gereja vatikan 31

 


tama. Sewaktu mereka mendengar hal ini 

berulang kali – inilah “kerasulan Bunda Maria” dan “majalah Bunda Maria” dan “Toko Buku Bunda Maria” 

– orang-orang sering tercuci otaknya sehingga mereka mengikuti segala sesuatu yang dikatakan oleh 

Gruner tentang Fatima, mendukungnya dengan penuh semangat (sebab siapakah yang tidak ingin 

mendukung Bunda Maria?) atau menganggap Gruner sebagai wakil pribadi dari Bunda Maria. sebab  

orang-orang begitu lugunya, propaganda Gruner telah menjadi suatu faktor utama yang telah membuat 

kerasulan Gruner menjadi sedemikian besarnya. Itulah sebabnya kerasulan Gruner terus memakai  

propaganda semacam ini dengan begitu sering. Contohnya, pada saat ia meminta bantuan beberapa 

waktu yang lalu, Gruner mengatakan hal berikut: 

“Ingat, bukan saya, Romo Gruner, melainkan Bunda Maria dari Fatima yang [sic] meminta 

anda! Mohon lakukan segala sesuatu yang dapat anda lakukan.”84 

Itulah mengapa begitu banyak orang telah dicuci otaknya sehingga mereka tidak mempertimbangkan 

suatu hal pun tentang perkara ini yang tidak selaras dengan pandangan-pandangan “Romo” Gruner.  

Omong-omong, Gruner berkata di dalam salah satu dari surat-suratnya bahwa ia ingin mengirimkan 

buku “Fatima Priest” [Imam Fatima] (yang yaitu  riwayat hidupnya) kepada setiap “Uskup” di dalam 

negeri! Upaya itu sungguh merupakan pemborosan. Buku Fatima Priest [Imam Fatima] yang dipenuhi 

gambar Gruner di sepanjang hidupnya termasuk sewaktu ia masih bayi, pada dasarnya yaitu  buku 

tentang dirinya dan mengisahkannya sebagai seorang pahlawan. Buku ini telah diterjemahkan ke dalam 

berbagai bahasa untuk menyebarkan “Kabar Baik” Nicholas Gruner ke seluruh dunia.  


668 

 

Semua ini merupakan alasan Gruner terus-menerus mempromosikan foto-foto Anti-Paus Yohanes Paulus 

II di dalam majalahnya selama bertahun-tahun (secara positif) sesudah  ia menyadari kemurtadan 

Yohanes Paulus II. Tujuan Gruner bukanlah untuk memberitahukan kebenaran kepada orang-orang; 

melainkan untuk menjaga agar dirinya tetap populer dan dipandang sebagai seorang pahlawan, dengan 

hadirin yang agaknya merupakan bagian dari arus utama yang “Katolik” – dengan mempromosikan 

Yohanes Paulus II dan Fatima pada saat yang bersamaan. Hanya seorang pria yang amat fasiklah yang 

tidak akan mencela Yohanes Paulus II sekalinya ia menyadari kemurtadannya, dan itulah persisnya siapa 

Nicholas Gruner itu. 



Apakah Sekte Vatikan II yaitu  Pelacur Babel yang Dinubuatkan di dalam Kitab Wahyu? 

 

 

44. Apakah Sekte Vatikan II yaitu  Pelacur 

Babel yang Dinubuatkan di dalam Kitab 

Wahyu? 

 

Wahyu 17:4- “Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi 

dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh 

dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.” 

 

Foto: Vatikan, para Kardinal (mengenakan warna merah kirmizi), dan para Uskup (mengenakan warna ungu) 

Tidak satu pun dari poin-poin di sini diperlukan untuk membuktikan bahwa Sekte Vatikan II dan 

para Anti-Pausnya tidaklah Katolik. Bukti doktrin yang telah disingkap di sepanjang buku ini 

telah membuktikannya secara rinci. namun , poin-poin berikut menarik dan memperjelas, sebab  

mereka membantu untuk menjelaskan lebih lanjut alasan krisis yang besar ini terjadi, dan apa yang harus 

dilakukan untuk menanggapinya. 

Wahyu 17:1- “Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu 

dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur 

besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya...” 

Bab 17 dan 18 dari Kitab Wahyu memberi  nubuat-nubuat yang mencolok tentang seorang ‘pelacur 

besar’, atau ‘Pelacur Babel’, yang akan muncul pada hari-hari terakhir dari kota yang berada di atas tujuh 

gunung. Roma dibangun di atas tujuh gunung {bukit}. Itulah mengapa di sepanjang sejarah, Roma telah 

diidentifikasikan sebagai kota di atas tujuh gunung yang disebutkan di dalam Kitab Wahyu. berdasar  

hal ini, para Protestan di sepanjang abad telah menuduh Gereja Katolik sebagai Pelacur Babel. namun  

para Protestan salah, tentunya, sebab  Gereja Katolik yaitu  Mempelai Tak Bernoda Kristus, satu-

satunya Gereja sejati yang Ia telah bangun. namun , yang disebut dengan Pelacur Babel yaitu  seorang 

mempelai palsu – suatu Kontra-Gereja Katolik – yang muncul pada hari-hari terakhir untuk menipu para 

Katolik (para umat beriman sejati), menginjak-injak iman dan melakukan percabulan rohani. 

  

Apakah Sekte Vatikan II yaitu  Pelacur Babel yang Dinubuatkan di dalam Kitab Wahyu? 

674 

 

1. Sang Pelacur duduk di tempat yang banyak airnya. 

Seperti yang kita telah lihat, pelacur besar duduk di tempat yang banyak airnya. Kitab Wahyu 

memberi  kita petunjuk-petunjuk tentang ciri-ciri air ini . 

Wahyu 17:15- “Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita 

pelacur itu duduk, yaitu  bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.” 

‘...bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa’ mengingatkan kita akan suatu pengaruh yang 

mendunia, sesuatu yang memiliki pengaruh di seluruh sudut dunia. Hal yang segera tiba di pikiran yaitu  

Roma dan Gereja Katolik. Misi universal dari Gereja Katolik telah menyatukan para umat beriman dari 

semua umat manusia, bangsa, dan bahasa. 

Paus Pius XII, Fidei donum (#46), 21 April 1957: 

“Bunda Gereja kita yang kudus memang merupakan Bunda ‘dari segala bangsa dan segala 

umat manusia, dan juga dari segala individu...”1 

Dan sebab  Roma yaitu  takhta Gereja universal, jika Roma diduduki oleh seorang Anti-Paus yang 

menjalankan suatu agama baru, hal ini  dapat memengaruhi hampir semua umat manusia, 

bangsa, dan bahasa ke dalam percabulan rohaninya. Itulah mengapa sang pelacur duduk di atas 

bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa. Faktanya, Konsili Trente secara infalibel 

menegaskan firasat kami – bahwa air di atas mana sang pelacur terduduk berkaitan dengan suatu Gereja 

Katolik palsu yang terbentang secara hampir universal pada hari-hari terakhir jika seorang Anti-Paus 

atau suatu rentetan Anti-Paus berhasil menduduki Roma. 

Paus Pius IV, Konsili Trente, Sesi 22, Tentang Kurban Suci Misa: 

“Sinode kudus ini lalu menasihati para imam bahwa telah ditentukan oleh Gereja untuk 

mencampurkan air dengan anggur untuk dipersembahkan di dalam piala, bukan hanya sebab  

kepercayaan bahwa Kristus Tuhan melakukannya, namun  juga sebab  keluar dari lambung-Nya air 

dan darah secara bersamaan, suatu hal yang lewat percampuran ini  memperingatkan 

sakramen ini. Dan sebab , di dalam Wahyu kepada Santo Yohanes, air yang disebutkan 

yaitu  bangsa-bangsa [Why. 17:1, 15], begitu pula persatuan dari para umat beriman 

dengan Kristus, kepala mereka, dilambangkan.”2 

Perhatikan bahwa Konsili Trente secara infalibel menyatakan bahwa air di Wahyu 17:1, 15 

melambangkan persatuan para umat beriman dengan Kristus; dalam kata lain, Gereja Katolik. Sang 

pelacur besar duduk di atas air ini! Oleh sebab  itu, dengan iman Katoliklah sang pelacur besar duduk 

di atas Gereja Katolik; dalam kata lain, ia menghalangi, merintangi, menghapus, dan mencoba untuk 

menggantikan Gereja Katolik. Ini yaitu  gambaran yang sempurna untuk Gereja palsu yang muncul 

dengan Konsili Vatikan II, yang berhasil menipu kebanyakan orang di dunia dengan cara membuat 

mereka berpikir bahwa Gereja palsu ini  yaitu  Gereja Katolik yang sejati. 

Dengan mengerti bahwa ‘air’ di Kitab Wahyu ini  melambangkan bangsa-bangsa dan rakyat banyak 

dan kaum dan bahasa, seseorang mungkin memiliki kunci untuk mengerti ayat-ayat lain yang penting di 

dalam buku ini. Contohnya, Wahyu 18:17-18 berbicara tentang bagaimana para nakhoda dan pelayar dan 

anak-anak kapal menangisi kehancuran kota besar ini 

Wahyu 18:17-18 Dan setiap nakhoda dan pelayar dan anak-anak kapal dan semua orang 

yang mata pencahariannya di laut, berdiri jauh-jauh, dan berseru, ketika mereka melihat asap 

api yang membakarnya, katanya: "Kota manakah yang sama dengan kota besar ini?” 

Apakah Sekte Vatikan II yaitu  Pelacur Babel yang Dinubuatkan di dalam Kitab Wahyu? 

675 

 

Para nakhoda, pelayar, dan yang mata pencahariannya di laut melambangkan mereka yang bekerja 

dengan jiwa-jiwa di dalam Gereja Katolik; yaitu para imam, biarawan, dst. Mereka menangisi kehancuran 

Roma dan bertanya-tanya bagaimanakah Roma dihancurkan dalam waktu yang begitu singkat. 

2. Sang Pelacur duduk di kota di atas tujuh gunung. 

Wahyu 17:9-10- “Yang penting di sini ialah akal yang mengandung hikmat: ketujuh kepala itu yaitu  

tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk, ketujuhnya yaitu  juga tujuh raja...” 

Seperti yang telah dinyatakan, Roma dibangun di atas tujuh gunung. sebab  sang pelacur besar 

menduduki kota di atas tujuh gunung, sang pelacur duduk di atas Roma sendiri – pusat kesatuan di dalam 

Gereja Katolik dan rumah bagi para Paus Roma. 

Paus Benediktus XIV, Apostolica Constitutio, 26 Juni 1749: 

“...Gereja Katolik dilambangkan hanya oleh Kota Roma, di mana kehadiran jasmani rasul itu 

[Petrus] dihormati dengan khusyuk...”3 

Hal yang menarik yaitu  Roma hanyalah memberi  jalan kepada sang pelacur besar pada hari-hari 

terakhir – yaitu sesudah  Revolusi Vatikan II. Itulah mengapa sang pelacur hanya disebutkan di dalam 

Kitab Wahyu. Dan itulah alasan mengapa Kitab Suci berbicara tentang kejatuhan Babel. 

Wahyu 18:2- “Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh 

Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat 

bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang 

dibenci.” 

Di dalam sejarah, Babel {atau Babilon} telah dipandang sebagai suatu nama sandi untuk Roma. 

1 Petrus 5:13- “Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu yang terpilih yang di Babilon, dan 

juga dari Markus, anakku.” 

Para pelajar Kitab Suci mengerti bahwa St. Petrus menulis surat ini dari Roma, yang disebutnya ‘Babilon’. 

Oleh sebab  itu, Roma yaitu  Babilon dan Babilon sudah rubuh. namun  jika ia sudah rubuh, maka pada 

suatu kala ia berdiri tegak. Dan bukankah hal ini benar? sebab  sebelum kerubuhannya, Roma (Babilon) 

yaitu  benteng Katolisisme dan pusat Kekristenan – kota yang besar itu. 

Wahyu 17:18- “Dan perempuan yang telah kaulihat itu, yaitu  kota besar yang memerintah atas 

raja-raja di bumi." 

Beberapa orang mungkin bertanya: “Jika Roma yaitu  ‘kota besar’ itu, lalu mengapa Wahyu 11:8 berkata 

bahwa kota besar ini  yaitu  tempat di mana Tuhan kita disalibkan, yaitu di Yerusalem?” 

Jawabannya yaitu  bahwa Kitab Wahyu tidak mengatakan hal ini : 

Wahyu 11:8- “[kedua saksi] akan terletak di atas jalan raya kota besar, yang secara rohani 

disebut Sodom dan Mesir, di mana juga Tuhan mereka disalibkan.” 

Perhatikan bahwa, tidak seperti yang diutarakan beberapa orang, Kitab Wahyu tidak menyatakan dengan 

jelas bahwa kedua saksi (yang digambarkan beberapa orang sebagai Petrus dan Paulus) dibunuh di 

dalam kota di mana Tuhan kita disalibkan. Perhatikan bahwa ayat ini juga dapat berarti bahwa kota 

besar itu disebut Sodom dan Mesir di mana Tuhan mereka disalibkan. Dalam kata lain, kota besar ini , 

Roma, disebut sebagai ‘Sodom’ dan ‘Mesir’ dan lebih jauh lagi Yerusalem (di mana Tuhan mereka 

Apakah Sekte Vatikan II yaitu  Pelacur Babel yang Dinubuatkan di dalam Kitab Wahyu? 

676 

 

disalibkan) akibat kebejatan kota-kota ini ! Hal ini masuk akal sewaktu kita mempertimbangkan 

bagaimana Roma terkenal akan kebejatannya. Maka, ayat ini tidak secara jelas membuktikan, seperti 

yang telah diajukan beberapa orang, bahwa Yerusalem pastilah merupakan kota besar itu. 

Kota besar itu yaitu  Roma. Dari sudut pandang sejarah, tidak ada kota lain yang telah memerintah atas 

raja-raja di Bumi seperti Roma, yang memiliki keutamaan rohani dan gerejawi yang kepadanya semua 

bangsa tunduk. 

Paus Leo XII, Quod Hoc Ineunte (#6), 24 Mei 1824: 

“Oleh sebab  itu datanglah ke kota Yerusalem yang suci ini, kota imamat dan kerajaan 

yang telah dibuat oleh takhta suci Petrus sebagai ibu kota dunia. Memang ia memerintah 

dengan lebih luas lewat agama ilahi dibandingkan  lewat kekuasaan duniawi.”4 

Dan tidak peduli apakah raja-raja di dunia ingin menerimanya atau tidak, semua umat manusia harus 

tunduk kepada kekuatan rohani Gereja Katolik, yang (sewaktu ada  seorang Paus sejati) 

dilaksanakan dari Roma. 

Paus Bonifasius VIII, Unam Sanctam, 18 November 1302: 

”Di samping itu, Kami mendeklarasikan, Kami memproklamasikan, Kami mendefinisikan 

bahwa setiap makhluk manusia berkeperluan mutlak demi beroleh keselamatan, untuk 

tunduk kepada Paus Roma.”5 

Maka kejatuhan dari kota besar ini yaitu  kejatuhan Roma dari iman Katolik. Hal ini bukanlah jatuhnya 

Gereja Katolik, sebab  Gereja Katolik dapat berada tanpa Roma. Gereja Katolik dapat dikurangi 

jumlahnya sampai hanya menjadi suatu sisa {remnant} seperti yang diprediksikan oleh Tuhan kita 

sewaktu ia berbicara tentang akhir zaman (Lukas 18:8). Sebaliknya, Roma tidak dapat berada tanpa 

Katolisisme. Tanpa Katolisisme, Roma tidak lebih dari ‘tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat 

bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci’ 

(Wahyu 18:2). 

Bunda Maria dari La Salette, 19 September 1846, suatu penampakan yang disetujui Gereja 

Katolik: 

“Roma akan kehilangan Iman dan menjadi takhta sang Antikristus.” 

3. Sang Pelacur yaitu  seorang wanita. 

Wahyu 17:6-7- “Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan 

darah saksi-saksi Yesus. Dan ketika aku melihatnya, aku sangat heran. Lalu kata malaikat itu 

kepadaku: "Mengapa engkau heran? Aku akan mengatakan kepadamu rahasia perempuan itu 

dan rahasia binatang yang memikulnya, binatang yang berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh 

itu.” 

Jika benar bahwa Pelacur Babel yaitu  Gereja Katolik palsu yang bermula dengan revolusi Vatikan II 

(seperti yang ditunjukkan secara sangat jelas oleh buku ini), akan menjadi masuk akal bahwa entitas 

Wahyu ini digambarkan sebagai seorang wanita, untuk membandingkannya dengan seorang wanita yang 

lain – antitesisnya – Gereja Katolik. 

Paus Bonifasius VIII, Unam Sanctam, 18 November 1302: 

“‘Dialah satu-satunya merpatiku, idam-idamanku. Dialah satu-satunya dari ibundanya, yang 

terpilih dari ia yang mengandungnya,’ dan dia melambangkan Tubuh Mistis yang satu dan 

tunggal, dikepalai Kristus dan Kristus dikepalai Allah.”6 

Apakah Sekte Vatikan II yaitu  Pelacur Babel yang Dinubuatkan di dalam Kitab Wahyu? 

677 

 

*{Terjemahan bahasa Inggris dan bahasa Prancis memakai  kata ganti orang ketiga tunggal 

perempuan ‘she’ dan ‘elle’. Kutipan ayat Kidung Agung dari naskah bahasa Latin Unam Sanctam dapat 

ditemukan di Kitab Suci Latin Vulgata di mana ayat ini  memakai  kata ‘una’ yang merujuk 

kepada Gereja sebagai seorang perempuan: una est columba mea perfecta mea una est matris suae electa 

genetrici suae. Kata ganti orang ketiga tunggal ‘dia’ di dalam Bahasa Indonesia tidak membedakan laki-

laki atau perempuan, oleh sebab  itu, kekhususan ini tidak tampak di dalam terjemahan Bahasa 

Indonesia.} 

4. Sang Pelacur yaitu  seorang ibu. 

Wahyu 17:5- “Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari 

wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi." 

Orang-orang Katolik selalu menyebut Gereja sebagai ibu mereka. 

Paus Leo XIII, Satis Cognitum (#16), 29 Juni 1896: 

“Marilah kita mencintai Tuhan Allah kita: marilah kita mencintai Gereja-Nya: Tuhan sebagai Bapa 

kita, Gereja sebagai Bunda kita.”7 

Paus Pius XI, Mortalium Animos (#11), 6 Januari 1928: 

“sebab  jika, sebagaimana yang mereka terus nyatakan, mereka rindu untuk bersatu bersama 

Kami dan umat-umat Kami, mengapakah mereka tidak bergegas untuk datang kepada Gereja, 

‘ibunda dan pengajar dari semua umat beriman Kristus’?”8 

Paus Pius XII, Mystici Corporis Christi (#66), 29 Juni 1943: 

“Tentunya sang Ibu yang penyayang tidak bernoda di dalam Sakramen-sakramen, yang 

dengannya ia melahirkan dan memelihara anak-anaknya; di dalam iman yang selalu ia jaga agar 

tidak terjamah...”9 

Faktanya, Gereja Roma secara khusus disebut sebagai ‘Ibunda dan Pengajar’ dari semua gereja (yaitu 

semua gereja-gereja yang bersekutu dengan Gereja Katolik universal). 

Paus Leo XIII, Exeunte Iam Anno (#2), 25 Desember 1888: 

“...Gereja Roma, Ibunda dan Pengajar dari semua Gereja...”10 

Sangatlah jelas bahwa Kitab Wahyu menggambarkan pelacur Babel sebagai ‘ibu dari wanita-wanita 

pelacur’, sebab  Kontra-Gereja ini  menggantikan Roma, di mana seorang Paus sejati biasanya 

memimpin di atas Bunda Gereja. Roma telah menjadi ibu pelacur di dalam Gereja Katolik palsu pada hari-

hari terakhir yang hampir universal. Dan kita melihat segala tindakannya: kemurtadan dan perzinaan 

rohani dari Kontra-Gereja bermula di Roma, dan lalu menyebar di dalam semua gereja setempat dari 

sekte Kontra-Gereja. Contohnya: indiferentisme rohani yang dipraktikkan di Roma tersebar di seluruh 

pelosok Gereja palsu. 

Maka, layaknya Gereja Katolik yaitu  Ibu yang setia, sang Pelacur yaitu  Ibu dari wanita-wanita pelacur. 

Dan layaknya Gereja Katolik yaitu  Ibu dari semua umat beriman Kristus, sang Pelacur yaitu  Ibu dari 

semua orang yang tidak beriman kepada Kristus: mereka yang telah meninggalkan Gereja dan menerima 

agama baru Vatikan II.  

Apakah Sekte Vatikan II yaitu  Pelacur Babel yang Dinubuatkan di dalam Kitab Wahyu? 

678 

 

5. Sang Pelacur memakai kain ungu dan kain merah. 

Wahyu 17:4- “Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan 

emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala 

kekejian dan kenajisan percabulannya.” 

Wahyu 18:16- “mereka berkata: "Celaka, celaka, kota besar, yang berpakaian lenan halus, dan 

kain ungu dan kain kirmizi, dan yang dihiasi dengan emas, dan permata dan mutiara...” 

Mungkin ini yaitu  salah satu ayat yang paling membuka pikiran di dalam Kitab Wahyu. Di dalam 

Gereja Katolik, para uskup memakai pakaian ungu dan para kardinal mengenakan pakaian 

kirmizi (merah)! Perhatikan bahwa mereka ‘berpakaian’ kain yang memiliki warna-warna ini . 

Dengan memilih untuk menggambarkan sang Pelacur Babilon sebagai seorang wanita yang ‘berpakaian 

lenan halus, dan kain ungu dan kain kirmizi’, Allah memberi  kita suatu petunjuk yang jelas bahwa 

sang pelacur memakai warna-warna dari para uskup dan kardinal yang sejati. Allah memberi  suatu 

petunjuk yang jelas bahwa sang pelacur memakai warna-warna ini  sebab  ia menampakkan diri 

sebagai Gereja Kristus yang sejati – ia memiliki dioses-dioses, sebuah hierarki, bangunan Gereja, 

pakaian, perayaan-perayaan, ‘sakramen-sakramen’, seorang ‘Paus’, dst. – namun  di dalamnya, ia yaitu  

seorang penipu. Ini yaitu  gambaran yang sempurna dari Gereja Sekte Vatikan II, Kontra-Gereja dari 

akhir zaman, yang mengenakan warna-warna Katolisisme (yang oleh sebab  itu tampak demikian untuk 

kebanyakan orang), namun  dari dalam, ia yaitu  suatu agama sesat yang benar-benar murtad.  

6. Sang Pelacur memegang suatu cawan emas di tangannya. 

Wahyu 17:4- “Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, 

permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian 

dan kenajisan percabulannya.” 

Di dalam Gereja Katolik, para imam yang mempersembahkan Korban Kudus Misa wajib memakai  

sebuah piala, yang jika mungkin, dibuat dari emas. Bukanlah suatu kebetulan bahwa sang pelacur 

memiliki suatu cawan emas di dalam tangannya. Sang pelacur, seperti biasa, meniru-niru, berperan, dan 

berpura-pura menjadi Gereja Katolik; namun  ia bukanlah Gereja Katolik. Seorang imam Katolik 

mempersembahkan piala emas yang penuh dengan Darah yang Berharga dari Tuhan dan Juru Selamat 

kita, Yesus Kristus. Sang Pelacur mempersembahkan sebuah cawan (piala) penuh kekejian dan 

kekotoran – anggur Misa Baru yang tidak valid! 

Khususnya, ayat ini merujuk kepada Novus Ordo Missae (Misa Baru), yang tidak memiliki Darah Yesus 

Kristus, melainkan suatu persembahan yang yaitu  suatu kekejian di mata-Nya. 

Wahyu 18:6- “Balaskanlah kepadanya, sama seperti dia juga membalaskan, dan berikanlah 

kepadanya dua kali lipat menurut pekerjaannya, campurkanlah baginya dua kali lipat di dalam 

cawan pencampurannya...’ 

Kata pencampuran merupakan kata benda dari perbuatan mencampurkan, yaitu tindakan yang membuat 

sesuatu berbaur menjadi satu.11 Di dalam Misa Katolik, Gereja mencampurkan air dengan anggur di 

dalam piala. 

  

Apakah Sekte Vatikan II yaitu  Pelacur Babel yang Dinubuatkan di dalam Kitab Wahyu? 

679 

 

Paus Eugenius IV, Konsili Florence, Sesi 8, 22 November 1439, “Exultate Deo”: 

“sebab  Aleksander yang terberkati, Paus kelima sesudah  Petrus yang terberkati, berkata: ‘Di 

dalam persembahan sakramen-sakramen yang dipersembahkan kepada Tuhan di dalam upacara-

upacara Misa, hanya roti dan anggur yang dicampur dengan air dapat dipersembahkan 

sebagai sebuah kurban. sebab  anggur saja ataupun air saja tidak boleh dipersembahkan di 

dalam piala Tuhan, namun  keduanya dicampurkan, sebab  ada tertulis bahwa keduanya, yaitu 

darah dan air, mengalir keluar dari lambung Kristus.’ Oleh sebab  itu pula, sebab  pantas untuk 

melambangkan hasil dari sakramen ini, yang yaitu  persatuan umat Kristiani dengan Kristus. 

Sebab air melambangkan orang-orang, menurut ayat di dalam Kitab Wahyu: ‘Semua air yang... 

yaitu  bangsa-bangsa’ [Wahyu 17:15]... Oleh sebab  itu, sewaktu anggur dan air dicampurkan 

di dalam piala orang-orang dipersatukan dengan Kristus, dan para umat beriman diikutsertakan 

dan dihubungkan dengan-Nya yang di dalam-Nya mereka peka percaya.”12 

Simbolisme di dalam Wahyu 18:6 – percampuran di dalam cawan – tidak bisa lagi menjadi lebih 

jelas, tanpa menyingkap misteri dari ayat ini . Hal ini yaitu  rujukan yang jelas kepada Misa, 

yang telah dirusak sepenuhnya oleh sang pelacur. Di dalam cawan itu, hanya ada  kekotoran dan 

kekejian yang dipersembahkan kepada Allah (Wahyu 17:4). Terlebih lagi, ayat ini (Wahyu 18:6) 

menunjukkan suatu poin yang khusus di dalam Misa: pencampuran anggur dan air. Tindakan 

pencampuran ini melambangkan persatuan orang-orang Kristiani dengan Kristus (Gereja Katolik), 

seperti yang didefinisikan oleh Paus Eugenius IV di Konsili Forence. Seperti yang kami telah tunjukkan, 

ini yaitu  arti yang persis yang telah dihapuskan dari konsekrasi Misa Baru, yang membuatnya tidak 

valid! 

Di dalam ayat yang satu dan sama, oleh sebab  itu, Allah menunjukkan bahwa sang pelacur melakukan 

suatu perzinaan rohani yang besar di tempat-tempat yang menyangkut Misa Katolik dan Gereja Katolik 

secara keseluruhan. Hal ini yaitu  suatu gambaran yang mencolok dari sekte Vatikan II: Kontra-Gereja di 

akhir zaman. 

7. Sang Pelacur dicirikan dengan percabulan dan perzinaan. 

Wahyu 17:1-2- “Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, 

yang duduk di tempat yang banyak airnya. Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul, dan 

penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya.” 

Wahyu 18:3- “...sebab  semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-

raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi 

kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya.” 

yaitu  suatu fakta yang sederhana bahwa sewaktu istilah percabulan digunakan di dalam Kitab Suci, 

banyak kali kata ini menggambarkan kemusyrikan dan ketidaksetiaan rohani. 

Keluaran 34:6- “Apabila engkau mengambil anak-anak perempuan mereka menjadi isteri anak-

anakmu dan anak-anak perempuan itu akan berzinah dengan mengikuti allah mereka, maka 

mereka akan membujuk juga anak-anakmu laki-laki untuk berzinah dengan mengikuti 

allah mereka.” 

Hakim-hakim 2:17- “namun  juga para hakim itu tidak mereka hiraukan, sebab  mereka 

berzinah dengan mengikuti allah lain dan sujud menyembah kepadanya. Mereka segera 

menyimpang dari jalan yang ditempuh oleh nenek moyangnya yang mendengarkan perintah 

TUHAN; mereka melakukan yang tidak patut.” 

Apakah Sekte Vatikan II yaitu  Pelacur Babel yang Dinubuatkan di dalam Kitab Wahyu? 

680 

 

Banyak ayat yang lain dapat diberikan untuk menunjukkan bahwa Kitab Suci menggambarkan 

ketidaksetiaan rohani dan kemusyrikan sebagai percabulan, perzinaan, dan pelacuran. Sewaktu seorang 

‘pelacur besar’ yang melakukan percabulan yang mendunia dibicarakan di dalam konteks ini, hal ini 

jelas-jelas menunjukkan suatu kemurtadan dari Iman yang satu dan sejati. Seperti yang kami telah 

buktikan di dalam buku ini, kemurtadan dari Iman yang satu dan sejati dan penerimaan ilah-ilah 

sesat/agama-agama yang musyrik yaitu  ciri-ciri yang tepat dari Kontra-Gereja Vatikan II dan 

kemurtadan Vatikan II. Vatikan II telah meletakkan para ‘dewa-dewi’ satanik dari perkumpulan semua 

dewa-dewi dari agama-agama dunia sederajat dengan Allah yang benar dari Gereja Katolik. 

Pelacur Babel begitu bersalah atas 

percabulan rohani sehingga 

tindakannyalah yang mencirikan gelarnya 

– ‘Pelacur Besar’. Dengan gambaran 

semacam itu, Allah membandingkan 

secara langsung sang pelacur dengan 

Gereja Katolik, sebab  Gereja yaitu  

wanita yang dicirikan dengan 

kesetiaannya yang mutlak kepada 

Suami-Nya, Yesus Kristus.  

Paus Pius XI, Mortalium Animos 

(#10), 6 Januari 1928: 

“sebab , sang Pengantin mistis 

Kristus tidak pernah ternodai di 

sepanjang abad, tidak pun sang Pengantin mistis akan pernah ternodai, sebagaimana kesaksian 

Santo Siprianus: ‘Gereja Kristus tidak dapat dilecehkan; ia tidak akan pernah binasa dan 

murni adanya. Ia hanya mengenal satu tempat tinggal dan, oleh keberhati-hatiannya yang 

suci, ia menjaga utuh kesucian dari tempat tinggalnya yang satu itu.’”13 

Maka, layaknya sang pelacur dikenal lewat kekotorannya, Gereja Katolik dikenal lewat kesuciannya. 

Paus St. Sirisius, surat (1) Directa ad decessorem kepada Himerius, 10 Februari 385: 

“Dan oleh sebab  itu Ia telah menghendaki kecantikan Gereja, yang suaminya yaitu  Ia, untuk 

bersinar dengan kemegahan kesucian, agar pada hari penghakiman, sewaktu Ia akan datang 

kembali, Ia dapat menemukannya tanpa cacat maupun kerut [Efesus 5:27] sebagaimana Ia 

telah mendirikannya lewat rasul-Nya.”14 

Gereja yaitu  ‘Mempelai Kristus yang tak bercela’. Sang ‘pelacur besar’ hanyalah melambangkan 

penghinaan terbesar kepada Mempelai Kristus yang tak bercela di dalam sejarah. 

Paus Adrianus I, Konsili Nicea II, 787: 

“...Kristus Allah kita, sewaktu Ia mengambil sebagai Mempelai-Nya Gereja Katolik Kita 

yang Kudus, tanpa cacat maupun kerut, berjanji bahwa Ia akan menjaganya dan menjamin 

kepada para murid-Nya yang suci dengan berkata, Aku menyertai kamu senantiasa sampai 

kepada akhir zaman.”15 

  

Apakah Sekte Vatikan II yaitu  Pelacur Babel yang Dinubuatkan di dalam Kitab Wahyu? 

681 

 

8. Sang Pelacur telah memisahkan diri dari Suaminya. 

Wahyu 18:7- “...berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan, sebanyak kemuliaan dan 

kemewahan, yang telah ia nikmati. Sebab ia berkata di dalam hatinya: Aku bertakhta seperti 

ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung.” 

Di dalam suatu ayat yang mengejutkan, Kitab Wahyu menunjukkan kepada kita bahwa sang pelacur 

berkata kepada dirinya sendiri, “Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda.” Ia bukan seorang janda, 

sebab  (mantan) Suaminya tidaklah mati. 

Wahyu 1:17-18- “Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti 

orang yang mati; namun  Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! 

Aku yaitu  Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku 

hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.” 

Suami dari Gereja yaitu  Yesus Kristus. Sang pelacur yang yaitu  sebuah Gereja palsu yang telah 

memisahkan diri dari Gereja Katolik, oleh sebab  itu sebelumnya memiliki Yesus Kristus sebagai suami 

sampai ia memisahkan diri dari Yesus Kristus dengan menanggalkan semua tradisi-Nya dan ajaran-

ajaran-Nya. Sang pelacur bukanlah seorang mempelai yang setia, namun  ia bertakhta seperti ratu dengan 

sendirinya, dan memuaskan dirinya dengan memerintahkan orang-orang lain keinginan dan 

kemuliaannya sendiri, ajaran-ajaran dan agamanya sendiri. 

namun  walaupun sang pelacur telah memisahkan diri dari Gereja Katolik dengan membentuk suatu 

agama dan ‘Gereja’-nya sendiri, Mempelai Kristus – Gereja Katolik – selalu menjaga persatuan dengan 

Suami-Nya, walaupun kebanyakan orang di dunia telah memisahkan diri darinya untuk mengikuti sang 

pelacur. 

Paus Pius XII, Mystici Corporis Christi (#89), 29 Juni 1943: 

“Pendapat ini salah; sebab  sang Penebus ilahi bersatu dengan sangat erat bukan hanya 

dengan Gereja-Nya, yang yaitu  Mempelai tercinta-Nya, namun  juga dengan setiap dari dan 

semua umat beriman, dan Ia sungguh ingin untuk berbicara dengan mereka secara intim, 

terutama sesudah  Komuni kudus.”16 

9. Cahaya lampu tidak lagi bersinar di dalam sang pelacur. 

Wahyu 18:23- “Dan cahaya lampu tidak akan bersinar lagi di dalammu, dan suara 

mempelai laki-laki dan pengantin perempuan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. 

sebab  pedagang-pedagangmu yaitu  pembesar-pembesar di bumi, oleh ilmu sihirmu semua 

bangsa disesatkan." 

‘Cahaya lampu’ yaitu  suatu rujukan kepada lampu altar di dalam gereja-gereja Katolik. Lampu ini  

menandakan Kehadiran Nyata Kristus di dalam Ekaristi. Sulit untuk menemukan lampu ini  di 

dalam gereja-gereja Vatikan II. Kebanyakan, lampu ini  diletakkan di samping atau di belakang 

Gereja. namun  lebih jauh dari pemindahan lampu altar, Wahyu 18:23 menunjukkan bahwa kita tidak lagi 

menemukan Kehadiran Nyata Kristus (Ekaristi yang valid) di dalam Gereja Vatikan II. 

‘Suara mempelai laki-laki dan pengantin perempuan’ di dalam Wahyu 18:23 yaitu  suatu rujukan kepada 

Kristus dan Gereja-Nya. 

Paus Pius XII, Mystici Corporis Christi (#86), 29 Juni 1943: 

“...ia [St. Paulus] membawa Kristus dan Tubuh Mistis-Nya ke dalam suatu persatuan yang 

Apakah Sekte Vatikan II yaitu  Pelacur Babel yang Dinubuatkan di dalam Kitab Wahyu? 

682 

 

sungguh-sungguh intim, bagaimanapun, Ia tetap membedakan satu sama lain sebagai 

Mempelai Laki-laki dan Mempelai Perempuan (Efesus 5:22-23).”17 

Jika ada  keraguan tentang siapa Mempelai Laki-laki dan Mempelai Perempuan ini , Paus Pius 

XII menghancurkannya dengan mengutip St. Paulus. Yesus Kristus yaitu  sang Mempelai Laki-laki, dan 

Tubuh Mistis-Nya, Gereja, yaitu  Mempelai Perempuan-Nya yang tak bernoda. Sewaktu Kitab Wahyu 

merujuk kepada suara Mempelai Laki-laki dan Mempelai Perempuan, ini yaitu  suatu penegasan lain 

bahwa Pelacur Babel yaitu  sekte Vatikan II – Kontra Gereja, yang telah meninggalkan ajaran (atau 

suara) dari Mempelai Laki-laki (Yesus Kristus) dan dari sang Mempelai Perempuan (Gereja-Nya). 

10. Suara seruling tidak lagi terdengar di dalam sang pelacur. 

Wahyu 18:22- “Dan suara pemain-pemain kecapi dan penyanyi-penyanyi, dan peniup-

peniup seruling dan sangkakala, tidak akan kedengaran lagi di dalammu, dan seorang 

yang ahli dalam sesuatu kesenian tidak akan ditemukan lagi di dalammu...” 

Tidak banyak orang di masa kini mengetahui bahwa “seruling dan kecapi yaitu  instrumen-instrumen 

standar untuk  musik liturgis di masa St. Yohanes, seperti organ pada masa kini di barat.”18 Dengan 

mengikutsertakan ketiga instrumen musik utama di dalam liturgi Katolik di sepanjang sejarah, St. 

Yohanes memperingatkan kita bahwa musik tradisional liturgi Katolik secara keseluruhan ‘tidak akan 

kedengaran lagi’ di dalam sang pelacur. Bukankah hal ini telah menjadi kenyataan? 

Kami telah menunjukkan bahwa sejak Vatikan II, Kidung Gregorian, tradisi musik kita yang indah, telah 

digantikan oleh segala jenis musik dan instrumen sekuler. 

 

Hal ini begitu parah pada masa kini, sehingga kita dapat memasuki suatu gereja ‘Katolik’ modern dan 

mendengarkan segala hal apa pun di dalamnya, dari drum yang berisik sampai gitar elektrik. Seseorang 

dapat memasuki salah satu dari gereja-gereja ini dan mendengar musik rock. namun , yang paling 

disayangkan tentang hal ini yaitu  kebanyakan orang tidak menyadari bahwa gereja-gereja ‘Katolik’ 

modern ini sama sekali tidak Katolik, namun  merupakan bagian dari Pelacur Babel. 

11. Segala bangsa mabuk dengan anggur hawa nafsu cabulnya. 

Wahyu 18:3- “...sebab  semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-

raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia... 

Apakah Sekte Vatikan II yaitu  Pelacur Babel yang Dinubuatkan di dalam Kitab Wahyu? 

683 

 

Wahyu 14:8- “Dan seorang malaikat lain, malaikat kedua, menyusul dia dan berkata: "Sudah 

rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, yang telah memabukkan segala bangsa dengan 

anggur hawa nafsu cabulnya.” 

Wahyu 16:9- “Maka teringatlah Allah akan Babel yang besar itu untuk memberi  kepadanya 

cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya.” 

Wahyu 17:1-2- “Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, 

yang duduk di tempat yang banyak airnya. Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul, dan 

penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya.” 

Sang Pelacur Babel dikutuk berulang kali untuk percabulannya yang berkaitan dengan anggur. Mengapa? 

Seperti yang kami telah tunjukkan, perubahan kepada konsekrasi anggur membuat Misa Baru tidak valid! 

Paus St. Pius V, De Defectibus, bab 5: 

“Kata-kata Konsekrasi, yang merupakan formula dari Sakramen ini, yaitu  sebagai berikut: Sebab 

inilah tubuh-Ku. Dan: Sebab inilah Piala Darah-Ku, Darah perjanjian baru dan kekal: misteri iman, 

yang akan ditumpahkan bagimu dan bagi banyak orang demi pengampunan dosa. Jikalau 

seseorang menghapuskan atau mengubah suatu hal pun di dalam formula konsekrasi 

Tubuh dan Darah, dan dalam perubahan kata-kata ini , rumusan [yang baru] ini  

gagal untuk memiliki arti yang sama, ia tidak akan mengonsekrasikan sakramen ini .” 

Alasan bahwa sang pelacur dikutuk untuk mengotori anggur yaitu  bahwa perubahan-

perubahan yang membuat tidak valid telah dilakukan untuk BAGIAN ANGGUR dari kata-kata 

konsekrasi di dalam Misa Baru. Lihatlah bagian sebelumnya tentang Misa Baru untuk diskusi 

lengkapnya. Perubahan-perubahan kepada bagian anggur dari konsekrasi ini  telah membuat kedua 

konsekrasi {roti dan anggur} tidak valid. Gereja Vatikan II benar-benar telah ‘memabukkan segala bangsa 

dengan anggur hawa nafsu cabulnya (Wahyu 14:8)’. 

12. Sang pelacur mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus. 

Paus Leo XIII, Au milieu des sollicitudes (#11), 16 Februari 1892:  

“[Banyak kali]... orang-orang Kristiani, hanya semata-mata sebab  mereka yaitu  orang-

orang Kristiani, bukan sebab  sebab yang lain, dipaksakan untuk memilih antara 

kemurtadan dan kemartiran, dan tidak diberikan alternatif apa pun.”19 

Wahyu 17:6- “Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan 

darah saksi-saksi Yesus. Dan ketika aku melihatnya, aku sangat heran...” 

Wahyu 18:24- “Dan di dalamnya ada  darah nabi-nabi dan orang-orang kudus dan darah 

semua orang, yang dibunuh di bumi.” 

Sang pelacur dapat dikatakan mabuk oleh darah para orang-orang kudus di dalam berbagai tingkat. Hal 

pertama yang kita ingat yaitu  ekumenisme seperti yang dipraktikkan oleh sekte Vatikan II. Sebelum 

Vatikan II, ekumenisme merujuk kepada upaya apostolik untuk mengonversikan dunia kepada 

Katolisisme. Pada hari ini, hal ini  merujuk kepada upaya untuk membawa semua agama bersama 

tanpa konversi, sambil menghormati semua agama, memandang mereka semua sebagai setara. 

Paus Leo XIII, Custodi Di Quella Fede (#15), 8 Desember 1892: 

“Setiap kedekatan harus dihindari, bukan hanya dengan para orang-orang jangak yang 

terang-terangan mempromosikan ciri khas sekte ini , namun  juga dengan mereka 

Apakah Sekte Vatikan II yaitu  Pelacur Babel yang Dinubuatkan di dalam Kitab Wahyu? 

684 

 

yang bersembunyi di bawah topeng toleransi universal, rasa hormat untuk semua agama, 

dan gairah untuk mendamaikan semboyan-semboyan dari Injil dengan semboyan-semboyan dari 

revolusi. Orang-orang ini ingin mendamaikan Kristus dan Belial, Gereja Allah dan negara 

yang tidak ber-Allah.”20 

Ekumenisme berlawanan secara langsung dengan kebenaran yang diwahyukan bahwa ilah-ilah agama 

non-Katolik yaitu  iblis (Mazmur 96:5; 1 Korintus 10:20), dan menyetarakan Kristus dengan Lucifer. Di 

sepanjang buku ini, kami telah menyingkap ekumenisme sesat dari Sekte Vatikan II. Sekte Vatikan II 

menganggap agama-agama sesat sebagai kurang lebih baik dan patut dipuji. Maka Vatikan II menistakan 

kenangan tentang orang-orang kudus dan para martir yang dagingnya telah disayat dengan kail besi, 

yang badannya diberikan kepada singa untuk dimakan, dan yang kepalanya dipenggal sebab  mereka 

menolak untuk berkompromi tentang iman mereka sedikit pun atau berkata bahwa “semua agama 

kurang lebih baik dan patut dipuji.” Vatikan II juga mengolok-olok pengorbanan para santo-santa yang 

memberi  hidup mereka untuk imamat, untuk hidup keagamaan, untuk karya misionaris. Semua itu 

tidak berguna, menurut sekte Vatikan II. 

Paus St. Gregorius Agung: 

“Gereja yang kudus dan universal mengajarkan bahwa tidaklah mungkin untuk 

menyembah Allah dengan benar kecuali di dalam Dia {Gereja} dan menyatakan bahwa 

semua yang berada di luar Dia tidak akan diselamatkan.”21 

sebab  Margareta Clitherow menolak untuk menerima sekte Anglikan dan “Misa”-nya – dan sebaliknya, 

sebab  ia melawan hukum pidana dengan mengundang para imam Katolik masuk rumahnya – ia 

dimartirkan dengan ditindih sampai mati di bawah sebuah pintu besar yang dibebani beban berat. 

Hukuman mati semacam itu begitu menyakitkannya sehingga disebut sebagai “hukuman yang berat dan 

keras”. Margareta Clitherow menderita semuanya itu sebab  ia tidak mau menerima 

Anglikanisme. Namun sekte Vatikan II mengajarkan bahwa orang-orang Anglikan yaitu  sesama “orang 

Kristen” yang tidak perlu berkonversi, dan yang para “uskup”-nya yang tidak valid sebenarnya yaitu  

uskup sejati dari Gereja Kristus. Sekte Vatikan II mengajarkan bahwa kemartiran Margareta Clitherow 

sama sekali sia-sia belaka.  Oleh sebab  itu, Sekte Vatikan II mabuk oleh darah orang-orang kudus dan 

saksi-saksi Kristus. 

Berapa banyak martir yang memberi  hidup mereka untuk satu artikel iman Katolik? Ekumenisme 

membuat pertumpahan darah mereka tidak berguna, tidak bertujuan, dan tidak berarti. 

Paus Leo XIII, Satis Cognitum (#8), 29 Juni 1896: 

“Oleh sebab  itu, yaitu  kewajiban dari semua orang yang mendengar Yesus Kristus, jika mereka 

menginginkan keselamatan abadi, bukan hanya untuk menerima doktrin-Nya secara 

keseluruhan, namun  untuk bersetuju dengan segenap pikiran mereka kepada setiap dan 

semua poinnya. Memang, penolakan untuk percaya bahkan akan satu poin pun, dari Allah 

yang berbicara, bertentangan dengan akal.”22 

Itulah mengapa dikatakan bahwa Sekte Vatikan II mabuk akan darah orang-orang kudus dan para saksi 

Kristus (Wahyu 17:6; Wahyu 18:24); dan semua orang yang mendukung tindakan-tindakan antikristus 

ini  – yang sekarang dipimpin oleh Fransiskus – sama mabuknya. 

Hal yang juga menarik yaitu  bahwa Kitab Wahyu menyebutkan bahwa para martir berseru dari bawah 

altar. 

Apakah Sekte Vatikan II yaitu  Pelacur Babel yang Dinubuatkan di dalam Kitab Wahyu? 

685 

 

Wahyu 6:9-10- “Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di 

bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh sebab  firman Allah dan oleh 

sebab  kesaksian yang mereka miliki. Dan mereka berseru dengan suara nyaring, 

katanya: "Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak 

menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?"” 

Diwajibkan bahwa Misa-misa Katolik berlangsung di atas altar yang mengandung relikui-relikui 

para martir! Maka, benar-benar logis bahwa para martir berseru dari bawah altar! Hidup mereka 

dicemoohkan oleh Sekte Vatikan II, ekumenisme, dan penerimaan agama-agama sesat. Mereka tidak 

hanya berseru melawan ekumenisme antaragama yang mencemooh hidup mereka, namun  juga terhadap 

kekejian liturgis yang berlangsung di atas relikui-relikui mereka di dalam Misa Baru. Poin yang 

menakjubkan ini yang berasal dari Kitab Suci juga menunjukkan kepada para Protestan bahwa Gereja 

Katolik yaitu  satu-satunya Gereja yang sejati. 

Wahyu 18:20, Pengadilan Allah akan sang Pelacur- “Bersukacitalah atas dia, hai sorga, dan kamu, 

hai orang-orang kudus, rasul-rasul dan nabi-nabi, sebab  Allah telah menjatuhkan hukuman atas 

dia sebab  kamu.” 

Kesimpulan tentang Pelacur Babel 

Sangatlah jelas bahwa sekte Vatikan II yaitu  Pelacur Babel yang dinubuatkan di dalam Kitab Suci. 

Berlawanan dengan yang dipercayai oleh para bidah Protestan, fakta bahwa kemurtadan gerejawi Roma 

dari iman Katolik di hari-hari terakhir telah diprediksikan di dalam Kitab Suci membuktikan dan bukan 

menyangkal keaslian Gereja Katolik. sebab  pencobaan di hari-hari terakhir yaitu  pencobaan yang akan 

bertujuan untuk menipu para umat beriman sejati, dan untuk melemahkan Iman sejati. 

Wahyu 11:2- “namun  kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau 

mengukurnya, sebab  ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan 

menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya." 

Harus dicatat bahwa ‘empat puluh dua bulan’ (Wahyu 11:2), ‘seribu dua ratus enam puluh hari’ (Wahyu 

12:6) dan ‘selama satu masa dan dua masa dan setengah masa’ (Wahyu 12:14) dan 3 ½ tahun dipandang 

sebagai para pelajar sebagai lambang masa penganiayaan. 

Lukas 21:34-35- "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan 

serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh 

ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.” 

Sebuah jerat yaitu  alat untuk menangkap binatang. Jika jerat pada hari-hari terakhir melibatkan sebuah 

Gereja Katolik palsu yang didirikan dari Roma, dan suatu penyerbuan rohani terhadap kota suci ini  

(Roma), maka ‘binatang’ yang ingin ditangkap oleh iblis yaitu  Katolisisme Tradisional. Ini yaitu  suatu 

bukti lain bahwa agama Katolik yaitu  satu-satunya agama yang benar. 

Harapan kami yaitu  bukti dari Kitab Suci yang menentang Gereja Vatikan II ini akan menguatkan para 

Katolik yang menolaknya. Nubuat-nubuat Kitab Suci yang menunjukkan dengan tepat situasi ini juga 

memperbolehkan para Katolik untuk mengerti dengan lebih baik bagaimana Allah memandang 

perkembangan dan peristiwa-peristiwa yang terjadi dari sekitar 50 tahun silam. 

namun , hal yang paling penting yaitu  Kitab Wahyu menyingkapkan perlawanan palsu terhadap 

kemurtadan ini, bahkan di antara para kaum ‘tradisionalis’, yang mendukung posisi sehubungan dengan 

Apakah Sekte Vatikan II yaitu  Pelacur Babel yang Dinubuatkan di dalam Kitab Wahyu? 

686 

 

gereja pelacur ini yang menuntut agar mereka tetap bersatu kepada para Anti-Pausnya dan kepada sekte 

Vatikan II. Hal yang palsu seperti “Kami menentang kalian...” menempatkan mereka di tengah-tengah, di 

dalam perut sang Pelacur. Lewat pengakuan mereka, mereka tetap bersikeras bersatu dengan ‘ibu para 

wanita-wanita pelacur’. Mereka tetap mencampuradukkan sang pelacur besar dengan Mempelai Kristus 

Tak Bernoda. Mereka tetap menodai perlawanan yang murni dan yang tidak bernoda kepada sang 

pelacur dengan menempelkan diri mereka sendiri di tengah-tengah kuasa sang pelacur yang keji. 

Wahyu 18:4-5- “Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: "Pergilah kamu, hai umat-

Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan 

supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. Sebab dosa-dosanya telah 

bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya.” 

Jika mereka tidak benar-benar berpisah dengan sang pelacur besar, orang-orang ini akan kehilangan 

jiwa-jiwa mereka di dalam api yang kekal sebab  mereka telah menistakan Gereja Kristus sang Raja, yang 

sama sekali tidak bersekutu dengan karya-karya kegelapan, dengan orang-orang yang tidak percaya, 

yang sama sekali tidak berhubungan dengan sang wanita pendosa. Walaupun kebanyakan orang di dunia 

ini telah diliputi oleh sang pelacur besar, Mempelai Tuhan yang Tak Bernoda tetap berada di dalam 

segala kemurniannya, walaupun jumlahnya telah berkurang menjadi suatu sisa {remnant} dan 

tersembunyi. Wanita ini, sisa dari Gereja Katolik pada akhir zaman, digambarkan di dalam bab 12 dari 

kitab Wahyu sesudah  penglihatan akan wanita yang berselubungkan matahari, Bunda Maria dari Fatima. 

Wahyu 12:6- “Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat 

baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.” 

Wahyu 12:14- “Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang 

besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari 

tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.” 

Jika kita belum mengikutinya, kita harus memasuki sisa Gereja Katolik ini di dalam padang gurun. Kita 

harus menjaga ‘iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus’ (Yudas 1:3), dan mendekat 

kepada Allah dengan menerima sakramen-sakramen yang sejati, dan mempraktikkan devosi kepada Hati 

Maria Tak Bernoda dan Rosario suci. 

Wahyu 12:17- “Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi 

keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.” 

Wahyu 14:12- “Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah 

Allah dan iman kepada Yesus.” 

  

Apakah Sekte Vatikan II yaitu  Pelacur Babel yang Dinubuatkan di dalam Kitab Wahyu? 


45. Kode Sang Antikristus: Kenyataan yang 

Mengejutkan bahwa Yohanes Paulus II 

Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – 

Doktrin Antikristus – Persis di dalam Vatikan 

 

Yohanes Paulus II di Israel, terduduk di atas takhta dengan salib terbalik di atas kepalanya. Untuk mereka 

yang mencoba membenarkan tindakan yang memalukan dan menyingkapkan ini, yang berkata bahwa St. 

Petrus disalibkan dengan kepala di bawah, kami membalas bahwa itu yaitu  upaya yang sia-sia untuk 

membela apa yang tidak bisa dibela. Sewaktu Yohanes Paulus II melakukannya, hal ini  tidak terjadi 

pada pesta St. Petrus, dan sama sekali tidak berlangsung perayaan St. Petrus. Salib terbalik yaitu  salah 

satu lambang terbesar dari satanisme, seperti yang ditunjukkan oleh penggunaannya di kalangan okultis, 

kelompok-kelompok musik rock satanis, dan pembunuhan-pembunuhan ritual. Itulah mengapa Yohanes 

Paulus II terduduk dengan lambang semacam itu di atas kepalanya. 

Paus St. Pius X, E Supremi Apostolatus, 4 Oktober 1903: 

“Sewaktu, di sisi lain, dan hal ini menurut rasul yang sama merupakan tanda yang khas 

milik Antikristus, manusia dengan kelancangan yang tidak terbatas menempatkan 

dirinya sendiri di tempat Allah.”1 

Yohanes Paulus II, Redemptor Hominis, 4 Maret 1979: 

“KENYATAANNYA, NAMA UNTUK KEKAGUMAN YANG DALAM AKAN NILAI DAN 

MARTABAT MANUSIA yaitu  INJIL, YANG BERARTI: KABAR BAIK. HAL ITU JUGA 

DIKENAL SEBAGAI KEKRISTENAN.”2 

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

689 

 

 

 

Yohanes Paulus II di Detroit, sebelum ia menjadi seorang Anti-Paus, mengenakan pakaian bersalib terbalik 

Di dalam bab ini 

1. Bunda Maria telah bernubuat bahwa Roma akan kehilangan iman dan menjadi Takhta sang 

Antikristus 

2. Definisi Antikristus 

Anti-Paus Yohanes Paulus II mengajarkan bahwa: 

3. Setiap orang harus mengambil alih atas Penjelmaan 

4. Injil yaitu  Kabar Baik tentang Manusia 

5. Manusia yaitu  Kristus, Putra Allah yang hidup 

6. Kenyataan tentang Manusia, yaitu bahwa ia yaitu  Yesus Kristus 

7. Sabda menjadi daging di dalam seluruh Manusia 

8. Penjelmaan yaitu  kenyataan tentang Manusia 

9. Misteri Sabda yang menjadi daging yaitu  misteri tentang Manusia 

10. Maria terberkati sebab  ia beriman terhadap Manusia 

11. Setiap manusia yaitu  Kristus, anak yang terlahir pada hari Natal 

12. Epifani yaitu  perwujudan Manusia 

13. Manusia yaitu  sang Jalan 

14. Manusia yaitu  sang Kebenaran 

15. Manusia yaitu  sang Hidup 

16. Setiap manusia yaitu  Ekaristi 

17. Setiap manusia yaitu  Kristus yang disalibkan 

18. Manusia pada dasarnya yaitu  Allah 

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

690 

 

19. Manusia yaitu  Manusia dari Surga 

20. Kenyataan sesungguhnya tentang Manusia: ia yaitu  Allah 

21. Manusia yaitu  sang Mesias 

22. Penginjilan Baru 

23. Manusia harus menyadari bahwa dirinya yaitu  Allah 

24. Rosario Manusia 

25. Kekayaan yang tidak dapat dimengerti dari Kristus yaitu  Milik Semua Orang 

26. Manusia yaitu  Kristus yang Bangkit 

27. Sang Antikristus Tersingkapkan 

 

1. Bunda Maria telah bernubuat bahwa Roma akan kehilangan iman dan 

menjadi Takhta sang Antikristus 

Seperti yang kita telah lihat, pada tanggal 19 September 1846, Perawan Maria yang Terberkati 

menampakkan diri di La Salette, Prancis, dan menubuatkan bahwa: 

“Roma akan kehilangan iman dan menjadi Takhta sang Antikristus... Gereja akan berada dalam gerhana.” 

Bunda Maria secara khusus memprediksikan bahwa Roma akan kehilangan iman Katolik, jatuh ke dalam 

kemurtadan dari Gereja Kristus yang sejati dan menjadi Takhta sang Antikristus. namun  apa itu 

Antikristus? 

2. Definisi Antikristus 

Di dalam Kitab Suci, kata antikristus hanya disebutkan empat kali. Kata antikristus tidak disebutkan sama 

sekali di dalam Kitab Wahyu dan tidak disebutkan oleh St. Paulus (yang hanya memakai  istilah-

istilah ‘manusia durhaka’ {Kitab Suci Terjemahan Baru – 2 Tesalonika 2:3} dan ‘anak kebinasaan’ {Kitab 

Suci MILT 2008 – 2 Tesalonika 2:3}. Kata antikristus hanya disebutkan oleh St. Yohanes di dalam surat-

suratnya. 

Oleh sebab  itu, untuk mencari definisi Antikristus, kita harus pertama-tama mencari di dalam surat-

surat St. Yohanes, dan bukan di dalam Kitab Wahyu; sebab  St. Yohanes memakai  dan 

mendefinisikan kata Antikristus dan Kitab Wahyu tidak mendefinisikannya. Dari keempat kali St. Yohanes 

memakai  kata Antikristus, ia hanya mendefinisikannya dua kali. Kedua definisi dari St. Yohanes 

tentang Antikristus yaitu  bukti-bukti yang paling penting yang ada untuk menunjukkan siapakah 

Antikristus itu sebenarnya, sebab  Kitab Suci yaitu  Sabda Allah yang terilhami, yang infalibel, dan yang 

tidak mungkin salah. Oleh sebab  itu, definisi Kitab Suci akan Antikristus pastilah benar. 

1 Yohanes 2:22- “Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus yaitu  

Kristus? Dia itu yaitu  antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.” 

1 Yohanes 4:2-3- “Setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, 

berasal dari Allah: dan setiap roh, yang melarutkan Yesus*, tidak berasal dari Allah. Roh itu 

yaitu  roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar...” 

*{Penulis memakai  Kitab Suci Katolik Douay-Rheims, terjemahan ke dalam bahasa Inggris dari Kitab 

Suci Latin Vulgata. Tidak ada terjemahan bahasa Indonesia yang memakai  kata-kata yang persis 

seperti yang digunakan Douay-Rheims di ayat 3 ini: “And every spirit that dissolveth Jesus...”, yang di 

Yohanes Paulus II Mengajarkan bahwa Manusia yaitu  Allah – Doktrin Antikristus di Vatikan 

691 

 

dalam bahasa Latin yaitu : “et omnis spiritus qui solvit Jesum...” Kata ‘dissolveth’ yang di dalam bahasa 

Latin yaitu  ‘solvit’. Dalam bahasa Indonesia, kata ini secara harfiah berarti ‘melarutkan’. Kitab Suci 

Terjemahan Baru (bahasa Indonesia) mengungkapannya sebagai berikut: “dan setiap roh, yang tidak 

mengaku Yesus...” Kata ‘melarutkan’ ini penting di dalam bab ini seperti yang anda akan lihat lalu .} 

Kedua definisi Antikristus berhubungan dengan penolakan tentang kebenaran akan siapakah Yesus 

Kristus itu. Kebenaran tentang Tuhan kita Yesus Kristus dan kebenaran tentang Allah Tritunggal 

Mahakudus yaitu  fondasi yang paling mendasar dari agama Kristiani. Kebenaran ini  yaitu  

kebenaran yang paling penting di dunia. 

Inilah mengapa konsili-konsili awal Gereja Katolik mengutuk sepenuhnya bahkan penyimpangan terkecil 

pun akan kebenaran tentang Yesus Kristus atau Allah Tritunggal. Dan inilah mengapa musuh-musuh 

terbesar dari Yesus Kristus di dalam sejarah bukanlah orang-orang yang membahayakan pengikut 

Kristus secara jasmani, melainkan mereka yang paling efektif dan paling nista dalam menyerang 

kebenaran tentang Yesus Kristus – yang merupakan fondasi mendasar dari keselamatan kekal seseorang. 

Oleh sebab  itu, untuk mendefinisikan ‘Antikristus’, Kitab Suci merujuk kepada suatu serangan yang 

khusus terhadap kebenaran tentang Yesus Kristus, suatu serangan khusus terhadap kebenaran tentang 

sang manusia-Allah. Kitab Suci merujuk secara khusus kepada pelarutan Yesus (1 Yohanes 4:2-3) dan 

penolakan bahwa Yesus yaitu  Kristus (1 Yohanes 2:22). Kedua hal ini yaitu  ciri khas Antikristus, 

menurut Kitab Suci, dan kedua hal ini merujuk secara jelas kepada suatu serangan terhadap kebenaran 

tentang Penjelmaan Putra Allah. 

Salah salah satu pria pertama yang paling terkenal di dalam sejarah Gereja yang menyesatkan doktrin 

tentang Penjelmaan yaitu  seorang bidah dari abad ke-5, Nestorius, yang dikutuk oleh Konsili Efesus 

pada tahun 431. Kasus bidah Nestorius sangatlah penting untuk mengidentifikasikan sang Antikristus 

dan bagaimana bidah ini telah menguasai Vatikan, dan seperti yang kita akan lihat, sebab  bidah 

Nestorius yaitu  bidah yang secara khusus bertepatan dengan definisi Kitab Suci tentang Antikristus. 

Nestorius yaitu  bidah yang mencoba untuk melarutkan Yesus (1 Yohanes 4:2-3), dan ia melakukannya 

dengan menyesatkan kebenaran tentang Penjelmaan. 

Paus Pius XI, Lux Veritatis (#35), 25 Desember 1931: 

“...semua hal ini, yang tidak kurang berbahaya dibandingkan  Nestorius, membuat suatu upaya 

yang lancang untuk ‘MELARUTKAN KRISTUS,’...”3 

Paus Pius XI di sini menegaskan bahwa bidah Nestorius yaitu  doktrin khas dari Antikristus – hal 

ini  yaitu  suatu upaya untuk melarutkan Pribadi Yesus Kristus, yang merupakan tanda dari 

Antikristus, menurut Kitab Suci. Ingatlah akan hal ini baik-baik (bahwa doktrin Nestorius yang 

‘melarutkan Kristus’ yaitu  doktrin khas Antikristus sebagaimana yang digambarkan oleh Kitab Suci), 

sebab  hal ini akan segera menjadi relevan. 

namun  apakah doktrin Nestorius ini? Bagaimana Nestorius ‘MELARUTKAN’ Yesus dan dengan melakukan 

hal ini , ia menjadi apa yang didefinisikan St. Yohanes sebagai ‘Antikristus’? Untuk mengerti doktrin 

Nestorius,