwa manusia yaitu Kristus, Putra Allah yang
Hidup di dalam homili pertamanya, dan layaknya ia menyatakan bahwa Kekristenan, Kabar Baik, dan
Injil yaitu kekaguman yang dalam terhadap setiap manusia di dalam ensiklik pertamanya, sang
Antikristus ini juga memiliki sebuah pesan untuk dunia di dalam sambutan Natal pertamanya sebagai
seorang Anti-Paus
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Urbi et Orbi, 25 Desember 1978:
“Saya menujukan pesan ini kepada setiap umat manusia, kepada manusia di dalam
kemanusiaannya. Natal yaitu perayaan manusia’”38
Definisi Natal yaitu sebagai berikut: ”Natal {Christmas} – Misa Kristus, nama umum dalam bahasa
Inggris untuk perayaan ulang tahun Tuhan kita...”39 Natal yaitu perayaan kelahiran Yesus Kristus.
Maka, mengapa kita melihat Anti-Paus Yohanes Paulus II, di dalam sambutan Natal pertamanya,
menyatakan kepada setiap umat manusia bahwa Natal yaitu ‘perayaan manusia’? Hal ini tepatnya
sebab ia sungguh-sungguh Antikristus, yang berada di sini untuk mengkhotbahkan pesan bahwa
manusia berada di tempat Kristus. Dan sang Antikristus ini terus mengkhotbahkan pesannya tentang
Natal di tahun-tahun berikutnya.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Urbi et Orbi, 25 Desember 1979:
“Natal yaitu perayaan semua anak-anak di dunia - semuanya...”40
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 25 Desember 1993:
“Natal yaitu perayaan setiap umat manusia...”41
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Urbi et Orbi, 25 Desember 1978:
“Terimalah seluruh kebenaran tentang manusia yang telah diucapkan pada malam Natal;
terimalah dimensi manusia ini yang telah dibukakan untuk semua umat manusia pada Malam
Kudus ini...”42
Kebenaran tentang manusia sama sekali tidak diucapkan pada malam Natal. Satu-satunya kebenaran
yang diucapkan yaitu tentang kelahiran sang Juru Selamat. “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat,
yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Lukas 2:11) {Terjemahan MILT 2008}. Jika malam Natal juga
membawakan ‘seluruh kebenaran tentang manusia’, seperti yang dikatakan Anti-Paus Yohanes Paulus II,
maka seluruh kebenaran tentang manusia yaitu bahwa ia yaitu Yesus Kristus.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Evangelium Vitae (#1):
“’...sebab untuk kalian telah lahir pada hari ini di kota Daud seorang Juru Selamat, yang yaitu
Kristus Tuhan’ (Lukas 2:10-11). Sumber dari ‘sukacita besar’ ini yaitu kelahiran sang Juru
Selamat; namun Natal juga menyingkapkan arti sepenuhnya tentang kelahiran setiap
manusia...”43
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Urbi et Orbi, 25 Desember 1978:
“Jika kita menyelenggarakan dengan begitu khidmat kelahiran Yesus, hal ini bertujuan
untuk memberi kesaksian bahwa setiap umat manusia yaitu seseorang yang unik dan tiada
duanya.”44
Di sini Anti-Paus Yohanes Paulus II mengakui bahwa penyelenggaraan Natal yaitu semata-mata
untuk memberi kesaksian kepada setiap umat manusia.
Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan
701
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 25 Desember 1985:
“Kelahiran Tuhan yaitu cahaya dari Makna; cahaya dari makna yang ditemukan kembali dari
segala hal. Dan terutama makna dari manusia...”45
Di dalam homili yang mencengangkan pada hari Natal, 1985, Anti-Paus Yohanes Paulus II menyatakan
bahwa kelahiran Tuhan yaitu makna dari manusia. Secara terang-terangan ia mengatakan kepada kita
bahwa manusia yaitu Tuhan yang terlahir pada hari Natal.
12. Epifani yaitu perwujudan manusia
Kata ‘Epifani’ berarti perwujudan Allah. Bahkan Anti-Paus Yohanes Paulus II mengakuinya.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan Angelus, 2 Januari 1983:
“Seperti yang telah diketahui secara baik, Epifani berarti perwujudan Yesus kepada orang-
orang, wahyu sang Mesias yang telah dinantikan selama berabad-abad...”46
namun perhatikanlah bagaimana sang Antikristus ini juga mendefinisikan bahwa setiap bayi yaitu
perwujudan Allah.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan Angelus, 11 Januari 1998:
“Setiap bayi yang datang ke dunia yaitu ‘epifani’ Tuhan...”47
Hal ini menunjukkan, lewat definisinya sendiri – dan secara konsisten terhadap semua khotbahnya yang
lain – bahwa setiap bayi yang datang ke dunia yaitu Allah.
Di dalam Wahyu 3:14, Tuhan kita Yesus Kristus menyebut diri-Nya sendiri sang ‘Amin’, saksi yang setia
dan benar. Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata bahwa setiap manusia yaitu sang Amin.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Familiaris Consortio (#30), 22 November 1981:
“...Gereja berpihak kepada kubu kehidupan. DI SETIAP HIDUP MANUSIA ia melihat keagungan
dari ‘Ya’ ini , ‘Amin’ ini , yang yaitu Kristus sendiri.”48
13. Manusia yaitu sang Jalan
Di dalam Yohanes bab 14, kita membaca hal berikut:
“Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami
tahu jalan ke situ?" Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan...””
Di dalam salah satu ayat yang paling mencolok di dalam Kitab Suci, Yesus Kristus berkata kepada kita
bahwa Ia (Yesus) yaitu sang Jalan. Apa yang dikatakan Anti-Paus Yohanes Paulus II kepada kita?
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan, 9 Februari 2001:
“Umat manusia yaitu sang jalan...”49
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Ensiklik tentang Karya Manusia (#1), 14 September 1981:
“...manusia yaitu jalan yang utama dan mendasar... diperlukan untuk selalu kembali ke
jalan ini...”50
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan di Polandia, 14 Juni 1999:
“Manusia yaitu jalan yang utama dan mendasar...”51
Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan
702
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan, 7 April 1998:
“...manusia yaitu jalan pertama...”52
Anti-Paus Yohanes Paulus II, 21 Juni 2002:
“...di dalam Ensiklik Redemptor Hominis, saya ingin mengulangi bahwa pribadi manusia yaitu
jalan yang utama dan pokok...”53
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Surat kepada Para Keluarga (#1), 2 Februari 1994:
“...manusia yaitu sang jalan...”54
Yesus Kristus berkata kepada kita dengan sangat jelas bahwa Ia (Yesus) yaitu sang Jalan. Anti-Paus
Yohanes Paulus II berkata bahwa manusia yaitu sang Jalan. Anti-Paus Yohanes Paulus II
mengkhotbahkan bahwa manusia yaitu sang Jalan sedangkan hanya Yesus sendirilah Jalan ini ,
tepatnya sebab ia yaitu Antikristus, dan ia mengkhotbahkan manusia di tempat Kristus.
Dan tidak ada keraguan bahwa Anti-Paus Yohanes Paulus II menyadari sepenuhnya bahwa ia
menempatkan manusia di tempat Allah sewaktu ia mengkhotbahkan bahwa manusia yaitu sang jalan. Ia
menyadari sepenuhnya akan fakta bahwa hanya Yesus Kristus sendirilah Jalan ini . Ya, pria ini, yang
dapat berbicara 14 bahasa dengan lancar, yang yaitu pria yang paling banyak dilihat orang di dunia,
yang menjelajahi lebih banyak tempat dibandingkan siapa pun di dalam sejarah, dan berbicara kepada lebih
banyak orang dibandingkan siapa pun, menyadari sepenuhnya bahwa Yesus Kristuslah jalan ini .
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Catechesi Tradendae (#5), 16 Oktober 1979:
“Yesuslah ‘jalan, kebenaran, dan hidup’, (Yohanes 14:6)...”55
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Catechesi Tradendae (#22), 16 Oktober 1979:
“...Kristus, yang yaitu jalan...”56
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Tentang Umat Awam Beriman (#34), 30 Desember 1988:
“Kristus untukmu yaitu Jalan...”57
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 8 April 2001:
“sebab hanya Yesus sendiri yaitu Jalan...”58
Anti-Paus Yohanes Paulus II mengetahui dengan sangat baik bahwa Yesus sendirilah sang Jalan,
walaupun demikian, ia juga mengkhotbahkan berulang-ulang kali bahwa manusia yaitu sang Jalan. Anti-
Paus Yohanes Paulus II mengkhotbahkan kepada kita bahwa kedua pernyataan ini tidak
bertentangan – bahwa manusia dan Kristus dapat menggantikan satu sama lain sebab mereka sama
saja.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 10 Desember 1989:
“...luruskanlah jalan Tuhan dan manusia, YANG yaitu jalan Gereja.”59
Sewaktu ia mengucapkan homili yang mencengangkan ini, kita harus mengingat kata-kata St. Yohanes
Pembaptis di dalam Injil. St. Yohanes Pembaptis berkhotbah sebelum kedatangan Kristus:
Yohanes 1:23- “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan
Tuhan!”
namun Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata kepada kita agar kita meluruskan jalan Tuhan DAN
MANUSIA. Maksudnya sangatlah jelas! Maksudnya yaitu bahwa manusia yaitu Tuhan. Faktanya,
Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan
703
perhatikan kalimat terakhir di dalam kutipan dari Anti-Paus Yohanes Paulus II. Ia tidak berkata kepada
kita agar kita meluruskan JALAN-JALAN {jamak}* Tuhan dan manusia, yang yaitu jalan Gereja. namun
ia berkata “luruskanlah JALAN {tunggal} Tuhan dan manusia, YANG yaitu * jalan Gereja.” Hal ini
hanyalah satu jalan, menurut Anti-Paus Yohanes Paulus II.
*{Dalam bahasa Inggris, homili ini berkata sebagai berikut: “...make straight the way {tunggal} of the Lord
and of man, which is {tunggal} the path of the Church.” Dan di dalam bahasa Prancis sebagai berikut:
“...afin qu’il nous soit donné d’ouvrir à notre tour la voie du Seigneur et la voie {tunggal} de l’homme, qui est
{tunggal} la voie de l’Église.” Hal ini menunjukkan di dalam kedua terjemahan bahasa ini bahwa
Anti-Paus Yohanes Paulus II memang menganggap bahwa hanya ada satu jalan yaitu jalan Tuhan
dan jalan manusia. Konsekuensinya, manusia yaitu Tuhan di dalam pengertiannya.}
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Surat kepada Para Keluarga (#23):
“Semoga kita semua diperkenankan untuk mengikuti Ia yang yaitu ‘jalan, kebenaran, dan
hidup (Yohanes 14:6)’”60
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Redemptor Hominis (#13), 4 Maret 1979:
“Yesus Kristus yaitu jalan utama bagi Gereja.”61
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Redemptor Hominis (#22):
“sebab di dalam hal ini Gereja juga mengakui jalan untuk kehidupan sehari-harinya, YAITU
SETIAP MANUSIA.”62
Perhatikan sekali lagi pesan yang jelas di mana terjadi penggantian di dalam kutipan-kutipan kedua
terakhir di dalam ensiklik yang sama.
14. Manusia yaitu sang Kebenaran
Di dalam Yohanes 14:6, Tuhan kita Yesus Kristus mengidentifikasikan diri-Nya sendiri bukan hanya
sebagai Jalan, namun juga Kebenaran.
"Akulah jalan dan kebenaran...” (Yohanes 14:6)
Yesus Kristus mengatakan kepada kita bahwa ia yaitu sang Kebenaran. Apakah yang dikatakan Anti-
Paus Yohanes Paulus II?
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Veritatis Splendor (#84):
“Pertanyaan Pilatus: ‘Apakah kebenaran itu?’ mencerminkan kegelisahan yang
menyedihkan dari seorang manusia yang tidak lagi mengenal siapa dirinya sendiri...”63
Di sini sang Antikristus mengatakan kepada kita bahwa pertanyaan Pilatus, “apakah kebenaran itu”
mencerminkan kegelisahan dari seseorang yang tidak lagi mengenal SIAPA DIRINYA SENDIRI! Anti-Paus
Yohanes Paulus II di sini mencoba untuk meletakkan Injil sataniknya di depan muka kita. Ia mencoba
untuk meletakkannya di depan muka kita bahwa manusia yaitu sang kebenaran – bahwa setiap
manusia benar-benar yaitu Kristus yang tidak dapat dikenali oleh Pilatus – dan bahwa Pilatus sendiri
(sewaktu ia gagal untuk mengerti kebenaran yang hadir sendiri, sang kebenaran yaitu Tuhan kita Yesus
Kristus) gagal untuk mengerti siapakah manusia itu!
Di samping ‘Kebenaran’, salah satu gelar dari Tuhan kita Yesus Kristus yaitu ‘Firman’.
Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan
704
Yohanes 1:1- “Pada mulanya yaitu Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman
itu yaitu Allah.”
Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan
705
Anti-Paus Yohanes Paulus II mengakui fakta ini di dalam Ensiklik tentang Roh Kudus #36.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Ensiklik tentang Roh Kudus (#36), 18 Mei 1986:
“...sang Firman, sang Putra yang kekal.”64
namun perhatikan sekarang bagaimana Anti-Paus Yohanes Paulus II menerapkan gelar Tuhan kita ini
kepada manusia di dalam paragraf yang persis berikutnya di dalam ensiklik ini.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Ensiklik tentang Roh Kudus (#37):
“Di sini kita menemukan diri kita sendiri di tengah-tengah suatu hal yang dapat disebut sang
‘anti-Firman’, atau dalam kata lain ‘anti-kebenaran’. sebab kebenaran tentang manusia
menjadi dipalsukan: siapakah manusia itu...”65
Di dalam Ensiklik tentang Roh Kudus #36, Anti-Paus Yohanes Paulus II mengatakan kepada kita bahwa
Yesus Kristus yaitu sang Firman dan Putra yang kekal. Di sini, pada paragraf #37 di dalam ensiklik yang
sama, Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata kepada kita bahwa sang ‘anti-Firman’ dan ‘anti-
kebenaran’ yaitu suatu pemalsuan dari kebenaran tentang manusia – suatu pemalsuan tentang
siapa manusia itu. Hal ini jelas-jelas berarti bahwa manusia yaitu sang Firman, sang Kebenaran, Putra
Allah.
15. Manusia yaitu sang Hidup
Di dalam Yohanes 14:6, Tuhan kita Yesus Kristus mengidentifikasikan diri-Nya sendiri bukan hanya
sebagai Jalan, dan Kebenaran, namun juga sebagai Hidup.
"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup...” (Yohanes 14:6)“
Yesus Kristus berkata kepada kita bahwa Ia yaitu sang hidup. St. Yohanes Penginjil menegaskan
kebenaran ini dengan menggambarkan Tuhan kita Yesus Kristus sebagai ‘Firman hidup’ dan ‘hidup kekal’
di dalam surat pertamanya.
1 Yohanes 1:1-3- “Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat
dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami
tentang Firman hidup--itulah yang kami tuliskan kepada kamu. Hidup itu telah dinyatakan, dan
kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang
hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.”
Di dalam ayat yang dalam dari Kitab Suci ini, St. Yohanes mengidentifikasikan Yesus Kristus sebagai
Hidup Kekal, sebagaimana yang telah dikatakan Tuhan kita sendiri kepada kita. namun apakah yang
dikatakan sang Antikristus? Bahkan, apakah yang dikatakan sang Antikristus tentang ayat yang sama dari
Kitab Suci yang baru saja kami kutip (bab pertama dari surat St. Yohanes)?
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Evangelium Vitae (#30), 25 Maret 1995:
“Arti yang paling mendalam dan asli dari meditasi tentang apa yang
dikatakan wahyu TENTANG HIDUP MANUSIA dibahas oleh Rasul Yohanes di
dalam kata-kata pembukaan di dalam Surat Pertamanya. Apa yang telah ada
sejak semula, yang telah kami dengar...tentang Firman hidup--itulah yang kami
tuliskan kepada kamu. Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan
sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal,
Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan
706
yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada
kami...‘66
Di sini Anti-Paus Yohanes Paulus II mengutip kata demi kata ayat pembuka surat pertama St. Yohanes, di
mana St. Yohanes menggambarkan bagaimana ia mendengar dan melihat Yesus Kristus: Firman Hidup. Ia
berkata kepada kita bahwa ayat ini tentang Yesus Kristus yaitu apa yang dikatakan wahyu kepada kita
tentang HIDUP MANUSIA! Tidaklah mungkin bagi Anti-Paus Yohanes Paulus II untuk telah
mengkhotbahkan bahwa manusia yaitu Yesus Kristus dengan lebih jelas!
Dan Anti-Paus Yohanes Paulus II mengetahui dengan begitu persis apa yang ia katakan sewaktu ia
menerapkan ayat tentang Tuhan kita ini kepada manusia, sebab di dalam 50 paragraf sesudah nya di
dalam ensiklik yang sama, Evangelium Vitae, Anti-Paus Yohanes Paulus II kembali mengutip ayat yang
sama dari Alkitab – namun kali ini dengan arti yang benar!
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Evangelium Vitae (#80.1):
“Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata
kami...tentang Firman hidup...Yesuslah satu-satunya Injil: tidak ada hal lain yang perlu kami
katakan atau yang kami saksikan.”67
Maka, di dalam satu ensiklik, Anti-Paus Yohanes Paulus II mengutip kata-kata pembukaan dari surat
pertama St. Yohanes dua kali; yang pertama berkata tentang hidup manusia dan yang kedua ia berkata
bahwa hal ini yaitu tentang Yesus Kristus. namun , seperti yang kita telah tunjukkan, di dalam
khotbah sang Antikristus, hal ini tidaklah bertentangan. Di dalam khotbahnya sewaktu ia berbicara
tentang ‘Hidup kekal’ ini yaitu tentang manusia, dan sewaktu ia berbicara tentang manusia, ini yaitu
tentang ‘Hidup kekal’.
16. Setiap manusia yaitu Ekaristi
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan Angelus, 29 Mei 1983:
“Pikiran tentang Ekaristi ada di setiap pertemuan, bukan hanya sebab di
dalam Ekaristi terkandung hal yang dimiliki oleh hidup manusia secara
paling mendalam...”68
Tuhan kita Yesus Kristus, Tubuh, Darah, Jiwa, dan Keilahian-Nya ada di dalam Ekaristi. Anti-Paus
Yohanes Paulus II berkata bahwa hal yang terkandung di dalam Ekaristi dimiliki oleh hidup manusia
secara paling mendalam. Ini jelas-jelas berarti bahwa setiap manusia memiliki Tubuh, Darah, Jiwa, dan
Keilahian Kristus sebab setiap manusia yaitu Kristus.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Redemptor Hominis (#20):
“Ekaristi yaitu Sakramen di mana diri kita yang baru diungkapkan dengan
sepenuhnya...”69
17. Setiap manusia yaitu Kristus yang disalibkan
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 11 Juni 1982:
“Sewaktu kita menatap salib, kita melihat di dalamnya sengsara manusia: sengsara
Kristus.”70
Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan
707
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan, 28 Maret 1982:
“Kunjungan penggembalaan saya, begitu dekat dengan Pekan Suci, oleh sebab itu menjadi suatu
meditasi akan ‘Sengsara Kristus’ dan ‘Sengsara Manusia’.”71
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Tentang Arti Penderitaan (#20):
“Manusia, dengan menemukan lewat iman penderitaan Kristus yang menebuskan, juga
menemukan di dalamnya penderitaan dirinya sendiri...”72
Manusia tidak menemukan di dalam penderitaan dirinya sendiri di dalam penderitaan Kristus sebab
manusia bukanlah Kristus. namun inilah yang dikhotbahkan Anti-Paus Yohanes Paulus II.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Khotbah di dalam Koloseum (#20), 10 April 1998:
“Sewaktu kita merenungkan Kristus yang wafat di Salib, pikiran kita tertuju kepada
ketidakadilan dan penderitaan yang tidak terhitung yang memperpanjang sengsara-Nya di setiap
bagian dunia. Saya membayangkan tempat-tempat di mana manusia dihina...”73
Sewaktu kita merenungkan Kristus yang wafat di Salib, kita tidak berpikir tentang tempat-tempat di
mana manusia dihina, sebab manusia bukanlah Kristus yang disalibkan.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Audiens Umum, 12 Januari 1994:
“Walaupun St. Paulus mengingatkan kita bahwa ‘Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara
orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia’ (Roma 6:9), maut terus
menjadi bagian dari keberadaan manusia. Kita yaitu para saksi terhadap suatu proses
kematian di daerah Balkan, dan, sayangnya, kita yaitu saksi yang tidak berdaya akan hal
ini . Kristus terus mati di tengah-tengah peristiwa-peristiwa tragis yang berlangsung di
bagian dunia ini , dan itulah subjek dari renungan kita bersama. Kristus terus bersengsara
di dalam banyak sekali saudara-saudari kita: di dalam pria, wanita, dan anak-anak, di dalam
yang muda dan di dalam yang tua, di dalam banyak sekali orang-orang Kristiani dan Muslim,
di dalam orang-orang beriman dan yang tak beriman.”74
Anti-Paus Yohanes Paulus II memulai dengan mengakui bahwa Kristus tidak akan pernah mati lagi
(Roma 6:9). Ia lalu berkata kepada kita bahwa maut terus menjadi bagian dari keberadaan manusia. Ia
lalu mengatakan kepada kita bahwa Kristus terus mati, di dalam orang-orang Kristiani dan Muslim, di
dalam orang-orang beriman dan yang tak beriman. Jalan pikirannya tidak sulit untuk diikuti: walaupun
Kristus tidak akan pernah mati kembali, manusia tetaplah mati – maka Kristus mati sebab manusia
yaitu Kristus. Ia bahkan menekankan bahwa Kristus terus mati di dalam para Muslim dan orang-orang
yang tidak beriman, yang menegaskan lebih lanjut bahwa ia mengkhotbahkan bahwa manusia yaitu
Kristus.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 1 Oktober 1999:
“Ia, Imanuel, Allah beserta kita, telah disalibkan di dalam kamp-kamp konsentrasi dan di
dalam gulag; ia mengenal penderitaan di bawah pengeboman di dalam parit; ia menderita
di mana pun martabat asasi manusia, setiap umat manusia, dipermalukan, ditekan dan
dilanggar.”75
Istilah Imanuel (Allah beserta kita) sangatlah khusus. Istilah ini merujuk kepada satu Pribadi. Tuhan kita
Yesus Kristus yaitu Imanuel (Yesaya 7:14, Matius 1:23). Dan Tuhan kita Yesus Kristus disalibkan satu
kali untuk dosa-dosa kita. Dengan menggambarkan setiap manusia sebagai Imanuel, Anti-Paus Yohanes
Paulus II secara khusus menunjukkan bahwa setiap manusia yaitu Allah bersama kita.
Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan
708
Sangatlah jelas bahwa Anti-Paus Yohanes Paulus II mengkhotbahkan bahwa setiap manusia yaitu
Kristus yang disalibkan, Juru Selamat Dunia. namun ada satu tempat di dalam ensikliknya
Evangelium Vitae yang sangatlah menarik berkenaan dengan hal ini, sebab hal ini menunjukkan
penipuan dan kelihaian yang digunakan oleh sang Antikristus di dalam khotbahnya yang satanik.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Evangelium Vitae (#50.2), berbicara tentang kegelapan pada Jumat
Agung:
“namun kemuliaan Salib tidaklah dikalahkan oleh kegelapan ini, melainkan, {kemuliaan
ini } bersinar bahkan dengan lebih terang dan cerah, dan tersingkapkan sebagai pusat,
makna dan tujuan dari segala sejarah dan dari setiap hidup manusia.”76
Di sini, Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata bahwa kemuliaan Salib tersingkapkan sebagai makna
dari SETIAP HIDUP MANUSIA. Ingat-ingat hal ini selagi kita membaca kutipan selanjutnya dari
Evangelium Vitae.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Evangelium Vitae (#50.3):
“Yesus dipaku di Salib... Oleh sebab itu pada saat itulah tersingkapkan, pada saat-Nya yang
paling lemah, identitas Putra Allah: kemuliaannya terwujud di Salib !”77
Di sini, Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata bahwa lewat kemuliaan Salib identitas Putra Allah
tersingkapkan. namun ia baru saja berkata kepada kita, satu paragraf sebelumnya, bahwa kemuliaan
Salib yaitu makna dari SETIAP HIDUP MANUSIA. Hal ini berarti, secara logis, bahwa Putra Allah =
makna setiap hidup manusia. Untuk menggambarkan hal ini, kita akan melihat kembali kata-katanya.
Kemuliaan Salib yaitu makna setiap hidup manusia (Evangelium Vitae #50.2).
Kemuliaan Salib menyingkapkan Putra Allah (Evangelium Vitae #50.3).
Kesimpulan: Putra Allah yaitu makna dari setiap hidup manusia.
18. Manusia pada dasarnya yaitu Allah
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Ecclesia in America (#29):
“Doa menuntun umat Kristiani sedikit demi sedikit untuk memperoleh pandangan yang
kontemplatif tentang kenyataan... untuk merenungkan Allah di dalam setiap manusia...”78
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 10 Agustus 1985:
“Pada hari ini, sewaktu kami mengonsekrasikan katedral kalian, kami
sangat menginginkan agar katedral ini akan menjadi ‘Bait Allah dan manusia
yang sejati...’”79
Kutipan ini membuktikan bahwa Anti-Paus Yohanes Paulus II mengkhotbahkan penyembahan manusia
sebagai Allah, dengan menginginkan transformasi Bait Allah menjadi Bait Allah dan MANUSIA.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 9 Agustus 1980:
“...intensi yang pertama dan pokok dari setiap organisasi dan setiap negara: menghormati
dan mencintai manusia!”80
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 13 April 1979:
“...hati nurani seluruh umat manusia, yang menyatakan tujuan dari manusia sebagai tujuan
utama dari segala perkembangan.”81
Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan
709
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan kepada Para Pengajar Universitas, 9 September 2000:
“Kalian semua dapat berkata, bersama sang filsuf kuno: ‘Saya sedang mencari manusia!”82
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 1 Januari 1986:
“Manusia perlu yakin akan manusia.”83
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 21 Juni 1986:
“Ya! Manusia! Gereja tidak beristirahat selama manusia terancam di dalam
martabatnya...”84
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Pesan kepada Konferensi tentang Budaya, 10 Maret 1986:
“...Timur dan Barat dapat digabungkan untuk mengembangkan suatu pandangan yang benar-
benar universal dan bersifat kemanusiaan berdasar iman akan manusia.”85
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan Angelus, 20 April 1980:
“...manusia dilanggar dan dipermalukan: manusia, ciptaan Allah yang memukau, yang tidak
dapat, yang tidak boleh dilanggar.”86
Ingat, layaknya Nestorius mengkhotbahkan bahwa Yesus Kristus yaitu dua pribadi: Putra Allah dan
seorang manusia bernama Yesus, Anti-Paus Yohanes Paulus II juga mengkhotbahkan bahwa setiap
manusia yaitu dua pribadi: Putra Allah dan manusia biasa (yaitu Nestorianisme yang diterapkan kepada
setiap manusia). Inilah mengapa ia dapat berbicara di dalam satu kalimat tentang manusia sebagai
ciptaan Allah sementara ia dapat menunjukkan bahwa manusia yaitu Allah yang tidak dapat, yang tidak
boleh dilanggar.
19. Manusia yaitu Manusia dari Surga
Di Yohanes 8:23-24 kita membaca hal berikut,
“Lalu Ia [Yesus] berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu
dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. sebab itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan
mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam
dosamu."”
Di dalam ayat yang dalam dari Injil St. Yohanes, Tuhan kita Yesus Kristus menggambarkan diri-Nya
sendiri sebagai Ia yang dari atas. Ia menggambarkan manusia sebagai yang berasal dari bawah.
Ingat-ingat hal ini selagi kita membaca kata-kata berikut dari Anti-Paus Yohanes Paulus II.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Homili, 30 Mei 1982:
“Selagi ia memandang dirinya sendiri, manusia juga menemukan seperti yang dikatakan Kristus
didalam dialog bersama para Farisi – apa yang berasal ‘dari bawah’ dan yang ‘dari atas’. Manusia
menemukan di dalam dirinya sendiri (hal ini yaitu pengalaman yang konstan) manusia
‘dari atas’ dan manusia ‘dari bawah’ bukan sebagai dua manusia, namun hampir dua
dimensi dari manusia yang sama, manusia yang yaitu masing-masing dari kita: anda,
ia.”87
Di sini, Anti-Paus Yohanes Paulus II berkata kepada kita dengan kelancangan yang hampir mengejutkan
bahwa setiap manusia yaitu manusia dari atas dan dari bawah! namun di dalam ayat yang dikomentari
Anti-Paus Yohanes Paulus II (dialog Kristus bersama para Farisi di Yohanes 8:23-24), Yesus
mendefinisikan diri-Nya sendiri sebagai yang berasal ‘dari atas’ dan manusia sebagai yang
Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan
710
berasal ‘dari bawah’. Tidak terpungkiri bahwa Anti-Paus Yohanes Pauus II berkata bahwa setiap
manusia – masing-masing dari kita – juga yaitu Kristus, manusia dari atas dalam Yohanes 8:23-24!
20. Kenyataan sesungguhnya tentang Manusia: ia yaitu Allah
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Evangelium Vitae (#36):
“Sewaktu Allah tidak diakui SEBAGAI ALLAH, makna yang dalam akan manusia
dikhianati...”88
Hal ini berarti bahwa makna yang dalam akan manusia yaitu bahwa ia yaitu Allah.
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Sambutan kepada Duta Besar Prancis, 24 Oktober 1998:
“Humanisme yaitu cita-cita umum bagi seluruh Prancis; hal ini menyatakan bahwa
tiada hal yang lebih indah ataupun lebih besar dibandingkan manusia...”89
Anti-Paus Yohanes Paulus II, Urbi et Orbi, 25 Desember 1985:
“Apa itu rahmat? Rahmat tepatnya yaitu perwujudan Allah. Allah membuka diri-Nya sendiri
kepada manusia. Allah, walaupun ia tetap berada di dalam kepenuhan kodrat ilahi-Nya yang
tidak dapat dimengerti, Ilah yang Satu dan Tiga, membukakan diri-Nya sendiri terhadap
manusia, menjadikan diri-Nya sendiri karunia terhadap manusia, yang Ialah Pencipta dan
Tuhannya. Rahmat yaitu Allah sebagai “Bapa kami”. Ia yaitu Putra Allah sebagai Putra
sang Perawan. Ia yaitu Roh Kudus, yang berkarya di dalam hati manusia dengan kelimpahan
karunia yang tidak terbatas. Rahmat yaitu Imanuel: Allah beserta kita. Allah di antara kita.
Rahmat yaitu Allah untuk kita lewat malam di Betlehem, lewat Salib di Kalvari, lewat
Kebangkitan, lewat Ekaristi, lewat Pentakosta, lewat Gereja – Tubuh Kristus. Rahmat juga,
yait






