kulit,
sumber: www.bderm.com
Hampir tidak ada yang mengetahui mengapa tanda lahir
bintik hiperpigmentasi (contohnya tahi lalat atau bintik
hitam atau putih) terjadi di lokasi kulit tertentu. Penyebab
sebagian besar cacat lahir juga tidak diketahui. Sekitar 35%
anak-anak yang mengaku mengingat kehidupan
sebelumnya memiliki tanda lahir dan / atau cacat lahir yang
mereka kaitkan luka pada orang yang kehidupannya diingat
oleh si anak. Ada 210 kasus yang telah diselidiki.
Tanda lahir biasanya yaitu bidang kulit yang tidak berbulu dan pucat. Ada beberapa area
pigmentasi kecil atau tidak (macros hypopigmented); yang lain yaitu area peningkatan
pigmentasi (nevp hiperpigmentasi). Dewasa ini bintik hitam ‘mengganggu’ ini bisa
dihilangkan dengan teknik laser. Tanda lahir bintik hiperpigmentasi seperti terjadi pada kasus
Pack dan Davis (1956) sebenarnya tidak banyak. Lainnya berupa kerutan dan bekas luka,
kadang-kadang tertekan sedikit di bawah kulit di sekitarnya, area tanpa rambut, area pigmentasi
yang berkurang secara drastis (macros hipopigmentasi), atau noda port-wine (nevipammri).
Gb 5.3 Tanda putih pada remaja Indian, sumber: Tanda Lahir dan Cacat Bawaan Terkait
Luka Orang yang telah Wafat, Dr Stevenson
Pada gambar kiri di atas, seorang remaja Indian memiliki sebuah tanda lahir berupa bintik putih
di dada kanannya. Di saat kecil, dia sempat mengutarakan bahwa dia mengingat seorang pria
bernama Maha Ram yang tewas terbunuh dengan tembakan jarak dekat. Kemudian saat tim
investigasi melakukan konfirmasi pada jenasah Maha Ram, maka terlihat bekas luka tembak
di dadanya spt terlihat pada gambar sketsa otopsi kanan. Dokter India yang membuat laporan
postmortem bersama Stevenson.
Dari riset orang yang memiliki bintik hiperpigmentasi seperti pada kasus Pack dan Davisi
(1956) dari 19 kasus, 15 di antaranya tidak diketahui penyebabnya. kecuali yang terkait dengan
penyakit genetik neurofibromatosis - dan bahkan lebih sedikit lagi diketahui tentang mengapa
tanda lahir terjadi di satu lokasi tubuh dan bukan di tempat lain. Dalam beberapa kasus, faktor
genetik bisa menjadi lokasi bintik ini seperti pada kasus Cockayne (1933), Denaro (1944) dan
Maruri (1961). namun penyebab lokasi tanda lahir terbanyak tetap tidak diketahui. Dalam
rangkaian besar cacat lahir dimana para peneliti telah mencari penyebab yang diketahui, seperti
teratogen kimia (seperti thalidomide), infeksi virus, dan faktor genetik, antara 430/0 (Nelson
dan Holmes, 1989) dan 65 - 70% (Wilson , 1973) kasus akhirnya dimasukkan ke dalam kategori
"penyebab yang tidak diketahui."
95
Di antara 895 kasus anak-anak yang mengaku ingat kehidupan sebelumnya, memiliki tanda
lahir dan / atau cacat lahir yang dikaitkan dengan kehidupan sebelumnya dilaporkan ada 309
(35%) kasus. Tanda lahir atau cacat lahir anak dikatakan berhubungan dengan luka (biasanya
fatal) atau tanda lain pada orang yang meninggal yang hidupnya diingat anak itu. Dengan
rekan-rekannya Dr Setevenson, telah melakukan penyelidikan terhadap 210 kasus semacam itu
ke sebuah tahap di mana dia dapat melaporkan rincian mereka dalam sebuah buku yang akan
dia terbitkan.
Cacat lahir hampir selalu langka. Dalam kasus di mana orang yang meninggal dan berhasil
diidentifikasi hidupnya yang ternyata jelas sesuai dengan pernyataan anak-anak, sebuah kaitan
yang erat hampir selalu ditemukan antara tanda lahir dan / atau cacat lahir pada anak dan luka
pada orang yang meninggal. Dalam 43 dari 49 kasus di mana dokumen medis biasanya laporan
postmortem bisa diperoleh, itu mengkonfirmasi adanya kaitan antara luka pada orang yang mati
dengan tanda lahir atau bahkan cacat lahir pada tubuh orang yang mengingatnya.
Anak-anak yang mengaku ingat akan kehidupan sebelumnya telah ditemukan di setiap bagian
dunia, namun paling mudah ditemukan di negara-negara Asia Selatan. Biasanya, anak seperti
itu mulai berbicara tentang kehidupan sebelumnya segera setelah ia bisa berbicara. Anak
tersebut biasanya berusia antara dua dan tiga tahun; dan biasanya berhenti melakukannya hal
tersebut antara usia lima dan tujuh tahun. Di antaranya terjadi pada kasus Cook, Pasricha,
Samararatne, Win Maung, dan Stevenson pada tahun 1983. Meskipun beberapa dari anak-anak
hanya membuat pernyataan samar-samar, yang lain memberikan rincian nama dan kejadian
yang memungkinkan identifikasi seseorang yang mati sesuai dengan pernyataan anak-anak
tersebut. Dalam beberapa kasus orang yang diidentifikasi sudah diketahui oleh keluarga si
anak, namun dalam banyak kasus hal ini tidak terjadi. Selain membuat pernyataan yang dapat
diverifikasi tentang orang yang meninggal, banyak anak-anak menunjukkan perilaku (seperti
fobia) yang tidak biasa dalam keluarga mereka namun ditemukan sesuai dengan perilaku yang
ditunjukkan oleh orang yang meninggal yang bersangkutan atau diduga untuknya.
Metode Penelitian
Penyelidikan Dr Stevenson pada kasus-kasus ini, entah tanda lahir atau cacat bawaan,
dilakukan dengan wawancara yang sering diulang dengan subjek dan beberapa nara sumber
lainnya. Wawancara ini dilakukan pad akeluarga si anak dan juga pada keluarga orang yang
telah wafat, artinya kedua belah pihak dikonfirmasi. Dengan pengecualian yang jarang terjadi,
hanya nara sumber pertama yang diwawancarai. Semua catatan tertulis terutama sertifikat
kematian dan laporan postmortem, dicari, dan diperiksa. Dalam kasus di mana nara sumber
mengatakan bahwa kedua keluarga tersebut tidak memiliki kenalan sebelumnya, Dr Stevenson
berusaha keras untuk menyingkirkan semua kemungkinan bahwa beberapa informasi mungkin
telah berjalan normal kepada anak tersebut, wawancara kemudian dilakukan terhadap kenalan
kedua yang mungkin terlupakan dari kedua keluarga tersebut. Dia telah menerbitkan rincian
lengkap tentang metode lainnya para riset 1975 dan 1987.
Dr Stevenson tidak menerima tanda lahir jika yang ditunjukkan meyakinkannya bahwa hal itu
telah diketahui segera setelah kelahiran anak atau paling lama dalam beberapa minggu.
Stevenson bertanya tentang terjadinya tanda kelahiran serupa di anggota keluarga lainnya juga.
Hampir di setiap kasus ini ditolak, namun dalam tujuh kasus, faktor genetik tidak dapat
dikesampingkan. Cacat kelahiran jenis yang dimaksud di sini untuk memastikan bahwa tanda
tersebut bukan berasal dari hubungan biologis dekat orang tua (consanguinity), infeksi virus
pada ibu subjek selama kehamilannya, dan penyebab kimia cacat lahir seperti alkohol.
96
Hasil Penelitian
Adanya keterkaitan antara Luka kematian dan tanda lahir. Sebuah keterkaitan antara tanda lahir
dan luka dinilai memuaskan atau pass jika tanda lahir dan luka keduanya berada dalam area
seluas 10 sentimeter persegi di lokasi anatomis yang sama. Sebenarnya, banyak tanda lahir dan
luka jauh lebih dekat ke lokasi yang sama dari ini. Dokumen medis, biasanya laporan
postmortem, diperoleh sebanyak 49 kasus. Keterkaitan antara luka dan tanda lahir dinilai
memuaskan atau lebih baik dengan kriteria yang disebutkan terjadi pada 43 kasus (88%) dan
tidak memuaskan hanya terjadi pada 6 kasus.
Proporsi tinggi mencapai 88% dari kesesuaian antara luka dan tanda lahir terjadi pada kasus
dimana Dr Stevenson memperoleh laporan postmortem (atau dokumen konfirmasi lainnya)
yang bisa meningkatkan kepercayaan pada ketepatan ingatan nara sumber mengenai luka pada
orang yang meninggal. Tantangan yang ada di sini yaitu nara sumber belum tentu ingat atau
bisa salah memberikan informasi. Dalam empat kasus (mungkin lima) ketergantungan pada
ingatan seorang nara sumber akan mengakibatkan tidak ada keterkatian sama sekali.
Sekarang mari perhatikan tiga Contoh Cacat Kelahiran di bawah ini.
Gb 5.4 Cacat bawaan di
telinga, sumber: Dr Stevenson
Pada gambar di samping, menunjukkan sisi kanan kepala
anak laki-laki Turki dengan telinga yang berkurang dan
cacat (mikrotia unilateral). Ia juga mengalami
keterbelakangan di sisi kanan wajahnya (hemifacial
microsomia). Dia mengatakan bahwa dia teringat akan
kehidupan seorang pria yang telah ditembak dengan
senapan pada jarak dekat. Pria tersebut terluka parah
kemudian dibawa ke rumah sakit dimana dia meninggal 6
hari kemudian. Luka di otak akibat tembakan yang
menembus sisi kanan tengkorak itu terlihat pada salinan
catatan rumah sakit yang dicek oleh Dr Stevenson.
Gambar 5.5 menunjukkan jari-jari hampir tidak ada
secara kongenital di satu sisi (brachydactyly) pada
anak India yang mengatakan bahwa dia ingat
kehidupan anak lain yang telah meletakkan tangan
kanannya ke dalam pisau mesin penggiling pakan
ternak dan kehilangan jarinya. Sebagian besar kasus
brachydactyly hanya melibatkan pemendekan ruas
jari tengah. Dalam kasus ini tidak ada tulang jari
phalangeal sama sekali. Brachydactyly unilateral
seperti ini sangatlah langka, dan Stevenson belum
menemukan laporan kasus yang pernah diterbitkan,
walaupun seorang kolega (ahli bedah plastik) sempat
menunjukkan foto satu kasus yang berada di bawah
asuhannya.
Gb 5.5 Jari-jari yang terpotong sejak
lahir, sumber: Dr Stevenson
97
Gb 5.6 Cacat bawaan terpotongnya kaki kanan, sumber: Dr Stevenson
Gambar di atas ini menunjukkan tidak adanya kaki kanan bawah (unilateral hemimelia) pada
seorang gadis Burma atau Myanmar, Asia Tenggara. Dia mengatakan bahwa dia teringat akan
kehidupan seorang gadis yang dilindas kereta. Saksi mata mengatakan bahwa kereta tersebut
memotong kaki kanan gadis itu terlebih dahulu, sebelum kereta tersebut juga melindas banyak
bagasi. Cacat bawaan seperti ini yaitu kondisi yang sangat langka, dan Frantz dan O'Rahilly
(1961) menemukannya hanya dalam 12 (4,0%) dari 300 kasus dari semua cacat tulang bawaan
yang mereka periksa. Kendati kita melihanta dengan iba, namun menyelidiki kasus-kasus
seperti ini sangatlah menarik.
sebab sebagian besar (tapi tidak semua) kasus ini ada di antara orang-orang yang percaya
pada reinkarnasi, nara sumber akan menyampaikan ceritanya sesuai keyakinan reinkarnasi
mereka. Oleh sebab itu penting bagi ilmuwan untuk memikirkan penjelasan alternatif untuk
setiap kasus yang ditemui. Ilmuwan harus netral dan membaca setiap kasus dengan ojektif,
tidak setiap kasus tanda lahir dan cacat bawaan ini yaitu hasil dari reinkarnasi. Kemungkinan
lain selain adanya reinkarnasi, ditemukan kasus-kasus di mana orang tua si anak akan
menjelaskan hal-hal fiksi untuk mengaitkan dengan reinkarnasi seseorang ke dalam raga anak
mereka. Inilah tantangannya.
Di dalam bukunya, Dr Stevenson, Where Reincarnation and Biology Intersect, menjelaskan
lebih jauh dan lebih banyak kasus tentang adanya keterkaitan antara tanda lahir dan cacat
bawaan ini dengan kematian seseorang di waktu lampaunya.
Xenoglossy
Penelitian juga telah menemukan banyak kasus xenoglossy, yaitu kemampuan untuk
memahami dan berbicara bahasa yang belum dipelajari dalam kehidupan saat ini, namun yang
diketahui dipakai pada kehidupan sebelumnya. Ini yaitu aspek yang luar biasa dari
penyelidikan dalam hal kemampuan bahasa. Sejauh yang diketahui dari kasus-kasus tersebut,
kemampuan bahasa itu bukanlah sesuatu yang ditransmisikan secara genetis dari orang tuanya.
Ini menarik sekali. Istilah Xenoglossy pertama kali digunakan oleh ahli fisiologi Prancis
Charles Richet (1850-1935) untuk menggambarkan kemampuan seorang wanita dalam studi
kasus yang mampu menulis dalam bahasa Yunani, bahasa yang tidak dia pelajari atau pahami
98
dalam kehidupannya sekarang. Dr. Ian Stevenson dan rekan-rekannya telah mempelajari
sejumlah kasus sehubungan dengan hal ini.
Dalam penelitan, ada dua jenis xenoglossy, yaitu recitative dan responsive xenoglossy.
Recitative xenoglossy yaitu kemampuan untuk membaca kalimat-kalimat bahasa asing,
sementara responsive xenoglossy merupakan kasus-kasus di mana seseorang bisa
berkomunikasi secara interaktif dalam bahasa yang belum dipelajari dalam kehidupan
sekarang. Ini dikupas dalam riset Stevenson, Ian dan Satwant Pasricha, “A Preliminary Report
of an Unusual Case of the Reincarnation Type with Xenoglossy".
Berikut yaitu contoh dua buah jurnal kasus xenoglossy yang bisa didapatkan dari media
internet:
1. Stevenson, Ian, “A Preliminary Report of a New Case of Responsive
Xenoglossy.”Journal of the American Society of Psychical Research, Vol. 70, Juli
1976.
2. Stevenson, Ian and Satwant Pasricha, “A Preliminary Report of an Unusual Case
of the Reincarnation Type with Xenoglossy.”Journal of the American Society of
Psychical Research, Vol. 74, Juli 1980.
Para ilmuwan pionir
Sampai buku ini selesai ditulis, tidak ada satupun riset yang telah membuktikan bahwa
reinkarnasi itu yaitu hoax. Yang ada yaitu sebaliknya. Perhatikan gambar di bawah,
mereka yaitu para pionir riset di bidang kejiwaan ini. Apa yang mereka hasilkan merupakan
bukti sains bahwa reinkarnasi itu benar-benar nyata, bukan hanya sekedar teori atau pendapat.
Ada perbedaan informasi antara fenomena reinkarnasi dan Bumi Datar (Flat Earth/FE) yang
sekarang sama-sama banyak beredar di negara kita . Penganut FE tidak mempunyai para pakar
sains yang mendukung keyakinan mereka, mereka tidak diajarkan dan tidak ada riset di
berbagai kampus, pandangan FE juga tentunya tidak diperkuat oleh adanya jurnal-jurnal
ilmiah. Yang saya ketahui, penganut FE sendiri tidak tahu bahwa keyakinan mereka bukan
hanya tidak didukung oleh seorangpun ilmuwan, namun membentur semua riset yang pernah
ada, salah satunya riset Galileo Galilei. Saya menghargai mereka yang bersikeras meyakini
bahwa Bumi itu datar dan Matahari yang mengelilingi Bumi, namun saya harap mereka juga
sadar bahwa itu yaitu hoax, paling tidak ya baru berupa pendapat saja.
Sementara dalam kasus reinkarnasi, kita dapat menemukan nama-nama ilmuwan contohnya
mereka yang tergabung ke dalam ARRR (Association for Regression and Reincarnation
Research), suatu asosiasi international tentang riset khusus di bidang transmigrasi jiwa ini.
99
Gb 5.7 Para pionir riset reinkanrasi, Sumber: www.arrrglobal.org
Dr. Brian Weiss, M.D. Dia mendapat julukan ‘ ayah dari Pemulihan Kehidupan masa lalu
modern” atau ‘Father of modern Past-Life Regression’. Seorang Psykiatris dari Colombia dan
Yale University. Dalam proses merawat salah satu pasiennya yang bernama Catherine
menggunakan psikoterapi konvensional, Dr. Weiss menemukan kembali masa lalu-regresi
kehidupan. Meskipun awalnya skeptis, dia terus menggunakan regresi masa lalu dalam
perawatannya dan hasilnya menunjukkan hal yang luar biasa. Selama salah satu sesi, pasiennya
mencapai antara kehidupan dan berkomunikasi dengan jiwa ayah dan anak Weiss yang telah
ditinggalkan dan menyampaikan informasi rahasia tentang keluarga Weiss. Akibatnya,
skeptisme berubah menjadi keyakinan yang solid. Dia mempublikasikan pengalamannya
dengan sangat rinci dalam buku pertamanya dan zaman pembuatan 'Many Lives, Many
Masters'. Setelah sukses luar biasa dari buku pertamanya, dia menulis beberapa karya lagi
seperti 'Messages from Masters', 'Through Time into Healing,' Only Love is Real 'dan' Same
Soul, Many Bodies'.
Dr. Ian Stevenson, M.D. Nama ini sudah saya jelaskan di awal. Beliau merupakan salah satu
peneliti terdepan di bidang penelitian reinkarnasi. Dr. Stevenson menulis beberapa buku
tentang masalah ini, termasuk "Dua Puluh Kasus yang Mengarah pada Reinkarnasi", "Kasus
Jenis Reinkarnasi" (empat jilid), "Xenoglossy, dan Tayangan Telepati - Suatu Tinjauan dan
Laporan dari Tiga puluh Lima Kasus Baru". Seorang profesor di Departemen Psikiatri di
University of Virginia, kontribusinya yang luar biasa terhadap penelitian reinkarnasi yaitu
dokumentasi teliti tentang lebih dari 2.000 riwayat kasus anak-anak dengan kenangan masa
lalunya masing-masing.
Dr. Michael Newton. Dia yaitu Pendiri The Newton Institute (TNI) for Life between
Hypnotherapy. Beliau sempat menjabat sebagai Presiden pertama dari tahun 2002-2005. Dr
Newton menulis beberapa buku hasil risetnya antara lain "Journey of Souls", "Destiny of Souls"
dan "Life Between Lives: Hypnotherapy for Spiritual Regression". Dr. Newton telah muncul di
berbagai acara radio dan televisi dan menjadi pembicara aktif sebelum memutuskan untuk
pensiun. Beliau banyak berbagi penemuan dan keyakinannya tentang kehidupan abadi kita di
dunia roh. Sepanjang masa pensiun, Dr. Newton mencurahkan waktunya pada TNI sebagai
penasehat Dewan dan program pelatihan, sampai kematiannya pada tahun 2016.
100
Carol Bowman. Beliau telah melakukan beberapa pekerjaan menakjubkan tentang kenangan
hidup masa lalu tentang anak-anak yang terwakili dalam karya-karyanya "Kehidupan Masa
Lalu Anak-Anak: Bagaimana Kenangan Hidup Masa Lalu Mempengaruhi Anak Anda" dan
"Kembali dari Surga: Saudara-saudari terkasih yang bereinkarnasi dalam keluarga Anda".
Carol telah menjadi ahli terapi regresi kehidupan masa lalu untuk orang dewasa selama lebih
dari dua dekade. Carol yaitu lulusan Simmons College di Boston. Dia belajar dengan para
perintis di bidang regresi kehidupan masa lalu, dan memegang gelar M.S. Dalam Konseling
dari Universitas Villanova.
Dr. Bruce Goldberg. Seorang Hipnoterapis yang mengkhususkan diri dalam regresi masa lalu
dan kemajuan hidup di masa depan. Buku Dr. Goldberg meliputi "Past Lives, Future Lives"
dan "Dream Your Problems Away". Dr. Bruce Goldberg memegang gelar B.A. Gelar dalam
Biologi dan Kimia. Beliau yaitu seorang Doctor Dental Surgery dari University of Maryland
School of Dentistry, dan memiliki gelar Master di bidang Psikologi Konseling. Dia yaitu
penulis 21 buku terlaris dan pemenang penghargaan, termasuk “Past Lives, Future Lives” di
atas yang merupakan buku pertama yang pernah ditulis tentang perkembangan hipnoterapi
(membawa pasien ke dalam kehidupan masa depannya).
Roger J. Woolger, PhD. Seorang analis Jungian, terapis Regresi dan seorang dosen. Roger
Woolger, seorang psikoanalis dalam Tradisi Jungian, telah melakukan banyak penelitian dalam
regresi kehidupan masa lalu dan karyanya meliputi "Seluk-beluk Jiwa-jiwa lain" dan
"Menyembuhkan Hidup Masa Lalu Anda". Roger Woolger yaitu seorang guru terkenal di
Inggris, yang muncul pada tahun 1966 di serial televisi Channel 4 Transformations dan di
berbagai program televisi lainnya. Pada tahun 1997 dia memberi banyak catatan tentang
Kehadiran Dunia Lain dalam Psikoterapi dan Penyembuhan di Konferensi Beyond the Brain
yang disponsori oleh British Scientific and Medical Network dan Institute for Noetic Sciences
(California) yang diselenggarakan di St. John's Collage, Cambridge University. Seorang
psikoterapis dan guru berbakat, Roger memiliki kemampuan untuk membawa orang melalui
pengalaman transformatif yang mendalam dengan belas kasih yang dalam dan menciptakan
atmosfir yang aman dan terkandung. Sebagai tambahan, dia memiliki kemampuan yang luar
biasa (dan banyak dikomentari) untuk menerangi gambaran spiritual yang lebih luas sampai
mistiskisme barat hingga Shakespeare - mengajar dengan humor melalui puisi, musik, cerita
dan meditasi.
Morris Netherton, PhD. Salah satu pelopor masa lalu-regresi-hidup, bukunya 'Past Lives
Therapy' yaitu salah satu buku paling awal tentang masalah ini. Dr Netherton diakui sebagai
terapis pertama yang merawat jiwa dengan cara mengembalikan klien ke kehidupan masa lalu
mereka. Setelah karya terobosannya, Past New Lives Therapy (William Morrow, 1978)
terpapar pada banyak media utama, istilah 'kehidupan lampau'-nya menjadi kata kunci dalam
jutaan bahasa di seluruh dunia. Pemahaman tentang masa lalu dapat menawarkan langkah
pertama menuju ketenangan dari kebingungan yang diakibatkan oleh siklus kematian dan
kelahiran kembali yang sedang berlangsung, demikian pemahamannya.
Edgar Cayce. Dia mungkin bukanlah seorang ilmuwan, melainkan seorang mistikus terkenal
abad ke-20. Dia yaitu salah satu mistikus pertama (selain Uskup Agung John Ward) yang
mengeksplorasi dimensi realitas lainnya. Dari tahun 1925 sampai 1944, dia menelaah sekitar
2.500 bacaan. Dia bisa memasuki keadaan transhipnosis dan menggambarkan kehidupan masa
lalu individu secara santai. Cayce lahir di sebuah keluarga Kristen fundamentalis dan awalnya,
dia sendiri sulit menerima apa yang dia katakan selama keadaan trans ini. Kemudian, saat ia
101
mulai mempercayai ketepatan apa yang dipahami dan apa yang dia baca, dia secara bertahap
memahami dasar-dasar pengajaran reinkarnasi dan karma serta bagaimana mereka membantu
manusia memahami aspek kehidupan yang tampaknya tidak dapat dipahami. Inti dari
pemahaman yang didapatnya ini dapat ditemukan dalam karyanya yang berjudul "Scars of the
Soul". Dalam "Born Again and Again" Cayce mengeksplorasi topik seperti ketakutan
mendalam, penyakit fisik, hambatan mental, bakat, kejuruan, dorongan dan kemampuan
bawaan, kesulitan perkawinan, pelatihan anak, dan lain-lain. Ini apa yang dia sebut sebagai
"Pola karma" yang dihasilkan dari inkarnasi sebelumnya.
ARRR
ARRR atau Asosiasi Riset Pemulihan dan Reinkarnasi yaitu suatu asosiasi internasional yang
focus dalam pemulihan diri dan melakukan berbagai riset di area reinkarnasi. Siapapun boleh
mendaftarkan diri pada asosiasi ini dan menerima update riset mereka dari waktu ke waktu.
ARRR dibentuk bertujuan untuk mempermudah interaksi di antara anggotanya dalam
berkontribusi dan terlibat dalam berbagai riset mereka. Dari asosiasi inilah terbit berbagai
berita update tentang berbagai kasus reinkarnasi yang menarik dan ditelaah dari sudut pandang
sains secara mendalam. Selain pengetahuan yang bisa bertambah dengan menjadi membernya,
ada beragam pelatihan pemulihan diri di dalamnya yang bisa disesuaikan dengan budaya dan
ajaran agama kita. Majalah “Eternal Life Times” dikeluarkan asosiasi ini. Saya berdoa semoga
suatu saat bisa melaksanakan seminar bersama mereka di negara kita .
Mari kita melihat lebih dalam ARRR ini, siapa saja ilmuwan yang mem-back up pelayanan ini
satu persatu. Kita mulai dari Presidennya, Dr. K. Newton, M.D. Beliau yaitu pendiri Life
Research Academy.
Dr K Newton, MD yaitu seorang dokter medis dengan profesi dan Guru Hi-tech, misinya
untuk melihat semua orang menjadi Guru pencerah dan 'Merohaniahkan Planet Bumi'. Bekerja
menuju Visi itu, dia mengembangkan banyak metode penyembuhan holistik yang berfokus
pada pemahaman tentang kesadaran, pemahaman, dan integrasi batin. Ia membentuk Life
Research Academy pada tahun 2000 dan Life University pada tahun 2010. Langkah penting
lainnya yaitu saat ia meluncurkan The Association for Regression and Reinkarnation
Research (ARRR), di antaranya dia menjadi Founder President. Dia diakui sebagai salah satu
Perintis di bidang Regresi Kehidupan Masa Lalu. Dr. Newton yaitu orang yang menyediakan
ruang tanpa syarat dan penuh kasih untuk setiap orang yang mencarinya.
Ada beberapa pihak Penasihat dari India di dalam ARRR ini, antara lain:
Dr. Lakshmi G V, M.B.B.S, Vice President, ARRR, pendiri, Life Research Academy. Dia
yaitu Seorang dokter medis dan advokat Vegetarian dan Spiritual Parenting yang penuh
gairah, dia telah menjadi pendamping tetap Dr. Newton sejak tahun 1987, dan berbagi
ketertarikannya pada meditasi, regresi Kehidupan Masa Lalu , serta penyembuhan alternatif.
Meena Tiwari, nama ini cukup terkenal di industri media, memiliki Saluran Televisi Televisi
Pragya 24 jam pertama dan satu-satunya yang melayani audiens dari semua kelompok usia dan
di semua segmen kesehatan. Pragya benar-benar merupakan visi Nyonya Meena Tewari dan
hanya satu contoh kemampuannya untuk menggabungkan semuanya dengan banyak rintangan.
102
Pragya diluncurkan pada tahun 2007 menghirup kesegaran dalam jutaan kehidupan dengan
kehadirannya yang mempelopori dunia kesehatan yang menyeluruh.
Rajashekhar Potluri, B.E. (Hons), seorang Electrical & Electronics Engineering, Secretary,
Co-Founder Life Research Academy. Meskipun seorang insinyur, ia percaya bahwa Ilmu
Spiritual yaitu jembatan antara Ilmu Pengetahuan lainnya dan dunia rohaniah manusia.
Dr. Trupti Jayin, seorang psikolog klinis, sebagai Joint Secretary, yaitu seorang
Independent Consultant. Dr Jayin yaitu seorang Psikolog Klinis, dia memiliki spesialisasi
dalam banyak teknik psikoterapi yang berbeda. Dia bekerja sama dengan banyak LSM dan
Psikiater yang berbeda dan pekerjaan penyembuhannya, melalui Terapi Past Life, beliau telah
dihargai oleh berbagai kalangan medis di India.
Dr. Soumya Rao, MRCPsych, UK, sebagai Joint Secretary. Beliau juga seorang Independent
Consultant. Dia menyelesaikan pelatihan di sekolah kedokteran pada tahun 2000 dari
Universitas Bangalore, dan kemudian bekerja di NIMHANS, Bangalore di pusat kecanduan
untuk penyalahgunaan zat. Inilah batu loncatannya untuk akhirnya melatih psikiatri. Dia secara
mulus mengintegrasikan Psikiatri dengan Regresi Kehidupan Masa Lalu dan bentuk-bentuk
penyembuhan lainnya.
Hitesh Vashisht, sebagai Treasurer, juga seorang Independent Consultant. Seorang
Profesional Manajemen dengan pendidikan dan Penyembuh yang penuh gairah. Bagi Hitesh,
hidup yaitu tentang menjadi alami. Sejak kecil, dia selalu menjadi pencari. Menurutnya,
sukacita yaitu penting bagi dirinya dan orang lain.
Dr. Beena Rani Goel, MDS, sebagai Founder Member, Chairperson, dan seorang penyembuh
yang bisa dipercaya. Prof. Beena Rani Goel, lahir di Kerala, belajar kedokteran gigi di negara
asalnya dan mulai mengkhususkan diri di bidang Endodontik. Dia mengajar kedokteran gigi di
akademi kedokteran gigi selama sekitar 30 tahun dan merupakan spesialis terkenal dan dikenal
di India dan di luar.
Dr Leena S. Bahrani, M.B, B.S (Bom), M.D. (Psy.), sebagai Founder Member. Dia juga
seorang Independent Consultant. Dr. Leena Bahrani yaitu seorang Psikiater & Psikoterapis
Klinik, berlatih di Andheri, Mumbai selama 27 tahun terakhir. Selama 10 tahun terakhir ini,
dia telah mempraktekkan Teknik Meditatif dan Regresi Usia yang berbeda dan selama 5 Tahun
terakhir dia juga pernah berlatih Regresi Masa Lalu dan Pemrograman Linguistik Neuro.
Dr. Jayesh Shah, M.D. Seorang Homoeopathy, sebagai Founder Member. Dia juga
merupakan seorang Independent Consultant. Seorang dokter homoeopati yang terlatih, dia
terkenal secara internasional di komunitas homoeopati sebab keterampilan pengajarannya dan
berbagai wawasan kreatif melalui karyanya. Dia telah menulis buku berjudul 'Ke dalam tabel
periodik' di mana dia telah berbagi wawasannya tentang kesadaran dalam kingdom mineral
melalui kasus-kasus besar yang disembuhkan di bawah perawatannya, dengan pasien dari
seluruh dunia. Dia telah berkolaborasi dengan baik dengan Dr. Rajan Sankaran dalam
penelitian klinis dan perkembangan klinis di Homeopati.
Para ilmuwan sebagai Penasehat International ARRR antara lain:
Andy Tomlinson, Psychotherapist dan penulis buku. Andy yaitu lulusan psikologi, seorang
psikoterapis, bersertifikat Regression Therapist dan juga bersertifikat Life Between Lives
103
Therapist. Dia memiliki praktik pribadi yang didedikasikan untuk Terapi Regresi sejak tahun
1996.
Dr. Adrian Finkelstein, seorang penyembuh rohaniah, peneliti, pembicara dan penulis, dia
juga seorang pakar PLR. Adrian yaitu lulusan Sekolah Menninger of Psychiatry yang
bergengsi, Dewan Psikiater Bersertifikat, Mantan Profesor Psikiatri di Chicago Medical
School, Universitas Ilmu Kesehatan, Universitas Rush dan Sekolah Kedokteran dan UCLA
(University of California di Los Angeles), dia juga mantan Kepala Rawat Jalan Departemen
Psikiatri di Mount Sinai Medical Center di Chicago, dan pemenang dua penghargaan nasional
dari dua institusi kedokteran nasional terkemuka: Asosiasi Neuropsikiatrik Pusat dan Sekolah
Menninger of Psychiatry, atas penelitiannya yang luar biasa dan inovatif.
Dr. Janet Cunningham, Pelatih terapi regresi, pembicara seminar & konselor spiritual. Dia
yaitu pemilik terobosan di area Unconscious®, sebuah praktik pribadi di Edgewood,
Maryland, AS. Dr. Cunningham yaitu penulis lebih dari 12 buku dan CD; Karyanya telah
ditulis oleh penulis lain. Beliau yaitu presiden Dewan Terapi Regresi Internasional (IBRT);
Mantan ketua Asosiasi Internasional untuk Riset dan Terapi Regresi, Inc (IARRT); Dan
anggota bersertifikat dari EARTh, Asosiasi Bumi untuk Terapi Regresi. Dia bertugas di
Advisory Boards to the Future Life Institute dan AARR Global, Asosiasi untuk Riset Regresi
dan Reinkarnasi.
Riset lain
Ada beberapa nama ilmuwan lain juga melakukan riset serupa. Mereka antara lain: Dr Jim
Tucker penerus Dr Ian Stevenson di Virginia University, Dr Erlendur Haraldsson, professor
psikologi fakultas Iceland University, Robert Almeider, PhD tenaga pengajar dari Pilosophy
Dept Gorgia State University, Hans TenDam, salah seorang direktur International Association
of Regression Research and Therapies in California dan seorang penasihat International Board
of Regression Therapy in New York, Carl Jung, salah satu psikologis modern terbesar saat ini,
Thomas Huxley, seorang ahli Biologi Inggris menulis buku "means of constructing a plausible
vindication of the ways of the cosmos to man."
Menurut studi yang dilakukan oleh Bob Good, seorang pembicara dan penulis buku bertema
reinkarnasi menyatakan bahwa semakin banyak universitas yang melakukan riset di bidang ini
di Amerika. Mereka antara lain yaitu Prinston University, Standfor University, Virginian
University tentunya, Miami University, Nevada Las Vegas University, dan University of
Toronto. Kapan universitas di negara kita mulai mengadakan riset ini? Saya tidak tahu. Saya
sempat berbicara dengan kolega saya dari Departement Psikiatri RSCM perihal reinkarnasi,
dia menyatakan belum ada arah penelitian ke sana di samping itu, banyak memang yang tidak
meyakininya. Saya berpikir, negara kita dalam dunia pendidikan dan riset atau tehnologi
memang demikian, selalu mengikuti di belakang. Biasanya setelah booming di Amerika dan
Eropa, baru masuk Asia yang dipelopori oleh China dan Jepang. Kemudian barulah ke Asia
Tenggara termasuk negara kita . Saya berharap ada riset serupa suatu saat di sini.
104
Gb 5.8 Google search dengan kata kunci: “scientific proof of reincarnation”
Saat kita mencari berita atau artikel tentang bukti sains tentang reinkarnasi, maka akan kita
dapatkan ribuan artikel. Seperti yang saya coba lakukan pada 7 juli 2017, ada sekitar 403 ribu
artikel yang muncul termasuk jurnal-jurnal risetnya. Ini jumlah yang fantastis. Sebagian jurnal-
jurnal tersebut antara lain:
1. Cook, Emily Williams, Satwant Pasricha, Godwin Samararatne, U Win Maung, Ian
Stevenson: Mereview dan menganalisa kasus-kasus reinkanrasi tipe I yang tidak
terpecahkan. Dalam jurnal: Journal of the American Society for Psychical
Research. 77 (1983), S. 45-62. ISSN 0003-1070.
2. Cook, Emily Williams, Satwant Pasricha, Godwin Samararatne, U Win Maung, Ian
Stevenson: Mereview dan menganalisa kasus-kasus reinkanrasi tipe II yang tidak
terpecahkan. Perbandingan fitur dari kasus-kasus yang terpecahkan dan yang tidak,
dalam jurnal: Journal of the American Society for Psychical Research. 77 (1983),
S. 115-135. ISSN 0003-1070.
3. David Barker and Satwant Pasricha. Reincarnation Cases in Fatehabad: A
Systematic Survey of North India Journal of Asian and African Studies, Vol. 14,
No. 3-4, 1979, p. 231.
4. Haraldsson, E (1991). Children Claiming Past-Life Memories: Four Cases in Sri
Lanka. Journal of Scientific Exploration, Vol. 5, N0. 2, pp. 233-261.
5. Haraldsson, E. (1997). A Psychological Comparison Between Ordinary Children
and Those Who Claim Previous Life Memories. Journal of Scientific Exploration,
Vol. 11, No. 3, hal. 323-335.
6. Keil, Jurgen (1991). New Cases in Burma, Thailand and Turkey: A Limited Field
Study Replication of Some Aspects of Ian Stevenson’s Research. Journal of
Scientific Exploration, Vol. 5, No. 1, hal. 27-59.
7. Keil, Jurgen (1996). Cases of the Reincarnation Type: An Evaluation of Some
Indirect Evidence with Examples of “Silent” Cases. Journal of Scientific
Exploration, Vol. 10, No. 4, hal. 467-485.
105
8. Keil, Jurgen and Ian Stevenson (1999). Do Cases of the Reincarnation Type Show
Similar Features Over Many Years? A Study of Turkish Cases a Generation Apart.
Journal of Scientific Exploration, Vol. 13, No. 2, hal. 189-198.
9. Keil HHJ & Tucker JB. “Children who claim to remember previous lives: Cases
with written records made before the previous personality was identified.” Journal
of Scientific Exploration, 19(1):91-101, 2005.
10. Keil HHJ, Tucker JB. “An unusual birthmark case thought to be linked to a person
who had previously died.”Psychological Reports 87:1067-1074, 2000.
11. Mills, Antonia (1989). A Replication Study: Three Cases of Children in Northern
India Who are SAid to Remember a Previous Life. Journal of Scientific Exploration,
Vol. 3, No. 2, hal 133-184.
12. Mills, Antonia (1990). Moslem Cases of the Reincarnation Type in Northern India:
A Test of the Hypothesis of Imposed Identification Part I: Analysis of 26 Cases.
Journal of Scientific Exploration, Vol. 4, No. 2, hal. 171-188.
13. Pasricha, Satwant (1998). Cases of the Reincarnation Type in Northern India With
Birthmarks and Birth Defects. Journal of Scientific Exploration, Vol. 12, No. 2, hal.
259-293.
14. Pasricha, Satwant (1992). Are Reincarnation Type Cases Shaped by Parental
Guidance? An Empirical Study Concerning the Limits of Parents’ Influence on
Children. Journal of Scientific Exploration, Vol. l6, No. 2, hal. 167-180.
15. Pasricha SK, Keil J, Tucker JB, Stevenson I. “Some bodily malformations attributed
to previous lives.” Journal of Scientific Exploration, 19(3):359-383, 2005.
16. Sharma P & Tucker JB. “Cases of the reincarnation type with memories from the
intermission between lives.” Journal of Near-Death Studies, 23(2):101-118, 2005.
17. Stevenson, Ian (1989). A Case of Severe Birth Defects Possibly Due to Cursing.
Journal of Scientific Exploration, ol. 3, No. 2, hal. 201-212.
18. Stevenson, Ian (1990). Phobias of Children Who Claim to Remember Previous
Lives. Journal of Scientific Exploration, Vol. 4, No. 2, hal. 243-254.
19. Stevenson, Ian (1992). “Birthmarks and Birth Defects Corresponding to Wounds
on Deceased Persons”, paper yang dipresentasikan pada the Eleventh Annual
Meeting of the Society for Scientific Exploration, di Princeton University, 11-13
Juni. Journal of Scientific Exploration, Vol. 7, No. 4, hal. 403-410.
20. Stevenson, Ian, Godwin Samararatne: Three new cases of the reincarnation type in
Sri Lanka with written records made before verification. Dalam jurnal: Journal of
Nervous and Mental Disease. 176 (1988), S. 741. ISSN 0022-3018.
21. Stevenson, Ian, Godwin Samararatne. Three new cases of the reincarnation type in
Sri Lanka with written records made before verification. Dalam jurnal: Journal of
Scientific Exploration. 2 (1988), S. 217-238. ISSN 0892-3310 (Abstract,Portuguese
translation).
22. Stevenson, Ian, Satwant Pasricha, Godwin Samararatne: Deception and self-
deception in cases of the reincarnation type. Seven illustrative cases in Asia. In:
Journal of the American Society for Psychical Research. 82 (1988), S. 1-31. ISSN
0003-1070.
23. Stevenson, Ian, Satwant Pasricha and Nicholas McClean-Rice, A Case of the
Possession Type in India With Evidence of Paranormal Knowledge. Journal of
Scientific Exploration, 3(1):81-101, 1989.
24. Tucker JB & Keil HHJ. “Experimental birthmarks: New cases of an Asian practice.
International Journal of Parapsychology.
106
Reinkarnasi yaitu pseudosains?
Pseudosains (Inggris: pseudoscience) atau ilmu semu yaitu sebuah pengetahuan, metodologi,
keyakinan, atau praktik yang diklaim sebagai ilmiah tetapi tidak mengikuti metode ilmiah.
Ilmu semu mungkin kelihatan ilmiah, tetapi tidak memenuhi persyaratan metode ilmiah yang
dapat diuji dan seringkali berbenturan dengan kesepakatan/konsensus ilmiah yang umum.
Istilah pseudoscience muncul pertama kali pada tahun 1843 yang merupakan kombinasi dari
akar Bahasa Yunani pseudo, yang berarti palsu atau semu, serta Bahasa Latin scientia, yang
berarti pengetahuan atau bidang pengetahuan. Istilah tersebut memiliki konotasi negatif, sebab
dipakai untuk menunjukkan bahwa subjek yang mendapat label semacam itu digambarkan
sebagai suatu yang tidak akurat atau tidak bisa dipercaya sebagai bagian dari ilmu pengetahuan.
Oleh sebab itu, para pembela serta yang mempraktikkan pseudosains biasanya menolak dan
mencoba mengklasifikasinya.
Sebelum tahun 1843, kategori suatu bidang itu dikatakan sains atau tidak, ada di tangan gereja
terutama Gereja Roma Katolik. Namun ini tentunya tidak objektif, semua riset yang menentang
ajaran gereja tua ini pasti akan dihadang untuk berkembang, bahkan jiwa ilmuwannya bisa
terancam seperti yang saya sudah jelaskan di atas. Kelompok ilmuwan yang melakukan
kategori topik-topik apa yang bisa disebut sebagai sains dan bukan akan membuat kalangan
publik bisa merasa lebih netral dalam menentukan sikap. Salah satu kelompok itu yaitu CSI
(Committee for Skeptikal Inquiry)54 yang dikepalai oleh Barry Karr sekarang ini. Dengan
adanya komunitas ini, publik akan bisa dengan baik memilah mana yang merupakan fakta dan
mana yang bukan. Mengapa? sebab semua klaim itu harus dibuktikan dengan metode
ilmiah.
Bidang atau apa saja yang sekarang ini disebut sebagai Pseudosains? Mereka anatara lain:
Astrology, Creation science, Baraminology, Biblical scientific foreknowledge, Catastrophic
plate tectonics, Flood geology, Hydroplate theory, Soft-sediment deformation, Intelligent
Design, Banana fallacy, Irreducible complexity, Modern geocentrism, Crop circles, Dogon
people and Sirius B, Erich von Däniken's proposal of ancient astronauts, Full moon lunacy,
Non-materialist neuroscience, tetang aktifitas Paranormal (Channeling, Dowsing, Electronic
voice phenomenon, Extra-sensory perception seperti telepathy, clairvoyance, precognition,
psychic abilities, and remote viewing; Levitation, Materialization, Numerology,
Psychokinesis, Spiritualism, Perpetual motion, Free energy, Torsion field, Hyperdimensional
physics, Ufology (semua hal tentang UFO), Face on Mars, Alien abductions, Close encounters,
Aromatherapy, Applied Kinesiology, Aura Analysis, Chelation therapy, cleanse, Colonic
hydrotherapy, Color therapy, Ear candling, Faith healing, Folk remedies, Hair Analysis,
Herbalism, Homeopathy, Laetrile, Magnetic therapy, New German Medicine Q-Ray,
Reflexology, Reiki, Rolfing, Therapeutic touch, Pseudovitamins, Wave genetics, Halqeh
Mysticism, 2012 apocalypse, Anthroposophy, Attachment therapy Ball lightning The Bermuda
Triangle, Biorhythms, Dianetics, Dietary supplements, Herbal supplements, Vitamin
supplements, Orthomolecular medicine, Earth changes, Earthquake prediction; Elves, fairies,
gnomes, and pixies; Faster-than-light travel; Feng shui; Food woo; Handwriting
analysis/graphology Laundry balls Meditation; Metagenetics; Mobile phone radiation and
health; Neoshamanism; Out-of-body experiences; Parapsychology; Phrenology; Polygraph/Lie
54 http://www.csicop.org/about/about_csi
107
detection; Prophecy (nubuatan); Pseudoarcheology, reinkarnasi, Kain kafan dari Turin,
Subliminal perception; Synchronicity; Technical analysis; Theosophy; Therianthropy;
Otherkin; Tutankhamun's curse; dan William Strauss and Neil Howe.
Ada beberapa hal yang kita anggap itu yaitu suatu fakta atau kebenaran, namun ternyata bisa
dikatakan bukan bagian dari Ilmu Pengetahuan di antara topik di atas, antara lain:
1. Creation science, ini yaitu kisah penciptaan di Kejadian pasal 1 yang banyak orang
pikir itu sejalan dengan sains, ini belum bisa dibuktikan secara riset. Kejadian pasal 1
ini penuh dengan misteri. Jadi cerita ini baru sebagai keyakinan saja.
2. Ufology atau semua hal yang berkenaan dengan UFO, ini belum ada bukti sainsnya.
Hanya ada cerita, video, kesaksian yang belum dibuat ke dalam jurnal-jurnal ilmiah.
3. Feng shui banyak diyakini oleh keturunan Tionghoa dalam membangun rumah dan
banayk arsitek. Ini tidak bisa dimasukkan ke dalam sains, baru merupakan keyakinan
juga.
4. Polygraph/Lie detection atau alat pendeteksi kebohongan, ini sering kita tonton di
berbagai film ternyata hasilnya tidak bisa dianggap suatu kebenaran sebab tidak ada
riset yang meyakinkan pemakaian alat ini bisa membuktikan seseorang itu benar-benar
jujur atau tidak.
5. Shroud of Turin atau kain kafan Turin yang diyakini banyak umat Kristen sebagai
penunjuk bahwa wajah yang terbentuk dari kain tersebut yaitu wajah dari Yeshua. Itu
hanya dugaan atau asumsi. Pada tahun 1988, ilmuwan telah melakukan pengujian
carbon 14 untuk menentukan usia dari kain kafan tersebut. Ternyata kain itu baru ada
antara tahun 1260 dan 1390. Riset ini menunjukkan bahwa asumsi bahwa kain kafan
Yeshua telah ditemukan yaitu hoax.
6. Reinkarnasi, ini yang akan kita bahas selanjutnya.
Tujuan saya memaparkan topik-topik yang dianggap sebagai pseudosains yaitu sebagai
penjelasan yang adil bahwa ternyata masih ada ilmuwan yang memasukkan topik reinkarnasi
ini ke luar sains. Dengan kata lain, riset dan berbagai jurnal dari reinkarnasi ini belum bisa
diterima oleh semua ilmuwan. Lalu apakah dengan dimasukkannya topik reinkarnasi ini ke
dalam pseudosains maka segala riset yang memakan jutaan dolar dan waktu puluhan tahun itu
sia-sia? Ternyata tidak juga. Saya sempat menghubungi Barry Kar dan menanyakan bahwa
apakah ada riset yang membuktikan bahwa reinkarnasi itu yaitu hoax, ternyata dia tidak
menjawabnya atau sebenarnya tidak ada. Jadi pemikiran bahwa reinkarnasi yaitu
pseudosains itulah yang ternyata hoax. Saya berharap bahwa ada peneliti yang bisa
membuktikan reinkarnasi itu tidak ada. Seperti pada kasus Kain Kafan Turin, ada penelitian
yang berujung pada kesimpulan kain tersebut yaitu hoax. Dalam kasus reinkarnasi, sama
sekali tidak ada riset yang menyimpulkan proses tranmigrasi jiwa ini yaitu hoax. Semua riset
yang ada atau paling tidak yang saya ketahui, semua berdasarkan metode ilmiah yang jelas.
Perlu diperhatikan asumsi bahwa reinkarnasi itu bukan sains itu sebab dahulunya tidak ada
riset yang dilakukan dengan metode ilmiah, namun kenyataan sekarang berbagai riset itu sudah
berjalan dan akan terus berjalan. Metode ilmiah yang pada umumnya dipakai meliputi:
observasi, hipotesa, prediksi, penelitian, lalu akhirnya yaitu kesimpulan riset. Demikianlah
riset reinkarnasi itu dilakukan. Riset ini tidak hanya dijalankan oleh 1 orang, ada banyak saat
ini, tidak dilakukan dalam waktu singkat untuk menarik kesimpulan, namun sampai tahunan
bahkan Dr Ian Stevenson butuh waktu sampai 40 tahun.
108
Pengelompokkan pseudosains ini sangatlah berguna supaya kalangan public tidak rancu untuk
membadakan mana hoax dan mana yang bukan. Namun publik juga harus mewaspadai bahwa
ada kalanya, suatu topik dikatakan sebagai pseudosains itu sebab belum ada riset yang
membuktikan kebenaran suatu topik, contohnya yaitu topik meteorit. Meteorit yaitu batu-
batu luar angkasa yang meluncur ke alam Bumi. Biasanya mereka hancur dikikis oleh lapisan
atmosfer di atas bumi sebagai perisai, namun ada kalanya ada bebatuan yang sangat besar, dan
setelah dikikis tetap menyisakan suatu volume dan akhirnya mendarat ke Bumi. Bebatuan ini
ditemukan diberbagai lokasi salah satunya di Meksiko ini pada tahun 1969.
Gb. 5.8 Metorit, Sumber: http://geology.com
Semenjak ditemukan berbagai batu dari luar angkasa ini oleh para ilmuwan, maka
pupuslah asumsi bahwa Meteorit yaitu suatu pseudosains. Berapa lama diperlukan oleh
ilmuwan untuk memahami bahwa ini yaitu bagian dari sains? Kurang lebih seratus tahun.
Sekarang, di semua Sekolah Dasar di negara kita , sudah mengajarkan hal ini. Pseudosains pasti
tidak diajarkan. Jadi, selain Heliosentris (gerak Bumi mengelilingi Matahari) yang sempat
dipikir yaitu hoax oleh gereja di abad 17. Meteorit juga sempat diyakini sebagai berita hoax.
Dengan bantuan ilmuwan yang melakukan berbagai riset, maka terbitlah kesimpulan:
Heliosentris dan meteorit itu yaitu fakta sains, benar-benar ada.
Lalu bagaimana dengan reinkarnasi ini? Sudah banyak gereja yang menolak semua riset ini
selama berabad-abad. Komunitas CSI juga belum mengakuinya, perlu waktu sampai berapa
lama lagi? Ini yang kita tidak tahu. Yang kita ketahui yaitu dahulu belum ada riset yang
membuktikan reinarkasi itu ada, dahulu belum ada berbagai jurnal ilmiah tentang reinkarnasi
ini, dahulu belum ada kampus-kampus yang berani membuka diri untuk mempelajari dan
mengajar reinkarnasi, sekarang sudah ada. Ini semua tentang riset. Tanpa riset dari Galileo
Galilei, manusia akan terus berpikir bahwa Matahari mengeliling Bumi. Tanpa riset dari
ilmuwan tentang Meteorit dan maka manusia tidak akan tahu bahwa ada bebatuan yang
109
berhamburan jatuh ke arah kita dari luar angakasa. Jadi riset ini penting demi kemajuan
peradaban manusia.
Bukan tidak mungkin topik-topik lain yang di kategorikan pseudosains di atas, suatu saat
menjadi kebenaran kalau ada riset. Demikian juga, hal-hal yang dianggap sains oleh umum,
ternyata dengan adanya berbagai riset, itu akan dibuktikan sebagai hoax. Dahulu saya sempat
yakin bahwa Kain Kafan Turin itu yaitu kain kafan pembungkus tubuh Yeshua, eh ternyata
bukan. Inilah gunanya penelitian.
Perhatikan bukan hanya jemaat Kristen dan Roma Katolik saja yang banyak berbalik dan
meyakini reinkarnasi sebab berbagai bukti sains ini, dosen dari Georgia State University,
Robert Almeider juga berpikir demikian. Dia sempat meyakini bahwa reinkarnasi yaitu hoax
atau pseudosains. Namun setelah dia melakukan riset pribadi, dia menemukan kesimpulan
bahwa reinkarnasi ini yaitu bagian dari sains. Kesaksiannya yang menarik ini dia sampaikan
di Youtube55.
Kasus-kasus reinkarnasi
Dari ratusan, mungkin saat ini sudah ribuan kasus terkait reinkarnasi, saya hanya akan
menyajikan 2 kasus besar saja dalam buku ini. Kasus I datang dari Amerika, tentang reinkarnasi
seorang pilot pesawat pada perang dunia II, James Leininger. Kasus ini sudah dituliskan ke
dalam artikel dan diterjemakan ke dalam sekitar sembilan bahasa. James dan kedua orang
tuanya sudah sering diundang ke stasiun TV untuk menceritakan kasus ini. Jadi di Amerika,
pada umumnya orang sudah mengetahui cerita ini.
Kasus II datang dari belahan bumi Asia, tepatnya di India. Tidak kalah besar, kasus yang terjadi
pada Shanti Devi ini mendapat perhatian dari Perdana Menteri India, Mahatma Gandhi yang
secara khusus menyiapkan tim investigasi untuk mengkonfirmasi pernyataan-pernyataan Devi.
Kalau kita datang ke India, saya yakin mayoritas orang akan mengetahui kasus wanita ini.
Kisah James Leininger
Orangtua biasanya sangat memperhatikan saat anak-anak mereka mengalami mimpi buruk.
Orang tua menghibur anak-anak mereka untuk menghilangkan ketakutan mereka, anak-anak
kemudian kembali menutup mata dan tertidur kembali. Keadaan menjadi kembali normal, dan
si anak tidak bermimpi buruk lagi.
James Leininger, di Lafayette, mulai bermimpi buruk diusianya yang ke-6. Orang tuanya,
Bruce dan Andrea Leininger, kerap merasa terganggu. Mimpi buruk tersebut datang sebanyak
empat kali seminggu. James dengan keras menendang dan menjerit dengan kakinya terangkat
ke udara. Sepertinya dia bertengkar dengan seseorang atau merasa sedang dikuburkan di dalam
kotak. Dia mencoba keluar. Satu-satunya cara dia bisa lolos dari mimpi buruk yaitu sebab
orang tuanya membuatnya terjaga. Mimpi buruk itu benar-benar di luar kendali.
55 https://www.youtube.com/watch?v=hZhMDU9GcVg&list=PLBDj1A_AOq8vbH7UcRvg3qSc4TURzDX2M
110
James Leininger telah terpesona dengan pesawat terbang sejak usianya belum mencapai 2
tahun. James, pada usia 6, merasa menikmati berada di dalam kokpit pesawat. Kisah kematian
tragis James Huston Jr., selama Perang Dunia II diingat secara rinci oleh James Leininger
muda. Dia juga membuat gambar keadaan sekitar tahun 1944, tahun sebelum dia ditembak
jatuh. Itulah yang diucapkan James saat mimpi buruknya terjadi dan ini yang membuat ibunya
ketakutan. "Dia akan berkata, 'Kecelakaan pesawat terbang terbakar, aku tidak bisa keluar,'"
kata Andrea.
Gb 5.9 Foto James Leininger (kanan) dan James Huston (kiri)
Bruce dan Andrea mulai mengumpulkan berbagai informasi yang bisa menjadi pemicu mimpi
buruk James. Pasangan berpendidikan, Bruce dan Andrea ini selalu mencoba dengan gigih
mencegah kekerasan dapat dilihat oleh James. Jadi mereka mulai menganalisa dalam
percakapan makan malam mereka, apa yang James tonton di televisi, dan hal-hal lain yang bisa
mempengaruhinya. Bruce dan Andrea tidak terlibat dalam penerbangan, dan anak laki-laki
mereka yang berusia 2 tahun ini belum bisa membaca. Harus ada penjelasan logis mengapa
James berkata-kata tentang kecelakaan yang dialami seseorang. Terlintas dalam pikiran Bruce
bahwa ritual mengusir roh jahat mungkin diperlukan jika mimpi buruk itu tidak berakhir.
Kemudian ibu Andrea, Barbara Scoggin, menyarankan sebuah penjelasan yang sepertinya
merupakan jawaban yang tepat: James mungkin mengalami kenangan masa lalu.
Setelah membaca buku tentang seorang konselor bernama Carol Bowman dari Pennsylvania,
ibu Scoggin menjelaskan bahwa Ibu Bowman yaitu seorang ahli tentang fenomena anak kecil
yang serupa dengan apa yang dialami James. Bowman juga telah menulis sebuah buku: Masa
Lalu Anak-anak: Bagaimana Kehidupan Masa Lalu Mempengaruhi Anak Anda. Andrea segera
111
menelponnya. Kemudian setelah beberapa kali berdiskusi dengan Bowman, Andrea
mengambil nasehatnya dan mulai berbicara dengan James tentang mimpi buruknya tepat
setelah kejadian itu terjadi. Akibatnya, kata Andrea, mimpi buruk itu menurun drastis.
"Saat kita bermimpi, pikiran sadar kita tidak menyaring materi seperti saat kita berada
dalam keadaan terjaga, materi yang tidak disadari, termasuk kenangan hidup masa lalu,
muncul," Carol Bowman.
Sebenarnya tidak biasa bagi anak-anak untuk memimpikan kehidupan mereka sebelumnya.
Kita cenderung memperhatikan mimpi buruk, sebab mengganggu tidur dan seringkali
merupakan cerita dramatis dan realistis, seperti dalam kasus James. Mereka sering berulang.
Pada tingkat tertentu, mereka mencari resolusi untuk kenangan yang mengganggu ini. Ketika
Andrea mengakui apa yang James ingat dalam mimpinya -pesawatnya menabrak- ini
membantu dia bisa melalui trauma. Tapi efek sampingnya, yang diharapkan Bowman, yaitu
pernyataan James tentang pesawat yang menabrak dan orang yang tidak bisa keluar menjadi
lebih terperinci, dan lebih nyata baginya.
Bruce dan Andrea Leininger berpose untuk berpotret dengan putra mereka, James. Orang tua
itu mengatakan bahwa mereka percaya bahwa putra mereka telah tersentuh oleh semangat pilot
Perang Dunia II bernama James Huston Jr. Pada suatu siang hari, James mulai dengan sadar
menyebutkan bagaimana "pesawatnya" kandas ke air sebab Jepang menembak pesawatnya
jatuh. Dia bahkan mulai lebih spesifik dengan menyebut pesawat terbang itu dan nama kapal
induk yang ditempatkan di dekat Jepang selama Perang Dunia II. Rincian yang menakutkan
dan spesifik membuat Bruce melakukan pencarian penelitian dengan bantuan Andrea untuk
menyangkal semua fakta cerita James. Melalui banyak penelitian mereka, yang mencakup
hampir lima tahun dengan ribuan dokumen yang telah diklasifikasi, wawancara pribadi dari
nara sumber militer, Bruce dan Andrea Leininger mengatakan bahwa mereka sekarang
akhirnya yakin akan satu hal: Anak mereka terkait dengan seorang pilot Angkatan Laut Perang
Dunia II Dengan nama James M. Huston Jr., yang meninggal pada tahun 1945.
Bruce dan Andrea mengatakan bahwa mereka mulai melihat tanda-tanda yang terkait dengan
putra mereka saat James berumur 20 bulan. Saat pindah dari Richardson, Texas, ke Lafayette
pada bulan Februari 2000, Bruce membawa James ke Cavanaugh Flight Museum di Addison,
Texas. Andrea mengatakan pesawat selalu menjadi impiannya. Dia menghabiskan berjam-jam
bermain dengan pesawat mainan dan dia akan berteriak saat melihat pesawat yang sebenarnya
di udara. Ketika dia mencoba membawa James menjauh dari pameran itu, setelah berada di
sana selama hampir tiga jam, James membuat keributan dan mulai menangis. Seperti anak kecil
pada umumnya yang menangis untuk mendapatkan sesuatu. Untuk memuaskan rasa ingin tahu
dan untuk menenangkannya, Bruce membelikannya rekaman demonstrasi Angkatan Laut Blue
Angels di museum. Sejak saat itu James sangat sering memainkannya.
Leininger menandatangani gambarnya "James 3" sebelum ayahnya mengetahui tentang James
Huston Jr. Pada bulan April 2000, setelah menetap di rumah baru mereka di Lafayette, mimpi
buruk James dimulai lagi. Bruce dan Andrea pada awalnya menghubungkan mimpi buruk anak
mereka dengan keberadaan di rumah baru tersebut. Tapi ketika mimpi-mimpi itu tidak berhenti,
minat orang tuanya untuk pergi ke tingkat yang baru dalam penyelidikan dimulai.
Sementara itu, perabotan rumah rusak akibat koleksi pesawat terbang James. James biasa
menabrakkan pesawat mainannya ke meja dan kursi, Andrea teringat ia tertawa saat ia
menemukan banyak torehan di meja ruang tamu. Meja itu berfungsi sebagai jalur pendaratan
112
untuk pesawatnya. Menerjang menjadi obsesi bagi James bahwa setiap kali seseorang
menyebutkan terbang, James akan berkata, "Kecelakaan, pesawat terbakar," kata Andrea.Tapi
tetap saja, Bruce dan Andrea mengakui, tindakan ini serupa dengan tindakan anak-anak yang
tumbuh dewasa -yaitu sampai James benar-benar spesifik menceritakan dengan rincian
kecelakaan mautnya. Dari bulan Juli sampai September 2000, James mulai mengatakan kepada
orang tuanya bahwa pesawat dalam mimpi buruknya ditembak jatuh oleh orang Jepang setelah
kapal tersebut lepas landas dari kapal di atas air. Ketika James ditanya apakah dia tahu siapa
pilotnya, dia hanya menjawab "James". Andrea bertanya pada James jenis pesawat terbang apa
yang dia terbang dalam mimpinya, dan dia bilang itu yaitu "Corsair". Kemudian, setelah
berulang kali mencoba untuk mendapatkan lebih banyak informasi setelah mimpi buruk itu,
Bruce dan Andrea mendapat kata "Natoma". Dengan keinginan untuk mencoba dan memahami
semuanya, Bruce melakukan pencarian Internet untuk kata Natoma. Hasilnya: ada kapal induk
dengan nama A.S.S. Natoma Bay, yang ditempatkan di Samudera Pasifik selama Perang Dunia
II. Bruce berpikir bahwa itu kebetulan saja.
James Huston Jr., seorang pilot tempur Perang Dunia II, saat ia muncul pada 7 Februari 1945,
sekitar satu bulan sebelum ia terbunuh dalam aksi. Pada bulan Oktober tahun 2000, potongan
teka-teki lainnya tampak jelas. Setelah mimpi buruk lainnya, James memberi nama tuanya
kepada orang tua Jack Larsen, dan dia mengatakan bahwa itu yaitu Larsen yang terbang
bersama James. Bulan berikutnya, James mengucapkan satu informasi lagi, yang membuat
ayahnya yang sudah skeptis bertambah penasaran. Bruce membolak-balik sebuah buku, Battle
For Iwo Jima, Derrick Wright, yang baru saja dia dapatkan dari klub buku sejarah. Sementara
Bruce memeriksa buku itu, James melompat ke pangkuannya untuk menonton film kartun.
Sambil menunggu kartun datang, James melihat buku itu bersama ayahnya. Tiba-tiba, James
menunjuk sebuah peta Iwo Jima dekat Chichi Jima dan berkata, "Ayah, di situlah pesawat saya
ditembak jatuh." Bruce mengatakan bahwa dia hampir terjatuh sebab kaget. Beberapa minggu
kemudian, setelah beberapa kali melakukan pencarian di Internet, Bruce menemukan sebuah
situs web yang merujuk ke Natoma Bay Association. Dia menghubungi seorang Leo Pyatt,
yang kemudian mengatakan bahwa dia yaitu seorang radiolog di sebuah pesawat tempur
Avenger dengan skuadron VC-81.
Bruce tidak bisa menahan pertanyaan. Dia bertanya pada Pyatt apakah ada Corsair yang
diterbangkan ke Teluk Natoma. Pyatt mengatakan tidak ada -hanya Avengers dan Wildcats.
Bruce kemudian bertanya apakah dia telah menerbangkan misi di dekat Iwo Jima, dan Pyatt
mengatakan bahwa dia telah menjadi bagian dari 36 misi di sana. Akhirnya muncul pertanyaan
sebenarnya, tentang keberadaan Jack Larsen. Pyatt mengatakan bahwa dia mengenal Larsen,
tapi dia tidak pernah tahu apa yang terjadi padanya. Setelah menyadari begitu banyak rincian
dari seorang anak laki-laki berusia 2 tahun yang entah bagaimana menjadi realistis, Bruce
menjadi seorang pria yang mencoba untuk menyangkal semua "kebetulan" ini. Dia mulai
melacak catatan militer dari seluruh penjuru negeri. Tujuan utamanya yaitu untuk membantah
"kebetulan" ini.
Bruce tidak dapat menemukan apa pun di Jack Larsen -di mana saja- dalam catatan militer. Dia
mencari setiap daftar yang bisa dia temukan dari Arsip Nasional A.S. tentang orang-orang yang
meninggal yang ditempatkan di Teluk Natoma dan semua pembawa selama Perang Dunia II.
Ada beberapa Larsens dan Larsons yang telah meninggal, tapi tidak ada Jack Larsen dari
Natoma Bay. Dia mencari lebih dari satu tahun, tidak ada penunjuk apa-apa untuk itu. Dia
hampir menyerah.
113
Masalahnya yaitu Bruce sedang mencari orang mati. Setelah menghadiri Reuni Natoma Bay
Association pada bulan September tahun 2002, Bruce mengetahui bahwa Jack Larsen masih
hidup dan sehat di Springdale, Ark. Tapi reuni itu menggali sesuatu yang jauh lebih penting
bagi mimpi buruknya yang membingungkan. Setelah berbicara dengan veteran dari pembawa
dan keluarga mereka, tidak pernah menyebutkan motivasi perilaku anaknya yang tidak dapat
dijelaskan, Bruce mengetahui ada 21 orang yang hilang dari Teluk Natoma.
James Huston Jr. yaitu seorang pilot pesawat tempur di Teater Pasifik selama Perang Dunia
II. Dalam suatu foto, Huston berpose dengan pesawat Corsair - jenis pesawat yang sama
dengan yang disebutkan James Leininger saat mimpi buruknya paling awal. A.S.S. Natoma
Bay yaitu kapal pembawa Huston terbang selama lima bulan sebelum dia ditembak jatuh.
Pengangkut tersebut kehilangan 21 pria di Pasifik. Salah satu dari mereka yaitu Letnan James
McCready Huston Jr dari skuadron tempur VC-81, yang ditembak jatuh pada usia 21 tahun
dalam sebuah misi pemogokan khusus terhadap pengiriman di Futami Ko Harbor di Chichi
Jima, sesuai dengan tindakan pesawat yang dideklasifikasi Laporan. Huston telah mengajukan
diri untuk misi tersebut, misi terakhir yang akan dia tampung sebelum kembali ke Amerika
Serikat. Dia yaitu satu-satunya pilot dari Teluk Natoma yang ditembak jatuh di Chichi Jima.
Nama itu semakin menonjol di benak Bruce sebab Leiningers memperhatikan bahwa James
telah menandatangani namanya sebagai "James 3" di gambar krayonnya dari pesawat Perang
Dunia II. Dia bahkan mengatakan bahwa dia "James 3" -berbulan-bulan sebelum reuni-
menyiratkan bahwa mungkin sebab Huston dinamai sesuai nama ayahnya, James Leininger
yaitu yang ketiga. Pada titik ini, Bruce mengatakan bahwa ia menjadi frustrasi sebab
pencariannya untuk membantah kemungkinan bahwa anaknya mengalami kehidupan lampau
menuju ke arah yang salah. "Yang dia inginkan hanyalah pertempuran pesawat, dan dia tahu
jenis pesawatnya. Maksud saya, dia malah menarik matahari merah untuk orang Jepang," kata
Bruce. "Tapi setelah dia menggambar 'James 3' untuk pertama kalinya, saya bertanya
kepadanya mengapa dia melakukan itu. James berkata, 'Saya yang ketiga, saya James 3.' Dia
telah memanggil dirinya sendiri sejak dia berusia 3 tahun, saya pikir dia sedang berjuang
dengan sesuatu yang tidak terselesaikan.
Dia bertekad untuk mengisi potongan-potongan teka-teki yang hilang, Bruce mengunjungi
Larsen di Arkansas pada bulan September tahun 2002 dan bertanya kepadanya tentang Huston.
Larsen mengatakan bahwa dia t






