Tampilkan postingan dengan label reinkarnasi 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label reinkarnasi 1. Tampilkan semua postingan

reinkarnasi 1

 


Data di Luar negara kita  

Ajaran reinkarnasi ini sangat menarik untuk dibahas. Mengapa? Sebab dari berbagai survei 

yang ada di berbagai Negara maju, sudah semakin banyak orang dan juga umat Kristen yang 

menerima ajaran kuno ini kendati para Rohaniawan mereka menolaknya. Sebagai contoh: 

  1/3 umat Kristen di Amerika ternyata meyakini reinkarnasi2. Ini tidak ada hubungannya 

dengan gereja kami yang ada di sana sebab  jumlah jemaatnya terbilang sedikit.  

  Di Inggris, 1/3 warga nya juga meyakini hal ini3.  

  Di Yunani, kendati mayoritas warga nya yaitu  penganut ajaran Orthodoks Yunani 

ternyata 1/3 warga nya meyakini reinkarnasi seperti yang diungkap oleh Kapa 

Rescarch yang kemudian dipubikasikan di Greek Press (Tsiligiani, thn 2005, 36-43)4. 

  Di Italia yang mayoritas warga nya yaitu  penganut Roma Katolik dan Kristen, 1/3 

warga nya juga meyakininya5. warga  Italia padahal hanya 1% penganut Hindu, 

selebihnya yaitu  Roma Katolik dan Kristen. Ini pasti bukan sebab  penganut Hindu 

yang 1% ini yang mempengaruhi selebihnya.  

  Di Rusia, angkanya lebih tinggi, yaitu sebesar ¼ warga nya meyakini transmigrasi 

jiwa ini. Ini yaitu  angka-angka yang cukup mengherankan. Namun inilah faktanya. 

Sudah banyak umat Kristen yang menolak ajaran Neraka itu kekal. Tidak sedikit angka 

Kristen yang meyakini bahwa hidup itu bisa berulang kali.  

  1/3 warga  Swedia meyakini reinkarnasi, menurut survei Liselotte Frisk pada tahun 

20086. 

                                              

  35 % Anak muda Roma Katolik di Australia meyakini reinkarnasi. Padahal ini data 10 

tahun yang lalu (2007)7, bagaimana lagi dengan kondisi sekarang?  

Mengapa angka penganut reinkarnasi ini cukup tinggi di luar negara kita ? Jawabnya yaitu  

informasi sudah sangat mudah diakses bahkan dengan gratis. Termasuk informasi tentang 

adanya banyak bukti sains, kesaksian di youtube, gerakan new age, bahkan beberapa forum8 

tentang reinkarnasi juga banyak yang mengikuti. Belum lagi ditambah beberapa universitas 

ketermuka mendalami riset Mereka antara lain: Prinston university, standfor universiry, 

virginia university, University of Miamy, Universiry Nevada Las Vegas, dan University of 

Toronto. Para pelaku riset ini juga lumayan banyak, salah satu yang memiliki nama yaitu  Dr 

Jim Tucker. Hal-hal inilah yang membuat mata orang terbuka dan banyak yang memilih diam-

diam meyakini reinkarnasi.  

 

Data di negara kita  

Lalu bagaimana dengan kondisi di dalam negara kita ? Yang saya ketahui, di negara kita  ini hanya 

ada 2 gereja yang mengajarkan reinkarnasi. Hanya 2? Ya demikianlah kenyataannya, GNI kami 

dan LCC (Liberal Catholic Church). Dibanding dengan puluhan denom Kristen (mungkin 

ratusan), hanya ada 2 saja yang meyakini. LCC pada tahun 2017 ini sudah berusia 100 tahun 

melayani di negara kita , entah mengapa nama gereja ini tidak banyak yang ketahui. Bahkan 

teman-teman dari Gereja Rasuliah lain juga baru tahu setelah saya beritahu. Sementara itu, GNI 

kami tahun ini baru berulang tahun ke-4. Secara organisasi di Nusantara, memang kami masih 

bayi. Untuk mengetahui latarbelakang pelayanan dan ajaran turun-temurun kami, silahkan 

membaca informasi pada Lampiran 1. Selain hanya ada 2 komunitas yang mengajarkannya, 

di negara kita  tidak ada forum khusus yang membahas ini, tidak ada riset di kampus-kampus 

ternama dan tentunya belum ada seorang doktorpun yang menulis hasil penelitiannya di bidang 

ini. Dengan alasan itulah, memang wajar saja kalau ajaran reinkarnasi dalam kekristenan tidak 

terdengar secara luas.  

 

warga  di negara kita  yang percaya pada reinkarnasi ini sebenarnya cukup banyak kalau 

melihat keluar Kristen, coba lihat saja kaum Yahudi, lalu umat Buddha, Hindu, Konghucu, dan 

Sufi Islam bahkan Kejawen. Mungkin juga beberapa agama lokal lainnya yang turut 

meyakininya. Paling tidak, cukup banyak sebenarnya mereka yang meyakini transmigrasi jiwa 

ini.  Saya sama sekali tidak ingin menggiring opini bahwa banyak itu benar, tidak. Saya hanya 

ingin sedikit membuka wawasan bahwa di luar kekristenan, banyak yang mengakuinya. 

 

Jadi, ada perbedaan antara umat Kristen di luar negeri dan di negara kita . Dan yang membuat 

perbedaan itu besar yaitu  adanya peran media. Medialah yang membuat mereka mudah 

menerima informasi bahwa reinkarnasi sudah bukan fenomena lagi, melainkan fakta. Dari 

                                                 

7 Keuskupan Roma Katolik di Australia: 

https://www.sydneycatholic.org/people/cardinal_george_pell/homilies/2007/20071111_413.shtml  

8 http://reincarnationforum.com/ dan http://www.carolbowman.com/past-life-forum/  


 

  8 

Media cetak berupa buku, ada juga informasi riset dari berbagai kampus, lalu kesaksian-

kesaksian reinkarnasi yang diunggah melalui youtube. Ada buku yang berasal dari internal 

Kristen dan ada juga dari para Ilmuwan dan dari mereka yang mengalaminya sendiri. Mereka 

menerima berbagai informasi itu dengan baik dan cepat. Reinkarnasi itu memang ada, mau 

ditolak oleh gereja atau tidak, bukti-buktinya sudah banyak. Lewat peran medialah mata 

mereka terbuka lebar dan daya nalarnya berperang sampai mengalahkan keegoan iman mereka.  

 

Semoga kehadiran buku ini juga bisa membuka wawasan saudara-saudara di negara kita . Pesan 

terakhir saya mengutip pesan Mar Paulus di 1 Tes 5:21:  

“Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik” 

Pesan itu sejalan dengan pendapat Socrates berikut:  

“I cannot teach anybody anything. I can only make them think” (terjemahan: Saya tidak 

mampu mengajar siapapun, apapun. Saya hanya bisa membuat orang berpikir). 

Saudara dalam Mshikha (Mesias),  

Rm Aldo Tulung Allo 

  

  


Kepada seluruh saudara dan saudariku di negara kita . 

Saya ingin memberikan komentar untuk buku anak saya terkasih Romo Aldo, dan berharap 

semoga siapa saja yang membaca buku ini bisa mengerti ajaran Reinkanrasi yang merupakan 

bagian dari ajaran para rasul dan Yeshua serta Jemaat Awal. Dari sisi sejarah yang masih lurus, 

tidak diragukan lagi bahwa ajaran ini diajarkan di antara orang Yahudi di zaman Yeshua. Dia 

juga tahu detail tentang ini seperti yang diungkapkan di beberapa ayat di dalam Injil. Yeshua 

juga sempat mengoreksi pernyataan murid-murid-Nya saat mengekspresikan pandangan umum 

Yahudi. Saya juga khusus menyoroti pertanyaan para murid tentang seorang yang LAHIR buta 

di awal injil Yohanes pasal 9. 

 

Di dalam buku ini Romo Aldo menyinggung banyak aspek dari dokterin Reinkarnasi dan 

beberapa hal yang menjelaskan bahwa tidaklah mungkin roh manusia bisa mempelajari semua 

pelajaran di alam bumi di dalam hanya satu kesempatn hidup. Justru Yeshua yang bisa 

membuat perjalanan hidup ini menjadi berakhir. 


 

  10 

Inilah alas an mengapa Yeshua datang ke Bumi untuk mati bagi semua manusia – untuk 

memberikan kesempatan bagi pengikut-Nya pengampunan dosa-dosanya- sesuatu yang tidak 

disediakan di dalam ajaran agama lainnnya. Kekristenan itu unik dalam hal ini, namun ini 

tidaklah lengkap tanpa penjelasan reinkarnasi. Mereka yang masih berdosa memang akan 

dihukum di neraka, namun penghukuman itu tidaklah kekal, sebab  Tuhan mengasihi anak-

anak-Nya dan kita semua yaitu  anak-anak Alaha. Keyakinan reinkarnasi mengajarkan kita 

bahwa SEMUA pada akhirnya akan diselamatkan seperti yang tercatat di dalam Kitab Suci 

yang menyatakan kehendak Tuhan berikut: 

1 Tim 2:3-4 “Yang baik dan berkenan di mata Alaha penyelamat kita, yang 

menginginkan semua diselematkan dan bisa mendapatkan pengetahuan tentang 

kebenaran”. 

Pada akhirnya kita semua akan naik ke Sorga dan mengakhiri perjalanan Reinkarnasi kita, 

Buku ini menjelaskan BAGAIMANA Alaha merencanakannya untuk kita.  

  

l

Ada banyak pihak yang menginginkan saya berdiskusi reinkarnasi hanya dengan memakai 

landasan Alkitab9 saja, tidak dengan landasan lainnya. Saat saya tanya mengapa, mereka akan 

jawab bahwa Alkitab yaitu  satu-satunya pedoman dasar untuk menentukan kebenaran. Saya 

tidak merasa aneh jika diundang diskusi dan muncul permintaan ini. Tentu saya jelaskan alasan 

mengapa saya harus menolak pemikiran seperti ini terutama untuk menelaah topik reinkarnasi 

jiwa. Bayangkan kalau 1 ayat saja bisa ditafirkan menjadi 10 arti, lalu digabungkan dengan 

ayat lain yang juga memiliki 10 arti, dan semua orang merasa berhak untuk mengartikannya 

sendiri-sendiri. Maka sudah pasti, sulit untuk mengambil kesimpulan, terlalu banyak arti dan 

pengajaran. 

 

Belum lagi kalau saya tanya, mengapa harus memakai Alkitab 66 kanon saja (Kejadian sampai 

Wahyu)? Bukankah ada kitab-kitab lain di abad awal yang dijadikan bahan pengajaran kendati 

tidak dikanon banyak gereja? Misalnya Kitab Limudah, Kitab Injil Protevangelion, Surat 

Uskup10 Clementinus kepada Uskup Yakobus, Kitab Gembala Hermes, dan lain-lain. Lalu 

bukankah gereja-gereja lain juga menuliskan kitab-kitab mereka sendiri? Kemudian yang tidak 

kalah penting yaitu  mengapa harus berpatokan pada Kitab PB Yunani pyaitu  ada kitab 

Aramaik Peshitta? Lalu mengapa harus percaya kitab PL dari Masoretik yang ditulis oleh kaum 

Yahudi Farisi, bagaimana dengan PL dari Peshitta Aramaik? Apakah itu sudah pasti salah 

semua? Kalau jawabannya yaitu  kita harus percaya Alkitab yang banyak beredar saat ini 

sebagai satu-satunya landasan iman hanya sebab  mayoritas Kristen meyakininya, lalu 

mengapa harus percaya pada suara mayoritas Kristen di negara kita ? Bukankah Gereja Rasuliah 

                                                 

9 Alkitab atau Kitab Suci yaitu  kumpulan kitab yang dipakai dalam pengajaran dan dikategorikan sebagai kanon 

oleh para Uskup. Alkitab bukanlah Firman Tuhan sebab Firman Tuhan (Aram: Miltha d’Alaha) itu datang ke 

Bumi menjadi manusia, bukan menjadi tumpukan kitab. Jumlah kanon Alkitab itu berbeda-beda sesuai 

kebijaksanaan dari masing-masing Uskup. 

10 Kata ‘Uskup’ (Mebaqqer/Penilik/Gembala/Imam Besar) terdapat di dalam beberapa ayat kitab PB spt Ef4:11. 

Uskup yaitu  jenjang keimamatan PB yang paling tinggi. Frasa ‘Uskup Agung’ (Srt Clement untuk Uskup Yakobus 

1:1) artinya yaitu  yang dituakan di antara para Uskup. Ini artinya ‘Uskup Agung’ itu tetap setara dengan Uskup 

lainnya namun dianggap yang paling dihormati saja seperti Uskup Agung Yakobus paling dihormati di antara 

para rasul dan uskup di abad 1 sebab  beliaulah kepala Soko Guru (Gal2:9) dan Pemimpin Jemaat Pusat di 

Yerusalem yag ditunjuk oleh Yeshua. Semua Uskup akan bertanggung jawab pada Sang Imam Besar Agung yaitu 

Yeshua (Ibr 4:14). Pelayanan para Imam Besar dibantu oleh Imam/penatua (Kis 11:30), kemudian di bawahnya 

lagi ada Diakon (Fil1:1). Saat jemaat bertambah banyak maka ada jenjang keimamatan minor di bawahnya lagi. 

Para Uskup di semua Gereja Rasuliah berbeda dengan Gembala di gereja-gereja Protestan serta pecahannya. 

Bedanya yaitu  di dalam ajaran awal, jemaat bukanlah Imamat, sementara Protestan dan pecahannya 

mengajarkan jemaat yaitu  imamat dengan menafsirkan ayat 1 Pet 2:9. 


 

yang menuliskan kitab-kitab itu sekarang ini tidak hanya bersandar pada Alkitab 66 saja? 

Mereka juga punya Tradisi yang dipegang. Kalau saya ajukan pertanyaan-pertanyaan ini saja, 

mungkin tidak habis waktu seminggu untuk membahasnya. Dead lock. 

 

Ajaran yang mengatakan Alkitab sebagai satu-satunya pedoman pengajaran itu bukanlah 

ajaran awal Kekristenan. Itu yaitu  ajaran abad 16. Ajaran ini populer dengan nama Sola 

Scriptura yang dicetuskan oleh ex Imam Gereja Roma Katolik, Martin Luther. Protestan dan 

semua aliran pecahannya meyakini ajaran ini. Jadi untuk melengkapi Alkitab, masing-masing 

aliran akan membuat suatu Tradisi Baru. Apa contohnya? Masing-masing membuat liturgi 

peribadatan baru, masing-masing membuat ritual baptisan baru, membuat ritual pentahbisan 

baru, tradisi pemuridan baru, dan lain-lain. Itu semua yaitu  ajaran modern. Dan buku ini tidak 

membahas ajaran tersbut, tidak. Buku ini mengupas ajaran kuno Judaism yang terus diajarkan 

para rabbinya, termasuk Yeshua Mshikha, Rabbi Nasrani. 

 

Oleh sebab  itu, landasan yang saya pakai dalam mencermati ajaran reinkarnasi tentu balik ke 

ajaran awal, yaitu dengan memakai 3 Pilar Iman. Ketiga pilar iman itu yaitu  Kitab Suci, 

Tradisi Suci, dan Pewahyuan Suci. Ketiganya saling terkait dan sejajar. Tentu ada baiknya 

memahami landasan ini sebelum mencoba mengerti kelanjutan buku ini. Jadi bagi saudara yang 

berpikir bahwa buku ini hanya berisi ayat-ayat Alkitab dan penafsirannya, sepertinya saudara 

harus gigit jari saat ini. 

 

Untuk mudah mencerna apa itu 3 pilar Iman jemaat awal, saya akan coba jelaskan secara 

berurutan. Alaha11 yaitu  sumber pewahyuan, sumber pengetahuan, sumber semua rahasia 

alam-alam semesta. Saat Dia menyampaikan pesan-pesan-Nya kepada manusia maka Dia 

membutuhkan juru bicara. Juru bicara-Nya ini kemudian biasa disebut dengan nama Nabi. Jadi 

saat Alaha menyampaikan pewahyuan, itulah Pilar Iman I, Pewahyuan Suci. Alaha berbicara, 

Nabi mendengar. Di dalam Perjanjian Sinai, ada Nabi Musa dan lainnya. Di dalam PB, Nabi 

ini yaitu  Sang Putra Alaha sendiri, Yeshua. Setelah si Nabi mencerna dengan baik apa yang 

dia terima lalu dia sampaikan secara lisan kepada manusia. Penyampaian dalam pengajaran 

lisan ini kemudian disebut sebagai Tradisi Suci, inilah Pilar Iman II. Yeshua mengajar, 

menyampaikan tradisi ini kepada murid-murid-Nya selama 3,5 th. Semua pengajaran PB ada 

dalam bentuk Tradisi dahulu. Tidak semuanya berupa lisan saja, ada yang kemudian dibakukan 

ke dalam berbagai ritual. Ritual-ritual penting ini dikelompokkan dan ada 7 ritual penting yang 

disepakati jemaat awal dengan nama Qadishotim (Sakramen).  

 

Yeshua mengajar sejak sekitar tahun 26 M sampai 30 M. Selama itu belum ada kitab-kitab PB 

di tangan para murid. Dari banyaknya pengajaran lisan di dalam kepala para rasul, kemudian 

sedikit demi sedikit dituliskan. Mulai Injil Markus dan Matius yang mulai beredar ada tahun 

45 M, lalu Injil Protevangelion di tahun 60 M, lalu surat-surat penggembalaan Mar Paulus 

ditulis seiring dengan kitab Didakhe yang berisi banyak pengajaran moralitas muncul sekitar 

th 80 M, kemudian Kitab Wahyu oleh Yohanes pada 92 M dan seterusnya. Apa yang ditulis 

dari yang lisan atau langsung dari Alaha seperti yang didapatkan oleh Rasul Yohanes kemudian 

di Kanon oleh para Uskup. Hasil kanon itulah yang kemudian disebut sebagai Kitab Suci. Tidak 

ada keseragaman di antara Gereja-gereja Rasuliah dalam menentukan jumlah kitab kanon 

mereka. Namun mayoritas mengakui Alkitab 66 Kejadian sampai Wahyu masuk ke dalam 

Kitab Sucinya. Kitab-kitab suci ini yaitu  Pilar Iman III. 

                                                 

11 Alaha yaitu  kata dalam bahasa Aramaik untuk ‘Tuhan’ (God, Inggris) 

 

Di atas yaitu  gambaran tentang urut-urutan 3 Pilar Iman tersebut. Seorang Nabi bisa saja 

langsung menulis kitab seperti yang dilakukan oleh Yohanes. Pewahyuan, tradisi, dan 

Alkitab yaitu  satu paket pengajaran yang utuh. Alkitab tidak akan ada tanpa ada tradisi, 

tradisi tidak akan ada tanpa ada pewahyuan yang diterima Nabi. Semua saling terkait. 

 

Jadi, pengajaran tentang reinkarnasi tidak bisa lepas dari peran kenabian yg menerima 

pewahyuan, tidak bisa lepas dari peran Bapa-bapa gereja yang terus menyampaikan pengajaran 

secara lisan, dan juga tidak bisa lepas dari kitab yang jumlahnya sangat banyak itu. Reinkarnasi 

ada di dalam Tanakh (kitab-kitab PL) secara tersurat dan tersirat (Pilar Kitab), ada di dalam 

Injil dan surat pengambalaan (Pilar Kitab) ada di dalam pengajaran Father12 Origenes dari 

Alexandria (Pilar Tradisi), dan ada juga dari pewahyuan yang diterima oleh Nabi-nabi kami di 

zaman modern (Pilar Pewahyuan). Semua saling melengkapi, tidak bertabrakan, menjadikan 

pengajaran ini menjadi lebih mudah dipahami. Untuk memahami 3 Pilar Iman Nasrani lebih 

jauh LAGI, silahkan pelajari Lampiran 2. 

 

Dengan adanya dukungan penuh dari 3 Pilar Iman sebenarnya itu sudah cukup buat kami untuk 

meyakini kebenaran ajaran ini, namun ternyata Tuhan ingin bertindak lebih dari apa yang kami 

bayangkan. Dia yaitu  Tuhan yang terus berkarya, Tuhan yang terus menyingkapkan rahasia-

rahasia-Nya kepada siapapun yang memburu kebenaran-Nya. Sejak sebelum turun-Nya Sang 

Putra Yeshua ke Bumi. Dia singkapkan pengetahuan ini kepada para Filsuf Yunani seperti 

Socrates, Plato, dan Aristoteles. Mereka yaitu  peletak dasar sains modern. Dari karya-karya 

mereka, kemudian muncullah ilmuwan lainnya di abad 20 sampai 21 ini yang melakukan 

                                                 

12 Father yaitu  sebutan bagi para Imam dan Uskup di dalam Gereja Rasuliah. Kata ‘Father’ sering disingkat 

dengan ‘Fr’ atau di dalam bahasa negara kita  Rm (Romo). Sejak abad 1, tradisi penyebutan ini berlaku, terutama 

bagi jemaat yang dibaptis oleh seorang Imam, maka jemaat itu akan selalu memanggil si Imam dengan sebutan 

Abuna (Aramaik) atau Father (Inggris). Di dalam 1 Kor 4:15 Paulus menyarankan jemaat memanggilnya dengan 

sebutan ‘Abuna’: “Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Mshikha, kamu tidak 

mempunyai banyak Abuna. sebab  akulah yang di dalam Mshikha Yeshua telah menjadi Abuna-mu oleh injil 

yang kuberitakan. 


berbagai riset sehingga bukti-bukti ilmiah reinkarnasi itu menjadi sangat banyak dan tidak bisa 

dielakkan. Saya juga akan membahas reinkarnasi dari sisi sains, ini sangat menarik. Saya justru 

berterima kasih kepada mereka yang skeptik, sebab  dari pendapat-pendapat merekalah saya 

mengetahui lebih banyak tentang bagaimana di luar sana banyak sekali umat Kristen yang 

meyakini hal ini secara diam-diam.   

 

Jadi apakah ajaran reinkarnasi ini cukup bisa dipahami dengan hanya melihat Alkitab? 

Jawabnya tidak. Ayat-ayat di dalam Alkitab bisa ditafsirkan sana-sini sehingga diskusi bisa 

berujung pada perdebatan yang tidak akan habisnya. Alkitab hanya sebagai salah 1 pilar saja, 

kita butuh pilar lain dan alat lain seperti sains untuk memahami ajaran ini dengan sangat baik.  

Kematian yang Tragis dalam Alkitab 

Untuk memahami betapa pentingnya ajaran reinkarnasi, saya ajak untuk membaca beberapa 

ayat di dalam Alkitab (Pilar Kitab Suci) kita. Kita semua tahu bahwa Alaha itu yaitu  pengasih 

dan juga adil. Mari kita pahami lebih jauh sisi keadilan in. Perhatikanlah beberapa ayat berikut 

ini: 

 

YHWH13 membunuh anak-anak sulung yang tidak bersalah. 

Kel 12:12 “Sebab malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung 

dari manusia sampai binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua Ilah di Mesir 

akan Kujatuhkan hukuman, Akulah YHWH. 

Pertanyaannya: 

Mengapa hanya untuk mendemonstrasikan kuasa-Nya yang besar, YHWH harus dengan tega 

membunuh anak-anak sulung Mesir? Bukankah mereka hanya mengikuti agama orang tua 

mereka saja? Mengapa YHWH tidak membunuh si Firaunnya saja? Mengapa harus melibatkan 

jiwa anak-anak? Adilkah Tuhan Israel ini? 

 

YHWH membunuh tentara Mesir. 

Kel 14:28 Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari 

seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut, seorangpun 

tidak ada yang tertinggal. 

Pertanyaannya: 

Suatu kerajaan adidaya saat itu, menjadi seorang tentara bukanlah hal yang mudah. Mereka 

harus membuktikan diri lebih terampil dalam membela diri dan bangsanya dari orang para 

umumnya. Mereka juga bekerja atas dasar perintah atasan, lalu mengapa mereka harus mati 

dengan cara ditenggelamkan di air laut seperti ini? Mengapa Tuhan tidak menghentikan kereta 

kuda mereka saja dan membiarkan mereka hidup? Apakah sebab  mereka bukan bangsa Israel 

oleh sebab  itu mereka dibunuh? Apa sebenarnya salah mereka? Adilkah Tuhan Israel ini? 

                                                 

13 YHWH atau YHVH yaitu  nama kudus Tuhan Israel. Ini yaitu  satu dari sekian banyak nama Tuhan dalam 

ajaran Judaism. Nama YHWH disalin menjadi MRYH di dalam Peshitta Aramaik. Jadi YHWH dibaca oleh pengikut 

Yeshua di daerah Mesopotamia di abad 1 menjadi ‘Maryah’ atau ‘Marya’. 


 

YHWH membunuh anak-anak Korah. 

Bil 16:31-32 Baru saja dia selesai mengucapkan segala perkataan itu, maka terbelahlah 

tanah di bawah mereka, dan Bumi membuka mulutnya lalu menelan mereka dengan 

seisi rumahnya dan dengan semua orang yang ada pada Korah dan segala harta milik 

mereka. 

Pertanyaannya: 

Frasa ‘seisi rumahnya’ bisa diartikan termasuk anak-anak dan isteri. Kitab Yahudi biasanya 

menyingkat seperti ini. Dalam kasus Korah ini, mengapa YHWH harus membunuh seisi rumah 

Korah? Bukankah mereka tidak bersalah? Bukankah arti frasa ‘seisi rumahnya’ ini juga 

termasuk anak-anak? Mengapa YHWH harus membunuh anak-anak juga? Apa salah mereka? 

Layakkah anak-anak ini dibunuh juga? Kalau mereka tidak bersalah, apakah mereka layak juga 

masuk langsung ke Sorga? 

 

YHWH membunuh umat Israel yang bersungut-sungut. 

Bil 16:41-48 …bersungut-sungutlah segenap umat Israel kepada Musa dan Harun, kata 

mereka “Kamu telah membunuh umat YHWH”. …berfirmanlah YHWH kepada Musa: 

“Pergilah dari tengah-tengah umat ini, supaya Kuhancurkan mereka dalam sekejab 

mata…ketika ia berdiri di antara orang-orang mati dan yang hidup, berhentilah 

tulah itu. 

Pertanyaannya: 

Bangsa Israel tidak pernah berjalan-jalan jauh ke padang gurun, mereka yaitu  orang 

perkotaan. Saat itu kota yang mereka tinggali sebanding dengan kota Metropolitan sekarang 

ini. Lalu kalau mereka bersungut-sungut, mengapa YHWH harus membunuh mereka? 

Bukankah Tuhan ingin mengajar mereka dengan Torah-Nya? Bukankah wajar mereka 

bersungut-sungut? Mengapa mereka tidak diberi kesempatan lagi? Adilkah Tuhan membunuh 

mereka? Apakah adil jika mereka semua harus masuk ke neraka selama-lamanya? 

 

YHWH membunuh Uza yang berniat membantu 

Samuel 6:6-7 Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka Uza 

mengulurkan tangannya kepada tabut Alaha itu, lalu memegangnya, sebab  lembu-

lembu itu tergelincir. Maka bangkitlah murka YHWH terhadap Uza, lalu Alaha 

membunuh dia di sana sebab  keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Alaha 

itu. 

Pertanyaannya: 

Ini cerita yang banyak membuat orang berpikir panjang, mengapa Tuhan tega melakukanya? 

Apa yang dilakukan Uza yaitu  hanya semata-mata ingin menolong supaya Tabut Alaha yang 

sangat disakralkan oleh Bani Israel itu tidak jatuh ke tanah. Dia tidak punya maksud jahat 

apapun. Memang dia bukanlah keturunan Kehat atau Lewi yang berhak untuk menyentuh 

Tabut tersebut sesuai perintah YHWH sendiri di Bil 4:15, namun dia hanya berusaha 

menolong. Mengapa demi menjaga perintah-Nya, YHWH dengan tega membunuh orang yang 

melakukan tindakan baik. Jadi, apakah Uza ini pantas dibakar selama-lamanya di Neraka hanya 

sebab  kesalahan ini? Begitu besarkah kesalahannya sehingga dia harus mendekam di dalam 

Neraka tanpa ada peringatan terlebih dahulu? Mengapa dia harus dibunuh langsung sementara 


 

banyak umat Kristen saat ini yang juga melanggar perintah Tuhan berulang-ulang tapi tetap 

Tuhan biarkan hidup? Adilkan Tuhan?  

 

YHWH membunuh bayi hasil hubungan gelap antara David dan Batsyeba. 

2 Samuel 12:18a Pada hari ke-7 matilah anak itu. Dan pegawai-pegawai David takut 

memberitahukan kepadanya. 

Pertanyaannya: 

Mengapa bayi ini harus mati? Apa salahnya? Bukankah yang harus mati sebab  berzinah itu 

seharusnya Raja David sendiri? Bukankah dalam Hukum Torah itu David yang harusnya 

dirajam? Mengapa David itu lalu si anak haram ini yang harus mati? Apakah jiwanya langsung 

ke Sorga tanpa melalui pengujian, dia itu taat atau tidak pada perintah YHWH? Adilkah Tuhan 

dengan membunuhnya lalu langsung membawanya ke Sorga? 

 

Sepintas kita lihat, YHWH itu yaitu  Tuhan yang ‘haus darah’. Oleh sebab  itu tidak heran 

kalau ada orang yang berpikir bahwa Tuhan di kitab PL dan kitab PB itu berbeda. Di PL, Tuhan 

itu seperti sosok yang tidak sabaran, main hukum sembarangan, sementara di dalam PB 

sebaliknya, Tuhan itu panjang sabar dan penuh kasih sayang. Apakah benar bahwa Tuhannya 

berbeda? Di manakah keadilan Tuhan itu? Jawabannya untuk ke-6 kasus di atas yaitu  

reinkarnasi. Semua jiwa yang YHWH bunuh itu bereinkarnasi. Mereka telah hidup dan belajar 

dari kehidupan yang dijalani itu, setelahnya mereka akan hidup di masa yang baru dengan 

pengalaman yang baru. Semua pengalaman hidup seseorang akan terakumulasi dan dimiliki 

saat dia berhak masuk ke Alam Sorgawi.  

 

Herem 

Kata ‘Herem’ dalam ajaran Judaism artinya yaitu  dianggap sebagai sesuatu yang dikhususkan 

untuk Tuhan. Hal yang di-herem-kan ini tidak bisa dimiliki oleh manusia. Apa contohnya?  

1. Seisi Kota Yeriko kecuali keluarga Rahab, bacalah Yos 6:17.  

Dan kota itu dengan segala isinya akan dikhususkan bagi YHWH untuk dimusnahkan, 

hanya Rahab, perempuan sundal itu, akan tetap hidup, ia dan semua orang yang 

bersama dengannya di dalam rumah itu. sebab  ia telah menyembunyikan orang 

suruhan yang kita suruh. 

2. Raja Ahab membiarkan lolos orang yang dikhususkan bagi Tuhan, baca 1 Raj 20: 42. 

Kata nabi itu padanya: “Beginilah Sabda YHWH: Oleh sebab  engkau telah 

membiarkan lolos orang yang dikhususkan bagi-Ku untuk ditumpas, maka 

nyawamu yaitu  ganti nyawanya dan rakyatmu ganti rakyatnya.” 

3. Bangsa-bangsa yang dikhususkan bagi Tuhan, bacalah Yes 34:5. 

Sebab pedang-Ku yang di langit sudah mengamuk, lihat, ia turun menghakimi Edom, 

bangsa yang dikhususkan untuk ditumpas. 


 

Perhatikan apa yang dimaksudkan dengan ‘dikhususkan bagi Tuhan’? Apa yang 

dimaksudkan dengan ‘herem’ ini? Maksudnya yaitu  orang-orang yang ditetapkan untuk 

dibunuh! Itu semua dikhususkan bagi Tuhan. Mereka tidak boleh dijadikan budak, tidak boleh 

dijadikan istri bagi Jemaah Israel. Wouw…kalau saja orang tidak paham apa itu reinkarnasi, 

maka ayat-ayat di atas bisa diartikan Tuhan Israel yaitu  sosok yang sangat haus darah, tidak 

punya belas kasihan dan bertentangan dengan sosok Tuhan yang diperkenalkan di era PB, 

Tuhan itu kasih (1 Yoh 4:8) seperti kaum Marsionisme yang sempat muncul di abad 2 M. 

 

Lalu mengapa harus ada yang dijadikan ‘herem’ bagi Tuhan? Itulah rencana Tuhan yang 

terbaik yang harus terjadi. Contohnya, di Yos 6:17. Jiwa semua orang yang dikhususkan itu 

pastilah tidak akan dipenjara selamanya di dalam neraka. Melainkan Tuhan punya rencana bagi 

setiap pribadi itu. Masing-masing akan kembali lagi untuk menjalani petualangannya di Alam 

Bumi. Itulah yang terbaik bagi mereka yang ditumpas. Kalau tidak, maka mereka akan 

bertambah-tambah dosanya, akan beranak-pinak dan menghasilkan keturunan yang dosanya 

bisa jauh lebih besar lagi. Perhatikan konteks waktu dan tempat saat itu. Mereka yang ada di 

Kanaan termasuk di Yeriko itu telah sangat berdosa di hadapan Tuhan. 

Ul 9:5 Bukan sebab  jasa-jasamu atau sebab  kebenaran hatimu engkau masuk 

menduduki negeri mereka, tetapi sebab  kefasikan bangsa-bangsa itulah, YHWH, 

Alaha-mu, menghalau mereka dari hadapanmu, dan supaya YHWH menepati janji yang 

diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan 

Yakub.  

Bacalah lebih jauh tentang penyimpangan seksual yang mereka jalankan di Imamat 20: 1-23. 

Andai saja Tuhan membiarkan mereka semua hidup maka Bumi ini akan dipenuhi oleh 

manusia-manusia hasil keturunan idiot sebab  mereka suka bersetubuh dengan sesama, dengan 

saudara sedarah, bahkan dengan binatang. Ini sudah merupakan rencana terbaik jika mereka 

dikhususkan bagi Tuhan.  

Bom bunuh diri 

Ini kejadian pada 9 Juli 2017 yang lalu, seorang ibu ditenggarai bagian dari ISIS meledakkan 

diri dengan bom bunuh diri yang menewaskan dirinya, 2 tentara Irak dan juga bayi yang 

digendongnya. Kita tahu bahwa tindakan si ibunya ini termasuk ke dalam kejahatan dan 

layaklah untuk menempuh perjalanan ke alam neraka, namun bagaimana dengan jiwa si bayi?  

Apakah jiwa si bayi itu juga harus mengikuti jiwa si ibunya ke naraka hanya sebab  dilahirkan 

dari rahimnya? Apakah Tuhan setega itu? Alam pikiran kita tentu menolak hal ini, namun jika 

si bayi harus masuk langsung ke dalam sorga, sebab  tidak berbuat dosa, apakah ini adil? Jiwa 

si bayi bisa masuk Sorga tanpa ada ujian, sementara manusia lainnya bergumumul bertahun-

tahun di Bumi dalam ujian dan membuatnya jatuh bangun dalam dosa. Banyak manusia yang 

sebenarnya baik, namun gagal dalam melakukan berbagai kebaikan sehingga saat ditimbang, 

maka dosanya lebih banyak dari pahala yang dihasilkan. Ada banyak umat Kristen yang murtad 

sebab  jabatan atau menikah dengan pasangan dari penganut agama lain. Tentunya, tidak 

semua apa yang mereka lakukan itu yaitu  kejahatan, namun tetap saja saat ada ujian iman, 

mereka jatuh dan gagal.  

 


 

Mengapa si bayi yang meledak sebab  bom itu harus masuk Sorga tanpa mengalami ujian, 

sementara banyak manusia sebab  mengalami kegagalan dalam ujian itu malah masuk ke 

Neraka? Bukankah ini bentuk ketidakadilan? Bukankah seharusnya semua manusia itu diuji 

dan hasilnya dilihat apakah mereka itu berlaku baik atau jahat sesuai dengan kehendak 

bebasnya?  

 

Banser NU 

Kita harus mengacungi jempol atas keberanian dan ketulusan saudara Riyanto yang telah 

menyelamatkan banyak jiwa umat Kristen dengan membawa bom aktif ke luar gereja dan 

akhirnya wafat saat bom tersebut meledak. Riyanto yaitu  salah satu anggota Banser NU. 

Banser atau Badan serba guna ini berdiri mandiri di bawah naungan NU, kelompok Islam 

terbesar di negara kita  yang berkomitmen menjaga keberagaman dan Pancasila sebagai sendi-

sendi dasar Negara. Mereka bahu-membahu dengan Polisi menjaga keamanan gereja dari 

kelompok Islam Radikal yang mempromosikan agama lewat kekerasan. Pada malam Natal 

2015, kejadian yang memprihatinkan ini terjadi. 

 

 

Gb. P2 Makam sdr Riyanto, sumber: medianegara kita .com 

 

Baik, coba analisa kemana jiwa saudara yang baik hati ini setelah wafatnya. Bagi banyak aliran 

kekristenan yang mengajarkan Yesus yaitu  satu-satunya jalan ke Sorga, maka tentu saja jiwa 

Riyanto yang beragama Islam ini tidak akan masuk Sorga. Jangankan di luar Kristen, ada juga 

ajaran Kristen yang meyakini kaum Heretik kendati sesama Kristen juga tidak akan 

diselamatkan. Jadi, kendati seorang Muslim yang taat beragama dan berkorban raga demi 

keselamatan umat Kristen, tetap saja masuk neraka. Hidup hanya sekali, jika di dunia dia 

menolak Yesus sebagai Tuhan maka saat wafat, dia akan masuk neraka.  


 

Tuhan macam apakah yang mengajarkan hal di atas? Kemana rasa iba kita setelah membaca 

artikel berita tersebut? Apakah memang Tuhan itu tega dengan saklak menyatakan setelah 

kematian, tidak ada kesempatan lagi? Siapa yang tega mengatakan bahwa orang baik yang rela 

mati ini masuk neraka? Jawabnya yaitu  bapa-bapa gereja yang mengatakan: “Heretik tidak 

akan selamat”. Bagi mereka anak muda ini tidak akan selamat. Begitu juga bagi Kristen 

Modern yang berpegang pada penafsiran “Yesus yaitu  satu-satunya jalan” artinya jika belum 

dibaptis menjadi Kristen, begitu mati maka akan ada di neraka selama-lamanya.  

Masa Inkuisisi Gereja 

Masa inkuisisi berlangsung sejak abad 13 sampai pertengahan abad 18. Inkuisisi yang 

diperkenalkan oleh Paus Gregorius IX pada tahun 1231 telah didesign untuk memerangi 

(benar-benar memerangi dalam arti kata harafiah) semua penganut ajaran yg berbeda dengan 

Roma Katolik, khususnya kaum Kataris14. Kelompok Dominikan merupakan bagian dari Ordo 

Pengkotbah berperan dalam misi Inkuisisi ini. Mereka dikirim ke Perancis dan tempat-tempat 

lain di Eropa untuk berperang atas nama Tuhan. Mereka yang ditangkap akan disiksa sampai 

mati. Coba bayangkan kalau orang tua kita yang disiksa. Apakah kita akan menjadi pengikut 

Yeshua dengan melihat penyiksaan bar-bar kaum Imam ini? Kaum Kataris yang wafat dengan 

sebelumnya banyak menolong orang, apakah memang wajar kalau jiwanya digoreng-goreng 

selamanya di dalam neraka? Apakah mereka yang sudah beriman Kristen lalu menyiksa 

sedemikian parah itu layak masuk ke Sorga? Saya bukanlah orang gila yang berani mengatakan 

para penyiksa itu langsung masuk Sorga.  

  

BAB 1 KEMIRIPAN REINKARNASI DALAM JUDAISM & NASRANI 

1300 SM

Abad 1 M

Farisi Nasrani

553 M

2017

Pengajaran 

reinkarnasi sempat 

terputus

Pengajaran 

reinkarnasi terus 

ada

Konsili Konstantinopel II

Yahudi Ortodoks, 

Reform, Rekonstruksi, 

Konservatif, dll

Gereja-gereja Rasuliah 

dan Non Rasuliah 

(Protestan berserta 

pecahannya)

Terbentuknya 

Agama Judaism 

saat Nabi Musa 

mengeluarkan 

Bangsa Israel dari 

Mesir.

Jalur Ajaran

Pengajaran Reinkarnasi

 

Gb 1.1 Mengalirnya ajaran reinkarnasi dalam Judaism ke Farisi dan Nasrani 

 

Perhatikanlah gambar di atas. Saat agama Judaism ini berdiri, ajaran reinkarnasi sudah ada di 

zaman itu, sekitar 1300 SM. Ajaran ini tersurat dan tersirat di dalam Kitab-kitab Tanakh. 

Tentunya sebelum kitab-kitab itu dituliskan sudah diajarkan dahulu dalam bentuk 

tradisi/pengajaran lisan. Di abad 1, mulailah terjadi perpecahan antara kaum Perushim (Farisi) 

dengan komunitas bentukan Rabbi Yeshua yang disebut sebagai kaum Nasrani, Kis 24:5. 

Telah nyata kepada kami, bahwa orang ini yaitu  penyakit sampar, seorang yang 

menimbulkan kekacauan di antara semua orang Yahudi di seluruh dunia yang beradab, 

dan bahwa dia yaitu  seorang tokoh cabang kaum Nasrani. 

Kata ‘dia’ yang dimaksudkan pada ayat di atas yaitu  Mar Paulus. Dia diketahui oleh orang 

pada zamannya yaitu  salah satu tokoh sekte atau cabang Yahudi baru bernama Nasrani. Jadi 

Nasrani di abad 1 itu sejajar dengan Farisi dan sekte lainnya. Nasrani dan Farisi yaitu  dua 

sekte yang dipimpin oleh rabbi (Guru Torah). sebab  Nasrani dan Farisi sama-sama sekte 

Judaism, maka ajaran reinkarnasi juga mengalir di keduanya.  

 

Kami meyakini penyingkapan yang Tuhan berikan melalui Tanakh saat dituliskan pertama kali 

sangatlah minim dibandingkan saat sekarang. Ini artinya Dia menyingkapkannya dengan lebih 

dalam kepada para Nabi di dalam gereja-Nya. Dan untuk Jemaah Yahudi Farisi, Dia 

menyingkapkannya lebih detail melalui kaum Kabbalah. Oleh sebab  itu, tidak mengherankan 


 

jika pada kedua agama ini memiliki kemiripan ajaran dalam reinkarnasi ini kendati keduanya 

terpisah sejak abad 1 Masehi.  

Ayat-ayat pada Tanakh 

Di sini kita akan belajar Pilar Iman Kitab Suci. Ada banyak orang yang sudah membaca Alkitab 

beberapa kali dari Kejadian sampai Maleaki bahkan sampai wahyu namun mereka tidak pernah 

meyangka bahwa sebenarnya ada ajaran reinkarnasi ini. Itu memang tidak terungkap jelas. Apa 

yang tercatat atau tersurat sendiri tidak terlalu jelas. Namun demikian, sebagai salah satu 

pedoman pengajaran agama Judaism dan Nasrani, ada baiknya kita memperhatikan setiap ayat 

di Tanakh yang mengandung Torah15 Reinkarnasi ini.  

 

Reinkarnasi dalam Judaism disebut dengan istilah gilgul hanashamot. Gigul (bentuk 

jamaknya: gilgulim) artinya roda atau perputaran, sementara hanashamot artinya yaitu  jiwa-

jiwa. Jadi dalam ajaran ini, manusia diyakini bisa berulang-ulang mengalami perputaran, 

keluar-masuk alam Bumi dengan memakai raga yang berbeda sebagai cangkang jiwanya. 

Rabbi Laurence menyatakan dalam video pengajarannya bahwa kita yaitu  jiwa-jiwa, saat kita 

masuk ke dalam Bumi ini, jiwa kita membutuhkan ‘jubah’. Jadi, saat jiwa kita berulang kali 

keluar-masuk Bumi, jiwa kita berulang-kali memakai tubuh jasmani yang berbeda.  

 

  

Gb 1.2 Foto Rabbi Lawrence Hajioff, sumber: Youtube 

 

Sekarang mari kita perhatikan beberap ayat di dalam Tanakh yang menyampaikan pesan-pesan 

gilgul ini: 

1. Ayub 1:21  

Katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga 

aku AKAN KEMBALI KE DALAMNYA….. 

 

                                                 

15 Torah artinya yaitu  pengajaran, banyak disalahpahami dengan mengartikannya ‘Hukum Taurat’. 


 

Artinya: di sini cukup jelas bahwa ada suatu siklus, jiwa itu kembali ke dalam rahim 

wanita lagi di kehidupannya yang berikutnya. Biasanya memang akan kembali ke rahim 

wanita lainnya. 

 

2. Ayub 33: 29-30  

Seungguhnya, semuanya ini dilakukan Elohim16 dua, tiga kali terhadap manusia; 

mengembalikan nyawanya dari liang kubur sehingga ia diterangi oleh cahaya hidup.  

 

Artinya: ini menjelaskan bahwa kehidupan manusia bisa berkali-kali. 

 

3. Kejadian 25: 23  

Sabda YHWH kepadanya: “Dua bangsa ada di dalam kandunganmu, dan dua suku 

bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari 

yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda.” 

 

Penjelasannya: mengapa sejak di dalam kandungan Tuhan sudah menentukan masa 

depan kehidupan manusia? Bukankah itu tidak adil? Tuhan itu adil, ini bisa terjadi 

hanya sebab  masa depan Yakub dan Esau ditentukan oleh kehidupan mereka sendiri. 

Kehidupan sekarang ditentukan kehidupan masa lalu, dan kehidupan masa depan 

yaitu  hasil dari perbuatan manusia di masa sekarang. Jadi mengapa Yakub yang 

menjadi pemimpin kaum Esau? Itu sebab  upah yang diterimanya dari perbuatan masa 

lalunya. 

 

4. Maz 51:3  

Aku sadari pelanggaranku dan dosaku sebelum kehidupan ini. 

 

Di dalam terjemahan LAI tidak akan sejelas ini. Para pembaca ada baiknya membaca 

terjemahan KJV untuk hasil yang lebih baik. Para penerjemah LAI memang bukan 

penganut reinkarnasi makanya mereka memilih kata-kata yang malah mengaburkan 

ajaran reinkarnasi dari ayat ini. 

 

5. Kej 38: 8 

Yehuda berkata kepada Onan: “hampirilah isteri kakakmu, kawinilah dia sebagai ganti 

kakakmu dan bangkitkanlah keturunan baginya. 

  

Artinya: Rabbi yahudi meyakini bahwa jiwa si kakak bisa masuk lagi ke dalam Rahim 

isteri yang ditinggalkannya. Inilah mengapa pernikahan ipar ini penting di dalam 

budaya Judaism. 

 

6. Ul 25:5-10  

Apabila orang-orang bersaudara tinggal bersama dan seorang dari mereka mati dengan 

tidak meninggalkan anak laki-laki, maka janganlah isteri yang mati itu kawin dengan 

                                                 

16 Elohim yaitu  kata Ibrani yang artinya yaitu  Tuhan. Namun dalam ajaran Judaism kata ini merupakan salah 

satu nama Tuhan. Mereka mengenal sampai 72 nama bagi sosok sesembahan mereka. 


 

orang di luar lingkungan keluarganya, saudara suaminyalah yang harus menghapiri dia 

untuk dijadikan isteri dengan melakukan perkawinan ipar (Yibum). Maka anak sulung 

yang akan dilahirkan perempuan itu haruslah dianggap sebagai anak saudara yang 

sudah mati itu. Dan di antara orang Israel namanya haruslah disebut: Kamus yang 

kasutnya ditanggalkan orang. 

 

Artinya: Ini menjelaskan ayat sebelumnya, yaitu tentang Pernikahan Yibum, atau ipar 

ini telah menjadi tradisi sebelum adanya Perjanjian Sinai. Di masa Yehuda (Kej 38:8), 

hal ini sudah dilakukan kemudian diteruskan ke masa Musa setelah keluar dari Mesir. 

Anak hasil pernikahan Yibum diyakini sebagai reinkarnasi dari suami yang telah wafat 

itu. 

 

7. Mal 4:5-6  

Sesungguhnya, Aku akan mengutus Nabi Elia kepadamu menjelang datangnya 

Hari YHWH yang besar dan dasyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik 

kepada anak-anaknya…. 

 

Artinya: Ini yaitu  nubuatan bahwa YHWH mengutus kembali roh Elia untuk ber-

reinkarnasi kembali ke Bumi. Inilah mengapa semua Yahudi menanti-nantikan 

reinkarnasi Elia. Kedatangan Elia ini yaitu  tanda kehadiran Sang Mshikha. 

 

8. Yes 40:3  

Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk YHWH, luruskanlah di padang belantara 

jalan raya bagi Alaha kita. 

 

Artinya: Ini yaitu  nubuatan dari Nabi Yesaya yang dipertegas oleh Nabi Maleaki 

tentang kedatangan seseorang yang mendahului kedatangan YHWH. Nubuatan ini 

digenapi dengan kehadiran Yohanes Pembaptis, baca Mat 3:3. Namun tentunya masih 

banyak umat Yahudi yang menolak penggenapan ini dan masih menunggu 

pengenapannya sekarang. 

 

9. Peng 1:9  

Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah diperbuat akan dibuat lagi, 

tidak ada sesuatu yang baru di bawah Matahari. 

 

Artinya: Ada pengulangan kehidupan manusia. Manusia akan melakukan hal yang 

sama seperti yang pernah dilakukan di kehidupan lalunya, melakukan kesalahan dan 

melakukan kebaikan. 

Kaballah  

Saya tidak bilang bahwa semua ajaran Kaballah itu saya ketahui. Dan saya juga tidak berani 

klaim bahwa semua ajaran Kaballah itu sama dengan ajaran kami. Perlu dipahami bahwa 

mereka yang belajar Kaballah secara serius dari seorang rabbi haruslah memenuhi 3 kriteria, 

yaitu dia harus seorang Yahudi, berusia minimal 40 tahun, dan sudah menikah. Jadi, saya 


 

bukanlah murid Kaballah, saya hanya belajar sedikit Kaballah dari beberapa buku dan media 

online saja seperti Youtube dan website. Hal ini menyebabkan saya tidak akan menulis bagian 

ini terlalu mendalam, saya hanya menekankan persamaannya saja. Ajaran Kaballah diturunkan 

dari generasi ke generasi secara rahasia di kalangan Yahudi, dan mereka hanya mempelajarinya 

di dalam suatu kemunitas khusus17.  

 

Pilar Iman Judaism Nasrani 

Kitab (Written Torah) Tanakh (Kejadian-Maleaki) Tanakh dan kitab-kitab PB 

Tradisi (Oral Torah) Talmud (Yurusalem dan 

Babilonia) 

Tradisi Rasuliah atau Tradisi 

Suci. 

Pewahyuan Kitab Zohar (Kaballah) Kitab-kitab dari Nabi kami di 

abad modern. 

Tabel 1.1 Pilar Iman Judaism dan Nasrani 

 

Banyak umat Kristen yang tidak paham pedoman pengajaran Yahudi itu apa saja. Sebenarnya 

mirip dengan 3 Pilar Iman Nasrani awal. Umat Yahudi berpegang pada 3 hal ini dalam 

pengajaran mereka: Tanakh (Kitab Kejadian sampai Maleaki), Talmud (semua ajaran Lisan 

yang mulai dibukukan sejak abad 1 sampai beberapa abad berikutnya), kemudian yang terakhir 

yaitu  Kitab Zohar. Kitab Zohar ditulis dalam bahasa Aramaik di abad 2 oleh Rabbi Shimon 

bar Yochai. Menurut tradisi Yahudi, Rabbi Shimon dalam masa penganiayaan Romawi 

bersembunyi di gua selama 13 tahun. Dia mempelajari Kitab HaTorah (5 Kitab Musa) dan 

mendapatkan penjelasan dari Nabi Eliyahu sehingga bisa menuliskan kitab ini. Kitab tidak 

langsung dipublikasikan, baru muncul kemudian di abad 13 di Spanyol, dipublikasikan oleh 

penulis berdarah Yahudi, Moses de Leon.  

 

Isi dari kitab ini yaitu  penjelasan-penjelasan tersirat dari 5 Kitab Musa. Kitab ini menjelaskan 

sosok keilahian, struktur alam semesta, menjelaskan dengan rinci apa itu jiwa, penebusan, dan 

lainnya. Yang membedakan antara Tanakh-Talmud dengan Zohar yaitu  Zohar menjelaskan 

hal-hal misteri, sementara Tanakh dan Talmud menjelaskan hal-hal lahiriah. Nah, kaum yang 

mempelajari Zohar ini dengan baik lalu mengajarkannya disebut sebagai kaum Kaballah. Tidak 

semua rabbi Yahudi belajar Kaballah, namun saat mereka tidak tahu arti suatu ayat atau perlu 

suatu penjelasan yang dianggap misterius, maka para Rabbi Kaballah inilah yang akan 

membantu mereka.  

 

Di dalam pengajaran 3 Pilar Iman Nasrani, Tanakh itu setara dengan Kitab Suci, Talmud itu 

setara dengan Tradisi Rasuliah, dan Zohar ini setara dengan Pewahyuan Suci yang diterima 

oleh para Nabi kami di zaman modern. Nabi kami menuliskan kitab-kitab atau buku-buku baru 

hasil penyingkapan yang Tuhan berikan kepadanya. Sama seperti yang terjadi pada Rabbi 

Shimon bar Yochai, hanya saja, bagi kaum Yahudi jawatan Nabi itu tidak diberikan kepada 

Rav Shimon, jawatan kenabian berhenti sampai di masa Nabi Maleaki saja bagi mereka. Kalau 

menjadi murid Kaballah yang belajar Kitab Zohar dikhususkan bagi umat Yahudi dengan 

kriteria tertentu saja, maka kitab-kitab dari Nabi kami sebenarnya juga demikian, khusus untuk 

internal. Hal ini dimaksudkan supaya ajarannya terjada murni, bebas dari mereka yang suka 

manafsir dengan pikiran-pikirannya sendiri yang terbatas, apalagi yang menolak masih adanya 

peran Nabi. Seiring waktu berjalan, Kitab Zohar ini sudah bisa kita dapatkan secara bebas dan 

                                                 

gratis via internet. Isinya penuh misteri dan tanpa bimbingan Rabbi Kaballah mustahil 

mengetahui isinya dengan detail, paling-paling hanya kulitnya seperti saya.  

Selama seseorang tidak berhasil dalam mencapai tujuan hidupnya, Yang Maha Kudus, 

terpujilah Dia, akan mencabutnya dan menanamnya berulang-ulang kali18.  

Semua jiwa mengikuti alur transmigrasi jiwa (reinkarnasi); Dan manusia tidak 

mengetahui rancangan Yang Mahatinggi berkenaan dengan mereka; Mereka tidak tahu 

bagaimana mereka dihakimi, baik sebelum masuk ke dunia ini dan saat mereka 

meninggalkannya. Mereka tidak tahu berapa banyak reinkarnasi dan penghakiman 

misteri yang harus mereka jalani19. 

Di dalam Kitab Zohar inilah tercatat jelas, jauh lebih jelas dari apa yang tercatat di Tanakh 

tentang reinkarnasi ini. Di balik banyak kalimat dalam Tanakh, tersirat pengajaran transmigrasi 

jiwa ini. Mengamini Tanakh sebagai bagian dari Kitab Suci namun membuang ajaran ini, 

sebenarnya sama saja dengan meyakini Injil Kanonik namun membuang ajaran Yeshua itu 

Sang Mshikha (Mesias), dengan kata lain, ganjil. 

 

Purgatori (api penyucian) 

Banyak orang berpikir bahwa ajaran Purgatori yaitu  ajaran yang dibuat oleh Gereja Roma 

Katolik. Padahal bukan. Purgatori memang tidak dicatat di dalam Alkitab, namun ada di dalam 

Tradisi, baik itu di dalam Tradisi Judaism dan juga Kristen awal. Sekali lagi, sumber kedua 

ajaran baik Farisi dan Nasrani itu sama, yaitu sama-sama merupakan cabang dari Agama 

Yahudi. Jadi kemiripan ini juga lumrah adanya.  

 

Purgatori di dalam Judaism yaitu  penyempurnaan yang indentik dengan keberadaan neraka 

atau Gehenna. Jadi menurut pendangan mereka, neraka itu seperti mesin cuci. Semua jiwa yang 

masuk ke dalamnya yaitu  jiwa-jiwa jahat, dan semua dicuci atau direstorasi supaya kembali 

menjadi bersih. Setelah bersih maka mereka akan kembali mengalami reinkanrasi ke Alam 

Bumi atau masuk ke Olam Haba. Pandangan tentang api penyucian lebih jelas diungkapkan 

dalam pengajaran Rabbi-rabbi Shammai20:  

Pada penghakiman terakhir akan ada tiga kelas jiwa: orang benar akan segera dituliskan 

untuk kehidupan yang kekal; Orang jahat, untuk Gehenna; Tetapi orang-orang yang 

kebajikan dan dosanya berimbang satu sama lain akan pergi ke Gehenna dan 

mengambang naik turun sampai mereka bangkit dimurnikan; sebab  dari mereka 

dikatakan: Aku akan membawa yang ketiga ke dalam api dan menyempurnakannya 

seperti perak disempurnakan, dan cobalah mereka seperti emas dicoba; Juga, 'Dia 

membawa turun ke dunia orang mati dan bangkit kembali dalam I Sam 2: 6.  

         

Berapa lama mereka dimurnikan di Gehenna? Ternyata jawabnya selama 12 bulan21. 

Pandangan mereka tersebut didapatkan dari penafsiran ayat Tanakh yang diambil dari ayat Yes 

66:23-24. Ini berbeda dari apa yang didapatkan dari Pewahyuan Suci kami, namun tetap 

memiliki persamaan bahwa ada masa-masa suatu jiwa mengalami pemurnian dan pemurnian 

itujuga terjadi di alam Neraka. Jadi sebenarnya Judaism tidak pernah mengajarkan Neraka itu 

kekal.  

 

Saat jiwa-jiwa di murnikan di Gehenna, keluarga yang ditinggalkan akan menaikan doa-doa 

bagi mereka yang sedang dimurnikan tersebut selama 11 bulan. Dalam Judaism doa bagi orang 

mati ini disebut sebagai Mourner’s Kaddish.  

2 Mekabbe XII 44-45 "If he [Judas] had not hoped that they that were slain should have 

risen again it had been superfluous and vain to pray for the dead. . . . Whereupon he 

made an atonement that they might be delivered from sin"; 

Terjemahan: Jikalau dia (Yehuda) tidak berharap bahwa mereka yang telah dibunuh 

akan dibangkitkan kembali maka sia-sialah semua doa yang dinaikan untuk orang 

mati…Kemudian dia membuat suatu penebusan sehingga mereka bisa dibebaskan dari 

dosa. 

Perlu diperhatikan kendati banyak gereja yang menolak Kitab Makabbe ke dalam kanon 

Alkitabnya, namun catatan di dalam kitab ini menunjukkan bahwa Judaism memang 

mengajarkan doa-doa seperti ini. Tentu saja di dalam Nasrani atau Gereja-gereja Rasuliah yang 

mulai berdiri di abad 1 doa-doa seperti ini juga dinaikan. Doa ini bukan supaya mereka 

diselamatkan dan masuk Sorga, namun diyakini bisa didengar mereka yang didoakan sehingga 

mereka menyerahkan kehendak bebasnya untuk tunduk pada pemurnian tersebut. Setelah 

Protestan lahir dari Rahim Gereja Roma Katolik, jemaatnya memutuskan untuk menolak 

Tradisi-tradisi Rasuliah. Sehingga doa-doa seperti ini banyak yang menganggap sebagai sesat. 

 

MUTIARA-MUTIARA 

KEBENARAN JUGA ADA DI 

DALAM AGAMA LAIN.

MAR NICHOLAS 

LUMBANTORUAN, 2013

 

Gb 1.3 Kutipan Pernyataan Mar Nicholas Lumbantoruan, Uskup I GNI 

 

Sebelum wafat pada tanggal 25 Desember 2014 yang lalu, Mar Nicholas berpesan bahwa 

kebenaran itu sangatlah luas. Jangan sampai kita berpikir bahwa Tuhan hanya 

                                                 

21 Tosef., Sanh. xiii. 4-5; R. H. 16b 


 

menyampaikannya hanya kepada umat Kristen saja. Tuhan mengasihi semua manusia, semua 

ras, bahasa, dan budaya. Dia sudah membagikan banyak rahasia-Nya kepada bangsa-bangsa 

kendati itu tidak selalu tercatat di dalam Tanakh dan kitab-kitab PB.  

 

  


 

 RABBI YESHUA MENGAJARKAN REINKARNASI 

Yohanes Pembaptis yaitu  reinkarnasi dari Elia 

Di sini kita akan kembali belajar Pilar Iman Kitab Suci, kali ini dari kitab Injil kanonik sebagai 

ayat yg menjelaskan pengenapan ayat di Tanakh. Tidak banyak yang mengetahui bahwa 

reinkarnasi Nabi Elia (Eliyahu) itu yaitu  tanda dari kedatangan Mesias. Semua umat Yahudi 

menantikan Mesias sejak sebelum kelahiran Yeshua. Dan sebagai tandanya yaitu  turunnya 

Elia. Perhatikan nubuatannya berikut ini: 

Yes 40:3 Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan bagi 

YHWH, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Alaha kita!” 

Mal 4:5 Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang hari 

YHWH yang besar dan dasyat itu. 

Banyak rohaniawan Kristen modern yang memberikan pendapat pada saya bahwa kedua ayat 

di atas itu bukanlah tentang reinkarnasi Elia, itu hanya nubuatan bahwa Tuhan akan mengutus 

seseorang dengan kuasa seperti Elia. Itu ajaran yang bias. Reinkarnasi Elia ini ditunggu-tunggu 

sebelum kedatangan Yeshua. Semua orang Yahudi menantikan reinkarnasinya. Bahkan sampai 

sekarangpun, Yahudi yang mewarisi ajaran Farisi terus menantikannya. Tanpa ada 

reinkarnasi dari Elia, maka tidak akan ada Mesias.  

 

Lalu siapa reinkarnasi Elia di Perjanjian Baru ini? Menurut apa yang dikatakan oleh Maran22 

Yeshua sendiri yaitu  Yohanes Pembaptis. Perhatikan beberapa pernyataan-Nya yang tersurat 

(bukan tersirat) di bawah ini: 

Mat 11:12-14 Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga 

diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya. Sebab semua nabi 

dan kitab Torah bernubuat hingga tampilnya Yohanes. Dan –jika kamu mau 

menerimanya-ialah Elia yang akan datang itu. 

Mat 17: 11-13 Jawab Yeshua: “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala 

sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, namun orang tidak 

mengenalnya, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak 

Manusia akan menderita oleh mereka. Pada waktu itu mengertilah para murid Yeshua 

bahwa Dia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.   

                                                 

22 Maran yaitu  kata Aramaik untuk ‘Adonai’ dalam Ibrani atau ‘Tuan’ dalam bahasa negara kita . Kata ini bisa 

ditujukan kepada manusia, biasanya para Uskup juga disebut Maran (disingkat: Mar). Jika ditujukan kepada 

Yeshua, makna kata ini bisa berarti ‘Tuhan’ juga.  


Luk 7:27 sebab  tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku memerintahkan utusan-Ku 

mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. 

 

Gb 2.1 Reinkarnasi Nabi Elia 

 

Penulis 4 Injil, Mar Markus, Mar Mattai, Mar Luqas, dan Mar Yukhnan dengan kompak 

menyatakan bahwa memang nubuatan Yes 40:3 itu tergenapi dalam diri Yohanes Pembaptis. 

Mereka mencatatnya di Mat 3:3, Mar 1:3, Luk 3:4, dan Yoh 1:23. Keempat penulis sampai 

menceritakan ini artinya bahwa pesan reinkarnasi Elia ini sangat penting di mata Yahudi. Jadi 

apakah Yeshua itu salah menujukkan orang? Apakah Yeshua salah berkata-kata bahwa 

Yohanes yaitu  Elia? Tentu saja tidak. Dia tidak salah. Sama seperti Rabbi Yahudi lainnya, 

Maran juga mengajarkan bahwa gilgulim itu ada. Jadi, tanpa reinkarnasi Elia tidak akan ada 

kedatangan Mesias. Tanpa reinkarnasi Elia maka tidak aka nada karya salib, tidak akan ada 

kematian serta kebangkitan Sang Mesias. Di sinilah kita semua memahami bahwa ajaran 

reinkarnasi ini sangat penting. 

 

Perlu dipahami juga bahwa warga  Yahudi saat itu memang meyakini reinkarnasi, coba 

perhatikan perkataan para murid saat Yeshua bertanya siapakah Diri-Nya itu. Mari cek ayatnya 

berikut ini. 

Mat 16:13 Setelah Yeshua tiba di daerah Kaisarea Filipi, Dia bertanya kepada para 

murid: “Kata orang siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka: “Ada yang 

mengatakan Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan Eliyahu, dan ada 

pula yang mengatakan Yeremiyah atau salah seorang dari para Nabi.” 

Nah sekarang perhatikan nama-nama yang disebut oleh para murid, Elia, Yeremia, dan para 

Nabi. Mereka semua itu sudah tidak ada, Elia sudah naik ke langit dan lainnya sudah mati. Ini 

artinya yaitu  mereka meyakini bahwa ada jiwa yang hidup di masa Perjanjian Lama lalu 

kembali lagi di masa PB ini. Kendati jawaban mereka itu salah, namun itu menandakan bahwa 

ajaran reinkarnasi sudah diterima secara umum. 

 


 

Neraka itu tidak kekal 

Banyak yang menyangka bahwa Tanakh megajarkan bahwa Neraka yaitu  tempat penyiksaan 

kekal. Bahkan Maran Yeshua juga tidak pernah mengajarkannya demikian. Tidak ada 

seorangpun Rabbi Yahudi yang meyakini hal ini, demikian juga Rabbi Yeshua. Perhatikan 

kutipan perkataan Yeshua berikut ini: 

Mat 18:8 (Terjemahan LAI) Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan   engkau, 

penggallah dan buanglah itu, sebab  lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan 

tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu 

dicampakkan ke dalam api kekal.  

Mat 18:8 (Peshitta Syriac) - ܢ

ܶ

ܝܢ ܐ

ܶ ݂ ܕ  ܟ 

݂ܳ

ܝܕ 

ܺ

ܘ ܐ

ܰ

݂ ܐ ܟ 

݂ܳ

ܠ ܓ 

ܶ

݂ ܪ

݂ܳ

ܫܠ ݂ ܰܡܟ  ܟ 

݂ܳ

ܽܣܘܶܩܝܗ ܠ ܝܗ ܦ 

ܺ

ܫܕ 

ܰ

݂ ܘ ܟ 

݂ܳ

݂ ܶܡܢ ܒ 

݂ܳ

ܘ ܛ ݂ ܗ ܽ ܟ 

݂ܳ

 ܠ

ܽܥܘܠ

ܶ

ܬ 

ܕ݂  ܠܰܚܶܝܐ ܕ 

ܰ ܝܣ ܟ  ܺ ݂ ܚܓ  ܢ ܬ 

ܰ

ܘ ܐ

ܰ

ܕ݂  ܐ

ܰ ݂ ܟ  ܺܫܝܓ  ݂ ܦ 

݂ܳ

ܕ݂  ܘܠ

ܰ ݂ ܟ  ܝܬ 

ܺ

݂ ܐ ܟ 

݂ܳ

ܝܢ ܠ

ܶ ܪܬ 

ܰ ܝܢ ܬ 

ܺ

ܝܕ 

ܺ

ܘ ܐ

ܰ

ܝܢ ܐ

ܶ ܪܬ 

ܰ ܝܢ ܬ 

ܺ

ܠ ܓ 

ܶ

ܠ ܪ

ܶ ܦ 

ܶ ܐ ܬ 

݂ܳ

ܘܪ

ܽ

ܢ ܡ ܒ 

ܰ

ܠ ܠܥ݂ܳ

ܰ .ܕ   

Mat 18:8 (Nestle GNT 1904) Εἰ δὲ ἡ χείρ σου ἢ ὁ πούς σου σκανδαλίζει σε, ἔκκοψον 

αὐτὸν καὶ βάλε ἀπὸ σοῦ· καλόν σοί ἐστιν εἰσελθεῖν εἰς τὴν ζωὴν κυλλὸν ἢ χωλόν, ἢ 

δύο χεῖρας ἢ δύο πόδας ἔχοντα βληθῆναι εἰς τὸ πῦρ τὸ αἰώνιον. 

Tidak mungkin meyakini reinkarnasi dan juga neraka itu kekal dalam ``waktu 

bersamaan. Mari kita selidiki kata ‘kekal’ dalam naskah aslinya. Kata Yunani αἰώνιος 

(baca: Aionos) dan kata Syriac ܕܠܥܠܡ (baca: dal’eelam)݂yang diterjemahkan ke dalam 

bahasa negara kita  dengan kata ‘Kekal’ memiliki 3 arti, yaitu kekal, lama, dan dunia. 

Perkataan Yeshua yang dituliskan ke dalam Yunani dan Aramaik Syriac ini tidak 

seharusnya disalin dengan ‘Kekal’, namun yang paling pas yaitu  ‘lama’ (Inggris: 

lasting).  

Lalu mengapa Yeshua memilih memakai kata ‘api’ untuk menggambarkan Neraka itu? 

Jawabnya sebab  Neraka itu tidak ada di Bumi, ada di alam lain dan tidak ada yang bisa 

menggambarkannya kecuali Dia yang tahu seluk-beluk alam lain. Dia memilih kata ‘Api’ 

sebab  manusia pasti takut pada nyala api, manusia takut terbakar. Yeshua tidak menginginkan 

pengikut-Nya ada di dalamnya. Selain itu, kata ‘Neraka’ dalam Aramaik yaitu  ‘Gehanna’, ini 

diketahui secara umum oleh para pendengar-Nya sebagai lembah Anak Hinnom (Ibrani: Gei 

ben hinnom), ini yaitu  lembah tempat para penyembah berhala mengorbankan anak kepada 

sesembahan mereka di zaman Raja Yehuda, baca Yer 7:31 dan 19:2-6. Jadi, kata Gehenna dan 

api memang identik satu sama lain. Suatu tempat yang memang menyeramkan dan harus 

dihindari.  

 

Sementara kata ‘Api’ itu sendiri tidak pernah diartikan seperti api yang sering kita lihat di dapur 

untuk memasak. Kata ‘Api’ yaitu  metafora atau kiasan saja. Yeshua banyak mengajar melalui 

perumpamaan atau kiasan. Jadi, frasa ‘api kekal’ untuk menggambarkan Neraka sehingga 

banyak umat Kristen sekarang itu yaitu  tempat penyiksaan selama-lamanya yaitu  keliru. 

Tidak ada satupun rabbi Yahudi yang mengajarkan Neraka itu tempat penyiksaan yang kekal. 

Tidak ada api dan juga tidak kekal. Neraka yaitu  tempat penyempurnaan atau bisa juga 

disebut dengan purgatory. Jiwa-jiwa yang masuk ke dalamnya suatu saat akan kembali ke alam 

Bumi atau bereinkarnasi. Hal ini akan saya jelaskan lebih detail dalam bab berikutnya tentang 

penyingkapan Tuhan kepada Nabi kami.  

 


 

Gereja Assyria COE yang mulai berdiri di abad 1 terus melestarikan pengajaran bahwa Neraka 

ini tidaklah kekal, tidak ada penghukuman kekal di sana. Mar Solomon of Akhlat, Uskup 

mereka menulis dalam bahasa Syria Sefer Dvor (Kitab Lebah), di dalamnya tercatat 

demikian23: 

So also the blessed Diodorus, who says in the 'Book of the Dispensation' 'A lasting 

reward, which is worthy of the justice of the Giver, is laid up for the good, in return for 

their labours; and torment for sinners, but not everlasting, that the immortality which 

is prepared for them may not be worthless. They must however be tormented for a short 

time, as they deserve, in proportion to the measure of their iniquity and wickedness, 

according to the amount of the wickedness of their deeds.  

But even thus He does not punish the whole time according to (the length of) the time 

of folly, seeing that He requites them far less than they deserve, just as He does the 

good beyond the measure and period (of their deserts); for the reward is everlasting. 

But if punishment is to be weighed out according to sin, not even so would punishment 

be endless. For as regards that which is said in the Gospel, 'These shall go away into 

everlasting punishment, but the righteous into life eternal;' this word 'eternal' (le-

`âlam) is not definite… 

Terjemahan: Demikian juga Diodorus yang diberkati, yang mengatakan dalam 'Kitab 

Dispensasi' 'Hadiah abadi, yang layak mendapat keadilan dari Pemberi, disiapkan demi 

kebaikan, sebagai imbalan atas kerja keras mereka; Dan siksaan bagi orang-orang 

berdosa, namun tidak kekal, bahwa keabadian yang dipersiapkan untuk mereka 

mungkin tidak berharga. Namun mereka harus disiksa untuk waktu yang singkat, 

sebagaimana layaknya, sesuai dengan ukuran kejahatan dan kejahatan mereka, sesuai 

dengan kejahatan yang mereka lakukan…. 

                                                 

Namun demikian Dia tidak menghukum sepanjang waktu menurut (lamanya) 

mereka yang bodoh, mengingat bahwa Dia memberi mereka balasan jauh lebih sedikit 

dari pada yang seharusnya, sama seperti Dia melakukan yang baik di luar batas dan 

periode (dari padang pasir mereka); sebab  pahala itu kekal. Tetapi jika hukuman 

ditimbang sesuai dengan dosa, hukuman itu tidak akan berakhir sama sekali. sebab  

mengenai apa yang dikatakan dalam Injil, 'Ini akan menjadi hukuman yang kekal, tetapi 

orang benar menjadi hidup yang kekal;' Kata 'abadi' (le-`âlam) ini tidaklah pasti ... 

COE yaitu  jemaat dengan budaya semitik Aramaik seperti umat Yahudi di abad 1. Dari jemaat 

yang berkembang di Mesopotamia inilah kemudian GNI kami mendapatkan berbagai 

pengajaran.  

 

Lalu mengapa sekarang ini malah lebih banyak gereja mengajarkan bahwa penghukuman 

neraka itu kekal seperti di dalam ajaran Zoroaster? Inilah bias ajaran yang bisa terjadi akibat 

kesalahan penafsiran atau mungki