reinkarnasi 6

 


Tidak dapat mengingat apa yang terjadi pada Huston, namun dia 

yakin pesawatnya telah terkena tembakan anti-pesawat pada tanggal 3 Maret 1945 - pada hari 

Huston gagal untuk kembali dari misinya dan kemudian dianggap hilang dalam misi. Larsen 

yaitu  wingman Huston selama perjalanan sehari ke Chichi Jima. Namun, Bruce masih 

berharap bahwa semua pembicaraan tentang roh ini salah. Setelah dengan penuh semangat 

memeriksa catatan tindakan pesawat skuadron, dia mengetahui bahwa Huston ditembak jatuh 

di pesawat tempur FM2 Wildcat -bukan Corsair- dan tidak ada seorang pun di reuni yang 

menyebutkan sesuatu tentang Corsair yang lepas landas dari Teluk Natoma. Bruce mengatakan 

ketidaktepatan ini membuatnya berharap semua ini hanya serangkaian kejadian kebetulan. 

 

Hanya untuk memastikan, Bruce mencoba menemukan anggota keluarga Huston. Pada bulan 

Februari 2003 dia melakukan kontak dengan Anne Huston Barron, saudara perempuan Huston, 

yang sekarang tinggal di Los Gatos, California. Melalui beberapa percakapan telepon, 

Leiningers dan Bu Barron menjadi teman, dan dia setuju untuk mengirim foto Bruce dari 

kakaknya selama pelayanan militer. Paket foto tiba pada bulan Februari dan Maret 2003. Dalam 

salah satu paket itu ada foto Huston yang berdiri di depan pesawat tempur Corsair -jenis 


 

  114 

pesawat yang sama yang telah disebutkan James berkali-kali. Menurut Bruce, wawancara 

dengan prajurit masa lalu dan menguraikan catatan militer A.S., sebelum Huston bergabung 

dengan Natoma Bay dan VC-81, dia yaitu  bagian dari skuadron satuan elit, 

 

Tes skuadron elit-menerbangkan Corsair untuk penggunaan carrier, dan hanya 20 pilot yang 

dipilih untuk tugas ini. Namun, skuadron VF-301 dibubarkan setelah delapan bulan dan Huston 

kemudian dipindahkan ke VC-81 pada 8 Oktober 1944. Ketika dia mengetahui hal ini, kata 

Bruce, semua skeptisismenya lenyap. "Saya tidak punya jawaban untuk ini, jadi saya juga tidak 

bisa menjelaskannya," kata Bruce. "Melalui semuanya, harus ada unsur iman, tetap saja 

kebetulan bermimpi begini, tapi ada faktor aneh yang harus Anda hitung. Petir bisa menyerang 

sekali, tapi saat menyerang delapan atau sembilan kali, Anda tidak bisa mengatakan itu 

kebetulan. " Bruce tidak memberi tahu Nona Barron tentang kisah supernatural anaknya sampai 

pada saat jatuh pada bulan Oktober tahun 2003. Ketika akhirnya dia memberitahunya tentang 

kemungkinan saudara laki-lakinya menjadi bagian dari James, dia mengatakan bahwa dia 

tertegun pada awalnya dan telah membiarkan semuanya tenggelam. Kemudian pada tanggal 15 

Oktober 2003, Bruce dan Andrea menerima sepucuk surat darinya, bersama dengan beberapa 

milik pribadi Huston, yang tidak hanya mengatakan bahwa dia merasa James seharusnya 

memiliki barang-barangnya, tapi dia benar-benar percaya pada cerita itu. "Anak ini tidak dapat 

mengetahui hal-hal yang dia lakukan -dia tidak bisa- jadi saya yakin dia yaitu  bagian dari 

saudara laki-laki saya," kata Barron. "Inilah hal-hal yang Anda baca, pasti ada alasan untuk itu, 

tapi saya tidak tahu apa itu, fenomena yang tidak saya mengerti, semuanya terjadi hampir 60 

tahun yang lalu". Meskipun tidak mengetahui alasan kebetulan ini, Barron yakin bahwa James 

Leininger terkait dengan saudaranya yang hilang. Dia sekarang memanggil anak laki-laki 

berusia 6 tahun itu "James 3". Sampai suatu saat, dia menunjuk pada Nona Barron, yang berusia 

86 tahun, sebagai saudara perempuannya. Seperti Bruce akan menemukan lebih banyak 

informasi tentang Huston, tanpa memberitahu James tentang semua itu, keluarga Leininger 

akan lebih memperhatikan tindakan anak mereka. James memiliki tiga G.I. Joe boneka dan 

menamakan mereka Leon, Walter dan Billie - nama tiga pilot yang kebetulan bertugas bersama 

Huston. Menurut catatan Armada Pasifik A. L. Leon Stevens Conner, Ensign Walter John 

Devlin dan Ensign Billie Rufus Peeler termasuk di antara 21 korban jiwa dari Teluk Natoma. 

Mereka juga anggota skuadron udara VC-81 dengan Huston. Ketika ditanya mengapa dia 

menamai boneka itu seperti yang dia lakukan, Bruce mengatakan bahwa James menjawab, 

"sebab  mereka menyapaku saat saya pergi ke surga.” 

 

James juga menjelaskan kepada ayahnya bagaimana Corsair sering memiliki ban rata dan akan 

selalu cenderung membelok ke kiri. Setelah memeriksa dengan sejarawan militer di Lone Star 

Flight Museum di Galveston, Texas, pernyataan tersebut telah diverifikasi. Andrea ingat 

pertama kali dia memasak meatloaf untuk James, yang tidak pernah dia makan sebelumnya. 

Setelah Andrea mengatakan kepadanya bahwa mereka sedang makan daging cincang untuk 

makan malam, James mengatakan bahwa dia belum pernah makan daging sebab  dia berada di 

Teluk Natoma. Jadi, Bruce dan Andrea menghubungi beberapa veteran dari kapal induk, dan 

mereka mengetahui bahwa meatloaf yaitu  makanan biasa bagi kru saat itu. 

 

Setelah menemukan bahwa Corsair itu nyata, ada satu detail penting dari mimpi James yang 

perlu dijelaskan: bagaimana pesawat ditembak jatuh. Setelah gelombang mimpi buruk lainnya, 

Bruce dan Andrea ingat bagaimana James mengatakan pesawatnya tertembak di mesin, dan dia 

akan berulang kali memeriksa dan memastikan alat pemadam kebakaran tersedia dan ditandai 

kemanapun mereka pergi. Namun, tidak ada sayap sayap Huston - Jack Larsen, Bob Greenwalt 

atau William Mathson Jr. - dari skuadron VC-81 melihat pesawatnya ditembak jatuh pada 


 

  115 

tanggal 3 Maret 1945, kebanyakan sebab  pesawatnya yaitu  yang terakhir terbang menurut 

catatan harian perang Intelijen VC-81. Greenwalt, yang juga bertugas dengan Huston sebagai 

‘Iblis’, mengatakan ketika skuadron menyadari bahwa pesawat Huston sudah tidak ada lagi di 

udara, pesawat mereka melakukan pencarian kedua untuk mencari puing-puing. Mereka tidak 

menemukan apa-apa. Tanpa saksi mata, para Leiningers hanya bisa "percaya" bahwa Huston 

telah ditembak jatuh di dekat Futami Ko Harbor di Chichi Jima. 

 

Seperti suatu keberuntungan, pada bulan Juni 2003, veteran lain membantu Bruce dengan 

penelitiannya. Sebuah posting internet yang ditinggalkannya di situs Natoma Bay Association 

hampir setahun yang lalu menarik perhatian seorang veteran bernama Jack Durham. Durham 

berubah menjadi anggota skuad pembom torpedo-bomber medium VC-83 dari A.S.S. Teluk 

Sargent yang telah berjalan paralel dengan skuadron Huston pada hari ia ditembak jatuh. 

Menurut A.S.S. Laporan tindakan pesawat Teluk Natoma, skuadron VC-81 menutupi TBM 

selama pemogokan Futami Ko Harbor. Tanpa ragu, Durham mengatakan, dia melihat pesawat 

Huston ditembak jatuh oleh tembakan anti-pesawat terbang- sebuah fakta yang dikonfirmasi 

oleh laporan tindakan pesawat VC-83. Dengan menarik lebih banyak catatan tentang skuad 

pembom dan membaca buku harian perang militer mereka, Bruce kemudian menghubungi 

anggota kru VC-83 lainnya -John Richardson, Bob Skelton dan Ralph Clarbour- dan mereka 

semua memastikan bahwa tidak hanya pesawat Huston yang ditembak jatuh, tapi juga itu 

tabrakan mesin, menyebabkan ledakan di bagian depan pesawat. Kemudian menabrak Futami 

Ko Harbor, tempat yang sama dengan yang ditunjukkan James dalam bukunya. 

 

Setiap detail mimpi James telah diverifikasi, baik melalui laporan saksi mata, wawancara 

pribadi atau catatan militer. Bruce dan Andrea mengatakan bahwa mereka benar-benar yakin 

bahwa Huston telah menyentuh James. Mereka tidak tahu mengapa dan bagaimana tepatnya. 

"Jika seorang jiwa bereinkarnasi sebab  misi yang belum selesai, atau meninggal 

secara traumatis, kenangan ini lebih mungkin terbawa ke kehidupan lain," kata 

Bowman. 

Dalam kasus James, dia meninggal sebab  kematian yang traumatis saat masih muda. Masih 

banyak emosi dan energi yang mungkin mendorong kenangan ini ke depan. Seperti yang saya 

saksikan, sebuah bagian dari kesadaran James Huston selamat dari kematian dan merupakan 

bagian dari Kesadaran jiwa James Leininger. Inkarnasi saat ini mengandung aspek kepribadian 

dan pengalaman James Huston. " 

 


 

  116 

"Ketika seorang anak berbicara tentang kenangan hidup masa lalu, 

efeknya bergejolak jauh. Di tengah [gejolak itu] yaitu  anak, yang 

disembuhkan dan diubah secara langsung. Orang tua yang berdiri di 

dekat diguncang oleh kebenaran pengalaman tersebut- sebuah 

kebenaran yang cukup kuat untuk melepaskan Keyakinan yang sangat 

mengakar. 

- laporan tentang memori kehidupan masa lalu anak dapat mendorong 

jiwa menuju pemahaman baru. Kenangan masa lalu anak-anak memiliki 

kekuatan untuk mengubah kehidupan. " 

- Carol Bowman, penulis Children's Past Lives

 

Gb. 5.10 Kutipan pernyataan Carol Bowman 

 

James terus mengingat kenangan hidupnya masa lalu, bahkan sampai hari ini. Tapi Bowman 

mengatakan bahwa anak-anak biasanya kehilangan kemampuan mereka untuk mengingat 

kenangan masa lalu sepanjang umur 7. Dengan berlalunya waktu, apa yang bisa menjadi bagian 

akhir dari teka-teki ini yaitu  lokasi kecelakaan itu sendiri, dan jika kokpit macet, itu akan 

menjelaskan mimpi buruk pertama. Namun sebab  peraturan militer A.S. mengenai pesawat 

yang jatuh di perairan asing, Bruce mengatakan bahwa menyelam di lokasi tersebut dengan 

menggunakan sisa-sisa pilot yang ada akan dilarang. 

 

Demikianlah kisah dua orang James di Amerika, kebetulan mereka dilahirkan di negara yang 

sama. Di sana kisah ini banyak diketahui orang sebab  cukup menyentuh perasaan dan juga 

rasa penasaran. Tidak aneh kalau orang Kristen yang meyakini reinkarnasi di sana mencapai 

angka ¼ dari jemaat yang eksis. Mari kita beralih ke cerita lain, kali ini terjadi di Asia, tepatnya 

di negara India. 

 

Kisah Shanti Devi (diceritakan oleh Dr. K.S. Rawat) 

Shanti Devi yaitu  salah satu kasus terbaik kenangan hidup masa lalu anak-anak yang pernah 

dicatat. Ini diselidiki oleh sebuah komite warga terkemuka yang ditunjuk oleh Mahatma 

Gandhi, yang menemani Shanti Devi ke desa kenangan masa lalunya dan mencatat apa yang 

mereka saksikan. Artikel ini dicetak ulang dengan izin dari majalah Venture Inward edisi 

Maret/April 1997, majalah A.R.E., (organisasi riset Edgar Cayce). Buku itu ditulis oleh Dr. 

K.S.Rawat, seorang peneliti bersama dengan Stevenson yang berdomisili di India. Dr. Rawat 

sering menjadi kontributor Forum Kehidupan Masa Lalu.  

 


 

  117 

 

Gb 5.11. Foto Shanti Devi 

Orang-orang mendengar banyak kasus 

reinkarnasi akhir-akhir ini, namun di awal 

usia 30an, informasi tentang seorang 

gadis yang lahir di daerah yang mengaku 

ingat kehidupan lampau, dianggap 

sebagai berita bagus. Cerita gadis ini pada 

awalnya hanya diketahui oleh warga  

setempat, namun secara bertahap berita 

tentang dia menyebar ke seluruh penjuru 

negeri dan akhirnya ke seluruh dunia. 

yaitu  wajar bahwa dunia harus 

bertanya-tanya tentang keaslian ceritanya.  

 

Shanti Devi, lahir tahun 1926, menjadi 

subyek spekulasi sepanjang hidupnya. 

Pada tahun 1985, ada pertanyaan bahkan 

yang diajukan tentang eksistensinya 

dalam sebuah isu khusus tentang 

reinkarnasi dalam jurnal bahasa Inggris 

mingguan terkemuka di India.  

 

 

Apa yang membuat Dr Rawat cemas yaitu  jika ada orang yang menimbulkan keraguan tanpa 

melakukan penelitian yang benar. Pada bulan Februari 1986, Dr Rawat pergi ke Delhi untuk 

bertemu dengan Ian Stevenson, pakar penelitian reinkarnasi terkemuka dari Universitas 

Virginia. Stevenson telah menyelidiki kasusnya, jadi Dr Rawat menunjukkan artikelnya 

kepadanya. Beberapa hari kemudian Dr Rawat bertemu dengan Shanti Devi dan menghabiskan 

waktu sekitar satu jam setengah dengannya. Kemudian, mewawancarai banyak orang yang 

berhubungan dengan kasus ini di Delhi, Mathura, dan Jaipurand, termasuk kerabat Shanti Devi 

dalam kehidupan ini dan dari kehidupan masa lalunya seperti Lugdi Bai. Beliau juga 

memeriksa buku dan artikel yang diterbitkan tentang Shanti Devi dari waktu ke waktu, selain 

beberapa laporan yang disiapkan oleh para ilmuwan terkemuka. Mungkin ini merupakan kasus 

reinkarnasi yang paling terkenal. 

 

Pada tanggal 18 Januari 1902, Chaturbhuj, seorang warga  Mathura, diberkati dengan 

kelahiran seorang anak perempuan, yang diberi nama Lugdi. Ketika Lugdi mencapai usia 10 

tahun, dia menikah dengan Kedarnath Chaube, pemilik toko di wilayah yang sama. Itu yaitu  

pernikahan kedua bagi Kedarnath, sebab  istrinya sebelumnya telah meninggal dunia. 

Kedarnath Chaube memiliki toko kain di Mathura dan juga toko cabang di Hardwar. Lugdi 

sangat religius dan pernah ke beberapa tempat ziarah di usia yang sangat muda. Sementara 

dalam satu ziarah, dia terluka di kakinya dimana dia harus dirawat, keduanya di Mathura dan 

kemudian di Agra. 

 

Saat Lugdi hamil untuk pertama kalinya, anaknya lahir mati setelah operasi sesar. Untuk 

kehamilan keduanya, suami yang khawatir membawanya ke rumah sakit pemerintah di Agra, 

di mana seorang anak laki-laki lahir, lagi melalui bedah caesar pada tanggal 25 September 

1925. Sembilan hari kemudian, bagaimanapun, pada tanggal 4 Oktober, kondisi Lugdi 


 

  118 

memburuk dan dia meninggal. Satu tahun sepuluh bulan dan tujuh hari setelah kematian Lugdi, 

pada tanggal 11 Desember 1926, Babu Rang Bahadur Mathur dari Chirawala Mohulla, sebuah 

wilayah kecil di Delhi, diberkati dengan seorang anak perempuan, yang mereka beri nama 

Shanti Devi. Dia sama seperti gadis lain kecuali bahwa sampai usia empat tahun dia tidak 

banyak bicara. Tapi saat dia mulai mengatakan, dia yaitu  seorang gadis yang berbeda-dia 

berbicara tentang "suami" dan "anak-anaknya". 

 

Dia mengatakan bahwa suaminya berada di Mathura dimana dia memiliki sebuah toko kain 

dan mereka memiliki seorang anak laki-laki. Dia menyebut dirinya Chaubine (istri Chaube). 

Orang tua menganggapnya sebagai fantasi anak dan tidak memperhatikannya. Namun, mereka 

khawatir, saat dia berulang kali mengutarakannya dan, lama-kelamaan, Devi menceritakan 

sejumlah insiden yang berhubungan dengan hidupnya di Mathura bersama suaminya. Kadang-

kadang saat makan, dia berkata, "Di rumah saya di Mathura, saya menyantap berbagai jenis 

permen". Kadang ketika ibunya membalutnya, dia akan menceritakan jenis pakaian apa yang 

biasa dia pakai. Dia menyebutkan tiga ciri khas tentang suaminya: dia adil, memiliki kutil besar 

di pipi kirinya, dan memakai kacamata baca. Dia juga menyebutkan bahwa toko suaminya 

terletak di depan kuil Dwarkadhish. 

 

Pada saat Shanti Devi berusia enam tahun, dan orang tuanya bingung dan khawatir dengan 

pernyataan seperti itu. Gadis itu bahkan memberi penjelasan rinci tentang kematiannya setelah 

melahirkan. Mereka berkonsultasi dengan dokter keluarga mereka, yang takjub bagaimana 

seorang gadis kecil menceritakan banyak rincian prosedur bedah yang rumit. Misteri itu terus 

berlanjut. Seiring bertambahnya usia gadis itu, dia terus meminta orang tuanya untuk dibawa 

ke Mathura. Dia, bagaimanapun, tidak pernah menyebutkan nama suaminya sampai usia 

delapan atau sembilan tahun. Sudah menjadi kebiasaan di India bahwa istri tidak mengucapkan 

nama suami mereka. Bahkan saat ditanya secara khusus, dia akan tersipu dan mengatakan 

bahwa dia akan mengenalinya, jika dibawa ke sana, tapi tidak mau menyebutkan namanya. 

Suatu hari, Babu Bishanchand, seorang guru di Sekolah Tinggi Ramjas Daryaganj di Delhi, 

mengatakan kepada Shanti Devi bahwa jika dia memberi tahu dia nama suaminya, dia akan 

membawanya ke Mathura. Terpikat dengan tawaran ini, dia membisikkan namanya di telinga 

Pandit Kedarnath Chaube. Bishanchand kemudian mengatakan kepadanya bahwa dia akan 

mengatur perjalanan ke Mathura setelah mendapat pertanyaan. Dia menulis surat kepada Pandit 

Kedarnath Chaube, merinci semua pernyataan yang dibuat oleh Shanti Devi, dan memintanya 

untuk mengunjungi Delhi. Kedarnath menjawab mengkonfirmasikan sebagian besar 

pernyataannya dan menyarankan agar salah satu kerabatnya, Pandit Kanjimal, yang tinggal di 

Delhi, diizinkan untuk bertemu dengan gadis ini. 

 

Pertemuan dengan Kanjimal diatur, di mana Shanti Devi mengenalinya sebagai sepupu 

suaminya. Dia memberikan beberapa rincian tentang rumahnya di Mathura dan 

memberitahukan kepadanya tentang lokasi di mana dia telah menguburkan sejumlah uang. 

Ketika ditanya apakah dia bisa pergi sendiri dari stasiun kereta api ke rumahnya di Mathura, 

dia menjawab dengan tegas, jika mereka membawanya ke sana. Kanjimal sangat terkesan 

sehingga dia pergi ke Mathura untuk membujuk Kedarnath untuk mengunjungi Delhi. 

Kedarnath datang ke Delhi pada tanggal 12 November 1935, dengan putra Lugdi Navneet Lal 

dan istrinya yang sekarang. Mereka pergi ke rumah Rang Bahadur keesokan harinya. Untuk 

sengaja menyesatkan Shanti Devi, Kanjimal mengenalkan Kedarnath sebagai kakak laki-laki 

yang terakhir. Shanti Devi tersipu dan berdiri di satu sisi. Seseorang bertanya mengapa 

wajahnya memerah di depan kakak laki-laki suaminya. Shanti berkata dengan suara tegas, 

"Tidak, dia bukan saudara suamiku. Dia yaitu  suamiku sendiri. "Lalu dia menghubungi 


 

  119 

ibunya," Bukankah saya sudah mengatakan bahwa dia adil dan dia memiliki kutil di pipi kiri 

di dekat telinganya? " 

 

Dia kemudian meminta ibunya menyiapkan makanan untuk para tamu. Ketika sang ibu 

bertanya apa yang harus dia siapkan, dia mengatakan bahwa dia menyukai parathas kentang 

dan labu labu. Kedarnath tercengang sebab  ini yaitu  makanan kesukaannya. Kemudian 

Kedarnath bertanya apakah dia bisa memberi tahu mereka sesuatu yang tidak biasa untuk 

membuktikan imannya padanya. Shanti sangat terharu melihat Navneet, anak laki-laki di 

kehidupan sebelumnya. Air mata mengalir di matanya saat dia memeluknya. Dia meminta 

ibunya untuk membawa semua mainannya dan memberikannya ke Navneet. Tapi dia terlalu 

bersemangat untuk menunggu ibunya bertindak dan berlari untuk membawanya sendiri. 

Kedarnath bertanya kepadanya bagaimana dia mengenali Navneet sebagai anaknya, ketika dia 

pernah melihatnya sekali seperti bayi sebelum dia meninggal. Shanti menjelaskan bahwa 

anaknya yaitu  bagian dari jiwanya dan jiwanya dapat dengan mudah mengenali fakta ini. 

 

Setelah makan malam, Shanti bertanya kepada Kedarnath, "Kenapa kamu menikahinya?" 

Mengacu pada istrinya yang sekarang. "Seandainya kita tidak memutuskan bahwa kamu tidak 

akan menikah lagi?" Kedarnath tidak menjawab. Selama tinggal di Delhi, Kedarnath 

menemukan perilaku Shanti Devi yang mirip dengan Lugdi dalam banyak hal. Sebelum pamit 

pada malam hari, dia meminta untuk diizinkan untuk berbicara dengan dia sendiri dan 

kemudian mengatakan bahwa dia yakin sepenuhnya bahwa Shanti Devi yaitu  istrinya Lugdi 

Bai sebab  ada banyak hal yang dia sebutkan yang tidak seorang pun kecuali Lugdi tahu. 

 

Shanti Devi menjadi kesal sebelum Kedarnath kembali ke Mathura pada tanggal 15 November. 

Dia memohon agar diizinkan pergi ke Mathura bersama dia tapi orang tuanya menolaknya. 

Ceritanya menyebar ke seluruh penjuru negeri melalui media dan banyak tokoh intelektual 

tertarik padanya. Ketika Mahatma Gandhi mendengarnya, dia memanggil Shanti Devi, 

berbicara dengannya, dan kemudian memintanya untuk tinggal di asramanya. (Ketika Dr 

Rawat mewawancarai Shanti Devi pada tahun 1986, dia masih ingat kejadian itu.) Gandhi 

menunjuk sebuah komite yang terdiri dari 15 tokoh terkemuka, termasuk anggota parlemen, 

pemimpin nasional, dan anggota dari media, untuk mempelajari kasus tersebut. Panitia 

membujuk orang tuanya untuk mengizinkannya menemani mereka ke Mathura. Mereka 

berangkat dengan kereta api bersama Shanti Devi pada tanggal 24 November 1935. Laporan 

panitia menjelaskan beberapa hal yang terjadi: 

"Ketika kereta mendekati Mathura, Shanti menjadi sangat gembira dan berkomentar 

bahwa saat mereka tiba di Mathura, pintu kuil Dwarkadhish akan ditutup. Bahasanya 

lokalnya yaitu , 'Mandir ke pat band ho jayenge'. Kejadian pertama yang menarik 

perhatian kami saat mencapai Mathura yaitu  ketika masih ada di kereta. Gadis itu 

berada di pelukan L. Deshbandhu. Seorang pria mugkin sudah berjalan 15 langkah, dia 

mengenakan pakaian khas Mathura, yang belum pernah Shanti lihat sebelumnya,  

datang di depannya, bersama dengan kerumunan kecil orang, lalu berhenti sejenak. 

Shanti ditanya apakah dia bisa mengenali pria tersebut. Kehadirannya membuat Shanti 

bereaksi begitu cepat sehingga dia langsung turun dari pangkuan dan menyentuh kaki 

orang asing itu dengan sangat hormat dan terdiam. Saat bertanya, dia berbisik di telinga 

L. Deshbandhu bahwa orang itu yaitu  'Jeth' (kakak suaminya). Semua ini begitu 

spontan dan alami sehingga membuat semua orang tercengang sebab  terkejut. Pria itu 

yaitu  Babu Ram Chaubey, yang benar-benar kakak laki-laki Kedarnath Chaubey". 


 

  120 

Anggota komite membawanya ke dalam sebuah tonga, menginstruksikan pengemudi untuk 

mengikuti arahannya. Dalam perjalanan dia menggambarkan perubahan yang telah terjadi 

sejak zamannya, yang semuanya benar. Dia mengenali beberapa titik penting yang telah dia 

sebutkan sebelumnya tanpa pernah berada di sana. Saat mereka mendekati rumah itu, dia turun 

dari tonga dan melihat orang tua di kerumunan. Dia segera membungkuk kepadanya dan 

mengatakan kepada orang lain bahwa dia yaitu  mertuanya, dan memang benar begitu. Ketika 

sampai di depan rumahnya, dia masuk tanpa ragu dan bisa menemukan kamar tidurnya. Dia 

juga mengenali banyak barang miliknya. Dia diuji dengan ditanya di mana "jajroo" (toilet) 

berada, dan dia mengatakan di mana tempatnya. Dia ditanya apa yang dimaksud dengan 

"katora". Dia benar mengatakan bahwa itu berarti paratha (sejenis panekuk goreng). Kedua 

kata itu lazim hanya di Chaubes Mathura dan tidak ada orang luar yang biasanya 

mengetahuinya. 

 

Shanti kemudian meminta untuk dibawa ke rumahnya yang lain dimana dia tinggal bersama 

Kedarnath selama beberapa tahun. Dia membimbing sopirnya tanpa kesulitan. Salah satu 

anggota komite, Pandit Neki Ram Sharma, bertanya kepadanya tentang sumur yang dia 

bicarakan di Delhi. Dia berlari ke suatu arah. Namun, dia tidak menemukan sumur di sana, dia 

bingung. Bahkan kemudian dia berkata dengan keyakinan bahwa ada sumur di sana. Kedarnath 

mengeluarkan batu-batu di tempat itu dan, ternyata benar, mereka menemukan sumur. 

Sedangkan uang yang terkubur, Shanti Devi membawa rombongannya ke lantai dua dan 

menunjukkan tempat di mana mereka menemukan pot bunga tapi tidak ada uang. Gadis itu, 

bersikeras bahwa uang itu ada di sana. Kedarnath kemudian mengakui bahwa dia telah 

mengeluarkan uang itu setelah kematiannya. 

 

Ketika dia dibawa ke rumah orang tuanya, di mana pada awalnya dia mengidentifikasi bibinya 

sebagai ibunya, tapi segera mengoreksi kesalahannya, dia pergi untuk duduk di pangkuannya. 

Dia juga mengenal ayahnya. Ibu dan anak perempuannya menangis secara terbuka pada 

pertemuan mereka. Itu yaitu  adegan yang memindahkan semua orang ke sana. Shanti Devi 

kemudian dibawa ke kuil Dwarkadhish dan ke tempat lain yang telah dia bicarakan sebelumnya 

dan hampir semua pernyataannya diverifikasi benar. 

 

Publikasi laporan panitia itu menarik perhatian dunia. Banyak tokoh terpelajar, termasuk 

rohaniawan penting, para psikolog, dan filsuf datang untuk mempelajari kasus ini, beberapa di 

antaranya mendukung dan beberapa kritikus mencoba membuktikannya sebagai tipuan. Dr 

Rawat bertemu dengan Shanti Devi, pertama pada bulan Februari 1986 dan kemudian pada 

bulan Desember 1987, dan mewawancarai dia secara rinci tentang kenangan masa lalu dan 

kenangannya di Mathura. Beliau juga mewawancarai adiknya, Viresh Narain Mathur, yang 

menemaninya ke Mathura pada kunjungan pertamanya. Lalu dia pergi ke Mathura dan meminta 

kerabatnya untuk menjelaskan kapan Shanti Devi pertama kali mengunjungi mereka pada usia 

sembilan tahun. Rawat juga menginterogasi seorang teman dekat Kedarnath yang memberi 

beberapa informasi eksplisit tentang bagaimana Kedarnath menjadi yakin bahwa Shanti 

sebenarnya yaitu  istrinya di kehidupan masa lalunya. 

 

Kakak Lugdi mengatakan kepada Dr Rawat bahwa Shanti Devi, setelah melihat beberapa 

wanita di sana, teringat teman lamanya dan bertanya tentang mereka. Demikian pula, saudara 

perempuan Lugdi memberi tahunya bahwa Shanti Devi memberi tahu sejumlah wanita tentang 

Lugdi yang meminjamkan uang kepada mereka, ternyata itu benar. Reaksi emosional Shanti 

terhadap kerabat dari kehidupan sebelumnya sangat penting. Cara dia menangis saat bertemu 

dengan orang tua dari kehidupan masa lalunya sangat natural. Komite tersebut menyebutkan 


 

  121 

dalam laporan mereka bahwa merupakan sebuah berkah bahwa kehidupan masa lalu itu bisa 

dilupakan. sebab  mereka merasa bahwa dengan membawa Shanti Devi ke Mathura bertemu 

dengan sanak familinya, dan harus secara paksa memisahkannya dari orang tua yang dia miliki 

di kehidupan ini.  

 

Selama penyelidikannya, Dr Rawat, memdapati seorang teman Kedarnath, Pandit Ramnath 

Chaube, 72 tahun, bercerita tentang peristiwa yang sangat signifikan, yang dia konfirmasikan 

dari sumber lain. Ketika Kedarnath berada di Delhi untuk bertemu dengan Shanti Devi, dia 

tinggal di tempat Pandit Ramnath Chaube selama satu malam. Semua orang sudah pergi tidur, 

dan hanya Kedarnath, isterinya, anaknya Navneet, dan Shanti berada di ruangan itu; Navneet 

sudah tertidur lelap. Kedarnath bertanya kepada Shanti bahwa saat dia menderita radang sendi 

dan tidak bisa bangun, saat dia hamil. Dia menggambarkan keseluruhan proses persetubuhan 

dengan dia. Ketika saya menceritakan kejadian ini kepada Shanti Devi saat wawancara dengan 

dia, dia berkata, "Ya, itulah yang benar-benar meyakinkannya". 

 

Kasus Shanti Devi juga penting untuk fakta bahwa ini yaitu  salah satu kasus yang paling 

banyak diteliti, yang dipelajari oleh ratusan peneliti, kritikus, ilmuwan, rohaniwan, dan tokoh 

warga  terkemuka dari seluruh penjuru India dan luar negeri dari pertengahan tahun 

1930an. Seorang kritikus, Sture Lonnerstrand, ketika dia mendengar kasus ini, datang jauh-

jauh dari Swedia untuk mengungkapkan "kepalsuan" ini, seperti yang dia kira, tapi setelah 

penyelidikan tertulis, "Ini yaitu  satu-satunya kasus reinkarnasi yang teruji dan terbukti 

sepenuhnya… ". Dr Rawat menutup kisah tentang Shanti Devi dengan pernyataan Dr. Ian 

Stevenson, yang memimpin riset reinkarnasi ini: "Saya juga mewawancarai Shanti Devi, 

ayahnya, dan saksi-saksi penting lainnya, termasuk Kedarnath, suami tersebut mengklaim 

dalam kehidupan sebelumnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa dia membuat setidaknya 24 

pernyataan tentang kenangannya yang sesuai dengan fakta yang diverifikasi. " 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb 5.5 Kutipan pernyataan Henry Ford, sumber AZ Quotes  


 

  122 

Bab 6 TANYA JAWAB  

Saya berdiskusi dengan cukup banyak orang yang skeptik atau berpikiran langsung bahwa 

reinkarnasi sudah pasti salah, sesat, atau bukan bagian dari sains. Saya sengaja banyak 

bertanya-jawab dengan mereka supaya saya sendiri bisa belajar dari berbagai pertanyaannya 

dan jikalau saya memang tidak bisa menjawabnya maka saya bertanya kepada Uskup Agung. 

Terutama tentang hal-hal mistik yang bukan bagian dari kompetensi saya.  

 

Hal unik yang saya dapati saat berdiskusi yaitu  saya tidak hanya mendapati mereka yang tidak 

percaya, ternyata ada juga umat Kristen di negara kita  yang diam-diam meyakini ajaran ini. 

Mungkin suatu saat saya akan buat survei khusus, pasti menarik. Keyakinan saya banyak orang 

negara kita  yang meyakini hal ini di luar sana, mungkin sebab  mereka belajar ajaran Judaism, 

Buddha, Hindu, Konghucu, ajaran Kejawen, atau agama-agama suku yang juga mengajarkan 

transmigrasi jiwa ini. Hipotesa awal saya, 20% warga  negara kita  meyakini ini.  

 

Dari kurun waktu kurang lebih setahun, saya bisa mengoleksikan pertanyaan-pertanyaan 

mereka. Lalu saya tulis di sini. Selain berguna sebagai penjelasan mereka yang awam, ini juga 

berguna untuk internal jemaat Nasrani negara kita . Saya kelompokkan mereka supaya bisa 

dengan mudah memahaminya. Saya tidak klaim bahwa semua pertanyaan tentang reinkarnasi 

itu ada di dalam bab ini, saya juga tidak berani klaim bahwa semua jawaban saya akan berhasil 

membawa semua orang yang tidak yakin menjadi yakin. Saya hanya berharap banyak orang 

bisa menarik manfaatnya. Menolak dan menerima atau menerima utuh atau sebagian itu 

terpulang kepada masing-masing orang. Kita harus menghargai semua perbedaan pandangan. 

Satu yang pasti, reinkarnasi yaitu  suatu fakta. Jadi, apapun pendapat orang yang menolaknya, 

silahkan saja. Itu semua tidak bisa mengubah fakta yang sudah ada. Orang boleh bilang bahwa 

Matahari itu tidak ada, bulan itu tidak ada, planet yang lebih besar dari Matahari itu tidak ada, 

ya silahkan saja. Namun faktanya, itu semua ada, sama seperti reinkarnasi ini, benar-benar 

nyata.  

Reinkarnasi seputar TANAKH dan Yahudi 

1. Bukankah reinkarnasi itu yaitu  ajaran kaum Farisi yang ditentang oleh Yesus? 

Bukankah kita sama-sama tahu bahwa ajaran Yesus itu bertentangan dengan ajaran 

Farisi? 

Jawab: 

Reinkarnasi yaitu  ajaran yang terkandung di dalam Tanakh. Kaum Farisi dan Esseni 

(keturunan Imam Besar Zadokh) juga meyakininya. Jadi bukan hanya kaum Farisi yang 

menganut keyakinan ini. Di dalam setiap injil dan semua kitab PB tidak pernah kita 

temui catatan bahwa Yeshua menentang ajaran reinkarnasi ini. Dia justru 

menegaskannya dengan menyatakan dengan berani bahwa Elia sudah bereinkarnasi ke 

dalam raga Yohanes Pembaptis, Mat 11:14.  

 


 

  123 

Ajaran Yeshua memang banyak yang bertentangan dengan ajaran Farisi, ini yaitu  

pengetahuan yang sudah umum. Namun apakah semua ajaran Farisi itu ditolak oleh 

Maran Yeshua? Ternyata tidak. Ajaran apa yang tidak diubah oleh Yeshua? Sebagai 

contoh: 

a. Keilahian Alaha yang satu. Farisi dan Yeshua sama-sama mengajar sosok Alaha 

yang satu, tidak tiga atau banyak. 

b. Alaha itu bersemayam di Sorga. Yeshua menegaskannya dengan mengajarkan Doa 

Bapa Kami yang di dalamnya menyatakan hal demikian. 

c. Peran Malaikat itu ada. Baik Yeshua dan para Rabbi Yahudi meyakini adanya sosok 

Malaikat juga.  

d. Alam Neraka itu ada.  

e. Dan lain-lain. 

 

Jadi, bukan berarti apa yang diajaran Rabbi Farisi semua ditentang oleh Yeshua. 

Yeshua datang supaya Torah Musa (Hukum Taurat) itu digenapi. Seperti apa 

penggenapan yang dilakukan oleh Yeshua? Contohnya yaitu  sbb: 

a. Musa mengajarkan kurban hewan, ini digenapi dengan kurban manusia, diri-Nya 

sendiri. 

b. Musa mengajarkan Imamat Lewi-Harun, ini digenapi dengan membuat keimamatan 

Baru, yaitu Keimamatan Melkisedek lalu Dia sebagai Imam Besar Agung dan para 

rasul sebagai para Imam Besar (Uskup) di bawah-Nya. 

c. Musa mengajarkan pusat peribadatan itu di Kemah Suci, ini digenapi saat Yeshua 

bangkit dan menjadi bait suci rohaniah jemaat. Inilah alasan mengapa dalam 

peribadatan jemaat awal, selalu dibangun Mezbah di depan jemaat. Mezbah yaitu  

replika dari bait suci tersebut. 

d. Dan lain-lain. 

 

Ajaran reinkarnasi ada di dalam Perjanjian Sinai (PL) dan ada terus di dalam Perjanjian 

Baru. Kalau di dalam PL, dosa manusia dihapus dengan melakukan potong kurban 

terus-menerus di Bait Suci, di dalam PB, jemaat Yeshua mengikuti Perjamuan Suci 

(Kurban Yeshua) supaya kami bisa menerima pengampunan segala dosa. Dengan 

melakukan kurban ini, maka dosa-dosa akan terampuni dan saat wafat nanti kita tidak 

perlu reinkarnasi kembali. Sederhananya demikian.  

 

2. Mengapa kami harus mengikuti ajaran yang mencomot-comot ajaran reinkarnasi dari 

Yahudi ini? 

Jawab: 

Ini pertanyaan yang cukup unik buat saya. Pertama, Yeshua itu rabbi Yahudi bukan 

Uskup Yunani, dan bukan pula Nabi Islam, jadi jelas saja pengajaran-Nya itu bernuansa 

Yahudi. Rabbi itu kan artinya guru agama Yahudi. 

 

Kedua, semua Bapa Gereja kompak untuk memasukkan Kitab Tanakh (PL) ke dalam 

kanon kitab suci Kristen mereka. Ini artinya yang dicomot dari ajaran Yahudi itu bukan 

sedikit, melainkan banyak sekali. Intinya, ajaran Yeshua yaitu  ajaran Yahudi. 

Pemahaman yang berlainan atau yang berpikir bahwa ajaran Kristen itu bukan ajaran 

Yahudi dimulai di abad-abad awal yang disebabkan benturan antara pengikut Yeshua 

dari beragam bangsa dengan pengikut Yahudi Farisi. Setelah Yeshua dibunuh oleh 

keputusan Sanhendrin Yahudi, Uskup I Yerusalem, Mar Yakub HaTzadiq juga dibunuh 

pada tahun 62 M. Ini yang menimbulkan sakit hati para bapa gereja yang kemudian 


 

  124 

mencetuskan pernyataan-pernyataan Anti Semitik. Di lain pihak, kaum Yahudi 

khususnya penganut Farisi sangat jengkel dengan adanya Yeshua dan pengikut-Nya. 

Adanya Doa Birkat Haminim (doa kutuk) dalam doa harian mereka itu sebenarnya 

khusus ditujukan bagi penganut ajaran Yeshua. Jadi ada perang dingin antara kedua 

ajaran ini, Farisi dan Nasrani sejak awal. Akibatnya? Banyak umat Kristen yang tidak 

sadar bahwa Rahim Kekristenan yaitu  agama Judaism. 

 

3. Mengapa tidak ada 1 pun kata ‘Reinkarnasi’ di dalam Alkitab? 

Jawab: 

Kata ‘Trinitas’ juga tidak ada. Ini bukan berarti bahwa ajaran tersebut tidak dijelaskan. 

Alkitab hanya saah 1 Pilar Iman Nasrani, silahkan pelajarilah 2 lainnya untuk 

mengetahui ajaran ini lebih jauh. 

 

4. Saya tidak melihat adanya ajaran reinkarnasi di dalam ayat Ayub 1:21. Apa benar ada 

di sana? Sepertinya penafsiran ayatnya sangat dipaksakan. 

Jawab: 

Ada, hanya banyak orang yang tidak menyadarinya saat membaca. Perhatikan ayat 

Ayub 1:21a saja, demikian bunyinya versi LAI: 

Katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang 

juga aku akan kembali ke dalamnya…” 

Perhatikan penggalan kalimat “aku akan kembali ke dalamnya” ini artinya yaitu  

manusia yang telah wafat bisa kembali ke dalam rahim suatu wanita, tidak perlu wanita 

yang sama. Ini jelas-jelas tercatat atau tersurat bukan lagi tersirat. 

 

Perhatikan bahwa Kitab Ayub yaitu  kita yang paling tua dari antara kitab Kristen dari 

Kejadian sampai Wahyu. Kitab Ayub lebih tua dari 5 Kitab Mosha (Musa).  

Sebelum ada kitab-kitab Tanakh lainnya, 

Sebelum Maran Yeshua lahir, 

Sebelum ada Jemaat Kristen, 

Sebelum ada Gereja saudara dan saya, 

Sebelum ada kitab-kitab PB, arti ayat tersebut memang demikian seperti yang saya 

tuliskan. Kitab Ayub sebenarnya bukanlah kitab Kristen, Kristen yang mengkanonnya, 

ini yaitu  kitab Yahudi. Dan Umat Yahudi sebelum dan setelah ada kekristenan sudah 

meyakini adanya reinkarnasi ini dari ayat ini. 

 

5. Mengapa di ayat Ayub 7:9 dinyatakan bahwa orang mati tidak akan kembali? 

Jawab: 

Coba kita baca ayat 10-nya. Di sana dinyatakan orang yang mati tidak akan kembali ke 

rumahnya lagi. Itu sudah biasa. Jiwa yang kembali reinkarnasi bisa juga masuk ke 

dalam bangsa yg berbeda, suku yang berbeda, kota yang berbeda, atau penganut agama 

yang berbeda juga. Perhatikan petikan tulisan dari Fr Origen berikut ini: 

 


 

  125 

 

Gb. 6.1. Pengajaran Fr Origen 

 

Pernyataan dari Imam Alexandria di atas juga sejalan dengan penjelasan dari Rabbi-

rabbi Yahudi dan juga dari pendapat Uskup Agung John Ward, mistikus kami. Fr John 

Ward menyatakan lebih jauh bahwa biasanya, Malaikat Penjaga jiwa akan 

mengarahkan jiwa yang dijaganya itu untuk memasuki kehidupan yang mirip dengan 

kehidupan lamanya, biasanya di dalam keluarga yang sama namun tidak selalu. 

Mengapa biasanya sama? Sebab Alaha akan mengarahkan jiwa ini untuk bisa mengatasi 

kegagalan yang pernah dia hadapi sebelumnya. Di dalam kehidupan yang baru itu, si 

jiwa akan membawa postensi kemampuan dari kehidupan lamanya, yang sering disebut 

talenta. Jadi, dia tidak perlu belajar dari nol lagi untuk memenuhi panggilan hidupnya, 

untuk mengatasi kegagalan yang pernah dia alami. Di dalam kehidupan yang baru itulah 

dia akan menjadi lebih bijak dan berhasil mengatasinya. 

 

6. Mengapa terjemahan LAI untuk ayat Maz 51:3 tidak menjelaskan adanya reinkarnasi? 

Jawab: 

Salah terjemahan yang diakibatkan si penerjemah mencoba memasuki tafsirannya 

sendiri sehingga makna asli dari ayat itu menjadi hilang.  

Maz 51:3 terjemahan LAI: “Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku 

senantiasa bergumul dengan dosaku”. 

Perhatikan perbedaannya dengan terjemahan saya sbb: 

 


 

  126 

 

Gb 6.2 Ayat Maz 51:3, Sumber: http://biblehub.com 

 

Perhatikan dahulu analisa kata di ayat Maz 51:3 di atas. Terjemahan saya yaitu   

“Atas semua kesalahan dan semua dosaku di waktu lalu”.  

Ada rekan saya dari Gereja Kristen Modern mengartikan “Atas semua kesalahan dan 

semua dosa di hadapanku”. Menurut saya, bagaimana bisa meminta ampun atas 

kesalahan yang akan datang? Dosa harus dilakukan dahulu baru disesali, manusia 

tidaklah diajarkan menyesali dosa yang akan dia lakukan di waktu yang akan datang.  

 

7. Koq tidak ada gereja yang mengajarkan bahwa ajaran Yahudi atau Kitab PL 

mengajarkan reinkarnasi? 

Jawab: 

Saya yakin itu disebabkan banyak yang tidak menyadarinya. Dengan adanya informasi 

ini, saya harap banyak yang terbuka dan bersedia menguji kebenaran ini.  

  

8. Ayat-ayat yang diambil oleh penulis dari Tanakh yang menjelaskan reinkarnasi itu 

salah sebab  diambil di luar konteksnya. 

Tanggapan: 

Adanya perbedaan penafsiran ayat-ayat Alkitab yaitu  hal yang wajar. Oleh sebab  

itulah Nasrani tidak hanya melandaskan pengajarannya pada Kitab Suci, namun ada 2 

pilar iman lain, yaitu Tradisi Suci dan juga Pewahyuan Suci. Di dalam topik 

transmigrasi jiwa ini, ke-3 Pilar Iman itu menyediakan penjelasannya, ditambah lagi 

dari bukti-bukti sains. Jadi tidak hanya berlandaskan Alkitab. Saudara-saudara Kristen 

yang hanya menekankan kebenaran pada Alkitab itu baru mulai ada sejak abad 16. 

Ajaran mereka tentu saja berbeda dengan ajaran kami dan perbedaan itu haruslah 

dihormati. 

 

9. Bukankah roh akan kembali kepada Tuhan seperti yang tercatat di dalam Peng 12:7?  

Jawab: 

Ya, namun dengan melalui masa-masa penyempurnaan. Ketidakberhasilan suatu jiwa 

menggenapi rencana Tuhan dalam hidupnya, akan bisa dia genapi di kehidupan 

berikutnya. Kitab Pengkotbah yaitu  bagian dari kitab Yahudi, jadi tidak mungkin ada 

kitab yang mengajarkan non reinkarnasi sementara secara keseluruhan Torah gilgul ini 

diyakini oleh umat Yahudi.  


 

  127 

 

10. Mengapa tidak semua Yahudi meyakini hal ini? Mengapa kaum Saduki tidak 

meyakininya? Jangan-jangan kaum ini yang benar dan Yesus sejalan dengan keyakinan 

mereka. 

Jawab: 

Kaum Saduki (Zadokith) yaitu  kaum keturunan Imam Lewi. Namun mereka bukanlah 

keturunan Imam Besar Zadokh yang asli. Kedudukan keimamatan di Bait Suci II bisa 

mereka dapatkan dengan menyingkirkan kaum Esseni sebagai keturunan Zadokh asli 

itu semata-mata sebab  faktor politik. Mereka diangkat sepihak oleh pemerintahan 

Hasmonean di sekitar abad 2SM. Masuknya unsur politik inilah yang membuat mereka 

juga terkamiri oleh ajaran Helemism yang sangat dihindari oleh para Rabbi Yahudi 

sekte Farisi (Perushim). Jadi, itulah perbedaan Saduki dengan sekte Yahudi lainnya, 

politik. Kaum Esseni dan Perushim sendiri mendukung adanya ajaran Reinkarnasi 

sebagai bagian dari ajaran YHWH baik itu tertulis dalam written Torah dan lisan dalam 

oral Torah. Dan sebab  Yeshua yaitu  seorang Rabbi Yahudi, jadi tentu saja Dia 

meyakini hal ini.  

 

Pada kenyataannya sekarang memang ada Yahudi yang tidak meyakini hal ini, sama 

seperti umat Kristen, tidak semua meyakini bahwa Yesus yaitu  Tuhan. Ada 

sekelompok Yahudi yang menolak ajaran reinkarnasi, dalam suatu situs Yahudi, 

mereka disebut sebagai Thinkers. Kemudian saya juga melihat ada kemungkinan 

komunitas Messianic Judaism juga menolak hal ini, saya belum pernah mendapatkan 

jawaban yang meyakinkan dari mereka. 

 

11. Dalam suatu website Judaism dicatat bahwa ajaran reinkarnasi dalam Judaism ini baru 

muncul di abad pertengahan, sebelumnya tidak ada. Apakah ini benar? 

Jawab: 

Saya meragukan tulisan tersebut sebab sejarawan Yahudi yang hidup di abad 1 sendiri, 

Josephus Flavius yang menyatakan bahwa ajaran ini sudah dipeluk oleh umat Yahudi 

di abad awal. Perhatikan catatan sejarahnya di bawah ini: 

“The Pharisees believe that souls have an immortal vigour in them and that the 

virtuous shall have power to revive and live again: on account of which 

doctrines they are able greatly to persuade the body of people.”56  

Terjemahan: “Orang-orang Farisi percaya bahwa jiwa memiliki kekuatan abadi 

di dalamnya dan bahwa orang saleh akan memiliki kekuatan untuk 

menghidupkan kembali dan hidup kembali: ajaran mereka inilah yang dengan 

kuat meyakinkan banyak orang”. 

 

Josephus sebagai seorang tentara sempat menyatakan kepada koleganya untuk 

bertempur dan sekaligus mengerti bahwa ada ajaran reinkarnasi. Dia menyatakan 

bahwa: 

                                                 

56 Flavius Josephus, Antiquities of the Jews, Book 18, Bab 1, No. 3  


 

  128 

“Do ye not remember that all pure Spirits when they depart out of this life obtain 

a most holy place in heaven, from whence, in the revolutions of ages, they are 

again sent into pure bodies.”57  

Terjemahan: “Tidakkah kamu ingat bahwa semua roh-roh yang suci ketika 

mereka keluar dari kehidupan ini mendapatkan tempat yang paling suci di surga, 

dan dari sana, dalam revolusi zaman, mereka akan kembali dikirim ke dalam 

tubuh murni”. 

Tulisan sejarawan Josephus ini dianggap banyak kalangan vaild termasuk oleh kaum 

Yahudi tentunya. Jadi pendapat bahwa kaum Yahudi baru meyakini adanya reinkarnasi 

di abad-abad pertengahan itu yaitu  hal yang kurang akurat. Salah satu Rabbi yang 

meneguhkan bahwa Josephus Flavius mencatat orang Yahudi meyakini reinkarnasi di 

abad 1 yaitu  Rabbi DovBer Pinson bukunya: Reincarnation and Judaism: The Journey 

of the Soul, halaman 17: 

Josephus, (sejarawan Yahudi yang terkenal, 37-93 M), menulis bahwa banyak 

rohaniawan Yahudi menerima konsep reinkarnasi. 

12. Mengapa para Rabbi Yahudi Messianik tidak mengajarkan hal ini? 

Jawab: 

Saya sendiri kurang paham mengapa mereka tidak mengajarkannya. Saya perkirakan 

sebab  komunitas ini yaitu  hasil dari penginjilan saudara-saudara Kristen modern 

yang sudah tidak meyakini reinkarnasi, jadi komunitas Messianic juga terpengaruh 

mereka. Jadi kalau mereka belum meyakini hal ini, saya pikir ini hanyalah masalah 

waktu saja, cepat atau lambat mereka akan percaya.  

 

Pemegang ajaran Yahudi Farisi di abad 1 memang ada di dalam beberapa sekte saat ini, 

namun yang berusaha benar-benar mempertahankan pengajaran awal sebagaimana 

dahulu adanya yaitu  sekte Yahudi Ortodoks, oleh sebab  itulah mereka terus 

memelihara ajaran ini. Jadi kalau kita mau membandingkan antara sekte Yahudi, mana 

yang benar-benar mengajarkan ajaran awal, saya memilih untuk mempelajari ajaran 

ortodoksnya bukan pecahannya.  

NASRANI FARISI

Yahudi Orthodox, 

Reform, 

Reconstruksi, 

Konservatif, dll

Yahudi Messianik

Gereja-gereja 

Rasuliah

 

Gb. 6.3 Asal-usul komunitas Messianic Judaism Modern 

                                                 

57 Flavius Josephus, Jewish War, Book 3, Bab 8, No. 5. 


 

  129 

13. Mengapa Elia yang sudah ada di Sorga (2Raj 2:1; 11) bisa kembali bereinkarnasi 

menjadi Yohanes? Bukankah dalam pengajaran Uskup John Ward mereka yang sudah 

di Sorga tidak akan reinkarnasi lagi ke alam Bumi? 

Jawab: 

Penulis kitab Raja-raja itu bukanlah penulis injil yang mencatat adanya Firdaus. Penulis 

kitab Raja-raja juga bukanlah Uskup John, ini sosok yang berbeda yang mencoba 

memetakan alam-alam di atas bumi dengan pandangannya masing-masing. Bagi si 

penulis kitab Raja-raja, Firdaus itu masuk ke dalam Alam Sorga, atau jika tidak ada di 

dalam Alam Sheol maka ada di dalam Sorga. Itu harus kita hormati. Sementara Fr John 

menjelaskan bahwa Firdaus itu masih di bawah Alam Sorgawi. Jadi menurut Uskup 

John, Elia masih ada di Firdaus, mungkin sampai sekitar 800 th untuk menunggu 

kedatangannya kembali ke Alam Bumi. Setelah masa itu berlalu, dia dibimbing oleh 

Malaikat Penjaganya untuk masuk ke rahim wanita bernama Elisheva (Luk 1:13). 

Bunda ini melahirkan Yukhnan (Yohanes si Pembaptis).  

 

14. Kalau Judaism dan Nasrani mengajarkan bahwa manusia itu hanya menanggung 

dosanya masing-masing, tidak ada Dosa Asal, lalu mengapa ada ayat yang menjelaskan 

bahwa Tuhan membalaskan kesalahan seseorang kepada keturunan yang ketiga dan 

yang keempat? 

Jawab: 

Kel 34:7 “….yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan 

cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat.” 

Yeh 18:20 “Orang yang berdosa itu yang harus mati. Anak tidak akan turut 

menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung 

kesalahan anaknya….” 

Memang tampaknya kedua ayat ini bertentangan. Dalam pandangan kami, kesalahan 

manusia memang tidak akan diestafetkan kepada orang lain atau anaknya. Yang 

bersalahlah yang harus mendapat akibat dari kesalahannya, orang lain mungkin terkena 

dampaknya namun tidak ikut dihukum. Saat Mosha mengatakan bahwa Tuhan 

membalas kesalahan bapa kepada anak cucu, kepada keturunan ketiga dan keempat, 

saya teringat akan penjelasan Uskup John Cuffe yang menceritakan bahwa biasanya 

seseorang bereinkarnasi di dalam garis keturunannya sendiri, seperti yang dialami oleh 

Uskup John. Di kehidupan lamanya dia yaitu  adik ayahnya atau pamannya sendiri. 

Jadi si ayah kehilangan adik yang disayanginya. Beberapa waktu kemudian roh si adik 

masuk ke dalam Rahim isterinya dan lahirnya Fr John.  

 

Ini menegaskan kisah Pernikahan Yibum atau ipar di dalam Yahudi. Jika seorang suami 

wafat tanpa anak, maka isterinya bisa dinikahi oleh adiknya. Hal ini supaya roh suami 

bisa kembali lagi ke anak dan meneruskan namanya. Kendati pernikahan ini tidak 

dilakukan lagi pada warga  Yahudi modern, inilah yang mereka yakini. 

Reinkarnasi biasanya dialami digaris keturunan sendiri. Mengapa? Ini yaitu  upaya 

Tuhan untuk mendorong manusia mengatasi dosa atau kesalahan yang sama di 

kehidupan lamanya. Sama seperti seorang mahasiswa, jika tidak lulus maka dia akan 

mengulanginya sampai dia lulus. Tuhan menuntun supaya manusia bisa mengatasi 

semua kesulitannya.  

 

Nah, kembali ke ayat Keluaran 34:7 yang mencatat bahwa Tuhan itu menghukum 

keturunan akibat kesalahan si ayah, itu menjelaskan bahwa si ayah itu yang kembali 


 

  130 

lagi ke Alam Bumi untuk menebus kesalahannya. Si ayah yang telah melakukan dosa, 

akan menerima akibat dosanya di kehidupannya yang akan datang. Dia akan lahir di 

garis keturunannya sendiri untuk memperbaiki apa yang telah dia perbuat. 

 

Jadi kedua ayat di atas tidaklah bertentangan. Tuhan itu adil.  

Reinkarnasi seputar Kitab-kitab PB 

15. Apakah Yesus juga mengalami reinkarnasi? 

Jawab: 

Tidak. Kendati kami meyakini bahwa Yeshua yaitu  YHWH yang sempat mengambil 

wujud Imam Besar Melkisedek di Perjanjian Lama, kami meyakini bahwa Dia ber-

inkarnasi saja saat menjadi bayi dari rahim Miriam.  

 

16. Bukankah Elia itu tidak mati? Mengapa dia bisa reinkarnasi? 

Jawab: 

Untuk bereinkarnasi, jiwa harus terlepas benar-benar dari raga buminya. Raga Bumi 

tidak bisa ikut ke Alam Astral. Jadi apa yang dialami oleh Elia saat diangkat ke Firdaus 

yaitu  tidak dengan membawa raga dagingnya ke sana. Melainkan raga bumiahnya 

mengalami dematerialisasi (mengurai dan menghilang). Jadi, jiwanya langsung ke 

Firdaus dan pada waktunya kembali lagi ke Bumi. Dia tidak perlu mengalami kematian 

untuk masuk ke alam Firdaus. 

 

17. Tubuh Elia itu mengurai atau mengalami dematerialisasi, lalu kemanakah raga 

jasmaninya ini berada? 

Jawab: 

Terurai di Alam Fisik Bumi. Raga jasmani hanya dimiliki jiwa di Bumi sebagai 

kemahnya, raga ini tidak diperlukan dan tidak bisa memasuki Alam Astral dan alam-

alam lainnya di atas Bumi. 

 

18. Mengapa Yohanes pembaptis bilang bahwa dia bukanlah Elia (Yoh 1:21)? 

Jawab: 

Kesalahan mengungkap jati diri masa lalu seperti pada kasus Yohanes ini yaitu  hal 

yang wajar. Memang biasanya anak di usia 5 th ke atas akan kehilangan memori masa 

lalunya, apalagi kalau dia sudah mulai banyak belajar di usia yang masih sangat muda. 

Ini yaitu  hasil penelitan Dr Ian Stevenson. Yukhnan/Yohanes saat mengatakan bahwa 

dia bukanlah reinkarnasi Elia, itu saat dia berusia 30 tahun, sekali lagi ini yaitu  kasus 

yang wajar.  

 

19. Mengapa tertulis Yesus bertemu Elia dan Musa? Mengapa bukan Yohanes dan Musa? 

Jawab: 

Roh Elia yaitu  roh Yohanes pembaptis, ya sama saja.  

 

20. Bukankah Yeshua mengajarkan bahwa dalam Yoh 3:5 dan 9 bahwa Dia menolak 

reinkarnasi? 

Jawab: 


 

  131 

Yohn 3:5,9 terjemahan LAI :Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika 

seorang tidak dilahirkan dari air  dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan 

Allah. Nikodemus menjawab, katanya: "Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi? 

 

Kami memiliki tafsiran berbeda, makna frasa “dilahirkan dari air dan Roh” buat kami 

yaitu  Qadishotim mikveh (Baptis) air dan Roh Kudus. Qadishotim yaitu  ritual-ritual 

yang akhirnya dibakukan oleh Yeshua dan para Rasul. Nah, berbagai ritual ini ada di 

dalam Tradisi Rasuliah atau Tradisi Suci yang sudah tidak ada lagi di dalam gereja 

penganut Sola Scriptura (hanya Alkitab tanpa Tradisi Rasuliah). 

 

Yeshua yaitu  rabbi Yahudi. Semua rabbi mengajarkan Reinkarnasi, ini yaitu  

pengajaran dasar tentang keselamatan. Yeshua itu Rabbi Yahudi bukan Pendeta, bukan 

Imam Yunani, bukan Uskup Koptik, dan lain sebagainya. Dia yaitu  Rabbi Yahudi dan 

Imam Besar Agung semua Imam di Gereja Rasuliah. 

  

Nats Alkitab Yoh 3:1-21 tidak ada hubungannya dengan ajaran Reinkarnasi. Nats itu 

berbicara tentang Kelahiran Kembali dalam arti memasuki kehidupan baru di dalam 

Perjanjian Baru. Cara memasukinya yaitu  dengan dilahirkan dari AIR dan ROH, ini 

berbicara tentang Qadishotim (sakramen) Baptisan Air dan Baptisan Roh Kudus. 

Baptisan yaitu  pintu masuk ke kehidupan di Perjanjian Baru. Dan yang namanya 

hidup baru, maka biasanya ada nama baru. Secara tradisi, Imam Tertahbis yang 

membaptisnya akan memberikan nama baru dan dia dianggap sebagai Bapa bagi yang 

dibaptis, Di dalam tradisi kami di negara kita , Imam pembaptis dipanggil ‘Romo’. 

  

21. Bukankah di dalam cerita Lazarus itu digambarkan bahwa siksaan api neraka itu ada? 

Dan manusia tidak bisa bertobat setelah mengalami kematian? 

Jawab: 

Lukas 16:21-27 dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari 

meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. 

Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke 

pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia 

menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya 

Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. Lalu ia berseru, katanya: Bapa 

Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung 

jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan 

dalam nyala api ini. Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau 

telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala 

yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain 

dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak 

terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun 

mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. Kata 

orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau 

menyuruh dia ke rumah ayahku, 

Di dalam ayat di atas dicatat bahwa si orang kaya ada di dalam nyala api atau berada di 

salah satu alam neraka. Namun demikian itu menurut kami frasa ‘nyala api’ hanya 

merupakan kiasan, tidak akan ada manusia yang berbincang-bincang kalau sedang 

dalam keadaan terbakar. Neraka dalam ajaran Judaism dan penglihatan para nabi kami, 

bukanlah tempat semacam oven raksasa tempat penyiksaan. Frasa ‘nyala api’ 


 

  132 

maksudnya yaitu  penderitaan. Jiwa yang ada di sana sebenarnya menderita sebab  

jauh dari Kasih Tuhan. Tuhan menginginkan semua jiwa masuk ke dalam Firdaus, oleh 

sebab  itulah Neraka harus dijauhi sehingga ajaran seperti ini muncul.  

 

Di ayat di atas tercatat bahwa “ada jurang yang tidak terseberangi”, ini maksudnya 

memang dari Neraka ke Firdaus itu ada batasan yang tidak bisa ditempuh oleh jiwa-

jiwa jahat yang ada di neraka. Dalam penglihatan Uskup John Ward, ada alam pemisah 

yaitu Alam Limbo juga di antaranya di mana semua jiwa jahat yang memutuskan untuk 

bertobat, akan dipimpin masuk ke sana untuk mengalami masa bimbingan, lalu pada 

saatnya dari Limbo akan kembali menuju Alam Bumi langsung ke Dinding Berani, 

melewati Firdaus tanpa masuk ke dalamnya. Jadi jiwa-jiwa jahat tidak akan bisa 

menyeberang ke Alam Firdaus tempat sosok Lazarus berada.  

 

Nats di atas, tidak menjelaskan bahwa neraka itu ada selama-lamanya. Menurut 

pengajaran John Ward, jiwa-jiwa bisa membutuhkan waktu ratusan tahun untuk 

bertobat dan memasuki alam Limbo. Dari sana kelak akan menuju Alam Bumi untuk 

menebus semua kesalahan yang telah diperbuatnya di waktu lampau.  

 

22. Ada tercatat bahwa Yesus yaitu  jalan satu-satunya kepada Bapa (Yoh 14:6), lalu 

mengapa Nasrani mengajarkan bahwa tanpa menjadi Kristen seseorang bisa masuk ke 

Sorga? 

Jawab: 

Yeshua memang jalan ke Sorga sebab  Dialah Sang Putra yang menciptakan semua 

Alam dan isinya. Jadi mau tidak mau semua jiwa harus menapaki jalan ke Sorga dengan 

melalui alam-alam yang telah dibuat-Nya. Tanpa ada Dia, mustahil ada alam-alam 

menuju kepada Bapa sehingga manusia mustahil bisa mencapai-Nya.  

 

Ada kasus-kasus di mana seseorang tanpa menjadi Kristen bisa masuk ke Sorga, 

misalnya begini: 

a. Ada banyak orang yang hidup baik lalu mati sebelum kedatangan Maran Yeshua 

2000 tahun yang lalu. Tentu saja manusia sangat sulit mengimpas semua dosanya 

dengan kebaikan, namun itu bukanlah hal yang mustahil. Sebelum hadirnya Yeshua 

ke Bumi, ada banyak orang baik yang masuk Sorga lalu menjadi kadosa dan para 

Malaikat. Jika kita lihat ada banyak catatan tentang Malaikat di Tanakh, itulah 

mereka yang berhasil masuk ke Sorga sebelum ada penyaliban di Golgota.  

b. Ada anak kecil dari keluarga non Kristen yang mati saat di usia dini. Kehadirannya 

di keluarga itu yaitu  upaya membayar kebaikan kepada ayah dan ibunya atas 

pertolongan yang pernah mereka lakukan di kehidupan lamanya. Lalu dengan 

kematian itu, dia bisa mengimpas semuanya.  

c. Seorang rohaniawan gereja yang belum benar-benar menguduskan diri. Dengan 

kata lain, dia masih menyimpan dosa dan tidak diutarakannya, dosa ini tidak bisa 

diampuni sebab  tidak pernah diutarakan dalam Ritual Pengakuan dan 

Pengampunan Dosa. Jadi dosa inilah yang harus dia bayar dengan menempuh satu 

kali kehidupan. Saat masih bayi di keluarga non Kristen, dia terkena virus lalu mati. 

Dia harus mati sekali lagi untuk dosa itu, lalu tanpa dosa dia bisa masuk ke Alam 

Astral, lalu menembus ke Firdaus, kemudian naik ke Sorga.  

d. Ada seorang biksu yang terus-menerus mematikan kedagingan, berpuasa, berbuat 

kebaikan setiap hari. Ini dia lakukan dari 1 kehidupan sampai pada kehidupannya 

terakhir di alam Bumi. Sampai akhirnya semua dosanya diimpas oleh semua 


 

  133 

perbuatan baiknya di atas. Saat wafat, dia ke Astral, ke Firdaus lalu masuk ke Alam 

Kadosa, alam dasar dari Sorgawi. 

 

Jadi janganlah kita menjadi sombong dengan berpikir bahwa Sorga itu khusus untuk 

orang Kristen saja, lainnya pasti masuk ke Neraka kendati melakukan banyak kebaikan. 

Apalagi berpikir, menjadi umat Kristen tidak perlu memikirkan perbuatan baik, yang 

penting percaya saja lalu masuk Sorga. Atau yang lebih bias lagi yaitu  ajaran sekali 

percaya maka apapun yang dia lakukan tidak akan mengubah hasil akhirnya, dia pasti 

selamat.  

 

Perhatikan dengan baik, agama itu ada untuk menuntun manusia supaya menjadi 

pribadi yang lebih baik dari dirinya yang kemarin. Manusia diajar untuk bertobat 

melakukan kejahatan lalu mulai berbuat kebaikan. Tanpa perbuatan maka iman itu mati 

(Yak 2:17).  

 

23. Mengapa Nasrani dan Judaism mengajarkan bahwa Neraka yaitu  tempat Purgatori? 

Bukankah Purgatori yaitu  ajaran Roma Katolik? 

Jawab: 

Purgatori dalam Judaism dan Nasrani cukup berbeda dengan ajaran di dalam Roma 

Katolik. Roma Katolik secara institusi tidak mengajarkan reinkarnasi, namun setiap 

manusia yang wafat akan mengalami penyempurnaan.  

 

24. Bukankah dalam Ibrani 9:27 dicatat bahwa manusia mati satu kali saja? 

Jawab: 

Ibrani 9:27 “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali 

saja, dan sesuadh itu dihakimi”. 

Ya memang demikian adanya. Ayat itu benar dalam arti seperti ini, Elia hidup hanya 

sekali, lalu dihakimi. Kemudian setelah dia reinkarnasi, dia tidak menjadi Elia 

lagi melainkan menjadi Yohanes pembaptis, ini yaitu  2 pribadi yang berbeda. 

Saya yaitu  Aldo, di kehidupan lama saya mungkin saja saya ini Bruce atau lainnya. 

Coba perhatikan ayat Maz 51:3 (KJV) tercatat demikian: 

I acknowledge my transgressions; and MY SIN IS EVER BEFORE ME. 

Terjemahan "ever before me" paling tepat yaitu  DI KEHIDUPAN SEBELUM INI. 

Sekali lagi, di sana tercatat ‘before me’, jadi sebelum ‘me’ ada pribadi lain yang 

berdosa. Jadi di kehidupan lama saya, saya bukanlah Aldo. Itu yaitu  pribada yang 

berbeda, kehidupan yang berbeda. Manusia memang hanya hidup sekali-sekali. 

 

Di dalam riset Dr Ian Stevenson dan Dr Jim Tucker, mereka menemukan bahwa 

semakin anak-anak diajarkan untuk mengingat banyak hal di usia dini, maka mereka 

dengan cepat akan melupakan kehidupan masa lalu mereka. Biasanya yaitu  anak-anak 

di usia 5 tahun ke atas sudah kehilangan memori masa lalunya dengan sempurna. Oleh 

sebab  itu penelitian reinkarnasi ini terfokus pada usia anak balita.  

 

25. Di dalam ayat 1 Kor 13:8 dikatakan bahwa Nubuatan akan berhenti, jadi bukankah ini 

artinya setelah kitab Wahyu tidak ada lagi Nabi? 

Jawab: 


 

  134 

Kami menghormati tafsiran ini, namun demikian kami memiliki penafsiran atau 

pengajaran yang berbeda. Kalau memang benar, Mar Paulus menyatakan kepada 

jemaat Korintus bahwa setelah ditulisnya Kitab Wahyu di sekitar tahun 92 M, sudah 

tidak ada lagi nubuatan (orang sekuler biasanya menyebut ini dengan istilah ‘ramalan’), 

maka yang tidak ada yaitu  pesan-pesan Ilahi yang bersifat yang akan terjadi di masa 

yang akan datang. Itulah nubuatan. Sementara peran nabi itu bukan hanya sebagai 

penyampai nubuatan namun juga pesan Tuhan lainnya seperti teguran, peneguhan, 

jawaban Tuhan atas doa-doa umat-Nya, mendapatkan penyingkapan rahasia-rahasia 

ilahi, dan lain-lain. Nabi itu yaitu  penyampai pesan Ilahi yang bentuknya beraneka 

ragam, bukan hanya nubuatan. 

 

Dalam ajaran kami, ayat di 1 Kor 13: 8 di atas, sama sekali tidak menunjukkan waktu 

yang pas. Jadi ini tidak berkaitan selesainya penulisan kitab Wahyu oleh Mar Yukhnan. 

Kapan nubuatan akan berakhir jadinya? Bagi kami ya nanti kalau Tuhan sudah tidak 

ingin menyampaikan pesan-pesan ‘ramalan’ lagi. Namun selagi Tuhan memang mau, 

ya siapakah kita yang bisa membatasi Tuhan?  

 

Pada kenyataannya, kaum Staretz dari Byzantium bisa mendapatkan pewahyuan-

pewahyuan, para Bapa Gurun di Coptik juga demikian, semuanya ada setelah masa 

penulisan kitab Wahyu sama seperti para Nabi kami. Berhentinya kitab Wahyu, bukan 

berarti Tuhan berhenti berbicara. Dia bukan Tuhan yang bisu.  

 

26. Bukankah di Why 20:14 ditulis bahwa ada ‘lautan api’ sebagai kematian kedua? 

Bukankah ini akhir dari jiwa yang berdosa itu sehingga tidak bisa reinkarnasi lagi? 

Jawab: 

Why 20:14:Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan 

api. Itulah kematian yang kedua: Lautan api. 

Why 21:8 Namun orang-orang penakut, mereka yang tidak percaya, mereka 

yang keji, para pembunuh, mereka yang sundal, tukang sihir, para penyembah 

berhala, akan mendapatkan bagian mereka di dalam lautan yang menyala-

nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua. 

Ayat di atas diyakini sebagai hukuman terakhir bagi semua orang jahat, termasuk 

pengajar dan para nabi palsunya. Jiwa mereka akan diceburkan ke dalam api dalam 

waktu yang tidak terbatas. Ini akan membuat jiwa-jiwa manusia yang baik terbebas dari 

mereka untuk selama-lamanya. Apakah memang demikian? Ternyata keyakinan ini 

juga sulit dipertahankan jika mau membaca beberapa ayat setelahnya. Perhatikanlah 

pasal berikutnya, ayat di Why 22:15. Sebelum penutup Kitab Wahyu tersebut, di sana 

dicatat demikian: 

Namun anjing-anjing dan tukang sihir, para pesundal, para pembunuh, 

penyembah berhala, dan setiap oran