gereja vatikan 22


 dan bahwa ia mengikuti Adam, Abraham, Musa, 

Daud, Salomo, dan Yesus sebagai nabi terakhir dari nabi-nabi agung yang menerima wahyu 

ilahi.”30 

Sewaktu ia merujuk kepada Muhammad sebagai ‘Nabi yang Kudus’, Mary Margaret tidak berpikir bahwa 

perlu untuk disebutkan kepada para pembaca ‘Katolik’-nya bahwa Muhammad yaitu  seorang nabi palsu 

dan pencipta suatu agama sesat. Ia berlanjut: 

Mary Margaret Funk, ‘OSB’, Islam: What Every Catholic Should Know {Islam: Apa yang Semua 

Orang Katolik Harus Ketahui}, hal. 36:  

“Muhammad menguji keaslian dari wahyu-wahyunya lewat doa dan puasa. Dua tahun 

sesudah nya barulah ia mengumumkannya dengan pengalaman rohaninya yang dalam.”31 

Kesan yang didapatkan oleh seorang pembaca yang berakal sehat dari artikel ini yaitu  bahwa Mary 

Margaret percaya bahwa wahyu-wahyu palsu Muhammad yaitu  asli atau mungkinlah asli (yang yaitu  

suatu kemurtadan). 

Mary Margaret Funk, ‘OSB’, Islam: What Catholics Should Know {Islam: Apa yang Semua Orang 

Katolik Harus Ketahui}, hal. 38:  

“Saya sangat terkesiap oleh pengertian mutlak dan penghormatan kepada Al-Quran yang 

disampaikan oleh para Muslim. Nama Allah, lagipula, hanyalah kata Arab untuk Allah, Allah yang 

satu dari Yahudi, Kekristenan, dan Islam.”32 

Di sini kita melihat bahwa Mary Margaret mendasari pujiannya yang besar untuk agama sesat Islam atas 

dasar ajaran sesat Vatikan II bahwa Yahudi, Kristiani, dan Muslim diduga menyembah Allah yang sama. 

Kita melihat hal ini ditunjukkan di dalam kutipan berikut: 

Mary Margaret Funk, ‘OSB’, Islam: What Catholics Should Know {Islam: Apa yang Semua Orang 

Katolik Harus Ketahui}, hal. 39:  

“Sewaktu saya menghadiri suatu sholat Muslim, saya merasa di rumah sendiri bersama 

para biarawati di Beech Grove, Indiana. Itu yaitu  Allah yang sama, pujian yang sama, dan 

lutut yang bertekuk yang sama.”33 

Ini semata-mata yaitu  indiferentisme rohani. namun  semua ini tepatnya berdasar  ajaran Vatikan II 

tentang para Muslim: 

Dokumen Vatikan II, Nostra aetate (#3): 

“Gereja juga memandang para Muslim dengan hormat. Mereka menyembah Allah yang satu, 

hidup dan tetap ada, pengasih dan mahakuasa, pencipta surga dan bumi, yang telah berbicara 

kepada umat manusia dan kepada hukum-hukumnya, bahkan yang tersembunyi, mereka siap 

Kemurtadan Ordo-Ordo Religius 

502 

 

untuk menundukkan diri mereka sendiri sepenuh hati, seperti Abraham, yang dihormati oleh 

iman Islam, patuh kepada Allah... Maka mereka memandang tinggi kehidupan moral dan 

menyembah Allah di dalam doa, derma, dan puasa.”34 

Mary Margaret lalu melanjutkan: 

Mary Margaret Funk, ‘OSB’, Islam: What Catholics Should Know {Islam: Apa yang Semua Orang 

Katolik Harus Ketahui}, hal. 39:  

“Komunitas saya yang terdiri dari 82 biarawati mengangkat saya sewaktu devosi saya 

suam-suam kuku dan sewaktu saya cenderung plin-plan. Saya melihat semangat yang 

sama dari antara teman-teman Muslim saya. Pemberhentian untuk berdoa yaitu  suatu 

norma yang memperbolehkan kami untuk menjadi sadar akan Allah pada saat rehat dan 

untuk membantu agar kesadaran akan Allah semakin diresapi. Apa yang selanjutnya 

terjadi yaitu  bahwa kami kembali melakukan ritual doa untuk kehadiran Allah yang 

dirasakan ini.”35 

Jelas, Mary Margaret Funk menganggap bahwa agama sesat Islam – yang dianggap sebagai sebuah 

kekejian oleh Gereja Katolik – sebagai suatu cara yang seutuhnya sah untuk memuji dan ‘menyenangkan’ 

Allah. Mary Margaret Funk yaitu  anggota dari Our Lady of Grace Monastery di Beech Grove, Indiana. Ia 

bukanlah anggota dari Gereja Katolik. Ia menolak Kristus dan murtad, dan percaya akan keselamatan di 

luar Gereja dan bahwa agama-agama sesat tidaklah sesat. Ia yaitu  mantan kepala biara dari komunitas 

religiusnya yang besar, dan ia yaitu  direktur eksekutif dari Dialog Antaragama Biara. Ia hanya 

mengikuti ajaran Vatikan II dan ekumenisme sesudah  konsili; ia yaitu  contoh yang umum dari hierarki 

dan rohaniwati sekte Vatikan II. 

Berapa banyak cerita semacam ini yang dapat diulang-ulangi? Mereka dapat diulangi tanpa habisnya, 

di dalam setiap dioses di bawah Benediktus XVI dan di dalam setiap komunitas religius yang 

bersekutu dengannya. Apakah Mary Margaret Funk dan jutaan orang lain telah salah mengerti ajaran 

Vatikan II? Tidak, ia telah mengerti dengan sempurna bahwa Vatikan II mengajarkan bahwa para Muslim 

menyembah Allah sungguh-sungguh di dalam doa, derma, dan puasa. Apakah Mary Margaret Funk dan 

jutaan lainnya telah salah mengerti arti dari kehadiran Yohanes Paulus II di mesjid, acara Assisi, kuil 

Buddhis, gereja Lutheran, dan sinagoga? Tidak, mereka telah mengerti hal ini  dengan sangat baik 

dan bahwa tindakan-tindakan ini  yaitu  suatu validasi atas agama-agama sesat ini . Itu 

disebabkan mereka telah mengikuti ajaran resmi Vatikan II yang menghasilkan kemurtadan mereka. 

Kemurtadan Bunda Teresa dan Ordo Religiusnya, Misionaris Charitas 

Bunda Teresa dari Kalkuta yaitu  pendiri Misionaris Charitas, salah satu ordo religius terbesar dan 

paling terkenal di dalam sekte Vatikan II. Bunda Teresa dianggap sebagai salah satu cahaya yang 

bersinar dari agama pasca-Vatikan II. Kenyataan yang menyedihkannya yaitu  bahwa ia bahkan 

bukan seorang Katolik. Indiferentisme rohaninya dan kemurtadannya dari Iman Katolik digambarkan di 

dalam wawancaranya di tahun 1989 dengan Time Magazine. 

  

Kemurtadan Ordo-Ordo Religius 

503 

 

Wawancara Bunda Teresa pada tahun 1989 dengan Time Magazine – Ia mencintai semua 

agama! 

“Time: Apa pendapat anda tentang Hinduisme? 

Bunda Teresa: Saya mencintai semua agama, namun  saya mencintai agama saya sendiri. Tidak 

ada diskusi. Itulah apa yang kami harus buktikan kepada mereka. Saat mereka melihat apa yang 

saya lakukan, mereka menyadari bahwa saya mencintai Yesus.”36 

Seperti yang dikutip di sini, Bunda Teresa mencintai semua agama. Bunda Teresa mencintai agama-

agama Setan! Ia mencintai agama yang musyrik, agama-agama yang menolak Kristus, dst. Ini yaitu  

kemurtadan. Dan ia akan sebentar lagi menjadi ‘santa’ di dalam sekte Vatikan II {buku ini ditulis sebelum 

‘kanonisasi’ Bunda Teresa di tahun 2016}, yang kembali membuktikan bahwa sekte Vatikan II bukanlah 

Gereja Katolik. 

1 Korintus 13:3- “Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, 

bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, namun  jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun 

tidak ada faedahnya bagiku.” 

Kasih dari Bunda Teresa yaitu  palsu, sebab  tidak didirikan di atas Iman yang sejati. Hal ini  tidak 

ada faedahnya baginya. 

Paus Pius XI, Mortalium Animos (#9), 6 Januari 1928: 

“Itulah sebabnya, sebab  fondasi dari kasih yaitu  iman yang murni dan tidak terjamah, maka 

dari itu kesatuan iman haruslah merupakan ikatan yang hakiki yang mempersatukan para murid 

Kristus.” 37 

Ibrani 11:6: “namun  tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah...” 

 

Bunda Teresa menghormati Gandhi yang Hindu 

  

Kemurtadan Ordo-Ordo Religius 

504 

 

Berikut yaitu  gambar Bunda Teresa yang memuja Buddha pada tahun 1975. 

 

Di dalam gambar ini di kiri, kita melihat Bunda Teresa memuja Buddha di dalam sebuah upacara syukur 

untuk ulang tahun ke-25 Misionaris Charitas. Ia berlutut di dalam doa di pojok kiri gambar ini. Gambar di 

kanan yaitu  sebuah close-up dari upacara yang sama, yang berlangsung pada tanggal 7 Oktober 1975. 

Sewaktu kita mempertimbangkan tindakan ini, bersama dengan banyak pernyataan-pernyataan Bunda 

Teresa yang murtad di bawah, tidak diragukan bahwa ia yaitu  salah satu orang murtad terburuk dan 

nabi palsu terbesar di dalam sejarah Katolik. 

sesudah  Yohanes Paulus II melangsungkan pertemuan doa antaragamanya yang musyrik di Assisi pada 

tahun 1986 di mana, bersama berbagai kekejian lain, Dalai Lama menempatkan sebuah patung Buddha di 

atas Tabernakel, Bunda Teresa menyebut hari ini  sebagai ‘hadiah paling indah dari Allah’.38 

Sebuah buku yang baru saja dikeluarkan, Everything Starts From Prayer, Mother Teresa’s Meditations on 

Spiritual Life for People of all Faiths {Semua Berasal dari Doa, Meditasi-meditasi Bunda Teresa tentang 

Kehidupan Rohani untuk Orang-orang dari Semua Iman} juga menunjukkan penolakan Bunda Teresa 

yang utuh atas Iman Katolik dan perlunya Kristus untuk keselamatan. Pembukaan berikut mengutip 

pernyataan-pernyataannya yang paling terkenal, yang menunjukkan roh satanik dari karya Bunda 

Teresa: 

Bunda Teresa: “Saya telah selalu berkata kita harus membantu seorang Hindu 

menjadi seorang Hindu yang lebih baik, seorang Muslim menjadi seorang Muslim 

yang lebih baik, seorang Katolik menjadi seorang Katolik yang lebih baik.”39 

Ini yaitu  suatu kemurtadan dari Yesus Kristus dan Iman Katolik. Bunda Teresa juga berkata: 

“Beberapa orang menyebut-Nya Ishwar, beberapa orang menyebut-Nya Allah, namun  kita 

harus mengakui bahwa Ialah yang membuat kita untuk hal-hal yang lebih besar: untuk mengasihi 

dan untuk dikasihi. Yang penting yaitu  kasih. Kita tidak dapat mengasihi tanpa doa, dan oleh 

sebab  itu apa pun agama kita, kita harus berdoa bersama.”40 

Kemurtadan Ordo-Ordo Religius 

505 

 

Pendek kata, Bunda Teresa percaya bahwa Allah (Allah Tritunggal Mahakudus) dan setan (allah-

allah palsu para penyembah berhala) yaitu  satu dan sama. Fakta bahwa ia dianggap ‘suci’ oleh 

sekte Vatikan II yaitu  salah satu dari kesesatan rohani di dalam sejarah Kristiani. Bunda Teresa 

mengungkapkan sikap umum ketidakpedulian atas agama yang seseorang akui, dan menunjukkan 

persetujuannya atas agama-agama sesat dari Iblis (agama-agama non-Kristiani) secara konsisten. 

“Sekali, sewaktu Bunda Teresa melayani seorang pria Buddhis yang akan meninggal, seorang 

pengunjung mendengarnya berbisik, ‘Anda ucapkan sebuah doa di dalam agama anda, dan saya 

akan mengucapkan sebuah doa seperti yang saya ketahui. Bersama kita akan mengatakan doa ini dan hal 

ini  akan menjadi suatu hal yang indah bagi Allah.’”41 

Di dalam Mother Teresa, A Pictorial Biography {Bunda Teresa, Biografi Bergambar} oleh Joanna Hurley, 

kita membaca hal berikut di halaman 68 tentang Ordo Bunda Teresa, The Missionaries of Charity 

{Misionaris Charitas}: 

“Sebuah Ordo Katolik, The Missionaries of Charity {Misionaris Charitas} bagaimanapun ekumenis 

dalam karyanya. Para biarawati menguburkan orang-orang yang sekarat yang mereka telah 

rawat menurut ritus-ritus agama tiap-tiap individu, dan mereka merayakan hari libur 

setempat [dari agama-agama lain] bersama hari-hari libur Gereja. Di sini sekelompok 

biarawati muda membantu anak-anak menyalakan kembang api untuk Diwali, Festival 

Cahaya di India.”42 

Hal ini berarti bahwa para biarawati dari ordo Bunda Teresa bukan hanya menyetujui, namun  

berpartisipasi dalam ritual pagan dari agama-agama non-Kristiani. Hal ini disebab kan mereka 

mengikuti indiferentisme rohani dari pendirinya, Bunda Teresa. Pada halaman 68 dari buku ini, 

ada  sebuah gambar dari para biarawati dari ordo Bunda Teresa yang menyalakan kembang 

api untuk festival Hindu Diwali dengan senyum lebar di muka mereka. Ini yaitu  dosa melawan Iman 

yang terburuk; tidak, ini yaitu  agama Antikristus – di mana manusia, dan kesukaannya untuk agama-

agama sesat, menghapuskan dan menggantikan Yesus Kristus. 

Seorang teman kami dari Kanada baru-baru ini menelpon kepala biara dari salah satu biara Bunda 

Teresa. Teman kami berkata, “Bagaimana bisa Bunda Teresa tidak pernah mencoba mengonversikan 

seseorang?” ‘Kepala Biara’ dari Kanada menjawab: “Rasa hormat tertinggi untuk pribadi manusia yaitu  

untuk menghormati agamanya.” ‘Kepala Biara’ ini  berkata kepada teman kami bahwa para non-

Katolik ini akan masuk Surga walaupun jika mereka menolak Kristus, selama mereka yaitu  ‘orang-

orang yang baik’, sebab  itulah yang penting menurutnya. Dalam kata lain, manusia dan agama 

pilihannya lebih besar dari Yesus Kristus. Ini yaitu  Injil Antikristus, dan Bunda Teresa yaitu  nabi palsu 

utamanya dan contoh di luar para Anti-Paus Vatikan II. Ia menyelubungi kemurtadannya di dalam karya-

karyanya yang murni jasmani saja, yang membuatnya tampak memiliki kasih yang sejati, walaupun 

sebenarnya ia tidak memilikinya sama sekali. 

Paus St. Pius X, Editae Saepe (#28) 26 Mei 1910: 

“Faktanya, bagaimanapun, semata-mata karya-karya baik jasmaniah hanyalah kebajikan 

yang palsu sebab  mereka tidaklah kekal maupun cukup untuk keselamatan.”43 

Bunda Teresa memberi makan dan pakaian banyak orang, namun  ia meninggalkan jiwa-jiwa mereka 

kelaparan untuk apa yang mereka paling butuhkan, Tuhan kita Yesus Kristus. Ia mencabut dari jiwa-jiwa 

ini satu-satunya hal yang benar-benar diperlukan, dan oleh sebab nya bukanlah teman sejati mereka, 

namun  musuh mereka. 

Kemurtadan Ordo-Ordo Religius 

506 

 

Lukas 12:4-5: “[Yesus berkata] Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu 

takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan lalu  tidak dapat berbuat apa-

apa lagi. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, 

yang sesudah  membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. 

Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!” 

Yohanes 17:3: “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-

satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” 

1 Yohanes 5:11-12: “Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal 

kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki 

hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.” 

Kami telah menghabiskan waktu yang panjang untuk masalah ini sebab  kemungkinan besar sekte 

Vatikan II akan sebentar lagi ‘menganonisasikan’ Bunda Teresa yang murtad, yang menunjukkan 

beberapa indiferentisme rohani yang terburuk di antara para anggota sekte Vatikan II. sebab  kanonisasi 

yaitu  infalibel, hal ini akan menunjukkan lebih lanjut bahwa para Anti-Paus Vatikan II bukanlah Paus 

sejati. 

Kami dapat melanjutkan halaman demi halaman contoh-contoh dari kemurtadan ordo-ordo religius, 

namun  poin ini harusnya jelas. Ordo-ordo religius Vatikan II murtad sebab  mereka mengikuti ajaran 

Vatikan II. 

  

Kemurtadan Ordo-Ordo Religius 

507 

 

_______________________________ Bagian 32:

 

1 The Abbey Banner – Magazine of St. John’s Abbey, Collegeville, MN, Musim Dingin, 2006, hal. 24. 

2 The Abbey Banner – Magazine of St. John’s Abbey, Musim Dingin, 2006, hal. 24. 

3 http://www.townhall.com/opinion/columns/patbuchanan/2002/12/11/165161.html; juga Kenneth Jones, Index 

of Leading Catholic Indicators: The Church Since Vatican II {Indeks Indikator-indikator Utama Katolik: Gereja Sejak 

Vatikan II}. 

4 http://www.faithfulvoice.com/convertino.htm 

 

5 http://www.urbandharma.org/images/NunsoftheWest/31_JPG.html 

6 http://www.jesuit.ie/main/ 

 

7 http://www.osb.org/ 

 

8 http://www.jmanjackal.net/eng/engyoga.htm 

 

9 Denzinger, The Sources of Catholic Dogma {Sumber-Sumber Dogma Katolik}, B. Herder Book. Co., Edisi Ketiga 

puluh, 1957, no. 1782. 

 

10 The Papal Encyclicals {Ensiklik-Ensiklik Paus}, oleh Claudia Carlen, Raleigh: The Pierian Press, 1990, Vol. 3 (1903-

1939), hal. 526. 

 

11 The Encyclicals of John Paul II {Ensiklik-Ensiklik Yohanes Paulus II}, Huntington, IN: Our Sunday Visitor Publishing 

Division, 1996, hal. 316. 

 

12 The Encyclicals of John Paul II {Ensiklik-Ensiklik Yohanes Paulus II}, hal. 316. 

13 Donald Attwater, A Catholic Dictionary {Kamus Katolik}, Tan Books, 1997, hal. 366. 

 

14 The Catholic Encyclopedia, Vol. 11, New York: Robert Appleton Co., 1911, hal. 447. 

 

15 http://www.jmanjackal.net/eng/engyoga.htm 

 

16 http://www.trappist.net/newweb/enews_03_18_05.html 

17 http://www.carmelitespiritualcenter.org/living-light.asp?a=retreats 

18 Konfirmasi dari komunikasi telepon pribadi dengan Ecclesia Center. 

 

19 http://www.ecclesiacenter.org/staff.htm 

 

20 http://www.ecclesiacenter.org/index.htm 

 

21 http://www.budgettravelonline.com/bt-dyn/content/article/2005/06/04/AR2005060400391.html 

22 National Catholic Reporter, 16 Juli 2004. 

 

23 http://www.monasticdialog.com/bulletins/73/boardnews.htm 

 

24 http://www.beliefnet.com/story/16/story_1675_1.html 

25 The Papal Encyclicals {Ensiklik-Ensiklik Paus}, Vol. 1 (1740-1878), hal. 237-238. 

Kemurtadan Ordo-Ordo Religius 

508 

 

 

26 http://www.spiritualityandpractice.com/days/features.php?id=10953 

 

27 The Abbey Banner – Magazine of St. John’s Abbey, Musim Dingin, 2006, hal. 24. 

28 The Abbey Banner – Magazine of St. John’s Abbey, Musim Dingin, 2006, hal. 24. 

 

29 The Abbey Banner – Magazine of St. John’s Abbey, Musim Dingin, 2006, hal. 25. 

30 Mary Margaret Funk, Islam: What Catholics Should Know {Islam: Apa yang Semua Orang Katolik Harus Ketahui}, St. 

Anthony Messenger, Agustus 2005, hal. 36. 

 

31 Mary Margaret Funk, Islam: What Catholics Should Know {Islam: Apa yang Semua Orang Katolik Harus Ketahui}, St. 

Anthony Messenger, Agustus 2005, hal. 36. 

 

32 Mary Margaret Funk, Islam: What Catholics Should Know {Islam: Apa yang Semua Orang Katolik Harus Ketahui}, St. 

Anthony Messenger, Agustus 2005, hal. 38. 

 

33 Mary Margaret Funk, Islam: What Catholics Should Know {Islam: Apa yang Semua Orang Katolik Harus Ketahui}, St. 

Anthony Messenger, Agustus 2005, hal. 39. 

 

34 Decrees of the Ecumenical Councils {Dekret-Dekret Konsili-Konsili Ekumenis}, Sheed & Ward dan Georgetown 

University Press, 1990, Vol. 2, hal. 969. 

 

35 Mary Margaret Funk, Islam: What Catholics Should Know {Islam: Apa yang Semua Orang Katolik Harus Ketahui}, St. 

Anthony Messenger, Agustus 2005, hal. 39. 

 

36 http://www.servelec.net/mothertheresa.htm 

 

37 The Papal Encyclicals {Ensiklik-Ensiklik Paus}, Vol. 3 (1903-1939), hal. 316. 

 

38 Time Magazine, 10 November 1986. 

39 Anthony Stern, Everything Starts From Prayer, Mother Teresa’s Meditations on Spiritual Life for People of all Faiths 

{Semua Berasal dari Doa, Meditasi-meditasi Bunda Teresa tentang Kehidupan Rohani untuk Orang-orang dari Semua 

Iman}. 

 

40 Anthony Stern, Everything Starts From Prayer, Mother Teresa’s Meditations on Spiritual Life for People of all Faiths 

{Semua Berasal dari Doa, Meditasi-meditasi Bunda Teresa tentang Kehidupan Rohani untuk Orang-orang dari Semua 

Iman}. 

 

41 Anthony Stern, Everything Starts From Prayer, Mother Teresa’s Meditations on Spiritual Life for People of all Faiths 

{Semua Berasal dari Doa, Meditasi-meditasi Bunda Teresa tentang Kehidupan Rohani untuk Orang-orang dari Semua 

Iman}. 

 

42 Joanna Hurley, A Pictorial Biography {Bunda Teresa, Biografi Bergambar}, Courage Books, 1997, hal. 68. 

 

43 The Papal Encyclicals {Ensiklik-Ensiklik Paus}, Vol. 3 (1903-1939), hal. 121. 

Informasi yang Mengejutkan yang Menyimpulkan Kemurtadan Sekte Vatikan II 

509 

 

33. Informasi yang Mengejutkan yang 

Menyimpulkan Kemurtadan Dioses-Dioses, 

Para Pengikut, Para Imam, Ordo-Ordo 

Religius, dst. dari Sekte Vatikan II 

 

Tidak terbatas dalamnya kekelaman skandal dari sekte Vatikan II, dari Misa Barunya (yang banyak orang 

sudah mengenalnya), sekolah-sekolah serta universitas-universitas ‘Katolik’-nya sampai tindakan-

tindakan dari hierarkinya dan para anggotanya yang murtad, yang terbukti terus menerus lewat internet. 

Anda akan menemukan di sini beberapa dari pokok berita yang kami telah terbitkan dalam rubrik “News 

and Commentary {Berita dan Komentar}” dari situs internet kami berbahasa Inggris, tentang skandal dari 

sekte Vatikan II kira-kira tahun lalu. Jelas, kami tidak perlu menerbitkan kembali keseluruhan dari 

artikel-artikel yang mendukung pokok berita ini . Catatan-catatan kaki sudah diberikan untuk 

hampir semua pokok berita yang kami telah daftarkan; mereka yang tidak bercatatan kaki berasal dari 

artikel-artikel asli yang kami telah berikan tautannya, namun  yang telah digantikan atau yang sudah tidak 

lagi pada hari ini berada di dalam situs internet yang menerbitkannya. Semua pokok berita ini yaitu  asli 

dan yaitu  cerminan dari kejadian-kejadian nyata di dalam sekte Vatikan II. Kejadian-kejadian 

semacam ini berlangsung setiap hari. 

‘Kardinal’ Novus Ordo Cheong dari Seoul mengucapkan selamat untuk ulang tahun Buddha dan 

berkata, “Kita semakin memerlukan ajaran-ajaran Buddha.”1 

Inilah yang kami sebut sebuah kemurtadan... namun  sang ‘Kardinal’ hanyalah mengikuti gerakan dari para 

Anti-Paus Vatikan II. Ingatlah akan hal ini: 

Yohanes Paulus II, 6 Mei 1984: 

“...dunia memandang Korea dengan sebuah ketertarikan tertentu. sebab  para orang Korea di 

sepanjang sejarah telah mencari, di dalam visi-visi etis dan rohani yang agung dari Buddhisme 

dan Konfusianisme, jalan untuk memperbarui diri... Bolehkah saya memberi sambutan 

tertentu kepada para anggota tradisi Buddhis sewaktu mereka bersiap menyelenggarakan 

pesta Kedatangan Tuhan Buddha? Semoga kegembiraan anda menjadi penuh dan sukacita 

anda terpenuhi.”2 

Ritual Buddhis dalam Katedral Novus Ordo 

“Pyeonghwa Broadcasting Corporation (PBC), saluran televisi yang diarahkan oleh Keuskupan Agung 

Seoul telah mengundang para Buddhis untuk mengadakan ritual Yeongsanjae mereka di Coste Hall di 

dalam komplex katedral Myeongdong, pada tanggal 19 April. Acara ini  yaitu  bagian dari sebuah 

program yang kebanyakan musikal di depan para penonton berjumlah kurang lebih 200 Buddhis dan 

Katolik.” 

“Menurut dewan Katedral, itulah pertama kalinya Katedral Myeongdong menerima sebuah ritual 

Buddhis di dalam lingkungannya.”3 

Informasi yang Mengejutkan yang Menyimpulkan Kemurtadan Sekte Vatikan II 

510 

 

Seorang ‘imam Katolik’ menentang di tengah-tengah acara televisi bahwa Yesus telah 

mendirikan satu Gereja untuk mempromosikan “God and the Girl {Allah dan Anak Perempuan}”, 

di Larry King Live (CNN) 

 KING: Dan Romo Manning, apakah Kristus memang telah mendirikan satu Gereja? 

 MANNING: Tidak juga. 

 KING: Apakah ia mati sebagai seorang Yahudi? 

MANNING: Seperti Gereja – benar. Lalu hal ini  lalu  mulai berubah – memang ada  

para rasul, mereka membentuk kelompok. namun  ya, tidak saya setuju, ya. 

KING: Anda juga dapat mengutarakan pendapat anda. Anda lebih dari seorang pelajar. 

DEMATTE: Sang Kristus – Gereja Katolik tidak percaya bahwa Kristus tidak memulai satu Gereja. 

Gereja Katolik mengajarkan bahwa – seperti yang kami ucapkan tiap hari di dalam syahadat, kami 

percaya akan Gereja Katolik yang Kudus dan Apostolik. Kami percaya akan satu Gereja, yang 

dibangun di dalam Matius bab 16, di mana Yesus memberi  kepada Petrus kunci kerajaan 

Allah. 

Lalu dengannya, hal ini  berasal dari Perjanjian Lama di mana para raja di dalam Perjanjian 

Lama memberi  kunci kerajaan kepada perdana menteri sewaktu raja harus pergi. 

Maka, sewaktu Yesus meninggalkan kerajaan kita di sini di bumi, Ia pergi ke kerajaan Allah dan ia 

telah memberi  kuncinya kepada Petrus, perdana menterinya – dengan petunjuk utamanya di 

dalam Gereja kami dan dari sanalah datangnya Keutamaan Paus. Dari sanalah datangnya otoritas 

kami. Dan dari sanalah Yesus mendirikan Gereja-Nya.”4 

Pada tanggal 13 April 2006, Larry King Live menyajikan suatu tayangan yang berjudul God and the Girl 

{Allah dan Anak Perempuan} tentang pria-pria muda yang dilema antara pilihan ‘imamat’ Novus Ordo dan 

pernikahan. Hal ini  yaitu  suatu promosi untuk suatu program lain dengan judul yang sama yang 

ditayangkan di dalam saluran yang lain. Larry King telah mengundang seorang ‘imam Katolik’, Michael 

Manning, pembawa acara dari The Word in the World {Sabda di dalam Dunia}. ‘Romo’ Manning sering 

hadir di Larry King Live, dalam tanda kutip untuk memberi  pandangan ‘Katolik Roma’ yang resmi. 

Tentunya seperti yang kita telah lihat di atas, sewaktu mereka menanyakan jika Yesus telah membangun 

satu Gereja, ‘Romo’ Manning berkata ‘tidak juga’, dan bahwa Gereja terbentuk di lalu  hari! Benar-

benar memalukan sampai kami kehilangan suara. 

Salah satu orang muda di tayangan ini  yang bernama Dematte – yang ingin masuk ‘imamat’ Novus 

Ordo – telah berbicara untuk menyanggah, dengan benar, bidah ini  seperti yang kita lihat dalam 

transkrip di atas. Fakta bahwa seorang ‘imam Katolik’, yang diundang oleh CNN untuk memberi  versi 

‘Katolik’ resmi kepada para jutaan penontonnya, menolak bahwa Yesus telah membangun satu Gereja, 

menunjukkan kepada kita di mana kita berada di dalam sejarah dan betapa Sekte Vatikan II terasing dari 

Katolisisme. 

’Uskup Agung’ yang baru dari San Francisco menilai sebuah film tentang koboi homoseksual 

‘Sangat Menggugah Hati’5 

 ‘Misa’ badut / suasana sirkus di Alsace 

“Untuk tahun yang ketujuh, sebuah Misa dilangsungkan, kemarin untuk Pesta Kenaikan, di bawah tenda 

Informasi yang Mengejutkan yang Menyimpulkan Kemurtadan Sekte Vatikan II 

511 

 

besar sirkus Arlette Gruss... di Strasbourg... kemarin [Mei 2012], lebih dari seribu orang menghadiri acara 

yang dipimpin oleh Mgr. Lucien Fischer, Uskup Emeritus dari Saint Pierre dan Miquelon, dan oleh Uskup 

Pembantu Mgr. Christian Kratz, yang dimeriahkan oleh koor Jeunes d’Alsace...”6 

Acara ekumenis bergaya sirkus 

“Sore ini [Januari 2010]... di bawah tenda ruang Fontvieille, 

perayaan ekumenis akan diberikan oleh Uskup Agung 

Monako, Mgr. Bernard Barsi dalam acara pekan doa untuk 

persatuan umat Kristiani. Pemimpin Negara, Albert II akan 

menghadiri misa ini . Romo Patrick Keppel, 

penanggung jawab dari ekumenisme dioses Monako, 

menggagaskan ide perayaan ini  pada tahun 2002. 

Acara publik ini telah menjadi suatu acara yang tidak 

terpisahkan dari festival sirkus Monte Carlo. Kesuksesannya 

ternilai dari suatu jumlah hadirin yang hampir mencapai 

3.000 orang dalam acara ini  pada tahun-tahun 

terakhir.”7 

Itu benar-benar merupakan suatu parodi akan Allah dan Iman Katolik, namun  hanyalah suatu hari lain di 

dalam sekte Vatikan II. Perhatikan bahwa seorang ‘Uskup Agung’ Novus Ordo sangatlah terlibat dalam 

skandal ini . Dan 3.000 orang menonton hal ini . 

Harian Vatikan mengakui bahwa Intelligent Design {Penciptaan} tidak boleh diajarkan dalam 

sekolah8 

Bukti apa lagi yang diperlukan bahwa zaman ini yaitu  zaman Kemurtadan Besar, dan bahwa Roma telah 

diambil alih oleh suatu sekte non-Katolik yang palsu, sewaktu kita melihat bahwa harian resmi Vatikan 

mengakui bahwa Penciptaan tidak boleh diajarkan di dalam sekolah? Benar-benar memalukan! 

Dengan seizin ‘Uskup’, seorang ‘imam’ Novus Ordo mengumumkan bahwa ia itu gay pada saat 

‘Misa’ Novus Ordo, dan menyatakan bahwa ia akan pergi untuk melanjutkan hubungan 

homoseksualnya.9 

Terlebih lagi, dioses Thunder Bay (Ontario), uskup Fred Colli, mengatakan bahwa ia ‘mengagumi’ 

keputusan dari sang ‘imam’. 

Keuskupan Agung Los Angeles mengundang secara resmi semua orang untuk menghadiri acara 

doa ekumenis Taizé 

Menurut seorang imam EWTN, para Muslim masuk Surga10 

Seorang rabbi dijadikan Knight ‘Paus’ oleh Sekte Vatikan II 

“Rabbi David Rosen, direktur internasional bagi hubungan antaragama dari Komite Yahudi Amerika telah 

menjadi pada hari Kamis ini warga negara Israel pertama, Rabbi ortodoks pertama dan orang Yahudi 

kelima yang dianugerahi Knighthood Paus... Penganugerahan ini  dilakukan oleh Kardinal Walter 

Kasper, presiden dari Komisi Kepausan bagi Hubungan Keagamaan dengan Komunitas Yahudi.”11 

 

 

Informasi yang Mengejutkan yang Menyimpulkan Kemurtadan Sekte Vatikan II 

512 

 

Para ‘imam’ Novus Ordo berkehendak menerapkan ritus-ritus Hindu 

“Suatu kelompok imam Katolik tingkat tinggi yang datang dari seluruh India telah meminta kepada 

Vatikan untuk menyetujui ajuan mereka untuk memasukkan ritus-ritus Hindu ke dalam Gereja. Seminari 

Kepausan dari Pune telah menyatakan bahwa para imam yang datang dari seluruh India serempak 

setuju bahwa para imam Katolik harus mengasimilasikan praktik-praktik Hindu seperti aarti pada 

saat Misa, kajian Sansekerta dan Weda, serta eksperimentasi kehidupan di dalam asrama Hindu.12 

Seorang agen dioses Novus Ordo membantu para homoseksual untuk mengadopsi anak-anak 

Situs resmi para ‘uskup’ Novus Ordo memberi upeti kepada Rabbi Balfour, pro-aborsi dan pro-

homoseksualitas13 

Situs ini juga menyatakan bahwa sang Rabbi Yahudi dapat beristiharat dengan damai bersama Tuhan, 

dan meminta agar namanya dijadikan suatu berkat selama-lamanya. Jika hal ini  bukanlah suatu 

kemurtadan, maka kemurtadan tidak pernah ada. 

Sebuah acara pemakaman Lutheran untuk Rehnquist yang non-Katolik akan berlangsung 

dalam satu Katedral Novus Ordo.14 

Dioses Novus Ordo St. George di Kanada harus menjual semua gereja-gerejanya untuk 

membayar denda pelecehan seksual.15 

Sebuah dioses memulai suatu proses hukum untuk melawan tuduhan pelecehan oleh para 

imam dari Serikat Santo Yohanes yang ‘tradisional’.16 

45% dari rumah sakit ‘Katolik’ di Amerika Serikat membagikan obat-obatan untuk aborsi.17 

Benediktus XVI mengundang Rabbi dari Roma untuk tinggal. 

’Uskup’ Novus Ordo dari San Diego memohon maaf sebab  tidak dilangsungkan pemakaman 

Katolik untuk pemilik klub malam homoseksual! 

‘Uskup’ ini  sekarang bersetuju untuk melangsungkan suatu ‘Misa’ untuk mengenang sang promotor 

dari sodomi.18 

’Uskup’ dari Saint Petersburg, Lynch, setuju untuk membiarkan Terri Schiavo [figur utama dari 

polemik melawan eutanasia] mati kelaparan.19 

’Misa’ Novus Ordo dengan kembang api, tambur, gong, dan tarian dengan kostum naga.  

Para ‘Uskup’ dari Inggris merencanakan kesetaraan homoseksual.20 

Suatu ‘Misa’ lain yang pro-gay/sodomi di dalam Novus Ordo.21 

Seorang imam EWTN berkata bahwa baik untuk menghadiri kebaktian-kebaktian Protestan.22 

‘Imam’ dari EWTN, Rev. Mark J. Gantley, JCL, bahkan mengakui bahwa baik untuk menghadiri suatu 

kebaktian Saksi Yehovah atau Mormon! Para Saksi Yehovah menolak Allah Tritunggal Mahakudus. Para 

Mormon memperbolehkan poligami dan percaya bahwa manusia akan menjadi dewa-dewa. namun  jika 

anda percaya bahwa para ‘Paus’ Vatikan II benar-benar legitim, anda tidak usah berkeluh kesah 

membaca catatan ini. ‘Imam’ yang murtad ini hanya mengikuti apa yang secara resmi diajarkan Yohanes 

Informasi yang Mengejutkan yang Menyimpulkan Kemurtadan Sekte Vatikan II 

513 

 

Paulus II dalam artikel 118 dari Pedoman Penerapan Prinsip-Prinsip dan Norma-Norma Ekumenisme, 

seperti yang kami telah bahas lebih awal. 

Artikel no. 118 dari Petunjuk ini  berkata bahwa kepada para Katolik yang menyinggahi gereja-

gereja non-Katolik: “Para Katolik disarankan untuk mengambil bagian di dalam mazmur-mazmur, 

tanggapan-tanggapan, himne-himne serta kelakuan umum dari Gereja di mana mereka bertamu.” 

Anti-Paus Yohanes Paulus II “telah menyetujui Petunjuk dari tanggal 25 Maret 1993. Ia menegaskannya 

lewat otoritasnya dan memerintahkan penerbitannya. Terlepas segala hal yang bertentangan.”23 

Itulah mengapa seorang bidah terang-terangan tidak pernah akan boleh menjadi seorang Paus sejati. 

Orang-orang ini mengikuti ajaran-ajaran resmi dari agama Vatikan II dan mereka mengikutinya sampai 

ke Neraka! Ajaran-ajaran otoritatif dari seorang Paus sejati tidak menuntun seseorang ke dalam Neraka! 

Para Yahudi, Buddhis, dan Unitarian melakukan ibadat bersama dengan para ‘Katolik’ di dalam 

suatu gereja Novus Ordo. 

Seorang anggota dari suku Kickapoo berkhotbah dalam suatu acara antaragama dalam gereja 

Novus Ordo. 

Universitas ‘Katolik’ Notre Dame melangsungkan acara bergaya homoseksual.24 

Ratusan pembaptisan dinyatakan tidak sah dalam gereja Novus Ordo di Australia.25 

’Uskup Agung’ Novus Ordo dari Dublin mendukung hak-hak pasangan homoseksual.26 

Imam Novus Ordo akan digabungkan dengan pendeta-pendeta Protestan. 

Para ‘Uskup Katolik’ Novus Ordo merayakan Ulang Tahun Revolusi Protestan bersama para 

Lutheran! 

Pertanyaan yang muncul yaitu  berikut: Itukah hierarki anda? Jika anda Katolik, jawabannya yaitu  

tidak. Di dalam perayaan ini, sang ‘Uskup Katolik’ yang murtad dari Bismarck juga memastikan untuk 

mengutip Deklarasi Gabungan tahun 1999 bersama para Lutheran tentang Doktrin Pembenaran. 

Seorang ‘Kardinal’ dari Meksiko menyingkap plakat peringatan untuk kunjungan Dalai Lama27 

Suatu parade Buddhis di dalam katedral Mexico City berlangsung dengan seizin ‘Kardinal’.28 

Perhatikan kontras dalam foto ini. Kita melihat Salib yang besar dari 

Tuhan kita Yesus Kristus dan di bawah, bagaikan seekor ular yang 

menjalar di tanah, kita melihat musuh-Nya, Dalai Lama, yang 

menyerbu tempat-Nya dan mencemari anak-anaknya, dengan sang 

‘Kardinal’ Novus Ordo yang hanya memandangnya, mendorongnya, 

dan menerimanya. Foto ini menunjukkan dengan sendirinya 

kenyataan yang menyedihkan dari apa yang telah terjadi: suatu 

Gereja palsu anti-Kristus dan non-Katolik telah muncul sejak Vatikan 

II, dan ia mencoba menghalangi Gereja yang sejati dari Kristus 

(Gereja sejati Katolik), yang jumlahnya telah berkurang menjadi 

hanya beberapa orang. 

Informasi yang Mengejutkan yang Menyimpulkan Kemurtadan Sekte Vatikan II 

514 

 

Bunda Maria dari La Salette, 19 September 1846:  

“Roma akan kehilangan iman dan menjadi Takhta sang Antikristus... Gereja akan berada dalam 

gerhana.” 

Seorang biarawati Novus Ordo terobsesi akan Elvis Presley 

Dua rumah sakit Novus Ordo melakukan aborsi, yang ditolerir oleh para ‘Uskup’.29 

Universitas ‘Katolik’ Loyola dari Chicago mengundang untuk berbicara Howard Dean yang 

sangat pro-aborsi.30 

Seorang anak yang berpakaian seperti Harry Potter membantu seorang imam di Misa Baru.31 

Praktik okultik begitu merajalela di Novus Ordo.32 

Gereja Ste. Jeanne d’Arc mempromosikan lobi Gay/Lesbian/Transgender.33 

Hanya 8 ‘imam’ Novus Ordo akan ‘ditahbiskan’ di seluruh Irlandia.34 

Hanya ada  satu seminari di seluruh negeri ini; yang lain telah tutup. 

Hanya 18 ‘imam’ Novus Ordo harus ‘ditahbiskan’ di seluruh Inggris dan Wales.35 

Uskup Bernard Harrington, dari dioses Winon, berkata ya dan menunjuk sebagai ‘imam’ 

seorang predator homoseksual.36 

Peran baru yang bergengsi dari ‘Kardinal’ Law di Roma diberikan kepadanya oleh Yohanes 

Paulus II 

Akibat tindakan Yohanes Paulus II, salah satu pria yang paling keji dari sekte Novus Ordo, ‘kardinal’ Law 

dari Boston – yang memindah-mindahkan para ‘imam’ pedofil dari satu paroki ke paroki lain, di Boston, 

di mana pendiri dari asosiasi yang menjijikkan NAMBLA (asosiasi cinta antara pria dan anak lelaki) – 

sekarang menjadi pengawas pemilihan Uskup dan menjadi pengawas imam. Law “yaitu  kepala dari dua 

gereja yang penting: Basilika Santa Maria Mayor, salah satu dari empat basilika patriarkal dari Gereja 

Katolik, dan Santa Susanna, suatu paroki kuno yang pada hari ini didedikasikan untuk melayani orang-

orang Amerika di Roma. Ia sering terlihat di kota, mengunjungi beberapa dari restoran yang ia gemari 

sewaktu Roma untuknya hanyalah tempat wisata, dan menduduki tingkat pertama pada saat acara-acara 

besar berlangsung di Vatikan.”37 

Para agresor (seksual) Novus Ordo dipindah-pindahkan dari satu negara ke negara lain.38 

’Kardinal’ Maida dari Detroit memperbolehkan Misa Tridentin hanya untuk menjauhkan 

orang-orang dari Misa tradisional independen.39 

Ini yaitu  suatu artikel yang menarik; dan yang menunjukkan bahwa para ‘Uskup’ Novus Ordo begitu 

satanik. Maida khawatir bahwa terlalu banyak orang-orang di Detroit pergi ke Misa Tradisional sebab  

mereka sadar akan kepalsuan Novus Ordo. Dan di sana, ia melakukan segalanya untuk menghentikannya, 

sewaktu ia memperbolehkan begitu banyak penistaan, kekejian, dan bidah dalam berbagai bentuk. 

Seminari Scranton tutup. 

“Mengingat kurangnya imam dan panggilan imamat, Joseph F. Martino, Uskup dari dioses Scranton telah 

mengumumkan pada hari Kamis ditutupnya Seminari St. Pius X... Kekurangan imam telah melumpuhkan 

Informasi yang Mengejutkan yang Menyimpulkan Kemurtadan Sekte Vatikan II 

515 

 

dioses-dioses di seluruh negeri. Dioses Scranton, terdiri dari 355.000 Katolik dalam 11 kabupaten, 

memiliki 224 imam – kurang dari setengah jumlahnya pada tahun 1966.”40 

Buat apa seminari ini  tetap buka? Menurut Vatikan II, Islam harus dilindungi, agama Protestan 

yaitu  jalan keselamatan, para skismatis Timur tidak boleh dikonversikan, dan Kristus bersatu dengan 

semua orang lewat Penjelmaan. 

’Kardinal’ Mahony, yang murtad, berkata bahwa para Rainbow Sash Protesters {Pemrotes 

Bersyal Pelangi – aktivis homoseksual} diperbolehkan untuk menerima ‘Komuni’. 

Artikel ini menyebutkan pula bahwa ‘Kardinal’ George, ‘Uskup Agung’ yang murtad dari Chicago telah 

memerintahkan ‘imam-imam’ Novus Ordo untuk menolak memberi  Komuni kepada para Rainbow 

Sash Protesters. Para ‘konservatif’ Novus Ordo benar-benar menekankan hal ini. George dianggap sebagai 

seorang ‘ultra-konservatif’ dalam barisan bidah Vatikan II. namun , baru-baru ini George merayakan hari 

raya Muslim Ramadan dalam sebuah mesjid bersama sekelompok imam dan rohaniwan dari diosesnya. 

Chicago Tribune mencatat bahwa George yaitu  “Uskup Agung Chicago pertama yang menghadiri acara 

macam itu”, dan bahwa “sewaktu ayat-ayat terakhir dari doa bermelodi dari imam Senad Agic yang 

dilantunkan di bawah kubah putih dan emas... para imam dan awam dari kedua agama ini  

menundukkan kepala mereka.”41 Benar-benar murtad! 

 ‘Kardinal’ George, di dalam surat kabar harian diosesnya, juga menulis bahwa “Gereja juga telah berdosa 

terhadap orang-orang Yahudi, pertama-tama, di dalam ajarannya bahwa perjanjian {Yahudi} dengan 

Allah tidaklah lagi berharga...”42 Hal ini berarti bahwa George mendukung bahwa para Yahudi memiliki 

perjanjian yang sah dengan Allah dan tidak perlu untuk berkonversi 

kepada iman Katolik ataupun kepada Yesus Kristus untuk keselamatan. 

Ingatlah, bahwa ia yaitu  seorang ‘konservatif’ dari antara para uskup 

Sekte Vatikan II! 

Seorang imam berpartisipasi secara resmi dalam sebuah 

seminar masonik43 

“Xavier Manzano, Imam dari dioses Marseille... berpartisipasi secara 

resmi pada hari ini di dalam seminar masonik yang diorganisir oleh 

Grande Loge de France, la Grande Loge Traditionnelle dan Symbolique 

Opéra et la Grande Loge Féminine de France.” 

Yohanes Paulus II menyoraki Pembaruan Karismatik44 

’Keuskupan Agung’ Boston akan menutup 65 paroki dan 60 

gereja 

“Keuskupan Agung Boston akan menutup 65 dari ke-357 parokinya 

dalam upaya restrukturisasi besar yang sebagian diakibatkan oleh 

skandal pelecehan seksual yang hanya memperparah partisipasi umat yang sedikit di dalam misa dan 

kolekte mingguan.”45 

Seorang imam Novus Ordo menolak ‘Komuni Kodus’ kepada seorang politikus anti-aborsi 

sebab  ia berlutut untuk menerimanya. 

“Pada tanggal 22 September, Rektor dari Katedral, Romo Dominic Irace menolak untuk memberi  

Komuni kepada perwakilan Black, sebab  Black berlutut untuk menerimanya. Romo Irace berkata 

Informasi yang Mengejutkan yang Menyimpulkan Kemurtadan Sekte Vatikan II 

516 

 

kepadanya bahwa ia harus berdiri untuk menerimanya, namun  

Black memilih untuk berlutut sebelum berpindah tempat.”46 

Gimnastik dilakukan di dalam sebuah paroki Novus Ordo 

Prancis! 

Seorang perwakilan dari Yohanes Paulus II mendukung 

diterimanya Hubungan Legal Sesama Jenis 

“Ia tidak mempersiapkan khotbahnya, sang ‘nuncio apostolik’ 

menambahkan bahwa walaupun hukum Spanyol, dan hukum dari berbagai negara-negara lain telah 

mendefinisikan pernikahan sebagai hubungan antara seorang pria dan seorang wanita, tetaplah ada 

bentuk-bentuk lain kohabitasi {tinggal bersama} dan baik adanya bahwa mereka diterima.”47 

Krisis panggilan memburuk di Prancis 

“Seperti setiap tahun di dalam waktu yang sama, para Uskup, yang memiliki hak istimewa, paling tidak 

dari pandangan mereka, bersiap diri untuk menahbiskan para imam yang baru. Jelas bahwa jumlah dari 

tahbisan baru jatuh di bawah 100 orang, sebab  hanya ada  96 orang yang masuk ‘ordo imamat’. 

Jumlah ini benar-benar sedikit untuk negara seperti Prancis dan menjadi saksi akan suatu erosi yang 

berkesinambungan yang tidak pernah berbalik ataupun teratasi, hanya sekali-kali dalam beberapa tahun, 

sewaktu pengecualian ini  menegaskan aturannya.”48 

Majalah Alumni dari universitas ‘Katolik’ Toronto membanggakan manfaat-manfaat dari 

‘pernikahan’ homoseksual.49 

Situs internet dari sindikat pengajaran ‘Katolik’ dari Ontario melakukan promosi waria dan 

drag queen {performer pria yang berdandan seperti wanita} 

“Percakapan pembukaan konferensi yang berjudul Loving the Difference: Drag Queens, Travesties and Me 

{Mencintai Perbedaan: Drag Queen, Waria dan Saya}, akan diumumkan oleh seorang waria, Sky Gilbert. 

Acara ini juga menawarkan hal berikut: Perbaikan kekuatan seksual; Penggunaan terapeutik dari 

permainan-permainan seksual; Tantra, seks kuno di dalam kala modern, dan sudut pandang orang-orang 

muda atas gender dan identitas seksual.”50 

Acara antaragama di dalam paroki Acadie 

‘Sakramen Kudus’ telah ditarik dari paroki agar para ‘gembala’ dari denominasi-denominasi bidah yang 

berbeda dapat mengambil bagian dalam acara doa dan melantunkan doa ekumenis dalam sebuah gereja 

‘Katolik’.51 

’Kardinal’ Martini berkata bahwa ‘Gereja Katolik’ harus meninggalkan kerajaan Paus dan 

menjadi sebuah demokrasi.52 

Martini, yang sekarang sudah pensiun, yaitu  salah satu ‘Kardinal’ yang paling menonjol di dunia 

sewaktu ia menjabat sebagai ‘Uskup Agung’ Milan. Artikel ini menunjukkan bahwa ia mendukung 

ditahbiskannya diakon perempuan, agar para orang awam memilih para uskupnya, dan agar sebuah 

dewan administrasi memimpin ‘Gereja’-nya bersama ‘Paus’. 

John Kerry menerima ‘Komuni’ dan disoraki di Misa Baru! 

Informasi yang Mengejutkan yang Menyimpulkan Kemurtadan Sekte Vatikan II 

517 

 

Cara baru untuk berdoa Rosari oleh imam-imam Novus Ordo: Berkonsentrasilah kepada diri 

anda sendiri, bukan kepada Kristus.53 

Betapa mengejutkan...: Politikus pro-aborsi Durbin menerima ‘Komuni’ di Novus Ordo.54 

Lebih banyak lagi paganisme di dalam Novus Ordo: Para anggota Kansas City merayakan 

‘Tahun Monyet’.55 

’Kardinal Uskup Agung’ dari Paris, Jean-Marie Lustiger mengutuki film The Passion.56 

“’Kardinal’ Lustiger, yang dibesarkan sebagai Yahudi, menyatakan di dalam suatu wawancara di tahun 

1981: “Saya seorang Yahudi. Untuk saya, kedua agama ini  yaitu  satu.”57 

Maka, sekte Vatikan II memiliki dua ‘uskup’ yang terang-terangan Yahudi, Gourion di Yerusalem (dibahas 

di bagian selanjutnya) dan Lustiger di Paris. Benar-benar suatu lelucon bahwa pria ini mengepalai sekte 

Vatikan II di Paris, salah satu Keuskupan Agung yang paling penting di dunia! Sekte Vatikan II benar-

benar lelucon yang sangat buruk. 

Sekte Vatikan II yaitu  ‘Gereja’ Sodom.58 

Ini yaitu  suatu daftar yang tidak lengkap akan paroki-paroki sekte Vatikan II ‘teman-teman para gay’. 

Promosi homoseksualitas dan lesbianisme tidak terhentikan di dalam dioses-dioses sekte Vatikan II. 

Para ‘imam’ Novus Ordo meninggal di mana-mana akibat AIDS. 

Menurut harian ini , tingkat kematian para imam akibat AIDS paling tidak 4 kali lebih tinggi dari 

tingkat ini  dari populasi umum.59 

Para ‘Fransiskan’ Novus Ordo menyambut homoseksualitas60 

St. Anthony akan mengorganisir suatu ramah-tamah hari Minggu ini, 8 Desember untuk menghormati 

para gay dan lesbian yang dinamakan ‘Refleksi Siang Hari: Badan, Batin, dan Roh’. 

Yohanes Paulus II telah ‘menganonisasikan’ dan ‘membeatifikasikan’ lebih banyak orang dari 

semua Paus bersama-sama sejak dibuatnya proses formal. 

Anti-Paus Yohanes Paulus II telah melakukan hal ini  untuk mengurangi pentingnya kesucian dan 

membuat jalan ke Surga suatu jalan raya, sehingga bukan hanya semua manusia diselamatkan (seperti 

yang ia telah ajarkan berulang kali), namun  pada dasarnya, bahwa semua orang yaitu  seorang santo. 

Untungnya, untuk para Katolik, Anti-Paus Yohanes Paulus II sama sekali tidak memiliki otoritas untuk 

menganonisasikan dan membeatifikasikan seseorang, sebab  ia yaitu  seorang Anti-Paus non-Katolik. 

Para bruder ‘Fransiskan’ Novus Ordo di Boston melawan dibagikannya selebaran anti 

‘pernikahan’ homoseksual.61 

Hmmm... Kami bertanya mengapa? 

’Uskup Agung’ Novus Ordo dari Johannesburg, di Afrika Selatan, mendukung persembahan 

darah binatang kurban pada saat ‘Misa’ Novus Ordo.62 

  

Informasi yang Mengejutkan yang Menyimpulkan Kemurtadan Sekte Vatikan II 

518 

 

Berikut sebuah artikel lain yang melaporkan fakta yang sama.63 

‘Uskup Agung’ Buti Tlhagale, dari Bloemfontein, Afrika Selatan, mengajukan agar darah binatang yang 

dibantai – kambing, ayam, domba atau sapi – disajukan pada saat ‘Misa’ sebagai ‘sebuah persembahan 

kepada para leluhur...’ Ia juga menegaskan bahwa 'kurban binatang memiliki tempat yang khusus dalam 

berbagai hal dan dirayakan dalam hampir semua keluarga Afrika. Kami telah melakukannya di luar 

Gereja Allah sudah terlalu lama.’ 

Ini benar-benar satanik. namun  sekali lagi, ‘Uskup Agung’ satanik ini hanyalah mengikuti jalan yang 

terbuka oleh Yohanes Paulus II. Ingatlah bahwa Yohanes Paulus II-lah yang menjadi teman baik dari para 

voodoois dan mempersilakan mereka untuk berkhotbah dari atas takhta ‘Katolik’ dan melakukan ritual 

satanik mereka di dalam gereja-gereja ‘Katolik’, seperti di dalam hari doa 24 Januari 2002 bagi 

perdamaian dunia di Assisi. 

Seorang penyihir diberikan pemakaman Novus Ordo64 

Katedral Los Angeles menghadirkan sebuah liturgi dengan seekor Naga yang lebih tinggi dari 

10 meter yang melambangkan dewa hujan! 

‘Kardinal Uskup Agung’ dari Los Angeles, Roger Mahony, hadir sewaktu ‘program yang dibagikan 

sebelum Misa mendedikasikan halaman pertamanya alasan hadirnya naga dan tarian singa’. Naga, 

menurut program ini , yaitu  seekor binatang legendaris dari mitologi Cina, yang melambangkan 

kekuatan, kemakmuran, kesuburan, keagungan dan martabat raja. Cina menganggapnya sebagai dewa 

yang mengatur hujan, dan secara tradisional, Cina yaitu  negara agraris, ‘penghormatan kepada naga’, 

kata program ini , mulai berevolusi menjadi suatu ibadat’.65 

Mereka yang mengakui Benediktus XVI sebagai seorang Paus harus mengakui Roger Mahony sebagai 

kepala ‘Gereja Katolik’ di Los Angeles. Ide ini  benar-benar absurd. 

Seorang imam Novus Ordo diselenggarakan oleh para penari liturgis yang mukanya dicat pada 

saat ‘Misa’ hari Minggu 

’Uskup’ dari San Jose menolak keakuratan sejarah dari Injil 

“Uskup Katolik Roma dari San Jose, California, telah menulis sebuah editorial untuk harian setempat 

di mana ia menolak kebenaran sejarah dari Injil. Untuk menanggapi tuduhan-tuduhan antisemitisme 

{anti-Yahudi} yang telah dibuat melawan film ‘The Passion of Christ’, uskup Patrick J. McGrath telah 

menulis dalam The Mercury News pada tanggal 18 Februari, bahwa tuduhan antisemitisme tidak dapat 

dijatuhkan kepada Katolisisme sebab  para Katolik tidak benar-benar menghormati kebenaran sejarah 

harfiah dari Injil.”66 

Paus Santo Pius X telah mengutuk siapa pun yang menolak kebenaran sejarah dari Injil di dalam 

Lamentabili Sane.67 Selain berbagai macam bidah lain, jika kita menganggap fakta bahwa sang ‘Uskup’ 

Novus Ordo menolak secara publik salah satu fondasi dari Wahyu ilahi (Kitab Suci), dan bahwa ia tidak 

dihukum sedikit pun sebab  banyak orang memiliki pikiran yang sama, itulah bukti tambahan bahwa 

Novus Ordo / Sekte Vatikan II bukanlah Gereja Katolik. 

  

Informasi yang Mengejutkan yang Menyimpulkan Kemurtadan Sekte Vatikan II 

519 

 

Kerumunan orang heboh ketika 6 ‘imam’ Novus Ordo menyanyikan lagu-lagu cinta. 

“Kerumunan orang menjadi sangat heboh kira-kira akhir dari pertunjukan, di mana para imam menari 

dan menyanyi dua lagu ‘Mr. Suave’ dan ‘Otso-Otso’, dan di dalam suasana yang menakjubkan yang 

mendorong orang-orang untuk menari.”68 

Sekte Vatikan II hampir menghapus Iman Katolik di Irlandia 

“Gereja Katolik di Irlandia dihadapkan dengan krisis terburuk dalam sejarahnya. Skandal pelecehan 

seksual telah memperburuk penurunan yang besar terhadap panggilan imamat. Semua, kecuali satu dari 

seminari dioses, telah tutup dan satu generasi yang buta secara rohani dihasilkan oleh program 

katekismus pada hari ini. Bangku gereja menjadi kosong lebih cepat dari sebelumnya. Di dalam beberapa 

paroki Dublin, kehadiran di Misa hari Minggu berkurang sampai kurang dari 10%.”69 

’Gereja’ Novus Ordo di Australia mempromosikan secara terang-terangan Okultisme dan Sihir 

Artikel ini menunjukkan bagaimana sebuah ‘gereja’ Novus Ordo di Australia menjadi sasaran okultisme, 

ilmu sihir, dan penyembahan dewi-dewi. 

“Fakta bahwa Gereja Australia pada hari ini menghadapi bahaya penyembahan dewa-dewi dapat 

dikatakan di dalam beberapa tingkatan: Misalnya, di dalam banyak gereja, lewat budaya, ada  

‘pohon-pohon berkat pagan’ – ranting-ranting pohon yang mati yang dihiasi pita-pita merah besar, 

kuning, hijau, dan biru. Juga, doa-doanya – bahkan doa-doa resmi seperti yang digunakan untuk 

menyukseskan Sinode Keuskupan Agung Brisbane di tahun 2003 – menghapuskan semua rujukan 

kepada ‘Allah atau rumusan tradisional ‘oleh Yesus Kristus Tuhan kita’, malah merujuk kepada ‘Roh 

Kudus dari api’... [untuk] membantu kami mengakui bahwa kebijaksanaan dapat datang dari sumber-

sumber yang tidak mungkin.”70 

Basilika di Michigan mempertunjukkan lagu-lagu dan doa-doa Buddhis71 

Para biarawan Buddhis menyanyikan doa-doa dalam suatu basilika di Michigan. Beberapa orang yang 

berpikiran tradisional yang bukan anggota dari gereja Novus Ordo di mana hal ini  telah 

berlangsung melakukan protes terhadap kehinaan ini . Bahkan, mereka telah mencoba untuk 

memaksa para Buddhis untuk berhenti bernyanyi. Para anggota Novus Ordo yang marah melawan para 

demonstran yang berpandangan tradisional ini  yang berkata: “Kalian perlu membawa semua hal ini 

ke rumah Yohanes Paulus II – ia teman baik Dalai Lama!” Para anggota dari Novus Ordo berkata kepada 

para demonstran: “Kami baru saja pergi menonton para biarawan!”, merujuk kepada para biarawan 

Buddhis! 

Dioses Cleveland dari Sekte Vatikan II khawatir akan film ‘The Passion of Christ’ 

“Dioses Cleveland mengirimkan sebuah memo pada bulan Februari kepada seluruh paroki yang 

meminta kepada para Katolik untuk waspada terhadap antisemitisme [film ini ].”72 

Dalam kata lain, para ‘Uskup’ Novus Ordo memperkenankan diumumkannya berbagai jenis bidah dan 

kekejian dan sama sekali tidak melakukan apa-apa untuk menghentikannya; namun  mereka tetap 

khawatir dan langsung mengambil langkah untuk menghalangi segala sesuatu yang mungkin baik dan 

Katolik. Percayakah anda bahwa mereka bisa mengirimkan sebuah surat kepada paroki mereka 

untuk mewaspadai mereka terhadap peningkatan modernisme, pelecehan liturgi, penerimaan 

kontrasepsi dan gaya hidup yang permisif, lobi gay di dalam kalangan ‘Katolik’? TIDAK. namun  

ketika sesuatu yang baik terjadi, terutama yang tidak disukai para Yahudi yang menolak Kristus, di 

Informasi yang Mengejutkan yang Menyimpulkan Kemurtadan Sekte Vatikan II 

520 

 

sanalah mereka langsung bergerak dan menghubungi setiap paroki. Ini benar-benar luar biasa. Memang 

itulah Kontra-Gereja. 

Di Toronto, seorang ‘imam Katolik’ Novus Ordo menuliskan sebuah affidavit (sumpah yang 

bertandatangan) kepada Mahkamah Agung untuk mendukung ‘pernikahan’ gay73 

‘Imam’ ini benar-benar ‘berkualitas tinggi’ dan berada di tempat yang benar di dalam sekte Vatikan II di 

Toronto. 

Seorang ‘imam’ Novus Ordo menjalankan ‘Misa’ dengan boneka 

 “Ide ini  datang kepada Romo Sweet untuk memakai  

keahliannya dengan boneka suara perut di dalam liturgi kanak-

kanak sewaktu ia bertemu dengan Romo Charles untuk pertama 

kalinya; waktu itu ia masih seorang seminaris... Ia telah memulai 

dengan memakai  marionet (boneka berbenang) sebagai cara 

untuk menarik perhatian anak-anak, sampai hal ini  menjadi 

suatu bakat yang mengagumkan... Banyak sekali tawa terdengar 

di gereja dari para orang muda dan orang tua... Anak-anak yang 

saya ajar berkata bahwa hal ini  sangatlah bagus, lucu dan 

sangat imut. Mereka berharap dapat melihat lagi marionet ini  di dalam Misa...Kami semua 

mencintai Romo Doug, ia begitu gembira. Misa marionetnya benar-benar dinikmati oleh semua 

orang. Para anak-anak begitu bersemangat sampai mereka tidak bisa tetap duduk di bangku 

gereja. Pertama kalinya Romo Doug mengadakan Misa dengan marionet kakeknya yaitu  di liturgi para 

kakek nenek. Kita bisa merasakan sukacita di dalam gereja kami pada hari itu.”74 

“Para anak-anak begitu bersemangat [pada saat ‘Misa’ akibat boneka ini !] sampai mereka 

tidak bisa tetap duduk di bangku gereja!” Ini benar-benar suatu agama baru! Artikel tentang ‘Romo’ 

Doug dan ‘Misa’ marionetnya dihadirkan di dalam situs resmi dari dioses Shreveport, di Louisiana. 

Seorang ‘imam’ Novus Ordo memakai  ‘Romo Kermit’ dan ‘Suster Piggy’ dari the Muppets di 

dalam ‘Misa’ hari Minggu di Alaska.75 

Seorang wanita dari Anchorage memberi kami informasi bahwa setiap hari Minggu di dalam paroki 

mereka (di dalam beberapa bulan sepanjang tahun), ‘imam’ Novus Ordo, Patrick Fletcher, memakai  

the Muppets ‘Romo Kermit’ dan ‘Suster Piggy’ dan mengeluarkan mereka dari dalam sebuah kotak di atas 

altar dan melanjutkannya dengan sebuah dialog di dalam suara mereka yang khas untuk mengajarkan 

khalayak publik. Benar-benar suatu agama baru, agama yang sesat. 

Para break-dancer membuat sebuah pertunjukan di depan Anti-Paus Yohanes Paulus II dan 

mendapat  berkatnya.76 

VATICAN CITY – “Di dalam sebuah pertunjukan yang tidak biasa di Vatikan, Paus Yohanes Paulus II 

memimpin pada hari Minggu suatu pertunjukan tari break-dance yang melompat, berputar, dan 

menggerakkan anggota badan mereka sesuai irama tabuhan alat pengeras suara yang kecil. Paus yang 

berusia 83 tahun ini kelihatannya mendukung, menggerakkan tangannya ketika setiap penari 

menghentikan gerakan mereka, lalu bersorak ke arah kelompok ini . Ia memandang pertunjukan 

ini  dari sebuah takhta yang bertingkat. ‘Untuk karya ciptaan yang rumit ini, saya memberkati kalian 

dengan segenap hati saya.’, katanya.” 

 

Informasi yang Mengejutkan yang Menyimpulkan Kemurtadan Sekte Vatikan II 

521 

 

’Romo’ Stan Fortuna yaitu  ‘Imam rapper’ 

‘Imam rapper’, ‘Romo’ Stan Fortuna, bahkan dipromosikan dalam kalangan yang disebut ‘konservatif’ 

dari ‘Gereja’ Vatikan II, seperti EWTN dan universitas ‘Fransiskan’. Stan telah menyataka