Tidak dapat mengingat apa yang terjadi pada Huston, namun dia
yakin pesawatnya telah terkena tembakan anti-pesawat pada tanggal 3 Maret 1945 - pada hari
Huston gagal untuk kembali dari misinya dan kemudian dianggap hilang dalam misi. Larsen
yaitu wingman Huston selama perjalanan sehari ke Chichi Jima. Namun, Bruce masih
berharap bahwa semua pembicaraan tentang roh ini salah. Setelah dengan penuh semangat
memeriksa catatan tindakan pesawat skuadron, dia mengetahui bahwa Huston ditembak jatuh
di pesawat tempur FM2 Wildcat -bukan Corsair- dan tidak ada seorang pun di reuni yang
menyebutkan sesuatu tentang Corsair yang lepas landas dari Teluk Natoma. Bruce mengatakan
ketidaktepatan ini membuatnya berharap semua ini hanya serangkaian kejadian kebetulan.
Hanya untuk memastikan, Bruce mencoba menemukan anggota keluarga Huston. Pada bulan
Februari 2003 dia melakukan kontak dengan Anne Huston Barron, saudara perempuan Huston,
yang sekarang tinggal di Los Gatos, California. Melalui beberapa percakapan telepon,
Leiningers dan Bu Barron menjadi teman, dan dia setuju untuk mengirim foto Bruce dari
kakaknya selama pelayanan militer. Paket foto tiba pada bulan Februari dan Maret 2003. Dalam
salah satu paket itu ada foto Huston yang berdiri di depan pesawat tempur Corsair -jenis
114
pesawat yang sama yang telah disebutkan James berkali-kali. Menurut Bruce, wawancara
dengan prajurit masa lalu dan menguraikan catatan militer A.S., sebelum Huston bergabung
dengan Natoma Bay dan VC-81, dia yaitu bagian dari skuadron satuan elit,
Tes skuadron elit-menerbangkan Corsair untuk penggunaan carrier, dan hanya 20 pilot yang
dipilih untuk tugas ini. Namun, skuadron VF-301 dibubarkan setelah delapan bulan dan Huston
kemudian dipindahkan ke VC-81 pada 8 Oktober 1944. Ketika dia mengetahui hal ini, kata
Bruce, semua skeptisismenya lenyap. "Saya tidak punya jawaban untuk ini, jadi saya juga tidak
bisa menjelaskannya," kata Bruce. "Melalui semuanya, harus ada unsur iman, tetap saja
kebetulan bermimpi begini, tapi ada faktor aneh yang harus Anda hitung. Petir bisa menyerang
sekali, tapi saat menyerang delapan atau sembilan kali, Anda tidak bisa mengatakan itu
kebetulan. " Bruce tidak memberi tahu Nona Barron tentang kisah supernatural anaknya sampai
pada saat jatuh pada bulan Oktober tahun 2003. Ketika akhirnya dia memberitahunya tentang
kemungkinan saudara laki-lakinya menjadi bagian dari James, dia mengatakan bahwa dia
tertegun pada awalnya dan telah membiarkan semuanya tenggelam. Kemudian pada tanggal 15
Oktober 2003, Bruce dan Andrea menerima sepucuk surat darinya, bersama dengan beberapa
milik pribadi Huston, yang tidak hanya mengatakan bahwa dia merasa James seharusnya
memiliki barang-barangnya, tapi dia benar-benar percaya pada cerita itu. "Anak ini tidak dapat
mengetahui hal-hal yang dia lakukan -dia tidak bisa- jadi saya yakin dia yaitu bagian dari
saudara laki-laki saya," kata Barron. "Inilah hal-hal yang Anda baca, pasti ada alasan untuk itu,
tapi saya tidak tahu apa itu, fenomena yang tidak saya mengerti, semuanya terjadi hampir 60
tahun yang lalu". Meskipun tidak mengetahui alasan kebetulan ini, Barron yakin bahwa James
Leininger terkait dengan saudaranya yang hilang. Dia sekarang memanggil anak laki-laki
berusia 6 tahun itu "James 3". Sampai suatu saat, dia menunjuk pada Nona Barron, yang berusia
86 tahun, sebagai saudara perempuannya. Seperti Bruce akan menemukan lebih banyak
informasi tentang Huston, tanpa memberitahu James tentang semua itu, keluarga Leininger
akan lebih memperhatikan tindakan anak mereka. James memiliki tiga G.I. Joe boneka dan
menamakan mereka Leon, Walter dan Billie - nama tiga pilot yang kebetulan bertugas bersama
Huston. Menurut catatan Armada Pasifik A. L. Leon Stevens Conner, Ensign Walter John
Devlin dan Ensign Billie Rufus Peeler termasuk di antara 21 korban jiwa dari Teluk Natoma.
Mereka juga anggota skuadron udara VC-81 dengan Huston. Ketika ditanya mengapa dia
menamai boneka itu seperti yang dia lakukan, Bruce mengatakan bahwa James menjawab,
"sebab mereka menyapaku saat saya pergi ke surga.”
James juga menjelaskan kepada ayahnya bagaimana Corsair sering memiliki ban rata dan akan
selalu cenderung membelok ke kiri. Setelah memeriksa dengan sejarawan militer di Lone Star
Flight Museum di Galveston, Texas, pernyataan tersebut telah diverifikasi. Andrea ingat
pertama kali dia memasak meatloaf untuk James, yang tidak pernah dia makan sebelumnya.
Setelah Andrea mengatakan kepadanya bahwa mereka sedang makan daging cincang untuk
makan malam, James mengatakan bahwa dia belum pernah makan daging sebab dia berada di
Teluk Natoma. Jadi, Bruce dan Andrea menghubungi beberapa veteran dari kapal induk, dan
mereka mengetahui bahwa meatloaf yaitu makanan biasa bagi kru saat itu.
Setelah menemukan bahwa Corsair itu nyata, ada satu detail penting dari mimpi James yang
perlu dijelaskan: bagaimana pesawat ditembak jatuh. Setelah gelombang mimpi buruk lainnya,
Bruce dan Andrea ingat bagaimana James mengatakan pesawatnya tertembak di mesin, dan dia
akan berulang kali memeriksa dan memastikan alat pemadam kebakaran tersedia dan ditandai
kemanapun mereka pergi. Namun, tidak ada sayap sayap Huston - Jack Larsen, Bob Greenwalt
atau William Mathson Jr. - dari skuadron VC-81 melihat pesawatnya ditembak jatuh pada
115
tanggal 3 Maret 1945, kebanyakan sebab pesawatnya yaitu yang terakhir terbang menurut
catatan harian perang Intelijen VC-81. Greenwalt, yang juga bertugas dengan Huston sebagai
‘Iblis’, mengatakan ketika skuadron menyadari bahwa pesawat Huston sudah tidak ada lagi di
udara, pesawat mereka melakukan pencarian kedua untuk mencari puing-puing. Mereka tidak
menemukan apa-apa. Tanpa saksi mata, para Leiningers hanya bisa "percaya" bahwa Huston
telah ditembak jatuh di dekat Futami Ko Harbor di Chichi Jima.
Seperti suatu keberuntungan, pada bulan Juni 2003, veteran lain membantu Bruce dengan
penelitiannya. Sebuah posting internet yang ditinggalkannya di situs Natoma Bay Association
hampir setahun yang lalu menarik perhatian seorang veteran bernama Jack Durham. Durham
berubah menjadi anggota skuad pembom torpedo-bomber medium VC-83 dari A.S.S. Teluk
Sargent yang telah berjalan paralel dengan skuadron Huston pada hari ia ditembak jatuh.
Menurut A.S.S. Laporan tindakan pesawat Teluk Natoma, skuadron VC-81 menutupi TBM
selama pemogokan Futami Ko Harbor. Tanpa ragu, Durham mengatakan, dia melihat pesawat
Huston ditembak jatuh oleh tembakan anti-pesawat terbang- sebuah fakta yang dikonfirmasi
oleh laporan tindakan pesawat VC-83. Dengan menarik lebih banyak catatan tentang skuad
pembom dan membaca buku harian perang militer mereka, Bruce kemudian menghubungi
anggota kru VC-83 lainnya -John Richardson, Bob Skelton dan Ralph Clarbour- dan mereka
semua memastikan bahwa tidak hanya pesawat Huston yang ditembak jatuh, tapi juga itu
tabrakan mesin, menyebabkan ledakan di bagian depan pesawat. Kemudian menabrak Futami
Ko Harbor, tempat yang sama dengan yang ditunjukkan James dalam bukunya.
Setiap detail mimpi James telah diverifikasi, baik melalui laporan saksi mata, wawancara
pribadi atau catatan militer. Bruce dan Andrea mengatakan bahwa mereka benar-benar yakin
bahwa Huston telah menyentuh James. Mereka tidak tahu mengapa dan bagaimana tepatnya.
"Jika seorang jiwa bereinkarnasi sebab misi yang belum selesai, atau meninggal
secara traumatis, kenangan ini lebih mungkin terbawa ke kehidupan lain," kata
Bowman.
Dalam kasus James, dia meninggal sebab kematian yang traumatis saat masih muda. Masih
banyak emosi dan energi yang mungkin mendorong kenangan ini ke depan. Seperti yang saya
saksikan, sebuah bagian dari kesadaran James Huston selamat dari kematian dan merupakan
bagian dari Kesadaran jiwa James Leininger. Inkarnasi saat ini mengandung aspek kepribadian
dan pengalaman James Huston. "
116
"Ketika seorang anak berbicara tentang kenangan hidup masa lalu,
efeknya bergejolak jauh. Di tengah [gejolak itu] yaitu anak, yang
disembuhkan dan diubah secara langsung. Orang tua yang berdiri di
dekat diguncang oleh kebenaran pengalaman tersebut- sebuah
kebenaran yang cukup kuat untuk melepaskan Keyakinan yang sangat
mengakar.
- laporan tentang memori kehidupan masa lalu anak dapat mendorong
jiwa menuju pemahaman baru. Kenangan masa lalu anak-anak memiliki
kekuatan untuk mengubah kehidupan. "
- Carol Bowman, penulis Children's Past Lives
“
Gb. 5.10 Kutipan pernyataan Carol Bowman
James terus mengingat kenangan hidupnya masa lalu, bahkan sampai hari ini. Tapi Bowman
mengatakan bahwa anak-anak biasanya kehilangan kemampuan mereka untuk mengingat
kenangan masa lalu sepanjang umur 7. Dengan berlalunya waktu, apa yang bisa menjadi bagian
akhir dari teka-teki ini yaitu lokasi kecelakaan itu sendiri, dan jika kokpit macet, itu akan
menjelaskan mimpi buruk pertama. Namun sebab peraturan militer A.S. mengenai pesawat
yang jatuh di perairan asing, Bruce mengatakan bahwa menyelam di lokasi tersebut dengan
menggunakan sisa-sisa pilot yang ada akan dilarang.
Demikianlah kisah dua orang James di Amerika, kebetulan mereka dilahirkan di negara yang
sama. Di sana kisah ini banyak diketahui orang sebab cukup menyentuh perasaan dan juga
rasa penasaran. Tidak aneh kalau orang Kristen yang meyakini reinkarnasi di sana mencapai
angka ¼ dari jemaat yang eksis. Mari kita beralih ke cerita lain, kali ini terjadi di Asia, tepatnya
di negara India.
Kisah Shanti Devi (diceritakan oleh Dr. K.S. Rawat)
Shanti Devi yaitu salah satu kasus terbaik kenangan hidup masa lalu anak-anak yang pernah
dicatat. Ini diselidiki oleh sebuah komite warga terkemuka yang ditunjuk oleh Mahatma
Gandhi, yang menemani Shanti Devi ke desa kenangan masa lalunya dan mencatat apa yang
mereka saksikan. Artikel ini dicetak ulang dengan izin dari majalah Venture Inward edisi
Maret/April 1997, majalah A.R.E., (organisasi riset Edgar Cayce). Buku itu ditulis oleh Dr.
K.S.Rawat, seorang peneliti bersama dengan Stevenson yang berdomisili di India. Dr. Rawat
sering menjadi kontributor Forum Kehidupan Masa Lalu.
117
Gb 5.11. Foto Shanti Devi
Orang-orang mendengar banyak kasus
reinkarnasi akhir-akhir ini, namun di awal
usia 30an, informasi tentang seorang
gadis yang lahir di daerah yang mengaku
ingat kehidupan lampau, dianggap
sebagai berita bagus. Cerita gadis ini pada
awalnya hanya diketahui oleh warga
setempat, namun secara bertahap berita
tentang dia menyebar ke seluruh penjuru
negeri dan akhirnya ke seluruh dunia.
yaitu wajar bahwa dunia harus
bertanya-tanya tentang keaslian ceritanya.
Shanti Devi, lahir tahun 1926, menjadi
subyek spekulasi sepanjang hidupnya.
Pada tahun 1985, ada pertanyaan bahkan
yang diajukan tentang eksistensinya
dalam sebuah isu khusus tentang
reinkarnasi dalam jurnal bahasa Inggris
mingguan terkemuka di India.
Apa yang membuat Dr Rawat cemas yaitu jika ada orang yang menimbulkan keraguan tanpa
melakukan penelitian yang benar. Pada bulan Februari 1986, Dr Rawat pergi ke Delhi untuk
bertemu dengan Ian Stevenson, pakar penelitian reinkarnasi terkemuka dari Universitas
Virginia. Stevenson telah menyelidiki kasusnya, jadi Dr Rawat menunjukkan artikelnya
kepadanya. Beberapa hari kemudian Dr Rawat bertemu dengan Shanti Devi dan menghabiskan
waktu sekitar satu jam setengah dengannya. Kemudian, mewawancarai banyak orang yang
berhubungan dengan kasus ini di Delhi, Mathura, dan Jaipurand, termasuk kerabat Shanti Devi
dalam kehidupan ini dan dari kehidupan masa lalunya seperti Lugdi Bai. Beliau juga
memeriksa buku dan artikel yang diterbitkan tentang Shanti Devi dari waktu ke waktu, selain
beberapa laporan yang disiapkan oleh para ilmuwan terkemuka. Mungkin ini merupakan kasus
reinkarnasi yang paling terkenal.
Pada tanggal 18 Januari 1902, Chaturbhuj, seorang warga Mathura, diberkati dengan
kelahiran seorang anak perempuan, yang diberi nama Lugdi. Ketika Lugdi mencapai usia 10
tahun, dia menikah dengan Kedarnath Chaube, pemilik toko di wilayah yang sama. Itu yaitu
pernikahan kedua bagi Kedarnath, sebab istrinya sebelumnya telah meninggal dunia.
Kedarnath Chaube memiliki toko kain di Mathura dan juga toko cabang di Hardwar. Lugdi
sangat religius dan pernah ke beberapa tempat ziarah di usia yang sangat muda. Sementara
dalam satu ziarah, dia terluka di kakinya dimana dia harus dirawat, keduanya di Mathura dan
kemudian di Agra.
Saat Lugdi hamil untuk pertama kalinya, anaknya lahir mati setelah operasi sesar. Untuk
kehamilan keduanya, suami yang khawatir membawanya ke rumah sakit pemerintah di Agra,
di mana seorang anak laki-laki lahir, lagi melalui bedah caesar pada tanggal 25 September
1925. Sembilan hari kemudian, bagaimanapun, pada tanggal 4 Oktober, kondisi Lugdi
118
memburuk dan dia meninggal. Satu tahun sepuluh bulan dan tujuh hari setelah kematian Lugdi,
pada tanggal 11 Desember 1926, Babu Rang Bahadur Mathur dari Chirawala Mohulla, sebuah
wilayah kecil di Delhi, diberkati dengan seorang anak perempuan, yang mereka beri nama
Shanti Devi. Dia sama seperti gadis lain kecuali bahwa sampai usia empat tahun dia tidak
banyak bicara. Tapi saat dia mulai mengatakan, dia yaitu seorang gadis yang berbeda-dia
berbicara tentang "suami" dan "anak-anaknya".
Dia mengatakan bahwa suaminya berada di Mathura dimana dia memiliki sebuah toko kain
dan mereka memiliki seorang anak laki-laki. Dia menyebut dirinya Chaubine (istri Chaube).
Orang tua menganggapnya sebagai fantasi anak dan tidak memperhatikannya. Namun, mereka
khawatir, saat dia berulang kali mengutarakannya dan, lama-kelamaan, Devi menceritakan
sejumlah insiden yang berhubungan dengan hidupnya di Mathura bersama suaminya. Kadang-
kadang saat makan, dia berkata, "Di rumah saya di Mathura, saya menyantap berbagai jenis
permen". Kadang ketika ibunya membalutnya, dia akan menceritakan jenis pakaian apa yang
biasa dia pakai. Dia menyebutkan tiga ciri khas tentang suaminya: dia adil, memiliki kutil besar
di pipi kirinya, dan memakai kacamata baca. Dia juga menyebutkan bahwa toko suaminya
terletak di depan kuil Dwarkadhish.
Pada saat Shanti Devi berusia enam tahun, dan orang tuanya bingung dan khawatir dengan
pernyataan seperti itu. Gadis itu bahkan memberi penjelasan rinci tentang kematiannya setelah
melahirkan. Mereka berkonsultasi dengan dokter keluarga mereka, yang takjub bagaimana
seorang gadis kecil menceritakan banyak rincian prosedur bedah yang rumit. Misteri itu terus
berlanjut. Seiring bertambahnya usia gadis itu, dia terus meminta orang tuanya untuk dibawa
ke Mathura. Dia, bagaimanapun, tidak pernah menyebutkan nama suaminya sampai usia
delapan atau sembilan tahun. Sudah menjadi kebiasaan di India bahwa istri tidak mengucapkan
nama suami mereka. Bahkan saat ditanya secara khusus, dia akan tersipu dan mengatakan
bahwa dia akan mengenalinya, jika dibawa ke sana, tapi tidak mau menyebutkan namanya.
Suatu hari, Babu Bishanchand, seorang guru di Sekolah Tinggi Ramjas Daryaganj di Delhi,
mengatakan kepada Shanti Devi bahwa jika dia memberi tahu dia nama suaminya, dia akan
membawanya ke Mathura. Terpikat dengan tawaran ini, dia membisikkan namanya di telinga
Pandit Kedarnath Chaube. Bishanchand kemudian mengatakan kepadanya bahwa dia akan
mengatur perjalanan ke Mathura setelah mendapat pertanyaan. Dia menulis surat kepada Pandit
Kedarnath Chaube, merinci semua pernyataan yang dibuat oleh Shanti Devi, dan memintanya
untuk mengunjungi Delhi. Kedarnath menjawab mengkonfirmasikan sebagian besar
pernyataannya dan menyarankan agar salah satu kerabatnya, Pandit Kanjimal, yang tinggal di
Delhi, diizinkan untuk bertemu dengan gadis ini.
Pertemuan dengan Kanjimal diatur, di mana Shanti Devi mengenalinya sebagai sepupu
suaminya. Dia memberikan beberapa rincian tentang rumahnya di Mathura dan
memberitahukan kepadanya tentang lokasi di mana dia telah menguburkan sejumlah uang.
Ketika ditanya apakah dia bisa pergi sendiri dari stasiun kereta api ke rumahnya di Mathura,
dia menjawab dengan tegas, jika mereka membawanya ke sana. Kanjimal sangat terkesan
sehingga dia pergi ke Mathura untuk membujuk Kedarnath untuk mengunjungi Delhi.
Kedarnath datang ke Delhi pada tanggal 12 November 1935, dengan putra Lugdi Navneet Lal
dan istrinya yang sekarang. Mereka pergi ke rumah Rang Bahadur keesokan harinya. Untuk
sengaja menyesatkan Shanti Devi, Kanjimal mengenalkan Kedarnath sebagai kakak laki-laki
yang terakhir. Shanti Devi tersipu dan berdiri di satu sisi. Seseorang bertanya mengapa
wajahnya memerah di depan kakak laki-laki suaminya. Shanti berkata dengan suara tegas,
"Tidak, dia bukan saudara suamiku. Dia yaitu suamiku sendiri. "Lalu dia menghubungi
119
ibunya," Bukankah saya sudah mengatakan bahwa dia adil dan dia memiliki kutil di pipi kiri
di dekat telinganya? "
Dia kemudian meminta ibunya menyiapkan makanan untuk para tamu. Ketika sang ibu
bertanya apa yang harus dia siapkan, dia mengatakan bahwa dia menyukai parathas kentang
dan labu labu. Kedarnath tercengang sebab ini yaitu makanan kesukaannya. Kemudian
Kedarnath bertanya apakah dia bisa memberi tahu mereka sesuatu yang tidak biasa untuk
membuktikan imannya padanya. Shanti sangat terharu melihat Navneet, anak laki-laki di
kehidupan sebelumnya. Air mata mengalir di matanya saat dia memeluknya. Dia meminta
ibunya untuk membawa semua mainannya dan memberikannya ke Navneet. Tapi dia terlalu
bersemangat untuk menunggu ibunya bertindak dan berlari untuk membawanya sendiri.
Kedarnath bertanya kepadanya bagaimana dia mengenali Navneet sebagai anaknya, ketika dia
pernah melihatnya sekali seperti bayi sebelum dia meninggal. Shanti menjelaskan bahwa
anaknya yaitu bagian dari jiwanya dan jiwanya dapat dengan mudah mengenali fakta ini.
Setelah makan malam, Shanti bertanya kepada Kedarnath, "Kenapa kamu menikahinya?"
Mengacu pada istrinya yang sekarang. "Seandainya kita tidak memutuskan bahwa kamu tidak
akan menikah lagi?" Kedarnath tidak menjawab. Selama tinggal di Delhi, Kedarnath
menemukan perilaku Shanti Devi yang mirip dengan Lugdi dalam banyak hal. Sebelum pamit
pada malam hari, dia meminta untuk diizinkan untuk berbicara dengan dia sendiri dan
kemudian mengatakan bahwa dia yakin sepenuhnya bahwa Shanti Devi yaitu istrinya Lugdi
Bai sebab ada banyak hal yang dia sebutkan yang tidak seorang pun kecuali Lugdi tahu.
Shanti Devi menjadi kesal sebelum Kedarnath kembali ke Mathura pada tanggal 15 November.
Dia memohon agar diizinkan pergi ke Mathura bersama dia tapi orang tuanya menolaknya.
Ceritanya menyebar ke seluruh penjuru negeri melalui media dan banyak tokoh intelektual
tertarik padanya. Ketika Mahatma Gandhi mendengarnya, dia memanggil Shanti Devi,
berbicara dengannya, dan kemudian memintanya untuk tinggal di asramanya. (Ketika Dr
Rawat mewawancarai Shanti Devi pada tahun 1986, dia masih ingat kejadian itu.) Gandhi
menunjuk sebuah komite yang terdiri dari 15 tokoh terkemuka, termasuk anggota parlemen,
pemimpin nasional, dan anggota dari media, untuk mempelajari kasus tersebut. Panitia
membujuk orang tuanya untuk mengizinkannya menemani mereka ke Mathura. Mereka
berangkat dengan kereta api bersama Shanti Devi pada tanggal 24 November 1935. Laporan
panitia menjelaskan beberapa hal yang terjadi:
"Ketika kereta mendekati Mathura, Shanti menjadi sangat gembira dan berkomentar
bahwa saat mereka tiba di Mathura, pintu kuil Dwarkadhish akan ditutup. Bahasanya
lokalnya yaitu , 'Mandir ke pat band ho jayenge'. Kejadian pertama yang menarik
perhatian kami saat mencapai Mathura yaitu ketika masih ada di kereta. Gadis itu
berada di pelukan L. Deshbandhu. Seorang pria mugkin sudah berjalan 15 langkah, dia
mengenakan pakaian khas Mathura, yang belum pernah Shanti lihat sebelumnya,
datang di depannya, bersama dengan kerumunan kecil orang, lalu berhenti sejenak.
Shanti ditanya apakah dia bisa mengenali pria tersebut. Kehadirannya membuat Shanti
bereaksi begitu cepat sehingga dia langsung turun dari pangkuan dan menyentuh kaki
orang asing itu dengan sangat hormat dan terdiam. Saat bertanya, dia berbisik di telinga
L. Deshbandhu bahwa orang itu yaitu 'Jeth' (kakak suaminya). Semua ini begitu
spontan dan alami sehingga membuat semua orang tercengang sebab terkejut. Pria itu
yaitu Babu Ram Chaubey, yang benar-benar kakak laki-laki Kedarnath Chaubey".
120
Anggota komite membawanya ke dalam sebuah tonga, menginstruksikan pengemudi untuk
mengikuti arahannya. Dalam perjalanan dia menggambarkan perubahan yang telah terjadi
sejak zamannya, yang semuanya benar. Dia mengenali beberapa titik penting yang telah dia
sebutkan sebelumnya tanpa pernah berada di sana. Saat mereka mendekati rumah itu, dia turun
dari tonga dan melihat orang tua di kerumunan. Dia segera membungkuk kepadanya dan
mengatakan kepada orang lain bahwa dia yaitu mertuanya, dan memang benar begitu. Ketika
sampai di depan rumahnya, dia masuk tanpa ragu dan bisa menemukan kamar tidurnya. Dia
juga mengenali banyak barang miliknya. Dia diuji dengan ditanya di mana "jajroo" (toilet)
berada, dan dia mengatakan di mana tempatnya. Dia ditanya apa yang dimaksud dengan
"katora". Dia benar mengatakan bahwa itu berarti paratha (sejenis panekuk goreng). Kedua
kata itu lazim hanya di Chaubes Mathura dan tidak ada orang luar yang biasanya
mengetahuinya.
Shanti kemudian meminta untuk dibawa ke rumahnya yang lain dimana dia tinggal bersama
Kedarnath selama beberapa tahun. Dia membimbing sopirnya tanpa kesulitan. Salah satu
anggota komite, Pandit Neki Ram Sharma, bertanya kepadanya tentang sumur yang dia
bicarakan di Delhi. Dia berlari ke suatu arah. Namun, dia tidak menemukan sumur di sana, dia
bingung. Bahkan kemudian dia berkata dengan keyakinan bahwa ada sumur di sana. Kedarnath
mengeluarkan batu-batu di tempat itu dan, ternyata benar, mereka menemukan sumur.
Sedangkan uang yang terkubur, Shanti Devi membawa rombongannya ke lantai dua dan
menunjukkan tempat di mana mereka menemukan pot bunga tapi tidak ada uang. Gadis itu,
bersikeras bahwa uang itu ada di sana. Kedarnath kemudian mengakui bahwa dia telah
mengeluarkan uang itu setelah kematiannya.
Ketika dia dibawa ke rumah orang tuanya, di mana pada awalnya dia mengidentifikasi bibinya
sebagai ibunya, tapi segera mengoreksi kesalahannya, dia pergi untuk duduk di pangkuannya.
Dia juga mengenal ayahnya. Ibu dan anak perempuannya menangis secara terbuka pada
pertemuan mereka. Itu yaitu adegan yang memindahkan semua orang ke sana. Shanti Devi
kemudian dibawa ke kuil Dwarkadhish dan ke tempat lain yang telah dia bicarakan sebelumnya
dan hampir semua pernyataannya diverifikasi benar.
Publikasi laporan panitia itu menarik perhatian dunia. Banyak tokoh terpelajar, termasuk
rohaniawan penting, para psikolog, dan filsuf datang untuk mempelajari kasus ini, beberapa di
antaranya mendukung dan beberapa kritikus mencoba membuktikannya sebagai tipuan. Dr
Rawat bertemu dengan Shanti Devi, pertama pada bulan Februari 1986 dan kemudian pada
bulan Desember 1987, dan mewawancarai dia secara rinci tentang kenangan masa lalu dan
kenangannya di Mathura. Beliau juga mewawancarai adiknya, Viresh Narain Mathur, yang
menemaninya ke Mathura pada kunjungan pertamanya. Lalu dia pergi ke Mathura dan meminta
kerabatnya untuk menjelaskan kapan Shanti Devi pertama kali mengunjungi mereka pada usia
sembilan tahun. Rawat juga menginterogasi seorang teman dekat Kedarnath yang memberi
beberapa informasi eksplisit tentang bagaimana Kedarnath menjadi yakin bahwa Shanti
sebenarnya yaitu istrinya di kehidupan masa lalunya.
Kakak Lugdi mengatakan kepada Dr Rawat bahwa Shanti Devi, setelah melihat beberapa
wanita di sana, teringat teman lamanya dan bertanya tentang mereka. Demikian pula, saudara
perempuan Lugdi memberi tahunya bahwa Shanti Devi memberi tahu sejumlah wanita tentang
Lugdi yang meminjamkan uang kepada mereka, ternyata itu benar. Reaksi emosional Shanti
terhadap kerabat dari kehidupan sebelumnya sangat penting. Cara dia menangis saat bertemu
dengan orang tua dari kehidupan masa lalunya sangat natural. Komite tersebut menyebutkan
121
dalam laporan mereka bahwa merupakan sebuah berkah bahwa kehidupan masa lalu itu bisa
dilupakan. sebab mereka merasa bahwa dengan membawa Shanti Devi ke Mathura bertemu
dengan sanak familinya, dan harus secara paksa memisahkannya dari orang tua yang dia miliki
di kehidupan ini.
Selama penyelidikannya, Dr Rawat, memdapati seorang teman Kedarnath, Pandit Ramnath
Chaube, 72 tahun, bercerita tentang peristiwa yang sangat signifikan, yang dia konfirmasikan
dari sumber lain. Ketika Kedarnath berada di Delhi untuk bertemu dengan Shanti Devi, dia
tinggal di tempat Pandit Ramnath Chaube selama satu malam. Semua orang sudah pergi tidur,
dan hanya Kedarnath, isterinya, anaknya Navneet, dan Shanti berada di ruangan itu; Navneet
sudah tertidur lelap. Kedarnath bertanya kepada Shanti bahwa saat dia menderita radang sendi
dan tidak bisa bangun, saat dia hamil. Dia menggambarkan keseluruhan proses persetubuhan
dengan dia. Ketika saya menceritakan kejadian ini kepada Shanti Devi saat wawancara dengan
dia, dia berkata, "Ya, itulah yang benar-benar meyakinkannya".
Kasus Shanti Devi juga penting untuk fakta bahwa ini yaitu salah satu kasus yang paling
banyak diteliti, yang dipelajari oleh ratusan peneliti, kritikus, ilmuwan, rohaniwan, dan tokoh
warga terkemuka dari seluruh penjuru India dan luar negeri dari pertengahan tahun
1930an. Seorang kritikus, Sture Lonnerstrand, ketika dia mendengar kasus ini, datang jauh-
jauh dari Swedia untuk mengungkapkan "kepalsuan" ini, seperti yang dia kira, tapi setelah
penyelidikan tertulis, "Ini yaitu satu-satunya kasus reinkarnasi yang teruji dan terbukti
sepenuhnya… ". Dr Rawat menutup kisah tentang Shanti Devi dengan pernyataan Dr. Ian
Stevenson, yang memimpin riset reinkarnasi ini: "Saya juga mewawancarai Shanti Devi,
ayahnya, dan saksi-saksi penting lainnya, termasuk Kedarnath, suami tersebut mengklaim
dalam kehidupan sebelumnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa dia membuat setidaknya 24
pernyataan tentang kenangannya yang sesuai dengan fakta yang diverifikasi. "
Gb 5.5 Kutipan pernyataan Henry Ford, sumber AZ Quotes
122
Bab 6 TANYA JAWAB
Saya berdiskusi dengan cukup banyak orang yang skeptik atau berpikiran langsung bahwa
reinkarnasi sudah pasti salah, sesat, atau bukan bagian dari sains. Saya sengaja banyak
bertanya-jawab dengan mereka supaya saya sendiri bisa belajar dari berbagai pertanyaannya
dan jikalau saya memang tidak bisa menjawabnya maka saya bertanya kepada Uskup Agung.
Terutama tentang hal-hal mistik yang bukan bagian dari kompetensi saya.
Hal unik yang saya dapati saat berdiskusi yaitu saya tidak hanya mendapati mereka yang tidak
percaya, ternyata ada juga umat Kristen di negara kita yang diam-diam meyakini ajaran ini.
Mungkin suatu saat saya akan buat survei khusus, pasti menarik. Keyakinan saya banyak orang
negara kita yang meyakini hal ini di luar sana, mungkin sebab mereka belajar ajaran Judaism,
Buddha, Hindu, Konghucu, ajaran Kejawen, atau agama-agama suku yang juga mengajarkan
transmigrasi jiwa ini. Hipotesa awal saya, 20% warga negara kita meyakini ini.
Dari kurun waktu kurang lebih setahun, saya bisa mengoleksikan pertanyaan-pertanyaan
mereka. Lalu saya tulis di sini. Selain berguna sebagai penjelasan mereka yang awam, ini juga
berguna untuk internal jemaat Nasrani negara kita . Saya kelompokkan mereka supaya bisa
dengan mudah memahaminya. Saya tidak klaim bahwa semua pertanyaan tentang reinkarnasi
itu ada di dalam bab ini, saya juga tidak berani klaim bahwa semua jawaban saya akan berhasil
membawa semua orang yang tidak yakin menjadi yakin. Saya hanya berharap banyak orang
bisa menarik manfaatnya. Menolak dan menerima atau menerima utuh atau sebagian itu
terpulang kepada masing-masing orang. Kita harus menghargai semua perbedaan pandangan.
Satu yang pasti, reinkarnasi yaitu suatu fakta. Jadi, apapun pendapat orang yang menolaknya,
silahkan saja. Itu semua tidak bisa mengubah fakta yang sudah ada. Orang boleh bilang bahwa
Matahari itu tidak ada, bulan itu tidak ada, planet yang lebih besar dari Matahari itu tidak ada,
ya silahkan saja. Namun faktanya, itu semua ada, sama seperti reinkarnasi ini, benar-benar
nyata.
Reinkarnasi seputar TANAKH dan Yahudi
1. Bukankah reinkarnasi itu yaitu ajaran kaum Farisi yang ditentang oleh Yesus?
Bukankah kita sama-sama tahu bahwa ajaran Yesus itu bertentangan dengan ajaran
Farisi?
Jawab:
Reinkarnasi yaitu ajaran yang terkandung di dalam Tanakh. Kaum Farisi dan Esseni
(keturunan Imam Besar Zadokh) juga meyakininya. Jadi bukan hanya kaum Farisi yang
menganut keyakinan ini. Di dalam setiap injil dan semua kitab PB tidak pernah kita
temui catatan bahwa Yeshua menentang ajaran reinkarnasi ini. Dia justru
menegaskannya dengan menyatakan dengan berani bahwa Elia sudah bereinkarnasi ke
dalam raga Yohanes Pembaptis, Mat 11:14.
123
Ajaran Yeshua memang banyak yang bertentangan dengan ajaran Farisi, ini yaitu
pengetahuan yang sudah umum. Namun apakah semua ajaran Farisi itu ditolak oleh
Maran Yeshua? Ternyata tidak. Ajaran apa yang tidak diubah oleh Yeshua? Sebagai
contoh:
a. Keilahian Alaha yang satu. Farisi dan Yeshua sama-sama mengajar sosok Alaha
yang satu, tidak tiga atau banyak.
b. Alaha itu bersemayam di Sorga. Yeshua menegaskannya dengan mengajarkan Doa
Bapa Kami yang di dalamnya menyatakan hal demikian.
c. Peran Malaikat itu ada. Baik Yeshua dan para Rabbi Yahudi meyakini adanya sosok
Malaikat juga.
d. Alam Neraka itu ada.
e. Dan lain-lain.
Jadi, bukan berarti apa yang diajaran Rabbi Farisi semua ditentang oleh Yeshua.
Yeshua datang supaya Torah Musa (Hukum Taurat) itu digenapi. Seperti apa
penggenapan yang dilakukan oleh Yeshua? Contohnya yaitu sbb:
a. Musa mengajarkan kurban hewan, ini digenapi dengan kurban manusia, diri-Nya
sendiri.
b. Musa mengajarkan Imamat Lewi-Harun, ini digenapi dengan membuat keimamatan
Baru, yaitu Keimamatan Melkisedek lalu Dia sebagai Imam Besar Agung dan para
rasul sebagai para Imam Besar (Uskup) di bawah-Nya.
c. Musa mengajarkan pusat peribadatan itu di Kemah Suci, ini digenapi saat Yeshua
bangkit dan menjadi bait suci rohaniah jemaat. Inilah alasan mengapa dalam
peribadatan jemaat awal, selalu dibangun Mezbah di depan jemaat. Mezbah yaitu
replika dari bait suci tersebut.
d. Dan lain-lain.
Ajaran reinkarnasi ada di dalam Perjanjian Sinai (PL) dan ada terus di dalam Perjanjian
Baru. Kalau di dalam PL, dosa manusia dihapus dengan melakukan potong kurban
terus-menerus di Bait Suci, di dalam PB, jemaat Yeshua mengikuti Perjamuan Suci
(Kurban Yeshua) supaya kami bisa menerima pengampunan segala dosa. Dengan
melakukan kurban ini, maka dosa-dosa akan terampuni dan saat wafat nanti kita tidak
perlu reinkarnasi kembali. Sederhananya demikian.
2. Mengapa kami harus mengikuti ajaran yang mencomot-comot ajaran reinkarnasi dari
Yahudi ini?
Jawab:
Ini pertanyaan yang cukup unik buat saya. Pertama, Yeshua itu rabbi Yahudi bukan
Uskup Yunani, dan bukan pula Nabi Islam, jadi jelas saja pengajaran-Nya itu bernuansa
Yahudi. Rabbi itu kan artinya guru agama Yahudi.
Kedua, semua Bapa Gereja kompak untuk memasukkan Kitab Tanakh (PL) ke dalam
kanon kitab suci Kristen mereka. Ini artinya yang dicomot dari ajaran Yahudi itu bukan
sedikit, melainkan banyak sekali. Intinya, ajaran Yeshua yaitu ajaran Yahudi.
Pemahaman yang berlainan atau yang berpikir bahwa ajaran Kristen itu bukan ajaran
Yahudi dimulai di abad-abad awal yang disebabkan benturan antara pengikut Yeshua
dari beragam bangsa dengan pengikut Yahudi Farisi. Setelah Yeshua dibunuh oleh
keputusan Sanhendrin Yahudi, Uskup I Yerusalem, Mar Yakub HaTzadiq juga dibunuh
pada tahun 62 M. Ini yang menimbulkan sakit hati para bapa gereja yang kemudian
124
mencetuskan pernyataan-pernyataan Anti Semitik. Di lain pihak, kaum Yahudi
khususnya penganut Farisi sangat jengkel dengan adanya Yeshua dan pengikut-Nya.
Adanya Doa Birkat Haminim (doa kutuk) dalam doa harian mereka itu sebenarnya
khusus ditujukan bagi penganut ajaran Yeshua. Jadi ada perang dingin antara kedua
ajaran ini, Farisi dan Nasrani sejak awal. Akibatnya? Banyak umat Kristen yang tidak
sadar bahwa Rahim Kekristenan yaitu agama Judaism.
3. Mengapa tidak ada 1 pun kata ‘Reinkarnasi’ di dalam Alkitab?
Jawab:
Kata ‘Trinitas’ juga tidak ada. Ini bukan berarti bahwa ajaran tersebut tidak dijelaskan.
Alkitab hanya saah 1 Pilar Iman Nasrani, silahkan pelajarilah 2 lainnya untuk
mengetahui ajaran ini lebih jauh.
4. Saya tidak melihat adanya ajaran reinkarnasi di dalam ayat Ayub 1:21. Apa benar ada
di sana? Sepertinya penafsiran ayatnya sangat dipaksakan.
Jawab:
Ada, hanya banyak orang yang tidak menyadarinya saat membaca. Perhatikan ayat
Ayub 1:21a saja, demikian bunyinya versi LAI:
Katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang
juga aku akan kembali ke dalamnya…”
Perhatikan penggalan kalimat “aku akan kembali ke dalamnya” ini artinya yaitu
manusia yang telah wafat bisa kembali ke dalam rahim suatu wanita, tidak perlu wanita
yang sama. Ini jelas-jelas tercatat atau tersurat bukan lagi tersirat.
Perhatikan bahwa Kitab Ayub yaitu kita yang paling tua dari antara kitab Kristen dari
Kejadian sampai Wahyu. Kitab Ayub lebih tua dari 5 Kitab Mosha (Musa).
Sebelum ada kitab-kitab Tanakh lainnya,
Sebelum Maran Yeshua lahir,
Sebelum ada Jemaat Kristen,
Sebelum ada Gereja saudara dan saya,
Sebelum ada kitab-kitab PB, arti ayat tersebut memang demikian seperti yang saya
tuliskan. Kitab Ayub sebenarnya bukanlah kitab Kristen, Kristen yang mengkanonnya,
ini yaitu kitab Yahudi. Dan Umat Yahudi sebelum dan setelah ada kekristenan sudah
meyakini adanya reinkarnasi ini dari ayat ini.
5. Mengapa di ayat Ayub 7:9 dinyatakan bahwa orang mati tidak akan kembali?
Jawab:
Coba kita baca ayat 10-nya. Di sana dinyatakan orang yang mati tidak akan kembali ke
rumahnya lagi. Itu sudah biasa. Jiwa yang kembali reinkarnasi bisa juga masuk ke
dalam bangsa yg berbeda, suku yang berbeda, kota yang berbeda, atau penganut agama
yang berbeda juga. Perhatikan petikan tulisan dari Fr Origen berikut ini:
125
Gb. 6.1. Pengajaran Fr Origen
Pernyataan dari Imam Alexandria di atas juga sejalan dengan penjelasan dari Rabbi-
rabbi Yahudi dan juga dari pendapat Uskup Agung John Ward, mistikus kami. Fr John
Ward menyatakan lebih jauh bahwa biasanya, Malaikat Penjaga jiwa akan
mengarahkan jiwa yang dijaganya itu untuk memasuki kehidupan yang mirip dengan
kehidupan lamanya, biasanya di dalam keluarga yang sama namun tidak selalu.
Mengapa biasanya sama? Sebab Alaha akan mengarahkan jiwa ini untuk bisa mengatasi
kegagalan yang pernah dia hadapi sebelumnya. Di dalam kehidupan yang baru itu, si
jiwa akan membawa postensi kemampuan dari kehidupan lamanya, yang sering disebut
talenta. Jadi, dia tidak perlu belajar dari nol lagi untuk memenuhi panggilan hidupnya,
untuk mengatasi kegagalan yang pernah dia alami. Di dalam kehidupan yang baru itulah
dia akan menjadi lebih bijak dan berhasil mengatasinya.
6. Mengapa terjemahan LAI untuk ayat Maz 51:3 tidak menjelaskan adanya reinkarnasi?
Jawab:
Salah terjemahan yang diakibatkan si penerjemah mencoba memasuki tafsirannya
sendiri sehingga makna asli dari ayat itu menjadi hilang.
Maz 51:3 terjemahan LAI: “Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku
senantiasa bergumul dengan dosaku”.
Perhatikan perbedaannya dengan terjemahan saya sbb:
126
Gb 6.2 Ayat Maz 51:3, Sumber: http://biblehub.com
Perhatikan dahulu analisa kata di ayat Maz 51:3 di atas. Terjemahan saya yaitu
“Atas semua kesalahan dan semua dosaku di waktu lalu”.
Ada rekan saya dari Gereja Kristen Modern mengartikan “Atas semua kesalahan dan
semua dosa di hadapanku”. Menurut saya, bagaimana bisa meminta ampun atas
kesalahan yang akan datang? Dosa harus dilakukan dahulu baru disesali, manusia
tidaklah diajarkan menyesali dosa yang akan dia lakukan di waktu yang akan datang.
7. Koq tidak ada gereja yang mengajarkan bahwa ajaran Yahudi atau Kitab PL
mengajarkan reinkarnasi?
Jawab:
Saya yakin itu disebabkan banyak yang tidak menyadarinya. Dengan adanya informasi
ini, saya harap banyak yang terbuka dan bersedia menguji kebenaran ini.
8. Ayat-ayat yang diambil oleh penulis dari Tanakh yang menjelaskan reinkarnasi itu
salah sebab diambil di luar konteksnya.
Tanggapan:
Adanya perbedaan penafsiran ayat-ayat Alkitab yaitu hal yang wajar. Oleh sebab
itulah Nasrani tidak hanya melandaskan pengajarannya pada Kitab Suci, namun ada 2
pilar iman lain, yaitu Tradisi Suci dan juga Pewahyuan Suci. Di dalam topik
transmigrasi jiwa ini, ke-3 Pilar Iman itu menyediakan penjelasannya, ditambah lagi
dari bukti-bukti sains. Jadi tidak hanya berlandaskan Alkitab. Saudara-saudara Kristen
yang hanya menekankan kebenaran pada Alkitab itu baru mulai ada sejak abad 16.
Ajaran mereka tentu saja berbeda dengan ajaran kami dan perbedaan itu haruslah
dihormati.
9. Bukankah roh akan kembali kepada Tuhan seperti yang tercatat di dalam Peng 12:7?
Jawab:
Ya, namun dengan melalui masa-masa penyempurnaan. Ketidakberhasilan suatu jiwa
menggenapi rencana Tuhan dalam hidupnya, akan bisa dia genapi di kehidupan
berikutnya. Kitab Pengkotbah yaitu bagian dari kitab Yahudi, jadi tidak mungkin ada
kitab yang mengajarkan non reinkarnasi sementara secara keseluruhan Torah gilgul ini
diyakini oleh umat Yahudi.
127
10. Mengapa tidak semua Yahudi meyakini hal ini? Mengapa kaum Saduki tidak
meyakininya? Jangan-jangan kaum ini yang benar dan Yesus sejalan dengan keyakinan
mereka.
Jawab:
Kaum Saduki (Zadokith) yaitu kaum keturunan Imam Lewi. Namun mereka bukanlah
keturunan Imam Besar Zadokh yang asli. Kedudukan keimamatan di Bait Suci II bisa
mereka dapatkan dengan menyingkirkan kaum Esseni sebagai keturunan Zadokh asli
itu semata-mata sebab faktor politik. Mereka diangkat sepihak oleh pemerintahan
Hasmonean di sekitar abad 2SM. Masuknya unsur politik inilah yang membuat mereka
juga terkamiri oleh ajaran Helemism yang sangat dihindari oleh para Rabbi Yahudi
sekte Farisi (Perushim). Jadi, itulah perbedaan Saduki dengan sekte Yahudi lainnya,
politik. Kaum Esseni dan Perushim sendiri mendukung adanya ajaran Reinkarnasi
sebagai bagian dari ajaran YHWH baik itu tertulis dalam written Torah dan lisan dalam
oral Torah. Dan sebab Yeshua yaitu seorang Rabbi Yahudi, jadi tentu saja Dia
meyakini hal ini.
Pada kenyataannya sekarang memang ada Yahudi yang tidak meyakini hal ini, sama
seperti umat Kristen, tidak semua meyakini bahwa Yesus yaitu Tuhan. Ada
sekelompok Yahudi yang menolak ajaran reinkarnasi, dalam suatu situs Yahudi,
mereka disebut sebagai Thinkers. Kemudian saya juga melihat ada kemungkinan
komunitas Messianic Judaism juga menolak hal ini, saya belum pernah mendapatkan
jawaban yang meyakinkan dari mereka.
11. Dalam suatu website Judaism dicatat bahwa ajaran reinkarnasi dalam Judaism ini baru
muncul di abad pertengahan, sebelumnya tidak ada. Apakah ini benar?
Jawab:
Saya meragukan tulisan tersebut sebab sejarawan Yahudi yang hidup di abad 1 sendiri,
Josephus Flavius yang menyatakan bahwa ajaran ini sudah dipeluk oleh umat Yahudi
di abad awal. Perhatikan catatan sejarahnya di bawah ini:
“The Pharisees believe that souls have an immortal vigour in them and that the
virtuous shall have power to revive and live again: on account of which
doctrines they are able greatly to persuade the body of people.”56
Terjemahan: “Orang-orang Farisi percaya bahwa jiwa memiliki kekuatan abadi
di dalamnya dan bahwa orang saleh akan memiliki kekuatan untuk
menghidupkan kembali dan hidup kembali: ajaran mereka inilah yang dengan
kuat meyakinkan banyak orang”.
Josephus sebagai seorang tentara sempat menyatakan kepada koleganya untuk
bertempur dan sekaligus mengerti bahwa ada ajaran reinkarnasi. Dia menyatakan
bahwa:
56 Flavius Josephus, Antiquities of the Jews, Book 18, Bab 1, No. 3
128
“Do ye not remember that all pure Spirits when they depart out of this life obtain
a most holy place in heaven, from whence, in the revolutions of ages, they are
again sent into pure bodies.”57
Terjemahan: “Tidakkah kamu ingat bahwa semua roh-roh yang suci ketika
mereka keluar dari kehidupan ini mendapatkan tempat yang paling suci di surga,
dan dari sana, dalam revolusi zaman, mereka akan kembali dikirim ke dalam
tubuh murni”.
Tulisan sejarawan Josephus ini dianggap banyak kalangan vaild termasuk oleh kaum
Yahudi tentunya. Jadi pendapat bahwa kaum Yahudi baru meyakini adanya reinkarnasi
di abad-abad pertengahan itu yaitu hal yang kurang akurat. Salah satu Rabbi yang
meneguhkan bahwa Josephus Flavius mencatat orang Yahudi meyakini reinkarnasi di
abad 1 yaitu Rabbi DovBer Pinson bukunya: Reincarnation and Judaism: The Journey
of the Soul, halaman 17:
Josephus, (sejarawan Yahudi yang terkenal, 37-93 M), menulis bahwa banyak
rohaniawan Yahudi menerima konsep reinkarnasi.
12. Mengapa para Rabbi Yahudi Messianik tidak mengajarkan hal ini?
Jawab:
Saya sendiri kurang paham mengapa mereka tidak mengajarkannya. Saya perkirakan
sebab komunitas ini yaitu hasil dari penginjilan saudara-saudara Kristen modern
yang sudah tidak meyakini reinkarnasi, jadi komunitas Messianic juga terpengaruh
mereka. Jadi kalau mereka belum meyakini hal ini, saya pikir ini hanyalah masalah
waktu saja, cepat atau lambat mereka akan percaya.
Pemegang ajaran Yahudi Farisi di abad 1 memang ada di dalam beberapa sekte saat ini,
namun yang berusaha benar-benar mempertahankan pengajaran awal sebagaimana
dahulu adanya yaitu sekte Yahudi Ortodoks, oleh sebab itulah mereka terus
memelihara ajaran ini. Jadi kalau kita mau membandingkan antara sekte Yahudi, mana
yang benar-benar mengajarkan ajaran awal, saya memilih untuk mempelajari ajaran
ortodoksnya bukan pecahannya.
NASRANI FARISI
Yahudi Orthodox,
Reform,
Reconstruksi,
Konservatif, dll
Yahudi Messianik
Gereja-gereja
Rasuliah
Gb. 6.3 Asal-usul komunitas Messianic Judaism Modern
57 Flavius Josephus, Jewish War, Book 3, Bab 8, No. 5.
129
13. Mengapa Elia yang sudah ada di Sorga (2Raj 2:1; 11) bisa kembali bereinkarnasi
menjadi Yohanes? Bukankah dalam pengajaran Uskup John Ward mereka yang sudah
di Sorga tidak akan reinkarnasi lagi ke alam Bumi?
Jawab:
Penulis kitab Raja-raja itu bukanlah penulis injil yang mencatat adanya Firdaus. Penulis
kitab Raja-raja juga bukanlah Uskup John, ini sosok yang berbeda yang mencoba
memetakan alam-alam di atas bumi dengan pandangannya masing-masing. Bagi si
penulis kitab Raja-raja, Firdaus itu masuk ke dalam Alam Sorga, atau jika tidak ada di
dalam Alam Sheol maka ada di dalam Sorga. Itu harus kita hormati. Sementara Fr John
menjelaskan bahwa Firdaus itu masih di bawah Alam Sorgawi. Jadi menurut Uskup
John, Elia masih ada di Firdaus, mungkin sampai sekitar 800 th untuk menunggu
kedatangannya kembali ke Alam Bumi. Setelah masa itu berlalu, dia dibimbing oleh
Malaikat Penjaganya untuk masuk ke rahim wanita bernama Elisheva (Luk 1:13).
Bunda ini melahirkan Yukhnan (Yohanes si Pembaptis).
14. Kalau Judaism dan Nasrani mengajarkan bahwa manusia itu hanya menanggung
dosanya masing-masing, tidak ada Dosa Asal, lalu mengapa ada ayat yang menjelaskan
bahwa Tuhan membalaskan kesalahan seseorang kepada keturunan yang ketiga dan
yang keempat?
Jawab:
Kel 34:7 “….yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan
cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat.”
Yeh 18:20 “Orang yang berdosa itu yang harus mati. Anak tidak akan turut
menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung
kesalahan anaknya….”
Memang tampaknya kedua ayat ini bertentangan. Dalam pandangan kami, kesalahan
manusia memang tidak akan diestafetkan kepada orang lain atau anaknya. Yang
bersalahlah yang harus mendapat akibat dari kesalahannya, orang lain mungkin terkena
dampaknya namun tidak ikut dihukum. Saat Mosha mengatakan bahwa Tuhan
membalas kesalahan bapa kepada anak cucu, kepada keturunan ketiga dan keempat,
saya teringat akan penjelasan Uskup John Cuffe yang menceritakan bahwa biasanya
seseorang bereinkarnasi di dalam garis keturunannya sendiri, seperti yang dialami oleh
Uskup John. Di kehidupan lamanya dia yaitu adik ayahnya atau pamannya sendiri.
Jadi si ayah kehilangan adik yang disayanginya. Beberapa waktu kemudian roh si adik
masuk ke dalam Rahim isterinya dan lahirnya Fr John.
Ini menegaskan kisah Pernikahan Yibum atau ipar di dalam Yahudi. Jika seorang suami
wafat tanpa anak, maka isterinya bisa dinikahi oleh adiknya. Hal ini supaya roh suami
bisa kembali lagi ke anak dan meneruskan namanya. Kendati pernikahan ini tidak
dilakukan lagi pada warga Yahudi modern, inilah yang mereka yakini.
Reinkarnasi biasanya dialami digaris keturunan sendiri. Mengapa? Ini yaitu upaya
Tuhan untuk mendorong manusia mengatasi dosa atau kesalahan yang sama di
kehidupan lamanya. Sama seperti seorang mahasiswa, jika tidak lulus maka dia akan
mengulanginya sampai dia lulus. Tuhan menuntun supaya manusia bisa mengatasi
semua kesulitannya.
Nah, kembali ke ayat Keluaran 34:7 yang mencatat bahwa Tuhan itu menghukum
keturunan akibat kesalahan si ayah, itu menjelaskan bahwa si ayah itu yang kembali
130
lagi ke Alam Bumi untuk menebus kesalahannya. Si ayah yang telah melakukan dosa,
akan menerima akibat dosanya di kehidupannya yang akan datang. Dia akan lahir di
garis keturunannya sendiri untuk memperbaiki apa yang telah dia perbuat.
Jadi kedua ayat di atas tidaklah bertentangan. Tuhan itu adil.
Reinkarnasi seputar Kitab-kitab PB
15. Apakah Yesus juga mengalami reinkarnasi?
Jawab:
Tidak. Kendati kami meyakini bahwa Yeshua yaitu YHWH yang sempat mengambil
wujud Imam Besar Melkisedek di Perjanjian Lama, kami meyakini bahwa Dia ber-
inkarnasi saja saat menjadi bayi dari rahim Miriam.
16. Bukankah Elia itu tidak mati? Mengapa dia bisa reinkarnasi?
Jawab:
Untuk bereinkarnasi, jiwa harus terlepas benar-benar dari raga buminya. Raga Bumi
tidak bisa ikut ke Alam Astral. Jadi apa yang dialami oleh Elia saat diangkat ke Firdaus
yaitu tidak dengan membawa raga dagingnya ke sana. Melainkan raga bumiahnya
mengalami dematerialisasi (mengurai dan menghilang). Jadi, jiwanya langsung ke
Firdaus dan pada waktunya kembali lagi ke Bumi. Dia tidak perlu mengalami kematian
untuk masuk ke alam Firdaus.
17. Tubuh Elia itu mengurai atau mengalami dematerialisasi, lalu kemanakah raga
jasmaninya ini berada?
Jawab:
Terurai di Alam Fisik Bumi. Raga jasmani hanya dimiliki jiwa di Bumi sebagai
kemahnya, raga ini tidak diperlukan dan tidak bisa memasuki Alam Astral dan alam-
alam lainnya di atas Bumi.
18. Mengapa Yohanes pembaptis bilang bahwa dia bukanlah Elia (Yoh 1:21)?
Jawab:
Kesalahan mengungkap jati diri masa lalu seperti pada kasus Yohanes ini yaitu hal
yang wajar. Memang biasanya anak di usia 5 th ke atas akan kehilangan memori masa
lalunya, apalagi kalau dia sudah mulai banyak belajar di usia yang masih sangat muda.
Ini yaitu hasil penelitan Dr Ian Stevenson. Yukhnan/Yohanes saat mengatakan bahwa
dia bukanlah reinkarnasi Elia, itu saat dia berusia 30 tahun, sekali lagi ini yaitu kasus
yang wajar.
19. Mengapa tertulis Yesus bertemu Elia dan Musa? Mengapa bukan Yohanes dan Musa?
Jawab:
Roh Elia yaitu roh Yohanes pembaptis, ya sama saja.
20. Bukankah Yeshua mengajarkan bahwa dalam Yoh 3:5 dan 9 bahwa Dia menolak
reinkarnasi?
Jawab:
131
Yohn 3:5,9 terjemahan LAI :Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika
seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan
Allah. Nikodemus menjawab, katanya: "Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?
Kami memiliki tafsiran berbeda, makna frasa “dilahirkan dari air dan Roh” buat kami
yaitu Qadishotim mikveh (Baptis) air dan Roh Kudus. Qadishotim yaitu ritual-ritual
yang akhirnya dibakukan oleh Yeshua dan para Rasul. Nah, berbagai ritual ini ada di
dalam Tradisi Rasuliah atau Tradisi Suci yang sudah tidak ada lagi di dalam gereja
penganut Sola Scriptura (hanya Alkitab tanpa Tradisi Rasuliah).
Yeshua yaitu rabbi Yahudi. Semua rabbi mengajarkan Reinkarnasi, ini yaitu
pengajaran dasar tentang keselamatan. Yeshua itu Rabbi Yahudi bukan Pendeta, bukan
Imam Yunani, bukan Uskup Koptik, dan lain sebagainya. Dia yaitu Rabbi Yahudi dan
Imam Besar Agung semua Imam di Gereja Rasuliah.
Nats Alkitab Yoh 3:1-21 tidak ada hubungannya dengan ajaran Reinkarnasi. Nats itu
berbicara tentang Kelahiran Kembali dalam arti memasuki kehidupan baru di dalam
Perjanjian Baru. Cara memasukinya yaitu dengan dilahirkan dari AIR dan ROH, ini
berbicara tentang Qadishotim (sakramen) Baptisan Air dan Baptisan Roh Kudus.
Baptisan yaitu pintu masuk ke kehidupan di Perjanjian Baru. Dan yang namanya
hidup baru, maka biasanya ada nama baru. Secara tradisi, Imam Tertahbis yang
membaptisnya akan memberikan nama baru dan dia dianggap sebagai Bapa bagi yang
dibaptis, Di dalam tradisi kami di negara kita , Imam pembaptis dipanggil ‘Romo’.
21. Bukankah di dalam cerita Lazarus itu digambarkan bahwa siksaan api neraka itu ada?
Dan manusia tidak bisa bertobat setelah mengalami kematian?
Jawab:
Lukas 16:21-27 dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari
meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke
pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia
menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya
Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. Lalu ia berseru, katanya: Bapa
Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung
jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan
dalam nyala api ini. Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau
telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala
yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain
dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak
terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun
mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. Kata
orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau
menyuruh dia ke rumah ayahku,
Di dalam ayat di atas dicatat bahwa si orang kaya ada di dalam nyala api atau berada di
salah satu alam neraka. Namun demikian itu menurut kami frasa ‘nyala api’ hanya
merupakan kiasan, tidak akan ada manusia yang berbincang-bincang kalau sedang
dalam keadaan terbakar. Neraka dalam ajaran Judaism dan penglihatan para nabi kami,
bukanlah tempat semacam oven raksasa tempat penyiksaan. Frasa ‘nyala api’
132
maksudnya yaitu penderitaan. Jiwa yang ada di sana sebenarnya menderita sebab
jauh dari Kasih Tuhan. Tuhan menginginkan semua jiwa masuk ke dalam Firdaus, oleh
sebab itulah Neraka harus dijauhi sehingga ajaran seperti ini muncul.
Di ayat di atas tercatat bahwa “ada jurang yang tidak terseberangi”, ini maksudnya
memang dari Neraka ke Firdaus itu ada batasan yang tidak bisa ditempuh oleh jiwa-
jiwa jahat yang ada di neraka. Dalam penglihatan Uskup John Ward, ada alam pemisah
yaitu Alam Limbo juga di antaranya di mana semua jiwa jahat yang memutuskan untuk
bertobat, akan dipimpin masuk ke sana untuk mengalami masa bimbingan, lalu pada
saatnya dari Limbo akan kembali menuju Alam Bumi langsung ke Dinding Berani,
melewati Firdaus tanpa masuk ke dalamnya. Jadi jiwa-jiwa jahat tidak akan bisa
menyeberang ke Alam Firdaus tempat sosok Lazarus berada.
Nats di atas, tidak menjelaskan bahwa neraka itu ada selama-lamanya. Menurut
pengajaran John Ward, jiwa-jiwa bisa membutuhkan waktu ratusan tahun untuk
bertobat dan memasuki alam Limbo. Dari sana kelak akan menuju Alam Bumi untuk
menebus semua kesalahan yang telah diperbuatnya di waktu lampau.
22. Ada tercatat bahwa Yesus yaitu jalan satu-satunya kepada Bapa (Yoh 14:6), lalu
mengapa Nasrani mengajarkan bahwa tanpa menjadi Kristen seseorang bisa masuk ke
Sorga?
Jawab:
Yeshua memang jalan ke Sorga sebab Dialah Sang Putra yang menciptakan semua
Alam dan isinya. Jadi mau tidak mau semua jiwa harus menapaki jalan ke Sorga dengan
melalui alam-alam yang telah dibuat-Nya. Tanpa ada Dia, mustahil ada alam-alam
menuju kepada Bapa sehingga manusia mustahil bisa mencapai-Nya.
Ada kasus-kasus di mana seseorang tanpa menjadi Kristen bisa masuk ke Sorga,
misalnya begini:
a. Ada banyak orang yang hidup baik lalu mati sebelum kedatangan Maran Yeshua
2000 tahun yang lalu. Tentu saja manusia sangat sulit mengimpas semua dosanya
dengan kebaikan, namun itu bukanlah hal yang mustahil. Sebelum hadirnya Yeshua
ke Bumi, ada banyak orang baik yang masuk Sorga lalu menjadi kadosa dan para
Malaikat. Jika kita lihat ada banyak catatan tentang Malaikat di Tanakh, itulah
mereka yang berhasil masuk ke Sorga sebelum ada penyaliban di Golgota.
b. Ada anak kecil dari keluarga non Kristen yang mati saat di usia dini. Kehadirannya
di keluarga itu yaitu upaya membayar kebaikan kepada ayah dan ibunya atas
pertolongan yang pernah mereka lakukan di kehidupan lamanya. Lalu dengan
kematian itu, dia bisa mengimpas semuanya.
c. Seorang rohaniawan gereja yang belum benar-benar menguduskan diri. Dengan
kata lain, dia masih menyimpan dosa dan tidak diutarakannya, dosa ini tidak bisa
diampuni sebab tidak pernah diutarakan dalam Ritual Pengakuan dan
Pengampunan Dosa. Jadi dosa inilah yang harus dia bayar dengan menempuh satu
kali kehidupan. Saat masih bayi di keluarga non Kristen, dia terkena virus lalu mati.
Dia harus mati sekali lagi untuk dosa itu, lalu tanpa dosa dia bisa masuk ke Alam
Astral, lalu menembus ke Firdaus, kemudian naik ke Sorga.
d. Ada seorang biksu yang terus-menerus mematikan kedagingan, berpuasa, berbuat
kebaikan setiap hari. Ini dia lakukan dari 1 kehidupan sampai pada kehidupannya
terakhir di alam Bumi. Sampai akhirnya semua dosanya diimpas oleh semua
133
perbuatan baiknya di atas. Saat wafat, dia ke Astral, ke Firdaus lalu masuk ke Alam
Kadosa, alam dasar dari Sorgawi.
Jadi janganlah kita menjadi sombong dengan berpikir bahwa Sorga itu khusus untuk
orang Kristen saja, lainnya pasti masuk ke Neraka kendati melakukan banyak kebaikan.
Apalagi berpikir, menjadi umat Kristen tidak perlu memikirkan perbuatan baik, yang
penting percaya saja lalu masuk Sorga. Atau yang lebih bias lagi yaitu ajaran sekali
percaya maka apapun yang dia lakukan tidak akan mengubah hasil akhirnya, dia pasti
selamat.
Perhatikan dengan baik, agama itu ada untuk menuntun manusia supaya menjadi
pribadi yang lebih baik dari dirinya yang kemarin. Manusia diajar untuk bertobat
melakukan kejahatan lalu mulai berbuat kebaikan. Tanpa perbuatan maka iman itu mati
(Yak 2:17).
23. Mengapa Nasrani dan Judaism mengajarkan bahwa Neraka yaitu tempat Purgatori?
Bukankah Purgatori yaitu ajaran Roma Katolik?
Jawab:
Purgatori dalam Judaism dan Nasrani cukup berbeda dengan ajaran di dalam Roma
Katolik. Roma Katolik secara institusi tidak mengajarkan reinkarnasi, namun setiap
manusia yang wafat akan mengalami penyempurnaan.
24. Bukankah dalam Ibrani 9:27 dicatat bahwa manusia mati satu kali saja?
Jawab:
Ibrani 9:27 “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali
saja, dan sesuadh itu dihakimi”.
Ya memang demikian adanya. Ayat itu benar dalam arti seperti ini, Elia hidup hanya
sekali, lalu dihakimi. Kemudian setelah dia reinkarnasi, dia tidak menjadi Elia
lagi melainkan menjadi Yohanes pembaptis, ini yaitu 2 pribadi yang berbeda.
Saya yaitu Aldo, di kehidupan lama saya mungkin saja saya ini Bruce atau lainnya.
Coba perhatikan ayat Maz 51:3 (KJV) tercatat demikian:
I acknowledge my transgressions; and MY SIN IS EVER BEFORE ME.
Terjemahan "ever before me" paling tepat yaitu DI KEHIDUPAN SEBELUM INI.
Sekali lagi, di sana tercatat ‘before me’, jadi sebelum ‘me’ ada pribadi lain yang
berdosa. Jadi di kehidupan lama saya, saya bukanlah Aldo. Itu yaitu pribada yang
berbeda, kehidupan yang berbeda. Manusia memang hanya hidup sekali-sekali.
Di dalam riset Dr Ian Stevenson dan Dr Jim Tucker, mereka menemukan bahwa
semakin anak-anak diajarkan untuk mengingat banyak hal di usia dini, maka mereka
dengan cepat akan melupakan kehidupan masa lalu mereka. Biasanya yaitu anak-anak
di usia 5 tahun ke atas sudah kehilangan memori masa lalunya dengan sempurna. Oleh
sebab itu penelitian reinkarnasi ini terfokus pada usia anak balita.
25. Di dalam ayat 1 Kor 13:8 dikatakan bahwa Nubuatan akan berhenti, jadi bukankah ini
artinya setelah kitab Wahyu tidak ada lagi Nabi?
Jawab:
134
Kami menghormati tafsiran ini, namun demikian kami memiliki penafsiran atau
pengajaran yang berbeda. Kalau memang benar, Mar Paulus menyatakan kepada
jemaat Korintus bahwa setelah ditulisnya Kitab Wahyu di sekitar tahun 92 M, sudah
tidak ada lagi nubuatan (orang sekuler biasanya menyebut ini dengan istilah ‘ramalan’),
maka yang tidak ada yaitu pesan-pesan Ilahi yang bersifat yang akan terjadi di masa
yang akan datang. Itulah nubuatan. Sementara peran nabi itu bukan hanya sebagai
penyampai nubuatan namun juga pesan Tuhan lainnya seperti teguran, peneguhan,
jawaban Tuhan atas doa-doa umat-Nya, mendapatkan penyingkapan rahasia-rahasia
ilahi, dan lain-lain. Nabi itu yaitu penyampai pesan Ilahi yang bentuknya beraneka
ragam, bukan hanya nubuatan.
Dalam ajaran kami, ayat di 1 Kor 13: 8 di atas, sama sekali tidak menunjukkan waktu
yang pas. Jadi ini tidak berkaitan selesainya penulisan kitab Wahyu oleh Mar Yukhnan.
Kapan nubuatan akan berakhir jadinya? Bagi kami ya nanti kalau Tuhan sudah tidak
ingin menyampaikan pesan-pesan ‘ramalan’ lagi. Namun selagi Tuhan memang mau,
ya siapakah kita yang bisa membatasi Tuhan?
Pada kenyataannya, kaum Staretz dari Byzantium bisa mendapatkan pewahyuan-
pewahyuan, para Bapa Gurun di Coptik juga demikian, semuanya ada setelah masa
penulisan kitab Wahyu sama seperti para Nabi kami. Berhentinya kitab Wahyu, bukan
berarti Tuhan berhenti berbicara. Dia bukan Tuhan yang bisu.
26. Bukankah di Why 20:14 ditulis bahwa ada ‘lautan api’ sebagai kematian kedua?
Bukankah ini akhir dari jiwa yang berdosa itu sehingga tidak bisa reinkarnasi lagi?
Jawab:
Why 20:14:Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan
api. Itulah kematian yang kedua: Lautan api.
Why 21:8 Namun orang-orang penakut, mereka yang tidak percaya, mereka
yang keji, para pembunuh, mereka yang sundal, tukang sihir, para penyembah
berhala, akan mendapatkan bagian mereka di dalam lautan yang menyala-
nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.
Ayat di atas diyakini sebagai hukuman terakhir bagi semua orang jahat, termasuk
pengajar dan para nabi palsunya. Jiwa mereka akan diceburkan ke dalam api dalam
waktu yang tidak terbatas. Ini akan membuat jiwa-jiwa manusia yang baik terbebas dari
mereka untuk selama-lamanya. Apakah memang demikian? Ternyata keyakinan ini
juga sulit dipertahankan jika mau membaca beberapa ayat setelahnya. Perhatikanlah
pasal berikutnya, ayat di Why 22:15. Sebelum penutup Kitab Wahyu tersebut, di sana
dicatat demikian:
Namun anjing-anjing dan tukang sihir, para pesundal, para pembunuh,
penyembah berhala, dan setiap oran






