n juga memang sebab factor masuknya ajaran lain ke dalam
jemaat seperti ajaran Zoroaster tersebut atau mitologi Yunani kuno, ditambah dengan hasil
konsili Kontsntinopel yang penuh kontroversi. Di dalam 2 Pet 2:4 tercatat kata ‘Tartarus’,
demikian bunyi ayatnya:
"For if God did not spare angels when they sinned, but cast them into Tartarus and
committed them to chains of gloomy darkness to be kept until the judgment.
Terjemahan: Sebab jikalau Alaha tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat
dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam Tartarus dan dengan demikian
menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari
penghakiman.
Gb 2.3 Kata Yunani ‘Tartarus’ dalam Codex Sinaticus. Sumber: www.codexsinaiticus.org
Dari mana asal kata ‘Tartarus’ tersebut? Itu berasal tentunya dari kata Yunani di mana di dalam
mitologi Yunani kuno kata ini bermakna: alam penghukuman yang kekal. Oleh LAI kata ini
disalin menjadi ‘Neraka’. Jadi semua pengikut Yeshua yang memakai naskah-naskah Yunani
bisa terbawa ke dalam pengajaran dari mitologi tersebut. Dan faktanya, memang banyak yang
mewarisi ajaran mitologi itu secara tidak sadar. Di sinilah perlu kita waspadai suatu
pengajaran akan selalu dipengaruhi oleh budaya dan bahasa setempat. Pada saat Yeshua
mengajar dalam budaya dan bahasa Aramaik, ada baiknya kita mempelajari seluk-beluk
budaya dan bahasa yang dipakai-Nya supaya tidak salah paham.
Pengajaran Yeshua sebenarnya sangatlah banyak. Dia mengajar selama kurang lebih 3,5 tahun,
dari th 26 sampai 30 M. Dia sama sekali tidak menulis kitab. Kitab-kitab PB baru dituliskan
kemudian seperti Injil Marqos dan Mattai (Matius) pada tahun 45-50M. Jadi Yeshua mengajar
secara lisan. Dan jika semua ajaran-Nya dicatat maka tidak akan bisa dimuat oleh seluruh kitab.
Perhatikan kesaksian murid-Nya ini:
Yoh 21:25 “Masih banyak lagi hal lainnya yang diperbuat Yeshua namun jikalau
semua dituliskan secara detail maka seluruh dunia ini tidak akan memuat semua kitab
tersebut.”
Jadi ada ajaran Yeshua yang bersifat khusus atau rahasia kepada para murid-Nya yang tidak
dituliskan ke dalam kitab oleh para murid. Dengan kata lain, kitab-kitab injil itu benar-benar
memberikan informasi yang sedikit kepada para pembacanya. Sedikit dan jikalau para murid
lain bingung, maka para Rasullah yang bisa menjelaskannya dengan baik. Semua ada di dalam
memori otak mereka saja. Mereka sampaikan kepada para murid mereka lagi, namun ada yang
dituliskan, dan ada yang tidak. Yang dituliskan lagi, tentu saja tidak bisa memuat semua ajaran
Yeshua selama bertahun-tahun tersebut. Inilah mengapa para Nabi masih hidup di abad 1 dan
Uskup Mar Paulus mendorong setiap komunitas pengikut Yeshua untuk memelihara jawatan
Nabi, Ef 2:20 dan 4:11. Dengan adanya peran kenabian inilah, ajaran-ajaran Yeshua yang tidak
sempat tertulis atau belum Dia singkapkan di abad 1 lalu bisa Dia singkapkan pada waktu-Nya.
Peran kenabian ini akan saya jelaskan lebih detail di bab berikutnya.
Para murid Yeshua mengetahui Torah Gilgulim ini
Tidak dari awal para murid Yeshua meyakini jati diri Sang Rabbi yaitu sosok Mesias yang
dinantikan-nantikan kaum Yahudi. Semua perlu waktu, maklum saja mereka menantikan-
nantikan sosok Mesias ini sudah ratusan tahun. sebab itu, saat Yeshua bertanya kepada para
murid-Nya: siapa diri-Nya, maka banyak yang salah jawab, perhatikan kutipan injil Mar
Marqos berikut ini:
Markus 8:27-29 Lalu Yeshua beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-
kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-
Nya, kata-Nya: "Kata orang, siapakah Aku ini?" Jawab mereka: "Ada yang
mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang
mengatakan: seorang dari para nabi." Ia bertanya kepada mereka: "Tetapi apa
katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Petrus: "Engkau yaitu Mesias!"
Perhatikanlah jawaban dari mereka. Nama ‘Elia’ dan ‘seseorang dari para Nabi’ itu artinya
yaitu mereka yang sudah tidak ada lagi. Elia sudah naik ke alam lain tanpa mengalami
kematian, lalu Yeremia, Yeshayahu, Maleaki atau nabi-nabi lain sudah wafat. Para murid
bukanlah orang-orang yang terpelajar, mereka yaitu orang-orang biasa, mereka menebak
siapa sosok Yeshua ini menurut pandangan mereka kendati itu salah. Dan dari jawaban mereka,
kita mengetahui bahwa mereka menganut ajaran gilgulim ini. Mereka menebak bahwa Yeshua
itu yaitu reinkarnasi dari salah satu Nabi terdahulu. Mari kita lihat contoh ayat berikutnya ini:
Yoh 9: 2-3 Para murid-Nya bertanya: “Rabbi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini
sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” Jawab Yeshua, “Bukan dia
da bukan orang tuanya, namun sebab pekerjaan-pekerjaan Alaha harus dinyatakan di
dalam dia.
Pada kasus ini, ada seorang buta sejak lahir lalu para murid bertanya apakah kebutaan itu
merupakan salah si orang buta ini atau orang tuanya. Ini artinya mereka bertanya sebenarnya
ini salah si orang buta di kehidupan sebelumnya atau memang kesalahan orang tuanya. Orang
Yahudi percaya akan hukum sebab akibat atau tabur-tuai. Apa yang dilakukan oleh seseorang,
maka dia akan mendapatkan akibatnya entah di dalam kehidupan ini atau juga dikehidupan
berikutnya. Namun jawab Yeshua kepada mereka, itu bukan salah siapa-siapa, namun ada
rencana Tuhan untuknya. Sebenarnya bisa saja orang buta itu yaitu merupakan hasil
kesalahan atau kejahatan yang dia lakukan di kehidupan sebelumnya. Dan kebutaan merupakan
jalan yang harus ditempuh supaya orang itu bisa menghapus dosanya. Namun dalam kasus ini,
kebutaan itu bukanlah sebab kesalahan si orang buta tersebut. Semua hal negatif atau
keburukan yang terjadi pada seseorang, itu terjadi memang sebab 3 hal, yaitu: 1. sebab
kesalahan kita, 2. sebab itu yaitu masa pengujian yang Tuhan izinkan supaya kita
bertumbuh, 3. Kombinasi di antara keduanya. Nah, dari jawaban Yeshua, maka si buta itu
menjadi buta sejak lahir sebab alasan nomer 2, yaitu Tuhan izinkan supaya ada yang Tuhan
mau ajar kepada orang ini.
Adanya catatan sejarah ini, maka ini sebenarnya menguatkan tulisan sejarawan Yahudi yang
hidup di abad 1 M, Josephus Flavius yang menyatakan bahwa orang-orang Yahudi di
zamannya memang meyakini Torah Gilgulim. Perhatikan pernyataannya berikut:
“Pengikut Farisi meyakini bahwa jiwa-jiwa memiliki kekuatan abadi di dalamnya dan
bahwa orang saleh memiliki kekuatan untuk bangkit dan hidup kembali: jiwa-jiwa
inilah yang kemudian bisa menghidupkan tubuh manusia.”24
Josephus yaitu seorang tentara yang meyakinkan sejawatnya untuk bertempur sebab ada
ajaran ini. Dia menulis hal ini kepada para pembacanya:
“Tidakkah kamu ingat bahwa semua Roh yang murni ketika mereka keluar dari
kehidupan ini mendapatkan tempat yang paling suci di surga, dari sana kelak, dalam
revolusi zaman, mereka kembali bisa dikirim kembali ke dalam raga-raga
murni.”25
Pendapat Josephus ditegaskan oleh Rabbi Dovber Pinson dalam karyaya: Reincarnation and
Judaism: The Journey of The Soul. Kendati kitab Zohar yang mengungkapkan dengan jelas
keberadaan ajaran reinkarnasi dari dalam Tanakh baru muncul di abad 2M, Yahudi pada
umumnya meyakini ajaran ini dengan segala keterbatasan mereka memahaminya.
BAB 3 TORAH REINKARNASI DALAM SEJARAH GEREJA
Di sini mari kita simak catatan di luar Kitab Suci yang saya anggap sebagai bagian dari Tradisi
Gereja. Ini yaitu Pilar Iman Tradisi. Pengajaran Nasrani yang bersumber dari Yeshua,
mengalir kepada para rasul, lalu kepada para penerusnya, yaitu para Imam dan Kepala Imam
(Uskup). Para Imam ini menyebar ke berbagai daerah dalam misi pemuridan. Di daerah-daerah
itu mereka menjadi Gembala atau Uskup. Dan sebagai Uskup mereka mentahbiskan jemaat
memasuki jenjang keimamatan sampai ke jenjang Uskup lagi. Demikiankan dari Uskup ke
Uskup ajaran Yeshua diestafetkan. Mar Yakub, saudara tiri Yeshua memuridkan di Yerusalem,
Mar Kefa (Petrus) memuridkan di Syria Antiokia, Mar Thoma dan Mar Addai memuridkan di
Mesopotamia, kemudian Mar Thoma meneruskan pemuridan ke Kerala India dan mendirikan
gereja di sana, Mar Paulus merintis jemaat di beberapa kota, termasuk Efesus yang dia serahkan
kepada Uskup Mar Timotius pada tahun 65M, Mar Linus murid Paulus menjadi Uskup awal di
Kota Roma, dan lainnya. Mar Marqos murid Mar Kefa memuridkan di Alexandria Mesir. Dari
tangan Mar Marqos inilah kemudian muncul sosok Imam terpelajar, Fr. Origen.
Pengajaran Reinkarnasi Fr Origen dari Alexandria
Origen lahir sekitar tahun 184-185 M di Alexandria Mesir, daerah pusat perdagangan dan
bercampurnya beragam budaya. Ini juga merupakan kelahiran Neoplatonisme dan tempat
kelahiran filsuf ternama Yahudi, Philo. Origen masuk ke sekolah Filsafat terutama filsafat Plato
dan Stoic. Origen juga belajar bahasa Ibrani dan sering berkomunikasi dengan kaum Yahudi
untuk menolong mereka dalam berbagai kesulitan. Dia banyak menulis dan memiliki
perpustakaan di rumahnya. Origen bisa mempelajari Torah Gilgulim, selain dari kaum Yahudi,
dia juga belajar dari filsuf Philo dan Plato di atas.
Akibat penganiayaan oleh Kaisar Romawi Septianus Severius (145-211) Seminari Catechetical
banyak kehilangan pemimpin, hal ini membuat Uskup Demetrius menunjuk Origen sebagai
Kepala Seminari. Inilah yang menyebabkan ajaran reinkarnasi dan filsafatnya banyak
menyebar ke daerah lain, termasuk ke Gereja-gereja Rasuliah lain. Dalam suatu karyanya, De
Principiis, Origen menulis:
“Jiwa itu tidak memiliki awal dan akhir…setiap jiwa…datang ke Bumi dikuatkan
dengan berbagai kemenangan atau diemahkan dengan berbagai kekalahan pada
kehidupan sebelumnya. Ini menempatkan dunia seperti wadah yang ditunjuk untuk
mengangkat atau menurunkan, tergantung dari tindakan di kehidupan lampaunya. Apa
yang dilakukan suatu jiwa sekarang akan menentukan keberadaannya dalam dunia yang
berikutnya…?
Kemudian beliau juga menulis ini:
Every one, therefore, of the souls descending to the earth, is strictly following his
merits, or according to the position which he formerly occupied, is destined to be
returned to this world in a different country or among a different nation, or in a different
sphere of existence on earth, or afflicted with infirmities of another kind, or mayhap to
be the children of religious parents or of parents who are not religious: so that of course
it may sometimes happen that a Hebrew will be born among the Syrians, or an
unfortunate Egyptian may be born in Judaea26.
Terjemahan: Setiap orang, oleh sebab itu, jiwa-jiwa yang turun ke bumi, benar-benar
mengikuti kebajikannya, atau sesuai dengan posisi yang sebelumnya dia temui,
ditakdirkan untuk dikembalikan ke dunia ini di negara yang berbeda atau di antara
bangsa yang berbeda, atau dalam suatu lingkungan eksistensi yang berbeda di bumi,
bisa menjadi penderita penyakit lain, atau mungkin menjadi anak-anak dari orang tua
religius atau orang tua yang tidak religius; sehingga tentu saja kadang kala terjadi
bahwa orang Ibrani akan lahir di antara orang-orang Syria, Atau orang Mesir yang
malang bisa lahir di Yudea.
Di dalam Ensiklopedia Catholik dicatat:
It was held, however, in a Platonic form by the Gnostics, and was so taught by Origen
in his great work, Peri archon.
Terjemahan: Ajaran ini dipegang dalam bentuk ajaran Platonik oleh kaum Gnostic, dan
juga diajarkan oleh Origen dalam karya besarnya, Peri archon (De Principii).
Dalam suratnya Fr Origen yang melawan pendapat Celcus dicatat:
As if we were to say that the Platonist, who believes in the immortality of the soul, and
in the doctrine of its metempsychosis, incurs the charge of folly with the Stoics, who
discard this opinion; and with the Peripatetics, who babble about the subtleties of
Plato; and with the Epicureans, who call it superstition to introduce a providence, and
to place a God over all things. Moreover, that it is in agreement with the spirit of
Christianity, of much more importance to give our assent to doctrines upon grounds of
reason and wisdom than on that of faith merely, and that it was only in certain
circumstances that the latter course was desired by Christianity. 27
Terjemahan: Seolah-olah kita mengatakan bahwa Platonis, yang percaya pada
keabadian jiwa, dan doktrin reinkarnasinya, menimbulkan tuduhan kebodohan dengan
Kaum Stoik, yang menolak pendapat ini; Dan dengan Peripatetics, yang mengoceh
tentang seluk beluk Plato; Dan dengan Epicureans, yang menyebutnya takhayul untuk
memperkenalkan sebuah pemeliharaan, dan untuk menempatkan Tuhan atas segala hal.
Terlebih lagi, bahwa hal itu sesuai dengan ajaran Kekristenan, yang jauh lebih
penting untuk memberikan persetujuan kita kepada doktrin berdasarkan alasan dan
kebijaksanaan daripada pada iman semata, dan bahwa hanya dalam keadaan tertentu
saja yang terakhir ini, diinginkan oleh kekristenan.
Fr Jerome menyatakan bahwa Fr Origen memang meyakini reinkarnasi sebagaimana para filsuf
Yunani.
Then, lest he should be held guilty of maintaining with Pythagoras the transmigration
of souls….”28
Terjemahan: Kemudian, dia juga bersalah sebab mempertahankan ajaran Pythagoras
yaitu Transmigrasi Jiwa….
Fr. Origen wafat pada tahun 254 M, beliau tidak sempat mengikuti Konsili Nikea 325 dan
konsili-konsili berikutnya. Beberapa konsili tersebut tidak pernah menabrak ajaran Origen
yang memang sangat disegani. Bahkan di pertengahan abad 4, Ks29 Si Buta Didymus, Kepala
Seminari Alexandria di dalam suratnya pada pertengahan abad ke-4 menyatakan Origen
yaitu Bapa Gereja Terbesar paska Para Rasul. Ajarannya menyebar ke Gereja Barat
(Roma Katolik) dan Gereja Timur (Gereja Ortodoks Yunani).
Konsili politik Konstantinopel II
Sistem Kepatriakan atau pembagian wilayah berdasarkan kekuasaan gereja muncul sejak abad
4 dan terfomulasi dengan baik di abad 6. Pembagian wilayah ini menyebabkan adanya
penomoran gereja. Gereja yang paling berkuasa yaitu Roma Katolik, disusul oleh Byzantium
sebagai Roma kedua, lalu Gereja Syria Antiokia, Gereja Alexandria, terakhir barulah Gereja
Yerusalem. Ini bukanlah ajaran Yeshua, bukan ajaran awal. Yeshua tidak pernah mengajarkan
mana gereja besar, dan mana yang kecil. Semua Uskup yaitu pelayan, dan barangsiapa ingin
menjadi yang terbesar, mereka haruslah turun melayani ke bawah, Mat 23:11. Yeshua
mengajarkan semua Uskup itu sejajar, sama-sama pelayan di mata-Nya. Adanya sistem
pemerintahan seperti ini berkat campur tangan kekaisaran, dimulai dari Kaisar Kontantin.
Semua berlomba menjadi yang terbesar dengan mendompleng kekuasaan Kaisar. Jadi
sebenarnya, bisa dibilang yang berkuasa bukanlah Uskup melainkan Kaisar di
belakangnya. Tidak semua Gereja Rasuliah terpengaruh dengan sistem baru ini. Gereja di
Celtik, jemaat Church of the East (COE) di Mesopotamia, dan 7 jemaat Nasrani Mar Thoma
di India ada di luar pengaruh kekaisaran Romawi.
Ada banyak ajaran awal yang muncul akibat campur tangan Kaisar atau budaya pagan Romawi,
contohnya yaitu digesernya Shabbat Sabtu menjadi Minggu (Sunday), dihapusnya secara
perlahan Pesakh 14 Nisan menjadi Paskah di hari Minggu, dibangunkan gedung-gedung besar
sebagai tempat peribadatan seperti kuil-kuil Pagan Romawi, dan lainnya. Memang dengan
diterbitkannya Edik Milano pada th 313 M oleh Kaisar Konstantin bisa menghapuskan
penganiyaan pengikut Yeshua, itu baik adanya dan patut disyukuri. Namun harga yang harus
dibayar yaitu ajaran semitik Yeshua ini menjadi mulai bergeser.
Sampai di awal abad 6, pengajaran reinkarnasi yang bernuansa Yahudi ini masih dipegang
semua gereja. Sampai muncul Konsili II Konstantinopel th 553M, inilah salah satu penyebab
hilangnya ajaran ini di banyak gereja. Kaisar Justinian mengumpulkan banyak Uskup untuk
mengadakan rapat besar (Konsili) di Konstantinopel. Dalam Catholic Encyclopedia dicatat:
"... konsili dibuka pada tanggal 5 Mei 553, meskipun ada protes dari Paus30 Vigilius,
yang meskipun sudah berada di Konstantinopel, menolak untuk hadir di sana ...
sebelum pembukaan konsili, yang telah ditunda oleh perlawanan dari Paus tersebut,
…para Uskup kemudian menyetujui ke-15 keputusan Anathema yang diajukan oleh
Kaisar…”
Kaisar Justinian dan
Permaisuri Theodore
Fr Origen Peta Konstantinople pada waktu masa Byzantium
Gb 3.1 konsili Konstantinople II thn 553M
Kalau dilihat konsili ini secara detail maka kita akan melihat berbagai kejanggalan, mulai dari
sikap Paus Vigilius, fokus materi yang dibicarakan, penandatanganan hasil Konsili, sampai
kepada putusan Anathema31 pada ajaran Origen, padahal dia sudah wafat 3 ratus tahun
sebelumnya. Sebelumnya, jika ada perselisihan ajaran, maka konsili menghadirkan si
pengajarnya, misalnya ajaran Arianism, Imam Arius hadir di Konsili 325 M Konstantinopel.
30 Paus yaitu kepala dari para Uskup. Saat jemaat semakin banyak maka para Uskup akan memiliki Uskup Agung
sebagai kepala mereka. Dan di saat kemudian jumlah jemaat berkembang, maka para Uskup Agung kemudian
memilih seorang kepala lagi di antara mereka yang kemudian disebut sbg ‘Paus’ di Gereja Roma Katolik. Untuk
Gereja Ortodoks, mereka menamakannya ‘Patriakh’. Jadi antara Paus dan Patriakh sebenarnya sejajar, bahkan
seorang Uskup dan Paus/Patriakh itu sebenarnya sejajar di mata Tuhan. Sebab jenjang keimamatan di PB paling
atas yaitu Uskup (Kepala Imam). Di atas itu tidak ada pentahbisan lagi.
31 Anathema yaitu kata yg muncul di Gal 1:8-9. Ini berasal dari 2 kata Yunani, ‘Ana’ artinya posisi yang bergeser
dan ‘Thema’ artinya terpisah. Ini yaitu hukuman paling akhir yang diberikan oleh institusi gereja biasanya kepada
pengajar. Pengajar yang dijatuhi hukuman ini tidak bisa lagi berada dalam pelayanan gereja tersebut, dia harus
melayani di luar. Perihal tahbisan yang dijatuhi hukuman, tetaplah ada. Tahbisan tidak bisa hilang sebab adanya
Anathema ini.
.
Kemudian ajaran Nestorian disidangkan pada Konsili 431 juga dihadiri oleh Uskup Agung
Nestorius. Di dalam persidangan si pengajar akan menjelaskan mengapa dia mengajarkan
ajaran itu secara detail kemudian akan terjadi diskusi di antara 2 belah pihak yang berlawanan.
Nah, konsili ini berbeda, Imam Origen sudah wafat dan tentu tidak bisa mempertahankan
pengajarannya. Siapa yang berani menentangnya kalau dia masih hidup? Bahkan 100 tahun
setelah kematiannya, dia diberi titel “Bapa Gereja Terbesar setelah para Rasul awal”. Saya
membayangkan para uskup penentang itu beragumen di depan meti mati Origen sampai
berbusa-busa, kemudian merasa bangga tidak ada tanggapan dari dalam peti dan merasa
merekalah yang benar. Dead man can’t talk tentu saja.
Konsili ini berbau politik yang sangat kental. Kaisar yang seharusnya tidak mencampuri ajaran
malah yang menyodorkan draft untuk pengucilan ajaran kuno ini. Sangat disayangkan lagi,
yang menyodorkan ke-15 point Anathema yaitu Sang Kaisar. Mengapa ini bisa terjadi? Apa
urusannya kaisar dengan pengajaran? Sebenarnya tentu tidak ada. Semua pengajaran itu bisa
muncul, pertama berasal dari Tuhan lalu ke nabi-Nya, kemudian ajaran itu disampaikan ke
jemaat entah melalui si nabi langsung atau melalui para pengajar. Kelima belas point anathema
terhadap Fr Origen secara utuh saya tuliskan di dalam Lampiran 3. Jadi, tidak ada
hubungannya dengan penguasa pemerintahan setempat. Seorang Kaisar saat masuk ke dalam
ruang peribadatan, dia setara dengan jemaat lainnya. Kalau dia belum dibaptis, maka dia masuk
dianggap tamu atau ketekumen. Pemimpin jemaat selalu Uskup. Uskup harus mengajar jemaat
termasuk kaisar atau raja atau presiden atau seorang perdana menteripun harus punya
penundukan diri terhadapnya sebab dia yaitu Wakil Yeshua di atas Bumi ini. Yeshua yaitu
Imam Besar Agung (Ibr 4:14). Posisi-Nya di atas semua Imam Besar atau Uskup. Di bawah
Uskup ada Imam dan Diakon (Aram: Shamasha). Di bawah daikon yaitu Tahbisan Minor32,
kemudian yang paling bawah yaitu jemaat. Inilah hirarki yang harus dipahami oleh pihak luar
dan juga mestinya dipahami oleh Kaisar Justian. Pihak pemerintah setempat seharusnya hanya
memfasilitasi berlangsungnya suatu rapat besar keagamaan. Kalau di negara kita , presiden
dengan menteri agama mungkin hanya diundang sebagai pembicara untuk pembukaan saja,
tidak sampai ikut serta dalam diskusi di dalamnya.
Terbacanya nuansa politik yang kental bukan hanya bisa diketahui dari peran sang Kaisar yang
menyetir hasil konsili, bahkan dari peran Theodore sang permaisuri juga nampak. Saya tidak
bermaksud merendahkan sosok Theodore yang dianggap sebagai sosok Kadosa (The Saint)
atau orang suci yang tindakannya perlu diteladani oleh Gereja Orthodox. Ya silahkan saja
meyakini demikian. Kami tidak melihat bahwa dia cukup baik untuk dijadikan teladan,
mengapa?
1. Theodore yaitu sosok yang dikenal suka mencampuri masalah gereja dan
menimbulkan perpecahan. Dia bahkan berani melawan kerja keras suaminya yang
mendukung Kekristenan Kalsedon33. Dia mendirikan biara Monophysite di Sykae dan
di sanalah tempat bernaungnya para pemimpin gereja yang meyakini ajaran yang
dilawan gereja pada umumnya.
2. Anthimus yaitu Imam yang diangkat menjadi Patriak Konstantonipel oleh sebab
pengaruhnya. Kemudian saat sang patriakh diekskomunikasi, dia tinggal di tempat
32 Ini yaitu jenjang persiapan seseorang untuk memasuki Jejang Keimamatan Mayor atau keimamatan yang
sesungguhnya. Di dalam GNI, Tahbisan Minor terdapat 6 jenjang, Tahbisan Mayor 3 jenjang, total 9 jenjang setara
dengan 9 jenjang kemalaikatan. Di dalam Gereja Rasuliah lain, biasanya Tahbisan Mayor hanya ada 3, sementara
untuk minor beragam, ada yang hanya 3 atau 4 saja tergantung tradisi masing-masing.
33 Theodora – Byzantine Empress". About.com. Retrieved 11 April 2008.
persembunyian Theodore selama 12 tahun sampai kematiannya. Perhatikan bahwa
pentahbisan seseorang itu tidak akan sah di mata Tuhan jika si pentahbisnya atau ada
jemaat yang keberatan. Seorang raja atau kaisar tidak punya hak apapun untuk
mengarahkan seseorang ditahbiskan. Ini di luar dari otoritasnya.
3. Theodore menginginkan Anathema untuk Paus Agapetus I dari Patriakh Anthimus itu
dicabut. Dia mengirim Belisarius supaya bisa menyingkirkan Paus Siverius yang
menolak permohonannya. Setelah itu terjadi, Paus Vigilius ditahbsikan. Ini yaitu
catatan sejarah yang cukup mengerikan.
Catatan sejarah tentang Theodore dan suaminya bisa dibaca dari tulisan sejarawan Procopius
yang hidup di zaman mereka. Dan oleh sebab sepak terjang wanita ini yang terlalu jauh dalam
pengajaran, banyak pihak pro reinkarnasi yang mengaitkannya dengan hasil keputusan konsili.
Jangan-jangan sebab dia bermain politik, dia tidak menyukai ajaran ini, maka dia berusaha
menghilangkannya. Ini mungkin saja bisa terjadi. Yang jelas, dia punya kuasa saat itu yang
suaminyapun tidak bisa halangi, apalagi para uskup dan imam.
Sekarang mari perhatikan ke-15 point Anathema (Lihat Lampiran 2) terhadap ajaran Origen
ini. Sebenarnya tidak ada yang secara gamblang menentang Reinkarnasi. Tidak ada 1 pun kata
‘Reinkarnasi’ dalam keputusan ini. Inilah mengapa banyak orang beranggapan bahwa secara
resmi Roma Katolik tidak pernah menganathema ajaran ini, tidak pernah34. Dari 15 point
keputusan itu, point nomer satu yaitu yang paling mendekati ajaran gilgulim ini.
Pernyataannya yaitu sbb:
JIKA ada yang menyatakan adanya eksistensi jiwa sebelum kelahiran yang
menakjubkan, dan menyatakan adanya restorasi yang luar biasa yang mengikutinya:
biarlah dia di-anathema.
Perhatikan penggalan kalimat pertama: “…eksistensi jiwa sebelum kelahiran…” inilah yang
dianggap sebagai jiwa tersebut sudah pernah masuk ke dalam raga manusia sebelumnya,
kemudian jiwa itu masuk lagi ke dalam raga yang baru. Konsili ini mau menegaskan bahwa
semua jiwa itu baru muncul atau baru diciptakan saat terjadinya pembuahan di dalam rahim si
wanita. Kemudian mari perhatikan penggalan kalimat keduanya: “…adanya restorasi…” Jadi,
hasil konsili ini memutuskan bahwa tidak ada restorasi atau pemurnian atau penyempurnaan
jiwa setelah dia reinkarnasi.
Tentu saja, ini bertentangan jelas dengan prinsip-prinsip Torah Gilgulim. Tanakh, Yeshua, dan
Fr Origen mengajarkan bahwa semua roh atau jiwa itu berasa dari Tuhan, merupakan bagian
dari Tuhan sendiri, roh itu ada di dalam kekekalan, ada sejak permulaan dan tiada akhir. Dan
untuk menyatu kembali lagi kepada Tuhan, roh itu akan bereinkarnasi dan disempurnakan. Roh
akan mengalami penyempurnaan dari reinkarnasi demi reinkarnasinya.
Nasi sudah menjadi bubur, semua sudah terlanjur. Konsili sudah berjalan. Ada banyak Gereja
Rasuliah yang menyatakan bahwa hasil Konsili ini pasti keputusan Roh Kudus, silahkan saja.
Itu kami hormati. Posisi kami jelas, kami menolaknya. Ini yaitu rapat politik saja bagi kami.
Sinode Diamper Th 1599 di India
Kita tinggalkan sepenggal sejarah dari gereja-gereja di bawah sistem imperialisme kepatriakan.
Sekarang kita menuju ke asia, tepatnya India. Dari semua Gereja Rasuliah yang muncul di abad
1 M, hanya jemaat di India saja memakai nama ‘Nasrani’ seperti komunitas awal Yeshua.
Mereka menyebut diri sebagai jemaat Mar Thoma Nasrani. Kemudian gereja kami di
negara kita , mulai pada tahun 2013 berdiri dengan nama Gereja Nasrani Indoesia. Kedua gereja
ini yaitu sama-sama suatu Gereja Rasuliah yang awalnya didirikan oleh Mar Thoma (Rasul
Thomas).
Mar Thoma yaitu salah satu Rasul awal. Setelah masa Shavuot (Pentakosta) pada tahun 30
M, dia diutus pergi melayani ke Mesopotamia bersama Mar Addai (Thadeus), murid Yeshua
lainnya mendirikan COE. Kemudian Mar Thoma pergi ke Kerala India dan tiba di sana pada
tahun 52 M. Jadi bisa dibilang bahwa Mar Thoma Nasrani yaitu Putri Gereja COE. Hubungan
mereka sangat erat di abad-abad awal. Sejak abad 4, COE mengirim banyak Rohaniawan untuk
mengajar dan banyak literatur termasuk liturgi peribadatan. Sekitar tahun 630 Patriak COE,
Mar Isoyabb III membentuk organisasi kejemaatan yang solid di India Kemudian pada abad 8,
Patriakh COE, Mar Timothy I membagi India menjadi suatu Gereja Rasuliah mandiri di bawah
satu Uskup Metropolitan, sejak saat itu jemaat ini benar-benar berdiri mandiri dan terpisah dari
Bunda Gerejanya di Mesopotamia Persia.
Lompat beberapa abad, ke abad 15 tepatnya pada tahun 1498, terjadi perubahan yang sangat
signifikan. Ini yaitu tahun masuknya Portugis ke India. Setelah berabad-abad tidak tersentuh
sistem imperialis kepatriakan, pada abad ini, berubah. Ajaran baru Roma Katolik masuk
mendompleng penjajah Portugis. Rapat semua Uskup tidak bisa dihindari, Sinode Diamper
diadakan pada tahun 1599 di bawah kekuasaan Uskup Agung Goa, Aleixo de Menezes
memprakarsai adanya konsili tersebut. Hasilnya? Beberapa literatur berharga syria yang isinya
bertentangan dengan ajaran Roma dibakar habis35. Bahkan Kitab Suci Peshitta COE yang ada
di sana juga diharuskan untuk ditinggalkan36. Intinya yaitu pengalihan gereja, dari yang
tadinya berdiri mandiri menjadi masuk ke dalam Roma Katolik, semua harus tunduk pada Paus.
Ini sebenarnya bisa dibilang ‘penjajahan’ dalam hal rohaniah, namun begitulah yang terjadi.
Semua tidak bisa dihindari.
Dari banyaknya perubahan yang ikut berubah juga yaitu menghilangnya ajaran reinkarnasi.
Perhatikan petikan hasil konsili tersebut: Session III, Keputusan IV: Meng-anathema 3 hal
kesalahan yang dipegang oleh Kaum Syria
“Sinode telah diinformasikan bahwa umat Kristen di area ini, sebab alasan komunikasi
dengan pihak luar, dan hidup di tengah-tengah mereka, telah tertular sebagian ajaran
mereka yang salah…yang pertama yaitu adanya Transmigrasi Jiwa-jiwa (reinkarnasi),
di mana setelah kematian jiwa akan berpindah ke tubuh manusia yg baru atau ke dalam
raga binatang”.
Sebenarnya ajaran reinkarnasi dalam antara Nasrani dan Hindu itu berbeda, namun konsili ini
menganggapnya sama dan dibuang. Siapa yang berani menentang mereka yang datang
didampingi para penjajah? Coba kalau sekarang terjadinya, tidak akan berani bukan? Ada
pendapat dari seorang professor ilmu agama dari South Dakota State University, yang
mengatakan kendati konsili itu sudah terjadi, masih banyak umat Kristen di India yang masih
menganut ajaran transmigrasi jiwa ini.37
Syukurlah bahwa sistem patriak ini sudah tidak ada lagi sekarang. Memang benar apa kata
Rabbi Gamaliel:
“…jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap” (Kis
5:38).
Dan sekarang di tahun 2017 ini, sistem penjajahan rohani ini sudah tidak ada lagi, lenyap.
Sementara apakah ajaran reinkarnasi itu lenyap? Apakah tangan-tangan manusia berhasil
melenyapkannya dari dalam gereja? Ya tentu tidak.
Para Pewaris Torah Gilgulim dalam Gereja Rasuliah
Kematian para rasul dan Fr Origen tidak membuat ajaran transmigrasi jiwa ini menjadi hilang.
Memang tidak banyak yang masih terus melestarikannya, namun para pelestari ajaran ini bisa
ditemukan juga di sini. Di negara kita , ada 2 Gereja Rasuliah yang terus mewariskan ajaran ini,
LCC (Liberal Catholic Church) dan GNI kami. LCC yaitu sudah berada di negara kita sejak
100 tahun lalu, terus konsisten dengan pengajaran ini kendati gaungnya tidak banyak terdengar.
Kebetulah sekali GNI kami selain memiliki tahbisan dari Syria Antiokia dan Assyria, kami
juga meneruskan tahbisan dari Old Catholic. LCC ini juga berasal dari Old Catholic tersebut.
Old Catholic sendiri tadinya yaitu Gereja Roma Katolik, mereka memisahkan diri dan berdiri
mandiri akibat tidak mengakui ajaran Paus tidak bisa salah yang dihasilkan dalam konsili
th.1870.
Perlu diperhatikan di sini, ada perbedaan antara pemisahan Protestan dengan Roma Katolik
dengan kasus Old Catholic dengan Roma Katolik. Perbedaannya terletak pada tradisi Tahbisan.
Old Catholic dipimpin oleh para Uskup. Uskup-uskup mereka itu sejajar dengan Uskup-uskup
Roma Katolik, bahkan dengan Paus-nya. Sehingga saat mereka berpisah, para Uskup masih
memiliki segala otoritasnya. Jadi Old Catholic yang terpisah dari Roma Katolik ini sama
halnya dengan pemisahan Mar Thoma Nasrani dengan COE. Keduanya berdiri sama sejajar
sebagai suatu Gereja Rasuliah.
Sementara pada kasus Protestan, ini berbeda. Protestan tidak dipimpin oleh Uskup. Pencetus
awalnya yaitu Imam Martin Luther dari Roma yang keluar. Imam tidak memiliki otoritas
untuk mentahbiskan jemaat untuk masuk ke dalam jenjang keimamatan. Jadi Protestan tidak
memiliki uskup, mereka yang pintar berkotbah dan mengajarlah yang akan memimpin. Jemaat
di dalam denom ini dianggap juga sebagai imamat. Ini berbeda dengan ajaran awal di mana
jemaat ya jemaat, mereka tunduk pada keimamatan. Dengan penjelasan ini, kita dapati bahwa
GNI dan LCC bukanlah cabang dari Protestan yg muncul di abad 16. Nama Gereja Kesukupan
GNI di Australia yaitu The Orthodox Catholic Church of the New Age, di bawah pimpinan
Metropolitan Uskup Agung John R Cuffe. Beliau membawahi beberapa uskup di Australia,
negara kita , US, dan beberapa Uskup yang
berasal dari Gereja Rasuliah lain di
Camerun dan Congo akan bergabung di
bulan September 2017 ini. Di negara kita
kami sengaja memakai nama yang berbeda,
yaitu Gereja Nasrani negara kita sebab nama
‘Catholic’ dan ‘Orthodox’ itu condong ke
Gereja Rasuliah lain yang telah terlebih
dahulu ada di sini.
Baik, sekarang kembali lagi ke siapa saja
yang masih mewarisi ajaran reinkarnasi ini
di dalam tubuh Gereja Rasuliah. Gereja
AOC (Apostolic Orthodox Church) di
bawah kepemimpinan Patriakh Mar Yusef sekarang masih terus memelihara ajaran ini. Dalam
pandangan Mar Yusef, AOC yang memiliki tahbisan dari Mar Thoma Nasrani ini, kendati
sejarah telah mencatat masuknya Gereja Roma Katolik ke India dan berhasil mengubah banyak
ajaran asli di sana, ada juga yang masih mempertahankan keaslian ajaran Nasrani. Dari
beberapa Uskup pewaris ajaran itulah Mar Yusef di tahbiskan pada 16 Oktober 1994. Selain
AOC, ada juga Nazarani Church di bawah pimpinan Mar Hadrian38 yang mendapatkan
tahbisan dari Uskup Coptic Church of Sudan dan Uskup Etiopian Orthodox Tewahedo Church.
Sekarang ini jumlah jemaatnya sekitar 30 ribu orang tersebar di 4 benua39. Yang unik dari
gereja ini yaitu selain mempertahankan liturgi dalam bahasa asli Aramaik, mereka juga
memelihara pengajaran dari Peshitta Aramaik kendati tidak memiliki tahbisan dari COE.
Catholic Apostolic Church of Antioch yang mendapatkan tahbisan dari Old Catholic kemudian
menggabungkan ajarannya dengan tradisi Syriac Antiokia juga meyakini Torah Gilgulim.
Salah satu imam mereka, Mgr. John W. Sweeley yaitu penulis buku Reincarnation for
Christian. Buku ini cukup disambut baik oleh berbagai kalangan termasuk dari sesama Gereja
Rasuliah juga.
Selain itu ada juga UGCC (Ukranian Greek Catholic Church) yang meyakini ini. Untuk kasus
ini, ada rekan dari Gereja Ortodoks yang tidak sependapat dengan saya. Pendapatnya itu saya
hormati sebab saya berpegang pada keputusan beberapa patriakh yang memisahkan diri sebab
menganggap Cardinal L. Husar telah mengajarkan ajaran reinkarnasi yang ditentang mereka.
Pengumumam tentang Anathema ini dilayangkan di website gereja baru mereka, Ukrainian
Orthodox Greek-Catholic Church40. Pernyataan Card. Husar: “tidak ada seorangpun yang
berada di Neraka selamanya”41 menjadikan landasan Anathema ini diberikan. Beliau di-
anathema bersama dengan 17 uskup lainnya. Jadi memang para uskup yang menjadi gembala
jemaat itu pasti ikut meyakininya juga. Pernyataan pengucilan ini dilakukan oleh Uskup
Markian OSBM, sekretaris sinode UOGCC pada tanggal 21 Augustus 2009. Ini kejadian
menarik.
Menurut suatu survei banyak Rohaniawan dan jemaat Gereja Anglican juga meyakini
reinkarnasi42. Fr. Geddes Macgregor menulis buku “Reincarnation in Christianity: A New
Vision of the Role of Rebirth in Christian Thought”. Ini suatu buku yang menarik. Di dalam
sejarah Gereja Rasuliah, ada beberapa nama yang bisa saya sebutkan di sini yang juga meyakini
ajaran Gilgulim ini, mereka antara lain:
Joseph Cardinal Mercier dari Roma. Patriakh dari Apostolic Orthodox Church
(AOC), Mathias Mar Yusef sempat menulis ada seorang mahasiswa mengambil
Master Degree di seminari Roma Katolik yang ikut meyakini reinkarnasi sebab
membaca tulisan si Cardinal43. Namun tentunya beliau tidak menyebutkan nama si
mahasiswa.
Monsignor Uskup Agung L. Pueches Passavalli (1820-1897) juga dari Roma
Katolik. Beliau hidup sampai usia 77 tahun dan tetap berada di gereja yang sama.
Menurutnya memang Gereja Roma Katolik tidak pernah secara sah menyatakan
menolak ajaran ini.
Edward Dunski seorang rohaniawan Roma Katolik juga kedapatan meyakininya.
Di dalam suratnya di antara sesama rohaniawan dinyatakan demikian sampai
suratnya diedit oleh Attilio Becey and Jozef Komenda kemudian dipublikasikan di
Torino pada th. 1915.
Uskup Robert Amadou dari Syria. Beliau yaitu seorang Doktor peneliti Parapsychology.
Uskup Robert Amadau (1924-2006) dari Gereja Syriac ini juga banyak yang meyakini
mengamini reinkarnasi. Beliau penulis buku Le Parapcychologie. Saya belum bisa
memastikannya kebenaran ini 100%.
Menurut Abbot George Burke (Swami Nirmalananda Giri) ada seorang Uskup Agung dari
Gereja Orthodox yang belajar darinya, namun menolak untuk mempublikasikan nama sang
uskup. Ini wajar saja sebab kalau institusinya sampai tahu maka proses Anathema bisa
diarahkan padanya. Kita memang harus menghormati privasi mereka ini. Kelihatannya jumlah
rohaniawan yang mengamini reinkarnasi masih sangat jauh lebih kecil dari mereka yang
menolaknya. Mayoritas belum pasti selalu benar bukan? Memang inilah kenyataannya, saat ini
sudah banyak yang tidak tahu-menahu ajaran awal Yeshua lagi, padahal semua memakai
Tanakh sebagai landasan pengajarannya.
Jadi apakah Torah Transmigrasi jiwa ini hilang dalam jemaat Yeshua? Tidak. Masih ada kami
yang mencoba terus melestarikannya. Oda Alaha!
BAB 4 REINKARNASI PADA PEWAHYUAN SUCI
Peran kenabian Masih Ada di Antara Jemaat
Apa hubungannya antara nabi dan reinkarnasi? Tentu saja ada. Nabi (Ibrani: navi) artinya
yaitu penyambung lidah Tuhan, mereka yaitu jurubicara Tuhan. Ada banyak rahasia ilahi
yang Tuhan sampaikan kepada mereka seperti yang bisa kita pelajari dari kitab Tanakh. Oleh
sebab itu, Tuhan juga bisa menyampaikan rahasia-Nya perihal reinkarnasi kepada nabi-nabi-
Nya.
Di abad 21 ini, kami tidak heran kalau banyak yang merasa bingung mengapa kami masih
meyakini bahwa jawatan Nabi itu masih ada di tengah-tengah jemaat. Banyak yang berpikir
bahwa para nabi itu sudah tidak ada lagi, kalaupun ada itu pasti nabi palsu. Pendapat demikian
itu keliru namun cukup wajar. Mengapa saya bilang ini wajar, sebab memang kebanyakan
gereja juga sudah kehilangan peran kenabian ini di dalam jemaatnya. Seorang Imam Coptik
sempat mengatakan pada saya bahwa Kitab Suci dan Tradisi Suci sudah cukup. Semua rahasia
ilahi sudah dijabarkan di dalamnya dengan lengkap. Saya kurang sependapat dengannya.
Terlalu banyak rahasia ilahi yang belum Tuhan singkapkan, dan kalaupun Dia telah
menyingkapkan banyak hal melalui para nabi kami di zaman modern ini, kami pun tidak
gegabah klaim bahwa semua rahasia-Nya ada pada kami. Kami tidak berani menyampaikan
bahwa rahasia-Nya tentang reinkarnasi ini sudah Dia sampaikan secara menyeluruh kepada
kami. Yang kami pahami, melalui peran kenabian, Tuhan menyingkapkan rahasia ini dengan
cukup jelas dan rinci sehingga kami bisa memahami kitab dan tradisi lebih baik lagi.
Mari kita baca dahulu pesan Maran Yeshua kepada para Rasul. Ini yaitu pesan terakhir-Nya,
jadi pasti sangat penting diketahui apa maksud dan maknanya. Perhatikan Mat 28:20
dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Perhatikan kata ‘menyertai’ di atas. Seperti apakah makna menyertai ini? Menurut penilaian
kami, menyertai artinya terus memantau, terus menjaga, dan lainnya terutama terus
berkomunikasi. Berkomunikasi itu apa? Berkomunikasi ya berbicara dan mendengar. Tuhan
pasti mendengar doa-doa manusia. Namun masalah apakah kita mendengar Dia berbicara, itu
lain hal. Mereka yang peka akan suara Tuhan atau hal-hal yang berbau mistik, mereka sering
disebut dengan kaum Mistikus. Jika seseorang ditugaskan untuk menyampaikan pesan, maka
dia itulah yang bisa disebut sebagai nabi. Para nabi dan kaum mistikus inilah yang bisa menjadi
jembatan antara Tuhan yang masih terus berbicara dan jemaat yang ingin mendengar dan tahu
rahasia-rahasia Tuhan lainnya.
Seorang pendeta Kristen yang cukup tenar, begitu mengetahui ajaran kami menyatakan bahwa
nabi itu masih ada, dia lalu mengajarkan bahwa nabi-nabi yang ada paska kenaikan Yeshua
yaitu nabi palsu. Ini sebenarnya yaitu suatu penghinaan, tapi ya apa boleh buat, kami harus
menerimanya dengan lapang dada. Kami pikir dia belum membaca Alkitab dengan cukup
detail. Perhatikan setelah Maran Yeshua naik ke Sorga, masih ada nabi-nabi dari Yerusalem
(Kis 11:27), dari Antiokia (Kis 13:1), bahkan salah satu murid-Nya, Mar Addai dicatat sebagai
seorang nabi. Nama lain dari Addai yaitu Thadeus atau Agabus, Kis 11:28 dan 21:10. Apakah
mereka itu semua yaitu nabi palsu?
Kis 11:27 Pada waktu itu datanglah beberapa nabi dari Yerusalem ke Antiokhia.
Kis 13:1 Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar,
yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan
Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.
Kis 21:10 Setelah beberapa hari kami tinggal di situ, datanglah dari Yudea seorang
nabi bernama Agabus.
Peran Rasul yang menduduki jabatan Uskup di antara jemaat itu sangat penting. Dan menurut
Mar Paulus, ternyata Rasul dan Nabi yaitu sama-sama pondasi bagi adanya kejemaatan
(Ef2:20). Yang namanya pondasi, itu sewajarnya ada 2, lalu kalau yang ada hanya uskup,
kurang nabi, maka artinya pondasinya kurang kuat. Saya tidak mau menuding punya gereja
yang paling kokoh, namun kami hanya berusaha melestarikan apa yang diajarkan di abad 1.
Mar Paulus kemudian menjelaskan lebih jauh bahwa nabi itu termasuk ke dalam jawatan
jemaat, Ef 4:11. Jadi jemaat di Efesus mendapat pesan penting untuk menghormati siapapun
yang menjadi nabi di antara mereka.
Kitab Pewahyuan di abad-abad awal itu sebenarnya bukan hanya Kitab Wahyu yang ditulis
oleh Mar Yukhnan. Dia bertindak sebagai penyampai pesan Tuhan ke 7 jemaat di Asia Minor.
Selain Kitab itu masih ada Kitab Wahyu Mar Kefa, Mar Paulus, dan juga Kitab Gembala
Hermas, namun sebab kekurangjelasan waktu penulisan dan isi, maka yang banyak diterima
oleh gereja hanyalah Kitab Wahyu Yohanes. Kitab Wahyu dari Mar Yukhnan pun selama 200
thn awal tidak dianggap sebagai bagian dari kitab pengajaran (written Torah). Yang setara
dengan kitab-kitab Pewahyuan di PB yaitu Kitab Henokh. Setali tiga uang dengan Kitab
Wahyu Yohanes, kitab ini juga diragukan. Hanya Gereja Etiopia saja yang memasukkannya ke
dalam kanon, gereja lain tidak. Dan justru Gereja Assyria yang didirikan oleh Nabi Agabus
sendiri yang menolak Kitab Wahyu Yohanes itu menjadi bagian kanon.
Yang menarik di dalam Kitab Limudah (Didakhe) yang merupakan ajaran Yeshua kepada
bangsa-bangsa melalui para rasul yaitu di dalamnya tercatat beberapa hal penting tentang para
nabi ini. Perhatikan ayat-ayatnya sbb:
Lim 10: 2 Namun izinkanlah nabi-nabi untuk menerima ucapan syukur/Qurbana
sejauh mereka inginkan.
Lim 11:3 Tapi mengenai para rasul dan para nabi, menurut pengajaran Injil. Biarlah
setiap rasul yang datang kepadamu diterima seperti menerima Maran. Namun
hendaknya dia tidak akan tinggal lebih dari satu hari atau dua hari, jika ada perkara
penting dibutuhkan, tapi jika ia tinggal tiga hari, ia yaitu nabi palsu. 4 Dan biarlah
rasul saat berangkat tidak membawa apapun tapi roti cukup hingga tiba pada tempat
persinggahannya, jika ia meminta uang, ia yaitu nabi palsu. 5 Dan setiap nabi yang
berbicara dalam roh [bernubuat] janganlah dihakimi; sebab setiap dosa akan diampuni,
tapi dosa ini tidak akan diampuni. 6 Tapi tidak setiap orang yang berbicara dalam
roh yaitu seorang nabi, hanya mereka yang memegang ajaran Maran [perilaku
dan sikap]; melalui watak mereka, oleh sebab itu, mereka akan dikenali, nabi
palsu dan nabi benar.7 Dan setiap nabi yang meminta dalam roh bahwa suatu meja
perjamuan haruslah dipersiapkan, bukan untuk dimakan sendiri; namun, jika ia lakukan
begitu, ia yaitu nabi palsu. 8 Dan setiap nabi yang mengajarkan kebenaran, namun dia
tidak melakukan sesuai apa yang diajarkannya maka ia nabi palsu. 9 Dan setiap nabi
yang diakui dan benar, dan para pelayan dalam wahyu semestawi dari jemaat, tapi ia
yang tidak mengajari orang lain, perkara-perkara yang ia lakukan sendiri, janganlah
kamu menghakiminya. Sebab ada pada Alaha penghakiman tersebut, sebab
demikianlah nabi-nabi zaman dahulu alami.
Lim 13: 1 Tapi tiap nabi yang benar yang ingin tinggal di antaramu yaitu layak
mendapatkan penghasilan. Demikian juga, guru yaitu sebagai seorang pekerja, pantas
mendapatkan makanannya. 2 Oleh sebab itu, kamu harus, mengambil buah sulung dari
setiap hasil perasan anggur dan lantai-pengirikan, anak sapi dan domba, dan
memberikannya kepada nabi-nabi, sebab merekalah imam-imam besarmu. Dan jika
kamu tak punya seorang nabi, berikanlah persembahan itu kepada orang miskin. Jika
kamu membuat adonan roti, ambillah dan berikanlah buah sulung menurut perintah.
Ambil juga uang (perak), kain, dan setiap milikmu, ambillah buah sulung dan juga
engkau bisa mengira-ngira seberapa mau memberikan, dan berilah itu menurut
perintah.
Lim 15:1 Oleh sebab itu, pilihlah, bagi kalian sendiri para uskup dan para diakon yang
layak di hadapan Maran, para pria yang lembut hatinya dan tidak tamak, dan benar dan
diakui, sebab mereka melaksanakan bagimu pelayanan para nabi dan guru. Oleh
sebab itu, jangan rendahkan mereka, sebab mereka yaitu yang terhormat di
antaramu, bersama dengan para guru dan nabi.
Lim 16:3 Sebab pada akhir zaman nabi-nabi palsu dan para penipu [penggoda] akan
bertambah berlipat kali banyaknya, dan domba-domba akan digiring berpaling kepada
serigala-serigala, dan kasih akan berubah menjadi kebencian.
Jadi, nabi itu benar-benar ada. Baik itu yang palsu dan yang benar-benar penyampai pesan
Tuhan. Tuhan tidak bisu, Dia hidup. Dia masih berbicara dengan jemaat-Nya, Dia masih
memegang janji-Nya, yaitu menyertai sampai kepada akhir zaman.
John dan Jessie Ward dan sebagai Nabi Tuhan
Sama seperti pada jemaat awal yang masih memiliki kaum mistikus, di antara jemaat GNI juga
ada. Setiap rohaniawan juga diajarkan untuk menjadi mistikus yang handal. Saat siap
waktunya, dia akan dipakai Tuhan untuk menyatakan pesan-Nya, maka dia bisa disebut sebagai
Nabi Tuhan. Di anatara kaum Mistikus yang ada sekarang yang paling berpengalaman yaitu
Uskup Agung John Cuffe. Beliau juga sempat menyampaikan pesan Ilahi kepada jemaat
negara kita perihal Almarhum Uskup Mar Nicholas, beliau sebenarnya bisa disebut sebagai nabi
kami, namun secara umum kami menyebutnya sebagai pemimpin mistikus saja. Lalu siapa
penerima pewahyuan atau penyingkapan dari Tuhan tentang adanya reinkarnasi ini dalam
gereja kami? Beliau dari Almarhum Uskup Agung John Ward dan istrinya Jessie Ward.
GNI memiliki asal pengajaran dari Syria Antiokia dan Assyria Mesopotamia COE. Di abad 19,
lahirlah John Ward yang mendapatkan tahbisan dari kedua Jemaat Kuno ini. Beliau ditahbisan
menjadi Uskup pada 25 Agustus 1944. Jadi selain menjadi Gembala Jemaat, beliau juga yaitu
seorang mistikus bersama istrinya. Dari beliau, muncullah beberapa mistikus lagi yang
melengkapi pengajaran jemaat. Kenabian ini bisa dibilang mengembalikan jawatan kenabian
yang sudah ditinggalkan di banyak Gereja Rasuliah. Sangat disayangkan saat saya banyak
berdiskusi dengan sesama Gereja Rasuliah tentang peran kenabian ini. Mereka meyakini bahwa
Kenabian itu memang ada dalam diri para Uskup, namun nabi tidak perlu ada lagi. Yeshua bagi
mereka yaitu satu-satunya Nabi di dalam Perjanjian Baru ini. Padahal dengan sangat jelas
Mar Paulus menjelaskan bahwa Nabi yaitu salah satu pondasi jemaat.
Berikut yaitu sedikit informasi tentang Uskup John Ward kami:
Lahir : 22 Deseber 1885, Belize, Amerika Tengah.
Wafat : 2 Juli 1949, Limassol Cyprus.
Almamater : University of Cambridge (1908)
Karya-karya JSM Ward
Mar John lahir di Belize, tahun 1908. Beliau lulus dari universitas Cambridge dengan Honours
of History, mengikuti jejak sang ayah, Herber Ward. Mar John yaitu seorang penulis yang
produktif dan juga kontroversial. Beliau berkontribusi dan penulisan sejarah Fremansonry dan
komunitas-komunitas rahasia lainnya. Beliau yaitu seorang mistikus, seorang Rohaniawan
Gereja yang dianggap sebagai Nabi di zaman modern. Hasil karyanya antara lain:
1. The Entered Apprentice Handbook
2. The Fellow Crafts Handbook
3. The Master Masons Handbook
4. The Higher Degrees Handbook
5. Brasses (Cambridge University Press, 1912)
6. Fairy Tales and Legends of Burma (London: Blackie & Son, 1916)
7. Gone West: Three Narratives of After-Death Experiences Communicated Through the
Mediumship of J. S. M. Ward (London: W. Rider & Son, 1917)
8. A Subaltern in Spirit-Land. Ini yaitu kelanjutkan dari buku "Gone West" (London:
W. Rider & Son, 1919. Republished by Kessinger Publishing Company, 2004. ISBN
1-4179-5042-0)
9. Freemasonry and The Ancient Gods (London: Simpkins, Marshall, Hamilton, Kent &
Co, 1921)
10. Textile Fibres and Yarns (London: Ernest Benn Ltd, 1924)
11. An Interpretation Of Our Masonic Symbols (London: A. Lewis, 1924)
12. Who Was Hiram Abiff? (London: Baskerville Press, 1925; reprinted in 1986 by
London: Lewis Masonic, 1986. ISBN 0-85318-148-9. And by Kessinger Publishing
Company, 1990. ISBN 978-0-7661-0451-8).
13. An Explanation of The Royal Arch Degree (London: Baskerville Press, 1925)
14. The Hung Society, or, The Society of Heaven and Earth (with W.G. Stirling). Three
volumes. London: Baskerville Press, 1925-1926.
15. Told Through The Ages: A Series Of Masonic Stories (London: Baskerville Press,
1926)
16. The Moral Teachings of Freemasonry, Incorporating Masonic Proverbs, Poems and
Sayings (London: Baskerville Press, 1926)
17. The Psychic Powers of Christ (London: Williams and Norgate Ltd, 1936)
Setelah Perang Dunia Pertama beliau mengumpulkan koleksi barang-barang antiq dan mulai
pada tahun 1927. Koleksi-koleksinya masih terus dipertahkan sampai sekarang di dalam Abbey
Museum of Art and Archeology di Caboolture, Queensland, Australia. Kemudian beliau
memulai ordo "Confraternity of the Kingdom of Christ” bersama dengan istrinya Jessie Ward.
Berdua memulai gereja di New Barnet di luar London pada tahun 1930.
Gb 4.2 Foto Museum Abbey di Queensland Australia
Kami bersyukur pada Tuhan di tahun 2013 Mar Nicholas mulai berkontak dengan Gereja
Rasuliah yang mewariskan peran jawatan kenabian ini dengan baik. Dari banyaknya
Rohaniawan yang sangat peka di gereja kita, yaitu Alm Uskup John Ward dan Jessie Ward
istrinya yang sangat peka di zaman mereka. Mereka yaitu sepasang suami istri yang bisa
dibilang yaitu nabi kita di era modern ini. John Ward lahir di Inggris pada 22 Desember 1885,
sementara Jessie Page lahir di 10 Maret 1890. Keduanya menikah pada tahun 1927. Sebelum
menikah ada pengalaman spiritual yang membawa keduanya memiliki satu komitmen untuk
menikah. Jiwa mereka di bawa ke Alam Malaikat Tahta (Throne) dalam suatu mimpi. Lalu
mendapatkan pesan ilahi untuk mempersiapkan kedatangan Maran Yeshua untuk kedua
kalinya di alam Bumi. Mereka berdua setuju untuk tugas tersebut. Saat mereka terbangun dari
tidur. Mereka bertemu dan menceritakan mimpi yang sama dan saling melengkapi. Di sinilah
mulainya Visi gereja kita ini, mempersiapkan kedatangan-Nya. Mereka berdua dinilai oleh
Uskup Agung John Cuffe sebagai dua orang Mistikus yang paling handal.
Ada dua buku yang ditulis oleh Uskup John Ward yang sangat laris di Inggris, yaitu ‘Gone
West’ dan ‘A Subalterm in Spirit Lands’. Kedua buku ini menggambarkan pengalaman Uskup
John Ward pada tahun 1915 dan 1916 dalam menjajaki Alam-alam Astral dan Spiritual, lalu
kedua buku tersebut mulai dipublikasikan pada tahun 1917 di Inggris. Tentu kedua buku
tersebut menyinggung tentang reinkarnasi juga. Saking larisnya, royalty kedua buku ini bisa
menghidupkan komunitas gerejanya sampai pada masa kematiannya. Kedua buku ini sekarang
bisa dibeli melalui toko online Amazon.com.
Gb 4.3 Buku “Gone West” karya John Ward
Banyak pihak yang meminta saya untuk share ajaran Uskup John Ward dari materi seminari,
salah satunya yaitu buku Gone West di atas. Saya melihat ternyata ada pihak-pihak yang
memiliki kedua buku di atas lalu mempostingnya di dalam website mereka. Hal ini
menyebabkan siapa saja bisa mengunduhnya (download) secara cuma-cuma. Saya sudah
konfirmasi kepada Uskup Agung kami, Fr John Cuffe perihal ini dan menurutnya, hal ini tidak
menjadi masalah. Kedua buku itu yaitu benar karya Almarhum Uskup John Ward. Dan untuk
mempermudah para pihak di negara kita khususnya yang ingin mempelajarinya, dipersilahkan
untuk mengunduhnya kedua buku dalam versi Inggrisnya di website pribadi saya:
www silahkan mengaksesnya di sana. Di dalam materi seminari kami, kedua
buku dan tulisan Fr JohnWard lainnya juga diajarkan. Uskup John Cuffe yaitu orang yang
memberikan komentar atau penjelasan lebih rinci dari apa yang ditulis Fr John Ward. Semoga
Tahun depan Tuhan memberi saya usia panjang untuk menerjemahkannya juga.
Western Orthodox University (WOU)
Uskup Agung John Cuffe kami memiliki hubungan baik dengan Uskup Agung John Kersey
pengelola The Western Orthodox University. Fr John mengirim materi pengajaran kami
terutama buku Gone West kepadanya dan juga kepada Professor Daniel Medina. Hal inilah
yang membuat di dalam website mereka (https://thedegree.org/) tercantum sejarah siapa itu
JSM Ward dan jemaat yang dipimpinnya. Buku Gone West karya Fr John Ward juga bisa
diunggah dari website https://westernorthodoxuniversity.files.wordpress.com yang
tersambung langsung kepada website resmi WOU di atas.
WOU berdiri pada tanggal 1 Agustus 1945, ini yaitu sebuah institusi universitas jarak jauh
internasional yang terbuka bagi siapapun, baik pria maupun wanita dari berbagai latarbelakang
iman di seluruh dunia. Kampus ini memiliki pendekatan yang sangat tradisional, sangat
berbeda dengan filosofi pendidikan pada umumnya di zaman ini. Mahasiswanya akan
dibimbing secara satu per satu tanpa ada kursus pra paket dan sebagain besar programnya
terdiri dari pembacaan terpandu dan tugas tertulis yang disesuaikan dengan kebutuhan tujuan,
dan minat si mahasiswa. Mahasiswa berinteraksi dengan mentor mereka secara langsung,
dengan sarana elektronik atau korespondensi. Mentor berasal dari kalangan Universitas
Pendukung, dan juga dari institusi akademis lainnya, serta dari sarjana internasional yang
mapan.
Gb. 4.4 Western Orthodox University, sumber: https://thedegree.org/
Kenabian JSM Ward dan isterinya
John dan Jessie Ward memiliki banyak pengalaman dalam hal roh yang bisa dikelompokkan
ke dalam 3 jenis sbb:
1. Mendapatkan Visi Kenabian (Prophetic Visions),
2. Diangkat ke alam-alam atas, dan
3. Mendapatkan pesan-pesan ilahi saat di Bumi.
Visi Kenabian itu meliputi komunikasi dan tuntunan dari Malaikat Penjaga dan mendapatkan
pesan-pesan tentang hal-hal yang akan datang kehancuran kerajaan Inggris pada tahun 1940
dan 1950-an, telah diketahuinya pada tahun 15 tahun sebelumnya. Kemunculan radikalisme
Islam, konflik Balkan, serangan kimian dan biologi di banyak kota barat dan lain-lain terutama
mendapatkan pesan Kedatangan Yeshua kedua kali dan bisa menentukan parameter apa saja
yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan kedatangan-Nya.
Diangkat ke alam-alam atas itu sebenarnya yaitu hal yang biasa dialami oleh kaum Msitikus
lainnya. Bahkan kita juga sebagai orang biasa, saat tertidur, jiwa kita berpergian ke Astral
Plane. Saat kita terbagun, yang kita ingat hal-hal pentingnya saja. Kebanyakan akan kita
lupakan. John Ward, tidak hanya sampai ke Astral dan Spiritual Plane, namun menembus
Dinding Berapi dan memasuki alam-alam Sorgawi di atasnya. Terkadang untuk hal ini, jiwanya
dilindungi sebab memang terang Dinding Berapi itu sangat menyilaukan dan bisa
membahayakannya. Tidak jarang di saat-saat seperti itu dia sangat perlu didoakan. Biasanya
seorang ‘Psychic’ atau paranormal juga bisa melayang-layang sampai ke Alam Spiritual Plane
jika mereka sangat berpengalaman, namun hanya seorang Mistikus yang bisa menembus
Dinding Berapi. Ini termasuk perbedaan seorang Mistikus dan Psychic.
Mendapatkan pesan-pesan saat di Bumi artinya mereka secara telepati bisa mendengar
pesan-pesan dari Alam-alam atas dan tahu siapa yang membisikkannya kepada mereka. Pesan
ini yang bisa membuat mereka mampu memimpin gereja dan komunitas yang berada di
berbagai masalah. Pesan ini seperti yang Alaha gunakan saat berkontak dengan Elia di 1 Raja
19:12. Ini yaitu bisikan-bisikan halus.
Di sini mengapa saya menjabarkan tentang siapa Uskup Agung John Ward terlibih dahulu? Ini
disebab kan, salah satu cara mengecek mana nabi benar dan yang palsu yaitu dengan melihat
buah-buah kehidupannya, Mat 5:16-16. Jadi silahkan perhatikan tindakan, kelakuan, atau
karya-karya si nabi tersebut. Pohon yang baik akan mengeluarkan buah yang baik sebaliknya
bukan? Ada teman dari Gereja Rasuliah juga yang menyodorkan suatu penjelasan tentang
Alam Roh kepada saya yang menurutnya ditulis oleh salah seorang murid Imam yang hidupnya
ada di abad lampau. Saya bukannya langsung menghakimi itu pasti salah, tidak. Saya hanya
ingin mengujinya. Saya ingin tahu siapa si nabi atau si mistikus yang mendapatkan pewahyuan
ini. Kalau orangnya tidak jelas dikeyahui asal-usulnya, apalagi saat saya bertanya detail tentang
tulisannya tidak ada jawaban yang jelas, maka saya berhak untuk bertanda tanya.
1 Tes 5:21 ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.
Kembali lagi, mengapa Kitab Wahyu Kefa, Paulus, atau Kitab Gembala Hermas tidak masuk
ke dalam kanon Alkitab? Bukankah itu sebab penulisnya kurang jelas? Oleh sebab itu,
mengetahui degan jelas tahu siapa si penerima pewahyuan yaitu hal yang sangat penting
untuk menakar apakah itu benar dari Tuhan atau bukan.
Ada semacam protokol (kendati tidak tertulis) yang kami jadikan acuan untuk menguji
penglihatan, pesan, atau pendengaran pesan dari Alaha dan para Malaikat-Nya. Saya tidak
perlu uraikan di sini, pada intinya kami sangat berhati-hati dalam menguji. Tidak semua pesan
langsung bisa diterima sebagai pewahyuan baru dari Tuhan.
Ada banyak rahasia ilahi yang Tuhan sampaikan kepada mereka berdua. Ajaran reinkarnasi
tentu saja harus didukung oleh ajaran lain misalnya:
1. Universalisme atau semua roh akan diselamatkan pada akhirnya untuk menggenapi
tujuan penciptaan. Reinkarnasi yaitu bagian penting dari perjalanan jiwa yang dimulai
dari penciptaan ini.
2. Hukum Karma atau Hukum Tabur-tuai. Tuhan menyingkapkan rahasia tentang
hubungan dosa dan pahala terhadap reinkarnasi kita ke depannya serta manusia sebelum
datangnya Maran Yeshua dahulu di Betlehem.
3. Neraka itu tidak kekal, bukanlah tempat penyiksaan selamanya. Tuhan
menyingkapkan seperti apa itu Neraka dan jenjang alam-alamnya.
4. Iblis itu bukanlah Malaikat Jatuh yang pada akhir hidupnya akan masuk ke dalam
lautan api neraka dan terpisah dari Tuhan. Tuhan menyingkapkan seperti apa itu tugas
dari Iblis sebagai malaikat penting di hadapan-Nya beserta dengan jenjang-jenjang
malaikat lainnya.
5. Alam-alam Sorgawi. Firdaus tidak termasuk alam Sorgawi. Sorga itu juga bukanlah
suatu tempat datar melainkan berupa alam-alam. Tuhan menyingkapkan apa saja
tingkap-tingkap Sorgawi, isinya, dan tugas-tugas roh di dalamnya yang berkaitan
dengan reinkarnasi jiwa-jiwa.
6. Kebangkitan orang mati bukanlah kebangkitan raga jasmani seperti yang diajarkan
oleh banyak gereja.
7. Dosa asal tidak pernah ada di dalam ajaran Judaism dan Nasrani. Banyak gereja yang
mengajarkan bahwa Yeshua harus datang dan disalib untuk menghapus dosa warisan
ini. Manusia hanya menanggung dosanya masing-masing.
8. Kehendak bebas membuat jiwa manusia terbagi dua, kelompok jiwa yang jahat dan
yang baik.
Ke-8 point di atas semua disinggung di dalam Alkitab dan Tradisi, namun tidak mendetail.
Oleh Pewahyuan Suci yang Tuhan berikan kepada nabi kami, kami bisa mengetahuinya lebih
dalam. Dan itu semua akan saya share 1 per 1 dan kaitannya dengan reinkarnasi. Silahkan
simak lebih lanjut penjelasannya di bawah.
Universalisme (apocatastasis)
Seorang reinkarnist sudah pasti yaitu universalist, namun tidak sebaliknya. Seorang
universalist belum tentu seorang reinkarnist. Universalisme yaitu ajaran yang dipegang oleh
kaum Judaism dan Nasrani awal. Universalisme artinya apa? Artinya yaitu semua jiwa itu
suatu saat pasti semua akan selamat sampai ke Sorga. Jadi ajaran ini tidak membenarkan paham
Sorga itu hanya akan diisi pengikut Yeshua (Kristen) saja. Seakan-akan Sorga itu kosong dan
baru terisi setelah zaman Yeshua.






