tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka):
"Rasakanlah olehmu adzab yang membakar." (QS. Ali Imran; 181).
Allah juga menurunkan firman-Nya tentang Abu Bakar Radhiyallahu Anhu dan sikap marahnya atas
perkataan Finhash tadi:
Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mereka dengar dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum
kamu dan dari orang-orang ymg mempersekutukan Allah, gangguan yang banyakyang menyakitkan
hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sebenarnya yang demikian itu termasuk urusan yang
patut diutamakan. (QS. Ali Imran: 186).
Dan (ingatlah), jika Allah mengambil jarji dari orang-orang yang telah diberi kitab: (yaitu):
"Hendaklah kamu menerangkan kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya.
"Lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan
harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima. Janganlah sekali-kali kamu
menyangka bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka
suka supaya di puji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka
bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih. (QS. Ali Imran 187-188).
Mereka yang dimaksud dalam ayat tadi yaitu Finhash, Asya', dan pendeta-pendeta Yahudi yang
semisal mereka berdua yang amat cinta pada dunia dan pujian dengan sesuatu hal yang mana mereka
sendiri tidak mengerjakannya: mereka dianggap ulama oleh banyak orang, padahal sebenarnya
mereka bukanlah sosok ulama. Mereka tidak mengarahkan manusia kepada hidayah dan kebenaran.
Orang-orang Yahudi Memerintahkan Orang-orang Mukmin Bersikap Kikir
Ibnu Ishaq berkata: Kardam bin Qais sekutu Kaab bin Al-Asyraf, Usamah bin Habib, Nafi' bin Abu Nafi',
Bahri bin Amr, Huyay bin Akhthab dan Rafi'ah bin Zaid bin At-Tabut bertemu dengan beberapa orang
dari kalang- an kaum Anshar. Dulu orang-orang Yahudi ini bergaul dengan kaum Anshar. Mereka
menasihati sahabat-sahabat Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam dengan berkata kepada mereka:
"Janganlah kalian menginfakkan harta kalian, karena itu akan menjadikan kalian menjadi orang miskin.
Janganlah tegesa-gesa untuk berinfak, sebab kalian tidak tahu apa yang akan terjadi dengan nasib
kalian kelak." lalu Allah Ta'ala menurunkan ayat:
(yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir dan menyembunyikan karunia
Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. (QS. an-Nisa': 37).
Yang dimaksud dengan karunia pada ayat di atas yaitu Taurat yang membenarkan apa yang dibawa
oleh Nabi Muhammad Shallalahu 'alaihi wa Sallam. lalu Allah berfirman,
Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan. ' Dan (juga) orang-
orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang
tidak beriman kepada Allah dan kepada hari lalu . Barangsiapa yang mengambil sayitan itu
menjadi temannya, maka setan itu yaitu teman yang seburuk-buruknya. Apakah kemudaratannya
bagi mereka, kalau mereka beriman kepada Allah dan hari lalu dan menafkahkan sebahagian
rezeki yang telah diberikan Allah kepada mereka? Dan yaitu Allah Maha Mengetahui keadaan
mereka. (QS. an-Nisa': 37-39).
Ibnu lshaq berkata: Rifa'ah bin Zaid bin At-Tabut yaitu salah seorang pemuka Yahudi. jika
berbicara dengan Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam, ia senantiasa memilin-milin lidahnya. Ia
berkata: "Wahai Muhammad, dengarkanlah dengan seksama, agar kamu paham." lalu Rifa'ah
bin Zaid bin At-Tabut menghina dan mencemooh Islam. Lalu Allah Yang Mahamulia menurunkan
firman-Nya tentang dirinya:
Apakah kamu tidak melihat orang-orang yang telah diberi bahagian dari Al-Kitab (Taurat)? Mereka
membeli (memilih) kesesatan (dengati petunjuk) dan mereka bermaksud supaya kamu tersesat
(menyimpang) dari jalan (yang benar). Dan Allah lebih mengetahui (dibandingkan kamu) tentang musuh-
musuhmu. Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (bagimu). Dan cukuplah Allah menjadi Penolong
(bagimu). Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka
berkata: "Kami mendengar", tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula):
"Dengarlah" sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan):
"Raa'ina", dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan:
"Kami mendengar dan patuh, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami", tentulah itu lebih baik bagi
mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak
beriman kecuali iman yang sangat tipis. (QS. an-Nisa': 44-46).
Suatu jika , Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda kepada pemuka-pemuka Yahudi seperti
Abdullah bin Shuriya AI-A'war dan dan Ka'ab bin Asad: "Wahai orang-orang Yahudi, bertakwalah
kepada Allah dan masuklah ke dalam Islam. Demi Allah sebenarnya kalian telah mengetahui bahwa
yang aku bawa yaitu kebenaran." Orang-orang Yahudi berkata: "Kami tidak kenal itu wahai
Muhammad." Mereka ingkar terhadar apa yang sebenarnya telah mereka ketahui dan tetap bertahan
dengan kekafiran. Lalu Allah menurunkan firman-Nya.
Hai orang-orang yang telah diberi Al-Kitab berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan
(Al-Qur'an) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami merobah muka (mu), lalu
Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuk mereka sebagaimana Kami telah mengutuk orang-orang
(yang berbuat maksiat)pada hari Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti berlaku. " (QS. An-Nisa': 47).
Orang-orang yang Berkoalisi
Ibnu Ishaq berkata: Orang-orang yang mem bangun koalisi dari Quraisy, Ghathafan, dar Bani
Quraizhah yaitu Huyay bin Akhthab Salam bin Abu Al-Huqaiq, Abu Rafi', Ar-Rab; bin Ar-Rabi' bin Abu
Al-Huqaiq, Abu Ammar, Wahwah bin Amir, dan Haudzah bin Qais. Wahwah bin Amir, Abu Ammar, dan
Haudzah berasal dari Bani Wail, dan selebihnya dari Bani An-Nadhir. Pada saat mereka sampai di
tempat orang-orang Quraisy, orang-orang Quraisy itu berkata: "Mereka yaitu pendeta-pendeta
Yahudi, dan orang-orang yang memiliki ilmu yang memadai tentang kitab suci terdahulu. Cobalah
tanyakan kepada mereka manakah yang lebih baik agama kalian atau agama Muhammad." Orang-
orang Quraisy pun bertanya kepada pendeta-pendeta Yahudi dan mereka menjawab: "Agama kalian
jauh lebih baik dari pada agama Muhammad. Kalian tentunya lebih baik dibandingkan Muhammad dan
yang orang yang bersamanya. Lalu Allah menurunkan firman-Nya:
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Al-Kitab? Mereka percaya
kepada jibt dan thaghut (QS. an-Nisa': 51).
Ibnu Hisyam berkata: Menurut orang-orang Arab jibt yaitu segala sesuatu yang disembah selain
Allah, sementara thaghut yaitu segala sesuatu yang membuat orang berpaling dari kebenaran. Kata
plural dari kata jibt ialah jubut, sementara plural dari kata thaghut yaitu thawaghit.
Ibnu Hisyam berkata: Kami mendengar dari Ibnu Abu Najih berkata: bahwa jibt yaitu sihir, sementara
thaghut yaitu setan.
Allah lalu berfirman:
Dan mengatakan kepada orang-orang kafir '(musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya
dari orang-orang yang beriman. Mereka itulah orang yang dikutuki Allah. Barangsiapa yang dikutuki
Allah, niscaya kamu sekali-kali tidak akan memperoleh penolong baginya. Ataukah ada bagi mereka
bagian dari kerajaan (kekuasaan)? Kendati pun ada, mereka tidak akan memberikan sedikit pun
(kebajikan) kepada manusia, ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia
yang Allah telah berikan kepadanya? sebenarnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada
keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar. (QS. an-Nisa 51-54).
Ibnu Ishaq berkat: Sukain dan Adi bin Zaid mengatakan: "Wahai Muhammad, kami tidak mengetahui
bahwa sesudah Musa diturunkan, Allah menurunkan sesuatu atas manusia. lalu Allah Yang Maha
mulia menurunkan firman-Nya:
Sesurtgguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan
wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang lalu nya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula)
kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, Isa, Ayub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan
Kami berikan Zabur kepada Daud. Dan (kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami
kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka
kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung. (Mereka kami utus) selaku rasul-
rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agarsupaya tidak ada alasan bagi manusia
membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan yaitu Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana. (QS. an-Nisa: 163-165)
Beberapa orang Yahudi datang menjumpai Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam lalu beliau
bersabda: "Demi Allah, sebenarnya kalian telah mengetahui bahwa aku utusan Allah yang diutus
kepada kalian." Orang-orang Yahudi berkata: '"Kami tidak mengetehaui itu, dan tidak bersaksi
atasnya." Lalu Allah Ta'ala menurunkan firman-Nya:
(Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu), tetapi Allah mengakui Al-Qur'an yang
diturunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan malaikat-malaikat pun
menjadi saksi (pula). Cukuplah Allah yang mengakuinya. (QS. an- Nisa': 166).
Orang-orang Yahudi Membuat Makar untuk Membunuh Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam
dengan Menjatuhkan Batu kepada Beliau
Suatu jika , Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam pergi ke Bani An-Nadhir untuk meminta bantuan
mereka dalam membantu beliau, meminta diyat (ganti rugi kriminal) dua orang Bani Amir yang telah
membunuh Ami bin Umayyah Adh-Dhamri. jika itu orang-orang Yahudi sedang duduk sesama
mereka. sebagian dari mereka berkata: "Kalian tidak pernah dapatkan Muhammad berada dekat sekali
dengan kalian dari pada saat ia berada saat ini. Maka siapakah di antara kalian yang siap untuk naik
ke atas rumah, untuk menjatuhkan batu kepadanya sehingga kita tidak merasa terganggu oleh
keberadaannya?" Amr bin Jihasy bin Ka'ab berkata: "Aku siap!" Pada saat Rasulullah Shallalahu 'alaihi
wa Sallam mangetahui makar jahat mereka, beliau segera pergi. Lalu Allah Yang Mahatinggi
menurunkan firman-Nya:
Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, di
waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat),
maka Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah Kepada Allah, dan hanya hepada
Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakal. (QS. al-Maidah: 11).
Ibnu Ishaq berkata: Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam berjumpa dengan Nu'man bin Adha, Bahri
bin Amr dan Syas bin Qais. Mereka terlibat dalam sebuah percakapan dengan Rasul dan beliau
mengajak mereka kepada agama Allah, serta memberi peringatan akan siksa Allah. Mereka berkata:
"Janganlah engkau mengintimidasi kami wahai Muhammad, karena kami anak-anak dan kekasih-
kekasih Allah persis sebagaiama perkataan orang-orang Kristen." Lalu Allah Yang Maha mulia
menurunkan ayat:
Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: "Kami ini yaitu anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-
Nya." Katakanlah: "Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?" (Kamu bukanlah
anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu yaitu manusia (biasa) di antara orang-orang
yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang
dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada antara
keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu). " (QS. al-Maidah: 18).
Ibnu Ishaq berkata: Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam menyeru orang-orang Yahudi untuk masuk
Islam, dan memberi peringatan kepada mereka akan hukuman Allah. Namun sayang mereka menolak
untuk masuk Islam, dan tetap mengingkari terhadap ajaran yang beliau bawa. lalu Muadz bin
Jabal, Sa'ad bin Ubadah, dan Uqbah bin Wahb berkata kepada mereka: "Wahai orang-orang Yahudi,
bertakwalah kepada Allah. Demi Allah, kalian telah mengetahui bahwa beliau yaitu utusan Allah,
jauh sebelum beliau diutus menjadi rasul, dan kalian pun telah memaparkan dan menerangkan ciri-
cirinya kepada kami." Rafi' bin Huraimalah dan Wahb bin Yahudza berkata: "Kami tidak pernah
mengatakan hal itu kepada kalian. Allah tidak menurunkan kitab, tidak mengutus rasul dan pemberi
peringatan sesudah Musa." Lalu Allah menurunkan firman-Nya tentang perkataan Rafi' bin Huraimalah,
dan Wahb bin Yahudza:
Hai Ahli Kitab, sebenarnya telah datang kepada kamu Rasul Kami, menjelaskan (syariat Kami)
kepadamu jika terputus (pengiriman) rasul-rasul, agar kamu tidak mengatakan: "Tidak datang
kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan."
sebenarnya telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Allah Maha
Kuasa atas segala sesuatu. (QS. al-Ma'idah: 19).
lalu Allah memaparkan kisah Musa kepada mereka, apa yang Nabi Musa terima dari mereka,
protes mereka dan perintah Allah yang ditolak oleh mereka hingga mereka terlunta-lunta di muka
bumi selama empat puluh tahun sebagai hukuman atas tindakan mereka.
Mereka Minta Pertimbangan Nabi tentang Hukum Rajam
Ibnu lshaq berkata: Ibnu Syihab Az-Zuhri menuturkan kepadaku, ia mendengar seseorang dari
Muzainah dari seorang ulama yang berbicara dengan Said bin Al-Musayyib bahwa Abu Hurairah
berkata kepada mereka bahwa pendeta-pendeta Yahudi berkumpul di Baitul Midras saat Rasulullah
Shallalahu 'alaihi wa Sallam tiba di Madinah. Sebelum Rasulullah tiba salah seorang lelaki yang telah
menikah telah berzina dengan seorang wanita Yahudi yang telah menikah pula. Mereka berkata:
"Bawalah pria dan wanita ini kepada Muhammad, lalu tanyakanlah kepadanya apa hukuman atas
mereka berdua, dan beri dia hak untuk mengadilinya, Jika ia menjatuhkan hukuman cambuk dengan
tali kepadanya seperti kalian, pasti dia seorang raja dan ikutilah dia. Namun jika dia menjatuhkan
hukuman rajam kepada mereka, pastilah dia seorang nabi. Maka jagalah apa yang ada pada kalian,
agar tidak direbut olehnya." Mereka mendatangi Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam dan berkata:
"Wahai Muhammad, orang ini telah menikah lalu berzina dengan wanita ini yang telah menikah
pula. Adililah mereka berdua dan kami memberikan hak sepenuhnya kepadamu untuk mengadili
mereka." Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berjalan hingga tiba di tempat pendeta-pendeta
mereka di Baitul Midras. Beliau bersabda: "Wahai orang-orang Yahudi, datangkan kepadaku ulama
kalian." Mereka mengirim Abdullah bin Shuriya kepada Rasulullah Shallalahu alaihi wa Sallam.75
Ibnu lshaq berkata: Beberapa orang Bam Quraizhah berkata kepadaku, selain mendatangkan Abdullah
bin Shuriya kepada Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam, mereka juga mendatangkan Abu Yasir bin
Akhthab dan Wahb bin Yahudza. Pendeta-pendeta Yahudi berkata: "Merekalah ulama kami”
Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bertanya kepada pendeta-pendeta Yahudi tentang masalah
ini sampai perkaranya menjadi jelas hingga akhimya mereka berkata tentang Abdullah bin
Shuriya: "Orang ini lebih mengerti tentang Taurat dibandingkan ulama-ulama kami yang lain."
Ibnu Hisyam berkata: Dari perkataan "beberapa Bani Quraizhah hingga "Orang ini lebih mengerti
tentang Taurat" yaitu ucapan Ibnu lshaq sedangkan yang sesudah nya yaitu dari untaian kisah
sebelumnya.
sesudah itu Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam duduk berdua bersama dengan Abdullah bin
Shuriya. Abdullah bin Shuriya yaitu orang paling dalam ilmunya di antara ulama-ulama Yahudi.
Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam menyelidik Abdullah bin Shuriya dengan beberapa pertanyaan
menukik: "Wahai anak Shuriya, aku bersumpah kepadamu dengan nama Allah, dan dengan hari-hari
Allah yang ada di Bani Israel, tidakkah engkau paham bahwa Allah menetapkan hukuman rajam bagi
seorang muhshan (lelaki atau perempuan yang telah menikah) yang berzina di dalam Taurat?"
Abdullah bin Shuriya menjawab: "Benar, demi Allah, memang demikianlKetahuilah wahai Abu Al-
Qasim, sebenarnya orang-orang Yahudi telah tahu bahwa engkau yaitu nabi yang diutus, hanya
saja mereka dengki padamu."
Lalu Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam keluar dan memerintahkan agar kedua orang yang berbuat
zina ini di rajam di depan pintu masjid beliau di Bani Ghanm bin Malik bin An-Najjar. Sesudah
peristiwa ini Abdullah bin Shuriya kafir dan tidak mengingkari kenabian Rasulullah Shallalahu 'alaihi
wa Sallam.
Ibnu Ishaq berkata: Lalu Allah Yang Maha mulia menurunkan firman-Nya tentang orang-orang Yahudi
ini :
Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu di sedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memper-
lihatkan) kekafirannya, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: "Kami
telah beriman", padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi.
(Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar
perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; yakni mereka mengutus orang
yang mereka utus di antara mereka, dan mereka mengingkari, dan mereka menyuruh mereka dengan
apa yang mereka suruhkan dengan mengubah hukum dari yang sebenarnya, lalu Allah
berfirman: mereka merobah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka
mengatakan: "Jika diberikan ini (yang sudah dirobah-robah oleh mereka) kepada kamu, maka
terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, yakni rajam, maka hati-hatilah" (QS. al-Ma'idah: 41).
Ibnu Ishaq berkata: Muhammad bin Thalhah bin Yazid bin Rukanah berkata kepadaku dari Ismail bin
Ibrahim dari Ibnu Abbas ia berkata: Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam memerintahkan
pelaksanaan hukuman rajam kepada kedua pelaku zina ini , lalu mereka berdua dirajam di depan
masjid beliau. jika laki-laki Yahudi ini mulai mendapat lemparan batu, ia berdiri menuju
wanita yang dia pernah berzina dengannya, lalu menelungkupinya untuk melindunginya hingga
akhirnya keduanya meninggal dunia.76
Demikianlah satu hal yang Allah lakukan bagi Rasul-Nya dalam melaksanakan hukum-an zina terhadap
kedua orang ini .
Ibnu Ishaq berkata: Shalih bin Kaisan berkata kepadaku dari Nafi' bekas budak Abdullah bin Umar dari
Abdullah bin Umar, ia berkata: Pada saat orang-orang Yahudi menyerahkan putusan hukum mereka
berdua kepada Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam, beliau meyeru mereka kepada Taurat dan salah
seorang dari pendeta mereka duduk membaca Taurat sambil menutup ayat tentang hukuman rajam
dengan tangannya, lalu Abdullah bin Salam memukul tangan pendeta tadi. Abdullah bin Salam
berkata: "Wahai Rasulullah, inilah ayat tentang hukuman rajam. Namun ia menolak membacakannya
kepadamu." Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda kepada mereka: "Sungguh celaka kalian
wahai orang-orang Yahudi, mengapa kalian meninggalkan hukum Allah, padahal itu berada di tangan
kalian?" Mereka menjawab: "Demi Allah, awalnya hukuman rajam diberlakukan pada kami, hingga
pada suatu hari orang muhshan yang berasal dari keluarga istana dan kalangan tehormat berbuat zina.
Raja melarang pemberlakukan hukuman rajam terhadapnya. lalu ada seseorang berzina
sesudah keluarga istana ini . Raja bermaksud merajamnya, hanya saja orang-orang Yahudi
berkata: "Demi Allah, tidak mungkin ini bisa dilakukan. jika engkau mau merajam orang ini maka
hendaknya engkau juga merajam orang dari keluarga istana yang berzina. Selesai mengatakan itu
kepada rajanya mereka menyelenggarakan rapat, dengan hasil kesepakatan mengganti hukuman
rajam dengan hukuman cambuk, dan mereka meninggalkan hukuman rajam dan penerapannya."
Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Jika demikian, maka akulah orang yang pertama kali
menghidupkan hukum Allah dan Kitab-Nya serta penerapannya." Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa
Sallam meminta keduanya dihukum rajam di depar. masjid beliau. Abdullah bin Umar berkata "Aku
ikut serta merajam kedua orang pezim ini ."77
Kezaliman Orang-orang Yahudi dalam Diyat
Ibnu Ishaq berkata: Daud bin Al-Husha:r. berkata padaku dari Ikrimah dari Ibnu Abba? bahwa ayat-
ayat di surat Al-Maidah beriku;
Maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka, atau berpalinglah dari mereka; jika kamu berpaling
dari mereka maka mereka tidak akar memberi mudarat kepadamu sedikitpun. Dan jika kamu
memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka dengan adil,
sebenarnya Allah menyukai orang-orang yang adil. '(QS. al-Ma'idah 42).
Diturunkan pada kasus diyat antara Ban An-Nadhir dengan Bani Quraizhah. Penyebab nya bahwa Bani
An-Nadhir yang terhorma: membayar diyat dengan utuh, sementara Ban: Quraizhah hanya membayar
separuh saja. Ke mudian mereka mengadukan masalah ini kepada Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa
Sallam. Lalu Allah Ta'ala menurunkan firman-Nya di atas tentang mereka. Rasulullah Shallalahu 'alaihi
wa Sallam mengembalikan mereka pada kebenaran dengan menyamakan diyat di antara mereka.78
Ibnu Ishaq berkata: Wallahu a 'lam mana yang lebih benar di antara riwayat ini .
Konspirasi Orang-orang Yahudi untuk Memfitnah Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam
Ibnu Ishaq berkata: Ka'ab bin Asad, Ibnu Shaluba, Abdullah bin Shuriya, dan Syas bin Qais berbincang
di antara mereka: "Marilah kita pergi menemui Muhammad, semoga kita berhasil mengeluarkannya
dari agamanya, karena dia juga manusia biasa layaknya kita semua." Mereka pun datang menjumpai
Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam lalu berkata: Wahai Muhammad, engkau tahu bahwa
kami pendeta-pendeta Yahudi, orang-orang tehormat serta pemimpin-pemimpin mereka. Jika kami
mengikutimu, maka semua orang Yahudi akan mengikutimu, dan mereka tidak mungkin menentang
kami. sebenarnya kami mempunyai sengketa, bagaimana jika kami serahkan sengketa mereka itu
padamu, lalu engkau memutuskan penyelesainnya untuk kami, sesudah itu kami akan beriman dan
membenarkanmu?' Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam menolak permintaan mereka, lalu Allah
Yang Mahamulia menurunkan firman-Nya tentang mereka:
Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan
janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya
mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika
mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sebenarnya
Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa
mereka. Dan sebenarnya kebanyakan manusia yaitu orang-orang yang fasik. Apakah hukum
Jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik dibandingkan (hukum) Allah bagi
orang-orang yang yakin? (QS. al-Maidah: 49-50).
Ibnu Ishaq berkata: Beberapa orang Ya-hudi antara lain Abu Yasir bin Akhthab, Nafi' bin Abu Nafi, Azir
bin Abu Azir, Khalid, Zaid, Izar bin Abu Izar, dan Asya' datang menemui Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa
Sallam lalu bertanya mengenai rasul-rasul yang diimani oleh rasul. Rasulullah Shallalahu 'alaihi
wa Sallam menjawab:
Katakanlah (hai orang-orangmukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada
kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan apa yang
diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak
membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya." (QS.
al-Baqarah: 136). jika Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam menyebut Nabi Isa bin Maryam,
mereka mengingkarinya. Mereka berkata: "Kami tidak beriman kepada Isa bin Maryam, tidak pula
pada orang-orang yang beriman kepadanya." lalu Allah menurunkan firman-Nya:
Katakanlah: "Hai Ahli kitab, apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman
kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan
sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik? (QS. al-
Maidah: 59).
Rafi' bin Haritsah, Salam bin Misykam, Malik bin Shaif, dan Rafi' bin Huraimalah datang menemui
Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam lalu berkata: "Wahai Muhammad, bukankah engkau
mengaku menganut agama Ibrahim, beriman kepada Taurat yang kami miliki, dan engkau bersaksi
bahwa Taurat itu benar dari Allah?" Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Benar. Namun
kalian telah membuat kebid'ahan, menolak perjanjian yang telah diambil Allah dari kalian yang ada di
dalamnya, kalian pun menyembunyikan apa yang diperintahkar. kepada kalian untuk memaparkannya
paca manusia. Maka aku berlepas diri dari bid'ah-bid'ah yang kalian bikin." Orang-orang Yahudi
ini berkata: "Kami tetap berpegang tegufa dengan apa yang berada pada tangan kam karena
kami yakin bahwa kami ada dalam petunjuk dan kebenaran. Kami tidak berimar kepadamu tidak juga
akan mengikutimu Lalu Allah Yang Mahamulia menurunkan firman-Nya:
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak d: pandang beragama sedikit pun hingga kan:, menegakkan
ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al-Qur'an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu." sebenarnya
apa yang diturunkar kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akar menambah kedurhakaan dan
kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlar kamu bersedih hati terhadap orang-orang
yang kafir itu. (QS. al-Maidah: 68)
Ibnu Ishaq berkata: An-Nahham bin Zaid, Fardam bin Ka'ab, dan Bahri bin Amr datang menemui
Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam lalu berkata: "Hai Muhammad apakah engkau tidak tahu
bahwa terdapat tuhan lain selain Allah?" Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam, bersabda: "Tidak ada
Tuhan yang pantas disembah selain Allah. Dengan ajaran ini aku diutus, dan kepada-Nya aku
menyeru." lalu Allah Ta'ala menurunkan firman-Nya:
Katakanlah: "Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?" Katakanlah: "Allah. Dia menjadi saksi antara
aku dan kamu. Dan Al-Qur'an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan
kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Qur'an (kepadanya). Apakah sebenarnya kamu
mengakui bahwa ada tuhan-tuhan yang lain di sampingAllah?"Katakanlah: "Aku tidak mengakui."
Katakanlah: "sebenarnya Dia yaitu Tuhan Yang Maha Esa dan sebenarnya aku berlepas diri
dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)." Orang-orang yang telah Kami berikan kitab
kepadanya, mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri.
Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman (kepada Allah). (QS. al-An'am: 19-20)
Rifa'ah bin Zaid bin At-Tabut dan Suwaid bin Al-Harits pura-pura berpenampilan sebagai Muslim
walaupun hakikatnya dia seorang munafik. Karena kepura-puraannya inilah, beberapa orang kaum
Muslimin mencintainya. Lalu Allah Ta'ala menurunkan firman- Nya tentang Rifa'ah bin Zaid dan Suwaid
bin Al-Harits:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang
membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi
Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah
jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman. Dan jika kamu menyeru (mereka) untuk
(mengerjakan) shalat, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu yaitu
karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal. Katakanlah: "Hai Ahli kitab,
apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang
diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara
kamu benar-benar orang-orang yang fasik?" Katakanlah: "Apakah akan aku beritakan kepadamu
tentang orang- orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah, yaitu
orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi
dan (orang yang) menyembah thaghut?" Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari
jalan yang lurus. Dan jika orang-orang (Yahudi atau munafik) datang kepadamu, mereka
mengatakan: "Kami telah beriman", padahal mereka datang kepada kamu dengan kekafirannya dan
mereka pergi (dibandingkan kamu) dengan kekafirannya (pula); dan Allah lebih mengetahui apa yang
mereka sembunyikan. " (QS. al-Ma'idah: 57-61).
Jabal bin Abu Qusyair dan Samuel bin Zaid berkata kepada Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam:
"Wahai Muhammad, tolong terangkan kepada kami kapankah Hari Kiamat akan terjadi bila engkau
yaitu benar-benar seorang Nabi sebagaimana yang selama ini engkau ucapkan! Lalu Allah Yang Maha
mulia menurunkan firman-Nya tentang Jabal bin Abu Qusyair dan Samuel bin Zaid:
Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "sebenarnya
pengetahuan tentang kiamat itu yaitu pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan
waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit
dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan aengan tiba-tiba. Mereica bertanya
kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "sebenarnya
pengetahuan tentang hari kiamat itu yaitu di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak
mengetahui." (QS. al-A'raaf: 187).
Klaim Mereka Bahwa Uzair Anak Allah
Sallam bin Misykam, Nu'man bin Abu Aufa Abu Anas, Mahmud bin Dahyah, Syas bin Qais, dan Malik
bin As-Shaif datang menemm Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam lalu berkata: "Bagaimana
mungkin kami akan mengikutimu, sedangkan engkau telah meninggalkan kiblat kami, dan tidak
meyakini Uzair sebagai anak Allah." Lalu Allah Yang Mahamulia menurunkan ayat tentang ucapan
mereka ini :
Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putra Allah" dan orang Nasrani berkata: "Al-Masik itu putra
Allah." Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang
kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? (QS. at-
Taubah: 30), hingga akhir kisah.
Ibnu Hisyam berkata: Yudhahi'una artinya ucapan mereka itu sama dengan ucapan orang-orang yang
kafir.
Ibnu Ishaq berkata: Mahmud bin Saihan, Nu'man bin Adha, Bahri bin Amr, Uzair bin Abu Uzair, dan
Sallam bin Misykam datang menemui Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam lalu mereka
berkata: "Wahai Muhammad apakah benar kebenaran yang engkau bawa itu bersumber dari Allah?
Karena kami tidak mendapat nya tersusun sebagaimana Kitab Taurat?" Rasulullah Shallalahu 'alaihi
wa Sallam bersabda: "Demi Allah, sebenarnya kalian pun mengetahui bahwa yang aku bawa ini
benar-benar dari Allah dan kalian telah mendapat nya tertera dalam Taurat yang ada pada kalian.
Andai semua manusia dan jin bersekutu untuk membuat sebagaimana apa yang aku bawa, mereka
tidak akan kuasa untuk melakukannya." Usai Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda seperti
itu, Finhash, Abdullah bin Shuwariya, Ibnu Shaluba, Kinanah bin Ar-Rabi' bin Abu Al-Huqaiq, Asya',
Ka'ab bin Asa Samuel bin Zaid, dan Jabal bin Sukainah berkata serentak: "Wahai Muhammad,
sebenarnya Allah melakukan apa saja untuk Rasul-Nya sesuai dengan kehendak-Nya. Jika Dia
mengutusnya sebagai nabi, dan Dia kuasa melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya, maka turunkan-
lah kitab dari langit yang bisa kami baca dan kami mengerti. jika engkau tidak dapat
melakukannya, kami datang kepadamu dengan membawa sesuatu sebagaimana yang engkau bawa.
Maka Allah menurunkan firman-Nya:
Katakanlah: "sebenarnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur'an
ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia." (QS. al¬Isra': 88).
Ibnu Hisyam berkata: Zhahir artinya 'aun (pertolongan) dan pluralnya yaitu Zhuhara
Wahai orang yang memakai nama Nabi kau menjadi tonggak agama
Dan kau menjadi penolong bagi sang Imam
Pertanyaan Mereka kepada Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam tentang Dzu Al-Qarnain
Ibnu Ishaq berkata: Huyay bin Akhthab, Ka'ab bin Asad, Abu Nafi', Asya', dan Samuel bin Zaid berkata
kepada Abdullah bin Salam jika ia telah masuk Islam: "Kenabian tidak akan ada pada orang-orang
Arab. Sahabatmu itu tak lebih hanyalah seorang raja." Usai mengatakan itu kepada Abdullah bin
Salam, mereka menemui Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam, lalu bertanya tentang Dzu Al-
Qarnain. Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam menceritakan kisah Dzu Al-Qarnain yang diterimanya
dari Allah seperti yang pernah beliau ceritakan kepada orang-orang Quraisy. Merekalah yang
memerintakan kepada orang-orang Quraisy untuk bertanya mengenai Dzu Al-Qarnain kepada
Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam yaitu pada saat orang-orang Quraisy mengirim An-Nadhr bin
Al-Harits dan Uqbah bin Mu'ath kepada mereka.
Sikap Kurang Ajar Mereka Atas Dzat Allah dan Kemarahan Rasulullah
Ibnu Ishaq berkata:Dituturkan kepadaku dari Said bin Jubair, ia berkata: Beberapa orang Yahudi
datang menjumpai Rasulullah Shallalahu 'alaihi. wa Sallam, lalu berkata: "Wahai Muhammad,
Dialah Allah yang menciptakan makhluk. Lalu siapakah yang menciptakan Allah?" Rasulullah Shallalahu
'alaihi wa Sallam marah besar mendengar pertanyaan mereka hingga wajah beliau berubah
disebabkan kemarahannya karena Allah. Maka datanglah Malaikat Jibril guna menenangkan beliau.
Malaikat Jibril berkata kepada Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam: "Tenangkanlah dirimu wahai
Muhammad!" Malaikat Jibril datang dari Allah dengan sebuah jawaban atas pertanyaan yang mereka
ajukan:
Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Dia tiada
beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia." (QS. al-
Ikhlas: 1-4).
jika Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam membacakan ayat-ayat ini , mereka berkata
kepada beliau: "Coba terangkan kepada kami wahai Muhammad, bagaimana penciptaan Allah,
bagaimana tangan-Nya? Seperti apa lengan-Nya?" Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bertambah
marah melebihi dari pada kemarahannya yang pertama. lalu Malaikat Jibril datang kepada
beliau dan berkata sebagaimana yang ia katakan sebelumnya, serta membawa jawaban dan Allah atas
semua pertanyaan mereka. Allah berfirman:
Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi
seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya.
Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. (QS. az-Zumar: 67).
Ibnu Ishaq berkata: Utbah bin Muslim mantan budak Bani Taim berkata kepadaku dari Abu Salamah
bin Abdurrahman dari Abu Hurairah yang berkata bahwa aku mendengar Rasulullah Shallalahu 'alaihi
wa Sallam bersabda: Seluruh manusia saling bertanya di antara mereka hingga salah seorang dari
mereka berkata: "Allah-lah yang telah menciptakan makhluk, maka siapakah yang menciptakan
Allah?" jika mereka mengatakan itu, katakanlah: Katakanlah: "Dia-lah Allah: Yang Maha Esa. Allah
yaitu Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula
diperanakkan Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. ' (QS. al-Ikhlas: 1-4), lalu
hendaknya seseorang meludah kecil di sebelah kirinya sebanyak tiga kali, dan berlindunglah kepada
Allah dari semua godaan setan yang terkutuk."79
Perkara As-Sayyid, al-'Aqib dan Perihal Mubahalah
Ibnu Ishaq berkata: Delegasi Kristen Najran datang menemui Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam.
Jumlah mereka enam puluh orang. Di antara mereka terdapat empat belas tokoh terhormat di
kalangan mereka. Dari empat belas orang itu, tiga orang yang mengatur urusan mereka. Pertama, Al-
'Aqib. Jabatan Al-Aqib yaitu pemimpin kaum, ahli pertimbangan, dan segala urusan tidakboleh
diputuskan kecuali menurut pendapatnya. Ia bernama Abul Masih. Kedua, As-Sayyid. Jabatan As-
Sayyid ialah administrator yang mengatur perjalalan dan kesepakatan umum. Yang menjabat As-
Sayyid saat itu yaitu Al-Aiham. Abu Haritsah bin Alqamah salah seorang dari Bani Bakr bin Wail. Dia
uskup, pendeta, ulama dan pemilik Baitul Mirdas.
Abu Haritsah datang ke tempat mereka dan menelaah kitab-kitab mereka hingga pengetahuannya
tentang agama mereka sangat memadai. Raja-raja Byzantium Romawi yang memeluk agama Kristen
menghormati dan memuliakan Abu Haritsah, mengirimkan pembantu, membangunkan gereja
untuknya, dan memberikan banyak sekali kemudahan-kemudahan kepadanya. Itu semua dilakukan
karena kapasitas ilmunya dan semangatnya dalam agama mereka.
Sebab Masuk Islamnya Kuz bin Alqamah
Saat mereka telah siap sedia untuk berangkat menuju ke tempat Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa
Sallam dari Najran, Abu Haritsah duduk di atas keledainya dengan arah Rasulullah Shallalahu 'alaihi
wa Sallam dan di sampingnya terdapat saudaranya yang bernama Kuz. Ada pula yang menyebut Kurz
bin Alqamah.
Keledai Abu Haritsah terperosok ke lubang, lalu Kuz bin Alqamah berkata: "Celakalah orang jauh
ini ." Yang dia maksud dengan orang jauh yaitu Rasulullah Shallailahu 'Alaihi wa Sallam. Abu
Haritsah berkata kepada Kuz bin Alqamah: "Dirimu-lah yang binasa." Kuz bin Alqamah berkata:
"Mengapa demikian, wahai saudaraku?" Abu Haritsah menjawab: "Demi Allah, sungguh orang itulah
Nabi yang selama ini kita tunggu-tunggu." Kuz bin Alqamah berkata kepada Abu Haritsah: "Lalu apa
yang menghalangimu untuk masuk Islam sedangkan engkau mengetahuinya?" Abu Haritsah berkata:
"Kaum ini (para raja Romawi) telah memuliakan, mengangkat derajat dan menghormati kami.
Mereka menginginkan agar kami menentang Nabi ini . Maka jika aku memeluk Islam, mereka
akan menarik semua fasilitas yang selama ini mereka berikan kepada kami." Kuz bin Alqamah
merahasiakan tentang dirinya dari Abu Haritsah sampai sesudah itu ia memeluk Islam. Kisah ini berasal
dibandingkan nya sebagaimana disampaikan kepadaku.
Ibnu Hisyam berkata: Telah dituturkan kepadaku, bahwa para pemimpin Najran mewariskan kitab-
kitab milik mereka. jika salah seorang pemimpin mereka meninggal dunia, mereka segera
mengalihkan kepemimpinan pada yang lain. Kitab-kitab ini dikunci dan tidak seorangpun yang
memecahkannya. Pada masa Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam, pemimpin Najran berjalan-jalan
dan ia jatuh terpeleset. Anak sang pemimpin berkata: "Celakalah orang jauh -maksudnya Rasulullah
Shallalahu 'alaihi wa Sallam." Pemimpin ini berkata: "Janganlah engkau berkata demikian,
karena dia seorang Nabi dan namanya tertera dalam kitab kita." jika pemimpin ini telah
meninggal dunia, anaknya mempunyai ke inginan kuat untuk memecahkan kunci kitab itu. Lalu ia
membongkar kunci kitab ini dan mendapatan nama Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam
tertera di dalamnya. Maka diapun masuk Islam dan dengan keislaman yang bagus. Orang inilah yang
berkata:
Kepadamu, dia lari dengan tali pingging yang melorot
Janin di perutnya menonjol kan melahirkan agamanya berbeda dengan agama Kristen
Mereka Shalat Menghadap ke Timur
Ibnu Ishaq berkata: Muhammad bin Ja'far bin Zubair berkata kepadaku: Pada saat delegasi Najran tiba
di kediaman Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam, dan masuk ke masjid beliau pada saat waktu
shalat Ashar telah tiba, mereka memakai pakaian bergaris yang berasal dari Yaman dengan jubah dan
mantel warna-warni menawan sebagaimana yang biasa dikenakan orang-orang Bani Al-Harits bin
Ka'ab. Salah seorang sahabat Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam yang melihat mereka jika itu
berujar: "Kami tidak pernah melihat delegasi seperti mereka. Pada saat shalat mereka telah tiba,
mereka langsung berdiri di masjid Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam lalu merekapun shalat.
Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Biarkanlah mereka melakukan shalat." Mereka
shalat dengan menghadap ke arah timur.
Ibnu Ishaq berkata: Nama keempat belas delegasi Najran yaitu sebagai berikut: Al Aqib Abdul Masih,
As-Sayyid Al-Aiham, Abu Haritsah bin Alqamah saudara Bani Bakr bin Wail, Aus, Al-Harits, Zaid, Qais,
Yazid. Nabaih, Khuwailid, Amr, Khalid, Abdullah, Johannes. Mereka membawa enam puluh kendaraan.
Sebagai Juru bicara kepada Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam mereka menunjuk Abu Haritsah bin
Alqamah, Al-Aqib Abdul Masih, dan As Sayyid Al-Aiham. Mereki menganut agama Kristen model raja,
walau- pun dalam beberapa hal mereka berbeda. Mereka berkata: "Isa yaitu Allah." Mereka juga
berkata: "Isa yaitu anak Allah." Mereka juga berkata: "Isa yaitu satu dari tiga Tuhan." Demikianlah
ucapan orang-orang Kristen itu.
Mengenai perkataan mereka bahwa Isa yaitu Allah, mereka berargumen bahwa Isa bisa
menghidupkan orang mati, menyembuhkan penyakit, memberi tahu hal-hal yang ghaib, dan membuat
burung dari tanah lalu meniupnya hingga menjadi burung hidup. Itu semua yaitu perintah Allah
Tabaraka wa Ta'ala. "Dan Kami jadikan dia sebagai tanda kebesaran Kami pada manusia." (Maryam:
21)
Mengenai perkataan mereka bahwa Isa yaitu anak Allah, mereka berkata: "Isa tidak mempunyai
ayah yang bisa diketahui. Ini belum pernah terjadi pada anak keturunan Adam sebelum mereka.
Mengenai perkataan mereka bahwa Isa yaitu salah satu dari tiga tuhan, mereka berargumentasi
dengan menggunakan firman Allah, 'Kami berbuat, Kami memerintahkan, Kami menciptakan, dan
Kami memutuskan." Mereka menambahkan, bahwa jika Allah itu satu, maka Dia berfirman Aku -bukan
Kami- berbuat, Aku memerintahkan, dan Aku menciptakan. Namun tuhan itu yaitu Dia sendiri, Isa,
dan Maryam. Al-Qur'an menurunkan firman-Nya tentang masing-masing perkaataan mereka
ini . sesudah dua pendeta tadi mengatakan itu kepada Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam,
beliau bersabda: "Masuklah kalian berdua ke dalam Islam." Namun kedua pendeta ini
menjawab: "Kami telah masuk Islam." Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Kalian berdua
belum masuk Islam." Kedua pendekta ini berkata: "Kami telah masuk Islam sebelum engkau
memasukinya." Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Kalian berdua berdusta. Kalian
berdua terhalang masuk Islam karena masih menyakini bahwa Allah mempunyai anak, karena kalian
berdua menyembah salib dan memakan daging babi." Kedua pendeta itu menukas: "Jika demikian lalu
siapa ayahnya, wahai Muhammad?" Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam diam tidak menjawab
pertanyaan kedua pendeta itu.
Ayat-ayat Al-Qur'an Yang Turun Tentang Meraka Pada Surat Ali Imran
Maka Allah Ta'ala menurunkan firman-Nya pada awal surat Ali Imran hingga ayat delapan puluhan
tentang perkataan dan perbedaan pandangan mereka. Allah berfirman:
Alif laam miim. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. YangHidup kekal lagi
terus menerus mengurus makhluk- Nya (QS. Ali Imran: 1-2).
Allah mengawali surat dengan menyucikan diri-Nya dari apa yang mereka katakan, tentang keesaan-
Nya dalam penciptaan dan perintah, serta tidak ada sekutu bagi-Nya. Hal ini juga sebagai sanggahan
terhadap kekafiran yang mereka lakukan, dan tandingan-tandingan bagi Allah yang mereka ciptakan,
serta sanggahan yang menerangkan kesesatan mereka. Allah berfirman:
Aliflaam miim. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi
terus-menerus mengurus makhluk-Nya (QS. Ali Imran: 1-2).
Yakni Allah tidak memiliki sekutu dalam perintah-Nya. Al-Hayyu al-Qayyum yang tidak pernah mati,
sementara Nabi Isa mati dan ia disalib dalam pandangan orang-orang Kristen. Al-Qayyum artinya yang
berdiri bertahan pada posisi-Nya yaitu kekuasaan-Nya terhadap makhluk-Nya. Kekuasaan Allah tidak
pernah habis, sementara kekuasaan Isa bin Maryam lenyap dari dirinya sesuai dengan pandangan
mereka dan berpindah tangan kepada orang lain. Allah berfirman:
Dia menurunkan Al-Kitab (Al-Qur'an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah
diturunkan sebelumnya (QS. Ali Imran: 3) Al-Haq maksudnya dengan benar tentang apa yang mereka
perselisihkan. Allah berfirman:
dan menurunkan Taurat dan Injil (QS. Ali Imran: 3). Allah menurunkan Taurat kepada Musa, dan
menurunkan Injil kepada Isa, serta menurunkan kitab-kitab sebelumnya. Allah berfirman:
Sebelum (Al-Qur'an), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al-Furqaan (QS. Ali Imran:
4). Al-Furqan ialah yang memisahkan kebenaran dengan kebatilan dalam hal-hal yang menjadi
sengketa antara manusia, seperti tentang Isa, dan masalah-masalah lainnya. Allah berfirman:
"sebenarnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat,
dan Allah Mahaperkasa lagi mempunyai balasan (siksa) (QS. Ali Imran: 4). Yakni, Allah mengadzab
orang yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah yang telah diketahuinya padahal mereka mengetahui
kandungannya. Allah berfirman:
'sebenarnya bagi Allah tidak ada satu pun yang tersembunyi di bumi dan tidak di langit. '(QS. Ali
Imran: 5), yakni Allah mengetahui apa yang mereka inginkan, kejahatan yang sedang mereka
rencanakan, perkataan mereka tentang Isa, sebab mereka menjadikan Isa sebagai Tuhan yang
disembah. Allah Ta'ala berfirman:
Dialah yang membentuk kalian dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya (QS. Ali Imran: 6),
sebenarnya Isa termasuk orang yang diciptakan langsung oleh Allah dalam rahim, dan mereka tidak
bisa membantahnya sebagaimana halnya anak keturunan Adam yang lain dibentuk di dalam rahim.
Bagaimana mungkin Isa didaulat sebagai tuhan, padahal kedudukannya sama seperti mereka?
lalu Allah berfirman mensucikan diri-Nya dan mentauhidkan-Nya dari tuhan-tuhan yang mereka
akui:
'Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Maha perkasa lagi Ma- habijaksana (QS.
Ali Imran: 6), yakni, Allah Maha perkasa untuk menang atas orang-orang yang kafir kepada-Nya jika
Dia mengkehendaki. Dia Maha bijaksana dalam alasan logis dan argumen-Nya terhadap hamba
hamba-Nya. Allah berfirman:
Dia-lah yang menurunkan Al-Kitab (Al Quran0 kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang
muhkamaat itulah pokok-pokok isi Al- Qur'an (QS. Ali Imran: 7), yakni pada ayat- ayat itu terdapat
muhkamaat (ayat yang jelas dan pasti) terdapat hujjah Allah, perlindungan bagi hamba-hamba Allah,
penolakan dari lawan dan kebatilan. Di dalamnya tidak tidak ada deviasi dan penyelewengan. Lalu
Allar berfirman:
dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihat, (QS. Ali Imran: 7), yakni ayat-ayat mutasyabihat mempunyai
multi tafsir dan interpretasi. Allah menguji hamba-hamba-Nya dengan ayat-ayat mutasyabihat
sebagaimana halnya Allah menguji mereka dalam hal-hal yang halal dan haram. Agar ayat-ayat
mutasyabihat itu tidak boleh diorientasikan kepada kebatilan dan tidak didisorientasikan dari
kebenaran Lalu Allah berfirman:
Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, yakni yang miring dan hidayah
maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat, dia mengutak-atiknya agar bisa
dibenarkan hal-hal bid'ah yang mereka lakukan, agar hal ini menjadi hujjah buat mereka dan menjadi
senjata atas ucapan syubhat mereka,
untuk menimbulkan fitnah, yakni pengkaburan,
dan untuk mencari-cari takwilnya, ini semua terjadi karena tindakan sesat mereka dalam ucapannya:
Kami menciptakan, Kami memutuskan,
padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya, yang apa-apa yang mereka inginkan,
melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman ke- pada ayat-
ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." Bagaimana mungkin mereka masih saja
berselisih padahal itu yaitu satu kata dan dari Satu Tuhan. lalu mereka mengembalikan takwil
mutasyabih pada apa yang mereka ketahui tentang takwil muhkamat, dimana dalam hal ini tidak ada
lagi penafsiran selain satu takwil tunggal, dan ucapan mereka berselaras dengan Kitabullah
membenarkan antara satu dengan yang lain. Dengan demikian maka habislah hujjah dengan Al-Quran,
dan tampaklah ketidakmampuan, kebatilan menjadi lenyap, dan kekufuran menjadi sirna. Allah
berfirman dalam hal serupa dengan ini:
Dan tidak dapat mengambil pelajaran (dari padanya) melainkan orang-orang yang berakal. (Mereka
berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah
Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena
sebenarnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia). (QS. Ali Imran: 7-8).
Selanjutnya Allah berfirman:
Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang
menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian
itu), berseberangan dengan apa yang mereka katakan, Tak ada Tuhan (yang berhak disembah)
melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. sebenarnya agama (yang diridai) di sisi
Allah hanyalah Islam. (QS. Ali Imran: 3) Yakni yang menjadi agamamu wahai Muhammad: Mengesakan
Tuhan dan membenarkan Rasulullah.
Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada
mereka, yakni yang diberikan kepadamu, bahwa Allah itu Maha Esa dan tidak punya sekutu,
karena kedengkian (yangada) di antara mereka. Barang siapa yangkafir terhadap ayat-ayat Allah
maka sebenarnya Allah sangat cepat hisab-Nya. lalu jika mereka mendebat kamu (tentang
kebenaran Islam), yakni dengan apa yang mereka datangkan dari kebatilan dari ucapan mereka: Kami
mencipta, melakukan dan memerintah, maka semua itu yaitu syubhat batil dan mereka mengetahui
kebenaran yang sebenarnya,
maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah, yakni hanya pada-Nya saja, dan (demikian
pula) orang-orangyang mengikuti-ku" Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al-Kitab
dan kepada orang-orang yang ummi: yakni orang yang tidak memiliki Kitab
"Apakah kamu (mau) masuk Islam?" Jika mereka masuk Islam, sebenarnya mereka telah mendapat
petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat
Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (QS. Ali Imran: 18-20).
lalu Allah Ta'ala menggabungkan kedua ahli Kitab dan mengutarakan apa yang telah mereka
buat. Allah Ta'ala berfirman:
sebenarnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang
memang tidak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka
gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih. Mereka itu yaitu orang-
orang yang lenyap (pahala) amal-amalnya di dunia dan akhirat, dan mereka sekali-kali tidak memper-
oleh penolong. Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian yaitu Al-Kitab
(Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum di antara mereka;
lalu sebahagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran). Hal itu
yaitu karena mereka mengaku: "Kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali beberapa hari
yang dapat dihitung." Mereka diperdayakan dalam agama mereka oleh apa yang selalu mereka ada-
adakan. Bagaimanakah nanti jika mereka Kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada
keraguan tentang adanya. Dan disempurnakan kepada tiap-tiap diri balasan apa yang diusahakannya
sedang mereka tidak dianiaya (dirugikan). Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan,
yakni Tuhan hamba- hamba, dan Raja yang tidak yang memutus perkara di tengah mereka kecuali
Dia, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari
orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan
orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan, tidak ada Tuhan selain Engkau.
sebenarnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yakni tiada seorangpun yang mampu
melakukan itu selain Engkau dengan kekuatan dan kekuasaan-Mu.. Engkau masukkan malam ke
dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang
mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup, dengan kekuasaan itu, Dan Engkau beri rezeki
siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas) " (QS. Ali Imran: 21-27).
Yakni, tidak ada yang kuasa memberikan rizki kecuali Engkau dan tidak ada orang yang bisa
melakukannya kecuali Engkau. Artinya walaupun Aku memberikan banyak karunia kepada Isa
sehingga dengan hal-hal ini orang-orang Kristen berasumsi bahwa Isa sebagai Tuhan, seperti
menghidupkan orang yang telah mati, menyembuhkan penyakit, menciptakan burung dari tanah, dan
memberi tahu hal-hal yang ghaib, maka sebenarnya Aku memberikan hal-hal ini kepada Isa
sebagai tanda-tanda kebesaran-Ku untuk manusia, serta untuk membenarkan kenabian yang Aku utus
dia dengannya kepada kaumnya. sebenarnya banyak sekali kekuasaan-Ku dan kemampuan-Ku yang
tidak Aku berikan kepadanya. Seperti penentuan raja-raja melalui perintah kenabian, dan pe¬nentuan
kenabian kepada siapa saja yang Aku sukai, memasukkan malam ke dalam siang, memasukkan siang
ke dalam malam, mengeluarkan orang hidup dari orang mati, mengeluarkan orang mati dari orang
hidup, memberi rezeki tanpa batas kepada siapa saja yang Aku suka baik dia orang jahat atau baik.
Semua itu Aku tidak berikan kepada Isa. Apakah semua ini masih belum cukup untuk menjadi pelajaran
dan bukti nyata bagi mereka bahwa andaikata Isa itu benar-benar Tuhan, pastilah ia memiliki semua
hal tadi. Padahal pada kenyataannya, sebagaimana mereka ketahui Isa melarikan diri dari para raja
berpindah dari satu negeri ke negeri yang lain.
lalu Allah berfirman:
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, jika ini yaitu perkataanmu yang sebenarnya
sebagai rasa cinta dan pengagungan kepada Allah,
ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Yakni kekufuran masa lalunya,
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah: "Taatilah Allah dan Rasul-Nya; karena
kalian mengetahuinya, dan kalian dapatkan dalam Kitab kalian,
jika kalian berpaling, dan tetap dalam kekafiran kalian,
maka sebenarnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir." (QS. Ali Imran: 31-32).
Lalu Allah menerangkan pada mereka tentang Nabi Isa dan bagaimana Nabi Isa memulai apa yang
Allah kehendaki dengannya. Maka Allah berfirman:
sebenarnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala
umat (di masa mereka masing-masing), (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (keturunan) dari
yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Ali Imran: 33-34).
Lalu Allah memaparkan tentang istri Imran dan perkataannya:
(lngatlah), jika istri Imran berkata: "Ya Tuhanku, sebenarnya aku menazarkan kepadi Engkau
anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang shaleh dan berkhidmat (di Baitul makdis). Yakni
aku telah bernazar dan aku telah bebaskan dia, dan hanya semata-mata mengabdi kepada Allah dan
bukan derm kepentingan dunia,
karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku sebenarnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi
Maha Mengetahui." Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata "Ya Tuhanku,
sebenarnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang
dilahirkannya itu; dari anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan, yakni laki-laki tidaklah sama
dengan perempuan dalam hal nazar yang aku jadikan dia bebas untuk pengabdian,
sebenarnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-
anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dibandingkan setan yang terkutuk. "Maka Tuhannya
menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan
yang baik dan Allah menjadikan Zakaria pemeliharanya, (QS. Ali Imran: 35-37) yakni sesudah ia
dipelihara oleh ayah dan ibunya.
lalu Allah Ta'ala memaparkan kisah tentang Maryam, tentang Nabi Zakaria, doa Nabi Zakaria,
dan karunia yang diberikan Allah kepada Nabi Zakaria berupa seorang anak yang bernama Yahya.
lalu Allah menyebutkan tentang Maryam, dan ucapan malaikat kepadanya:
Dan (ingatlah) jika Malaikat (Jibril) berkata: "Hai Maryam, sebenarnya Allah telah memilih kamu,
menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yangsemasa dengan kamu). Hai
Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang- orangyang rukuk. (QS. Ali
Imran: 42-43).
Allah berfirman:
Yang demikian itu yaitu sebagian dari berita-berit agaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya
Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, jika mereka melemparkan anak-anak
panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu
tidak hadir di sisi mereka jika mereka bersengketa. (QS. Ali Imran: 44).
Ibnu Hisyam berkata: Maksud dengan Aqlaam pada ayat di atas yaitu anak-anak panah yang mereka
gunakan untuk mengundi, maka dari undian itu keluarlah nama Zakaria. Maka Maryam pun diasuh
oleh Nabi Zakaria sebagaimana dikatakan Al-Hasan bin Abu Al-Hasan Al-Basri.
Ibnu Ishaq berkata: Maryam diasuh oleh Juraij sang pendeta Yahudi. Ia salah seorang dari Bani Israil
Najjar. Undian keluar atas namanya, makanya ia pun mengasuh Maryam, sesudah sebelumnya Maryam
diasuh oleh Nabi Zakaria. Pada saat Maryam diasuh Zakaria, Bani Israel mengalami krisis pangan yang
luar biasa sehingga membuat Zakaria tidak kuasa untuk mengasuh Maryam. Orang-orang Bani Israel
melakukan undian kembali untuk menentukan kembali siapa yang berhak mengasuh Maryam. Undian
keluar atas nama Juraij, maka diapun diserahi pengasuhannya.
Dan kamu tidak hadir di sisi mereka jika mereka bersengketa. (QS. Ali Imran: 44), yakni kamu waktu
itu tidak bersama dengan mereka tatkala terjadi perselisihan antara mereka tentang Maryam. Allah
memberitahukan kepada Rasulullah apa yang mereka sembunyikan dari ilmu yang mereka ketahui
demi mengokohkan kenabiannya, dan menjadi argumen atas mereka mengenai apa yang mereka
sembunyikan selama ini.
lalu Allah Ta 'ala berfirman:
(Ingatlah), jika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sebenarnya Allah menggembira kan kamu
(dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yangdatang) dibandingkan -Nya,
namanya Al-Masih Isa putra Maryam, yakni demikianlah kondisinya dan bukan sebagaimana yang
kalian semua katakan, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, yakni di sisi Allah, dan termasuk
orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan
jika sudah dewasa dan dia termasuk di antara orang-orang yang shaleh. (QS. Ali Imran: 45-46).
Allah Yang Mahaagung memberitahukan kepada mereka tentang kondisi Isa yang sebenarnya,
bagaimana Nabi Isa bersikap sebagaimana manusia lainnya sepanjang umurnya baik saat masih anak
kecil atau orang dewasa. Hanya saja Allah memberi keistimewaan dengan kemampuan berbicara
tatkala ia masih berada dalam pangkuan ibunya, sebagai tanda kenabiannya dan menerangkan
kekuasaan-Nya kepada manusia.
Lalu Allah berfirman:
Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah
disentuh oleh seorang laki-laki pun. " Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah
menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dia membuat apa yang Dia kehendaki, dan mencipta apa
yang Dia kehendaki dari manusia atau selain manusia,
jika Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya:
"Jadilah", lalu jadilah dia. ' (QS. Ali Imran; 47), sebagaimana yang Dia kehendaki.
lalu memberitahukan Maryam apa yang Dia kehendaki dengan firman-Nya:
Dan Allah akan mengajarkan kepadanya At Kitab, Hikmah, Taurat, yang ada di tengah-tengah mereka
sejak zaman Musa sebelum dia, dan Injil sebuah Kitab lain yang Allah turunkan kepadanya yang belum
ada di tengah mereka kecuali hanya sebagai penyebutan bahwasanya dia akan ada di tangan salah
seorang Nabi sesudah Musa.
Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israel (yang berkata kepada mereka): "sebenarnya











