tanpa dosa. Hanya jiwa yang sudah tanpa dosa saja yang
layak menembus Dinding Berapi untuk memasuki alam-alam Sorgawi. Yang belum layak,
sudah pasti akan kembali ke Alam Bumi untuk menempuh perjalanan kehidupan baru, menebus
semua kesalahannya.
Baik, jadi? Apakah jiwa si penjahat itu harus kembali ke Alam Bumi untuk reinkarnasi? Tidak
ada yang mengetahui. Namun yang kami ketahui yaitu dia belum menerima Tubuh dan Darah
Yeshua untuk menghapus tuntutan semua dosanya. Dia harus membayar semua dosanya, jadi
yang kami yakini yaitu dia kembali lagi ke Bumi. Sampai semua dosanya berhasil dia bayar,
sampai semua Karma Buruknya ada yang membayar dengan lunas, maka dia berhak masuk
Sorga.
Setelah mengantarkan dan berdiam beberapa waktu di Firdaus, lalu kemana Roh Yeshua?
Sekarang mari perhatikan apa yang ditulis Mar Petrus, Uskup Antiokia I:
1 Petrus 3:18-20 Sebab juga Mshikha telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang
benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Alaha; Ia,
yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah
dibangkitkan menurut Roh, dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil
kepada roh-roh yang di dalam penjara, yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu
pada waktu Nuh tidak taat kepada Alaha, ketika Alaha tetap menanti dengan sabar
waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan
orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
74
Firdaus
3 Alam Kadosa
Neraka
Alam Astral
Alam Fisik Bumi
Dinding Berapi
Alam Roh (Spiritual Plane)
9 Alam Malaikat
Alam-alam Sorgawi
Gb.4.8 Posisi Alam-alam dari kacamata Mistikus
Perhatikan Tabel 4.2 di bawah. Penggalan kalimat “di dalam Roh” itu artinya yaitu Yeshua
dalam keadaan Roh yang telanjang, tidak memakai raga Astral dan raga jasmaniah bumi saat
ada di sana. Ini menepis ajaran yang menganggap daging bisa masuk ke dalam Sorga, itu tidak
benar. Jangankan masuk ke alam Sorgawi, ke Alam Roh saja tidak bisa.
Sementara penggalan kalimat “Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam
penjara,” artinya yaitu : Dia memberitakan kabar baik, kabar keselamatan bagi jiwa-jiwa
yang ada di neraka sana. Mereka kedatangan suatu Roh yang penuh kemuliaan dan membuat
mereka heran dan takjub. Banyak jiwa jahat yang menantikan kabar ini. Kabar bahwa setiap
jiwa bisa menghapus segala dosanya dengan langkah yang mudah, yaitu dengan menerima
Tubuh dan Darah-Nya. Ini yaitu pesan yang melegakan bukan hanya bagi mereka yang
dipenjara di alam-alam Neraka, namun bagi kita yang masih tertinggal di alam Bumi ini. Di
dalam alam kegelapan itu, Yeshua berkarya. Ini sudah dinubuatkan di dalam kitab Yeshayahu.
Yes 9:2 Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat Terang yang besar,
mereka yang diam di dalam Alam Kekelaman.
Kemudian kita bisa membaca tambahan penjelasan dari Mar Paulus untuk mempertegas
kebenaran di atas:
Efesus 4:8-10 Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa
tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia." Bukankah
"Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?
Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit,
untuk memenuhkan segala sesuatu.
Penggalan kalimat “turun ke bagian bumi yang paling bawah” artinya menegaskan bahwa
Roh Yeshua yang penuh kemuliaan masuk ke alam Neraka yang paling dasar. Ini yaitu bagian
Neraka yang disesaki oleh jiwa-jiwa yang sangat jahat yang menolak untuk bertobat. Mereka
75
merasa diri paling benar dan dikuasai oleh pikiran mereka sendiri, menolak semua nasihat dari
luar. Ini yaitu gambaran lapisan-lapisan dari Neraka jika kita rinci, semua ada 7 lapisan Alam.
ALAM-
ALAM
KEGELAPAN
LIMBO
ALAM KE-7 (Alam
pembelajaran)
Ini yaitu lokasi jiwa-jiwa yang ingin
dipulihkan yang berasal dari Neraka.
NERAKA
TEMPAT
JIWA-JIWA
BERDOSA
ALAM KE-6 (Alam
para munafik)
Ini yaitu alam bagi mereka yang pura-
pura percaya dan yang membuat orang
percaya bahwa mereka itu hebat dari
sebenarnya.
ALAM KE-5 (Alam
para materialistis)
Ini alam bagi mereka yang dipenuhi
keinginan duniawi, keuangan, tahta, dan
jabatan. Mereka tidak memikirkan
kebahagiaan orang lain saat ada di dunia.
ALAM Ke-4 (Alam
para pendosa)
Ini yaitu posisi bagi mereka para pencuri,
dipenuhi hawa nafsu seksual,
keserakahan, egois yang tinggi.
NERAKA
TEMPAT
ROH-ROH
JAHAT
ALAM KE-3 (Alam
para pendosa
berat)
Ini yaitu alam untuk mereka yang
dikuasai dosa berat seperti kemarahan,
kecemburuan, kesombongan, kejahatan
besar.
ALAM KE-2 (Alam
Devils)
Di sini yaitu posisi para dukun, peramal,
pemuja Satanis, dan lain-lain.
ALAM KE-1
(Jurang Maut)
Ini yaitu posisi yang paling bawah dari
Neraka yang dipenuhi jiwa-jiwa yang
menolak untuk bertobat dan terikat oleh
pikiran mereka sendiri.
Tabel 4.2 Pembagian Alam-alam Neraka
Dalam pengajaran yang ditulis oleh para Mistika kami, kami bisa mengetahui juga bahwa Para
Kadosa (Inggris: The Saints) yang sudah layak masuk Sorga dan diutus kembali untuk
memberitakan kabar baik, biasanya mereka hanya bisa masuk ke Neraka ALAM ke-3 saja,
mereka tidak bisa menjangkau jiwa-jiwa di alam bawahnya lagi. Jadi, apa yang dilakukan oleh
Yeshua itu luar biasa. Mengapa? sebab Dia yaitu Sang Putra, dan sebab Dia mengasihi
semua jiwa yang terhilang.
Kebangkitan Orang Mati
Kebangkitan Maran Yeshua memiliki arti penting seperti yang dicatat oleh Mar Paulus di sini:
1 Kor 15:20-23:“Tetapi yang benar ialah, bahwa Mshikha telah dibangkitkan dari antara
orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama
seperti maut datang sebab satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati
datang sebab satu orang manusia. sebab sama seperti semua orang mati dalam
persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali
76
dalam persekutuan dengan Mshikha. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya:
Mshikha sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu
kedatangan-Nya”
Penggalan kalimat yang menyatakan “semua orang” artinya yaitu bukan semua manusia,
namun terbatas pada semua orang yang mau dengen Free will-nya masing-masing menerima
Yeshua sebagai Mshikha dan Juruselamat. Apa yang harus dilakukan oleh orang yang
menerima-Nya tersebut? Mereka akan menyerahkan diri untuk dibaptis oleh para Imam
Tertahbis. Jemaat selalu dipimpin oleh Imam Tertahbis. Mar Paulus yaitu Uskup, yang
ditahbiskan (Kis 13:1-3) untuk jemaat Korintus, makanya dia menggembalakan jemaat di kota
ini.
Makna dari “AKAN DIHIDUPKAN KEMBALI” itu artinya yaitu Ini bukan kebangkitan
daging, daging kita kalau mati ya mati, akan kembali kepada Bumi (Kej 3:19). Akan Hidup
Kembali yaitu lawan dari Mati oleh Dosa, upah dosa yaitu maut sehingga manusia yang
dibelenggu oleh dosa akan mengalami kematian daging yang berulang-ulang. Jadi yang
dimaksudkan dengan AKAN DIHIDUPKAN KEMBALI di sini yaitu setelah kematian, roh
manusia akan masuk ke dalam Alam Astral, lalu ke Firdaus, kemudian menembus Dinding
Berapi untuk masuk ke dalam Alam Sorgawi. Kita tidak perlu mengalami reinkarnasi dan
kematian daging oleh sebab dosa lagi.
Sementara arti dari “dalam persekutuan dengan Mshikha” tentu saja artinya yaitu masuk
ke Alam-alam Sorgawi. Perlu dipahami juga bahwa persekutuan dengan Mshikha juga dialami
oleh jemaat Yeshua saat masih hidup di Bumi. Persekutuan dengan Mshikha berarti yaitu
Qadishot Perjamuan Suci. Saat jemaat memakan Tubuh dan Darah-Nya, itu artinya yaitu
mereka menyatu atau bersekutu dengan Sang Mesias. Dengan kata lain, persekutan saat
melakukan Perjamuan Suci yaitu persiapan kita untuk bersekutu dengan Mshikha Yeshua saat
masuk ke Alam-alam Sorgawi. Namun demikian, jemaat yang sudah ada dalam persekutan
dengan Mshikha di Bumi, bukan berarti hidupnya selalu suci, bisa juga dia jatuh ke dalam dosa.
Oleh sebab itu, dengan adanya Qadishot Pengakuan Dosa dan Perjamuan Suci ini, dosa selalu
bisa dibersihkan. Jemaat selalu bisa belajar dari kesalahan yang dibuatnya lalu kembali tidak
bernoda.
Saat Yeshua bangkit, itu artinya BUAH SULUNG dipersembahkan kepada Alaha. Yang mati
telah bangkit. Yeshua kembali lagi kepada Sang Bapa. Yeshua yaitu YG SULUNG di antara
semua yang beraasal dari Alaha (Yak 1:18). Hal ini menyebabkan kita semua yang yaitu
saudara-saudara-Nya, bisa mengikuti jejaknya untuk naik dan bertemu dengan Alaha. Tentu
saja kita harus ‘mati’ dahulu, meninggalkan manusia lama kita, meninggalkan dosa-dosa kita
dan tinggal dalam kehidupan yang baru. Di dalam kehidupan yang baru ini kita berbuah-buah.
Apa artinya berbuah? Berbuat kebaikan tentunya. Dengan demikian kita akan banyak
menimbun Karma Baik (pahala/upah).
Tidak ada dosa asal-mengupas cerita Adam
Judaism dan Nasrani tidak mengajarkan dosa asal.
77
Ulangan 24:16 Janganlah ayah dihukum mati sebab anaknya, janganlah juga anak
dihukum mati sebab ayahnya; setiap orang harus dihukum mati sebab dosanya
sendiri.
Yehezkiel 18:18-20 Ayahnya, yang melakukan pemerasan, yang merampas sesuatu,
dan yang melakukan hal-hal yang tidak baik di tengah-tengah bangsanya, sungguh, ia
akan mati sebab kesalahannya. Tetapi kamu berkata: Mengapa anak tidak turut
menanggung kesalahan ayahnya? — sebab anak itu melakukan keadilan dan
kebenaran, melakukan semua ketetapan-Ku dengan setia, maka ia pasti hidup. Orang
yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung
kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya.
Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan
tertanggung atasnya.
Kekristenan awal, sekali lagi yaitu salah satu sekte dari Judaism. Hukum Karma (tabur dan
tuai) yaitu bagian dari ajaran keselamatan. Cerita Adam-Hawa dalam Judaism juga kita yakini
sebagai ajaran kita harus bertanggung jawab terhadap apa yang kita lakukan setiap saat.
Apapun yang kita lakukan pasti akan berdampak pada diri kita. Ada tabur-tuai, ada karma yang
harus dibayar di kemudian hari. Kita tidak bisa lari dari karma yang kita hasilkan pada
kehidupan lalu kita. Naiknya Yeshua ke atas salib sebagai Korban Paskah, bukan akibat
kesalahan Adam-Hawa yang diturunkan. Yeshua yaitu Anak Domba Paskah. Di dalam
Perjanjian Sinai, semua Jemaah Israel yang berdosa harus menyelesaikan dosa-dosanya sendiri
dengan membawa hewan yang sempurna tanpa cacat cela ke hadapan Imam untuk disembelih.
Dengan penyembelihan tersebut maka dosa-dosanya akan terhapuskan. Ini yaitu ritual yang
harus dilakukan setiap Jemaah Israel untuk pemurnian jiwa mereka. Ritual di dalam Perjanjian
Sinai inilah yang digenapi oleh Maran Yeshua di Perjanjian Baru.
Dia datang bukan untuk melakukan Hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya (Mat
5:17). Hukum Taurat di dalam Perjanjian Sinai tersebut hanyalah bayangan saja (Ibrani 10:1)
bukan aslinya. Jadi peran kurban Yeshua yaitu untuk menggantikan Anak Domba Paskah
yang harus dibawa ke Imamat untuk disembelih demi dosa-dosa pribadi. Pengorbanan Yeshua
yaitu demi dosa si jemaat sendiri, bukan dosanya Adam-Hawa. Misalnya, di dalam kehidupan
kita yang berulang-ulang dosa kita seberat 2 ton, ditambah dosa di kehidupan sekarang seberat
5 kg, maka totalnya 2 ton 5 kg, sederhananya itulah yang dihapus saat kita masuk ke dalam
ritual pengakuan dan pengampunan dosa serta Perjamuan Suci. Ini sejalan dengan ajaran
Judaism itu sendiri, semua dosa harus dibayar, harus! Rabbi dan Uskup Mar Paulus
menegaskannya di dalam surat pengembalaannya berikut ini:
2Kor 9:6 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan
orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
Gal 6:8-9 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan
dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang
kekal dari Roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, sebab apabila sudah datang
waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah
Secara tidak kita sadari, ajaran Alaha dalam Judaism dan kekristenan ini sejalan dengan
perundang-undangan yang ada di Negara kita dan dunia ini pada umumnya. Jika seseorang
bersalah, maka anak dan istrinya tidak akan ikut dihukum juga, kecuali kalau mereka
melakukan tindakan kejahatan itu bersama-sama. Seorang ayah yang korupsi, akan dihukum
78
sesuai UU. Dia tidak bisa diwakili oleh anak atau istrinya. Yang bersalahlah yang harus
dihukum, bukan orang lain.
Apakah Maran Yeshua sebagai manusia juga membawa dosa? Jawabnya tentu tidak. Dia hanya
sekali menjadi manusia yang berasal dari rahim wanita. Dia tidak membawa dosa masa lalu.
Berbeda dengan manusia lainnya, seperti Yohanes pembaptis dan Miriam sekalipun, mereka
dulunya yaitu manusia juga. Yohanes pembaptis dulunya yaitu Elia (Mat 11:14) dan Miriam
sebelumnya juga manusia dengan nama yang berbeda. Saat mereka masuk kembali ke dalam
dunia fisik ini, mereka memasuki kehidupan terakhir dan saat dengan sempurna menjalani
tugasnya, maka mereka tidak lagi kembali ke Bumi. Jadi, siapapun akan kembali ke Bumi jika
masih ada hutang dosa yang harus dibayarnya. Itulah hukum Karma atau tabur-tuai.
sebab ajaran Dosa Warisan ini banyak menyinggung tentang Adam dan Hawa, maka izinkan
saya menjelaskan siapa sosok Adam dan Hawa dalam pandangan Kitab Suci, Tradisi, dan
terutama dari Pewahyuan Suci. Mengapa saya tulis ‘terutama dari Pewahyuan Suci’? Ini sebab
tanpa pewahyuan ilahi yang baru yang diterima oleh Nabi kami, Alm Uskup John Ward. Setiap
ayat Kitab Suci bisa ditafsirkan oleh banyak orang, baik itu tertahbis dan tidak. Bahkan Uskup
juga bisa salah dalam menafsirkan ayat-ayat yang penuh misteri. Tradisi-tradisi yang berupa
tulisan Bapa Gereja juga tidak banyak mengupas hal-hal misteri. Jadi mau tidak mau kita
memerlukan seorang pelihat dan pendengar suara Alaha yang menjelaskan hal ini.
Dari apa yang dilihat dan didengar oleh Uskup John Ward, reinkarnasi itu yaitu bagian
penting dalam ajaran Yeshua. Dia melihat apa yang terjadi pada jiwa-jiwa yang wafat, dia
melihat alam-alam selain alam Bumiah ini, lalu bagaimana proses seuatu jiwa itu kembali ke
Alam Bumi demi penyempurnaan jiwanya. Reinkarnasi bertentangan dengan ajaran Dosa
Waris ini. Oleh sebab itu, pemaparan tentang kehidupan Adam-Hawa di Kitab Kejadian akan
mengupas ajaran Reinkarnasi ini. Jadi mari kita selidiki 1 per 1 mulai dari Adam.
Adam dan Hawa di Taman Eden
Siapakah sosok Adam ini? Adam bukanlah seorang manusia pria sejarah, dia bukanlah pria
ciptaan pertama. Kami tidak meyakini bahwa Alaha menciptakan manusia pertama bernama
Adam. Adam itu yaitu sosok pria dan wanita atau manusia dalam arti yang banyak atau
umum. Terjemahan yang paling mendekati di dalam bahasa Inggris terdapat pada terjemahan
Jerusalem Bible yang menyalinnya dengan frasa ‘Generic Man’ (negara kita : Manusia biasa).
Coba perhatikan ayat Kejadian 5 berikut ini.
Kejadian 5:1-2 Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh
Alaha, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Alaha; laki-laki dan perempuan diciptakan-
Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama Adam kepada mereka, pada
waktu mereka diciptakan.
Sosok Adam ini disebut juga sebagai ‘Anak Alaha’ seperti Yeshua dan Melkisedek.
Luk 3:38 “anak Enos, anak Set, Anak Adam, Anak Alaha”.
Kitab Kejadian berisi banyak cerita yang mengandung pesan rahasia yang mendalam. Seperti
cerita Adam ini, Adam bukan hanya menceritakan tentang Anak-anak Alaha pria dan wanita,
namun lebih dalam dari itu Adam menggambarkan keadaan spiritual seseorang. Dalam
kacamata Mistika, sosok Adam ini bukan hanya sosok pria dan wanita nyata saja. Lalu apa?
Adam yaitu gambaran ‘roh’ (Spirit) manusia. Jika sosok Adam yaitu gambaran roh dari
79
pria dan wanita, anak-anak Alaha, lalu bagaimana dengan sosok Hawa? Hawa yaitu
gambaran dari ‘Jiwa’ (Soul). Hawa diceritakan dibuat dari tulang rusuk dari Adam, ini
artinya Adam dan Hawa yaitu gambaran manusia rohaniah, Roh dan Jiwa yang berpasangan-
menyatu.
Tempat Taman Eden sendiri yaitu gambaran dari Firdaus (Inggris: Paradise) yang berada di
dalam Alam Roh seperti yang tercatat juga di dalam 2 Kor 12:2-4.
2 Korintus 12:3-4 Aku juga tahu tentang orang itu, — entah di dalam tubuh entah di
luar tubuh, aku tidak tahu, Alaha yang mengetahuinya --ia tiba-tiba diangkat ke
Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan
manusia.
Cerita pada Kejadian 2 dan 3 yaitu jelas menggambarkan Adam dalam keadaan Spiritual,
sebelum pada akhirnya memasuki kehidupan Alam Bumiah. Konsep Adam dan Hawa sebagai
pria dan wanita pertama yang berada di dalam Alam Bumi sebenarnya yaitu ajaran yang baru
dan kemungkikan bermula dari pemikiran Yahudi di masa Alexander The Great, bersamaan
dengan pengaruh ajaran Helenis lainnya. Ada banyak orang Yunani yang masuk Kristen
memeluk keyakinan ini dan ada referensi perihal ini dari tulisan-tulisan kaum Pagan.
Di dalam tradisi yang kita dapatkan dalam tulisan Imam Origen, Mistika yang hidup di abad 3
Masehi, dia menuliskan dalam I Principles 4: 16 berikut.
"Who would be so childish as to think that God was like a human gardener and planted
a paradise in Eden facing the east, and in it made a real visible tree, so that one could
acquire life by eating its fruit with real teeth or, again, could participate in good and
evil by eating what he took from the other tree? And if the text says that God walked in
the garden in the evening, or Adam hid himself under the tree, I cannot think that
anyone would dispute that these things are said in the figurative sense, in an effort to
reveal certain mysteries by means of an apparent historical tale and not by something
that actually took place.”
Terjemahan: “Seperti pemikiran anak-anak jika kita berpikir bahwa Alaha itu seperti
manusia yang berkebun dan menanam di sebuah kebun Eden yang menghadap timur,
dan di dalamnya ada pohon yang terlihat dan barangsiapa yang memakan buahnya
dengan giginya akan tetap hidup atau, lagi, dapat membedakan mana baik dan buruk
dengan memakan buah dari pohon yang lain bukan? Kemudian jika naskah itu menulis
bahwa Alaha berjalan di tengah taman saat sore hari, atau Adam bersembunyi di bawah
pohon. Saya tidak berpikir bahwa ada orang yang bingung dengan kisah alagori ini
untuk mengungkapkan misteri di balik cerita. Ini bukanlah kejadian sejarah yang
benar-benar terjadi.
Father Origen tepat, itu bukanlah cerita sejarah, itu tidak terjadi. Cerita Adam dan Hawa di
Taman Eden sampai dikeluarkannya mereka dari sana hanyalah sebuah Alegori atau
perumpamaan. Alaha tidak berjalan-jalan dan mencari, sebab Dia yaitu sosok yang Maha
Tahu. Manusia tidak bisa bersembunyi dari Alaha. Ular tidak bisa berbicara dan menggoda.
Lalu tidak ada Kerubim yang bertugas seperti satpam untuk menjaga tidak ada manusia yang
memakan buah dari pohon yang mareka jaga. Itu semua yaitu cerita yang dibuat untuk
menyembunyikan suatu rahasia. Sayangnya banyak umat Kristen yang tidak menyadari hal ini.
Hawa yang berasal dari Adam
Melompat ke cerita Hawa. Hawa artinya yaitu ‘pembawa hidup’ atau ‘pembawa kehidupan’.
80
Kej 2: 21 “kemudian Marya Alaha membuat manusia itu tertidur nyenyak…”
Perhatikan bahwa tidak dicatat kapan si manusia itu bangun dari tidurnya, hanya tercatat dia
tidur. Secara mistik sebenarya ini berarti bahwa Alam nyata itu yaitu saat manusia berada di
dalam Firdaus atau Alam Roh, saat keluar dari sana, manusia ada di alam mimpi. Kita semua
yang ada di dalam alam fisik Bumiah ini hanya bagian dari mimpi. Yang nyata yaitu saat kita
ada di dalam Alam Roh nantinya. Ini agak membingungkan memang, secara sederhana, ini
menjelaskan bahwa kehidupan yg penting dan harus dituju yaitu kehidupan yang non fisik.
Kehidupan di dunia fisik ini hanyalah sementara.
Kej 2:22 “Dan dari rusuk yang diambil Marya Alaha dari manusia itu, dibangun-
Nyalah seorang perempuan…”
Kata ‘rusuk’ ini punya makna yang dalam. Dahulu seseorang bisa membuat perahu, kalau
mereka bisa membengkokkan kayu keras. Kayu yang melengkung itu berbentuk seperti rusuk.
Kayu-kayu itu melindungi isi perahu. Jadi yang ada di bagian depan atau luar itu yaitu rusuk
ini (Jiwa), di dalamnya yaitu ‘roh’. Dengan adanya Jiwa ini maka Roh itu bisa memasuki
alam-alam lain dan berfungsi dengan baik secara utuh. Mereka tidak terpisahkan. Makanya di
dalam banyak pengajaran kita roh-jiwa ini sering disingkat menjadi ‘jiwa’ saja. Itulah mengapa
Maran Yeshua memakai ayat Kej 2:24 saat mengutuk perpisahan/perceraian pernikahan.
Kej 2:25 “Mereka keduanya telanjang, manusia itu dan isterinya, namun mereka tidak
merasa malu”
Kata ‘telanjang’ ini mengartikan bahwa di Alam Roh atau di Firdaus, manusia itu belum
memiliki raga Astral apalagi raga bumi. Semua masih apa adanya roh-jiwa (suatu sukma).
Cerita si Ular
Siapakah si Ular ini sebenarnya? Ini misteri menarik yang perlu disingkapkan juga.
Kej 3:1 “Adapun Ular yaitu yang paling cerdik dari segala binatang di darrat yang
dijadikan Marya Alaha. Ular itu berkata kepada perempuan itu….”
Kata ‘Ular’ dalam bahasa Ibrani yaitu ‘nawkhash’ yang berarti mendesis atau membisikan
sesuatu yang mempesona. Itu artinya si Ular yaitu sosok penggoda. Akar kata Ibrani untuk
Ular ini bisa berarti ‘Satan’ (Iblis) atau ‘Seraph’.
Potongan kalimat ‘yang paling cerdik dari segala binatang’ itu artinya dia menonjol dari
‘binatang’ atau manusia. Kata ‘binatang’ di sini bisa diartikan sebagai Manusia sebab Manusia
secara biologis itu bisa disebut binatang. Dengan demikian, sosok Ular ini ada di atas Manusia,
atau dia sebenarnya yaitu sosok Malaikat Seraph.
Dalam kitab Ayub dijelaskan sosok Satan ini yaitu sosok yang ada di hadapan Alaha. Dia
disebut ke dalam ‘Anak-anak Alaha’ (Ayub 1:6). Dalam hal ini dia dipanggil menghadap-Nya.
Kemudian terjadi diskusi di antara dia dan Alaha untuk menguji Ayub. Kitab Ayub lebih tua
dari kitab Kejadian, jadi kitab Ayub ini merupakan kitab misteri juga yang sejalan dengan ayat-
ayat dalam kitab Kejadian. Sosok Ular atau Satan yang menguji Ayub, dia juga yang menguji
Hawa. Sosok Satan ini bukanlah Malaikat jatuh atau pemberontak seperti yang diyakini banyak
gereja. Ajaran Judaism dan mistik kita tidak pernah mengenal istilah ‘Malaikat jatuh’. Satan
yaitu pelayan Alaha seperti para Malaikat lainnya, namun sebab tugas uniknya ini, dia juga
bisa disebut sebagai ‘musuh manusia’ (Mat 13:39; Kis 13:10).
81
Perhatikan petikan kalimat “Ular itu berkata kepada perempuan itu….” Satan tidak langsung
menghadapi Adam (roh), namun dia berkontak dengan si rusuk atau bagian luar, yaitu sang
jiwa. Jiwa yang dipenuhi dengan keinginan mengetahui banyak hal, inilah yang diuji. Fungsi
jiwa yaitu untuk mencicipi pengalaman. Seperti Alaha mengijinkan Satan menguji Ayub, Dia
juga yang menginjinkannya menguji Hawa.
Kej 3:4 Namun Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan
mati, namun Alaha mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan
terbuka dan kamu akan menjadi Alaha-Alaha [Gods], tahu yang benar dan yang
salah…”
Potongan kalimat “sekali kali tidak akan mati” menurut Uskup kita lebih baik diterjemahkan
menjadi “tidak akan mati selamanya”. Mengapa demikian? Sebab sejak dahulu kala, manusia
mengetahui bahwa kematian itu tidak berlangsung selamanya. Kematian bersifat seketika,
hanya sebagai jembatan menuju pada kehidupan lainnya. Jadi Satan menguji jiwa untuk
mencari pengetahuan benar atau salah bagi roh. Kemampuan untuk membedakan benar atau
salah yaitu kemampuan mendasar manusia.
Satan berkata juga bahwa saat memakan buah pohon tersebut maka jiwa akan bisa
membedakan mana benar dan Adam-Hawa akan menjadi Alaha-Alaha, 2 sosok Ilahi. Di dalam
ayat Maz 82: 6 dinyatakan jelas bahwa kita sosok Ilahi, kita yaitu Alaha-Alaha, anak-anak
Alaha yang Maha Tinggi. Maran Yeshua sendiri menyatakan hal yang sama di Yoh 10: 34
“kamu yaitu Alaha-Alaha…” Dengan kata lain, dengan mengetahui mana benar dan salah,
maka Manusia yaitu Alaha-Alaha kecil. Ini berpulang lagi pada asal-muasal roh, kita semua
yaitu roh yang berasal dari Alaha, kita yaitu percikan Api Ilahi.
Nah, saat Satan mengetakan kepada Hawa bahwa saat mereka memakan buah itu akan menjadi
Alaha-Alaha, Satan tidak menjelaskan bahwa itu bermaksud sebagai anak-anak Alaha. Satan
sengaja menyembunyikan pemahaman yang utuh. Pemahaman yang benar yaitu kendati
Adam-Hawa yaitu Alaha-Alaha, mereka bukanlah Sang Alaha, melainkan anak-anak-Nya
saja. Pemahaman ini, tidak penuh diketahui oleh Hawa, jadi saat Hawa menerima pemahaman
ini, maka Adam menerimanya juga seperti yang diinginkan oleh Satan. Mereka terjebak pada
kesalahan mendasar, Manusia tidak akan menjadi Sang Sumber. Akibat kesalahan ini, Adam-
Hawa harus menerima akibat. Apa akibatnya? Mereka harus mengetahui benar dan salah itu
dengan baik dan itu bukan masalah yang sederhanaserta cepat. Untuk mengetahui benar dan
salah, pasangan Roh-jiwa harus mengalami banyak pengalaman. Dari banyak pengalaman
itulah mereka akan menerima banyak pengetahuan dan terlatih untuk mengetahui benar dan
salah.
Mungkin pembaca merasa ooooo itu perkara mudah membedakan mana benar dan salah. Oh
ya? Yeshua sudah mengajarkan jangan membunuh, lalu mengapa sejarah gereja berlumuran
darah? Mengapa ada banyak peperangan kalau dalam sanubari manusia ada bisikan untuk tidak
membunuh dan mengampuni? Ini bukan masalah sederhana. Untuk mengetahui mana benar
dan salah itu perlu banyak pengalaman dan tidak hanya 1 kali kehidupan. Ini perlu pengalaman
berkali-kali, belasan, puluhan, bahkan ratusan kali. Seluruh kehidupan manusia, digunakan
untuk memahami mana yg benar dan salah, lalu memutuskan untuk memilih yg benar kendati
semua orang di sekelilingnya memaksa sebaliknya. Kesalahan memilih akan diulang di
kehidupan yang akan datang, sampai benar-benar bisa membedakan dan melakukan yang
82
benar. Untuk menempuh kehidupan yang penuh dengan pengalaman ini, roh-jiwa
membutuhkan cangkang atau kemah. Mari kita selidiki ini lebih jauh.
Raga Astral
Ada 2 ‘pakaian’ suatu sukma, raga bumi dan yang tersirat di ayat Kej 3 ini:
Kej 3:7 “Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka
telanjang; lalu mereka menyematkan daun pohon ara dan membuat cawat.”
Perhatikan ayat di atas, yang dimaksudkan pakaian pertama yg dipakai roh-jiwa itu ‘daun
pohon ara’, ini berbicara tentang Tubuh Astral. Dalam beberapa materi pengajaran terdahulu,
kita sudah menyinggung bahwa tubuh astral (tubuh emosional) ini yaitu selimut yang
menyelimuti roh-jiwa. Jenis ‘pakaian’ ini begitu rapuh dan fana sehingga dilambangkan
dengan kata ‘Dedaunan’. Tubuh Astral dipakai saat manusia bermimpi dan memasuki Alam
Astral. Atau saat Manusia itu wafat, maka roh-jiwanya masuk ke Alam Astral dengan berbalut
Tubuh Astral ini. Cerita tentang pakaian dari dedaunan ini bukan berarti Adam-Hawa dari
Alam Roh Firdaus turun ke Alam Astral, mereka masih ada di Firdaus saat mengenakan
pakaian baru ini. Memakai pakaian ini artinya mereka ada di saat ingin memulai kehidupan yg
baru di Bumi. Kata Dedaunan dalam bahasa Ibrani yaitu ‘Aleh’ atau kata ‘Alah’ yang
mengandung arti ‘naik’, ‘meninggalkan’, ‘fajar’, ‘bersinar’, dan ‘bertambah’. Frasa ‘Pohon
ara’ bisa diartikan penderitaan. Jadi ayat di atas menjelaskan keterangan bahwa Adam-Hawa
siap untuk pergi ke Alam lain dalam penderitaan.
Kita lompat saat Alaha berdialog dengan Adam-Hawa.
Kej 3: 11-13 Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahumu bahwa engkau telanjang?
Apakah engkau makan dari buah pohon yang Kularang itu? Manusia itu menjawab:
“Perempuan yang Kau tempatkan di sisiku, dialah yang memberi buah pohon tersebut
untuk kumakan. Kemudian berkatalah Marya Alaha kepada si perempuan: “Apa yang
sudah kau perbuat ini?” Jawab si perempuan: “Ular itu yang memperdayaku, maka
kumakan.”
Di 3 ayat atas dijelaskan urut-urutan informasi, semua berasal dari Satan, lalu diterima ke jiwa,
kemudian diterima oleh roh. Ini yaitu tentang pengujian. Roh tidak berdusta, dia hanya
menerimanya dari jiwa, dan jiwa juga tidak berdusta, dia menerima dari Satan. Dari luar ke
bagian paling dalam. Dalam pengalaman hidup pertama-tama, kita tidak akan menyadari hal
ini, sampai masa-masa akhir kehidupan di alam bumi, manusia baru bisa menyadari bahwa ini
semua yaitu ujian dan Satan tidakah bersalah sebab dia hanya menjalankan tugasnya. Hasil
dari tugas itu yaitu Manusia bisa mendapatkan banyak hal yang tidak pernah didapatkan saat
berada di Alam Roh.
Kisah perseteruan Hawa dan Iblis
Mari kita perhatikan ayat selanjutnya yang banyak disAlahartikan sehingga muncul ajaran
Original Sin.
Kej 3:15 “Aku akan mengadakan antara engkau dan perempuan ini, antara
keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan
engkau akan meremukkan tumitnya.”
Banyak gereja mengartikan bahwa Yeshua yaitu keturunan dari Hawa, namun di sini menjadi
janggal sebab yang berseteru yaitu masing-masing keturunan. Apakah Ular itu juga punya
83
keturunan seperti Hawa? Lalu keturunan Ular itu yang melawan Yeshua yg yaitu keturunan
Hawa? Tentu bukan seperti itu artinya. Perhatikan penjelasan mistika selanjutnya ini.
Kata ‘meremukkan’ mengandung nilai kebijakan yang cukup dalam. Makna pertama yaitu
bahwa hidup itu yaitu suatu perjuangan yang berkesinambungan melawan Si Penguji dan
‘keturunannya’ yaitu semua Malaikat di bawah kekuasaannya. Perlu diperhatikan bahwa
Malaikat tidak kawin-mengawin dan melahirkan seperti manusia (Mat 22:30). Peperangan ini
akan terjadi terus antara Malaikat Satan dan semua bawahannya melawan jiwa manusia yang
hidup berulang-ulang. Pada akhirnya si jiwa yang akan menang. Dia akan meremukkan kepada
si Ular dengan kata lain mengalahkan kemampuannya untuk mengelabui. Jiwa manusia lama-
kelamaan akan paham bagaimana cara mengalahkannya. Oleh sebab itulah disebut kata
‘keturunan’. Ini artinya yaitu ada pengulangan kehidupan. Frasa ‘meremukkan tumit’ itu
artinya yaitu mengalahkan kelemahan jiwa yang paling bawah. Jika itu sudah dikalahkan
artinya jiwa itu sudah sempurna.
Makna kedua dari ‘keturunan’ dari Hawa yaitu Maran Yeshua sebab Dia dilahirkan oleh
seorang wanita juga. Mshikha mengalahkan Satan dalam banyak kesempatan (Ibrani 4:15).
Lalu Yeshua sendiri diremukkan seperti tercatat pada Yes 53:5. Dan yang dimaksudkan dengan
‘tumit’ yaitu bagian hidup-Nya yang paling bawah, yaitu tubuh jasmani-nya. Tubuh itulah
yang disalibkan. Dalam makna kedua ini, Maran Yeshua menggenapi cerita di Kej 3: 15 bukan
dalam arti menghapus Dosa Asal. Kesalahan Adam-Hawa yaitu gambaran roh-jiwa yang
salah dan tidak mewariskan kesalahan itu kepada keturunan manusia yg lain. Peperangan yang
terjadi yaitu antara jiwa manusia melawan si penguji.
Raga jasmani di Bumi
Saya lompat ke ayat Kej 3:19 tercatat berikut: “…sebab engkau debu dan engkau akan kembali
menjadi debu.” Apa artinya ini? Apa artinya ‘debu’? Kata ini muncul berulang kali di dalam
Tanakh sprt tercatat di dalam Maz 22:15, Pengkotbah 3:20 dan 12:7). Debu yaitu simbol dari
material yang tidak berguna. Semua hal duniawi dan yang berarti raga fisik. Semua akan
ditinggalkan atau tidak dibawa ke Alam-alam lain. Saat ini masih banyak gereja yang tidak
menyadari bahwa raga jasmani harus ditinggalkan di alam fisik bumi. Masih ada ajaran
contohnya yaitu Bunda Miriam diangkat dengan raga jasmani sampai ke Sorga. Lalu Maran
Yeshua terangkat ke Sorga bersama-sama dengan raga jasmani-Nya. Itu semua keliru. Raga
jasmani akan kembali ke Bumi. Raga jasmani yaitu pakaian yang harus ditinggalkan, kemah
yang harus dilepas. Ini sejalan dengan tulisan Mar Paulus untuk jemaat Korintus berikut:
2 Kor 5:1-2 “sebab kamu tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini
dibongkar, Alaha telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga…Selama kita di
dalam kemah ini, kita mengeluh, sebab rindu mengenakan kediaman sorgawi…”
Kapan roh-jiwa itu menerima raga jasmani? Ya setelah dibuang ke Bumi tentunya. Cerita ini
tersirat dalam ayat berikut:
Kej 3:21 “Dan Marya Alaha membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan
untuk isterinya, lalu mengenakannya kepada mereka.”
Frasa ‘pakaian kulit binatang’ artinya yaitu raga jasmani kita.
Kej 3:23 “Lalu Marya Alaha mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan
tanah dari mana ia diambil”
84
Perhatikan penggalan kalimat ‘mengusir dia dari taman Eden’ ini artinya Alah mengeluarkan
roh-jiwa itu dari Taman Eden dan Firdaus. Kemana? Ke ‘tanah’ atau ‘alam fisik Bumi’. Bumi
yaitu tempat kita sekarang belajar. Ini bukanlah tempat asal kita, hanya persinggahan untuk
belajar mengenal mana benar dan salah, sampai suatu saat kita kembali. Jadi manusia berada
di bumi dengan diselimuti oleh Raga Astral dan Raga Jasmani Bumi.
Kerub penjaga Pohon Kehidupan
Kej 3:22 “Berfirmanlah Marya Alaha: Sesungguhnya manusia itu telah menjadi
seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang
jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah Pohon
Kehidupan….sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.”
Tujuan semua dari karya penciptaan tersirat pada ayat berikut 22 di atas. Kendati di ayat ini
dicatat kata ‘telah’, ini bukan berarti roh-jiwa itu sudah mengalami kepenuhan ilahi. Manusia
baru bisa dikatakan kepenuhan jika mengalami banyak kehidupan sehingga dengan benar-
benar baik membedakan mana yang baik dan yang jahat. Ayat di atas menjelaskan
permulaannya saja. Jadi, tujuan akhir setelah mengalami banyak kehidupan, kita akan kembali
menyatu kepada Alaha Sang Sumber.
Kej 3:24 “Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur Taman Eden ditempatkan-
Nyalah beberapa Kerub dengan pedang menyala-nyala dan menyambar-
nyambar, untuk menjaga jalan ke Pohon Kehidupan.”
Kata ‘Timur’ dalam berbagai ritual kuno berarti kelahiran. Jadi ada kelahiran yang terjadi saat
roh-jiwa itu keluar dari Firdaus dan masuk ke Alam Bumi. Potongan kalimat ‘beberapa Kerub
dengan pedang menyala-nyala dan menyambar-nyambar’ ini dilihat oleh para pelihat kita
menyerupai Dinding Berapi (Fire Wall) yang menjagai semua yang tidak berhak untuk
memasuki Alam-alam Sorgawi. Sudah dijelaskan di atas bahwa Pohon Kehidupan dilarang
untuk dicicipi oleh roh dan jiwa saat mereka melanggar perintah Alaha. Mereka harus
menjalani kehidupannya ke Bumi. Dan saat semua pengalaman membuat mereka bisa
membedakan mana yang benar dan salah dengan cukup maka mereka berhak untuk menikmati
buah pohon tersebut sebagai hadiah (Wahyu 2:7). Saat jiwa itu menikmati kembali maka
artinya dia bisa masuk ke Alam Sorgawi atau istilah yg dibuat oleh penulis kitab Kejadian
yaitu ‘hidup selama-lamanya’.
Kehendak Bebas
Di abad 16 sempat muncul ajaran Predistinasi yang berasal dari pemikiran John Calvin. Ajaran
modern ini menekankan bahwa Tuhan dalam pengetahuan-Nya yang luas telah menentukan
siapa saja yang akan diselamatkan dan yang tidak sejak semula. Barangsiapa yang telah
ditentukan untuk tidak selamat, maka akan sia-sia saja dalam segala perbuatan baiknya. Pada
akhirnya, mereka akan tetap terjerumus ke dalam lubang neraka. Sementara yang sudah
ditetapkan untuk selamat sebaliknya, kehendak bebasnya menjadi kurang bermakna, sebab
sejahat-jahatnya dia suatu saat dia akan bertobat dan dipastikan selamat. Keadilan Tuhan bukan
hal yang patut dipertanyakan, sebab Dialah yang membuat semuanya terjadi. Dia menciptakan
dan menentukan siapa yang akan bersama-Nya di Sorga dan siapa yang akan dibuangnya di
Neraka.
85
Mari kita kembali pada ajaran 3 Pilar Iman. FREE WILL atau Kehendak bebas dimiliki oleh
setiap jiwa, kita semua memiliki kehendak bebas untuk menentukan keputusan dan tindakan
yang kita pilih. Kehendak bebas bersifat terbatas, sebab kita bisa menginginkan dan
memutuskan apapun, namun terpenuhi atau tidak, itu belum tentu tercapai. Banyak orang yang
bermimpi punya isteri seorang artis cantik, banyak yang ingin hidup kaya raya, sehat selalu,
dan lain sebagainya. Namun kenyataannya banyak yang gagal memenuhi kehendak bebasnya
tersebut. Kegagalan yaitu bagian dari kehidupan manusia. Intinya, kehendak bebas yang
dimiliki semua jiwa pasti terbatas.
Kehendak bebas ini yang membuat waktu tempuh suatu sukma untuk kembali kepada Tuhan
itu berbeda-beda. Ada yang memakai kehendak bebasnya sejalan dengan segala perintah Tuhan
dan ada yang sebaliknya sehingga jiwa-jiwa jahat perlu mendekam di dalam lapisan-lapisan
Astral dan Neraka dalam waktu yang sangat lama. Tuhan sendiri tidak memaksakan kehendak-
Nya kepada manusia. Tuhan sangat menghormatinya. Pada saat manusia mati, yang mati atau
berhenti bekerja yaitu raga Bumiahnya. Ini artinya sukmanya tetap hidup dan memulai
perjalanan hidup di alam-alam lain bersama dengan kehendak bebasnya. Kehendak ini tidak
menjadi hilang dan tetap melekat pada jiwanya. Saat si jiwa jahat mendekam dalam neraka
sekalipun, dia tetap menggunakan kehendaknya untuk tetap di sana atau mendengar bisikan
Malaikat Penjaganya lalu bertobat. Kendati dibutuhkan waktu ratusan tahun, ‘pertarungan’
kehendak antara si jiwa dan Malaikatnya akan terus berlangsung. Ini menandakan betapa
mahalnya harga 1 jiwa di mata Tuhan. Mereka harus diselamatkan, tanpa paksaan namun
dengan kelembutan. Sampai pada akhirnya kehendak Tuhan tergenapi.
Apa kehendak Tuhan itu sebenarnya? 1 Tim 2:4
Yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan
dan kebenaran.
Di dalam Peng 12:7 dikatakan bahwa
Dan debu akan kembali menjadi tanah seperti semula, dan roh kembali kepada
Alaha….
Keinginan Tuhan yaitu supaya semua manusia diselamatkan kemudian menyatu
kembali dengan Alaha. Itulah takdir semua jiwa, menyatu bersama Sang Sumber Kehidupan
tanpa adanya pemaksaan sedikitpun. Semua jiwa dengan kehendaknya masing-masing akan
menyadari kebutuhan ini lambat-laun. Pada akhirnya ada suatu masa bagi setiap jiwa, rindu
ingin ‘pulang’ dan menyudahi masa-masa keterikatannya dengan Bumi.
Tidak mengherankan kalau sejak abad 1, inti peribadatan yaitu Perjamuan Suci bukanlah
kotbah. Perjamuan Suci yaitu penyatuan antara Maran Yeshua dan jemaat-Nya di Alam Bumi
ini.
Yoh 6:53, 56 Kata Yeshua kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak
mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku, dan minum darah-
Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.
Ini yaitu permulaan penyatuan antara manusia fana dengan Alaha yang kekal. Sebelum masuk
ke dalam Perjamuan Suci semua diundang untuk mengaku dosa, bertobat bila perlu mengambil
86
waktu untuk memanfaatkan Qadishot (sakramen) Pengakuan Dosa di hadapan Imam. Dengan
demikian, saat jemaat mengambil Tubuh dan Darah yang sakral, semua sudah dibersihkan dari
dosa. Itulah moment berdamai dengan Sang Sumber kesucian. Dengan kehendak bebas, semua
manusia diundang untuk masuk ke dalam peribadatan, masuk ke dalam Pengakuan Dosa,
kemudian masuk ke dalam penyatuan Tubuh dan Darah. Semua berlangsung dengan
menghormati kehendak bebas.
Dan kalau Tuhan sendiri tidak memaksakan kehendak-Nya, maka siapapun juga harus
menghormati kehendak bebas sesamanya termasuk masalah keyakinan. Saat ini jumlah
denominasi kekristenan sudah mencapai angka ribuan. Masing-masing denom merasa
dirinya yang paling benar dan ini wajar. Sejak abad 1 sudah terjadi perpecahan, kaum
Nasrani pecah dari kaum Ebionit, lalu ada juga pengikut Arianisme, Nestorian, sampai ke
Protestan di abad 16. Dalam ajaran Protestan, semua orang diajarkan sebagai Imam sendiri
sehingga masing-masing merasa berhak dengan free will-nya menafsirkan ayat-ayat Kitab
Suci. Hal ini membuat ajaran menjadi sangat beragam lagi. Denom demi denom bermunculan
dalam diri Protestan, yang paling akhir yaitu denom Mesianik Kristen yang menjamur di
negara kita sejak tahun 2002. Semua punya kehendak bebas untuk menentukan ajaran mana
yang dipilih atau bahkan dengan free will bisa membuat suatu ajaran baru. Itu semua Tuhan
izinkan.
Di dalam keyakinan akan reinkarnasi, ribuan denom gereja itu terbelah 2. Ada yang terus
mewariskan ajaran awal Judaism ini, namun ada yang sudah meninggalkannya dan
menganggapnya suatu ajaran sesat. Kendati saat ini bukti-bukti sains menyajikan bahwa
reinkarnasi itu sudah merupakan fakta, ini tidak langsung membuat semua orang meninggalkan
ajaran non reinkarnasinya. Masih banyak yang menolak dan ini harus dihormati sebab memang
tidak bisa dan tidak boleh dipaksakan. Pemaksaan ajaran yang sempat dilakukan oleh gereja di
zaman lalu sudah berhenti dan memang harus dihentikan. Seorang ilmuwan Italia, Giordano
Bruno dibakar hidup-hidup sebab memiliki keyakinan bersebrangan dengan Roma Katolik,
salah satunya yaitu keyakinan reinkarnasi. Syukurlah masa-masa suram gereja itu sudah
lewat. Sekarang suara-suara ajaran kuno ini bebas tersebar. Tinggal yang menerimanya saja
memilah-milah. Mau percaya atau tidak, itu hak masing-masing.
87
Bab 5 FAKTA SAINS REINKARNASI
Gb 5.1 Petikan pernyataan Dr Ian Stevenson, sumber:AZ Quotes
Apa hubungan antara sains (ilmu pengetahuan) dan reinkarnasi ini? Hubungannya yaitu selain
melalui para nabi, para rabbi, kami meyakini Tuhan telah menyingkapkan ajaran reinkarnasi
ini melalui para ilmuwan. Faktanya yaitu tidak semua gereja memiliki nabi atau jemaat yang
peka mendengar suara Tuhan, faktanya juga tidak semua gereja mengetahui sejarah hilangnya
ajaran reinkarnasi dari konsili II Konstantinopel. Dengan demikian banyak orang yang
menolak pemahaman bahwa Yeshua mengajarkan reinkarnasi. Oleh sebab itulah peran para
ilmuwan menjadi penting dalam menyingkapkan kebenaran ini.
Gereja sempat menentang Sains
Mari kita pahami bahwa Tanakh dan kitab-kitab PL bukanlah buku sains. Namun menyinggung
sedikit tentang alam semesta, Bumi, bintang, dan lainnya. Tuhan menyingkapkan berbagai
pesan dan ajaran-Nya dan dicatat ke dalam Alkitab, Dia tidak menyampaikan khusus ilmu
pengetahuan. Ilmu pengetahuan dimiliki manusia tanpa harus mereka mempelajari Alkitab.
Perlu dipahami bahwa para penulis Alkitab bukanlah para ilmuwan sehingga tulisan
mereka tidak bisa selalu dijadikan rujukan sains. Artinya bisa saja tulisan mereka
bertentangan dengan sains, misalnya penulis kitab mencatat pada Peng 1:5:
Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali.
Ayat ini terkesan matahari yang mengelilingi planet Bumi kita (geosentris). Frasa ‘matahari
keliling Bumi’ sering kita ucapkan juga namun bukan berarti kita meyakini geosentris. Penulis
88
kitab pengkotbah di atas hanya menulis sesuai dengan pemahaman di zamannya. Di zamannya
belum ada riset. Riset pertama kali tentang hal ini baru mulai pada abad ke 16 oleh seorang
astronomer dan metematikawan bernama Copernicus. Kemudian di teruskan oleh Galileo
Galilei yang menggunakan perangkat teleskop yang didesign sendiri di abad 17.
Hasil riset Galileo yaitu Heliosentris, planet Bumi kita yang mengelilingi Matahari dan itu
bertentangan dengan pandangan gereja. Saat itu, pusat keilmuwan ada pada Gereja Roma
Katolik, mereka mendukung berbagai riset dan menelurkan bahwa rohaniawan sebagai
ilmuwan terkemuka. Sayangnya, hasil riset Galileo ini bertentangan dengan tafsiran mereka.
Mereka berang dan mengucilkan sang ilmuwan. Hukuman pengucilan (ekskomunikasi) yaitu
hukuman ringan di zaman itu. Arti dari ekskomunikasi yaitu kejemaatan Gagileo dicabut, dia
dianggap sebagai heretik atau pengajar ajaran asing dan dikeluarkan dari gereja.
Kalau Galileo Galilei dikucilkan saja, naas bagi Rohaniawan Roma Katolik ordo Dominikan,
Giordano Bruno yang hidup sebelumnya. Dia yang juga mendukung teori Heliosentris selain
dikucilkan juga mendapat hukuman gantung dan dibakar hidup-hidup. Dia yaitu martir dalam
dunia sains. Bagaimana bisa Gereja Roma Katolik melakukan tindakan barbar demikian?
Memang patut disayangkan, namun demikianlah hukum yang berlaku saat itu. Gereja yaitu
sumber pengetahuan sains bukan hanya sebagai pengajar Alkitab. Menentang gereja artinya
menentang Tuhan.
Dalam rentang waktu 359 tahun, Gereja Roma Katolik baru mengakui kesalahannya dan
menyatakan riset Galileo Galilei itu ternyata benar, Bumilah yang mengeliling Matahari. Ini
artinya tafsiran gereja tidak selalu benar. Gereja tidak bisa lepas dari kesalahan sebab
dipimpin oleh manusia yang terbatas. Jadi, penyingkap kebanaran tentang Heliosentris ini
bukanlah rabbi atau pengajar, bukan pula para nabi, melainkan para ilmuwan. Kita tidak boleh
memandang remeh mereka, sebab berkat riset merekalah pradaban manusia ini bisa berubah
ke arah yang lebih baik.
Wawancara Dr Ian Stevenson
Kitab Tanakh yang dijelaskan lebih jauh oleh kitab Zohar telah menjelaskan adanya
reinkarnasi. Kalau ini ditolak sebab alasannya umat Kristen menolak kitab Zohar, saya pikir
itu masih masuk akal. Rabbi Yahudi Yeshua juga menjelaskannya, dan inipun ditolak. Ajaran
dari Fr Origen juga ditolak, sehingga pelestari ajaran reinkarnasi menjadi sedikit. Syukurlah
sejak tahun 1960, Dr Ian Stevenson melakukan riset ke berbagai negara tentang reinkarnasi
dan dalam kurun waktu 30-40 tahun, dia berhasil mengumpulkan berbagai buktinya dari
ratusan kasus yang dia temukan. Jadi setelah tahun 2000, publik sudah bisa membaca dengan
bebas hasil riset ini.
Dr Ian Stevenson yaitu pria kelahiran Canada, seorang psikiatris dan anggota dari fakultas
psikiatri Universitas Virginia di Amerika (UVA). Dr Stevenson yaitu ilmuwan pelopor di
bidang riset reinkarnasi. Penelitiannya dalam waktu 3 dekade membuatnya berkeliling dunia
beberapa kali, sering kali datang ke India dalam rangka diwawancaara Dr Rawat, Direktur
Yayasan Riset Reinkarnasi di Faridabad, India. Dalam bukunya, 20 Kasus Terkait Reinkarnasi,
banyak menyita perhatian ilmuwan lain sehingga risetnya diikuti banyak ilmuwan sekarang ini.
Dr Rawat sempat berpikir bahwa koleganya ini yaitu ilmuwan yang pemalu dan tidak suka
89
publisitas, namun itu semua harus ditepis untuk melaksanakan wawancara tersebut yang mulai
dilakukan pada tahun 1986. Berikut yaitu hasil wawancara52 Dr Ian Stevenson yang dilakukan
oleh Dr. K.S.Rawat. Dr Rawat dari India yaitu nara sumber dari Forum Pas Life.
R= Dr Rawat dan S=Dr Ian Stevenson
D: Mari kita mulai, sebelumnya selamat untuk anda Dr Stevenson atas riset kasus-kasus
terkait reinkarnasi yang luas dan mendalam. Izinkan saya bertanya dahulu ke hal
pribadi. Apakah alasan yang membawa anda menekuni bidang ini?
S: Ini dimulai dari belakangan ini saya tidak puas dengan teori modern tentang
kehidupan manusia. Maksudnya yaitu saya tidak percaya bahwa hanya dengan alas
an genetic turunan dan perngaruh lingkungan yang dapat mempengaruhi jiwa seseorang
seperti yang dilihat oleh para psikiatris umumnya.
R: Apakah anda bisa menjawabkannya lebih dalam sekarang ini?
S: Ya tentu. Saya pikir reinkarnasi yaitu alas an ketiga. Ini bukan berarti meniadakan
adanya pengaruh genetic dan lingkungan, namun reinkarnasi bisa menjelaskan lebih
dalam tindakan yang tidak seperti biasanya. Biasanya ini terjadi pada usia dini dan
sering memori ini bertahan sepanjang usianya. Seseorang tidak menurunkannya dari
orang tua atau mencontohnya dari anggota keluarga lainnya. Jadi reinkarnasi yaitu
penjelasan yang masuk akal untuk tindakan tersebut.
R: Apakah ini seperti penyakit juga?
S: Ya bisa juga. Pada titik itu, kami memiliki sedikit informasi namun memang benar
ada kemungkinannya juga.
R: Apakah ada hubungannya dengan gangguan seksual?
S: Begini, dalam hal transeksualitas seperti yang banyak orang pikir bahwa mereka
memiliki jenis kelamin yang berbeda. Mereka sering berpakaian seperti berbeda dan
bertindak seakan-akan berjenis kelamin seperti yang ada di dalam pikirannya. Di barat
banyak yang melakukan operasi kelamin sehingga bisa berubah secara tubuh. Kami
menemukan memang kasus-kasus di mana pada kehidupan lamanya mereka ada dengan
jenis kelamin berbeda dengan yang sekarang. Mereka tidak puas dengan jenis kelamin
sekarang ini.
R: ada berapa persen kasus tersebut?
S: Ini berbeda-beda di berbagai Negara. Di Amerika Utara (kasus-kasus suku),
Lebanon, dan Turki. warga di tempat ini berpikir manusia tidak mungkin berubah
jesni kelaminnya, jadi mereka tidak punya kasus seperti ini sama sekali. Itu contoh
kasus ektrim, dan contoh ekstrim lawannya ada di Thailand di mana ini terjadi 16% dan
di Burma mencapai angka 25%, kemudian India dan banyak Negara lain sekitar 5%.
52 September/October, 1995 issue of Venture Inward Magazine, the magazine of the A.R.E., the Edgar Cayce
research organization.
90
R: Dengan demikian kita bisa memahami ada perbedaan di antara berbagai budaya pada
kasus-kasus reinkarnasi ini.
S: Ya tepat. Perbedaan jenis kelamin dari satu kehidupan ke dalam kehidupan
berikutnya yaitu satu contoh kasus reinkarnasi.
R: Apa contoh kasus lainnya? Pasti ada perbedaan budaya juga.
S: Ye benar. Dalam hal pemberian informasi secara detail ini berbeda. Di India
contohnya, ada 20 sampai 30 kasus anak yang bisa memberikan informasi detail dengan
menyebutkan nama-nama lengkap. Sementara di Sri Langka tidak demikian, mereka
tidak menyebutkan nama lengkap. Ini juga terjadi di Amerika, mereka mirip seperti
kasus di India namun tidak menyebutkan banyak informasi detail lainnya. Di Amerika
sendiri banyak ditemukan kasus-kasus yang tidak terpecahkan. Maksudnya yaitu kami
tidak bisa memverifikasi kebenaran cerita mereka, kasus ini mencapai angka 20%.
R: Semuanya, ada berapa banyak kasus yang ada di Virginia University?
S: Semua total 2.500 kasus.
R: Dan berapa banyak yang telah dipelajari sejauh ini?
S: Saya mungkin telah mempelajari, kurang lebih 1/3 dari total. Sebagian tentunya saya
teliti dengan mendalam, sementara 2/3-nya dilakukan oleh rekan dan kolega saya.
R: Lalu apa kesimpulannya sejauh ini?
S: Kesimpulan saya bahwa reinkarnasi bukanlah satu-satunya penjelasan dari
kasus-kasus ini. Namun ini yaitu penjelasan terbaik dari kasus-kasus terbaik
yang kami miliki. Maksud saya yaitu 20-30% anak-anak berbicara benar apa yang
mereka katakan terhadap orang lain yang tinggal di sekitar rumah mereka yang
sebelumnya belum pernah berkomunikasi. Yang saya maksudkan dengan ‘sekitar’
yaitu bukan berarti jarak saja, bisa saja dua keluarga berjarak 10 km dan terpisah
jenjang ekonominya juga.
R: Kemudian apakah anda masih mencari kasus-kasus ideal atau yang sempurna
menceritakan detail reinkarasni ini?
S: Ya tentu, kami mencari kasus yang lebih baik untuk didata namun kasus yang
sempurna mungkin kami tidak akan menemukannya. Yang kami usahakan yaitu
bertemu pada suatu kasus sebelum keluarga si anak yang menceritakan dia ada di
tengah keluarga lain sebelumnya itu bertemu dengan keluarga yang dituju. Kami akan
mencari terus contoh kasus reinkarnsi dengan bukti yang lebih kuat.
R: Apakah ada contoh prediksi kepribadian masa lalu?
S: Begini, prediksi kepribadian masa lalu yaitu hal yang menarik, namun itu bisa
melemahkan kasus dengan sudah menetapkan harapan pada diri seseorag. Namun itu
bisa menjadi nilai tambah pada banyak kasus juga.
R: Jadi, apakah keluarga si anak tidak mengetahui kepribadian si anak pada masa
lalunya sama sekali?
91
S: Ya. Ada baiknya si keluarga tidak mengetahuinya dari awal tentang hal ini.
R: Lalu bagaimana tentang kombinasi adanya tanda lahir, adanya ingatan waktu dan
tempat, dan lainnya?
S: Ya, ditambah dengan pernyataan-pernyataan berpola angka.
R: Ini aan membuat kasus itu menjadi semakin kuat membuktikan reinkarnasi?
S: Ya, tentu.
R: Bisakah anda menjelaskan satu kasus reinkarnasi yang paling menarik menurut
anda?
S: Ya, contohnya yaitu pada kasus-kasus di mana kami memiliki catatan yang juga
sempat dicatat oleh pihak lain.
R: Seperti kasus Swarnalata?
S: Ya, Swarnalata Mishra, itu satu, lainnya….
R: Jagdish Chandra, Bishan Chand…
S: Ya, itu yaitu 2 kasus yang bagus. Ayah Jagdish Chandra yaitu seorang pengacara
terlatih dalam menyiapkan bukti-bukti. Dia telah membuat catatan dan telah
memferifikasi pernyataan-pernyataan anaknya. Ini bisa menjadikan kasusnya lemah,
namun itukan kasus anaknya sendiri, dan hasilnya sangat memuaskan. Dan kasus
Bishan Chand. Kasus Kumkum Verma di Bihar juga meruakan kasus yang bagus. Salah
satu bibinya membuat catatan demikian juga. Ada juga kasus di Lebanon, Imad Elawar,
di mana kami mendapatkan catatatn tertulis sebelum melakukan ferifikasi. Kami
memiliki beberapa kasus seperti itu.
R: Apakah ada kasus yang bisa memprediksikan tentang kelahirannya kembali. Apakah
ada kasus semacam itu?
S: Ya, ada kasus semacam ini yang terjadi di Alaska di antara suku Tlingit.
R: Dapatkan anda menjelaskannya lebih jauh?
S: Begini, saya ingat akan kasus seorang pria bisa memprediksikan kepada keponakan
perempuannyanya dia akan datang padanya dan dia menunjukkan dua tanda lahir di
tubuhnya. Ada tanda luka operasi. Satu di hidungnya, dia pernah dioperasi di mata
kanan baginan kanan di atas hidungnya. Satu lagi tanda di punggungnya. Dia
mengatakan kepada keponakannya: “Kamu akan mengenali diriku sebab adanya
tanda-tanda ini di tubuhku.” Kemudian dia wafat. Dan setelah 18 bulan kemudian,
keponakannya melahirkan bayi laki-laki dengan tanda lahir yang pesis sama dengan
pamannya. Saya melihat dan foto tanda lahir ini pada tubuh si anak. Saya ingat usianya
8 ata 10 saat pertama kali saya melihatnya. Tanda lahir di punggungnya sangat terlihat
jelas. Ada tanda melingkar seperti luka operasi.
R: Namun bukankah itu menjadi bukit yang lemah sebab ada di antara keluarganya
sendiri?
92
S: Ya memang. Ini jadi kasus yang lemah. Ada kasus-kasus lain juga yang mendapatkan
prediksi kelahiran ini melalui mimpi. Biasanya keluarga menantikan suatu sosok hadir
di dalam mimpi mereka, di kesempatan lain tanda lahir menjadi hal yang tidak biasa.
Namun dengan adanya 2 tanda lahir ini membuat kasus seperti itu bisa menjadi kuat
dan lemah.
R: Dalam kasus tanda lahir, apakah tanda ini bisa ada akibat pemikiran si ibu yang
mengandung si bayi?
S: Ya bisa juga. Si bunda tahu adanya tanda luka pada pamannya yang telah wafat di
Alaska seperti yang saya telah sebutkan tadi. Dia sebenarnya telah melihat luka
tersebut. Pada kasus lain, ibunya pergi dan melihat seseorang mati ditembak. Dia tahu
di mana letak luka tembakan tersebut dan memikirkannya sehingga itu mempengaruhi
embrio si bayi. Namun demikian, kami memiliki sekitar 20 kasus yang pada setiap
kasus kami dengan cermat mewawancarai ayah dan ibu si anak, dan mereka tidak
mengetahui sama sekali tentang kepribadian lama anaknya. Pada beberapa kasus
mereka mengetahui atau mendengar tentang seserorang, namun tidak mengetahui di
mana luka orang tersebut. Jadi, saya pikir pada kasus-kasus tersebut, pikiran ibunya
tidak bisa mempengaruhi si bayi secara langsung.
R: Sebenarnya apakah kegunaan mempelajari kasus-kasus ini, atau sebenarnya apakah
pentingnya riset reinkarnsi bagi dunia sekarang ini?
S: Begini, riset ini bisa berguna dalam beberapa hal. Riset ini bisa memberikan
pencerahan, seperti yang saya katakana sebelumnya, pada kasus-kasus psikologi
tertentu. Saya pikir ada hubungannya antara biologi dan obat-obatan melalui penilitan
tanda lahir dan cacat bawaan. Anak-anak tertentu, seperti yang anda ketahui juga,
mempunyai tanda lahir, atau telinga yang cacat, atau lainnya. Dan sains belum banyak
mengetahui tentang hal-hal ini. Saya pikir reinkarnasi bisa memberikan pencerahan.
Dan tentunya, riset ini bisa menjelaskan pada pertanyaan hidup setelah kematian, arti
kehidupan, dan mengapa saya berada di sini sekarang.
R: Bagaimana tentang pertanyaan-pertanyaan filsafat?
S: Ya, dalam alam pikiran, hubungan pikiran dengan tubuh.
R: Bagaimana tentang hal spiritual dan fisik yang kontroversial?
S: Ya itu juga akan mempengaruhi.
R: Apakah ini bisa dipahami bahwa reinkarnasi dalam dibuktikan sebagai suatu
fakta?
S: Ya, itu benar.
R: Apakah anda berpikir ini juga bisa berdampak pada kehidupan peradaban manusia?
S: Saya memikirkan hal itu memang ... begitu saya bertemu dengan seorang swami
India dari perintah Ramakrishna, dia bertanya kepada saya "Apa yang Anda lakukan di
India?" Saya menjelaskan bahwa saya datang untuk mencari kasus yang bisa menjadi
bukti reinkarnasi. Itu terjadi pada tahun 1961. Saya ingat bahwa setelah saya berbicara,
93
ada keheningan yang sangat lama. Dia tidak mengatakan apa-apa. Saya juga tidak
mengatakan apa-apa. Dia duduk di sana, swami yang terhormat itu, menatapku.
Akhirnya, dia berkata, "Ya memang benar," yang berarti reinkarnasi, "tapi tidak ada
bedanya, sebab kita di India semua percaya pada reinkarnasi dan telah menerimanya
sebagai sebuah fakta, namun hal itu tidak ada bedanya. Kami memiliki banyak penjahat
dan penjahat di India seperti yang Anda miliki di Barat. "
R: Baiklah, saya lebih suka tidak setuju dengan dia sebab kami orang India hanya
percaya secara dangkal dalam reinkarnasi. Kami tidak paham secara mendalam,
setidaknya sekarang ini.
S: Ya, saya juga. Saya memikirkan ucapan ini. Saya setuju bahwa banyak orang India
sendiri belum memahami semua implikasi reinkarnasi.
R: Baiklah. Sejauh menyangkut India, apa pendapat Anda tentang potensinya untuk
penelitian reinkarnasi?
S: India mungkin yaitu negara terbaik di dunia untuk penelitian reinkarnasi. Kita tahu
bahwa kasus-kasus itu biasa-ditemukan di sini-kita tidak tahu seberapa umum- kita
hanya telah melakukan satu survei secara sistematis. Kita tahu bahwa di manapun kita
melihat, terutama di Utara, kita dapat menemukan kasus reinkarnasi dengan sangat
mudah. Salah satu kesulitannya yaitu kurangnya dana dan jumlah orang yang
memenuhi syarat untuk menyelidiki kasus tersebut. Begitu gagasan penelitian
reinkarnasi menyebar dan penyelidikan lebih lanjut dilakukan, India akan menjadi
negara terbaik di dunia yang menjalankannya.
Dalam penjelasan Boob Good, pendiri Science of Reincarnation tentang riset Dr Ian Stevenson
di UVA, dijelaskan bahwa rupanya dari banyak kasus reinkarnasi ini, bisa diketahui bahwa
suatu jiwa bisa berpindah ke raga yang baru baik itu berbeda kelamin, beda suku bangsa, dan
juga perbedaan agama. Kemudian dia menyatakan53:
Seorang anak yang mati dengan cara kekerasan, saat anak itu dilahirkan kembali akan
membawa tanda kekerasan tersebut contohnya seperti tembakan peluru atau tusukan
pisau.
Tanda lahir dan cacat bawaan
Tidak banyak disadari oleh orang bahwa ternyata tanda lahir dan cacat bawaan ada
hubungannya dengan reinkarnasi. Di sini saya akan menguraikan penjelasan lebih jauh tentang
hal ini yang saya ambil dari jurnal Dr Stevenson yang beliau share pada Pertemuan Tahunan
ke-11 Komunitas Eksplorasi Sains di Universitas Princeton, 11 sampai 13 Juni 1992 dengan
Judul: “Tanda Lahir dan Cacat Bawaan Terkait Luka Orang yang telah Wafat”.
53 Penjelasan Boob Good, pendiri Science of Reincarnation, 7 April 2014
https://www.youtube.com/watch?v=CkKGEkr0v1Q&t=17s&list=PLA8BWlQrI_2J8APRRY_Ei3CTPLtD8V_o4&index
=6
94
Gb 5.2 bintik hitam pada











