Tampilkan postingan dengan label reinkarnasi 5. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label reinkarnasi 5. Tampilkan semua postingan

reinkarnasi 5

 


kulit, 

sumber: www.bderm.com 

Hampir tidak ada yang mengetahui mengapa tanda lahir 

bintik hiperpigmentasi (contohnya tahi lalat atau bintik 

hitam atau putih) terjadi di lokasi kulit tertentu. Penyebab 

sebagian besar cacat lahir juga tidak diketahui. Sekitar 35% 

anak-anak yang mengaku mengingat kehidupan 

sebelumnya memiliki tanda lahir dan / atau cacat lahir yang 

mereka kaitkan luka pada orang yang kehidupannya diingat 

oleh si anak. Ada 210 kasus yang telah diselidiki. 

 

Tanda lahir biasanya yaitu  bidang kulit yang tidak berbulu dan pucat. Ada beberapa area 

pigmentasi kecil atau tidak (macros hypopigmented); yang lain yaitu  area peningkatan 

pigmentasi (nevp hiperpigmentasi). Dewasa ini bintik hitam ‘mengganggu’ ini bisa 

dihilangkan dengan teknik laser. Tanda lahir bintik hiperpigmentasi seperti terjadi pada kasus 

Pack dan Davis (1956) sebenarnya tidak banyak. Lainnya berupa kerutan dan bekas luka, 

kadang-kadang tertekan sedikit di bawah kulit di sekitarnya, area tanpa rambut, area pigmentasi 

yang berkurang secara drastis (macros hipopigmentasi), atau noda port-wine (nevipammri).  

 

Gb 5.3 Tanda putih pada remaja Indian, sumber: Tanda Lahir dan Cacat Bawaan Terkait 

Luka Orang yang telah Wafat, Dr Stevenson  

 

Pada gambar kiri di atas, seorang remaja Indian memiliki sebuah tanda lahir berupa bintik putih 

di dada kanannya. Di saat kecil, dia sempat mengutarakan bahwa dia mengingat seorang pria 

bernama Maha Ram yang tewas terbunuh dengan tembakan jarak dekat. Kemudian saat tim 

investigasi melakukan konfirmasi pada jenasah Maha Ram, maka terlihat bekas luka tembak 

di dadanya spt terlihat pada gambar sketsa otopsi kanan. Dokter India yang membuat laporan 

postmortem bersama Stevenson. 

 

Dari riset orang yang memiliki bintik hiperpigmentasi seperti pada kasus Pack dan Davisi 

(1956) dari 19 kasus, 15 di antaranya tidak diketahui penyebabnya. kecuali yang terkait dengan 

penyakit genetik neurofibromatosis - dan bahkan lebih sedikit lagi diketahui tentang mengapa 

tanda lahir terjadi di satu lokasi tubuh dan bukan di tempat lain. Dalam beberapa kasus, faktor 

genetik bisa menjadi lokasi bintik ini seperti pada kasus Cockayne (1933), Denaro (1944) dan 

Maruri (1961). namun penyebab lokasi tanda lahir terbanyak tetap tidak diketahui. Dalam 

rangkaian besar cacat lahir dimana para peneliti telah mencari penyebab yang diketahui, seperti 

teratogen kimia (seperti thalidomide), infeksi virus, dan faktor genetik, antara 430/0 (Nelson 

dan Holmes, 1989) dan 65 - 70% (Wilson , 1973) kasus akhirnya dimasukkan ke dalam kategori 

"penyebab yang tidak diketahui." 


 

  95 

Di antara 895 kasus anak-anak yang mengaku ingat kehidupan sebelumnya, memiliki tanda 

lahir dan / atau cacat lahir yang dikaitkan dengan kehidupan sebelumnya dilaporkan ada 309 

(35%) kasus. Tanda lahir atau cacat lahir anak dikatakan berhubungan dengan luka (biasanya 

fatal) atau tanda lain pada orang yang meninggal yang hidupnya diingat anak itu. Dengan 

rekan-rekannya Dr Setevenson, telah melakukan penyelidikan terhadap 210 kasus semacam itu 

ke sebuah tahap di mana dia dapat melaporkan rincian mereka dalam sebuah buku yang akan 

dia terbitkan. 

 

Cacat lahir hampir selalu langka. Dalam kasus di mana orang yang meninggal dan berhasil 

diidentifikasi hidupnya yang ternyata jelas sesuai dengan pernyataan anak-anak, sebuah kaitan 

yang erat hampir selalu ditemukan antara tanda lahir dan / atau cacat lahir pada anak dan luka 

pada orang yang meninggal. Dalam 43 dari 49 kasus di mana dokumen medis biasanya laporan 

postmortem bisa diperoleh, itu mengkonfirmasi adanya kaitan antara luka pada orang yang mati 

dengan tanda lahir atau bahkan cacat lahir pada tubuh orang yang mengingatnya. 

 

Anak-anak yang mengaku ingat akan kehidupan sebelumnya telah ditemukan di setiap bagian 

dunia, namun paling mudah ditemukan di negara-negara Asia Selatan. Biasanya, anak seperti 

itu mulai berbicara tentang kehidupan sebelumnya segera setelah ia bisa berbicara. Anak 

tersebut biasanya berusia antara dua dan tiga tahun; dan biasanya berhenti melakukannya hal 

tersebut antara usia lima dan tujuh tahun. Di antaranya terjadi pada kasus Cook, Pasricha, 

Samararatne, Win Maung, dan Stevenson pada tahun 1983. Meskipun beberapa dari anak-anak 

hanya membuat pernyataan samar-samar, yang lain memberikan rincian nama dan kejadian 

yang memungkinkan identifikasi seseorang yang mati sesuai dengan pernyataan anak-anak 

tersebut. Dalam beberapa kasus orang yang diidentifikasi sudah diketahui oleh keluarga si 

anak, namun dalam banyak kasus hal ini tidak terjadi. Selain membuat pernyataan yang dapat 

diverifikasi tentang orang yang meninggal, banyak anak-anak menunjukkan perilaku (seperti 

fobia) yang tidak biasa dalam keluarga mereka namun ditemukan sesuai dengan perilaku yang 

ditunjukkan oleh orang yang meninggal yang bersangkutan atau diduga untuknya. 

 

Metode Penelitian 

Penyelidikan Dr Stevenson pada kasus-kasus ini, entah tanda lahir atau cacat bawaan, 

dilakukan dengan wawancara yang sering diulang dengan subjek dan beberapa nara sumber 

lainnya. Wawancara ini dilakukan pad akeluarga si anak dan juga pada keluarga orang yang 

telah wafat, artinya kedua belah pihak dikonfirmasi. Dengan pengecualian yang jarang terjadi, 

hanya nara sumber pertama yang diwawancarai. Semua catatan tertulis terutama sertifikat 

kematian dan laporan postmortem, dicari, dan diperiksa. Dalam kasus di mana nara sumber 

mengatakan bahwa kedua keluarga tersebut tidak memiliki kenalan sebelumnya, Dr Stevenson 

berusaha keras untuk menyingkirkan semua kemungkinan bahwa beberapa informasi mungkin 

telah berjalan normal kepada anak tersebut, wawancara kemudian dilakukan terhadap kenalan 

kedua yang mungkin terlupakan dari kedua keluarga tersebut. Dia telah menerbitkan rincian 

lengkap tentang metode lainnya para riset 1975 dan 1987. 

 

Dr Stevenson tidak menerima tanda lahir jika yang ditunjukkan meyakinkannya bahwa hal itu 

telah diketahui segera setelah kelahiran anak atau paling lama dalam beberapa minggu. 

Stevenson bertanya tentang terjadinya tanda kelahiran serupa di anggota keluarga lainnya juga. 

Hampir di setiap kasus ini ditolak, namun dalam tujuh kasus, faktor genetik tidak dapat 

dikesampingkan. Cacat kelahiran jenis yang dimaksud di sini untuk memastikan bahwa tanda 

tersebut bukan berasal dari hubungan biologis dekat orang tua (consanguinity), infeksi virus 

pada ibu subjek selama kehamilannya, dan penyebab kimia cacat lahir seperti alkohol. 


 

  96 

 

Hasil Penelitian 

Adanya keterkaitan antara Luka kematian dan tanda lahir. Sebuah keterkaitan antara tanda lahir 

dan luka dinilai memuaskan atau pass jika tanda lahir dan luka keduanya berada dalam area 

seluas 10 sentimeter persegi di lokasi anatomis yang sama. Sebenarnya, banyak tanda lahir dan 

luka jauh lebih dekat ke lokasi yang sama dari ini. Dokumen medis, biasanya laporan 

postmortem, diperoleh sebanyak 49 kasus. Keterkaitan antara luka dan tanda lahir dinilai 

memuaskan atau lebih baik dengan kriteria yang disebutkan terjadi pada 43 kasus (88%) dan 

tidak memuaskan hanya terjadi pada 6 kasus.  

 

Proporsi tinggi mencapai 88% dari kesesuaian antara luka dan tanda lahir terjadi pada kasus 

dimana Dr Stevenson memperoleh laporan postmortem (atau dokumen konfirmasi lainnya) 

yang bisa meningkatkan kepercayaan pada ketepatan ingatan nara sumber mengenai luka pada 

orang yang meninggal. Tantangan yang ada di sini yaitu  nara sumber belum tentu ingat atau 

bisa salah memberikan informasi. Dalam empat kasus (mungkin lima) ketergantungan pada 

ingatan seorang nara sumber akan mengakibatkan tidak ada keterkatian sama sekali. 

 

Sekarang mari perhatikan tiga Contoh Cacat Kelahiran di bawah ini. 

 

 

Gb 5.4 Cacat bawaan di 

telinga, sumber: Dr Stevenson 

 

Pada gambar di samping, menunjukkan sisi kanan kepala 

anak laki-laki Turki dengan telinga yang berkurang dan 

cacat (mikrotia unilateral). Ia juga mengalami 

keterbelakangan di sisi kanan wajahnya (hemifacial 

microsomia). Dia mengatakan bahwa dia teringat akan 

kehidupan seorang pria yang telah ditembak dengan 

senapan pada jarak dekat. Pria tersebut terluka parah 

kemudian dibawa ke rumah sakit dimana dia meninggal 6 

hari kemudian. Luka di otak akibat tembakan yang 

menembus sisi kanan tengkorak itu terlihat pada salinan 

catatan rumah sakit yang dicek oleh Dr Stevenson.  

Gambar 5.5 menunjukkan jari-jari hampir tidak ada 

secara kongenital di satu sisi (brachydactyly) pada 

anak India yang mengatakan bahwa dia ingat 

kehidupan anak lain yang telah meletakkan tangan 

kanannya ke dalam pisau mesin penggiling pakan 

ternak dan kehilangan jarinya. Sebagian besar kasus 

brachydactyly hanya melibatkan pemendekan ruas 

jari tengah. Dalam kasus ini tidak ada tulang jari 

phalangeal sama sekali. Brachydactyly unilateral 

seperti ini sangatlah langka, dan Stevenson belum 

menemukan laporan kasus yang pernah diterbitkan, 

walaupun seorang kolega (ahli bedah plastik) sempat 

menunjukkan foto satu kasus yang berada di bawah 

asuhannya. 

 

Gb 5.5 Jari-jari yang terpotong sejak 

lahir, sumber: Dr Stevenson 

 

 


 

  97 

 

Gb 5.6 Cacat bawaan terpotongnya kaki kanan, sumber: Dr Stevenson 

 

Gambar di atas ini menunjukkan tidak adanya kaki kanan bawah (unilateral hemimelia) pada 

seorang gadis Burma atau Myanmar, Asia Tenggara. Dia mengatakan bahwa dia teringat akan 

kehidupan seorang gadis yang dilindas kereta. Saksi mata mengatakan bahwa kereta tersebut 

memotong kaki kanan gadis itu terlebih dahulu, sebelum kereta tersebut juga melindas banyak 

bagasi. Cacat bawaan seperti ini yaitu  kondisi yang sangat langka, dan Frantz dan O'Rahilly 

(1961) menemukannya hanya dalam 12 (4,0%) dari 300 kasus dari semua cacat tulang bawaan 

yang mereka periksa. Kendati kita melihanta dengan iba, namun menyelidiki kasus-kasus 

seperti ini sangatlah menarik. 

 

sebab  sebagian besar (tapi tidak semua) kasus ini ada di antara orang-orang yang percaya 

pada reinkarnasi, nara sumber akan menyampaikan ceritanya sesuai keyakinan reinkarnasi 

mereka. Oleh sebab  itu penting bagi ilmuwan untuk memikirkan penjelasan alternatif untuk 

setiap kasus yang ditemui. Ilmuwan harus netral dan membaca setiap kasus dengan ojektif, 

tidak setiap kasus tanda lahir dan cacat bawaan ini yaitu  hasil dari reinkarnasi. Kemungkinan 

lain selain adanya reinkarnasi, ditemukan kasus-kasus di mana orang tua si anak akan 

menjelaskan hal-hal fiksi untuk mengaitkan dengan reinkarnasi seseorang ke dalam raga anak 

mereka. Inilah tantangannya.  

 

Di dalam bukunya, Dr Stevenson, Where Reincarnation and Biology Intersect, menjelaskan 

lebih jauh dan lebih banyak kasus tentang adanya keterkaitan antara tanda lahir dan cacat 

bawaan ini dengan kematian seseorang di waktu lampaunya.  

Xenoglossy 

Penelitian juga telah menemukan banyak kasus xenoglossy, yaitu kemampuan untuk 

memahami dan berbicara bahasa yang belum dipelajari dalam kehidupan saat ini, namun yang 

diketahui dipakai pada kehidupan sebelumnya. Ini yaitu  aspek yang luar biasa dari 

penyelidikan dalam hal kemampuan bahasa. Sejauh yang diketahui dari kasus-kasus tersebut, 

kemampuan bahasa itu bukanlah sesuatu yang ditransmisikan secara genetis dari orang tuanya. 

Ini menarik sekali. Istilah Xenoglossy pertama kali digunakan oleh ahli fisiologi Prancis 

Charles Richet (1850-1935) untuk menggambarkan kemampuan seorang wanita dalam studi 

kasus yang mampu menulis dalam bahasa Yunani, bahasa yang tidak dia pelajari atau pahami 


 

  98 

dalam kehidupannya sekarang. Dr. Ian Stevenson dan rekan-rekannya telah mempelajari 

sejumlah kasus sehubungan dengan hal ini. 

 

Dalam penelitan, ada dua jenis xenoglossy, yaitu recitative dan responsive xenoglossy. 

Recitative xenoglossy yaitu  kemampuan untuk membaca kalimat-kalimat bahasa asing, 

sementara responsive xenoglossy merupakan kasus-kasus di mana seseorang bisa 

berkomunikasi secara interaktif dalam bahasa yang belum dipelajari dalam kehidupan 

sekarang. Ini dikupas dalam riset Stevenson, Ian dan Satwant Pasricha, “A Preliminary Report 

of an Unusual Case of the Reincarnation Type with Xenoglossy". 

 

Berikut yaitu  contoh dua buah jurnal kasus xenoglossy yang bisa didapatkan dari media 

internet:  

1. Stevenson, Ian, “A Preliminary Report of a New Case of Responsive 

Xenoglossy.”Journal of the American Society of Psychical Research, Vol. 70, Juli 

1976. 

2. Stevenson, Ian and Satwant Pasricha, “A Preliminary Report of an Unusual Case 

of the Reincarnation Type with Xenoglossy.”Journal of the American Society of 

Psychical Research, Vol. 74, Juli 1980. 

Para ilmuwan pionir 

Sampai buku ini selesai ditulis, tidak ada satupun riset yang telah membuktikan bahwa 

reinkarnasi itu yaitu  hoax. Yang ada yaitu  sebaliknya. Perhatikan gambar di bawah, 

mereka yaitu  para pionir riset di bidang kejiwaan ini. Apa yang mereka hasilkan merupakan 

bukti sains bahwa reinkarnasi itu benar-benar nyata, bukan hanya sekedar teori atau pendapat. 

Ada perbedaan informasi antara fenomena reinkarnasi dan Bumi Datar (Flat Earth/FE) yang 

sekarang sama-sama banyak beredar di negara kita . Penganut FE tidak mempunyai para pakar 

sains yang mendukung keyakinan mereka, mereka tidak diajarkan dan tidak ada riset di 

berbagai kampus, pandangan FE juga tentunya tidak diperkuat oleh adanya jurnal-jurnal 

ilmiah. Yang saya ketahui, penganut FE sendiri tidak tahu bahwa keyakinan mereka bukan 

hanya tidak didukung oleh seorangpun ilmuwan, namun membentur semua riset yang pernah 

ada, salah satunya riset Galileo Galilei. Saya menghargai mereka yang bersikeras meyakini 

bahwa Bumi itu datar dan Matahari yang mengelilingi Bumi, namun saya harap mereka juga 

sadar bahwa itu yaitu  hoax, paling tidak ya baru berupa pendapat saja. 

 

Sementara dalam kasus reinkarnasi, kita dapat menemukan nama-nama ilmuwan contohnya 

mereka yang tergabung ke dalam ARRR (Association for Regression and Reincarnation 

Research), suatu asosiasi international tentang riset khusus di bidang transmigrasi jiwa ini.  

 


 

  99 

 

Gb 5.7 Para pionir riset reinkanrasi, Sumber: www.arrrglobal.org 

 

Dr. Brian Weiss, M.D. Dia mendapat julukan ‘ ayah dari Pemulihan Kehidupan masa lalu 

modern” atau ‘Father of modern Past-Life Regression’. Seorang Psykiatris dari Colombia dan 

Yale University. Dalam proses merawat salah satu pasiennya yang bernama Catherine 

menggunakan psikoterapi konvensional, Dr. Weiss menemukan kembali masa lalu-regresi 

kehidupan. Meskipun awalnya skeptis, dia terus menggunakan regresi masa lalu dalam 

perawatannya dan hasilnya menunjukkan hal yang luar biasa. Selama salah satu sesi, pasiennya 

mencapai antara kehidupan dan berkomunikasi dengan jiwa ayah dan anak Weiss yang telah 

ditinggalkan dan menyampaikan informasi rahasia tentang keluarga Weiss. Akibatnya, 

skeptisme berubah menjadi keyakinan yang solid. Dia mempublikasikan pengalamannya 

dengan sangat rinci dalam buku pertamanya dan zaman pembuatan 'Many Lives, Many 

Masters'. Setelah sukses luar biasa dari buku pertamanya, dia menulis beberapa karya lagi 

seperti 'Messages from Masters', 'Through Time into Healing,' Only Love is Real 'dan' Same 

Soul, Many Bodies'. 

 

Dr. Ian Stevenson, M.D. Nama ini sudah saya jelaskan di awal. Beliau merupakan salah satu 

peneliti terdepan di bidang penelitian reinkarnasi. Dr. Stevenson menulis beberapa buku 

tentang masalah ini, termasuk "Dua Puluh Kasus yang Mengarah pada Reinkarnasi", "Kasus 

Jenis Reinkarnasi" (empat jilid), "Xenoglossy, dan Tayangan Telepati - Suatu Tinjauan dan 

Laporan dari Tiga puluh Lima Kasus Baru". Seorang profesor di Departemen Psikiatri di 

University of Virginia, kontribusinya yang luar biasa terhadap penelitian reinkarnasi yaitu  

dokumentasi teliti tentang lebih dari 2.000 riwayat kasus anak-anak dengan kenangan masa 

lalunya masing-masing. 

 

Dr. Michael Newton. Dia yaitu  Pendiri The Newton Institute (TNI) for Life between 

Hypnotherapy. Beliau sempat menjabat sebagai Presiden pertama dari tahun 2002-2005. Dr 

Newton menulis beberapa buku hasil risetnya antara lain "Journey of Souls", "Destiny of Souls" 

dan "Life Between Lives: Hypnotherapy for Spiritual Regression". Dr. Newton telah muncul di 

berbagai acara radio dan televisi dan menjadi pembicara aktif sebelum memutuskan untuk 

pensiun. Beliau banyak berbagi penemuan dan keyakinannya tentang kehidupan abadi kita di 

dunia roh. Sepanjang masa pensiun, Dr. Newton mencurahkan waktunya pada TNI sebagai 

penasehat Dewan dan program pelatihan, sampai kematiannya pada tahun 2016. 

 


 

  100 

Carol Bowman. Beliau telah melakukan beberapa pekerjaan menakjubkan tentang kenangan 

hidup masa lalu tentang anak-anak yang terwakili dalam karya-karyanya "Kehidupan Masa 

Lalu Anak-Anak: Bagaimana Kenangan Hidup Masa Lalu Mempengaruhi Anak Anda" dan 

"Kembali dari Surga: Saudara-saudari terkasih yang bereinkarnasi dalam keluarga Anda". 

Carol telah menjadi ahli terapi regresi kehidupan masa lalu untuk orang dewasa selama lebih 

dari dua dekade. Carol yaitu  lulusan Simmons College di Boston. Dia belajar dengan para 

perintis di bidang regresi kehidupan masa lalu, dan memegang gelar M.S. Dalam Konseling 

dari Universitas Villanova.  

 

Dr. Bruce Goldberg. Seorang Hipnoterapis yang mengkhususkan diri dalam regresi masa lalu 

dan kemajuan hidup di masa depan. Buku Dr. Goldberg meliputi "Past Lives, Future Lives" 

dan "Dream Your Problems Away". Dr. Bruce Goldberg memegang gelar B.A. Gelar dalam 

Biologi dan Kimia. Beliau yaitu  seorang Doctor Dental Surgery dari University of Maryland 

School of Dentistry, dan memiliki gelar Master di bidang Psikologi Konseling. Dia yaitu  

penulis 21 buku terlaris dan pemenang penghargaan, termasuk “Past Lives, Future Lives” di 

atas yang merupakan buku pertama yang pernah ditulis tentang perkembangan hipnoterapi 

(membawa pasien ke dalam kehidupan masa depannya). 

 

Roger J. Woolger, PhD. Seorang analis Jungian, terapis Regresi dan seorang dosen. Roger 

Woolger, seorang psikoanalis dalam Tradisi Jungian, telah melakukan banyak penelitian dalam 

regresi kehidupan masa lalu dan karyanya meliputi "Seluk-beluk Jiwa-jiwa lain" dan 

"Menyembuhkan Hidup Masa Lalu Anda". Roger Woolger yaitu  seorang guru terkenal di 

Inggris, yang muncul pada tahun 1966 di serial televisi Channel 4 Transformations dan di 

berbagai program televisi lainnya. Pada tahun 1997 dia memberi banyak catatan tentang 

Kehadiran Dunia Lain dalam Psikoterapi dan Penyembuhan di Konferensi Beyond the Brain 

yang disponsori oleh British Scientific and Medical Network dan Institute for Noetic Sciences 

(California) yang diselenggarakan di St. John's Collage, Cambridge University. Seorang 

psikoterapis dan guru berbakat, Roger memiliki kemampuan untuk membawa orang melalui 

pengalaman transformatif yang mendalam dengan belas kasih yang dalam dan menciptakan 

atmosfir yang aman dan terkandung. Sebagai tambahan, dia memiliki kemampuan yang luar 

biasa (dan banyak dikomentari) untuk menerangi gambaran spiritual yang lebih luas sampai 

mistiskisme barat hingga Shakespeare - mengajar dengan humor melalui puisi, musik, cerita 

dan meditasi.  

 

Morris Netherton, PhD. Salah satu pelopor masa lalu-regresi-hidup, bukunya 'Past Lives 

Therapy' yaitu  salah satu buku paling awal tentang masalah ini. Dr Netherton diakui sebagai 

terapis pertama yang merawat jiwa dengan cara mengembalikan klien ke kehidupan masa lalu 

mereka. Setelah karya terobosannya, Past New Lives Therapy (William Morrow, 1978) 

terpapar pada banyak media utama, istilah 'kehidupan lampau'-nya menjadi kata kunci dalam 

jutaan bahasa di seluruh dunia. Pemahaman tentang masa lalu dapat menawarkan langkah 

pertama menuju ketenangan dari kebingungan yang diakibatkan oleh siklus kematian dan 

kelahiran kembali yang sedang berlangsung, demikian pemahamannya. 

 

Edgar Cayce. Dia mungkin bukanlah seorang ilmuwan, melainkan seorang mistikus terkenal 

abad ke-20. Dia yaitu  salah satu mistikus pertama (selain Uskup Agung John Ward) yang 

mengeksplorasi dimensi realitas lainnya. Dari tahun 1925 sampai 1944, dia menelaah sekitar 

2.500 bacaan. Dia bisa memasuki keadaan transhipnosis dan menggambarkan kehidupan masa 

lalu individu secara santai. Cayce lahir di sebuah keluarga Kristen fundamentalis dan awalnya, 

dia sendiri sulit menerima apa yang dia katakan selama keadaan trans ini. Kemudian, saat ia 


 

  101 

mulai mempercayai ketepatan apa yang dipahami dan apa yang dia baca, dia secara bertahap 

memahami dasar-dasar pengajaran reinkarnasi dan karma serta bagaimana mereka membantu 

manusia memahami aspek kehidupan yang tampaknya tidak dapat dipahami. Inti dari 

pemahaman yang didapatnya ini dapat ditemukan dalam karyanya yang berjudul "Scars of the 

Soul". Dalam "Born Again and Again" Cayce mengeksplorasi topik seperti ketakutan 

mendalam, penyakit fisik, hambatan mental, bakat, kejuruan, dorongan dan kemampuan 

bawaan, kesulitan perkawinan, pelatihan anak, dan lain-lain. Ini apa yang dia sebut sebagai 

"Pola karma" yang dihasilkan dari inkarnasi sebelumnya.  

ARRR 

ARRR atau Asosiasi Riset Pemulihan dan Reinkarnasi yaitu  suatu asosiasi internasional yang 

focus dalam pemulihan diri dan melakukan berbagai riset di area reinkarnasi. Siapapun boleh 

mendaftarkan diri pada asosiasi ini dan menerima update riset mereka dari waktu ke waktu. 

ARRR dibentuk bertujuan untuk mempermudah interaksi di antara anggotanya dalam 

berkontribusi dan terlibat dalam berbagai riset mereka. Dari asosiasi inilah terbit berbagai 

berita update tentang berbagai kasus reinkarnasi yang menarik dan ditelaah dari sudut pandang 

sains secara mendalam. Selain pengetahuan yang bisa bertambah dengan menjadi membernya, 

ada beragam pelatihan pemulihan diri di dalamnya yang bisa disesuaikan dengan budaya dan 

ajaran agama kita. Majalah “Eternal Life Times” dikeluarkan asosiasi ini. Saya berdoa semoga 

suatu saat bisa melaksanakan seminar bersama mereka di negara kita .  

 

Mari kita melihat lebih dalam ARRR ini, siapa saja ilmuwan yang mem-back up pelayanan ini 

satu persatu. Kita mulai dari Presidennya, Dr. K. Newton, M.D. Beliau yaitu  pendiri Life 

Research Academy. 

 

Dr K Newton, MD yaitu  seorang dokter medis dengan profesi dan Guru Hi-tech, misinya 

untuk melihat semua orang menjadi Guru pencerah dan 'Merohaniahkan Planet Bumi'. Bekerja 

menuju Visi itu, dia mengembangkan banyak metode penyembuhan holistik yang berfokus 

pada pemahaman tentang kesadaran, pemahaman, dan integrasi batin. Ia membentuk Life 

Research Academy pada tahun 2000 dan Life University pada tahun 2010. Langkah penting 

lainnya yaitu  saat ia meluncurkan The Association for Regression and Reinkarnation 

Research (ARRR), di antaranya dia menjadi Founder President. Dia diakui sebagai salah satu 

Perintis di bidang Regresi Kehidupan Masa Lalu. Dr. Newton yaitu  orang yang menyediakan 

ruang tanpa syarat dan penuh kasih untuk setiap orang yang mencarinya. 

 

Ada beberapa pihak Penasihat dari India di dalam ARRR ini, antara lain:  

Dr. Lakshmi G V, M.B.B.S, Vice President, ARRR, pendiri, Life Research Academy. Dia 

yaitu  Seorang dokter medis dan advokat Vegetarian dan Spiritual Parenting yang penuh 

gairah, dia telah menjadi pendamping tetap Dr. Newton sejak tahun 1987, dan berbagi 

ketertarikannya pada meditasi, regresi Kehidupan Masa Lalu , serta penyembuhan alternatif.  

 

Meena Tiwari, nama ini cukup terkenal di industri media, memiliki Saluran Televisi Televisi 

Pragya 24 jam pertama dan satu-satunya yang melayani audiens dari semua kelompok usia dan 

di semua segmen kesehatan. Pragya benar-benar merupakan visi Nyonya Meena Tewari dan 

hanya satu contoh kemampuannya untuk menggabungkan semuanya dengan banyak rintangan. 


 

  102 

Pragya diluncurkan pada tahun 2007 menghirup kesegaran dalam jutaan kehidupan dengan 

kehadirannya yang mempelopori dunia kesehatan yang menyeluruh. 

 

Rajashekhar Potluri, B.E. (Hons), seorang Electrical & Electronics Engineering, Secretary, 

Co-Founder Life Research Academy. Meskipun seorang insinyur, ia percaya bahwa Ilmu 

Spiritual yaitu  jembatan antara Ilmu Pengetahuan lainnya dan dunia rohaniah manusia. 

 

Dr. Trupti Jayin, seorang psikolog klinis, sebagai Joint Secretary, yaitu  seorang 

Independent Consultant. Dr Jayin yaitu  seorang Psikolog Klinis, dia memiliki spesialisasi 

dalam banyak teknik psikoterapi yang berbeda. Dia bekerja sama dengan banyak LSM dan 

Psikiater yang berbeda dan pekerjaan penyembuhannya, melalui Terapi Past Life, beliau telah 

dihargai oleh berbagai kalangan medis di India. 

 

Dr. Soumya Rao, MRCPsych, UK, sebagai Joint Secretary. Beliau juga seorang Independent 

Consultant. Dia menyelesaikan pelatihan di sekolah kedokteran pada tahun 2000 dari 

Universitas Bangalore, dan kemudian bekerja di NIMHANS, Bangalore di pusat kecanduan 

untuk penyalahgunaan zat. Inilah batu loncatannya untuk akhirnya melatih psikiatri. Dia secara 

mulus mengintegrasikan Psikiatri dengan Regresi Kehidupan Masa Lalu dan bentuk-bentuk 

penyembuhan lainnya.  

 

Hitesh Vashisht, sebagai Treasurer, juga seorang Independent Consultant. Seorang 

Profesional Manajemen dengan pendidikan dan Penyembuh yang penuh gairah. Bagi Hitesh, 

hidup yaitu  tentang menjadi alami. Sejak kecil, dia selalu menjadi pencari. Menurutnya, 

sukacita yaitu  penting bagi dirinya dan orang lain. 

 

Dr. Beena Rani Goel, MDS, sebagai Founder Member, Chairperson, dan seorang penyembuh 

yang bisa dipercaya. Prof. Beena Rani Goel, lahir di Kerala, belajar kedokteran gigi di negara 

asalnya dan mulai mengkhususkan diri di bidang Endodontik. Dia mengajar kedokteran gigi di 

akademi kedokteran gigi selama sekitar 30 tahun dan merupakan spesialis terkenal dan dikenal 

di India dan di luar. 

 

Dr Leena S. Bahrani, M.B, B.S (Bom), M.D. (Psy.), sebagai Founder Member. Dia juga 

seorang Independent Consultant. Dr. Leena Bahrani yaitu  seorang Psikiater & Psikoterapis 

Klinik, berlatih di Andheri, Mumbai selama 27 tahun terakhir. Selama 10 tahun terakhir ini, 

dia telah mempraktekkan Teknik Meditatif dan Regresi Usia yang berbeda dan selama 5 Tahun 

terakhir dia juga pernah berlatih Regresi Masa Lalu dan Pemrograman Linguistik Neuro. 

 

Dr. Jayesh Shah, M.D. Seorang Homoeopathy, sebagai Founder Member. Dia juga 

merupakan seorang Independent Consultant. Seorang dokter homoeopati yang terlatih, dia 

terkenal secara internasional di komunitas homoeopati sebab  keterampilan pengajarannya dan 

berbagai wawasan kreatif melalui karyanya. Dia telah menulis buku berjudul 'Ke dalam tabel 

periodik' di mana dia telah berbagi wawasannya tentang kesadaran dalam kingdom mineral 

melalui kasus-kasus besar yang disembuhkan di bawah perawatannya, dengan pasien dari 

seluruh dunia. Dia telah berkolaborasi dengan baik dengan Dr. Rajan Sankaran dalam 

penelitian klinis dan perkembangan klinis di Homeopati. 

 

Para ilmuwan sebagai Penasehat International ARRR antara lain:  

Andy Tomlinson, Psychotherapist dan penulis buku. Andy yaitu  lulusan psikologi, seorang 

psikoterapis, bersertifikat Regression Therapist dan juga bersertifikat Life Between Lives 


 

  103 

Therapist. Dia memiliki praktik pribadi yang didedikasikan untuk Terapi Regresi sejak tahun 

1996. 

 

Dr. Adrian Finkelstein, seorang penyembuh rohaniah, peneliti, pembicara dan penulis, dia 

juga seorang pakar PLR. Adrian yaitu  lulusan Sekolah Menninger of Psychiatry yang 

bergengsi, Dewan Psikiater Bersertifikat, Mantan Profesor Psikiatri di Chicago Medical 

School, Universitas Ilmu Kesehatan, Universitas Rush dan Sekolah Kedokteran dan UCLA 

(University of California di Los Angeles), dia juga mantan Kepala Rawat Jalan Departemen 

Psikiatri di Mount Sinai Medical Center di Chicago, dan pemenang dua penghargaan nasional 

dari dua institusi kedokteran nasional terkemuka: Asosiasi Neuropsikiatrik Pusat dan Sekolah 

Menninger of Psychiatry, atas penelitiannya yang luar biasa dan inovatif. 

 

Dr. Janet Cunningham, Pelatih terapi regresi, pembicara seminar & konselor spiritual. Dia 

yaitu  pemilik terobosan di area Unconscious®, sebuah praktik pribadi di Edgewood, 

Maryland, AS. Dr. Cunningham yaitu  penulis lebih dari 12 buku dan CD; Karyanya telah 

ditulis oleh penulis lain. Beliau yaitu  presiden Dewan Terapi Regresi Internasional (IBRT); 

Mantan ketua Asosiasi Internasional untuk Riset dan Terapi Regresi, Inc (IARRT); Dan 

anggota bersertifikat dari EARTh, Asosiasi Bumi untuk Terapi Regresi. Dia bertugas di 

Advisory Boards to the Future Life Institute dan AARR Global, Asosiasi untuk Riset Regresi 

dan Reinkarnasi. 

Riset lain 

Ada beberapa nama ilmuwan lain juga melakukan riset serupa. Mereka antara lain: Dr Jim 

Tucker penerus Dr Ian Stevenson di Virginia University, Dr Erlendur Haraldsson, professor 

psikologi fakultas Iceland University, Robert Almeider, PhD tenaga pengajar dari Pilosophy 

Dept Gorgia State University, Hans TenDam, salah seorang direktur International Association 

of Regression Research and Therapies in California dan seorang penasihat International Board 

of Regression Therapy in New York, Carl Jung,  salah satu psikologis modern terbesar saat ini, 

Thomas Huxley, seorang ahli Biologi Inggris menulis buku "means of constructing a plausible 

vindication of the ways of the cosmos to man."  

 

Menurut studi yang dilakukan oleh Bob Good, seorang pembicara dan penulis buku bertema 

reinkarnasi menyatakan bahwa semakin banyak universitas yang melakukan riset di bidang ini 

di Amerika. Mereka antara lain yaitu  Prinston University, Standfor University, Virginian 

University tentunya, Miami University, Nevada Las Vegas University, dan University of 

Toronto. Kapan universitas di negara kita  mulai mengadakan riset ini? Saya tidak tahu. Saya 

sempat berbicara dengan kolega saya dari Departement Psikiatri RSCM perihal reinkarnasi, 

dia menyatakan belum ada arah penelitian ke sana di samping itu, banyak memang yang tidak 

meyakininya. Saya berpikir, negara kita  dalam dunia pendidikan dan riset atau tehnologi 

memang demikian, selalu mengikuti di belakang. Biasanya setelah booming di Amerika dan 

Eropa, baru masuk Asia yang dipelopori oleh China dan Jepang. Kemudian barulah ke Asia 

Tenggara termasuk negara kita . Saya berharap ada riset serupa suatu saat di sini.  


 

  104 

 

Gb 5.8 Google search dengan kata kunci: “scientific proof of reincarnation” 

 

Saat kita mencari berita atau artikel tentang bukti sains tentang reinkarnasi, maka akan kita 

dapatkan ribuan artikel. Seperti yang saya coba lakukan pada 7 juli 2017, ada sekitar 403 ribu 

artikel yang muncul termasuk jurnal-jurnal risetnya. Ini jumlah yang fantastis. Sebagian jurnal-

jurnal tersebut antara lain:  

1. Cook, Emily Williams, Satwant Pasricha, Godwin Samararatne, U Win Maung, Ian 

Stevenson: Mereview dan menganalisa kasus-kasus reinkanrasi tipe I yang tidak 

terpecahkan. Dalam jurnal: Journal of the American Society for Psychical 

Research. 77 (1983), S. 45-62. ISSN 0003-1070. 

2. Cook, Emily Williams, Satwant Pasricha, Godwin Samararatne, U Win Maung, Ian 

Stevenson: Mereview dan menganalisa kasus-kasus reinkanrasi tipe II yang tidak 

terpecahkan. Perbandingan fitur dari kasus-kasus yang terpecahkan dan yang tidak, 

dalam jurnal: Journal of the American Society for Psychical Research. 77 (1983), 

S. 115-135. ISSN 0003-1070. 

3. David Barker and Satwant Pasricha. Reincarnation Cases in Fatehabad: A 

Systematic Survey of North India Journal of Asian and African Studies, Vol. 14, 

No. 3-4, 1979, p. 231. 

4. Haraldsson, E (1991). Children Claiming Past-Life Memories: Four Cases in Sri 

Lanka. Journal of Scientific Exploration, Vol. 5, N0. 2, pp. 233-261. 

5. Haraldsson, E. (1997). A Psychological Comparison Between Ordinary Children 

and Those Who Claim Previous Life Memories. Journal of Scientific Exploration, 

Vol. 11, No. 3, hal. 323-335. 

6. Keil, Jurgen (1991). New Cases in Burma, Thailand and Turkey: A Limited Field 

Study Replication of Some Aspects of Ian Stevenson’s Research. Journal of 

Scientific Exploration, Vol. 5, No. 1, hal. 27-59. 

7. Keil, Jurgen (1996). Cases of the Reincarnation Type: An Evaluation of Some 

Indirect Evidence with Examples of “Silent” Cases. Journal of Scientific 

Exploration, Vol. 10, No. 4, hal. 467-485. 


 

  105 

8. Keil, Jurgen and Ian Stevenson (1999). Do Cases of the Reincarnation Type Show 

Similar Features Over Many Years? A Study of Turkish Cases a Generation Apart. 

Journal of Scientific Exploration, Vol. 13, No. 2, hal. 189-198. 

9. Keil HHJ & Tucker JB. “Children who claim to remember previous lives: Cases 

with written records made before the previous personality was identified.” Journal 

of Scientific Exploration, 19(1):91-101, 2005. 

10. Keil HHJ, Tucker JB. “An unusual birthmark case thought to be linked to a person 

who had previously died.”Psychological Reports 87:1067-1074, 2000. 

11. Mills, Antonia (1989). A Replication Study: Three Cases of Children in Northern 

India Who are SAid to Remember a Previous Life. Journal of Scientific Exploration, 

Vol. 3, No. 2, hal 133-184. 

12. Mills, Antonia (1990). Moslem Cases of the Reincarnation Type in Northern India: 

A Test of the Hypothesis of Imposed Identification Part I: Analysis of 26 Cases. 

Journal of Scientific Exploration, Vol. 4, No. 2, hal. 171-188. 

13. Pasricha, Satwant (1998). Cases of the Reincarnation Type in Northern India With 

Birthmarks and Birth Defects. Journal of Scientific Exploration, Vol. 12, No. 2, hal. 

259-293. 

14. Pasricha, Satwant (1992). Are Reincarnation Type Cases Shaped by Parental 

Guidance? An Empirical Study Concerning the Limits of Parents’ Influence on 

Children. Journal of Scientific Exploration, Vol. l6, No. 2, hal. 167-180. 

15. Pasricha SK, Keil J, Tucker JB, Stevenson I. “Some bodily malformations attributed 

to previous lives.” Journal of Scientific Exploration, 19(3):359-383, 2005. 

16. Sharma P & Tucker JB. “Cases of the reincarnation type with memories from the 

intermission between lives.” Journal of Near-Death Studies, 23(2):101-118, 2005. 

17. Stevenson, Ian (1989). A Case of Severe Birth Defects Possibly Due to Cursing. 

Journal of Scientific Exploration, ol. 3, No. 2, hal. 201-212. 

18. Stevenson, Ian (1990). Phobias of Children Who Claim to Remember Previous 

Lives. Journal of Scientific Exploration, Vol. 4, No. 2, hal. 243-254. 

19. Stevenson, Ian (1992). “Birthmarks and Birth Defects Corresponding to Wounds 

on Deceased Persons”, paper yang dipresentasikan pada the Eleventh Annual 

Meeting of the Society for Scientific Exploration, di Princeton University, 11-13 

Juni. Journal of Scientific Exploration, Vol. 7, No. 4, hal. 403-410. 

20. Stevenson, Ian, Godwin Samararatne: Three new cases of the reincarnation type in 

Sri Lanka with written records made before verification. Dalam jurnal: Journal of 

Nervous and Mental Disease. 176 (1988), S. 741. ISSN 0022-3018. 

21. Stevenson, Ian, Godwin Samararatne. Three new cases of the reincarnation type in 

Sri Lanka with written records made before verification. Dalam jurnal: Journal of 

Scientific Exploration. 2 (1988), S. 217-238. ISSN 0892-3310 (Abstract,Portuguese 

translation). 

22. Stevenson, Ian, Satwant Pasricha, Godwin Samararatne: Deception and self-

deception in cases of the reincarnation type. Seven illustrative cases in Asia. In: 

Journal of the American Society for Psychical Research. 82 (1988), S. 1-31. ISSN 

0003-1070. 

23. Stevenson, Ian, Satwant Pasricha and Nicholas McClean-Rice, A Case of the 

Possession Type in India With Evidence of Paranormal Knowledge. Journal of 

Scientific Exploration, 3(1):81-101, 1989. 

24. Tucker JB & Keil HHJ. “Experimental birthmarks: New cases of an Asian practice. 

International Journal of Parapsychology. 

 


 

  106 

Reinkarnasi yaitu  pseudosains? 

Pseudosains (Inggris: pseudoscience) atau ilmu semu yaitu  sebuah pengetahuan, metodologi, 

keyakinan, atau praktik yang diklaim sebagai ilmiah tetapi tidak mengikuti metode ilmiah. 

Ilmu semu mungkin kelihatan ilmiah, tetapi tidak memenuhi persyaratan metode ilmiah yang 

dapat diuji dan seringkali berbenturan dengan kesepakatan/konsensus ilmiah yang umum. 

Istilah pseudoscience muncul pertama kali pada tahun 1843 yang merupakan kombinasi dari 

akar Bahasa Yunani pseudo, yang berarti palsu atau semu, serta Bahasa Latin scientia, yang 

berarti pengetahuan atau bidang pengetahuan. Istilah tersebut memiliki konotasi negatif, sebab  

dipakai untuk menunjukkan bahwa subjek yang mendapat label semacam itu digambarkan 

sebagai suatu yang tidak akurat atau tidak bisa dipercaya sebagai bagian dari ilmu pengetahuan. 

Oleh sebab  itu, para pembela serta yang mempraktikkan pseudosains biasanya menolak dan 

mencoba mengklasifikasinya.  

 

Sebelum tahun 1843, kategori suatu bidang itu dikatakan sains atau tidak, ada di tangan gereja 

terutama Gereja Roma Katolik. Namun ini tentunya tidak objektif, semua riset yang menentang 

ajaran gereja tua ini pasti akan dihadang untuk berkembang, bahkan jiwa ilmuwannya bisa 

terancam seperti yang saya sudah jelaskan di atas. Kelompok ilmuwan yang melakukan 

kategori topik-topik apa yang bisa disebut sebagai sains dan bukan akan membuat kalangan 

publik bisa merasa lebih netral dalam menentukan sikap. Salah satu kelompok itu yaitu  CSI 

(Committee for Skeptikal Inquiry)54 yang dikepalai oleh Barry Karr sekarang ini. Dengan 

adanya komunitas ini, publik akan bisa dengan baik memilah mana yang merupakan fakta dan 

mana yang bukan. Mengapa? sebab  semua klaim itu harus dibuktikan dengan metode 

ilmiah.  

 

Bidang atau apa saja yang sekarang ini disebut sebagai Pseudosains? Mereka anatara lain: 

Astrology, Creation science, Baraminology, Biblical scientific foreknowledge, Catastrophic 

plate tectonics, Flood geology, Hydroplate theory, Soft-sediment deformation, Intelligent 

Design, Banana fallacy, Irreducible complexity, Modern geocentrism, Crop circles, Dogon 

people and Sirius B, Erich von Däniken's proposal of ancient astronauts, Full moon lunacy, 

Non-materialist neuroscience, tetang aktifitas Paranormal (Channeling, Dowsing, Electronic 

voice phenomenon, Extra-sensory perception seperti telepathy, clairvoyance, precognition, 

psychic abilities, and remote viewing; Levitation, Materialization, Numerology, 

Psychokinesis, Spiritualism, Perpetual motion, Free energy, Torsion field, Hyperdimensional 

physics, Ufology (semua hal tentang UFO), Face on Mars, Alien abductions, Close encounters, 

Aromatherapy, Applied Kinesiology, Aura Analysis, Chelation therapy, cleanse, Colonic 

hydrotherapy, Color therapy, Ear candling, Faith healing, Folk remedies, Hair Analysis, 

Herbalism, Homeopathy, Laetrile, Magnetic therapy, New German Medicine Q-Ray, 

Reflexology, Reiki, Rolfing, Therapeutic touch, Pseudovitamins, Wave genetics, Halqeh 

Mysticism, 2012 apocalypse, Anthroposophy, Attachment therapy Ball lightning The Bermuda 

Triangle, Biorhythms, Dianetics, Dietary supplements, Herbal supplements, Vitamin 

supplements, Orthomolecular medicine, Earth changes, Earthquake prediction; Elves, fairies, 

gnomes, and pixies; Faster-than-light travel; Feng shui; Food woo; Handwriting 

analysis/graphology Laundry balls Meditation; Metagenetics; Mobile phone radiation and 

health; Neoshamanism; Out-of-body experiences; Parapsychology; Phrenology; Polygraph/Lie 

                                                 

54 http://www.csicop.org/about/about_csi  


 

  107 

detection; Prophecy (nubuatan); Pseudoarcheology, reinkarnasi, Kain kafan dari Turin, 

Subliminal perception; Synchronicity; Technical analysis; Theosophy; Therianthropy; 

Otherkin; Tutankhamun's curse; dan William Strauss and Neil Howe. 

 

Ada beberapa hal yang kita anggap itu yaitu  suatu fakta atau kebenaran, namun ternyata bisa 

dikatakan bukan bagian dari Ilmu Pengetahuan di antara topik di atas, antara lain:  

1. Creation science, ini yaitu  kisah penciptaan di Kejadian pasal 1 yang banyak orang 

pikir itu sejalan dengan sains, ini belum bisa dibuktikan secara riset. Kejadian pasal 1 

ini penuh dengan misteri. Jadi cerita ini baru sebagai keyakinan saja.  

2. Ufology atau semua hal yang berkenaan dengan UFO, ini belum ada bukti sainsnya. 

Hanya ada cerita, video, kesaksian yang belum dibuat ke dalam jurnal-jurnal ilmiah.  

3. Feng shui banyak diyakini oleh keturunan Tionghoa dalam membangun rumah dan 

banayk arsitek. Ini tidak bisa dimasukkan ke dalam sains, baru merupakan keyakinan 

juga. 

4. Polygraph/Lie detection atau alat pendeteksi kebohongan, ini sering kita tonton di 

berbagai film ternyata hasilnya tidak bisa dianggap suatu kebenaran sebab  tidak ada 

riset yang meyakinkan pemakaian alat ini bisa membuktikan seseorang itu benar-benar 

jujur atau tidak. 

5. Shroud of Turin atau kain kafan Turin yang diyakini banyak umat Kristen sebagai 

penunjuk bahwa wajah yang terbentuk dari kain tersebut yaitu  wajah dari Yeshua. Itu 

hanya dugaan atau asumsi. Pada tahun 1988, ilmuwan telah melakukan pengujian 

carbon 14 untuk menentukan usia dari kain kafan tersebut. Ternyata kain itu baru ada 

antara tahun 1260 dan 1390. Riset ini menunjukkan bahwa asumsi bahwa kain kafan 

Yeshua telah ditemukan yaitu  hoax.  

6. Reinkarnasi, ini yang akan kita bahas selanjutnya. 

 

Tujuan saya memaparkan topik-topik yang dianggap sebagai pseudosains yaitu  sebagai 

penjelasan yang adil bahwa ternyata masih ada ilmuwan yang memasukkan topik reinkarnasi 

ini ke luar sains. Dengan kata lain, riset dan berbagai jurnal dari reinkarnasi ini belum bisa 

diterima oleh semua ilmuwan. Lalu apakah dengan dimasukkannya topik reinkarnasi ini ke 

dalam pseudosains maka segala riset yang memakan jutaan dolar dan waktu puluhan tahun itu 

sia-sia? Ternyata tidak juga. Saya sempat menghubungi Barry Kar dan menanyakan bahwa 

apakah ada riset yang membuktikan bahwa reinkarnasi itu yaitu  hoax, ternyata dia tidak 

menjawabnya atau sebenarnya tidak ada. Jadi pemikiran bahwa reinkarnasi yaitu  

pseudosains itulah yang ternyata hoax. Saya berharap bahwa ada peneliti yang bisa 

membuktikan reinkarnasi itu tidak ada. Seperti pada kasus Kain Kafan Turin, ada penelitian 

yang berujung pada kesimpulan kain tersebut yaitu  hoax. Dalam kasus reinkarnasi, sama 

sekali tidak ada riset yang menyimpulkan proses tranmigrasi jiwa ini yaitu  hoax. Semua riset 

yang ada atau paling tidak yang saya ketahui, semua berdasarkan metode ilmiah yang jelas. 

 

Perlu diperhatikan asumsi bahwa reinkarnasi itu bukan sains itu sebab  dahulunya tidak ada 

riset yang dilakukan dengan metode ilmiah, namun kenyataan sekarang berbagai riset itu sudah 

berjalan dan akan terus berjalan. Metode ilmiah yang pada umumnya dipakai meliputi: 

observasi, hipotesa, prediksi, penelitian, lalu akhirnya yaitu  kesimpulan riset. Demikianlah 

riset reinkarnasi itu dilakukan. Riset ini tidak hanya dijalankan oleh 1 orang, ada banyak saat 

ini, tidak dilakukan dalam waktu singkat untuk menarik kesimpulan, namun sampai tahunan 

bahkan Dr Ian Stevenson butuh waktu sampai 40 tahun.  

 


 

  108 

Pengelompokkan pseudosains ini sangatlah berguna supaya kalangan public tidak rancu untuk 

membadakan mana hoax dan mana yang bukan. Namun publik juga harus mewaspadai bahwa 

ada kalanya, suatu topik dikatakan sebagai pseudosains itu sebab  belum ada riset yang 

membuktikan kebenaran suatu topik, contohnya yaitu  topik meteorit. Meteorit yaitu  batu-

batu luar angkasa yang meluncur ke alam Bumi. Biasanya mereka hancur dikikis oleh lapisan 

atmosfer di atas bumi sebagai perisai, namun ada kalanya ada bebatuan yang sangat besar, dan 

setelah dikikis tetap menyisakan suatu volume dan akhirnya mendarat ke Bumi. Bebatuan ini 

ditemukan diberbagai lokasi salah satunya di Meksiko ini pada tahun 1969.  

 

Gb. 5.8 Metorit, Sumber: http://geology.com  

 

Semenjak ditemukan berbagai batu dari luar angkasa ini oleh para ilmuwan, maka 

pupuslah asumsi bahwa Meteorit yaitu  suatu pseudosains. Berapa lama diperlukan oleh 

ilmuwan untuk memahami bahwa ini yaitu  bagian dari sains? Kurang lebih seratus tahun. 

Sekarang, di semua Sekolah Dasar di negara kita , sudah mengajarkan hal ini. Pseudosains pasti 

tidak diajarkan. Jadi, selain Heliosentris (gerak Bumi mengelilingi Matahari) yang sempat 

dipikir yaitu  hoax oleh gereja di abad 17. Meteorit juga sempat diyakini sebagai berita hoax. 

Dengan bantuan ilmuwan yang melakukan berbagai riset, maka terbitlah kesimpulan: 

Heliosentris dan meteorit itu yaitu  fakta sains, benar-benar ada. 

 

Lalu bagaimana dengan reinkarnasi ini? Sudah banyak gereja yang menolak semua riset ini 

selama berabad-abad. Komunitas CSI juga belum mengakuinya, perlu waktu sampai berapa 

lama lagi? Ini yang kita tidak tahu. Yang kita ketahui yaitu  dahulu belum ada riset yang 

membuktikan reinarkasi itu ada, dahulu belum ada berbagai jurnal ilmiah tentang reinkarnasi 

ini, dahulu belum ada kampus-kampus yang berani membuka diri untuk mempelajari dan 

mengajar reinkarnasi, sekarang sudah ada. Ini semua tentang riset. Tanpa riset dari Galileo 

Galilei, manusia akan terus berpikir bahwa Matahari mengeliling Bumi. Tanpa riset dari 

ilmuwan tentang Meteorit dan maka manusia tidak akan tahu bahwa ada bebatuan yang 


 

  109 

berhamburan jatuh ke arah kita dari luar angakasa. Jadi riset ini penting demi kemajuan 

peradaban manusia. 

 

Bukan tidak mungkin topik-topik lain yang di kategorikan pseudosains di atas, suatu saat 

menjadi kebenaran kalau ada riset. Demikian juga, hal-hal yang dianggap sains oleh umum, 

ternyata dengan adanya berbagai riset, itu akan dibuktikan sebagai hoax. Dahulu saya sempat 

yakin bahwa Kain Kafan Turin itu yaitu  kain kafan pembungkus tubuh Yeshua, eh ternyata 

bukan. Inilah gunanya penelitian. 

  

Perhatikan bukan hanya jemaat Kristen dan Roma Katolik saja yang banyak berbalik dan 

meyakini reinkarnasi sebab  berbagai bukti sains ini, dosen dari Georgia State University, 

Robert Almeider juga berpikir demikian. Dia sempat meyakini bahwa reinkarnasi yaitu  hoax 

atau pseudosains. Namun setelah dia melakukan riset pribadi, dia menemukan kesimpulan 

bahwa reinkarnasi ini yaitu  bagian dari sains. Kesaksiannya yang menarik ini dia sampaikan 

di Youtube55. 

 

Kasus-kasus reinkarnasi 

Dari ratusan, mungkin saat ini sudah ribuan kasus terkait reinkarnasi, saya hanya akan 

menyajikan 2 kasus besar saja dalam buku ini. Kasus I datang dari Amerika, tentang reinkarnasi 

seorang pilot pesawat pada perang dunia II, James Leininger. Kasus ini sudah dituliskan ke 

dalam artikel dan diterjemakan ke dalam sekitar sembilan bahasa. James dan kedua orang 

tuanya sudah sering diundang ke stasiun TV untuk menceritakan kasus ini. Jadi di Amerika, 

pada umumnya orang sudah mengetahui cerita ini.  

 

Kasus II datang dari belahan bumi Asia, tepatnya di India. Tidak kalah besar, kasus yang terjadi 

pada Shanti Devi ini mendapat perhatian dari Perdana Menteri India, Mahatma Gandhi yang 

secara khusus menyiapkan tim investigasi untuk mengkonfirmasi pernyataan-pernyataan Devi. 

Kalau kita datang ke India, saya yakin mayoritas orang akan mengetahui kasus wanita ini.  

 

Kisah James Leininger 

Orangtua biasanya sangat memperhatikan saat anak-anak mereka mengalami mimpi buruk. 

Orang tua menghibur anak-anak mereka untuk menghilangkan ketakutan mereka, anak-anak 

kemudian kembali menutup mata dan tertidur kembali. Keadaan menjadi kembali normal, dan 

si anak tidak bermimpi buruk lagi. 

 

James Leininger, di Lafayette, mulai bermimpi buruk diusianya yang ke-6. Orang tuanya, 

Bruce dan Andrea Leininger, kerap merasa terganggu. Mimpi buruk tersebut datang sebanyak 

empat kali seminggu. James dengan keras menendang dan menjerit dengan kakinya terangkat 

ke udara. Sepertinya dia bertengkar dengan seseorang atau merasa sedang dikuburkan di dalam 

kotak. Dia mencoba keluar. Satu-satunya cara dia bisa lolos dari mimpi buruk yaitu  sebab  

orang tuanya membuatnya terjaga. Mimpi buruk itu benar-benar di luar kendali. 

 

                                                 

55 https://www.youtube.com/watch?v=hZhMDU9GcVg&list=PLBDj1A_AOq8vbH7UcRvg3qSc4TURzDX2M  


 

  110 

James Leininger telah terpesona dengan pesawat terbang sejak usianya belum mencapai 2 

tahun. James, pada usia 6, merasa menikmati berada di dalam kokpit pesawat. Kisah kematian 

tragis James Huston Jr., selama Perang Dunia II diingat secara rinci oleh James Leininger 

muda. Dia juga membuat gambar keadaan sekitar tahun 1944, tahun sebelum dia ditembak 

jatuh. Itulah yang diucapkan James saat mimpi buruknya terjadi dan ini yang membuat ibunya 

ketakutan. "Dia akan berkata, 'Kecelakaan pesawat terbang terbakar, aku tidak bisa keluar,'" 

kata Andrea. 

 

 

Gb 5.9 Foto James Leininger (kanan) dan James Huston (kiri) 

 

Bruce dan Andrea mulai mengumpulkan berbagai informasi yang bisa menjadi pemicu mimpi 

buruk James. Pasangan berpendidikan, Bruce dan Andrea ini selalu mencoba dengan gigih 

mencegah kekerasan dapat dilihat oleh James. Jadi mereka mulai menganalisa dalam 

percakapan makan malam mereka, apa yang James tonton di televisi, dan hal-hal lain yang bisa 

mempengaruhinya. Bruce dan Andrea tidak terlibat dalam penerbangan, dan anak laki-laki 

mereka yang berusia 2 tahun ini belum bisa membaca. Harus ada penjelasan logis mengapa 

James berkata-kata tentang kecelakaan yang dialami seseorang. Terlintas dalam pikiran Bruce 

bahwa ritual mengusir roh jahat mungkin diperlukan jika mimpi buruk itu tidak berakhir. 

Kemudian ibu Andrea, Barbara Scoggin, menyarankan sebuah penjelasan yang sepertinya 

merupakan jawaban yang tepat: James mungkin mengalami kenangan masa lalu. 

 

Setelah membaca buku tentang seorang konselor bernama Carol Bowman dari Pennsylvania, 

ibu Scoggin menjelaskan bahwa Ibu Bowman yaitu  seorang ahli tentang fenomena anak kecil 

yang serupa dengan apa yang dialami James. Bowman juga telah menulis sebuah buku: Masa 

Lalu Anak-anak: Bagaimana Kehidupan Masa Lalu Mempengaruhi Anak Anda. Andrea segera 


 

  111 

menelponnya. Kemudian setelah beberapa kali berdiskusi dengan Bowman, Andrea 

mengambil nasehatnya dan mulai berbicara dengan James tentang mimpi buruknya tepat 

setelah kejadian itu terjadi. Akibatnya, kata Andrea, mimpi buruk itu menurun drastis. 

"Saat kita bermimpi, pikiran sadar kita tidak menyaring materi seperti saat kita berada 

dalam keadaan terjaga, materi yang tidak disadari, termasuk kenangan hidup masa lalu, 

muncul," Carol Bowman. 

Sebenarnya tidak biasa bagi anak-anak untuk memimpikan kehidupan mereka sebelumnya. 

Kita cenderung memperhatikan mimpi buruk, sebab  mengganggu tidur dan seringkali 

merupakan cerita dramatis dan realistis, seperti dalam kasus James. Mereka sering berulang. 

Pada tingkat tertentu, mereka mencari resolusi untuk kenangan yang mengganggu ini. Ketika 

Andrea mengakui apa yang James ingat dalam mimpinya -pesawatnya menabrak- ini 

membantu dia bisa melalui trauma. Tapi efek sampingnya, yang diharapkan Bowman, yaitu  

pernyataan James tentang pesawat yang menabrak dan orang yang tidak bisa keluar menjadi 

lebih terperinci, dan lebih nyata baginya. 

 

Bruce dan Andrea Leininger berpose untuk berpotret dengan putra mereka, James. Orang tua 

itu mengatakan bahwa mereka percaya bahwa putra mereka telah tersentuh oleh semangat pilot 

Perang Dunia II bernama James Huston Jr. Pada suatu siang hari, James mulai dengan sadar 

menyebutkan bagaimana "pesawatnya" kandas ke air sebab  Jepang menembak pesawatnya 

jatuh. Dia bahkan mulai lebih spesifik dengan menyebut pesawat terbang itu dan nama kapal 

induk yang ditempatkan di dekat Jepang selama Perang Dunia II. Rincian yang menakutkan 

dan spesifik membuat Bruce melakukan pencarian penelitian dengan bantuan Andrea untuk 

menyangkal semua fakta cerita James. Melalui banyak penelitian mereka, yang mencakup 

hampir lima tahun dengan ribuan dokumen yang telah diklasifikasi, wawancara pribadi dari 

nara sumber militer, Bruce dan Andrea Leininger mengatakan bahwa mereka sekarang 

akhirnya yakin akan satu hal: Anak mereka terkait dengan seorang pilot Angkatan Laut Perang 

Dunia II Dengan nama James M. Huston Jr., yang meninggal pada tahun 1945. 

 

Bruce dan Andrea mengatakan bahwa mereka mulai melihat tanda-tanda yang terkait dengan 

putra mereka saat James berumur 20 bulan. Saat pindah dari Richardson, Texas, ke Lafayette 

pada bulan Februari 2000, Bruce membawa James ke Cavanaugh Flight Museum di Addison, 

Texas. Andrea mengatakan pesawat selalu menjadi impiannya. Dia menghabiskan berjam-jam 

bermain dengan pesawat mainan dan dia akan berteriak saat melihat pesawat yang sebenarnya 

di udara. Ketika dia mencoba membawa James menjauh dari pameran itu, setelah berada di 

sana selama hampir tiga jam, James membuat keributan dan mulai menangis. Seperti anak kecil 

pada umumnya yang menangis untuk mendapatkan sesuatu. Untuk memuaskan rasa ingin tahu 

dan untuk menenangkannya, Bruce membelikannya rekaman demonstrasi Angkatan Laut Blue 

Angels di museum. Sejak saat itu James sangat sering memainkannya. 

 

Leininger menandatangani gambarnya "James 3" sebelum ayahnya mengetahui tentang James 

Huston Jr. Pada bulan April 2000, setelah menetap di rumah baru mereka di Lafayette, mimpi 

buruk James dimulai lagi. Bruce dan Andrea pada awalnya menghubungkan mimpi buruk anak 

mereka dengan keberadaan di rumah baru tersebut. Tapi ketika mimpi-mimpi itu tidak berhenti, 

minat orang tuanya untuk pergi ke tingkat yang baru dalam penyelidikan dimulai. 

 

Sementara itu, perabotan rumah rusak akibat koleksi pesawat terbang James. James biasa 

menabrakkan pesawat mainannya ke meja dan kursi, Andrea teringat ia tertawa saat ia 

menemukan banyak torehan di meja ruang tamu. Meja itu berfungsi sebagai jalur pendaratan 


 

  112 

untuk pesawatnya. Menerjang menjadi obsesi bagi James bahwa setiap kali seseorang 

menyebutkan terbang, James akan berkata, "Kecelakaan, pesawat terbakar," kata Andrea.Tapi 

tetap saja, Bruce dan Andrea mengakui, tindakan ini serupa dengan tindakan anak-anak yang 

tumbuh dewasa -yaitu sampai James benar-benar spesifik menceritakan dengan rincian 

kecelakaan mautnya. Dari bulan Juli sampai September 2000, James mulai mengatakan kepada 

orang tuanya bahwa pesawat dalam mimpi buruknya ditembak jatuh oleh orang Jepang setelah 

kapal tersebut lepas landas dari kapal di atas air. Ketika James ditanya apakah dia tahu siapa 

pilotnya, dia hanya menjawab "James". Andrea bertanya pada James jenis pesawat terbang apa 

yang dia terbang dalam mimpinya, dan dia bilang itu yaitu  "Corsair". Kemudian, setelah 

berulang kali mencoba untuk mendapatkan lebih banyak informasi setelah mimpi buruk itu, 

Bruce dan Andrea mendapat kata "Natoma". Dengan keinginan untuk mencoba dan memahami 

semuanya, Bruce melakukan pencarian Internet untuk kata Natoma. Hasilnya: ada kapal induk 

dengan nama A.S.S. Natoma Bay, yang ditempatkan di Samudera Pasifik selama Perang Dunia 

II. Bruce berpikir bahwa itu kebetulan saja. 

 

James Huston Jr., seorang pilot tempur Perang Dunia II, saat ia muncul pada 7 Februari 1945, 

sekitar satu bulan sebelum ia terbunuh dalam aksi. Pada bulan Oktober tahun 2000, potongan 

teka-teki lainnya tampak jelas. Setelah mimpi buruk lainnya, James memberi nama tuanya 

kepada orang tua Jack Larsen, dan dia mengatakan bahwa itu yaitu  Larsen yang terbang 

bersama James. Bulan berikutnya, James mengucapkan satu informasi lagi, yang membuat 

ayahnya yang sudah skeptis bertambah penasaran. Bruce membolak-balik sebuah buku, Battle 

For Iwo Jima, Derrick Wright, yang baru saja dia dapatkan dari klub buku sejarah. Sementara 

Bruce memeriksa buku itu, James melompat ke pangkuannya untuk menonton film kartun. 

Sambil menunggu kartun datang, James melihat buku itu bersama ayahnya. Tiba-tiba, James 

menunjuk sebuah peta Iwo Jima dekat Chichi Jima dan berkata, "Ayah, di situlah pesawat saya 

ditembak jatuh." Bruce mengatakan bahwa dia hampir terjatuh sebab  kaget. Beberapa minggu 

kemudian, setelah beberapa kali melakukan pencarian di Internet, Bruce menemukan sebuah 

situs web yang merujuk ke Natoma Bay Association. Dia menghubungi seorang Leo Pyatt, 

yang kemudian mengatakan bahwa dia yaitu  seorang radiolog di sebuah pesawat tempur 

Avenger dengan skuadron VC-81. 

 

Bruce tidak bisa menahan pertanyaan. Dia bertanya pada Pyatt apakah ada Corsair yang 

diterbangkan ke Teluk Natoma. Pyatt mengatakan tidak ada -hanya Avengers dan Wildcats. 

Bruce kemudian bertanya apakah dia telah menerbangkan misi di dekat Iwo Jima, dan Pyatt 

mengatakan bahwa dia telah menjadi bagian dari 36 misi di sana. Akhirnya muncul pertanyaan 

sebenarnya, tentang keberadaan Jack Larsen. Pyatt mengatakan bahwa dia mengenal Larsen, 

tapi dia tidak pernah tahu apa yang terjadi padanya. Setelah menyadari begitu banyak rincian 

dari seorang anak laki-laki berusia 2 tahun yang entah bagaimana menjadi realistis, Bruce 

menjadi seorang pria yang mencoba untuk menyangkal semua "kebetulan" ini. Dia mulai 

melacak catatan militer dari seluruh penjuru negeri. Tujuan utamanya yaitu  untuk membantah 

"kebetulan" ini. 

 

Bruce tidak dapat menemukan apa pun di Jack Larsen -di mana saja- dalam catatan militer. Dia 

mencari setiap daftar yang bisa dia temukan dari Arsip Nasional A.S. tentang orang-orang yang 

meninggal yang ditempatkan di Teluk Natoma dan semua pembawa selama Perang Dunia II. 

Ada beberapa Larsens dan Larsons yang telah meninggal, tapi tidak ada Jack Larsen dari 

Natoma Bay. Dia mencari lebih dari satu tahun, tidak ada penunjuk apa-apa untuk itu. Dia 

hampir menyerah. 

 


 

  113 

Masalahnya yaitu  Bruce sedang mencari orang mati. Setelah menghadiri Reuni Natoma Bay 

Association pada bulan September tahun 2002, Bruce mengetahui bahwa Jack Larsen masih 

hidup dan sehat di Springdale, Ark. Tapi reuni itu menggali sesuatu yang jauh lebih penting 

bagi mimpi buruknya yang membingungkan. Setelah berbicara dengan veteran dari pembawa 

dan keluarga mereka, tidak pernah menyebutkan motivasi perilaku anaknya yang tidak dapat 

dijelaskan, Bruce mengetahui ada 21 orang yang hilang dari Teluk Natoma. 

 

James Huston Jr. yaitu  seorang pilot pesawat tempur di Teater Pasifik selama Perang Dunia 

II. Dalam suatu foto, Huston berpose dengan pesawat Corsair - jenis pesawat yang sama 

dengan yang disebutkan James Leininger saat mimpi buruknya paling awal. A.S.S. Natoma 

Bay yaitu  kapal pembawa Huston terbang selama lima bulan sebelum dia ditembak jatuh. 

Pengangkut tersebut kehilangan 21 pria di Pasifik. Salah satu dari mereka yaitu  Letnan James 

McCready Huston Jr dari skuadron tempur VC-81, yang ditembak jatuh pada usia 21 tahun 

dalam sebuah misi pemogokan khusus terhadap pengiriman di Futami Ko Harbor di Chichi 

Jima, sesuai dengan tindakan pesawat yang dideklasifikasi Laporan. Huston telah mengajukan 

diri untuk misi tersebut, misi terakhir yang akan dia tampung sebelum kembali ke Amerika 

Serikat. Dia yaitu  satu-satunya pilot dari Teluk Natoma yang ditembak jatuh di Chichi Jima. 

 

Nama itu semakin menonjol di benak Bruce sebab  Leiningers memperhatikan bahwa James 

telah menandatangani namanya sebagai "James 3" di gambar krayonnya dari pesawat Perang 

Dunia II. Dia bahkan mengatakan bahwa dia "James 3" -berbulan-bulan sebelum reuni- 

menyiratkan bahwa mungkin sebab  Huston dinamai sesuai nama ayahnya, James Leininger 

yaitu  yang ketiga. Pada titik ini, Bruce mengatakan bahwa ia menjadi frustrasi sebab  

pencariannya untuk membantah kemungkinan bahwa anaknya mengalami kehidupan lampau 

menuju ke arah yang salah. "Yang dia inginkan hanyalah pertempuran pesawat, dan dia tahu 

jenis pesawatnya. Maksud saya, dia malah menarik matahari merah untuk orang Jepang," kata 

Bruce. "Tapi setelah dia menggambar 'James 3' untuk pertama kalinya, saya bertanya 

kepadanya mengapa dia melakukan itu. James berkata, 'Saya yang ketiga, saya James 3.' Dia 

telah memanggil dirinya sendiri sejak dia berusia 3 tahun, saya pikir dia sedang berjuang 

dengan sesuatu yang tidak terselesaikan. 

 

Dia bertekad untuk mengisi potongan-potongan teka-teki yang hilang, Bruce mengunjungi 

Larsen di Arkansas pada bulan September tahun 2002 dan bertanya kepadanya tentang Huston. 

Larsen mengatakan bahwa dia t