.74 Kata ‘perfidis’ berarti ‘tidak beriman’.
“Pada Jumat Agung, 1963, sang kardinal yang yaitu selebran di Gereja St. Petrus mengatakan kata-kata
yang lama (perfidis Judæis) sebab sudah terbiasa. Yohanes XXIII mengejutkan para umat dengan
menghentikannya di tengah kata-kata ini , ‘Ucapkanlah dengan cara yang baru.’”75
Paus Benediktus XIV, A Quo Primum, 14 Juni 1751:
“Sebuah ancaman lain kepada para umat Kristiani yaitu pengaruh dari ketidakberimanan
Yahudi... Tentunya tidaklah sia-sia Gereja mempersembahkan Doa universal demi orang-
orang Yahudi yang durhaka sejak terbitnya matahari sampai pada terbenamnya, agar Allah
175
dan Tuhan mengangkat selubung hati mereka, dan agar mereka dapat direnggut dari kegelapan
mereka sehingga sampai kepada terang kebenaran.”76
Kepada seorang anak laki-laki Yahudi yang baru dibaptis, Yohanes XXIII berkata: “Dengan menjadi
seorang Katolik, kami tidak menjadi kurang Yahudi.”77 Pada malam kematian Yohanes XXIII, Kepala
Rabbi Roma dan berbagai pemimpin komunitas Yahudi lain berkumpul dengan ratusan ribu orang di
Lapangan Santo Petrus untuk berkabung.78
Alden Hatch, pengarang A Man Named John: The Life of John XXIII {Seorang Pria Bernama Yohanes,
Riwayat Hidup Yohanes XXIII}, menyatakan tentang Yohanes XXIII: ”...tentunya, tiada (dari Paus-Paus
sebelumnya) yang telah menyentuh hati-hati dari orang-orang dari berbagai kepercayaan – dan orang-
orang yang tidak beriman. sebab mereka tahu bahwa ia mencintai mereka tidak peduli keadaan mereka
ataupun apa yang mereka percayai.”79
KEMATIAN YOHANES XXIII
sesudah kematiannya, Vatikan mengutus Gennar Goglia, yang dengan para koleganya merempahi tubuh
Yohanes XXIII. Goglia menyuntikkan sepuluh liter cairan balsem ke dalam pergelangan tangan dan perut
Yohanes XXIII untuk menetralisir kebusukan.80 Hal ini menjelaskan mengapa badan Yohanes XXIII tidak
membusuk seperti badan-badan normal. Pada bulan Januari 2001, tubuh Yohanes XXIII dikuburkan dan
diletakkan di dalam sebuah peti mati kristal anti peluru yang ditampilkan di basilika St. Petrus. Muka dan
tangan-tangan Yohanes XXIII juga ditutupi lilin.81
PERNYATAAN DARI FREEMASON, KOMUNIS, DAN NON-KATOLIK YANG MEMUJI YOHANES XXIII
sesudah KEMATIANNYA
sesudah kematian Yohanes XXIII, berbagai dokumen dari Komunis, Mason, dan Yahudi dikirimkan kepada
Vatikan, mengungkapkan dukacita mereka akan kematian Yohanes XXIII. Orang-orang seperti “Fidel
Castro dan Nikita Khrushchev mengirimkan pesan-pesan pujian dan dukacita.”82
Dari edisi bertanggal 4 Juni 1963 El Informador (Wartawan)
“Loji Agung Mason Bebas dan Resmi Meksiko Barat, pada saat meninggalnya Yohanes
XXIII, memberi belasungkawanya untuk meninggalnya seorang tokoh besar yang
memulai revolusi ide, pikiran, dan bentuk liturgi Roman Katolik. Ensikliknya Mater et
Magistra dan Pacem in Terris telah merevolusikan konsep-konsep yang mendukung hak-hak dan
kebebasan manusia. Umat manusia telah kehilangan seorang tokoh besar, dan kami para
Mason mengakui prinsip-prinsipinya yang tinggi, humanitarianismenya, dan ia sebagai seorang
liberal yang hebat.
Gualadajara, Jal., Meksiko, 3 Juni 1963
Dr. Jose Guadalupe Zuno Hernandez”83
Charles Riandey, seorang Grand Master tertinggi kelompok-kelompok rahasia, di dalam
pembukaan buku yang ditulis oleh Yves Marsaudon (Menteri Negara dari Mahkamah Agung kelompok
rahasia Prancis), menyatakan:
176
“Untuk mengenang Angelo Roncalli, imam, Uskup Agung Messamaris, Nuncio
Apostolik di Paris, Kardinal Gereja Roma, Patriark Venesia, Paus di bawah nama
Yohanes XXIII, yang telah bersedia untuk memberi kepada kami
berkatnya, pengertiannya, dan perlindungannya.”84
Pembukaan kedua buku ini ditujukan kepada ‘penerusnya yang agung, Yang Mulia Paus Paulus
VI’.85
Seorang Freemason tingkat tinggi, Carl Jacob Burckhardt, menuliskan di dalam the Journal de
Geneve {Surat Kabar Jenewa}: “Saya mengenal Kardinal Roncalli dengan sangat baik. Ia yaitu
seorang Deis dan Rasionalis – kelebihannya bukanlah dalam bidang percaya akan mukjizat dan
menghormati hal-hal yang kudus.”86
SEORANG BIDAH TIDAK DAPAT MENJADI SEORANG PAUS YANG VALID
Seperti yang kita telah lihat, Gereja Katolik mengajarkan bahwa seorang bidah tidak dapat terpilih secara
valid menjadi Paus, sebab seorang bidah bukanlah anggota dari Gereja Katolik. Fakta-fakta yang
dihadirkan di sini membuktikan bahwa Yohanes XXIII, pria yang menggelar Vatikan II dan memulai
kemurtadan Gereja Konsiliar, jelas-jelas yaitu seorang bidah. Ia bukanlah seorang Paus yang valid.
Angelo Roncalli (Yohanes XXIII) yaitu seorang non-Katolik, seorang Anti-Paus konspiratorial yang
memulai kemurtadan Vatikan II.
PARALEL YANG MENGEJUTKAN ANTARA ANTI-PAUS YOHANES XXIII DARI SKISMA BARAT
BESAR DAN ANTI-PAUS YOHANES XXIII DARI VATIKAN II
Nama ‘Yohanes’ telah dihindari oleh para Paus selama lima ratus tahun sebab pria terakhir yang
memakai nya yaitu Anti-Paus Yohanes XXIII (Baldassare Cossa) dari Skisma Barat Besar. Paralel
antara Anti-Paus Yohanes XXIII pertama (Baldasarre Cossa) dan yang kedua (Angelo Roncalli) sangat
mengejutkan:
Kepemimpinan Anti-Paus Yohanes XXIII pertama berlangsung selama lima tahun, dari tahun
1410 sampai 1415, sama seperti Anti-Paus Yohanes XXIII, yang berlangsung selama lima tahun,
dari tahun 1958 sampai 1963.
Anti-Paus Yohanes XXIII pertama menggelar sebuah konsili yang palsu, Konsili Konstanz. (Konsili
Konstanz lalu menjadi sebuah konsili ekumenis sejati, beberapa sesinya disetujui oleh Paus sejati; namun
pada waktu digelar oleh Anti-Paus Yohanes XXIII, itu yaitu sebuah konsili palsu.) Seperti itu juga, Anti-
Paus Yohanes XXIII (Angelo Roncalli) juga menggelar sebuah konsili palsu, Konsili Vatikan II!
Anti-Paus Yohanes XXIII membuka konsili palsunya di Konstanz pada tahun keempat
kepemimpinannya, 1414. Anti-Paus Yohanes XXIII (Angelo Roncalli) membuka Vatikan II pada
tahun keempat kepemimpinannya di tahun 1962.
Kepemimpinan Anti-Paus Yohanes pertama berakhir tidak lama sesudah Sesi ketiga dari Konsili
palsunya pada tahun 1415. Anti-Paus Yohanes XXIII (Angelo Roncalli) meninggal tidak lama
sesudah Sesi ketiga dari Vatikan II, pada tahun 1963, yang mengakhiri kepemimpinannya.
177
Kami percaya bahwa kemiripan dari Anti-Paus Yohanes XXIII pertama dan yang kedua bukanlah hanya
sebuah kebetulan. Anti-Paus Yohanes XXIII juga merupakan sang Anti-Paus yang memimpin dari Roma.
Apakah dengan memakai nama Yohanes XXIII, Angelo Roncalli menunjukkan secara simbolis
(dengan cara Freemason yang misterius) bahwa ia melanjutkan urut-urutan Anti-Paus yang memimpin
dari Roma?
Kardinal Heenan, yang hadir pada konklaf tahun 1958 yang memberi kita Yohanes XXIII pernah sekali
menyebutkan: “Pemilihan Paus Yohanes bukanlah sebuah misteri. Ia terpilih sebab ia sangat tua. Tugas
utamanya yaitu untuk membuat Mgr. Montini (yang lalu menjadi Paulus VI), Uskup Agung Milan,
sebagai seorang kardinal agar ia dapat terpilih di dalam konklaf berikutnya. Itu yaitu politiknya dan hal
ini dilakukan seperti yang direncanakan.”
14. Bidah-Bidah dari Paulus VI (1963-1978),
Pria yang memberi kepada Dunia Misa
Baru dan Ajaran-Ajaran Vatikan II
“Bagaimanakah seorang penerus Petrus dapat menyebabkan dalam waktu yang sangat
singkat kerusakkan yang lebih besar kepada Gereja dibandingkan Revolusi [Prancis] tahun
1789? ... yang terdalam dan terbesar di dalam sejarah Gereja? ... sesuatu yang tidak
pernah dilakukan oleh seorang bidah pun? Apakah kita benar-benar memiliki seorang
Paus atau seorang penyusup di Takhta Petrus?”1 (Uskup Agung Marcel Lefebvre,
berkomentar atas kepemimpinan Paulus VI pada tahun 1976)
Paulus VI yaitu pria yang mengaku kepala Gereja Katolik dari tanggal 21 Juni 1963 sampai 6 Agustus
1978. Ia yaitu pria yang mempermaklumkan Konsili Vatikan Kedua dan Misa Baru. Kita telah
melihat bukti yang menunjukkan bahwa pria yang mendahului dan mengangkat Paulus VI, Yohanes XXIII
yaitu seorang Freemason dan seorang bidah terang-terangan. Kita juga telah melihat bahwa dokumen-
dokumen Vatikan II mengandung banyak bidah, dan bahwa Misa Baru, yang pada akhirnya
dipermaklumkan Paulus VI, melambangkan sebuah revolusi liturgi.
Paulus VI secara khidmat meratifikasi keenam belas dokumen Vatikan II. yaitu sesuatu yang tidak
mungkin untuk seorang Paus sejati dari Gereja Katolik untuk meratifikasi ajaran-ajaran yang sesat.
Seperti yang kita akan tunjukkan dengan lebih rinci di bagian selanjutnya di dalam buku ini, fakta bahwa
Paulus VI secara khidmat meratifikasi ajaran-ajaran sesat Vatikan II membuktikan bahwa Paulus VI
bukanlah seorang Paus sejati, melainkan seorang Anti-Paus.
Penting untuk diingat bahwa Paulus VI yaitu seseorang yang memberi Misa Baru kepada dunia,
‘sakramen-sakramen’ baru yang lain, dan ajaran-ajaran Vatikan II yang sesat. Jika anda pergi ke Misa
Baru atau menganut ajaran-ajaran Vatikan II, kepercayaan anda bahwa hal-hal ini yaitu benar
secara langsung berhubungan dengan kepercayaan bahwa anda berpikir bahwa Paulus VI yaitu
Paus Katolik sejati.
182
Sekarang kami akan menunjukkan yang mencengangkan. Kami akan
menunjukkan, dari pidato-pidatonya sampai tulisan-tulisannya yang resmi dicatat di dalam surat kabar
mingguan Vatikan L’Osservatore Romano. Vatikan telah mencetak ulang edaran-edaran surat kabarnya
dari 4 April 1968 sampai masa kini. Dari pidato-pidato ini , kami sekarang akan membuktikan
bahwa Paulus VI bukanlah seorang Paus sejati sebab ada bukti yang tidak terbantahkan dan tidak
terpungkiri bahwa ia yaitu seorang bidah dan orang yang murtad.
Paulus VI, Audiens Umum, 6 Desember 1972:
“Apakah Allah itu ada? Siapakah Allah itu? Dan pengetahuan apa yang bisa manusia dapatkan
tentang-Nya? Hubungan apa yang masing-masing dari kita harus punyai dengan-Nya? Untuk
menjawab setiap pertanyaan ini, akan menuntun kita kepada diskusi yang tidak ada habisnya dan
rumit...”2
Pertanyaan-pertanyaan ini tidak menuntun kita kepada diskusi yang tidak ada habisnya dan rumit.
Apakah Allah itu ada? Ya. Siapakah Allah itu? Allah Tritunggal Mahakudus. Pengetahuan apa yang bisa
manusia dapatkan tentang-Nya? Iman Katolik. Hubungan apa yang masing-masing dari kita harus punyai
dengan-Nya? Agar kita menjadi anggota dari Gereja yang Ia telah dirikan. Paulus VI menyatakan bahwa
hal-hal ini yaitu pertanyaan yang tidak ada habisnya dan rumit. Tidak seorang Katolik pun akan
mengatakan omong kosong macam itu, yang mengejek dan membuat tidak bermakna Iman Katolik dan
Allah yang sejati.
Paulus VI, Audiens Umum, 27 Juni 1973:
”...segala hal harus berubah, semuanya harus berkembang. Evolusi kelihatannya yaitu hal
yang membawa kebebasan. Pastilah ada banyak hal yang benar di dalam mentalitas ini...”3
Di sini Paulus VI terang-terangan menyatakan dan menyetujui penistaan Modernis bahwa segala hal ada
di dalam keadaan evolusi. Bidahnya ini dikecam terang-terangan oleh Paus Pius X.
Paus Pius X, Pascendi (#26), 8 September 1907, menerangkan tentang doktrin para Modernis:
“Segala hal takluk di hadapan hukum-hukum evolusi – dogma, Gereja, ibadat, buku-buku
yang kita hormati sebagai hal-hal yang suci, bahkan iman sendiri...”4
PAULUS VI TENTANG AGAMA-AGAMA NON-KRISTIANI
Gereja Katolik mengajarkan bahwa semua agama-agama non-Katolik yaitu sesat. Hanya ada satu
Gereja, di luar mana tidak seorang pun dapat diselamatkan. Ini yaitu dogma Katolik.
Paus St. Gregorius Agung, 590-604:
“Gereja yang kudus dan universal mengajarkan bahwa tidaklah mungkin untuk menyembah Allah
dengan benar kecuali di dalam Dia {Gereja} dan menyatakan bahwa semua yang berada di
luar Dia tidak akan diselamatkan.”5
Semua agama-agama lain yaitu milik Iblis. Ini yaitu ajaran Yesus Kristus, Gereja Katolik dan Kitab Suci.
Lihat 1 Korintus 10:20 dan Mazmur 96:5. Siapa pun yang menunjukkan rasa hormat kepada agama-
agama non-Kristiani, ataupun memandang mereka sebagai baik atau berhak mendapat rasa hormat,
menolak Yesus Kristus dan murtad.
Paulus VI, Audiens Umum, 27 Juni 1973:
“Ekumenisme bermula dengan cara ini; yaitu menghormati agama-agama non-Kristiani...”6
183
Paus Pius XI, Mortalium Animos (#2), 6 Januari 1928:
” ... pendapat yang sesat bahwa semua agama kurang lebih baik dan terpuji … Orang-orang
ini bukan hanya sepenuhnya tersesat di dalam kesalahan, namun orang-orang yang
menganut opini semacam itu juga menolak agama yang sejati; mereka menyesatkan gagasan
tentang agama sejati ....”7
Berikut yaitu pendapat Paulus VI akan agama-agama non-Kristiani sang Iblis:
Paulus VI, Sambutan, 22 September 1973:
“...agama-agama non-Kristiani yang mulia...”8
Ini yaitu sebuah kemurtadan – penolakan total Yesus Kristus.
Paulus VI, Audiens Umum, 12 Januari 1972:
“...sebuah gambaran yang menggelisahkan muncul di depan mata kita: yaitu tentang agama-
agama, agama-agama yang diciptakan manusia; usaha-usaha yang kadangkala sangatlah
berani dan mulia...”9
Di sini Paulus VI berkata bahwa agama-agama yang diciptakan manusia kadangkala sangatlah mulia!
Ini yaitu sebuah kemurtadan – penolakan akan Yesus Kristus dan Iman Katolik.
Paulus VI, Pesan, 6 Desember 1977:
“...agama-agama non-Kristiani, yang Gereja hormati dan hargai...”10
Ia berkata bahwa ia menghormati agama-agama sesat.
Paulus VI, Pesan, 24 November 1969:
“...mengatasi perpecahan, dengan cara membangun rasa saling hormat antara agama-agama
yang berbeda...”11
Paulus VI, Sambutan, 3 Desember 1970:
“Kami menyambut dengan hormat para perwakilan agama-agama lain yang telah
menghargai kami dengan kehadiran mereka.”12
Paulus VI, Audiens Umum, 6 Juli 1977:
“Kami menyambut dengan rasa hormat yang tulus perwakilan agama Konko-kyo Jepang.”13
Di dalam Sambutan-nya, 22 Agustus 1969, Paulus VI memuji Gandhi, seorang Hindu, dan berkata bahwa
ia ‘selalu sadar akan kehadiran Allah...’14
Orang-orang Hindu yaitu orang-orang kafir dan penyembah berhala yang menyembah banyak dewa-
dewi sesat. Fakta bahwa Paulus VI memuji Gandhi yang Hindu sebab ia ‘selalu sadar akan kehadiran
Allah’ menunjukkan lagi bahwa Paulus VI benar-benar yaitu seorang indiferentis agama. Paulus VI juga
memuji secara resmi agama sesat Hinduisme di dalam dokumen resmi Vatikan II Nostra Aetate #2
(tentang agama-agama non-Kristiani), seperti yang kita kutip di dalam bagian tentang Vatikan II.
Paulus VI, Nasihat Apostolik, 8 Desember 1975:
“Gereja menghormati dan menghargai agama-agama non-Kristiani ini...”15
Perhatikan lagi bahwa Paulus VI menghargai agama-agama sesat; ini sangatlah satanik.
184
Paulus VI, Pesan, 24 Agustus 1974:
“Perbedaan-perbedaan keagamaan dan kebudayaan di India, seperti yang anda telah katakan,
dihormati dan dihargai... Kami senang melihat penghormatan dan penghargaan ini
dipraktikkan...”16
Paulus VI berkata bahwa perbedaan-perbedaan keagamaan dihormati di India dan bahwa ia senang
melihat hal ini. Hal ini berarti bahwa ia menghormati pemujaan dewa-dewi sesat.
Paulus VI, Pesan kepada Sinode Para Uskup, 2 September 1974:
“Seperti itu juga kami tidak dapat mengabaikan rujukan kepada agama-agama non-Kristiani.
Agama-agama ini, faktanya, tidak lagi boleh dipandang sebagai musuh, atau penghalang
untuk Evangelisasi...”17
Di sini Paulus VI dengan lancang menunjukkan bahwa ia mewartakan sebuah Injil baru. Agama-agama
non-Kristiani, katanya kepada kita, bukan lagi yaitu halangan untuk evangelisasi. Ini yaitu agama
murtad seorang antikristus.
Paus Gregorius XVI, Mirari Vos (#13), 15 Agustus 1832:
“Mereka harus mempertimbangkan kesaksian Kristus sendiri bahwa ’mereka yang tidak
bersama-Nya melawan-Nya.’ (Lk.11:23) dan mereka yang tidak bersama-Nya akan tercerai-berai
dengan tidak bahagia. Maka, ‘tanpa keraguan, mereka akan binasa selamanya, kecuali
mereka berpegang kepada iman Katolik secara penuh dan utuh’ (Syahadat Atanasius).”18
Paulus VI, Sambutan kepada Dalai Lama, 30 September 1973:
“Kami bahagia untuk dapat menyambut Yang Mulia hari ini... Anda datang
kepada kami dari Asia, tempat lahirnya agama-agama kuno dan tradisi-
tradisi manusia yang pantas untuk diberikan penghormatan yang
dalam.”19
Paulus VI mengatakan kepada kita bahwa yaitu suatu hal yang baik untuk memberi kepada ibadat
akan dewa-dewi sesat “penghormatan yang dalam”! Ini mungkin merupakan bidah terburuk yang pernah
dikatakan Paulus VI!
Paulus VI, Pesan, Agustus 1969:
”...Uganda memiliki iman yang berbeda-beda yang saling menghormati dan menghargai satu sama
lain.”20
Apakah agama yang sejati menghormati agama lain? Tidak. Ini jelas-jelas yaitu sebuah bidah.
Paulus VI, Pesan kepada Imam-imam Kafir Shinto, 3 Maret 1976:
“Kami mengenal ketenaran kuil anda, dan kebijaksanaan yang ia lambangkan dengan
sangat hidup lewat gambar-gambar yang ada di dalamnya.”21
Ini yaitu salah satu pernyataan yang paling jahat, jelas, dan sesat yang pernah diucapkan Paulus VI. Ia
memuji kebijaksanaan yang dikandung di dalam gambar-gambar Kuil Shinto yang kafir; dalam kata lain,
ia memuji para berhala orang-orang Shinto!
185
PAULUS VI TENTANG BUDDHISME
Buddhisme yaitu sebuah agama sesat dan pagan dari Timur yang mengajarkan kepercayaan akan
reinkarnasi dan karma. Para Buddhis percaya bahwa hidup tidak ada artinya, dan setiap bentuk
keberadaan yang memiliki kesadaran yaitu sebuah kejahatan. Orang-orang Buddhis menyembah
berbagai dewa-dewi sesat. Buddhisme yaitu sebuah penyembahan berhala dan agama sesat dari sang
Iblis. Inilah yang Paulus VI katakan tentang Buddhisme:
Paulus VI, Audiens Umum kepada para Buddhis di Jepang, 5 September 1973:
“Dengan amat gembira, Kami menyambut para anggota dari Tur Eropa
Umat Buddhis Jepang, para pengikut sekte Soto-shu Buddhisme yang
terhormat ... Di Konsili Vatikan II, Gereja Katolik menasihati putra-
putrinya untuk mempelajari dan mengamati tradisi-tradisi keagamaan umat
manusia dan untuk ‘mempelajari melalui dialog yang penuh ketulusan hati
dan kesabaran betapa besarnya harta karun yang telah dibagikan oleh Allah
yang Mahamurah kepada bangsa-bangsa di bumi’ (Ad Gentes, 11) ...
Buddhisme yaitu salah satu kekayaan Asia ....”22
Menurut Paulus VI, Buddhisme, agama yang sesat, kafir, dan yang menyembah berhala, yaitu salah satu
‘kekayaan’ Asia!
Paulus VI, Audiens Umum kepada para Buddhis di Jepang, 24 Oktober 1973:
“Sekali lagi, kami sangat senang untuk menyambut kelompok yang terhormat dari Tur Eropa
Umat Buddhis Jepang. Kami gembira untuk mengulangi rasa hormat yang kami miliki untuk
negara anda, tradisi-tradisi anda yang mulia...”23
Paulus VI, Pidato untuk Pemimpin Rohani Buddhis dari Tibet, 17 Januari 1975:
“Konsili Vatikan Kedua telah mengungkapkan kekaguman yang tulus kepada Buddhisme
dalam bentuknya yang beragam... Kami berharap bahwa Yang Mulia dan seluruh umatnya
mendapat Kemakmuran dan Damai yang berlimpah ..”24
Perhatikan kemusyrikannya dan kemurtadannya di dalam mengagumi, bukan hanya para orang Buddhis
namun juga agama Buddhisme yang sesat.
Paulus VI, Sambutan kepada Para Buddhis, 5 Juni 1972:
“Dengan keramahan dan penghargaan yang besar, kami menyambut kelompok para
pemimpin Buddhis yang terhormat dari Thailand... Kami memiliki rasa hormat yang dalam
untuk... tradisi-tradisi kalian yang berharga.”25
Paulus VI kepada kelompok Pemimpin Buddhis, 15 Juni 1977:
“Kepada kelompok para pemimpin Buddhis yang terhormat dari Jepang, kami memberi anda
sambutan yang hangat. Konsili Vatikan Kedua menyatakan bahwa Gereja Katolik
memandang dengan rasa hormat yang tulus cara hidup kalian... Dalam waktu ini, kami
gembira untuk mengingat kata-kata St. Yohanes: ‘Dan dunia ini sedang lenyap dengan
keinginannya, namun orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.’”26
186
Ia pertama berkata bahwa Gereja Katolik memandang dengan rasa hormat yang tulus cara hidup orang-
orang Buddhis. Hal ini yaitu bidah. Ia lalu berkata bahwa dalam waktu ini, ia harus mengingat kata-kata
St. Yohanes: siapa pun yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. Hal ini jelas berarti
bahwa para Buddhis akan hidup selamanya; yaitu, bahwa mereka akan diselamatkan. Ini sangatlah sesat.
Paulus VI, Sambutan kepada Patriark Buddhis dari Laos, 8 Juni 1973:
”...Buddhisme... Gereja Katolik mempertimbangan kekayaan rohaninya dengan rasa hormat dan
ingin bekerjasama dengan kalian, sebagai rohaniwan, untuk membawa damai yang sejati
dan keselamatan bagi umat manusia.”27
Paulus VI berkata bahwa Gereja Katolik mempertimbangkan kekayaan rohani agama sesat Buddhisme
dengan rasa hormat. Lalu ia berkata bahwa ia ingin bekerjasama dengan Patriark Buddhis untuk
membawa keselamatan umat manusia. Ini yaitu bidah dan kemurtadan.
PAULUS VI TENTANG ISLAM
Islam yaitu sebuah agama sesat yang menolak Keilahian Kristus dan menolak Allah Tritunggal
Mahakudus. Selain menolak Allah yang sejati, Islam juga mengizinkan poligami sampai empat istri, dan
para penganutnya (Muslim) menyebarkan agama sesat ini dengan semangat yang tidak tertandingi. Islam
yaitu agama sesat besar yang paling anti-Kristiani di dunia. Sesorang yang berkonversi ke dalam Agama
Kristiani di dalam negara-negara Islam dapat dihukum mati. Penyebaran Iman sejati secara ketat
dilarang oleh para Muslim. Masyarakat Islam yaitu salah satu hal yang terjahat di dalam sejarah
manusia. Berikut yaitu pandangan Paulus VI akan agama sesat ini yang menolak Kristus dan Allah
Tritunggal Mahakudus:
Paulus VI, Pesan, 9 September 1972:
“Kami juga menginginkan agar anda mengetahui bahwa Gereja mengakui
kekayaan iman Islam – sebuah iman yang mengikat kita kepada satu
Allah.”28
Paulus VI berbicara tentang ‘kekayaan’ Iman Islam, sebuah ‘Iman’ yang menolak Yesus Kristus dan Allah
Tritunggal Mahakudus. Ia berkata bahwa ‘Iman’ ini mengikat kita kepada Satu Allah. Ini yaitu
kemurtadan.
Paulus VI, Sambutan, 18 September 1969:
”...Para Muslim... bersama kita menyembah Allah yang esa dan pengasih, yang pada akhir zaman
akan mengadili umat manusia.”29
Para Muslim tidak menyembah satu Allah yang sejati, Allah Tritunggal Mahakudus, bersama Katolik
seperti yang kami bahas di dalam bagian tentang bidah-bidah Vatikan II. Untuk mengatakan bahwa para
Muslim menyembah Allah yang sama dengan Katolik yaitu sebuah bidah. Dan para Muslim tentunya
tidak menyembah Allah yang akan mengadili umat manusia pada akhir zaman, Yesus Kristus.
Paulus VI, Sambutan kepada Perwakilan Muslim, 4 Juni 1976:
”...Para Muslim dari Maroko...saudara-saudara kami di dalam iman kepada Allah yang esa. Kami
akan selalu menyambut anda dan di sini anda akan selalu menemukan penghormatan dan
pengertian.”30
187
Ia berkata bahwa para Muslim yaitu saudara-saudara di dalam Iman. Ini yaitu kemurtadan. Lalu ia
berkata bahwa para Muslim akan selalu menemukan penghormatan di Vatikan.
Paulus VI, Sambutan, 2 Desember 1977:
”...para Muslim (yang) mengaku menganut iman Abraham, dan bersama kami mereka
menyembah Allah yang esa dan pengasih, hakim dari umat manusia pada hari terakhir, seperti
yang dideklarasikan Konsili Vatikan Kedua.”31
Paulus VI, Sambutan, Agustus 1969:
”...keinginan Kami yang besar untuk menyambut secara langsung komunitas-komunitas Muslim
yang tersebar di seluruh Afrika? Kalian oleh sebab itu membuat Kami sanggup untuk
menunjukkan di sini rasa hormat Kami yang tinggi untuk iman yang kalian akui... Dengan
mengenang Martir-martir Katolik dan Anglikan, Kami mengenang pula mereka yang
menganut iman Muslim yang pertama menderita kematian.”32
Ia menyebutkan rasa hormatnya yang tinggi kepada iman sesat Islam, dan ia mengenang para Muslim
yang bersaksi akan agama sesatnya lewat kematian. Ini benar-benar sebuah kemurtadan.
Paulus VI, Sambutan Angelus, 3 Agustus 1969:
“Dua puluh dua martir diakui, namun ada lebih banyak lagi, dan bukan hanya Katolik.
ada pula {martir-martir} Anglikan dan beberapa Muhamaddan.”33
Ini mungkin merupakan pernyataan yang paling memalukan yang kami telah saksikan akan bidah bahwa
ada martir-martir non-Katolik. Paulus VI berkata bahwa para Muslim (yang bahkan tidak percaya
akan Kristus ataupun Allah Tritunggal) yaitu martir, di samping para Anglikan. Ini sangatlah
menakjubkan dan benar-benar sesat.
Paus Eugenius IV, Konsili Florence, 1441, ex cathedra:
” ... tidak seorang pun dapat diselamatkan, sebanyak apa pun ia telah berderma, walaupun ia telah
menumpahkan darah untuk nama Kristus, kecuali jika ia telah bertekun di pangkuan dan di
dalam kesatuan Gereja Katolik.”34
Paus Eugenius IV, Konsili Florence, Syahadat Atanasius yang dogmatis, 1439:
“Barangsiapa hendak diselamatkan harus di atas segala hal menganut iman Katolik. Jikalau
seseorang tidak menjaga iman ini secara utuh dan murni, tidak diragukan bahwa ia akan binasa
selamanya ....”35
PAULUS VI TENTANG KEBEBASAN BERAGAMA
Paulus VI, Sambutan, 9 Juli 1969:
“Ia [Gereja] juga telah menegaskan, sepanjang sejarah-Nya yang panjang yang untuk hal
mana Ia telah menanggung penindasan dan penganiayaan, kebebasan bagi semua orang
untuk mengakui agamanya masing-masing. Tidak seorang pun, kata-Nya, dapat dicegah untuk
bertindak, tiada seorang pun dapat dipaksakan untuk bertindak di dalam suatu cara yang
bertentangan dengan kepercayaannya... Seperti yang kita katakan, Konsili ini menegaskan
kebebasan beragama yang sejati dan publik...”36
Ini sangatlah salah dan sesat. Gereja Katolik telah menegaskan sepanjang sejarahnya yang panjang untuk
hal mana ia telah menanggung penindasan dan penganiayaan, bahwa agama akan Yesus Kristus yaitu
188
satu-satunya yang benar, dan bahwa Kristus yaitu Allah sejati dan manusia sejati. Paulus VI akan
membuat kita percaya, bagaimanapun, bahwa para martir disiksa dengan cara yang mengenaskan, bukan
sebab pengakuan iman mereka di dalam Kristus, namun agar semua orang memiliki kebebasan untuk
mengakui berbagai agama sesat mereka! Ini yaitu sebuah pemutarbalikan kebenaran yang luar biasa
sesatnya!
Paulus VI, Pesan, 10 Desember 1973:
”...pelanggaran yang berulang-ulang akan hak yang suci untuk kebebasan beragama di dalam
berbagai aspeknya dan ketidakadaan persetujuan internasional yang mendukung hak ini...”37
Paulus VI, Surat, 25 Juli 1975:
”...Takhta Suci bergembira untuk melihat bahwa hak untuk kebebasan beragama ditegaskan.”38
Sekali lagi, di bagian tentang Vatikan II kami menunjukkan bahwa doktrin kebebasan beragama yang
didukung oleh Paulus VI yaitu suatu yal yang dikecam oleh para Paus Katolik.
PAULUS VI TENTANG PARA ‘ORTODOKS’
Di sini kita melihat Paulus VI memberi sebuah jabat tangan Masonik yang jelas kepada Patriark Timur
Konstatinopel Skismatis, Athenagoras, pada tanggal 5 Januari 1964. Keduanya juga saling menghapus
ekskomunikasi dua belah pihak dari tahun 1054. Hal ini berarti bahwa Paulus VI menganggap bahwa
para ‘Ortodoks’ Timur tidak lagi diekskomunikasikan walaupun mereka menolak Kepausan. Oleh sebab
itu, menurutnya, Kepausan bukanlah sebuah dogma yang mengikat, dan siapa pun yang menolaknya
tidak terekskomunikasi.
Para Ortodoks Timur yaitu skismatis yang menolak Infalibilitas Kepausan serta ke-13 Konsili Umum
Gereja Katolik. Mereka menolak bahwa Roh Kudus berasal dari Pribadi Kedua dari Allah Tritunggal;
mereka mengizinkan perceraian dan pernikahan ulang; dan banyak dari mereka menolak dogma bahwa
Bunda Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa Asal. Berikut yaitu pendapat Paulus VI akan para skismatis
ini :
Paulus VI, Pesan, 19 April 1970, berbicara tentang Patriark Moskwa skismatis yang telah
meninggal:
“Sampai akhir hayatnya, ia sadar dan tertib akan pelayanannya yang agung.”39
Ia berkata bahwa kepemimpinan di dalam gereja yang skismatis yaitu sebuah pelayanan yang agung.
189
Paulus VI, Pesan, 24 Januari 1972:
”...untuk menyambut dari antara kita seorang wakil terkemuka dari Gereja Ortodoks yang
terhormat... Seorang pria yang sangat saleh...”40
Paulus VI, Pidato, 23 Januari 1972:
”...kepada Patriark Ortodoks yang agung, terhormat, dan mulia...”41
Paulus VI, Sambutan kepada Perwakilan Skismatis, 27 Juni 1977:
“Lalu, sepuluh tahun lalu , kami mengunjungi Gereja anda yang suci...”42
Paulus VI, Audiens Umum, 20 Januari 1971:
”...Gereja-gereja Ortodoks Timur yang terhormat...”43
Ia berkata bahwa gereja-gereja skismatis yaitu terhormat.
Paulus VI, berbicara tentang kematian Patriark Skismatis Athenagoras, 9 Juli 1972:
”...kami memercayakan seorang manusia yang agung ini kepada anda, seorang pria dari sebuah
Gereja yang terhormat...”44
Paulus VI, Sambutan, 25 Mei 1968:
”...Gereja Ortodoks Bulgaria yang terhormat...”45
Paulus VI, Pernyataan Umum bersama Patriark Sekte Skismatis dari Suriah, 27 Oktober 1971:
“Hal ini harus dilakukan dengan kasih, dengan keterbukaan dari dorongan-dorongan Roh Kudus,
dan dengan rasa saling hormat kepada satu sama lain dan Gereja satu sama lain.”46
Maka Paulus VI menghormati penolakan Kepausan dan Infalibilitas Kepausan.
Paulus VI, Telegram yang menyatakan dipilihnya Patriark Skismatis Konstantinopel yang baru, Juli
1972:
“Pada saat di mana anda menanggung beban yang berat untuk melayani Gereja Kristus...”47
Hal ini berarti Gereja yang skismatis yaitu Gereja Kristus.
Paulus VI, Sambutan, 14 Desember 1976:
”...Saudara-saudara, yang diutus oleh Gereja Konstantinopel yang terhormat... kami telah
melakukan tindakan gerejawi yang khidmat dan suci untuk menghapuskan anatema yang kuno,
sebuah tindakan yang kami harapkan dapat menghapuskan kenangan akan hal-hal ini
selamanya dari ingatan dan hati dari Gereja.”48
Para ‘Ortodoks’ yang skismatis dianatemakan oleh Gereja Katolik sebab mereka menolak Kepausan, dan
tidak menerima dogma-dogma Iman Katolik. namun Paulus VI secara khidmat menghapuskan anatema-
anatema ini untuk mereka, seperti yang kita lihat di atas. Seperti pernyataan di atas, sambutan Paulus VI
ini berarti bahwa ia mencoba untuk menjatuhkan Kepausan sebagai dogma yang harus diimani, di mana
orang yang menolaknya terkena anatema atau kutukan.
Paulus VI, Surat, 7 Maret 1971, tentang kematian dua patriark skismatis:
”...tergerak akan kematian Yang Mulia Patriark Kyrillos VI, kami mengungkapkan rasa simpati
kami yang tulus dan berjanji untuk berdoa agar gembala anda yang tercinta mendapat
istirahat abadi dan berkat penghiburan Allah atas seluruh Gereja Koptik Ortodoks.”49
190
Perhatikan dua hal: Pertama, Paulus VI berkata bahwa ia akan berdoa untuk jiwa seorang skismatis yang
telah meninggal, yang menunjukkan bahwa patriark non-Katolik yang telah meninggal ini dapat
diselamatkan, suatu hal yang sesat. Kedua, ia berdoa untuk berkat penghiburan Allah untuk Gereja
Koptik Ortodoks. Bagaimana dengan fakta bahwa hanya ada satu Gereja sejati dan bahwa Gereja
Koptik Skismatis bukanlah bagian darinya? Bagaimana dengan rahmat Allah untuk konversi untuk para
Koptik Ortodoks kepada Gereja yang sejati? Pernyataan Paulus VI menunjukkan kembali bahwa ia
berpegang bahwa sekte-sekte sesat yaitu Gereja-gereja sejati, dan bahwa Iman Katolik sama sekali
tidak berarti apa-apa.
Paus Gregorius XVI, 27 Mei 1832:
“Janganlah tertipu, saudara; jika seseorang pun mengikuti seorang skismatis, ia tidak akan
mendapat warisan kerajaan Allah.”50
Paulus VI, Surat kepada Skismatis, November 1976:
”...Konferensi Pan-Ortodoks pertama untuk persiapan bagi Konsili Suci Agung Gereja-Gereja
Ortodoks memulai karyanya...untuk pelayanan yang terbaik bagi Gereja Ortodoks yang
terhormat.”51
Ia menyebut konsili skismatis ini ‘suci’ dan Gereja skismatis ini ‘terhormat’. Paulus VI yaitu
seorang skismatis.
Paulus VI, Audiens Umum, 24 Januari 1973:
”...almarhum saudara kami yang terhormat, Patriark ekumenis Konstantinopel...”52
Paulus VI, Pesan tentang skismatis Russia yang meninggal, 7 April 1972:
”...kami mengungkapkan kepada Yang Mulia dan Sinode Suci Gereja Ortodoks Georgia dukacita
kami yang tulus dan berjanji untuk berdoa agar gembala anda mendapat istirahat
kekal...”53
Paulus VI, Pesan, 23 Mei 1968, kepada Patriark Skismatis Moskwa:
”...Yang Mulia, dalam perayaan ulang tahun kelima puluh hari di mana seluruh Sinode Gereja
Ortodoks Russia mendirikan kembali Takhta Patriarkal Moskwa... kami telah mengutus saudara-
saudara kami di dalam Keuskupan untuk berpartisipasi di dalam perayaan-perayaan yang
khidmat yang akan berlangsung di dalam Kota Patriarkal anda...”54
Ia menyebut Patriark skismatis ini ‘Yang Mulia’ dan merayakan ulang tahun kelima puluh Gereja
skismatis.
Paulus VI, Surat kepada Skismatis, 1 Juli 1978:
“Kami menyambut anda dengan kasih dan hormat.”55
Paulus VI, Audiens Umum, 30 November 1977:
“Kami menyambut anda dengan sukacita, saudara-saudara yang terkasih, yang mewakili di
sini Yang Mulia Patriark Pimen dan Gereja Ortodoks Rusia... seluruh rasa hormat serta kasih
persaudaraan kami kepada Yang Mulia Patriark Pimen, kepada imam-imamnya dan kepada
seluruh umatnya yang beriman.”56
Paulus VI lalu berkata di dalam sebuah surat tentang sang skismatis Athenagoras (Juli 1972): ”...kami
berdoa kepada Tuhan agar Ia menyambutnya di dalam kerajaan Surga...”57
191
Paulus VI, Deklarasi Gabungan dengan ‘Paus’ Skismatis Shenouda III, 10 Mei 1973:
“Paulus VI, Uskup Roma dan Paus Gereja Katolik, dan Shenouda III, Paus Aleksandria dan
Patriark Takhta St. Markus... Dalam nama kasih, kami menolak segala bentuk proselitisme...
Hendaknya hal itu berhenti, di mana pun ia berada...”58
Ini yaitu semua yang seseorang perlu lihat untuk mengetahui bahwa Paulus VI yaitu seorang
skismatis dan bukan Katolik. Ia membuat sebuah Deklarasi Gabungan dengan ‘Paus’ skismatis. Ia
mengakui bahwa sang skismatis ini yaitu pemegang Takhta St. Markus. Ini yaitu sebuah penghujatan
kepada Kepausan, sebab sang skismatis sama sekali tidak memegang otoritas apa pun. Ia menolak
segala bentuk proselitisme – yaitu, mencoba mengonversikan para skismatis – dan ia berkata
“hendaknya hal itu berhenti di mana pun ia berada”! Paulus VI yaitu seorang bidah formal dan
skismatis.
PAULUS VI TENTANG SEKTE-SEKTE PROTESTAN LAIN
Protestantisme dimulai dengan imam Jerman Martin Luther, yang meninggalkan Gereja Katolik dan
memulai revolusi Protestan pada tahun 1517. Luther menolak kehendak bebas, Kepausan, doa kepada
santo-santa, Api Penyucian, Tradisi, Transubstansiasi dan Kurban Suci Misa. Luther menggantikan Misa
dengan sebuah ibadat memorial yang mengenang Perjamuan Terakhir. Seluruh sakramen kecuali
Pembaptisan dan Ekaristi Kudus ditolaknya. Luther berpegang bahwa sesudah jatuhnya Adam, manusia
tidak dapat menghasilkan perbuatan-perbuatan baik. Kebanyakan Protestan berpegang kepada
kepercayaan yang sama dengan Luther, namun semuanya menolak berbagai dogma-dogma Katolik.
Berikut yaitu pendapat Paulus VI akan para bidah dan skismatis ini:
Paulus VI, Sambutan Angelus, 17 Januari 1971:
“Dari permusuhan yang polemis di antara berbagai denominasi Kristiani kami telah berpindah
kepada rasa saling hormat...”59
Di sini, Paulus VI menunjukkan bahwa agenda dari Vatikan II tentang sekte-sekte Protestan telah
berubah dari permusuhan yang polemis – dalam kata lain, permusuhan dengan doktrin-doktrin sesat
mereka – menjadi sebuah sikap yang menerima, dan rasa saling hormat untuk agama sesat mereka.
Paulus VI, Pidato kepada Perwakilan-perwakilan gereja-gereja non-Katolik di Jenewa, Juni 1969:
“Roh yang menggerakkan kita... Roh ini meletakkan, sebagai dasar pertama dari setiap kontak
yang berbuah antara agama-agama yang berbeda, bahwa setiap orang mengakui imannya
dengan setia.”60
Paulus VI berkata bahwa para Protestan tidak perlu menjadi Katolik, namun tetap setia kepada sekte-
sekte mereka.
Paulus VI, Homili, 25 Januari 1973:
”...mengungkapkan rasa hormat dan penuh kasih di dalam Kristus kepada umat Kristiani dari
denominasi-denominasi lain yang tinggal di dalam kota ini dan menjanjikan mereka rasa hormat
kami..”61
Itu yaitu sebuah homili yang sulit dipercaya. Di dalamnya, ia menegaskan kepada para bidah dari
berbagai denominasi lain rasa hormatnya. Pertimbangkanlah bahwa Paulus VI bahkan tidak mengenal
secara pribadi orang-orang yang ia hormati itu. Ia tidak tahu apa pun tentang mereka, kecuali bahwa
192
mereka yaitu bagian dari salah satu sekte-sekte ini , dan ia menjanjikan mereka rasa hormatnya
atas dasar itu!
Paulus VI, Surat, 6 Agustus 1973, kepada Konsili Gereja-Gereja Sedunia :
“Konsili Gereja-Gereja Sedunia telah diciptakan agar, lewat rahmat Allah, dapat melayani Gereja-
gereja dan Komunitas-komunitas Gerejawi di dalam upaya mereka untuk memulihkan dan
menunjukkan kepada semua orang persatuan di dalam iman dan kasih yang sempurna yang
yaitu karunia dari Kristus kepada Gereja-Nya.”62
Paulus VI berkata bahwa Konsili Gereja-Gereja Sedunia telah diciptakan untuk memulihkan dan
menunjukkan kepada semua orang persatuan di dalam iman dan kasih yang sempurna yang yaitu
karunia dari Kristus kepada Gereja-Nya. Perhatikan implikasi yang mencengangkan dari pernyataan ini.
Persatuan di dalam iman dan kasih yang sempurna yang yaitu organisasi Gereja Katolik, Gereja
universal yang didirikan oleh Kristus. namun Paulus VI berkata bahwa hal ini ditunjukkan oleh
Konsili Gereja-Gereja Sedunia ! Ia telah menggantikan Gereja Katolik dengan Konsili Gereja-Gereja
Sedunia . Konsili Gereja-Gereja Sedunia yaitu sebuah organisasi yang terdiri dari berbagai sekte-sekte
dan denominasi-denominasi yang berbeda. Seorang komentator tradisional dapat menyebutnya sebagai
kelompok Komunis – yang bertujuan untuk mengencerkan dan meliberalisasikan gereja-gereja ‘Kristiani’
seluruh dunia. namun tentunya itu yaitu sebuah organisasi ekumenis yang sangat sesat yang terdiri dari
berbagai agama-agama buatan manusia.
Paulus VI, Percakapan, 12 Desember 1968:
”...anak-anak kami bersahabat dengan saudara-saudara mereka, para Lutheran Evangelikal...”63
Paus Pius IV, pengakuan iman, Konsili Trente, ex cathedra:
“Iman Katolik yang sejati ini, di luar mana tidak seorang pun dapat diselamatkan... Sekarang saya
mengakuinya dan sungguh-sungguh menjunjungnya...”64
Paulus VI, Sambutan, 28 April 1977:
”...hubungan antara Gereja Katolik dan Persatuan Anglikan... kata-kata penuh harap ini,
‘Persatuan Anglikan dipersatukan bukan diserap,’ bukan lagi hanya sebuah mimpi.”65
Hal ini berarti bahwa Paulus VI ingin bersatu dengan sekte Anglikan tanpa menyerapnya; yaitu
tanpa mengonversikan mereka.
Paulus VI, Pidato, 2 Agustus 1969:
“Kami ingin bertemu dengan Gereja Anglikan yang berkembang di negara ini. Kami ingin
memberi penghormatan kepada para anak-anaknya yang ia sangat banggakan, mereka yang –
bersama martir-martir Katolik kami sendiri – menjadi saksi yang murah hati akan kehidupan
mereka kepada Injil...”66
Paulus VI, Berbicara tentang kematian sang Protestan Martin Luther King, Jr., 7 April 1968:
”...kita semua harus berbagi harapan yang ditanamkan oleh kemartirannya di dalam diri kita.”67
Paus Gregorius XVI, 27 Mei 1832:
“Pada akhirnya beberapa orang yang sesat ini mencoba meyakinkan diri mereka sendiri dan
orang-orang lain bahwa manusia tidak hanya diselamatkan di dalam agama Katolik, namun
bahkan bahwa para bidah dapat mendapat hidup kekal.”68
193
PAULUS VI TENTANG PENGENDALIAN KELAHIRAN
Paulus VI mendukung pengendalian kelahiran.
Paulus VI, Pidato, 16 November 1970:
”...hal ini, antara dampak-dampak yang lain, tidak diragukan lagi akan mendukung sebuah
pengendalian kelahiran yang rasional bagi para pasangan...”69
Paulus VI, Pidato, 24 Agustus 1969:
”...kebebasan suami dan istri dan tidak melarang mereka dari pembatasan kelahiran yang moral
dan pantas...”70
Paulus VI, Humanae Vitae (No. 16), 25 Juli 1968:
“Tidak dapat dibantah, bahwa di dalam setiap kasus pasangan suami istri, untuk alasan-alasan
yang dapat diterima, keduanya sangat jelas di dalam intensi mereka untuk tidak memiliki anak-
anak dan berharap untuk sama sekali tidak memiliki anak...”71
Paulus VI berkata di dalam Humanae Vitae bahwa pasangan-pasangan bebas untuk tidak memiliki anak
sama sekali bila mereka menginginkannya.
PAULUS VI TENTANG PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA (PBB)
PBB yaitu sebuah organisasi yang jahat yang mempromosikan kontrasepsi dan aborsi, dan
menginginkan untuk mengambil alih seluruh pembuatan keputusan untuk seluruh negara di dunia.
Mantan Sekretaris Jenderal PBB U Thant memuji sang Komunis Lenin sebagai seorang pria yang
“idealnya tercermin di dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.”72 Berikut pandangan Paulus VI akan
PBB:
Paulus VI, Sambutan, 5 Februari 1972:
”...kami mempunyai iman akan PBB.”73
Paulus VI, Pesan, 26 April 1968:
”...semoga semua manusia yang berhati bersatu bersama dengan damai agar prinsip-prinsip
Perserikatan Bangsa-Bangsa bukan hanya dapat diproklamasikan, namun juga dijalankan,
dan agar bukan hanya konstitusi Negara-negara mempermaklumkannya, namun juga para otoritas
publik menerapkannya...”74
Paulus VI, Sambutan kepada Sekretaris Jenderal PBB, 9 Juli 1977:
“Kami berharap dapat mendengarkan suara dari perwakilan resmi Organisasi Perserikatan
Bangsa-Bangsa... semua ini hanya menekankan peran yang bermanfaat dan tidak tergantikan
dari Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa...”75
Paulus VI, Pesan kepada PBB, 4 Oktober 1970:
“Hari ini kami ingin sekali lagi mengulangi kata-kata yang kami telah dengan bangga ucapkan
pada tanggal 4 Oktober 1965 dari tribunal majelis anda: “Organisasi ini melambangkan jalan
yang harus diambil untuk peradaban modern dan untuk perdamaian dunia... Di mana lagi,
terlebih lagi, pemerintahan ini dan orang-orang ini dapat menemukan sebuah jembatan untuk
menghubungkan mereka, meja bundar di mana mereka dapat berkumpul, dan sebuah pengadilan
di mana mereka dapat memohon keadilan dan perdamaian?... siapakah yang lebih baik dari
194
Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan agen-agen khususnya yang dapat menangani
tantangan yang dihadirkan kepada seluruh umat manusia?... Memang ada satu
kebaikan bersama umat manusia, dan Organisasi andalah yang bertanggung jawab
untuknya, sebab dedikasinya kepada universalitas, yang merupakan alasan
eksistensinya, untuk mempromosikannya tanpa kenal lelah.”76
Pertama, Paulus VI berkata bahwa PBB yaitu jalan yang harus diambil. Ia berkata bahwa PBB, bukan
Gereja Katolik, yaitu jalan terbaik untuk keadilan dan perdamaian dunia. Kedua, ia berkata bahwa PBB
yaitu badan universal (yaitu, Katolik) untuk umat manusia! Ia menggantikan Gereja dengan PBB.
PAULUS VI MEMPROMOSIKAN ORDE BARU DUNIA
Paulus VI, Pesan kepada Pemimpin Konferensi PBB, Mei 1976:
”...orde baru ekonomi internasional ini yang harus dibangun tanpa henti.”77
Paulus VI, Pesan, 8 September 1977:
“Pantas bahwa keperluan untuk dibangunnya sebuah orde baru dunia untuk ditekankan pada
hari-hari ini...”78
Paulus VI, Pesan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa, 24 Mei 1978:
”...kita sadar akan jalan yang harus menuntun kepada kedatangan sebuah orde baru
internasional...tidaklah sama sekali bisa menjadi sependek yang kita inginkan... dan
perkembangan yaitu ketiga keharusan yang terikat secara bersamaan...”79
PAULUS VI TENTANG PENYEMBAHAN KEPADA MANUSIA
Paulus VI, Sambutan, 7 Februari 1971:
“Segala kemuliaan kepada manusia!”80
Paulus VI, Sambutan, 1 Agustus 1969:
”...janganlah membiarkan diri kalian berkecil hati sebab hambatan serta kesusahan yang selalu
muncul; janganlah kehilangan kepercayaan akan manusia!”81
Paulus VI, Pesan, 25 Maret 1971:
”...manusia, yang haruslah merupakan pusat dan mahkota dari semua hal di bumi.”82
Ini yaitu sebuah penghujatan. Paulus VI mengutip bidah Vatikan II di sini.
Paulus VI, Pesan, 18 November 1971:
“Pada kunjungan kami ke Bombay kami menekankan: ‘Manusia harus bertemu manusia.’”83
Paulus VI, Audiens, 10 Januari 1972:
“sebab tuntutan akan keadilan, Bapak-bapak, hanya didapatkan di dalam terang kebenaran,
terang ini yang yaitu manusia...”84
Hal ini berarti bahwa manusia yaitu kebenaran.
Paulus VI, Sambutan, 11 April 1973:
“...selalu cemas untuk menjaga, di atas segala hal, keutamaan manusia...”85
195
Di dalam Sambutan Angelus-nya, 27 Januari 1974, Paulus VI berbicara secara positif tentang:
“...penyembahan manusia dalam nama manusia...”86
Paulus VI, Sambutan, 15 Februari 1974:
“...seperti yang Yang Mulia telah ulangi dengan benar – bahwa tujuan akhir ini yaitu
manusia...”87
Paulus VI, Sambutan, 29 Desember 1968:
“Misteri Kristiani yang bertumpu pada Manusia...”88
Paulus VI, Sambutan, 28 April 1969:
“Pada analisis akhirnya, tidak ada kekayaan yang benar selain manusia...”89
Paulus VI, Sambutan Angelus, 20 Juli 1969:
“yaitu sesuatu yang baik untuk merenungkan manusia...”90
Paulus VI, Audiens Umum, 28 Juli 1971:
“Martabat manusia! Kami tidak akan pernah sanggup untuk cukup menghargai dan
memuliakannya.”91
Paulus VI, Percakapan, 4 September 1968:
“...tema-tema yang pada hari ini sering menyibukkan agama, Katolik maupun non-Katolik, semua
hal ini bertemu dari berbagai arah di dalam satu fokus yang sentral dan dominan, yaitu:
manusia. ‘Menurut opini yang hampir serempak dari orang-orang beriman dan tidak beriman,
semua hal di bumi harus berkenaan dengan manusia sebagai pusat dan mahkotanya.’”92
Paulus VI, Pesan Angelus, 13 Juli 1975:
”...keheningan yang paling berharga dari semuanya, yaitu ilmu pengetahuan akan diri sendiri,
untuk berrefleksi, hampir bermimpi, akan hati nurani sendiri...Hidup kepada hari libur yang
membebaskan dari komitmen-komitmen, yang disibukkan untuk menjelajahi rahasia-rahasia
hidup diri sendiri.”93
Pikirkanlah pesan yang mencengangkan ini. Ia tidak berkata bahwa teologi, studi Allah, yaitu ilmu
pengetahuan yang paling berharga; ia malah berkata bahwa hal itu sesungguhnya yaitu ilmu
pengetahuan akan diri sendiri dan bermimpi akan hati nurani sendiri. Ia juga berkata hidup kepada hari
libur (yaitu hidup hari suci) yang bebas dari komitmen-komitmen (mungkin bebas dari keharusan
menghadiri Misa?), hari suci yang disibukkan dengan menjelajahi hidup diri sendiri. Dalam kata lain, ia
ingin sebuah hari suci tentang manusia tanpa komitmen-komitmen lain. Ini jelas-jelas yaitu
penyembahan manusia.
Paulus VI, Pesan Angelus, 26 September 1976:
“Kita berada dalam sebuah ekstasi kekaguman akan wajah manusia...”94
Paulus VI, Sambutan, 16 Oktober 1976:
”...jika Injil mendukung manusia, kita umat Kristiani mendukung Injil seratus persen...”95
Perhatikan bahwa ia hanya berkata bahwa kita mendukung Injil jika Injil mendukung manusia.
196
Paulus VI, Sambutan, 4 Desember 1976:
”...di atas segala pemeliharaan ideologis, keagungan dan martabat pribadi manusia harus muncul
sebagai satu-satunya nilai yang harus dipromosikan dan dilidungi.”96
Paulus VI, Pesan Natal, 25 Desember 1976:
“Mari memuliakan kemanusiaan yang telah jatuh dan berdosa.”97
Paulus VI, Pesan Natal, 10 Juni 1969:
“sebab pada analisis akhir, tidak ada kekayaan selain kekayaan manusia.”98
PAULUS VI TENTANG NATAL
Paulus VI, Audiens Umum, 17 Desember 1969:
”...Natal yaitu ulang tahun kehidupan. Itu yaitu pesta kehidupan manusia.”99
Natal yaitu Ulang Tahun Yesus Kristus. Hal itu bukanlah Ulang Tahun kehidupan kita sebab kita
bukanlah Yesus Kristus. namun ini yaitu hal yang dikhotbahkan Paulus VI.
Paulus VI, Sambutan Angelus, 21 Desember 1974:
“Selamat Natal kepada kalian... Natal yaitu pesta hidup manusia.”100
Paulus VI, Pesan Hari Natal, 25 Desember 1976:
“Saudara-saudara, marilah memuliakan Kelahiran Kristus, permulaan {incipient} kehidupan
manusia.”101
Kata incipient berarti “Permulaan, tahap pertama”102 Di sini Paulus VI berkata bahwa di dalam Kelahiran
Kristus, kita menemukan permulaan kehidupan manusia. Hal ini berarti, sekali lagi, bahwa manusia
yaitu Kristus.
Paulus VI, Sambutan Angelus, 18 Desember 1976:
“Natal yaitu pesta umat manusia...yang didedikasikan sebagai hasil gembira, untuk memuliakan
keberadaan manusia.”103
Paulus VI, Pidato, 12 September 1970:
”...satu-satunya kata yang menjelaskan bahwa Manusia yaitu Allah sendiri yang menjadi
Manusia, Sabda yang menjadi Daging.”104
Hal ini jelas-jelas berarti bahwa manusia yaitu Allah Sendiri yang menjadi manusia, Tuhan Kita Yesus
Kristus.
Paus Pius X, E Supremi Apostolatus, 4 Oktober 1903:
”...tanda yang khas milik Antikristus, manusia dengan kelancangan yang tidak terbatas
menempatkan dirinya sendiri di tempat Allah...”105
Paulus VI yaitu bidah terang-terangan dan seorang Anti-Paus yang non-Katolik.
197
PERUBAHAN-PERUBAHAN LAIN YANG DIBUAT PAULUS VI
Paulus VI menyingkirkan Tiara Kepausan
Pada tanggal 13 November 1964, Paulus VI menyingkirkan tiara Kepausan yang bermahkota tripel.
Paulus VI meloakkan tiara ini pada World’s Fair di New York.106 Tiara Kepausan yaitu tanda
dari otoritas Paus sejati – ketiga mahkota melambangkan otoritas dogmatis, liturgis, dan disiplin dari
seorang Paus. Dengan menjualnya, Paulus VI secara simbolis menyingkirkan otoritas Kepausan
(walaupun sebenarnya ia tidak memilikinya sama sekali sebab ia yaitu seorang Anti-Paus). namun hal
ini yaitu sebuah tindakan simbolis akan bahwa ia yaitu seorang penyusup satanis yang
seluruh misinya yaitu untuk mencoba menghancurkan Gereja Katolik. (Perhatikan pula ‘Kardinal’
Ottaviani, yang banyak orang kira merupakan seorang konservatif sejati, berdiri di samping Anti-Paus
Paulus VI sewaktu ia melakukannya).
198
PAULUS VI JUGA TERLIHAT BANYAK KALI MEMAKAI TUTUP DADA EFOD, YAITU TUTUP
DADA PERNYATAAN KEPUTUSAN {KEL 28:15} SEORANG IMAM AGUNG YAHUDI
Paulus VI memakai tutup dada efod, sebuah pakaian yang dikenakan oleh Freemason dan Imam-Imam
Agung Yahudi
Perhatikan kedua belas batu yang melambangkan kedua belas suku Israel. Ini bukan hanya sebuah
tutup dada Imam Agung Yahudi, namun menurut Encyclopedia of Freemasonry karangan Mackey,
efod juga ‘dikenakan di Cabang (Masonik) Amerika Royal Arch, oleh Imam Agung sebagai bagian
resmi dari pakaian resminya’. Efod yaitu pakaian yang dikenakan oleh Kayafas, Imam Agung dari
agama Yahudi yang memerintahkan agar Tuhan kita Yesus Kristus dihukum mati dengan penyaliban.
Anti-Paus Paulus VI mengenakan tutup dada efod, yaitu tutup dada pernyataan keputusan dari
Imam Agung berulang kali. Allah membiarkan hal-hal seperti ini terjadi untuk menunjukkan kepada
orang-orang bahwa para pria ini yaitu penyusup dan musuh dari Gereja Katolik.
Di samping seluruh bidah yang telah kami bahas di dalam pidato-pidato Paulus VI, ia yaitu pria yang
melaksanakan secara otoritatif Konsili Vatikan Kedua yang sesat, mengubah Misa Katolik menjadi sebuah
ibadat Protestan, dan mengubah ritus dari tiap Sakramen. Ia telah mengubah materi atau formula
Ekaristi, Pengurapan Terakhir, Imamat, dan Krisma. Paulus VI ingin membunuh Kristus di dalam Misa
(dengan cara menghapuskannya dan menggantikannya dengan yang palsu), dan ingin membunuh Gereja
Katolik Tuhan Yesus dengan mencoba mengubah Gereja sama sekali.
199
Dalam dua tahun sejak ditutupnya Vatikan II, Paulus VI menghapuskan indeks buku-buku terlarang,
sebuah keputusan yang secara pantas disebut seorang komentator ‘tidak dapat dimengerti’.
Sebuah foto lain di mana Paulus VI mengenakan tutup dada efod
Paulus VI lalu menghapuskan sumpah melawan Modernisme, pada saat Modernisme berkembang pesat.
Pada tanggal 21 November 1970,107 Paulus VI juga melarang semua kardinal yang berumur lebih dari 80
tahun untuk berpartisipasi dalam pemilihan Paus. Paulus VI juga menghapuskan pengadilan kepausan,
membubarkan Garda Mulia dan Garda Palatine.108 Paulus VI juga menghapuskan ritus Tonsur, keempat
Ordo Minor, dan tingkatan subdiakon.109
“Paulus VI mengembalikan Standar {Bendera} Lepanto kepada para Muslim. Sejarah bendera
ini yaitu sesuatu yang terhormat. Bendera itu diambil dari seorang laksamana Turki pada saat
pertempuran di laut pada tahun 1571. Sewaktu Paus St. Pius V berpuasa dan berdoa Rosario, angkatan
laut Kristiani mengalahkan angkatan laut Muslim yang jumlahnya jauh lebih banyak; hal ini
menyelamatkan Kekristenan dari bangsa tidak beriman. Untuk menghormati kemenangan bermukjizat
ini, Pius V mendirikan Pesta Perayaan Bunda Maria Rosario Tersuci untuk mengenang perantaraannya.
Di dalam suatu tindakan yang dramatis, Paulus VI bukan hanya menanggalkan kemenangan
Kristiani, namun juga doa-doa dan pengorbanan seorang Paus dan santo yang agung.”110
Di bawah Paulus VI, Kementerian Suci diubah: kegunaan utamanya sekarang yaitu untuk riset bukan
untuk melindungi Iman Katolik.111 Menurut orang-orang yang menonton film kunjungan Paulus VI ke
Fatima, ia tidak berdoa Salam Maria sekali pun.112
Pada tahun 1969, Paulus VI menghapuskan empat puluh santo-santa dari kalender liturgi resmi.113
200
Paulus VI menghapuskan pengusiran roh jahat secara khidmat dari ritus pembaptisan. Ia menggantikan
pengusiran roh jahat secara khidmat hanya dengan memasukkan sebuah rujukan untuk melawan Iblis.114
Sebuah foto lain di mana Paulus VI jelas-jelas mengenakan tutup dada efod
Paulus VI mengizinkan 32.000 permohonan para imam yang telah meminta untuk dilepaskan dari
kaulnya dan kembali kepada status awam – keluaran terbesar dari imamat sejak Revolusi Protestan.115
Bencana yang disebabkan oleh pengaruh Paulus VI langsung kelihatan. Misalnya, di Belanda, tidak
ada satu pun kandidat yang melamar sebagai imam pada tahun 1970, dan di dalam 12 bulan, setiap
seminari di sana ditutup.116 Kehancuran rohani tersebar di mana-mana; jutaan orang meninggalkan
Gereja; tidak terhitung jumlah orang yang berhenti mempraktikkan Imam dan mengakui dosa-dosa
mereka.
Dan walaupun Paulus VI yaitu sebab dari bencana serta kehancuran rohani yang berkelanjutan
ini , bagaikan ular yang licik, ia membelokkan perhatian ini dari dirinya sendiri. Di dalam
kutipannya yang mungkin paling terkenal, ia mengatakan bahwa asap Setan telah memasuki Bait Allah.
Paulus VI, Homili, 29 Juni 1972:
“Asap Setan telah memasuki Bait Allah lewat beberapa celah...”117
Sewaktu Paulus VI membuat pernyataan ini, semua orang memandang para kardinal, uskup, serta para
imam untuk mencari di mana asap Setan itu berada. Mereka melihat kepada semua orang kecuali sang
pria yang membuat pernyataan ini . namun Paulus VI sendiri yaitu asap Setan ini , dan ia
membuat pernyataan untuk sengaja mengarahkan orang-orang kepada arah yang salah, dan
memb






