reinkarnasi 2




 n juga memang sebab  factor masuknya ajaran lain ke dalam 

jemaat seperti ajaran Zoroaster tersebut atau mitologi Yunani kuno, ditambah dengan hasil 

konsili Kontsntinopel yang penuh kontroversi. Di dalam 2 Pet 2:4 tercatat kata ‘Tartarus’, 

demikian bunyi ayatnya: 

"For if God did not spare angels when they sinned, but cast them into Tartarus and 

committed them to chains of gloomy darkness to be kept until the judgment. 

Terjemahan: Sebab jikalau Alaha tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat 

dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam Tartarus dan dengan demikian 

menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari 

penghakiman. 

Gb 2.3 Kata Yunani ‘Tartarus’ dalam Codex Sinaticus. Sumber: www.codexsinaiticus.org 

Dari mana asal kata ‘Tartarus’ tersebut? Itu berasal tentunya dari kata Yunani di mana di dalam 

mitologi Yunani kuno kata ini bermakna: alam penghukuman yang kekal. Oleh LAI kata ini 

disalin menjadi ‘Neraka’. Jadi semua pengikut Yeshua yang memakai naskah-naskah Yunani 

bisa terbawa ke dalam pengajaran dari mitologi tersebut. Dan faktanya, memang banyak yang 

mewarisi ajaran mitologi itu secara tidak sadar. Di sinilah perlu kita waspadai suatu 

pengajaran akan selalu dipengaruhi oleh budaya dan bahasa setempat. Pada saat Yeshua 


mengajar dalam budaya dan bahasa Aramaik, ada baiknya kita mempelajari seluk-beluk 

budaya dan bahasa yang dipakai-Nya supaya tidak salah paham. 

Pengajaran Yeshua sebenarnya sangatlah banyak. Dia mengajar selama kurang lebih 3,5 tahun, 

dari th 26 sampai 30 M. Dia sama sekali tidak menulis kitab. Kitab-kitab PB baru dituliskan 

kemudian seperti Injil Marqos dan Mattai (Matius) pada tahun 45-50M. Jadi Yeshua mengajar 

secara lisan. Dan jika semua ajaran-Nya dicatat maka tidak akan bisa dimuat oleh seluruh kitab. 

Perhatikan kesaksian murid-Nya ini:  

Yoh 21:25 “Masih banyak lagi hal lainnya yang diperbuat Yeshua namun jikalau 

semua dituliskan secara detail maka seluruh dunia ini tidak akan memuat semua kitab 

tersebut.” 

Jadi ada ajaran Yeshua yang bersifat khusus atau rahasia kepada para murid-Nya yang tidak 

dituliskan ke dalam kitab oleh para murid. Dengan kata lain, kitab-kitab injil itu benar-benar 

memberikan informasi yang sedikit kepada para pembacanya. Sedikit dan jikalau para murid 

lain bingung, maka para Rasullah yang bisa menjelaskannya dengan baik. Semua ada di dalam 

memori otak mereka saja. Mereka sampaikan kepada para murid mereka lagi, namun ada yang 

dituliskan, dan ada yang tidak. Yang dituliskan lagi, tentu saja tidak bisa memuat semua ajaran 

Yeshua selama bertahun-tahun tersebut. Inilah mengapa para Nabi masih hidup di abad 1 dan 

Uskup Mar Paulus mendorong setiap komunitas pengikut Yeshua untuk memelihara jawatan 

Nabi, Ef 2:20 dan 4:11. Dengan adanya peran kenabian inilah, ajaran-ajaran Yeshua yang tidak 

sempat tertulis atau belum Dia singkapkan di abad 1 lalu bisa Dia singkapkan pada waktu-Nya. 

Peran kenabian ini akan saya jelaskan lebih detail di bab berikutnya. 

Para murid Yeshua mengetahui Torah Gilgulim ini 

Tidak dari awal para murid Yeshua meyakini jati diri Sang Rabbi yaitu  sosok Mesias yang 

dinantikan-nantikan kaum Yahudi. Semua perlu waktu, maklum saja mereka menantikan-

nantikan sosok Mesias ini sudah ratusan tahun. sebab  itu, saat Yeshua bertanya kepada para 

murid-Nya: siapa diri-Nya, maka banyak yang salah jawab, perhatikan kutipan injil Mar 

Marqos berikut ini: 

Markus 8:27-29 Lalu Yeshua beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-

kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-

Nya, kata-Nya: "Kata orang, siapakah Aku ini?" Jawab mereka: "Ada yang 

mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang 

mengatakan: seorang dari para nabi." Ia bertanya kepada mereka: "Tetapi apa 

katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Petrus: "Engkau yaitu  Mesias!" 

Perhatikanlah jawaban dari mereka. Nama ‘Elia’ dan ‘seseorang dari para Nabi’ itu artinya 

yaitu  mereka yang sudah tidak ada lagi. Elia sudah naik ke alam lain tanpa mengalami 

kematian, lalu Yeremia, Yeshayahu, Maleaki atau nabi-nabi lain sudah wafat. Para murid 

bukanlah orang-orang yang terpelajar, mereka yaitu  orang-orang biasa, mereka menebak 

siapa sosok Yeshua ini menurut pandangan mereka kendati itu salah. Dan dari jawaban mereka, 

kita mengetahui bahwa mereka menganut ajaran gilgulim ini. Mereka menebak bahwa Yeshua 

itu yaitu  reinkarnasi dari salah satu Nabi terdahulu. Mari kita lihat contoh ayat berikutnya ini: 


 

Yoh 9: 2-3 Para murid-Nya bertanya: “Rabbi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini 

sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” Jawab Yeshua, “Bukan dia 

da bukan orang tuanya, namun sebab  pekerjaan-pekerjaan Alaha harus dinyatakan di 

dalam dia. 

Pada kasus ini, ada seorang buta sejak lahir lalu para murid bertanya apakah kebutaan itu 

merupakan salah si orang buta ini atau orang tuanya. Ini artinya mereka bertanya sebenarnya 

ini salah si orang buta di kehidupan sebelumnya atau memang kesalahan orang tuanya. Orang 

Yahudi percaya akan hukum sebab akibat atau tabur-tuai. Apa yang dilakukan oleh seseorang, 

maka dia akan mendapatkan akibatnya entah di dalam kehidupan ini atau juga dikehidupan 

berikutnya. Namun jawab Yeshua kepada mereka, itu bukan salah siapa-siapa, namun ada 

rencana Tuhan untuknya. Sebenarnya bisa saja orang buta itu yaitu  merupakan hasil 

kesalahan atau kejahatan yang dia lakukan di kehidupan sebelumnya. Dan kebutaan merupakan 

jalan yang harus ditempuh supaya orang itu bisa menghapus dosanya. Namun dalam kasus ini, 

kebutaan itu bukanlah sebab  kesalahan si orang buta tersebut. Semua hal negatif atau 

keburukan yang terjadi pada seseorang, itu terjadi memang sebab  3 hal, yaitu: 1. sebab  

kesalahan kita, 2. sebab  itu yaitu  masa pengujian yang Tuhan izinkan supaya kita 

bertumbuh, 3. Kombinasi di antara keduanya. Nah, dari jawaban Yeshua, maka si buta itu 

menjadi buta sejak lahir sebab  alasan nomer 2, yaitu Tuhan izinkan supaya ada yang Tuhan 

mau ajar kepada orang ini.  

 

Adanya catatan sejarah ini, maka ini sebenarnya menguatkan tulisan sejarawan Yahudi yang 

hidup di abad 1 M, Josephus Flavius yang menyatakan bahwa orang-orang Yahudi di 

zamannya memang meyakini Torah Gilgulim. Perhatikan pernyataannya berikut:   

“Pengikut Farisi meyakini bahwa jiwa-jiwa memiliki kekuatan abadi di dalamnya dan 

bahwa orang saleh memiliki kekuatan untuk bangkit dan hidup kembali: jiwa-jiwa 

inilah yang kemudian bisa menghidupkan tubuh manusia.”24  

Josephus yaitu  seorang tentara yang meyakinkan sejawatnya untuk bertempur sebab  ada 

ajaran ini. Dia menulis hal ini kepada para pembacanya:  

“Tidakkah kamu ingat bahwa semua Roh yang murni ketika mereka keluar dari 

kehidupan ini mendapatkan tempat yang paling suci di surga, dari sana kelak, dalam 

revolusi zaman, mereka kembali bisa dikirim kembali ke dalam raga-raga  

murni.”25 

Pendapat Josephus ditegaskan oleh Rabbi Dovber Pinson dalam karyaya: Reincarnation and 

Judaism: The Journey of The Soul. Kendati kitab Zohar yang mengungkapkan dengan jelas 

keberadaan ajaran reinkarnasi dari dalam Tanakh baru muncul di abad 2M, Yahudi pada 

umumnya meyakini ajaran ini dengan segala keterbatasan mereka memahaminya.  

  

                                                 

BAB 3 TORAH REINKARNASI DALAM SEJARAH GEREJA 

Di sini mari kita simak catatan di luar Kitab Suci yang saya anggap sebagai bagian dari Tradisi 

Gereja. Ini yaitu  Pilar Iman Tradisi. Pengajaran Nasrani yang bersumber dari Yeshua, 

mengalir kepada para rasul, lalu kepada para penerusnya, yaitu para Imam dan Kepala Imam 

(Uskup). Para Imam ini menyebar ke berbagai daerah dalam misi pemuridan. Di daerah-daerah 

itu mereka menjadi Gembala atau Uskup. Dan sebagai Uskup mereka mentahbiskan jemaat 

memasuki jenjang keimamatan sampai ke jenjang Uskup lagi. Demikiankan dari Uskup ke 

Uskup ajaran Yeshua diestafetkan. Mar Yakub, saudara tiri Yeshua memuridkan di Yerusalem, 

Mar Kefa (Petrus) memuridkan di Syria Antiokia, Mar Thoma dan Mar Addai memuridkan di 

Mesopotamia, kemudian Mar Thoma meneruskan pemuridan ke Kerala India dan mendirikan 

gereja di sana, Mar Paulus merintis jemaat di beberapa kota, termasuk Efesus yang dia serahkan 

kepada Uskup Mar Timotius pada tahun 65M, Mar Linus murid Paulus menjadi Uskup awal di 

Kota Roma, dan lainnya. Mar Marqos murid Mar Kefa memuridkan di Alexandria Mesir. Dari 

tangan Mar Marqos inilah kemudian muncul sosok Imam terpelajar, Fr. Origen. 

Pengajaran Reinkarnasi Fr Origen dari Alexandria 

Origen lahir sekitar tahun 184-185 M di Alexandria Mesir, daerah pusat perdagangan dan 

bercampurnya beragam budaya. Ini juga merupakan kelahiran Neoplatonisme dan tempat 

kelahiran filsuf ternama Yahudi, Philo. Origen masuk ke sekolah Filsafat terutama filsafat Plato 

dan Stoic. Origen juga belajar bahasa Ibrani dan sering berkomunikasi dengan kaum Yahudi 

untuk menolong mereka dalam berbagai kesulitan. Dia banyak menulis dan memiliki 

perpustakaan di rumahnya. Origen bisa mempelajari Torah Gilgulim, selain dari kaum Yahudi, 

dia juga belajar dari filsuf Philo dan Plato di atas.  

 

Akibat penganiayaan oleh Kaisar Romawi Septianus Severius (145-211) Seminari Catechetical 

banyak kehilangan pemimpin, hal ini membuat Uskup Demetrius menunjuk Origen sebagai 

Kepala Seminari. Inilah yang menyebabkan ajaran reinkarnasi dan filsafatnya banyak 

menyebar ke daerah lain, termasuk ke Gereja-gereja Rasuliah lain.  Dalam suatu karyanya, De 

Principiis, Origen menulis:  

“Jiwa itu tidak memiliki awal dan akhir…setiap jiwa…datang ke Bumi dikuatkan 

dengan berbagai kemenangan atau diemahkan dengan berbagai kekalahan pada 

kehidupan sebelumnya. Ini menempatkan dunia seperti wadah yang ditunjuk untuk 

mengangkat atau menurunkan, tergantung dari tindakan di kehidupan lampaunya. Apa 

yang dilakukan suatu jiwa sekarang akan menentukan keberadaannya dalam dunia yang 

berikutnya…?  

Kemudian beliau juga menulis ini: 

Every one, therefore, of the souls descending to the earth, is strictly following his 

merits, or according to the position which he formerly occupied, is destined to be 


 

returned to this world in a different country or among a different nation, or in a different 

sphere of existence on earth, or afflicted with infirmities of another kind, or mayhap to 

be the children of religious parents or of parents who are not religious: so that of course 

it may sometimes happen that a Hebrew will be born among the Syrians, or an 

unfortunate Egyptian may be born in Judaea26. 

Terjemahan: Setiap orang, oleh sebab  itu, jiwa-jiwa yang turun ke bumi, benar-benar 

mengikuti kebajikannya, atau sesuai dengan posisi yang sebelumnya dia temui, 

ditakdirkan untuk dikembalikan ke dunia ini di negara yang berbeda atau di antara 

bangsa yang berbeda, atau dalam suatu lingkungan eksistensi yang berbeda di bumi, 

bisa menjadi penderita penyakit lain, atau mungkin menjadi anak-anak dari orang tua 

religius atau orang tua yang tidak religius; sehingga tentu saja kadang kala terjadi 

bahwa orang Ibrani akan lahir di antara orang-orang Syria, Atau orang Mesir yang 

malang bisa lahir di Yudea.   

Di dalam Ensiklopedia Catholik dicatat: 

It was held, however, in a Platonic form by the Gnostics, and was so taught by Origen 

in his great work, Peri archon. 

Terjemahan: Ajaran ini dipegang dalam bentuk ajaran Platonik oleh kaum Gnostic, dan 

juga diajarkan oleh Origen dalam karya besarnya, Peri archon (De Principii). 

Dalam suratnya Fr Origen yang melawan pendapat Celcus dicatat: 

As if we were to say that the Platonist, who believes in the immortality of the soul, and 

in the doctrine of its metempsychosis, incurs the charge of folly with the Stoics, who 

discard this opinion; and with the Peripatetics, who babble about the subtleties of 

Plato; and with the Epicureans, who call it superstition to introduce a providence, and 

to place a God over all things. Moreover, that it is in agreement with the spirit of 

Christianity, of much more importance to give our assent to doctrines upon grounds of 

reason and wisdom than on that of faith merely, and that it was only in certain 

circumstances that the latter course was desired by Christianity. 27  

Terjemahan: Seolah-olah kita mengatakan bahwa Platonis, yang percaya pada 

keabadian jiwa, dan doktrin reinkarnasinya, menimbulkan tuduhan kebodohan dengan 

Kaum Stoik, yang menolak pendapat ini; Dan dengan Peripatetics, yang mengoceh 

tentang seluk beluk Plato; Dan dengan Epicureans, yang menyebutnya takhayul untuk 

memperkenalkan sebuah pemeliharaan, dan untuk menempatkan Tuhan atas segala hal. 

Terlebih lagi, bahwa hal itu sesuai dengan ajaran Kekristenan, yang jauh lebih 

penting untuk memberikan persetujuan kita kepada doktrin berdasarkan alasan dan 

kebijaksanaan daripada pada iman semata, dan bahwa hanya dalam keadaan tertentu 

saja yang terakhir ini, diinginkan oleh kekristenan.  

Fr Jerome menyatakan bahwa Fr Origen memang meyakini reinkarnasi sebagaimana para filsuf 

Yunani.  

                                                 

Then, lest he should be held guilty of maintaining with Pythagoras the transmigration 

of souls….”28 

Terjemahan: Kemudian, dia juga bersalah sebab  mempertahankan ajaran Pythagoras 

yaitu Transmigrasi Jiwa….  

Fr. Origen wafat pada tahun 254 M, beliau tidak sempat mengikuti Konsili Nikea 325 dan 

konsili-konsili berikutnya. Beberapa konsili tersebut tidak pernah menabrak ajaran Origen 

yang memang sangat disegani. Bahkan di pertengahan abad 4, Ks29 Si Buta Didymus, Kepala 

Seminari Alexandria di dalam suratnya pada pertengahan abad ke-4 menyatakan Origen 

yaitu  Bapa Gereja Terbesar paska Para Rasul. Ajarannya menyebar ke Gereja Barat 

(Roma Katolik) dan Gereja Timur (Gereja Ortodoks Yunani).  

Konsili politik Konstantinopel II  

Sistem Kepatriakan atau pembagian wilayah berdasarkan kekuasaan gereja muncul sejak abad 

4 dan terfomulasi dengan baik di abad 6. Pembagian wilayah ini menyebabkan adanya 

penomoran gereja. Gereja yang paling berkuasa yaitu  Roma Katolik, disusul oleh Byzantium 

sebagai Roma kedua, lalu Gereja Syria Antiokia, Gereja Alexandria, terakhir barulah Gereja 

Yerusalem. Ini bukanlah ajaran Yeshua, bukan ajaran awal. Yeshua tidak pernah mengajarkan 

mana gereja besar, dan mana yang kecil. Semua Uskup yaitu  pelayan, dan barangsiapa ingin 

menjadi yang terbesar, mereka haruslah turun melayani ke bawah, Mat 23:11. Yeshua 

mengajarkan semua Uskup itu sejajar, sama-sama pelayan di mata-Nya. Adanya sistem 

pemerintahan seperti ini berkat campur tangan kekaisaran, dimulai dari Kaisar Kontantin. 

Semua berlomba menjadi yang terbesar dengan mendompleng kekuasaan Kaisar. Jadi 

sebenarnya, bisa dibilang yang berkuasa bukanlah Uskup melainkan Kaisar di 

belakangnya. Tidak semua Gereja Rasuliah terpengaruh dengan sistem baru ini. Gereja di 

Celtik, jemaat Church of the East (COE) di Mesopotamia, dan 7 jemaat Nasrani Mar Thoma 

di India ada di luar pengaruh kekaisaran Romawi. 

 

Ada banyak ajaran awal yang muncul akibat campur tangan Kaisar atau budaya pagan Romawi, 

contohnya yaitu  digesernya Shabbat Sabtu menjadi Minggu (Sunday), dihapusnya secara 

perlahan Pesakh 14 Nisan menjadi Paskah di hari Minggu, dibangunkan gedung-gedung besar 

sebagai tempat peribadatan seperti kuil-kuil Pagan Romawi, dan lainnya. Memang dengan 

diterbitkannya Edik Milano pada th 313 M oleh Kaisar Konstantin bisa menghapuskan 

penganiyaan pengikut Yeshua, itu baik adanya dan patut disyukuri. Namun harga yang harus 

dibayar yaitu  ajaran semitik Yeshua ini menjadi mulai bergeser.  

 

Sampai di awal abad 6, pengajaran reinkarnasi yang bernuansa Yahudi ini masih dipegang 

semua gereja. Sampai muncul Konsili II Konstantinopel th 553M, inilah salah satu penyebab 

hilangnya ajaran ini di banyak gereja. Kaisar Justinian mengumpulkan banyak Uskup untuk 

mengadakan rapat besar (Konsili) di Konstantinopel. Dalam Catholic Encyclopedia dicatat: 

                                                 

"... konsili dibuka pada tanggal 5 Mei 553, meskipun ada protes dari Paus30 Vigilius, 

yang meskipun sudah berada di Konstantinopel, menolak untuk hadir di sana ... 

sebelum pembukaan konsili, yang telah ditunda oleh perlawanan dari Paus tersebut, 

…para Uskup kemudian menyetujui ke-15 keputusan Anathema yang diajukan oleh 

Kaisar…” 

Kaisar Justinian dan 

Permaisuri Theodore

Fr Origen Peta Konstantinople pada waktu masa Byzantium

 

Gb 3.1 konsili Konstantinople II thn 553M 

 

Kalau dilihat konsili ini secara detail maka kita akan melihat berbagai kejanggalan, mulai dari 

sikap Paus Vigilius, fokus materi yang dibicarakan, penandatanganan hasil Konsili, sampai 

kepada putusan Anathema31 pada ajaran Origen, padahal dia sudah wafat 3 ratus tahun 

sebelumnya. Sebelumnya, jika ada perselisihan ajaran, maka konsili menghadirkan si 

pengajarnya, misalnya ajaran Arianism, Imam Arius hadir di Konsili 325 M Konstantinopel. 

                                                 

30 Paus yaitu  kepala dari para Uskup. Saat jemaat semakin banyak maka para Uskup akan memiliki Uskup Agung 

sebagai kepala mereka. Dan di saat kemudian jumlah jemaat berkembang, maka para Uskup Agung kemudian 

memilih seorang kepala lagi di antara mereka yang kemudian disebut sbg ‘Paus’ di Gereja Roma Katolik. Untuk 

Gereja Ortodoks, mereka menamakannya ‘Patriakh’. Jadi antara Paus dan Patriakh sebenarnya sejajar, bahkan 

seorang Uskup dan Paus/Patriakh itu sebenarnya sejajar di mata Tuhan. Sebab jenjang keimamatan di PB paling 

atas yaitu  Uskup (Kepala Imam). Di atas itu tidak ada pentahbisan lagi. 

31 Anathema yaitu  kata yg muncul di Gal 1:8-9. Ini berasal dari 2 kata Yunani, ‘Ana’ artinya posisi yang bergeser 

dan ‘Thema’ artinya terpisah. Ini yaitu  hukuman paling akhir yang diberikan oleh institusi gereja biasanya kepada 

pengajar. Pengajar yang dijatuhi hukuman ini tidak bisa lagi berada dalam pelayanan gereja tersebut, dia harus 

melayani di luar. Perihal tahbisan yang dijatuhi hukuman, tetaplah ada. Tahbisan tidak bisa hilang sebab  adanya 

Anathema ini.  


 

.

Kemudian ajaran Nestorian disidangkan pada Konsili 431 juga dihadiri oleh Uskup Agung 

Nestorius. Di dalam persidangan si pengajar akan menjelaskan mengapa dia mengajarkan 

ajaran itu secara detail kemudian akan terjadi diskusi di antara 2 belah pihak yang berlawanan. 

Nah, konsili ini berbeda, Imam Origen sudah wafat dan tentu tidak bisa mempertahankan 

pengajarannya. Siapa yang berani menentangnya kalau dia masih hidup? Bahkan 100 tahun 

setelah kematiannya, dia diberi titel “Bapa Gereja Terbesar setelah para Rasul awal”. Saya 

membayangkan para uskup penentang itu beragumen di depan meti mati Origen sampai 

berbusa-busa, kemudian merasa bangga tidak ada tanggapan dari dalam peti dan merasa 

merekalah yang benar. Dead man can’t talk tentu saja. 

 

Konsili ini berbau politik yang sangat kental. Kaisar yang seharusnya tidak mencampuri ajaran 

malah yang menyodorkan draft untuk pengucilan ajaran kuno ini. Sangat disayangkan lagi, 

yang menyodorkan ke-15 point Anathema yaitu  Sang Kaisar. Mengapa ini bisa terjadi? Apa 

urusannya kaisar dengan pengajaran? Sebenarnya tentu tidak ada. Semua pengajaran itu bisa 

muncul, pertama berasal dari Tuhan lalu ke nabi-Nya, kemudian ajaran itu disampaikan ke 

jemaat entah melalui si nabi langsung atau melalui para pengajar. Kelima belas point anathema 

terhadap Fr Origen secara utuh saya tuliskan di dalam Lampiran 3. Jadi, tidak ada 

hubungannya dengan penguasa pemerintahan setempat. Seorang Kaisar saat masuk ke dalam 

ruang peribadatan, dia setara dengan jemaat lainnya. Kalau dia belum dibaptis, maka dia masuk 

dianggap tamu atau ketekumen. Pemimpin jemaat selalu Uskup. Uskup harus mengajar jemaat 

termasuk kaisar atau raja atau presiden atau seorang perdana menteripun harus punya 

penundukan diri terhadapnya sebab  dia yaitu  Wakil Yeshua di atas Bumi ini. Yeshua yaitu  

Imam Besar Agung (Ibr 4:14). Posisi-Nya di atas semua Imam Besar atau Uskup. Di bawah 

Uskup ada Imam dan Diakon (Aram: Shamasha). Di bawah daikon yaitu  Tahbisan Minor32, 

kemudian yang paling bawah yaitu  jemaat. Inilah hirarki yang harus dipahami oleh pihak luar 

dan juga mestinya dipahami oleh Kaisar Justian. Pihak pemerintah setempat seharusnya hanya 

memfasilitasi berlangsungnya suatu rapat besar keagamaan. Kalau di negara kita , presiden 

dengan menteri agama mungkin hanya diundang sebagai pembicara untuk pembukaan saja, 

tidak sampai ikut serta dalam diskusi di dalamnya.  

 

Terbacanya nuansa politik yang kental bukan hanya bisa diketahui dari peran sang Kaisar yang 

menyetir hasil konsili, bahkan dari peran Theodore sang permaisuri juga nampak. Saya tidak 

bermaksud merendahkan sosok Theodore yang dianggap sebagai sosok Kadosa (The Saint) 

atau orang suci yang tindakannya perlu diteladani oleh Gereja Orthodox. Ya silahkan saja 

meyakini demikian. Kami tidak melihat bahwa dia cukup baik untuk dijadikan teladan, 

mengapa?  

1. Theodore yaitu  sosok yang dikenal suka mencampuri masalah gereja dan 

menimbulkan perpecahan. Dia bahkan berani melawan kerja keras suaminya yang 

mendukung Kekristenan Kalsedon33. Dia mendirikan biara Monophysite di Sykae dan 

di sanalah tempat bernaungnya para pemimpin gereja yang meyakini ajaran yang 

dilawan gereja pada umumnya. 

2. Anthimus yaitu  Imam yang diangkat menjadi Patriak Konstantonipel oleh sebab  

pengaruhnya. Kemudian saat sang patriakh diekskomunikasi, dia tinggal di tempat 

                                                 

32 Ini yaitu  jenjang persiapan seseorang untuk memasuki Jejang Keimamatan Mayor atau keimamatan yang 

sesungguhnya. Di dalam GNI, Tahbisan Minor terdapat 6 jenjang, Tahbisan Mayor 3 jenjang, total 9 jenjang setara 

dengan 9 jenjang kemalaikatan. Di dalam Gereja Rasuliah lain, biasanya Tahbisan Mayor hanya ada 3, sementara 

untuk minor beragam, ada yang hanya 3 atau 4 saja tergantung tradisi masing-masing. 

33 Theodora – Byzantine Empress". About.com. Retrieved 11 April 2008.  


 

persembunyian Theodore selama 12 tahun sampai kematiannya. Perhatikan bahwa 

pentahbisan seseorang itu tidak akan sah di mata Tuhan jika si pentahbisnya atau ada 

jemaat yang keberatan. Seorang raja atau kaisar tidak punya hak apapun untuk 

mengarahkan seseorang ditahbiskan. Ini di luar dari otoritasnya.  

3. Theodore menginginkan Anathema untuk Paus Agapetus I dari Patriakh Anthimus itu 

dicabut. Dia mengirim Belisarius supaya bisa menyingkirkan Paus Siverius yang 

menolak permohonannya. Setelah itu terjadi, Paus Vigilius ditahbsikan. Ini yaitu  

catatan sejarah yang cukup mengerikan.  

 

Catatan sejarah tentang Theodore dan suaminya bisa dibaca dari tulisan sejarawan Procopius 

yang hidup di zaman mereka. Dan oleh sebab  sepak terjang wanita ini yang terlalu jauh dalam 

pengajaran, banyak pihak pro reinkarnasi yang mengaitkannya dengan hasil keputusan konsili. 

Jangan-jangan sebab  dia bermain politik, dia tidak menyukai ajaran ini, maka dia berusaha 

menghilangkannya. Ini mungkin saja bisa terjadi. Yang jelas, dia punya kuasa saat itu yang 

suaminyapun tidak bisa halangi, apalagi para uskup dan imam.  

 

Sekarang mari perhatikan ke-15 point Anathema (Lihat Lampiran 2) terhadap ajaran Origen 

ini. Sebenarnya tidak ada yang secara gamblang menentang Reinkarnasi. Tidak ada 1 pun kata 

‘Reinkarnasi’ dalam keputusan ini. Inilah mengapa banyak orang beranggapan bahwa secara 

resmi Roma Katolik tidak pernah menganathema ajaran ini, tidak pernah34. Dari 15 point 

keputusan itu, point nomer satu yaitu  yang paling mendekati ajaran gilgulim ini. 

Pernyataannya yaitu  sbb: 

JIKA ada yang menyatakan adanya eksistensi jiwa sebelum kelahiran yang 

menakjubkan, dan menyatakan adanya restorasi yang luar biasa yang mengikutinya: 

biarlah dia di-anathema. 

Perhatikan penggalan kalimat pertama: “…eksistensi jiwa sebelum kelahiran…” inilah yang 

dianggap sebagai jiwa tersebut sudah pernah masuk ke dalam raga manusia sebelumnya, 

kemudian jiwa itu masuk lagi ke dalam raga yang baru. Konsili ini mau menegaskan bahwa 

semua jiwa itu baru muncul atau baru diciptakan saat terjadinya pembuahan di dalam rahim si 

wanita. Kemudian mari perhatikan penggalan kalimat keduanya: “…adanya restorasi…” Jadi, 

hasil konsili ini memutuskan bahwa tidak ada restorasi atau pemurnian atau penyempurnaan 

jiwa setelah dia reinkarnasi.  

 

Tentu saja, ini bertentangan jelas dengan prinsip-prinsip Torah Gilgulim. Tanakh, Yeshua, dan 

Fr Origen mengajarkan bahwa semua roh atau jiwa itu berasa dari Tuhan, merupakan bagian 

dari Tuhan sendiri, roh itu ada di dalam kekekalan, ada sejak permulaan dan tiada akhir. Dan 

untuk menyatu kembali lagi kepada Tuhan, roh itu akan bereinkarnasi dan disempurnakan. Roh 

akan mengalami penyempurnaan dari reinkarnasi demi reinkarnasinya.  

 

Nasi sudah menjadi bubur, semua sudah terlanjur. Konsili sudah berjalan. Ada banyak Gereja 

Rasuliah yang menyatakan bahwa hasil Konsili ini pasti keputusan Roh Kudus, silahkan saja. 

Itu kami hormati. Posisi kami jelas, kami menolaknya. Ini yaitu  rapat politik saja bagi kami.  

                                                 

Sinode Diamper Th 1599 di India 

Kita tinggalkan sepenggal sejarah dari gereja-gereja di bawah sistem imperialisme kepatriakan. 

Sekarang kita menuju ke asia, tepatnya India. Dari semua Gereja Rasuliah yang muncul di abad 

1 M, hanya jemaat di India saja memakai nama ‘Nasrani’ seperti komunitas awal Yeshua. 

Mereka menyebut diri sebagai jemaat Mar Thoma Nasrani. Kemudian gereja kami di 

negara kita , mulai pada tahun 2013 berdiri dengan nama Gereja Nasrani Indoesia. Kedua gereja 

ini yaitu  sama-sama suatu Gereja Rasuliah yang awalnya didirikan oleh Mar Thoma (Rasul 

Thomas).  

 

Mar Thoma yaitu  salah satu Rasul awal. Setelah masa Shavuot (Pentakosta) pada tahun 30 

M, dia diutus pergi melayani ke Mesopotamia bersama Mar Addai (Thadeus), murid Yeshua 

lainnya mendirikan COE. Kemudian Mar Thoma pergi ke Kerala India dan tiba di sana pada 

tahun 52 M. Jadi bisa dibilang bahwa Mar Thoma Nasrani yaitu  Putri Gereja COE. Hubungan 

mereka sangat erat di abad-abad awal. Sejak abad 4, COE mengirim banyak Rohaniawan untuk 

mengajar dan banyak literatur termasuk liturgi peribadatan. Sekitar tahun 630 Patriak COE, 

Mar Isoyabb III membentuk organisasi kejemaatan yang solid di India Kemudian pada abad 8, 

Patriakh COE, Mar Timothy I membagi India menjadi suatu Gereja Rasuliah mandiri di bawah 

satu Uskup Metropolitan, sejak saat itu jemaat ini benar-benar berdiri mandiri dan terpisah dari 

Bunda Gerejanya di Mesopotamia Persia.  

 

Lompat beberapa abad, ke abad 15 tepatnya pada tahun 1498, terjadi perubahan yang sangat 

signifikan. Ini yaitu  tahun masuknya Portugis ke India. Setelah berabad-abad tidak tersentuh 

sistem imperialis kepatriakan, pada abad ini, berubah. Ajaran baru Roma Katolik masuk 

mendompleng penjajah Portugis. Rapat semua Uskup tidak bisa dihindari, Sinode Diamper 

diadakan pada tahun 1599 di bawah kekuasaan Uskup Agung Goa, Aleixo de Menezes 

memprakarsai adanya konsili tersebut. Hasilnya? Beberapa literatur berharga syria yang isinya 

bertentangan dengan ajaran Roma dibakar habis35. Bahkan Kitab Suci Peshitta COE yang ada 

di sana juga diharuskan untuk ditinggalkan36. Intinya yaitu  pengalihan gereja, dari yang 

tadinya berdiri mandiri menjadi masuk ke dalam Roma Katolik, semua harus tunduk pada Paus. 

Ini sebenarnya bisa dibilang ‘penjajahan’ dalam hal rohaniah, namun begitulah yang terjadi. 

Semua tidak bisa dihindari.  

 

Dari banyaknya perubahan yang ikut berubah juga yaitu  menghilangnya ajaran reinkarnasi. 

Perhatikan petikan hasil konsili tersebut: Session III, Keputusan IV: Meng-anathema 3 hal 

kesalahan yang dipegang oleh Kaum Syria  

“Sinode telah diinformasikan bahwa umat Kristen di area ini, sebab  alasan komunikasi 

dengan pihak luar, dan hidup di tengah-tengah mereka, telah tertular sebagian ajaran 

mereka yang salah…yang pertama yaitu  adanya Transmigrasi Jiwa-jiwa (reinkarnasi), 

di mana setelah kematian jiwa akan berpindah ke tubuh manusia yg baru atau ke dalam 

raga binatang”.  

                                                 

Sebenarnya ajaran reinkarnasi dalam antara Nasrani dan Hindu itu berbeda, namun konsili ini 

menganggapnya sama dan dibuang. Siapa yang berani menentang mereka yang datang 

didampingi para penjajah? Coba kalau sekarang terjadinya, tidak akan berani bukan? Ada 

pendapat dari seorang professor ilmu agama dari South Dakota State University, yang 

mengatakan kendati konsili itu sudah terjadi, masih banyak umat Kristen di India yang masih 

menganut ajaran transmigrasi jiwa ini.37 

 

Syukurlah bahwa sistem patriak ini sudah tidak ada lagi sekarang. Memang benar apa kata 

Rabbi Gamaliel:  

“…jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap” (Kis 

5:38).  

Dan sekarang di tahun 2017 ini, sistem penjajahan rohani ini sudah tidak ada lagi, lenyap. 

Sementara apakah ajaran reinkarnasi itu lenyap? Apakah tangan-tangan manusia berhasil 

melenyapkannya dari dalam gereja? Ya tentu tidak.  

Para Pewaris Torah Gilgulim dalam Gereja Rasuliah 

Kematian para rasul dan Fr Origen tidak membuat ajaran transmigrasi jiwa ini menjadi hilang. 

Memang tidak banyak yang masih terus melestarikannya, namun para pelestari ajaran ini bisa 

ditemukan juga di sini. Di negara kita , ada 2 Gereja Rasuliah yang terus mewariskan ajaran ini, 

LCC (Liberal Catholic Church) dan GNI kami. LCC yaitu  sudah berada di negara kita  sejak 

100 tahun lalu, terus konsisten dengan pengajaran ini kendati gaungnya tidak banyak terdengar. 

Kebetulah sekali GNI kami selain memiliki tahbisan dari Syria Antiokia dan Assyria, kami 

juga meneruskan tahbisan dari Old Catholic. LCC ini juga berasal dari Old Catholic tersebut. 

Old Catholic sendiri tadinya yaitu  Gereja Roma Katolik, mereka memisahkan diri dan berdiri 

mandiri akibat tidak mengakui ajaran Paus tidak bisa salah yang dihasilkan dalam konsili 

th.1870. 

 

Perlu diperhatikan di sini, ada perbedaan antara pemisahan Protestan dengan Roma Katolik 

dengan kasus Old Catholic dengan Roma Katolik. Perbedaannya terletak pada tradisi Tahbisan. 

Old Catholic dipimpin oleh para Uskup. Uskup-uskup mereka itu sejajar dengan Uskup-uskup 

Roma Katolik, bahkan dengan Paus-nya. Sehingga saat mereka berpisah, para Uskup masih 

memiliki segala otoritasnya. Jadi Old Catholic yang terpisah dari Roma Katolik ini sama 

halnya dengan pemisahan Mar Thoma Nasrani dengan COE. Keduanya berdiri sama sejajar 

sebagai suatu Gereja Rasuliah.  

 

Sementara pada kasus Protestan, ini berbeda. Protestan tidak dipimpin oleh Uskup. Pencetus 

awalnya yaitu  Imam Martin Luther dari Roma yang keluar. Imam tidak memiliki otoritas 

untuk mentahbiskan jemaat untuk masuk ke dalam jenjang keimamatan. Jadi Protestan tidak 

memiliki uskup, mereka yang pintar berkotbah dan mengajarlah yang akan memimpin. Jemaat 

di dalam denom ini dianggap juga sebagai imamat. Ini berbeda dengan ajaran awal di mana 

jemaat ya jemaat, mereka tunduk pada keimamatan. Dengan penjelasan ini, kita dapati bahwa 

                                                 

GNI dan LCC bukanlah cabang dari Protestan yg muncul di abad 16. Nama Gereja Kesukupan 

GNI di Australia yaitu  The Orthodox Catholic Church of the New Age, di bawah pimpinan 

Metropolitan Uskup Agung John R Cuffe. Beliau membawahi beberapa uskup di Australia, 

negara kita , US, dan beberapa Uskup yang 

berasal dari Gereja Rasuliah lain di 

Camerun dan Congo akan bergabung di 

bulan September 2017 ini. Di negara kita  

kami sengaja memakai nama yang berbeda, 

yaitu Gereja Nasrani negara kita  sebab nama 

‘Catholic’ dan ‘Orthodox’ itu condong ke 

Gereja Rasuliah lain yang telah terlebih 

dahulu ada di sini.  

 

Baik, sekarang kembali lagi ke siapa saja 

yang masih mewarisi ajaran reinkarnasi ini 

di dalam tubuh Gereja Rasuliah. Gereja 

AOC (Apostolic Orthodox Church) di 

bawah kepemimpinan Patriakh Mar Yusef sekarang masih terus memelihara ajaran ini. Dalam 

pandangan Mar Yusef, AOC yang memiliki tahbisan dari Mar Thoma Nasrani ini, kendati 

sejarah telah mencatat masuknya Gereja Roma Katolik ke India dan berhasil mengubah banyak 

ajaran asli di sana, ada juga yang masih mempertahankan keaslian ajaran Nasrani. Dari 

beberapa Uskup pewaris ajaran itulah Mar Yusef di tahbiskan pada 16 Oktober 1994. Selain 

AOC, ada juga Nazarani Church di bawah pimpinan Mar Hadrian38 yang mendapatkan 

tahbisan dari Uskup Coptic Church of Sudan dan Uskup Etiopian Orthodox Tewahedo Church. 

Sekarang ini jumlah jemaatnya sekitar 30 ribu orang tersebar di 4 benua39. Yang unik dari 

gereja ini yaitu  selain mempertahankan liturgi dalam bahasa asli Aramaik, mereka juga 

memelihara pengajaran dari Peshitta Aramaik kendati tidak memiliki tahbisan dari COE. 

Catholic Apostolic Church of Antioch yang mendapatkan tahbisan dari Old Catholic kemudian 

menggabungkan ajarannya dengan tradisi Syriac Antiokia juga meyakini Torah Gilgulim. 

Salah satu imam mereka, Mgr. John W. Sweeley yaitu  penulis buku Reincarnation for 

Christian. Buku ini cukup disambut baik oleh berbagai kalangan termasuk dari sesama Gereja 

Rasuliah juga.  

 

Selain itu ada juga UGCC (Ukranian Greek Catholic Church) yang meyakini ini. Untuk kasus 

ini, ada rekan dari Gereja Ortodoks yang tidak sependapat dengan saya. Pendapatnya itu saya 

hormati sebab saya berpegang pada keputusan beberapa patriakh yang memisahkan diri sebab  

menganggap Cardinal L. Husar telah mengajarkan ajaran reinkarnasi yang ditentang mereka. 

Pengumumam tentang Anathema ini dilayangkan di website gereja baru mereka, Ukrainian 

Orthodox Greek-Catholic Church40. Pernyataan Card. Husar: “tidak ada seorangpun yang 

                                                 

berada di Neraka selamanya”41 menjadikan landasan Anathema ini diberikan. Beliau di-

anathema bersama dengan 17 uskup lainnya. Jadi memang para uskup yang menjadi gembala 

jemaat itu pasti ikut meyakininya juga. Pernyataan pengucilan ini dilakukan oleh Uskup 

Markian OSBM, sekretaris sinode UOGCC pada tanggal 21 Augustus 2009. Ini kejadian 

menarik. 

 

Menurut suatu survei banyak Rohaniawan dan jemaat Gereja Anglican juga meyakini 

reinkarnasi42. Fr. Geddes Macgregor menulis buku “Reincarnation in Christianity: A New 

Vision of the Role of Rebirth in Christian Thought”. Ini suatu buku yang menarik. Di dalam 

sejarah Gereja Rasuliah, ada beberapa nama yang bisa saya sebutkan di sini yang juga meyakini 

ajaran Gilgulim ini, mereka antara lain:  

  Joseph Cardinal Mercier dari Roma. Patriakh dari Apostolic Orthodox Church 

(AOC), Mathias Mar Yusef sempat menulis ada seorang mahasiswa mengambil 

Master Degree di seminari Roma Katolik yang ikut meyakini reinkarnasi sebab  

membaca tulisan si Cardinal43. Namun tentunya beliau tidak menyebutkan nama si 

mahasiswa.  

  Monsignor Uskup Agung L. Pueches Passavalli (1820-1897) juga dari Roma 

Katolik. Beliau hidup sampai usia 77 tahun dan tetap berada di gereja yang sama. 

Menurutnya memang Gereja Roma Katolik tidak pernah secara sah menyatakan 

menolak ajaran ini.  

  Edward Dunski seorang rohaniawan Roma Katolik juga kedapatan meyakininya. 

Di dalam suratnya di antara sesama rohaniawan dinyatakan demikian sampai 

suratnya diedit oleh Attilio Becey and Jozef Komenda kemudian dipublikasikan di 

Torino pada th. 1915. 

Uskup Robert Amadou dari Syria. Beliau yaitu  seorang Doktor peneliti Parapsychology. 

Uskup Robert Amadau (1924-2006) dari Gereja Syriac ini juga banyak yang meyakini 

mengamini reinkarnasi. Beliau penulis buku Le Parapcychologie. Saya belum bisa 

memastikannya kebenaran ini 100%.  

Menurut Abbot George Burke (Swami Nirmalananda Giri) ada seorang Uskup Agung dari 

Gereja Orthodox yang belajar darinya, namun menolak untuk mempublikasikan nama sang 

uskup. Ini wajar saja sebab kalau institusinya sampai tahu maka proses Anathema bisa 

diarahkan padanya. Kita memang harus menghormati privasi mereka ini. Kelihatannya jumlah 

rohaniawan yang mengamini reinkarnasi masih sangat jauh lebih kecil dari mereka yang 

menolaknya. Mayoritas belum pasti selalu benar bukan? Memang inilah kenyataannya, saat ini 

sudah banyak yang tidak tahu-menahu ajaran awal Yeshua lagi, padahal semua memakai 

Tanakh sebagai landasan pengajarannya.  

 

Jadi apakah Torah Transmigrasi jiwa ini hilang dalam jemaat Yeshua? Tidak. Masih ada kami 

yang mencoba terus melestarikannya. Oda Alaha!  

                                                 

BAB 4 REINKARNASI PADA PEWAHYUAN SUCI 

Peran kenabian Masih Ada di Antara Jemaat 

Apa hubungannya antara nabi dan reinkarnasi? Tentu saja ada. Nabi (Ibrani: navi) artinya 

yaitu  penyambung lidah Tuhan, mereka yaitu  jurubicara Tuhan. Ada banyak rahasia ilahi 

yang Tuhan sampaikan kepada mereka seperti yang bisa kita pelajari dari kitab Tanakh. Oleh 

sebab  itu, Tuhan juga bisa menyampaikan rahasia-Nya perihal reinkarnasi kepada nabi-nabi-

Nya.  

 

Di abad 21 ini, kami tidak heran kalau banyak yang merasa bingung mengapa kami masih 

meyakini bahwa jawatan Nabi itu masih ada di tengah-tengah jemaat. Banyak yang berpikir 

bahwa para nabi itu sudah tidak ada lagi, kalaupun ada itu pasti nabi palsu. Pendapat demikian 

itu keliru namun cukup wajar. Mengapa saya bilang ini wajar, sebab memang kebanyakan 

gereja juga sudah kehilangan peran kenabian ini di dalam jemaatnya. Seorang Imam Coptik 

sempat mengatakan pada saya bahwa Kitab Suci dan Tradisi Suci sudah cukup. Semua rahasia 

ilahi sudah dijabarkan di dalamnya dengan lengkap. Saya kurang sependapat dengannya. 

Terlalu banyak rahasia ilahi yang belum Tuhan singkapkan, dan kalaupun Dia telah 

menyingkapkan banyak hal melalui para nabi kami di zaman modern ini, kami pun tidak 

gegabah klaim bahwa semua rahasia-Nya ada pada kami. Kami tidak berani menyampaikan 

bahwa rahasia-Nya tentang reinkarnasi ini sudah Dia sampaikan secara menyeluruh kepada 

kami. Yang kami pahami, melalui peran kenabian, Tuhan menyingkapkan rahasia ini dengan 

cukup jelas dan rinci sehingga kami bisa memahami kitab dan tradisi lebih baik lagi. 

 

Mari kita baca dahulu pesan Maran Yeshua kepada para Rasul. Ini yaitu  pesan terakhir-Nya, 

jadi pasti sangat penting diketahui apa maksud dan maknanya. Perhatikan Mat 28:20 

dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. 

Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." 

Perhatikan kata ‘menyertai’ di atas. Seperti apakah makna menyertai ini? Menurut penilaian 

kami, menyertai artinya terus memantau, terus menjaga, dan lainnya terutama terus 

berkomunikasi. Berkomunikasi itu apa? Berkomunikasi ya berbicara dan mendengar. Tuhan 

pasti mendengar doa-doa manusia. Namun masalah apakah kita mendengar Dia berbicara, itu 

lain hal. Mereka yang peka akan suara Tuhan atau hal-hal yang berbau mistik, mereka sering 

disebut dengan kaum Mistikus. Jika seseorang ditugaskan untuk menyampaikan pesan, maka 

dia itulah yang bisa disebut sebagai nabi. Para nabi dan kaum mistikus inilah yang bisa menjadi 

jembatan antara Tuhan yang masih terus berbicara dan jemaat yang ingin mendengar dan tahu 

rahasia-rahasia Tuhan lainnya. 

 

Seorang pendeta Kristen yang cukup tenar, begitu mengetahui ajaran kami menyatakan bahwa 

nabi itu masih ada, dia lalu mengajarkan bahwa nabi-nabi yang ada paska kenaikan Yeshua 

yaitu  nabi palsu. Ini sebenarnya yaitu  suatu penghinaan, tapi ya apa boleh buat, kami harus 

menerimanya dengan lapang dada. Kami pikir dia belum membaca Alkitab dengan cukup 


 

detail. Perhatikan setelah Maran Yeshua naik ke Sorga, masih ada nabi-nabi dari Yerusalem 

(Kis 11:27), dari Antiokia (Kis 13:1), bahkan salah satu murid-Nya, Mar Addai dicatat sebagai 

seorang nabi. Nama lain dari Addai yaitu  Thadeus atau Agabus, Kis 11:28 dan 21:10. Apakah 

mereka itu semua yaitu  nabi palsu?  

Kis 11:27 Pada waktu itu datanglah beberapa nabi dari Yerusalem ke Antiokhia. 

Kis 13:1 Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, 

yaitu: Barnabas   dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan 

Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus. 

Kis 21:10 Setelah beberapa hari kami tinggal di situ, datanglah dari Yudea seorang 

nabi bernama Agabus.  

Peran Rasul yang menduduki jabatan Uskup di antara jemaat itu sangat penting. Dan menurut 

Mar Paulus, ternyata Rasul dan Nabi yaitu  sama-sama pondasi bagi adanya kejemaatan 

(Ef2:20). Yang namanya pondasi, itu sewajarnya ada 2, lalu kalau yang ada hanya uskup, 

kurang nabi, maka artinya pondasinya kurang kuat. Saya tidak mau menuding punya gereja 

yang paling kokoh, namun kami hanya berusaha melestarikan apa yang diajarkan di abad 1. 

Mar Paulus kemudian menjelaskan lebih jauh bahwa nabi itu termasuk ke dalam jawatan 

jemaat, Ef 4:11. Jadi jemaat di Efesus mendapat pesan penting untuk menghormati siapapun 

yang menjadi nabi di antara mereka.  

 

Kitab Pewahyuan di abad-abad awal itu sebenarnya bukan hanya Kitab Wahyu yang ditulis 

oleh Mar Yukhnan. Dia bertindak sebagai penyampai pesan Tuhan ke 7 jemaat di Asia Minor. 

Selain Kitab itu masih ada Kitab Wahyu Mar Kefa, Mar Paulus, dan juga Kitab Gembala 

Hermas, namun sebab  kekurangjelasan waktu penulisan dan isi, maka yang banyak diterima 

oleh gereja hanyalah Kitab Wahyu Yohanes. Kitab Wahyu dari Mar Yukhnan pun selama 200 

thn awal tidak dianggap sebagai bagian dari kitab pengajaran (written Torah). Yang setara 

dengan kitab-kitab Pewahyuan di PB yaitu  Kitab Henokh. Setali tiga uang dengan Kitab 

Wahyu Yohanes, kitab ini juga diragukan. Hanya Gereja Etiopia saja yang memasukkannya ke 

dalam kanon, gereja lain tidak. Dan justru Gereja Assyria yang didirikan oleh Nabi Agabus 

sendiri yang menolak Kitab Wahyu Yohanes itu menjadi bagian kanon.  

 

Yang menarik di dalam Kitab Limudah (Didakhe) yang merupakan ajaran Yeshua kepada 

bangsa-bangsa melalui para rasul yaitu  di dalamnya tercatat beberapa hal penting tentang para 

nabi ini. Perhatikan ayat-ayatnya sbb: 

Lim 10: 2 Namun izinkanlah nabi-nabi untuk menerima ucapan syukur/Qurbana 

sejauh mereka inginkan. 

Lim 11:3 Tapi mengenai para rasul dan para nabi, menurut pengajaran Injil. Biarlah 

setiap rasul yang datang kepadamu diterima seperti menerima Maran. Namun 

hendaknya dia tidak akan tinggal lebih dari satu hari atau dua hari, jika ada perkara 

penting dibutuhkan, tapi jika ia tinggal tiga hari, ia yaitu  nabi palsu. 4 Dan biarlah 

rasul saat berangkat tidak membawa apapun tapi roti cukup hingga tiba pada tempat 

persinggahannya, jika ia meminta uang, ia yaitu  nabi palsu. 5 Dan setiap nabi yang 

berbicara dalam roh [bernubuat] janganlah dihakimi; sebab setiap dosa akan diampuni, 

tapi dosa ini tidak akan diampuni. 6 Tapi tidak setiap orang yang berbicara dalam 

roh yaitu  seorang nabi, hanya mereka yang memegang ajaran Maran [perilaku 

dan sikap]; melalui watak mereka, oleh sebab  itu, mereka akan dikenali, nabi 


 

palsu dan nabi benar.7 Dan setiap nabi yang meminta dalam roh bahwa suatu meja 

perjamuan haruslah dipersiapkan, bukan untuk dimakan sendiri; namun, jika ia lakukan 

begitu, ia yaitu  nabi palsu. 8 Dan setiap nabi yang mengajarkan kebenaran, namun dia 

tidak melakukan sesuai apa yang diajarkannya maka ia nabi palsu. 9 Dan setiap nabi 

yang diakui dan benar, dan para pelayan dalam wahyu semestawi dari jemaat, tapi ia 

yang tidak mengajari orang lain, perkara-perkara yang ia lakukan sendiri, janganlah 

kamu menghakiminya. Sebab ada pada Alaha penghakiman tersebut, sebab 

demikianlah nabi-nabi zaman dahulu alami. 

Lim 13: 1 Tapi tiap nabi yang benar yang ingin tinggal di antaramu yaitu  layak 

mendapatkan penghasilan. Demikian juga, guru yaitu  sebagai seorang pekerja, pantas 

mendapatkan makanannya. 2 Oleh sebab  itu, kamu harus, mengambil buah sulung dari 

setiap hasil perasan anggur dan lantai-pengirikan, anak sapi dan domba, dan 

memberikannya kepada nabi-nabi, sebab merekalah imam-imam besarmu. Dan jika 

kamu tak punya seorang nabi, berikanlah persembahan itu kepada orang miskin. Jika 

kamu membuat adonan roti, ambillah dan berikanlah buah sulung menurut perintah. 

Ambil juga uang (perak), kain, dan setiap milikmu, ambillah buah sulung dan juga 

engkau bisa mengira-ngira seberapa mau memberikan, dan berilah itu menurut 

perintah. 

Lim 15:1 Oleh sebab  itu, pilihlah, bagi kalian sendiri para uskup dan para diakon yang 

layak di hadapan Maran, para pria yang lembut hatinya dan tidak tamak, dan benar dan 

diakui, sebab mereka melaksanakan bagimu pelayanan para nabi dan guru. Oleh 

sebab  itu, jangan rendahkan mereka, sebab mereka yaitu  yang terhormat di 

antaramu, bersama dengan para guru dan nabi. 

Lim 16:3 Sebab pada akhir zaman nabi-nabi palsu dan para penipu [penggoda] akan 

bertambah berlipat kali banyaknya, dan domba-domba akan digiring berpaling kepada 

serigala-serigala, dan kasih akan berubah menjadi kebencian. 

Jadi, nabi itu benar-benar ada. Baik itu yang palsu dan yang benar-benar penyampai pesan 

Tuhan. Tuhan tidak bisu, Dia hidup. Dia masih berbicara dengan jemaat-Nya, Dia masih 

memegang janji-Nya, yaitu menyertai sampai kepada akhir zaman.  

John dan Jessie Ward dan sebagai Nabi Tuhan 

Sama seperti pada jemaat awal yang masih memiliki kaum mistikus, di antara jemaat GNI juga 

ada. Setiap rohaniawan juga diajarkan untuk menjadi mistikus yang handal. Saat siap 

waktunya, dia akan dipakai Tuhan untuk menyatakan pesan-Nya, maka dia bisa disebut sebagai 

Nabi Tuhan. Di anatara kaum Mistikus yang ada sekarang yang paling berpengalaman yaitu  

Uskup Agung John Cuffe. Beliau juga sempat menyampaikan pesan Ilahi kepada jemaat 

negara kita  perihal Almarhum Uskup Mar Nicholas, beliau sebenarnya bisa disebut sebagai nabi 

kami, namun secara umum kami menyebutnya sebagai pemimpin mistikus saja. Lalu siapa 

penerima pewahyuan atau penyingkapan dari Tuhan tentang adanya reinkarnasi ini dalam 

gereja kami? Beliau dari Almarhum Uskup Agung John Ward dan istrinya Jessie Ward. 

 


GNI memiliki asal pengajaran dari Syria Antiokia dan Assyria Mesopotamia COE. Di abad 19, 

lahirlah John Ward yang mendapatkan tahbisan dari kedua Jemaat Kuno ini. Beliau ditahbisan 

menjadi Uskup pada 25 Agustus 1944. Jadi selain menjadi Gembala Jemaat, beliau juga yaitu  

seorang mistikus bersama istrinya. Dari beliau, muncullah beberapa mistikus lagi yang 

melengkapi pengajaran jemaat. Kenabian ini bisa dibilang mengembalikan jawatan kenabian 

yang sudah ditinggalkan di banyak Gereja Rasuliah. Sangat disayangkan saat saya banyak 

berdiskusi dengan sesama Gereja Rasuliah tentang peran kenabian ini. Mereka meyakini bahwa 

Kenabian itu memang ada dalam diri para Uskup, namun nabi tidak perlu ada lagi. Yeshua bagi 

mereka yaitu  satu-satunya Nabi di dalam Perjanjian Baru ini. Padahal dengan sangat jelas 

Mar Paulus menjelaskan bahwa Nabi yaitu  salah satu pondasi jemaat. 

 

 

 

Berikut yaitu  sedikit informasi tentang Uskup John Ward kami: 

Lahir  : 22 Deseber 1885, Belize, Amerika Tengah. 

Wafat  : 2 Juli 1949, Limassol Cyprus. 

Almamater : University of Cambridge (1908) 

 

Karya-karya JSM Ward 

Mar John lahir di Belize, tahun 1908. Beliau lulus dari universitas Cambridge dengan Honours 

of History, mengikuti jejak sang ayah, Herber Ward. Mar John yaitu  seorang penulis yang 

produktif dan juga kontroversial. Beliau berkontribusi dan penulisan sejarah Fremansonry dan 

komunitas-komunitas rahasia lainnya. Beliau yaitu  seorang mistikus, seorang Rohaniawan 

Gereja yang dianggap sebagai Nabi di zaman modern. Hasil karyanya antara lain: 

1. The Entered Apprentice Handbook 

2. The Fellow Crafts Handbook 

3. The Master Masons Handbook 

4. The Higher Degrees Handbook 

5. Brasses (Cambridge University Press, 1912) 

6. Fairy Tales and Legends of Burma (London: Blackie & Son, 1916) 

7. Gone West: Three Narratives of After-Death Experiences Communicated Through the 

Mediumship of J. S. M. Ward (London: W. Rider & Son, 1917) 


8. A Subaltern in Spirit-Land. Ini yaitu  kelanjutkan dari buku "Gone West" (London: 

W. Rider & Son, 1919. Republished by Kessinger Publishing Company, 2004. ISBN 

1-4179-5042-0) 

9. Freemasonry and The Ancient Gods (London: Simpkins, Marshall, Hamilton, Kent & 

Co, 1921) 

10. Textile Fibres and Yarns (London: Ernest Benn Ltd, 1924) 

11. An Interpretation Of Our Masonic Symbols (London: A. Lewis, 1924) 

12. Who Was Hiram Abiff? (London: Baskerville Press, 1925; reprinted in 1986 by 

London: Lewis Masonic, 1986. ISBN 0-85318-148-9. And by Kessinger Publishing 

Company, 1990. ISBN 978-0-7661-0451-8). 

13. An Explanation of The Royal Arch Degree (London: Baskerville Press, 1925) 

14. The Hung Society, or, The Society of Heaven and Earth (with W.G. Stirling). Three 

volumes. London: Baskerville Press, 1925-1926. 

15. Told Through The Ages: A Series Of Masonic Stories (London: Baskerville Press, 

1926) 

16. The Moral Teachings of Freemasonry, Incorporating Masonic Proverbs, Poems and 

Sayings (London: Baskerville Press, 1926) 

17. The Psychic Powers of Christ (London: Williams and Norgate Ltd, 1936) 

Setelah Perang Dunia Pertama beliau mengumpulkan koleksi barang-barang antiq dan mulai 

pada tahun 1927. Koleksi-koleksinya masih terus dipertahkan sampai sekarang di dalam Abbey 

Museum of Art and Archeology di Caboolture, Queensland, Australia. Kemudian beliau 

memulai ordo "Confraternity of the Kingdom of Christ” bersama dengan istrinya Jessie Ward. 

Berdua memulai gereja di New Barnet di luar London pada tahun 1930.  

 

 

Gb 4.2 Foto Museum Abbey di Queensland Australia 

 

Kami bersyukur pada Tuhan di tahun 2013 Mar Nicholas mulai berkontak dengan Gereja 

Rasuliah yang mewariskan peran jawatan kenabian ini dengan baik. Dari banyaknya 

Rohaniawan yang sangat peka di gereja kita, yaitu  Alm Uskup John Ward dan Jessie Ward 

istrinya yang sangat peka di zaman mereka. Mereka yaitu  sepasang suami istri yang bisa 


 

dibilang yaitu  nabi kita di era modern ini. John Ward lahir di Inggris pada 22 Desember 1885, 

sementara Jessie Page lahir di 10 Maret 1890. Keduanya menikah pada tahun 1927. Sebelum 

menikah ada pengalaman spiritual yang membawa keduanya memiliki satu komitmen untuk 

menikah. Jiwa mereka di bawa ke Alam Malaikat Tahta (Throne) dalam suatu mimpi. Lalu 

mendapatkan pesan ilahi untuk mempersiapkan kedatangan Maran Yeshua untuk kedua 

kalinya di alam Bumi. Mereka berdua setuju untuk tugas tersebut. Saat mereka terbangun dari 

tidur. Mereka bertemu dan menceritakan mimpi yang sama dan saling melengkapi. Di sinilah 

mulainya Visi gereja kita ini, mempersiapkan kedatangan-Nya. Mereka berdua dinilai oleh 

Uskup Agung John Cuffe sebagai dua orang Mistikus yang paling handal.  

Ada dua buku yang ditulis oleh Uskup John Ward yang sangat laris di Inggris, yaitu ‘Gone 

West’ dan ‘A Subalterm in Spirit Lands’. Kedua buku ini menggambarkan pengalaman Uskup 

John Ward pada tahun 1915 dan 1916 dalam menjajaki Alam-alam Astral dan Spiritual, lalu 

kedua buku tersebut mulai dipublikasikan pada tahun 1917 di Inggris. Tentu kedua buku 

tersebut menyinggung tentang reinkarnasi juga. Saking larisnya, royalty kedua buku ini bisa 

menghidupkan komunitas gerejanya sampai pada masa kematiannya. Kedua buku ini sekarang 

bisa dibeli melalui toko online Amazon.com.  

 

Gb 4.3 Buku “Gone West” karya John Ward  

Banyak pihak yang meminta saya untuk share ajaran Uskup John Ward dari materi seminari, 

salah satunya yaitu  buku Gone West di atas. Saya melihat ternyata ada pihak-pihak yang 

memiliki kedua buku di atas lalu mempostingnya di dalam website mereka. Hal ini 

menyebabkan siapa saja bisa mengunduhnya (download) secara cuma-cuma. Saya sudah 

konfirmasi kepada Uskup Agung kami, Fr John Cuffe perihal ini dan menurutnya, hal ini tidak 

menjadi masalah. Kedua buku itu yaitu  benar karya Almarhum Uskup John Ward. Dan untuk 

mempermudah para pihak di negara kita  khususnya yang ingin mempelajarinya, dipersilahkan 

untuk mengunduhnya kedua buku dalam versi Inggrisnya di website pribadi saya: 

www silahkan mengaksesnya di sana. Di dalam materi seminari kami, kedua 

buku dan tulisan Fr JohnWard lainnya juga diajarkan. Uskup John Cuffe yaitu  orang yang 

memberikan komentar atau penjelasan lebih rinci dari apa yang ditulis Fr John Ward. Semoga 

Tahun depan Tuhan memberi saya usia panjang untuk menerjemahkannya juga. 


 

Western Orthodox University (WOU) 

Uskup Agung John Cuffe kami memiliki hubungan baik dengan Uskup Agung John Kersey 

pengelola The Western Orthodox University. Fr John mengirim materi pengajaran kami 

terutama buku Gone West kepadanya dan juga kepada Professor Daniel Medina. Hal inilah 

yang membuat di dalam website mereka (https://thedegree.org/) tercantum sejarah siapa itu 

JSM Ward dan jemaat yang dipimpinnya. Buku Gone West karya Fr John Ward juga bisa 

diunggah dari website https://westernorthodoxuniversity.files.wordpress.com yang 

tersambung langsung kepada website resmi WOU di atas.  

 

WOU berdiri pada tanggal 1 Agustus 1945, ini yaitu  sebuah institusi universitas jarak jauh 

internasional yang terbuka bagi siapapun, baik pria maupun wanita dari berbagai latarbelakang 

iman di seluruh dunia. Kampus ini memiliki pendekatan yang sangat tradisional, sangat 

berbeda dengan filosofi pendidikan pada umumnya di zaman ini. Mahasiswanya akan 

dibimbing secara satu per satu tanpa ada kursus pra paket dan sebagain besar programnya 

terdiri dari pembacaan terpandu dan tugas tertulis yang disesuaikan dengan kebutuhan tujuan, 

dan minat si mahasiswa. Mahasiswa berinteraksi dengan mentor mereka secara langsung, 

dengan sarana elektronik atau korespondensi. Mentor berasal dari kalangan Universitas 

Pendukung, dan juga dari institusi akademis lainnya, serta dari sarjana internasional yang 

mapan. 

 

Gb. 4.4 Western Orthodox University, sumber: https://thedegree.org/ 

Kenabian JSM Ward dan isterinya 

John dan Jessie Ward memiliki banyak pengalaman dalam hal roh yang bisa dikelompokkan 

ke dalam 3 jenis sbb: 

1. Mendapatkan Visi Kenabian (Prophetic Visions), 

2. Diangkat ke alam-alam atas, dan 

3. Mendapatkan pesan-pesan ilahi saat di Bumi. 

Visi Kenabian itu meliputi komunikasi dan tuntunan dari Malaikat Penjaga dan mendapatkan 

pesan-pesan tentang hal-hal yang akan datang kehancuran kerajaan Inggris pada tahun 1940 

dan 1950-an, telah diketahuinya pada tahun 15 tahun sebelumnya. Kemunculan radikalisme 


 

Islam, konflik Balkan, serangan kimian dan biologi di banyak kota barat dan lain-lain terutama 

mendapatkan pesan Kedatangan Yeshua kedua kali dan bisa menentukan parameter apa saja 

yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan kedatangan-Nya.  

Diangkat ke alam-alam atas itu sebenarnya yaitu  hal yang biasa dialami oleh kaum Msitikus 

lainnya. Bahkan kita juga sebagai orang biasa, saat tertidur, jiwa kita berpergian ke Astral 

Plane. Saat kita terbagun, yang kita ingat hal-hal pentingnya saja. Kebanyakan akan kita 

lupakan. John Ward, tidak hanya sampai ke Astral dan Spiritual Plane, namun menembus 

Dinding Berapi dan memasuki alam-alam Sorgawi di atasnya. Terkadang untuk hal ini, jiwanya 

dilindungi sebab  memang terang Dinding Berapi itu sangat menyilaukan dan bisa 

membahayakannya. Tidak jarang di saat-saat seperti itu dia sangat perlu didoakan. Biasanya 

seorang ‘Psychic’ atau paranormal juga bisa melayang-layang sampai ke Alam Spiritual Plane 

jika mereka sangat berpengalaman, namun hanya seorang Mistikus yang bisa menembus 

Dinding Berapi. Ini termasuk perbedaan seorang Mistikus dan Psychic.  

Mendapatkan pesan-pesan saat di Bumi artinya mereka secara telepati bisa mendengar 

pesan-pesan dari Alam-alam atas dan tahu siapa yang membisikkannya kepada mereka. Pesan 

ini yang bisa membuat mereka mampu memimpin gereja dan komunitas yang berada di 

berbagai masalah. Pesan ini seperti yang Alaha gunakan saat berkontak dengan Elia di 1 Raja 

19:12. Ini yaitu  bisikan-bisikan halus.  

Di sini mengapa saya menjabarkan tentang siapa Uskup Agung John Ward terlibih dahulu? Ini 

disebab kan, salah satu cara mengecek mana nabi benar dan yang palsu yaitu  dengan melihat 

buah-buah kehidupannya, Mat 5:16-16. Jadi silahkan perhatikan tindakan, kelakuan, atau 

karya-karya si nabi tersebut. Pohon yang baik akan mengeluarkan buah yang baik sebaliknya 

bukan? Ada teman dari Gereja Rasuliah juga yang menyodorkan suatu penjelasan tentang 

Alam Roh kepada saya yang menurutnya ditulis oleh salah seorang murid Imam yang hidupnya 

ada di abad lampau. Saya bukannya langsung menghakimi itu pasti salah, tidak. Saya hanya 

ingin mengujinya. Saya ingin tahu siapa si nabi atau si mistikus yang mendapatkan pewahyuan 

ini. Kalau orangnya tidak jelas dikeyahui asal-usulnya, apalagi saat saya bertanya detail tentang 

tulisannya tidak ada jawaban yang jelas, maka saya berhak untuk bertanda tanya.  

1 Tes 5:21 ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.   

Kembali lagi, mengapa Kitab Wahyu Kefa, Paulus, atau Kitab Gembala Hermas tidak masuk 

ke dalam kanon Alkitab? Bukankah itu sebab  penulisnya kurang jelas? Oleh sebab  itu, 

mengetahui degan jelas tahu siapa si penerima pewahyuan yaitu  hal yang sangat penting 

untuk menakar apakah itu benar dari Tuhan atau bukan. 

Ada semacam protokol (kendati tidak tertulis) yang kami jadikan acuan untuk menguji 

penglihatan, pesan, atau pendengaran pesan dari Alaha dan para Malaikat-Nya. Saya tidak 

perlu uraikan di sini, pada intinya kami sangat berhati-hati dalam menguji. Tidak semua pesan 

langsung bisa diterima sebagai pewahyuan baru dari Tuhan.  

 

Ada banyak rahasia ilahi yang Tuhan sampaikan kepada mereka berdua. Ajaran reinkarnasi 

tentu saja harus didukung oleh ajaran lain misalnya:  

1. Universalisme atau semua roh akan diselamatkan pada akhirnya untuk menggenapi 

tujuan penciptaan. Reinkarnasi yaitu  bagian penting dari perjalanan jiwa yang dimulai 

dari penciptaan ini. 


 

2. Hukum Karma atau Hukum Tabur-tuai. Tuhan menyingkapkan rahasia tentang 

hubungan dosa dan pahala terhadap reinkarnasi kita ke depannya serta manusia sebelum 

datangnya Maran Yeshua dahulu di Betlehem. 

3. Neraka itu tidak kekal, bukanlah tempat penyiksaan selamanya. Tuhan 

menyingkapkan seperti apa itu Neraka dan jenjang alam-alamnya. 

4. Iblis itu bukanlah Malaikat Jatuh yang pada akhir hidupnya akan masuk ke dalam 

lautan api neraka dan terpisah dari Tuhan. Tuhan menyingkapkan seperti apa itu tugas 

dari Iblis sebagai malaikat penting di hadapan-Nya beserta dengan jenjang-jenjang 

malaikat lainnya.  

5. Alam-alam Sorgawi. Firdaus tidak termasuk alam Sorgawi. Sorga itu juga bukanlah 

suatu tempat datar melainkan berupa alam-alam. Tuhan menyingkapkan apa saja 

tingkap-tingkap Sorgawi, isinya, dan tugas-tugas roh di dalamnya yang berkaitan 

dengan reinkarnasi jiwa-jiwa. 

6. Kebangkitan orang mati bukanlah kebangkitan raga jasmani seperti yang diajarkan 

oleh banyak gereja. 

7. Dosa asal tidak pernah ada di dalam ajaran Judaism dan Nasrani. Banyak gereja yang 

mengajarkan bahwa Yeshua harus datang dan disalib untuk menghapus dosa warisan 

ini. Manusia hanya menanggung dosanya masing-masing.  

8. Kehendak bebas membuat jiwa manusia terbagi dua, kelompok jiwa yang jahat dan 

yang baik. 

 

Ke-8 point di atas semua disinggung di dalam Alkitab dan Tradisi, namun tidak mendetail. 

Oleh Pewahyuan Suci yang Tuhan berikan kepada nabi kami, kami bisa mengetahuinya lebih 

dalam. Dan itu semua akan saya share 1 per 1 dan kaitannya dengan reinkarnasi. Silahkan 

simak lebih lanjut penjelasannya di bawah. 

Universalisme (apocatastasis) 

Seorang reinkarnist sudah pasti yaitu  universalist, namun tidak sebaliknya. Seorang 

universalist belum tentu seorang reinkarnist. Universalisme yaitu  ajaran yang dipegang oleh 

kaum Judaism dan Nasrani awal. Universalisme artinya apa? Artinya yaitu  semua jiwa itu 

suatu saat pasti semua akan selamat sampai ke Sorga. Jadi ajaran ini tidak membenarkan paham 

Sorga itu hanya akan diisi pengikut Yeshua (Kristen) saja. Seakan-akan Sorga itu kosong dan 

baru terisi setelah zaman Yeshua.