Tampilkan postingan dengan label reinkarnasi 3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label reinkarnasi 3. Tampilkan semua postingan

reinkarnasi 3


  Paham ini tidak pernah diajarkan di dalam Tanakh, tidak ada 

rabbi Yahudi yang mengklaim bahwa Sorga hanya miliki 1 golongan saja, lainnya ke neraka. 

Rabbi Yeshua-pun juga tidak mengajarkan demikian. Sorga yaitu  milik semua jiwa yang 

berhak ke sana. Berhak itu seperti apa? Berhak itu artinya si jiwa tidak lagi melekat suatu dosa. 

Dosa-dosanya itu sudah diimpas. Lawan untuk ajaran ini yaitu  ajaran sebagian saja yang akan 

diselamatkan masuk Sorga. Jadi saat manusia tidak memaksimalkan hidupnya yang kira-kira 

hanya sekitar 70 th maka dengan menerima Yeshua sebagai Tuhan dan juruselamat, maka 

mereka akan masuk ke neraka selamanya.  

Naskah Yunani, Kis 3:21: ὃν δεῖ οὐρανὸν μὲν δέξασθαι ἄχρι χρόνων ἀποκαταστάσεως 

πάντων ὧν ἐλάλησεν ὁ Θεὸς διὰ στόματος τῶν ἁγίων ἀπ’ αἰῶνος αὐτοῦ προφητῶν. 

Naskah Peshitta syriak: ܗ

ܶ

ܠ

 

݂ ܕ

ܶ

ܠ

݂ܳ

ܐ ܘ ܫܰܡܝ݂ܳ

ܰ

ܘܢ ܠ

ܽ

ܠ ܢܰܩܒ 

ܰ  

ܐ ܕ ܡ݂ܳ

ܰ

ܐ ܥܕ  ܝ݂ܳ

݂ܳ

ܐ ܠܽܡܘܠ

ܶ

ܢ ܒ 

ܰ

ܙ

 

ܽܠܶܗܝܢ ܕ ܟ 

 

ܝܢ ܕ

ܶ

ܝܠ

ܰ

ܠ ܐ

ܶ

ܰܡܠ

 

 ܕ

ܐ ܗ݂ܳ

݂ܳ

ܠ

ܰ

ܐ ܐ ܘܡ݂ܳ

ܽ

ܦ 

ܝ ܒ  ܰܝܘܗ 

ܺ

ܢܒ 

ܰ  

ܝܶܫܐ ܕ

ܺ  

ܶܡܢ ܰܩܕ

 

ܡ ܕ

ܰ

ܠ ܥ݂ܳ  


 

  54 

Terjemahan New American Standard Bible: whom heaven must receive until the period 

of restoration of all things about which God spoke by the mouth of His holy prophets 

from ancient time. 

Terjemahan King James Bible: Whom the heaven must receive until the times of 

restitution of all things, which God hath spoken by the mouth of all his holy prophets 

since the world began. 

Terjemahan GNI: Mshikha harus tinggal di Sorga sampai pemulihan segala sesuatu, 

seperti yang dinubuatkan Alaha melalui para nabi-Nya yang kudus pada zaman dahulu. 

Mar Lukas mencatat bahwa memang ada pemulihan untuk segala sesuatu (apokatastasi) 

dengan jelas. Ayat ini yang menjadi salah satu alasan bahwa semua jiwa termasuk roh-roh yang 

paling jahat sekalipun akan dipulihkan. Roh dan jiwa yang berasal dari Alaha itu bersifat kekal, 

keluar dari Sang Sumber kehidupan untuk menjalani rangkaian kehidupan yang membuatnya 

menyerap banyak kebijaksanaan. Ada saatnya terjatuh dan tenggelam dalam dosa, namun itu 

tidak selamanya. Kesadaran akan kebutuhan bersama Tuhan akan kembali menyeruak dari 

dalam diri dan itu yang menentunnya untuk menerima pemulihan yang Tuhan sediakan lewat 

berbagai cara. 

 

Ajaran universalisme harus dipahami juga dari tujuan penciptaan yang Tuhan lakukan yaitu  

supaya semua jiwa yang berasal daripada-Nya itu bisa mengalami berbagai kehidupan sehingga 

jiwa itu membawa banyak kebijaksanaannya dan pengalamannya dan memperkaya 

keberadaannya saat kembali menyatu dengan Sang Sumber. Itulah tujuan dari penciptaan. 

Tuhan tidak pernah mencipta dengan kemungkian jiwa yang berasal dari-Nya menjadi hilang 

dan tidak pernah kembali. Sekecil apapun kemungkinan itu tidak pernah ada. Semua akan 

kembali, cepat atau lambat itu tergantung dari free will mereka masing-masing. Jiwa-jiwa itu 

akan bereinkarnasi untuk mendapatkan segala pengetahuan yang cukup untuk dipakainya di 

alam-alam Sorgawi saat dia melayani.  

 

Bapa, Putra, dan Sang Roh Kudus yaitu  Kesatuan Tuhan (Ibrani: Elohim Ekhad) yang 

menjadi sutradara kehidupan ini. Semua penciptaan roh-roh melalui karya Sang Putra sebagai 

Sabda Sang Bapa. Sang Putra yaitu  Yang Sulung (1 Kor 15:23). Sementara semua roh-jiwa 

lainnya itu yaitu  adik-adiknya, yang kemudian bisa dibilang sebagai ‘little Gods’. Kita semua 

yaitu  Tuhan-tuhan kecil yang sedang berkelana dan berjumpa di Alam fisik ini. Saat kita 

masuk kea lam ini, kita memakai raga fana yang lambat laun kemampuan kerjanya akan 

menurut dan pada akhirnya akan mati. Jiwa dan Roh kita tidak akan pernah mati. Perhatikan 

penjelasan dari Maran Yeshua sendiri dalam injil yang ditulis Mar Yukhnan berikut ini: 

Yohanes 10:33-38 Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan sebab  suatu pekerjaan baik 

maka kami mau melempari Engkau, melainkan sebab  Engkau menghujat Alaha dan 

sebab  Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan 

Alaha." Yeshua kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: 

Aku telah berfirman: Kamu yaitu  Alaha? Jikalau mereka, kepada siapa firman 

itu disampaikan, disebut Alaha — sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan —, 

masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-

Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Alaha! sebab  Aku telah berkata: Aku Anak 

Alaha? Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya 

kepada-Ku,tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, 


 

  55 

percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, 

bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa." 

Perhatikan bahwa Maran Yeshua mengutip dari ayat Mazmur 82:6 yang menyatakan bahwa 

kita yaitu  Alaha (Tuhan dalam bahasa Aramaik)! Jadi, Yeshua yaitu  Anak Sulung Alaha (1 

Kor 15:23) dan kita semua yaitu  adik-adik-Nya. Jadi kalau Bapa kita yaitu  Tuhan, maka 

roh-roh dalam diri kita juga yaitu  bagian dari Roh Tuhan yang menjadi sumbernya. Inilah 

yang membuat roh manusia itu tidak tercipta saat terjadi pembuahan di dalam rahim, namun 

roh itu sudah ada sebelumnya, bahkan jauh sebelumnya. Kita pada mulanya menyatu dengan 

Tuhan dan pada akhirnya akan menyatu kembali dengan-Nya.  

 

Apa bedanya Roh Sang Putra Sulung dan roh adik-adik-Nya ini? Roh Yeshua yaitu  Roh yang 

sudah sempurna. Sementara roh-roh adik-Nya ini perlu disempurnakan dalam banyak 

perjalanan kehidupan. Bahkan semua roh yang sudah berhasil masuk ke Alam Sorgapun masih 

terus disempurnakan. Perhatikan perbedaan penting ini.  

 

Apa inti dari Peribadatan Nasrani? Apakah kotbah yang berapi-api? Tidak. Apakah pujian 

penyembahan yang mendalu-dalu? Tidak juga. Apakah inti peribadatan yaitu  persembahan 

uang? Apalagi uang, bukan! Lalu apa inti peribadatan itu? Intinya ada di ritual Perjamuan Suci 

(Aram: Qurbana Qadisha). Qurbana yaitu  ritual jemaat, sebagai mempelai Mshikha itu 

menyatu dengan Tubuh dan Darah Yeshua. Menyatu di sini terjadi saat jemaat memakan 

Roti dan Anggur yang telah dikonsekrasi oleh Imam. Inilah inti peribadatan. Lainnya hanyalah 

penambah. Ritual penyatuan ini begitu sakral sehingga sebelum memasukinya, semua jemaat 

harus dibaptis, harus melakukan pengakuan dosa. Artinya? Semua harus melalui pemulihan 

dan penyempurnaan jiwa. Jadi penyatuan-penyatuan kecil yang terjadi di Alam Bumi ini akan 

membimbing atau menjadi modal semua jemaat untuk menyatu dalam kekekalan dengan Sang 

Sumber Roh kembali.  

1 Kor 15: 28 namun saat segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah kaki Mshikha, maka 

Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Alaha 

menjadi semua di dalam semua.  

Perhatikan juga bahwa Keilahian dari Nasrani merujuk kepada Alaha yang satu (Ekhad) 

dengan beberapa aspek yang disebut Tlithayutha atau Tlaqnume. Tuhan itu memiliki Aspek 

Bapa, Aspek Bunda (Roh Kudus)44, Aspek Sang Putra Sulung (Sang Sabda yang kemudian 

menjadi manusia bernama Yeshua). Kemudian jemaat (Aram: Idtah) yaitu  mempelai wanita 

Sang Putra. Perhatikan kata ‘idtah’ dalam aramaik ini bergender feminime, inilah mengapa 

dalam bahasa Inggris kata benda ‘Church’ sering diganti dengan ‘her’. Jemaat yaitu  

mempelai-Sang Putra Alaha yang yaitu  Alaha juga. Jika kucing menikah dengan kucing, 

kelinci dengan kelinci, maka Alaha akan ‘menikah’ juga dengan Alaha. Roh jemaat yang sudah 

disempurnakan nantilah yang akan ‘menikah’ atau menyatu dengan-Nya di dalam kekekalan. 

Lalu bersama Sang Putra kita akan menyatu dengan Sang Bapa dan Sang Bunda Roh Kudus. 

Merupakan keinginan hati Maran Yeshua sendiri bahwa Dia akan menarik semua orang 

kepada-Nya untuk bersatu, perhatikan pernyataan-Nya berikut ini: 

                                                 

44 Kata ‘Roh’ dalam Ibrani yaitu  ‘Ruakh’, dalam Aramaik ‘Ruakh’ merupakan kata benda bergender Feminime. 

Saat Alkitab disalin dalam bahasa Yunani, kata ini bergeser makna. Kata ‘Roh’ dalam PL mengacu kepada 

‘Shakinah’ yaitu Hadirat Tuhan yang merupakan aspek wanita dari Tuhan. Elohim (Tuhan) menciptakan manusia 

serupa dan segambar dengan-Nya, Kej 1:28. Ini artinya pola ciptaan manusia yang terdiri dari pria dan wanita itu 

mencontoh Pola Keilahian, yaitu ada Sang Bapa dan Sang Bunda.  


 

  56 

“dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari Bumi, Aku akan menarik semua orang datang 

kepada-Ku” (Yoh 12:32) 

Itulah pernyataan kasih-Nya yang tidak terbatas. Dia mengasihi semua jiwa sebab Tuhan 

sendiri yaitu  kasih. Oleh sebab  itu Dia merencakan supaya semua diselamatkan, perhatikan 

petikan pesan Mar Paulus berikut:  

“Itulah yang baik dan berkenan kepada Alaha, juruselamat kita, yang menghendaki 

supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebanaran” (1 

Tim 2:4). 

Bapa-bapa Gereja Universalis 

Ajaran Maran Yeshua dan Mar Paulus ini tidak berhenti di abad 1, namun ada terus di abad 

kedua. Clementinus dari Alexandria (150-220) dalam tulisannya: Stromata Buku ke-7 Bab 2. 

Sang Putra Penguasa dan Penyelamat semuanya. Demikian tertulis: 

And, on the other hand, He is in no respect whatever the cause of evil. For all things 

are arranged with a view to the salvation of the universe by the Lord of the universe, 

both generally and particularly. It is then the function of the righteousness of salvation 

to improve everything as far as practicable. For even minor marten are arranged with 

a view to the salvation of that which is better, and for an abode suitable for people's 

character. Now everything that is virtuous changes for the better; having as the proper 

cause of change the free choice of knowledge, which the soul has in its own power. But 

necessary corrections, through the goodness of the great overseeing Judge, both by the 

attendant angels, and by various acts of anticipative judgment, and by the perfect 

judgment, compel egregious sinners to repent. 

Terjemahan: Dan, di sisi lain, Dia sama sekali tidak memandang apapun penyebab 

kejahatan. Segala sesuatu disusun dengan tujuan untuk keselamatan semesta alam 

oleh Tuhan, baik secara umum maupun khususnya. Inilah fungsi dari kebenaran 

keselamatan untuk memperbaiki segala hal sejauh mungkin. Untuk hal kecil sekalipun 

disusun dengan tujuan untuk keselamatan ke arah yang lebih baik, dan dengan tujuan 

sesuai dengan karakter manusia. Sekarang segala sesuatu yang saleh berubah menjadi 

lebih baik; segalanya yaitu  akibat yang tepat dari kehendak bebas buah pengetahuan 

yang dimiliki oleh keuatan jiwa. Tetapi perbaikan juga diperlukan, melalui kebaikan 

Sang Hakim pengawas yang agung, baik oleh malaikat penjaga, dan oleh berbagai 

tindakan penghakiman antisipatif, dan dengan penilaian yang tepat, membuat yang 

berdosa menjadi bertobat. 

Dari Clementinus di awal abad 2 ke abad 2 akhir sampai abad 3 pertengahan hadir seorang 

Imam lain yang menjadi guru dari banyak Bapa Gereja dan Kadosa lainnya, yaitu Fr Origen 

dari Alexandria. Beliau dalam tulisannya berikut ini menegaskan ajaran sebelumnya45: 

As, therefore, there is a kind of advance in man, so that from being first an animal 

being, and not understanding what belongs to the Spirit of God, he reaches by means 

of instruction the stage of being made a spiritual being, and of judging all things, while 

he himself is judged by no one; so also, with respect to the state of the body, we are to 

hold that this very body which now, on account of its service to the soul, is styled an 

                                                 

45 Origen, DE PRINCIPIIS III bab VI.—On the End of the World, bagian 5. 


 

  57 

animal body, will, by means of a certain progress, when the soul, united to God, shall 

have been made one spirit with Him … 

Terjemahan: Dan oleh sebab  itu, ada semacam kemajuan dalam diri manusia, sehingga 

dari semula menjadi makhluk binatang, dan tidak memahami apa yang menjadi milik 

Roh Alaha, dia mencapai tahapan itu dengan mengikuti instruksi sampai menjadi 

makhluk spiritual, dan untuk menilai segala sesuatu, sementara dia sendiri tidak dinilai 

oleh siapapun; Begitu juga, sehubungan dengan keadaan tubuh, kita harus berpegang 

bahwa tubuh inilah yang sekarang, sebab  pelayanannya kepada jiwa, dibentuk seperti 

tubuh binatang, dengan melalui berbagai kemajuan, tiba saatnya jiwa, dipersatukan 

dengan Tuhan, akan menjadi satu roh dengan Dia... 

Kemudian dia menulis lagi berikut46: 

…And when this dissolution and rending asunder of soul shall have been tested by the 

application of fire, a solidification undoubtedly into a firmer structure will take place, 

and a restoration be effected. 

Terjemahan: Dan saat terjadinya peleburan dan pengoyakan suatu jiwa yang diuji oleh 

api, suatu pembentukan yang lebih kuat sudah pasti terjadi sehingga pemulihan 

menjadi effektif.   

Pemikiran dan tulisan Fr Origen menjalar ke banyak muridnya, ke para Bapa Gereja, penulis, 

dan Theologiawan sampai ke beberapa abad setelahnya dan mencari jalan ke sampai ke abad 

sekarang, beberapa di antaranya yaitu :  

1. Theognostus dan Pierius yang juga sama-sama sempat menjabat Kepala Seminari di 

Alexandria. Pierius dikenal juga sebagai ‘Origen Junior’.  

2. Ks Didymus Si Buta, dia bahkan berani membela semua tulisan Origen yaitu  benar-

benar ajaran Ortodoksi. Akibatnya yaitu  pada Konsili 553 M, dia juga dianathema 

bersama dengan Origen dan Evagrius Ponticus. Ks Didymus yaitu  pengajar Ks 

Gregory dari Nazianzen (329-389) dan Rufinus dari Aquileia (345-410). 

3. Pamphilius dari Caesarea (240-309) yang ditahbiskan oleh Uskup Agapius dalam 

jenjang Imam. Dia membangun kembali seminari pengikut Origen di Caesarea berikut 

dengan perpustakaannya meniru seminari Origen di Alexandria. AKhir hidupnya 

dihabiskan di dalam penjara mulai November 307 saat dia ditahan, kemudian pada 

Februari 310 pada masa Kaisar Roma Mazimus Daia, dia dijatuhi hukuman penggal.  

4. Eusebius dari Caesarea sejarawan gereja terbesar yaitu  salah satu murid Fr 

Phamphilius. Bersama dengan sang guru, dia menulis Apology of Origen ke dalam 6 

buah buku. Sepertinya hanya 1 buku yang berhasil diselamatkan sampai sekarang dan 

sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Rufinus. Isi buku tersebut yaitu  suatu 

pembelaan terhadap Origen sebagai seorang penganut Ortodoks.  

5. Ks Basil the great dan saudaranya Gregory dari Nyssa, 

6. Ks Macrina (330-379) saudara perempuan Ks Basil dan Gregory dari Nyssa yang 

yaitu  seorang biarawati juga penganut Universalist47.  

7. Gregory dari Nazianus, 

                                                 

46 Origen, DE PRINCIPIIS II, Bab X.—On the Resurrection, and the Judgment, the Fire of Hell, and Punishments. 

Bagian 5 

47 J. W. Hanson Universalism: The Prevailing Doctrine of the Christian Church, 1889, halaman 105 


 

  58 

8. Evagrius Ponticus, seorang penulis kehidupan spiritual terbesar yang pernah ada.  

Data di atas sejalan dengan riset yang dilakukan sejarawan Perancis tentang siapa saja di antara 

Bapa Gereja yang menganut Apokatastasis. Berikut yaitu  pendapat Dr Ilaria Rameli48: 

Pendukung utama Bapa Gereja pada teori apokatastasis antara lain: Bardaisan, 

Clement, Origin, Didymus, Ks. Anthony, Ks. Pamphilus Martyr, Methodius, Ks. 

Macrina, Ks. Gregorius dari Nyssa (dan mungkin dua orang Kapadokia lainnya), Ks. 

Evagrius Ponticus, Diodore dari Tarsus, Theodore dari Mopsuestia, Ks. Yohanes dari 

Yerusalem, Rufinus, Ks. Jerome dan Ks. Agustinus (setidaknya pada awalnya) ... 

Cassian, Ks. Issac dari Niniwe, Ks Yohanes dari Dalyatha, Mzm. Dionysius sang 

Areopagite, mungkin juga Ks. Maximus si Pengawas, sampai kepada John si Scot 

Eriugena, dan banyak lainnya, mendasarkan doktrin mereka tentang apokatastasis 

pertama-tama di dalam Alkitab. 

Ada juga para penentang ajaran Origen, namun mereka semua hidup di zaman yang berbeda 

dengan Origen sehingga sangatlah tidak adil menentang ajaran orang yang sudah wafat dan 

tidak bisa membela ajarannya tersebut.  

 

Universalisme ala Gereja Timur 

Sekitar sebulan yang lalu saya sempat bertanya jawab dengan seorang Imam Gereja Ortodoks 

Rusia Paroki Jakarta Timur tentang ajaran keselamatan di gereja cabang Byzantium Yunani 

ini. Apa yang saya dapati cukup menarik, mengapa? Sebab dalam ajarannya, siapapun yang 

masuk ke dalam neraka bisa saja masih diselamatkan oleh Tuhan jika Dia berkenan. Memang 

mereka terus meyakini bahwa neraka itu yaitu  alam penghukuman kekal, namun ada jiwa-

jiwa tertantu yang akan Tuhan pilih dari antaranya untuk diselamatkan. Saya kurang paham 

apa kriteria Tuhan menentukan siapa yang diangkut dari neraka ke Sorga dan siapa yang tidak. 

Tanya jawab itu berhenti sebab  kesibukannya.  

 

Belakangan saya membaca tulisan Uskup Kallisto Ware, The Inner Kingdom. Saya perhatikan 

ada beberapa buku yang mengulas tulisan beliau dan menyimpulkan bahwa uskup ini yaitu  

penganut universalis juga seperti buku Introducing Christian Theologies, Volume Two: Voices 

from Global Christian karya Victor I. Ezigbo. Namun setelah saya pelajari mendalam, 

keadaannya berbeda. Apa yang ditulis oleh Fr. Ware sedikit membingungkan memang kalau 

tidak teliti membacanya. Beliau menulis dengan membandingkan tulisan Bapa Gereja COE 

Mesopotamia yang memang mendukung Universalisme Origen, kemudian beliau juga 

mengulas pandangan para lawannya. Nah, kesimpulan akhirnya yaitu  Fr. Ware tetap 

menyalahkan Origen sebab  berani memastikan bahwa semua jiwa akan diselamatkan. 

Sementara menurutnya yang benar yaitu  silahkan berharap saja bahwa semua akan 

diselamatkan. Begini apa yang dia tuliskan49:  

Keyakinan kami yaitu  kehendak bebas manusia artinya kita tidak penya hak untuk 

mengatakan dengan yakin bahwa “semua pasti akan selamat”. Namun keyakinan kami 

pada Kasih Tuhan yang membuat kita meyakini untuk mengharap bahwa semua 

akan diselamatkan. 

                                                 

48 Ramelli, Christian Doctrine, halaman 11  

49 The Inner Kingdom, K Ware, St Vladimir Seminari Press Creswod, New York, hal 215 


 

  59 

Saya teringat akan diskusi saya dengan rohaniawan ROCOR yang meyakini bahwa hasil 

konsili yaitu  suara Roh Kudus dan itu tidak mungkin bisa salah. Namun mengapa Uskup 

Ware malah terlihat berdoa supaya konsili yang menyatakan Universalisme salah? Supaya 

semua orang diselamatkan? Setelah saya renungkan, saya paham sekarang bagaimana 

pandangan Gereja Timur ini. Uskup Ware juga bukanlah seorang Mistikus seperti Fr Origen 

dan para Uskup kami sekarang sehingga beliau tidak bisa mengetahui lebih jauh hal-hal mistik. 

Ini yang membuat perbedaan itu ada dengan jelas. Mungkin mereka memiliki kaum Staretz 

yang merupakan kaum Mistik juga, namun belum ada yang menerima penyingkapan rahasia-

rahasia ilahi ini. Dan apa yang mereka yakini ini berdasarkan kehati-hatian menjelaskan ajaran 

awal, jadi mereka cukup meyakini semoga semua bisa saja diselamatkan, tapi apakah itu 

akan benar-benar terjadi atau tidak, mereka tidak mengetahuinya. Saya sekarang tidak heran 

kalau mereka juga berdoa terus bagi jiwa-jiwa yang ada di neraka seperti sorang Staretz ini50.  

Dilema yang kami alami bisa dilihat dari tercatatnya diskusi berikut yang direkam oleh 

Akrimandrit Sophrony, murid dari Ks Siloun dari Gunung Athos: 

Sudah merupakan kebiasaan dari Staretz Silouan untuk berdoa bagi mereka yang 

menderita di Neraka dan terpisah dari Tuhan…Dia tidak bisa menahan diri bahwa ada 

orang yang tersiksa di “bagian kegelapan” tersebut. Saya ingat suatu diskusi antara dia 

dan seorang pertapa, yang menyatakan dengan puas: “Tuhan akan menghukum semua 

Atheis. Mereka akan dibakar selamanya di dalam Api.” 

Namun demikian, si Staretz mengatakan, “Katakanlah pada saya, jikalah kamu masuk 

ke Firdaus, dan melihat ke bawah dan terliat seseorang terbakar dalam api neraka- 

apakah kamu merasa bahagia?  

“Tidak ada yang bisa membantunya. Itu kan salahnya sendiri.” Si pertapa menimpali. 

Staretz menjawabnya dengan kesedihan: “Kasih tidak akan bisa menanggungnya” dia 

katakan “Kita harus berdoa untuk semua”. 

Di sinilah letak masalah buat kita semua. Ks Silouan menyatakan Kasih yang Ilahi” 

Kasih tidak akan bisa menanggungnya”. Sementara si pertapa menekankan 

tanggungjawab manusia: “Itu kan kesalahannya sendiri”. Kita diberturkan pada kedua 

prinsip ini: Pertama, Tuhan itu kasih. Kedua, manusia itu punya kehendak bebas. 

Jauh dalam hati saya berpikir bahwa mereka sebenarnya ingin meyakini Universalisme ini, 

bahkan dengan jujur Uskup Russian Orthodox Church, Hilarion Alveyev menuliskan tidak 

sedikit Imam Ortodoks yang diam-diam meyakininya51.  

Saya merekomendasikan buku khususnya bab Ekskatology dari Ks Isaac ini. Tidak 

sedikit Imam Ortodoks yang berbisik pada saya: “Saya diam-diam yaitu  seorang 

Universalist, tolong jangan katakan pada siapapun. Ks Isaac juga meyakinkan 

saya.” Ada apa dengan tulisan Ks Isaac itu sebenarnya? Itu sebab  dia mengetahui daya 

kuasa dan Kasih Tuhan yang tanpa syarat. Fr Isaac meyakini bahwa Tuhan pada 

akhirnya akan memenangkan hati dan pikiran setiap manusia dan setiap roh jahat.  

                                                 

50 Ibid, hal 194 

51 https://afkimel.wordpress.com  


 

  60 

Di atas yaitu  penggalan tulisan Fr Aidan (Alvin) Kimel yang sambil dari website pribadinya. 

Beliau yaitu  seorang Imam menikah di Gereja Timur dengan ritus barat. Buku yang 

dibicarakan oleh Fr Hilarion yaitu  The Spiritual World of Isaac The Syrian (Cistercian 

Studies) karyanya sendiri yang sekarang dijual bebas di Amazon.com. Mengapa banyak Imam 

Ortodoks yang tidak mau namanya muncul ke public bahwa mereka meyakini Universalis ini? 

Ya tentu saja tidak mau sebab akibat yang harus mereka terima yaitu  hukuman anathema 

seperti yang diterima oleh Fr Origen. Suatu dilema memang memendam kebenaran ini di sana. 

Namun itulah faktanya. Jadi, mari kita semua mengangkat hati dan berdoa, terutama bagi 

saudara-saudara kita yang sudah wafat dan belum menerima injil. Semoga jiwa mereka 

berlabuh pada kasih dan karya Salib Yeshua. Semoga banyak dan bahkan semua akan 

diselamatkan. Juga berdoa bagi pemurnian semua gereja supaya bertobat dan kembali kepada 

ajaran awal. 

Hukum Karma 

Gb 4.5 Hukum Karma 

Hukum Karma memiliki nama lainnya yaitu 

Hukum Sebab Akibat atau Hukum Retribusi 

atau Hukum Tabur-tuai. Dalam kekristenan 

biasanya memakai istilah tabur-tuai, kecuali 

di Nasrani India yang hidup berdampingan 

dengan penganut Hindu, mereka 

mempertahankan istilah ‘karma’. 

Sebenarnya istilahnya saja berbeda, namun 

artinya bisa dibilang sama. Dalam ajaran 

tabur tuai ada dosa dan upah/pahala. 

Sementara di dalam Hukum Karma, dosa 

disebut juga sebagai Karma Buruk, 

sementara upah disebut dengan Karma Baik. 

Setiap jiwa memiliki Free Will untuk 

menghasilkan karma buruk dan baik ini. 

 

 

Mar Mattai dan Paulus mencatat demikian: 

Matius 10:41-42 Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan 

menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, 

ia akan menerima upah orang benar.Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja 

pun kepada salah seorang yang kecil ini, sebab  ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: 

Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya." 

2Kor 9:6 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, 

dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. 

Gal 6:8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari 

dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal 

dari Roh itu. 9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, sebab  apabila sudah datang 

waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. 


 

  61 

Setiap jiwa berasal dari Alaha dan setelah menuruni banyak alam sampai ke Bumi, semua akan 

berusaha kembali kepada Alaha dengan membawa semua pengalaman yang dimilikinya. 

Kecepatan setiap jiwa untuk kembali itu tidaklah sama. Cepat atau lambatnya jiwa-jiwa itu 

menyatu kembali dengan Sang Pencipta dipengaruhi oleh adanya Hukum Karma. Anak saya 

Rio bertanya beberapa bulan lalu bagaimana bisa tahu ada hukum Karma. Saya memberinya 

contoh, saya minta dia tersenyum kepada adiknya dan kepada kakak sepupunya. Rio 

tersenyum, kendati agak dipaksakan. Adiknya heran, tapi kakaknya ikut tersenyum. Lalu saya 

memberinya contoh, saya tersenyum setulus yang saya bisa kepada adiknya dan sang kakak. 

Keduanya tersenyum balik ke arah saya. Rio mulai memahami. Dari tindakannya maka akan 

ada akibat yang terjadi. Senyum yang tulus akan mendapatkan kembali yang tulus, sementara 

yang kaku, tidak. Ada aksi dan ada reaksinya, ada kebaikan yang ditabur dan ada kebaikan 

yang dituai.  

 

Tindakan positif yang besar akan menghasilkan pahala yang besar, demikian sebaliknya. 

Karma baik misalnya jumlahnya 100 akan menjadi 0 (nol) kalau jumlah Karma buruknya 

yaitu  100 juga. Seratus dikurang seratus sama dengan 0. Jadi janganlah bermain-main, 

bersungguhlah dalam berbuat baik kendati tidak ada seorangpun yang mengetahuinya.  

Yak 2: 14 Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia 

mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu 

menyelamatkan dia? 15 Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian 

dan kekurangan makanan sehari-hari, 16 dan seorang dari antara kamu berkata: 

"Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!," tetapi ia tidak 

memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?  17 

Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman 

itu pada hakekatnya yaitu  mati. 18 Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada 

iman dan padaku ada perbuatan," aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku 

imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari 

perbuatan-perbuatanku." 

Waspyaitu  pada ajaran ‘Hanya Iman’ atau ‘Sola Fide’. Ini yaitu  ajaran baru di abad 16. 

Ajaran kita harus kembali ke abad 1 sebab dari sanalah semua bermula, Perjanjian Baru 

bermula. Iman itu harus dibarengi dengan Perbuatan, Iman harus ditunjukkan dengan perbuatan 

baik yang menghasilkan Karma Baik. Kita harus memperhatikan Karma Baik yang kita 

hasilkan, tidak hanya fokus pada Iman. Perbuatan itu bisa dilihat dari tindakan kita. Orang tidak 

melihat iman di dalam diri kita, mereka melihat karya yang kita lakukan, buah-buah kehidupan 

kita. 

 

Perhatikan Mar Yakub, kembali menegaskan adanya pengimpasan dosa sbb: 

Yak 5: 19  Saudara-saudaraku, jika ada di antara kamu yang menyimpang dari 

kebenaran dan ada seorang yang membuat dia berbalik, 20  ketahuilah, bahwa 

barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan 

menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa. 

Tindakan menyelamatkan jiwa orang itulah tindakan yang menghasilkan Karma Baik. Dan 

Karma Baik itu mengimpas banyak dosa (Karma Buruk). Ini sejalan dengan perintah Yeshua 

di dalam Sefer Limudah berikut: 

Lim 4:6 Jika kamu memiliki sesuatu, melalui tanganmu memberilah sebagai ganti 

dosa-dosamu. 


 

  62 

Di ayat ini, Maran menjelaskan bahwa dengan memberi, maka itu akan menghasilkan Karma 

Baik. Karma Baik itulah yang akan mengganti Karma Buruk (dosa-dosa). 

 

Tiga cara mengimpas dosa 

Pada umumnya agama-agama mengajarkan pengikutnya untuk berbuat kebaikan. Agama-

agama ini juga mengajarkan Pengorbanan, Penderitaan, dan Pelayanan sebagai 3 cara 

mengimpas Karma Buruk. Ini dibenarkan dalam pewahyuan yang diterima oleh Uskup Agung 

John Ward. Jadi, tanpa menjadi pengikut Yeshua, seorang manusia bisa saja mengurangi dosa-

dosanya kendati itu sulit. Di dalam ajaran Judaism atau PL, jemaat Israel membawa Kurban 

Hewan (Pengorbanan) saat mereka mau menghapus dosa-dosa pribadi mereka. Lalu mereka 

menderita (Penderitaan) bahkan tewas saat melanggar perintah Alaha. 

Yos 7: 11 Orang Israel telah berbuat dosa, mereka melanggar perjanjian-Ku yang 

Kuperintahkan kepada mereka, mereka mengambil sesuatu dari barang-barang yang 

dikhususkan itu, mereka mencurinya, mereka menyembunyikannya dan mereka 

menaruhnya di antara barang-barangnya. 12 Sebab itu orang Israel tidak dapat bertahan 

menghadapi musuhnya. Mereka membelakangi musuhnya, sebab mereka itupun 

dikhususkan untuk ditumpas. Aku tidak akan menyertai kamu lagi jika barang-barang 

yang dikhususkan itu tidak kamu punahkan dari tengah-tengahmu.  

Perhatikan ayat 2 ayat di atas, pelanggaran Israel menyebabkan banyak jiwa wafat dan 

keluarganya pasti menderita. Dengan kata lain penderitaan itu yaitu  sebagai ganti dosa 

yang mereka lakukan terhadap Tuhan YHWH.  

 

Suku Lewi yaitu  suku yang ditetapkan oleh Tuhan untuk menjadi perantara 11 suku Israel 

lainnya dan Tuhan. Mereka sejak dari kecil dilatih untuk melayani dan mendedikasikan hidup 

mereka di Bait Suci. Dengan demikian, dosa-dosa mereka bisa diganti dengan pelayanan yang 

merkea lakukan. Ketiga hal tersebut dilakukan oleh Jemaah Israel supaya mereka bisa menebus 

semua kesalahan mereka.  

 

Di zaman modern ini, mereka yang tidak memeluk agama Kristen, banyak yang berhati mulia. 

Banyak orang baik di luar gedung-gedung gereja. Kendati mereka menolak untuk menjadi 

Kristen, namun kehidupan mereka diisi dengan banyak tindakan baik yang menghasilkan 

Karma Baik. Orang Australia terbiasa mendonorkan darah ke Palang Merah untuk kebutuhan 

manusia lainnya. Ini yaitu  contoh Pelayanan dan Pengorbanan. Mereka ada yang lahir dengan 

cacat namun hidup mereka bisa menjadi inspirator bagi manusia lainnya, inilah penderitaan 

yang mereka jalani untuk menebus Karma buruk masa lalunya. Bagi umat Kristen pada 

umumnya yang meyakini neraka kekal, mereka semua itu akan masuk ke neraka sebab  tidak 

menerima Yeshua sebagai Tuhan. Namun bagi kami, tidak. Semua tindakan baik, pasti akan 

dicatat, pasti akan menghasilkan Karma Baik. Kebaikan itu akn menutupi segala dosa yang 

telah mereka perbuat. Saat mereka wafat, tanpa beriman pada Yeshua, itulah free will mereka 

yang harus dihormati. Mungkin saja mereka menolak sebab  mereka tidak melihat contoh ada 

orang Kristen baik di sekeliling mereka. Ya mereka hanya mendengar Injil, tapi tidak ada yang 

memperlihat hidup baik. Jadi, kita tidak bisa salahkan mereka bukan? Mereka akan menemui 

para Rohaniawan dan Kadosa (The Saint) yang mengajar mereka di alam Astral dan Spirtual. 

Orang baik pasti akan menjadi Good Spirit (roh baik) dan mau dengan mudah mendegar 

pengajaran para Kadosa. Tidak heran jika dalam kehidupan berikutnya, mereka akan masuk ke 

dalam keluarga Kristen yang baik atu bahkan dididik menjadi para Imam Tertahbis. Semua 

akan mengalami penyempurnaan.  


 

  63 

 

Hubungan Hukum Karma dan Korban Salib Yeshua 

Bagi kita yang sudah ada di dalam Jemaat Maran, sudah tersedia fasilitas untuk mengimpas 

dosa-dosa kita yang menumpuk. Fasilitas itu yaitu  Sakramen-sakramen (Ibrani: Qadishotim). 

Ada sakramen Baptis, pengakuan dosa, sampai ke Perjamuan Suci. Semua Sakramen tersebut 

terutama sakramen Perjamuan Suci (Kurban Tubuh dan Darah Yeshua) bisa menghasilkan 

Karma Baik yang sangat besar sehingga dosa-dosa dari puluhan kehidupan kita di masa lalu 

pun bisa dihapuskan secara total. Luar biasa Haleluyah!! Umat Kristen berpikir bahwa 

pengorbanan Yeshua itu hanya satu kali, sebenarnya kurang tepat. Yeshua memang menderita 

dan wafat disalib sekali. Namun…sebenarnya, Dia berkurban terus untuk kita saat kita masuk 

dan menikmati Perjamuan Suci. Itulah bentuk kasih-Nya kepada kita. Dia tidak berhenti 

berbuat kebaikan. Dia yaitu  Tuhan yang terus bekerja. Luar biasa Haleluyah!!   

 

Jadi, kalau jemaat ikut mendonorkan darah, memberikan santunan kepada orang miskin, 

menolong tetangga, atau memberi kekuatan kepada mereka yang kehilangan orang yang 

dikasihi, itu semua bisa memperbanyak Karma Baik. Semua perbuatan baik itu yaitu  buah-

buah roh. Berbuahlah yang lebat, biarlah semua orang dari agama apapun mengecap buah-buah 

kita.  

 

Lalu apakah jemaat yang rajin beribadah sudah pasti menjadi orang Kudus? Jawabnya: Tidak 

juga. Selagi ada di alam Bumi, kita semua berstatus orang-orang berdosa. Perhatikan bahwa 

Alam Bumi, Alam Astral, dan Alam Spriritual ini disebut Alam-alam manusia berdosa. Yang 

kudus yaitu  Para Kadosa yang telah naik dari Firdaus ke alam para Kadosa. Mereka dilatih di 

sana dan diutus kemudian turun ke alam-alam manusia berdosa untuk memimpin kita yang 

masih tertinggal di bawah sini. Oleh sebab  itulah penting bagi kita semua untuk beribadat dan 

menerima Qadishotim.  

Tingkap-tingkap alam 

Saat suatu jiwa berhak untuk menghentikan reinkarnasinya, maka kehidupan di alam-alam roh 

di atas menanti kehadirannya. Dalam penglihatan Mar John Ward, Alam Baka (Sorga) 

merupakan bidang yang luas, bertingkap-tingkap, jauh, jauh lebih besar dari seluruh dunia dari 

alam semesta fisik ini jika disatukan. Kami percaya bahwa alam ciptaan Tuhan terdiri dari 

tingkap-tingkap. Sorga sendiri bukanlah satu tingkap Alam saja, jauh dari pewahyuan yang Dia 

berikan kepada Mar John Ward, Tuhan sudah menyingkapkannya kepada penulis awal kitab 

Tanakh. Kata ‘Sorga’ dalam bahasa Ibrani yaitu  ‘Shamayim’ artinya yaitu  ‘The heights’ atau 

tingkap-tingkap alam.  

 

Tingkap alam yang terdekat dengan Alaha yaitu  Alam Para Malaikat terbesar yang dikenal 

sebagai Seraphim, dan dibawah mereka yaitu  delapan jenjang lainnya dari Para Malaikat, 

total 9 jenjang Malaikat setara dengan 9 jenjang keimamatan PB dalam gereja kami. Di bawah 

mereka lagi tiga Alam Kadosa. Jadi Alam-alam Sorgawi itu terdiri dari total 12 Alam Mayor 

(9 Alam Malaikat dan 3 Alam Kadosa) yang berisi alam-alam minor juga.  

 

Kemudian di bawahnya lagi ada 3 Jagad dari manusia fana, dari atas ke bawah: Alam Roh, 

Alam Astral, dan Alam Bumi. Di dalam 3 alam inilah terjadi perputaran jiwa-jiwa yang 


 

  64 

bereinkarnasi. Saat raga bumi mati, jiwa dari Alam Bumi, naik ke Alam Astral, lalu setelah 

beberapa waktu akan naik ke Alam Roh. Setelah beberapa waktu lamanya akan bereinkarnasi 

untuk menebus semua kesalahannya di Bumi lagi melalui Dinding Berapi. Perhatikan tabel di 

bawah ini untuk lebih jelasnya, dari bawah ke atas susunannya yaitu  sebagai berikut: 

 

No 

NAMA 

ALAM 

DESKRIPSI 

TIPE 

KEBERADAAN 

Alam Bumi 

(Alam Fisik) 

Bumi kita dan semua isi alam semesta 

lainnya yang sangat luas. Ini disebut alam 

fisik sebab  bisa disentuh, dirasakan 

dengan panca indera fisik manusia.Saat 

wafat, raga jasmani ditinggal di alam ini. 

Manusia 

Alam Astral 

(Alam semi 

fisik) 

Ini yaitu  tempat tinggal orang yang baru 

wafat. Kita hidup di sini saat pertama kali 

wafat, sebelum melewati Alam Roh. 

Termasuk jiwa dalam binatang dan 

tumbuhan semua akan singgah di alam 

ini. Ini yaitu  alam penghubung dengan 

Alam Roh, sifatnya perantara sehingga 

disebut alam semi fisik. Roh-jiwa 

manusia masih diselimuti oleh Raga 

Astralnya. 

Manusia 

Alam Roh 

(Spiritual 

Plane) 

Ini yaitu  alam rohaniah di mana terdapat 

Firdaus dan Neraka. Firdaus diisi oleh 

jiwa-jiwa baik, sebaliknya neraka 

ditempati oleh jiwa-jiwa yang banyak 

melakukan kejahatan saat di bumi. Saat 

masuk ke alam ini, jiwa dalam keadaan 

telanjang atau meninggalkan raga 

astralnya di alam astral. 

Manusia 

 

TEMBOK KOBARAN API. Alam-alam diseberang tembok kobaran Api 

yaitu  apa secara umum disebut Sorga. Roh-roh manusia yang tak sempurna 

melewati dari Alam Fisik ke alam Astral dan masuk ke Alam Roh, lalu 

menembus tembok ini untuk ber-reinkarnasi kembali ke alam bumi. 

Alam Kadosa 

I: Alam 

Kemuliaan 

Alam Kadosa pertama tempat roh manusia 

yang tidak perlu reinkarnasi lagi. Para 

Kadosa mempelajari banyak hal di sini 

untuk memulai pelayanannya kemudian. 

Para Kadosa (The 

Saints) 


 

  65 

Alam Kadosa 

II: Alam 

Terberkati 

Alam Terberkati (atau Terindah). 

Pemuridan di sini sudah berjalan dengan 

sangat maju dan efektif. 

Para Kadosa (The 

Saints) 

Alam Kadosa 

III: Alam 

Orang-orang 

Kudus 

Alam Kadosa sepenuhnya. Mereka sudah 

diutus untuk menolong manusia di alam-

alam bawah/manusia. Mereka juga 

melakukan persiapan bagi jenjang 

Kemalaikatan mereka di atasnya. 

Para Kadosa (The 

Saints) 

Roh-roh dari sepasang Kadosa harus bergabung untuk membentuk sesosok Malaikat. Sebab 

itulah ada istilah “teman sejiwa” (Soulmate). 

Alam Malaikat 

Penjaga 

Alam Malaikat Penjaga sebagai 

pelindung manusia dan ciptaan lain yang 

lebih rendah. 

Para Malaikat 

Alam Penghulu 

Malaikat 

Alam Penghulu Malaikat (Malaikat 

Kepala) yang bertugas menuntun dan 

memberi bantuan para Malaikat 

Pelindung di bawak kuasanya. 

Para Malaikat 

Alam Malaikat 

Tahta 

Para malaikat yang bertugas mengawasi 

dan membantu berbagai institusi 

pembawa kebaikan bagi kemanusiaan. 

Ini termasuk menjaga setiap kehilat 

(paroki) dan Gereja induk. 

Para Malaikat 

10 

Alam Malaikat  

Penjaga Bangsa-

bangsa 

Para malaikat yang berkuasa mengawasi 

bangsa-bangsa dan kelompok-kelompok 

secara nasional. 

Para Malaikat 

11 

Alam Malaikat 

penjaga ras-ras 

manusia 

Para Malaikat yang membimbing ras 

manusia yang berbeda-beda. 

Para Malaikat 


 

  66 

12  

Alam Malaikat 

penentu keputusan 

Para Malaikat besar dalam tugas 

kerohanian dari seluruh dunia. Malaikat 

ini juga bertugas memutuskan hasil 

karma yang diterima oleh manusia. 

Para Malaikat 

Enam jenjang malaikat awal bekerja di lingkup tertentu sesuai penugasan mereka. Tiga jajaran 

Malaikat tertinggi tidak dibatasi oleh Ruang dan berhak bekerja di seluruh Alam Semesta. 

13 

Alam Malaikat 

Virtue 

Malaikat yang bertugas menyebarkan 

Kebajikan-kebajikan atau berbagai 

atribut Tuhan ke seluruh Alam Semesta. 

Para Malaikat 

14 Alam Kherubim 

Kherubim menunjukkan Kasih Alaha 

bagi semua Ciptaan. 

Para Malaikat 

15 Alam Seraphim 

Seraphim bertugas untuk 

menyebarluaskan pengetahuan Alaha ke 

seluruh Ciptaan. Di Alam inilah ada 

Tahta Alaha. 

Para Malaikat 

Tabel 4.1 Tingkap-tingkap Alam 

 

Kesadaran manusia, baik itu ingatan dan semua kemampuannya masih ada setelah kematian 

raga Bumiahnya. Semuanya itu dibawa ke Alam Astral, kemudian pengetahuannya akan 

bertambah seiring banyak pengalaman yang dia alami di sana. Yang berbeda hanyalah dia tidak 

membawa raga Bumi dan harta bendanya. Lalu pada saatnya tiba, dia akan naik ke Alam Roh, 

entah itu ke Firdaus atau Neraka sesuai dengan upahnya. Sebagian besar memorinya akan 

menghilang saat dia berpindah dari sana kembali ke Alam Bumi melalui Dinding Berapi. 

Banyak jiwa yang sangat ketakutan untuk kembali ke Bumi, dengan mendekati dinding itu, 

ketekutannya akan menghilang juga bersama sebagian besar memorinya. Inilah yang 

menyebabkan hanya sedikit orang yang masih mengingat masa lalunya saat dilahirkan kembali 

di Bumi. Lalu apakah semua kenangan dan skill-nya itu sia-sia saja dikumpulkan? Tidak juga, 

skill itu melekat pada jiwanya dan saat disadari kembali maka tinggal dipoles lagi supaya bisa 

dikembangkan. Skill yang menjadi bagian masa lalunya ini sering disebut sebagai ‘Talenta’. 

Pada saat suatu jiwa tidak perlu reinkarnasi lagi, maka saat dia menembus Dinding Berapi dan 

masuk ke Alam Kadosa Awal sebagai bagian Sorgawi yang paling dasar, semua memori dan 

skill yang telah dipelajarinya ini akan menyatu kembali ke dalam jiwanya. Jadi semua 

pengalaman yang ditempuh, semua kompetensi yang pernah didalami pada puluhan kali 

kehidupan tidak akan sia-sia. Pada saatnya itu akan dipakai untuk melayani jiwa-jiwa lain di 

Alam Bumi.  

 

Penyingkapan yang Tuhan berikan kepada Fr John Ward sejalan dengan yang pernah Dia 

singkapkan kepada Uskup Ignatius di Antiokia di abad 2. Demikian yaitu  Surat 

Pengembalaannya kepada jemaat di Tralles, Asia (Srt Ignatius kepada Tralian pasal 5):  

For might not I write to you things more full of mystery? But I fear to do so, lest I should 

inflict injury on you who are but babes [in Christ]. Pardon me in this respect, lest, as 

not being able to receive their weighty import, ye should be strangled by them. For even 

I, though I am bound [for Christ], and am able to understand heavenly things, the 

angelic orders, and the different sorts of angels and hosts, the distinctions between 


 

  67 

powers and dominions, and the diversities between thrones and authorities, the 

mightiness of the Aeons, and the pre-eminence of the cherubim and seraphim, the 

sublimity of the spirit, the kingdom of the Lord, and above all, the incomparable majesty 

of Almighty God-though I am acquainted with these things, yet am I not therefore by 

any means perfect; nor am I such a disciple as Paul or Peter.  

Terjemahan: Apakah aku tidak menulis kepadamu hal-hal yang lebih penuh misteri? 

Tapi aku takut melakukannya, supaya aku tidak menyakiti dirimu yang kusayang [di 

dalam Mshikha]. Maafkan saya dalam hal ini, sebab  tidak dapat menerima beban berat 

mereka, kamu harus dibebankan oleh mereka. Bahkan saya, sekalipun saya terikat 

[untuk Mshikha], dan saya dapat memahami hal-hal surgawi, perintah malaikat, dan 

jenis malaikat dan penghuni yang berbeda, perbedaan antara kekuasaan dan wilayah, 

dan keragaman antara takhta dan penguasa, Kemegahan Aeon, dan keunggulan 

kerubim dan serafim, keagungan, kerajaan Tuhan, dan yang terpenting, keagungan 

yang tak tertandingi dari Alaha Yang Mahakuasa - meskipun saya memahami hal-hal 

ini, namun saya oleh sebab nya tidak berarti sempurna; Saya juga bukan murid seperti 

Paulus atau Petrus.  

 

Persamaan yang diterima oleh Mistikus bukanlah hal yang mengherankan. Saya meyakini apa 

yang ditulis oleh Uskup Ignatius hanya sedikit dari apa yang telah diterimanya. Apalagi kalau 

dia menerima penyingkapan ini dari suatu penglihatan. Terkadang apa yang dilihat dalam suatu 

mimpi atau visi tidak semua bisa dituangkan ke dalam suatu tulisan. Ada banyak gambaran 

yang tidak bisa diuraikan dengan kata-kata. Intinya yaitu  rahasia Tuhan tentang jenjang 

Kemalaikatan ini sudah banyak diketahui jemaat Gereja Rasuliah sejak abad-abad awal. 

Kemudian diperdalam dalam ajaran Fr John Ward. 

 

Unsur-unsur manusia 

Perlu dipahami terlebih dahulu bahwa manusia termasuk Maran Yeshua sendiri terdiri dari: 

1. Raga jasmani, ini yang disebut sebagai ‘kemah’ oleh Mar Paulus (2 Kor 5:1). 

2. Raga Astral yang terhubung dengan raga jasmani dengan Benang/rantai Perak. 

Peng 12:6 Sebelum rantai perak diputuskan dan pelita emas dipecahkan, sebelum 

tempayan dihancurkan dekat mata air dan roda timba di atas sumur. 

 

Gb 4.6 Rantai perak antara Raga Bumi&Astral, sumber: www.esotericjenavi.wordpress.com 

 


 

  68 

3. Roh-jiwa yang berpasangan, saya sederhanakan dengan menyebut pasangan ini sebagai 

‘sukma’.  

Sukma yang ada di dalam Yeshua dan manusia biasa itu berbeda sebab Dia yaitu  bagian dari 

Sang Sumber Pencipta. Sukma Yeshua yaitu  bagian dari Sang Bapa dan Sang Bunda Roh 

Kudus. Ketiganya yaitu  Esa atau satu-kesatuan (Ibrani: ekhad). Sementara sukma di dalam 

diri semua binatang, tumbuhan, manusia, kadosa, dan malaikat berasal dari Sang Sumber oleh 

karya Sang Putra yang disebut sebagai proses penciptaan. Sebenarnya istilah roh-jiwa berbagai 

mahluk itu disebut diciptakan itu kurang tepat istilah ‘diciptakan’ itu merujuk dari sesuatu yang 

tidak ada menjadi ada. Sementara semua sukma yaitu  percikan dari Sang Sumber dari 

segalanya. Oleh sebab  itu Sukma Yeshua dan sukma lainnya dibedakan.   

 

Ketika manusia meninggal, Benang Perak selama beberapa jam akan memudar dan sirna. Ini 

tandanya sukmanya itu tidak bisa mendiami raga kembali sebab  sudah berhenti digunakan. Ia 

harus meninggalkan raga jasmaninya di alam bumi sebab tubuh jasmani tidak bisa memasuki 

Alam Astral.  

2 Kor 5:1 Seba kami tahu, jika kemah kediaman kita di Bumi ini dibongkar, Alaha telah 

menyediakan…. 

Tanah akan kembali menjadi tanah, debu akan kembali menjadi debu (Kej 3:19). Ini berlaku 

bagi Eliyahu yang tidak wafat namun diangkat hidup-hidup ke langit, dan juga berlaku pada 

Maran Yeshua yang menghilang setelah memberikan amanat agung kepada para murid-Nya, 

Kis 1:9. Tubuh jasmani Eliyah dan Yeshua mengalami penguraian (dematerialisasi) dan 

menyatu ke alam bumi. Dengan kata lain, kita semua sebenarnya yaitu  roh yang memiliki 

jiwa, sukma. Pasangan roh-jiwa kita memerlukan tubuh sementara sebagai kemah. Jadi, di alam 

bumi ini sukma kita memakai selimut raga bumi yang sifatnya sementara. Ketampanan dan 

kecantikan ‘kemah’ ini hanyalah bersifat sementara dan akan memudar seiring waktu berjalan, 

dan sebaliknya biarlah kecantikan dari dalam jiwa (inner beauty) meningkat. Mereka yang 

berfokus untuk mempertahankan kecantikan ‘kemah’ selama mungkin yaitu  mereka yang 

belum siap untuk kembali ke rumah asal kita di Sorga, mereka masih terikat dengan alam fisik 

Bumi ini. 

 

Mereka yang akan bereinkarnasi lagi 

Secara sederhana, semua sukma berasal dari Tuhan, keluar dari Tuhan Sang Sumber. Mereka 

menuruni tingkap-tingkap alam sampai menembus Alam Bumi untuk memulai perjalanan 

kehidupan mereka dari dunia binatang dan tumbuhan. Perlu ratusan atau ribuan kali reinkarnasi 

sampai sukmanya berevolusi menjadi manusia. Di tingkap akhir sebelum menjadi manusia 

biasanya sukma mereka mendiami binatang dengan tingkat kepintaran yang tinggi seperti 

anjing, kucing, kuda, dan lainnya. Binatang seperti ini bisa dengan baik berkomunikasi dengan 

manusia dan menunjukkan perasaan mereka.  

 

Sukma binatang-tumbuhan saat mereka mati, akan berada di Alam Astral untuk beberapa 

waktu kemudian langsung turun lagi ke Alam Bumi. Sukma mereka ini yaitu  cikal-bakal 

sukma manusia sebab  semua mengalami evolusi. Pada saat menjadi manusia, banyak 

kejahatan dilakukan oleh jiwa-jiwa yang kurang bijaksana ini sebab  kurangnya pengalaman 

hidup. Oleh sebab  itu mereka menumpuk banyak karma buruk seiring menimbun banyak skill 

di dalam jiwa mereka. Untuk manusia yang belum terbebas dari kuasa dosa, maka akan kembali 

reinkarnasi setelah mendiami Alam Astral dan Alam Roh. Setiap kali suatu sukma pergi dari 

Firdaus ke Bumi itu seperti kematian seseorang di Bumi, banyak yang bersedih. Sebaliknya 


 

  69 

bayi yang datang ke Bumi membawa sukacita keluarganya, demikian juga satu sukma yang 

masuk ke alam Firdaus membaca sukacita keluarganya di sana. 

 

Sukma di Alam roh ini dipisahkan antara mereka yang baik ada di dalam Firdaus sementara 

mereka yang jahat (Evil spirits) akan mendiami tingkap-tingkap neraka sesuai tingkat 

kejahatannya. Baik mereka yang berada di Firdaus dan neraka ini akan mengulangi masa-masa 

reinkarnasi ke bumi sampai tidak melekat dosa di dalam jiwa-jiwa mereka. Peran Kadosa 

di sini yaitu  mengajar mereka. Semua sukma di Neraka yang menerima pengajaran dan pesan 

Malaikat Penjaganya dan berniat untuk bertobat akan masuk ke Alam Limbo untuk waktu 

tertentu lalu akan kembali ke Alam Bumi melalui Dinding Berapi.  

 

Mereka yang tidak perlu reinkarnasi lagi 

Sukma mereka yang terbilang tidak perlu reinkarnasi lagi, akan naik ke Alam Astral, lalu akan 

mendiami Firdaus di Alam Roh.  

Peng 12:7 dan debu akan kembali menjadi tanah seperti semula, dan roh kembali 

kepada Alaha yang mengaruniakannya. 

Setelah beberapa waktu di Firdaus dia akan melalui Diding Berapi untuk masuk ke alam-alam 

Sorgawi. Mereka berhak masuk ke Alam Kadosa I sebab mereka sudah berhasil mengimpas 

semua dosanya. Itu bisa dilakukan melalui 3 cara yang sudah dijelaskan di atas. Dari Alam 

Kadosa I, mereka sudah tahu siapa belahan sukma (soulmate)-nya masing-masing. Perlu waktu 

yang cukup lama supaya mereka bisa bersatu. Seiring penyatuan itu mereka menempuh Alam 

Kadosa II dan III. Di alam Kadosa III ini mereka sudah ditugaskan untuk turun dan membantu 

sukma manusia yang masih berada di Firdaus atau bahkan sampai ke beberapa tingkap Neraka.  

 

Sampai saatnya tiba, sepasang sukma itu akan menyatu dan membentuk satu sosok 

Malaikat Penjaga. Tugas Malaikat awal ini yaitu  membimbing 1 manusia yang ditunjuk oleh 

Tuhan. Jadi setiap manusia memiliki 1 Malaikat Penjaga yang akan terus menginfuskan pesan-

pesan kebaikan supaya manusia itu bertobat. Jika manusia yang dijaga belum sampai memasuki 

Alam Kadosa maka tugas si malaikat belum selesai. Manusia yang dijaganya jika harus 

menempuh reinkarnasi sampai puluhan kali, maka puluhan kali itu juga dia bertugas untuk 

menjaganya.  

 

Malaikat Penjaga yang berhasil membawa sukma manusia menjadi seorang Kadosa, 

dinyatakan berhasil dalam tugasnya dan berhak untuk masuk ke Alam Malaikat berikutnya. 

Semua jenjang kemalaikatan memiliki tugas spesifik. Dan setelah yang menyelesaikan mereka 

akan naik lagi ke Alam atasnya sampai ke level Malaikat Seraphim kemudian akan menyatu 

kembali kepada Sang Sumber: Tuhan semesta Alam. Penyatuan ini memerlukan ribuan tahun 

atau bahkan lebih, sampai saat ini para nabi kami menyatakan bahwa para rasul awal serta 

Bunda Miriam sendiri belum menyatu dengan Alaha.  

 

Penglihatan dan penyingkapan yang Tuhan berikan kepada Uskup John Ward ini sebenarnya 

sudah pernah Dia singkap kepada Fr Origen. Namun sayangnya, dalam konsili Konstantinopel 

II th 544 M, ajaran tentang jenjang-jenjang malaikat ini dibuang. Konsili tersebut menetapkan 

meng-anathema siapapun yang masih terus memegang ajaran ini. Perhatikan kutipan point 

kedua dari 15 point pengucilan ajaran Origen berikut: 

IF anyone shall say that the creation of all reasonable things includes only intelligences 

without bodies and altogether immaterial, having neither number nor name, so that 


 

  70 

there is unity between them all by identity of substance, force and energy, and by their 

union with and knowledge of God the Word; but that no longer desiring the sight of 

God, they gave themselves over to worse things, each one following his own 

inclinations, and that they have taken bodies more or less subtile, and have received 

names, for among the heavenly Powers there is a difference of names as there is also a 

difference of bodies; and thence some became and are called Cherubims, others 

Seraphims, and Principalities, and Powers, and Dominations, and Thrones, and 

Angels, and as many other heavenly orders as there may be: let him be anathema.   

Terjemahan: JIKA ada orang yang mengatakan bahwa penciptaan semua hanya 

mencakup kecerdasan tanpa tubuh dan sama sekali tidak berwujud, tidak memiliki 

urutan atau nama, sehingga ada kesatuan antara mereka semua dalam suatu substansi, 

kekuatan dan energi, Dan oleh persatuan mereka dengan dan pengetahuan tentang 

Firman Tuhan; namun tidak lagi menginginkan kehadiran Tuhan, mereka menyerahkan 

diri mereka pada hal-hal yang lebih buruk, masing-masing mengikuti 

kecenderungannya sendiri, dan bahwa mereka telah mengambil alih tubuh sedikit 

banyak subtil, dan telah menerima nama, di antara Kekuatan surgawi ada beberapa 

Nama dan juga perbedaan tubuh; sebab nya beberapa menjadi Kherubim, yang lain 

Seraphim, dan Malaikat penjaga ras-ras manusia, Malaikat penentu keputusan, 

Malaikat penjaga bangsa-bangsa, Malaikat tahta, dan para malaikat biasa, biarlah dia 

di-anathema. 

Tuhan sudah menyingkapkan kebenaran ini, namun ada oknum-oknum yang berusaha 

menghapus pengajaran luhur ini. Ternyata Tuhan tidak tinggal diam, Dia yaitu  Tuhan yang 

hidup dan berbicara. Dia memutuskan untuk memilih nabi-Nya lagi di akhir zaman untuk 

kembali menyingkapkan tingkap-tingkap ini. Saya pikir ini penting sebab memang inilah 

perjalan yang harus semua sukma tempuh suatu saat. Dia menyampaikan jalan pulang kepada 

kita semua. Dia menunjukkan dengan gamblang.   

 

Malaikat Satan bukanlah Malaikat Jatuh 

Dalam Judaism dan Nasrani, sosok Satan bukanlah sosok Malaikat Jatuh. Satan bukanlah sosok 

Malaikat yang memberontak kepada Alaha seperti yang banyak diajarkan oleh gereja-gereja 

pada umumnya. Ini harus dipahami sebelum saya menjelaskan lebih jauh. Jadi yang sering 

diusir dalam ritual pengusiran bukanlah Si Satan (Iblis) ini, melainkan roh-roh (sukma) jahat. 

Sukma ini seperti saya jelaskan di atas, yaitu  mereka yang suka memberontak terhadap ajaran 

Tuhan sehingga melakukan perbuatan kejahatan. Ada banyak karma buruk yang melekat pada 

jiwanya. Dan yang menjadi perbedaan sangat mencolok dengan sukma-sukma yang siap ke 

Sorga yaitu  mereka ini begitu terikat dengan pesona Alam Bumi, entah itu kekayaan, 

kekuasaan, atau wanita/seksual. Yang mereka ingini yaitu  kembali ke Bumi dengan 

secepatnya tanpa melalui protokol yang telah Tuhan tetapkan yaitu melalui setiap pengajaran 

yang Dia sediakan di alam astral dan alam roh. Mereka berlomba ingin merasuki tubuh-tubuh 

manusia yang dibiarkan ‘terbuka’. Kejadian tubuh yang kerasukan itu terjadi saat sukma-

sukma jahat ini menyandera si pemilik tubuh jasmani dan berhasil mendiaminya beberapa 

waktu. 

 


 

  71 

Pemahaman Satan sebagai Malaikat pemberontak disebabkan penafsiran liar dari ayat-ayat 

Tanakh seperti Yes 14:12-15 berikut: 

Yes 14:12-15 Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, 

engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! 

Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak 

mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Alaha, dan aku hendak duduk di atas 

bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-

awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi! Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati 

engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur. 

Nabi Yesayahu tidak pernah bermaksud menggambarkan nats di atas sebagai gambaran dari 

Malaikat Satan. Dia sebenarnya menggambarkan sosok Raja Babel. Justru Raja Babel ini 

yaitu  alat yang Alaha pakai sebagai penghukum bagi umat-Nya yang melanggar Perjanjian 

Sinai. Mereka menyembah berhala, melanggar perintah-Nya, lalu sebagai akibatnya yaitu  

mereka dibuang ke Babel. Para Rabbi Yahudi tidak pernah mengajarkan bahwa nats di atas itu 

tentang Satan, kami yakin begitu juga dengan Rabbi Yeshua Mshikha, Maran kita. 

 

Baik Judaism dan dalam ajaran Mistika kita, sosok Satan ini yaitu  sosok Malaikat Penguji 

atau The Tester. Semua jiwa untuk mengalami penyempurnaan haruslah diuji. Kalau lulus 

dalam ujian maka mereka berhak untuk naik level dalam kehidupan mereka. Untuk tugas mulia 

inilah Tuhan memberikan tugas kepada Satan. Ayub diuji oleh Satan (Kitab Ayub), Maran 

Yeshua sendiri diuji oleh Satan (Mat 4:1-11), dan di dalam Kitab Wahyu ada peperangan di 

dalam Sorga, ini juga menggambarkan bahwa ada ujian di dalam jenjang-jenjang 

Kemalaikatan, sehingga terkesan seperti suatu pertempuran. Saat ujian, memang itu yaitu  

moment pertempuran, kita mau taat pada Tuhan atau kita ikuti saran si Satan ini.  

 

Dalam kacamata Mistikus kami, sosok Satan ini ada di jenjang Malaikat teratas antara 

Seraphim paling atas dan Kherubim. Dia ada di bawah 4 Seraphim. Ke-4 Seraphim itu yaitu  

Malaikat MichaEL (penghakim), Malaikat GabriEL (Kelahiran), Malaikat AzraEL 

(Kematian), dan Malaikat RaphaEl (Kehidupan). Di bawah jenjang ini yaitu  jenjang Great 

Seraph, dan Satan ada di level ini. Oleh sebab  posisinya yang sangat tinggi ini, maka dia 

memiliki jajaran malaikat di bawahnya yang mengemban tugas yang sama, yaitu menguji 

semua jiwa. Perhatikan kitab Ayub 1: 6. Di sana tercatat bahwa Satan ada di antara para 

Malaikat-Nya. Ini begitu gamblang, Tuhan menjelaskan lewat penulis kitab ini. Iblis yaitu  

salah satu pelayan Tuhan. Dia bukan musuh Tuhan, dia dan para melaikat di bawahnya yaitu  

para pelayan Tuhan. Tapi saat dia bertugas, dia akan menjadi lawan setiap manusia, kadosa, 

dan setiap malaikat yang ingin menyusuri jalan pulang menyatu dengan Tuhan.  

 

Roh-roh jahat 

Jiwa-jiwa terbagi 2, yaitu mereka yang baik dan jahat. Yang baik yaitu  mereka yang mau 

mendengar perintah Tuhan lewat berbagai agama yang ada di alam fisik bumi ini, dan ada yang 

jahat. Yang jahat yaitu  mereka yang suka memberontak terhadap aturan yang mengatur 

mereka. Jiwa-jiwa ini tidak suka pada penundukan diri, membenci kebaikan, iri hati, dan 

berbuat berbagai kejahatan, serta cinta dunia. Di dalam penganut ajaran Kristen ada juga, 

kebanyakan yaitu  mereka yang hanya mengikuti agama orang tuanya saja. Di dalam 

kehidupannya, mereka sangat mencintai keduniawian ini. Jiwa-jiwa yang baik akan tertarik 

hal-hal Sorgawi, sementara yang jahat tidak tertarik sama sekali, mereka ingin hidup selamanya 

di Bumi ini. Mereka ingin berkuasa, memiliki banyak hal, dan umur sepanjang-panjangnya. 

Dan di saat mereka mati, mereka tidak bisa menerima kenyataan itu, sehingga jiwa mereka ada 


 

  72 

di bibir Alam Astral (Sheol). Bibir Alam Astral ini yaitu  Alam yang berhimpitan dengan Alam 

fisik Bumi sehingga mereka masih bisa memperlihatkan diri mereka kepada orang-orang yang 

hidup.  

 

Perhatikan jenjang-jenjang roh jahat yang dikelompokkan oleh para Uskup kita sesuai tingkat 

kejahatannya berikut ini: 

 

 

Gb 4.7 Tingkatan Roh Jahat 

 

1. Earth Boud Spirit (roh yang terikat pada dunia), ada di bibir Alam Astral, biasanya 

yaitu  jiwa-jiwa yang mati akibat bunuh diri atau kecelakaan. 

2. Poltergeist, ada di bibir Alam Astral, biasanya adanya benda-benda yang bergerak 

itu dilakukan oleh sosok ini. Mereka yaitu  jiwa-jiwa yang punya keinginan kuat 

dan temperamental, tidak selalu jahat. 

3. Ghost (hantu), ada di bibir Alam Astral, biasanya tidak membahayakan. 

4. Ghoul, ada di Alam Astral dan biasanya sosok inilah yang membuat seseorang 

ketergantungan pada sesuatu seperti obat-obatan, rokok, pornografi, narkotik, dll. 

5. Thought Form, ada di Alam Astral dan Alam Roh, sosok hasil imajinasi manusia 

di Bumi, sering ditemui saat jiwa manusia bermimpi. 

6. Evil Spirit, ini yaitu  sosok yang sering mengganggu dan membuat ketergantungan 

juga dan harus diusir ke Level tiga Neraka. 

7. Demon, ini yaitu  sosok berbahaya yang suka merasuki seseorang yang 

berhubungan dengan perdukunan atau kuasa kegelapan. 

8. Devil, ini yaitu  sosok yang sangat sangat berbahaya sebab  usia jiwanya sangat 

kuno dan harus diusir ke Alam Neraka paling bawah. 

Jadi pahamilah dengan baik, roh-roh jahat itu bukanlah Satan (Iblis). Kita tidak punya hak 

untuk mengusir Satan. Tanpa Satan dan malaikat penguji di bawah kendalinya, kita tidak 

akan bisa disempurnakan.  


 

  73 

Neraka  

Kata ‘Neraka’ (Aram: Gehanna, ܐ  yaitu  suatu alam sebagai tempat penyempurnaan (ܓܗܢ

jiwa. Begini letak Firdaus, Sorga, Neraka, serta Alam fisik Bumi kita kurang lebihnya. 

 

Perhatikan bahwa Firdaus tidak masuk ke dalam bagian Alam-alam Sorgawi. Firdaus 

masih di dalam Alar Roh (Spiritual Plane). Dengan kata lain, si penjahat baik itu tidak langsung 

masuk ke dalam Sorga. Jiwanya harus disempurnakan lagi dengan mengalami reinkarnasi. Dia 

cukup beruntung sebab di akhir hidupnya itu, Dia bertemu Yeshua. Oleh sebab  iman 

percayanya itu, jiwanya masuk menembus lapisan-lapisan Astral Plane (Ibrani: Sheol) dan 

alam-alam Neraka, lalu menuju ke Alam Firdaus. Di sana roh si penjahat ini sudah dinantikan 

oleh Yehsua yang sudah terlebih dahulu wafat. Perlu diketahui bahwa si penjahat ini wafat 

setelah Yeshua, sekitar jam 4 sore, dia baru mati. Jadi Roh Yeshua sudah menemui roh-roh 

yang ada di Firdaus terlebih dahulu, lalu bersama mereka menyambut si penjahat masuk ke 

dalamnya dengan sukacita. Masuknya suatu roh ke alam sana, sama saja seperti kelahiran 

seorang bayi di alam bumi yang tentu membawa sukacita bagi keluarganya.  

 

Jiwa-jiwa di alam Neraka dan Firdaus dibedakan antara mana jiwa jahat dan mana yang baik. 

Jiwa-jiwa itu bisa dibedakan mana baik dan jahat tergantung dari perbuatan baik dan jahat, 

tergantung pahala dan dosa, tergantung Karma Baik dan Karma Jahat. Jiwa-jiwa yang baik 

akan terpisah dari yang jahat secara natural. Jiwa baik akan berkumpul dengan baik, jahat 

dengan jahat, ini sebenarnya sama seperti apa yang terjadi di Alam fisik Bumi, kita punya 

kecenderungan berkumpul dengan yang sama dengan jiwa kita. Namun perlu dipahami bahwa 

baik itu berbeda dengan sempurna