Zaid bin Al-Muzayyin bin Qais bin Adi bin Umayyah bin Jidarah. Ibnu Hisyam berkata: Zaid
bin Al-Murry.
Ibnu Ishaq berkata: Abdullah bin Ur-futhah bin Adi bin Umayyah bin Jidarah. Jumlah seluruhnya empat
orang.
Dari Bani Al-Abjar yang tidak lain yaitu Bani Khudrah bin Auf bin Al-Harits bin Al-Khazraj hanya satu
orang, yaitu Abdullah bin Rabi' bin Qais bin Amr bin Abbad bin Al-Abjar.
Dari Bani Auf bin Al-Khazraj, lalu dari Bani Ubaid bin Malik bin Salim bin Ghanm bin Auf bin Al-
Khazraj yang tidak lain yaitu Bani Al-Hubla.
Ibnu Hisyam berkata: Al-Hubla yaitu
Salim bin Ghanm bin Auf. Ia dinamakan Al-Hubla karena perutnya buncit, yaitu sebagai berikut:
Abdullah bin Abdullah bin Ubay bin Malik bin Al-Harits bin Ubaid yang terkenal dengan sebutan Ibnu
Salul. Salul yaitu ibu Ubay, Aus bin Khauli bin Abdullah bin Al-Harits bin Ubaid. Jumlah seluruhnya
dua orang.
Dari Bani Jaz'i bin Malik bin Salim bin Ghanm yaitu sebagai berikut: Zaid bin Wadi'ah bin Amr bin
Qais bin Jaz'i, Uqbah bin Wahb bin Kaladah, sekutu Bani Jaz'i bin Adi dari Bani Abdullah bin Ghathafan,
Rifa'ah bin Amr bin Zaid bin Tsa'labah bin Malik bin Salim bin Ghanm, Amir bin Salamah bin Amir,
sekutu Bani Jaz'i bin Adi dari Yaman. Ibnu Hisyam berkata: Ada yang berpendapat bahwa Amr bin
Salamah. Ia berasal dari Bali, tepatnya dari Qudha'ah.
Ibnu Ishaq berkata: Abu Humaidhah bin Ma'bad bin Abbad bin Qusyair bin Al-Miqdam bin Salim bin
Ghanm.
Ibnu Hisyam berkata: Ada yang pula mengatakan bahwa Ma'bad yaitu anak Ubadah bin Qasyghar
bin Al-Qudm. Ada lagi yang mengatakan Ubadah yaitu anak Qais bin Al-Qudm.
Ibnu Ishaq berkata: Amir bin Al-Bukair, sekutu Bani Jaz'i bin Adi. Jumlah seluruhnya enam orang.
Ibnu Hisyam berkata: Amir bin al-Ukair, ada pula yang menyebutkan Ashim bin al-Ukair.
Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Salim bin Auf bin Amr bin Auf bin Al-Khazraj, lalu dari Bani Al-Ajlan
bin Zaid bin Ghanm bin Salim hanya satu orang, yaitu Naufal bin
Abdullah bin Nadhlah bin Malik bin Al-Ajlan.
Dari Bani Ashram bin Fihr bin Tsa labah bin Ghanm bin Salim bin Auf. Ibnu Hisyam berkata: Ini yaitu
Ghanmbink Auf, saudara Salim bin Auf bin Amr bin Auf bin Al-Khazraj. yaitu sebagai berikut: Ubadah
bin Ash-Shamit bin Qais bin Ashram, saudara Ubadah bin Ash-Shamit, yaitu Aus bin Ash-Shamit.
Jumlah seluruhnya dua orang.
Dari Bani Da'du bin Fihr bin Tsa'labah bin Ghanm hanya satu orang, yaitu An-Nu'man bin Malik bin
Tsa'labah bin Da'du. An-Nu'man biasa disapa dengan sapaan Qauqal.
Dari Bani Qaryusy bin Ghanm bin Umayyah bin Laudzan bin Salim, Ibnu Hisyam berkata: ada pendapat
yang mengatakan Quryus bin Ghanm, yang hadir di Perang Badar hanya satu orang, yaitu Tsabit bin
Hazzal bin Amr bin Qaryusy.
Dari Bani Mardhakhah bin Ghanm bin Salim hanya satu orang, yaitu Malik bin Ad-Dukhsyum bin
Mardhakhah.
Ibnu Hisyam berkata: Ada yang mengatakan Malik yaitu anak Ad-Dukhsyum bin Malik bin Ad-
Dukhsyum bin Mardhakhah.
Dari Bani Laudzan bin Ghanm bin Salim yaitu sebagai berikut: Rabi' bin lyas bin Amr bin Ghanm bin
Umayyah bin Laudzan, saudara Rabi' bin lyas, yaitu Waraqah bin lyas, Amr bin lyas, sekutu Bani
Laudzan dari Yaman. Jumlah seluruhnya yaitu tiga orang.
Ibnu Hisyam berkata ada pendapat yang mengatakan bahwa Amr yaitu saudara Rabi' dan Waraqah.
Ibnu Ishaq berkata: Sekutu-sekutu Bani Laudzan dari Bani Bali dan dari Bani Ghushainah, Ibnu Hisyam
berkata: Ghushainah yaitu ibu mereka sedangkan ayah mereka yaitu Amr bin Umarah, yaitu
sebagai beri kut: Al-Mujadzdzar bin Dziyad bin Amr bin Zumzumah bin Amr bin Umarah bin Malik bin
Ghashainah bin Amr bin Butairah bin Masynuuwi bin Qasr bin Taim bin Irasy bin Amir bin Umailah bin
Qasmil bin Faran bin Bali bin Amr bin Ilhaf bin Qudha'ah.
Ibnu Hisyam berkata: Ada pendapat yang mengatakan bahwa Qasr yaitu anak Tamim bin Arasyah.
Nama asli Al-Mujadzdzar yaitu Abdullah.
Ibnu Ishaq: Ubadah bin Al-Khasykhasy bin Amr bin Zumzumah. Nahhab bin Tsa'labah bin Khazamah
bin Ashram bin Amr bin Imarah.
Ibnu Hisyam berkata: Ada yang berpendapat Bahhats bin Tsa'labah.
Ibnu Ishaq: Abdullah bin Tsa'labah bin Khazamah bin Ashram, para ulama berpendapat, bahwa Utbah
bin Rabi'ah bin Khalid bin Muawiyah, sekutu Bani Laudzan dari Bahra' ikut terjun di Perang Badar.
Ibnu Hisyam berkata: Utbah yaitu anak Bahz dari Bani Salim. Jumlah seluruhnya lima orang.
Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Sa idah bin Ka'ab dan dari Bani Tsa'labah bin Al-Khazraj bin Sa'idah yaitu
sebagai berikut: Abu Dujanah Simak bin Kharasyah.
Ibnu Hisyam berkata: Abu Dujanah Samak yaitu anak Aus bin Kharasyah bin Laudzan bin Abdu Wudd
bin Zaid bin Tsa'labah.
Ibnu Ishaq berkata: Al-Mundzir bin Amr bin Khunais bin Haritsah bin Zaid bin Laudzan bin Abdu Wudd
bin Tsa'labah.
Ibnu Hisyam berkata: Ada yang mengatakan bahwa Al-Mundzir yaitu anak Amr bin Khanbasy. Jumlah
mereka yaitu dua orang.
Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Al-Badiyyi bin Amir bin Auf bin Haritsah bin Amr bin Al-Khazraj bin Sa'idah
yaitu sebagai berikut:
Abu Usaid Malik bin Rabi'ah bin Al-Badiyyi, Malik bin Mas'ud. Ia dinasabkan kepada Al-Badiyyi.
Ibnu Hisyam berkata: Malik yaitu anak Mas'ud bin Al-Badiyyi seperti dikatakan oleh para ulama
kepadaku. Total dua orang.
Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Tharif bin Al-Khazraj bin Sa'idah hanya seorang yaitu Abdu Rabbih bin
Haq bin Aus bin Waqasy bin Tsa'labah.
Sedangkan dari sekutu-sekutu Bani Tharif bin Al-Khazraj dari Bani Juhainah yaitu sebagai berikut:
Ka'ab bin Himar bin Tsa labah
Ibnu Hisyam berkata: Ada yang menga-takan Ka'ab yaitu anak Jammaz. la berasal dari Ghubsyan.
Ibnu Ishaq berkata: Dhamrah bin Amr, Ziyad bin Amr dan Bas-bas Bani Amr.
Ibnu Hisyam berkata: Ada yang berpendapat bahwa Dhamrah dan Ziyad yaitu anak Bisyr.
Ibnu Ishaq berkata: Abdullah bin Amir, dari Bali. Jumlah seluruhnya yaitu lima orang.
Dari Bani Jusyam bin Al-Khazraj, lalu dari Bani Salimah bin Sa'ad bin Ali bin Asad bin Saridah bin
Tazid bin Jusyam, lalu dari Bani Haram bin Ka'ab bin Ghanm bin Ka'ab bin Salimah yaitu sebagai
berikut: Khiras bin Ash-Shimmah bin Amr bin Al-Jamuh bin Zaid bin Haram, Al-Hubab bin Al-Mundar
bin Al-Jamuh bin Zaid bin Haram, Umair bin Al-Humam bin Al-Jamuh bin Zaid bin Haram, Tamim,
mantan budak Khiras bin Ash-Shimmah, Abdullah bin Amr bin Haram bin Tsa'labah bin Haram, Muadz
bin Amr bin Al-Jamuh, Muawwidz bin Amr bin Al-Jamuh bin Zaid bin Haram, Khallad bin Amr bin AI-
Jamuh bin Zaid bin Haram, Utbah bin Amir bin Nabi bin Zaid bin Haram, Habib bin Al-Aswad, mantan
budak Bani Haram bin Ka'ab, Tsabit bin Tsa’labah bin Zaid bin Al-Harits bin Haram. Tsa'labah terkenal
dipanggil dengan nama Al-Jidz'u, Umair bin Al-Harits bin Tsa'labah bin Al-Harits bin Haram. Jumlah
seluruhnya dua belas orang.
Ibnu Hisyam berkata: "Al-Jamuh yang maksud di atas yaitu Al-Jamuh anak Zaid bin Haram, kecuali
Jadd bin Ash-Shimmah, karena Ash-Shimah yaitu anak Amr bin Al-Jamuh bin Haram. Umair yaitu
anak al-Harits bin Labdah bin Tsa'labah.
Dari Bani Ubaid bin Adi bin Ghanm bin Ka'ab bin Salimah, lalu dari Bani Khansa' bin Sinan bin
Ubaid dalah sebagai berikut: Bisyr bin Al-Barra' bin Ma'rur bin Shakhr bin Malik bin Khansa', Ath-
Thufail bin Malik bin Khansa', Ath-Thufail bin An-Nu'man bin Khansa', Sinan bin Shaifi bin Shakhrbin
Khansa', Abdullah bin Al-Jadd bin Qais bin Shakhr bin Khansa', Utbah bin Abdullah bin Shakhr bin
Khansa', Jabbar bin Shakhr bin Umayyah bin Khansa, Kharijah bin Humayyir, Abdullah bin Humayyir
dua sekutu mereka dari Asyja' dari Bani Duhman. Jumlah mereka secara keseluruhan yaitu sembilan
orang.
Ibnu Hisyam berkata: Ada pendapat yang mengatakan bahwa Jabbar yaitu anak Shakhr bin Umayyah
bin Khunas.
Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Khunas bin Sinan bin Ubaid yaitu sebagai berikut: Yazid bin Al-Mundzir
bin Sarh bin Khunas, Ma'qil bin Al-Mundzir bin Sarh bin Khunas, Abdullah bin An-Nu'man bin
Baldamah.
Ibnu Hisyam berkata: Ada yang berpendapat bahwa, Abdullah yaitu anak An- Nu'man bin Buldzumah
atau Buldumah.
Ibnu Ishaq berkata: Adh-Dhahhak bin Haritsah bin Zaid bin Tsa'labah bin Ubaid bin Adi, Sawad bin
Zuraiq bin Tsa'labah bin Ubaid bin Adi.
Ibnu Hisyam berkata: Ada yang berpendapat bahwa Sawad yaitu anak Razn bin Zaid bin Tsa'labah.
Ibnu Ishaq berkata: Ma'bad bin Qais bin Shakr bin Haram bin Rabi'ah bin Adi bin Ghanm bin Ka'ab bin
Salimah. Ada pula yang memiliki pendapat, bahwa Ma'bad yaitu anak dari Qais bin Shaifi bin Shakh
bin Haram bin Rabi'ah sebagaimana yang dikatakan Ibnu Hisyam.
Ibnu Ishaq berkata: Abdullah bin Qais bin Shakhr bin Haram bin Rabi'ah bin Adi bin Ghanm. Jumlah
mereka seluruhnya tujuh orang.
Dari Bani An-Nu'man bin Sinan bin Ubayd yaitu sebagai berikut: Abdullah bin Abdu Manaf bin An-
Nu'man, Jabir bin Abdulllah bin Ri'ab bin An-Nu'man, Khulaidah bin Qais bin An-Nu'man, An-Nu'man
bin Sinan, mantan budak Bani An-Nu'man bin Sinan. Jumlah seluruhnya empat orang.
Dari Bani Sawad bin Ghanm bin Ka'ab bin Salimah, lalu dari Bani Hadidah bin Amr bin Ghanm
bin Sawad, -Ibnu Hisyam berkata: Amr yaitu anak Sawad dan Sawad tidak memiliki anak yang
bernama Ghanm-, yaitu sebagai berikut: Abu Al-Mundzir. Abu Al-Mundzir yaitu Yazid bin Amir bin
Hadidah, Sulaim bin Amr bin Hadidah. Quthbah bin Amir bin Hadidah, Antarah, mantan budak Sulaim
bin Amr.
Ibnu Hisyam berkata: Antarah berasal dari Bani Sulaim bin Manshur, lalu dari Bani Dzakwan.
Jumlah seluruhnya yaitu empat orang.
Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Adi bin Nabi bin Amr bin Sawad bin Ghanm yang ikut terjun pada Perang
Badar yaitu sebagai berikut: Absu bin Amir bin Adi, Tsa'labah bin Anamah bin Adi, Abu Al-Yasar
bernama lengkap Ka'ab bin Amr bin Abbad bin Amr bin Ghanm bin Sawad. Sahl bin Qais bin Abu Ka'ab
bin Al- Qain bin Ka'ab bin Sawad, Amr bin Thalq bin Zaid bin Umayyah bin Sinan bin Ka'ab bin Ghanm,
Muadz bin Jabal bin Amr bin Aus bin Aidz bin Adi bin Ka'ab bin Adi bin Udaiyyi bin Sa'ad bin Ali bin
Asad bin Saridah bin Tazid bin Jusyam bin Al-Khazraj bin Haritsah bin Tsa'labah bin Amr bin Amir.
Ibnu Hisyam berkata: Aus yaitu anak Abbad bin Adi bin Ka'ab bin Amr bin Udaiyyi bin Sa'ad. Ibnu
Ishaq menisbatkan Muadz bin Jabal kepada Bani Sawad, padahal ia bukan berasal dari keturunan
mereka, walaupun memang tinggal di tempat mereka.
Ibnu Ishaq berkata: Sahabat-saJiabat yang memecah berhala-berhala Bani Salimah yaitu Muadz bin
Jabal, Abdullah bin Unais, dan Tsa'labah bin Anamah. Ketiga sahabat ini berasal dari Bani Sawad
bin Ghanm. Jumlah mereka secara keseluruhan yaitu enam orang.
Ibnu ishaq berkata: Dari Bani Zuraiq bin Amir bin Zuraiq bin Abdu Haritsah bin Malik bin Ghadzbu bin
Jusyam bin Al-Khazraj, lalu dari Bani Mukhallad bin Amir bin Zuraiq, Ibnu Hisyam berkata: Ada
pula yang berpendapat bahwa Amir yaitu anak Al-Azraq, yaitu sebagai berikut: Qais bin Mihshan
bin Khalid bin Mukhailad. Ibnu Hisyam berkata: Pendapat lain mengatakan bahwa Qais yaitu anak
dari Hishn.
Ibnu Ishaq berkata: Abu Khalid Nama lengkap Abu Khalid yaitu Al-Harits bin Qais bin Khalid bin
Mukhallad, Jubair bin lyas bin Khalid bin Mukhallad, Abu Ubadah. Abu Ubadah bernama lengkap Sa'ad
bin Utsman bin Khaladah bin Mukhallad, Uqbah bin Utsman bin Khaladah bin Mukhallad, saudara Abu
Ubadah, Dzakwan bin Abu Qais bin Khaladah bin Mukhallad, Mas'ud bin Khaladah bin Amir bin
Mukhallad. Jumlah mereka yaitu tujuh orang.
Dari Bani Khalid bin Amir bin Zuraiq hanya seorang, yaitu Abbad bin Qais bin Amir bin Khalid.
Dari Bani Khaladah bin Amir bin Zuraiq yang ikut terjun dalam Perang Badar yaitu sebagai berikut:
As'ad bin Yazid bin Al-Fakih bin Zaid bin Khaladah, Al-Fakih bin Bisyr bin Al-Fakih bin Zaid bin Khaladah.
Ibnu Hisyam berkata: ada yang mengatakan, bahwa Al-Fakih yaitu anak Busr bin Al-Fakih.
Ibnu Ishaq berkata: lalu Muadz bin Ma'ish bin Qais bin Khaladah dan sauda- ranya yang bernama
Aidz bin Ma'ish bin Qais bin Khaladah, Mas'ud bin Sa'ad bin Qais bin Khaladah. Jumlah mereka
seluruhnya yaitu lima orang.
Dari Bani Al-Ajlan bin Amr bin Arnir bin Zuraiq yaitu sebagai berikut: Rifa'ah bin Rafi' bin Malik bin
Al-Ajlan, Khallad bin Rafi' bin Malik bin Al-Ajlan saudara Rifa'ah bin Rafi, Ubaid bin Zaid bin Amir bin
Al-Ajlan. Seluruhnya yaitu tiga orang.
Dari Bani Bayadhah bin Amir bin Zuraiq yaitu sebagai berikut: Ziyad bin Lubaid bin Tsa'labah bin
Sinan bin Amir bin Adi bin Umaiyyah bin Bayadhah, Farwah bin Amr bin Wadzafah bin Ubaid bin Amir
bin Bayadhah.
Ibnu Hisyam berkata: pendapat lain yang mengatakan Farwah yaitu anak Amr bin Wadfah.
Ibnu Ishaq berkata: Dan Khalid bin Qais bin Malik bin Al-Ajlan bin Amir bin Bayadhah., Rujailah bin
Tsa'labah bin Khalid bin Tsa'labah bin Amir bin Bayadhah. Ibnu Hisyam berkata: pendapat lain
mengatakan Rukhailah.
Ibnu Ishaq berkata: Athiyyah bin Nuwairah bin Amir bin Athiyyah bin Amir bin Bayadhah, Khulaifah bin
Adi bin Amr bin Malik bin Amir bin Fuhairah bin Bayadhah. Jumlah mereka enam orang.
Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Habib bin Abdu Haritsah bin Malik bin Ghadhbu bin Jusyam bin Al-Khazraj
hanya seorang saja, yaitu Rafi' bin Al-Mu'alla bin Laudzan bin Haritsah bin Adi bin Zaid bin Tsa'labah
bin Zaid Manat bin Habib.
Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani An-Najjar yang tidak lain yaitu Taimullah bin Tsa'labah bin Amr bin Al-
Khazraj, lalu dari Bani Ghanm bin Malik bin An-Najjar, lalu dari Bani Tsa'labah bin Abdu
Auf bin Ghanm yang ikut terjun pada Perang Badar hanya seorang, dia yaitu Abu Ayyub Khalid bin
Kulaib bin Tsa'labah.
Dari Bani Usairah bin Abdu Auf bin Ghanm hanya satu orang, yaitu Tsabit bin An-Nu'man bin Khansa'
bin Usairah. Ibnu Hisyam berkata: Ada yang mengatakan Usair atau Usyairah.
Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Amr bin Abdu Auf bin Ghanm yaitu sebagai berikut: Umarah bin Hazm
bin Zaid bin Laudzan bin Amr, Suraqah bin Ka'ab bin Abdul Uzza bin Ghaziyyah bin Amr. Jumlah mereka
hanya dua orang.
Dari Bani Ubay bin Tsa'labah bin Ghanm yaitu sebagai berikut: Haritsah bin An-Nu'man bin Zaid bin
Ubaid. Ibnu Hisyam berkata: Haritsah yaitu anak An-Nu'man bin Naf'u bin Zaid. Sulaim bin Qais bin
Qahdu. Nama Qahdu yaitu Khalid bin Qais bin Ubaid. Jumlah dua orang.
Ibnu Ishaq berkata: Kaum Anshar dari kaum Aidz bin Tsa’labah bin Ghanm, ada yang mengatakannya
Bani Abid bin Adzz seperti dikatakan Ibnu Hisyam, yaitu sebagai berikut: Suhail bin Rafi' bin Abu Amr
bin Aidz, Adi bin Abu Az-Zaghba', sekutu Bani Aidz bin Tsa'labah. Mereka hanya dua orang.
Dari Bani Zaid bin Tsa'labah bin Ghanm yaitu sebagai berikut: Mas'ud bin Aus bin Zaid. Abu
Khuzaimah bin Aus bin Zaid bin Ashram bin Zaid, Rafi' bin Al-Harits bin Sawwad bin Zaid. Jumlah
mereka tiga orang.
Dari Bani Sawad bin Malik bin Ghanm yaitu sebagai berikut: Auf bin Al-Harits bin Rifa'ah bin Sawad,
Saudara Auf bin Al-Harits, yaitu Muawwidz bin Al-Harits bin Rifa'ah bin Sawad, saudara Auf bin Al-
Harits yang lain, yaitu Muadz bin Al-Harits bin Rifa'ah bin Sawad. Ibu mereka bertiga yaitu Afra'.
Ibnu Hisyam berkata: Afra' yaitu putri Ubaid bin Tsa'labah bin Ubaid bin Tsa'labah bin Ghanm bin
Malik bin An-Najjar. Pendapat lain yang mengatakan Rifa'ah yaitu anak Al-Harits bin Sawad. An-
Nu'man bin Amr bin Rifa'ah bin Sawad. Ada pula pendapat yang mengatakan Nu'iman dan bukannya
An-Nu'man seperti dikatakan Ibnu Hisyam, Amir bin Mukhallad bin Al-Harits bin Sawad, Abdullah bin
Qais bin Khalid bin Khaladah bin Al-Harits bin Sawad, Ushaimah, sekutu Bani Sawad bin Malik dari
Asyja', Wadi'ah bin Amr, sekutu Bani Sawad bin Malik dari Juhainah, Tsabit bin Amr bin Zaid bin Adi
bin Sawwad. Para ulama mengatakan Abu Al-Hamra, mantan budak Al-Harits bin Afra ikut terjun di
Perang Badar. Ibnu Hisyam berkata: Atau Al-Hamra, mantan budak Al-Harits bin Rifa'ah. Secara
keseluruhan mereka berjumlah sepuluh orang.
Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Amir bin Malik bin An-Najjar dan Amir Mabdzul, lalu dari Bani Atik
bin Amr bin Mabdzul yaitu sebagai berikut: Tsa'labah bin Amr bin Mihshan bin Amr bin Atik, Sahl bin
Atik bin An-Nu'man bin Amr bin Atik, Al-Harits bin Ash-Shimmah bin Amr bin Atik. Al-Harits diminta
untuk kembali ke Madinah dari Ar-Rauha oleh Rasulullah', lalu Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa
Sallam memberinya satu bagian dari rampasan perang. Jumlah mereka tiga orang.
Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Amr bin Malik bin An-Najjar yaitu Bani Hudailah, lalu dari Bani Qais
bin Ubayd bin Zaid bin Muawiyah bin Amr bin Malik bin An-Najjar.
Ibnu Hisyam berkata: Hudailah yaitu putri Malik bin Zaidullah bin Habib bin Abdu Haritsah bin Malik
bin Ghadhbu bin Jusyam bin Al-Khazraj. Hudailah yaitu ibu Muawiyah bin Amr bin Malik bin An-
Najjar. Bani Muawiyah keturnan Hudaillah, yaitu sebagai berikut: Ubay bin Ka'ab bin Qais, Anas bin
Muadz bin Anas bin Qais. Jumlah mereka hanya dua orang.
Dari Bani bin Amr bin Malik bin Najjar, Ibnu Hisyam berkata: Mereka yaitu Bani Maghalah binti Auf
bin Abdu Manat bin Amr bin Malik bin Kinanah bin Khuzaimah. Pendapat yang lain mengatakan
Maghalah berasal dari Bani Zuraiq. Maghalah yaitu ibu Adi bin Amr bin Malik bin An-Najjar. Bani Adi
menisbatkan diri mereka kepada Maghalah.
Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Adi bin Amr bin Malik bin Najjar yaitu sebagai berikut: Aus bin Tsabit
bin Al-Mundzir bin Haram bin Amr bin Zaid Manat bin Adi, Abu Syaikh Ubay bin Tsabit bin Al-Mundzir
bin Haram bin Amr bin Zaid Manat bin Adi. Ibnu Hisyam berkata: Abu Syaikh Ubay bin Tsabit yaitu
saudara Hassan bin Tsabit, Abu Thalhah. Ia bernama lengkap Zaid bin Sahl bin Al-Aswad bin Haram bin
Amr bin Zaid Manat bin Adi. Jumlah mereka yaitu tiga orang.
Dari Bani Adi bin An-Najjar, lalu dari Bani Adi bin Amir bin Ghanm bin Adi bin An-Najjar yaitu
sebagai berikut: Haritsah bin Suraqah bin Al-Harits bin Adi bin Matik bin Adi bin Amir, Amr bin
Tsa'labah bin Wahb bin Adi bin Malik bin Adi bin Amir. Amr yaitu ayah Hakim, Salith bin Qais bin Amr
bin Atik bin Malik bin Adi bin Amir, Abu Salith yang tidak lain yaitu Usairah bin Amr, Amr Abu Kharijah
bin Qais bin Malik bin Adi bin Amir, Tsabit bin Umayyah bin Zaid bin Al-Hashas bin Malik bin Adi bin
Amir, Muhriz bin Amir bin Malik bin Adi bin Amir, Sawad bin Ghaziyyah bin Uhaib, sekutu Bani Adi bin
An-Najjar dari Bali.
Ibnu Hisyam berkata: Pendapat lain mengatakan Sawwad. Jumlah seluruhnya yaitu delapan orang.
Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Haram bin Jundub bin Amir bin Ghanm bin Adi bin An-Najjar yaitu
sebagai berikut: Abu Zaid bin Qais bin Sakan bin Qais bin Zaura' bin Haram, Abu Al-A'war bin Al-Harits
bin Zalim bin Absu bin Haram.
Ibnu Hisyam berkata: Pendapat lain mengatakan Abu Al-A'war yaitu Al-Harits bin Zalim.
Ibnu Ishaq berkata: Sulaim bin Milhan. Nama Milhan yaitu Malik bin Khalid bin Zaid bin Haram,
Haram bin Milhan. Jumlah seluruhnya yaitu empat orang.
Sedangkan yang berasal dari Bani Mazin bin An-Najjar, lalu dari Bani Auf bin Mabdzul bin Amr
bin Ghanm bin Mazin bin An-Najjar yaitu sebagai berikut: Qais bin Abu Sha'sha'ah. Nama lengkap
Abu Sha'sha'ah yaitu Amr bin Zaid bin Auf, Abdullah bin Ka'ab bin Amr bin Auf, Ushaimah, sekutu
Bani Mazin bin An-Najjar dari Bani Asad bin Khuzaimah. Seluruhnya berjumlah tiga orang.
Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Khansa' bin Amr bin Ghanm bin Mazin yaitu sebagai berikut: Abu Daud
Umair bin Amir bin Malik bin Khansa'. Jumlah seluruhnya hanya dua orang.
Adapun dari Bani Tsa'labah bin Mazin bin An-Najjar hanya seorang, dia yaitu Qais bin Mukhallad bin
Tsa'labah bin Shakhr bin Habib bin Al-Harits bin Tsa'labah.
Ibnu Ishaq berkata: Bani Dinar bin An-Najjar, lalu dari Bani Mas'ud bin Abdul Asyhal bin Haritsah
bin Dinar bin An-Najjar yaitu sebagai berikut: An-Nu'man bin Abdu Amr bin Mas'ud, Saudara seibu
An-Nu'man bin Abdu Amr, yaitu Adh-Dhahhak bin Abdu Amr bin Mas'ud, Sulaim bin Al-Harits bin
Tsa'labah bin Ka'ab bin Haritsah bih Dinar, Jabir bin Khalid bin Abdul Asyhal bin Haritsah, Sa'ad bin
Suhail bin Abdul Asyhat. Jumlah seluruhnya yaitu lima orang.
Dari Bani Qais bin Malik bin Ka'ab bin Haritsah bin Dinar bin An-Najjar yaitu sebagai berikut: Ka'ab
bin Zaid bin Qais, Bujair bin Abu Bujair, sekutu mereka.
Ibnu Hisyam berkata: Bujair berasal dari Abdu bin Baghidh bin Raits bin Ghathafan, lalu dari Bani
Jadzimah bin Rawahah. Jumlah seluruhnya hanya dua orang.
Dengan demikian total kaum Anshar dari Al-Khazraj yang ikut serta pada Perang Badar yaitu seratus
tujuh puluh orang.
Ibnu Hisyam berkata: Sebagian besar ulama menambahkan Itban bin Malik bin Amr bin Al-Ajlan, Mulail
bin Wabarah bin Khalid bin Al-Ajlan, dan Ishmah bin Al-Hushain bin Wabarah bin Khalid bin Al-Ajlan
ke dalam daftar kaum Anshar dari Bani Al-Ajlan bin Zaid bin Ghanm bin Salim bin Auf bin Amr bin Auf
bin Al-Ajlan yang turut serta pada Perang Badar. Mereka juga menambahkan Hilal bin Al-Mu'alla bin
Laudzan bin Haritsah bin Adi bin Zaid bin Tsa'labah bin Malik bin Zaid Manat bin Habib ke dalam kaum
Anshar dari Bani Habib bin Abdu Haritsah bin Malik bin Ghadhbu bin Jusyam bin Al-Khazraj yang hadir
di Perang Badar.
Ibnu Ishaq berkata: Jumlah keseluruhan kaum Muslimin dari kaum Muhajirin dan kaum Anshar yang
terjun pada Perang Badar, serta diberi jatah rampasan perang dan pahala jihad meskipun tidak hadir
yaitu tiga ratus empat belas. Dengan rincian sebagai berikut: Dari kaum Muhajirin sebanyak delapan
puluh tiga orang, dari kaum Anshar dari kaum Al-Aus sebanyak enam puluh satu orang, dari kaum
Anshar dari kaum Al-Khazraj sebanyak seratus tujuh puluh orang.
Syuhada' Kaum Muslimin yang Gugur di Perang Badar
Kaum Muslimin yang gugur sebagai syuhada pada Perang Badar dari Quraisy dari Bani Abdul Muthalib
bin Abdu Manaf hanya seorang yaitu Ubadah bin Al-Harits bin Al-Muthalib. Ia dibunuh Utbah bin
Rabi'ah. Utbah bin Rabi'ah memotong kakinya. Ubaidah bin Al- Harits gugur di Ash-Shafra'.
Sedangkan dari Bani Zuhrah bin Kilab yaitu sebagai berikut: Umair bin Abu Waqqash bin Uhaib bin
Abdu Manaf bin Zuhrah. Ia saudara Sa'ad bin Abu Waqqash seperti dikatakan Ibnu Hisyam, Dzu Asy-
Syimalain bin Abdu Amr bin Nadhlah, sekutu Bani Zuhrah dari Khuza'ah, lalu dari Bani Ghubsyan.
Seluruhnya berjumlah dua orang.
Dari Bani Adi bin Ka'ab bin Luay yaitu sebagai berikut: Aqil bin Al-Bukair, sekutu Bani Adi bin Ka'ab
dari Ibnu Sa'ad bin Laits bin Bakr bin Abdu Manat bin Kinanah, Mihja', mantan budak Umar bin
Khaththab. Jumlah- nya yaitu dua orang.
Dari Bani Al-Harits bin Fihr hanya Shafwan bin Baidha'.
Secara keseluruhan jumlah syuhada' Perang Badar dari kaum Muhajirin berjumlah enam orang.
Sedangkan syuhada' Perang Badar dari kaum Al-Anshar dari Bani Amr bin Auf yaitu sebagai berikut:
Sa'ad bin Khaitsamah, Mubasysyir bin Abdul Mundzir bin Zanbar. Jumlahnya hanya dua orang.
Dari Bani Al-Harits bin Al-Khazraj hanya Yazid bin Al-Harits yang biasa disapa dengan sapaan Ibnu
Fushum.
Dari Bani Salimah, lalu dari Bani Haram bin Ka'ab bin Ghanm bin Ka'ab bin Salimah hanya Umair
bin Al-Humam.
Dari Bani Habib bin Abdu Haritsah bin Malik bin Ghadhbu bin Jusyam hanya Rafi' bin Al-Mu'alla.
Dari Bani An-Najjar hanya Haritsah bin Suraqah bin Al-Harits.
Dari Bani Ghanm bin Malik bin An-NaJ- jar yaitu sebagai berikut: Auf bin Al-Harits bin Rifa'ah bin
Sawad, Saudara Auf bin Al- Harits, yaitu Muawwidz bin Al-Harits bin Rifa'ah bin Sawad. keduanya
merupakan anak dari Afra'.
Jumlah seluruh sahabat yang gugur sebagai syuhada' Perang Badar dari kaum Anshar yaitu delapan
orang.
Kaum Musyrikin yang Tewas di Perang Badar
Korban tewas dari pihak kaum musyrikin di Perang Badar dari Quraisy dari Bani Abdu Syams bin Abdu
Manaf yaitu sebagai berikut: Hanzhalah bin Abu Sufyan bin Harb bin Umayyah bin Abdu Syams.
Hanzhalah dibunuh Zaid bin Haritsah, mantan budak Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam. pendapat
lain mengatakan Hanzhalah dibunuh oleh tiga orang sekaligus, yakni Hamzah bin Abdul Muthalib, Ali
bin Abu Thalib, dan Zaid bin Haritsah sebagaimana disebutkan Ibnu Hisyam.
Ibnu Ishaq berkata: Al-Harits bin Al-Hadhrami, sekutu Bani Abdu Syams. Al-Harits dibunuh An-Nu'man
bin Ashr, sekutu Al-Aus menurut Ibnu Hisyam. Amir bin Al-Hadhrami. Ia dibunuh oleh Ammar bin Yasir
menurut Ibnu Hisyam, Umair bin Abu Umair, sekutu Bani Abdu Syams. Umair bin Abu Umair dibunuh
Salim, mantan budak Abu Hudzaifah menurut Ibnu Hisyam. Anak Umair bin Abu Umair, yaitu Umair
sekutu Bani Abdu Syams.
Ibnu Ishaq berkata: Ubaidah bin Sa'id bin Al-Ash bin Umayyah bin Abdu Syams. Ia dibunuh Zubair bin
Awwam, Al-Ash bin Sa'id bin Al-Ash bin Umayyah. la dibunuh Ali bin Abu Thalib, Uqbah bin Abu Mu'aith
bin Abu Amr bin Umayyah bin Abdu Syams. la dibunuh dalam keadaan terikat oleh Ashim bin Tsabit
bin Abu Al-Aqla', saudara Bani Amr bin Auf.
Ibnu Hisyam berkata: Dikatakan bahwa dia dibunuh oleh Ali bin Abi Thalib.
Ibnu Ishaq berkata: Utbah bin Rabiah bin Abdu Syam. Ia dibunuh oleh Ubaidah bin al-Harits bin al-
Muthalib.
Ibnu Hisyam berkata: Hamzah dan Ali bersamaan membunuh Utbah bin Rabiah bin Abdu Samy.
Ibnu Ishaq berkata: Syaibah bin Rabi'ah bin Abdu Syams. Ia dibunuh oleh Hamzah bin Abdiri Muthalib,
Al-Walid bin Utbah bin Rabi'ah. Ia dibunuh Ali bin Abu Thalib, Amir bin Abdullah, sekutu Bani Abdu
Syams dari Bani Anmar bin Baghidh. Ia dibunuh Ali bin Abu Thalib. Seluruh korban tewas dari Bani
Abdu Syams yaitu dua belas orang.
Sedangkan dari Bani Naufal bin Abdu Manaf yaitu sebagai berikut: Al-Harits bin Amir bin Naufal. Ia
dibunuh Khubaib bin Isaf, saudara Bani Al-Harits bin Al-Khazraj, Thu'aimah bin Adi bin Naufal. Ia
dibunuh Ali bin Abu Thalib. Pendapat lain mengatakan bahwa dia dibunuh oleh Hamzah bin Abdul
Muthalib. Seluruh korban tewas dari Bani Naufal bin Abu Manaf berjumlah dua orang.
Dari Bani Asad bin Abdul Uzza bin Qushay yaitu sebagai berikut: Zam'ah bin Al- Aswad bin Al-
Muthalib bin Asad.
Ibnu Hisyam berkata: Zam'ah bin Al-Aswad dibunuh Al-Jidz'u, saudara Bani Haram. Pendapat lain
mengatakan ia dibunuh oleh beberapa sahabat, yaitu; Al-Jidz'u sendiri, Hamzah bin Abdul Muthalib,
Ali bin Abu Thalib, dan Tsabit.
Ibnu Ishaq berkata: Al-Harits bin Zam'ah. Ia dibunuh Ammar bin Yasir sebagaimana dikatakan Ibnu
Hisyam. Aqil bin Al-Aswad bin Al-Muthalib. Ia dibunuh Hamzah bin Abdul Muthalib dan Ali bin Abu
Thalib sebagaimana dikatakan Ibnu Hisyam, Abu Al-Bakhtari. Nama lengkapnya Al-Ash bin Hisyam bin
Al-Harits bin Asad. Ia dibunuh Al-Mujadzdzar bin Dziyad Al-Balawi.
Ibnu Hisyam berkata: Nama lengkap Abu Al-Bakhtari yaitu Al-Ash bin Hasyim.
Ibnu Ishaq berkata: Naufal bin Khuwailid bin Asad. Dia yaitu orang yang mengikat Abu Bakar Ash-
Shiddiq dan Thalhah bin Ubaidillah dalam satu ikatan jika keduanya masuk Islam, sehingga
keduanya dikenal dengan panggilan dua orang yang terkait. Naufal bin Khuwailid termasuk diantara
setan-setan Quraisy. Ia dibunuh Ali bi Abu Thalib.
Seluruh korban tewas dari Bani Naufal bin Abdul Uzza berjumlah lima orang.
Dari Bani Abduddar bin Qushay yaitu sebagai berikut: An-Nadhr bin Al-Harits bin Kaladah bin
Alqamah bin Abdu Manaf bin Abduddar. Ia dibunuh oleh Ali bin Abu Thalib
dalam keadaan terikat di hadapan Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam di Ash-Shafra'.
Ibnu Hisyam berkata: An-Nadhar bin Al-Harits dibunuh di Al-Utsail. Ada pendapat yang mengatakan
An-Nadhr yaitu anak Al-Harits bin Alqamah bin Kaladah bin Abdu Manaf bin Abduddar.
Ibnu Ishaq berkata: Zaid bin Mulaish, mantan budak Umair bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Abduddar.
Ibnu Hisyam berkata: Zaid bin Mulaish dibunuh Bilal bin Rabah, mantan budak Abu Bakar. Zaid yaitu
sekutu Bani Abduddar. Ia berasal dari Bani Mazin bin Malik bin Amr bin Tamim. Pendapat lain
mengatakan Zaid bin Mulaish dibunuh Al-Miqdad bin Amr. seluruh korban tewas dari Bani Abduddar
bin Qushay berjumlah dua orang.
Dari Bani Taim bin Murrah yaitu sebagai berikut: Umair bin Utsman bin Amr bin Ka'ab bin Sa'ad bin
Taim.
Ibnu Hisyam berkata: Umair bin Utsman dibunuh oleh Ali bin Abu Thalib. Pendapat lain menyebutkan
bahwa ia dibunuh oleh Abdurrahman bin Auf.
Ibnu Ishaq berkata: Utsman bin Malik bin Ubaidillah bin Utsman bin Amr bin Ka'ab. la dibunuh Shuhaib
bin Sina.
Jumlah korban tewas dari Bani Taim bin Murrah yaitu dua orang.
Dari Bani Makhzum bin Yaqadzah bin Murrah yaitu sebagai berikut: Abu Jahal bin Hisyam. Abu Jahal
bernama asli Amr bin Hisyam bin Al-Mughirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum. Kakinya ditebas
oleh Muadz bin Amr bin Al-Jamuh hingga kakinya terputus, lalu anak Abu Jahal, Ikrimah
menyerang balik Muadz bin Amr hingga tangannya terputus, lalu Abu Jahal diserang Muawwidz bin
Afra' dengan serangan yang membuatnya sekarat. Muawwidz membiarkan Abu Jahal dalam keadaan
sekarat, lalu Abu Jahal ditebas oleh Abdullah bin Mas'ud hingga tewas. Abdullah bin Mas'ud
memenggal kepalanya pada saat Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam meminta para sahabat untuk
mencari Abu Jahal di antara korban dari pihak kaum musyrikin.
Al-Ash bin Hisyam bin Al-Mughirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum. Ia tewas di tangan Umar bin
Khaththab.
Yazid bin Abdullah, sekutu Bani Makhzum bin Murrah dari Bani Tamim.
Ibnu Hisyam berkata: Yazid bin Abdullah yaitu seorang yang sangat pemberani. Ia tewas dibunuh
oleh Ammar bin Yasir.
Ibnu Ishaq berkata: Abu Musafi' Al- Asy'ari, sekutu Bani Makhzum bin Murrah. Ia dibunuh Abu Dujanah
As-Sa'idi sebagaimana dikatakan Ibnu Hisyam, Harmalah bin Amr, sekutu Bani Makhzum.
Ibnu Hisyam berkata: Harmalah bin Amir dibunuh Kharijah bin Zaid bin Abu Zuhair, saudara Balharits
bin Al-Khazraj. Pendapat lain mengatakan ia tewas dibunuh oleh Ali bin Abu Thalib. Harmalah berasal
dari Al-Asd.
Ibnu Ishaq berkata: Mas'ud bin Abu Umayyah bin Al-Mughirah. Ia dibunuh Ali bin Abu Thalib
sebagaimana dikatakan Ibnu Hisyam.
Abu Qais bin Al-Walid bin Al-Mughirah.
Ibnu Hisyam berkata: Ia tewas di tangan Hamzah bin Abdul Muthalib.
Ibnu Ishaq berkata: Abu Qais bin Al-Fakih bin Al-Mughirah. Ia tewas dibunuh oleh Ali bin Abu Thalib.
Pendapat lain mengatakan ia dibunuh oleh Ammar bin Yasir seperti dikatakan Ibnu Hisyam.
Ibnu Ishaq berkata: Rifa'ah bin Abu Rifa'ah bin Aidz bin Abdullah bin Umar bin Makhzum. Ia tewas
dibunuh oleh Sa'ad bin Ar-Rabi', saudara Al-Harits bin Al-Khazraj sebagaimana dikatakan Ibnu Hisyam.
Al-Mundzir bin Abu Rifa'ah bin Aidz. Ia tewas dibunuh oleh Ma'nu bin Adi bin Al-Jaddu bin Al-Ajlan,
sekutu Bani Ubaid bin Zaid bin Malik bin Auf bin Amr bin Auf seperti dikatakan Ibnu Hisyam.
Abdullah bin Al-Mundzir bin Abu Rifa'ah bin Aidz. Ia tewas di tangan Ali bin Abu Thalib seperti
dikatakan Ibnu Hisyam.
Ibnu Ishaq berkata: As-Saib bin Abu As- Saib bin Abid bin Abdullah bin Umar bin Makhzum.
Ibnu Hisyam berkata: As-Saib bin Abu As-Saib merupakan sekutu Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa
Sallam. Rasulullah pernah bersabda tentang As-Saib bin Abu As-Saib: Sebaik-baik sekutu yaitu As-
Saib bin Abu As-Saib. Ia tidak layak diajak bermusyawarah dan bertengkar92. ' Ia masuk Islam dan keis-
lamannya sangat bagus. Demikianlah berita yang sampai pada kami, wallahu a'lam. "
Ibnu Syihab Az-Zuhri berkata dari Ubai- dillah bin Abdullah bin Utbah dari Ibnu Abbas, bahwa As-Saib
bin Abu As-Saib bin Abid bin Abdullah bin Umar bin Makhzum termasuk diantara orang-orang Quraisy
yang berbaiat kepada Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam. Pada Perang Al-Ji'ranah, Rasulullah
Shallalahu 'alaihi wa Sallam memberinya rampasan Perang Hunain. Ibnu Hisyam berkata: Selain Ibnu
Ishaq berkata bahwa As-Saib bin Abu As-Saib dibunuh Zubair bin Awwam.
Ibnu Ishaq: Al-Aswad bin Abdul Asad bin Hilal bin Abdullah bin Umar bin Makhzum, la tewas dibunuh
oleh Hamzah bin Abdul Muthalib. Hajib bin As-Saib bin Uwaimir bin Amr bin Abid, Ibnu Hisyam
berkata: Pendapat lain mengatakan Aidz bin Abd bin Imran bin Makhzum. Ibnu Hisyam berkata:
Pendapat lain mengatakan Hajiz bin As-Saib. la tewas dibunuh oleh Ali bin Abu Thalib.
Ibnu Ishaq berkata: Uwaimir bin As-Saib bin Uwaimir. Ia tewas di tangan An-Nu'man bin Malik Al-
Qauqali dalam perang tanding sebagaimana dikatakan Ibnu Hisyam.
Ibnu Ishaq berkata: Amr bin Sufyan sekutu Bani Makhzum bin Yaqazhah dari Thayyi'. Ia dibunuh Yazid
bin Ruqaisy, Jabir bin Sufyan, sekutu Bani Makhzum bin Yaqazhah. Ia dibunuh Abu Burdah bin Niyar
sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hisyam.
Seluruh korban tewas dari Bani Makhzum bin Yaqazhah yaitu berjumlah tujuh belas orang.
Dari Bani Sahm bin Amr bin Hushaish bin Ka'ab bin Luay yaitu sebagai berikut: Munabbih bin Al-
Hajjaj bin Amir bin Hudzaifah bin Sa'ad bin Sahm. Ia tewas dibunuh oleh Abu Al-Yasar saudara Bani
Salimah. Anak Munabbih, yang bernama Al-Ash bin Munabbih bin Al-Hajjaj. Ia tewas dibunuh oleh Ali
bin Abu Thalib sebagaimana dikatakan Ibnu Hisyam. Nubaih bin Al-Hajjaj bin Amir. Ia tewas di tangan
Hamzah bin Abdul Muthalib dan Sa'ad bin Abu Waqqash. Abu Al-Ash bin Qais bin Adi bin Su'aid bin
Sahm.
Ibnu Hisyam berkata: Ia tewas di tangan Ali bin Abu Thalib. Pendapat lain menyebutkan bahwa ia
tewas dibunuh oleh An-Nu'man bin Malik Al-Qauqali. Ada pula yang menyebutkan bahwa ia dibunuh
oleh Abu Dujanah.
Ibnu Ishaq berkata: Ashim bin Abu Auf bin Dhubayrah bin Su'aid bin Sahm. Ia tewas oleh Abu Al-Yasar,
saudara Bani Salimah seperti dikatakan Ibnu Hisyam. seluruh korban tewas dari Bani Sahm bin Amr
yaitu berjumlah lima orang.
Dari Bani Jumah bin Amr bin Hushaish bin Ka'ab bin Luay yaitu sebagai berikut: Umayyah bin Khalaf
bin Wahb bin Hudzafah bin Jumah. Ia tewas di tangan seseorang dari kaum Anshar dari Bani Mazin.
Ibnu Hisyam berkata: Ia dibunuh oleh Muadz bin Afra', Kharijah bin Zaid, dan Khubaib bin Isaf.
Ibnu Ishaq berkata: Anak Umayyah bih Khalaf. yaitu Ali bin Umayyah bin Khalaf. Ia tewas di tangan
Ammar bin Yasir. Aus bin Mi'yar bin Laudzan bin Sa'ad bin Jumah. Ia tewas oleh Ali bin Abu Thalib
seperti dituturkan Ibnu Hisyam. Pendapat lain mengatakan ia tewas oleh Al-Hushain bin Al-Harits bin
Al-Muthalib dan Utsman bin Madz'un.
Jumlah keseluruhan korban tewas dari Bani Jumah bin Amr yaitu tiga orang.
Dari Bani Amir bin Luay yaitu sebagai berikut: Muawiyah bin Amir, sekutu Bani Amir bin Luay. Ia
tewas di tangan Ali bin Abu Thalib. Pendapat lain mengatakan ia dibunuh oleh Ukasyah bin Mihshan
sebagaimana disebutkan Ibnu Hisyam.
Ibnu Ishaq berkata: Ma'bad bin Wahb, sekutu Bani Amir bin Luay dari Bani Kalb bin Auf bin Ka'ab bin
Amir bin Laits. Ia dibunuh Khalid bin Al-Bukair, dan Iyas bin Al-Bukair. Ada lagi yang mengatakan ia
dibunuh Abu Dujanah. Jumlah seluruh korban tewas dari Bani Amir bin Luay yaitu dua orang.
Ibnu Ishaq berkata: seluruh korban dari pihak orang-orang Quraisy di Perang Badar yang disebutkan
kepada kami yaitu sebanyak lima puluh orang.
berkata kepadaku dari Abu Amr yang berkata bahwa seluruh korban tewas dari pihak orang-orang
Quraisy di Perang Badar berjumlah tujuh puluh orang. Jumlah orang-orang Quraisy yang tertawan juga
tujuh puluh orang. Ini pendapat Ibnu Abbas dan Sa'id bin Musaiyyib. Allah Taala berfirman,
Dan mengapa jika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah
menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar). (QS. Ali
Imran: 165).
Ayat di atas ditujukan kepada para mujahidin Perang Uhud. Dimana jumlah syuhada kaum Muslimin
pada Perang Uhud tujuh puluh orang. Allah mengatakan kepada mereka: Kalian telah menimpakan
musibah kepada mereka (kaum musyrikin) dua kali lipat lebih banyak di Perang Badar dibandingkan jumlah
syuhada kalian di Perang Uhud; tujuh puluh korban yang tewas, dan tujuh puluh orang lainnya
tertawan.
Abu Zaid al-Anshari menyenandungkan syairnya kepadaku:
Mereka berada di tempat menderumnya unta di sekitar air
Tujuh puluh orang di antara mereka terdapat Utbah dan Aswad
Maksud tujuh puluh di sini yaitu korban pihak Quraisy di Perang Badar. Ini yaitu syair dia di perang
Uhud yang akan aku paparkan nanti, Insyaallah.
Ibnu Hisyam berkata: Di antara ketujuh puluh korban dari kaum musyrikin yang tidak disebutkan Ibnu
Ishaq yaitu sebagai berikut:
Dari Bani Abdu Syams bin Abdu Manaf yaitu : Wahb bin Al-Harits, sekutu Bani Abdu Syams bin Abdu
Manaf dari Bani Anmar bin Baghidh. Amir bin Zaid sekutu Bani Abdu Syams bin Abdu Manaf dari
Yaman. seluruhnya dua orang.
Dari Bani Asad bin Abdul Uzza yaitu : Utbah bin Zaid, sekutu Bani Asad bin Abdul Uzza dari Yaman.
Ubaid bin Salith, sekutu Bani Asad bin Abdul Uzza dari Qais. Seluruh korbannya yaitu dua orang.
Dari Bani Taim bin Murrah yaitu : Malik bin Ubaidillah bin Utsman. Ia saudara Thalhah bin Ubaidillah
bin Utsman. Ia ditawan lalu meninggal dunia. Sebab itulah ia dimasukkan ke dalam daftar
korban tewas. Amr bin Abdullah bin Jud'an. Seluruhnya berjumlah dua orang.
Dari Bani Makhzum bin Yaqadzah yaitu : Hudzaifah bin Abu Hudzaifah bin Al-Mughirah. Ia tewas oleh
Sa'ad bin Abu Waqqash, Hisyam bin Abu Hudzaifah bin Al-Mughirah. Ia tewas di tangan Shuhaib bin
Sinan. Zuhair bin Abu Rifa'ah. Ia tewas oleh Abu Usaid bin Malik bin Rabi'ah. As-Saib bin Abu Rifa'ah.
Ia tewas dibunuh oleh Abdurrahman bin Auf. Aidz bin As-Saib bin Uwaimir. Ia tertawan, lalu ditebus,
dan meninggal dunia dalam perjalanan karena luka akibat serangan Hamzah bin Abdul Muthalib.
Umair, sekutu Bani Makhzum bin Yaqadzah dari Thayyi'. Khiyar sekutu bani Makhzum bin Yaqadzah
dari Al-Qarah. Seluruh korban tewas yaitu tujuh orang.
Dari Bani Jumah bin Amr hanya seorang Sabrah bin Malik sekutu Bani Jumah bin Amr.
Dari Bani Sahm bin Amr yaitu : Al-Harits bin Munabbih bin Al-Hajjaj. Ia tewas dibunuh oleh Shuhaib
bin Sinan. Amir bin Abu Auf bin Dhubayrah saudara Ashim bin Dhubayrah. la dibunuh oleh Abdullah
bin Salamah Al-Ajlani. Pendapat lain mengatakan ia dibunuh Abu Dujanah. Seluruh korban tewas
yaitu dua orang.
Tawanan Perang Badar
Ibnu Ishaq berkata: Orang-orang musyrikin Quraisy dari Bani Hasyim bin Abdu Manaf yang tertawan
pada Perang Badar yaitu sebagai berikut: Aqil bin Abu Thalib bin Abddul Muthalib bin Hasyim dan
Naufal bin Al-Harits bin Abdul Muthalib bin Hasyim.
Dari Bani Al-Muthalib bin Abdu Manaf: As-Saib bin Ubaid bin Abdu Yazid bin Hasyim bin Al-Muthalib,
Nu'man bin Amr bin Alqamah bin Al-Muthalib. Jumlahnya dua orang.
Dari Bani Abdu Syams bin Abdu Manaf: Amr bin Abu Sufyan bin Harb bin Umayyah bin Abdu Syams.
Al-Harits bin Abu Wajzah bin Abu Amr bin Umayyah bin Abdu Syam Ibnu Hisyam berkata: pendapat
lain mengatakan Al-Harits yaitu anak Abu Wahrah. Abu Al-Ash bin Ar-Rabi' bin Abdul Uzza bin Abdu
Syams, Abu Al-Ash bin Naufal bin Abdu Syams, Abu Risyah bin Abu Amr, sekutu Bani Abdu Syams bin
Abdu Manaf, Amr bin Al-Azraq, sekutu Bani Abdu Syams bin Abdu Manaf, Uqbah bin Abdul Harits bin
Al-Hadhrami, sekutu Bani Abdu Syams bin Abdu Manaf. Jumlah seluruh tawanan dari Bani Abdu Syam
bin Abdu Manaf, dan sekutu-sekutu mereka yaitu tujuh orang.
Ghazwan bin Jabir. Utsman bin Abdu Syams yaitu sekutu Bani Naufal bin Abdu Manaf dari Bani Mazin
bin Manshur. Abu Tsaur, sekutu Bani Naufal bin Abdu Manaf. Seluruhnya yaitu tiga orang.
Dari Bani Abduddar bin Qushay yaitu sebagai berikut: Abu Aziz bin Umair bin Hasyim bin Abdu Manaf
bin Abduddar, Al-Aswad bin Amir, sekutu Bani Abdudaar bin Qushay. Orang-orang Bani Al-Aswad
berkata: Kami keturunan Al-Aswad bin Amir bin Amr bin Al-Harits bin As-Sabbaq. Seluruhnya yaitu
dua orang.
Ibnu Ishaq berkata: dari Bani Asad bin Abdul Uzza yaitu sebagai berikut: As-Saib bin Abu Hubaysy bin
Al-Muthalib bin Asad. Al-Huwairits bin Abbad bin Utsman bin Asad. Ibnu Hisyam berkata: Dia bukan
Al-Huwairits, tapi Al-Harits bin Aidz bin Utsman bin Asad. Salim bin Syammakh, sekutu Bani Asad bin
Abdul Uzza. Seluruhnya yaitu tiga orang.
Dari Bani Makhzum bin Yaqadzah bin Murrah yang tertawan di Perang Badar yaitu sebagai berikut:
Khalid bin Hisyam bin Al-Mughirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum. Umayyah bin Abu Hudzaifah
bin Al-Mughirah. Al-Walid bin Al-Walid bin Al-Mughirah Utsman bin Abdullah bin Al-Mughirah bm
Abdullah bin Umar bin Makhzum, Shaifi bin Abu Rifa'ah bin Abid bin Abdullah bin Umar bin Makhzum,
Abu Al-Mundzir bin Abu Rifa'ah bin Abid bin Abdullah bin Umar bin Makhzum. Abu Atha' Abdullah bin
Abu As-Saib bin Abid bin Abdullah bin Umar bin Makhzum. Al-Muthalib bin Hanthab bin Al-Harits bin
Ubayd bin Umar bin Makhzurrij Quraisy yang mundur dari medan perang Badar. Dialah yang pernah
berkata: Kami mundur bukan karena luka kami berdarah, namun dari kami-kami mengucur darah. '
Khalid bin Al-A'lam berasal dari Khuza'ah.
Seluruhnya tawanan dari suku ini berjumlah sembilan orang.
Ibnu Ishaq berkata: Orang-orang Quraisy dari Bani Sahm bin Amr Hushaih bin Ka'ab bin Luay yaitu
sebagai berikut: Abu Wada'ah bin Dhubairah bin Su'aid bin Sa'ad bin Sahm. Dialah tawanan Badar yang
paling pertama ditebus. Ia ditebus oleh anaknya, AI-Muthalib bin Abu Wada'ah. Farwah bin Qais bin
Adi bin Hudzafah bin Su'aid bin Sahm. Handzalah bin Qabishah bin Hudzafah bin Su'aid bin Sahm. Al-
Hajjaj bin Al-Harits bin Qais bin Adi bin Su'aid bin Sahm. Seluruh yang tertawan yaitu empat orang.
Dari Bani Jumah bin Amr bin Hushaish bin Ka'ab yaitu sebagai berikut: Abdullah bin Ubay bin Khalaf
bin Wahb bin Hudzafah bin Jumah, Abu Azzah bin Amr bin Abdullah bin Utsman bin Uhaib bin
Hudzafah bin Jumah, Al-Fakih, mantan budak Umayyah bin Khalaf. Rabah bin Al-Mughtarif mengaku
bahwa ia yaitu tuan (pemilik) Al-Fakih. Rabah bin Al-Mughtarif berkata bahwa Al-Fakih berasal dari
Bani Syammakh bin Muharib bin Fihr. Pendapat lain mengatakan Al-Fakih yaitu anak Jarwal bin
Hidzyim bin Auf bin Ghadhbu bin Syammakh bin Muharib bin Fihr. Wahb bin Umair bin Wahb bin
Khalaf bin Wahb bin Hudzafah bin Jumah. Rabi'ah bin Darraj bin Al-Anbas bin Uhban bin Wahb bin
Hudzafah bin Jumah. Selurunya berjumlah lima orang.
Dari Bani Amir bin Luay yaitu sebabagi berikut: Suhail bin Amr bin Abdu Syams bin Abdu Wudd bin
Nashr bin Malik bin Hisl bin Amir. Ia ditawan oleh Malik bin Ad-Dukhsyum, saudara Bani Salim bin Auf.
Abdu bin Zam'ah bin Qais bin Abdu Syams bin Abdu Wudd bin Nashr bin Malik bin Hisl bin Amir.
Abdurrahman bin Mansyu' bin Waqdan bin Qais bin Abdu Syams bin Abdu Wudd bin
Nashr bin Malik bin Hisl bin Amir. Seluruh-nya yaitu tiga orang.
Dari Bani Al-Harits bin Fihr yaitu se-bagai berikut: Ath-Thufail bin Abu Qunay'i dan Utbah bin Amr
bin Jahdam. Seluruhnya yaitu dua orang.
Ibnu Ishaq berkata: Seluruh orang-orang Quraisy yang tertawan di Perang Badar sebagaimana
disampaikan kepada kami yaitu berjumlah empat puluh tiga orang.
Ibnu Hisyam berkata: Terdapat beberapa orang yang menjadi tawanan perang yang namanya tidak
aku ketahui.
Ibnu Hisyam berkata: Terdapat orang-orang Quraisy yang tertawan di Perang Badar, namun nama
mereka tidak disebutkan oleh Ibnu Ishaq. Rinciannya yaitu sebagai berikut:
Dari Bani Hasyim bin Abdu Manaf hanya seorang, yaitu Utbah, sekutu Bani Hasyim bin Abdu Manaf
dari Bani Fihr.
Dari Bani Abdul Muthalib bin Abdu Manaf yaitu sebagai berikut: Aqil bin Amr, sekutu Bani Abdul
Muthalib bin Abdu Manaf. Saudara Aqil bin Amir, yaitu Tamim bin Amr,Anak Aqil bin Amr. Seluruhnya
yaitu tiga orang.
Dari Bani Abdu Syams bin Abdu Manaf yaitu sebagai berikut: Khalid bin Usaid bin Abu Al-Ish. Abu Al-
Aridh Yasar, mantan budak Umayyah bin Khalaf. seluruhnya dua orang.
Dari Bani Naufal bin Abdu Manaf hanya serang, yaitu Nabhan, sekutu mereka.
Dari Bani Asad bin Abdul Uzza hanya seorang, yaitu Abdullah bin Humaid bin Zuhair bin Al-Harits.
Dari Bani Abduddar bin Qushay satu orang, yaitu Aqil, sekutu mereka dari Yaman.
Dari Bani Taim bin Murrah yaitu seba- gai berikut: Musafi' bin lyadh bin Shakhr bin Amir bin Ka'ab
bin Sa'ad bin Taim. Jabir bin
Zubair, sekutu mereka. Total Dua orang
Dari Bani Makhzum bin Yaqadzah bin Murrah satu orang, yaitu Qais bin As-Saib.
Dari Bani Jumah bin Amr yaitu sebagai berikut: Amr bin Ubay bin Khalaf, Abu Ruhm bin Abdullah,
sekutu mereka, dan seorang sekutu mereka yang aku lupa namanya. Nisthas dan Abu Rafi' keduanya
yaitu mantan budak Umayyah bin Khalaf. Total enam orang.
Dari Bani Sahm bin Amr satu orang, yaitu Aslam, mantan budak Nubaih bin Al-Hajjaj.
Dari Bani Amir bin Luay yaitu sebagai berikut: Habib bin Jabir, As-Saib bin Malik. Total dua orang.
Dari Bani Al-Harits bin Fihr yaitu sebagai berikut: Syaafi' dan Syafii', sekutu mereka dari Yaman. Total
dua orang.
Perang Sawiq (Tepung)
Ibnu Hisyam berkata: Ziyad bin Abdullah bin Al-Bakkai bercerita kepadaku dari Muhammad bin Ishaq
Al Muthalibi yang berkata: Abu Sufyan bin Harb meninggalkan Makkah untuk melaksanakan Perang
As-Sawiq, pada bulan Dzul Hijjah. Haji tahun itu dikelola oleh orang-orang musyrik.
Ibnu Ishaq berkata: Muhammad bin Ta'far bin Zubair, Yazid bin Ruman, dan orang yang tidak diragukan
kejujurannya berkata kepadaku dari Abdullah bin Ka’ab bin Malik –salah seorang Anshar yang berilmu
tinggi: Tatkala Abu Sufyan bin Harb tiba di Makkah, dalam waktu yang bersamaan orang-orang Quraisy
yang kalah perang lari dari Badr dalam keadaan berantakan. Maka ia bernazar untuk tidak ada air yang
menyentuh kepalanya karena junub (tidak menggauli isterinya) hingga menyerang Muhammad
Shallalahu 'alaihi wa Sallam. Maka ia pun berangkat ia keluar dari Makkah bersama dengan dua ratus
pasukan Quraisy demi menebus nazarnya. Abu Sufyan bin Harb berjalan melewati tanah tinggi yang
rumit, hingga akhirnya ia tiba di depan terowongan ke arah Gunung Tsaib yang berjarak kurang lebih
12 mil dari Madinah.
Pada suatu malam yang gelap gulita, Abu Sufyan bin Harb pergi menuju Bani An-Nadhir. Setibanya di
rumah Huyay bin Al Akhthab lalu mengetuk pintu rumahnya, namun karena ada rasa khawatir Huyay
bin Akhthab menolak membukakan pintu untuknya. Abu Sufyan bin Harb segera berpindah pergi ke
rumah Sallam bin Misykam. Sallam bin Misykam yaitu tokoh sangat berpengaruh di Bani An-Nadhir
dan penjaga harta kekayaan mereka. Abu Sufyan bin Harb meminta Sallam bin Misykam mengizinkan
dirinya masuk rumah dan Sallam bin Misykam mengizikannya. Sallam bin Misykam menjamu Abu
Sufyan dan memberi banyak informasi kepadanya. Pada penghujung malam, Abu Sufyan bin Harb
keluar dari rumah Sallam bin Misykam ke tempat para sahabatnya, lalu ia mengutus beberapa orang
Quraisy ke Madinah. Anak buah Abu Sufyan bin Harb tiba di Al-Uraidh lalu mereka membakar
perkebunan kurma di sana. Di Al Uraidh, mereka bertemu salah seorang Anshar dan sekutunya yang
sedang bekerja ladang mereka, lalu mereka membunuh kedua Ibnu Ishaq berkata: lalu
Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam keluar untuk menguber orang-orang Quraisy ini hingga
tiba di dataran rendah Al-Kudri, lalu meninggalkannya sebab beliau tidak berhasil mengejar Abu
Sufyan bin Harb dan anak buahnya. Di Al Kudri, para sahabat mendapat perbekalan orang-orang
Quraisy yang dibuang di sawah dengan tujuan demi melincahkan gerak mereka dalam pelarian. jika
para sahabat pulang ke Madinah bersama Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam mereka bertanya:
Wahai Rasulullah apakah engkau menginginkan perang untuk kami? Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa
Sallam menjawab: "Ya, benar."
Ibnu Hisyam berkata: Selama Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam mengikuti perang Sawiq, beliau
menunjuk Basyir bin Abdul Mundzir yakni Abu Lubabah sebagai pengganti beliau sementara untuk
menjadi imam di Madinah.
Ibnu Ishaq berkata: Perang ini dinamakan perang Sawiq, sebagaimana dituturkan Abu Ubaidah
kepadaku yaitu karena sebagian besar perbekalan yang dibuang oleh orang-orang Quraisy yaitu
tepung (sawiq), lalu kaum muslimin mengambil tepung yang berjumlah sangat banyak itu.
Ibnu Ishaq berkata: Tatkala Abu Sufyan bin Harb keluar dari rumah Sallam bin Misykam dan mendapat
sambutan hangat, ia berkata:
Aku pilih seseorang di Madinah, sebagai seorang sekutu
Aku tiada menyesal tidak pula menghinanya
Aku diberi minum hingga puas dengan minuman keras Kumait dan Mudamah
Oleh Sallam bin Misykam Kala pasukan berbalik pulang, aku berkata: dan aku tidak ingin
menggembirakannya
Bergembiralah dengan kemuliaan dan rampasan perang
Perhatikanlah karena sebenarnya kaum itu intinya
Mereka yaitu sisa-sisa kaum Luay
Bukan campuran Jurhum
Dan tidaklah dia diam kecuali pada sebagian malam
Datang dalam kelaparan walaupun dia bukan orangyang miskin
Perang Dzi Amar
Ibnu Ishaq berkata: Sekembalinya dari perang Sawiq, Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam tinggal di
Madinah pada sebagian bulan Dzulhijjah atau hampir sebulan penuh, lalu pergi ke Najed untuk
memerangi orang-orang Ghathafan. Itulah yang dinamakan Perang Dzi Amar.
Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam menunjuk Utsman bin Affan sebagai Imam di Madinah untuk
sementara waktu, sebagaimana hal ini dituturkan oleh Ibnu Hisyam.
Ibnu Ishaq berkata: Rasulullah tinggal selama sebulan atau mendekati sebulan di berada di Nejad, lalu
pulang kembali ke Madinah karena tidak ada perlawanan. Beliau menghabiskan sisa bulan Rabiul
Awwal atau sedikit dari bulan Rabiul Awwal di Madinah.
Perang Al-Furu' di Bahran
Lalu Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam pergi untuk memerangi orang-orang Quraisy. Rasulullah
Shallaullahu 'Alaihi wa Sallam mengangkat Ibnu Ummu Maktum sebagai imam pengganti sementara
di Madinah.
Ibnu Ishaq berkata: Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam melanjutkan perjalanan hingga sampai di
Bahran, satu kawasan pertambangan di Hijaz dari arah Al-Furu'. Beliau menetap selama bulan Rabiul
Akhir dan Jumadil Ula di kawasan. sesudah itu kembali pulang ke Madinah, karena tiada perlawanan.
Tentang Bani Qainuqa'
Ibnu Ishaq berkata: Di tengah-tengah perang Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam di atas terjadilah
insiden Bani Qainuqa. Insiden Bani Qainuqa' terjadi saat Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam
menghimpun orang-orang Yahudi di pasar Bani Qainuqa' lalu bersabda kepada mereka: "Wahai orang-
orang Yahudi, takutlah kepada Allah yang bisa menurunkan hukuman seperti yang Dia turunkan
kepada orang-orang Quraisy dan masuklah kalian ke dalam Islam, sebab kalian telah mengetahui
bahwa aku yaitu seorang Nabi yang diutus. Inilah perjanjian Allah kepada kalian, dan telah kalian
temukan di dalam kitab kalian." Orang-orang Yahudi berkata: "Wahai Muhammad, apa kau pikir kami
ini sama dengan kaummu. Janganlah sekali-kali engkau tertipu karena engkau kini sedang berhadapan
dengan kaum yang tidak paham tentang perang. Sehingg dengan sangat gampang engkau bisa
mengalahkan mereka. Demi Allah, jika kami memerangimu, pasti kau sadar bahwa kami yaitu
manusia yang sebenarnya."93
Ibnu Ishaq berkata: Mantan budak keluarga Bani Yazid bin Tsabit berkata kepadanya dari Said bin
Jubair atau dari Ikrimah dari Ibnu Abbas ia berkata: sesudah itu Allah menurunkan ayat tentang orang-
orang Yahudi ini .
Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: "Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan
digiring ke dalam neraka Jahanam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya." sebenarnya telah
ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di
jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-
orang muslimin dua kalijumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang
dikehendaki-Nya. sebenarnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang
mempunyai mata hati. Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang
diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, hartayang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan,
binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah
tempat kembali yang baik (surga). (QS. Ali Imran: 12-14).
Ibnu Ishaq berkata: Ashim bin Umar bin Qatadah berkata kepadaku bahwa Bani Qainuqa' yaitu
kabilah Yahudi pertama yang mengingkari perjanjiannya dengan Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa
Sallam dan berperang melawan beliau antara perang Badar dan perang Uhud.
Ibnu Hisyam berkata: Abdullah bin Ja'far bin Al-Miswar bin Makhramah berkata bahwa Abu Aun
berkata: Penyebab terjadinya perang Bani Qainuqa' ialah seorang wanita Arab datang membawa
barang dagangannya untuk dijual di pasar Bani Qainuqa' lalu duduk bersebelahan dengan
seorang tukang emas dan perak. Orang-orang Yahudi meminta wanita Arab ini menyingkap
wajahnya, tapi wanita itu menolak permintaan mereka. Tukang emas mendekat ke ujung pakaian
wanita tadi dan mengikatkannya ke punggungnya. Saat wanita Arab tadi berdiri, maka tersingkaplah
auratnya dan orang-orang Yahudi pun tertawa terbahak-bahak menyaksikan peristiwa ini .
mendapat perlakuan keji seperti itu, wanita Arab tadi berteriak kencang. Maka salah seorang dari
kaum muslimin melompat ke tukang emas Yahudi itu lalu membunuhnya. Yahudi-yahudi lainnya tidak
tinggal diam. Mereka menarik lelaki muslim tadi dan membunuhnya juga. Akibat peristiwa ini ,
keluarga lelaki muslim yang dibunuh berteriak memanggil kaum muslimin seraya menyebutkan aksi
kurang ajar orang-orang Yahudi. Kaum muslimin pun geram sehingga meledaklah perang antara kaum
muslimin dengan orang-orang Yahudi.
Ibnu Ishaq berkata: Ashim bin Umar bin Qatadah berkata kepadaku: maka Rasulullah Shallalahu 'alaihi
wa Sallam lalu mengepung orang-orang Yahudi Bani Qainuqa' hingga akhirnya mereka menerima
keputusannya. Abdullah bin Ubay bin Salul, saat itu Allah menjadikan orang-orang Yahudi di bawah
kepemimpinannya, menemui Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam dan berkata: "Wahai
Muhammad, berbuat baiklah kepada para klieanku, mereka yaitu sekutu Khazraj." Rasulullah
Shallalahu 'alaihi wa Sallam diam tidak memberi jawaban hingga Abdullah bin Ubay bin Salul berkata
untuk kedua kalinya: "Hai Muhammad, berbuat baiklah kepada para klienku." Rasulullah Shallalahu
'alaihi wa Sallam memalingkan muka dari Abdullah bin Ubay bin Salul, lalu Abdullah bin Salul
memasukkan tangannya ke saku baju besi Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam.
Ibnu Hisyam berkata: Baju besi Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bernama Dzatu Al-Fudhul.
Ibnu Ishaq berkata: Lalu Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam berkata kepada Abdullah bin Ubay bin
Salul: "Celakalah engkau. Biarkanlah aku pergi!" Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam marah hingga
wajah beliau berubah merah padam karena ucapan dan perbuatan Abdullah bin Ubay bin Salul.
Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda lagi: "Celakalah engkau, biarkanlah aku pergi!"
Abdullah bin Ubay bin Salul berkata: "Tidak, demi Allah, aku tidak akan membiarkanmu pergi hingga
engkau berbuat baik kepada para klienku, yaitu empat ratus tentara tanpa baju besi dan tiga ratus
tentara berbaju besi yang telah melindungiku dari orang-orang berkulit merah dan orang-orang
berkulit hitam, namun engkau membunuh mereka hanya sekejap saja. Demi Allah, sungguh aku orang
yang paling takut tertimpa malapetaka." Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Mereka
menjadi milikmu."94
Ibnu Hisyam berkata: Pacta saat Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam memerangi orang-orang
Yahudi Bani Qainuqa', beliau mengangkat Basyir bin Abdul Mundzir sebagai imam sementara di
Madinah. Beliau mengepung Bani Qainuqa' selama lima belas malam.
Ibnu Ishaq berkata: Abu Ishaq bin Yasar berkata kepadaku dari Ubadah bin Alwalid bin Ubadah bin
Ash-Shamit yang berkata: "Saat Bani Qainuqa' memerangi Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam,
mereka menyerahkan urusannya kepada Abdullah bin Ubay bin Salul karena dia yaitu pemimpin
mereka. Di sisi lain, Ubadah bin As-Shamit menemui Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam -Ubadah
bin As-Shamit yaitu warga Bani Auf dan ia memiliki hubungan dekat dengan orang-orang Yahudi Bani
Qainuqa' sebagaimana mereka mempunyai hubungan dekat dengan Abdullah bin Ubay bin Salul.
Ubadah bin As-Shamit memutuskan hubungan dengan mereka dan ia berlepas diri dari mereka.
lalu dia berkata: "Wahai Rasulullah, aku memihak kepada Allah, Rasul-Nya dan kaum mukmi-
nin. Dan aku berlepas diri dari persekutuan dengan mereka, tidak loyal kepada mereka." ' Tentang
Ubadah bin As-Shamit dan Abdullah bin Ubay bin Salul turunlah ayat berikut:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi
pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka yaitu pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang
siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sebenarnya orang itu termasuk
golongan mereka. sebenarnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. Maka
kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) yakni
Abdullah bin Ubay. Dan perkataannya sebenarnya aku orang yang paling tahu tertimpa bencana,
sebenarnya mereka bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami
takut akan mendapat bencana." Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada
Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal
terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka. Dan orang-orang yang beriman akan
mengatakan: "Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah,
bahwasanya binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orangyang merugi. Hai
orang- orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak
Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya,
yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang
kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah
karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-
Nya) lagi Maha Mengetahui.
lalu kisahnya berlanjut hingga firman-Nya:
sebenarnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang
mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). "Allah menyebutkan
tentang keberpihakan Ubadah bin Shamit kepada Allah, Rasululullah dan orang-orang mukmin dan
berlepas dirinya dari Bani Qaynuqa' dalam firman-Nya:
Dan barang siapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya,
maka sebenarnya pengikut (agama) Allah itulah yangpasti menang. (QS. al-Ma'idah: 51-56).
Ekspedisi Zaid bin Haritsah ke Al-Qaradah
Ibnu Ishaq berkata: Ekspedisi Zaid bin Haritsah yang ditugaskan Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam
telah berhasil menaklukkan kafilah dagang Quraisy, termasuk di dalamnya Abu Sufyan bin Harb di Al-
Qaradah, salah satu mata air di Najed. Saat itu, orang-orang Quraisy mengkhawatirkan jalur yang biasa
mereka tempuh ke Syam, sesudah kekalahan mereka yang getir di perang Badar. Oleh karena itu,
mereka melewati jalur Irak. Lalu berangkatlah kafilah dagang mereka, termasuk di dalamnya Abu
Sufyan bin Harb yang membawa perak dalam jumlah besar dan merupakan harta terbesar kafilah
dagang tadi. Kafilah dagang Quraisy ini menyewa seseorang dari Bani Bakr bin Wail yang bernama
Furat bin Hayyan yang menunjukkan jalan bagi mereka.
Ibnu Hisyam berkata: Furat bin Hayyan bin Ijl yaitu sekutu Bani Sham.
Ibnu Ishaq berkata: Karena itulah, Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam mengirim Zaid bin Haritsah
untuk menyongsong mereka. Ekspedisi Zaid bin Haritsah bertemu dengan mereka di mata air Al-
Qaradah dan berhasil mengalahkan dan menguasai barang dagangan mereka namun para
saudagarnya dibiarkan perang. Zaid bin Haritsah lalu membawa barang dagangan kafilah
Quraisy ke hadapan Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam.
Pasca perang Uhud, yakni pada perang Badar Terakhir, Hassan bin Tsabit menyindir orang-orang
Quraisy yang menempuh jalur Irak
Mereka tinggalkan oase Syam yang dijaga oleh
Urang kuat laksana mulut unta betina hamil yang makan di bawah pohon arak
Di tangan orang-orang yang hijrah kepada Tuhan mereka
Dengan dukungan para penolong-Nya yang setia dan para malaikat-Nya
Tatkala mereka berjalan untuk menyerang melalui lembah Alij
Katakan kepada mereka, 'Tak ada jalan di tempat i






