reinkarnasi 4


 tanpa dosa. Hanya jiwa yang sudah tanpa dosa saja yang 

layak menembus Dinding Berapi untuk memasuki alam-alam Sorgawi. Yang belum layak, 

sudah pasti akan kembali ke Alam Bumi untuk menempuh perjalanan kehidupan baru, menebus 

semua kesalahannya.  

 

Baik, jadi? Apakah jiwa si penjahat itu harus kembali ke Alam Bumi untuk reinkarnasi? Tidak 

ada yang mengetahui. Namun yang kami ketahui yaitu  dia belum menerima Tubuh dan Darah 

Yeshua untuk menghapus tuntutan semua dosanya. Dia harus membayar semua dosanya, jadi 

yang kami yakini yaitu  dia kembali lagi ke Bumi. Sampai semua dosanya berhasil dia bayar, 

sampai semua Karma Buruknya ada yang membayar dengan lunas, maka dia berhak masuk 

Sorga.  

 

Setelah mengantarkan dan berdiam beberapa waktu di Firdaus, lalu kemana Roh Yeshua? 

Sekarang mari perhatikan apa yang ditulis Mar Petrus, Uskup Antiokia I: 

1 Petrus 3:18-20 Sebab juga Mshikha telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang 

benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Alaha; Ia, 

yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah 

dibangkitkan menurut Roh, dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil 

kepada roh-roh yang di dalam penjara, yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu 

pada waktu Nuh tidak taat kepada Alaha, ketika Alaha tetap menanti dengan sabar 

waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan 

orang, yang diselamatkan oleh air bah itu. 

 


 

  74 

Firdaus

3 Alam Kadosa

Neraka

Alam Astral

Alam Fisik Bumi

Dinding Berapi 

Alam Roh (Spiritual Plane)

9 Alam Malaikat

Alam-alam Sorgawi

 

Gb.4.8 Posisi Alam-alam dari kacamata Mistikus 

 

Perhatikan Tabel 4.2 di bawah. Penggalan kalimat “di dalam Roh” itu artinya yaitu  Yeshua 

dalam keadaan Roh yang telanjang, tidak memakai raga Astral dan raga jasmaniah bumi saat 

ada di sana. Ini menepis ajaran yang menganggap daging bisa masuk ke dalam Sorga, itu tidak 

benar. Jangankan masuk ke alam Sorgawi, ke Alam Roh saja tidak bisa.  

 

Sementara penggalan kalimat “Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam 

penjara,” artinya yaitu : Dia memberitakan kabar baik, kabar keselamatan bagi jiwa-jiwa 

yang ada di neraka sana. Mereka kedatangan suatu Roh yang penuh kemuliaan dan membuat 

mereka heran dan takjub. Banyak jiwa jahat yang menantikan kabar ini. Kabar bahwa setiap 

jiwa bisa menghapus segala dosanya dengan langkah yang mudah, yaitu dengan menerima 

Tubuh dan Darah-Nya. Ini yaitu  pesan yang melegakan bukan hanya bagi mereka yang 

dipenjara di alam-alam Neraka, namun bagi kita yang masih tertinggal di alam Bumi ini. Di 

dalam alam kegelapan itu, Yeshua berkarya. Ini sudah dinubuatkan di dalam kitab Yeshayahu. 

Yes 9:2 Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat Terang yang besar, 

mereka yang diam di dalam Alam Kekelaman. 

Kemudian kita bisa membaca tambahan penjelasan dari Mar Paulus untuk mempertegas 

kebenaran di atas: 

Efesus 4:8-10 Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa 

tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."  Bukankah 

"Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? 

Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, 

untuk memenuhkan segala sesuatu. 

Penggalan kalimat “turun ke bagian bumi yang paling bawah” artinya menegaskan bahwa 

Roh Yeshua yang penuh kemuliaan masuk ke alam Neraka yang paling dasar. Ini yaitu  bagian 

Neraka yang disesaki oleh jiwa-jiwa yang sangat jahat yang menolak untuk bertobat. Mereka 


 

  75 

merasa diri paling benar dan dikuasai oleh pikiran mereka sendiri, menolak semua nasihat dari 

luar. Ini yaitu  gambaran lapisan-lapisan dari Neraka jika kita rinci, semua ada 7 lapisan Alam. 

 

ALAM-

ALAM 

KEGELAPAN 

LIMBO 

ALAM KE-7 (Alam 

pembelajaran) 

Ini yaitu  lokasi jiwa-jiwa yang ingin 

dipulihkan yang berasal dari Neraka. 

NERAKA 

TEMPAT 

JIWA-JIWA 

BERDOSA 

ALAM KE-6 (Alam 

para munafik) 

Ini yaitu  alam bagi mereka yang pura-

pura percaya dan yang membuat orang 

percaya bahwa mereka itu hebat dari 

sebenarnya. 

ALAM KE-5 (Alam 

para materialistis) 

Ini alam bagi mereka yang dipenuhi 

keinginan duniawi, keuangan, tahta, dan 

jabatan. Mereka tidak memikirkan 

kebahagiaan orang lain saat ada di dunia. 

ALAM Ke-4 (Alam 

para pendosa) 

Ini yaitu  posisi bagi mereka para pencuri, 

dipenuhi hawa nafsu seksual, 

keserakahan, egois yang tinggi.  

NERAKA 

TEMPAT 

ROH-ROH 

JAHAT 

ALAM KE-3 (Alam 

para pendosa 

berat) 

Ini yaitu  alam untuk mereka yang 

dikuasai dosa berat seperti kemarahan, 

kecemburuan, kesombongan, kejahatan 

besar.  

ALAM KE-2 (Alam 

Devils) 

Di sini yaitu  posisi para dukun, peramal, 

pemuja Satanis, dan lain-lain.  

ALAM KE-1 

(Jurang Maut) 

Ini yaitu  posisi yang paling bawah dari 

Neraka yang dipenuhi jiwa-jiwa yang 

menolak untuk bertobat dan terikat oleh 

pikiran mereka sendiri. 

Tabel 4.2 Pembagian Alam-alam Neraka 

 

Dalam pengajaran yang ditulis oleh para Mistika kami, kami bisa mengetahui juga bahwa Para 

Kadosa (Inggris: The Saints) yang sudah layak masuk Sorga dan diutus kembali untuk 

memberitakan kabar baik, biasanya mereka hanya bisa masuk ke Neraka ALAM ke-3 saja, 

mereka tidak bisa menjangkau jiwa-jiwa di alam bawahnya lagi. Jadi, apa yang dilakukan oleh 

Yeshua itu luar biasa. Mengapa? sebab  Dia yaitu  Sang Putra, dan sebab  Dia mengasihi 

semua jiwa yang terhilang. 

Kebangkitan Orang Mati 

Kebangkitan Maran Yeshua memiliki arti penting seperti yang dicatat oleh Mar Paulus di sini: 

1 Kor 15:20-23:“Tetapi yang benar ialah, bahwa Mshikha telah dibangkitkan dari antara 

orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama 

seperti maut datang sebab  satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati 

datang sebab  satu orang manusia. sebab  sama seperti semua orang mati dalam 

persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali 


 

  76 

dalam persekutuan dengan Mshikha. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: 

Mshikha sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu 

kedatangan-Nya” 

Penggalan kalimat yang menyatakan “semua orang” artinya yaitu  bukan semua manusia, 

namun terbatas pada semua orang yang mau dengen Free will-nya masing-masing menerima 

Yeshua sebagai Mshikha dan Juruselamat. Apa yang harus dilakukan oleh orang yang 

menerima-Nya tersebut? Mereka akan menyerahkan diri untuk dibaptis oleh para Imam 

Tertahbis. Jemaat selalu dipimpin oleh Imam Tertahbis. Mar Paulus yaitu  Uskup, yang 

ditahbiskan (Kis 13:1-3) untuk jemaat Korintus, makanya dia menggembalakan jemaat di kota 

ini. 

 

Makna dari “AKAN DIHIDUPKAN KEMBALI” itu artinya yaitu  Ini bukan kebangkitan 

daging, daging kita kalau mati ya mati, akan kembali kepada Bumi (Kej 3:19). Akan Hidup 

Kembali yaitu  lawan dari Mati oleh Dosa, upah dosa yaitu  maut sehingga manusia yang 

dibelenggu oleh dosa akan mengalami kematian daging yang berulang-ulang. Jadi yang 

dimaksudkan dengan AKAN DIHIDUPKAN KEMBALI di sini yaitu  setelah kematian, roh 

manusia akan masuk ke dalam Alam Astral, lalu ke Firdaus, kemudian menembus Dinding 

Berapi untuk masuk ke dalam Alam Sorgawi. Kita tidak perlu mengalami reinkarnasi dan 

kematian daging oleh sebab  dosa lagi.  

 

Sementara arti dari “dalam persekutuan dengan Mshikha” tentu saja artinya yaitu  masuk 

ke Alam-alam Sorgawi. Perlu dipahami juga bahwa persekutuan dengan Mshikha juga dialami 

oleh jemaat Yeshua saat masih hidup di Bumi. Persekutuan dengan Mshikha berarti yaitu  

Qadishot Perjamuan Suci. Saat jemaat memakan Tubuh dan Darah-Nya, itu artinya yaitu  

mereka menyatu atau bersekutu dengan Sang Mesias. Dengan kata lain, persekutan saat 

melakukan Perjamuan Suci yaitu  persiapan kita untuk bersekutu dengan Mshikha Yeshua saat 

masuk ke Alam-alam Sorgawi. Namun demikian, jemaat yang sudah ada dalam persekutan 

dengan Mshikha di Bumi, bukan berarti hidupnya selalu suci, bisa juga dia jatuh ke dalam dosa. 

Oleh sebab  itu, dengan adanya Qadishot Pengakuan Dosa dan Perjamuan Suci ini, dosa selalu 

bisa dibersihkan. Jemaat selalu bisa belajar dari kesalahan yang dibuatnya lalu kembali tidak 

bernoda.  

 

Saat Yeshua bangkit, itu artinya BUAH SULUNG dipersembahkan kepada Alaha. Yang mati 

telah bangkit. Yeshua kembali lagi kepada Sang Bapa. Yeshua yaitu  YG SULUNG di antara 

semua yang beraasal dari Alaha (Yak 1:18). Hal ini menyebabkan kita semua yang yaitu  

saudara-saudara-Nya, bisa mengikuti jejaknya untuk naik dan bertemu dengan Alaha. Tentu 

saja kita harus ‘mati’ dahulu, meninggalkan manusia lama kita, meninggalkan dosa-dosa kita 

dan tinggal dalam kehidupan yang baru. Di dalam kehidupan yang baru ini kita berbuah-buah. 

Apa artinya berbuah? Berbuat kebaikan tentunya. Dengan demikian kita akan banyak 

menimbun Karma Baik (pahala/upah).  

Tidak ada dosa asal-mengupas cerita Adam 

Judaism dan Nasrani tidak mengajarkan dosa asal.  


 

  77 

Ulangan 24:16 Janganlah ayah dihukum mati sebab  anaknya, janganlah juga anak 

dihukum mati sebab  ayahnya; setiap orang harus dihukum mati sebab  dosanya 

sendiri. 

Yehezkiel 18:18-20 Ayahnya, yang melakukan pemerasan, yang merampas sesuatu, 

dan yang melakukan hal-hal yang tidak baik di tengah-tengah bangsanya, sungguh, ia 

akan mati sebab  kesalahannya. Tetapi kamu berkata: Mengapa anak tidak turut 

menanggung kesalahan ayahnya? — sebab  anak itu melakukan keadilan dan 

kebenaran, melakukan semua ketetapan-Ku dengan setia, maka ia pasti hidup. Orang 

yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung 

kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. 

Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan 

tertanggung atasnya.   

Kekristenan awal, sekali lagi yaitu  salah satu sekte dari Judaism. Hukum Karma (tabur dan 

tuai) yaitu  bagian dari ajaran keselamatan. Cerita Adam-Hawa dalam Judaism juga kita yakini 

sebagai ajaran kita harus bertanggung jawab terhadap apa yang kita lakukan setiap saat. 

Apapun yang kita lakukan pasti akan berdampak pada diri kita. Ada tabur-tuai, ada karma yang 

harus dibayar di kemudian hari. Kita tidak bisa lari dari karma yang kita hasilkan pada 

kehidupan lalu kita. Naiknya Yeshua ke atas salib sebagai Korban Paskah, bukan akibat 

kesalahan Adam-Hawa yang diturunkan. Yeshua yaitu  Anak Domba Paskah. Di dalam 

Perjanjian Sinai, semua Jemaah Israel yang berdosa harus menyelesaikan dosa-dosanya sendiri 

dengan membawa hewan yang sempurna tanpa cacat cela ke hadapan Imam untuk disembelih. 

Dengan penyembelihan tersebut maka dosa-dosanya akan terhapuskan. Ini yaitu  ritual yang 

harus dilakukan setiap Jemaah Israel untuk pemurnian jiwa mereka. Ritual di dalam Perjanjian 

Sinai inilah yang digenapi oleh Maran Yeshua di Perjanjian Baru.  

 

Dia datang bukan untuk melakukan Hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya (Mat 

5:17). Hukum Taurat di dalam Perjanjian Sinai tersebut hanyalah bayangan saja (Ibrani 10:1) 

bukan aslinya. Jadi peran kurban Yeshua yaitu  untuk menggantikan Anak Domba Paskah 

yang harus dibawa ke Imamat untuk disembelih demi dosa-dosa pribadi. Pengorbanan Yeshua 

yaitu  demi dosa si jemaat sendiri, bukan dosanya Adam-Hawa. Misalnya, di dalam kehidupan 

kita yang berulang-ulang dosa kita seberat 2 ton, ditambah dosa di kehidupan sekarang seberat 

5 kg, maka totalnya 2 ton 5 kg, sederhananya itulah yang dihapus saat kita masuk ke dalam 

ritual pengakuan dan pengampunan dosa serta Perjamuan Suci. Ini sejalan dengan ajaran 

Judaism itu sendiri, semua dosa harus dibayar, harus! Rabbi dan Uskup Mar Paulus 

menegaskannya di dalam surat pengembalaannya berikut ini: 

2Kor 9:6 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan 

orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. 

Gal 6:8-9 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan 

dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang 

kekal dari Roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, sebab  apabila sudah datang 

waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah 

Secara tidak kita sadari, ajaran Alaha dalam Judaism dan kekristenan ini sejalan dengan 

perundang-undangan yang ada di Negara kita dan dunia ini pada umumnya. Jika seseorang 

bersalah, maka anak dan istrinya tidak akan ikut dihukum juga, kecuali kalau mereka 

melakukan tindakan kejahatan itu bersama-sama. Seorang ayah yang korupsi, akan dihukum 


 

  78 

sesuai UU. Dia tidak bisa diwakili oleh anak atau istrinya. Yang bersalahlah yang harus 

dihukum, bukan orang lain.  

 

Apakah Maran Yeshua sebagai manusia juga membawa dosa? Jawabnya tentu tidak. Dia hanya 

sekali menjadi manusia yang berasal dari rahim wanita. Dia tidak membawa dosa masa lalu. 

Berbeda dengan manusia lainnya, seperti Yohanes pembaptis dan Miriam sekalipun, mereka 

dulunya yaitu  manusia juga. Yohanes pembaptis dulunya yaitu  Elia (Mat 11:14) dan Miriam 

sebelumnya juga manusia dengan nama yang berbeda. Saat mereka masuk kembali ke dalam 

dunia fisik ini, mereka memasuki kehidupan terakhir dan saat dengan sempurna menjalani 

tugasnya, maka mereka tidak lagi kembali ke Bumi. Jadi, siapapun akan kembali ke Bumi jika 

masih ada hutang dosa yang harus dibayarnya. Itulah hukum Karma atau tabur-tuai. 

 

sebab  ajaran Dosa Warisan ini banyak menyinggung tentang Adam dan Hawa, maka izinkan 

saya menjelaskan siapa sosok Adam dan Hawa dalam pandangan Kitab Suci, Tradisi, dan 

terutama dari Pewahyuan Suci. Mengapa saya tulis ‘terutama dari Pewahyuan Suci’? Ini sebab  

tanpa pewahyuan ilahi yang baru yang diterima oleh Nabi kami, Alm Uskup John Ward. Setiap 

ayat Kitab Suci bisa ditafsirkan oleh banyak orang, baik itu tertahbis dan tidak. Bahkan Uskup 

juga bisa salah dalam menafsirkan ayat-ayat yang penuh misteri. Tradisi-tradisi yang berupa 

tulisan Bapa Gereja juga tidak banyak mengupas hal-hal misteri. Jadi mau tidak mau kita 

memerlukan seorang pelihat dan pendengar suara Alaha yang menjelaskan hal ini.  

 

Dari apa yang dilihat dan didengar oleh Uskup John Ward, reinkarnasi itu yaitu  bagian 

penting dalam ajaran Yeshua. Dia melihat apa yang terjadi pada jiwa-jiwa yang wafat, dia 

melihat alam-alam selain alam Bumiah ini, lalu bagaimana proses seuatu jiwa itu kembali ke 

Alam Bumi demi penyempurnaan jiwanya. Reinkarnasi bertentangan dengan ajaran Dosa 

Waris ini. Oleh sebab  itu, pemaparan tentang kehidupan Adam-Hawa di Kitab Kejadian akan 

mengupas ajaran Reinkarnasi ini. Jadi mari kita selidiki 1 per 1 mulai dari Adam.  

 

Adam dan Hawa di Taman Eden 

Siapakah sosok Adam ini? Adam bukanlah seorang manusia pria sejarah, dia bukanlah pria 

ciptaan pertama. Kami tidak meyakini bahwa Alaha menciptakan manusia pertama bernama 

Adam. Adam itu yaitu  sosok pria dan wanita atau manusia dalam arti yang banyak atau 

umum. Terjemahan yang paling mendekati di dalam bahasa Inggris terdapat pada terjemahan 

Jerusalem Bible yang menyalinnya dengan frasa ‘Generic Man’ (negara kita : Manusia biasa). 

Coba perhatikan ayat Kejadian 5 berikut ini. 

Kejadian 5:1-2 Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh 

Alaha, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Alaha; laki-laki dan perempuan diciptakan-

Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama Adam kepada mereka, pada 

waktu mereka diciptakan. 

Sosok Adam ini disebut juga sebagai ‘Anak Alaha’ seperti Yeshua dan Melkisedek.  

Luk 3:38 “anak Enos, anak Set, Anak Adam, Anak Alaha”. 

Kitab Kejadian berisi banyak cerita yang mengandung pesan rahasia yang mendalam. Seperti 

cerita Adam ini, Adam bukan hanya menceritakan tentang Anak-anak Alaha pria dan wanita, 

namun lebih dalam dari itu Adam menggambarkan keadaan spiritual seseorang. Dalam 

kacamata Mistika, sosok Adam ini bukan hanya sosok pria dan wanita nyata saja. Lalu apa? 

Adam yaitu  gambaran ‘roh’ (Spirit) manusia. Jika sosok Adam yaitu  gambaran roh dari 


 

  79 

pria dan wanita, anak-anak Alaha, lalu bagaimana dengan sosok Hawa? Hawa yaitu  

gambaran dari ‘Jiwa’ (Soul). Hawa diceritakan dibuat dari tulang rusuk dari Adam, ini 

artinya Adam dan Hawa yaitu  gambaran manusia rohaniah, Roh dan Jiwa yang berpasangan-

menyatu.  

 

Tempat Taman Eden sendiri yaitu  gambaran dari Firdaus (Inggris: Paradise) yang berada di 

dalam Alam Roh seperti yang tercatat juga di dalam 2 Kor 12:2-4.  

2 Korintus 12:3-4 Aku juga tahu tentang orang itu, — entah di dalam tubuh entah di 

luar tubuh, aku tidak tahu, Alaha yang mengetahuinya --ia tiba-tiba diangkat ke 

Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan 

manusia.  

Cerita pada Kejadian 2 dan 3 yaitu  jelas menggambarkan Adam dalam keadaan Spiritual, 

sebelum pada akhirnya memasuki kehidupan Alam Bumiah. Konsep Adam dan Hawa sebagai 

pria dan wanita pertama yang berada di dalam Alam Bumi sebenarnya yaitu  ajaran yang baru 

dan kemungkikan bermula dari pemikiran Yahudi di masa Alexander The Great, bersamaan 

dengan pengaruh ajaran Helenis lainnya. Ada banyak orang Yunani yang masuk Kristen 

memeluk keyakinan ini dan ada referensi perihal ini dari tulisan-tulisan kaum Pagan.  

Di dalam tradisi yang kita dapatkan dalam tulisan Imam Origen, Mistika yang hidup di abad 3 

Masehi, dia menuliskan dalam I Principles 4: 16 berikut. 

"Who would be so childish as to think that God was like a human gardener and planted 

a paradise in Eden facing the east, and in it made a real visible tree, so that one could 

acquire life by eating its fruit with real teeth or, again, could participate in good and 

evil by eating what he took from the other tree? And if the text says that God walked in 

the garden in the evening, or Adam hid himself under the tree, I cannot think that 

anyone would dispute that these things are said in the figurative sense, in an effort to 

reveal certain mysteries by means of an apparent historical tale and not by something 

that actually took place.” 

Terjemahan: “Seperti pemikiran anak-anak jika kita berpikir bahwa Alaha itu seperti 

manusia yang berkebun dan menanam di sebuah kebun Eden yang menghadap timur, 

dan di dalamnya ada pohon yang terlihat dan barangsiapa yang memakan buahnya 

dengan giginya akan tetap hidup atau, lagi, dapat membedakan mana baik dan buruk 

dengan memakan buah dari pohon yang lain bukan? Kemudian jika naskah itu menulis 

bahwa Alaha berjalan di tengah taman saat sore hari, atau Adam bersembunyi di bawah 

pohon. Saya tidak berpikir bahwa ada orang yang bingung dengan kisah alagori ini 

untuk mengungkapkan misteri di balik cerita. Ini bukanlah kejadian sejarah yang 

benar-benar terjadi. 

Father Origen tepat, itu bukanlah cerita sejarah, itu tidak terjadi. Cerita Adam dan Hawa di 

Taman Eden sampai dikeluarkannya mereka dari sana hanyalah sebuah Alegori atau 

perumpamaan. Alaha tidak berjalan-jalan dan mencari, sebab Dia yaitu  sosok yang Maha 

Tahu. Manusia tidak bisa bersembunyi dari Alaha. Ular tidak bisa berbicara dan menggoda. 

Lalu tidak ada Kerubim yang bertugas seperti satpam untuk menjaga tidak ada manusia yang 

memakan buah dari pohon yang mareka jaga. Itu semua yaitu  cerita yang dibuat untuk 

menyembunyikan suatu rahasia. Sayangnya banyak umat Kristen yang tidak menyadari hal ini. 

 

Hawa yang berasal dari Adam 

Melompat ke cerita Hawa. Hawa artinya yaitu  ‘pembawa hidup’ atau ‘pembawa kehidupan’.  


 

  80 

Kej 2: 21 “kemudian Marya Alaha membuat manusia itu tertidur nyenyak…” 

Perhatikan bahwa tidak dicatat kapan si manusia itu bangun dari tidurnya, hanya tercatat dia 

tidur. Secara mistik sebenarya ini berarti bahwa Alam nyata itu yaitu  saat manusia berada di 

dalam Firdaus atau Alam Roh, saat keluar dari sana, manusia ada di alam mimpi. Kita semua 

yang ada di dalam alam fisik Bumiah ini hanya bagian dari mimpi. Yang nyata yaitu  saat kita 

ada di dalam Alam Roh nantinya. Ini agak membingungkan memang, secara sederhana, ini 

menjelaskan bahwa kehidupan yg penting dan harus dituju yaitu  kehidupan yang non fisik. 

Kehidupan di dunia fisik ini hanyalah sementara.  

Kej 2:22 “Dan dari rusuk yang diambil Marya Alaha dari manusia itu, dibangun-

Nyalah seorang perempuan…” 

Kata ‘rusuk’ ini punya makna yang dalam. Dahulu seseorang bisa membuat perahu, kalau 

mereka bisa membengkokkan kayu keras. Kayu yang melengkung itu berbentuk seperti rusuk. 

Kayu-kayu itu melindungi isi perahu. Jadi yang ada di bagian depan atau luar itu yaitu  rusuk 

ini (Jiwa), di dalamnya yaitu  ‘roh’. Dengan adanya Jiwa ini maka Roh itu bisa memasuki 

alam-alam lain dan berfungsi dengan baik secara utuh. Mereka tidak terpisahkan. Makanya di 

dalam banyak pengajaran kita roh-jiwa ini sering disingkat menjadi ‘jiwa’ saja. Itulah mengapa 

Maran Yeshua memakai ayat Kej 2:24 saat mengutuk perpisahan/perceraian pernikahan.  

Kej 2:25 “Mereka keduanya telanjang, manusia itu dan isterinya, namun mereka tidak 

merasa malu” 

Kata ‘telanjang’ ini mengartikan bahwa di Alam Roh atau di Firdaus, manusia itu belum 

memiliki raga Astral apalagi raga bumi. Semua masih apa adanya roh-jiwa (suatu sukma).  

 

Cerita si Ular 

Siapakah si Ular ini sebenarnya? Ini misteri menarik yang perlu disingkapkan juga.  

Kej 3:1 “Adapun Ular yaitu  yang paling cerdik dari segala binatang di darrat yang 

dijadikan Marya Alaha. Ular itu berkata kepada perempuan itu….” 

Kata ‘Ular’ dalam bahasa Ibrani yaitu  ‘nawkhash’ yang berarti mendesis atau membisikan 

sesuatu yang mempesona. Itu artinya si Ular yaitu  sosok penggoda. Akar kata Ibrani untuk 

Ular ini bisa berarti ‘Satan’ (Iblis) atau ‘Seraph’. 

 

Potongan kalimat ‘yang paling cerdik dari segala binatang’ itu artinya dia menonjol dari 

‘binatang’ atau manusia. Kata ‘binatang’ di sini bisa diartikan sebagai Manusia sebab Manusia 

secara biologis itu bisa disebut binatang. Dengan demikian, sosok Ular ini ada di atas Manusia, 

atau dia sebenarnya yaitu  sosok Malaikat Seraph. 

 

Dalam kitab Ayub dijelaskan sosok Satan ini yaitu  sosok yang ada di hadapan Alaha. Dia 

disebut ke dalam ‘Anak-anak Alaha’ (Ayub 1:6). Dalam hal ini dia dipanggil menghadap-Nya. 

Kemudian terjadi diskusi di antara dia dan Alaha untuk menguji Ayub. Kitab Ayub lebih tua 

dari kitab Kejadian, jadi kitab Ayub ini merupakan kitab misteri juga yang sejalan dengan ayat-

ayat dalam kitab Kejadian. Sosok Ular atau Satan yang menguji Ayub, dia juga yang menguji 

Hawa. Sosok Satan ini bukanlah Malaikat jatuh atau pemberontak seperti yang diyakini banyak 

gereja. Ajaran Judaism dan mistik kita tidak pernah mengenal istilah ‘Malaikat jatuh’. Satan 

yaitu  pelayan Alaha seperti para Malaikat lainnya, namun sebab  tugas uniknya ini, dia juga 

bisa disebut sebagai ‘musuh manusia’ (Mat 13:39; Kis 13:10).  


 

  81 

 

Perhatikan petikan kalimat “Ular itu berkata kepada perempuan itu….” Satan tidak langsung 

menghadapi Adam (roh), namun dia berkontak dengan si rusuk atau bagian luar, yaitu sang 

jiwa. Jiwa yang dipenuhi dengan keinginan mengetahui banyak hal, inilah yang diuji. Fungsi 

jiwa yaitu  untuk mencicipi pengalaman. Seperti Alaha mengijinkan Satan menguji Ayub, Dia 

juga yang menginjinkannya menguji Hawa.  

Kej 3:4 Namun Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan 

mati, namun Alaha mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan 

terbuka dan kamu akan menjadi Alaha-Alaha [Gods], tahu yang benar dan yang 

salah…” 

Potongan kalimat “sekali kali tidak akan mati” menurut Uskup kita lebih baik diterjemahkan 

menjadi “tidak akan mati selamanya”. Mengapa demikian? Sebab sejak dahulu kala, manusia 

mengetahui bahwa kematian itu tidak berlangsung selamanya. Kematian bersifat seketika, 

hanya sebagai jembatan menuju pada kehidupan lainnya. Jadi Satan menguji jiwa untuk 

mencari pengetahuan benar atau salah bagi roh. Kemampuan untuk membedakan benar atau 

salah yaitu  kemampuan mendasar manusia.  

 

Satan berkata juga bahwa saat memakan buah pohon tersebut maka jiwa akan bisa 

membedakan mana benar dan Adam-Hawa akan menjadi Alaha-Alaha, 2 sosok Ilahi. Di dalam 

ayat Maz 82: 6 dinyatakan jelas bahwa kita sosok Ilahi, kita yaitu  Alaha-Alaha, anak-anak 

Alaha yang Maha Tinggi. Maran Yeshua sendiri menyatakan hal yang sama di Yoh 10: 34 

“kamu yaitu  Alaha-Alaha…” Dengan kata lain, dengan mengetahui mana benar dan salah, 

maka Manusia yaitu  Alaha-Alaha kecil. Ini berpulang lagi pada asal-muasal roh, kita semua 

yaitu  roh yang berasal dari Alaha, kita yaitu  percikan Api Ilahi.  

 

Nah, saat Satan mengetakan kepada Hawa bahwa saat mereka memakan buah itu akan menjadi 

Alaha-Alaha, Satan tidak menjelaskan bahwa itu bermaksud sebagai anak-anak Alaha. Satan 

sengaja menyembunyikan pemahaman yang utuh. Pemahaman yang benar yaitu  kendati 

Adam-Hawa yaitu  Alaha-Alaha, mereka bukanlah Sang Alaha, melainkan anak-anak-Nya 

saja. Pemahaman ini, tidak penuh diketahui oleh Hawa, jadi saat Hawa menerima pemahaman 

ini, maka Adam menerimanya juga seperti yang diinginkan oleh Satan. Mereka terjebak pada 

kesalahan mendasar, Manusia tidak akan menjadi Sang Sumber. Akibat kesalahan ini, Adam-

Hawa harus menerima akibat. Apa akibatnya? Mereka harus mengetahui benar dan salah itu 

dengan baik dan itu bukan masalah yang sederhanaserta cepat. Untuk mengetahui benar dan 

salah, pasangan Roh-jiwa harus mengalami banyak pengalaman. Dari banyak pengalaman 

itulah mereka akan menerima banyak pengetahuan dan terlatih untuk mengetahui benar dan 

salah.  

 

Mungkin pembaca merasa ooooo itu perkara mudah membedakan mana benar dan salah. Oh 

ya? Yeshua sudah mengajarkan jangan membunuh, lalu mengapa sejarah gereja berlumuran 

darah? Mengapa ada banyak peperangan kalau dalam sanubari manusia ada bisikan untuk tidak 

membunuh dan mengampuni? Ini bukan masalah sederhana. Untuk mengetahui mana benar 

dan salah itu perlu banyak pengalaman dan tidak hanya 1 kali kehidupan. Ini perlu pengalaman 

berkali-kali, belasan, puluhan, bahkan ratusan kali. Seluruh kehidupan manusia, digunakan 

untuk memahami mana yg benar dan salah, lalu memutuskan untuk memilih yg benar kendati 

semua orang di sekelilingnya memaksa sebaliknya. Kesalahan memilih akan diulang di 

kehidupan yang akan datang, sampai benar-benar bisa membedakan dan melakukan yang 


 

  82 

benar. Untuk menempuh kehidupan yang penuh dengan pengalaman ini, roh-jiwa 

membutuhkan cangkang atau kemah. Mari kita selidiki ini lebih jauh. 

 

Raga Astral 

Ada 2 ‘pakaian’ suatu sukma, raga bumi dan yang tersirat di ayat Kej 3 ini: 

Kej 3:7 “Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka 

telanjang; lalu mereka menyematkan daun pohon ara dan membuat cawat.” 

Perhatikan ayat di atas, yang dimaksudkan pakaian pertama yg dipakai roh-jiwa itu ‘daun 

pohon ara’, ini berbicara tentang Tubuh Astral. Dalam beberapa materi pengajaran terdahulu, 

kita sudah menyinggung bahwa tubuh astral (tubuh emosional) ini yaitu  selimut yang 

menyelimuti roh-jiwa. Jenis ‘pakaian’ ini begitu rapuh dan fana sehingga dilambangkan 

dengan kata ‘Dedaunan’. Tubuh Astral dipakai saat manusia bermimpi dan memasuki Alam 

Astral. Atau saat Manusia itu wafat, maka roh-jiwanya masuk ke Alam Astral dengan berbalut 

Tubuh Astral ini. Cerita tentang pakaian dari dedaunan ini bukan berarti Adam-Hawa dari 

Alam Roh Firdaus turun ke Alam Astral, mereka masih ada di Firdaus saat mengenakan 

pakaian baru ini. Memakai pakaian ini artinya mereka ada di saat ingin memulai kehidupan yg 

baru di Bumi. Kata Dedaunan dalam bahasa Ibrani yaitu  ‘Aleh’ atau kata ‘Alah’ yang 

mengandung arti ‘naik’, ‘meninggalkan’, ‘fajar’, ‘bersinar’, dan ‘bertambah’. Frasa ‘Pohon 

ara’ bisa diartikan penderitaan. Jadi ayat di atas menjelaskan keterangan bahwa Adam-Hawa 

siap untuk pergi ke Alam lain dalam penderitaan. 

 

Kita lompat saat Alaha berdialog dengan Adam-Hawa. 

Kej 3: 11-13 Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahumu bahwa engkau telanjang? 

Apakah engkau makan dari buah pohon yang Kularang itu? Manusia itu menjawab: 

“Perempuan yang Kau tempatkan di sisiku, dialah yang memberi buah pohon tersebut 

untuk kumakan. Kemudian berkatalah Marya Alaha kepada si perempuan: “Apa yang 

sudah kau perbuat ini?” Jawab si perempuan: “Ular itu yang memperdayaku, maka 

kumakan.” 

Di 3 ayat atas dijelaskan urut-urutan informasi, semua berasal dari Satan, lalu diterima ke jiwa, 

kemudian diterima oleh roh. Ini yaitu  tentang pengujian. Roh tidak berdusta, dia hanya 

menerimanya dari jiwa, dan jiwa juga tidak berdusta, dia menerima dari Satan. Dari luar ke 

bagian paling dalam. Dalam pengalaman hidup pertama-tama, kita tidak akan menyadari hal 

ini, sampai masa-masa akhir kehidupan di alam bumi, manusia baru bisa menyadari bahwa ini 

semua yaitu  ujian dan Satan tidakah bersalah sebab dia hanya menjalankan tugasnya. Hasil 

dari tugas itu yaitu  Manusia bisa mendapatkan banyak hal yang tidak pernah didapatkan saat 

berada di Alam Roh.  

 

Kisah perseteruan Hawa dan Iblis 

Mari kita perhatikan ayat selanjutnya yang banyak disAlahartikan sehingga muncul ajaran 

Original Sin. 

Kej 3:15 “Aku akan mengadakan antara engkau dan perempuan ini, antara 

keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan 

engkau akan meremukkan tumitnya.”  

Banyak gereja mengartikan bahwa Yeshua yaitu  keturunan dari Hawa, namun di sini menjadi 

janggal sebab yang berseteru yaitu  masing-masing keturunan. Apakah Ular itu juga punya 


 

  83 

keturunan seperti Hawa? Lalu keturunan Ular itu yang melawan Yeshua yg yaitu  keturunan 

Hawa? Tentu bukan seperti itu artinya. Perhatikan penjelasan mistika selanjutnya ini.  

 

Kata ‘meremukkan’ mengandung nilai kebijakan yang cukup dalam. Makna pertama yaitu  

bahwa hidup itu yaitu  suatu perjuangan yang berkesinambungan melawan Si Penguji dan 

‘keturunannya’ yaitu semua Malaikat di bawah kekuasaannya. Perlu diperhatikan bahwa 

Malaikat tidak kawin-mengawin dan melahirkan seperti manusia (Mat 22:30). Peperangan ini 

akan terjadi terus antara Malaikat Satan dan semua bawahannya melawan jiwa manusia yang 

hidup berulang-ulang. Pada akhirnya si jiwa yang akan menang. Dia akan meremukkan kepada 

si Ular dengan kata lain mengalahkan kemampuannya untuk mengelabui. Jiwa manusia lama-

kelamaan akan paham bagaimana cara mengalahkannya. Oleh sebab  itulah disebut kata 

‘keturunan’. Ini artinya yaitu  ada pengulangan kehidupan. Frasa ‘meremukkan tumit’ itu 

artinya yaitu  mengalahkan kelemahan jiwa yang paling bawah. Jika itu sudah dikalahkan 

artinya jiwa itu sudah sempurna.   

 

Makna kedua dari ‘keturunan’ dari Hawa yaitu  Maran Yeshua sebab Dia dilahirkan oleh 

seorang wanita juga. Mshikha mengalahkan Satan dalam banyak kesempatan (Ibrani 4:15). 

Lalu Yeshua sendiri diremukkan seperti tercatat pada Yes 53:5. Dan yang dimaksudkan dengan 

‘tumit’ yaitu  bagian hidup-Nya yang paling bawah, yaitu tubuh jasmani-nya. Tubuh itulah 

yang disalibkan. Dalam makna kedua ini, Maran Yeshua menggenapi cerita di Kej 3: 15 bukan 

dalam arti menghapus Dosa Asal. Kesalahan Adam-Hawa yaitu  gambaran roh-jiwa yang 

salah dan tidak mewariskan kesalahan itu kepada keturunan manusia yg lain. Peperangan yang 

terjadi yaitu  antara jiwa manusia melawan si penguji.    

 

Raga jasmani di Bumi 

Saya lompat ke ayat Kej 3:19 tercatat berikut: “…sebab engkau debu dan engkau akan kembali 

menjadi debu.” Apa artinya ini? Apa artinya ‘debu’? Kata ini muncul berulang kali di dalam 

Tanakh sprt tercatat di dalam Maz 22:15, Pengkotbah 3:20 dan 12:7). Debu yaitu  simbol dari 

material yang tidak berguna. Semua hal duniawi dan yang berarti raga fisik. Semua akan 

ditinggalkan atau tidak dibawa ke Alam-alam lain. Saat ini masih banyak gereja yang tidak 

menyadari bahwa raga jasmani harus ditinggalkan di alam fisik bumi. Masih ada ajaran 

contohnya yaitu  Bunda Miriam diangkat dengan raga jasmani sampai ke Sorga. Lalu Maran 

Yeshua terangkat ke Sorga bersama-sama dengan raga jasmani-Nya. Itu semua keliru. Raga 

jasmani akan kembali ke Bumi. Raga jasmani yaitu  pakaian yang harus ditinggalkan, kemah 

yang harus dilepas. Ini sejalan dengan tulisan Mar Paulus untuk jemaat Korintus berikut: 

2 Kor 5:1-2 “sebab  kamu tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini 

dibongkar, Alaha telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga…Selama kita di 

dalam kemah ini, kita mengeluh, sebab  rindu mengenakan kediaman sorgawi…”   

Kapan roh-jiwa itu menerima raga jasmani? Ya setelah dibuang ke Bumi tentunya. Cerita ini 

tersirat dalam ayat berikut: 

Kej 3:21 “Dan Marya Alaha membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan 

untuk isterinya, lalu mengenakannya kepada mereka.” 

Frasa ‘pakaian kulit binatang’ artinya yaitu  raga jasmani kita.  

Kej 3:23 “Lalu Marya Alaha mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan 

tanah dari mana ia diambil” 


 

  84 

Perhatikan penggalan kalimat ‘mengusir dia dari taman Eden’ ini artinya Alah mengeluarkan 

roh-jiwa itu dari Taman Eden dan Firdaus. Kemana? Ke ‘tanah’ atau ‘alam fisik Bumi’. Bumi 

yaitu  tempat kita sekarang belajar. Ini bukanlah tempat asal kita, hanya persinggahan untuk 

belajar mengenal mana benar dan salah, sampai suatu saat kita kembali. Jadi manusia berada 

di bumi dengan diselimuti oleh Raga Astral dan Raga Jasmani Bumi.  

 

Kerub penjaga Pohon Kehidupan 

Kej 3:22 “Berfirmanlah Marya Alaha: Sesungguhnya manusia itu telah menjadi 

seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang 

jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah Pohon 

Kehidupan….sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.” 

Tujuan semua dari karya penciptaan tersirat pada ayat berikut 22 di atas. Kendati di ayat ini 

dicatat kata ‘telah’, ini bukan berarti roh-jiwa itu sudah mengalami kepenuhan ilahi. Manusia 

baru bisa dikatakan kepenuhan jika mengalami banyak kehidupan sehingga dengan benar-

benar baik membedakan mana yang baik dan yang jahat. Ayat di atas menjelaskan 

permulaannya saja. Jadi, tujuan akhir setelah mengalami banyak kehidupan, kita akan kembali 

menyatu kepada Alaha Sang Sumber.   

Kej 3:24 “Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur Taman Eden ditempatkan-

Nyalah beberapa Kerub dengan pedang menyala-nyala dan menyambar-

nyambar, untuk menjaga jalan ke Pohon Kehidupan.” 

Kata ‘Timur’ dalam berbagai ritual kuno berarti kelahiran. Jadi ada kelahiran yang terjadi saat 

roh-jiwa itu keluar dari Firdaus dan masuk ke Alam Bumi. Potongan kalimat ‘beberapa Kerub 

dengan pedang menyala-nyala dan menyambar-nyambar’ ini dilihat oleh para pelihat kita 

menyerupai Dinding Berapi (Fire Wall) yang menjagai semua yang tidak berhak untuk 

memasuki Alam-alam Sorgawi. Sudah dijelaskan di atas bahwa Pohon Kehidupan dilarang 

untuk dicicipi oleh roh dan jiwa saat mereka melanggar perintah Alaha. Mereka harus 

menjalani kehidupannya ke Bumi. Dan saat semua pengalaman membuat mereka bisa 

membedakan mana yang benar dan salah dengan cukup maka mereka berhak untuk menikmati 

buah pohon tersebut sebagai hadiah (Wahyu 2:7). Saat jiwa itu menikmati kembali maka 

artinya dia bisa masuk ke Alam Sorgawi atau istilah yg dibuat oleh penulis kitab Kejadian 

yaitu  ‘hidup selama-lamanya’. 

Kehendak Bebas 

Di abad 16 sempat muncul ajaran Predistinasi yang berasal dari pemikiran John Calvin. Ajaran 

modern ini menekankan bahwa Tuhan dalam pengetahuan-Nya yang luas telah menentukan 

siapa saja yang akan diselamatkan dan yang tidak sejak semula. Barangsiapa yang telah 

ditentukan untuk tidak selamat, maka akan sia-sia saja dalam segala perbuatan baiknya. Pada 

akhirnya, mereka akan tetap terjerumus ke dalam lubang neraka. Sementara yang sudah 

ditetapkan untuk selamat sebaliknya, kehendak bebasnya menjadi kurang bermakna, sebab 

sejahat-jahatnya dia suatu saat dia akan bertobat dan dipastikan selamat. Keadilan Tuhan bukan 

hal yang patut dipertanyakan, sebab Dialah yang membuat semuanya terjadi. Dia menciptakan 

dan menentukan siapa yang akan bersama-Nya di Sorga dan siapa yang akan dibuangnya di 

Neraka.  


 

  85 

 

Mari kita kembali pada ajaran 3 Pilar Iman. FREE WILL atau Kehendak bebas dimiliki oleh 

setiap jiwa, kita semua memiliki kehendak bebas untuk menentukan keputusan dan tindakan 

yang kita pilih. Kehendak bebas bersifat terbatas, sebab  kita bisa menginginkan dan 

memutuskan apapun, namun terpenuhi atau tidak, itu belum tentu tercapai. Banyak orang yang 

bermimpi punya isteri seorang artis cantik, banyak yang ingin hidup kaya raya, sehat selalu, 

dan lain sebagainya. Namun kenyataannya banyak yang gagal memenuhi kehendak bebasnya 

tersebut. Kegagalan yaitu  bagian dari kehidupan manusia. Intinya, kehendak bebas yang 

dimiliki semua jiwa pasti terbatas.  

 

Kehendak bebas ini yang membuat waktu tempuh suatu sukma untuk kembali kepada Tuhan 

itu berbeda-beda. Ada yang memakai kehendak bebasnya sejalan dengan segala perintah Tuhan 

dan ada yang sebaliknya sehingga jiwa-jiwa jahat perlu mendekam di dalam lapisan-lapisan 

Astral dan Neraka dalam waktu yang sangat lama. Tuhan sendiri tidak memaksakan kehendak-

Nya kepada manusia. Tuhan sangat menghormatinya. Pada saat manusia mati, yang mati atau 

berhenti bekerja yaitu  raga Bumiahnya. Ini artinya sukmanya tetap hidup dan memulai 

perjalanan hidup di alam-alam lain bersama dengan kehendak bebasnya. Kehendak ini tidak 

menjadi hilang dan tetap melekat pada jiwanya. Saat si jiwa jahat mendekam dalam neraka 

sekalipun, dia tetap menggunakan kehendaknya untuk tetap di sana atau mendengar bisikan 

Malaikat Penjaganya lalu bertobat. Kendati dibutuhkan waktu ratusan tahun, ‘pertarungan’ 

kehendak antara si jiwa dan Malaikatnya akan terus berlangsung. Ini menandakan betapa 

mahalnya harga 1 jiwa di mata Tuhan. Mereka harus diselamatkan, tanpa paksaan namun 

dengan kelembutan. Sampai pada akhirnya kehendak Tuhan tergenapi. 

 

Apa kehendak Tuhan itu sebenarnya? 1 Tim 2:4 

Yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan 

dan kebenaran.  

Di dalam Peng 12:7 dikatakan bahwa  

Dan debu akan kembali menjadi tanah seperti semula, dan roh kembali kepada 

Alaha…. 

Keinginan Tuhan yaitu  supaya semua manusia diselamatkan kemudian menyatu 

kembali dengan Alaha. Itulah takdir semua jiwa, menyatu bersama Sang Sumber Kehidupan 

tanpa adanya pemaksaan sedikitpun. Semua jiwa dengan kehendaknya masing-masing akan 

menyadari kebutuhan ini lambat-laun. Pada akhirnya ada suatu masa bagi setiap jiwa, rindu 

ingin ‘pulang’ dan menyudahi masa-masa keterikatannya dengan Bumi.  

 

Tidak mengherankan kalau sejak abad 1, inti peribadatan yaitu  Perjamuan Suci bukanlah 

kotbah. Perjamuan Suci yaitu  penyatuan antara Maran Yeshua dan jemaat-Nya di Alam Bumi 

ini.  

Yoh 6:53, 56 Kata Yeshua kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya 

jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak 

mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku, dan minum darah-

Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. 

Ini yaitu  permulaan penyatuan antara manusia fana dengan Alaha yang kekal. Sebelum masuk 

ke dalam Perjamuan Suci semua diundang untuk mengaku dosa, bertobat bila perlu mengambil 


 

  86 

waktu untuk memanfaatkan Qadishot (sakramen) Pengakuan Dosa di hadapan Imam. Dengan 

demikian, saat jemaat mengambil Tubuh dan Darah yang sakral, semua sudah dibersihkan dari 

dosa. Itulah moment berdamai dengan Sang Sumber kesucian. Dengan kehendak bebas, semua 

manusia diundang untuk masuk ke dalam peribadatan, masuk ke dalam Pengakuan Dosa, 

kemudian masuk ke dalam penyatuan Tubuh dan Darah. Semua berlangsung dengan 

menghormati kehendak bebas.  

 

Dan kalau Tuhan sendiri tidak memaksakan kehendak-Nya, maka siapapun juga harus 

menghormati kehendak bebas sesamanya termasuk masalah keyakinan. Saat ini jumlah 

denominasi kekristenan sudah mencapai angka ribuan. Masing-masing denom merasa 

dirinya yang paling benar dan ini wajar. Sejak abad 1 sudah terjadi perpecahan, kaum 

Nasrani pecah dari kaum Ebionit, lalu ada juga pengikut Arianisme, Nestorian, sampai ke 

Protestan di abad 16. Dalam ajaran Protestan, semua orang diajarkan sebagai Imam sendiri 

sehingga masing-masing merasa berhak dengan free will-nya menafsirkan ayat-ayat Kitab 

Suci. Hal ini membuat ajaran menjadi sangat beragam lagi. Denom demi denom bermunculan 

dalam diri Protestan, yang paling akhir yaitu  denom Mesianik Kristen yang menjamur di 

negara kita  sejak tahun 2002. Semua punya kehendak bebas untuk menentukan ajaran mana 

yang dipilih atau bahkan dengan free will bisa membuat suatu ajaran baru. Itu semua Tuhan 

izinkan.  

 

Di dalam keyakinan akan reinkarnasi, ribuan denom gereja itu terbelah 2. Ada yang terus 

mewariskan ajaran awal Judaism ini, namun ada yang sudah meninggalkannya dan 

menganggapnya suatu ajaran sesat. Kendati saat ini bukti-bukti sains menyajikan bahwa 

reinkarnasi itu sudah merupakan fakta, ini tidak langsung membuat semua orang meninggalkan 

ajaran non reinkarnasinya. Masih banyak yang menolak dan ini harus dihormati sebab memang 

tidak bisa dan tidak boleh dipaksakan. Pemaksaan ajaran yang sempat dilakukan oleh gereja di 

zaman lalu sudah berhenti dan memang harus dihentikan. Seorang ilmuwan Italia, Giordano 

Bruno dibakar hidup-hidup sebab  memiliki keyakinan bersebrangan dengan Roma Katolik, 

salah satunya yaitu  keyakinan reinkarnasi. Syukurlah masa-masa suram gereja itu sudah 

lewat. Sekarang suara-suara ajaran kuno ini bebas tersebar. Tinggal yang menerimanya saja 

memilah-milah. Mau percaya atau tidak, itu hak masing-masing.  

 

  


 

  87 

Bab 5 FAKTA SAINS REINKARNASI 

 

 

Gb 5.1 Petikan pernyataan Dr Ian Stevenson, sumber:AZ Quotes 

 

Apa hubungan antara sains (ilmu pengetahuan) dan reinkarnasi ini? Hubungannya yaitu  selain 

melalui para nabi, para rabbi, kami meyakini Tuhan telah menyingkapkan ajaran reinkarnasi 

ini melalui para ilmuwan. Faktanya yaitu  tidak semua gereja memiliki nabi atau jemaat yang 

peka mendengar suara Tuhan, faktanya juga tidak semua gereja mengetahui sejarah hilangnya 

ajaran reinkarnasi dari konsili II Konstantinopel. Dengan demikian banyak orang yang 

menolak pemahaman bahwa Yeshua mengajarkan reinkarnasi. Oleh sebab  itulah peran para 

ilmuwan menjadi penting dalam menyingkapkan kebenaran ini.  

Gereja sempat menentang Sains 

Mari kita pahami bahwa Tanakh dan kitab-kitab PL bukanlah buku sains. Namun menyinggung 

sedikit tentang alam semesta, Bumi, bintang, dan lainnya. Tuhan menyingkapkan berbagai 

pesan dan ajaran-Nya dan dicatat ke dalam Alkitab, Dia tidak menyampaikan khusus ilmu 

pengetahuan. Ilmu pengetahuan dimiliki manusia tanpa harus mereka mempelajari Alkitab. 

Perlu dipahami bahwa para penulis Alkitab bukanlah para ilmuwan sehingga tulisan 

mereka tidak bisa selalu dijadikan rujukan sains. Artinya bisa saja tulisan mereka 

bertentangan dengan sains, misalnya penulis kitab mencatat pada Peng 1:5: 

Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali. 

Ayat ini terkesan matahari yang mengelilingi planet Bumi kita (geosentris). Frasa ‘matahari 

keliling Bumi’ sering kita ucapkan juga namun bukan berarti kita meyakini geosentris. Penulis 


 

  88 

kitab pengkotbah di atas hanya menulis sesuai dengan pemahaman di zamannya. Di zamannya 

belum ada riset. Riset pertama kali tentang hal ini baru mulai pada abad ke 16 oleh seorang 

astronomer dan metematikawan bernama Copernicus. Kemudian di teruskan oleh Galileo 

Galilei yang menggunakan perangkat teleskop yang didesign sendiri di abad 17. 

 

Hasil riset Galileo yaitu  Heliosentris, planet Bumi kita yang mengelilingi Matahari dan itu 

bertentangan dengan pandangan gereja. Saat itu, pusat keilmuwan ada pada Gereja Roma 

Katolik, mereka mendukung berbagai riset dan menelurkan bahwa rohaniawan sebagai 

ilmuwan terkemuka. Sayangnya, hasil riset Galileo ini bertentangan dengan tafsiran mereka. 

Mereka berang dan mengucilkan sang ilmuwan. Hukuman pengucilan (ekskomunikasi) yaitu  

hukuman ringan di zaman itu. Arti dari ekskomunikasi yaitu  kejemaatan Gagileo dicabut, dia 

dianggap sebagai heretik atau pengajar ajaran asing dan dikeluarkan dari gereja.  

 

Kalau Galileo Galilei dikucilkan saja, naas bagi Rohaniawan Roma Katolik ordo Dominikan, 

Giordano Bruno yang hidup sebelumnya. Dia yang juga mendukung teori Heliosentris selain 

dikucilkan juga mendapat hukuman gantung dan dibakar hidup-hidup. Dia yaitu  martir dalam 

dunia sains. Bagaimana bisa Gereja Roma Katolik melakukan tindakan barbar demikian? 

Memang patut disayangkan, namun demikianlah hukum yang berlaku saat itu. Gereja yaitu  

sumber pengetahuan sains bukan hanya sebagai pengajar Alkitab. Menentang gereja artinya 

menentang Tuhan.  

 

Dalam rentang waktu 359 tahun, Gereja Roma Katolik baru mengakui kesalahannya dan 

menyatakan riset Galileo Galilei itu ternyata benar, Bumilah yang mengeliling Matahari. Ini 

artinya tafsiran gereja tidak selalu benar. Gereja tidak bisa lepas dari kesalahan sebab  

dipimpin oleh manusia yang terbatas. Jadi, penyingkap kebanaran tentang Heliosentris ini 

bukanlah rabbi atau pengajar, bukan pula para nabi, melainkan para ilmuwan. Kita tidak boleh 

memandang remeh mereka, sebab  berkat riset merekalah pradaban manusia ini bisa berubah 

ke arah yang lebih baik.  

Wawancara Dr Ian Stevenson 

Kitab Tanakh yang dijelaskan lebih jauh oleh kitab Zohar telah menjelaskan adanya 

reinkarnasi. Kalau ini ditolak sebab  alasannya umat Kristen menolak kitab Zohar, saya pikir 

itu masih masuk akal. Rabbi Yahudi Yeshua juga menjelaskannya, dan inipun ditolak. Ajaran 

dari Fr Origen juga ditolak, sehingga pelestari ajaran reinkarnasi menjadi sedikit. Syukurlah 

sejak tahun 1960, Dr Ian Stevenson melakukan riset ke berbagai negara tentang reinkarnasi 

dan dalam kurun waktu 30-40 tahun, dia berhasil mengumpulkan berbagai buktinya dari 

ratusan kasus yang dia temukan. Jadi setelah tahun 2000, publik sudah bisa membaca dengan 

bebas hasil riset ini.  

 

Dr Ian Stevenson yaitu  pria kelahiran Canada, seorang psikiatris dan anggota dari fakultas 

psikiatri Universitas Virginia di Amerika (UVA). Dr Stevenson yaitu  ilmuwan pelopor di 

bidang riset reinkarnasi. Penelitiannya dalam waktu 3 dekade membuatnya berkeliling dunia 

beberapa kali, sering kali datang ke India dalam rangka diwawancaara Dr Rawat, Direktur 

Yayasan Riset Reinkarnasi di Faridabad, India. Dalam bukunya, 20 Kasus Terkait Reinkarnasi, 

banyak menyita perhatian ilmuwan lain sehingga risetnya diikuti banyak ilmuwan sekarang ini. 

Dr Rawat sempat berpikir bahwa koleganya ini yaitu  ilmuwan yang pemalu dan tidak suka 


 

  89 

publisitas, namun itu semua harus ditepis untuk melaksanakan wawancara tersebut yang mulai 

dilakukan pada tahun 1986. Berikut yaitu  hasil wawancara52 Dr Ian Stevenson yang dilakukan 

oleh Dr. K.S.Rawat. Dr Rawat dari India yaitu  nara sumber dari Forum Pas Life. 

R= Dr Rawat dan S=Dr Ian Stevenson 

D: Mari kita mulai, sebelumnya selamat untuk anda Dr Stevenson atas riset kasus-kasus 

terkait reinkarnasi yang luas dan mendalam. Izinkan saya bertanya dahulu ke hal 

pribadi. Apakah alasan yang membawa anda menekuni bidang ini? 

S: Ini dimulai dari belakangan ini saya tidak puas dengan teori modern tentang 

kehidupan manusia. Maksudnya yaitu  saya tidak percaya bahwa hanya dengan alas 

an genetic turunan dan perngaruh lingkungan yang dapat mempengaruhi jiwa seseorang 

seperti yang dilihat oleh para psikiatris umumnya.  

R: Apakah anda bisa menjawabkannya lebih dalam sekarang ini? 

S: Ya tentu. Saya pikir reinkarnasi yaitu  alas an ketiga. Ini bukan berarti meniadakan 

adanya pengaruh genetic dan lingkungan, namun reinkarnasi bisa menjelaskan lebih 

dalam tindakan yang tidak seperti biasanya. Biasanya ini terjadi pada usia dini dan 

sering memori ini bertahan sepanjang usianya. Seseorang tidak menurunkannya dari 

orang tua atau mencontohnya dari anggota keluarga lainnya. Jadi reinkarnasi yaitu  

penjelasan yang masuk akal untuk tindakan tersebut. 

R: Apakah ini seperti penyakit juga? 

S: Ya bisa juga. Pada titik itu, kami memiliki sedikit informasi namun memang benar 

ada kemungkinannya juga. 

R: Apakah ada hubungannya dengan gangguan seksual?  

S: Begini, dalam hal transeksualitas seperti yang banyak orang pikir bahwa mereka 

memiliki jenis kelamin yang berbeda. Mereka sering berpakaian seperti berbeda dan 

bertindak seakan-akan berjenis kelamin seperti yang ada di dalam pikirannya. Di barat 

banyak yang melakukan operasi kelamin sehingga bisa berubah secara tubuh. Kami 

menemukan memang kasus-kasus di mana pada kehidupan lamanya mereka ada dengan 

jenis kelamin berbeda dengan yang sekarang. Mereka tidak puas dengan jenis kelamin 

sekarang ini. 

R: ada berapa persen kasus tersebut? 

S: Ini berbeda-beda di berbagai Negara. Di Amerika Utara (kasus-kasus suku), 

Lebanon, dan Turki. warga  di tempat ini berpikir manusia tidak mungkin berubah 

jesni kelaminnya, jadi mereka tidak punya kasus seperti ini sama sekali. Itu contoh 

kasus ektrim, dan contoh ekstrim lawannya ada di Thailand di mana ini terjadi 16% dan 

di Burma mencapai angka 25%, kemudian India dan banyak Negara lain sekitar 5%.  

                                                 

52 September/October, 1995 issue of Venture Inward Magazine, the magazine of the A.R.E., the Edgar Cayce 

research organization. 


 

  90 

R: Dengan demikian kita bisa memahami ada perbedaan di antara berbagai budaya pada 

kasus-kasus reinkarnasi ini. 

S: Ya tepat. Perbedaan jenis kelamin dari satu kehidupan ke dalam kehidupan 

berikutnya yaitu  satu contoh kasus reinkarnasi. 

R: Apa contoh kasus lainnya? Pasti ada perbedaan budaya juga. 

S: Ye benar. Dalam hal pemberian informasi secara detail ini berbeda. Di India 

contohnya, ada 20 sampai 30 kasus anak yang bisa memberikan informasi detail dengan 

menyebutkan nama-nama lengkap. Sementara di Sri Langka tidak demikian, mereka 

tidak menyebutkan nama lengkap. Ini juga terjadi di Amerika, mereka mirip seperti 

kasus di India namun tidak menyebutkan banyak informasi detail lainnya. Di Amerika 

sendiri banyak ditemukan kasus-kasus yang tidak terpecahkan. Maksudnya yaitu  kami 

tidak bisa memverifikasi kebenaran cerita mereka, kasus ini mencapai angka 20%. 

R: Semuanya, ada berapa banyak kasus yang ada di Virginia University? 

S: Semua total 2.500 kasus. 

R: Dan berapa banyak yang telah dipelajari sejauh ini? 

S: Saya mungkin telah mempelajari, kurang lebih 1/3 dari total. Sebagian tentunya saya 

teliti dengan mendalam, sementara 2/3-nya dilakukan oleh rekan dan kolega saya.  

R: Lalu apa kesimpulannya sejauh ini? 

S: Kesimpulan saya bahwa reinkarnasi bukanlah satu-satunya penjelasan dari 

kasus-kasus ini. Namun ini yaitu  penjelasan terbaik dari kasus-kasus terbaik 

yang kami miliki. Maksud saya yaitu  20-30% anak-anak berbicara benar apa yang 

mereka katakan terhadap orang lain yang tinggal di sekitar rumah mereka yang 

sebelumnya belum pernah berkomunikasi. Yang saya maksudkan dengan ‘sekitar’ 

yaitu  bukan berarti jarak saja, bisa saja dua keluarga berjarak 10 km dan terpisah 

jenjang ekonominya juga.  

R: Kemudian apakah anda masih mencari kasus-kasus ideal atau yang sempurna 

menceritakan detail reinkarasni ini? 

S: Ya tentu, kami mencari kasus yang lebih baik untuk didata namun kasus yang 

sempurna mungkin kami tidak akan menemukannya. Yang kami usahakan yaitu  

bertemu pada suatu kasus sebelum keluarga si anak yang menceritakan dia ada di 

tengah keluarga lain sebelumnya itu bertemu dengan keluarga yang dituju. Kami akan 

mencari terus contoh kasus reinkarnsi dengan bukti yang lebih kuat.   

R: Apakah ada contoh prediksi kepribadian masa lalu? 

S: Begini, prediksi kepribadian masa lalu yaitu  hal yang menarik, namun itu bisa 

melemahkan kasus dengan sudah menetapkan harapan pada diri seseorag. Namun itu 

bisa menjadi nilai tambah pada banyak kasus juga. 

R: Jadi, apakah keluarga si anak tidak mengetahui kepribadian si anak pada masa 

lalunya sama sekali? 


 

  91 

S: Ya. Ada baiknya si keluarga tidak mengetahuinya dari awal tentang hal ini. 

R: Lalu bagaimana tentang kombinasi adanya tanda lahir, adanya ingatan waktu dan 

tempat, dan lainnya? 

S: Ya, ditambah dengan pernyataan-pernyataan berpola angka.  

R: Ini aan membuat kasus itu menjadi semakin kuat membuktikan reinkarnasi? 

S: Ya, tentu. 

R: Bisakah anda menjelaskan satu kasus reinkarnasi yang paling menarik menurut 

anda? 

S: Ya, contohnya yaitu  pada kasus-kasus di mana kami memiliki catatan yang juga 

sempat dicatat oleh pihak lain. 

R: Seperti kasus Swarnalata?  

S: Ya, Swarnalata Mishra, itu satu, lainnya…. 

R: Jagdish Chandra, Bishan Chand… 

S: Ya, itu yaitu  2 kasus yang bagus. Ayah Jagdish Chandra yaitu  seorang pengacara 

terlatih dalam menyiapkan bukti-bukti. Dia telah membuat catatan dan telah 

memferifikasi pernyataan-pernyataan anaknya. Ini bisa menjadikan kasusnya lemah, 

namun itukan kasus anaknya sendiri, dan hasilnya sangat memuaskan. Dan kasus 

Bishan Chand. Kasus Kumkum Verma di Bihar juga meruakan kasus yang bagus. Salah 

satu bibinya membuat catatan demikian juga. Ada juga kasus di Lebanon, Imad Elawar, 

di mana kami mendapatkan catatatn tertulis sebelum melakukan ferifikasi. Kami 

memiliki beberapa kasus seperti itu. 

R: Apakah ada kasus yang bisa memprediksikan tentang kelahirannya kembali. Apakah 

ada kasus semacam itu?  

S: Ya, ada kasus semacam ini yang terjadi di Alaska di antara suku Tlingit. 

R: Dapatkan anda menjelaskannya lebih jauh? 

S: Begini, saya ingat akan kasus seorang pria bisa memprediksikan kepada keponakan 

perempuannyanya dia akan datang padanya dan dia menunjukkan dua tanda lahir di 

tubuhnya. Ada tanda luka operasi. Satu di hidungnya, dia pernah dioperasi di mata 

kanan baginan kanan di atas hidungnya. Satu lagi tanda di punggungnya. Dia 

mengatakan kepada keponakannya: “Kamu akan mengenali diriku sebab  adanya 

tanda-tanda ini di tubuhku.” Kemudian dia wafat. Dan setelah 18 bulan kemudian, 

keponakannya melahirkan bayi laki-laki dengan tanda lahir yang pesis sama dengan 

pamannya. Saya melihat dan foto tanda lahir ini pada tubuh si anak. Saya ingat usianya 

8 ata 10 saat pertama kali saya melihatnya. Tanda lahir di punggungnya sangat terlihat 

jelas. Ada tanda melingkar seperti luka operasi. 

R: Namun bukankah itu menjadi bukit yang lemah sebab  ada di antara keluarganya 

sendiri? 


 

  92 

S: Ya memang. Ini jadi kasus yang lemah. Ada kasus-kasus lain juga yang mendapatkan 

prediksi kelahiran ini melalui mimpi. Biasanya keluarga menantikan suatu sosok hadir 

di dalam mimpi mereka, di kesempatan lain tanda lahir menjadi hal yang tidak biasa. 

Namun dengan adanya 2 tanda lahir ini membuat kasus seperti itu bisa menjadi kuat 

dan lemah. 

R: Dalam kasus tanda lahir, apakah tanda ini bisa ada akibat pemikiran si ibu yang 

mengandung si bayi? 

S: Ya bisa juga. Si bunda tahu adanya tanda luka pada pamannya yang telah wafat di 

Alaska seperti yang saya telah sebutkan tadi. Dia sebenarnya telah melihat luka 

tersebut. Pada kasus lain, ibunya pergi dan melihat seseorang mati ditembak. Dia tahu 

di mana letak luka tembakan tersebut dan memikirkannya sehingga itu mempengaruhi 

embrio si bayi. Namun demikian, kami memiliki sekitar 20 kasus yang pada setiap 

kasus kami dengan cermat mewawancarai ayah dan ibu si anak, dan mereka tidak 

mengetahui sama sekali tentang kepribadian lama anaknya. Pada beberapa kasus 

mereka mengetahui atau mendengar tentang seserorang, namun tidak mengetahui di 

mana luka orang tersebut. Jadi, saya pikir pada kasus-kasus tersebut, pikiran ibunya 

tidak bisa mempengaruhi si bayi secara langsung.  

R: Sebenarnya apakah kegunaan mempelajari kasus-kasus ini, atau sebenarnya apakah 

pentingnya riset reinkarnsi bagi dunia sekarang ini?  

S: Begini, riset ini bisa berguna dalam beberapa hal. Riset ini bisa memberikan 

pencerahan, seperti yang saya katakana sebelumnya, pada kasus-kasus psikologi 

tertentu. Saya pikir ada hubungannya antara biologi dan obat-obatan melalui penilitan 

tanda lahir dan cacat bawaan. Anak-anak tertentu, seperti yang anda ketahui juga, 

mempunyai tanda lahir, atau telinga yang cacat, atau lainnya. Dan sains belum banyak 

mengetahui tentang hal-hal ini. Saya pikir reinkarnasi bisa memberikan pencerahan. 

Dan tentunya, riset ini bisa menjelaskan pada pertanyaan hidup setelah kematian, arti 

kehidupan, dan mengapa saya berada di sini sekarang. 

R: Bagaimana tentang pertanyaan-pertanyaan filsafat? 

S: Ya, dalam alam pikiran, hubungan pikiran dengan tubuh.  

R: Bagaimana tentang hal spiritual dan fisik yang kontroversial? 

S: Ya itu juga akan mempengaruhi.  

R: Apakah ini bisa dipahami bahwa reinkarnasi dalam dibuktikan sebagai suatu 

fakta? 

S: Ya, itu benar. 

R: Apakah anda berpikir ini juga bisa berdampak pada kehidupan peradaban manusia?  

S: Saya memikirkan hal itu memang ... begitu saya bertemu dengan seorang swami 

India dari perintah Ramakrishna, dia bertanya kepada saya "Apa yang Anda lakukan di 

India?" Saya menjelaskan bahwa saya datang untuk mencari kasus yang bisa menjadi 

bukti reinkarnasi. Itu terjadi pada tahun 1961. Saya ingat bahwa setelah saya berbicara, 


 

  93 

ada keheningan yang sangat lama. Dia tidak mengatakan apa-apa. Saya juga tidak 

mengatakan apa-apa. Dia duduk di sana, swami yang terhormat itu, menatapku. 

Akhirnya, dia berkata, "Ya memang benar," yang berarti reinkarnasi, "tapi tidak ada 

bedanya, sebab  kita di India semua percaya pada reinkarnasi dan telah menerimanya 

sebagai sebuah fakta, namun hal itu tidak ada bedanya. Kami memiliki banyak penjahat 

dan penjahat di India seperti yang Anda miliki di Barat. " 

R: Baiklah, saya lebih suka tidak setuju dengan dia sebab  kami orang India hanya 

percaya secara dangkal dalam reinkarnasi. Kami tidak paham secara mendalam, 

setidaknya sekarang ini. 

S: Ya, saya juga. Saya memikirkan ucapan ini. Saya setuju bahwa banyak orang India 

sendiri belum memahami semua implikasi reinkarnasi. 

R: Baiklah. Sejauh menyangkut India, apa pendapat Anda tentang potensinya untuk 

penelitian reinkarnasi? 

S: India mungkin yaitu  negara terbaik di dunia untuk penelitian reinkarnasi. Kita tahu 

bahwa kasus-kasus itu biasa-ditemukan di sini-kita tidak tahu seberapa umum- kita 

hanya telah melakukan satu survei secara sistematis. Kita tahu bahwa di manapun kita 

melihat, terutama di Utara, kita dapat menemukan kasus reinkarnasi dengan sangat 

mudah. Salah satu kesulitannya yaitu  kurangnya dana dan jumlah orang yang 

memenuhi syarat untuk menyelidiki kasus tersebut. Begitu gagasan penelitian 

reinkarnasi menyebar dan penyelidikan lebih lanjut dilakukan, India akan menjadi 

negara terbaik di dunia yang menjalankannya. 

Dalam penjelasan Boob Good, pendiri Science of Reincarnation tentang riset Dr Ian Stevenson 

di UVA, dijelaskan bahwa rupanya dari banyak kasus reinkarnasi ini, bisa diketahui bahwa 

suatu jiwa bisa berpindah ke raga yang baru baik itu berbeda kelamin, beda suku bangsa, dan 

juga perbedaan agama. Kemudian dia menyatakan53: 

Seorang anak yang mati dengan cara kekerasan, saat anak itu dilahirkan kembali akan 

membawa tanda kekerasan tersebut contohnya seperti tembakan peluru atau tusukan 

pisau.  

Tanda lahir dan cacat bawaan 

Tidak banyak disadari oleh orang bahwa ternyata tanda lahir dan cacat bawaan ada 

hubungannya dengan reinkarnasi. Di sini saya akan menguraikan penjelasan lebih jauh tentang 

hal ini yang saya ambil dari jurnal Dr Stevenson yang beliau share pada Pertemuan Tahunan 

ke-11 Komunitas Eksplorasi Sains di Universitas Princeton, 11 sampai 13 Juni 1992 dengan 

Judul: “Tanda Lahir dan Cacat Bawaan Terkait Luka Orang yang telah Wafat”.  

 

                                                 

53 Penjelasan Boob Good, pendiri Science of Reincarnation, 7 April 2014 

https://www.youtube.com/watch?v=CkKGEkr0v1Q&t=17s&list=PLA8BWlQrI_2J8APRRY_Ei3CTPLtD8V_o4&index

=6  


 

  94 

 

Gb 5.2 bintik hitam pada